Mahir matematika 3 untuk kelas xii sma dan ma program bahasa
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Mahir matematika 3 untuk kelas xii sma dan ma program bahasa

on

  • 56,294 views

 

Statistics

Views

Total Views
56,294
Views on SlideShare
56,291
Embed Views
3

Actions

Likes
3
Downloads
1,236
Comments
1

1 Embed 3

https://twitter.com 3

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Mahir matematika 3 untuk kelas xii sma dan ma program bahasa Document Transcript

  • 1. Geri AchmadiDwi GustantiDani Wildan HakimWilli Sutanto
  • 2. Hak Cipta pada Departemen Pendidikan NasionalDilindungi Undang-undangMahirMatematika 3untuk Kelas XII SMA/MA Program BahasaPenulis : Geri Achmadi Dwi Gustanti Dani Wildan Hakim Willi SutantoUkuran Buku : 21 x 29,7 cm 510.07 MAH ACHMADI, Geri m Mahir matematika 3: untuk kelas XII SMA/MA Program Bahasa/ Oleh Geri Achmadi...[et.al]. — Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2007. viii, 106 hlm.: ilus.; 30 cm. Bibliografi: hlm. 106 Indeks. Hlm.105 ISBN 979-462-845-X 1. Matematika-Studi dan Pengajaran I. Judul II. Gustanti, Dwi III. Hakim, Dani Wildan IV. Sutanto, WilliDiterbitkan oleh Pusat PerbukuanDepartemen Pendidikan NasionalTahun 2008Diperbanyak oleh ...
  • 3. Kata Sambutan Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya,Pemerintah, dalam hal ini, Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2007, telah membelihak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis untuk disebarluaskan kepada masyarakat melaluiwebsite Jaringan Pendidikan Nasional. Buku teks pelajaran ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan dan telahditetapkan sebagai buku teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalamproses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2007. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para penulis yang telahberkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untukdigunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik di seluruh Indonesia. Buku-buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen PendidikanNasional tersebut, dapat diunduh (down load), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopioleh masyarakat. Namun, untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harusmemenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Diharapkan bahwa buku teks pelajaranini akan lebih mudah diakses sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia maupunsekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Selanjutnya, kepada para pesertadidik kami ucapkan selamat belajar dan manfaatkanlah buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadaribahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kamiharapkan. Jakarta, 25 Februari 2008 iii
  • 4. Panduan BelajarBuku ini disusun berdasarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar kurikulum, terdiri atas 3 bab, yaituProgram Linear, Matriks, serta Barisan dan Deret. Materi pembelajaran disajikan secara logis, sistematis, danterstruktur dengan bahasa yang mudah dimengerti. Untuk mendukung proses pembelajaran, materi dikemassedemikian rupa sehingga memperhatikan aspek penalaran, pemecahan masalah, keterkaitan, komunikasi, aplikasi,dan pengayaan. Buku ini juga ditata dengan format yang menarik, dilengkapi dengan foto dan ilustrasi sehinggamemperjelas konsep yang sedang dipelajari. Sebaiknya anda mengenal bagian-bagian buku ini terlebih dahulu, yaitu sebagai berikut. 1. Judul Bab 2. Judul-Judul Subbab 5 11 3. Gambar Pembuka Bab 3 6 4. Pengantar Pembelajaran 12 5. Kuis 1 7 8 6. Materi Pembelajaran 2 13 7. Gambar atau Ilustrasi 4 14 8. Contoh Soal dan Jawabannya 9 10 9. Kegiatan 10. Tugas 11. Tes Pemahaman Subbab 19 12. Tes Pemahaman Bab 15 17 13. Evaluasi Semester 14. Evaluasi Akhir Tahun 15. Pembahasan Soal 16. Cobalah 20 18 17. Rangkuman 16 18. Peta Konsep 19. Refleksi Akhir Bab 20. Kunci Jawaban Setelah mengenal bagian-bagian buku ini, perhatikanlah petunjuk mempelajari buku agar siswamudah memahami materi pembelajaran yang terdapat di dalamnya.1. Bacalah Pengantar Pembelajaran setiap bab untuk memberikan gambaran utuh tentang materi yang akan dipelajari dan kegunaannya dalam kehidupan.2. Cobalah kerjakan soal-soal Kuis yang terdapat pada setiap bab. Siswa dapat mengerjakan soal-soal tersebut atau melanjutkan ke materi.3. Pahamilah setiap konsep matematika yang diberikan dengan mengamati dan mendiskusikan Contoh Soal dan jawaban yang diberikan.4. Lakukanlah setiap Tugas dan Kegiatan yang terdapat dalam isi bab untuk memperluas wawasan serta membangun dan memperkuat konsep.5. Evaluasilah hasil belajar siswa dengan mengerjakan soal-soal Tes Pemahaman Subbab, Tes Pemahaman Bab, Evaluasi Semester, dan Evaluasi Akhir Tahun. Jika ada kesulitan, baca dan pahami kembali materi terkait yang telah dipelajari sampai siswa dapat memecahkan soal-soal itu. Untuk mengecek apakah jawaban sudah benar atau belum, Siswa dapat merujuk ke Kunci Jawaban soal-soal terpilih.6. Pelajarilah soal-soal nonrutin dan jawabannya yang terdapat dalam sub-bab Pembahasan Soal yang berguna untuk memperkaya teknik-teknik identifikasi masalah dan pemecahannya dengan menggunakan konsep-konsep yang telah dipelajari. Lanjutkan dengan mengerjakan soal-soal pada sub-bab Cobalah untuk menguji kepiawaian Siswa dalam memecahkan masalah.7. Untuk mengetahui sejauh mana penguasaan siswa terhadap materi dalam suatu bab, isilah Refleksi Akhir Bab pada tiap-tiap akhir bab dengan jujur. Ikuti rekomendasi hasil Uji Ketuntasan Belajar ini sehingga siswa memiliki kompetensi terkait dengan materi yang telah dipelajari. Selamat Belajar. v
  • 5. PrakataMatematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan sains dan teknologi, serta berperanbesar dalam mengembangkan daya pikir manusia. Oleh karena itu, pembelajaran matematika di sekolahmerupakan salah satu pilar penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Keberhasilan prosespembelajaran matematika tentu saja bergantung pada banyak faktor, di antaranya ketersediaan buku-bukubuku-buku pelajaran matematika yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi DasarKurikulum. Buku ini dimaksudkan sebagai panduan belajar siswa dalam mempelajari matematika di sekolah untukmendukung keberhasilan proses belajar mengajar. Tentu saja buku ini akan memperkaya perbendaharaanbuku-buku matematika yang sudah ada. Dengan demikian, penulis berharap buku ini dapat menjadipenunjang yang mendukung tercapainya tujuan umum pendidikan dan pembelajaran matematika. Dalam penulisannya, buku ini mengacu pada dokumen Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasarkurikulum yang berlaku, serta buku-buku referensi tentang matematika, di samping dari pengalamanmengajar di kelas. Sebagai sebuah karya penulisan, tentu saja buku ini tidak lepas dari keterbatasan dankekurangan. Karenanya, penulis mengharapkan kritik yang membangun demi perbaikan dan penyem-purnaan buku ini. Tidak lupa, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, baiklangsung maupun tidak langsung dalam penulisan buku ini. Bandung, Oktober 2007 Penulis vi
  • 6. Daftar IsiKata Sambutan ..................................................................................................... iiiPanduan Belajar ................................................................................................... vPrakata ................................................................................................................ viDaftar isi ............................................................................................................. viiSemester 1Bab 1 Program Linear............................................................ 1 A. Sistem Pertidaksamaan Linear................................................................. 2 B. Program Linear ....................................................................................... 11 Rangkuman ................................................................................................. 24 Peta Konsep ................................................................................................. 25 Tes Pemahaman Bab 1 ................................................................................. 26 Refleksi Akhir Bab ....................................................................................... 30Bab 2 Matriks ....................................................................... 31 A. Definisi dan Jenis-jenis Matriks .............................................................. 32 B. Transpos dan Kesamaan Dua Matriks ..................................................... 37 C. Operasi Aljabar pada Matriks ................................................................. 40 D. Determinan dan Invers Matriks .............................................................. 49 E. Penggunaan Matriks untuk Menyelesaikan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel ................................................... 57 Rangkuman ................................................................................................. 65 Peta Konsep ................................................................................................. 65 Tes Pemahaman Bab 2 ................................................................................. 66 Refleksi Akhir Bab ....................................................................................... 68Evaluasi Semester 1 .............................................................................................. 69 vii
  • 7. Semester 2Bab 3 Barisan dan Deret ........................................................ 73 A. Barisan dan Deret Aritmetika ................................................................. 74 B. Barisan dan Deret Geometri ................................................................... 82 Rangkuman ................................................................................................. 90 Peta Konsep ................................................................................................. 91 Tes Pemahaman Bab 3 ................................................................................. 92 Refleksi Akhir Bab ....................................................................................... 94Evaluasi Semester 2 .............................................................................................. 95Evaluasi Akhir Tahun ........................................................................................... 97Kunci Jawaban ..................................................................................................... 100Daftar Pustaka ...................................................................................................... 106 viii
  • 8. Bab 1 om li.c da me w. : ww er mb SuProgram LinearProgram linear merupakan salah satu bidang matematika terapan A. Sistem Pertidaksamaanyang banyak digunakan untuk memecahkan permasalahan dalamkehidupan sehari-hari. Misalnya, program linear digunakan untuk Linearmembantu pemimpin perusahaan dalam mengambil keputusan B. Program Linearmanajerial. Permasalahan yang berhubungan dengan program linearselalu berhubungan dengan proses mengoptimalkan fungsiobjektif (fungsi tujuan) berdasarkan kondisi-kondisi yangmembatasi. Dalam hal ini, optimalisasi dapat berupa memak-simumkan atau meminimumkan fungsi tujuan. Salah satu contoh penggunaan program linear adalah untukmenyelesaikan permasalahan berikut. Misalnya, membuat medalibagi juara I, II, dan III pada pertandingan bulu tangkis,diperlukan campuran emas dan perak masing-masing denganperbandingan 2 : 1, 1 : 1, dan 1 : 2. Jika setiap juara me-merlukan paling sedikit 20 medali untuk juara I, 15 medaliuntuk juara II, dan 10 medali untuk juara III, tentukanmodel matematika dari masalah program linear tersebut. 1
  • 9. Kuis Cobalah kerjakan soal-soal berikut untuk mengetahui pemahaman Anda mengenai bab ini. 1. Tentukan daerah himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan berikut. 2x + y ≤ 40; x + 2y ≤ 40; x ≥ 0; y ≥ 0 2. Tentukan nilai maksimum P = x + y dan Q = 5x + y, pada sistem pertidaksamaan berikut. x ≥ 0, y ≥ 0, x + 2y ≤ 12 dan 2x + y ≤ 12 A. Sistem Pertidaksamaan Linear 1. Pertidaksamaan Linear Dua Variabel Masih ingatkah Anda dengan konsep pertidaksamaan linear? Di Kelas X, konsep tersebut telah Anda pelajari tentang bentuk dan penyelesaiannya. Di Kelas X pun Anda telah mempelajari persamaan linear dua variabel baik bentuk-bentuknya maupun penyelesaiannya. Pada subbab ini akan dipelajari pertidaksamaan linear dua variabel. dan suatu keuntungan apabila Anda pernah memahami konsep pertidaksamaan linear dan persamaan linear dua variabel. Bentuk pertidaksamaan linear dua variabel sama dengan bentuk pertidaksamaan linear satu variabel, pertidaksamaan linear dua variabel memiliki dua variabel (peubah). Adapun pertidaksamaan linear satu variabel hanya memiliki satu peubah. Begitu pula dengan persamaan linear dua variabel sama dengan pertidaksamaan linear dua variabel, hanya saja berbeda dalam tanda ketidaksamaannya. Pada persamaan linear dua variabel, digunakan tanda hubung “ = ” sedangkan pertidaksamaan linear dua variabel digunakan tanda hubung “ >, <, ≥, atau ≤ “. Definisi Definisi Pertidaksamaan Linear Dua Variabel Pertidaksamaan linear dua variabel adalah kalimat terbuka matematika yang memuat dua variabel, dengan masing-masing variabel berderajat satu dan dihubungkan dengan tanda ketidaksamaan. Tanda ketidaksamaan yang dimaksud adalah >, <, ≥, atau ≤. Bentuk umum pertidaksamaan linear dua variabel sama denganInfo bentuk umum persamaan linear dua variabel. Seperti yang sudah Matematika disinggung sebelumnya, perbedaannya terletak pada tanda ketidaksamaan.Penggunaan simbol ≥ dan ≤, Pada persamaan digunakan tanda “ = ”, sedangkan pada pertidaksamaantelah ada sejak tahun 1631, digunakan tanda “ >, <, ≥, atau ≤ “. Berikut bentuk umum darisetelah karya Artist Analyticae pertidaksamaan linear dua variabel.Praxis. Meskipun Oughtredtelah mengembangkan ax + by > cbeberapa variasi simbol ax + by < cpertidaksamaan pada abad ax + by ≥ cke–18, namun simbol yangpaling umum digunakan ax + by ≤ cadalah simbol yang dibuat Dengan :Harrior. a = koefisien dari x, a ≠ 0 Sumber: Ensiklopedi Matematika b = koefisien dari y, b ≠ 0 c = konstanta a, b, dan c anggota bilangan real. 2 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 10. Anda telah mengenal dan mengetahui definisi serta bentuk umumdari suatu pertidaksamaan linear dua variabel. Sekarang, Anda tentu dapatmembedakan yang manakah di antara pertidaksamaan-pertidaksamaanberikut yang merupakan pertidaksamaan linear dua variabel.1. 2x < 15 4. x2 + 2y ≤ 52. 2x + 3y ≥ 6 5. –x ≥ y + 13. xy + x > 3 Manakah di antara pertidaksamaan-pertidaksamaan tersebut yangmerupakan pertidaksamaan linear dua variabel? Dari ke lima nomorpertidaksamaan tersebut, yang merupakan pertidaksamaan linear dua Tokohvariabel adalah pertidaksamaan nomor 2 dan 5. Pertidaksamaan nomor Matematika1, merupakan pertidaksamaan linear satu variabel. Pertidaksamaannomor 3 bukanlah pertidaksamaan linear dua variabel karena padapertidaksamaan tersebut memuat perkalian variabel. Pertidaksamaannomor 4 juga bukan pertidaksamaan linear dua variabel karena adavariabel yang derajatnya lebih dari satu. Penyelesaian dari suatu pertidaksamaan linear dua variabel berupapasangan terurut (a, b) yang memenuhi pertidaksamaan linear dua variabel.Semua penyelesaian dari pertidaksamaan linear dua variabel disatukandalam suatu himpunan penyelesaian. Himpunan penyelesaian dari suatupertidaksamaan linear dua variabel biasanya disajikan dalam bentuk grafikpada bidang koordinat cartesius. Langkah-langkah yang harus diambil untuk menggambarkan grafikpenyelesaian dari pertidaksamaan linear dua variabel, hampir sama denganlangkah-langkah dalam menggambarkan grafik persamaan linear duavariabel. Contoh Soal 1.1 Gambarlah daerah himpunan penyelesaian pertidaksamaan 3x + 4y ≤ 12, x, y ŒR. Jawab: 3x + 4y ≤12, ganti tanda ketidaksamaan sehingga diperoleh garis 3x + 4y =12. • Titik potong dengan sumbu x, y = 0 3x + 4(0) = 12 ¤ 3x = 12 ¤ x = 4 Program Linear 3
  • 11. • Titik potong dengan sumbu y, x = 0 3(0) + 4y = 12 ¤ 3x = 12 ¤ y = 3 • Titik potong dengan sumbu koordinat di (4, 0) dan (0, 3). Diperoleh grafik 3x + 4y =12. y (0, 3) 3 2 1 (4, 0) x 0 1 2 3 4 3x + 4y =12 Ambil titik uji (0, 0) untuk mendapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan 3x + 4y ≤12 , diperoleh 3(0) + 4(0) ≤ 12 0 ≤ 12 (Benar) Dengan demikian, titik (0, 0) memenuhi pertidaksamaan 3x + 4y ≤ 12 Himpunan penyelesaian pertidaksamaan adalah daerah di bawah garis batas (yang diarsir). y (0, 3) 3 Daerah himpunan penyelesaian 2 3x + 4y ≤ 12 1 (0, 3) (4, 0) x 0 1 2 3 4 Contoh Soal 1.2 Gambarlah daerah himpunan penyelesaian pertidaksamaan 5x + 3y > 15. Jawab: Ganti tanda > pada 5x + 3y > 15 menjadi tanda “ = “ sehingga diperoleh 5x + 3y = 15. Titik potong dengan sumbu x , y = 0 5x + 3 (0) = 15 ¤ 5x = 15 ¤ x = 3 Titik potong dengan sumbu y, x = 0 5 (0) + 3y = 15 ¤ 3y = 15 ¤ y = 5 sehingga diperoleh titik potong dengan sumbu-x dan sumbu-y, masing- masing di titik (3, 0) dan (0, 5). Dengan demikian, grafiknya adalah y 5 4 3 2 1 x 0 1 2 3 5x + 3y = 154 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 12. Ambil titik uji (0, 0) untuk menentukan daerah penyelesaian dari 5x + 3y >15 5 (0) + 3 (0) > 15 0 > 15 tidak memenuhi Oleh karena (0, 0) tidak memenuhi 5x + 3y > 15 maka himpunan penyelesaiannya berada di sebelah kanan kurva. Kurva pertidaksamaan tersebut digambarkan dengan garis putus-putus. y 5 4 Daerah himpunan penyelesaian 3 5x + 3y > 15 2 1 x 0 1 2 3 5x + 3y = 15Tugas 1.1 Buatlah dua buah pertidaksamaan linear dua variabel. Kemudian, tentukan daerah himpunan penyelesaiannya. Mintalah teman Anda untuk memeriksa hasil pekerjaan Anda.2. Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel Pembahasan Soal Dalam himpunan pnyelesaianJika Anda memiliki dua atau lebih pertidaksamaan linear dua variabel, dan pertidaksamaan x ≥ 1, y ≥ 2,pertidaksamaan tersebut saling berkaitan maka terbentuklah suatu sistem. x + y ≤ 6, dan 2x + 3y ≤ 15, nilai minimum dari 3x + 4ySistem inilah yang dinamakan sistem pertidaksamaan linear dua variabel. sama dengan .... a. 9 d. 12Definisi b. 10 e. 13 Definisi Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel c. 11 Sistem pertidaksamaan linear dua variabel adalah suatu sistem yang terdiri Jawab: y atas dua atau lebih pertidaksamaan dan setiap pertidaksamaan tersebut mempunyai dua variabel. Langkah-langkah menentukan daerah) penyelesaian dari sistem (3, 3) pertidaksamaan linear dua variabel sebagai berikut. 2 a. Gambarkan setiap garis dari setiap pertidaksamaan linear dua (4, 2) x variabel yang diberikan dalam sistem pertidaksamaan linear dua 0 1 x + y = 6 2x+3y = 15 variabel. F(x, y) minimum pada x terkecil b. Gunakanlah satu titik uji untuk menentukan daerah yang dan y terkecil yaitu pada titik memenuhi setiap pertidaksamaan linear dua variabel. Gunakan A(1, 2) F(x, y) = 3x + 4y arsiran yang berbeda untuk setiap daerah yang memenuhi F(1, 2) = 3(1) + 4(2) = 11 pertidaksamaan yang berbeda. Jawaban: c c. Tentukan daerah yang memenuhi sistem pertidaksamaan linear, Sumber: UMPTN, 1998 yaitu daerah yang merupakan irisan dari daerah yang memenuhi pertidaksamaan linear dua variabel pada langkah b. Supaya Anda memahami langkah-langkah dalam menentukan daerahpenyelesaian dari sistem pertidaksamaan linear dua variabel, pelajaricontoh soal berikut. Program Linear 5
  • 13. Contoh Soal 1.4 Daerah yang memenuhi sistem pertidaksamaan linear dua variabel x + 2y = 6 3x + 2y = 18 Dalam sistem pertidaksamaan linear dua variabel, Siswa tidak hanyadiminta untuk mencari daerah penyelesaian dari sistem pertidaksamaanlinear dua variabel yang diberikan. Kadang-kadang, siswa juga dimintauntuk membuat persamaan atau pertidaksamaan linear dari yangdiberikan. Tentunya, Anda harus mengingat kembali tentang persamaangaris yang telah dipelajari. Jika garis batas yang akan diberikan pada daerah penyelesaian sistempertidaksamaan linear memotong sumbu koordinat-x dan koordinat-y dititik (b, 0) dan (0, a) maka persamaan garisnya adalah x y atau ax + by = ab + =1 b a Jika garis batas diberikan pada daerah penyelesaian sistempertidaksamaan linear melalui titik (x1, y1) dan (x2, y2) maka persamaangarisnya adalah Dy y 2 y y1 y – y1 = m (x – x1) dengan m = = Dx x 2 x x1 y y1 x x1 = y2 x1 x 2 x1 Program Linear 7
  • 14. Cobalah Contoh Soal 1.5 y Tentukan persamaan garis dari gambar berikut. a. x b. y 4 (1) 2 3 x (–4, –1) x 0 2 y –3 (2) 0 5Tentukan sistempertidaksamaan yang memenuhi Jawab:daerah penyelesaian yangdiarsir pada gambar di atas. a. Berdasarkan gambar tersebut, diketahui bahwa garis memotong sumbu-x Sumber: Ebtanas, 1997 di titik (5, 0) dan memotong sumbu-y di titik (0, 3) sehingga persamaan garisnya adalah ax + by = ab a = 3 dan b = 5 maka 3x + 5y = 5 × 3 3x + 5y = 15 b. Berdasarkan gambar tersebut, diketahui bahwa garis melalui titik (0, –3) dan titik (–4, –1) sehingga persamaan garisnya adalah y y1 x x1 = dengan x1 = 0, x2 = –4, y1 = –3, dan y2 = –1 y 2 x1 x 2 x1 maka ( ) = x -0 y- - -1- ( - ) -4 - 0 y +3 x = -1 + 3 -4 –4(y + 3) = 2x –2y – 6 = x x + 2y = –6 8 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 15. ax + by = ab dengan a = 5 dan b = –3 maka 5x + (–3y) = 5 × (–3) 5x – 3y = –15 Untuk menentukan tanda pertidaksamaannya, gunakan titik uji yang terdapat pada daerah yang diarsir. Ambil titik uji (0, 0). Titik uji (0, 0) terhadap garis 5x – 3y = –15 5x – 3y ... –15 5 (0) – 3 (0) ... –15 0 > –15 (memenuhi) Garis 5x – 3y = –15. Jika digambarkan secara utuh maka pertidaksamaan yang memenuhi daerah penyelesaian tersebut adalah 5x – 3y ≥ –15Contoh Soal 1.7 Daerah yang diarsir pada gambar berikut merupakan grafik himpunan Cobalah penyelesaian dari suatu sistem pertidaksamaan. Tentukan sistem y pertidaksamaan yang dimaksud. (3) y 5 (0, 2) (2) 4 (1) III I 3 II IV V (4, 0) x x 3 5 6 0 (2, 0) I II Pada gambar tersebut Jawab: yang merupakan himpunan Untuk mencari persamaan garisnya (sebelum dicari pertidaksamaannya), penyelesaian sistem Anda dapat mempergunakan rumus yang pertama ataupun kedua karena pertidaksamaan x +2 y ≥ 6, kedua garis memotong sumbu-x dan sumbu-y. 4x + 5y ≤ 20, dan 2x + y ≥ 6, adalah daerah ... Gunakan rumus Sumber: Ebtanas, 1998 ( ) y y1 x x1 y y = atau y y1 = 2 1 x x y y x x x 2 x1 2 1 2 1 • Garis I melalui titik (2, 0) dan (0, 2) maka persamaan garisnya 2-0 y 0 0-2 x- ( ) y = 2 -2 -2 ( ) y = –1 (x –2) y = –x + 2 x+y=2 ...(1) • Garis II melalui titik (4, 0) dan (0, 2) maka persamaan garisnya 2-0 y 0 0-4 x- ( ) y = 2 -4 -4 ( ) y = - 1 2 - ( ) 1 y = - x+2 2 1 x + y = 2 atau x + 2y = 4 ...(2) 2 Program Linear 9
  • 16. Gunakan titik uji yang terdapat pada daerah penyelesaian. Ambil titik uji (3, 0). • Titik uji (3, 0) terhadap garis I (persamaan (1)) x + y ... 2 3 + 0 ... 2 3>2 Jadi, pertidaksamaan linear dua variabelnya adalah x + y ≥ 2 • Titik uji (3, 0) terhadap garis II (persamaan(2)) x + 2y ... 4 3 + 2 (0) ... 4 3<4 Jadi, pertidaksamaan linear dua variabelnya adalah x + 2y ≤ 4. Oleh karena daerah penyelesaian pada gambar tersebut berada di kuadran I maka daerah penyelesaian tersebut memenuhi pertidaksamaan x ≥ 0 dan y ≥ 0. Sistem pertidaksamaan linear dari daerah penyelesaian pada gambar tersebut adalah x+y≥2 x + 2y ≤ 4 x≥0 y≥0 Tes Pemahaman 1.1Kerjakanlah soal-soal berikut di buku latihan Anda.1. Tentukan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan- 3. Tentukan sistem pertidaksamaan linear untuk pertidaksamaan berikut pada bidang koordinat daerah yang diarsir pada bidang koordinat cartesius cartesius. berikut ini. a. x + 3y ≥ 6 e. 12x – 5y ≤ 60 a. y b. x + 4y ≤ 8 f. –4 ≤ x ≤ 0 c. 2x – 3y ≥ 8 g. 3x + 4x ≥ 1.200 3 d. 6x – 5y < 30 h. –2x – 3y < –6.0002. Tentukan daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan 1 linear berikut ini pada bidang koordinat cartesius. a. 2x + y ≤ 6 d. 4x + 4y ≥ 16 x 5 x + 3y ≥ 9 3x + 5y ≥ 15 b. y x≥0 7x + 5y ≤ 35 y≥0 x≥0 y≥0 4 b. x + 2y ≤ 12 e. 4x + 4y ≥ 16 2x + y ≤ 12 3x + 4y ≤ 24 x≥0 7x + 5y ≤ 35 x 3 7 y≥0 x≥0 –1 y≥0 c. x – 4y ≤ 8 f. 2x – 3y ≤ 12 c. y 3x + 4y ≤ 24 x + 3y ≥ 6 x≥0 0≤x≤2 x y≥0 y≥0 –2 4 6 –1 –5 10 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 17. d. y 4. Buatlah 2 contoh sistem pertidaksamaan linear dua variabel. Kemudian, tentukan daerah penyelesaiannya 4 pada bidang koordinat cartesius. 5. Buatlah 2 contoh daerah penyelesaian sistem per- tidaksamaan linear dua variabel (pada koordinat cartesius). Kemudian, tentukanlah sistem per- 2 tidaksamaan linear dua variabel yang memenuhi 1 daerah penyelesaian tersebut. 6. Seorang pemborong pengecatan rumah mempunyai x persediaan 80 kaleng cat berwarna putih dan 60 –2 1 2 kaleng cat berwarna abu-abu. Pemborong tersebut e. mendapat tawaran untuk mengecat ruang tamu dan (1, 4) ruang tidur. Setelah dihitung, ternyata 1 ruang tamu menghabiskan 2 kaleng cat putih dan 1 kaleng cat abu-abu, sedangkan 1 ruang tidur menghabiskan (–2, 2) 1 kaleng cat putih dan 1 kaleng cat abu-abu. Jika banyak ruang tamu x buah dan banyaknya ruang tidur y buah, dapatkah Anda menentukan sistem pertidaksamaan dari permasalahan tersebut? (0, 0) (4, 0)B. Program LinearPada subbab sebelumnya, Anda telah mempelajari mengenai pertidaksamaanlinear dua variabel dan sistem pertidaksamaan linear dua variabel. Konsep yangtelah Anda pelajari tersebut, akan dipergunakan kembali dalam memecahkanmasalah program linear yang akan dipelajari pada subbab ini. Program linear merupakan salah satu bagian dari matematika terapanyang dapat digunakan dalam memecahkan berbagai macam persoalanyang timbul dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum Anda belajar lebih jauhmengenai program linear, terlebih dahulu Anda akan diperkenalkan padamodel matematika berikut.1. Model MatematikaPermasalahan yang Anda hadapi dalam kehidupan sehari-hari adalahmasalah nyata, bukan masalah yang langsung berbentuk angkaataupun hitungan-hitungan matematika. Masalah nyata yang akan Andaselesaikan ataupun dicari solusinya, dapat Anda temukan dalam berbagaibidang. Misalnya, dalam menjalani proses produksi pada suatu perusahaan,pastilah tersedia bahan baku, tenaga kerja, mesin, dan sarana produksilainnya. Seorang pengusaha harus memperhitungkan semua faktor yangada supaya perusahaannya dapat meminimumkan biaya produksi danmemaksimumkan keuntungan yang diperoleh. Program linear dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Akan tetapi, masalah-masalah tersebut terlebih dahuluharus diterjemahkan ke dalam bahasa matematika sampai ke tingkat yangpaling sederhana. Proses menterjemahkan masalah nyata ke dalam bahasamatematika dinamakan pemodelan matematika. Bagan proses pemodelanmatematika dapat digambarkan sebagai berikut. Program Linear 11
  • 18. diterjemahkan Masalah Nyata Bahasa Matematika diinterpretasikan untuk dibuat memecahkan Solusi dari Model Model Matematika Matematika dicari Proses Pemodelan Matematika Supaya memahami proses pemodelan matematika tersebut, pelajarilahPembahasan Soal uraian berikut.Tanah seluas 10.000 m2 akan Misalkan seorang agen sepeda ingin membeli paling banyak 25dibangun rumah tipe A dantipe B. Untuk rumah tipe A buah sepeda untuk persediaan. Ia ingin membeli sepeda model biasadiperlukan 100 m2 dan tipe B dengan harga Rp1.200.000,00/buah dan sepeda model sport denganseluas 75 m2, rumah yang akan harga Rp1.600.000,00/buah. Ia mempunyai modal Rp33.600.000,00. Iadibangun paling banyak 125unit. Keuntungan rumah tipe berharap memperoleh untung Rp200.000,00 untuk setiap sepeda biasaA Rp 6.000.000,00/unit dan dan Rp240.000,00 untuk setiap sepeda sport. Jika Anda diminta untuktipe B Rp 4.000.000,00/unit. memodelkan masalah ini, dengan harapan agen sepeda tersebut men-Keuntungan maksimum yangdapat diperoleh dari penjualan dapatkan keuntungan maksimum, dapatkah Anda membantunya?rumah tersebut adalah .... Untuk memodelkan permasalahan tersebut, langkah pertama dimulaia. Rp550.000.000,00 dengan melakukan pemisalan. Pada permasalahan tersebut, ada 2 modelb. Rp600.000.000,00c. Rp700.000.000,00 sepeda yang ingin dibeli oleh agen, yaitu sepeda biasa dan sepeda sport.d. Rp800.000.000,00 Misalkan banyaknya sepeda biasa yang dibeli adalah x buah dan banyaknyae. Rp900.000.000,00 sepeda sport yang dibeli adalah y buah. Oleh karena keuntungan yangJawab: diharapkan dari sepeda biasa dan sport berturut-turut adalah Rp200.000,00DiketahuiTipe A = x unit (luas tanah dan Rp240.000,00 maka keuntungan yang mungkin diperoleh agen tersebut 100 m2, keuntungan ditentukan oleh z = f(x, y) = 200.000x + 240.000y Rp600.000.000,00) Fungsi z = f(x, y) tersebut dinamakan sebagai fungsi objektif (fungsiTipe B = y unit (luas tanah 75 m2, keuntungan tujuan). Dari permasalahan yang ada, diinginkan untuk memaksimumkan Rp400.000.000,00) keuntungan yang didasarkan pada kondisi-kondisi yang ada (kendala).Persediaan rumah 125 unit, Setiap kendala yang ada, bentuknya berupa pertidaksamaan. Fungsi kendalaluas tanahnya 10.000 m2.Model matematika dari permasalahan agen sepeda tersebut ditentukan sebagai berikut:x ≥ 0, y ≥ 0, x + y ≤ 125, • Banyaknya sepeda yang akan dibeli oleh agen tersebut100x + 75y ≤ 10.000 x + y ≤ 25Dengan bentuk objektif adalah(6.000,00x + 4.000.000y) • Besarnya modal yang dimiliki agen sepeda 1.200.000x + 1.600.000y ≤ 33.600.000 Titik f(x, y) = Sudut 6.000.000x + 4.000.000y 15x + 20y ≤ 42(0, 0) 0 • Banyaknya sepeda yang dibeli tentu tidak mungkin negatif sehingga(100, 0) 600.000.000(25, 100) 550.000.000 nilai x ≥ 0 dan y ≥ 0.(0, 125) 500.000.000 Dengan demikian, terbentuklah model matematika berikut.Jadi, keuntungan maksimum z = f(x, y) = 200.00x + 240.000yhasil penjualan rumah tersebut Tujuannya memaksimumkan fungsi tujuan yang didasarkan pada kondisisebesar Rp600.000.000,00. x + y ≤ 25 Jawaban: b 15x + 20y ≤ 42 Sumber: UAN, 2005 x≥0 y≥012 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 19. Model matematika dari setiap permasalahan program linear secara umum terdiri atas 2 komponen, yaitu: 1. Fungsi tujuan z = f(x, y) = ax + by dan 2. Fungsi kendala (berupa pertidaksamaan linear)Contoh Soal 1.8 Suatu lahan parkir memiliki luas 800 m2 dan hanya mampu menampung Cobalah 64 bus dan mobil. Sebuah mobil menghabiskan tempat 6 m2 dan bus 24 m2. Untuk membuat barang A Biaya parkir Rp1.500,00/mobil dan Rp2.500,00/bus. Pemilik lahan parkir diperlukan 6 jam pada mesin mengharapkan penghasilan yang maksimum. Tentukan model matematika I dan 4 jam pada mesin II. dari permasalahan tersebut. Adapun untuk membuat barang jenis B, memerlukan 2 Jawab: jam pada mesin I dan 8 jam Permasalahan tersebut dapat disusun dalam bentuk tabel seperti berikut. pada mesin II. Kedua mesin tersebut dioperasikan setiap Mobil Bus Maksimum harinya masing-masing tidak lebih dari 18 jam. Setiap hari Banyaknya kendaraan x y 64 dibuat x buah barang A dan y buah barang B. Tentukan Lahan yang dipakai 6 24 800 model matematika dari masalah tersebut. Penghasilan 1.500 2.500 – Sumber: Sipenmaru, 1985 • Keuntungan yang diharapkan, dipenuhi oleh fungsi tujuan berikut. z = f(x, y) = 1.500x + 2.500y • Banyaknya mobil dan bus yang dapat ditampung di lahan parkir tersebut memenuhi pertidaksamaan x + y ≤ 64 • Luas lahan yang dapat dipakai untuk menampung mobil dan bus memenuhi pertidaksamaan 6x + 24y ≤ 800 • Oleh karena x dan y berturut-turut menyatakan banyaknya mobil dan bus, maka x ≥ 0 dan y ≥ 0. Jadi, model matematika dari permasalahan tersebut adalah fungsi tujuan z = f(x, y) = 1.500x + 2.500y dengan fungsi kendala x + y ≤ 64 6x + 24y ≤ 800 x≥0 y≥0Contoh Soal 1.9 Seorang pedagang menjual 2 jenis buah, yaitu semangka dan melon. Tempatnya hanya mampu menampung buah sebanyak 60 kg. Pedagang itu mempunyai modal Rp140.000,00. Harga beli semangka Rp2.500,00/kg dan harga beli melon Rp2.000/kg. Keuntungan yang diperoleh dari penjual semangka Rp 1.500,00/kg dan melon Rp1.250,00/kg. Tentukan model matematika dari permasalahan ini. Jawab: Permasalahan tersebut dapat disusun dalam bentuk tabel seperti Sumber: www.balipost.com berikut. Gambar 1.7 Penjual semangka dan melon Semangka Melon Maksimum Banyaknya buah (kg) x y 60 Pembelian 2.500 2.000 140.000 Keuntungan 1.500 1.250 - Program Linear 13
  • 20. • Keuntungan yang diharapkan, dipenuhi oleh fungsi tujuan berikut. z = f(x, y) = 1.500x + 1.250y • Banyaknya buah semangka dan melon yang dapat ditampung di tempat pedagang tersebut memenuhi pertidaksamaan berikut. x + y ≤ 60 • Banyaknya buah semangka dan melon yang dapat dibeli oleh pedagang memenuhi pertidaksamaan berikut. 2.500x + 2.000y ≤ 140.000 • Oleh karena x dan y berturut-turut menyatakan banyaknya buah semangka dan melon maka x ≥ 0 dan y ≥ 0. Jadi, model matematika dari permasalahan tersebut adalah fungsi tujuan z = f(x, y) = 1.500x + 1.250y dengan fungsi kendala x + y ≤ 60 2.500x + 2.000y ≤ 140.000 x≥0 y≥0CobalahSepuluh tahun yang lalu, umurA dua kali umur B. lima tahun 1kemudian umur A menjadi 1 2kali umur B.Berapa tahun umur A sekarang? 14 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 21. x + y ≤ 602.500x + 2.000y ≤ 140.000x≥0y≥0 Dengan menggunakan konsep sistem pertidaksamaan linear duavariabel, diperoleh daerah penyelesaian seperti pada gambar berikut. y 70 A(0, 60) Gambar 1.8 Grafik himpunan penyelesaian C program linear x + y ≤ 60 2.500x + 2.000y ≤ 140.000 60 x≥0 x 0 B(56, 0) x + y = 60 y≥0 2.500x + 2.000y = 140.000Selanjutnya, cari koordinat titik C yang merupakan perpotongan antaragaris x + y = 60 dan 2.500x + 2.000y = 140.000.Gunakan metode gabungan eliminasi dan substitusix + y = 60 ˙ × 2.000 ˙ 2.000x + 2.000y = 120.000 Pembahasan Soal2.500x + 2.000y = 14.000 ˙ × 1˙ 2.500x + 2.000y = 140.000 – R(2, 5) –500x = –20.000 x = 40 S(0, 3) Q(5, 3)Substitusikan nilai x = 40 ke persamaan x + y = 60 diperoleh 40 + y = 60 0 P(6, 0) y = 60 – 40 Jika segilima OPQRS merupakan y = 20 himpunan penyelesaianJadi, koordinat titik C adalah (40, 20). program linear maka nilai maksimum fungsi tujuan Dari permasalahan ini diketahui koordinat titik sudut daerah penyelesaian x + 3y terletak di titik ....dari sistem tersebut adalah A(0, 60), B(56, 0), C(40, 20) dan O(0, 0). Oleh a. O d. Rkarena tujuan dari permasalahan ini adalah ingin memaksimumkan nilai z b. P e. S c. Qmaka tentukan dari keempat titik tersebut yang membuat nilai z maksimum, Jawab:dengan cara menyubstitusikannya ke fungsi z = f(x, y) = 1.500x + 1.250y. Titik Sudut f(x, y) = x + 3y• Untuk A (0, 60) maka (x, y) z = 1.500(0) + 1.250(60) O(0, 0) P(6, 0) 0 6 + 3(0) = 6 = 75.000 Q(5, 3) 5 + 3(3) = 14 R(2, 5) 2 + 3(5) = 17• Untuk B (56, 0) maka S(0, 3) 0 + 3(3) = 9 z = 1.500(56) + 1.250(0) Jadi, nilai maksimum fungsi = 84.000 tujuan x + 3y adalah 17 yang• Untuk C (40, 20) maka terletak pada titik R. Jawaban: d z = 1.500(40) + 1.250(20) Sumber: Proyek Perintis, 1981 = 85.000• Untuk O (0, 0) maka z = 1.500(0) + 1.250(0) =0Fungsi z maksimum di titik C (40, 20) dengan z = 85.000. Program Linear 15
  • 22. CobalahNilai maksimum darif(x, y)= 10x + 20y dengankendala x ≥ 0, y ≥ 0,x + 4y ≤ 120, x + y ≤ 60 adalah Sumber: SPMB, 2004 Contoh Soal 1.10 Tentukan nilai maksimum f(x, y) = 3x + 4y pada himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan berikut. x + 2y ≤ 10 4x + 3y ≤ 24 x≥0 y≥0 Jawab: Titik potong x + 2y = 10 dan 4x + 3y = 24 dengan sumbu-x dan sumbu-y • x + 2y = 10 memotong sumbu-x di titik (10, 0) x + 2y = 10 memotong sumbu-y di titik (0, 5) • 4x + 3y = 24 memotong sumbu-x di titik (6, 0) 4x + 3y = 24 memotong sumbu-y di titik (0, 8) Grafi k dari sistem pertidaksamaan linear dua variabel beserta penyelesaiannya pada masalah tersebut adalah sebagai berikut. y 8 C 5 B Gambar 1.9 Grafik sistem pertidaksamaan linear dua variabel x + 2y ≤ 10 A O0 x 4x + 3y ≤ 24 6 10 x≥0 4x + 3y = 24 x + 2y = 10 y≥0 Berdasarkan gambar tersebut, Anda dapat mengetahui setiap titik sudut yang terdapat pada daerah himpunan penyelesaian, yaitu O(0, 0), A(6, 0), B, dan C(0, 5). Oleh karena titik B belum diketahui koordinatnya maka Anda terlebih dahulu harus menentukan koordinat titik B. 16 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 23. Titik B merupakan perpotongan garis x + 2y = 10 dan 4x + 3y = 24. Selesaikan kedua persamaan tersebut untuk mendapatkan absis dan ordinat dari titik B, diperoleh x + 2y = 10 ˙ × 4˙ 4x + 8y = 40 4x + 3y = 24 ˙ × 1˙ 4x + 3y = 24 – 5y = 16 16 y= 5 16 Substitusikan nilai y = ke persamaan x + 2y = 10, diperoleh x + 2y = 10 5 Ê 16 ˆ x + 2 Á ˜ = 10 Ë 5¯ 32 x+ = 10 5 32 x = 10 – 5 50 - 32 = 5 18 = 5 Ê 18 16 ˆ Jadi, koordinat titik B adalah Á , ˜ . Ë 5 5¯ Selanjutnya, substitusikan titik-titik sudut dari daerah himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan linear dua variabel ke dalam fungsi tujuan z = f(x, y) = 3x + 4y. Titik sudut f(x, y) = 3x + 4y O(0, 0) 0 A(6, 0) 18 Ê 18 16 ˆ BÁ , ˜ 23,6 Ë 5 5¯ C(0, 5) 20 Jadi, nilai maksimum f(x, y) = 3x + 4y adalah 23,6.Contoh Soal 1.11 Cokelat A yang harganya Rp600,00 per bungkus dijual dengan laba Rp80,00 per bungkus. Cokelat B harganya Rp1.000,00 per bungkus dijual dengan laba Rp125,00 per bungkus. Modal yang dimiliki pedagang adalah Rp300.000,00 dan kotak tempat menjual cokelat mampu memuat 350 bungkus. Tentukan: a. laba maksimum yang dapat diperoleh pedagang, b. banyaknya cokelat A dan cokelat B yang harus dibeli pedagang agar dapat diperoleh laba yang maksimum. Jawab: Misalkan banyaknya cokelat A ada x bungkus dan cokelat B ada y bungkus. Model matematika dari permasalahan tersebut adalah sebagai berikut. Program Linear 17
  • 24. Fungsi Tujuan: z = f(x, y) = 80x + 125y Kendala x + y ≤ 350 600x + 1.000y ≤ 300.000 x≥0 y≥0 Berdasarkan model tersebut, diperoleh daerah himpunan penyelesaian seperti pada gambar berikut. y C (0, 300) 350 B A(350, 0) x 0 500 x + y = 350 600 x + 1000 y = 300.000 Titik B merupakan titik koordinat perpotongan antara kedua garis. Koordinat titik B diperoleh dengan cara menyelesaikan kedua persamaan garis seperti berikut. x + y = 350 ˙ × 1000˙ 1.000 x + 1.000 y = 350.000 600x + 1000y = 300.000 ˙ ×1˙ 600 x + 1.000 y = 300.000 – 400 x = 50.000 x = 125 Substitusi nilai x = 125 ke persamaan x + y = 350, diperoleh x + y = 350 125 + y = 350 y = 350 – 125 y = 225 Jadi, koordinat titik B adalah (125, 225). Titik sudut yang terdapat pada daerah himpunan penyelesaian tersebut adalah O (0, 0), A (350, 0), B(125, 225) dan C (0, 300). Nilai fungsi tujuan dari keempat titik tersebut disajikan pada tabel berikut. Titik Sudut Z = f (x, y) = 80x + 125y O(0, 0) 0 A(350, 0) 28.000 B(125, 225) 38.125 C(0, 300) 37.500 a. Berdasarkan tabel tersebut diketahui bahwa laba maksimum yang dapat diperoleh pedagang adalah Rp38.125,00. b. Laba maksimum diperoleh jika banyaknya cokelat A sebanyak 125 bungkus dan cokelat B sebanyak 225 bungkus.18 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 25. Contoh Soal 1.12 Seorang anak penderita kekurangan gizi diharuskan makan dua jenis tablet vitamin setiap hari. Tablet pertama mengandung 5 unit vitamin A dan 3 unit vitamin B, sedangkan tablet kedua mengandung 10 unit vitamin A dan 1 unit vitamin B. Dalam satu hari, anak itu memerlukan 20 unit vitamin A dan 5 unit vitamin B. Jika harga tablet pertama Rp400,00/biji dan tablet kedua Rp600,00/biji, tentukan pengeluaran minimum untuk pembelian tablet per harinya. Jawab: Permasalahan tersebut dapat disajikan dalam tabel berikut. Tablet 1 Tablet 2 Vitamin A 5 10 Vitamin B 3 1 Misalkan, banyaknya tablet 1 sebanyak x biji dan tablet 2 sebanyak y biji. Model matematika untuk masalah tersebut adalah sebagai berikut. Fungsi tujuan: z = f (x, y) = 400 x + 600 y Kendala: 5x + 10y ≥ 20 3x + y ≥ 5 x≥0 y≥0 Berdasarkan model matematika tersebut, diperoleh daerah himpunan penyelesaiannya seperti pada gambar berikut. y C (0, 5) 2 B Gambar 1.11 x Himpunan penyelesaian 5 A(4, 0) 5x + 10y ≥ 20 3 3x + y ≥ 5 x≥0 5x + 10y =20 y≥0 3x + y = 5 Titik B adalah koordinat titik potong garis 5x + 10y = 20 dan 3x + y = 5. Untuk mendapatkan titik B, cari penyelesaian dari kedua garis tersebut. 5x + 10y = 20 ˙ ×1˙ 5x + 10y = 20 3x + y = 5 ˙ ×10˙ 30x + 10y = 50 – –25x = – 30 x= 6 5 Program Linear 19
  • 26. 6 Substitusikan nilai x = ke persamaan 3x + y = 5, diperoleh 5 Ê 6ˆ 3 Á ˜ +y=5 Ë 5¯ 18 y =5– 5 25 - 18 = 5 7 y = 5 Titik-titik sudut yang terdapat pada daerah himpunan penyelesaian Ê 6 7ˆ tersebut adalah A (4, 0), B Á , ˜ , dan C (0, 5). Nilai fungsi tujuan dari Ë 5 5¯ ketiga titik tersebut disajikan dalam tabel berikut. Titik Sudut Z = f (x, y) = 400x + 600y A(4, 0) 1.600 Ê 6 7ˆ BÁ , ˜ 1.320 Ë 5 5¯ C(0, 5) 3.000 Jadi, nilai minimum untuk fungsi tujuan tersebut adalah 1.320. Artinya, pengeluaran minimum untuk pembelian tablet per harinya Rp1.320,00. Tugas 1.2 Coba Anda cari permasalahan di sekitar Anda yang berhubungan dengan program linear. Buatlah modelnya, kemudian selesaikan. Kemukakan hasilnya di depan kelas Selain metode titik sudut, terdapat metode lain yang digunakanCobalah sebagai alternatif untuk menentukan nilai optimum dari suatu fungsiPedagang teh mempunyai tujuan. Metode alternatif tersebut dikenal sebagai metode garis selidik.lemari yang hanya cukupditempati untuk 40 boks teh. Jika bentuk umum fungsi tujuan dinotasikan dengan f(x, y) = z = ax + byTeh A dibeli dengan harga maka bentuk umum garis selidik dinotasikan denganRP6.000,00 setiap boks dan ax + by = k, dengan k Œ Rteh B dibeli dengan hargaRp8.000,00 setiap boks. Jika Pada dasarnya, metode garis selidik dilakukan dengan cara menggeserpedagang tersebut mempunyai garis selidik secara sejajar ke arah kiri, kanan, atas, atau bawah sampai garismodal Rp300.000,00 untuk tersebut memotong titik-titik sudut daerah himpunan penyelesaian sistempembeli x boks teh A dan yboks teh B, tentukanlah sistem pertidaksamaan linear dua variabel. Untuk fungsi tujuan maksimum, titikpertidaksamaan dari masalah optimum dicapai jika semua himpunan penyelesaian dari kendala-kendalatersebut. sistem pertidaksamaan linear dua variabel berada di bawah atau sebelah Sumber: Ebtanas, 1999 kiri garis selidik. Adapun untuk fungsi tujuan minimum, titik optimum dicapai jika semua himpunan penyelesaian berada di atas atau sebelah kanan garis selidik dengan syarat koefisien y harus positif (b > 0). Jika koefisien y negatif (b < 0), maka berlaku sebaliknya. Secara umum, langkah-langkah dalam menentukan nilai optimum dari masalah program linear dengan fungsi tujuan z = f(x, y)= ax + by, menggunakan metode garis selidik adalah sebagai berikut. 20 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 27. 1. Gambarkan daerah himpunan penyelesaian dari sistem pertidaksamaan linear dua variabel.2. Tentukan fungsi tujuan dari sistem pertidaksamaan linear dua variabel.3. Tentukan persamaan garis selidik4. Untuk mendapatkan nilai maksimum, geser garis selidik secara sejajar ke arah kanan atau atas sampai memotong titik paling jauh dari daerah himpunan penyelesaian. Titik yang paling jauh tersebut merupakan titik yang memaksimumkan fungsi tujuan.5. Untuk mendapatkan nilai minimum, geser garis selidik secara sejajar ke arah kiri atau bawah sampai memotong titik paling dekat dari daerah himpunan penyelesaian. Titik yang paling dekat tersebut merupakan titik yang meminimumkan fungsi tujuan.Untuk mempermudah Anda dalam memahami metode garis selidik,perhatikan gambar berikut. Cobalah y Di sebuah kantin, Sandi dan kawan-kawan membawa Daerah himpunan mangkok bakso dan 6 gelas es penyelesaian A D yang dipesannya, sedangkan Dani dan kawan-kawan membayar tidak lebih dari Rp50.000,00 untuk 8 mangkok B C dan 4 gelas es. Jika kita memesan 5 mangkok bakso x dan 3 gelas es. Tentukanlah, 0 maksimum yang harus kita Garis selidik ax + by = k, b > 0 bayar. Sumber: UM-UGM, 2004 8 C 5 B A O 6 10 Program Linear 21
  • 28. • Fungsi tujuan dari sistem pertidaksamaan linear dua variabel pada masalah tersebut adalah 3x + 4y. • Bentuk umum garis selidik: ax + by = k fi 3x + 4y = 12. y 8 C 5 B A O0 x 6 10 Garis selidik 3x + 4y = 12 Berdasarkan gambar 1.13, garis selidik yang digeser secara sejajar ke kanan atau ke atas, memotong titik terjauh dari himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan linear dua variabel yang diketahui, yaitu titik B. Koordinat titik B setelah dicari adalah Ê 18 16 ˆ BÁ , ˜ Ë 5 5¯ Dengan demikian, nilai optimum fungsi tujuan z = f(x, y) = 3x + 4y dicapai pada titik Ê 18 16 ˆ BÁ , ˜ Ë 5 5¯ z = f(x, y) = 3x + 4y Ê 18 16 ˆ Ê 18 ˆ Ê 16 ˆ f Á , ˜ = 3Á ˜ + 4 Á ˜ Ë 5 5¯ Ë 5¯ Ë 5¯ 54 64 = + 5 5 118 = 5 y 8 C 5 B A O0 x 6 10 Garis selidik 3x + 4y = 1222 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 29. Berdasarkan gambar tersebut, titik O(0, 0) merupakan titik palingdekat dari himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan linear duavariabel yang diberikan. Dengan demikian, nilai minimum fungsi tujuanyang diberikan dicapai pada titik O(0, 0), yaituz = f(x, y) = 3x + 4yf(0, 0) = 3(0) + 4(0) = 0 Jadi, nilai maksimum sistem pertidaksamaan linear dua variabel Ê 18 16 ˆtersebut adalah 23,6 yang dicapai pada titik B Á , ˜ dan nilaiminimum 0 dicapai pada titik O(0, 0) Ë 5 5¯ Program Linear 23
  • 30. Tes Pemahaman 1.2Kerjakanlah soal-soal berikut di buku latihan Anda.1. Apakah yang dimaksud dengan model matematika? 5. Seorang pedagang roti membuat dua jenis roti. Roti Jelaskan dengan menggunakan kata-kata sendiri. jenis A memerlukan 200 gram tepung dan 150 gram2. Apa yang Anda ketahui tentang program linear? mentega. Roti jenis B memerlukan 400 gram tepung3. Harga 1 kg beras Rp6000,00 dan 1 kg gula Rp4500,00. dan 50 gram mentega. Tepung yang tersedia 8 kg Seorang pedagang memiliki modal Rp500.000,00 dan dan mentega yang tersedia 2,25 kg, serta harga jual tempat yang tersedia hanya memuat 1 kuintal. Jika roti jenis A Rp7500,00 per buah dan roti jenis B pedagang tersebut membeli x kg beras dan y kg gula, Rp6000,00 per buah, tentukan: tentukan model dari masalah tersebut. a. Model dari permasalahan tersebut, lengkap4. Tentukan nilai maksimum fungsi tujuan z = 8x + dengan fungsi tujuannya. 6y dengan kendala. b. Daerah himpunan penyelesaian dari sistem 2x + y ≤ 30 persamaan yang ada. x + 2y ≤ 24 c. Pendapatan maksimum yang dapat diperoleh x≥0 oleh pedagang roti tersebut. y≥0 Rangkuman 1. Sistem pertidaksamaan linear dua variabel adalah a. Buat model matematika dari masalah program suatu sistem pertidaksamaan yang terdiri atas dua linear yang diberikan. pertidaksamaan atau lebih dan setiap pertidaksamaan b. Gambarkan grafik-grafik dari setiap tersebut mempunyai dua variabel. pertidaksamaan linear dua variabel yang 2. Daerah penyelesaian suatu sistem pertidaksamaan diberikan. linear dua variabel, diperoleh dari irisan dari c. Tentukan daerah himpunan penyelesaian tiap-tiap pertidaksamaan linear dua variabel yang dari sistem pertidakasamaan linear dua terdapat pada sistem tersebut. variabel yang terdapat pada masalah (irisan 3. Pada umumnya, model matematika dari setiap dari setiap pertidaksamaan linear dua permasalahan program linear, terdiri atas 2 variabel yang diketahui). komponen, yaitu d. Tentukan titik-titik sudut pada daerah a. fungsi tujuan z = f(x, y) = ax + by, himpunan penyelesaiannya. b. fungsi kendala (berupa pertidaksamaan linear). e. Substitusikan titik-titik sudut tersebut ke 4. Langkah-langkah dalam menentukan nilai dalam fungsi tujuan. Ambil nilai yang paling optimum masalah program linear dengan fungsi besar untuk penyelesaian maksimum dan tujuan z = f(x, y) = ax + by menggunakan metode ambil yang paling kecil untuk penyelesaian titik sudut adalah sebagai berikut. minimum. 24 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 31. 5. Langkah-langkah dalam menentukan nilai d. Untuk mendapatkan nilai maksimum, geser optimum masalah program linear dengan fungsi garis selidik secara sejajar ke arah kanan atau tujuan z = f(x, y) = ax + by menggunakan metode atas sampai memotong titik paling jauh dari garis selidik adalah sebagai berikut. daerah himpunan penyelesaian, titik yang a. Gambarkan daerah himpunan penyelesaian paling jauh tersebut merupakan titik yang dari sistem pertidaksamaan linear dua memaksimumkan fungsi tujuan. variabel. e. Untuk mendapatkan nilai minimum, geser b. Tentukan fungsi tujuan dari sistem pertidak- garis selidik secara sejajar ke arah kiri atau samaan linear dua variabel. bawah sampai memotong titik paling dekat c. Tentukan persamaan garis selidik. dari daerah himpunan penyelesaian. Titik yang paling dekat tersebut merupakan titik yang meminimumkan fungsi tujuan.Peta Konsep Program Linear memecahkan masalah Sistem Pertidaksamaan Linear Pertidaksamaan Linear (Fungsi Tujuan, Fungsi kendala) diselesaikan untuk mendapatkan menggunakan Nilai Optimum berupa Metode Metode Titik Sudut Garis Selidik Maksimum Minimum Program Linear 25
  • 32. Tes Pemahaman Bab 1Kerjakanlah di buku latihan Anda.I. Pilihlah satu jawaban yang benar.1. y 4. Himpunan penyelesaian dari sistem pertidaksamaan 2x + y ≤ 40, x + 2y ≤ 40, x ≥ 0, y ≥ 0 terletak pada (0, 4) daerah yang berbentuk .... a. trapesium b. persegipanjang c. segitiga (4, 0) x d. segiempat 0 e. segilima 5. Daerah penyelesaian dari gambar di bawah ini yang Daerah yang diarsir pada gambar tersebut ditunjukkan memenuhi pertidaksamaan adalah .... oleh pertidaksamaan .... a. x + y ≤ 0 d. x – y ≤ 5 2x + 3y ≤ 6 b. x + y ≤ 5 e. x – y ≥ 0 3x + 2y ≥ 6 c. x + y ≥ 5 x≥0 y≥02. y adalah .... (0, 3) y IV (4, 0) V x I II III x Sistem pertidaksamaan yang menunjukkan him- punan penyelesaian dari daerah yang diarsir pada a. I gambar tersebut adalah .... b. II a. 4x + 3y ≤ 12, x ≥ 0, y ≥ 0 c. III b. 4x + 3y ≥ 12, x ≥ 0, y ≥ 0 d. IV c. 3x + 4y ≤ 12, x ≥ 0, y ≥ 0 e. V d. 3x + 4y ≥ 12, x ≤ 0, y ≤ 0 6. Nilai minimum f(x, y) = 2x + 3y untuk x dan y yang e. 3x + 4y ≤ 12, x ≥ 0, y ≥ 0 terdapat pada daerah yang diarsir pada gambar3. y berikut adalah .... y (0, 4) 5 (0, 3) 4 (6, 0) x (4, 0) x Sistem pertidaksamaan yang memenuhi daerah 4 5 himpunan penyelesaian seperti yang ditunjukkan a. 25 pada gambar tersebut adalah .... b. 15 a. x + y ≤ 4, x + 2y ≤ 6, x ≥ 0, y ≥ 0 c. 12 b. x + y ≥ 4, x + 2y ≥ 6, x ≥ 0, y ≥ 0 d. 10 c. x + y ≤ 4, 2x + y ≤ 6, x ≥ 0, y ≥ 0 e. 5 d. x + y ≥ 4, 2x + y ≥ 6, x ≤ 0, y ≤ 0 e. x + y ≤ 4, 2x + y ≤ 6, x ≥ 0, y ≥ 0 26 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 33. 7. Titik-titik pada gambar berikut merupakan 11. Segilima OPQRS merupakan penyelesaian program grafik himpunan penyelesaian suatu sistem linear, fungsi maksimum fungsi tujuan x + 3y pertidaksamaan. terletak di titik .... y R(2, 5) 6 5 S(0, 3) Q(5, 3) 4 3 2 x 1 0 P(6, 0) x 0 1 2 3 4 5 6 a. O d. R b. P e. S Nilai maksimum (3x + 4y) pada himpunan c. Q penyelesaian itu adalah .... a. 12 12. Himpunan penyelesaian pertidaksamaan b. 21 c. 26 4 d. 30 I 3 e. 35 V II 8. Daerah yang diarsir adalah himpunan penyelesaian 1 III dari .... IV 4 6 4 x+y≤4 x + 2y ≤ 6 3 y≥1 Ditunjukkan oleh .... a. I d. IV 2 b. II e. V c. III a. 2x + y ≤ 4, y ≤ 3, x ≥ 0, y ≥ 0 13. Nilai minimum dari bentuk 4x + 3y pada daerah b. 2x + y ≤ 4, x ≤ 3, x ≥ 0, y ≥ 0 penyelesaian sistem pertidaksamaan c. 2x + y ≥ 4, y ≤ 3, x ≥ 0, y ≥ 0 2x + 3y ≥ 9 d. x + 2y ≥ 4, x ≤ 3, x ≥ 0, y ≥ 0 x+y≥4 e. x + 2y ≤ 4, y ≤ 3, x ≥ 0, y ≥ 0 x≥y 9. Nilai maksimum dari f(x, y) = 20x + 30y dengan y≥0 syarat y + x ≤ 40, 3 y + x ≤ 90, x ≥ 0, dan y ≥ 0 adalah .... adalah .... a. 18 d. 13 a. 950 b. 16 e. 12 b. 1000 c. 15 c. 1050 14. Harga per bungkus sabun d. 1100 A Rp2.000,00 dan sabun B e. 1150 Rp1.500,00. Jika pedagang10. Untuk (x, y) yang memenuhi 2x + 5y ≤ 10, 4x + 3y ≤12, hanya mempunyai modal x ≥ 0, y ≥ 0, nilai fungsi z = y – 2x + 2 terletak dalam Rp900.000,00 dan kiosnya selang .... hanya mampu menampung Sumber: www.buzlu.com a. {z˙ 0 ≤ z ≤ 2} 500 bungkus sabun, model b. {z˙ –2 ≤ z ≤ 0} matematika dari permasalahan tersebut adalah .... c. {z˙ –4 ≤ z ≤ 4} a. x + y ≥ 500; 2x + 1,5y ≥ 900; x ≥ 0; y ≥ 0 d. {z˙ 2 ≤ z ≤ 11} b. x + y ≤ 500; 2x + 1,5y ≤ 900; x ≥ 0; y ≥ 0 e. {z˙ 4 ≤ z ≤ 13} c. x + y ≥ 500; 2x + 1,5y ≤ 900; x ≥ 0; y ≥ 0 d. x + y ≥ 500; 2x + 1,5y ≥ 900; x ≤ 0; y ≤ 0 e. x + y ≤ 500; 2x + 1,5y ≥ 900; x ≥ 0; y ≥ 0 Program Linear 27
  • 34. 15. Sebuah pabrik roti mem- a. 250 kg apel saja produksi 120 kaleng roti setiap b. 400 kg pisang saja hari. Roti yang diproduksi c. 179 kg apel dan 200 kg pisang terdiri atas dua jenis. Roti d. 100 kg apel dan 300 kg pisang I diproduksi tidak kurang e. 150 kg apel dan 250 kg pisang dari 30 kaleng dan roti II 50 Sumber: www.pbase.com 18. Untuk dapat diterima di suatu lembaga pendidikan, kaleng. seseorang harus lulus tes matematika dengan nilai Jika roti I dibuat x kaleng dan roti II dibuat y kaleng, tidak kurang dari 7 dan tes biologi dengan nilai tidak maka x dan y harus memenuhi syarat-syarat .... kurang dari 5, sedangkan jumlah nilai matematika a. x ≥ 30; y ≥ 50; x +y ≤ 120 dan biologi tidak kurang dari 13. Seorang calon b. x ≤ 30; y ≥ 50; x +y ≤ 120 dengan jumlah dua kali nilai matematika dan tiga c. x ≤ 30; y ≤ 50; x +y ≤ 120 kali nilai biologi sama dengan 30. Calon itu .... d. x ≤ 30; y ≤ 50; x +y ≥ 120 a. pasti ditolak e. x ≥ 30; y ≥ 50; x +y ≥ 120 b. pasti diterima16. Suatu perusahaan cokelat c. diterima asal nilai matematika lebih dari 9 membuat dua jenis cokelat. d. diterima asal nilai biologi tidak kurang dari 25 Jenis I membutuhkan 100 e. diterima hanya bila nilai biologi 6 gram cokelat murni dan 19. Diketahui P = x + y dan Q = 5x +y, maka nilai 50 gram gula, cokelat jenis maksimum dari P dan Q pada sistem pertidaksamaan II membutuhkan 50 gram Sumber: www.blogsome.com x ≥ 0, y ≥ 0, x + 2y ≤ 12 dan 2x + y ≤ 12 adalah .... cokelat murni dan 75 gram a. 8 dan 30 d. 6 dan 24 gula. Jika tersedia 2 kg cokelat murni dan 1,5 gula b. 6 dan 6 e. 8 dan 24 maka banyak cokelat yang terbanyak dapat dibuat c. 4 dan 6 adalah .... 20. Pesawat penumpang mempunyai tempat duduk 48 a. 20 d. 35 kursi. Setiap penumpang kelas utama boleh membawa b. 25 e. 40 barang di bagasi 60 kg sedang kelas ekonomi 20 kg. c. 30 Pesawat hanya dapat membawa bagasi 1440 kg.17. Seorang penjaja buah-buahan yang menggunakan Hanya tiket kelas utama Rp150.000,00 dan kelas gerobak menjual apel dan pisang. Harga pembelian ekonomi Rp100.000,00. Supaya pendapatan dari apel Rp10000,00 tiap kg dan pisang Rp4000,00 penjual tiket pada saat pesawat penuh mencapai tiap kg. Modalnya hanya Rp2.500.000 dan muatan maksimum, jumlah tempat duduk kelas utama gerobak tidak dapat melebihi 400 kg. Jika keuntungan haruslah .... tiap kg apel 2 kali keuntungan tiap kg pisang, maka a. 12 d. 26 untuk memperoleh keuntungan sebesar mungkin pada b. 20 e. 30 setiap pembelian, pedagang itu harus membeli .... c. 24II. Kerjakan soal-soal berikut.21. Daerah yang diarsir pada gambar berikut 22. Tentukan nilai minimum fungsi tujuan 3x + 5y yang merupakan daerah himpunan penyelesaian dari himpunan penyelesaiannya disajikan pada daerah suatu sistem pertidaksamaan linear. Tentukan sistem terarsir berikut. pertidaksamaan linear yang memenuhi penyelesaian y tersebut. y 25 (4, 6) 15 10 (5, 3) x (1, 2) 10 20 30 x 28 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 35. 23. Tentukan nilai maksimum dari fungsi tujuan 24. Seorang pedagang minyak wangi keliling menjual 2 z = 10x + 5y pada himpunan penyelesaian sistem jenis minyak wangi, yaitu minyak wangi jenis A dan pertidaksamaan yang grafik himpunan penyelesaian jenis B. Harga pembelian minyak wangi jenis A adalah disajikan pada daerah terarsir berikut. Rp10.000,00 dan jenis B adalah Rp15.000. Tas yang y x=7 dipakai hanya mampu memuat 100 botol minyak x=y wangi. Jika keuntungan dari penjulan minyak wangi jenis A adalah Rp 3.000 dan jenis B adalah Rp5.000,00, tentukan banyaknya minyak wangi jenis A dan jenis B yang harus dijual agar keuntungan yang diperoleh pedagang tersebut maksimum. 25. Jumlah dari dua bilangan real tak negatif x dan 2y tidak lebih besar dari pada 10. Jika y + 8 tidak lebih kecil daripada 2x, tentukan nilai maksimum dari 3x + y. 3 x 6 7 9 x+y=9 x + 2y = 6 Program Linear 29
  • 36. Refleksi Akhir BabBerilah tanda √ pada kolom yang sesuai dengan pemahaman Anda mengenai isi bab ini. Setelah mengisinya,Anda akan mengetahui pemahaman Anda mengenai isi bab yang telah dipelajari. Jawaban No Pertanyaan Tidak Sebagian Kecil Sebagian Besar Seluruhnya 1. Apakah Anda dapat mengerjakan soal-soal pada bab ini? 2. Apakah Anda memahami pengertian program linear 3. Apakah Anda memahami cara menggambarkan kendala dalam suatu sistem pertidaksamaan linear dua variabel di bidang cartesius? 4. Apakah Anda memahami permasalahan yang berhubungan dengan pengoptimasian fungsi objektif (fungsi tujuan) berdasarkan kondisi-kondisi yang membatasi? 5. Apakah Anda memahami pengertian model matematika dan dapat menyatakan masalah- masalah dalam soal? 6. Apakah Anda dapat mengerjakan sistem pertidaksamaan yang menunjukkan himpunan penyelesaian dari daerah yang sudah diarsir 7. Apakah Anda melakukan Kegiatan dan mengerjakan Tugas pada bab ini? 8. Apakah Anda memahami cara menentukan penyelesaian sistem per tidaksamaan linear dua variabel? 9. Apakah Anda memahami pengertian pertidaksamaan linear dua variabel dan penyelesaian sistem pertidaksamaan? 10. Apakah Anda berdiskusi dengan teman-teman apabila ada materi- materi, yang belum Anda pahami? 30 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 37. Bab 2 m .co on int dm b a w. ww r: be Su mMatriksPada Kelas X, Anda telah mempelajari cara menyelesaikan sistempersamaan linear dengan menggunakan metode grafik, substitusi, A. Definisi dan Jenis-eliminasi, dan gabungan substitusi-eliminasi. Pada bab ini, akan Jenis Matriksdijelaskan cara lain untuk menyelesaikan sistem persamaan linear, B. Transpos danyaitu dengan menggunakan matriks. Penerapan matriks dalam kehidupan sehari-hari sangatlah Kesamaan Dua Matriksluas, baik di bidang ekonomi, ilmu-ilmu sosial, maupun ilmu- C. Operasi Aljabar padailmu alam. Dengan menggunakan matriks, penyelesaian sistem Matrikspersamaan linear menjadi lebih mudah, khususnya untuk sistem D. Determinan Matrikspersamaan linear dengan dua variabel. Salah satu contoh penggunaan matriks adalah untuk Persegimenyelesaikan permasalahan berikut. Misalnya pada pertandingan E. Penggunaan Matriksbulu tangkis tunggal putra antara Dani dan Firman, data atau untuk Menyelesaikaninformasinya sebagai berikut. Pada set I, Dani dan Firman Sistem Persamaanbermain imbang, namun keberuntungan berpihak pada Danidengan skor kemenangan angka tipis 17-16. Pada set II Firman Linear Dua Variabelmemenangkan pertandingan dengan skor 15-13. Namun, di setIII Firman dikalahkan secara telak dengan skor 15-7. Data-datatersebut dapat disajikan dalam bentuk matriks yang akan Andapelajari pada bab ini. 31
  • 38. Kuis Cobalah kerjakan soal-soal berikut untuk mengetahui pemahaman Anda mengenai bab ini. 1. Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear Ï 2x 2 y = 1 Ì . Ó2 x 3 y = 6 Ï 3x + y = y 2. Jika x dan y memenuhi sistem persamaan Ì , tentukan nilai x + y. Ó5 x 2 y = 16 A. Definisi dan Jenis-jenis Matriks 1. Definisi Matriks Pada saat Anda membaca koran atau majalah, apakah informasi atau data yang Anda peroleh senantiasa selalu berupa teks bacaan yang terdiri atas sederetan kalimat yang membentuk paragraf? Jawabnya pasti tentu saja tidak, karena ada kalanya informasi yang disampaikan oleh koran atau majalah disajikan dalam bentuk sebuah tabel. Hal seperti ini sering Anda temui, tidak hanya sebatas pada koran atau majalah saja. Dalam kehidupan sehari-hari, masih banyak informasi atau data yang ditampilkan dalam bentuk tabel, seperti data rekening listrik atau telepon, klasemen pertandingan olahraga, data perolehan nilai dan absensi siswa, serta harga jual sepeda motor. Sebagai gambaran awal mengenai materi matriks, pelajari uraian berikut ini. Diketahui data hasil penjulan tiket penerbangan tujuan Medan dan Surabaya, dari sebuah agen tiket di Bandung selama empat hari berturut- turut disajikan dalam tabel berikut. Hari ke Tujuan I II III IV Medan 3 4 2 5 Surabaya 7 1 3 2 Pada saat Anda membaca tabel tersebut maka hal pertama yang Anda perhatikan adalah kota tujuan, kemudian banyaknya tiket yang habis terjual untuk masing-masing kota setiap harinya. Data pada tabel tersebut, dapat Anda sederhanakan dengan cara menghilangkan semua keterangan (judul baris dan kolom) pada tabel, dan mengganti tabel dengan kurung siku menjadi bentuk seperti berikut. È3 4 2 5˘ Í ˙ Î7 1 3 2˚ Berdasarkan bentuk tersebut, dapat Anda lihat bahwa data yang terbentuk terdiri atas bilangan-bilangan yang tersusun dalam baris dan kolom. Susunan bilangan seperti inilah yang dinamakan sebagai matriks. Definisi Definisi Matriks Matriks adalah sekelompok bilangan yang disusun menurut baris dan kolom dalam tanda kurung dan berbentuk seperti sebuah persegipanjang.32 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 39. Tanda kurung yang digunakan dalam sebuah matriks dapat berupatanda kurung biasa “( )” atau tanda kurung siku “[ ]”. Selanjutnya, tandakurung yang akan digunakan dalam buku ini adalah tanda kurung siku. Matriks
  • 40. Jawab: a. Matriks H terdiri atas 3 baris. b. Matriks H terdiri atas 4 kolom. c. Ordo matriks H adalah 3 × 4 karena matriks H terdiri atas 3 baris dan 4 kolom. d. h32 artinya elemen matriks H yang terletak pada baris ke-3 dan kolom ke-2 sehingga h32 = 11, h14 artinya elemen matriks H yang terletak pada baris ke-1 dan kolom ke-4 sehingga h14 = 12. e. Matriks H memiliki 12 elemen Contoh Soal 2.3 Tentukan matriks koefisien dari sistem persamaan linear berikut. 2x – 3y = 4 3x – y = –1 –2x + 2y = 2 Jawab: È2 3˘ Matriks koefisien dari sistem persamaan linear tersebut adalah Í 3 Í ˙ 1˙ Í -2 Î 2˙ ˚ Contoh Soal 2.4 Departemen editorial di sebuah penerbit memiliki tenaga kerja yang terdiri atas editor, letter, desainer dan ilustrator seperti yang disajikan pada tabel berikut. Editor Setter Desainer Ilustrator L 56 80 7 16 P 40 32 3 9 a. Tuliskan data tersebut dalam bentuk matriks. b. Tentukan ordo matriks yang terbentuk pada soal a. c. Sebutkan elemen pada: • baris ke-2, • baris ke-1 kolom ke-3. Jawab: a. Bentuk matriks dari tabel tersebut adalah È 56 80 7 16 ˘ Í ˙ Î 40 32 3 9 ˚ b. Ordo matriks tersebut adalah 2 × 4. c. • Elemen pada baris ke-2 adalah 40, 32, 3, dan 9. • Elemen pada baris ke-1 kolom ke-3 adalah 7. 2. Jenis-jenis Matriks Matriks dapat dibedakan menurut jenisnya, antara lain: a) Matriks Nol Suatu matriks dikatakan sebagai matriks nol, jika semua elemennya sama dengan nol. Misalnya,34 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 41. È0 0 0 ˘ È0 0 ˘ Í ˙ Í ˙ , Í0 0 0 ˙ Î0 0 ˚ Í0 0 0 ˙ Î ˚b) Matriks Baris Suatu matriks dikatakan sebagai matriks baris, jika matriks tersebut hanya terdiri atas satu baris, misalnya È1 7 ˘ , È5 -3 2 6 ˘ Î ˚ Î ˚c) Matriks Kolom Suatu matriks dikatakan sebagai matriks kolom, jika matriks tersebut hanya terdiri dari satu kolom. Misalnya, È -3 ˘ È2˘ Í ˙ Í ˙, Í 7 ˙ Î -5 ˚ Í 4 ˙ Î ˚d) Matriks Persegi atau Matriks Kuadrat Suatu matriks dikatakan sebagai matriks persegi atau matriks kuadrat, jika jumlah baris pada matriks tersebut sama dengan jumlah kolomnya. Misalnya, È 3 7 -5 ˘ È 2 3˘ Í ˙ Í ˙, Í 6 3 1˙ Î 4 1 ˚ Í -1 8 -2 ˙ Î ˚ Pada suatu matriks persegi ada yang dinamakan sebagai diagonal utama dan diagonal sekunder. Perhatikan matriks berikut. È a11 a12 a13 ˘ diagonal sekunder Í ˙ Í a21 a22 2 a23 ˙ Í a31 a32 a33 ˙ Î 1 ˚ diagonal utama Komponen-komponen yang terletak pada diagonal utama pada matriks tersebut adalah a11, a22 dan a33 (sesuai dengan arsiran yang berasal dari kiri atas ke kanan bawah). Sebaliknya, komponen- komponen yang terletak pada diagonal sekunder sesuai dengan arsiran yang berasal dari kiri bawah ke kanan atas, dalam hal ini a11, a22, a33.e) Matriks Segitiga Suatu matriks persegi dikatakan sebagai matriks segitiga jika elemen- elemen yang ada di bawah atau di atas diagonal utamanya (salah satu, tidak kedua-duanya) bernilai nol. Jika elemen-elemen yang ada di bawah diagonal utama bernilai nol maka disebut sebagai matriks segitiga atas. Sebaliknya, jika elemen-elemen yang ada di atas diagonal utamanya bernilai nol maka disebut sebagai matriks segitiga bawah. Misalnya, È -5 -1 2 ˘ È 7 0 0˘ Í ˙ Í ˙ Í 0 4 3˙ Í 5 1 0˙ Í 0 0 4˙ Î ˚ Í -4 2 3 ˙ Î 4 ˚ Matriks Segitiga Atas Matriks Segitiga Bawah Matriks 35
  • 42. f ) Matriks Diagonal Suatu matriks persegi dikatakan sebagai matriks diagonal jika elemen- elemen yang ada di bawah dan di atas diagonal utamanya bernilai nol, atau dengan kata lain elemen-elemen selain diagonal utamanya bernilai nol. Misalnya, È -4 0 0 ˘ È -1 0 ˘ Í ˙ Í ˙ , Í 0 2 0˙ Î 0 4˚ Í 0 0 1˙ Î ˚ g) Matriks Skalar Suatu matriks diagonal dikatakan sebagai matriks skalar jika semua elemen-elemen yang terletak pada diagonal utamanya memiliki nilai yang sama, misalnya È5 0 0 ˘ È9 0 ˘ Í ˙ Í ˙ , Í0 5 0 ˙ Î0 9 ˚ Í0 0 5 ˙ Î ˚ h) Matriks Identitas atau Matriks Satuan Suatu matriks skalar dikatakan sebagai matriks identitas jika semua elemen yang terletak pada diagonal utamanya bernilai satu, sehingga matriks identitas disebut juga matriks satuan. Misalnya, È1 0 0 ˘ È1 0 ˘ Í ˙ Í ˙ , Í0 1 0 ˙ Î0 1 ˚ Í0 0 1 ˙ Î ˚ Tugas 2.1 Diskusikan dengan teman sebangku Anda. 1. Apakah matriks persegi merupakan matriks diagonal? Berikan alasannya. 2. Apakah matriks diagonal merupakan matriks persegi? Berikan alasannya. È0 1 ˘ 3. Jika X = Í ˙ , apakah matriks X merupakan matriks identitas? Î1 0 ˚ Berikan alasannya. Tes Pemahaman 2.1Kerjakanlah soal-soal berikut di buku latihan Anda.1. Dengan menggunakan kata-kata sendiri, jelaskan 3. Berikan 2 contoh matriks dengan elemen bilangan apa yang dimaksud dengan: real, yang terdiri atas a. matriks, a. 5 baris dan 3 kolom b. baris dan kolom pada sebuah matriks, b. 1 baris dan 4 kolom c. elemen dari sebuah matriks. 4. Untuk setiap sistem persamaan berikut, tulislah2. Diketahui matriks-matriks berikut. matriks koefisien variabelnya. È -4 0 ˘ a. x + 2y = 8 S = Í1 ˙ dan T = È 0, 2 1 0,1 ˘ 3x + y = 14 Í Í ˙ 2˙ Î -0, 3 0 0, 2 ˚ 0 b. 4x = –6 Í Î2 ˙ ˚ 2x – 3y = 9 Tentukan: c. x + y – z = 4 a. banyaknya baris dan kolom pada matriks S 2x – 3y + 5z = 1 dan T, 2y + 3z = 5 b. elemen-elemen pada baris ke-2 matriks T, c. ordo matriks S dan T, d. S21 dan T23 36 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 43. 5. Diketahui matriks-matriks berikut. Manakah di antara matriks-matriks tersebut yang merupakan È -1 0 ˘ A= Í ˙ D = È 4 -3 5 0 ˘ Î ˚ a. matriks Persegi, Î 0 2˚ b. matriks Skalar, È -4 1 8 ˘ c. matriks Baris, È4˘ Í ˙ B= Í ˙ E = Í -2 -1 -2 ˙ d. matriks Diagonal. Î2˚ Í6 6 0˙ Î ˚ È6 2 3˘ C = Í ˙ Îa b c˚B. Transpos dan Kesamaan Dua MatriksPada Subbab sebelumnya, Anda telah mempelajari matriks mulai daridefinisi sampai jenis-jenisnya. Pada subbab ini akan dibahas transpos darisuatu matriks dan kesamaan dari dua matriks.1. Transpos Suatu MatriksDalam mendapatkan informasi yang berbentuk tabel, kadang-kadangAnda mendapatkan dua tabel yang berbeda namun memiliki makna yangsama. Sebagai ilustrasi, perhatikan contoh berikut. Sebuah lembaga kursus bahasa asing memiliki program kursus BahasaInggris, Bahasa Arab, dan Bahasa Mandarin. Pada lembaga tersebut,jumlah kelas kursus pada setiap program di setiap harinya tidak selalusama. Banyaknya kelas di setiap program kursus dapat disajikan dalamdua tabel berbeda dengan makna sama berikut. Hari Senin Selasa Rabu Kamis Program B. Inggris 6 4 4 2 B. Arab 4 5 4 3 B. Mandarin 3 4 5 8 Program Hari B. Inggris B. Arab B. MAndarin Senin 6 4 3 Selasa 4 5 4 Rabu 4 4 5 Kamis 2 3 8 Secara lebih sederhana, kedua tabel tersebut dapat dituliskan ke dalambentuk matriks berikut. Misalkan untuk tabel pertama dinamakan matriksA dan tabel kedua matriks B. Dengan demikian, bentuk matriks dari keduatabel di atas adalah È6 4 3 ˘ È6 4 4 2 ˘ Í ˙ Í ˙ 4 5 4˙ A = Í 4 5 4 3 ˙ dan B = Í Í4 4 5˙ Í3 4 5 8 ˙ Î ˚ Í ˙ Î2 3 8 ˚ Matriks 37
  • 44. Sekarang, Anda perhatikan setiap elemen pada kedua matriks tersebut, kemudian bandingkan. Kesimpulan apa yang akan didapat? Dengan membandingkan matriks A dan matriks B tersebut, Anda dapat mengetahui bahwa elemen-elemen pada baris pertama matriks A merupakan elemen-elemen pada kolom pertama matriks B. Demikian pula dengan elemen-elemen pada baris kedua dan ketiga matriks A merupakan elemen- elemen pada kolom kedua dan ketiga matriks B. Dengan demikian, matriks B diperoleh dengan cara menuliskan elemen setiap baris pada matriks A menjadi elemen setiap kolom matriks B. Matriks yang diperoleh dengan cara ini dinamakan sebagai matriks transpos. Pembahasan Soal DefinisiMisalkan Misalkan A matriks sebarang. Transpos matriks A adalah matriks B yang Èx + y x ˘ disusun dengan cara menuliskan elemen setiap baris matriks A menjadiA= Í ˙ dan Î y x - y˚ elemen setiap kolom pada matriks B. Transpos dari matriks A dilambangkan È 1 - 1 x˘ 2 dengan B = At (dibaca: A transpos).B= Í ˙ Î -2 y 3 ˚Jika At menyatakan matriks Berdasarkan definisi transpos matriks, jika Anda memiliki matriks Atranspos dari A maka yang berordo m × n maka transpos A, yaitu At memiliki ordo n × m.persamaan At = B dipenuhi jikax = .... Contoh Soal 2.5a. 2 d. –1b. 1 e. –2 Tentukan transpos dari matriks-matriks berikut ini.c. 0 È7 3 2 ˘ È q q2 ˘ Èa ˘Jawab: P= Í ˙ Q = Í 1 ˙ R= Í ˙ Èx + y x ˘ Î 4 0 -1˚ Î q3 q 4 ˚ Î2˚A= Í ˙ maka Î y x - y˚ Jawab: Èx + y y ˘At = Í ˙ È7 4˘ Î x x - y˚ Í ˙ Èq q3 ˘At = B P = Í -3 t 0˙ Qt = Í 1 ˙ Rt Èa 2˘ Î ˚ Í2 1˙ Î q2 q4 ˚ Èx + y y ˘ Î ˚ Í ˙ Î x x - y˚ È 1 - 1 x˘ 2 Contoh Soal 2.6= Í ˙ Î -2 y 3 ˚ Tentukan ordo dari matriks-matriks berikut.Diperoleh x + y = 1 danx = –2y a. D2 × 3 b. W4 × 1 c. H1 × 6Dengan demikian, x + y = 1 Jawab:(–2y) + y = 1 a. D2 × 3 artinya matriks D terdiri atas 2 baris dan 3 kolom. Dengan demikian, –y = 1 y = –1 matriks transposnya terdiri atas 3 baris dan 2 kolom, yaitu D t3 × 2.Untuk y = –1, maka b. W4 × 1 artinya matriks W terdiri atas 4 baris dan 1 kolom. Dengan demikian,x = –2(–1) = 2 matriks transposnya terdiri atas 1 baris dan 4 kolom, yaitu W t1 × 4. Jawaban: a c. H1 × 6 artinya matriks H terdiri atas 1 baris dan 6 kolom. Dengan demikian, Sumber: Sipenmaru, 1988 matriks transposnya terdiri atas 6 baris dan 1 kolom, yaitu H t6 × 1. 2. Kesamaan Dua Matriks Definisi Definisi Kesamaan Dua Matriks Dua buah matriks dikatakan sama jika dan hanya jika keduanya memiliki ordo yang sama dan elemen-elemen yang seletak (bersesuaian) pada kedua matriks tersebut sama. Untuk lebih memahami definisi tersebut, perhatikanlah contoh berikut. 38 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 45. Contoh Soal 2.7 È 2 -1˘ È2 1˘ È2 1 1˘ È2 1˘ = Í ˙ B= Í ˙ C = Í ˙ D= Í ˙ Î3 2 ˚ Î -3 2˚ Î3 2 3˚ Î3 2˚ Tentukan: a. Apakah matriks A = B? b. Apakah matriks A = C? c. Apakah matriks A = D? Jawab: a. Matriks A π matriks B karena ada satu elemen matriks A dan B yang seletak tidak memiliki nilai yang sama, yaitu 3 π –3. b. Matriks A π matriks C karena ordo matriks A tidak sama dengan ordo matriks C, yaitu A2 × 2 C2 × 3. c. Matriks A = matriks D karena matriks A dan matriks D memiliki ordo yang sama dan elemen-elemen yang seletak (bersesuaian) pada matriks A dan matriks D sama. Pembahasan SoalSetelah Anda memahami konsep kesamaan dua matriks maka Anda telah siap È 4 x +2 y 0 ˘ Jika Í ˙untuk menggunakan konsep ini dalam mencari nilai dari suatu elemen matriks Î 2 3 x - 2˚yang tidak diketahui (berupa variabel). Untuk itu contoh berikut. È8 0 ˘ = Í ˙ maka x + y = Î2 7 ˚Contoh Soal 2.8 a. - 15 d. 15 4 4 1. Diketahui matriks-matriks berikut. 21 9 È2 7 ˘ È2 5 ˘ b. - e. 4 A= Í ˙ dan B = Í ˙ 4 9 Î5 4 ˚ Î x 2y ˚ y c. 4 Jika A = Bt, tentukan nilai x dan y. Jawab: Jawab: Berdasarkan kesamaan dua È2 5 ˘ È2 x ˘ matriks diperoleh = Í ˙ Æ B =Í t ˙ 4x + 2y = 8 ... (1) Î x 2y ˚ y Î 5 2y ˚ y 3x – 2 = ... (2) Oleh karena A = Bt maka Dari (2) diperoleh 3x – 2 = 7 È2 7 ˘ È2 x ˘ ˙=Í 3x = 9 Í ˙ Î5 4 ˚ Î5 2 y ˚ x =3 Substitusikan Dengan menggunakan konsep kesamaan dua matriks maka diperoleh: nilai x = 3 ke (2), x = –7 dan 2y = 4 Æ y = 2 diperoleh Jadi, nilai x = –7 dan y = 2 4x + 2y = 8 2. Diketahui matriks-matriks berikut. 22(3 + 2y) = 23 2(3 + 2y) = 3 È 2 x -2 ˘ È4 -2 ˘ 6 + 4y = 3 P=Í ˙ dan R = Í ˙ 4y = –3 Î3 6˚ Î3 x 2 y ˚ 3 y= - Jika P = R, tentukan nilai 2(x + y). 4 3 Jawab: Oleh karena x = 3 dan y = - 4 P=R Ê 3ˆ È2x 2˘ È4 -2 ˘ maka x + y = 3 + Á - ˜ Ë 4¯ Í ˙ = Í ˙ 12 - 3 Î 3 6 ˚ Î 3 x 2y ˚ = 4 Dengan menggunakan konsep kesamaan dua matriks, diperoleh : 9 = 2x = 4 dan x – 2y = 6 4 Dari 2x = 4 diperoleh 9 Jadi, nilai x + y = 4 4 x= Jawaban: c 2 Sumber: UMPTN, 2000 x=2 Matriks 39
  • 46. Substitusikan x = 2 ke x – 2y = 6, diperoleh : 2 – 2y = 6 2 – 6 = 2y 2y = –4 4 y = - = –2 2 Jadi, nilai x = 2 dan y = –2 Dengan demikian, nilai 2(x + y) = 2(2+(–2)) = 2 (0) = 0 Tes Pemahaman 2.2Kerjakanlah soal-soal berikut di buku latihan Anda.1. Dengan menggunakan kata-kata sendiri, jelaskan 5. Tentukan nilai-nilai x, y, dan z dari kesamaan- apa yang dimaksud dengan matriks transpos. kesamaan matriks berikut.2. Tentukan transpos dari matriks-matriks berikut. È x ˘ È -12 ˘ a. Í ˙ = Í ˙ È 5 0˘ È7 0 4˘ S= Í ˙ T = Í ˙ Î2 y ˚ Î 0 ˚ Î -1 7 ˚ Î2 1 3˚ È2x y y ˘ È 8 4˘ b. Í ˙ = Í ˙ È0 8 1 3 ˘ 1˚ Î - x -1˚ Í ˙ Î 2z U = Í 2 1 -5 3 ˙ È x 2 ˘ È6 + x ˘ Í8 2 5 Î 1˙ ˚ c. Í ˙ = Í ˙ Î2 y ˚ Î y + 3˚3. Diketahui matriks-matriks sebagai berikut. È - x -2 2 y - x 2 ˘ È 1 2 -5 ˘ È3 2b ˘ È9 4 ˘ d. Í ˙ = Í ˙ R = Í ˙ dan S= Í ˙ Î -5 1 z - 3 ˚ Î -5 1 x ˚ Î4 5 ˚ Î1 5˚ 6. Transpos dari suatu matriks identitas adalah matriks a. Tentukan transpos dari matriks R. identitas itu sendiri. b. Jika Rt = S, tentukan nilai a dan b. Berikan penjelasan mengenai kebenaran dari4. Buatlah sebuah matriks kolom berordo 1 × 5, pernyataan tersebut. kemudian cari transposnya. Termasuk matriks apakah matriks transposnya? C. Operasi Aljabar pada Matriks Pada subbab sebelumnya, Anda telah mempelajari definisi, jenis, transpos, dan kesamaan dua matriks. Pada subbab ini akan dipelajari operasi aljabar pada matriks. Dengan demikian, pada matriks pun berlaku sifat penjumlahan, pengurangan, ataupun perkalian seperti sama halnya pada bilangan. 1. Penjumlahan Matriks Untuk memudahkan Anda dalam memahami penjumlahan pada matriks, pelajarilah uraian berikut. Di suatu kompleks perumahan terdapat dua kepala keluarga yang bermatapencaharian sebagai seorang floris (pedagang tanaman hias). Beberapa tanaman hias yang sering mereka jual di antaranya adalah eforbia, calladium, dan adenium. Berikut ini adalah persediaan tanaman-tanaman tersebut di kedua pedagang tersebut. Eforbia Calladium Adenium Pedagang A 15 21 2 Pedagang B 12 7 25 40 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 47. Untuk menambah persediaan barang, kedua pedagang tersebutpada hari yang sama melakukan pembelian tanaman-tanaman baru yangjumlahnya disajikan pada tabel berikut. Eforbia Calladium Adenium Pedagang A 20 14 30 Pedagang B 27 23 8 Berapa banyakkah pesediaan ketiga jenis tanaman yang ada di masing-masing pedagang setelah dilakukan pembelian tersebut? Untuk menjawab pertanyaan sangat mudah bagi Anda untukmendapatkan jawabannya. Langkah yang dilakukan adalahmenjumlahkan banyaknya tanaman pada persediaan awal dengantanaman yang dibeli sebagai penambahan persediaan. Tentu saja yangdijumlahkan harus sejenis dan pada pedagang yang sama, misalnya banyaktanaman eforbia yang ada di pedagang A dijumlahkan dengan banyaknyatanaman eforbia yang dibeli oleh pedagang A (yang dijumlahkan harusbersesuaian). Kedua tabel tersebut dapat disederhanakan dan diubah ke dalambentuk matriks. Selanjutnya melakukan pejumlahan matriks, yaitu yangdijumlahkan adalah elemen-elemen yang seletak. Berikut definisi daripenjumlahan matriks.Definisi Definisi Penjumlahan Matriks Jika A dan B adalah dua matriks yang berordo sama maka jumlah dari matriks A dan B (ditulis A + B) adalah sebuah matriks baru yang diperoleh dengan cara menjumlahkan setiap elemen matriks A dengan elemen-elemen matriks B yang seletak (bersesuaian). Kedua tabel pada uraian tersebut jika diubah ke dalam bentuk matriks dandijumlahkan adalah sebagai berikut.È15 21 2 ˘ È 20 14 30 ˘ È15 + 20 21 + 14 2 + 30 ˘Í ˙ + Í ˙ = Í ˙Î12 7 25 ˚ Î 27 23 8 ˚ Î12 + 27 7 + 23 25 + 8 ˚ È 35 35 33 ˘ = Í ˙ Î39 30 33 ˚ Eforbia Calladium Adenium Pedagang A 35 35 33 Pedagang B 39 30 33 Matriks 41
  • 48. Definisi Definisi Pengurangan Matriks Jika A dan B adalah 2 matriks yang berordo sama maka pengurangan matriks A oleh B, ditulis (A – B), adalah matriks baru yang diperoleh dengan cara mengurangkan elemen-elemen matriks A dengan elemen- elemen matriks B yang seletak. Contoh Soal 2.9 Diketahui matriks-matriks berikut. È2 5˘ È1 1˘ È1 6 ˘ È4 1 -3 ˘ D= Í ˙ H= Í ˙ W= Í ˙ S= Í ˙ Î1 6 ˚ Î3 2 ˚ Î8 2 ˚ Î5 2 4˚ Tentukan : a. D + W c. H – S b. W – H d. W + S Jawab: È 2 5 ˘ È1 6 ˘ È 2 + 1 -5 + 6 ˘ È 3 1˘ a. D + W = Í ˙ +Í ˙=Í ˙ = Í ˙ Î 1 6 ˚ Î8 2 ˚ Î1 + 8 6 + 2 ˚ Î9 8 ˚ È1 6 ˘ È1 1˘ È 1 1 6 - (-1)˘ È0 7 ˘ b. W–H = Í ˙–Í ˙ = Í ˙ =Í ˙ Î8 2 ˚ Î 3 2 ˚ Î8 3 2 2 ˚ Î 5 0 ˚ c. H–S Matriks H tidak dapat dikurangi matriks S karena memiliki ordo yang dimiliki masing-masing matriks berbeda. d. W+S Matriks W tidak dapat dijumlahkan dengan matriks S karena ordo yang dimiliki masing-masing matriks berbeda.Kegiatan 2.1Lakukanlah kegiatan berikut bersama teman sebangku Anda.1. Misalkan A, B, dan C adalah matriks-matriks ber- 3. Hitunglah A + (B + C) dan (A + B ) + C. ordo 2 × 2 dengan Apakah A + (B + C) = (A + B) + C? È1 9˘ È5 3 ˘ È8 1˘ 4. Hitunglah A – B dan B – A. A= Í ˙ B= Í ˙ C= Í ˙ Apakah A – B = B – A? Î2 7 ˚ Î8 2 ˚ Î3 2 ˚ Analisis: dari hasil yang Anda peroleh pada langkah2. Hitunglah A + B dan B + A. 2, 3 dan 4, tentukanlah kesimpulan yang dapat Apakah A + B = B + A? Anda ambil mengenai sifat-sifat penjumlahan dan pengurangan matriks. Dari Kegiatan 2.1, diperoleh sifat-sifat penjumlahan dan pengurangan matriks sebagai berikut. Sifat-sifat Penjumlahan dan Pengurangan Matriks Misalkan A, B, dan C matriks-matriks dengan ordo sama maka berlaku sifat-sifat berikut: 1. A + B = B + A (Komutatif ) 2. A + (B + C) = (A + B) + C (Asosiatif ) 3. A – B π B – A (Anti Komutatif ) 42 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 49. Tugas 2.1 Buatlah kelompok yang terdiri atas 4 orang. Kemudian, buatlah dua contoh soal seperti pada Kegiatan 2.1 untuk matriks yang berordo selain 2 × 2 dan selesaikanlah soal-soal tersebut.3. Perkalian Bilangan Real dengan Sebuah MatriksDalam aljabar, perkalian terhadap suatu bilangan merupakan penjumlahanberulang dari bilangan tersebut. Misalnya, perkalian berikut. Catatan2a = a + a Perkalian sebuah skalarka = a + a + ...+ a dengan sebuah matriks, tidak menambah ordo dari matriks sebanyak k buah tersebut.Dalam matriks pun berlaku ketentuan seperti itu. Untuk lebih jelasnya,pelajari uraian berikut. È2 1˘Misalkan H = Í ˙ , tentukan 2H dan –2H. Î0 1˚ È 2 1˘ È 2 1˘• 2H = H + H = Í ˙+ Í ˙ Î0 1 ˚ Î0 1 ˚ È 2 2 -1 ( 1)˘ = Í ˙ Î0 0 1 1 ˚ È 2 2 2 ( 1)˘ =Í ˙ Î2 0 2 1 ˚ Jadi, matriks 2H adalah matriks yang diperoleh dari hasil penjumlahan matriks H dengan matriks H, atau dengan kata lain hasil dari perkalian 2 dengan setiap elemen pada matriks H.• –2H = –H + (–H) = –H – H È 2 1˘ È 2 1˘ =– Í ˙– Í ˙ Î0 1 ˚ Î0 1 ˚ È -2 1 ˘ È -2 1 ˘ = Í ˙ + Í ˙ Î 0 -1˚ Î 0 -1˚ È -2 + (-2) 1 + 1 ˘ È -2 ¥ 2 -2 ¥ ( - 1)˘ = Í ˙= Í ˙ Î 0+0 -1 + (-1)˚ Î -2 ¥ 0 -2 ¥ 1 ˚ Jadi, matriks –2H adalah matriks yang diperoleh dari hasil penjumlahan matriks –H dengan matriks –H, atau dengan kata lain hasil dari perkalian –2 dengan setiap elemen pada matriks H.Berdasarkan uraian tersebut, Anda dapat memperoleh definisi berikut.Definisi Definisi Perkalian Bilangan Real dan Matriks Jika A sebarang matriks, dan k sebarang bilangan real maka kA adalah sebuah matriks baru yang elemen-elemennya diperoleh dari hasil perkalian k dengan setiap elemen matriks A. Dalam aljabar matriks, bilangan real k sering disebut sebagai skalar. Matriks 43
  • 50. Contoh Soal 2.10 Diketahui matriks-matriks berikut. È4 5˘ È 2 0˘ A= Í ˙ B= Í ˙ Î10 2 ˚ Î11 3 ˚ Tentukan: a. 3A dan 5A c. 2(3B) b. 2(A + B) d. –1(A) Jawab: È4 5 ˘ È 3 4 3 ( 5)˘ È12 -15 ˘ a. 3A = 3 Í ˙ =Í ˙=Í ˙ Î10 2 ˚ Î3 10 3 ¥ 2 ˚ Î30 6 ˚ È4 5 ˘ È 5 4 5 ( 5)˘ È 20 -25 ˘ 5A = 5 Í ˙=Í ˙=Í ˙ Î10 2 ˚ Î5 10 5 ¥ 2 ˚ Î 50 10 ˚ ÊÈ 4 5 ˘ È 2 0 ˘ˆ È6 5˘ b. 2(A + B) = 2 Á Í ˙+Í ˙˜ = 2 Í ˙ Ë Î10 2 ˚ Î11 3 ˚¯ Î 21 5 ˚ È 2 6 2 ( 5)˘ =Í ˙ Î 2 21 2 ¥ 5 ˚ È12 -10 ˘ =Í ˙ Î 42 10 ˚ Ê È 2 0 ˘ˆ È 3 2 3 0˘ È 6 0˘ c. 2(3B) = 2 3 Í ˙˜ = 2 Í ˙ =2Í ˙ Ë Î11 3 ˚¯ Î3 11 3 ¥ 3 ˚ Î33 9 ˚ È 2 6 2 0˘ =Í ˙ Î 2 33 2 ¥ 9 ˚ È12 0 ˘ =Í ˙ Î66 18 ˚ È 4 -5 ˘ È– 4 ( )˘ (– d. (–1)A = -1 Í ˙= Í ˙ Î10 2 ˚ Î –1 10 –1 ¥ 2 ˚ È –4 5 ˘ =Í ˙ Î –10 -2 ˚Kegiatan 2.2Lakukan kegiatan berikut bersama teman sebangku Anda. È –5 4 ˘ È0 1˘ 2. Hitunglah aD + bD dan (a + b)D.Misalkan, D = Í ˙ ,H= Í ˙ dan skalar- Apakah aD + bD = (a + b)D? Î7 1˚ Î3 2 ˚ 3. Hitunglah a(bD) dan (ab)D skalar a dan b dengan a = 2 dan b = –1 Apakah a(bD) = (ab)D?1. Hitunglah aD + aH dan a(D + H). Analisis: Dari hasil yang Anda peroleh pada langkah 2, Apakah aD + aH = a(D + H)? 3, dan 4, tentukan kesimpulan yang dapat Anda ambil mengenai sifat-sifat perkalian skalar. Dari Kegiatan 2.2, apakah kesimpulan yang Anda peroleh tentang sifat- sifat perkalian skalar sama seperti yang tertera berikut? 44 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 51. Sifat-Sifat Perkalian Skalar Misalkan a dan b skalar, D dan H matriks sebarang dengan ordo sama, maka berlaku sifat-sifat sebagai berikut 1. aD + aH = a(D + H) 2. aD + bD = (a + b)D 3. a(bD) = (ab)D4. Perkalian MatriksDua buah matriks atau lebih selain dapat dijumlahkan atau dikurangkan,juga dapat dikalikan. Untuk memudahkan Anda dalam memahamiperkalian matriks, pelajari uraian berikut dengan baik. Riki dan Fera membeli alat tulis di koperasi sekolah. Riki membeli 3buah bolpoin dan 2 buku, sedangkan Fera membeli 2 buah bolpoin dan5 buku. Jika harga sebuah bolpoin Rp1.000,00 dan harga sebuah bukuRp2.500,00, berapakah harga belanjaan yang harus dibayar oleh masing-masing siswa tersebut? Permasalahan tersebut dapat disajikan dalam bentuk tabel berikut. Bolpoin Buku Harga Riki 3 2 Bolpoin 1.000 Fera 2 5 Buku 2.500 Penyelesaian dari permasalahan tersebut bisa diselesaikan denganmenggunakan aljabar biasa atau menggunakan matriks. Dalam hal ini,permasalahan tersebut akan diselesaikan menggunakan matriks, sebagaipengantar untuk memahami perkalian matriks yang akan Anda pelajari. Langkah pertama adalah menuliskan model dari masalah tersebutmenjadi bentuk matriks, sehingga diperoleh:• Data banyaknya bolpoin dan buku yang dibeli oleh Riki dan Fera (dinyatakan oleh matriks P), yaitu È3 2˘ P=Í ˙ Î2 5˚• Data harga bolpoin dan buku (dinyatakan oleh matriks Q), yaitu È1.000 ˘ Q=Í ˙ Î 2.500 ˚ Elemen baris pertama dan kolom pertama matriks P menyatakanbanyaknya bolpoin yang dibeli Riki, sedangkan elemen baris pertama dankolom pertama matriks Q menyatakan harga bolpoin. Dengan demikian,untuk mengetahui harga beli semua bolpoin yang dibeli Riki adalah dengancara mengalikan elemen baris pertama kolom pertama matriks P denganelemen baris pertama kolom pertama matriks Q. Dalam hal ini, (3)(1.000).Begitu pula untuk harga beli buku yang dibeli Riki, yaitu dengan caramengalikan elemen baris pertama kolom kedua matriks P dengan elemenbaris kedua kolom pertama matriks Q, dalam hal ini (2)(2.500). Hargabelanjaan yang dibayar Riki adalah penjumlahan dari hasil kali tadi, yaitu(3)(1.000) + (2)(2.500) = 3.000 + 5.000 = 8.000. Jadi, harga belanjaan RikiRp8.000,00. Tentukan harga belanjaan yang harus dibayar oleh Fera? Matriks 45
  • 52. Dari uraian tersebut, dapat Anda ketahui bahwa untuk mendapatkan besarnya harga belanjaan kedua siswa tersebut adalah dengan cara mengalikan matriks P dan Q, sebagai berikut È ˘ È1.000 ˘ È ( .000) (2 2. .000 ) ˘ È 8.000 ˘ PQ = Í ˙Í ˙ = Í( ˙= Í ˙ Î 2 5 ˚ Î 2.500 ˚ Î .000) (5 2. )˚ Î16.500 ˚ Perkalian tersebut dinamakan perkalian matriks. Ketentuan yang harus Anda ingat, yaitu perkalian dua matriks bisa dilakukan apabila banyaknya kolom pengali (matriks pertama yaitu P) sama dengan banyaknya baris matriks yang dikalikan (matriks kedua yaitu Q). Dari uraian diketahui bahwa ordo P2 × 2 dan Q 2 × 1 dan hasil kalinya berordo 2 × 1.Catatan P × Q = R ordo hasilJika matriks A dapat dikalikandengan matriks B, belum tentu (2 × 2) (2 × 1) = (2 × 1)matriks B dapat dikalikandengan matriks A sama Secara umum, jika matriks P berordo m × p dan matriks Q berordo p × n maka matriks hasil kali PQ berordo m × n. Definisi Definisi Perkalian Matriks Dua buah matriks A dan B dapat dikalikan (ditulis AB) jika banyak kolom pada matriks A sama dengan banyak baris pada matriks B. Elemen-elemen pada matriks AB diperoleh dari penjumlahan hasil kali elemen baris pada matriks A dengan elemen kolom pada matriks B. Contoh Soal 2.11 Diketahui matriks-matriks berikut. È -1 0 ˘ È -3 2 ˘ È2 5 -1˘ P= Í ˙ Q= Í ˙ R= Í ˙ Î 2 1˚ Î 5 7˚ Î4 3 0˚ Tentukan: a. PQ b. QR c. RP Jawab: È -1 0 ˘ È -3 2 ˘ a. PQ = Í ˙Í ˙ Î 2 1˚ Î 5 7 ˚ È( (-3)) + ( ( ) ( )+( )˘ È 3 2˘ =Í ˙=Í ˙ Î ( (-3)) + ( ( ) (2 ¥ 2) + (1 ¥ 7 ) ˚ Î -1 11 ˚ È -3 2 ˘ È 2 5 -1˘ b. QR = Í ˙Í ˙ Î 5 7 ˚ Î 4 -3 0 ˚ È( ) + ( 4) ( ) + ( (-3)) ( ( (-1) (0)˘ ( =Í ˙ Î (5 ¥ 2) (7 ¥ 4) (5 ¥ 5) (7 ¥ ( 3)) (5 ¥ ( 1)) 7(0) ˚ È2 21 3˘ =Í ˙ Î38 4 5˚ c. RP = Hasil kali matriks R dan matriks P tidak dapat dicari karena matriks R tidak dapat dikalikan dengan matriks P (banyak kolom matriks R tidak sama dengan banyak baris matriks P). 46 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 53. Contoh Soal 2.12 Diketahui matriks-matriks berikut. Pembahasan Soal È2 5˘ È -3 2 ˘ È 4 1˘ Diketahui matriks A dan matriks B A= Í ˙,B= Í ˙,C= Í ˙ berordo 2 × 2. Î1 0 ˚ Î 1 1˚ Î7 2 ˚ Harga (A + B)2 adalah .... Tentukan: a. A2 + 2A·B + B2 a. AB c. A(BC) b. A2 + A·B + A·B + B2 c. A·A + 2A·B + B·B b. BA d. (AB)C d. A(A + B) + B(A + B) Jawab: e. A2 + 2B·A + B2 È 2 5 ˘ È -3 2 ˘ Jawab: a. AB = Í ˙Í ˙ (A + B)2 = (A + B)(A + B) Î1 0 ˚ Î 1 1˚ = A(A + B) + B(A + B) È( ( )) (-5 1) (2 ¥ 2) + ( - 5 ¥ 1)˘ È -11 -1˘ ) (2 = A·A + B·B + B·A + B·B = Í ˙ = Í ˙ = A2 + A·B + B·A + B2 Î ( ( 3)) + ( ) (1 ¥ 2) + (0 ¥ 1) ˚ Î -3 2 ˚ Oleh karena pada perkalian matriks tidak berlaku sifat È -3 2 ˘ È 2 5˘ komutatif AB ≠ BA maka harga b. BA = Í ˙Í ˙ (A + B)2 = A(A + B) + B(A + B) Î 1 1˚ Î1 0˚ Jawaban: d È( )+( ) ( ( )) (2 ¥ 0)˘ È -4 15 ˘ ) = Í ˙ = Í ˙ Sumber: Sipenmaru, 1984 Î ( )+( ) ( ¥ ( - 5)) (1 0) ˚ Î 3 -5 ˚ (1 c. A(BC) È -3 2 ˘ È 4 1˘ BC = Í ˙Í ˙ Î 1 1˚ Î7 2˚ È( 4) + ( (-3 ¥ ( - 1)) + (2 ¥ 2)˘ È 2 7 ˘ ( = Í ˙ = Í ˙ Î ( 4) + ( (1 ¥ (-1)) (1 2) ˚ Î11 1 ˚ È2 5˘ È 2 7 ˘ A(BC) = Í ˙Í ˙ Î 1 0 ˚ Î11 1 ˚ È( )+( ) ( ) ( )˘ È -51 9 ˘ = Í ˙ = Í ˙ Î( )+( ) ( )+( ) ˚ Î 2 7˚ È -11 -1˘ È 4 1˘ d. (AB)C = Í ˙ Í ˙ Î -3 2 ˚ Î 7 2 ˚ È( 4) + ( 1 ) ( (-1) (-1 ¥ 2)˘ ( = Í ˙ Î ( 4) + ( ) (-3 ¥ (-1)) + (2 ¥ 2) ˚ È -51 9 ˘ = Í ˙ Î 2 7˚Dari Contoh Soal 2.12, diketahui beberapa sifat dari perkalian matriksselain sifat-sifat lainnya. Sifat-Sifat Perkalian Matriks 1. AB π BA Tidak komutatif 2. A(BC) = (AB)C Asosiatif 3. A(B + C) = AB + AC Distributif 4. (A + B)C = AC + BC Distributif 5. k(AB) = kA(B) = A(kB) Asosiatif 6. IA = AI = A Perkalian dengan Identitas 7. (AB)t = BtAt 8. (BA)t = AtBt Matriks 47
  • 54. 5. Perpangkatan Matriks Persegi Di Kelas X Anda telah mengenal perpangkatan suatu bilangan ataupunCobalah perpangkatan suatu variabel. Perpangkatan adalah perkalian berulang dariJika diketahui bilangan atau variabel tersebut sebanyak bilangan pangkatnya. Ê 4 x - 2ˆ Ê -6 8 ˆ A=Á + Misalkan, Ë3 2 ˜ Á -11 -6˜ ¯ Ë ¯ 22 = 2 × 2 atau a2 = a × a Ê 3 1 ˆ Ê 0 3ˆ = 2Á + 2 =2×2 3 2 a3 = a × a2 Ë -2 4 ˜ Á -1 1˜ ¯ Ë ¯ dan seterusnya. dan seterusnya.tentukanlah nilai x. Pada matriks pun berlaku aturan seperti itu. Sumber: UMPTN, 1998 Misalkan A adalah matriks persegi dengan ordo n × n maka bentuk pangkat dari matriks A didefinisikan sebagai berikut. A2 = A × A A3 = A × A2 = A × A × A An = A × An – 1 = A × A × A ... × A Sebanyak n buah Pembahasan Soal Contoh Soal 2.13 È1 0 ˘ Diketahui matriksJika A = Í ˙ dan I Î2 3 ˚ È1 2 ˘ A= Í ˙matriks satuan ordo dua makaA2 – 2A + 1 = .... Î0 1˚ È4 0 ˘ È0 0 ˘ a. Tentukan A2 dan A3a. Í ˙ d. Í ˙ b. Tentukan 2A3 – 3A2 Î0 4 ˚ Î4 4 ˚ È0 0 ˘ È2 0 ˘ Jawab:b. Í ˙ e. Í ˙ Î3 4 ˚ Î4 4 ˚ È1 2 ˘ È1 2 ˘ È1 0 ˘ a. A2 = A × A = Í ˙Í ˙ =Í ˙ È1 0 ˘ Î0 1˚ Î0 1˚ Î0 1 ˚c. Í ˙ Î3 4 ˚ È1 2 ˘ È1 0 ˘ È1 2 ˘Jawab: A3 = A × A2 = Í ˙Í ˙ =Í ˙A2 = A · A Î 0 1˚ Î0 1 ˚ Î0 1˚ È1 0 ˘ È1 0 ˘ = Í ˙Í ˙ È1 2˘ È1 0 ˘ Î2 3 ˚ Î2 3 ˚ b. 2A3 – 3A2 = 2 Í ˙ –3Í ˙ È1 0 ˘ Î0 1˚ Î0 1 ˚ = Í ˙ Î8 9 ˚ È2 4 ˘ È3 0 ˘ =Í ˙ –Í ˙I matriks satuan ordo dua. È1 0 ˘ Î0 2 ˚ Î0 3 ˚Berarti I = Í ˙ È -1 4 ˘ Î0 1 ˚ =Í ˙ Î 0 -5 ˚ 2A – 2A + I È1 0 ˘ È1 0 ˘ È1 0˘= Í ˙ –2 Í ˙+Í ˙ Î8 9 ˚ Î2 3 ˚ Î 0 1˚ È1 0 ˘ È 2 0 ˘ È1 0˘ Contoh Soal 2.14= Í ˙–Í ˙+Í ˙ Î8 9 ˚ Î 4 6 ˚ Î0 1˚ Diketahui matriks-matris È0 0 ˘ È 2 1˘ È 2x y ˘= Í ˙ B= Í ˙ dan D = Í ˙ Î4 4 ˚ Î4 3 ˚ Î- z w ˚ Jawaban: d Tentukan nilai-nilai w, x, y dan z yang memenuhi persamaan 2B2 = 3D. Sumber: UMPTN, 1993 Jawab: 2B2 = 3D 2 B × B = 3D 48 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 55. È2 1˘ È 2 1˘ È 2x y ˘ 2Í ˙Í ˙ =3Í ˙ Î4 3 ˚ Î4 3 ˚ Î- z w ˚ È0 5˘ È 6 x 3 y ˘ 2Í ˙=Í ˙ Î 20 5 ˚ Î -3 3w ˚ È0 10 ˘ È 6 x 3 y ˘ Í ˙ =Í ˙ Î 40 10 ˚ Î -3 3w ˚ Dengan memperhatikan elemen-elemen matriks yang seletak, diperoleh 6x = 0 ¤ x = 0 3y = –10 ¤ y = – 10 3 –3z = 40 ¤ z = – 40 3 10 3w = 10 ¤ w = 3 Nilai w, x, y dan z yang memenuhi persamaan 2B2 = 3D adalah 10 10 40 w= , x = 0, y = – dan z = – . 3 3 3 Tes Pemahaman 2.3Kerjakanlah soal-soal berikut di buku latihan Anda.1. Carilah hasil operasi matriks berikut. 3. Carilah nilai w, x, y, dan z pada persamaan berikut. È x 2 ˘ È -1 w ˘ È8 -7 ˘ È -5 3 ˘ È 4 0 ˘ 3 Í ˙ + Í ˙ = Í ˙ a. Í ˙ + Í ˙ Î 5 4 ˚ Î y 2 ˚ Î1 z ˚ Î 4 -2 ˚ Î -7 11˚ 4. Diketahui matriks-matriks È5 3 -5 ˘ È 3 4 1˘ b. Í ˙ –Í ˙ È -1 3 ˘ È 2 1˘ È3 1˘ A= Í ˙,B= Í ˙ , dan C = Í ˙ Î2 7 9 ˚ Î2 5 0˚ Î 2 0˚ Î -1 2 ˚ Î -2 2 ˚ È3˘ È -2 ˘ Tentukan nilai : c. 2 Í ˙ +3 Í ˙ a. A · B d. BtAt Î -5 ˚ Î4˚ b. (B + C)A e. A(BC) È2 1˘ È 1 ˘ c. (3A)(2B) d. Í ˙ Í ˙ Î3 0 ˚ Î2˚ 5. Diketahui matriks-matriks È 1 1˘ È1 2 ˘ È -1 0 ˘2. Carilah matriks X, yang memenuhi P= Í ˙, Q = Í ˙ dan R = Í ˙ Î2 0 ˚ Î 2 -1˚ Î 1 1˚ È -2 5 ˘ È -4 5 ˘ Tentukan nilai: 4Í ˙ +2X=7 Í ˙ Î 3 4˚ Î 2 -1˚ a. 2P + Q2 – 3R c. P2 – Q2 b. (P – Q)(P + Q) d. (P – Q)(P + Q) = P2 + Q2D. Determinan dan Invers MatriksPengalaman mempelajari subbab sebelumnya akan dipergunakan dalammempelajari determinan dan invers matriks pada subbab ini.1. Determinan Matriks PersegiPada bagian sebelumnya, Anda telah mengenal matriks persegi, yaitumatriks yang banyak barisnya sama dengan banyak kolomnya. Pembahasanmateri determinan matriks persegi yang dibahas di buku ini dibatasi hanyasampai matriks 3 × 3. Matriks 49
  • 56. a. Determinan Matriks 2 × 2 Matriks berordo 2 × 2 yang terdiri atas dua baris dan dua kolom. Pada bagian ini akan dibahas determinan dari suatu matriks berordo 2 × 2. Misalkan A Èa b ˘ adalah matriks persegi ordo 2 × 2 dengan bentuk A = Í ˙. Îc d ˚ Definisi Determinan matriks A di definisikan sebagai selisih antara perkalian elemen- elemen pada diagonal utama dengan perkalian elemen-elemen pada diagonal sekunder. Determinan dari matriks A dinotasikan dengan det A atau |A|. Nilai dari determinan suatu matriks berupa bilangan real. Berdasarkan definisi determinan suatu matriks, Anda bisa mencari nilai determinan dari matriks A, yaitu: diagonal sekunder Èa b ˘ det A = |A| = Í ˙ = a × d – b × c = ad – bc Î c d ˚ diagonal utama Contoh Soal 2.15 Tentukan nilai determinan dari matriks-matriks berikut È 2 3˘ È3 2˘ È -2 3z ˘ P= Í ˙ Q= Í ˙ R= Í ˙ Î 1 0˚ Îa 1˚ Î -10 y - y ˚ Jawab: -2 3 det P = = (–2 × 0) – (1 × 3) = 0 – 3 = –3 1 0 3 2 det Q = = (3a × 1) – (a × (–2)) = 3a + 2a = 5a a 1 -2 3z det R = = (–2z × (–y)) – (–10y × 3z) = 2yz + 30yz = 32yz -10 y -y Contoh Soal 2.16 È 2a 10 4 ˘ Diketahui matriks A = Í ˙. Î -3 a˚ Hitunglah nilai-nilai a yang memenuhi det A = 0. Jawab: det A = 0 2a 10 4 det A = = ((2a – 10) × a) – (–3 × 4) = 2a2 – 10a + 12 -3 a Oleh karena det A = 0 maka 2a2 – 10a + 12 = 0 1 a2 – 5a + 6 = 0 kedua ruas dikali (a – 2)(a – 3) = 0 2 a – 2 = 0 atau a – 3 = 0 a = 2 atau a = 3 Jadi, nilai a yang memenuhi det A = 0 adalah 2 dan 3.50 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 57. b. Determinan Matriks 3 × 3 CobalahPada bagian ini, Anda akan mempelajari determinan mariks berordo 3 × 3. Èt - 2 -3 ˘Misalkan A matriks persegi berordo 3 × 3 dengan bentuk Jika det Í ˙ = 0, Î -4 t - 1 ˚ È a11 a12 a13 ˘ tentukan nilai t yang memenuhiA = Í a21 a22 a23 ˙ Í ˙ persamaan tersebut. Í a31 a32 a33 ˙ Î ˚ Untuk mencari determinan dari matriks persegi berordo 3 × 3, akandigunakan suatu metode yang dinamakan metode Sarrus. Adapun langkah-langkah yang harus Anda lakukan untuk mencari determinan matriksberordo 3 × 3 dengan metode Sarrus adalah sebagai berikut:1. Salin kembali kolom pertama dan kolom kedua matriks A di sebelah kanan tanda determinan.2. Hitunglah jumlah hasil kali elemen-elemen pada diagonal utama dan diagonal lain yang sejajar dengan diagonal utama (lihat gambar). Nyatakan jumlah hasil kali tersebut dengan Du a11 a12 a13 a11 a12 a21 a22 a23 a21 a22 a31 a32 a33 a31 a32 Du = a11 a22 a33 + a12 a23 a31 + a13 a21 a323. Hitunglah jumlah hasil kali elemen-elemen pada diagonal sekunder dan diagonal lain yang sejajar dengan diagonal sekunder (lihar gambar). Nyatakan jumlah hasil harga tersebut dengan Ds. a11 a12 a13 a11 a12 a21 a22 a23 a21 a22 a31 a32 a33 a31 a32 Ds = a31 a22 a13 + a32 a23 a31 + a33 a21 a124. Sesuai dengan definisi determinan matriks maka determinan dari matriks A adalah selisih antara Du dan Ds yaitu Du – Ds. a11 a12 a13 a11 a12 det A = a21 a22 a23 a21 a22 a31 a32 a33 a31 a32 = (a11 a22 a33 + a12 a23 a31 + a13 a21 a32) – (a31 a22 a13 + a32 a23 a31 + a33 a21 a12)Contoh Soal 2.17 È -3 4 2 ˘ Diketahui matriks A = Í 2 1 3 ˙ . Tentukan nilai determinan matriks A. Í ˙ Jawab: Í 1 0 -1˙ Î ˚ -3 4 2 -3 4 det A = 2 1 3 2 1 1 0 -1 1 0 = [(–3 × 1 × (–1)) + (4 × 3 × 1) + (2 × 2 × 0)] – [(1 × 1 × 2) + (0 × 3 × (–3)) + (–1 × 2 × 4)] = (3 + 12 + 0) – (2 + 0 – 8) = 21 Jadi, nilai determinan matriks A adalah 21. Matriks 51
  • 58. 2. Invers Matriks Persegi Pada bagian D.1, Anda telah mempelajari determinan dari suatu matriks persegi. Konsep determinan tersebut akan dipergunakan untuk mencari invers dari suatu matriks. Pembahasan dibatasi hanya untuk matriks persegi ordo 2 × 2. Ketika di SMP, Anda telah mempelajari operasi hitung pada bilangan. Pada saat mempelajari konsep tersebut, Anda dikenalkan dengan istilah invers (kebalikan) bilangan. Suatu bilangan jika dikalikan dengan inversnya akan menghasilkan unsur identitas. Senada dengan hal tersebut, dalam aljabar matriks pun berlaku ketentuan seperti itu. Ketika Anda mengalikan suatu matriks dengan matriks inversnya, akan dihasilkan identitas, yang dalam hal ini adalah matriks identitas. Sebagai ilustrasi bagi Anda, perhatikanlah perkalian matriks-matriks berikut. È -3 -1˘ È -2 -1˘ • Misalkan A = Í ˙ dan B = Í ˙ maka Î5 2˚ Î5 3˚ È -3 -1˘ È -2 -1˘ AB = Í ˙Í ˙ Î 5 2 ˚Î 5 3 ˚ È 6 5 3 3˘ = Í ˙ Î -10 + 10 -5 6 ˚ 5 È1 0 ˘ = Í ˙ = I2 Î0 1 ˚ Perkalian AB menghasilkan I2 (matriks identitas berordo 2 × 2) È -7 2 ˘ È1 2 ˘ • Misalkan P = Í ˙ dan Q = Í ˙ maka Î 4 1˚ Î4 7 ˚ È -7 2 ˘ È 1 -2 ˘ PQ = Í ˙Í ˙ Î -4 1 ˚ Î 4 -7 ˚ È -7 + 8 14 - 14 ˘ È 1 0 ˘ = Í ˙= Í ˙ = I2 Î -4 + 4 8 - 7 ˚ Î0 1 ˚ Perkalian PQ menghasilkan I2. Berdasarkan perkalian-perkalian tersebut, ada hal yang harus Anda ingat, yaitu perkalian matriks A dan matriks B menghasilkan matriks identitas (AB = I ) Ini menunjukkan matriks B merupakan matriks invers dari matriks A, yaitu B = A–1 atau bisa juga dikatakan bahwa matriks A merupakan invers dari matriks B, yaitu A = B–1. Begitu pula untuk perkalian matriks P dan matriks Q berlaku hal serupa. Dengan demikian, didapatkan definisi dari invers matriks. Definisi Definisi Invers Matriks Misalkan A dan B adalah dua matriks yang berordo 2 × 2 dan memenuhi persamaan AB = BA = I2 maka matriks A adalah matriks invers dari matriks B atau matriks B adalah matriks invers dari matriks A.52 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 59. Contoh Soal 2.18 Diketahui matriks-matriks berikut. È -1 -2 ˘ È -1 2 ˘ È1 2˘ È 1 0˘ A =Í ˙ C= Í ˙ B= Í ˙ D= Í ˙ Î1 1˚ Î 0 1˚ Î -1 1˚ 1 Î -2 1 ˚ Tentukan: a. Apakah matriks B merupakan invers dari matriks A? b. Apakah matriks C merupakan invers dari matriks D? Jawab: a. Matriks B merupakan invers dari matriks A jika memenuhi persamaan AB = I È -1 -2 ˘ È 1 2 ˘ È -1 + 2 -2 + 2 ˘ È 1 0 ˘ AB = Í ˙Í ˙ = Í ˙ = Í ˙ =I Î 1 1 ˚ Î -1 -1˚ Î 1 - 1 2 - 1 ˚ Î0 1 ˚ Oleh karena AB = I maka matriks B merupakan invers dari matriks A. b. Matriks C merupakan invers dari matriks D jika memenuhi persamaan CD = I È -1 2 ˘ È 1 0 ˘ È -1 - 4 0 + 2 ˘ È -5 2 ˘ CD = Í ˙Í ˙= Í ˙ = Í ˙ π I Î 0 1 ˚ Î -2 1 ˚ Î 0 - 2 0 + 1 ˚ Î -2 1 ˚ Oleh karena CD π I maka matriks C bukan invers dari matriks D.Setelah Anda memahami definisi invers matriks, selanjutnya akandiperlihatkan kepada Anda penurunan rumus invers matriks ordo 2 × 2sebagai berikut. Èa b ˘ Èp q˘Misalkan A = Í ˙ dan B = Í ˙ . Jika B = A–1, bagaimana hubungan Î c d˚ Î r s˚antara elemen-elemen pada matriks A dan elemen-elemen pada matriks B?Untuk menjawabnya, Anda mulai dari B = A–1, dengan demikian AB = I. Èa b ˘ È p q ˘ È1 0 ˘ Í ˙Í ˙ = Í ˙ Î c d ˚ Î r s ˚ Î0 1 ˚ È ap + br aq + bs ˘ È1 0 ˘ Í ˙ = Í0 1 ˙ Î cp + dr aq + ds ˚ Î ˚Berdasarkan konsep kesamaan dua matriks, Anda perolehap + br = 1 ... (1) aq + bs = 0 ... (3)cp + dr = 0 ... (2) cq + ds = 1 ... (4)Dengan menyelesaikan sistem persamaan linear (1) dengan (2) dan (3)dengan (4), diperoleh d -bp= q= ad - bc ad - bc -c ar= s= ad - bc ad - bcDengan demikian, È d -b ˘ È p q ˘ Í ad - bc ad - bc ˙ = 1 Èd b˘B = A–1 = Í ˙ = Í ˙ Í ˙ Î r s ˚ Í -c a ˙ ( d b ) Î -c a ˚ Í ad - bc Î ad - bc ˙ ˚ Matriks 53
  • 60. 1 Èd b˘ Jadi, B = A–1 = ˙ , dengan ad – bc π 0 Í ( d b ) Î -c a ˚ 1 Èd b˘ Oleh karena ad – bc = det A, maka A–1 = Í ˙ det A Î -c a ˚Catatan Rumus Invers Matriks Berordo 2 × 2A–1 terdefinisi jikadet A π 0, artinya suatu È ˘ Misalkan A = Í ˙ , invers dari A adalah A , yaitu –1matriks A mempunyai inversjika determinan matriks A Îc d ˚tersebut tidak sama dengan nol 1 Èd b˘ A–1 = Í ˙ , dengan det A π 0 det A Î -c a ˚Cobalah Contoh Soal 2.19 –2Jika M adalah invers Tentukan invers dari matriks-matriks berikut. 1 È -1 4 ˘ 1 È1 ˘matriks Í ˙, È ˘ 5Î2 3 ˚ a. D = Í ˙ b. W = Í 2 5 ˙ Èx˘ Î -7 11 ˚ Í ˙tentukan M Í ˙ Í 4 22 ˙ Î ˚ Î y˚ Jawab: 3 6 a. det D = = 3(11) – (–7)(–6) = 33 – 42 = –9 -7 11 È 11 6˘ - - ˙ 1 È11 6 ˘ 1 È11 6 ˘ Í 9 9˙ ˙ = Í –1 D = Í ˙ = Í det D Î 7 3 ˚ -9 Î 7 3 ˚ Í 7 3˙ Í - 9 - 9˙ Î ˚ È 11 2˘ Í- - ˙ = Í 9 3˙ Í 7 1˙ Í - 9 - 3˙ Î ˚ 1 5 1 b. det W = 2 = (22) - 4(5) = 1 2 4 22 È 22 -5 ˘ È 22 -5 ˘ È 22 -5 ˘ 1 Í ˙ = 1Í ˙ Í ˙ W–1 = 1˙ 1˙ = Í 1˙ detW Í -4 1 Í -4 -4 Í Î 2˚˙ Í Î ˙ Í 2˚ Î 2˚˙ Contoh Soal 2.20 Tentukan invers dari matriks-matriks berikut, jika ada. È 2˘ È6 3 ˘ a. A = Í ˙ b. B = Í ˙ Î 5 1˚ Î4 2˚ Jawab: a. Periksa nilai determinan dari matriks A. 11 2 det A = = 11(1) – 5(2) = 1 5 1 Oleh karena det A ≠ 0 maka matriks A memiliki invers 1 È1 2˘ 1 È 1 2˘ A–1 = Í ˙ = Í ˙ det A Î -5 11 ˚ 1 Î -5 11 ˚ 54 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 61. b. Periksa nilai determinan dari matriks B Catatan 6 3 • Matriks yang tidak memiliki det B = = 6(2) – 4(3) = 0 invers (determinannya nol) 4 2 disebut matriks singular. Oleh karena det B = 0 maka matriks B tidak memiliki invers • Matriks yang memiliki invers (determinannya tidak sama dengan nol) disebut Sifat-Sifat Invers suatu Matriks matriks nonsingular Misalkan A dan B adalah matriks sebarang yang memiliki invers, AB dan BA juga memiliki invers maka berlaku hubungan berikut. 1. (AB)–1 = B–1 · A–1 2. (BA)–1 = A–1 · B–1Untuk lebih memahami sifat-sifat invers matriks tersebut, pelajarilahcontoh-contoh berikut.Contoh Soal 2.21 Diketahui matriks-matriks berikut. Pembahasan Soal È1 0˘ È -1 2 ˘ Èa 1 + a ˘ A= Í ˙ dan B = Í ˙ Jika invers A = Í ˙ Î2 1˚ Î -3 5 ˚ Î0 a ˚ Tentukan: È1 b ˘ adalah A-1 = Í ˙ maka a. A–1 f. BA Î0 1 ˚ b. B–1 g. (AB)–1 konstanta b adalah .... c. A–1 · B–1 h. (BA)–1 a. –4 d. –1 b. –2 e. 1 d. B–1 · A–1 i. Apa kesimpulan yang diperoleh? c. –1 e. AB Jawab: Jawab: Èa 1 + a ˘ A=Í ˙ 1 0 Î0 a ˚ a. det A = = 1(1) – 2(0) = 1 2 1 1 Èa 1 a˘ A–1 = Í ˙ 1 È 1 0˘ 1 È 1 0˘ È 1 0˘ det A Î0 a ˚ A–1 = Í ˙ = Í ˙ = Í ˙ 1 Èa 1 a˘ det A Î -2 1 ˚ 1 Î -2 1 ˚ Î -2 1 ˚ = Í ˙ a2 Î0 a ˚ -1 2 È1 1- a˘ b. det B = = –1(5) – (–3)(2) = 1 -3 5 = Ía a2 ˙ ˙ Í È5 2 ˘ 1 È5 2 ˘ È5 2˘ Í Î0 a ˚˙ 1 B–1 = Í ˙ = Í ˙ = Í ˙ È1 b ˘ det B Î3 1˚ 1 Î 3 1˚ Î 3 1˚ Oleh karena A-1 = Í ˙ maka Î0 1 ˚ È 1 0 ˘ È5 2 ˘ È 5 0 -2 0 ˘ È 5 2˘ 1 c. A–1 · B–1 = Í ˙Í ˙ = Í ˙ = Í ˙ =1¤a 1 Î -2 1 ˚ Î3 1˚ Î -10 + 3 4 - 1 ˚ Î -7 3˚ a Dengan demikian, È5 2 ˘ È 1 0 ˘ È5 4 0 2 ˘ -1 - a -1 - 1 d. B–1 · A–1 = Í ˙Í ˙ = Í ˙ b= = = -2 Î3 1˚ Î -2 1 ˚ Î3 2 0 1 ˚ a2 12 Jadi, nilai konstanta b adalah –2 È9 2˘ Jawaban: b = Í ˙ Î5 1˚ Sumber: SMPB, 2007 È 1 0 ˘ È -1 2 ˘ È -1 + 0 2 + 0 ˘ e. AB = Í ˙Í ˙ = Í ˙ Î 2 1 ˚ Î -3 5 ˚ Î -2 - 3 4 + 5 ˚ È -1 2 ˘ = Í ˙ Î -5 9 ˚ Matriks 55
  • 62. Pembahasan Soal È -1 2 ˘ È 1 0 ˘ È -1 + 4 0 + 2 ˘ È 3 2 ˘ f. BA = Í ˙Í ˙ = Í ˙ = Í ˙Diketahui È1 2 ˘ =Í ˙ dan Î -3 5 ˚ Î 2 1 ˚ Î -3 + 10 0 + 5 ˚ Î 7 5 ˚ Î3 4 ˚ -1 2 È -6 -5 ˘ g. det AB = = –1(9) – (–5)(2) = 1 B=Í ˙ .  -5 9 Î5 4˚ 1 È9 2 ˘ 1 È9 2 ˘ È9 2˘ Nilai dari ( AB)-1 = .... (AB)–1 = Í ˙ = Í ˙ = Í ˙Jawab: det AB Î 5 1˚ 1 Î 5 1˚ Î 5 1˚ È1 2 ˘ È -6 5 ˘ 6AB = Í ˙Í ˙ 3 2 Î 3 4˚ Î 5 4 ˚ h. det BA = = 3 (5) – 7 (2) = 1 È 4 3˘ 7 5 = Í Î2 1˚ ˙ 1 È5 2˘ 1 È 5 2˘ È 5 2˘ (BA)–1 = Í ˙ = Í -7 3 ˙ = Í -7 3 ˙ 1 È1 3˘ det BA Î -7 3 ˚ 1 Î ˚ Î ˚(AB)–1 = Í ˙ det ( ) Î -2 4 ˚ i. Berdasarkan hasil dari poin a sampai h, kesimpulan yang didapat 1 È1 3˘ adalah = Í ˙ 4 6 Î -2 4 ˚ 1. (AB)–1 = B–1 · A–1 1 È 1 -3 ˘ 2. (BA)–1 = A–1 · B–1 = - Í ˙ 2 Î -2 4 ˚ 3. (AB)–1 ≠ (BA)–1 È 1 1˘ - = Í 2 1 ˙ Í 2˙ Contoh Soal 2.22 Î 1 -2 ˚ Í ˙ È 1 1˘ È2 5˘ - Jika A = Í ˙ , tentukan nilai x agar matriks A merupakan matriksJadi, (AB)–1 = Í 2 1 ˙ Î -2 4 ˚ Í 2˙ Î 1 -2 ˚ Í ˙ singular. È 1 1˘ - Jawab: Jawaban: e Í 2 1 ˙ Í 2˙ È ˘ Î 1 -2 ˚ Í ˙ Syarat agar A singular adalah det A = 0.det A = Í ˙ = (2x)(4) – (–2) Sumber: UMPTN, 1995 (5) = 8x + 10 = 0 Î -2 4 ˚ 8x + 10 = 0 8x = –10 -10 x = 8 5 =– 4 5 Jadi, nilai x yang memenuhi agar matriks A singular adalah – . 4 Tes Pemahaman 2.4Kerjakanlah soal-soal berikut di buku latihan Anda.1. Dengan menggunakan kata-kata sendiri, jelaskan 3. Tentukan apakah matriks-matriks berikut memiliki apa yang dimaksud dengan: invers. Jika ya, tentukan inversnya. a. determinan suatu matriks, È1 0˘ È -3 -1˘ b. dua matriks yang saling invers. a. Í ˙ c. Í ˙2. Tentukan nilai determinan dari matriks-matriks Î2 3˚ Î6 2˚ È1 1˘ berikut. Í - ˙ È10 5 ˘ È -5 3 -2 ˘ b. Í2 4˙ d. Í ˙ È -5 7 ˘ Í ˙ Í0 2 ˙ Î 4 2˚ a. Í ˙ c. Í 4 1 -1˙ Î ˚ Î 9 -4 ˚ È 5 3˘ È4 8˘ Í2 0 3˙ Î ˚ 4. Diketahui P = Í È -11 1 ˘ ˙ dan Q = Í ˙ b. Í Îx - 2 7˚ Î5 2˚ ˙ Î 2 4˚ Jika det P = det Q, tentukan nilai x. 56 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 63. 5. Di bawah ini merupakan matriks-matriks singular, 6. Diketahui matriks-matriks berikut. tentukan nilai x, y dan z yang memenuhi. È -2 5 ˘ È 7 1˘ P= Í ˙ Q= Í ˙ È -3 - x ˘ È3 2 8 ˘ Î 3 1˚ Î2 1 ˚ a. Í ˙ c. Í ˙ Î2 1˚ Î 6 1˚ Tentukan: È2 y 5˘ a. (PQ)–1 b. Í ˙ b. P–1Q–1 Î4 2˚E. Penggunaan Matriks untuk Menyelesaikan Sistem Persamaan Linear Dua VariabelPada bagian ini, Anda akan mempelajari lebih lanjut tentang pe-nyelesaian sistem persamaan linear dua variabel. Namun sebelumnya,pelajarilah terlebih dahulu bagaimana mencari matriks dari persamaanAX = B dan XA = B. Misalkan A, B, dan X adalah matriks persegi berordo 2 × 2 dan A matriksnon singular. Persamaan AX = B dan XA = B dapat diselesaikan denganmenggunakan konsep invers matriks yang Anda pelajari pada subbab Dsebelumnya. Dalam hal ini, konsep yang digunakan adalah A–1A = AA–1 = I.Kasus 1 untuk AX = BAX = BA–1AX = A–1B Kedua ruas dikalikan invers matriks A yaitu A–1 dari kiri.Oleh karena A–1A = I maka diperolehIX = A–1 BX = A–1 B karena I X = X Pembahasan SoalJadi, jika A X = B, maka X = A–1 B È1 2 ˘ Jika B = Í ˙ danKasus 2 untuk XA = B Î3 5 ˚XA = B È2 1˘ AB–1 = Í ˙ , maka A = ....XA A–1 =B A–1 Kedua ruas dikalikan invers matriks A yaitu A–1 dari kanan. Î 4 3˚Oleh karena A A–1 = I maka diperoleh È5 9˘ È13 5 ˘ a. Í ˙ d. Í ˙XI = B A–1 Î13 23 ˚ Î 2 10 ˚X = B A–1 karena XI = X È5 3 ˘ È 9 5˘ b. Í ˙ e. Í ˙Jadi, jika XA = B, maka X = B A–1 Î9 13 ˚ Î13 3 ˚ È3 5 ˘ Contoh Soal 2.23 c. Í ˙ Î9 23 ˚ È ˘ È -3 2 ˘ Jawab: Misalkan A = Í ˙ dan B = Í -1 0 ˙ , tentukanlah matriks X yang berordo È2 1˘ Î 6 1˚ Î ˚ Misalkan C = Í ˙ maka 2 × 2 yang memenuhi persamaan –1 AB = C Î 4 3˚ AB–1 B = CB a. AX = B AI = CB karena B–1 B = I b. XA = B A = CB Jawab: È 2 1 ˘ È1 2 ˘ = Í ˙Í ˙ È 7 1˘ 7 1 Î 4 3 ˚ Î3 5 ˚ A= Í ˙ maka det A = = 7 (1) – 6 (1) = 1 È5 9˘ Î 6 1˚ 6 1 = Í ˙ Î13 23 ˚ 1 È1 1˘ 1 È 1 1˘ È1 1˘ A–1 = Í ˙ = Í ˙= Í ˙ Jawaban: a det A Î -6 7 ˚ 1 Î -6 7˚ Î -6 7˚ Sumber: UMPTN, 1990 Matriks 57
  • 64. a. AX = B ¤ X = A–1B È1 1˘ È -3 2 ˘ È -2 2 ˘ X= Í ˙Í ˙ = Í ˙ Î -6 7 ˚ Î -1 0 ˚ Î 11 -12 ˚ b. XA = B ¤ X = BA–1 È -3 2 ˘ È 1 1˘ È -15 17 ˘ X= Í ˙Í ˙=Í ˙ Î -1 0 ˚ Î -6 7 ˚ Î -1 1 ˚ Sebelumnya Anda pasti telah mengenal beberapa metode yang digunakan dalam menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel, di antaranya adalah metode grafik, metode subtitusi, metode eliminasi, dan gabungan antara metode subtitusi eliminasi. Pada subbab ini akan dibahas dua metode lagi untuk mencari penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel. Dua metode tersebut adalah 1. metode Invers Matriks, 2. metode Determinan. 1. Menyelesaikan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel dengan Invers Matriks Untuk memahami penggunaan invers matriks dalam mencari penyelesaian dari sistem persamaan linear dua variabel, pelajari uraian berikut. Misalkan diketahui sistem persamaan linear berikut. 3 x 4 y = 10 ¸ ˝ ... (1) 2x 3 y = 7 ˛ Sistem persamaan (1) akan diselesaikan dengan menggunakan invers matriks. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut. a. Nyatakan sistem persamaan linear tersebut ke dalam bentuk matriks sehingga diperoleh È3 x 4 y ˘ È10 ˘ È 3 4 ˘ È x ˘ È10 ˘ Í ˙=Í ˙ ¤Í ˙Í ˙ = Í ˙ Î2x 3 y ˚ Î 7 ˚ Î2 3˚ Î y ˚ Î 7 ˚ b. Tentukan matriks koefisien serta nilai determinannya. MisalkanCatatan matriks koefisien dari sistem (1) diberi nama A, makaJika det A = 0 maka sistem È3 4˘ È3 4˘persamaan linear AX = B A=Í ˙ dan det A = Í ˙ = 9 – 8 =1ataupun XA = B Î2 3˚ Î2 3˚tidak memiliki penyelesaian Èx ˘ È10 ˘ dan misalkan X = Í ˙ , B = Í ˙ Î y˚ Î7˚ c. Tentukan invers dari matriks koefisiennya. Invers dari matriks A adalah 1È3 4˘ È 3 4˘ A–1 = Í ˙=Í ˙ 1 Î -2 3 ˚ Î -2 3 ˚ d. Gunakan konsep jika AX = B maka X = A–1B dan jika XA = B maka X = BA–1. Dalam hal ini, sistem (1) memenuhi persamaan AX = B maka X = A–1B È x ˘ È 3 -4 ˘ È10 ˘ È 2 ˘ X= Í ˙=Í ˙Í ˙ = Í ˙ Î y ˚ Î -2 3 ˚ Î 7 ˚ Î 1 ˚ Jadi, penyelesaian sistem persamaan linear pada sistem (1) adalah x = 2 dan y = 1.58 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 65. Contoh Soal 2.24 Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut dengan Cobalah menggunakan metode invers matriks Perhatikan SPL berikut. 5x – 3y = 3 a1 x + b1 y = c1 4x – 2y = 4 a2 x + b2 y = c2 Jawab: Jika D = a1b2 – a2b1 ≠ 0, Untuk mencari penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel tersebut gunakan matriks untuk dengan menggunakan metode invers matriks, terapkanlah langkah-langkah menunjukkan bahwa penyelesaiannya adalah yang telah dibahas sebelumnya. Langkah 1: x= 1 D (c b -c b ) È5 3˘ È x ˘ È3˘ È 5 -3 ˘ È3˘ Èx ˘ Í ˙ Í ˙ = Í ˙ , misal A = Í ˙ , B = Í ˙ , dan X = Í ˙ y= 1 ( a c -a c ) Î4 2˚ Î y ˚ Î4˚ Î 4 -2 ˚ Î4˚ Î y˚ D Tunjukkan pula SPL tidak punya Langkah 2: penyelesaian jika a1c2 ≠ a2c1, È 5 -3 ˘ È 5 -3 ˘ dan punya banyak penyelesaian A=Í ˙ , maka det A = Í ˙ = –10 – (–12) = 2 jika a1c2 = b1c2 dan b1c2 = b2c1 Î 4 -2 ˚ Î 4 -2 ˚ Sumber: Ebtanas, 1998 Langkah 3: 1 È -2 3 ˘ A–1 = Í ˙ 2 Î -4 5 ˚ Langkah 4: 1 È -2 3 ˘ È 3 ˘ 1 È6 ˘ X= Í ˙Í ˙ = Í ˙ 2 Î -4 5 ˚ Î 4 ˚ 2 Î8 ˚ È x ˘ È3˘ Í ˙=Í ˙ Î y ˚ Î4˚ x = 3 dan y = 4 Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {(3, 4)}.Contoh Soal 2.25 Imas dan Dewi pergi belanja ke pasar. Imas membeli 3 kg kentang dan 2 kg wortel, untuk itu Imas harus membayar Rp13.500,00. Adapun Dewi membeli 2 kg kentang dan 1 kg wortel. Dewi diharuskan membayar Rp8.500,00. Misalkan harga 1 kg kentang adalah a rupiah dan harga 1 kg wortel b rupiah. a. Buatlah model matematika dari masalah tersebut dalam bentuk sistem persamaan linear dua variabel dalam variabel a dan b. b. Tentukan penyelesaian dari model matematika pada soal a dengan menggunakan metode invers matriks. c. Berdasarkan jawaban pada soal b jika Rani membeli 4 kg kentang dan 5 kg wortel, berapakah besarnya uang yang harus dibayar oleh Rani? Jawab: a. Permasalahan tersebut dapat disusun dalam bentuk tabel berikut. Kentang Wortel Harga yang Dibayar Imas 3 2 13.500 Dewi 2 1 8.500 Misalkan harga 1 kg kentang = a rupiah Dan misalkan pula harga 1 kg wortel = b rupiah Matriks 59
  • 66. Sistem persamaan linear dari model tersebut adalah 3a 2b = 13.500 ¸ ˝ ...(1) 2 b 8.500 ˛ b. Penyelesaian dari sistem persamaan linear (1) dengan menggunakan metode invers matriks adalah sebagai berikut. Bentuk matriks dari sistem persamaan linear (1) adalah È3 2˘ Èa ˘ È13.500 ˘ Í ˙Í ˙ = Í ˙ Î 2 1 ˚ Îb ˚ Î 8.500 ˚ A X B 3 2 det A = = 3 – 4 = –1 2 1 1 È1 2˘ 1 È1 2˘ È1 2˘ A–1 = Í ˙ = -1 Í -2 3 ˙ = –1 Í -2 3 ˙ det A Î -2 3 ˚ Î ˚ Î ˚ È -1 2 ˘ = Í ˙ Î 2 -3 ˚ X = A–1B È -1 2 ˘ È13.500 ˘ È -13.500 + 17.000 ˘ È 2.500 ˘ 500 X= Í ˙Í ˙ = Í ˙ = Í ˙ Î 2 -3 ˚ Î 8.500 ˚ Î 27.000 - 25.500 ˚ Î1.500 ˚ Èa ˘ Oleh karena X = Í ˙ maka Îb ˚ a = 2.500 b = 1.500 c. Besarnya uang yang harus dibayar Rani = 4a + 5b = 4 (2.500) + 5 (1.500) = 10.000 + 7.500 = 17.500 Jadi, besarnya uang yang harus dibayar Rani adalah Rp17.500,00. 2. Menyelesaikan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel dengan Determinan Selain digunakan dalam mencari nilai invers dari suatu matriks, determinanCobalah dapat pula digunakan dalam mencari penyelesaian sistem persamaan linear.Diketahui sistem persamaanberikut. Perhatikan sistem persamaan linear berikut.Ï 3x 2 y - z = 3 a1 x + b1 y = c1 ¸ÔÌ- x + 2 y 4z = -3 ˝ 4 a2 x + b2 y = c 2 ˛Ô x 2 y 3z = 4Ó Sistem persamaan linear tersebut, jika diselesaikan akan diperoleh nilai-Tentukanlah penyelesaiansistem persamaan linear berikut nilai x dan y sebagai berikut:dengan aturan cramer cb -c b x= 1 2 2 1 Sumber: Ebtanas, 1995 a1b2 - a2b1 a c - a2c1 y= 1 2 a1b2 - a2b1 Bentuk-bentuk (c1b2 – c2b1), (a1b2 – a2b1), dan (a1c2 – a2c1) jika dinyatakan dalam bentuk determinan adalah sebagai berikut: c b • c1b2 – c2b1 = 1 1 c 2 b2 60 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 67. Catatan Penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel dengan metode determinan, tidak akan didapat penyelesaiannya Dx D jika nilai determinannya sama dan y = y , dengan D ≠ 0 dengan nol. D DContoh Soal 2.26 Tentukan penyelesaian sistem persamaan linear variabel berikut dengan menggunakan metode determinan 3x – y = –2 –2x + 5y = –12 Jawab: Misalkan, A matriks koefisien dari sistem persamaan linear tersebut È 3 -1˘ A=Í ˙ Î -2 5 ˚ È 3 -1˘ D = det A = Í ˙ = 15 – 2 = 13 Î -2 5 ˚ Matriks
  • 68. Oleh karena det A ≠ 0 maka metode determinan bisa digunakan 5 -1 D -12 5 13 x= x = = =1 D 13 13 3 5 Dy -2 -12 -26 y= = = = -2 D 13 13 Jadi, penyelesaian sistem persamaan linear tersebut adalah x = 1 dan y = –2 Contoh Soal 2.27 Dani dan Firman bekerja di perusahaan yang sama. Dalam seminggu, Dani bekerja 5 hari dan 4 hari lembur, untuk itu upah yang diterimanya dalam seminggu itu Rp260.000,00. Adapun Firman bekerja 6 hari dan 3 hari lembur, upah yang diterimanya Rp285.000,00. Jika Ade bekerja di perusahaan yang sama, berapakah upah yang diterima Ade jika Ade bekerja 4 hari dan 4 hari lembur? Jawab: Permasalahan tersebut dapat disusun dalam bentuk tabel berikut. Kerja Lembur Besarnya Upah Dani 5 4 260.000 Firman 6 3 285.000 Misalkan kerja per harinya dinyatakan dengan x, dan lembur per harinya dinyatakan dengan y Sistem persamaan linear dari model tersebut adalah 5x + 4y = 260.000 6x + 3y = 285.000 Misalkan, A matriks koefisien dari sistem persamaan linear tersebut È5 4 ˘ A= Í ˙ Î6 3 ˚ 5 4 det A = = 15 – 24 = –9 6 3 Oleh karena det A ≠ 0 maka metode determinan bisa digunakan 26.0000 4 28.5000 3 -36.0000 x= = = 40.000 -9 -9 5 26.0000 = -13.5000 = 15.000 6 28.5000 y= -9 -9 Diperoleh x = 40.000 dan y = 15.000 Model matematika dari masalah Ade adalah 4x + 4y 4x + 4y = 4 (40.000) + 4 (15.000) = 160.000 + 60.000 = 220.000 Jadi, upah yang diterima Ade setelah bekerja 4 hari dan 4 hari lembur adalah Rp220.000,00.62 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 69. Metode determinan dapat pula digunakan dalam menyelesaikan Pembahasan Soalsistem persamaan linear tiga variabel. Perhatikan uraian berikut. Jika (a, b, c) adalah solusi Misalkan terdapat sistem persamaan linear tiga variabel berikut. sistem persamaan linear a1x + b1y + c1z = d1 x + y + 2z = 9 a2x + b2y + c2z = d2 2x + 4y – 3z = 1 3x + 6y – 5z = 0 a3x + b3y + c3z = d3 maka a + b + c = .... Dengan melakukan cara yang sama seperti pada sistem persamaan a. 6 d. 9 b. 7 e. 10linear dua variabel, diperoleh penyelesaian sebagai berikut. c. 8 Dx Dy Dz Jawab: x= ,y= ,z= Misalkan A matriks koefisien D D D dari sistem persamaan lineardengan tersebut. a1 b1 c1 È1 1 2 ˘ Í ˙ A = Í2 4 -3 ˙• D = a2 b2 c 2 , yaitu determinan dari matriks koefisien x, y, dan z. Í3 6 -5 ˙ Î ˚ a3 b3 c3 È1 1 2 ˘ 1 1 Í ˙ d1 b1 c1 det A = Í2 4 -3 ˙ 2 4 = -1 Í3 6 -5 ˙ 3 6• Dx = d 2 b2 c 2 , yaitu determinan dari matriks koefisien x, y, dan z Î ˚ È9 1 2 ˘ 9 1 d 3 b3 c3 yang kolom keduanya diganti dengan konstanta d1, Í ˙ Dx = Í1 4 -3 ˙ 1 4 = -1 d2, dan d3. Í0 6 -5 ˙ 0 6 Î ˚ a1 d1 c1 È1 9 2 ˘ 1 9• Dy = a2 d2 c 2 , yaitu determinan dari matriks koefisien x, y, dan z Í ˙ D y = Í2 1 -3 ˙ 2 1 = -2 a3 d3 c3 yang kolom keduanya diganti dengan konstanta d1, Í3 0 -5 ˙ 3 0 Î ˚ d2, dan d3. È1 1 9 ˘ 1 1 Í ˙ a1 b1 d1 Dz = Í2 4 1 ˙ 2 4 = -3 Í3 6 0 ˙ 3 6 Î ˚• Dz = a2 b2 d 2 , yaitu determinan dari matriks koefisien x, y, dan z Dx -1 a3 b3 d 3 yang kolom ketiganya diganti dengan konstanta d1, x= = =1 D -1 d2, dan d3. D y -2 y= = =2 D -1Contoh Soal 2.28 D z= z = -3 =3 Tentukan penyelesaian sistem persamaan linear variabel berikut dengan D -1 Dengan demikian, diperoleh menggunakan metode determinan penyelesaian 2x – y + 2z = –2 (a, b, c) = (x, y, z) = (1, 2, 3) 3x + 2y – z = 0 Jadi, nilai –x + y + z = 4 a+b+c=1+2+3=6 Jawab: Jawaban: a Misalkan A matriks koefisien dari sistem persamaan linear tersebut Sumber: SPMB, 2007 2 1 2 A = 3 2 -1 -1 1 1 2 1 2 2 1 D = det A = 3 2 -1 3 2 = 4 – 1 + 6 + 4 + 2 + 3 = 18 -1 1 1 -1 1 -2 -1 2 -2 -1 Dx = 0 2 -1 0 2 = –4 + 4 + 0 – 16 – 2 + 0 = –18 4 1 1 4 1 Matriks 63
  • 70. 2 2 2 2 2 Dy = 3 0 -1 3 0 = 0 – 2 + 24 + 0 + 8 + 6 = 36 -1 4 1 -1 4 2 1 -2 2 1 Dz = 3 2 0 3 2 = 16 + 0 – 6 – 4 + 0 + 12 = 18 -1 1 4 -1 1 Dx -18 x= = = –1 D 18 D 36 y= y = =2 D 18 D 18 z= z = =1 D 18 Jadi, penyelesaian dari sistem persamaan linear tersebut adalah x = –1, y = 2, dan z = 1. Tugas 2.2 Bersama teman sebangkumu, carilah masalah dalam kehidupan sehari- hari yang bisa dimodelkan ke dalam bentuk sistem persamaan linear tiga variabel, kemudian tentukan penyelesaiannya dengan menggunakan metode determinan. Presentasikan hasilnya di depan kelas. Tes Pemahaman 2.4Kerjakanlah soal-soal berikut di buku latihan Anda.1. Jika X matriks berordo 2 × 2, tentukan matriks X 4. Rian dan Anwar bekerja pada perusahaan yang sama. yang memenuhi persamaan berikut. Minggu kemarin mereka melaksanakan pertemuan È 1 2˘ È1 5 ˘ selama seminggu di luar kota sehingga keduanya a. Í ˙ X =Í ˙ harus menginap di hotel. Selama seminggu tersebut Î -1 0 ˚ Î 4 1˚ mereka menginap di dua hotel. Rian menginap di È4 2 ˘ È 8 1˘ hotel A selama 4 hari dan di hotel B selama 3 hari, b. X Í ˙ =Í ˙ sedangkan Anwar menginap di hotel A selama 2 hari Î 0 1˚ Î -12 -1˚ dan sisanya dari 1 minggu tersebut Anwar menginap2. Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem di hotel B. Jika biaya penginapan yang dihabiskan persamaan linear berikut dengan menggunakan Rian selama seminggu tersebut Rp2.250.000,00 dan metode invers mariks dan metode determinan. biaya penginapan Anwar Rp2.000.000,00, tentukan a. 3x – 2y = –8 tarif dari masing-masing penginapan per harinya. 4x + 2y = 2 5. Tentukan penyelesaian dari sistem persamaan linear b. 2x + y = 1 tiga variabel berikut dengan menggunakan metode 3x + 4y = 14 determinan. c. –2x + 6y = –12 a. –a + 7b + c = –6 4x – 5y = 17 4a + b – 2c = 1 d. –2x – y = –5 3a – 2b + 4c = 20 5x + 3y = 11 b. 3a – b – 2c = –93. Diketahui a dan b memenuhi persamaan a + 5b – 3c = –7 È 3 1˘ È a ˘ È 11 ˘ –2a + 3a + 4c = 32 Í ˙Í ˙ = Í ˙ Î 4 2 ˚ Îb ˚ Î -2 ˚ Tentukan nilai-nilai dari: a. x + y b. 2x2 + y 64 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 71. Rangkuman 1. Matriks adalah sekelompok bilangan yang diperoleh dengan cara menjumlahkan setiap disusun menurut baris dan kolom dalam elemen matriks A dengan elemen-elemen tanda kurung dan berbentuk seperti sebuah matriks B yang seletak. Hal ini berlaku pula pada persegipanjang. pengurangan matriks. 2. Ordo matriks menyatakan banyaknya baris dan 7. Perkalian antara sebarang bilangan real k dengan banyaknya kolom yang dimiliki suatu matriks. matriks A adalah matriks baru yang diperoleh 3. Jenis-jenis matriks di antaranya matriks nol, dari hasil perkalian k dengan setiap elemen matriks baris, matriks kolom, matriks persegi, matriks A. matriks segitiga, matriks diagonal, matriks skalar, 8. Perkalian antara dua matriks terdefinisi apabila dan matriks identitas. banyaknya kolom matriks pengali sama dengan 4. Transpos matriks A adalah matriks baru yang banyaknya baris matriks yang dikalikan. disusun dengan menuliskan elemen setiap 9. Determinan adalah selisih antara perkalian baris matriks A menjadi elemen setiap kolom elemen-elemen pada diagonal utama dengan pada matriks baru. Notasi transpos mastriks perkalian elemen-elemen pada diagonal A adalah At. sekunder. 5. Dua buah matriks dikatakan sama jika dan hanya 10. Jika jika keduanya memiliki ordo yang sama dan Èa b ˘ elemen-elemen yang seletak (bersesuaian) pada A =Í ˙ maka kedua matriks tersebut sama. Îc d ˚ 6. Jika A dan B adalah dua matriks yang berordo 1 Èd b˘ A–1 = Í ˙ , det A ≠ 0 sama, maka jumlah dari matriks A dan B det Î -c a ˚ ditulis (A + B) adalah sebuah matriks baru yangPeta Konsep Matriks Jenis-Jenis Transpos Kesamaan Operasi pada Invers Aplikasi Matriks Matriks Dua Matriks Matriks Matriks• Matriks Nol • Penjumlahan• Matriks Baris Matriks• Matriks Kolom • Pengurangan• Matriks Persegi Matriks• Matriks Segitiga • Perkalian Penyelesaian Sistem Penyelesaian Sistem• Matriks Diagonal Bilangan Real Persamaan Linear Persamaan Linear• Matriks Skalar dengan matriks Dua Variabel Tiga Variabel• Matriks Identitas • Perkalian Matriks • Perpangkatan Matriks Persegi Memiliki Invers jika Tidak Memiliki Invers Determinan D ≠ 0 jika Determinan D = 0 disebut disebut Matriks Non Singular Matriks Singular Matriks 65
  • 72. Tes Pemahaman Bab 2Kerjakanlah di buku latihan Anda.I. Pilihlah satu jawaban yang benar.1. Di antara bentuk berikut, manakah yang memenuhi È3b 4a + b ˘ È9 3 ˘ definisi matriks? 6. Diketahui A = Í ˙ dan B = Í ˙ . Jika a a Îc 4 ˚ Î2 4˚ a. d. A = B maka nilai a + b + c = .... b c bcd a. 5 d. 8 a b. 6 e. 9 b. a b e. d b c d c c. 7 È1 2˘ Èa b ˘ 7. Jika A = Í 2 ˙ maka A = .... c. Í ˙ Î 2 3˚ Îc d ˚ È -3 -8 ˘ È -2 4 ˘ È11 0 ˘ a. Í ˙ d. Í ˙2. Diketahui G = Í ˙ , matriks G merupakan Î8 5˚ Î -4 -6 ˚ Î 0 11˚ matriks .... È2 4˘ È 1 2˘ b. Í ˙ e. Í ˙ a. skalar d. persegi Î4 6 ˚ Î -2 3 ˚ b. diagonal e. kuadrat È3 8˘ c. Í ˙ c. Identitas Î -8 5 ˚ 8 È -1 3 ˘ È4 5˘3. Transpos dari matriks K = Í ˙ adalah .... 8. Invers dari matriks P = Í ˙ adalah .... Î 2 1˚ Î3 4˚ È1 3˘ È3 1˘ È4 3˘ È4 5˘ a. Í ˙ d. Í ˙ a. Í d. ˙ Í ˙ Î -2 2 1˚ Î1 2 ˚ Î5 4˚ Î -3 4 ˚ È -1 2 ˘ È -1 2 ˘ È4 3˘ È -4 3 ˘ b. Í ˙ e. Í ˙ b. Í e. ˙ Í ˙ Î 3 1˚ Î 1 3˚ Î -5 4 ˚ Î 5 -4 ˚ È 2 1˘ È -4 5 ˘ c. Í ˙ c. Í ˙ Î -1 3 ˚ Î 3 -4 ˚ È 7 2˘ È 3 1˘ È54. Jika L = Í ˙ dan M = Í ˙ maka nilai L – 2M 2˘ 9. Jika Q = Í ˙ maka Q = .... Î -1 4 ˚ Î -2 2 ˚ Î -1 1˚ adalah .... a. –7 d. 8 È2 1˘ È 1 0˘ a. Í ˙ d. Í ˙ b. 3 e. 10 Î1 2˚ Î -5 0 ˚ c. 7 È 4 1˘ È1 0 ˘ b. Í e. Í ˙ x -3 ˙ 10. Jika = 6 maka nilai x = .... Î -3 2 ˚ Î3 0 ˚ -2 x - 1 È4 1˘ c. Í ˙ a. –2 dan 6 d. –4 dan 3 Î1 2˚ b. –6 dan 2 e. –4 dan –35. Matriks-matriks berikut dapat dikalikan dengan c. –3 dan 4 Èa b ˘ È3 1 ˘ È1 1˘ matriks A = Í 11. Matriks P yang memenuhi Í ˙ P= Í ˙ ˙ , kecuali .... Îc d ˚ Î5 2 ˚ Î1 1˚ Èe f ˘ adalah .... a. Í ˙ d. È a b ˘ Î ˚ Îg h ˚ È3 1˘ È1 3˘ Èe f ˘ a. Í ˙ d. Í ˙ Í ˙ Î2 8˚ Î -2 2 8˚ Èe f g ˘ g h˙ b. Í ˙ e. Í È 3 0˘ È2 1˘ Îh i j ˚ Íi j ˙ b. Í ˙ e. Í ˙ Í ˙ Î -4 2 ˚ Î -5 3˚ Èe f ˘ Îk l ˚ È -1 3 ˘ c. Í g h ˙ c. Í ˙ Í ˙ Î -2 -8 ˚ Íi j ˙ Î ˚ 66 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 73. È -1 2 ˘ È x ˘ È9˘ x 4 -3 3 912. Jika Í ˙ Í ˙ = Í ˙ maka nilai x dan y 17. Diketahui persamaan = . Nilai x Î 5 -8 ˚ Î y ˚ Î -9 ˚ 3 2x 4 8 berturut-turut adalah .... yang memenuhi persamaan tersebut adalah .... a. –5 dan –2 d. 2 dan –5 a. 6 dan –6 d. 9 dan –9 b. –2 dan 5 e. 5 dan –2 b. 7 dan –7 e. 5 dan –5 c. –5 dan 2 c. 8 dan –813. Diketahui sistem persamaan linear berikut. 18. Jika ABX = C maka X = .... 2x – 3y = –18 a. CB–1A–1 d. B–1A–1C 4x + y = –8 b. CA–1B–1 e. A–1B–1C Nilai x dan y yang memenuhi sistem persamaan linear tersebut adalah .... c. B–1CA–1 a. x = 3 dan y = –4 d. x = –3 dan y = –4 È1 4˘ È5 1˘ b. x = 3 dan y = 4 e. x = 4 dan y = 3 19. Jika A–1= Í ˙ dan B = Í ˙ c. x = –3 dan y = 4 Î2 3˚ Î1 3 ˚ maka (A – B–1)–1 = ....14. Nilai x dan y yang memenuhi persamaan È 3˘ È9 13 ˘ È x 5˘ È y -2 ˘ È 5 1˘ a. Í ˙ d. Í ˙ Í ˙+3Í ˙ = Í ˙ adalah .... Î7 13 ˚ Î13 11˚ Î -2 y ˚ Î 2 3 ˚ Î 4 12 ˚ a. x = 2 dan y = –3 d. x = –3 dan y = 4 È7 7˘ È9 11˘ b. Í ˙ e. Í ˙ b. x = 3 dan y = –4 e. x = 2 dan y = –4 Î 23 13 ˚ Î13 13 ˚ c. x = –2 dan y = 3 È7 7˘ c. Í ˙ È ˘ Î13 23 ˚15. Diketahui matriks A = Í ˙ , nilai k yang me- Î1 0 ˚ 1 È6 2˘ menuhi persamaan det At = k det A–1 adalah .... 20. Jika D adalah invers dari matriks Í ˙ maka È -1˘ 2 Î -5 2˚ a. 1 d. 4 nilai D Í ˙ adalah .... b. 2 e. 5 Î2˚ c. 3 È -2 ˘ È2 x 1 3˘ a. Í ˙ d. È 2 Î 7˘ ˚16. Jika matriks A = Í ˙ tidak memiliki invers, Î7˚ Î6 1 5˚ È -7 ˘ È2˘ maka nilai x adalah .... b. Í ˙ e. Í ˙ Î2˚ Î7 ˚ a. –2 d. 1 È -2 ˘ b. –1 e. 2 c. Í ˙ c. 0 Î -7 ˚II. Kerjakan soal-soal berikut. È5 7 ˘ È -2 6 ˘ È0 1˘1. Jika A = Í ˙, B = Í ˙ , dan 3. Jika matriks A = Í ˙ dan Î4 2 ˚ Î 1 4˚ Î 2 3˚ È3 2˘ È 5 1˘ –1 t Í ˙ B= Í ˙ tentukan (AB) – A . C = Í 1 0 ˙ , tentukan: Î 2 1˚ Í4 2 ˙ Î ˚ È -1 2 ˘ 4. Jika A = Í ˙ dan f(x) = x + 2x, 2 a. BC Î 3 -4 ˚ b. Ct B tentukan f(A). c. AB – (AB)–1 5. Pada liburan semester, sekolah A dan sekolah2. Diketahui sistem persamaan linear B mengadakan karyawisata ke Bali. Sekolah A 4x + 3y = 17 menyewa 10 bus dan 5 mobil. Sekolah B menyewa 7 bus dan 3 mobil. Biaya sewa kendaraan sekolah 2x – 5y = 15 A sebesar Rp41.250.000,00, sedangkan sekolah B Gunakan metode invers dan determinan untuk Rp28.250.000,00. Jika diasumsikan biaya sewa per menyelesaikan sistem persamaan linear tersebut. bus dan per mobil kedua sekolah tersebut sama, tentukan harga sewa 1 bus dan 1 mobil. Matriks 67
  • 74. Refleksi Akhir BabBerilah tanda √ pada kolom yang sesuai dengan pemahaman Anda mengenai isi bab ini. Setelah mengisinya,Anda akan mengetahui pemahaman Anda mengenai isi bab yang telah dipelajari. Jawaban No Pertanyaan Tidak Sebagian Kecil Sebagian Besar Seluruhnya 1. Apakah Anda memahami pengertian, ciri-ciri, jenis-jenis, dan transpos matriks? 2. Apakah Anda memahami cara- cara menuliskan informasi dalam bentuk matriks? 3. Apakah Anda mamahami cara-cara menjumlahkan, mengurangkan, mengalikan, dan memangkatkan matriks? 4. Apakah Anda memahami langkah- langkah menentukan determinan martis berordo 2 × 2 dan 3 × 3? 5. Apakah Anda memahami cara menentukan invers matriks berordo 2 × 2 dan 3 × 3? 6. Apakah Anda menguasai cara menyelesaikan sistem pertidaksamaan linear dua variabel dengan menggunakan invers matriks dan metode cramer? 7. Apakah Anda menguasai cara menyelesaikan sistem pertidaksamaan linear tiga variabel dengan metode cramer? 8. Apakah Anda mengerjakan soal- soal pada bab ini? 9. Apakah Anda melakukan Kegiatan dan mengerjakan Tugas pada bab ini? 10. Apakah Anda berdiskusi dengan teman-teman Anda apabila ada materi-materi yang belum Anda pahami? 68 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 75. Evaluasi Semester 1Kerjakanlah di buku latihan Anda.I. Pilihlah satu jawaban yang benar. 5 3 x 0 3 5 y (0, 40) (60, 0) x 0 5 4 x 0 5 6 y 4 III V II 1 IV I x –2 3 Evaluasi Semester 1
  • 76. a. I d. I dan IV 11. Dengan persediaan kain polos 20 m dan kain b. II e. II dan III bergaris 10 m seorang penjahit akan membuat c. III pakaian jadi. Model I memerlukan 1 m kain polos dan 1,5 m kain bergaris. Model II memerlukan 7. Nilai minimum fungsi f(x, y) = 40x + 10y dengan 2 m kain polos dan 0,5 m kain bergaris. Jumlah syarat 2x + y ≥ 12, x + y ≥ 10, x ≥ 0, y ≥ 0 adalah total pakaian jadi akan maksimum jika model I dan .... model II masing-masing .... a. 100 d. 240 b. 120 e. 400 a. 4 dan 8 d. 7 dan 5 c. 160 b. 5 dan 9 e. 8 dan 6 c. 8 dan 4 8. Diketahui (x, y) yang memenuhi pertidaksamaan 2x + 3y 12. Suatu tempat parkir luasnya 200 m2. Untuk memarkir ≥ 6, 5x + 2y ≥ 10, x ≥ 0, y ≥ 0. Nilai maksimum fungsi sebuah mobil, rata-rata diperlukan tempat seluas 10 m2 tujuan f(x, y) = x + 2y adalah .... dan untuk bus rata-rata 20 m2. Tempat parkir itu tidak a. 3 d. 16 dapat menampung lebih dari 12 mobil dan bus. Jika di b. 7 e. tidak ada tempat parkir itu akan di parkir x mobil dan y bus, maka c. 11 x dan y harus memenuhi syarat-syarat .... 9. y x=3 x=8 a. x + y ≤ 12, x + 2y ≤ 20, x ≥ 0, y ≥ 0 b. x + y ≤ 12, x + 2y ≥ 20, x ≥ 0, y ≥ 0 c. x + y ≤ 12, x + 2y ≤ 20, x ≤ 0, y ≤ 0 y=5 d. x + y ≤ 12, x + 2y ≥ 20, x ≥ 0, y ≥ 0 e. x + y ≥ 5, x + 2y ≤ 20, x ≥ 0, y ≥ 0 13. Diketahui y=2 È3 p 2 ˘ Èp+8 2 ˘ A= Í ˙ dan B = Í ˙ Î4 5q ˚ Î 4 30 ˚ x 0 Jika A = B maka .... a. p = 3, q = 6 d. p = –3, q = 6 Daerah yang diarsir pada gambar tersebut merupakan b. p = 4, q = 6 e. p = 4, q = –6 himpunan penyelesaian dari sistem pertidaksamaan c. p = 3, q = –6 3 ≤ y ≤ 8 dan 2 ≤ y ≤ 5, x, y ŒR. È2 3˘ È1 0 ˘ Nilai maksimum fungsi tujuan f(x, y) = 3x – y dari 14. P = Í ˙ dan Q = Í ˙ himpunan penyelesaiannya adalah .... Î2 4˚ Î3 1 ˚ a. 4 d. 22 maka P + Q = .... b. 7 e. 29 È3 3 ˘ È -3 -3 ˘ c. 19 a. Í ˙ d. Í ˙ Î5 5 ˚ Î5 5˚10. Nilai maksimum fungsi z = 3x + 4y terletak pada titik È -3 3 ˘ È3 3˘ y b. Í ˙ e. Í ˙ Î 5 5˚ Î -5 5 5˚ 5x + 2y = 10 È3 3˘ c. Í ˙ Î -5 5 ˚ 15. Diketahui È2 1 ˘ È -1 1 ˘ A= Í ˙ dan B = Í ˙ Î 0 1˚ Î 0 2˚ x 0 Nilai A – 2B = .... 2x + 3y = 6 È 4 1˘ È0 3˘ a. {z˙ 0 ≤ z ≤ 2} a. Í ˙ d. Í ˙ b. {z˙ –2 ≤ z ≤ 0} Î0 5˚ Î0 3˚ c. {z˙ –4 ≤ z ≤ 4} È4 1˘ È0 1˘ d. {z˙ 2 ≤ z ≤ 11} b. Í ˙ e. Í ˙ Î0 5˚ Î0 3˚ e. {z˙ 4 ≤ z ≤ 13} È0 1˘ c. Í ˙ Î0 5˚ 70 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 77. 16. Diketahui È1 2 ˘ È 4 1˘ È 2 3˘ È 2 5˘ 21. Jika A = Í ˙, B = Í ˙ , dan matriks C A= Í ˙ dan B = Í ˙ Î1 3 ˚ Î 1 3˚ Î0 1˚ Î 1 3˚ memenuhi AC = B, maka det C = .... Nilai B · A = .... a. 1 È 7 19 ˘ È 4 11˘ b. 6 a. Í ˙ d. Í ˙ Î1 3 ˚ Î2 6 ˚ c. 9 d. 11 È4 8 ˘ È2 6 ˘ b. Í ˙ e. Í ˙ e. 12 Î1 4˚ Î 4 11˚ È1 2 ˘ È3 2˘ È 2 11˘ 22. Jika A = Í ˙ dan B = Í ˙ maka A B –1 c. Í ˙ Î1 3 ˚ Î2 2˚ Î4 6 ˚ adalah .... È 3 1˘ È0 2 ˘17. Diketahui a. Í ˙ d. Í ˙ Î 2 1˚ Î1 3 ˚ È6 2˘ È -1 -5 ˘ È 2 3˘ A= Í ˙ B= Í ˙ , dan C = Í 3 5 ˙ È 5 2˘ È5 1˘ Î -3 2 ˚ 3 Î 0 3k + 1˚ Î ˚ b. Í ˙ e. Í ˙ Nilai k yang memenuhi A + B = C–1 adalah .... Î -1 0 ˚ Î1 3 ˚ a. –1 È1 2 ˘ c. Í ˙ b. –3 Î0 1˚ c. 2 d. 1 È 3 2 ˘ È x ˘ È12 ˘ 23. Jika Í ˙ Í ˙ = Í ˙ maka 5x – y = .... e. 3 Î -1 4 ˚ Î y ˚ Î10 ˚18. Ditentukan a. 7 È6 ˘ È2˘ È1˘ È7 ˘ b. 8 Í ˙ Í ˙ Í ˙ Í ˙ c. 9 A = Í 3 ˙ , B = Í 2 ˙ , C = Í 2 ˙ dan D = Í 3 ˙ d. 10 Í1 ˙ Î ˚ Í2˙ Î ˚ Í1˙ Î ˚ Í2˙ Î ˚ e. 11 Pernyataan berikut yang benar adalah .... 24. Determinan matriks B yang memenuhi persamaan a. A + B + C = 2D È 7 5 ˘ È1 11˘ b. (A + B) – C = D – C B= Í ˙=Í ˙ adalah .... c. A – B = D – C Î 2 1 ˚ Î1 2 ˚ d. D – B = A – C a. 3 e. A + C = B + D b. 4 c. 5 Èx 2 ˘ È 4 3˘ d. 619. Diketahui matriks P = Í ˙ dan Q = Í -3 x ˙ . Î3 2x ˚ Î ˚ e. 7 Agar determinan matriks P sama dengan dua kali È ˘ È4 7 ˘ determinan matriks Q, maka nilai x adalah .... 25. Diketahui A = Í ˙ dan B = Í –1 ˙ maka Î 4 1˚ Î1 2 ˚ a. x = –6, x = –2 (B–1 A)–1 = .... b. x = 6, x = –2 È36 -3 ˘ È36 -3 ˘ c. x = 6, x = 2 a. Í ˙ d. Í ˙ Î10 -1˚ Î -1 10 ˚ d. x = 3, x = –4 e. x = 3, x = 4 È 9 16 ˘ È36 -1˘ b. Í ˙ e. Í ˙ Èa b ˘ Î15 26 ˚ Î10 -3 ˚20. Diketahui A = Í ˙ È 9 26 ˘ Îc d ˚ c. Í ˙ Jika At = A–1, maka ad – bc = .... Î15 16 ˚ a. –1 atau – 2 b. 1 atau 2 c. – 2 atau 2 d. –1 atau 1 e. 1 atau – 2 Evaluasi Semester 1 71
  • 78. II. Kerjakan soal-soal berikut.26. Perhatikan gambar berikut. 28. Diketahui matriks y È2 k ˘ È1 2 ˘ È -1 -8 ˘ A= Í ˙, B = Í ˙ , dan C = Í ˙. (2, 3) Î1 0 ˚ Î3 4 ˚ Î 1 -2 ˚ Jika A × B = C, tentukan nilai k yang memenuhi persamaan tersebut. (5, 1) (1, 1) x È x 3˘ 0 29. Jika matriks A = Í ˙ tidak memiliki invers, Tentukan sistem pertidaksamaan yang menunjukkan Î6 1 5˚ tentukan nilai x dari matriks tersebut. himpunan penyelesaian dari daerah yang diarsir pada gambar di atas. Ï x + y + z = 12 Ô 227. Tanah seluas 10.000 m akan dibangun rumah 30. Sistem persamaan linear Ì2 x - y + 2 z = 12 tipe A dan tipe B. Untuk rumah tipe A, diperlukan Ô 3x + 2 y - z = 8 100 m2 dan tipe B diperlukan 75 m2. Jumlah rumah Ó yang dibangun paling banyak 125 unit. Keuntungan memiliki himpunan penyelesaian {(x, y, z)} rumah tipe A adalah Rp6.000.000,00/unit dan Tentukan nilai: tipe B adalah Rp4.000.000,00/unit. Tentukan a. x y z keuntungan maksimum yang dapat diperoleh dari b. x2 + 2yz penjualan rumah tersebut. 72 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 79. Bab 3 .id .go rta ka .ja w ww r: be S umBarisan dan DeretM atematika dapat dikatakan sebagai bahasa simbol. Hal ini A. Barisan dan Deretdikarenakan matematika banyak menggunakan simbol-simbol.Dengan menggunakan simbol-simbol tersebut, ungkapan- Aritmetikaungkapan yang panjang dapat ditampilkan dalam bentuk yang B. Barisan dan Deretpendek dan sederhana. Geometri Salah satu simbol dalam matematika adalah notasi sigma yangdilambangkan dengan "S". Notasi ini banyak digunakan untukmenyatakan jumlah dari suku-suku barisan atau deret. Salah satu contoh penggunaan barisan dan deret adalahuntuk menyelesaikan permasalahan berikut. Misalnya, sebuahbank swasta memberikan bunga 2% per bulan terhadaptabungan para nasabahnya. Jika seorang nasabah menabungsebesar Rp500.000,00, berapa jumlah uang nasabah tersebut jikatabungannya baru diambil setelah 5 bulan. 73
  • 80. Kuis Cobalah kerjakan soal-soal berikut untuk mengetahui pemahaman Anda mengenai bab ini. 1. Carilah barisan bilangan kelipatan 5 mulai dari 1 sampai dengan 50. 2. Carilah barisan bilangan kelipatan 4 mulai dari 1 sampai dengan 30. 3. Carilah jumlah sepuluh bilangan asli ganjil yang pertama. 4. Carilah jumlah sepuluh bilangan kelipatan tiga yang pertama. 5. Carilah jumlah dua puluh bilangan asli pertama. A. Barisan dan Deret Aritmetika Materi barisan dan deret telah Anda pelajari sewaktu di SMP. Sebelum mengkaji kembali mengenai barisan dan deret aritmetika, berikut ini akan diuraikan kembali mengenai istilah barisan dan deret bilangan. Untuk mengingatkan definisi dan baris bilangan, coba Anda perhatikan beberapa contoh berikut. • Susunan bilangan asli : 1, 2, 3, 4, ..., n, ... • Susunan bilangan ganjil: 1, 3, 5, 7, ..., 2n–1, ... • Susunan bilangan genap: 2, 4, 6, 8, ..., 2n, ... • Susunan bilangan kelipatan tiga: 3, 6, 9, 12, ..., 3n, ... Berdasarkan contoh-contoh tersebut, Anda dapat melihat bilangan seperti inilah yang dinamakan barisan bilangan. Definisi Definisi Barisan Bilangan Barisan bilangan adalah urutan bilangan-bilangan yang memiliki pola atau aturan tertentu. Jika barisan bilangan tadi dijumlahkan maka terbentuklah deret bilangan. Definisi Definisi Deret Bilangan Deret bilangan adalah penjumlahan dari suku-suku barisan bilangan. Sebagai contoh, jika 1, 2, 3, 4, ... merupakan barisan bilangan maka deret dari barisan bilangan tersebut adalah 1 + 2 + 3 + 4 + .... 1. Barisan Aritmetika Untuk memahami barisan aritmetika, pelajari uraian berikut. Di suatu counter pulsa, dijual berbagai macam kartu perdana dan voucher pulsa dengan harga beragam. Jika Heru membeli sebuah kartu perdana maka dikenakan harga Rp12.000,00, jika Heru membeli dua kartu perdana maka dikenakan harga Rp20.000,00. Jika Heru membeli tiga kartu perdana, dikenakan harga Rp28.000,00. Begitu seterusnya, setiap penambahan pembelian satu kartu perdana, harga pembelian bertambah Rp8.000,00. Apabila harga pembelian kartu perdana tersebut disusun dalam suatu bilangan maka terbentuk barisan berikut (dalam ribuan), yaitu 12, 20, 28, 36, 44, dan seterusnya. Dari contoh tersebut, Anda lihat bahwa setiap dua suku yang berurutan memiliki beda yang tetap. Barisan yang memiliki beda yang tetap dinamakan barisan aritmetika.74 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 81. Definisi Definisi Barisan Aritmetika Suatu barisan dikatakan sebagai barisan aritmetika jika selisih antara dua suku yang berurutan selalu tetap. Bilangan (selisih) tetap tersebut disebut sebagai beda (b).Definisi tersebut jika diubah ke bentuk notasi adalah sebagai berikut. Jika U1, U2, U3, ..., Un–1, Un adalah suatu barisan bilangan maka barisan tersebutdikatakan sebagai barisan aritmetika apabila memenuhi hubungan berikut. U2 – U1 = U3 – U2 = ... Un – Un–1Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh soal berikut. Contoh Soal 3.1 Di antara barisan-barisan bilangan berikut, tentukan manakah yang Cobalah merupakan barisan aritmetika. Jumlah suatu deret aritmetika a. 1, 4, 7, 10, ... adalah 20. Suku pertama b. 3, 6, 12, 24, ... deret tersebut adalah 8 dan bedanya–2. Jika banyaknya c. 44. 41, 38, 35, ... suku adalah n, maka n adalah Jawab: Sumber: SPMB, 2004 Untuk menentukan apakah suatu barisan termasuk barisan aritmetika atau bukan, hal yang harus diperhatikan adalah beda dari setiap dua suku berurutan dalam barisan tersebut. Jika bedanya tetap maka barisan tersebut merupakan barisan aritmetika. a. Beda antara dua suku yang berurutan dari barisan 1, 4, 7, 10, ... adalah 4 – 1 = 3, 7 – 4 = 3, 10 – 7 = 3 Beda dari barisan ini tetap sehingga 1, 4, 7, 10, ... adalah barisan arimetika. b. Beda antara dua suku yang berurutan dari barisan 3, 6, 12, 24,... 6 – 3 = 3, 12 – 6 = 6, 24 – 12 = 12 Beda dari barisan ini tidak tetap sehingga barisan 3, 6, 12, 24, ... bukan barisan aritmetika. c. Beda antara dua suku yang berurutan dari barisan 44, 41, 38, 35, ... 41 – 44 = –3, 38 – 41 = –3, 35 – 38 = –3 Beda dari barisan ini tetap sehingga barisan 44, 42, 38, 35, ... adalah barisan aritmetika. Jika Anda diminta menentukan suku ke 101 dari barisan bilangan asli,tentu saja Anda dengan mudahnya dapat menjawab pertanyaan tersebut.Akan tetapi, Bila Anda diminta menentukan suku ke 101 dari barisanbilangan ganjil, Anda akan menemui kesulitan Bila diminta menjawabsecara spontan dan tidaklah mungkin jika Anda harus mencarinya denganmengurutkan satu per satu dari suku awal sampai suku yang ditanyakan.Untuk itulah diperlukan suatu aturan untuk menentukan suku-suku yangdicari, supaya dapat menentukan suku tertentu dari suatu barisan aritmetika.Untuk itu, pelajarilah penurunan rumus suku ke–n berikut dengan baik. Misalkan U1, U2, U3, ..., Un adalah barisan aritmetika dengan sukupertama a dan beda b maka Anda dapat menuliskan: U1 = a U2 = U1 + b = a + b U3 = U2 + b = a + b + b = a + 2b = a + (3 – 1)b U4 = U3 + b = a + 2b + b = a + 3b = a + (4 – 1)b Un = Un – 1 + b = a + ( n – 1)b Barisan dan Deret 75
  • 82. Berdasarkan pola dari suku-suku pada barisan tersebut, Anda dapat menentukan rumus suku ke–n suatu barisan aritmetika, sebagai berikut. Rumus suku ke–n dari suatu Barisan Aritmetika. Misalkan terdapat suatu barisan aritmetika U1, U2 ..., Un maka rumus umum suku ke-n dengan suku pertama a dan beda b adalah Un = a – (n – 1)b Pembahasan Soal Contoh Soal 3.2Lima belas bilangan membentuk Diketahui barisan aritmetika 7, 11, 15, 19, ...deret aritmetika dengan beda a. Tentukan rumus suku ke–n dari barisan tersebut.positif. Jika jumlah suku ke-13dan ke-15 sama dengan 188 dan b. Suku ke–11 dari barisan tersebut.selisih suku ke-13 dan ke-15 Jawab:sama dengan 14, maka jumlah a. 7, 11, 15, 19, ...dari lima suku terakhir adalah....a. 362 d. 428 Dari barisan tersebut diketahui suku pertama a = 7 dan beda barisanb. 384 e. 435 b = 11 – 7 = 15 – 11 = 19 – 15 = 4. Dengan demikian, suku ke–n daric. 425 barisan tersebut adalahJawab: Un = a + ( n – 1) b• U15 – U13 = 14 (a + 14b)–(a + 12b) = 14 Un = 7 + ( n – 1) 4 b=7 Un = 4n + 3• U13 + U15 = 188 Jadi, rumus suku ke-n dari barisan tersebut adalah Un = 4n + 3. (a + 12b) + (a + 14b) = 188 b. Berdasarkan jawaban a, diperoleh Un = 4n + 3. Dengan demikian, 2a + 26 (7) = 188 U11 = 4 (11) + 3 = 44 + 3 = 47 a =3 15 Jadi, suku ke–11 dari barisan tersebut adalah 47.S15 = È2 3 + 14 ◊ 7 ˘ = 780 2 Î ˚S10 = 10 È2 3 + 9 7 ˘ = 345 Contoh Soal 3.3 2 Î ˚ Suku ke–4 dari suatu barisan aritmetika adalah 17 dan suku ke–12 dariJadi, jumlah lima suku terakhir barisan tersebut adalah 81. Tentukan suku ke–25 dari barisan tersebut.= S15– S10 = 780 – 345 = 435 Jawab: Jawaban: e Suku ke–4 = U4 = a + 3b = 17 ... (1) Sumber: SPMB, 2004 Suku ke–12 = U12 = a + 11b = 81 ...(2) Dengan menggunakan metode penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel, diperoleh suku pertama a = –7 dan beda barisan b = 8. Coba Anda buktikan. Dengan demikian, suku ke–25 dari barisan tersebut adalah Un = a + (n–1)b U25 = –7 + (25 – 1) 8 = –7 + 192 = 185 Jadi, suku ke–25 dari barisan aritmetika tersebut adalah 185. Contoh Soal 3.4 Diketahui tiga buah bilangan membentuk barisan aritmetika. Jika jumlah ketiga bilangan tersebut adalah 15 dan hasil kali ketiga bilangan tersebut adalah 80 maka tentukan nilai ketiga bilangan tesebut. Jawab: Misalkan, suku tengah ketiga bilangan tersebut adalah x, beda barisan tersebut adalah b maka suku pertama barisan adalah x – b dan suku ketiganya x + b. Jadi, barisan aritmetikanya adalah x – b, x, x + b. Jumlah ketiga bilangan tersebut adalah 15. Artinya, (x – b) + x + (x + b) = 15 3x = 15 x = 5 Substitusikan nilai x = 5 ke dalam barisan, diperoleh 5 – b, 5, 5 + b 76 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 83. Hasil kali ketiga bilangan tersebut adalah 80, artinya: (5 – b)(5)(5 + b) = 80 125 – 5b2 = 80 45 = 5b2 b2 = 9 b = ±3 Ambil b > 0 maka ketiga bilangan tersebut adalah x – b, x, x + b 5 – 3, 5, 5 + 3 2, 5, 8 Jadi, nilai ketiga bilangan yang membentuk barisan aritmetika tersebut adalah 2, 5, dan 8.2. Deret Aritmetika TokohAnda telah mengetahui bahwa penjumlahan dari barisan bilangan dikenal Matematika Johan Gausssebagai deret bilangan. Begitu pula jika Anda menjumlahkan suatu barisan (1771 - 1885)aritmetika maka Anda akan mendapatkan suatu deret aritmetika. Berikutdefinisi dari deret aritmetika.Definisi Definisi Deret Aritmetika Misalkan U1, U2, ...,Un adalah barisan aritmetika maka penjumlahan U1 + U2 + ... + Un adalah deret aritmetika. Sebagai contoh, jika Anda memiliki barisan aritmetika 2, 5, 8, 11, ... Sumber: www.upload.kemudian menjumlahkan setiap suku dalam barisan aritmetika tersebut wifimedia.orgmaka Anda akan memperoleh deret aritmetika 2 + 5 + 8 + 11 + .... Secara Johan Gauss adalah seorangumum, dari suatu barisan U1, U2, ..., Un dengan U1 = a dan beda b, Anda jenius dalam aritmetika.dapat memperoleh bentuk umum deret aritmetika, yaitu Ketika ia berusia 9 tahun seorang guru menyuruhU1 + U2 + ...+ Un = a + (a + b) + (a + 2b) + ... + (a + (n – 1) b) murid-muridnya di kelas untuk Dari suatu deret aritmetika, Anda dapat memperoleh suatu jumlah. menjumlahkan deret bilanganJika Sn menyatakan jumlah n suku pertama dari suatu deret aritmetika 1 + 2 + 3 + ... + 40. Gauss hanya memerlukan waktumaka Anda memperoleh beberapa saat saja untuk Sn = U1 + U2 + U3 + ... + Un = a + (a + b) + (a + 2b) + ... + (a + (n–1) b). memperoleh jawaban “820”.Sebagai ilustrasi, pelajari uraian berikut ini. Bahkan tanpa menulis sesuatu pun, ia dapat menjawab dalam Jika Anda memiliki barisan 30, 40, 50, ..., 100, 110, 120 maka untuk otaknya. Jumlah itu dapatmendapatkan jumlah S, Anda memerlukan rumus yang lebih praktis dipikirkan sebagai berikut (1dibandingkan dengan cara menjumlahkan satu per satu. Sebaiknya Anda + 40) + (2 + 39) + ...+ (20 + 21) = 41 + 41 + ... +41 = 20 ×perhatikan yang berikut ini. 41 = 820S10 = 30 + 40 + 50 + ... + 100 + 110 + 120 sama nilainya dengan Sumber: Khazanah Pengetahuan Bagi Anak-Anak Matematika, 1979S10 = 120 + 110 + 100 + ... + 50 + 40 + 30 +2S10 = 150 + 150 + 150 + ... + 150 + 150 + 150 Dengan demikian, 2S10 = 10 × 150 10 ¥ 150 S10 = 2 1.500 = 2 S10 = 750 Barisan dan Deret 77
  • 84. Anda dapat melihat bahwa banyak suku dari barisan tersebut adalah 10 dan 150. Kedua angka ini merupakan angka yang diperoleh dengan cara menjumlahkan suku pertama dan suku terakhir dari barisan tersebut. Dengan demikian, Anda dapat menyatakan S10 = 10(30 120) = 5(150) = 750 2 Berdasarkan uraian tersebut, Anda dapat menghitung jumlah n suku pertama (Sn) dengan cara mengalikan banyak suku (n) dengan jumlah suku pertama dan suku terakhir (a + Un), kemudian membaginya dengan 2.Cobalah Rumus Jumlah n Suku Pertama dari Deret AritmetikaSuku ke-6 sebuah barisan Misalkan Sn = U1 + U2 + ... + Un merupakan deret aritmetika denganaritmetika adalah 24.000 dan suku pertama a dan beda b makasuku ke-10 adalah 18.000. n(a U n ) atau Sn = ( 2a n 1 b )Supaya suku ke-n sama dengan n Sn = a0 maka nilai n adalah .... 2 2 Sumber: UMPTN, 2000 Contoh Soal 3.5 Diketahui barisan 6, 17, 28, 39, ... Tentukan : a. rumus jumlah n suku pertama, b. jumlah 10 suku pertamanya. Jawab: ( a. Sn = n 2a n 1 b = 2 a ) n 2 ( 2.6 (n - 1)11 ) n ( = 12 + 11n - 11 2 ) = n 2 ( ) 11n + 1 = 11 2 1 2 n + n 2 Jadi, rumus umum barisan tersebut adalah 11 n 2 + 1 n 2 2 b. Jumlah 10 suku pertamanya adalah 11 ( ) 1 ( ) 2 Sn = 10 + 10 2 2 = 550 + 5 = 555 Jadi, jumlah 10 suku pertamanya adalah 555. Contoh Soal 3.6 Dari suatu deret aritmetika, diketahui U5 = 5 dan U10 = 15. Tentukan S20. Jawab: Dari soal tersebut diketahui bahwa U5 = 5 dan U10 = 15 maka U5 = a + 4b = 5 ...(1) U10 = a + 9b = 15 ...(2) Dengan menyelesaikan sistem persamaan linear (1 dan 2) tersebut, diperoleh nilai a = –15 dan b = 5 sehingga S20 = 20 2 ( ) 2( 15) (20 1)5 = 10 (–30 + 95) = 650 Jadi, besar S20 = 650 78 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 85. Contoh Soal 3.7 Pembahasan Soal Dari suatu deret aritmetika diketahui jumlah 4 suku pertamanya sama ÈU U3 ˘ Diketahui matriks A = Í 1 ˙ dengan 20 dan jumlah 7 suku pertamanya sama dengan 35. Tentukan ÎU2 U4 ˚ suku pertama dari deret tersebut. dan Un adalah suku ke-n barisan Jawab: aritmetika. Jika U6 = 18 dan U10 = 30, maka (n Sn = 2a n 1 b 2 a ) determinan matriks A sama dengan .... (4 S4 = 2a 4 1 b 2 ) (S7 = 7 2 ) 2a 7 1 b a. –30 b. –18 d. 12 e. 18 c. –12 20 = 2(2a + 3b) (35 = 7 2 ) 2a 6b Jawab: U10 = 4 + 9b = 30 ...(1) 4a + 6b = 20 ...(1) 70 = 14a + 42b U6 = 4 + 5b = 18 ...(2) 14a + 42b = 70 – 4b = 12 Dengan melakukan eliminasi persamaan (1) terhadap persamaan (2), b=3 diperoleh Substitusikan b = 3 ke (2) a + 5b = 18 4a + 6b = 20 ˙ × 7˙ 28a + 42b = 140 a + 5(3) = 18 14a + 42b = 70 ˙ × 1˙ 14a + 42b = 70 – a=3 14a = 70 U1 = a = 3 70 U2 = a + b = 3 + 3 = 6 a= U3 = a + 2b = 3 + 2(3) = 5 14 U4 = a + 3b = 3 + 3(3) = 12 =5 Dengan demikian, Jadi, suku pertama dari deret tersebut adalah 5. ÈU U3 ˘ È3 9 ˘ A=Í 1 ˙=Í ˙ maka ÎU2 U4 ˚ Î6 10 ˚3. Aplikasi Barisan dan Deret Aritmetika det A = Í È3 9 ˘ ˙ Î6 10 ˚Banyak permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang bisa diselesaikan = 36 – 54 = –18dengan menggunakan konsep barisan dan deret aritmetika. Dalam Jadi, det A = –18menyelesaikan suatu masalah yang ada dalam keseharian kita, langkah Jawaban: bpertama yang harus dilakukan adalah mengubah masalah nyata tersebut Sumber: UMPTN, 1998ke dalam model matematika, setelah itu dicari solusinya. Solusi yangdidapat diinterpretasikan kembali ke masalah nyata yang tadi dimodelkan,sehingga diperoleh penyelesaian secara nyata. Agar dapat memahami konsep barisan dan deret aritmetika, perhatikanuraian berikut. Seorang pegawai mendapat gaji pertama Rp1.000.000,00.Setiap ia mendapatkan kenaikan gaji Rp100.000,00. Berapakah jumlahpendapatan yang diterima pegawai tersebut dalam waktu 10 bulan. Jika Anda perhatikan, masalah tersebut sebenarnya permasalahanderet aritmetika dalam menentukan jumlah n suku pertama. Suku pertamadari deret tersebut 1.000.000 dan bedanya 100.000 dengan demikian,deret aritmetika dari masalah tersebut adalah 1.000.000 + 1.100.000 + ... + U10 Suku ke-10 dari deret tersebut adalah U10 = a + 9b = 1.000.000 + 9 (100.000) = 1.900.000 sehingga jumlah pendapatan yang diterima pegawai tersebut S10 = 10 2 ( a U 10 ) = 5 (1.000.000 + 1.900.000) 1 = 5 (2.900.000) = 14.500.000 Jadi, jumlah pendapatan yang diterima pegawai tersebut selama kurunwaktu 10 bulan adalah Rp14.500.000,00. Barisan dan Deret 79
  • 86. Contoh Soal 3.8 Suatu perusahaan pada tahun pertama memproduksi 3.000 unit barang. Pada tahun-tahun berikutnya, usahanya meningkat sehingga produksinya naik secara tetap sebesar 100 unit per tahun. Pada tahun ke berapakah perusahaan tersebut memproduksi 5.600 unit barang? Jawab: Dengan cara memodelkan permasalahan tersebut ke dalam bahasa matematika, diperoleh suku pertama 3.000 dan bedanya 100, serta Un = 5600. Dengan Sumber: www.eba.com.hk demikian, yang dicari adalah n. Gunakan rumus suku ke–n, yaitu Un = a + (n – 1) b 5600 = 3000 + (n – 1) 100 5600 = 3000 + 100 n – 100 5600 = 2900 + 100 n 100 n = 5600 – 2900 100 n = 2700 2700 n= = 27 100 Jadi, perusahaan tersebut memproduksi 5600 unit barang pada tahun ke 27. Contoh Soal 3.9 Suatu keluarga memiliki 5 orang anak. Saat ini, usia kelima anak tersebut membentuk barisan aritmetika. Jika usia anak ke-3 adalah 12 tahun dan usia anak ke-5 adalah 7 tahun, tentukan jumlah usia kelima anak tersebut. Jawab: Dengan memodelkan permasalahan tersebut, diperoleh n =5 U3 = 12 = a + 2b ...(1) U5 = 7 = a + 4b ...(2) – 5 = –2b b = –2,5 Dengan menyubstitusikan b = –2,5 ke persamaan (1), diperoleh a + 2b = 12 a + 2(–2,5) = 12 a – 5 = 12 a = 12 + 5 = 17 Dengan demikian, S5 = 5 2 ( ( 2a 5 1 b = )) 5 2 ( ( 2 17 4 -2 5 = )) 5 2 ( ) 34 - 10 = 60 Jadi, jumlah usia kelima anak tersebut adalah 60 tahun. Contoh Soal 3.10 Ayah membagikan uang sebesar Rp100.000,00 kepada 5 orang anaknya. Semakin muda usia anak maka semakin kecil jumlah uang yang diterima anak. Jika selisih uang yang diterima oleh setiap dua anak yang usianya berdekatan adalah Rp5.000,00 dan anak sulung menerima uang paling banyak maka tentukan jumlah uang yang diterima anak ke–4. Jawab: Model matematika dari permasalahan tersebut adalah S5 = 100.000 b = 5.00080 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 87. Rumus jumlah n suku pertama adalah Sn = n 2 ( 2a n 1 b a ) S5 = 5 2 2 ( ( ) 5 - 1 5 000 ) 100.000 = 5 2 ( 2a 4 5 000 ( )) 200.000 = 5(2a + 20.000) kedua ruas dikalikan 2 200.000 = 10a + 100.000 10a = 100.000 a = 10.000 Jumlah uang yang diterima anak ke–4 U4 = a + (4 – 1)b U4 = 10.000 + 3(5.000) = 25.000 Jadi, jumlah uang yang diterima anak ke-4 adalah Rp25.000,00 Tes Pemahaman 3.1Kerjakanlah soal-soal berikut di buku latihan Anda.1. Diketahui barisan aritmetika berikut. 8. Sebuah gedung pertunjukan memiliki 35 baris kursi. Kursi yang terdapat di baris depan ada 25 a. 3, 6, 9, 12,... c. 1 ,1, 3 , 2, ... 2 2 kursi. Setiap baris, lebihnya dua kursi dari baris sebelumnya. b. 11, 17, 23, 29,... d. 64, 60, 56, 52,... Tentukan: Dari barisan-barisan tersebut, tentukan U7 dan a. jumlah seluruh kursi di gedung tersebut, U11. b. banyaknya kursi pada baris ke–35.2. Tentukan suku ke-19 dari barisan aritmetika jika 9. Seorang petani apel di a. U4 = 15 dan U9 = 75 Malang memanen apelnya b. U7 = 105 dan U14 = 42 setiap hari. Setiap kali3. Diketahui suku terakhir dari suatu deret aritmetika panen, ia selalu mancatat adalah 43. Banyaknya suku dari deret tersebut banyaknya apel yang berhasil adalah 22 dan jumlah deret tersebut 484. Tentukan dipanen. Banyaknya apel suku pertama dan beda dari deret tersebut. yang dipetik pada hari ke-n Sumber: www.balipost.com4. Suatu deret aritmetika, diketahui jumlah 5 suku memenuhi persamaan Un = 50 + 15n. yang pertama adalah 42 dan jumlah 8 suku pertama Tentukan berapa banyaknya apel yang telah ia petik adalah 72. Tentukan suku ke–11. selama 20 hari pertama.5. Berapakah jumlah 10 suku yang pertama dari suku 10. Pak Harry meminjam uang ke–n barisan aritmetika berikut. pada sebuah Bank untuk a. Un = 5n + 2 keperluan sekolah anaknya. b. Un = 5 – 3 n Setelah dihitung, total6. Suku ke-2 dari deret aritmetika adalah 11, jumlah pinjaman dan bunga yang suku ke-3 dan ke-4 adalah 31. harus dibayar oleh Pak Harry Tentukan: adalah Rp3.560.000,00. Sumber: www.jakarta.go.id a. suku pertama dan beda dari deret tersebut, Ia melakukan pembayaran utang dengan cara angsuran. b. rumus suku ke–n, Setiap bulannya, angsuran yang ia berikan naik c. jumlah 15 suku pertama dari deret tersebut. Rp20.000,00 per bulannya. Jika angsuran pertama yang7. Diketahui deret Un = 2an + b + 4 dan Sn = 3bn2 + an. ia bayarkan Rp60.000,00, tentukan berapa lamakah Tentukan nilai a dan b yang memenuhi. waktu yang diperlukan Pak Harry untuk melunasi utangnya tersebut. Barisan dan Deret 81
  • 88. B. Barisan dan Deret Geometri Pola dari barisan dan deret geometri tidaklah sama dengan pola dari barisan dan deret aritmetika. Untuk itu, Anda perlu berhati-hati jika menemukan suatu barisan atau deret bilangan. Supaya tidak keliru maka Anda harus bisa membedakan antara barisan dan deret aritmetika dengan barisan dan deret geometri. Untuk itu, pelajarilah materi pada subbab ini dengan baik, kemudian bandingkan dengan materi pada subbab sebelumnya. 1. Barisan Geometri Perhatikan barisan bilangan berikut. • 2, 4, 8, 16,... • 81, 27, 9, 3,... Pada kedua barisan tersebut, dapatkah Anda menentukan pola yang dimiliki oleh masing-masing barisan? Tentu saja pola yang didapat akan berbeda dengan pola yang Anda dapat ketika mempelajari barisan aritmetika. Selanjutnya, cobalah Anda bandingkan antara setiap dua suku yang berurutan pada masing-masing barisan tersebut. Apa yang Anda peroleh? Ketika Anda membandingkan setiap dua suku yang berurutan pada barisan tersebut, Anda akan mendapatkan perbandingan yang sama. Untuk barisan yang pertama, diperoleh perbandingan sebagai berikut. 4 8 16 = 2, = 2, = 2,.... 2 4 8 Bilangan 2 disebut sebagai rasio dari barisan yang dilambangkan dengan r. Barisan yang memiliki rasio seperti ini dinamakan barisan geometri. Definisi Definisi Barisan Geometri Misalkan U1, U2, ...,Un suatu barisan bilangan. Barisan bilangan tersebut dikatakan sebagai barisan geometri apabila memenuhi U2 U3 U = = ... = n = r , dengan r = rasio atau pembanding. U1 U 2 Un 1 Jika diketahui suatu barisan geometri U1, U2, ...,Un, dan dimisalkan U1 = a dengan rasionya r maka Anda dapat menuliskan: U1 = a U2 = 1.r = a.r = ar 2 – 1 U3 = U2.r = (ar) r = ar 2 = ar3 – 1 Un = a.r.r...r = ar n – 1 n –1 Dengan demikian, Anda dapat menentukan suatu rumus umum untuk menentukan suku ke-n dari suatu barisan geometri. Rumus Suku ke–n Barisan Geometri Misalkan terdapat suatu barisan geometri U1, U2, ...,Un maka rumus umum suku ke-n dengan suku pertamanya a dan rasionya r adalah Un = ar n–182 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 89. Contoh Soal 3.11 Pembahasan Soal Diketahui barisan geometri 2, 8, 32, .... Tentukan: Suku kelima dan suku kede- a. suku pertama dan rasionya, lapan suatu barisan geometri berturut-turut adalah 48 dan b. rumus suku ke–n, 384. Suku keempat barisan c. U5 dan U11 tersebut adalah .... Jawab: a. 24 d. 38 b. 30 e. 42 U 8 a. Suku pertama U1 = a = 2. Rasionya adalah 2 = = 4 c. 34 U1 2 Jawab: Oleh karena a = 2 dan r = 4 maka U5 = ar4 = 48 Un = ar n – 1 U8 = ar7 = 384 U8 ar 7 384 Un = 2 (4)n – 1 = = U5 ar 4 48 Jadi, rumus suku ke-n barisan geometri tersebut adalah 2(4)n – 1 r2 = 8 c. Berdasarkan hasil dari soal b maka r = 38 2 U5 = 2 (4)5 – 1 U11 = 2 (4)11 – 1 U U 48 r 5 ¤ U4 = 5 = = 24 = 2 · 4 = 512 4 = 2 · 410 = 2.097.152 U4 r 2 Jadi, U5 dan U11 dari barisan tersebut adalah 512 dan 2.097.152. Jawaban: a Sumber: EBTANAS, 2000Contoh Soal 3.12 Diketahui suku ke-9 barisan geometri adalah 256 dan suku ke-6 barisan Cobalah tersebut 32. Tentukan suku pertama dan rasio dari barisan tersebut. Jika U1, U2, ... U7 membentuk Jawab: barisan geometri, U3 = 12 dan U9 = ar 9 – 1 = ar 8 = 256 ...(1) log U1 + log U2 + ... + log U7 = 7 log 3. U6 = ar 6 – 1 = ar 5 = 32 ...(2) Tentukan U5. Bagilah persamaan (1) oleh persamaan (2) diperoleh Sumber: SPMB, 2007 U9 = ar 8 = 256 U6 = ar 5 = 32 : r3 = 8 r =2 Substitusi r = 2 ke persamaan (2), diperoleh ar 5 = 32 a (2)5 = 32 a (32) = 32 a =1 Jadi, suku pertama barisan geometri tersebut adalah 1 dan rasionya 2.Contoh Soal 3.13 Diketahui tiga buah bilangan membentuk barisan geometri. Jika jumlah ketiga bilangan tersebut adalah 31 dan hasil kali ketiga bilangan tersebut adalah 125 tentukan nilai ketiga bilangan tersebut. Jawab: Misalkan suku tengah dari ketiga bilangan tersebut adalah x dan rasio x barisan tersebut adalah r maka suku pertama dari barisan adalah dan suku r x ketiganya x.r. Dengan demikian, barisan geometrinya adalah , x , xr . r Hasil kali ketiga bilangan tersebut adalah 125, Ê xˆ ( )( ) artinya Á ˜ x xr = 125 Ër¯ x3 = 125 x =5 Barisan dan Deret 83
  • 90. Pembahasan Soal Dengan menyubstitusikan x = 5 ke dalam barisan, diperolehSuku ke-n suatu barisan 5 , 5, 5rgeometri adalah Un. rJika U1 = k, U2 = 3k, dan Jumlah ketiga bilangan tersebut adalah 31, artinyaU3 = 8k + 4 maka U5 = .... 5a. 81 d. 648 + 5 5r = 31b. 162 e. 864 rc. 324 5Jawab: + 5 26 0 kedua ruas ditambah (–31)U1 = k, U2 = 3k, U3 = 8k + 4, rlangkah pertama tentukan nilai r. 5 + 5r 2 – 26r = 0 kalikan dengan r U U 2 r= 2 = 3 5r – 26 r + 5 = 0 U1 U2 (r – 5) (5r – 1) = 0 pemfaktoran persamaan kuadrat 3k r – 5 = 0 atau 5r – 1r= =3 k 1 r=5 r=Selanjutnya, tentukan nilai k. 5 U2 U3 Dengan demikian, ketiga bilangan yang dimaksud adalah = U1 U2 5 5 Ê 1ˆ ; 5; 5 (5) atau ; 5; 5 Á ˜3k 8k + 4 5 1 Ë 5¯ = k 3k 5 8k 4 1; 5; 25 atau 25; 5; 1 3= 3k Jadi, ketiga bilangan tersebut adalah 1; 5; 25. 9k = 8k + 4 k= 4Oleh karena U1 = k maka U1 = 4Dengan demikian, 2. Deret GeometriU5 = ar 5 – 1 Seperti pada deret aritmetika, jika Anda menjumlahkan barisan geometri = ar 4 maka Anda akan memperoleh deret geometri. = 4 · 34 = 4 · 81 = 324 Definisi Jawaban: c Definisi Deret Geometri Sumber: SPMB, 2007 Misalkan U1, U2, ...,Un adalah barisan geometri maka pemjumlahan U1 + U2+ ... + Un adalah deret geometri. Secara umum, dari suatu barisan geometri U1, U2, ...,Un dengan U1 = a dan rasio r, Anda dapat memperoleh bentuk umum deret geometri, yaitu U1+ U2+ U3 + ...+ Un = a + ar + ar 2+ ... + arn – 1 Seperti pada deret aritmetika, pada deret geometri pun Anda akan memperoleh jumlah deret geometri. Jika Sn menyatakan jumlah n suku pertama dari suatu deret geometri maka Anda peroleh Sn = a + ar + ar2 + ... + ar n – 1 ...(1) Untuk mendapatkan rumus jumlah n suku pertama deret geometri, kalikanlah persamaan (1) dengan r, diperoleh Sn· r = ar + ar2 + ar3 + ... + ar n ...(2) Selanjutnya, cari selisih dari persamaan (1) dan persamaan (2). Dalam hal ini, Sn – (Sn · r). Sn = a + ar + ar2 +...+ ar n – 1 (Sn · r) = ar + ar2 + ...+ ar n – 1 + arn – Sn – (Sn · r) = a – arn Sn(1 – r) = a (1 – rn) faktorkan masing-masing ruas sehingga diperoleh Sn = ( a 1 rn ) ,r π 1 1- r 84 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 91. Rumus Jumlah n Suku Pertama dari Deret Geometri Misalkan U1, U2 + ...+Un merupakan deret geometri, dengan suku pertama a dan rasio r, maka jumlah n suku pertama (Sn) dari deret tersebut adalah Sn = a 1 rn ( ) , r π 1 atau Sn = a rn - ,r π 1 ( ) 1- r r -1Contoh Soal 3.14 Diketahui deret 4 + 12 + 36 + 108 .... Pembahasan Soal Tentukan: Jika jumlah n suku pertama a. rumus jumlah n suku pertama, dari suatu deret geometri yang b. jumlah 7 suku pertamanya. S rasionya r adalah Sn maka 6 n Jawab: = .... S3 n 4 + 12 + 36 + 108 .... a. r3n d. r2n + 1 12 Dari deret tersebut diketahui a = 4 dan r = =3 b. r2n e. r3n – 1 4 c. r3n + 1 a. Sn = ( a rn - = ) 4 3n - 1 ( = ) 4 3n - 1 ( ) = 2(3n – 1) Jawab: ( a rn - ) r -1 3 1 2 Sn = r -1 maka Jadi, rumus umum jumlah n suku pertama deret tersebut adalah 2 (3 n –1). ( a r 6n - 1 ) r -1 = r -1 6n S6 n b. Jumlah suku pertamanya ( ) = S3 n a r -1 3n r 3n - 1 S7 = 2 (37 – 1) = 2 (2187 – 1) = 4.372 r -1 ( ) 2 Jadi, jumlah 7 suku pertamanya adalah 4.372. S6 n r 3n -1 = S3 n r 3n -1Contoh Soal 3.15 = (r 3n ) (r 3n 1 ) r 3n -1 Dari suatu deret geometri, diketahui suku ke-3 = 8 dan suku ke-5 = 32. S6 n Tentukan S15. = r3n + 1 S3 n Jawab: S Jadi, nilai 6 n = r3n + 1 Dari soal diketahui S3 n U3 = 8 = ar2 ...(1) Jawaban: c U5 = 32 = ar4 ...(2) Sumber: SPMB, 2004 Dari persamaan (1) dan (2), Anda peroleh r = 2 dan a = 2 (buktikan), sehingga S15 = ( a rn - ) = 2(2 15 -1 ) = 2 (32.768 - 1) = 2 (32.767) = 65.534 r -1 2 1 1 Jadi, besar S15 = 65.534.Contoh Soal 3.16 Diketahui jumlah n suku pertama pada suatu deret geometri adalah 68.887. Jika suku pertama dari deret itu a = 7 dan rasio r = 3 maka tentukanlah nilai n. Jawab: a = 7 dan r = 3 Sn = 68887 Sn = ( a rn - ) r -1 Barisan dan Deret 85
  • 92. 68.887 = ( 7 3n - 1 ) 3 1 137.774 = 7 (3n – 1) 3n – 1 = 19.682 3n = 19.683 3n = 39 Jadi, nilai n yang memenuhi adalah 9. 3. Deret Geometri Tak Hingga Pada Subbab B.2, Anda telah mempelajari deret geometri. Deret geometri Pembahasan Soal yang telah Anda pelajari merupakan deret geometri berhingga. Pada bagian È1 a ˘ ini, Anda akan mempelajari deret geometri tak hingga.Pada matriks A = Í ˙, Îb c ˚ Deret geometri tak hingga merupakan deret geometri yang banyakbilangan positif 1, a, c sukunya tak hingga. Anda telah mengetahui bahwa untuk menentukanmembentuk barisan geometri jumlah n suku pertama dari suatu deret geometri digunakan rumus: ( )berjumlah 13 dan bilanganpositif 1, b, c membentuk barisan a rn - a ar naritmetika, maka det A = ... Sn = =a. 17 d. –6 r -1 1- rb. 6 e. –22 a ar nc. –1 = -Jawab: 1 r 1- r1, a, c membentuk barisan Oleh karena yang dipelajari adalah deret geometri tak hingga makageometri berjumlah 13 maka a c akan ditinjau setiap nilai dari r untuk n Æ ∞ sebagai berikut. = ¤ a2 = c ...(1) 1 adan a. Untuk r > 1 atau r < –11 + a + c = 13 ¤ c + a = 12 ...(2) Oleh karena r > 1 atau r < –1 maka nilai rn akan semakin besar jika nSubstitusi (1) ke (2) diperoleha2 + a – 12 = 0 makin besar. Dalam hal ini,(a – 3)(a + 4) = 0 • Untuk r > 1 dan n Æ ∞ maka rnÆ ∞.a – 3 atau a + 4 = 0 • Untuk r < –1 dan n Æ ∞ maka r Æ –∞.a=3 a = –4 (tidak memenuhi karena a > 0) sehingga diperoleh1, b, c membentuk barisan a a ( ±• )aritmetika maka Sn = -b–1=c–b 1 r 1- r2b = c + 1 = ±∞ 1b = (c + 1) ...(3) Deret geometri tak hingga dengan r > 1 atau r < –1 disebut deret divergen 2Substitusi a = 3 ke (1) diperoleh (menyebar) karena deret ini tidak memiliki kecenderungan pada suatu nilaic = a2 = 32 = 9, tertentu. Oleh karena itu, deret ini tidak memiliki limit jumlah.substitusi c = 9 ke (3) 1 1b = (c + 1) = (9 + 1) = 5 b. Untuk –1 < r < 1 2 2Dengan demikian, Oleh karena –1 < r < 1 maka nilai rn akan semakin kecil dan mendekati È1 a ˘ È1 3 ˘ a˘ nol. Dalam hal ini untuk n Æ ∞ maka rn Æ 0 A=Í ˙=Í ˙ Î b c ˚ Î5 9 ˚ sehingga diperoleh a (0)maka det A = Í È1 3 ˘ ˙ = 9 – 15 Sn = a - Î5 9 ˚ 1- r 1- r = –6 aJadi, det A = –6 = Jawaban: d 1- r Sumber: SPMB, 2007 Deret geometri tak hingga dengan –1 < r < 1 disebut deret konvergen. Deret ini memiliki kecenderungan pada suatu nilai tertentu. Oleh karena itu, deret ini memiliki limit jumlah. 86 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 93. Contoh Soal 3.17 Pembahasan Soal Tentukan jumlah deret geometri tak hingga berikut. Jumlah deret tak hingga 1 – tan2 30º + tan4 30º – tan6 30º 2 2 2 + + + ... + ... + (–1)n tan2n 30º adalah .... 3 9 3 a. 1 d. Jawab: 2 1 1 b. e. 2 Berdasarkan deret tersebut dapat Anda ketahui a = 2 dan r = . Dengan 2 3 3 demikian, c. 4 a 2 2 Jawab: S∞ = = = =3 1- r 1 2 1 – tan2 30º + tan4 30º – tan6 30º 1- + ... + (–1)n tan2n 30º + ... 3 3 Berdasarkan deret tersebut, Jadi, jumlah deret geometri tersebut adalah 3. diketahui: a=1 r = – tan2 30ºContoh Soal 3.18 Jumlah deret tak hingganya Suku ke-n dari suatu deret geometri tak hingga adalah 5–n. Tentukan jumlah a S• = deret geometri tak hingga tersebut. 1-r 1 Jawab:      = 1 + tan2 30o 1 1 1 Un = 5–n maka a = U1 = 5–1 = , U2 = 5–2 = 2 = = 1 5 5 25 1 1 1+ 3 U 1 5 5 1 r = 2 = 25 = ¥ = = = 1 U1 1 25 1 25 5 4 5 3 1 1 3 = a 4 S∞ = = 5 = 5 = 1¥5 = 1 Jadi, jumlah deret tak hingga 1- r 1 4 5 4 4 1- tersebut adalah 3 5 5 4 Jadi, jumlah deret tersebut adalah 1 . Jawaban: c 4 Sumber: UMPTN, 1999Contoh Soal 3.19 Dengan menggunakan konsep deret geometri tak hingga, nyatakan pecahan desimal 0,2222... ke dalam bentuk pecahan biasa. Jawab: 0,2222... = 0,2 + 0,02 + 0,002 + ... = 0,2 + 0,2 (0,1) + 0,2 (0,01) + ... = 0,2 + 0,2 (0,1) + 0,2 (0,1)2 + ... Ternyata bentuk 0,2222... dapat dibentuk ke dalam bentuk deret geometri tak hingga dengan suku pertama a = 0,2 dan rasio r = 0,1. Oleh karena r = 0,1 (–1 < r < 1) maka deret ini konvergen dengan: a 0, 2 S∞ = = 1- r 1 0,1 0, 2 = 0, 9 2 = 9 2 Jadi, bentuk desimal 0,2222... ekuivalen dengan pecahan . 9 Barisan dan Deret 87
  • 94. Contoh Soal 3.20 Suatu deret geometri tak hingga konvergen dengan limit jumlah 9. Jika suku pertama deret tersebut adalah 6, tentukan rasio dari deret tersebut. Dari soal diketahui bahwa a = 6 dan S∞ = 9. Jawab: a S∞ = 1- r 6 9= 1- r 9 – 9r = 6 9r = 3 r= 1 3 1 Jadi, rasio dari deret geometri tersebut adalah . 3 4. Aplikasi Barisan dan Deret Geometri Sama halnya seperti barisan dan deret aritmetika, barisan dan deret geometri pun dapat digunakan dalam memecahkan masalah-masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Contoh Soal 3.21 Akibat adanya wabah flu burung, seorang peternak ayam mengalami kerugian. Setiap dua puluh hari, jumlah ayamnya berkurang menjadi setengah. Jika setelah 2 bulan jumlah ayam yang tersisa tinggal 200 ekor, berapakah jumlah ayam semula yang dimiliki peternak tersebut? Jawab: Sumber: www.iptekda.lipi.go.id Masalah tersebut merupakan aplikasi dari barisan geometri. Dari permasalahan tersebut diketahui 1 Un = 200, r = , dan n = 2 bulan = 2 30 hari = 3 a 2 20 hari a 20 hari Berdasarkan konsep barisan geometri, diperoleh Un = arn–1 3 1 Ê 1ˆ 200 = a Á ˜ Ë 2¯ 2 Ê 1ˆ 200 = a Á 2˜ Ë ¯ a = 4 × 200 = 800 Jadi, jumlah ayam yang dimiliki peternak tersebut adalah 800 ekor. Contoh Soal 3.22 Sebuah bola basket dijatuhkan dari ketinggian 6 m. Pada setiap pantulan, 2 bola memantul dan mencapai ketinggian dari ketinggian semula. Tentukan Sumber: www.ldb.com.do 3 panjang lintasan yang terjadi hingga bola benar-benar berhenti.88 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 95. Jawab: 6m Panjang lintasan total bola hingga berhenti dinyatakan oleh deret berikut. S∞ = h0 + 2(h1 + h2 + ...) ho = ketinggian mula-mula 6 m 2 2 h1 = h0 = × 6 = 4 m 3 3 2 2 2 Ê 2ˆ Ê 2ˆ 4 24 h2 = h1 = . Á ˜ h0 = Á ˜ h0 = ¥ 6 = m 3 3 Ë 3¯ Ë 3¯ 9 9 2 3 2 2 Ê 2ˆ Ê 2ˆ 8 h3 = h2 = . Á ˜ h0 = Á ˜ h0 = m 3 3 Ë 3¯ Ë 3¯ 27 2 hn = h 3 n–1 Dengan demikian, Anda dapat menuliskan Ê2 Ê 2ˆ 2 ˆ Á3 () Ë 3¯ () S∞ = h0 + 2(h1 + h2 + ... + h50) = 6 2 Á 6 + Á ˜ 6 + ...˜ ˜ Ë ¯ Ê Ê 2ˆ Ê 2ˆ 2 ˆ = 6 2 Á 4 + Á ˜ 4 + Á ˜ 4 + ...˜ Á Ë Ë 3¯ Ë 3¯ ˜ ¯ Dapat Anda lihat bahwa 2 Ê 2ˆ Ê 2ˆ 4 + Á ˜ 4 + Á ˜ 4 + ... Ë 3¯ Ë 3¯ 2 merupakan deret geometri tak hingga konvergen dengan a = 4 dan r = . Oleh karena itu, jumlah dari deret tersebut (misalkan D) adalah 3 a 4 D= = 4 = = 12 1- r 2 1 1- 3 3 Dengan demikian, S∞ = 6 + 2D = 6 + 2 (12) = 6 + 24 = 30 Jadi, panjang lintasan yang dilalui bola sampai bola berhenti adalah 30 m.Contoh Soal 3.23 Seutas tali dipotong menjadi 4 bagian, sedemikian sehingga panjang dari potongan tali tersebut membentuk barisan geometri. Jika potongan tali yang terpendek adalah 0,5 cm dan yang paling panjang 108 cm, tentukan panjang tali semula. Jawab: Dengan memodelkan masalah tersebut ke dalam bahasa matematika, n = 4, U1 = a = 0,5 cm, dan U4 = 108 cm. U4 = ar4 – 1 = 108 Sumber: www.ropefailed.com 0,5r3 = 108 r3 = 216 Gambar 3.6 r =6 Tali putus Barisan dan Deret 89
  • 96. Selanjutnya, carilah jumlah dari potongan-potongan tali tersebut, yaitu S4 S4 = ( a r4 -1 ) r -1 = ( 0, 5 64 1 ) 6 1 = ( 0, 5 1296 - 1 ) 5 = 0,1 (1295) = 129,5 Jadi, panjang tali semula adalah 129,5 cm. Tes Pemahaman 3.2Kerjakanlah soal-soal berikut di buku latihan Anda.1. Tentukan rasio dan suku ke-5 dari barisan-barisan 6. Suku pertama dari suatu barisan sama dengan geometri berikut ini. 5, sedangkan suku ketiganya sama dengan 80. a. 2, –6, 18, –54, ... Tentukan: b. 9, 3, 1, ... a. rasio dari barisan (ambil rasio yang positif ),2. Tentukan suhu ke 6 dan suhu ke 9 dari barisan- b. rumus suku ke-n. barisan geometri berikut. 7. Pada saat awal diamati terdapat 8 virus jenis tertentu. a. –44, 22, –11, ... Setiap 24 jam masing-masing virus membelah diri 1 1 1 menjadi dua. Jika setiap 96 jam seperempat dari b. 1, , , , ... seluruh virus dibunuh, tentukan banyaknya virus 2 4 83. Diketahui suku pertama dari suatu barisan geometri pada hari ke-6. adalah 5, sedangkan suku keduanya adalah 12. 8. Seutas tali dipotong menjadi 6 bagian dan panjang Tentukan rasio dan rumus suku umum ke-n dari masing-masing potongan membentuk barisan barisan geometri tersebut. geometri. Panjang potongan tali terpendek 6 cm 1 dan potongan tali terpanjang sama dengan 486 cm.4. Diketahui deret geometri 4 + 2 + 1 + ... + . 108 Tentukan panjang tali secara keseluruhan. Tentukan: a. banyak suku deret tersebut, 9. Diketahui suku ke-5 dari deret geometri adalah 96 b. jumlah 7 suku pertama, dan suku ke-3 dari deret tersebut adalah 24. c. jumlah deret tersebut. Jika S4 = 90, tentukan nilai a (suku pertama).5. Tentukan jumlah dari deret geometri tak hingga 10. Sebuah bola pingpong dijatuhkan dari ketinggian berikut. 4 m, dan ketinggian bola setiap kali memantul a. –2, 4, –8, 16, ... 3 adalah dari ketinggian semula. Tentukan: 4 2 1 1 4 b. , , , , ... a. ketinggian bola pada pantulan ke-4, 5 5 5 10 b. panjang lintasan bola sampai bola benar-benar berhenti. Rangkuman 1. Barisan Aritmetika 2. Deret Aritmetika Suatu barisan dikatakan sebagi barisan aritmetika Misalkan U1, U2, ... Un adalah barisan aritmetika jika selisih antara setiap dua suku yang berurutan maka penjumlahan U1 + U2 + ... + Un adalah selalu tetap. Bilangan (selisih) tetap tersebut deret aritmetika. disebut sebagai beda (b). Rumus jumlah n suku pertama deret aritmetika Rumus suku ke-n dari suatu barisan aritmetika: ( n a +U n ) Un = a + (n – 1)b Sn = 2 atau Sn = n 2 ( a 2a (n 1) b ) 90 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 97. 3. Barisan Geometri 5. Deret Geometri Tak Hingga U1, U2, ..., Un suatu barisan bilangan geometri a. Deret geometri tak hingga adalah deret apabila memenuhi geometri yang banyak sukunya tak hingga. U2 U3 Un b. Deret geometri tak hingga dengan r > 1 atau = = ... = = r , dengan r = rasio atau r < –1 adalah deret divergen. Deret ini tidak U1 U 2 Un 1 memiliki limit jumlah. pembanding. c. Deret geometri tak hingga dengan –1 < r < 14. Deret Geometri adalah deret konvergen. Deret ini memiliki U1, U2, ..., Un adalah barisan geometri maka limit jumlah dengan rumus penjumlahan U1 + U2 + ... + Un adalah deret a geometri. Sn = ,r≠1 ( ) ( ) 1- r a 1 rn a rn - Sn = atau Sn = , dengan r ≠ 1 1- r r -1Peta Konsep Barisan Bilangan membentuk Deret Bilangan terdiri atas terdiri atas Barisan Barisan Deret Deret Aritmetika Geometri Aritmetika GeometriRumus Suku ke-n Rumus Suku ke-n Jumlah n SukuUn = a + (n – 1)b Aplikasi Un = arn – 1 Aplikasi Pertama Sn = a ( rn ) Aplikasi 1-r Sn = ( a rn - ) r -1 Jumlah n Suku Pertama Aplikasi Deret Geometri Tak Sn = ( n 2 ( 2a n 1 b a )) Hingga S• = 1-r a Barisan dan Deret 91
  • 98. Tes Pemahaman Bab 3Kerjakanlah di buku latihan Anda.I. Pilihlah satu jawaban yang benar.1. Suku ke-6 dari barisan aritmetika 2, 5, 8, .... 10. Pada suatu deret geometri suku keduanya 5, jumlah a. 11 d. 20 suku keempat dan keenam adalah 28. Suku ke-9 dari b. 14 e. 23 deret tersebut adalah .... c. 17 a. 28 d. 192. Jumlah 15 bilangan asli yang pertama adalah .... b. 26 e. 17 a. 120 d. 123 c. 21 b. 121 e. 124 11. Sebuah tali dibagi menjadi enam bagian dengan c. 122 panjang yang membentuk barisan geometri. Jika tali3. Jumlah 6 suku pertama pada barisan bilangan 3, 8, yang paling pendek panjangnya 3 cm dan yang paling 13, 18, ... adalah .... panjang 96 cm, panjang tali semula adalah .... a. 47 d. 84 a. 183 cm d. 189 cm b. 65 e. 95 b. 186 cm e. 191 cm c. 72 c. 187 cm4. U5 + U7 pada barisan bilangan 3, 6, 9, ... adalah .... 12. Jika a, b, dan c barisan geometri, hubungan yang a. 33 d. 42 mungkin adalah .... b. 36 e. 45 a. a2 = bc d. c = a2b 2 c. 39 b. b = ac e. b = a2r2 2 c. c = ab5. Diketahui barisan bilangan 3, 7, 11, 15, ... adalah .... Jika Sn = 528, maka n = .... 13. Jumlah dari suatu deret tak hingga adalah 10. a. 10 d. 16 Jika suku pertamanya 2, rasio dari deret tersebut b. 12 e. 18 adalah .... c. 14 a. 2 d. 56. Jumlah semua bilangan genap antara 100 dan 200 3 6 yang habis dibagi 5 adalah .... b. 3 e. 6 a. 1150 d. 1450 4 7 b. 1250 e. 1500 c. 1350 c. 4 57. Jumlah n suku pertama suatu deret aritmetika adalah 14. Suatu jenis bakteri dalam satu detik membelah Sn = n 2 (3n 17 . ) menjadi dua. Jika pada permulaan ada 5 bakteri maka banyaknya waktu yang diperlukan supaya Rumus suku ke-n deret ini adalah .... bakteri yang ada menjadi 160 adalah .... a. 3n – 10 d. 3n – 4 a. 3 detik d. 6 detik b. 3n – 8 e. 3n – 2 b. 4 detik e. 7 detik c. 3n – 6 c. 5 detik8. Jumlah 6 suku pertama pada barisan bilangan 2, 6, 15. Seorang petani mencatat hasil panennya selama 11 18, 54, adalah .... hari. Jika hasil panen hari pertama 15 kg mengalami a. 728 d. 722 kenaikan sebesar 2 kg setiap hari, jumlah hasil panen b. 726 e. 720 yang dicatat adalah .... (SPMB 2003) c. 724 a. 200 kg d. 275 kg9. U7 + U5 pada barisan bilangan 3, 6, 12, 24, ... b. 235 kg e. 425 kg adalah .... c. 325 kg a. 236 d. 242 b. 238 e. 244 c. 240 92 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 99. 16. Syarat supaya deret geometri tak hingga dengan suku 19. Dari deret aritmetika diketahui pertama a konvergen dengan jumlah 2 adalah .... U6 + U9 + U12 + U15 = 20 maka S20 = .... a. –2 < a < 0 d. 0 < a < 4 a. 50 d. 200 b. –4 < a < 0 e. –4 < a < 4 b. 80 e. 400 c. 0 < a < 2 c. 10017. Dari suatu barisan geometri, ditentukan U1 + U2 + 20. Jumlah 5 suku pertama suatu deret aritmetika adalah U3 = 9 dan U1·U2 ·U3 = –216. Nilai U3 pada barisan 20. Hasil kali suku ke-2, suku ke-4, dan suku ke-5 geometri itu adalah .... adalah 324. Jumlah 8 suku pertama deret tersebut a. –12 atau –24 d. –3 atau –12 adalah .... b. –6 atau –12 e. 6 atau 24 a. –4 atau 68 d. –64 atau 124 c. –3 atau –6 b. –52 atau 116 e. –5 atau 13818. μ1, μ2, μ3, ... adalah barisan aritmetika dengan suku- c. –64 atau 88 suku positif. Jika μ1 + μ2 + μ3 = 24 dan μ12 = μ3–10 maka μ4= .... a. 16 d. 30 b. 20 e. 32 c. 24II. Kerjakan soal-soal berikut.1. Diketahui suku ke-2 dari suatu deret aritmetika 4. Keuntungan seorang pedagang bertambah setiap adalah 5. Jika jumlah suku ke-4 dan ke-6 sama bulan dengan jumlah yang sama. Jika keuntungan dengan 28, tentukan sampai bulan keempat Rp30.000,00, dan sampai a. suku pertama dan beda deret aritmetika bulan kedelapan Rp172.000,00, tentukan tersebut, keuntungan yang diperoleh pedagang tersebut b. rumus suku ke-n, sampai tepat 1 tahun. c. jumlah 15 suku pertama. 5. Jumlah penduduk sebuah kota setiap 10 tahun2. Jumlah 5 suku pertama sebuah deret geometri berubah menjadi 2 kali lipatnya. Berdasarkan adalah 33. Jika rasionya -2, tentukan jumlah nilai perhitungan, pada tahun 2020 nanti akan dicapai suku ke-5 dan ke-9 deret geometri tersebut. 6,4 juta orang.3. Tiga buah bilangan membentuk barisan aritmetika. Tentukan berapakah jumlah penduduk kota tersebut Jika suku ketiga ditambah 2 dan suku kedua pada tahun 1980. dikurangi 2 maka diperoleh barisan geometri. Jika suku ketiga barisan aritmetika ditambah 2 maka hasilnya menjadi 4 kali suku pertama. Tentukan beda barisan aritmetika tersebut. Barisan dan Deret 93
  • 100. Refleksi Akhir BabBerilah tanda √ pada kolom yang sesuai dengan pemahaman Anda mengenai isi bab ini. Setelah mengisinya,Anda akan mengetahui pemahaman Anda mengenai isi bab yang telah dipelajari. Jawaban No Pertanyaan Tidak Sebagian Kecil Sebagian Besar Seluruhnya 1. Apakah Anda memahami pengertian dan sifat-sifat notasi sigma? 2. Apakah Anda dapat menjelaskan ciri barisan aritmetika dan baris geometri? 3. Apakah Anda memahami cara merumuskan dan menentukan suku ke–n dan jumlah n suku deret aritmetika dan deret geometri? 4. Apakah Anda dapat menjelaskan ciri deret geometri tak hingga yang mempunyai jumlah? 5. Apakah Anda memahami cara menghitung jumlah deret geometri tak hingga? 6. Apakah Anda memahami cara menuliskan suatu deret aritmetika dan deret geometri dengan notasi sigma? 7. Apakah Anda dapat merumuskan masalah yang model matematikannya berbentuk deret aritmetika dan deret geometri? 8. Apakah Anda memahami cara menentukan bunga tunggal, bunga majemuk, dan anuitas? 9. Apakah Anda mengerjakan soal- soal yang ada pada bab ini? 10. Apakah Anda berdiskusi dengan teman-teman Anda apabila ada materi yang tidak dimengerti? 94 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 101. Evaluasi Semester 2Kerjakanlah di buku latihan Anda.I. Pilihlah satu jawaban yang benar.1. Diketahui barisan bilangan 4, 9, 14, 19, .... Suku 9. Suku kedua dari suatu deret aritmetika adalah 5. Jika ke-9 dari barisan tersebut adalah .... jumlah suku ke-4 dan ke-6 sama dengan 28, suku a. 34 d. 49 ke-9 adalah .... b. 39 e. 54 a. 19 d. 26 c. 44 b. 21 e. 282. Rumus suku ke-n dari barisan bilangan pada soal c. 23 nomo 1 adalah .... 10. Jika jumlah n suku pertama deret aritmetika adalah a. 2n + 2 d. 5n – 1 Sn = 2n2 + 3n, beda deretnya adalah .... b. n + 2 e. 3n + 2 a. 2 d. 5 c. 3n + 1 b. 3 e. 63. Jumlah suku ke-n dari suatu barisan bilangan adalah c. 4 Un = 4n + 3. Suku ke-15 dan suku ke-18 dari barisan 11. Jumlah n bilangan bulat positif pertama sama tersebut berturut-turut adalah .... dengan .... a. 63 dan 72 d. 65 dan 72 a. n(n – 1) d. n(n ) b. 60 dan 72 e. 63 dan 75 2 c. 60 dan 75 n(n ) b. e. n24. Diketahui suku ke-n dari suatu barisan adalah 2 c. n(n + 1) Un = 5 – 2n. Jumlah 15 suku pertama dari barisan tersebut adalah .... 12. Ayah membagikan uang sebesar Rp100.000,00 a. –330 d. –330 kepada 4 orang anaknya. Semakin muda usia anak, b. –165 e. 495 semakin kecil uang yang diterima. Jika selisih c. 165 yang diterima oleh setiap dua anak yang usianya berdekatan adalah Rp5.000,00 dan si sulung5. Diketahui suku kelima dari suatu barisan aritmetika menerima uang paling banyak maka jumlah yang adalah 21 dan suku kesepuluh 41. Suku kelima diterima oleh si bungsu adalah .... puluh barisan aritmetika tersebut adalah .... a. Rp15.000,00 d. Rp22.500,00 a. 197 d. 200 b. 198 e. 201 b. Rp17.500,00 e. Rp25.000,00 c. 199 c. Rp20.000,00 1 13. Jika (a + 2), (a – 1), (a – 7), ... membentuk barisan6. Diketahui suatu deret aritmetika 84, 80 , .... Suku geometri, rasionya sama dengan .... ke-n akan menjadi nol, jika n = .... 2 1 a. 20 d. 100 a. –5 d. 2 b. 24 e. ~ b. –2 e. 2 c. 25 17. Diketahui 3 suku yang berurutan dari suatu barisan c. – 2 aritmetika adalah x + 2, 2x + 3, 5x – 6 maka x = .... 14. Dari suatu barisan geometri, diketahui suku ke-2 5 4 a. –1 d. adalah dan suku ke-5 adalah 36. Suku ke-6 4 3 b. 0 e. 5 barisan tersebut adalah .... c. 1 a. 108 d. 458. Pada suatu barisan aritmetika, suku keduanya b. 54 e. 40 adalah 8, suku keempatnya adalah 14, dan suku c. 48 terakhirnya adalah 23. Banyaknya suku pada 15. Diketahui barisan geometri dengan suku pertama barisan itu adalah .... = 4 dan suku kelima = 324. Jumlah delapan suku a. 5 d. 8 pertama deret tersebut adalah .... b. 6 e. 9 a. 6.560 d. 13.122 c. 7 b. 6.562 e. 13.124 c. 13.120 Evaluasi Semester 2 95
  • 102. 16. Diketahui deret geometri berarti bahwa pada tahun 1950 jumlah penduduk 16 32 kota itu baru mencapai .... 8+ + + .... a. 100 ribu orang d. 200 ribu orang 3 9 Jumlah tak hingga dari deret tersebut adalah .... b. 120 ribu orang e. 400 ribu orang a. 48 d. 18 c. 160 ribu orang b. 24 e. 16,9 22. Jika jumlah tak hingga deret c. 19,2 1 1 a + 1 + + 2 + ...17. Suku pertama dan suku ke dua suatu deret geometri a a berturut-turut adalah a–4 dan ax. Jika suku kedelapan adalah 4a maka nilai a = .... adalah a52 maka x sama dengan .... 4 1 a. d. 3 a. –32 d. 8 3 2 b. –16 e. 4 3 1 b. e. 4 c. 12 2 218. Tiga buah bilangan merupakan deret geometri yang c. 2 jumlahnya 26. Jika suku tengah ditambah 4 maka 1 23. Ani membelanjakan bagian dari uang yang masih terjadi deret aritmetika. Suku tengah dari deret 5 geometri tersebut adalah .... dimilikinya dan tidak memperoleh pemasukan uang a. 2 d. 10 1 lagi. Jika sisa uang Ani kurang dari , berarti Ani b. 4 e. 18 3 c. 6 paling sedikit sudah belanja ....19. Seseorang berjalan lurus dengan kecepatan tetap a. 4 kali d. 7 kali 4 km/jam selama jam pertama. Pada jam kedua, b. 5 kali e. 8 kali kecepatan dikurangi setengahnya, demikian c. 6 kali seterusnya. Setiap jam kecepatannya menjadi 24. Suku ke-n suatu deret geometri adalah 4–n. Jumlah tak setengah dari kecepatan sebelumnya. Jarak terjauh berhingga deret tersebut sama dengan .... yang dapat dicapai orang tersebut adalah .... 1 a. 3 d. a. 6 km d. 12 km 2 b. 8 km e. tak berhingga 1 b. 2 e. c. 10 km 320. Jika pada suatu deret aritmetika suku ke-7 dan suku c. 1 ke-10 berturut-turut 13 dan 19 maka jumlah 20 25. Agar deret bilangan x - 1 , 1 , 1 , ... jumlahnya suku pertama adalah .... x x x( x 1) a. 100 d. 400 mempunyai limit, nilai x harus memenuhi .... b. 200 e. 500 a. x > 0 c. 300 b. x < 121. Jumlah penduduk sebuah kota setiap 10 tahun c. 0 < x < 1 atau x > 1 menjadi 2 kali lipat. Menurut perhitungan, pada d. x > 2 tahun 2000 akan mencapai 3,2 juta orang. Ini e. 0 < x < 1 atau x > 2II. Kerjakan soal-soal berikut.26. Diketahui suku kedua dari suatu deret matematika 29. Hasil produksi suatu home industri per tahun adalah 5. Jika jumlah suku ke-4 dan ke-6 sama sesuai dengan aturan barisan aritmetika. Pada dengan 28, tentukan: tahun pertama dihasilkan 500 unit dan pada tahun a. suku pertama dan beda deret tersebut, keempat sebanyak 740 unit. Tentukan pertambahan b. suku ke-11, produksi setiap tahunnya, dan tentukan pula banyak c. jumlah delapan suku pertama. produksi pada tahun kesepuluh.27. Jika suku ke-5 dan suku ke-8 suatu barisan geometri 30. Sepotong kawat memiliki panjang 105,5 cm. masing-masing adalah 48 dan 384, tentukan rasio Kawat tersebut dipotong menjadi 5 bagian sehingga dan suku ke-13 dari barisan tersebut. panjang potongan-potongannya membentuk28. Nyatakan bentuk pecahan-pecahan berulang berikut barisan geometri. Jika panjang potongan kawat yang dalam bentuk pecahan biasa. paling pendek 8 cm, tentukan panjang potongan a. 0,111 ... kawat yang paling panjang. b. 0,1212 ... 96 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 103. Evaluasi Akhir TahunKerjakanlah di buku latihan Anda.I. Pilihlah satu jawaban yang benar.1. y 5. y (0, 4) x 0 (2, 0) (6, 0) x 0 x + 3y = 9 2x + y = 8 (0, –3) Nilai maksimum fungsi tujuan f(x, y) = 2x + 5y pada daerah yang diarsir dari gambar di atas adalah .... Daerah diarsir pada gambar di atas adalah himpunan a. 15 penyelesaian dari sistem pertidaksamaan .... b. 16 a. 2x + 3y ≤ 12, –3x + 2y ≥ –6, x ≥ 0, y ≥ 0 c. 25 b. 2x + 3y ≤ 12, –3x + 2y ≤ –6, x ≥ 0, y ≥ 0 d. 36 c. 2x + 3y ≥ 12, –3x + 2y ≥ –6, x ≥ 0, y ≥ 0 e. 40 d. 2x + 3y ≥ 12, 3x – 2y ≥ 6, x ≥ 0, y ≥ 0 y 6. e. –2x + 3y ≤ 12, 3x + 2y ≤ –6, x ≥ 0, y ≥ 02. Harga satu bakso super Rp2.000,00 dan bakso biasa 4 Rp1.000,00. Jika pedagang hanya memiliki modal I Rp200.000,00 dan gerobaknya hanya mampu 3 V menampung 150 bakso maka model matematika II III dari permasalahan di atas adalah .... 1 IV a. x + y ≥ 150, 2x + y ≥ 200, x ≥ 0, y ≥ 0 x 0 4 6 b. x + y ≤ 150, 2x + y ≤ 200, x ≥ 0, y ≥ 0 c. x + y ≤ 150, 2x + y ≤ 200, x ≤ 0, y ≤ 0 Himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan d. x + y ≥ 150, 2x + y ≥ 200, x ≤ 0, y ≤ 0 x+y≤4 e. x + y ≤ 150, 2x +2y ≥ 200, x ≥ 0, y ≥ 0 x + 2y ≤ 63. Nilai maksimum dari fungsi tujuan z = 3x + 4y yang y≥1 memenuhi sistem pertidaksamaan ditunjukkan oleh .... 2x + y ≤ 11 a. I d. IV x + 2y ≤ 10 b. II e. V x≥0 c. III y≥0 7. Nilai minimum dari bentuk 4x + 3y pada daerah adalah .... penyelesaian sistem pertidaksamaan a. 36 d. 27 2x + 3y ≥ 9 b. 32 e. 24 x+9≥4 c. 30 x≥04. Nilai maksimum dari x + y – 6 yang memenuhi y≥0 syarat x ≥ 0, y ≥ 0, 3x + 8y ≤ 340, dan 7x + 4y ≤ 280 adalah .... adalah .... a. 18 d. 13 a. 52 d. 45 b. 16 e. 12 b. 51 e. 48 c. 15 c. 50 Evaluasi Akhir Tahun 97
  • 104. 8. Harga 1 kg beras Rp2.500,00 dan 1 kg gula È 2 1˘ È0 5 ˘ Rp4.000,00. Seorang pedagang memiliki modal 12. Jika matriks A = Í ˙ dan B = Í ˙ maka Rp300.000,00 dan tempat yang tersedia hanya Î 4 3˚ Î1 2 ˚ memuat 1 kuintal. Jika pedagang tersebut matriks hasil dari 3A – 2B adalah .... membeli x kg beras dan y kg gula maka sistem È4 7 ˘ È1 0 ˘ pertidaksamaan dari masalah tersebut adalah .... a. Í ˙ d. Í ˙ Î0 5 ˚ Î0 1 ˚ a. 5x + 8y ≤ 600, x + y ≤ 100, x ≥ 0, y ≥ 0 b. 5x + 8y ≥ 600, x + y ≤ 100, x ≥ 0, y ≥ 0 È6 7˘ È3 2 ˘ b. Í ˙ e. Í ˙ c. 5x + 8y ≤ 600, x + y ≥ 100, x ≥ 0, y ≥ 0 Î10 5 ˚ Î5 1 ˚ d. 5x + 8y ≤ 10, x + y ≤ 1, x ≥ 0, y ≥ 0 È12 -7 ˘ e. 5x + 8y ≥ 10, x + y ≥ 1, x ≥ 0, y ≥ 0 c. Í ˙ Î4 5 ˚ 9. Nilai maksimum fungsi tujuan z = 8x + 6y dengan syarat 13. Hasil kali matriks berordo 3 × 2 dengan matriks berordo 2 × 5 adalah .... 4x + 2y ≤ 60 a. 3 × 2 d. 5 × 3 2x + 4y ≤ 48 b. 3 × 3 e. 2 × 5 x ≥ 0, y ≥ 0, adalah .... c. 3 × 5 a. 132 Èa b ˘ Èp q˘ b. 134 14. Untuk matriks A = Í ˙ dan B = Í ˙ c. 136 Îo d ˚ Îo s ˚ berlaku AB = BA maka .... d. 144 a. (a + d)b = (p + s)q e. 152 b. (a + b)q = (p + s)q10. y c. (a – d)b = (p – s)q d. (a – d)q = (p – s)b 6 e. (a – d)q = (s – p)b È ˘ 4 15. Invers matriks Í ˙ adalah .... Î2 3˚ È 3 0˘ È 1 0˘ a. Í ˙ d. Í -2 1 ˙ Î -2 1 ˚ Î 3 3˚ x 0 4 È 2 1˘ 3 È2 1˘ b. Í 1 ˙ e. Í 3 3 ˙ Nilai maksimum f(x, y) = 5x + 10y di daerah yang Í Î 3 0˚ ˙ Î1 0 ˚ diarsir adalah .... È0 3 ˘ 1 a. 60 d. 20 c. Í ˙ Í ˙ 2 Î1 3 ˚ b. 40 e. 16 c. 36 È1 4˘ È1 0 ˘ 16. Jika matriks A = Í ˙ dan I = Í ˙ memenuhi11. x adalah matriks berordo 2 × 2 memenuhi hubungan Î2 3˚ Î0 1 ˚ È2 4˘ persamaan A2 = pA + qI maka p – q = .... È3 2 ˘ Í ˙ + X = Í 4 5 ˙ maka X adalah .... a. 16 d. 1 Î1 3 ˚ Î ˚ b. 9 e. –1 È1 6˘ È -8 -3 ˘ c. 8 a. Í ˙ d. Í ˙ Î -3 3 8˚ Î 6 -1˚ È 1 -31 ˘ 17. Matriks A = Í ˙ adalah invers dari matriks È1 6˘ È -1 -6 ˘ Î -2 1 ˚ b. Í ˙ e. Í ˙ Èx + 4 1 ˘ Î -3 8˚ Î3 8˚ B= Í ˙ jika y = .... È -1 6 ˘ Î 6 2x + y ˚ c. Í ˙ a. –1 d. 4 Î -3 -8 ˚ b. –2 e. 5 c. 3 98 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 105. Èa b a ˘ 24. Jumlah semua bilangan-bilangan di antara 10018. Matriks Í ˙ tidak memiliki invers dan 300 yang habis dibagi oleh 5 adalah .... Î a a + b˚ a. 8.200 d. 7.600 matriks jika .... b. 8.000 e. 7.400 a. a dan b sebarang c. 7.800 b. a ≠ 0, b ≠ 0, dan a = b 25. Suku ke-10 dari suatu barisan aritmetika adalah 2 c. a ≠ 0, b ≠ 0, dan a = –b dan suku ke-3 adalah 23. Suku ke-6 dari barisan d. a = 0 dan b sebarang itu adalah .... e. b = 0 dan a sebarang a. 11 d. 44 1 È3 2˘ b. 14 e. 12919. Jika A adalah invers matriks Í ˙ maka c. 23 2 Î -5 4˚ È2˘ 26. Jika suku pertama barisan geometri adalah 3 dan A Í ˙ = .... Î -1˚ suku ke-6 adalah 96 maka 3.072 merupakan suku ke .... È6 ˘ È6 ˘ a. Í ˙ d. Í ˙ a. 9 d. 12 Î4˚ Î7 ˚ b. 10 e. 13 È6 ˘ È6 ˘ c. 11 b. Í ˙ e. Í ˙ 27. Seutas pita dibagi menjadi 10 bagian dengan pan- Î5 ˚ Î8 ˚ jang yang membentuk deret aritmetika. Jika pita È6 ˘ yang terpendek 20 cm dan yang terpanjang 155 cm, c. Í ˙ Î6 ˚ maka panjang pita semula adalah .... Ï2 x 3 y = p20. Jika sistem persamaan linear Ì dan a. 800 cm d. 875 cm a Ó3x 2 y = q b. 825 cm e. 900 cm X= maka det a = .... c. 850 cm È2 3˘ det Í ˙ 28. Jumlah n suku pertama suatu deret didefinisikan Î3 2 ˚ sebagai Sn = 3n2 – 4n. Jika Un adalah suku ke-n a. 2p + 3q maka U10 = .... b. 2p – 3q a. 43 d. 147 c. 3p + 2q b. 53 e. 240 d. 3p – 2q c. 67 e. –3p + 2q 29. Dalam deret geometri diketahui suku kedua = 1021. U8 × U3 dari barisan 3, 8, 13, 18, ... adalah .... dan suku kelima = 1.250. Jumlah 11 suku pertama a. 490 deret tersebut adalah .... b. 492 1 n a. 2(5n – 1) d. (4 ) c. 494 2 d. 496 1 n b. 2(4n) e. (5 – 1) e. 498 2 1 2 3 4 1 n22. Rumus suku ke-n dari barisan , , , , ... c. (5 – 1) 2 3 4 5 2 adalah .... 30. Suatu tali dibagi menjadi 5 bagian dengan panjang n 4 membentuk barisan geometri. Jika tali yang paling a. Un = d. Un = n+2 n +1 pendek adalah 16 cm dan tali yang paling panjang n 4 81 cm, panjang tali semula adalah .... b. Un = e. Un = a. 242 cm d. 130 cm n +1 n+2 n b. 211 cm e. 121 cm c. Un = c. 133 cm n+323. Diketahui suku ke-n dari barisan bilangan adalah Un = 8n – 5. Jumlah 10 suku pertama dari barisan itu adalah .... a. 350 d. 420 b. 390 e. 450 c. 430 Evaluasi Akhir Tahun 99
  • 106. Kunci Jawaban c.Bab I Program Linear y 6Kuis y 40 Daerah penyelesaian x 0 8 20 –2 3x + 4y = 24 3 – 4y = 8 x e. y 20 40 7x + 5y = 351. berbentuk segiempat 7Tes Pemahaman 1.1 51. a. 4 y 3 2 x x 4 5 7 0 6 x + 3y = 6 3x + 5y = 15 4x + 4y = 16 d. y 3. a. 3x + 5y ≤ 1 5 x + 5y ≥ 5 x x≥0 5 y≥0 c. 5x – 6y ≤ 30 x + 2y ≤ –2 0≤x≤4 –6 y≤0 e. 4x + 3y ≤ 16 2x – 3y ≥ –10 f. y y = –x x≥0 Tes Pemahaman 1.2 x 3. 12x + 9y ≤ 1.000 –4 0 x + y ≤ 100 x≥0 y≥0 4. 1322. a. y 5. a. Fungsi tujuan z = f(x, y) = 7.500x + 6.000y Kendala: 6 x + 2y ≤ 40 3x + y ≤ 45 3 x≥0 x y≥0 0 3 9 x + 3y = 9 2x + y = 6 100 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 107. b. y È 3 4˘ 3. a. Rt = Í ˙ Î a 2b 5˚ b. a = 3, b = 1 45 5. a. x = –4, y = 0 b. x = 2, y = –4, z = –1 c. x = 3 atau x = –2 20 y=3 d. x = –1, y = –2, z = 2 Tes Pemahaman 2.3 x 15 40 È -1 3˘ È0 ˘ x + 2y = 40 2. a. Í ˙ c. Í ˙ 3x + y = 45 Î -3 9˚ Î2˚ È2 7 -6 ˘ È0 ˘ c. Pendapatan maksimum yang diperoleh adalah b. Í ˙ d. Í ˙ Î0 2 9˚ Î3˚ Rp165.000,00 3. x = 3, y = –14, z = 14, w = –13Tes Pemahaman Bab 1 È -2 ˘ È -6 -1˘1. b 11. d 5. a. Í ˙ c. Í ˙3. a 13. e Î 1 2˚ Î 2 -7 ˚5. c 15. a È -12 3 ˘ b. Í ˙ d. tidak7. e 17. e Î 4 -1˚9. c 19. a Tes Pemahaman 2.421. 3x + y ≤ 18 2. a. –43 4x – 3y ≥ –2 b. –46 –x + 4y ≥ 7 c. –53 1 È 3 0˘ 3. a. Í ˙Bab II Matriks 3 Î -2 1 ˚ È2 1 ˘Kuis b. Í 4 1 ˙ Î0 2 ˚1. {(3, –4)} c. tidak memiliki inversTes Pemahaman 2.1 d. tidak memiliki invers 32. a. Matriks S terdiri atas 2 baris dan 2 kolom 5. a. x= - c. z = 50 2 3 b. –0,3; 0; –0,2 b. y=5 c. S2 × 2 T2 × 3 Tes Pemahaman 2.5 1 È -4 1 ˘ È -2 -5 ˘ d. s21 = 1. a. Í 5 ˙ b. Í ˙ 2 Î3 5˚ t23 = –0,2 Î 2 2˚ 3. a. –3 È1 1 -1˘ È1 2 ˘ Í ˙ b. –24. a. Í ˙ c. Í2 3 5˙ Î3 1 ˚ 5. a. a = 2, b = –1, c = 3 Í0 2 3˙ Î ˚ È4 0 ˘ b. Í ˙ Tes Pemahaman Bab 2 Î 2 3˚ 1. c 11. d5. a. A, E c. D 5. b 13. c b. A d. C dan D 3. b 15. bTes Pemahaman 2.2 7. a 17. a 9. b 19. a È0 2 8˘ È5 1˘ Í ˙ 21. a. tidak dapat dioperasikan2. St = Í ˙ Ut = Í8 1 2˙ Î0 7˚ Í1 5 5˙ b. tidak dapat dioperasikan Í ˙ È7 2˘ Î3 3 -1˚ È -3 58 ˘ 1 È32 -58 ˘ Í ˙ c. Í ˙- Í ˙ Î -6 32 ˚ 252 Î 6 -3 ˚ t T = Í0 1˙ Í4 3˙ Î ˚ Kunci Jawaban 101
  • 108. È2 1˘ Evaluasi Semester 123. Í ˙ Î15 -2 ˚ 1. b 11. a 21. d25. 1 bus Rp3.500.000 3. a 13. e 23. a 5. c 15. b 25. a 1 mobil Rp1.250.000 7. a 17. d 9. d 19. b 27. Rp550.000,00Bab III Barisan dan Deret 29. x = 1 4Kuis1. 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40, 45, 50 Evaluasi Semester 23. 100 1. c 11. d 21. a5. 210 3. e 13. e 23. b 5. e 15. c 25. dTes Pemahaman 3.1 7. e 17. e1. a. U7 = 21, U11 = 33 9. d 19. b b. U7 = 47, U11 = 71 27. r = 2, U13 = 12.288 c. U7 = 7 , U11 = 5 1 2 2 29. pertambahan produksi per tahun 80 unit banyak d. U7 = 40, U11 = 24 produksi pada tahun ke sepuluh 1.220 unit3. a = 1, b = 2 Evaluasi Akhir Tahun5. a. S10 = 295 1. a 11. e 21. c b. S10 = –115 3. e 13. c 23. b7. a = –12, b = –4 5. e 15. d 25. b9. 4.350 7. e 17. e 27. d 9. a 19. d 29. cTes Pemahaman 3.21. a. r = –3, U5 = 162 1 1 b. r= , U5 = 3 9 123. a. r= 5 n -1 Ê 12 ˆ Un = 5 Á 5 ˜ Ë ¯ 25. a. S∞ = - 3 8 b. S∞ = 57. 1929. a=6Tes Pemahaman Bab 31. c 11. d3. b 13. c5. d 15. d7. b 17. d9. c 19. c21. a. a = 2, b = 3 b. 3n – 1 c. S15 = 34523. 825. 400.000 102 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 109. Apendiks Daftar Simbola : Suku pertama ∑ : Notasi sigmaAt : Transpos matriks A ∆ : SelisihA–1 : Invers matriks A Œ : Elemen atau anggotab : Beda ∞ : Tak hinggaC : Konstanta = : Sama denganF(x) : Fungsi terhadap variabel x ≠ : Tidak sama denganr : Rasio > : Lebih besar dariSn : Jumlah n suku pertama > : Lebih besar sama denganS∞ : Jumlah deret geometri tak hingga < : Lebih kecil dariUn : Suku ke-n < : Lebih kecil sama denganz : Fungsi tujuan i : Dot Apendiks 103
  • 110. Daftar IstilahA Kofaktor:Absis: Mewakili perkalian.Koordinat mendatar suatu titik dalam sistem koordinat Konvergen:bidang merupakan jarak titik ke sumbu y dihitung Bersifat menuju suatu titik pertemuan.sepanjang garis yang sejajar sumbu x.Adjoin: M Model matematika:Berdampingan/ berbatasan. Kalimat metematika terjemahan dari soal cerita denganAritmetika: menggunakan lambang matematika.Operasi hitung pada bilangan bulat positif dengan operasi Matriks:penjumlahan, perkalian, pengurangan, dan pembagian Susunan bilangan yang terdiri atas baris kolom.B Matriks baris:Barisan aritmetika: Matriks yang hanya terdiri atas satu baris.Barisan dengan setiap sukunya sama dengan jumlah Matriks kolom:sebelumnya ditambah dengan bilangan konstan. Matriks yang hanya terdiri atas satu kolom. Matriks persegi:D Matriks yang memiliki ordo sama.Daerah penyelesaian: Matriks diagonal:Daerah yang dibatasi oleh garis yang memenuhi sistem Matriks persegi yang elemen diagonal utamanya satu.pertidaksamaan linear. Minor:Determinan: Bagian kecil.Faktor hal yang menentukan.Deret geometri: NJumlah suku barisan geometri. Nilai optimum:Diagonal: Titik sudut yang memenuhi daerah himpunan penyelesaian.Garis yang menghubungkan dua puncak yang tidakbersebelahan pada segi banyak. O Ordinat:E Koordinat mendatar suatu titik pada koordinat cartesiusEliminasi: dalam bidang yang merupakan jarak titik tersebut ke sumbuProses menentukan sistem persamaan lain dari sistem x dihitung sepanjang garis yang sejajar sumbu y.persamaan semula yang tidak lagi memuat bilangan yang Ordo matriks:dieliminasikan. Banyaknya baris dan banyaknya kolom pada matriks.F PFungsi linear: Progam linear:Pemetaan suatu titik melalui persamaan linear dengan dua Menentukan nilai optimum dengan model matematika danvariabel. grafik fungsi linear.Fungsi objektif:Fungsi linear yang digunakan untuk menghitung nilai S Sumbu koordinat:optimum. Koordinat mendatar dalam suatu sistem koordinat siku-sikuG berdimensi dua.Garis selidik: Skalar:Garis lurus yang menyilidiki setiap titik optimum sehingga Bilangan real sebagai faktor perkalian.didapat nilai optimum. TI Titik optimum:Invers: Titik sudut yang memenuhi daerah himpunan penyelesaian.Lawan atau kebalikan. Transpos matriks: Pertukaran baris menjadi kolom pada matriks.KKofisien: VBagian suatu suku yang berupa bilangan /konstan. Variabel: Faktor/ unsur yang ikut menentukan perubahan. 104 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa
  • 111. Indeks A MAbsis 17 Manajerial 1Adenium 40, 41 MatriksAljabar 31, 40, 43, 45, 52 baris 35, 37, 65Alternatif 20, 40 diagonal 36, 37, 65, 66Aritmetika 73, 74, 75, 76, 77, 78, 79, 80, 81, 82, 86, 88, 90, 91, identitas 36, 40, 52, 65, 66 92, 93, 94, 95, 96, 99 kolom 35, 40, 66 kuadrat 35, 66 B nol 34, 65Baris 31, 32, 33, 34, 35, 36, 37, 38, 45, 46, 50, 65 persegi 31, 35, 36, 37, 48, 49, 50, 51, 52, 57, 65, 66Bilangan real 2, 14, 29, 36, 43, 50, 65 satuan 36, 48 C segitiga 35, 65Calladium 40, 41 skalar 36, 37, 65, 66Cartesius 3, 10, 11, 30 Metode cramer 61, 68 D determinan 58, 61, 62, 63, 64Determinan 31, 49, 50, 51, 52, 54, 55, 56, 58, 60, 61, 62, 63, 64, grafik 31, 58 65, 67, 68, 71, 79 invers matriks 58, 59, 60Diagonal 35, 36, 37, 50, 51, 65, 66 sarrus 51 E Model sport 12Eforbia 40, 41 NElemen 33, 34, 35, 36, 38, 39, 41, 42, 43, 45, 46, 49 Notasi 20, 33, 50, 65, 73, 75, 94Eliminasi 15, 31, 58, 79 O G Ordinat 17Garis selidik 20, 21, 22, 23, 24, 25 Ordo 33, 34, 36, 38, 39, 40, 41, 42, 43, 44, 45, 46, 47, 48, 50, I 51, 52, 53, 54, 57, 64, 65, 68, 98Invers 49, 52, 53, 54, 55, 56, 57, 58, 59, 60, 64, 65, 66, 67, 68, P 72, 98, 99 Pemodelan matematika 11, 12 K Program Linear 1, 3, 11, 13, 14, 15, 16, 20, 21, 23, 24, 25, 27, 30Koefisien 2, 20, 34, 36, 58, 61, 62, 63 RKolom 31, 32, 33, 34, 35, 36, 38, 40 Rasio 82, 83, 84, 85, 87, 88, 90, 91, 92, 93, 95, 96Konstanta 2, 55, 61, 63 S Substitusi 15, 16, 17, 18, 20, 24, 31, 39, 76, 79, 86 T Transpos 31, 37, 38, 40, 65, 66, 68 V Variabel 2, 3, 5, 6, 7, 10, 11, 14, 15, 16, 17, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 30, 31, 36, 39, 48, 57, 58, 59, 60, 61, 63, 64, 65, 68, 76 Indeks 105
  • 112. Daftar PustakaAnton, Howard. 2000. Dasar-Dasar Aljabar Linear Jilid I Edisi Ketujuh. Jakarta: Interaksara.Barnett, Raymond A and Michael R. Ziegler. 1997. Applied Calculus for Bussiness, Economics, Life Sciences, and Social Sciences. United States of America: Prentice-Hall, Inc.BSNP. 2006. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Matematika Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.Farlow, Stanley J. 1994. Finite Mathematics and Its Application. Singapore: Mc.Graw-Hill Book Co.Leithold, Louis. 1991. Kalkulus dan Ilmu Ukur Analitik Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga.Martono, K. 1992. Kalkulus. Bandung: Fakultas MIPA Jurusan Matematika ITB.Negoro, ST dan B. Harahap. Ensiklopedia Matematika. Jakarta: PT. Ghalia Indonesia.Purcell, Edwin J, dan Date Verberg. 2001. Kalkulus Jilid I Edisi Ketujuh. Jakarta: Interaksara.Spiegel, Murray. 1988. Matematika Dasar. Jakarta: Erlangga.Tim Penyusun. 1999. Kamus Matematika. Jakarta: Balai Pustaka.W, Supriyadi. 1999. Teori, Contoh, dan Soal-Soal Matematika dan Terapannya. Bandung: Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran.Watson, Jenny, et all. 2001. Math Quest for Victoria 7 and 8. Victoria: John Willey&Sons. 106 Mahir Matematika untuk Kelas XII Program Bahasa