Nama : Agus Rudiawan Kelas : 2A PE NIM : 20080210179
<ul><li>Pengarang : DR. H. SYAIFUL SAGALA,M.Pd </li></ul><ul><li>Penerbit : ALFABETA,cv </li></ul><ul><li>Tahun Penerbit :...
BAB I DASAR PENDIDIKAN DALAM KONSEP DAN MAKNA BELAJAR <ul><li>A. Konsep Dasar Pendidikan </li></ul><ul><li>Pendidikan bagi...
Batasan pendidikan berikut ini yang dikemukakan menurut para ahli : <ul><li>Pendidikan ialah proses pengubahan sikap dan t...
<ul><li>Pendidikan ialah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup serta pend...
<ul><li>Pendidikan berarti tahapan kegiatan yang bersifat kelembagaan yang dipergunakan untuk menyempurnakan perkembangan ...
B. Konsep dan Makna belajar <ul><li>Konsep Belajar </li></ul><ul><li>belajar  merupakan komponen ilmu pendidikan yang berk...
BAB II KONSEP DAN MAKNA PEMBELAJARAN <ul><li>Arti dan Makna Pembelajaran </li></ul><ul><li>Pembelajaran ialah membelajarka...
<ul><li>Resource Based Learning </li></ul><ul><li>Belajar berdasarkan sumber (resource based learning) ialah segala bentuk...
<ul><li>Pendekatan Belajar dan Pembelajaran </li></ul><ul><li>Pendekatan pembelajaran merupakan jalan yang akan ditempuh o...
<ul><li>2. Pendekatan Deduktif dan Indukatif </li></ul><ul><li>Pendekatan Deduktif </li></ul><ul><li>Pendekatan deduktif a...
BAB III KONSEP DASAR PSIKOLOGI PENDIDIKAN <ul><li>Arti dan Makna Psikologi dalam Pendidikan </li></ul><ul><li>Psikologi be...
<ul><li>Arti Pentingnya Psikologi Pendidikan </li></ul><ul><li>Psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang berupaya memahami k...
<ul><li>Aktivitas Kejiwaan </li></ul><ul><li>Pengamatan Indera </li></ul><ul><li>Penglihatan </li></ul><ul><li>Ada 3 macam...
<ul><li>Pendengarannya </li></ul><ul><li>Mendengar adalah menangkap bunyi-bunyi (suara) dengan indera pendengar, pendengar...
<ul><li>Ingatan </li></ul><ul><li>Pribadi manusia beserta aktivitas-aktivitanya tidak semata-mata ditentukan oleh pengaruh...
BAB IV PERENCANAAN PENGAJARAN DALAM PEMBELAJARAN <ul><li>Perencanaan Pengajaran dalam Kegiatan Pembelajaran </li></ul><ul>...
<ul><li>Pengertian dan Tujuan Perencanaan Pengajaran </li></ul><ul><li>Proses pembeljaran bisa disebut interaksi edukatif ...
<ul><li>Prinsip Perencanaan Pengajaran </li></ul><ul><li>prinsip-Prinsip Pengajaran dalam Perencanaan Pengajaran </li></ul...
<ul><li>Minat dan Kebutuhan Anak </li></ul><ul><li>Setiap anak mempunyai minat dan kebutuhan sendiri-sendiri. Dalam hal pe...
BAB V MODEL MENGAJAR DALAM PEMBELAJARAN <ul><li>Arti Model Mengajar dalam Pembelajaran </li></ul><ul><li>Problematika dan ...
<ul><li>Joyce dan Weil (2000) Mengklasifikasikan model pembelajaran pada 4 kelompok, yaitu : </li></ul><ul><li>Model Pemro...
<ul><li>Pendekatan dalam Model Mengajar </li></ul><ul><li>Pendekatan Inquiry/Discovery atau Model Personal </li></ul><ul><...
BAB VI PENGEMBANGAN KURIKULUM DALAM BELAJAR DAN PEMBELAJARAN <ul><li>Pendahuluan </li></ul><ul><li>Banyak ahli mengemukaka...
<ul><li>Berikut ini dikemukakan beberapa pengertian kurikulum yaitu : </li></ul><ul><li>Saylor dan Alexander (1956:3) meru...
BAB VII PENUTUP <ul><li>Setiap pendidikan selalu berurusan dengan manusia, karena hanya manusia yang dapat dididik dan har...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

C:\Fakepath\Agus Rudiawan

1,049 views

Published on

powerpoint

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,049
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
30
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

C:\Fakepath\Agus Rudiawan

  1. 1. Nama : Agus Rudiawan Kelas : 2A PE NIM : 20080210179
  2. 2. <ul><li>Pengarang : DR. H. SYAIFUL SAGALA,M.Pd </li></ul><ul><li>Penerbit : ALFABETA,cv </li></ul><ul><li>Tahun Penerbit : 2009 </li></ul><ul><li>Jumlah Halaman : 262 </li></ul>
  3. 3. BAB I DASAR PENDIDIKAN DALAM KONSEP DAN MAKNA BELAJAR <ul><li>A. Konsep Dasar Pendidikan </li></ul><ul><li>Pendidikan bagi sebagian besar orang, berarti berusaha membimbing anak untuk menyerupai orang dewasa. Sebaliknya bagi Jean Piaget (1896) pendidikan berarti menghasilkan,menciptakan, sekalipun tidak banyak, sekalipun suatu penciptaan dibatasi oleh pembandingan dengan penciptaan yang lain . </li></ul>
  4. 4. Batasan pendidikan berikut ini yang dikemukakan menurut para ahli : <ul><li>Pendidikan ialah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha memdewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.(Kamus Besar Bahasa Indonesia,1991) </li></ul><ul><li>Dalam pengertian yang sempit pendidikan berarti perbuatan atau proses perbuatan untuk memperoleh pengetahuan,(McLeod,1989) </li></ul>
  5. 5. <ul><li>Pendidikan ialah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup serta pendidikan dapat diartikan sebagai pengajaran yang diselenggarakan disekolah sebagai lembaga pendidikan formal,(Mudyaharjo,2001:6) </li></ul><ul><li>Dalam pengertian yang agak luas pendidikan diartikan sebagai sebuah proses dengan metode-metode tertentu sehingga orang memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan cara bertingkah laku yang sesuai dengan kebutuhan,(Muhibinsyah,2003:10) </li></ul>
  6. 6. <ul><li>Pendidikan berarti tahapan kegiatan yang bersifat kelembagaan yang dipergunakan untuk menyempurnakan perkembangan individu dalam menguasai pengetahuan, kebiasaan, sikap, dan sebagainnya,(Dictionary Of Psychology,1972) </li></ul><ul><li>Pendidikan adalah usaha secara sengaja dari orang dewasa untuk dengan pengaruhnya meningkatkan si anak ke kedewasaanya yang selalu diartikan mampu menimbulkan tanggung jawab moril dari segala perbuatannya,(Poerbakawatja dan Harahap, 1981 ) </li></ul>
  7. 7. B. Konsep dan Makna belajar <ul><li>Konsep Belajar </li></ul><ul><li>belajar merupakan komponen ilmu pendidikan yang berkenaan dengan tujuan dan bahan acuan interaksi, baik yang bersipat ekplisit maupun implisit. </li></ul>
  8. 8. BAB II KONSEP DAN MAKNA PEMBELAJARAN <ul><li>Arti dan Makna Pembelajaran </li></ul><ul><li>Pembelajaran ialah membelajarkan siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. </li></ul><ul><li>Konsep Pembelajaran </li></ul><ul><li>Sering dikatakan mengajar adalah mengorganisasikan aktivitas siswa dalam arti yang luas. Peranan guru bukan semata-mata memberikan informasi, melainkan juga mengarahkan dan memberi fasilitas belajar (directing and facilitating the learning) agar proses belajar lebih memadai. </li></ul>
  9. 9. <ul><li>Resource Based Learning </li></ul><ul><li>Belajar berdasarkan sumber (resource based learning) ialah segala bentuk belajar yang langsung menghadapkan murid dengan suatu atau sejumlah sumber belajar secara individual atau kelompok dengan segala kegiatan belajar . </li></ul>
  10. 10. <ul><li>Pendekatan Belajar dan Pembelajaran </li></ul><ul><li>Pendekatan pembelajaran merupakan jalan yang akan ditempuh oleh guru dan siswa dalam mencapai tujuan instruksional untuk suatu satuan instruksional tertentu. </li></ul><ul><li>Pendekatan Konsep dan Pendekatan Proses </li></ul><ul><li>Pendekatan Konsep </li></ul><ul><li>Pendekatan konsep adalah suatu pendekatan pengajaran yang secara langsung menyajikan konsep tanpa memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati bagaimana konsep itu diperoleh. </li></ul><ul><li>Pendekatan Proses </li></ul><ul><li>Pendekatan proses adalah suatu pendekatan pengajaran memberi kesempatan kepada siswa untuk ikut menghayati proses penemuan atau penyusunan suatu konsep sebagai suatu keterampilan proses. </li></ul>
  11. 11. <ul><li>2. Pendekatan Deduktif dan Indukatif </li></ul><ul><li>Pendekatan Deduktif </li></ul><ul><li>Pendekatan deduktif adalah proses penalaran yang bermula dari keadaan umum keadaan khusus sebagai pendekatan pengajaran dengan menyajikan aturan, prinsip umum diikuti dengan contoh-contih khusus atau perapan aturan,prinsip umum itu kedalam keadaan khusus. </li></ul><ul><li>Pendekatan Induktif </li></ul><ul><li>Pendekatan induktif pada awalnya dikemukakan oleh filosof Inggris Prancis Bacon (1561) yang menghendaki agar penarikan kesimpulan didasarkan atas fakta-fakta yang konkrit sebanyak mungkin, sistem ini dpandang sebagai sistem berpikir yang palin baik pada abad pertengahan . </li></ul>
  12. 12. BAB III KONSEP DASAR PSIKOLOGI PENDIDIKAN <ul><li>Arti dan Makna Psikologi dalam Pendidikan </li></ul><ul><li>Psikologi berasal dari bahasa Yunani “psyche” yaitu jiwa, roh, aatau sukma. Sedangkan “logy” atau “logos” berarti ilmu atau pengetahuan. Jadi psikologi berarti “ilmu tentang jiwa, atau ilmu yang mempelajari jiwa”. Psikologi adalah suatu ilmu yang berusaha menyelidiki semua aspek kehidupan dan tingkah laku manusia, baik yang bersifat jasmaniah maupun rohaniah, baik secara teoritis maupun dengan melihat kegunaanyadalam praktek. </li></ul>
  13. 13. <ul><li>Arti Pentingnya Psikologi Pendidikan </li></ul><ul><li>Psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang berupaya memahami keadaan dan prilaku manusia, termasuk para siswa yang satu sama lainnya berbeda, pengetahuan sebagai psikologi ini amat penting bagi para guru pada semua jenjang satuan pendidikan. </li></ul><ul><li>Tujuan dan Kegunaan mempelajari Psikologi Pendidikan </li></ul><ul><li>Ada 2 tujuan utama dari studi tentang psikologi pendidikan menurut Syaodih Sukmadinata (2003:22) yaitu : </li></ul><ul><li>1. Agar seseorang mempunyai pemahaman yang lebih baik tentang individu, baik dirinya sendiri maupun orang lain. </li></ul><ul><li>2. Dengan hasil pemahaman tersebut seseorang diharapkan daoat bertindak ataupun memberikan perlakuan yang lebih bijaksana. </li></ul>
  14. 14. <ul><li>Aktivitas Kejiwaan </li></ul><ul><li>Pengamatan Indera </li></ul><ul><li>Penglihatan </li></ul><ul><li>Ada 3 macam penglihatan,yaitu : </li></ul><ul><li>Penglihatan terhadap bentuk, yaitu penglihatan terhadap penglihatan yang berdimensi dua. </li></ul><ul><li>Penglihatan terhadap warna, yaitu objek psikhis dari warna menyangkut nilai-nilai psikologis warna meliputi nilai efektif suatu objek yang mempengaruhi tingkah laku manusia dan nilai lambang atau simbolis. </li></ul><ul><li>Penglihtan yang berdimensi tiga, gejala penting yang tampak dari penglihatan ini adalah kontansi volume dari jarak yang berbeda kita melihat sesuatu benda, ternyata memperoleh kesan bahwa volume benda itu tidak berbeda. </li></ul>
  15. 15. <ul><li>Pendengarannya </li></ul><ul><li>Mendengar adalah menangkap bunyi-bunyi (suara) dengan indera pendengar, pendengar dan suara itu memelihara komunikasi vokal antara makhluk yang satu dengan yang lainnya. </li></ul><ul><li>Tanggapan </li></ul><ul><li>Tanggapan menurut Linschoten adalah melakukan kembali sesuatu perbuatan atau melakukan sebelumnya sesuatu perbuatan tanpa hadirnya objek fungsi primer yang merupakan dasr dari modalitas tanggapan itu. </li></ul><ul><li>Fantasi </li></ul><ul><li>Fantasi dapat didefinisikan sebagai aktivitas imajinasi untuk membentuk tangapan-tanggapan baru dengan pertolongan tangapan-tanggapan lama yang telah ada. </li></ul>
  16. 16. <ul><li>Ingatan </li></ul><ul><li>Pribadi manusia beserta aktivitas-aktivitanya tidak semata-mata ditentukan oleh pengaruh dan proses-proses yang berlangsung waktu kini, tetapi juga oleh pengaruh-pengaruh dan proses-proses dimasa yang lampau. </li></ul><ul><li>Pikiran dan Berpikir </li></ul><ul><li>Pikiran dapat diartikan sebagai kondisi letak hubungan antar bagian pengetahuan yang telah ada dala diri yang dikontrol dalam akal. Sedangkan berpikir adalah meletakan hubungan antar bagian pengetahuan yang diperoleh manusia . </li></ul>
  17. 17. BAB IV PERENCANAAN PENGAJARAN DALAM PEMBELAJARAN <ul><li>Perencanaan Pengajaran dalam Kegiatan Pembelajaran </li></ul><ul><li>Kegiatan belajr yang berlangsung di sekolah bersifat formal, disengaja, direncanaka, dengan bimbingan guru, dan bantuan pendidikan lainnya. Untuk mencapai tujuan dan target yang ditetapkan, maka secara teknis dan operasional dijabarkan dalam program mingguan dan juga harian. </li></ul>
  18. 18. <ul><li>Pengertian dan Tujuan Perencanaan Pengajaran </li></ul><ul><li>Proses pembeljaran bisa disebut interaksi edukatif yang sadr akan tujuan, artinya interaksi yang telah dicanagkan untuk suatu tujuan tertentu. </li></ul><ul><li>Fungsi-Funsi Manajemen dalam Pembelajaran </li></ul><ul><li>Ketika seorang guru merancang pengajaran, maka guru harus sudah mempertimbangkan pertanyaan apakah tersedia kelengkapan yang cukup untuk digunakan siswa dalam program yang telah dirancang. </li></ul>
  19. 19. <ul><li>Prinsip Perencanaan Pengajaran </li></ul><ul><li>prinsip-Prinsip Pengajaran dalam Perencanaan Pengajaran </li></ul><ul><li>Prinsip Perkembangan </li></ul><ul><li>Pada prinsipnya siswa yang sedang belajar dikelas berada dalam proses perkembangan, dan akan terus berkembang yang berarti perubahan. </li></ul><ul><li>Prinsip Perbedaan Individu </li></ul><ul><li>Setiap siswa memiliki ciri-ciri dan pembawaan-pembawaan yang berbeda, menerima pengaruh dan perlakuan dari keluarganya yang masing-masing juga berbeda. Untuk dapat memberikan bantuan belajar bagi siswa, maka guru harus dapat memahami dengan benar ciri-ciri siswanya tersebut. </li></ul>
  20. 20. <ul><li>Minat dan Kebutuhan Anak </li></ul><ul><li>Setiap anak mempunyai minat dan kebutuhan sendiri-sendiri. Dalam hal pembelajaran, bahan ajaran dan penyampaian sedapat mungkin disesuaikan dengan minat dan kebutuhan anak tersebut. </li></ul><ul><li>Aspek Motivasi dalam Perencanaan Pembelajaran </li></ul><ul><li>Setiap perbuatan termasuk perbuatan belajar didorong oleh sesuatu atau motif. Motif atau biasa juga disebut dorongan atau kebutuhan, merupakan suatu tenaga yang berada pada diri individu atau siswa untuk berbuat mencapai suatu tujuan. </li></ul>
  21. 21. BAB V MODEL MENGAJAR DALAM PEMBELAJARAN <ul><li>Arti Model Mengajar dalam Pembelajaran </li></ul><ul><li>Problematika dan Kasus Model-Model Pengajaran </li></ul><ul><li>Pengalaman diantara pengajar dalam proses pembelajaran menunjukan, bahwa ada pada beberapa sekolah model pengajarannya mengkondisikan muridnya disibukan oleh kegiatan-kegiatan yang kurang perlu seperti mencatat bahan pelajaran yang sudah ada dalam buku. Sedangkan guru yang bersangkutan istirahat di ruang guru duduk di kelas asik dengan kegiatannya sendiri. </li></ul><ul><li>Arti dan Makna Model Pengajaran </li></ul><ul><li>Untuk mengatasi berbagai probelmatika dalam pelaksanaan pembelajaran, tentu diperlukan model-model mengajar dan juga kesulitan belajar peserta didik. </li></ul>
  22. 22. <ul><li>Joyce dan Weil (2000) Mengklasifikasikan model pembelajaran pada 4 kelompok, yaitu : </li></ul><ul><li>Model Pemrosesan informasi ( information processing models) menjelaskan bagaimana cara individu memberi respon yang datng dari lingkungannya dengan cara mengorganisasikan data. </li></ul><ul><li>Model Personal (personal family) merupakan rumpun model pembelajaran yang menekankan kepada proses mengembangkan kepribadian individu siswa dengan memperhatikan kehidupan emosional. </li></ul><ul><li>Model Sosial (social model) menekankan pada usaha mengembangkan kemampuan siswa agar memiliki kecakapan untuk berhubungan dengan orang lain sebagai usaha membangun sikap siswa yang demokratis. </li></ul><ul><li>Model Sistem Perilaku dalam Pembelajaram (behavioral model of teaching) dibangun atas dasr kerangka teori perubahan perilaku, melalui teori ini siswa dibimbing untuk dapat memecahkan masalah. </li></ul>
  23. 23. <ul><li>Pendekatan dalam Model Mengajar </li></ul><ul><li>Pendekatan Inquiry/Discovery atau Model Personal </li></ul><ul><li>Pendekatan ini bertolak dari pandangan bahwa siswa sebagai subjek dan objek dalam belajar, mempunyai kemampuan dasr untuk berkembang secara optimal sesuai kemampuan yang dimilikinya. </li></ul><ul><li>Pendekatan Tingkah Laku (Behavioral Models) </li></ul><ul><li>Pendekatan ini menekankan pada teori tingkah laku, sebagai aplikasi dari teori belajar behaviorisme. </li></ul>
  24. 24. BAB VI PENGEMBANGAN KURIKULUM DALAM BELAJAR DAN PEMBELAJARAN <ul><li>Pendahuluan </li></ul><ul><li>Banyak ahli mengemukakan bahwa pembeljaran merupakan implementasi kurikulum, tetapi banyak juga yang mengemukakan bahwa pembeljaran itu sendiri merupakan kurikulum sebagai kegiatan. </li></ul><ul><li>Konsep Pengembangan Kurikulum </li></ul><ul><li>Kurikulum tidak hanya sekedar mempelajari mata pelajaran,tetapi lebih mengembangkan pikiran, menambah wawasan, serta mengembangkan pengetahuan yang dimilikinya . </li></ul>
  25. 25. <ul><li>Berikut ini dikemukakan beberapa pengertian kurikulum yaitu : </li></ul><ul><li>Saylor dan Alexander (1956:3) merumuskan kurikulum yang bearti kurikulum tidak sekedar mata pelajaran tetapi segala usaha sekolah untuk mencapai tujuan yang diinginkan. </li></ul><ul><li>Dalam UU No. 20 tahun 2003 dikemukakan bahwa, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu. </li></ul>
  26. 26. BAB VII PENUTUP <ul><li>Setiap pendidikan selalu berurusan dengan manusia, karena hanya manusia yang dapat dididik dan harus selalu dididik. Untuk memperlancar dan memperoleh mutu yangf sesuai diharapkan diperlukan pengetahuan mengenai ciri-ciri, prinsip-prinsip, dan teori belajar pengetahuan ini penting guna menentukan pendekatan yang sesuai baik dilihat dari bidang keilmuan maupun anak didik sebagai subjek belajar. Jadi tugas guru bukan hanya sekedar menyampaikan informasi,tetapi juga harus melihat sejauh mana terjadi perubahan sikap, agar terlihat adanya peningkatan kualitas pada diri setiap induvidu peserta didik. </li></ul>

×