Tujuh dari 10 wanita hamil terkena anemia

2,678 views
2,577 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,678
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
43
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tujuh dari 10 wanita hamil terkena anemia

  1. 1. Tujuh dari 10 Wanita Hamil TerkenaAnemiaOleh Admin pada 19 Nov, 2008 Komentar 3Di Indonesia prevalensi anemia di kalangan pekerja memang masih tinggi. Studi mengenaianemia pada pekerja wanita yang dilakukan di Jakarta, Tangerang, Jambi, dan Kudus – JawaTengah membuktikan hal itu. Dilaporkan, anemia menurunkan produktivitas 5 – 10% dankapasitas kerjanya 6,5 jam per minggu. Anemia yang menyebabkan turunnya daya tahan jugamembuat penderita rentan terhadap penyakit, sehingga frekuensi tidak masuk kerjameningkat. Maka benarlah bila disimpulkan, anemia defisiensi zat besi sangat mempengaruhiproduktivitas kerja seseorang. Namun, menurut penelitian lain, produktivitas dapatditingkatkan sampai 10 – 20% setelah pekerja mendapat suplemen zat besi.Pembentuk sel darah merahPada penderita anemia, lebih sering disebut kurang darah, kadar sel darah merah (hemoglobinatau Hb) di bawah nilai normal. Penyebabnya bisa karena kurangnya zat gizi untukpembentukan darah, misalnya zat besi, asam folat, dan vitamin B12. Tetapi yang seringterjadi adalah anemia karena kekurangan zat besi.Proses kekurangan zat besi sampai menjadi anemia melalui beberapa tahap. Awalnya, terjadipenurunan simpanan cadangan zat besi. Bila belum juga dipenuhi dengan masukan zat besi,lama-kelamaan timbul gejala anemia disertai penurunan Hb.Gejala awal anemia zat besi berupa badan lemah, lelah, kurang energi, kurang nafsu makan,daya konsentrasi menurun, sakit kepala, mudah terinfeksi penyakit, stamina tubuh menurun,dan pandangan berkunang-kunang – terutama bila bangkit dari duduk. Selain itu, wajah,selaput lendir kelopak mata, bibir, dan kuku penderita tampak pucat. Kalau anemia sangatberat, dapat berakibat penderita sesak napas, bahkan lemah jantung.Zat besi yang terdapat dalam semua sel tubuh ini berperan penting dalam berbagai reaksibiokimia, di antaranya memproduksi sel darah merah. Sel itu sangat diperlukan untukmengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Sedangkan oksigen penting dalam prosespembentukan energi agar produktivitas kerja meningkat dan tubuh tidak cepat lelah.Zat besi juga unsur penting dalam mempertahankan daya tahan tubuh, agar kita tidak mudahterserang penyakit. Menurut penelitian, orang dengan kadar Hb kurang dari 10 g/dl memilikikadar sel darah putih (untuk melawan bakteri) yang rendah pula.Jumlah zat besi di dalam tubuh bervariasi menurut umur, jenis kelamin, dan kondisi fisiologistubuh. Pada orang dewasa sehat, jumlah zat besi diperkirakan lebih dari 4.000 mg, dengansekitar 2.500 mg ada dalam hemoglobin. Di dalam tubuh sebagian zat besi (sekitar 1.000 mg)disimpan di hati berbentuk ferritin. Saat konsumsi zat besi dari makanan tidak cukup, zat besidari ferritin dikerahkan untuk memproduksi Hb.Jumlah zat besi yang harus diserap tubuh setiap hari hanya 1 mg atau setara dengan 10 – 20mg zat besi yang terkandung dalam makanan. Zat besi pada pangan hewani lebih tinggipenyerapannya yaitu 20 – 30%, sedangkan dari sumber nabati hanya 1 – 6%.
  2. 2. Wanita lebih rentanSebenarnya, tubuh punya mekanisme menjaga keseimbangan zat besi dan mencegahberkembangnya kekurangan zat besi. Tubuh mampu mengatur penyerapan zat besi sesuaikebutuhan tubuh dengan meningkatkan penyerapan pada kondisi kekurangan danmenurunkan penyerapan saat kelebihan zat besi.Begitupun, anemia tetap bisa menyerang, bahkan siapa saja. Di antaranya mereka yangkarena aktif, amat sibuk, dan punya keterbatasan waktu, tidak bisa mengikuti pola makanyang memenuhi kebutuhan akan zat besi.Kemungkinan lain adalah meningkatnya kebutuhan karena kondisi fisiologis, misalnya hamil,kehilangan darah karena kecelakaan, pascabedah atau menstruasi, adanya penyakit kronisatau infeksi, misalnya infeksi cacing tambang, malaria, tuberkulose atau TB (dulu dikenalsebagai TBC).Mereka yang berdiet pun terbuka kemungkinan menderita anemia karena diet yangberpantang telur, daging, hati, atau ikan. Padahal jenis pangan itu sumber zat besi yangmudah diserap tubuh. Tak heran bila para vegetarian cenderung mudah menderita anemia.Apalagi disertai kebiasaan tidak sarapan atau frekuensi makan tidak teratur tanpa kualitasmakanan seimbang.Demikian pula pengidap gangguan penyerapan zat besi dalam usus. Ini bisa terjadi karenagangguan pencernaan atau dikonsumsinya substansi penghambat seperti kopi, teh, atau seratmakanan tertentu tanpa asupan zat besi yang cukup.Wanita, terutama, perlu memberi perhatian khusus pada anemia. Dimulai pada saat remajamengalami haid di masa pubertas. Di fase ini sangat diperlukan zat gizi cukup seperti zatbesi, vitamin A, dan kalsium. Sayangnya, akibat menstruasi ia harus kehilangan zat besihingga dua kali jumlah yang dikeluarkan pria.Pada wanita dewasa dengan berat badan 55 kg, zat besi yang keluar lewat saluran pencernaandan kulit atau kehilangan basal berjumlah 0,5 – 1,0 mg per hari, atau umumnya sekitar 0,8mg per hari. Sedangkan jumlah zat besi yang hilang karena haid, pada 95% populasi adalah1,6 mg per hari. Sehingga jumlah zat besi yang hilang akibat haid ditambah kehilangan basalmenjadi sekitar 2,4 mg per hari pada 95% populasi.Tak heran bila wanita cenderung menderita kekurangan zat besi karena hilangnya zat itu dikala haid tiap bulan tanpa diimbangi asupan makanan yang cukup mengandung zat besi.Kehilangan zat besi lewat haid pada wanita biasanya konstan, tetapi bervariasi jumlahnya diantara kaum wanita. Dapat dimengerti bila beberapa wanita perlu zat besi lebih banyakdaripada wanita lain.Penyebab lain adalah kecenderungan wanita berdiet karena ingin mempertahankan bentuktubuh ideal, tanpa mempertimbangkan jumlah zat gizi penting yang masuk, terutama zat besi.Selain menstruasi, kondisi rawan lain adalah saat hamil dan menyusui. Anemia adalahmasalah kesehatan dengan prevalensi tertinggi pada wanita hamil. Prevalensi anemia padaibu hamil di Indonesia adalah 70%, atau 7 dari 10 wanita hamil menderita anemia.
  3. 3. Pada trimester pertama kehamilan, zat besi yang dibutuhkan sedikit karena tidak terjadimenstruasi dan pertumbuhan janin masih lambat. Menginjak trimester kedua hingga ketiga,volume darah dalam tubuh wanita akan meningkat sampai 35%, ini ekuivalen dengan 450 mgzat besi untuk memproduksi sel-sel darah merah. Sel darah merah harus mengangkut oksigenlebih banyak untuk janin. Sedangkan saat melahirkan, perlu tambahan besi 300 – 350 mgakibat kehilangan darah. Sampai saat melahirkan, wanita hamil butuh zat besi sekitar 40 mgper hari atau dua kali lipat kebutuhan kondisi tidak hamil.Pada banyak wanita hamil, anemia gizi besi disebabkan oleh konsumsi makanan yang tidakmemenuhi syarat gizi dan kebutuhan yang meningkat. Selain itu, kehamilan berulang dalamwaktu singkat. Cadangan zat besi ibu yang belum pulih akhirnya terkuras untuk keperluanjanin yang dikandung berikutnya.Jadi, kebutuhan zat besi untuk tiap wanita berbeda-beda sesuai siklus hidupnya. Wanitadewasa tidak hamil kebutuhannya sekitar 26 mg per hari, sedangkan wanita hamil perlutambahan zat besi sekitar 20 mg per hari.Saat menyusui, meski biasanya wanita tidak mengalami haid, ibu tetap kehilangan zat besidan kalsium melalui ASI. Selain kehilangan basal normal sekitar 0,8 mg, kehilangan zat besimelalui ASI mencapai sekitar 0,3 mg per hari. Maka, ibu menyusui butuh tambahan zat besi 2mg per hari serta kalsium 400 mg per hari.Anemia pada ibu hamil bukan tanpa risiko. Menurut penelitian, tingginya angka kematian ibuberkaitan erat dengan anemia. Anemia juga menyebabkan rendahnya kemampuan jasmanikarena sel-sel tubuh tidak cukup mendapat pasokan oksigen. Selain itu, hewan percobaanyang bunting dan kekurangan zat besi melahirkan anak-anak dengan daya tahan rendahterhadap infeksi. Penyebabnya, sel fagosit yang bertugas menangkal bakteri infeksi takberfungsi maksimal.Perhatikan pola makanPenanggulangan anemia – terutama untuk wanita hamil, wanita pekerja, dan wanita yangtelah menikah prahamil – sudah dilakukan secara nasional dengan pemberian suplementasipil zat besi. Malah ibu hamil sangat disarankan minum pil ini selama tiga bulan, yang harusdiminum setiap hari. Penelitian menunjukkan, wanita hamil yang tidak minum pil zat besimengalami penurunan cadangan besi cukup tajam sejak minggu ke-12 usia kehamilan.Sayangnya, cara ini memberikan efek seperti mual, diare, dan lainnya. Maka, alternatifnyaadalah mengkonsumsi makanan yang diperkaya dengan zat besi, misalnya berbentuk susuatau roti.Suplemen tablet besi memang diperlukan untuk kondisi tertentu, wanita hamil dan anemiaberat misalnya. Penderita anemia ringan sebaiknya tidak menggunakan suplemen besi, lebihtepat bila mereka mengupayakan perbaikan menu makanan. Misalnya, dengan meningkatkankonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi seperti telur, susu, hati, ikan, daging,kacang-kacangan (tempe, tahu, oncom, kedelai, kacang hijau), sayuran berwarna hijau tua(kangkung, bayam, daun katuk), dan buah-buahan (jeruk, jambu biji, pisang). Perhatikan pulagizi makanan dalam sarapan dan frekuensi makan yang teratur, terutama bagi yang berdiet.
  4. 4. Biasakan pula menambahkan substansi yang memudahkan penyerapan zat besi sepertivitamin C, air jeruk, daging, ayam, dan ikan. Sebaliknya, substansi penghambat penyerapanzat besi seperti teh dan kopi patut dihindari.Berkonsultasilah dengan dokter bila anemia berkaitan dengan kesehatan, misalnya infeksi,penyakit kronis, atau gangguan pencernaan.Popularity: 39%Kata kunci pencarian: anemia pada ibu hamil, anemia pada kehamilan, ANEMIA IBU HAMIL, anemia kehamilan, Hb normal ibu hamil, makanan yang mengandung zat besi, makanan mengandung zat besi, akibat anemia pada ibu hamil, prinsip diet pada ibu hamil dengan anemia, anemia pada ibu hamil di indonesia, gambar anemia, prevalensi anemia pada ibu hamil, diet ibu hamil dengan anemia, penyebab anemia pada ibu hamil, zat besi untuk ibu hamil, makanan zat besi, GAMBAR ANEMIA PADA IBU HAMIL, IBU HAMIL DENGAN ANEMIA, pengaruh anemia pada ibu hamil, makanan mengandung zat besi tinggi, zat besi pada ibu hamil, prinsip diet ibu hamil dengan anemia, makanan tinggi zat besi, angka kejadian anemia pada ibu hamil di indonesia, artikel anemia pada ibu hamil, diet pada ibu hamil dengan anemia, hb normal pada ibu hamil, anemia ibu hamil di indonesia, KEHAMILAN DENGAN ANEMIA, pengaruh anemia terhadap kehamilan, anemia dalam kehamilan, makanan zat besi untuk ibu mengandung, kebutuhan oksigen pada ibu hamil, anemia ringan pada ibu hamil, makalah anemia pada ibu hamil, makanan yg mengandung zat besi, ibu hamil anemia, dampak anemia pada ibu hamil, hb normal untuk ibu hamil, kehamilan anemiaSebarluaskan artikel ini: Diabetes Mellitus pada Kehamilan Tekanan terhadap Jantung dan Paru-paru Bepergian selama Hamil Menghitamnya Daerah Sekitar Puting Payudara atau Ketiak Bakteri Vaginosis Asma disaat Hamil Hidung dan Tenggorokan Kering saat Kehamilan Guratan Kulit saat Kehamilan Gangguan Gigi selama Masa Kehamilan Pertumbuhan Bulu/RambutKategori: Kehamilan • KesehatanLabel: akibat anemia pada ibu hamil • anemia • ANEMIA IBU HAMIL • anemia kehamilan •anemia pada ibu hamil • anemia pada ibu hamil di indonesia • anemia pada kehamilan • Hbnormal ibu hamil • kebutuhan oksigen pada ibu hamil • Kehamilan • Kesehatan • prinsip dietpada ibu hamil dengan anemia

×