Konversi nilai dgn simpangan baku

5,484 views
5,223 views

Published on

2 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
5,484
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
207
Comments
2
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Konversi nilai dgn simpangan baku

  1. 1. KONVERSI NILAI DENGAN SIMPANGAN BAKU Oleh : Dessyandari Halida 5415105007
  2. 2. <ul><li>Konversi nilai pengolahan skor mentah menjadi skor huruf </li></ul><ul><li>Konversi nilai dengan simpangan baku </li></ul><ul><ul><li>Dengan tabel distribusi frekuensi tunggal </li></ul></ul><ul><ul><li>Dengan tabel distribusi frekuensi berkelompok </li></ul></ul><ul><ul><li>Simpangan baku ideal </li></ul></ul>
  3. 3. Contoh dengan tabel distribusi frekuensi tunggal <ul><li>Misalnya seorang guru memperoleh skor mentah dari hasil tes pelajaran matematika yang telah diberikan kepada 20 orang siswanya sebagai berikut : </li></ul><ul><li>73, 70, 68, 68, 67, 67, 65, 65, 63, 62, </li></ul><ul><li>60, 59, 59, 58, 58, 56, 52, 50, 41, 40 </li></ul><ul><li>Skor mentah tersebut akan diolah menjadi nilai huruf A, B, C, D, dan TL dengan menggunakan simpangan baku (Sd) </li></ul>
  4. 4. Nama Siswa Skor Mentah (x) (X – M) atau (d) (X – M) 2 atau (d) 2 A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T 73 70 68 68 67 67 65 65 63 62 60 59 59 58 58 56 52 50 41 40 13 10 8 8 7 7 5 5 3 2 0 -1 -1 -2 -2 -4 -8 -10 -19 -20 169 100 64 64 49 49 25 25 9 4 0 1 1 4 4 16 64 100 361 400 Jumlah 1201 ( ∑X ) - 1509 ∑ (X – M) 2
  5. 6. Skala Unit Deviasi (SUD) Range dari kurva normal : antara -3 Sd s.d +3 Sd = 6 Sd . A-B-C-D-TL = 4 unit. SUD = 6Sd : 4 = 1,5 Sd . Jadi, SUD = 1,5 x 8,69 = 13,035 ~ 13 .
  6. 7. <ul><li>Menentukan batas bawah (lower limit) dan batas atas (upper limit) dari masing-masing huruf. </li></ul><ul><li>Karena titik tengah C = M = 60, maka </li></ul><ul><li>Batas bawah C = M – 0,5 SUD </li></ul><ul><li> = 60 – 0,5 x 13 = 53,5 </li></ul><ul><li>Batas atas C = M + 0,5 SUD </li></ul><ul><li>= 60 + 0,5 x 13 = 66,5 </li></ul><ul><li>Batas bawah D = M – 1,5 SUD </li></ul><ul><li>= 60 – 1,5 x 13 = 34 </li></ul><ul><li>Skor di bawah 34 = TL </li></ul><ul><li>Batas atas B = M + 1,5 SUD </li></ul><ul><li>= 60 + 1,5 x 13 = 79,5 </li></ul><ul><li>Skor di atas 79,5 = A </li></ul>
  7. 8. <ul><li>Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, kita mentransfer skor-skor mentah dari 20 orang mahasiswa ke dalam nilai huruf sebagai berikut : </li></ul><ul><li>1) Skor 80 ke atas = A = tidak ada </li></ul><ul><li>2) Skor 67 s.d 79,5 = B = 6 orang </li></ul><ul><li>3) Skor 54 s.d 66,5 = C = 10 orang </li></ul><ul><li>4) Skor 34 s.d 53,5 = D = 4 orang </li></ul><ul><li>5) Skor di bawah 34 = TL = tidak ada </li></ul>
  8. 9. contoh konversi nilai dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi berkelompok <ul><li>Misalkan seorang dosen memperoleh skor dari hasil tes dari 50 orang mahasiswanya sebagai berikut : </li></ul><ul><li>97, 93, 92, 90, 87, 86, 86, 83, 81, 80, </li></ul><ul><li>80, 78, 76, 76, 75, 74, 73, 72, 72, 71, </li></ul><ul><li>69, 67, 67, 67, 64, 63, 63, 62, 62, 60, </li></ul><ul><li>58, 57, 57, 56, 56, 54, 52, 50, 47, 45, </li></ul><ul><li>43, 39, 36, 36, 32, 29, 27, 26, 20, 16. </li></ul><ul><li>Skor mentah ini akan diolah menjadi nilai huruf A, B, C, D, dan TL </li></ul>
  9. 10. Kelas Interval f d fd fd 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9   96 – 105 86 – 95 76 – 85 66 – 75 56 – 65 46 – 55 36 – 45 26 – 35 16 – 25   1 6 7 10 11 4 5 3 3 + 4 + 3 + 2 + 1 0 - 1 - 2 - 3 - 4 + 4 + 18 + 14 + 10 0 - 4 -10 - 9 -12 16 54 28 10 0 4 20 27 48     50 ( n ) + 11 ( ∑fd ) 207 ( ∑fd 2 )
  10. 12. TL D C B A SUD = 0,75 Sd = 0,75 x 19 = 14,25 <ul><li>  </li></ul><ul><li>Batas bawah D atau batas lulus = Mean = 63 </li></ul><ul><li>Skor di bawah 63 = TL </li></ul><ul><li>Batas atas D = M + 1 SUD = M + 0,75 Sd </li></ul><ul><li> = 63 + 14,25 = 77 (dibulatkan) </li></ul><ul><li>Batas atas C = M + 2 SUD = M + 1,5 Sd </li></ul><ul><li> = 63 + 28,5 = 92 (dibulatkan) </li></ul><ul><li>Batas atas B = M + 3 SUD = M + 2,25 Sd </li></ul><ul><li> = 63 + 42,75 = 106 (dibulatkan) </li></ul><ul><li>Skor di atas 106 = A </li></ul>
  11. 13. <ul><li>Dengan perhitungan tersebut maka hasil kelulusan 50 orang mahasiswa itu adalah sebagai berikut : </li></ul><ul><li>Yang tidak lulus (TL), skor di bawah 63 = 23 orang </li></ul><ul><li>Yang mendapat nilai D, skor 63 – 77 = 15 orang </li></ul><ul><li>Yang mendapat nilai C, skor 78 – 92 = 10 orang </li></ul><ul><li>Yang mendapat nilai B, skor 93 – 106 = 2 orang </li></ul><ul><li>Yang mendapat nilai A, skor di atas 106 = tidak ada </li></ul>
  12. 14. <ul><li>Simpangan Baku Ideal (Sd Ideal) </li></ul><ul><li>Misal skor maksimum ideal = 120 </li></ul><ul><li>Mean Ideal = ½ x 120 = 60 </li></ul><ul><li>Sd Ideal = 1/3 x 60 = 20 </li></ul><ul><li>Jika batas lulus = M = 60 </li></ul><ul><li> batas bawah D = M = 60 </li></ul><ul><li> batas atas D = M + 0,75 Sd = 75 </li></ul><ul><li> batas atas C = M + 1,5 Sd = 90 </li></ul><ul><li> batas atas B = M + 2,25 Sd = 105 </li></ul><ul><li> skor di atas 105 = A </li></ul>
  13. 15. Nilai (dalam huruf) Skor Jumlah siswa A >105 0 B 91 – 105 3 C 76 – 90 11 D 60 - 75 16 TL < 60 20
  14. 16. KESIMPULAN <ul><li>Pengolahan konversi nilai dengan simpangan baku dapat dilakukan dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi tunggal dan tabel distribusi frekuensi bergolong / berkelompok. </li></ul><ul><li>Pada penggunaan simpangan baku ini, nilai-nilai yang diperoleh disesuaikan dengan tingkat prestasi kelompok. </li></ul><ul><li>Pada penentuan batas lulus sangat bergantung pada kondisi kebutuhan dan tujuan penilaian. Jika tujuan penilaian itu untuk mempertinggi mutu hasil belajar siswa, penentuan batas lulus tinggi perlu ditetapkan. Sebaliknya jika penilaian itu bermaksud untuk memperoleh kelulusan yang lebih banyak, mungkin batas lulus itu pun perlu diturunkan. </li></ul>

×