M O D U L – 3

PEMBUATAN DAN
PENGGUNAAN MEDIA
Standar Kompetensi:
Setelah mempelajari modul – 3 peserta diklat PLPG
dihara...
Ada beberapa kriteria untuk menilai keefektifan
sebuah media yang dibuat. Hubbard mengusulkan sembilan
kriteria untuk meni...
mempunyai tampilan yang artistik maka estetika juga
merupakan sebuah kriteria. Kriteria penilaian yang keenam
adalah fungs...
2.

MICROSOFT POWERPOINT
Microsoft Powerpoint adalah program aplikasi
presentasi yang merupakan salah satu program aplikas...
•

untuk berbagai keperluan misalnya untuk pembelajaran
menulis, membaca atau pembelajaran yang lain.
Cara memasukan teks ...
background. Background akan memperindah tampilan
program. Ada beberapa jenis background yang
ditawarkan, yang pertama adal...
3.

FLASH CARD
Flashcard adalah media pembelajaran dalam bentuk
kartu bergambar yang berukuran 25×30 cm. Cara pembuatan
fl...
Fungsi Al-Qur’an Bagi Manusia
Fungsi Al-Qur’an Bagi Mns

Hudan

Basyiron wa Nadziro

Furqon

Cara pembuatannya:
• Pembuata...
B.

Prinsip Penggunaan Media
Media pembelajaran, misalnya untuk materi pendidikan
agama Islam, dapat digunakan dalam rangk...
2.

3.
4.

5.

6.

7.

43

strategi mengajar dan media lainnya. Oleh sebab itu
sebaiknya dalam proses belajar mengajar dip...
8. Jangan sekali-kali menggunakan media hanya untuk
mengisi waktu kosong dengan tujuan sebagai hiburan
semata, karena deng...
3.

Menyatakan tujuan yang akan dicapai
setelah proses pembelajaran selesai dilaksanakan.
Sehingga indikator-indikator yan...
tertentu yang ditonjolkan. Berikut ini adalah contoh-contoh
teknik penggunaan media untuk berbagai fungsi berbeda.
1.
Medi...
Panduan simulasi/bermain peran;
Media untuk melakukan permainan
(games).
• Peserta menggunakan media untuk melaksanakan
su...
memberi penjelasan, dan sebagainya). Langkahnya
sebagai berikut:
• Guru/Fasilitator
menggunakan
media
untuk
menjelaskan, m...
1. Media dua dimensi pada bidang tidak transparan
Nana Sujana dan Ahmad Riva’i menyebutkan
media visual dua dimensi pada b...
hubungannya dengan materi pembelajaran yang sedang
disampaikan atau seseuai dengan masalah yang sedang
dihadapi. Penggunaa...
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Bab iii modul media
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Bab iii modul media

3,489 views
3,335 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
3,489
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
47
Actions
Shares
0
Downloads
236
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bab iii modul media

  1. 1. M O D U L – 3 PEMBUATAN DAN PENGGUNAAN MEDIA Standar Kompetensi: Setelah mempelajari modul – 3 peserta diklat PLPG diharapkan mampu membuat dan menggunakan media pembelajaran yang dapat menunjang dalam proses penyampaian materi. Kompetensi Dasar: 1. Membuat media pembelajaran konvensional yang sederhana dan menarik. 2. Menyebutkan beberapa prinsip penggunaan media. 3. Menggunakan media moderen dan konvensional dalam proses penyampaian materi pembelajaran. A. Pembuatan Media Konvensional Pembuatan media pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa syarat, diantaranya adalah Media pembelajaran harus dapat meningkatkan motivasi pembelajar, karena media mempunyai tujuan memberikan motivasi kepada pembelajar. Selain itu media yang dibuat juga harus dapat merangsang pembelajar, seperti mengingat apa yang sudah dipelajari selain memberikan rangsangan belajar baru. Media yang baik juga akan dapat mengaktifkan pembelajar dalam memberikan tanggapan, umpan balik dan juga mendorong peserta didik untuk melakukan praktek-praktek dengan benar. 34 Modul Media Pembelajaran
  2. 2. Ada beberapa kriteria untuk menilai keefektifan sebuah media yang dibuat. Hubbard mengusulkan sembilan kriteria untuk menilainya (Hubbard, 1983), yaitu: 1. Biaya. Biaya memang harus dinilai dengan hasil yang akan dicapai dengan penggunaan media itu. 2. Ketersedian fasilitas listrik. 3. Ketersediaan kelas yang cocok dengan ukuran media yang dibuat. 4. Keringkasan media yang dibuat. 5. Media yang dibuat dapat dirubah atau dimodifikasi. 6. Ketersediaan waktu dan tenaga penyiapan untuk menggunakan media. 7. Media yang dibuat memiliki pengaruh positif yang ditimbulkan dari penggunaannya. 8. Media yang dibuat sangat rendahnya tingkat kerumitannya. 9. Media yang dibuat sangat epektif dan efesien untuk digunakan. Semakin banyak tujuan pembelajaran yang bisa dicapai dengan menggunakan media, maka semakin baiklah media itu. Kriteria di atas lebih diperuntukkan bagi media konvensional. Thorn mengajukan enam kriteria untuk menilai multimedia interaktif (Thorn, 1995). Kriteria penilaian yang pertama adalah kemudahan navigasi. Sebuah program harus dirancang sesederhana mungkin sehingga pembelajar tidak perlu belajar komputer lebih dahulu. Kriteria yang kedua adalah kandungan kognisi. Kriteria yang ketiga adalah pengetahuan dan presentasi informasi. Kedua kriteria ini adalah untuk menilai isi dari program itu sendiri, apakah program telah memenuhi kebutuhan pembelajaran si pembelajar atau belum. Kriteria keempat adalah integrasi media di mana media harus mengintegrasikan aspek dan ketrampilan yang harus dipelajari. Kriteria yang kelima adalah estetika. Untuk menarik minat peserta didik program harus 35 Modul Media Pembelajaran
  3. 3. mempunyai tampilan yang artistik maka estetika juga merupakan sebuah kriteria. Kriteria penilaian yang keenam adalah fungsi secara keseluruhan. Program yang dikembangkan harus memberikan pembelajaran yang diinginkan oleh peserta didik. Sehingga pada waktu seorang selesai menjalankan suatu program dia akan merasa telah belajar sesuatu. Pembuata media tidak bisa dilakukan secara serampangan, tapi harus benar-benar memenuhi kriteria pembuatan media. Di bawah ini dicontohkan pembuatan media pembelajaran. 1. FLIP CHART Flipchart adalah lembaran-lembaran kertas yang menyerupai kalender atau album yang berukuran 50×70 cm, atau ukuran kecil 21×28 cm sebagai flipbook yang disusun dengan urutan dan diikat pada bagian atasnya. Flipchart hanya cocok untuk pembelajaran kelompok kecil yaitu 30 orang, sedangkan flipbook untuk 4-5 orang. Penyajian informasi dalam flipchart dapat berupa gambar, huruf, diagram, dan angka. Selanjutnya Cara mendesain flipchart : 1. Tentukan tujuan pembelajaran 2. Tentukan bentuk flipchart 3. Membuat ringkasan materi 4. Merancang draf kasar 5. Memilih warna yang sesuai 6. Menentukan bentuk dan ukuran huruf yang sesuai Pembuatan dan Penggunaan Media 36
  4. 4. 2. MICROSOFT POWERPOINT Microsoft Powerpoint adalah program aplikasi presentasi yang merupakan salah satu program aplikasi di bawah Microsoft Office, misalnya Microsoft Office 2000. Keuntungan terbesar dari program ini adalah tidak perlunya pembelian piranti lunak karena sudah berada di dalam Microsoft Office. Jadi pada waktu penginstalan program Microsoft Office dengan sendirinya program ini akan terinstal. Hal ini akan mengurangi beban hambatan pengembangan pembelajaran dengan komputer seperti dikemukakan oleh Lee. Keuntungan lain dari program ini adalah sederhananya tampilan ikon-ikon. Ikon-ikon pembuatan presentasi kurang lebih sama dengan ikon-ikon Microsoft Word yang sudah dikenal oleh kebanyakan pemakai komputer. Pemakai tidak harus mempelajari bahasa pemrograman. Dengan ikon yang dikenal dan pengoprasian tanpa bahasa program maka hambatan lain dari pembelajaran dengan komputer dapat dikurangi yaitu hanbatan pengetahuan tehnis dan teori. Guru dapat membuat sebuah program pembelajaran tanpa harus belajar bahasa komputer terlebih dahulu. Meskipun program aplikasi ini sebenarnya merupakan program untuk membuat presentasi namun fasilitas yang ada dapat dipergunakan untuk membuat program pembelajaran. Program yang dihasilkanpun akan cukup menarik. Keuntungan lainnya adalah bahwa program ini bisa disambungkan ke jaringan internet. Langkah-langkah pembuatannya sebagai berikut: • Memasukkan Teks, Gambar, Suara dan Video Fasilitas yang penting dari program apliokasi ini adalah fasilitas untuk menampilkan teks. Dengan fasilitas ini pembuat program bisa menampilkan berbagai teks 37 Modul Media Pembelajaran
  5. 5. • untuk berbagai keperluan misalnya untuk pembelajaran menulis, membaca atau pembelajaran yang lain. Cara memasukan teks ke dalam program aplikasi ini cukuip sederhana. Sesudah pemakai menghidupkan komputer dan masuk program Power point 2000 dan sesudah memilih jenis tampilan layar maka pemakai dapat menekan menu insert sesudah itu akan muncul berbagai pilihan. Salah satu pilihan itu adalah insert textbox. Tekan menu ini dan akan muncul kotak teks di dalam tampilan presentasi. Langkah berikutnya adalah mengkopi teks yang ingin dimasukkan dan kemudian menempelkannya (paste) pada kotak yang tersedia. Apabila tidak ingin mengkopi bisa juga menulis langsung dalan kotak teks yang sudah tersedia. Untuk memasukan gambar langkahnyapun sama dengan cara memasukkan teks. Pertama tekan menu insert sesudah itu pilih menu insert picture. Sesudah menu ini dipilih akan muncul dua pilihan from file ... dan from clip art... Apabila pemrogram ingin memasukkan gambar dari file maka tekan pilihan pertama dan apabila ingin memakai gambar dari clip art yang sudah ada di komputer maka tekan pilihan yang kedua. Suara dan video merupakan dua fasilitas yang disediakan oleh Microsoft Powerpoint 2000 yang sangat mendukung pemrograman pembelajaran bahasa. Untuk memasukkan video tekan menu insert dan selanjutnya tekan menu movies and sounds. Maka akan muncul dua pilihan untuk masing-masing. Untuk suara (sounds) akan muncul sounds from file dan sounds from Gallery demikian pula untuk movies akan muncul pilihan Movies from file atau Movies from Gallery. Pemrogram tinggal memilih jenis file yang akan dimasukkan. Membuat tampilan menarik Ada beberapa fasilitas yang disediakan untuk membuat tampilan menarik. Fasilitas yang pertama adalah Pembuatan dan Penggunaan Media 38
  6. 6. background. Background akan memperindah tampilan program. Ada beberapa jenis background yang ditawarkan, yang pertama adalah dengan memberi warna, yang kedua dengan memberi tekstur dan yang ketiga adalah memasang gambar dari file sendiri. Langkah pemasangan background adalah dengan menekan menu format dan kemudian menekan menu background. Sesudah itu akan muncul pilihan background fill, more color dan fill effects. Apabila pemrogram ingin memilih warna yang sudah ada maka tekan apply, apabila ingin memilih warna sendiri tekan more color, pilih warna dan tekan apply, dan apabila ingin memberi tekstur atau gambar sendiri maka tekan fill effects, pilih tekstur atau gambar dan tekan apply. Fasilitas lain yang akan membuat tampilan lebih menarik adalah fasilitas animasi. Dengan fasilitas ini gambar-gambar dan teks akan muncul ke layar dengan cara tampil yang bervariasi. Fasilitas animasi ini memungkinkan gambar atau objek lain tampil dari arah yang berbeda atau dengan cara yang berbeda. Objek bisa melayang dari atas, bawah, kanan, kiri, atau dari sudut. Objek juga bisa muncul dari tengah atau dari pinggir. Dengan sedikit kreatifitas fasilitas ini bisa menghasilkan language games yang menarik. Pembuatan animasi dimulai dengan memilih objek yang akan dibuat animasi dengan cara mengklik objek itu. Sesudah itu pilih menu Slide Show dan kemudian memilih menu Custom Animation. Sesudah menekan menu itu akan muncul berbagai pilihan diantaranya order and timing untuk mengatur urutan dan waktu tampil ke layar dan juga pilihan effects untuk mengatur efek yang diinginkan. 39 Modul Media Pembelajaran
  7. 7. 3. FLASH CARD Flashcard adalah media pembelajaran dalam bentuk kartu bergambar yang berukuran 25×30 cm. Cara pembuatan flash card sebagai berikut: • Siapkan kertas tebal • Tandai kertas sehingga kertas berukuran 25×30 cm • Potong kertas • Tempelkan atau buat objek dikertas tersebut • Beri tulisan 4. FLANEL GRAF Flanelgraf adalah media pembelajaran berupa guntingan-guntingan gambar atau tulisan yang pada bagian belakangnya dilampisi ampelas atau boleh juga menggunakan kain flanel. Adapun cara pembuatannya: • • • • 5. Siapkan papan yang berfungsi untuk menempelkan gambar-gambar, papan terbuat dari kayu yang dilapisi karpet dengan ukuran 50×75 cm. Siapkan gambar atau tulisan yang akan digunting. Pada gambar atau tulisan yang sudah digunting dilampisi ampelas atau kain flanel dibelakangnya. Maka gambar atau tulisan sudah siap untuk digunakan. PETA KONSEP Peta Konsep adalah suatu diagram yang berdimensi dua, yaitu analogi dengan sebuah peta jalan yang tidak hanya mengidentifikasi butir-butir utama, tapi juga menggambarkan hubungan antara konsep-konsep utama, misalnya: Pembuatan dan Penggunaan Media 40
  8. 8. Fungsi Al-Qur’an Bagi Manusia Fungsi Al-Qur’an Bagi Mns Hudan Basyiron wa Nadziro Furqon Cara pembuatannya: • Pembuatannya menggunakan diagram • Pengurutan diagram dari yang global atau umum ke yang khusus • Sebaiknya menggunakan kertas berwarna lebih menarik • Yang ditulis hanya yang pokok-pokok saja. 6. 41 KARTU PASANGAN Kartu pasangan adalah sejenis media dari kartu yang dibuat menggunakan pasangan. Kartu ini bisa saja berisi pertanyaan dan jawaban, tepi harus dibedakan antara kartu pertanyaan dan kartu jawaban. Sementara dalam pembelajaran peserta mencari pasangan kartu yang dimilikinya. Cara pembuatannya: • Siapkan kerta berkualitas bagus, misalnya jenis kertas yang dibuat untuk kartu song atau kartu remi. • Buat ukuran kertas tersebut 5.5 x 8.5 cm • Potong kertas tersebut sesui dengan ukuran. • Warna kartu atau kertas pertanyaan dan jawaban harus sama. • Buatlah pertanyaan yang diinginkan guru dalam kartu tersebut. • Buat juga kartu jawaban dalam kartu yang berbeda dengan kualitas, ukuran, dan warna yang sama dengan kartu pertanyaan. Modul Media Pembelajaran
  9. 9. B. Prinsip Penggunaan Media Media pembelajaran, misalnya untuk materi pendidikan agama Islam, dapat digunakan dalam rangka upaya peningkatan interaksi belajar mengajar. Oleh karena itu harus diperhatikan prinsip-prinsip penggunaannya. Menurut Asnawir (2002: 19) prinsip-prinsip penggunaan media pembelajaran adalah sebagai berikut: 1. Pengunaan media pembelajaran hendaknya dipandang sebagai bagian yang integral dari suatu sistem pengajaran dan bukan hanya sebagai alat bantu yang berfungsi sebagai tambahan yang digunakan bila dianggap perlu dan hanya dimanfaatkan bila sewaktuwaktu digunakan. 2. Media pembelajaran hendaknya dipandang sebagai sumber belajar yang digunakan dalam usaha memecahkan masalah yang dihadapi dalam proses belajar mengajar. 3. Guru hendaknya dapat mengasai teknik-teknik dari suatu media pembelajaran yang digunakan. 4. Guru seharusnya memperhitungkan untung ruginya pemanfaatan suatu media pembelajaran. 5. Penggunaan media pembelajaran harus diorganisir secara sistematis. 6. Jika sekiranya suatu pokok bahasan memerlukan lebih dari beberapa macam media, maka guru dapat memanfaatkan multimedia yang menguntungkan dan memperlancar proses belajar mengajar dan dapat merangsang motivasi belajar peserta didik sehingga dapat meningkatkan interaksi belajar mengajar. Menurut Arief Sukadi S.S dan Radikun (1998: 173174) prinsip-prinsip penggunaan media adalah sebagai berikut: 1. Tidak ada satupun teknik atau strategi mengajar dan media pembelajaran yang harus dipakai tanpa melibatkan Pembuatan dan Penggunaan Media 42
  10. 10. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 43 strategi mengajar dan media lainnya. Oleh sebab itu sebaiknya dalam proses belajar mengajar dipergunakan teknik dan media pembelajaran sesuai dengan tujuan belajar dan kebutuhan belajar. Tidak ada satu mediapun yang sessuai dan cocok dengan segala macam kegiatan belajar. Oleh karena itu sebaiknya sebelum melaksanakan proses belajar mengajar dipilih satu bentuk media yang cocok dan sesuai dengan tujuan dan kebutuhan belajar. Media tertentu lebih cepat dipakai untuk tujuan pembelajaran tertentu dibanding media lain. Pengunaan berbagai media secara berlebihan dan tidak berdasarkan teori pemilihan media dalam tempo relatif kurang akan menyebabkan kaburnya isi materi ini berarti bukan pendekatan multi media. Sebelum menggunakan suatu media dalam proses belajar mengajar sebaiknya guru melakukan persiapan yang cukup dan cermat. Karena hanya dengan cara demikian guru dapat menguasai seluruh materi dan proses belajar mengajar akan berjalan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Bila dianggap perlu maka guru sebaiknya mempersiapkan bahan tambahan agar dapat memperluas dan memperdalam topik yang dibahasnya. Selama belajar menggunakan media, sebaiknya siswa juga dipersiapkan sebelumnya dan siswa juga harus diperlakukan sebaik-baiknya sesuai dengan karakteristiknya sehingga dapat berperan sebagai siswa yang berperan aktif dan bertangungjawab dalam proses belajar mengajar dan juga dapat meningkatkan interaksi belajar. Media perlu diusahakan agar dapat menjadi bagian intregal dari sistem pendidkan. Yakni media harus diperlakukan secara tepat dan proposional, sehingga tidak hanya sebagai alat Bantu mengajar tetapi betul- betul merupakan satu mata rantai dalam sistem pendidikan. Modul Media Pembelajaran
  11. 11. 8. Jangan sekali-kali menggunakan media hanya untuk mengisi waktu kosong dengan tujuan sebagai hiburan semata, karena dengan demikian tanggapan siswa selanjutnya terhadap media betul- betul sebagai hiburan. Dan untuk mengubah situasi akan sulit sekali. C. Langkah-Langkah Penggunaan Media Pembelajaran Penggunaan media dalam proses pembelajaran perlu memperhatihan empat tahapan, yaitu persiapan, penyajian, penerapan, dan kelanjutan. Pada tahapan-tahapan tersebut perlu adanya langkah-langkan yang dipesiapkan shingga pada masing-masing tahapan jelas apa saja yang harus dipersiapkan. Pada tahap persiapan guru sebagai pengguna media dalam proses penyampaian materi di kelas harus mempelajari tujus, mempersiapkan materi ajar, selanjutnya memilih media yang sesuai, berusaha melatih diri menggunakan media yang akan dipakai sampai lancar, dan melakukan pemeriksaan tempat mengajar untuk memastikan bisa atau tidak media yang sudah dipilih untuk digunakan dalam ruangan yang akan dipakai untuk menyampaikan materi. Persiapan menghadapi tahap penyajian sebagai guru yang akan menggunakan media mempersiapkan hal-hal sebagai berikut: 1. Menyusun kata pendahuluan agar punya persiapan apa saja pengantar yang akan disampaikan oleh guru kepada peserta didik. Hal ini perlu dilakukan karena kata-kata awal dapat memotivasi peserta didik dan mengetahui apa saja yang akan dibahas oleh guru dalam penyampaian materi. 2. Berusaha untuk menarik perhatian peserta didik agar mereka pokus pada terhadap materi yang akan disampaikan dengan menggunakan media. Pembuatan dan Penggunaan Media 44
  12. 12. 3. Menyatakan tujuan yang akan dicapai setelah proses pembelajaran selesai dilaksanakan. Sehingga indikator-indikator yang ditetapkan guru dapat dicapai. 4. Berusaha untuk menggunakan media yang sesuai dengan tujuan, materi, dan kondisi peserta didik. 5. Penampilan yang bermutu juga menjadi sangat urgen bagi guru. Guru tidak boleh berpenampilan terlalu berlebihan dan tidak boleh juga terlalu ”kere”. Pada tahap penerapan guru harus menggunakan media yang sudah ditetapkan yang sudah melalui pertimbangan yang sangat matang. Penggunaannya harus diusahakan secara maksimal agar apa yang menjadi sasaran dari penggunaan media itu dapat dircapai dengan sempurna. Setelah materi disampaikan kepada peserta didik dalam proses pembelajaran dengan menggunakan media, guru harus mengevaluasi penggunaan media dengan cara mengajukan pertanyaan baik kepada peserta didik maupun guru seprofesi. Terakhir dari tahap ini adalah mendiskusikan media yang digunakan dengan teman sejawat. Tahap yang keempat adalah kelanjutan. Pada tahap ini hendaknya guru terus menggunakan secara berkelanjutan dan mendiskusikan media yang digunakan. Berikut ini adalah contoh-contoh teknik menggunakan media berdasarkan fungsi media yang berbeda di dalam suatu pembelajaran kelompok, yaitu: sebagai alat berbagi pengalaman, sebagai alat berbagi peran, sebagai alat penyadaran dan motivasional, sebagai alat bantu penjelasan, sebagai alat analisis, dan sebagainya. Walau jenis dan fungsi media berbeda, namun secara umum penggunaan media tetap mengacu pada daur pembelajaran berbasis pengalaman peserta. Sebaiknya kita menghindari penggunaan media sebagai bahan ceramah saja. Suatu media bisa mencakup beberapa fungsi sekaligus, namun biasanya terdapat fungsi 45 Modul Media Pembelajaran
  13. 13. tertentu yang ditonjolkan. Berikut ini adalah contoh-contoh teknik penggunaan media untuk berbagai fungsi berbeda. 1. Media sebagai Alat Berbagi Pengalaman (Media Diskusi) Media sebagai alat berbagi pengalaman adalah media yang bisa mendorong semua peserta untuk berdiskusi dan bertukar pikiran/ informasi (dalam diskusi kelompok atau pleno). Langkah penggunaannya sebagai berikut:  Fasilitator membagikan media kepada kelompok dan menjelaskan cara menggunakannya sebagai bahan diskusi (misal: media gambar, “fotonovela” atau komik foto, lembar kasus, dan sebagainya).  Peserta melaksanakan diskusi kelompok dengan menggunakan media tersebut.  Pada saat pleno, kelompok juga menggunakan media untuk menampilkan hasil kerjanya, misalnya:  Hasil diskusi ditampilkan dalam bentuk visual (gambar, skema, tabel).  Hasil analisa kasus dirumuskan di atas flipchart  Pelajaran-pelajaran ditulis di atas kartu-kartu metaplan, dan sebagainya. 2. Media sebagai Alat Berbagi Peran Media sebagai alat berbagi peran adalah media yang mendorong kegiatan bersama (melibatkan sesama peserta atau peserta dengan fasilitator untuk melaksanakan kegiatan bersama). • Fasilitator menjelaskan cara menggunakan media untuk melaksanakan suatu kegiatan (tugas tim), misalnya:  Lembar praktek/kerja kelompok; Pembuatan dan Penggunaan Media 46
  14. 14. Panduan simulasi/bermain peran; Media untuk melakukan permainan (games). • Peserta menggunakan media untuk melaksanakan suatu kegiatan dan melakukan pembagian tugas di antara mereka (siapa mengerjakan apa). 3. Media sebagai Alat Penyadaran/Motivasional Media penyadaran adalah media yang bersifat menggugah perasaan dan mendorong peserta merefleksi sikap-nilai mereka. Media motivasional adalah media yang menimbulkan semangat untuk bertindak dan memecahkan masalah yang terjadi dalam situasi nyata peserta. Langkah penggunaannya sebagai berikut: • Apabila media akan digunakan peserta, fasilitator menjelaskan cara menggunakan media untuk melakukan suatu kegiatan (poster, role-play, lembar kasus, drama, permainan). Fasilitator bisa juga menayangkan media yang menggugah (cuplikan film, “dongeng dijital”) untuk dilanjutkan dengan diskusi pembahasan. • Untuk mengembangkan proses penyadaran, fasilitator mempersiapkan pertanyaan kunci yang bersifat refleksi sikapnilai (renungan). Peserta menarik pelajaran (lesson learned) dari kegiatan/media tersebut dan melakukan perenungan bersama. • Untuk mengembangkan proses motivasional, fasilitator menyiapkan pertanyaan kunci untuk mengembangkan pendapat, gagasan tindakan terhadap situasi nyata yang mereka alami yang serupa dengan situasi yang ditampilkan dalam media. 4. Media sebagai Alat Bantu Penjelasan Media sebagai alat bantu adalah media yang bisa digunakan oleh fasilitator maupun peserta untuk menjelaskan sesuatu pembahasan (presentasi, ceramah,   47 Modul Media Pembelajaran
  15. 15. memberi penjelasan, dan sebagainya). Langkahnya sebagai berikut: • Guru/Fasilitator menggunakan media untuk menjelaskan, misalnya:  Transparansi atau powerpoint slide untuk menjelaskan materi belajar atau tugas kelompok (metode ceramah)  Flipchart untuk menjelaskan penugasan kepada peserta  Kartu-kartu metaplan untuk menjelaskan kesimpulan diskusi pleno, dan sebagainya. • Media juga bisa digunakan oleh peserta untuk menjelaskan sesuatu (misal: gambar, flipchart, metaplan, transparansi, power point, dan sebagainya). • Fasilitator kemudian meminta semua peserta untuk memberikan tanggapan, masukan, komentar, atau pertanyaan terhadap penjelasan. 5. Media sebagai Alat Analisa Masalah Media analisa masalah digunakan sebagai alat bantu untuk melihat semua sudut pandang dan faktor yang saling berkaitan terhadap suatu permasalahan. Media ini harus bisa menggambarkan suatu kerangka atau sistem pemikiran agar mudah dianalisa. • Fasilitator menjelaskan cara menggunakan media sebagai bahan diskusi analisis (misal: media gambar, lembar kasus, panduan role play, format analisa SWOT atau format analisa pohon masalah, dsb.). • Peserta menggunakan media untuk melakukan analisa masalah, sebab-akibat masalah, dan mengembangkan alternatif pemecahan masalah dan pilihan tindakan. D. Penggunaan Media Pembelajaran Pembuatan dan Penggunaan Media 48
  16. 16. 1. Media dua dimensi pada bidang tidak transparan Nana Sujana dan Ahmad Riva’i menyebutkan media visual dua dimensi pada bidang tidak transparan ini dengan sebutan media grafis13. Grafis berasal dari bahasa Yunani “graphikos” yang artinya melukiskan atau menggambarkan dengan garis-gari. Sebagai kata sifat, grafik juga dapat diartikan penjelasan yang hidup, atau penjelasan yang kuat, atau penyajian yang efektif. Media ini juga dapat diartikan media yang mengkombinasikan fakta dan gagasan dengan jelas, kuat dan terpadu melalui kombinasi pengungkapan kata-kata dan gambar. Media visual dua dimensi pada bidang tidak transparan ini antara lain seperti gambar, gafik (termasuk diagram, bagan, peta konsep), peta, poster, foto, karton dan lain-lain. 1. GAMBAR Gambar merupakan alat visual yang penting dan mudah diperoleh. Dikatakan penting karena dapat memberikan gambaran visual nyata tentang masalah yang digambarkannya. Gambar dapat membuat peserta didik dapat menangkap ide atau informasi yang terkandung di dalamnya. Gambar dapat digunakan sebagai media pembelajaran bahasa (Arab, Inggris), pendidikan amaga Islam, sejarah, ekonomi, sosiologi dan lain-lain. Gambar yang kehadirannya sebagai media visual bukan hanya untuk dipandang-pandang atau sebagai hiasan dinding saja. Sebagai media visual yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa pengertian peserta didik terhadap sebuah gambar sangat berbeda dengan orang dewasa. Penggunaan gambar harus sesuai dengan standar kompetensi serta indikator yang sudah ditetapkan, ada 13 Lihat! Nana Sujana dan Ahmad Rifa’I, Media Pengajaran,Sinar Baru Bandung, halaman:19 49 Modul Media Pembelajaran
  17. 17. hubungannya dengan materi pembelajaran yang sedang disampaikan atau seseuai dengan masalah yang sedang dihadapi. Penggunaan gambar harus pula dapat membangkitkan motivasi peserta didik dalam proses pembelajaran sehingga lahir pula minat belajar mereka. Gambar diharapkan dapat membantu peserta didik untuk menjawab pertanyaan yang timbul dalam pikirannya. Contoh: mengenalkan jamal (‫)جم مل‬sebagai seekor ٌ(s َ‫ٌلَ ٌل‬ hewan yang hidup di padang pasir tidak dengan menyebutkan artinya dengan bahasa Indonesia sa’at mengajarkan bahasa Arab, tapi cukup dengan menunjukkan gambarnya. ‫جمل بسنـنام وحاح

×