Your SlideShare is downloading. ×
0
Ambisi yang menguasai diri 120103121515-phpapp02
Ambisi yang menguasai diri 120103121515-phpapp02
Ambisi yang menguasai diri 120103121515-phpapp02
Ambisi yang menguasai diri 120103121515-phpapp02
Ambisi yang menguasai diri 120103121515-phpapp02
Ambisi yang menguasai diri 120103121515-phpapp02
Ambisi yang menguasai diri 120103121515-phpapp02
Ambisi yang menguasai diri 120103121515-phpapp02
Ambisi yang menguasai diri 120103121515-phpapp02
Ambisi yang menguasai diri 120103121515-phpapp02
Ambisi yang menguasai diri 120103121515-phpapp02
Ambisi yang menguasai diri 120103121515-phpapp02
Ambisi yang menguasai diri 120103121515-phpapp02
Ambisi yang menguasai diri 120103121515-phpapp02
Ambisi yang menguasai diri 120103121515-phpapp02
Ambisi yang menguasai diri 120103121515-phpapp02
Ambisi yang menguasai diri 120103121515-phpapp02
Ambisi yang menguasai diri 120103121515-phpapp02
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Ambisi yang menguasai diri 120103121515-phpapp02

455

Published on

Sebuah kisah yang sedikit memberikan gambaran pada kita tentang sebuah kerja keras yang tidak diimbangi dengan proses usaha yang bermanfaat.

Sebuah kisah yang sedikit memberikan gambaran pada kita tentang sebuah kerja keras yang tidak diimbangi dengan proses usaha yang bermanfaat.

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
455
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
22
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Kisah Inspiratif“Si Pemotong Kayu”
  • 2. Di ceritakan ada seorang lelaki yang kekar dan perkasa yang berprofesisebagai pemotong kayu……… Kekar Pemotong kayu Spesialis potong kayu
  • 3. Pada suatu hari ,Si pemotong kayu mulai bosan dengan kehidupannya yang sepertiini,hanya memotong kayu tanpa berpenghasilan,maka dia berpikir bagaimana caranyasupaya dia bisa mendapat uang yang banyak dengan mengandalkan kemampuannyamemotong kayunya itu………
  • 4. Dengan cepat dia pun pergi kesebuah toko kayu dan melamar pekerjaan sebagai pemotong kayu. Toko Kayu
  • 5. Si pemilik toko pun menerimanya sebagai karayawannya sembari memberikankapak sebagai alat bantunya dalam bekerja dan menunjukkan area dimana diaakan bekerja..
  • 6. Hari Pertama….
  • 7. Si pemotong kayu berhasil merobohkan 18 pohon…... 18
  • 8. Kemudian Si pemilik toko melihat hasil kerja si pemotong kayu dan dia pun terkesan denganhasil kerjanya dan mengatakan”Selamat dan kerjakanlah seperti itu”. Selamat dan kerjakanlah seperti itu
  • 9. Hari ke Dua….
  • 10. Ia sangat termotivasi oleh pujian majikannya dan bekerja lebih giat lagi.Tetapi Sang pemotong kayu hanya berhasil merobohkan 15 batang pohon. 15
  • 11. Hari ketiga…
  • 12. Ia bekerja lebih keras lagi..Akan tetapi hanya berhasil merobohkan 10 batang pohon. 10
  • 13. Hari-hari berikutnya batang pohon yang berhasil dirobohkannya makin sedkit. Aku mungkin telah kehilangan kekuataku”,Pikir pemotong kayu.
  • 14. Dia pun pergi menemui si pemilik toko dan meminta maaf atas kinerjanya yang semakin harisemakin memburuk.. Maafkan saya,pak akhir-akhir ini kinerja saya menurun.
  • 15. Si pemilik toko pun langsung bertanya kepada Si pemotong kayu. Kapan terakhir kali kau mengasah kapakmu??
  • 16. Mengasah ? Saya tidak punyawaktu untuk mengasah kapak. Saya sangat sibuk untuk mengapak pohon.
  • 17. Kehidupan kita sama seperti itu. Seringkali, kita sangat sibuk sehingga tidak lagi mempunyai waktu untukmengasah kapak. Pada istilah sekarang, setiap orang lebih sibuk dari sebelumnya tetapi lebih tidakberbahagia dari sebelumnya.Mengapa ? Munginkah kita telah lupa bagaimana caranya untuk tetap tajam ?Tidaklah salah dengan aktivitas dan kerja keras tetapi tidaklah seharusnya kita sedemikian sibuknyasehingga mengabaikan hal-hal yang sebenarnya sangat penting dalam hidup, seperti kehidupan pribadi ,menyediakan waktu untuk membaca, dsb.Kita semua membutuhkan waktu untuk relaks , untuk berpikir dan merenung, untuk belajar dan tumbuh.Bila kita tidak mempunyai waktu untuk mengasah kapak, kita akan tumpul dan kehilangan efektifitas. Jadi,mulailah dari sekarang untuk memikirkan cara bekerja yang lebih efektif dan menambahkan banyak nilaike dalamnya.
  • 18. Sekian……Matur Thanks You…

×