• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Musium di Lubang Buaya
 

Musium di Lubang Buaya

on

  • 2,215 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,215
Views on SlideShare
2,130
Embed Views
85

Actions

Likes
0
Downloads
8
Comments
0

1 Embed 85

http://ahadiyarosalina.blogspot.com 85

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Musium di Lubang Buaya Musium di Lubang Buaya Presentation Transcript

    •  Ahadiya Rosalina M. Dendy Prasetyo M. Arfan Bachri Nurul Hikmatunnisa
    •  Rapat persiapan pemberontakan Latihan sika relawan di Lubang Buaya Penculikan Letjen TNI A.Yani penganiayaan di Lubang Buaya Pengamanan Lanuma Halim Perdanakusuma Pengangkatan Jenazah Proses lahirnya SUPERSEMAR Pelantikan Jendral TNI Soeharto sebagai Pejabat Presiden RI Tindak lanjut pelarangan PKI Ruang Relik Ruang teatert Ruang pameran foto
    • Monumen Pancasila Sakti merupakan bangunanyang berisi peninggalan-peninggalan sejarahketika berlangsungnya pemberontakan PKI di RI.Pemberontakan PKI itu bertujuan untukmenerapkan ideologi komunis di Indonesia. Hal inisangat di tentang oleh masyarakat Indonesiakarena bertentangan dengan nilai pancasila,terutama sila pertama yang berbunyi “KETUHANANYANG MAHA ESA”.PKI melakukan pemberontakan danpengkhianatan secara terus menerus, oleh karenaitu, didirikanlah Monumen Pancasila Sakti ini yangbertujuan untuk menyajikan berbagai kegiatanmakar dan pengkhianatan PKI sejak tahun 1945hingga penumpasannya oleh masyarakat RI danABRI.
    • Pada bulan September 1965, ketua PKI (D.NAidit) memerintahkan pimpinan biro khusus(Syam Kamaruzan) untuk menyusun suaturencana pemberontakan. Syam mengadakanrapat sebanyak 16 kali dengan Pono danWaluyo selaku anggota pimpinan biro khususpusat, kepala biro khusu daerah dan oknum-oknum ABRI yang sudah dibina PKI. Kesimpulanrapat tersebut adalah gerakan ini harusdibantu dari Jawa tengah dan Jawa Timur.Dalam rapat dengan oknum ABRI dibahasmasalah pelaksanaan yang meliputi personil,logistic, pembagian tugas, penbagian sector,dan sasaran gerakan serta konsep “DewanRevolusi”. Rapat terakhir memutuskan namagerakan tersebut, yaitu “Gerakan 30September”.
    • Latihan sukarelawan ini dilakukan pada 5 Juli –30 september 1965. Latihan ini bertujuan untukmelancarkan pemberontakan PKI. Dalih yangdipakai ialah melatih para sukarelawan dalamrangka konfrontasi terhadap Malaysia. PKImenuntut agar pemerintah membentukAngkatan ke 5 dengan mempersenjatau buruhdan tani. Anggota0anggota yang dilatihberjumlah kurang lebih 3700 orang yang terdiriatas PR, GERWANI, dan ORMAS PKI lainnyayang ada di Lubang Buaya. Selain di LubangBuaya, pelatihan juga dilakukan di RawaBinong, yang berjarak 2 km dari Lubang Buaja.Latihan ini dipimpin oleh oknum ABRI yangsudah dibina PKI.
    • Pukul 02.30 tanggal 1 – 10 – 1965, pasukanpenculik G30S/PKI sudah berkumbul di LubangBuaya. Pasukan tersebut bernama Pasopati dandipimpin oleh Lettu Dul Arief. Pasukan penculik A.Yani memakai seragam Cakrabirawa tiba di sasaranpukul 04.00 dan berhasil melucuti regu pengawal.Mereka memasuki rumah dan bertemu denganputra A. Yani. Para penculik menyuruh ia untukmembangunkan ayahnya. Penculik mengatakanbahwa A.Yani diminta menghadap presidensekarang juga. Ketika ingin salin pakaian danmencuci muka, para penculik melarang A.Yani. A.Yani tidak suka dengan sikap mereka dan kemudiania menampar salah satu oknum tersebut. KemudianA. Yani menutup pintu. Beberapa saat kemudian iadiberondong senjata hingga gugur. Dan kemudianA. Yani dibawa ke Lunamg Buaya.
    • Tanggal 1 – 10 – 1965 dini hari, gerombolanG30S/PKI menculik 6 pejabat teras TNI ADdan seorang perwira pertama. Di LubangBuaya mereka disiksa baik dengan bendatumpil maupun tajam dan kemudiankepalanya ditembak. Sesudah disiksa,mereka dilembarkan ke sumur tua yangsempit. Hal-hal tersebut delakukan olehPemuda Rakyat, Gerakan WanitaIndonesia, dan ORMAS PKI lainnya.
    • Soeharto mengeluarkan perintah untuk segeramengamankan Lapangan Udara Halim Perdanakusumamengingat kekuatan G30S/PKI berpusat di pangkalantersebut. Pasukan yang akan melakukan pengamananadalah 1 yon RPKAD, 1 yon para kujang siliwangi yangdiperkuat 1 kompi panser. Pasukan bergerak pukul 03.00tanggal 2 – 10 – 1965 dari markas kostrad menuju LapanganUdara Halim Predanakusuma dari arah timur. Mereka tiba ditempat sasaran pukul 06.00 pagi. Lapangan udara tersebutdijaga oleh yon 454/Diponegoro yang diperalat G30S/PKI.Beberapa orang RPKAD berhasil menyusup sampai ketempatparker pesawat terbang, sedangkan anggota lainnya sudahberada di depan yon 454/Diponegoro. Dengan gerakanpendadakan, maka halim berhasil dikuasai pasukan RPKADdan yon para kujang dan gerakan selanjutnya adalahmenguasai Lubang Buaya.
    • Setelah menguasai Halim Perdanakusuma, RPKADmelanjutkan gerakanke Lubang Buaya. Setelah daerah itudiamankan, barulah dilakukan gerakan pencarian jenazahperwira-perwira TNI AD yang diculik oleh G30S/PKI. 3 – 10 -1965 sore, diperoleh petunjuk dari anggota POLRI yangpernah ditawan oleh G30S/PKI. Ia memberitahu bahwaperwira-perwira tersebut sudah dibunuh den jenazahnyadikubur sekitar tempat pelatihan musuh. Ternyata jenazahdimasukkan kedalam sumur tua, lalu ditimbun dengansampah kering. Pengangkatan jenazah dilakukan padatanggal 4 – 10 – 1965 oleh anggota-anggota kesatuan IntaiPara Amfibi (KIPAM) dari Marinir (KKO-TNI-AL) dan anggotaRPKAD. Pengangkatan jenazah tersebut disaksikan olehMayor Jendral TNI Soeharto.
    • Pada tanggal 11 Maret 1966 Kabinet Dwikora bersidang diIstana Negara ditengah memuncaknya demonstrasimahasiswa menuntut pembubaran PKI, pembersihan cabinetdari oknum-oknum G30S/PKI, serta penurunan harga.Presiden meninggalkan istana setelah tau kalau istanasedang dikepung oleh pasukan tak dikenal, kemudianpresiden berangkat ke Istana Bogor. Tiga perwira tinggi TNIAD yakni Mayjen TNI Basuki Rachman, Brigjen TNI M. Yusuf,dan Brigjen TNI Amir Machmud menyusul ke Bogor setelahmelapor kepada Soeharto. Soekarno memerintah ke3perwira tinggi bersama ke3 wakil perdana mentri untukmenyusun surat perintah. Akhirnya lahirlah Surat Perintah 11Maret 1966 yang berisi tentang pemberian wewenangkepada Soeharto untuk mengambil segala tidakan yangdianggap perlu guna terjaminnya keamanan danketenangan serta kestabilan jalannya pemerintahan danjalannya revolusi.
    • Pada tanggal 22 Februari 1967, Presiden/MendatarisMPRS/Panglima tertinggi ABRI dengan resmi menyerahkankekuasaan pemerintahan sehari-hari kepada Soeharto.Siding Istimewa MPRS tanggal 12 Maret 1967 menghasilkanketetapan MPRS Nomor XXXIII/MPRS/1967, tentangPencabutan Kekuasaan Pemerintahan Negara dari PresidenSoekarno dan mengangkat Jendral TNI SoehartoPengemban Ketetapan MPRS No. IX/MPRS/1966 sebagaiPejabat Presiden.
    • Tindak lanjut pelarangan PKI dilakukan pada tanggal 26 Juni1982. Pada tanggal 12 Maret 1966, PKI berikut semuaorganisasinya yang seazas/berlindung/bernaungdibawahnya, dibubarkan oleh ketetapan MPRS No.XXV/MPRS/1966. Untuk mengantisipasi munculnya bahayalaten komunis,berdasarkan Instruksi presiden No. 10 tahun1982, Komando Operasi Pemulihan Keamanan danKetertiban (KOPKAMTIB) bekerja sama dengan LembagaPertahanan Nasional mengadakan PenataranKewaspadaan Nasional mengadakan PenataranKewaspadaan Nasional (Tarpadnas). Sejak tanggal 19September 1991 Tarpadnas diikuti oleh wakil-wakil pemudadari 27 Propinsi dan berbagai organisasi massa pemuda.
    • Ruangan ini berisi barang-barang peninggalan parapahlawan revolusi terutama pakaina yang dikenakan padasaat belau gugur, petikan visum dokter, peluru yangdiketemukan dalam tubuhnya, tali pengikat, dan lain-lain.Diruangan ini disajikan pula Aqualum (alat bantupernapasan) dan sebuah radio lapangan yang pernahdigunakan jendral Soeharto pada waktu memimpinpenumpasan G30S/PKI.
    • Ruang ini menyajikan VCD yang berisi rekamanbersejarah sekitar pengangkatan jenazah Pahlawan Revolusidari Lubang Buaya, pemakaman ke Taman MakamPahlawan Kalibata, Sidang Mahmilub, serta pengangkatanPejabat Presiden RI pada tanggal 12 Maret 1967.