Tugas pemasaran koperasi

  • 689 views
Uploaded on

indonesia

indonesia

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
689
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
0
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. TUGAS PEMASARAN KOPERASIPENELITIAN KOPERASI “ BUNGA MATAHARI “DESA SITIAJIKECAMATAN SUKOSEWU KABUPATEN BOJONEGORODisusun oleh :1. AHMAD MUSTAQIM (102100 )2. MOHAMMAD NUR KHOZIN (102100)3. NASIKHUDIN (102100)4. NOVI ASTUTIK (102100)5. IMA FITRIA ARIZONA (102100)6. WIJI SUKO LESTARI (10210055)FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIALJURUSAN EKONOMI DAN KOPERASITugas PemasaranKoperasi
  • 2. IKIP PGRI BOJONEGOROAlamat: Jln. Panglima Polim 46 Telp (0353) 881046 BojonegoroKATA PENGANTARAssalamualaikum Wr. WbPuji syukur penulis penjatkan kehadirat Alloh SWT, yang atas rahmat-Nya makapenulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Riset Koperasi “ BungaMatahari” .Penulisan makalah merupakan salah satu tugas untuk menyelesaikan tugas MataKuliah Pemasaran Koperasi. Makalah ini diperoleh dari berbagai sumber yang dapatdipercaya, dan dari berbagai referensi yang relevan dengan penelitian tersebut.Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekuranganbaik pada teknis penulisan, data penelitian yang diperoleh secara langsung dalam daripenulis, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran darisemua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.Penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihakyang membantu dalam menyelesaikan penelitian ini, khususnya kepada :1. Ibu Fruri Stevani, S. Pd selaku dosen mata kuliah “pemasaran koperasi” yang telahmeluangkan waktu, tenaga dan pkiran dalam pelaksanaan bimbingan, pengarahan,dorongan dalam rangka penyelesaian penyusunan makalah ini2. Bapak Syaiful selaku simpatisan dari Koperasi “ Bunga Matahari”, Bapak Sukiono selakuKetua koperasi beserta jajarannya yang telah memberikan izin dalam melakukanpenelitian ini3. Rekan-rekan semua dari kelompok iii yang sudah berpartisipasi langsungdan meluangkanwaktunya dalam mengikuti penelitianTugas PemasaranKoperasi
  • 3. 4. Secara khusus penulis menyampaikan terima kasih kepada keluarga tercinta yang telahmemberikan dorongan dan bantuan serta pengertian yang besar kepada penulis, baikselama mengikuti perkuliahan maupun dalam menyelesaikan makalah ini5. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah memberikan bantuandalam penulisan makalah ini.Akhirnya penulis berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal padamereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagaiibadah, Amiin Yaa Robbal ‘Alamiin.Wassalamualaikum Wr. WbBojonegoro, Juli 2012(Penulis)Tugas PemasaranKoperasi
  • 4. VISI DAN MISI KOPERASI “BUNGA MATAHARI”VISI1. MENJADI KOPERASI YANG SEHAT BERKEMBANG SECARA WAJAR.2. MEMILIKI MANAGEMEN DAN SUMBER DAYA MANUSIA YANGPROFESSIONAL.MISI1. MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT, DAN PENGRAJINKASUR KAPUK SECARA MANDIRI DAN BERKELANJUTAN2. MENGEMBANGKAN, MENCIPTAKAN PRODUK UNGGULAN YANG PUNYADAYA SAING DENGAN MOEL KASUR YANG LAINORGANISASI DAN MANAGEMENBIODATA1. Nama koperasi : “ Bunga Matahari”2. Alamat : Desa Sitiaji, Kec. Sukosewu, Kab. BojonegoroPENGURUSKepengurusan periode 2010 – 2012 dengan susunan sebagai berikut :Ketua : SukionoSekretaris : JuliTugas PemasaranKoperasi
  • 5. Bendahara : MualimPembina : 1. Surisjiono (Pegawai Dinas Koperasi & dosen UNSURI)ANGGOTAAnggota penuh : 13 orangSARANA DAN PRASARANAN YANG ADASekretariat : 1 unit milik sendiri/ dikontrakkan.Mesin jahit : 5 unit milik sendiriSepeda motor : 5 unit swadaya dari wargaBAHAN1. Bahan seprei dari kain katun2. Kapuk randunya alami dari hasil penanaman warga3. Jarum panjang dan benang bolCATATANKoperasi ini belum berbadan hukum namun sudah berkembang dan telah beroperasi. Dariinformasi yang didapat dari peneliti bahwa legalitas Koperasi “Bunga Matahari” masihdalam proses pengakuan oleh Dinas Koperasi dan akan sesegera mungkin ditindaklajuti.Tugas PemasaranKoperasi
  • 6. STRUKTUR ORGANISASI= GARIS KOMANDO= GARIS PELAYANAN= GARIS PENGAWASANTugas PemasaranKoperasiRAPAT ANGGOTAPEMBINA :SURISJIONOPENGURUS :KETUA : SUKIONOSEKERTARIS : JULIBENDAHARA : MUALIMINUNITUSAHAUNITUSAHAUNITUSAHAANGGOTA – ANGGOTAKOPERASI “ BUNGA MATAHARI”
  • 7. BAB IPENDAHULUANA. LATAR BELAKANGSeorang pengorganisir bersama masyarakat yang diorganisirnya dituntut untukmengagalang dukungan dari berbagai pihak jika mereka ingin mencapai tujuanperjuangannya. Dalam hal ini, upaya yang dilakukan peneliti bersama masyarakat pengrajinkasur adalah dengan membangun sistem pendukung dengan Dinas Koperasi Bojonegoromelalui Sulis (51th) selaku Pegawai DinasKoperasi Bojonegoro.Awal mulanya peneliti bersama salahseorang pengrajin kasur bernama Kasim(25th) berkunjung ke rumah Sulis dalamrangka silaturahmi dengan menaruh harapandapat menggalang dukungan dengan DinasKoperasi Bojonegoro melalui perantaraorang tersebut. Dalam pertemuan iniperbincangan banyak mengarah padaevaluasi dan koreksi atas keberhasilan dan kegagalan koperasi simpan pinjam milikpengrajin kasur yang dulu pernah berdiri di Desa Sitiaji. Menurut Sulis kegagalan koperasisimpan pinjam memberikan banyak pelajaran dan pengalaman baru yang berharga padaanggota pengrajin kasur. Oleh karena itu dirinya siap membantu untuk menghidupkankembali koperasi simpan pinjam milik pengrajin kasur di Desa Sitiaji.Setelah peneliti menjelaskan tujuan dan maksud kegiatan peneliti di Desa Sitiajidan sejauhmana kegiatan yang telah dilakukan peneliti bersama masyarakat. Terlihatketertarikan dan respon yang positif dari Sulis, kemudian dirinya menawarkan siapmembantu dalam berbagai hal dalam rangka untuk membantu menyelesaikan masalah yangTugas PemasaranKoperasiFoto 1: Juru runding, melibatkankelompok dalam urusan melobi DinasKoperasi
  • 8. dihadapi masyarakat pengrajin kasur. Bukan maksud dia untuk memperkaya diri sendirimelainkan murni untuk mengabdi pada masyarakat. Karena memang selama ini Sulissemasa hidupnya sering kali membantu masyarakat salah satu cara yang ditempuh adalahdengan membangun sebuah koperasi di daerah pedesaan. Diakhir pembicaraan Sulis titipsalam kepada kelompok pengrajin kasur di Desa Sitiaji dan meminta maaf atas kekhilafanyang pernah dilakukan selama bergabung dengan kelompok pengrajin kasur. Dalam rangkamemperjuangkan atau mencapai tujuan-tujuan perubahan jangka panjang, peneliti akanmulai berurusan dengan berbagai fihak, pemerintah, kalangan bisnis, termasuk dalam hal iniadalah berurusan langsung dengan orang Dinas Koperasi Bojonegoro.Selang satu minggu kemudian, peneliti mengajak tiga orang pengrajin kasur yaitu,Nadir (25th), Sulistyo (42th) dan Lamtoro (48th). Kunjungan yang kedua ini dimaksudkanuntuk mempererat kembali tali silaturahmi yang sempat putus sekaligus menindaklanjutipertemuan kemarin secara lebih serius dan konkrit. Menurut Sulis, sebenarnya dia selama iniberharap masyarakat pengrain kasur ada yang berkenan untuk berkunjung ke rumahnya,namun kenyataannya tidak ada satupun orang yang singgah ke rumahnnya. Beruntung sekalipeneliti mempunyai iktikad yang baik untuk membangun kembali koperasi yang sekarangberhenti total dan Sulis sendiri sangat senang dengan kedatangan peneliti bersama tigapengrajin kasur ke rumahnya. Sulis kembali menegaskan bahwa dirinya siap membantupeneliti masyarakat pengrajin kasur Desa Sitiaji untuk menghidupkan kembali koperasidemi kemajuan pengrajin kasur mendatang.Dalam waktu dekat ini dirinya akan berusaha mencarikan dana pinjaman sebesarRp 3. 300. 000. Sebagai permulaan cara ini ditempuh untuk memberikan stimulus kepadamasyarakat pengrajin kasur supaya mereka kembali berkomitmen untuk membentukkelompok pra koperasi kembali. Sulis mengusulkan agar dana pinjaman tersebut nantinyadigunakan untuk membeli randu guna memenuhi kebutuhan kelompok sekaligus menjualnyadalam bentuk kapuk supaya kelompok tersebut mendapatkan keuntungan. Di satu sisikebutuhan bahan produksi kelompok pengrajin dapat terpenuhi, di satu pihak kelompok jugamendapatkan keuntungan.Tanpa berfikir panjang tiga orang tersebut yang didampingi oleh Syaiful (salah satumahasiswa dari IAIN SUNAN AMPEL & sekarang aktif dalam koperasi tersebut) langsungTugas PemasaranKoperasi
  • 9. mengiyakan meskipun didalam pikiran mereka terdapat sesuatu yang mengganjal. Karenaketika atas nama kelompok membeli dan menimbun randu dalam jumlah yang banyakterdapat pihak yang akan merasa dirugikan yaitu Fakih (38th) selaku bos randu/kapuk yanglokasi rumahnya di RT 05 berdempetan dengan rumah-rumah pengrajin kasur kapuk.Meskipun demikian, mereka tetap sepakat dengan Sulis tanpa menceritakan sepatah katapunmengenai kondisi masyarakat yang sebenarnya. Mereka tidak berani untuk menjelaskankeadaan yang sebenarnya karena kunjungan ini adalah mempererat kembali tali silaturahmiyang sempat putus. Oleh karenanya untuk pertama kali ini mereka bertiga memilih untukberdiam diri, namun untuk pertemuan selanjutnya mereka mau tidak mau harusmenceritakan kondisi masyarakat pengrajin kasur yang sebenarnya.Selang satu minggu kemudian, peneliti bersama Sukiono kembali menemui Sulisguna membahas bagaimana nantinya kelompok pengrajin kasur menjalankan prosedur danmekanisme awal berdirinya koperasi simpan pinjam yang sekarang berhenti total. Dalampertemuan ini peneliti hanya bersama Sukiono, sedangkan Juwari dan Rokhim menolakdiajak oleh peneliti lantaran kelelahan setelah bekerja seharian. Prosedur dan mekanismeyang dimaksud adalah mulai dari berapa jumlah anggota yang ikut untuk bergabung dalamkelompok. Yang kedua bagaimana cara untuk mengembangkan dana pinjaman tersebut.Apakah nantinya semua dana itu dibelikan randu ataukah kembali seperti yang duludijadikan sebagai kelompok pra koperasi simpan pinjam.Menurut Sulis dana pinjaman sebesar Rp. 3.300.000,- sudah berada ditangan dankapan pun siap diambil untuk digunakan kepentingan kelompok. Berdasarkan undang-undang koperasi sekarang untuk membentuk koperasi yang syah secara hukum minimalmempunyai anggota 20 anggota dan mempunyai administrasi yang lengkap seperti AD/ARTdan akta notaris. Saat ini yang perlu dilakukan adalah membentuk kelompok pengrajin kasurterlebih dahulu. Nantinya kegiatan rutin yang berjalan adalah simpan pinjam. Awal mulaberdiskusi Sulis mengusulkan supaya dana pinjaman tersebut semuanya dibelikan randusebagai bahan dasar produksi kasur dalam rangka pemenuhan kebutuhan kelompok.Pengelolahan dilakukan dengan cara pembelian bahan. Bagi anggota yang membuat kasurdiharuskan membeli randu kepada kelompok. Pengembangan modal kelompok dengan caramencari keuntungan dari setiap pembelian randu.Tugas PemasaranKoperasi
  • 10. Mendengar hal itu, Lamtoro secara halus menolak dengan beberapa pertimbangan.Pertama, untuk memenuhi kebutuhan kelompok membutuhkan randu dalam jumlah ton-tonan, minimal dana yang dibutuhkan adalah sebesar Rp 10. 000. 000. Sementara dana yangtersedia hanya Rp 3.300. 000. Yang kedua, salah satu pengrajin yang nantinya masuksebagai anggota adalah pengepul (pemasok kapuk) apabila sekarang tiba-tiba kelompokmenjadi pengepul randu sama halnya menciptakan saingan baru. Apabila dipaksa dilakukandikhawatirkan akan terjadi kesalahpahaman dan perpecahan ditubuh internal kelompok.Yang ketiga adalah sesuai paparan sebelumnya bahwa terjadinya pengusaan pembelianrandu secara besar-besaran, harga randu di Desa Sitiaji ditentukan oleh keluarga Mad Alim.Setiap kali membeli randu keluarga Mad Alim selalu meninggikan harga diatas harga padaumumnya.Hal ini berakibat pada bakol/tengkulak randu hampir secara keseluruhanberbondong-bondong menyetorkan randu kepada keluarga Mad Alim sehingga bagipengrajin kasur yang tidak mempunyai modal tidak mempunyai randu sebagai bahanproduksi kasur. Padahal mereka dapat memproduksi kasur apabila mempunyai bahanproduksi randu atau kapuk yang cukup. Mengetahui semua itu, Sulis menyadari bahwagagasan yang menurutnya sebagai jalan keluar yang terbaik ternyata adalah sesuatu yangsulit dilaksanakan atau bahkan tidak mungkin untuk dijalankan. Akhirnya dirinyamenyetujui bahwa dana pinjaman digunakan sebagai simpan pinjam sebagai penguat modalkelompok. Kemudian Sulis memberikan tugas kepada peneliti untuk membentuk kelompokpengrajin kasur baru sekaligus memilih pengurus harian yang dilakukan secara demokratismelalui jalan musyawarah mufakat. Dia menjelaskan bahwa apabila kelompok yang nantiterbentuk ini dapat berjalan dengan baik, maka dirinya pasti akan menggalang dukungandari berbagai pihak.Karena kenyataan yang terjadi dilapangan, tidak ada satu kelompok masyarakatatau organisasi apapun yang mampu melakukan perubahan sosial secara sendirian. Merekaselalu membutuhkan pihak lain untuk saling mendukung satu sama lain. Dalam duniapergerakan sosial, hal ini dikenal sebagai kebutuhan menggalang sekutu (aliansi). Karenaberbagai fihak tersebut menjalankan peran dan memiliki kepentingan yang berbeda danTugas PemasaranKoperasi
  • 11. khas, maka dibutuhkan berbagai cara berhubungan yang berbeda dan khas pula, mana yangdapat dijadikan sebagai sekutu untuk hal yang bersifat sementara.1Sejauh ini peneliti bersama masyarakat yang diorganisir melihat kemampuan dankomitmen Sulis memang tidak dapat diragukan. Hal ini terbukti dari kesediaannya untukmemberikan bimbingan secara intens selama satu bulan sekali tiap kali pembayarankelompok simpan pinjam tanpa mengharap uang pesangon dari kelompok. Selain itu dirinyaakan terus berusaha sekuat tenaga untuk mengembangkan dan memajukan kelompokpengrajin kasur menjadi kelompok yang mandiri. Tentunya keberadaan peneliti sebagaipendamping sangat membantu dalam mencapai tujuan kemandirian tersebut.Selama ini terdapat banyak kasus yang menunjukkan bahwa kelompok-kelompokmasyarakat yang diorganisir oleh mereka yang mengatasnamakan lembaga atau organisasinon pemerintah, ternyata hanyalah subordinasi dan terus bergantung kepada organisasi-organisasi tersebut. Tidak pernah mencapai dimana masyarakat setempat benar-benarmengambil-alih, mengelola dan mengendalikannya sendiri.2Oleh karena itu, peneliti bersama kelompok pengrajin kasur telah bertekad untukmembangun kelompok ini hingga pada akhirnya menjadi kelompok mandiri yang dikeloladan dikendalikan oleh kelompok pengrajin kasur sendiri. Membangun dalam pengertian iniadalah membangun dan menengembangkan suatu struktur dan mekanisme yang menjadikanmereka sebagai pelaku utama semua kegiatan kelompok. Sejauh ini, dalam prosespengorganisasian tidak pernah satu kalipun peneliti berjalan sendiri tanpa melibatkan peranserta masyarakat pengrajin kasur setempat.Dalam membangun partisispasi masyarakat pengrajin kasur sebelum malakukanaksi tidak bermaksud untuk menumbuhkan partisipasi atas nama, partisipasi pasif, partisipasilewat konsultasi, partisipasi untuk insentif material ataupun partisipasi fungsional.Melainkan partisipasi yang dibangun adalah partisipasi interaktif, dimana ide dalamberbagai kegiatan mulai dari perencanaan, palsanaan sampai evaluasi melibatkan peran aktifmasyarakat. Sehingga diharapkan tumbuhnya mobilitas sendiri, masyarakat dapat12Tugas PemasaranKoperasi
  • 12. mengambil inisiatif, melaksanakan kegiatan dalam berbagai tahap secara mandiri, danmemobilisasi sumber daya yang dibutuhkan dari masyarakat sendiri.3B. RUMUSAN MASALAH.Berdasarkan latar belakang di atas, maka perumusan masalah dalam penelitian kamimahasiswa IKIP PGRI BOJONEGORO sebagai berikut:1. Apakah yang menyebabkan terhambatnya produksi kasur dari kapuk dan upayaapakah yang dilakukan oleh pengurus dan anggota tersebut agar koperasi ini tidakstagnan kembali.2. Apakah yang dilakukan oleh pengurus dan anggota dalam mengatasi kurangnyapengetahuan anggotanya tentang koperasi3. Bagaimanakah strategi pemasaran koperasi dalam memasarkan produknya tersebut3Tugas PemasaranKoperasi
  • 13. BAB IIPEMBAHASANA. Terjadinya Krisis dan Kelangkaan KapukDesa Sitiaji terkenal dengan sebutan desa pusat penghasil kasur kapuk. Pada masakejayaannya tahun 2000, Desa Sitiaji mampu memasarkan produknya hampir di seluruhwilayah Kabupaten Bojonegoro. Keberadaan pengrajin kasur kapuk Desa Sitiaji mampubersaing dengan produksi kasur model lain seperti kasur limbah kain dan kasur busa. Jikadibandingkan dengan kasur limbah kain, kasur kapuk produksi Desa Sitiaji lebih diminatioleh masyarakat. Hal ini karena secara kualitas kasur kapuk lebih baik dari pada kasurlimbah kain.Namun seiring perkembangannya, masa kejayaan tersebut berubah menjadi masakehancuran. Produksi kasur kapuk mengalami penurunan yang signifikan seiring munculnyakasur limbah kain di Desa Sitiaji. Setelah kasur limbah kain mendominasi, produksi kasurkapuk akhirnya tidak mampu bersaing dengan kasur model lain. Berikut adalah beberapapermasalahan yang menyebabkan tergesernya pengrajin kasur kapuk oleh pengrajin kasurmodel lain:Pada awal berkembangnya jumlah pengrajin kasur di Desa Sitiaji. Harga randubelum ada ajiny (tidak dipergunakan), sehingga harga randu terbilang sangat murah danTugas PemasaranKoperasi
  • 14. mudah sekali untuk didapatkan tidak seperti sekarang ini terjadi kelangkaan dan krisiskapuk. Harga satu biji randu pada waktu itu hanya satu rupiah perbiji. Pencarian randu padamasa ini bisa didapatkan di Desa Sitiaji sendiri atau di desa-desa tetangga. Pada waktupanen, randu milik penduduk berjatuhan baik di depan, samping dan belakang rumah.Ketika para pengrajin datang untuk membelinya, si pemilik pohon randu malah membiarkanrandu yang berjatuhan diambil pembeli tanpa mengawasi proses pengambilan randu.Pada tahun 1997 para pengrajin kasur Desa Sitiaji dapat mencari dan mendapatkanrandu di wilayah desa-desa baik yang jaraknya dekat atau jaraknya jauh. Daerah yang seringmenjadi rujukan pencarian randu adalah di Desa Kumpul Rejo Kecamatan Kanor. Di desaini Hampir tiap rumah mempunyai pohon randu dengan ukuran yang besar. Apabila pohonrandu yang berukuran besar mampumenghasilkan randu sejumlah 2000-3000 biji randu. Apabila pohon randuyang berukuran kecil menghasilkanrandu 750-1000 biji randu.Perlu diketahui bahwa pohonrandu mempunyai banyak manfaat,semua unsur yang ada di pohon randusebenarnya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan produksi kasur atau kebutuhanrumah tangga. Mulai dari kapuk dan jegol (hati randu) digunakan sebagai bahan dasarproduksi kasur. Biji randu digunakan sebagai bahan minyak wangi yang dari dulu selaludiburu oleh tengkulak. Kulit randu yang garing selalu dimanfaatkan warga untuk bahanbakar memasak sehari-hari. Yang terakhir batangan randu yang sering dimanfaatkan olehmasyarakat sebagai bahan bangunan rumah. Pembuatan atap rumah yang paling bagusadalah dengan menggunakan kayu randu, dengan menggunakan batangan randu hasil ngecoratap rumah terlihat lebih rata dan halus.Sehingga banyak sekali para tengkulak yang mengincar pohon randu yang dibelidengan harga yang murah. Untuk pohon randu yang berukuran besar satu pohon randuTugas PemasaranKoperasiFoto 5 : Penebangan liar, seorang pengrajinkasur kapuk sedang menebang pohon randu
  • 15. mampu menghasilkan 2000-3000 biji randu atau kapuk sejumlah 30-40 KG kapuk. Dengantersedianya 30-40 KG kapuk dapat menghasilkan 6-8 kasur kapuk. Pada masa itu tidakpernah bagi pengrajin kasur kapuk mencari randu sampai keluar wilayah daerah Bojonegorokarena pasokan kapuk di Bojonegoro cukup untuk memenuhi kebutuhan pengrajin kasurkapuk Desa Sitiaji.Tabel: 1 Kondisi Lahan dan Penebangan Tanaman RanduTata guna lahan Pemukiman dan pekarangan• Kondisi tanah• Jenis tanaman• Manfaat• Masalah• Tindakan yang dilakukan• Harapan• Potensi• Krikil, warna tanah cokelat, keras dan subur• Randu• Sebagai bahan dasar produksi pembuatan kasur kapuk• Terjadinya krisis dan kelangkaan kapuk• Melakukan penebangan pohon randu• Adanya kesadaran masyarakat tentang pentingnyamenanam dan merawat tanaman randu.• Adanya bibit tanaman randu dan lahan kosong sebagailokasi tanam randuBerbeda halnya dengan kondisi sekarang, masyarakat mengeluh kesah betapa sulitnyamendapatkan randu di daerah Bojonegoro termasuk di wilayah pedesaan. Hal ini disebabkanoleh penebangan pohon randu secara liar yang dilakukan oleh tengkulak pencari pohonrandu. Para tengkulak ini membutuhkan batangan randu yang nantinya dijual kepada pihakyang membutuhkan untuk membangun rumah atau gedung.Usaha pencarian pohon randu dilakukan dengan berkeliling desa sampai padapelosok-pelosok desa tidak terlewatkan. Khususnya adalah daerah-daerah yang banyakterdapat pohon randu dan menjadi daerah pemasok kapuk bagi pengrajin kasur kapuk.Penebangan yang dilakukan secara terus-menerus tanpa diimbangi dengan penanamanTugas PemasaranKoperasi
  • 16. kembali tanaman randu membuat pohon randu yang ada di daerah Bojonegoro persediannyasemakain lama semakin berkurang.Kondisi yang demikian sangat merugikan pengrajin kasur kapuk karena berdampakburuk pada mahalnya harga randu sekaligus sulitnya mendapatkan kapuk seperti kondisisekarang ini. Dari tahun ke tahun pohon randu yang ada diseluruh wilayah Bojonegorosemakin berkurang lantaran dilakukan penebangan secara terus menerus tanpamemperdulikan nasib para pengrajin kasur kapuk sebagai pihak yang paling dirugikan ataskondisi yang tidak adil tersebut.Menurut Salam (50th) semakin berkurangnya pohon randu di Desa Sitiaji sendiribukan disebabkan oleh masuknya tengkulak yang melakukan penebangan randu, melainkankarena masyarakat sendiri yang melakukannya. Sebagian di antaranya adalah pengrajinkasur kapuk sendiri. Pada zaman dahulu, sebelum munculnya pengrajin kasur di Desa Sitiajijarang sekali terdapat tanaman randu. Mulai tumbuh dan berkembangnya tanaman randuseiring dengan berkembangnya jumlah pengrajin kasur kapuk Desa Sitiaji. Semakinbertambahnya jumlah pengrajin kasur kapuk maka semakin banyak pula tanaman randuyang tumbuh dan berkembang. Tumbuhnya tanaman randu bermula pada saat pengrajinkasur melakukan kocek randu atau menyelep randu, sehingga banyak biji randu yangberjatuhan dan terbuang sia-sia karena pada waktu itu biji randu belum laku terjual. Bijirandu tersebut lama kelamaan tumbuh menyebar dan berkembang dimana-mana. Mulai darilokasi sekitar rumah pengrajin kasurkapuk, sampai tumbuh menyebar padadaerah persawahan bahkan dipemakaman.Seiring tumbuh danberkembangnya tanaman randu hampirsecara keseluruhan tidak dirawat. Yangmengherankan adalah masyarakat DesaSitiaji melakukan penebangan pohonrandu secara tidak terkendali baik pohon randu yang masih berukuran kecil atau besar.Tugas PemasaranKoperasiFoto 2: Gelondongan, hasil tebanganpohon randu oleh tengkulak.
  • 17. Setelah ditelusuri, untuk randu yang masih berukuran kecil sering ditebang batang atasnyadan diambil daunnya sebagai makanan hewan ternak. Kondisi ini membuat tanaman randutidak dapat tumbuh menjadi besar. Suprayetno (40th), Mutasem (33th), Manan (32th),Taslem (45th) adalah contoh orang yang dalam kesehariannya menebang randu untukdijadikan sebagai makanan hewan ternak. Mereka secara bergiliran menebang tanamanrandu. Lokasi yang banyak tumbuh tanaman randu sekaligus menjadi sasaran penebanganadalah pemukiman warga, persawahan, pinggiran sungai dan kuburan.Lebih ironis lagi, beberapa di antara pengrajin kasur kapuk seperti Mualim (35th),Handoko (40th), Yaman (37th), Mariono (38th) menjadi pelaku penebangan pohon randu .Mereka bekerja sama dengan tengkulak dan menjadi pemasok batangan pohon randu.Apabila mendapatkan pesanan batangan randu, mereka menebang pohon randu yangberukuran besar yang ada di Desa Sitiaji dan di wilayah pedesaan lainnya. Pembangunanmasjid, mushola dan TPQ yang ada di Desa Sitiaji semuanya menggunakan kayu randu.Selain harganya murah, hasil pembangunan juga memuaskan.Menurut Sukiono (48th) pada zaman orde baru jumlah KK yang ada di Desa Sitiajiadalah 1970 KK. Sedangkan tiap KK jumlah pohon randu yang dimiliki secara umum adalah3 pohon. Dengan demikian jumlah pohon randu secara keseluruhan adalah 5910 pohonrandu. Pada waktu itu, di Desa Sitiaji dalam 1 bulan pohon randu ukuran besar yangberhasil ditebang kurang lebih 5-10 pohon randu. Jika dikalkulasi, dalam 1tahun jumlahpohon randu yang berhasil ditebang adalah 60-120 pohon randu. Jadi dalam 5 tahun jumlahmenghabiskan 300-600 pohon randu.Berikut adalah jumlah penebangan pohon randu yang dilakukan tiap tahun:Tahun Jumlah randu yangditebangPemanfaatan1990 60 pembangunan rumah, mushola, masjid1991 80 pembangunan rumah, mushola, masjid1992 100 Pembangunan masjid dan gedung sekolah1993 60 Pembangunan rumah dan gedung sekolah1994 30 Pembangunan rumah dan gedung sekolahTugas PemasaranKoperasi
  • 18. Pola pikir masyarakat yang masih primitif, mereka belum bisa menganalisa dampakburuk yang nantinya harus mereka tanggung khususnya adalah masyarakat pengrajin kasurkapuk. Untuk memenuhi kebutuhan kapuk sebagai bahan produksi pengrajin kasur kapukmenjadi ketergantungan dengan pihak luar yang pada umumnya berasal dari Lamongansebagai kota pusat penghasil kapuk randu alami.Pada umumnya masyarakat setempat melakukan penebangan randu dengan beberapaalasan. Pertama, masyarakat mempunyai kekhawatiran apabila pohon randu telah tumbuhtinggi dan besar yang jaraknya dekat dengan rumah penduduk. Dikhawatirkan kalau robohpastinya mengenai rumah mereka. Kekhawatiran inilah yang menjadi pemicu pendudukuntuk menebang pohon randu. Padahal selama ini tidak pernah ada peristiwa pohon randuroboh dan mengenai rumah penduduk.Selain itu, masyarakat sendiri juga mengetahui bahwa banyak sekali di desa-desa lainterdapat pohon-pohon randu yang besar berada dekat dengan rumah warga nyatanya aman-aman saja. Sebagai contoh, di daerah Bojonegoro sendiri tepatnya di Desa Solo AgungKecamatan Kanor. Terdapat ratusan pohon randu yang tinggi dan besar yang lokasinyadekat dengan rumah warga sekitar. Kenyataannya disana tidak ada satupun pohon randuyang roboh dan mengenai rumah penduduk setempat.Yang kedua adalah ketika musim panen tiba, randu yang sudah siap dipanen dapatmengganggu pernafasan. Hal ini disebabkan oleh randu yang berada di pohon, kapuk yangada di dalam randu tersebut akan berjatuhan dan bertebrangan dibawa angin sehingga dapatmembuat lingkungan rumah sekitar menjadi kotor dan dikhawatirkan dapat menganggupernafasan warga yang lokasi rumahnya dekat dengan pohon randu. Alasan yang diutarakanwarga sebenarnya juga tidak beralasan karena kehkawatiran tersebut dapat diantisipasi.Sebelum randu mengeluarkan kapuk yang dikhawatirkan menimbulkan sesak pernafasan.Cara yang ditempuh adalah apabila randu dirasa sudah tua namun belum mengeluarkankapuk dapat segera dipanen karena penjualan randu sebelum dipanen jauh hari sebelumnyasudah dipesan dan diberikan uang DP oleh tengkulak randu. Dengan demikian,Tugas PemasaranKoperasi
  • 19. kekhawatiran rumah menjadi kotor dan dapat menganggu pernafasan karena kapuk yangberjatuhan dan bertebrangan tidak perlu dikhawatirkan lagi.Terjadinya krisis dan kelangkaan kapuk bukan hanya disebabkan oleh penebanganrandu secara liar melainkan karena siklus perubahan musim randu dan pertanian yangberpengaruh terhadap persediaan randu bagi masyarakat pengrajin kasur kapuk. Hal ini bisadiketahui dari analisa kalender musim beikut ini :Gambar: 2 Kalender Musim Panen RanduDes Jan Feb Mrt Apr Mei Juni Juli Ags Sep Okt NovMusim Hujan Kemarau HujanPertanianPanen - Tanam Panen Panen - - Tanam Tanam Panen - TanamRandu - - SemidaunSemidaunGugurdaunBungaPentil RandumudaRandutuaPanen Panen PanenProduksi kasurkapuktinggi tinggi Sedang Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Sedang Tinggi Tinggi MenurunProduksi kasurlimbahkaintinggi tinggi Sedang sedang Sedang Rendah tinggi tinggi Tinggi Rendahrendah SedangPada bulan Juli produksi kasur kapuk mulai meningkat dari pada bulan sebelumnyakarena harga kasur kapuk mulai menurun namun masih dalam taraf yang rendah. Padabulan ini sebagian randu yang berumur tua siap untuk dipanen oleh tengkulak dan diedarkankepada pengrajin kasur. Meskipun permintaan meningkat, namun pengrajin kasur tidakberani meladeni pelanggan lantaran harga kapuk masih tinggi. Oleh karena itu, pengrajinkasur mengantisipasi pesanan yang diperoleh dikerjakan pada bulan September yangmerupakan puncak panen randu. Pengrajin kasur merasa gembira karena pasokan randumeningkat pesat yang berimbas pada harga randu yang murah. Secara otomatis, harga kasurkapuk menjadi lebih murah sehingga memicu masyarakat untuk membeli kasur kapuk.Masyarakat pengrajin kasur berbondong-bondong membeli randu dari para tengkulakyang berdatangan di Desa Sitiaji. Dengan meningkatnya pasokan kapuk dengan diimbangiharga randu yang murah membuat harga kasur kapuk menjadi lebih murah dari bulan-bulansebelumnya sehingga membuat produksi permintaan kasur mengalami peningkatan. SelainTugas PemasaranKoperasiFoto 3: Pembuatan kalender musimpanen randu
  • 20. itu, panen tembakau pada bulan ini juga ikut berperan dalam peningkatan produksi kasurkapuk yang notabenya masyarakat pedesaan bekerja sebagai petani. Apabila pendapatanpetani tinggi bisa dipastikan produksi kasur juga meningkat.Pada bulan Oktober dan November panen raya randu mulai berkurang. Sehinggaharga randu mulai beranjak naik namun masih dalam tingkat yang rendah. Semisal, padawaktu panen bulan September harga randu Rp 90 - Rp 100 kemudian bulan Oktober danNovember harga randu terus beranjak naik sampai Rp 150 per biji. Meskipun biayaproduksi terus naik namun permintaan kasur kapuk tidak mengalami penurunan. Pada masaini produksi kasur kapuk mampu bersaing dengan produksi kasur limbah kain.4Menurut Winarti (37th) pada masa panen randu, pada umumnya dalam seminggu satupengrajin kasur mampu memproduksi 2-4 kasur kapuk. Rata-rata harga satu kasur kapukadalah Rp. 500.000,- Rp. 1.000.000 besarkecilnya harga kasur ditentukan oleh besarkecilnya ukuran kasur dan kain kasur yangdiinginkan konsumen. Dari hasil penjualankasur laba bersih yang diperoleh berkisar30% - 40%. Apabila satu harga kasur Rp.500.000,- laba bersih yang diperoleh adalahRp. 150.000,- Rp. 200.000,-. Jikadikalkulasi pada masa panen pendapatanpengrajin kasur selama satu bulan adalahRp. 1.200.000,- Rp. 3.200.000,-. Di Desa Sitiaji terdapat 60-70 keluarga pengrajin kasurkapuk. Berdasarkan rincian kalkulasi di atas, pendapatan masyarakat Desa Sitiaji dapatdiketahui sebagai berikut: jumlah pengrajin kasur kapuk di Desa Sitiaji dikalikan rata-ratapendapatan dalam satu bulan. Jadi pendapatan masyarakat pengrajin kasur kapuk pada masapanen adalah Rp. 72.000.000 – Rp. 224.000.000,-.Permintaan kasur kapuk pada bulan Januari dan Februari mulai menurun. Padabulan-bulan ini satu pengrajin kasur dalam sebulan hanya mampu memproduksi 2-4 kasur4Peserta yang mengikuti diskusi tersebut adalah sebagai berikut : Rohman (33th), Rokhim (25th), Sukiono (48th),Mualim (34th), Munajat (35th), Erkhamni (30th), Wajeh (34th), Patah (34th) Khasanah (27th), Ima (25th)Tugas PemasaranKoperasi
  • 21. kapuk. Hal ini karena pendapatan petani terkuras habis untuk biaya musim tanam. Mulaidari pengeluaran ongkos buruh, pestisida, bibit dan pupuk. Namun bulan Maret produksikasur meningkat kembali sayangnya peningkatan permintaan berupa hutang. Hutang petanikepada pengrajin kasur akan dilunasi pada saat panen padi.Laba yang diperoleh dari hasil penjualan kasur selalu mereka sisihkan untukmembeli randu dan menimbun kapuk supaya produksi kasur kapuk tetap berlangsungmeskipun pada musim krisis dan kelangkaan kapuk. Namun kenyataanya tidak demikian,kebanyakan pengrajin kasur pada bulan Mei pasokan randu mereka mulai habis. Hal inidisebabkan oleh kurangnya modal yang digunakan untuk menimbun randu.Semakin lama harga randu semakin mahal karena semakin menipisnya persediaanrandu. Puncaknya adalah bulan Juli persediaan randu atau kapuk di Desa Sitiaji habis.Akibatnya terjadi kelangkaan dan krisis kapuk. Harga kapuk melambung tinggi yangdiimbangi dengan harga kasur yang lebih mahal. Masyarakat pada umumnya mengetahuipada bulan Juli adalah puncak krisis dan kelangkaan kapuk. Sehingga produksi kasur kapukmenurun. Selain itu, pendapatan masyarakat petani telah banyak terkuras untuk biayapengeluaran musim tanam. hal ini tentunya berpengaruh terhadap menurunnya produksikasur.Kondisi pengrajin kasur kapuk yang serba sulit ini justru malah menguntungkan bagipengrajin kasur limbah kain. Dimana produksi kasur limbah kain pada saat terjadi krisis dankelangkaan kapuk meningkat tajam. Seles limbah kain ketika keliling mejual kasur limbahkain pasti terjual. Harga kasur limbah kain yang amat murah Rp. 125.000,- membuatmasyarakat lebih memilih kasur limbah kain dari pada kasur kapuk. Harga kasur kapuk padasaat terjadi krisis dan kelangkaan kapuk adalah Rp. 550.000 – Rp. 600.000.Terjadinya krisis dan kelngkaan kapuk membuat pemasaran kasur limbah kainsemakin meningkat karena produksi kasur kapuk yang merosot tajam. Sehingga tingkatpersaingan dua model pengrajin kasur pada masa ini lebih dikuasai oleh pengrajin limbahkain. Hal ini bisa dibuktikan dari satu-satunya pengusaha ternama dari Desa Sitiaji Sendiriyang bernama Yairi seminggu satu kali membeli kain kasur berbagai merek dengan hargaTugas PemasaranKoperasi
  • 22. yang sama sebanyak 4-8 pis. 1 pis kain kasur merek akatek seharga Rp. 207.500.00,- Jadi,apabila membeli 8 pis kain kasur seharga Rp. 1.660.000.00,-5Menurut Munir (51th) Pengusaha limbah kain ini merupakan pembeli kain kasuryang paling banyak membeli kain kasur dengan jumlah kasur yang besar. Pada umumnyapengrajin kasur kapuk membeli kain kasur 3-15 meter saja sesuai dengan ukuran pesananyang diterima dengan merek kain kasur yang berbeda-beda sesuai dengan minat parapembeli. Sungguh perbedaan yang sangat tajam.Untuk mensiasati supaya dapat memproduksi kasur kapuk, di antara merekamembeli kapuk bekas dari kasur yang sudah tidak terpakai yang harganya lebih murah yakniRp. 18.000,-. Namun usaha mencari pengganti dari kapuk bekas ini hanya dapat menolongbeberapa pengrajin kasur saja, pasalnya mencari kapuk bekas itupun tidak mudah karenatidak banyak keluarga yang menjual kapuk bekas. Singkat kata, pencarian dan persediankapuk bekas yang terbatas sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakatpengrajin kasur kapuk di Desa Sitiaji.Sehingga para pengrajin kasur yang tidak mempunyai kapuk bekas terpaksamenganggur. Tidak jarang di antara mereka yang mendapatkan pesanan kasur kapuk namunapalah daya mereka dengan berat hati menolak pesanan tersebut karena tidak mempunyaipasokan kapuk atau persediaan kapuk tidak mencukupi untuk meladeni pesanan kasur.Mualim (34th) adalah salah satu contoh di antara pengrajin kasur kapuk yang mendapatkanpesanan kasur namun tidak dapat meladeni pasalnya persediaan kapuk tidak mencukupiuntuk membuat kasur sesuai ukuran pemesanan.B. STRATEGI PEMASARANDalam pemasaran produk kasur dari kapuk yang diproduksi oleh Koperasi “BungaMatahari” mengutamakan ke anggota dalam arti dari anggota, oleh anggota dan untukanggota. Jadi segala sesuatu digali dari anggota, dikelola oleh anggota, dan sebesar-besarnya untuk anggota. Koperasi “Bunga Matahari” mengutamakan anggotanyatercukupi kebutuhannya, jika lebih baru keluar anggota. Ada beberapa hal yang perludiperhatikan dalam pemasaran usaha antara lain:5Munir adalah pengusaha kain kasur kapuk dan kain kasur limbah kain yang berlokasi di Desa Sugih Waras.Tugas PemasaranKoperasi
  • 23. a. Berprinsip lebih baik memberi dari pada menerima.b. Anggota akan diberikan pinjaman tanpa adanya bunga, karena koperasi ini memangtujuannya benar – benaringin mensejahterakan masyarakatDalam memberikan pinjaman diutamakan kepada anggota supaya tercukupi terlebihdahulu, jika ada kelebihannya barulah dipinjamkan ke selain anggota. Syarat untukmenjadi anggota Koperasi “Bunga Matahari” meliputi:a. Mempunyai simpanan pokok ketika menggabungkan diri kedalam koperasi.b. Rajin menyimpan di koperasi (simpanan wajib), sehubungan dengan penghasilanyang tidak setiap bulan , maka dapat dibayarkan pada saat musiman.C. Pendidikan Usaha Kecil Menengah (UKM)Setelah terbentuk kelompok pengrajin kasur, upaya selanjutnya yang dilakukanadalah menyelenggarakan pendidikan usaha kecil menengah (UKM). Pengadaan pendidikankepada kelompok yang baru terbentuk penting untuk dilakukan supaya kelompok yang baruterbentuk ini mempunyai arah tujuan yang jelas dan mempunyai bekal pengetahuan danketerampilan yang cukup untuk mengelola dan mengembangkan kelompok pengrajin kasur.Menurut Sulis (51th) persyaratan pertama kali yang harus dipenuhi untukmengawali membentuk koperasi adalah anggota kelompok diwajibkan mempunyaisimpanan pokok. Ibarat orang yang menikah harus mempunyai mahar tanpa maharperkawinan yang diselenggarakan menurut syariah Islam tidak syah. Sama halnya dengankoperasi tanpa adanya simpanan pokok maka koperasi menurut hukum negara juga tidaksyah.Pada diskusi kali ini, metode bimbingan yang digunakan Sulis adalah dengandiskusi interaktif dengan bahasa lokal biar masyarakat terlibat aktif dalam penyampaianmateri tersebut. Peserta yang hadir terlihat antusias dan fokus memperhatikan selama materiberlangsung. Pada sesi tanya jawab, Sukiono (48th) selaku ketua kelompok mengajukanpertanyaan. Bagaimana aturan main dalam pembayaran kelompok. Yang kedua pertanyaanTugas PemasaranKoperasi
  • 24. diajukan oleh Juli (35th) (selaku bendahara). Apakah setelah terkumpul uang kelompokdiserahkan kepada Dinas Koperasi Bojonegoro atau terus dibawa oleh kelompok.6Sulis menjelaskan bahwa terkait aturan main pembayaran sepenuhnya diserahkankepada kelompok karena yang menjalankan kelompok (Pra koperasi) simpan pinjam adalahkelompok sendiri. Cuman biar modal kelompok bisa berkembang maka anggota diwajibkanmembayar uang jasa sebesar 2 % tiap satu bulan sekali. Uang jasa tersebut memang milikanggota yang bersangkutan namun tidak boleh merasa memiliki. Karena bagaimana punjuga uang jasa yang telah masuk dalam kelompok digunakan sepenuhnya untuk kepentingankelompok bukan kepentingan individu sesuai dengan prinsip koperasi yaitu dari kelompok,oleh kelompok dan untuk kelompok. Sedangkan uang pinjaman yang telah diterima olehkelompok sekarang dan seterusnya selalu berada dan dikelola oleh kelompok tanpa harusmengembalikan kepada Dinas Koperasi Bojonegoro pada waktu akhir pelunasanpembayaran.Terkait uang yang diterima olehkelompok sebesar Rp 3. 300. 000, Sulismengusulkan supaya dibagikan kepada 6orang dengan rincian tiap anggota kelompokmendapatkan Rp 500.000 sisanya adalahuang kas kelompok. Namun karena uangpinjaman tersebut telah dibagikan denganrincian tiap anggota mendapatkan Rp300.000. Menurut Sulis uang pinjaman yangditerima oleh anggota sebesar Rp 300.000masih terbilang jauh dari standart. Oleh karena itu, kelompok harus mengembangkan uangpinjaman yang diterima anggota sebesar Rp 300. 000 menjadi Rp. 500.000. Mengenai aturanmain sepenuhnya diserahkan kepada kelompok. Mendengar hal itu, kelompok sepakat akanmengikuti saran yang disampaikan oleh Sulis karena kelompok percaya dengan kemampuanyang dimiliki Sulis untuk mengembangkan kelompok.6Peserta yang mengikuti pendidikan UKM adalah sebagai berikut : Rohman (33th), Rokhim (25th), Arie (22th),Fakih (40th), Salam (50th), Sukiono (48th), Mualim (34th), Munajat (35th), Erkhamni (30th), Wajeh (34th), Morlan(35th), Taslim (40th), Patah (34th), Samijo (42th,) Khasanah (27th).Tugas PemasaranKoperasiFoto 4: Pendidikan UKM, olehPegawai Dinas Koperasi Bojonegoro
  • 25. Tiap satu bulan sekali dalam tiap pembayaran dirinya akan selalu memantauperkembangan kelompok. Apabila kelompok bunga randu ini kedepannya bisa berjalandengan baik, dirinya dengan dibantu oleh peneliti akan berusaha semaksimal mungkinmencarikan bantuan pinjaman dana dengan jumlah pinjaman uang yang lebih besar daripada yang sekarang. Sebenarnya banyak sekali lembaga-lembaga, baik lembaga pemerintahmaupun lembaga swasta yang ingin memberikan bantuan pinjaman dana. Namun tidakadanya kepercayaan membuat lembaga-lembaga yang ada tidak berani memberikan bantuan.Apabila ke depannya kelompok ini mampu membangun kepercayaan pastinya akan adalembaga yang memberikan pinjaman dana. Singkatnya, maju mundurnya suatu kelom-poksemuanya tergantung kelompok sendiri.Pemberian bantuan modal kepadakelompok di satu sisi terkesan masihmempunyai ketergantungan dari pihak luar(donatur). Tetapi di satu pihak mulai tumbuhkemandirian kelompok. Hal ini bisa diketahuiatas kesediaan tiap anggota kelompok untukmembayar simpanan pokok sebesar Rp50.000. Jika dikalikan dengan sebelasanggota, maka jumlah keseluruhan simpananpokok yang dimiliki kelompok adalah Rp550.000. Selain itu, Menurut Sukionosebenarnya kelompok terdahulu masih mempunyai simpanan uang sebesar Rp 3.000.000.Oleh karenanya, dia berkomitmen ke depannya uang simpanan tersebut akan ditambahkansebagai tambahan modal kelompok yang sekarang. Sudah jelas kiranya bahwa kelompokyang baru terbentuk ini mencerminkan bentuk kemandirian kelompok dari pada hanyamenggantungan dari pihak luar.Aspek kemandirian adalah salah satu prinsip pneting dalam koperasi. kemandirianmengandung pengertian dapat berdiri sendiri, tanpa tergantung dengan pihak lain yangdilandasi oleh kepercayaan, keputusan, kemampuan dan usaha sendiri. Untuk mencapaikemandirian, koperasi harus berdiri di atas organisasi bisnis yang berakar kuat. Agar kperasiTugas PemasaranKoperasiFoto 5: Kain katun seperei, sebagaipembeda dengan kasur limbah kain
  • 26. mengakar kuat dalam diri masyarakat, maka keberadaan koperasi harus dapat diterima olehmasyarakat. Untuk bisa ditreima oleh masyarakat, koperasi harus menunjukkan dirinyamampu memperjuangkan kepentingan dan meningkatkan ekonomi kesejahteraanmasyarakat. 7Sebenarnya jumlah dana pinjaman yang diterima oleh tiap anggota sebesar Rp300.000 masih jauh dari standart modal yang dibutuhkan. Menurut Fakih (35th) minimalmodal yang dibutuhkan tiap anggota untuk memperkuat kelompok adalah Rp 1. 000.000.Jumlah uang tersebut apabila dibelikan randu mendapatkan 10.000 randu dengan mengikutiharga randu sekarang Rp 100-Rp 120 per biji. Satu kasur kapuk minimal membutuhkan2500 randu. Jadi, apabila tiap anggota mendapatkan pinjaman satu juta mereka dapatmenimbun randu untuk memenuhi kebutuhan produksi tiap hari.Meskipun demikian, kelompok menyadari bahwa semua ini adalah tahap awalpembentukan kelompok. Tidak mungkin baru berdiri langsung mempunyai modal yangbesar. Yang paling penting adalah bagaimana memajukan kelompok pengrajin kasur denganmendayagunakan seluruh potensi yang dimiliki, tentunya tidak terlepas dari dukungan dariberbagai pihak.Tanpa sepengetahuan peneliti, Juwari (42th) mengundang Yairi (48th) (bos kasurlimbah kain) untuk mengikuti bimbingan kelompok. Seharusnya Juwari meminta izin dahulukepada pengurus kelompok karena Yairi bukanlah merupakan anggota kelompok prakoperasi. Peneliti khawatir apabila Yairi diundang nanti dirinya akan menggangukeberadaan kelompok. Ternyata kekhawatiran peneliti menjadi kenyataan, seperti biasanyaselesai bimbingan oramg-orang sebagian cangkru’an terlebih dahulu. Sementara penelitimengantarkan Sulis pulang kerumahnya. Waktu yang dibutuhkan kembali ke lokasi adalahsetengah jam. Kondisi ini segera dimanfaatkan Yairi untuk menghasut kelompok bahwa gakpopo nek bayar simpanan pokok tapi ojo gelem membayar iuran tabungan anggotasejumlah 2% tiap pembayaran. Iku podo wae ngaboti kelompok. Beruntung sebagain besaranggota kelompok tidak terpengaruh hasutan Yairi. Mereka tetap konsisiten dengankesepakatan awal kelompok. Sedangkan sebagian anggota kecil lain yang sempatterpengaruh kembali berkomitmen dengan kesepakatan awal kelompok.7Tugas PemasaranKoperasi
  • 27. Sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, selang satu bulan pasca pembentukankelompok pengrajin kasur pra koperasi. Kelompok mengadakan pertemuan yangdimaksudkan untuk pembayaran angsuran rutin tiap satu bulan sekali sekaligus pengadaanbimbingan kepada anggota dan pengurus. Berhubung Sulis berhalangan hadir maka posisipembimbing langsung digantikan oleh Sukiono selaku ketua kelompok. Pada saat acaradimulai Sukiono memberikan kesempatan kepada peneliti untuk menggantikan posisi Sulissebagai pembimbing. Peneliti mengetahui bahwa sebenarnya Sukiono mampu memberikanpengarahan kepada kelompok mengingat pengalaman kelompok sebelumnya Sukiono adalahketua kelompok yang biasanya juga memberikan bimbingan kepada kelompok.Oleh karena itu, demi kebaikan kelompok sendiri peneliti menolak dan memintaSukiono untuk memberikan bimbingan kepada kelompok. Pada akhirnya Sukiono bersediamenggantikan posisi Sulis dan langsung memberikan pengarahan kepada kelompok. Diamenjelaskan bahwa dalam membangun kelompok ini harus didasari oleh rasa kepercayaanmasing-masing anggota. Apabila ke depannya terdapat anggota yang balelo dirinya berharapsupaya saling menutupi antar satu sama lain. Bukan justru sebaliknya mengikuti anggotayang balelo dan saling mempengaruhi satu sama lain.Pembayaran angsuran pertama ini,semua anggota kelompok membayar angsuran pinjaman, simpanan pokok dan simpanansukarela terkecuali Narto yang berhalangan hadir karena ada urusan keluarga yang tidakdapat ditinggalkan. Untuk sementara waktu, uang pembayaran Narto terlebih dahuluditanggung oleh Sukiono. Ketidakhadiran Narto tidak berpengaruh apapun terhadap kondisiTugas PemasaranKoperasiFoto 28: Produksi kasur kapukmilik kelompok pengrajin kasurkapuk
  • 28. kelompok. Karena semua anggota kelompok mengetahui bahwa Narto yang dulunyamenjabat sebagai bendahara kelompok tergolong orang yang jujur dan dapat dipercaya.Sesuai kesepakatan kelompok pada bimbingan pertama bersama Sulis bahwakelompok akan mengembangkan uang pinjaman yang diterima anggota sebesar Rp 300. 000menjadi Rp 500. 000. Cara yang ditempuh adalah uang yang diterima oleh kelompok tiapsatu bulan pembayaran pinjaman langsung dibagikan kepada anggota hingga pinjamanmenjadi Rp 500. 000.Pada pertemuan per-tama ini, jumlah uang yang diterima oleh kelompok se-besar Rp450. 000 dan langsung dibagikan kepada anggota yang membutuhkan. Juli (35th) danSalam (50th) adalah anggota yang menerima pinjaman sebesar Rp 200.000. Sedangkan sisauang sebesar Rp 50.000 sementara menjadi kas kelompok. Tidak disangka, Jumani (43th)pada pertemuan kedua ini telah menabungkan uangnya sebesar Rp 100.000 ditambah lagiErkhami (34th) uang yang ditabung sebesar Rp 20.000. Padahal kedua anggota ini padapertemuan pertama telah melunasi uang simpanan pokok sebesar Rp 50.000. Menurutpengakuan Jumani, dirinya baru saja memanen tembakau dengan hasil yang cukupmemuaskan. Mumpung masih mempunyai simpanan uang di rumah lebih baik sebagianditabung. Sedangkan Erkhami dalam sehari ini mendapatkan upah menjadi buruh tanisebesar Rp 75.000.Pada pertemuan kedua ini, jumlah uang yang diterima oleh kelompok sebesar Rp700. 000 meliputi pinjaman angsuran, simpanan pokok dan simpanan sukarela. Kemudianlangsung dibagikan kepada tiga anggota yaitu Salam, Jumani dan Juli. Dengan demikian,jumlah pinjaman yang diterima tiga anggota tersebut adalah Rp 500. 000. Sedangkan sisauang tersebut dimasukkan ke dalam kas kelompok. Prinsip ini mencerminkan jiwa tolong-menolong pada diri setiap anggota koperasi sekaligus mendorong tumbuhnya rasakesetiakawanan antar sesama anggota koperasi. dengan demikian, setiap anggota koperasimemiliki peluang yang sama untuk memperbesar volume bisnisnya.Pada pertemuan ke tiga ini, kelompok mengadakan pertemuan guna pembayaranangsuran pinjaman. Pada kesempatan kali ini Sulis berhalangan hadir lantaran sakit sehinggapertemuan hanya sebatas pembayaran angsuran pinjaman. Semua anggota kelompok hadirdan membayar angsuran sesuai kesepakatan yang telah dijalankan. Terkecuali Narto (37th)Tugas PemasaranKoperasi
  • 29. yang berhalangan hadir karena ada urusan keluarga yang harus diselesaikan. KetidakhadiranNarto tidak berpengaruh terhadap anggota yang hadir karena mereka menganggap Nartoadalah orang yang bertanggung jawab dan tergolong keluarga yang serba kecukupan.Seperti biasanya, jumlah uang yang diterima oleh kelompok sebesar Rp 550. 000meliputi pinjaman angsuran, simpanan pokok dan simpanan sukarela. Kemudian langsungdibagikan kepada anggota yaitu Rohman (33th) dan Erkhami (34th). Sisa uang sebesar Rp150. 000 dimasukkan ke dalam kas kelompok. Dengan demikian, sudah 5 anggota yangmenerima pinjaman sebesar Rp 500. 000. Menurut Sukiono selaku ketua kelompokmengatakan bahwa 2 bulan kemudian semua pinjaman anggota akan menjadi Rp 500. 000.Perjalanan kelompok pra koperasi selama 2 bulan ini berhasil mengembangkan modalsebesar Rp 1. 470. 000.Pada pertemuan ke empat ini, kembali kelompok mengadakan pembayaran angsurantiap satu bulan sekali. Selain itu, pertemuan ini juga dimaksudkan untuk mengadakanpendidikan rutin kepada kelompok bunga matahari yang dalam hal ini disampaikan olehSulis. Dalam kesempatan ini, semua anggota hadir kecuali Jumani karena mengikuti acaratahlilan di keluarganya.Dalam penyampaiannya, Sulis memaparkan bahwa Dinas Koperasi Bojonegorosangat bangga dengan kelompok pengrajin kasur bunga matahari. Meskipun kelompok inidulunya gagal namun Dinas Koperasi Bojonegoro tetap menganggap kelompok bungamatahari adalah kelompok yang baik dan berprestasi. Hal ini karena kelompok pengrajinkasur masih berkomitmen untuk membangun koperasi dengan belajar dari pengalamankegagalan dan keberhasilan sebelumnya.Menurut pengakuannya, dirinya akan berusaha semaksimal mungkin untukmeningkatkan kualitas dan kuantitas kelompok bunga matahari agar kelompok ini terusbersinar terang sesuai dengan namanya. Tentunya dukungan arus bawah dari kelompok yangsangat diharapkannya. Sulis meminta pengurus untuk mencatat semua pengeluaran danpemasukan kas kelompok. Baik pengeluaran biaya administrasi dan konsumsi tiappertemuan maupun pemasukan dana dari simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanansukarela.Tugas PemasaranKoperasi
  • 30. Kelompok yang baik adalah kelompok yang mandiri tidak menggantungkansiapapun meskipun dari hal sepele seperti biaya konsumsi tiap pertemuan harus berasal darikelompok sendiri. Dirinya menambahkan, jangan ragu-ragu untuk menabung dikelompokmeskipun kecil. Apabila kita tidak percaya dengan kelompok apalagi dengan orang lain.Tiap kali pendidikan Pegawai Dinas Koperasi sekaligus Dosen UNSURI tidak lupa untukmemberikan motifasi dan bimbingan moral kepada kelompok agar memiliki kepekaan dankesadaran untuk mengembangkan kelompoknya.Pada pertemuan ini, semua anggota hadir kecuali Jumani. Di luar kesepakatan,jumlah uang yang diterima kelompok sebesar Rp 505.000 tidak dibagikan kepada 3 anggotayang pinjamannya masih Rp 300.000. Hal ini karena terdapat calon anggota baru bernamaFakih, maka uang Rp 500.000 dipinjamkan kepadanya. Dengan dipotong simpanan pokokRp 40.000 dan uang administrasi Rp 10.000.Sebuah aturan baru yang digunakan kelompok yaitu tiap ada anggota baru makapersyaratan yang harus dipenuhi adalah dengan memberikan uang simpanan pokok sebesarRp 40.000 dan uang administrasi Rp 10.000. Berbeda dengan pembentukan kelompok dulumembayar simpanan pokok sebesar Rp 10.000 yang diangsur selama 5 bulan.Pada pertemuan ke lima ini, kelompok bunga matahari menambah anggota barubernama Wadak. Jumlah angsuran pinjaman yang diterima kelompok sebesar Rp 500.000langsung dipinjamkan kepada Wadak. Pinjaman tersebut dipotong simpanan pokok sebesarRp 30.000 dan uang administrasi sebesar Rp 10.000. Menurut Wadak, dirinya masukmenjadi anggota bunga matahari atas dasar keinginan sendiri bukan karena pamaksaan darisiapapun. Keinginan masuk menjadi anggota karena dana pinjaman kelompok bungamatahari tidak dikenakan bunga. Dari pada pinjam ke bank lebih baik pinjam di kelompokbunga matahari yang notabenya milik masyarakat.Selesai pembayaran angsuran, kelompok mengadakan diskusi bersama untukmelahirkan beberapa kesepakatan. Pertama, modal yang dimiliki kelompok sebesar Rp400.000 bisa dipinjamkan anggota dengan syarat maksimal jarak satu minggu harusdikembalikan kepada bendahara kelompok. Hal ini dilakukan untuk membantu anggota yangtidak mempunyai modal untuk memproduksi kasur kapuk. Kedua, pada waktu panen padidan tembakau setiap anggota diwajibkan untuk menabung sebesar Rp 50.000. AspekTugas PemasaranKoperasi
  • 31. pertanian menjadi pertimbangan tersendiri mengingat semua anggota kelompok juga bekerjasebagai petani.BAB IIIPENUTUPA. KESIMPULAN1. Berdirinya Koperasi “ Bunga Matahari” dilatar belakangi karena masyarakat DesaSitiaji yang ingin merintis kembali koperasi yang pernah berdiri ditempat itu denganjenis koperasinya yaitu Koperasi “Simpan Pinjam”. Sempat fakumnya koperasisimpan pinjam ini menjadi evaluasi dan koreksi atas keberhasilan dan kegagalankoperasi simpan pinjam milik pengrajin kasur yang dulu pernah berdiri di DesaSitiaji.2. Sumber dana/ Modal Koperasi “ Bunga Matahari” diperoleh dari :a. Anggota Koperasi “ Bunga Matahari” yang meliputi : simpanan pokok, simpananwajib, dan simpanan sukarela.b. Dana cadangan (dari SHU) dan dana penyisihan dari keuntungan usaha.Tugas PemasaranKoperasi
  • 32. 3. Permasalahan dan Solusinya.Permasalahan yang muncul dalam ruang lingkup intern seperti:a. Bahan :Terjadinya krisis dan kelangkaan kapuk. Solusinya warga Desa Sitiaji bisamenanam pohon randu sendiri sebagai upaya dalam mengatasi kelangkaan kapukakibat penebangan pohon secara liar dan harga kapuk yang semakin menjulangtinggi.4. Jenis Koperasi “ Bunga Matahari”Dalam hal usaha tentulah usaha tersebut mempunyai jenis usaha, dan Koperasi “Bunga Matahari” merupakan jenis koperasi “simpan pinjam”. Usaha yang dirintisKoperasi “ Bunga Matahari” meliputi:a. Pembuatan kasur yang isinya kapuk bukan kain bekas.FOTO – FOTO PENDUKUNG LAINYATugas PemasaranKoperasi
  • 33. Tugas PemasaranKoperasi
  • 34. Tugas PemasaranKoperasi