Makalah sholat

2,022 views
1,912 views

Published on

Makalah tentang tata cara sholat

Published in: Spiritual
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,022
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
94
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah sholat

  1. 1. COVER
  2. 2. KATA PENGANTARBissmilahirrohmanirrahim Alhamdulillah segala puji syukur hanya untuk Allah dan telah mencurahkan Rahmatserta hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas dalam menyusun makalah ini yangberjudul "Shalat". Shalawat serta salam semoga tercurah kepada nabi Muhammad SAW. Dan keluarganyajuga para sahabatnya serta para pengikut nya yang serta sampai akhir zaman. Makalah ini adalah makalah yang dapat memotifasi anda untuk memperdalam tentang"shalat". Kami mencari isi yang tercantum dalam makalah ini dari sumber-sumber yangterkemuka dan dari buku-buku yang membahas tentang hal yang bersangkutan. Dalam menyusun makalah ini kami menyadari masih banyak kekurangan dalam isi, bentukmaupun susunan kalimatnya akan tetapi berkat bimbingan dan dorangan serta doa dariberbagai pihak maka kesulitan-kesulitan yang kami hadapi, Alhamdulillah dapat teratasi.Namun kami tetap menerima dan mengaharapkan kritik serta saran dari pembaca yang menujuke arah kebaikan dan kesempurnaan dalam makalah ini. Semoga apa yang kami usahakan ini kiranya dapat bermanfaat bagi kami khususnya danpara pembaca umumnya, Amin. Genteng, 12 Oktober 2012. Penulis
  3. 3. DAFTAR ISICOVER......................................................................................................................................................1KATA PENGANTAR...............................................................................................................................2DAFTAR ISI.............................................................................................................................................3BAB I PENDAHULUAN.........................................................................................................................4 A.Latar Belakang...................................................................................................................................4 B.Rumusan Masalah .............................................................................................................................4 C. Tujuan Penulisan .............................................................................................................................4 D. Manfaat Penulisan ............................................................................................................................5BAB II PEMBAHASAN..........................................................................................................................6 A.Pengertian Sholat...............................................................................................................................6 B. Tujuan Shalat....................................................................................................................................6 C. Syarat-Syarat Wajib dan Sah Shalat.................................................................................................7 D. Cara Mengerjakan Shalat.................................................................................................................7 E. Rukun Shalat...................................................................................................................................26 F. Sunnah-Sunnah Shalat....................................................................................................................27 G. Hal Yang Makruh Dalam Sholat....................................................................................................29 H. Hal-Hal Yang Membatalkan Sholat...............................................................................................29 I. Macam-Macamnya Shalat...............................................................................................................29BAB III PENUTUP...............................................................................................................................33 A.Kesimpulan......................................................................................................................................33 B.Saran.................................................................................................................................................33Daftar Pustaka:........................................................................................................................................34
  4. 4. BAB I PENDAHULUAN A. Latar BelakangSering kali kita sebagai orang islam tidak mengetahui kewajiban kita sebagai mahluk yang palingsempurna yaitu sholat, atau terkadang tau tentang kewajiban tapi tidak mengerti terhadap apa yangdilakukaan. Selain itu juga bagi kaum fanatis yang tidak menghargai tentang arti khilafiyah, danmenganggap yang berbeda itu yang salah. Oleh karena itu mari kita kaji bersama tentang arti shalat,dan cara mengerjakannya serta beberapa unsur didalamnya. Dalam pembahasan kali ini juga dipaparkan sholat dan macamnya.Shalat merupakan salah satu kewajiban bagi kaum muslimin yang sudah mukallaf dan harusdikerjakan baik bagi mukimin maupun dalam perjalanan dan merupakan rukun Islam kedua setelahsyahadat. Islam didirikan atas lima sendi (tiang) salah satunya adalah shalat, sehingga barang siapamendirikan shalat ,maka ia mendirikan agama (Islam), dan barang siapa meninggalkan shalat,maka iameruntuhkan agama (Islam).Shalat harus didirikan dalam satu hari satu malam sebanyak lima kali, berjumlah 17 rakaat. Shalattersebut merupakan wajib yang harus dilaksanakan tanpa kecuali bagi muslim mukallaf baik sedangsehat maupun sakit. Selain shalat wajib ada juga shalat – shalat sunah.Untuk membatasi bahasan penulisan dalam permasalahan ini, maka penulis hanya membahas tentangshalat wajib kaitannya dengan kehidupan sehari – hari. B. Rumusan MasalahPembahasan makalah ini difokuskan pada pemahaman tentang1) Pengertian sholat2) Tujuan sholat3) Syarat- syarat sholat4) cara mendirikan sholat5) mana yang rukun, sunah, makruh dsb.6) Macam-macam shalat C. Tujuan PenulisanTujuan penulisan yang disusun dalam bentuk makalah ini adalah untuk memaparkan pemahamantentang :1) Arti Sholat
  5. 5. 2) Bagaimana cara mengerjakan shalat seperti yang dianjurkan oleh Rosulullah SAW.3) Mengkaji Khilafiyah antar madzhab4) Sebagai koreksi terhadap prilaku sholat kita D. Manfaat PenulisanPenulisan ini diharapkan bermanfaat dalama) Memahami lebih Arif berbagai khilafiyah yang adab) Lebih sempurna dalam mengerjakan sholatc) Memperdalam pengetahuan tentang sholat dan ragamnyad) Merubah pemikiran untuk lebih Universale) Lebih utama untuk meningkatkan keimanan sehingga menjadi insan yang bertakwaf) Memberi sumbangsi pembanding dengan makalah lain.  
  6. 6. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian SholatSholat berasal dari bahasa Arab As-Sholah ( ), sholat menurut Bahasa (Etimologi) berarti Doa dansecara terminology / istilah, para ahli fiqih mengartikan secara lahir dan hakiki. Secara lahiriah shalatberarti beberapa ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam, yangdengannya kita beribadah kepada Allah menurut syarat – syarat yang telah ditentukan (SidiGazalba,88).Adapun scara hakikinya ialah” berhadapan hati (jiwa) kepada Allah, secara yang mendatangkan takutkepada-Nya serta menumbuhkan didalam jiwa rasa kebesarannya dan kesempurnaan kekuasaan-Nya”atau” mendahirkan hajat dan keperluan kita kepada Allah yang kita sembah dengan perkataan danpekerjaan atau dengan kedua-duanya (Hasbi Asy-Syidiqi, 59).Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa shalat adalah merupakan ibadah kepadaTuhan, berupa perkataan dengan perbuatan yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salammenurut syarat dan rukun yang telah ditentukan syara”. Juga shalat merupakan penyerahan diri (lahirdan bathin) kepada Allah dalam rangka ibadah dan memohon rido-Nya. B. Tujuan ShalatSholat dalam agama islam menempati kedudukan yang tidak dapat ditandingi oleh ibadat manapunjuga, ia merupakan tiang agama dimana ia tak dapat tegak kecuali dengan itu.Adapun tujuan didirikannya shalat menurut Al-Qur’an dalam surah Al –Ankabut : 45َ‫ِقَِقَ ا ِ ِمْ ا ِ َصِقَ ِقَ ا ِ َلّ َصِقَ ِقَ ِقَ ِمْ ِقَ ِقَ ا ِ ِمْ ِقَ ِمْ ِقَ ا ِ ِقَ ِمْ ْنُ ِمْ ِقَ ِق‬‫واقيم ال َلّلةوة اَن ال َلّلةوة تنه ى عن الفحشءاء والمنكر‬Artinya: Kerjakanlah shalat sesungguhnya shalat itu bisa mencegah perbuatan keji dan munkar.Juga Allah mengfirmankannya dalam surah An-Nuur: 56َ‫ِقَِقَ ا ِ ِمْ ْنُ ِمْ َلّ ِقَ ِقَ ِقَ ْنُ ِمْ َلّ ِقَ ِقَ ِقَِقَ ا ِ ِمْ ْنُ ِمْ َلّ ْنُ ِمْ ِقَ ِقَ ِقَِقَ ْنُ ِمْ ْنُ ِمْ ِقَ ْنُ ِمْ ِق‬‫واقيمةو الَصالة وتآتةو الَزكةوة واطيعةو االرسةول لعلكم ترحمةوَن‬Artinya : Dan kerjakanlah shalat, berikanlah zakat, dan taat kepada Rasul, agar supaya kalian semuadiberi rahmat.Dari dalil – dalil Al-Quran di atas tidak ada kata – kata perintah shalat dengan perkataan“laksanakanlah” tetapi semuanya dengan perkataan “dirikanlah”. Dari unsur kata – kata melaksanakanitu tidak mengandung unsur batiniah sehingga banyak mereka yang Islam dan melaksanakan shalattetapi mereka masih berbuat keji dan munkar. Sementara kata mendirikan selain mengandung unsurlahir juga mengandung unsur batiniah sehingga apabila shalat telah mereka dirikan, maka mereka tidakakan berbuat jahat.
  7. 7. C. Syarat-Syarat Wajib dan Sah Shalata. Syarat wajib shalat1. Islam2. Baligh3. Berakal “Telah diangkat pena itu dari tiga perkara, yaitu dari anak-anak sehingga ia dewasa(baligh), dari orang tidur sehingga ia bangun dan dari orang gila sehingga ia sehat kembali.” (HR. AbuDaud dan Ibnu Majah).4. Ada pendengaran, artinya anak yang sejak lahir tuna rungu (tuli) tidak wajib mengerjakan sholat.5. Suci dari haid dan nifas.6. Sampai dakwah Islam kepadanya.b. Syarat sah shalat1. Suci dari dari hadats, baik hadats kecil maupun hadats besar.2. Suci badan, pakaian dan tempat shalat dari najis.3. Menutup aurat. Aurat laki-laki antara pusat sampai lutut dan aurat perempuan adalah seluruhbadannya kecuali muka dan tepak telangan.4. Telah masuk waktu sholat, artinya tidak sah bila dikerjakan belum masuk waktu shalat atau telahhabis waktunya.5. Menghadap kiblat.   D. Cara Mengerjakan Shalat1. Menghadap kabahRasulullah shallAllahu alaihi wasallam bila berdiri untuk sholat fardhu atau sholat sunnah, beliaumenghadap Kabah. Beliau memerintahkan berbuat demikian sebagaimana sabdanya kepada orangyang sholatnya salah: "Bila engkau berdiri untuk sholat, sempurnakanlah wudhumu, kemudianmenghadaplah ke kiblat, lalu bertakbirlah." (HR. Bukhari, Muslim dan Siraj).Tentang hal ini telah turun pula firman Allah dalam Surah Al Baqarah : 115: "Kemana saja kamumenghadapkan muka, disana ada wajah Allah."Nabi shallAllahu alaihi wasallam pernah sholat menghadap Baitul Maqdis, hal ini terjadi sebelumturunnya firman Allah: "Kami telah melihat kamu menengadahkan kepalamu ke langit. Kami
  8. 8. palingkan kamu ke kiblat yang kamu inginkan. Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu ke sebagianarah Masjidil Haram." (QS. Al Baqarah : 144).Setelah ayat ini turun beliau sholat menghadap Kabah.2. BerdiriRasulullah shallAllahu alaihi wasallam mengerjakan sholat fardhu atau sunnah berdiri karenamemenuhi perintah Allah dalam QS. Al Baqarah : 238.Apabila bepergian, beliau melakukan sholat sunnah di atas kendaraannya. Beliau mengajarkan kepadaumatnya agar melakukan sholat khauf dengan berjalan kaki atau berkendaraan."Peliharalah semua sholat dan sholat wustha dan berdirilah dengan tenang karena Allah. Jika kamudalam ketakutan, sholatlah dengan berjalan kaki atau berkendaraan. Jika kamu dalam keadaa aman,ingatlah kepada Allah dengan cara yang telah diajarkan kepada kamu yang mana sebelumnya kamutidak mengetahui (cara tersebut)." (QS. Al Baqarah : 238).3. Kewajiban menghadap sutrahSutrah (pembatas yang berada di depan orang sholat) dalam sholat menjadi keharusan imam dan orangyang sholat sendirian, sekalipun di masjid besar, demikian pendapat Ibnu Hani dalam KitabMasail,dari Imam Ahmad. Beliau mengatakan, "Pada suatu hari saya sholat tanpa memasang sutrah didepan saya, padahal saya melakukan sholat di dalam masjid kami, Imam Ahmad melihat kejadian ini,lalu berkata kepada saya, Pasanglah sesuatu sebagai sutrahmu! Kemudian aku memasang orang untukmenjadi sutrah."Nabi ShallAllahu alaihi wasallam bersabda:"Janganlah kamu sholat tanpa menghadap sutrah danjanganlah engkau membiarkan seseorang lewat di hadapan kamu (tanpa engkau cegah). Jika dia terusmemaksa lewat di depanmu, bunuhlah dia karena dia ditemani oleh setan."(HR. Ibnu Khuzaimahdengan sanad yang jayyid (baik))Beliau juga bersabda: "Bila seseorang di antara kamu sholat menghadap sutrah, hendaklah diamendekati sutrahnya sehingga setan tidak dapat memutus sholatnya." (HR. Abu Dawud, Al Bazzar danHakim. Disahkan oleh Hakim, disetujui olah Dzahabi dan Nawawi).Dan hendaklah sutrah itu diletakkan tidak terlalu jauh dari tempat kita berdiri sholat sebagaimana yangtelah dicontohkan oleh Nabi shallAllahu alaihi wasallam."Nabi shallAllahu alaihi wasallam berdiri shalat dekat sutrah (pembatas) yang jarak antara beliaudengan pembatas di depannya 3 hasta."(HR. Bukhari dan Ahmad). Adapun yang dapat dijadikansutrah antara lain: tiang masjid, tombak yang ditancapkan ke tanah, hewan tunggangan, pelana, tiang
  9. 9. setinggi pelana, pohon, tempat tidur, dinding dan lain-lain yang semisalnya, sebagaimana telahdicontohkan oleh Rasulullah shallAllahu alaihi wasallam.4. NiatNiat berarti menyengaja untuk sholat, menghambakan diri kepada Allah Taala semata, sertamenguatkannya dalam hati.Nabi shallAllahu alaihi wasallam bersabda: "Semua amal tergantung pada niatnya dan setiap orangakan mendapat (balasan) sesuai dengan niatnya."(HR. Bukhari, Muslim dan lain-lain. Baca Al Irwa,hadits no. 22).  Niat tidak dilafadzkanDan tidaklah disebutkan dari Nabi shallAllahu alaihi wasallam dan tidak pula dari salah seorangsahabatnya bahwa niat itu dilafadzkan. Abu Dawud bertanya kepada Imam Ahmad. Dia berkata,"Apakah orang sholat mengatakan sesuatu sebelum dia takbir?" Imam Ahmad menjawab, "Tidak."(Masaail al Imam Ahmad hal 31 dan Majmuu al Fataawaa XXII/28).Asy Syafii berkata, "Was-was dalam niat sholat dan dalam thaharah termasuk kebodohan terhadapsyariat atau membingungkan akal." (Lihat al Amr bi al Itbaa wa al Nahy an al Ibtidaa).5. Takbiratul ihromNabi shallAllahu alaihi wasallam selalu memulai sholatnya (dilakukan hanya sekali ketika hendakmemulai suatu sholat) dengan takbiratul ihrom yakni mengucapkan Allahu Akbar di awal sholat danbeliau pun pernah memerintahkan seperti itu kepada orang yang sholatnya salah. Beliau bersabdakepada orang itu: "Sesungguhnya sholat seseorang tidak sempurna sebelum dia berwudhu danmelakukan wudhu sesuai ketentuannya, kemudian ia mengucapkan Allahu Akbar."(Haditsdiriwayatkan oleh Al Imam Thabrani dengan sanad shahih).  Takbirotul ihrom diucapkan dengan lisanTakbirotul ihrom tersebut harus diucapkan dengan lisan (bukan diucapkan di dalam hati).An Nawawi berkata, "…adapun selain imam, maka disunnahkan baginya untuk tidak mengeraskansuara ketika membaca lafadz tabir, baik apakah dia sedang menjadi makmum atau ketika sholat sendiri.Tidak mengeraskan suara ini jika dia tidak menjumpai rintangan, seperti suara yang sangat gaduh.Batas minimal suara yang pelan adalah bisa didengar oleh dirinya sendiri jika pendengarannya normal.Ini berlaku secara umum baik ketika membaca ayat-ayat al Qur-an, takbir, membaca tasbih ketikaruku, tasyahud, salam dan doa-doa dalam sholat baik yang hukumnya wajib maupun sunnah…" beliaumelanjutkan, "Demikianlah nash yang dikemukakan Syafii dan disepakati oleh para pengikutnya. Asy
  10. 10. Syafii berkata dalam al Umm, Hendaklah suaranya bisa didengar sendiri dan orang yang beradadisampingnya. Tidak patut dia menambah volume suara lebih dari ukuran itu.." (al Majmuu III/295).6. Mengangkat kedua tanganDisunnahkan mengangkat kedua tangannya setentang bahu ketika bertakbir dengan merapatkan jari-jemari tangannya, berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar radiyAllahu anhuma,ia berkata: "Rasulullah shallAllahu alaihi wasallam biasa mengangkat kedua tangannya setentang bahujika hendak memulai sholat, setiap kali bertakbir untuk ruku dan setiap kali bangkit darirukunya."(Muttafaqun alaihi).Atau mengangkat kedua tangannya setentang telinga ,berdasarkan hadits riwayat Malik bin Al-Huwairits radhiyyAllahu anhu, ia berkata: "Rasulullah shallAllahu alaihi wasallam biasa mengangkatkedua tangannya setentang telinga setiap kali bertakbir (didalam sholat)."(HR. Muslim).7. BersedekapKemudian Nabi shallAllahu alaihi wasallam meletakkan tangan kanan di atas tangan kirinya(bersedekap). Beliau bersabda: "Kami, para nabi diperintahkan untuk segera berbuka danmengakhirkan sahur serta meletakkan tangan kanan pada tangan kiri (bersedekap) ketika melakukansholat."(Hadits diriwayatkan oleh Al Imam Ibnu Hibban dan Adh Dhiya dengan sanad shahih).  Meletakkan atau menggenggamBeliau shallAllahu alaihi wasallam meletakkan lengan kanan pada punggung telapak kirinya,pergelangan dan lengan kirinya berdasar hadits dari Wail bin Hujur: "Lalu Rasulullah shallAllahualaihi wasallam bertakbir kemudian meletakkan tangan kanannya di atas telapak tangan kiri,pergelangan tangan kiri atau lengan kirinya." (Hadits diriwayatkan oleh Al Imam Abu Dawud, Nasai,Ibnu Khuzaimah, dengan sanad yang shahih dan dishahihkan pula oleh Ibnu Hibban, hadits no. 485).Beliau terkadang juga menggenggam pergelangan tangan kirinya dengan tangan kanannya ,berdasarkan hadits Nasai dan Daraquthni: "Tetapi beliau terkadang menggenggamkan jari-jari tangankanannya pada lengan kirinya."(sanad shahih).  Bersedekap di dadaMenyedekapkan tangan di dada adalah perbuatan yang benar menurut sunnah berdasarkan hadits:"Beliau meletakkan kedua tangannya di atas dadanya." (Hadits diriwayatkan oleh Al Imam AbuDawud, Ibnu Khuzaimah, Ahmad dari Wail bin Hujur).
  11. 11. 8. Memandang tempat sujudPada saat mengerjakan sholat, Rasulullah shallAllahu alaihi wasallam menundukkan kepalanya danmengarahkan pandangannya ke tempat sujud. Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan olehUmmul Mukminin Aisyah radhiyAllahu anha: "Rasulullah shallAllahu alaihi wasallam tidakmengalihkan pandangannya dari tempat sujud (di dalam sholat)." (HR. Baihaqi dan dishahihkan olehSyaikh Al Albani).  Larangan menengadah ke langitRasulullah shallAllahu alaihi wasallam melarang keras menengadah ke langit (ketika sholat). DariAbu Hurairah radhiyAllahu anhu, bahwa Rasulullah shallAllahu alaihi wasallam bersabda:"Hendaklah sekelompok orang benar-benar menghentikan pandangan matanya yang terangkat ke langitketika berdoa dalam sholat atau hendaklah mereka benar-benar menjaga pandangan matamereka."(HR. Muslim, Nasai dan Ahmad).Rasulullah juga melarang seseorang menoleh ke kanan atau ke kiri ketika sholat, beliau bersabda:"Jika kalian sholat, janganlah menoleh ke kanan atau ke kiri karena Allah akan senantiasamenghadapkan wajah-Nya kepada hamba yang sedang sholat selama ia tidak menoleh ke kanan atau kekiri." (HR. Tirmidzi dan Hakim).Juga dimakruhkan shalat dihadapan sesuatu yang bisa merusak konsentrasi atau di tempat yang adagambar-gambarnya, diatas sajadah yang ada lukisan atau ukiran, dihadapan dinding yang bergambardan sebagainya.9. Membaca doa istiftahDoa istiftah yang dibaca oleh Nabi shallAllahu alaihi wasallam bermacam-macam. Dalam doa istiftahtersebut beliau shallAllahu alaihi wasallam mengucapkan pujian, sanjungan dan kalimat keagunganuntuk Allah.Beliau pernah memerintahkan hal ini kepada orang yang salah melakukan sholatnya dengan sabdanya:"Tidak sempurna sholat seseorang sebelum ia bertakbir, mengucapkan pujian, mengucapkan kalimatkeagungan (doa istiftah), dan membaca ayat-ayat al Qur-an yang dihafalnya…" (HR. Abu Dawud danHakim, disahkan oleh Hakim, disetujui oleh Dzahabi).10. Membaca taawwudzMembaca doa taawwudz adalah disunnahkan dalam setiap rakaat, sebagaimana firman Allah taala:"Apabila kamu membaca al Qur-an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitanyang terkutuk." (An Nahl : 98).
  12. 12. Dan pendapat ini adalah yang paling shahih dalam madzhab Syafii dan diperkuat oleh Ibnu Hazm(Lihat al Majmuu III/323 dan Tamaam al Minnah 172-177).11. Membaca Al fatihah  Hukum membaca Al-FatihahMembaca Al-Fatihah merupakan salah satu dari sekian banyak rukun sholat, jadi kalau dalam sholattidak membaca Al-Fatihah maka tidak sah sholatnya berdasarkan perkataan Nabi shallAllahu alaihi wasallam (yang artinya): "Tidak dianggap sholat (tidak sah sholatnya) bagi yang tidak membaca Al-Fatihah". (Hadits Shahih dikeluarkan oleh Al-Jamaah: yakni Al-Imam Al-Bukhari, Muslim, AbuDawud, At-Tirmidzi, An-Nasa-i dan Ibnu Majah).  Kapan kita wajib membaca Surat Al-FatihahJelas bagi kita kalau sedang sholat sendirian (munfarid) maka wajib untuk membaca Al-Fatihah,begitu pun pada sholat jamaah ketika imam membacanya secara sirr (tidak diperdengarkan) yakni padasholat Dhuhur, Ashr, satu rokaat terakhir sholat Mahgrib dan dua rokaat terakhir sholat Isyak, makapara makmum wajib membaca surat Al-Fatihah tersebut secara sendiri-sendiri secara sirr (tidakdikeraskan).Lantas bagaimana kalau imam membaca secara keras…?Tentang ini Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa pernah Rasulullah melarang makmum membacasurat dibelakang imam kecuali surat Al-Fatihah: "Betulkah kalian tadi membaca (surat) dibelakangimam kalian?" Kami menjawab: "Ya, tapi dengan cepat wahai RasulAllah." Berkata Rasul: "Kaliantidak boleh melakukannya lagi kecuali membaca Al-Fatihah, karena tidak ada sholat bagi yang tidakmembacanya." (Hadits dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhori, Abu Dawud, dan Ahmad, dihasankanoleh At-Tirmidzi dan Ad-Daraquthni)Selanjutnya beliau shallAllahu alaihi wa sallam melarang makmum membaca surat apapun ketikaimam membacanya dengan jahr (diperdengarkan) baik itu Al-Fatihah maupun surat lainnya. Hal iniselaras dengan keterangan dari Al-Imam Malik dan Ahmad bin Hanbal tentang wajibnya makmumdiam bila imam membaca dengan jahr/keras. Berdasar arahan Nabi shallAllahu alaihi wa sallam: DariAbu Hurairah, ia berkata: Telah berkata Rasulullah shallAllahu alaihi wa sallam :"Dijadikan imam ituhanya untuk diikuti. Oleh karena itu apabila imam takbir, maka bertakbirlah kalian, dan apabila imammembaca, maka hendaklah kalian diam (sambil memperhatikan bacaan imam itu)…" (Hadits Shahihdikeluarkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud no. 603 & 604. Ibnu Majah no. 846, An-Nasa-i. ImamMuslim berkata: Hadits ini menurut pandanganku Shahih).
  13. 13. "Barangsiapa sholat mengikuti imam (bermakmum), maka bacaan imam telah menjadi bacaannyajuga." (Hadits dikeluarkan oleh Imam Ibnu Abi Syaibah, Ad-Daraquthni, Ibnu Majah, Thahawi danAhmad lihat kitab Irwa-ul Ghalil oleh Syaikh Al-Albani).Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah shallAllahu alaihi wa sallam sesudah mendirikan sholatyang beliau keraskan bacaanya dalam sholat itu, beliau bertanya: "Apakah ada seseorang diantarakamu yang membaca bersamaku tadi?" Maka seorang laki-laki menjawab, "Ya ada, wahai Rasulullah."Kemudian beliau berkata, "Sungguh aku katakan: Mengapakah (bacaan)ku ditentang dengan Al-Qur-an (juga)." Berkata Abu Hurairah, kemudian berhentilah orang-orang dari membaca bersamaRasulullah shallAllahu alaihi wa sallam pada sholat-sholat yang Rasulullah keraskan bacaannya,ketika mereka sudah mendengar (larangan) yang demikian itu dari Nabi shallAllahu alaihi wa sallam.(Hadits dikeluarkan oleh Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasa-i dan Malik. Abu Hatim Ar Razimenshahihkannya, Imam Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan).  Cara membaca Al FatihahNabi shallAllahu alaihi wa sallam membaca surat Al-Fatihah pada setiap rokaat. Membacanyadengan berhenti pada setiap akhir ayat (waqof), tidak menyambung satu ayat dengan ayat berikutnya(washol) berdasarkan hadits riwayat Abu Dawud, Sahmi dan Amr Ad Dani, dishahihkan oleh Hakim,disetujui Adz-Dzahabi.Terkadang beliau membaca: Atau dengan memendekkan bacaan maa , Berdasarkan riwayat yangmutawatir dikeluarkan oleh Tamam Ar Razi, Ibnu Abi Dawud, Abu Nuaim, dan Al Hakim. Hakimmenshahihkannya, dan disetujui oleh Adz-Dzahabi.  Seandainya seseorang belum hafal Al-FatihahBagi seseorang yang belum hafal Al Fatihah terutama bagi yang baru masuk Islam, tentu NabishallAllahu alaihi wa sallam telah memberikan solusinya. Nasehatnya untuk orang yang belum hafalAl-Fatihah (tentunya dia tak berhak jadi Imam), Rasulullah shallAllahu alaihi wasallam bersabda:"Jika kamu hafal suatu ayat Al-Qur-an maka bacalah ayat tersebut, jika tidak maka bacalah Tahmid,Takbir dan Tahlil." (Hadits dikeluarkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi dihasankan oleh At-Tirmidzi, tetapi sanadnya shahih, baca Shahih Abi Dawud hadits no. 807).12. Membaca amin  Hukum bagi imam:Membaca amin disunnahkan bagi imam sholat. Dari Abu hurairah, dia berkata: "Dulu RasulullahshallAllahu alaihi wa sallam, jika selesai membaca surat Ummul Kitab (Al-Fatihah) mengeraskansuaranya dan membaca amin." (Hadits dikeluarkan oleh Imam Ibnu Hibban, Al-Hakim, Al-Baihaqi,
  14. 14. Ad-Daraquthni dan Ibnu Majah, oleh Al-Albani dalam Al-Silsilah Al-Shahihah dikatakan sebagaihadits yang berkualitas shahih)"Bila Nabi selesai membaca Al-Fatihah (dalam sholat), beliau mengucapkan amiin dengan suara kerasdan panjang." (Hadits shahih dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Abu Dawud)  Hukum bagi makmum:Dalam hal ini ada beberapa petunjuk dari Nabi (Hadits), atsar para shahabat dan perkataan para ulama.Rasulullah shallAllahu alaihi wa sallam berkata: "Jika imam membaca amiin maka hendaklah kalianjuga membaca amiin."Hal ini mengisyaratkan bahwa membaca amiin itu hukumnya wajib bagi makmum. Pendapat inidipertegas oleh Asy-Syaukani. Namun hukum wajib itu tidak mutlak harus dilakukan oleh makmum.Mereka baru diwajibkan membaca amiin ketika imam juga membacanya. Adapun bagi imam danorang yang sholat sendiri, maka hukumnya hanya sunnah. (lihat Nailul Authaar, II/262)."Bila imam selesai membaca ghoiril maghdhuubi alaihim waladhdhooolliin, ucapkanlah amiin[karena malaikat juga mengucapkan amiin dan imam pun mengucapkan amiin]. Dalam riwayat lain:"(apabila imam mengucapkan amiin, hendaklah kalian mengucapkan amiin) barangsiapa ucapanaminnya bersamaan dengan malaikat, (dalam riwayat lain disebutkan: "bila seseorang diantara kamumengucapkan amin dalam sholat bersamaan dengan malaikat dilangit mengucapkannya), dosa-dosanyamasa lalu diampuni." (Hadits dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari, Muslim, An-Nasa-i dan Ad-Darimi)Syaikh Al-Albani mengomentari masalah ini sebagai berikut: "Aku berkata: Masalah ini harusdiperhatikan dengan serius dan tidak boleh diremehkan dengan cara meninggal kannya. Termasukkesempurnaan dalam mengerjakan masalah ini adalah dengan membarengi bacaan amin sang imam,dan tidak mendahuluinya. (Tamaamul Minnah hal. 178)13. Bacaan surat setelah al fatihahMembaca surat Al Qur-an setelah membaca Al Fatihah dalan sholat hukumnya sunnah karenaRasulullah shallAllahu alaihi wa sallam membolehkan tidak membacanya. Membaca surat Al-Qur-anini dilakukan pada dua rokaat pertama. Banyak hadits yang menceritakan perbuatan Nabi shallAllahualaihi wasallam tentang itu.  Panjang pendeknya surat yang dibacaPada sholat munfarid Rasulullah shallAllahu alaihi wa sallam membaca surat-surat yang panjangkecuali dalam kondisi sakit atau sibuk, sedangkan kalau sebagai imam disesuaikan dengan kondisimakmumnya (misalnya ada bayi yang menangis maka bacaan diperpendek). Rasulullah berkata:
  15. 15. "Aku melakukan sholat dan aku ingin memperpanjang bacaannya akan tetapi, tiba-tiba aku mendengarsuara tangis bayi sehingga aku memperpendek sholatku karena aku tahu betapa gelisah ibunya karenatangis bayi itu" (Hadits dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim)  Cara membaca suratDalam satu sholat terkadang beliau membagi satu surat dalam dua rokaat, kadang pula surat yangsama dibaca pada rokaat pertama dan kedua. (berdasar hadits yang dikeluarkan oleh Al-Imam Ahmaddan Abu Yala, juga hadits shahih yang dikeluarkan oleh Al-Imam Abu Dawud dan Al-Baihaqi atauriwayat dari Ahmad, Ibnu Khuzaimah dan Al-Hakim, disahkan oleh Al-Hakim disetujui oleh Ad-Dzahabi)Terkadang beliau membolehkan membaca dua surat atau lebih dalam satu rokaat.(Berdasar haditsyang dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan At-Tirmidzi, dinyatakan oleh At-Tirmidzi sebagaihadits shahih)  Tata cara bacaan Nabi shallAllahu alaihi wa sallamNabi shallAllahu alaihi wa sallam biasanya membaca surat dengan jumlah ayat yang berimbangantara rokaat pertama dengan rokaat kedua. (berdasar hadits shahih dikeluarkan oleh Al-Bukhari danMuslim)Dalam sholat yang bacaannya di-jahr-kan Nabi membaca dengan keras dan jelas. Tetapi pada sholatdzuhur dan ashar juga pada sholat maghrib pada rokaat ketiga ataupun dua rokaat terakhir sholat isyaNabi membacanya dengan lirih yang hanya bisa diketahui kalau Nabi sedang membaca dari gerakanjenggotnya, tetapi terkadang beliau memperdengarkan bacaannya kepada mereka tapi tidak sekerasseperti ketika di-jahr-kan. (Berdasarkan hadits yang dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari, Muslimdan Abu Dawud)Dalam riwayat lain disebutkan: "Untuk setiap satu surat (dibaca) dalam satu rokaat." (Haditsdikeluarkan oleh Al Imam Ibnu Nashr dan At-Thohawi)Rasulullah berkata bahwa orang yang membaca Al-Qur-an kelak akan diseru: "Bacalah, telitilah dantartilkan sebagaimana kamu dulu mentartilkan di dunia, karena kedudukanmu berada di akhir ayatyang engkau baca." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dishahihkan olehAt-Tirmidzi)14. RukuRasulullah shallAllahu alaihi wa sallam setelah selesai membaca surat dari Al-Qur-an kemudianberhenti sejenak, terus mengangkat kedua tangannya sambil bertakbir seperti ketika takbiratul ihrom(setentang bahu atau daun telinga) kemudian rukuk (merundukkan badan kedepan dipatahkan pada
  16. 16. pinggang, dengan punggung dan kepala lurus sejajar lantai). Berdasarkan beberapa hadits, salahsatunya adalah: Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: "Aku melihat Rasulullah shallAllahu alaihi wasallam apabila berdiri dalam sholat mengangkat kedua tangannya sampai setentang kedua bahunya, halitu dilakukan ketika bertakbir hendak rukuk dan ketika mengangkat kepalanya (bangkit) dari ruku …."(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Bukhari, Muslim dan Malik)  Cara Ruku> Bila Rasulullah ruku maka beliau meletakkan telapak tangannya pada lututnya, demikian beliaujuga memerintahkan kepada para shahabatnya."Bahwasanya shallAllahu alaihi wa sallam (ketika ruku) meletakkan kedua tangannya pada kedualututnya." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Bukhari dan Abu Dawud)> Menekankan tangannya pada lututnya."Jika kamu ruku maka letakkan kedua tanganmu pada kedua lututmu dan bentangkanlah (luruskan)punggungmu serta tekankan tangan untuk ruku." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad dan AbuDawud)> Merenggangkan jari-jemarinya."Beliau merenggangkan jari-jarinya." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Hakim dan diamenshahihkannya, Adz-Dzahabi dan At-Thayalisi menyetujuinya)> Merenggangkan kedua sikunya dari lambungnya."Beliau bila ruku, meluruskan dan membentangkan punggungnya sehingga bila air dituangkan di ataspunggung beliau, air tersebut tidak akan bergerak."(Hadits di keluarkan oleh Al Imam Thabrani,Abdullah bin Ahmad dan ibnu Majah)> Antara kepala dan punggung lurus, kepala tidak mendongak tidak pula menunduk tetapi tengah-tengah antara kedua keadaan tersebut"Beliau tidak mendongakkan kepalanya dan tidak pula menundukkannya."(Hadits ini diriwayatkanoleh Al Imam Abu Dawud dan Bukhari)"Sholat seseorang sempurna sebelum dia melakukan ruku dan sujud dengan meluruskanpunggungnya."(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Awwanah, Abu Dawud dan Sahmi dishahihkanoleh Ad-Daraquthni)> Thuma-ninah/Bersikap Tenang
  17. 17. Beliau pernah melihat orang yang ruku dengan tidak sempurna dan sujud seperti burung mematuk,lalu berkata: "Kalau orang ini mati dalam keadaan seperti itu, ia mati diluar agama Muhammad[sholatnya seperti gagak mematuk makanan] sebagaimana orang ruku tidak sempurna dan sujudnyacepat seperti burung lapar yang memakan satu, dua biji kurma yang tidak mengenyangkan."(Haditsdikeluarkan oleh Al Imam Abu Yala, Al-Ajiri, Al-Baihaqi, Adh-Dhiya dan Ibnu Asakir dengan sanadshahih, dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah)> Memperlama Ruku"Nabi shallAllahu alaihi wa sallam menjadikan ruku, berdiri setelah ruku dan sujudnya juga dudukantara dua sujud hampir sama lamanya."(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Bukhari dan Muslim)  Yang Dibaca Ketika RukuDoa yang dibaca oleh Nabi shallAllahu alaihi wa sallam ada beberapa macam, semuanya pernahdibaca oleh beliau jadi kadang membaca ini kadang yang lain.1. SUBHAANA RABBIYAL ADHZIM 3 kali atau lebih (Berdasar hadits yang dikeluarkan oleh AlImam Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan lain-lain).Yang artinya: "Maha Suci Rabbku, lagi Maha Agung."2. SUBHAANA RABBIYAL ADHZIMI WA BIHAMDIH 3 kali (Berdasar hadits yangdikeluarkan oleh Al Imam Ahmad, Abu Dawud, Ad-Daroquthni dan Al-Baihaqi).Yang artinya: "Maha Suci Rabbku lagi Maha Agung dan segenap pujian bagi-Nya."3. SUBBUUHUN QUDDUUSUN RABBUL MALA-IKATI WAR RUUH (Berdasar hadits yangdikeluarkan oleh Al Imam Muslim dan Abu Awwanah).Yang artinya: "Maha Suci, Maha Suci Rabb para malaikat dan ruh."4. SUBHAANAKALLAHUMMA WA BIHAMDIKA ALLAHUMMAGHFIRLIIYang artinya: "Maha Suci Engkau ya, Allah, dan dengan memuji-Mu Ya, Allah ampunilah aku."Berdasarkan hadits dari A-isyah, bahwasanya dia berkata: "Adalah Nabi shallAllahu alaihi wa sallammemperbanyak membaca SubhanakAllahumma Wa Bihamdika Allahummaghfirlii dalam rukunya dansujudnya, beliau mentakwilkan Al-Qur-an." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Bukhari danMuslim).Doa ini yang paling sering dibaca. Dikatakan bahwa ada riwayat dari A-isyah yang menunjukkanbahwa Rasulullah sejak turunnya surat An-Nashr -yang artinya: "Hendaklah engkau mengucapkantasbih dengan memuji Rabbmu dan memohon ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima
  18. 18. taubat." (TQS. An-Nashr 110:3)-, waktu ruku dan sujud beliau shallAllahu alaihi wa sallam selalumembaca doa ini hingga wafatnya.5. Dan lain-lain sesuai dengan hadits-hadits dari Nabi shallAllahu alaihi wa sallam.  Yang Dilarang Ketika RukuLarangan disini adalah larangan dari Rasulullah bahwa sewaktu ruku kita tidak boleh membaca Al-Qur-an. Berdasarkan hadits: "Bahwasanya Nabi shallAllahu alaihi wa sallam melarang membaca Al-Qur-an dalam ruku dan sujud." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Muslim dan Abu Awwanah)"Ketahuilah bahwa aku dilarang membaca Al-Qur-an sewaktu ruku dan sujud…"(Hadits dikeluarkanoleh Al Imam Muslim dan Abu Awwanah).15. Itidal dari ruku  Cara itidal dari rukuSetelah ruku dengan sempurna dan selesai membaca doa, maka kemudian bangkit dari ruku (itidal).Waktu bangkit tersebut membaca disertai dengan mengangkat kedua tangan sebagaimana waktutakbiratul ihrom. Hal ini berdasarkan keterangan beberapa hadits, diantaranya: Dari Abdullah binUmar, ia berkata: "Aku melihat Rasulullah shallAllahu alaihi wa sallam apabila berdiri dalam sholatmengangkat kedua tangannya sampai setentag kedua pundaknya, hal itu dilakukan ketika bertakbirmau rukuk dan ketika mengangkat kepalanya (bangkit ) dari ruku sambil mengucapkanSAMIALLAAHU LIMAN HAMIDAH…"(Hadits dikeluarkan oleh Al-Bukhari, Muslim dan Malik).  Yang Dibaca Ketika Itidal dari Ruku Hadits dari Abu Hurairah:"Apabila imam mengucapkan SAMIALLAHU LIMAN HAMIDAH, maka ucapkanlah oleh kalianALLAHUMMA RABBANA WA LAKALHAMD, barangsiapa yang ucapannya tadi bertepatan denganucapan para malaikat diampunkan dosa-dosanya yang telah lewat."(Hadits dikeluarkan oleh Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Ztirmidzi, An-Nasa-i, Ibnu Majah dan Malik).Dan Doa lain-lain  Cara ItidalAdapun dalam tata cara itidal ulama berbeda pendapat menjadi dua pendapat, pertama mengatakansedekap dan yang kedua mengatakan tidak bersedekap tapi melepaskannya. Tapi yang rajih menurutkami adalah pendapat pertama. Bagi yang hendak mengerjakan pendapat yang pertama tidak apa-apadan bagi siapa yang mengerjakan sesuai dengan pendapat kedua tidak mengapa.
  19. 19. Keterangan untuk pendapat pertama: Kembali meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri ataumenggenggamnya dan menaruhnya di dada, ketika telah berdiri Hal ini berdasarkan nash dibawah ini:Hadits dikeluarkan oleh Al-Imam An-Nasa-i yang artinya: "Ia (Wa-il bin Hujr) berkata: "Saya melihatRasulullah shallAllahu alaihi wa sallam apabila beliau berdiri dalam sholat, beliau memgang tangankirinya dengan tangan kanannya."Berkata Al-Imam Al-Bukhari dalam shahihnya: "Telah menceritakan kepada kami Abdullah binMaslamah, ia berkata dari Malik, ia berkata dari Abu Hazm, ia berkata dari Sahl bin Sad ia berkata:"Adalah orang-orang (para shahabat) diperintah (oleh Nabi shallAllahu alaihi wa sallam ) agarseseorang meletakkan tangan kanannya atas lengan kirinya dalam sholat." Komentar Abu Hazm: "Sayatidak mengetahui perintah tersebut kecuali disandarkan kepada Nabi shallAllahu alaihi wa sallam ."Disamping itu ada pula ketetapan dari hadits Wa-il bin Hujr pada riwayat An-Nasa-i dengan sanadyang shahih: Bahwasanya apabila Rasulullah shallAllahu alaihi wa sallam berdiri dalam sholat beliaumemegang tangan kirinya dengan tangan kanannya."Wallaahu alamu bishshawab.  Thuma-ninah dan Memperlama Dalam Itidal"Kemudian angkatlah kepalamu sampai engkau berdiri dengan tegak [sehingga tiap-tiap ruas tulangbelakangmu kembali pata tempatnya]." (dalam riwayat lain disebutkan: "Jika kamu berdiri itidal,luruskanlah punggungmu dan tegakkanlah kepalamu sampai ruas tulang punggungmu mapan ketempatnya)." (Hadits dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim, dan riwayat lain oleh Ad-Darimi, Al-Hakim, As-Syafii dan Ahmad)Beliau shallAllahu alaihi wa sallam berdiri terkadang dikomentari oleh shahabat: "Dia telah lupa"[karena saking lamanya berdiri]. (Hadits dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari, Muslim dan Ahmad)16. SujudSujud dilakukan setelah itidal thuma-ninah dan jawab tasmi (Rabbana Lakal Hamd...dst).  CaranyaDengan tanpa atau kadang-kadang dengan mengangkat kedua tangan (setentang pundak atau dauntelinga) seraya bertakbir, badan turun condong kedepan menuju ke tempat sujud, dengan meletakkankedua lutut terlebih dahulu baru kemudian meletakkan kedua tangan pada tempat kepala diletakkan dankemudian meletakkan kepala kepala dengan menyentuhkan/menekankan hidung dan jidat/kening/dahike lantai (tangan sejajar dengan pundak atau daun telinga).
  20. 20. Dari Wail bin Hujr, berkat, "Aku melihat Rasulullah shallAllahu alaihi wa sallam ketika hendak sujudmeletakkan kedua lututnya sebelum kedua tangannya dan apabila bangkit mengangkat dua tangansebelum kedua lututnya."(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud, Tirmidzi An-Nasai, IbnuMajah dan Ad-Daarimy)"Terkadang beliau mengangkat kedua tangannya ketika hendak sujud." (Hadits dikeluarkan oleh AlImam An-Nasai dan Daraquthni)  Cara Sujud> Bersujud pada 7 anggota badan , yakni jidat/kening/dahi dan hidung (1), dua telapak tangan (3), dualutut (5) dan dua ujung kaki (7). Hal ini berdasar hadits:Dari Ibnu Abbas berkata: Nabi shallAllahu alaihi wa sallam berkata: "Aku diperintah untuk bersujud(dalam riwayat lain; Kami diperintah untuk bersujud) dengan tujuh (7) anggota badan; yakni keningsekaligus hidung, dua tangan (dalam lafadhz lain; dua telapak tangan), dua lutut, jari-jari kedua kakidan kami tidak boleh menyibak lengan baju dan rambut kepala." (Hadits dikeluarkan oleh Al-Jamaah)> Dilakukan dengan menekan"Apabila kamu sujud, sujudlah dengan menekan." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad)"Rasulullah shallAllahu alaihi wa sallam menekankan kedua lututnya dan bagian depan telapak kakike tanah." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Baihaqi)> Kedua lengan/siku tidak ditempelkan pada lantai, tapi diangkat dan dijauhkan dari sisirusuk/lambung.Dari Abu Humaid As-Sadiy, bahwasanya Nabi shalallau alaihi wasallam bila sujud makamenekankan hidung dan dahinya di tanah serta menjauhkan kedua tangannya dari dua sisi perutnya,tangannya ditaruh sebanding dua bahu beliau." (Diriwayatkan oleh Al Imam At-Tirmidzi)Dari Anas bin Malik, dari Nabi shalallau alaihi wasallam bersabda:"Luruskanlah kalian dalam sujud dan jangan kamu menghamparkan kedua lengannya seperti anjingmenghamparkan kakinya." (Diriwayatkan oleh Al-Jamaah kecuali Al Imam An-Nasa-i, lafadhz inibagi Al Imam Al-Bukhari)> Menjauhkan perut/lambung dari kedua pahaDari Abi Humaid tentang sifat sholat Rasulillah shallAllahu alaihi wa sallam berkata: "Apabila diasujud, beliau merenggangkan antara dua pahanya (dengan) tidak menopang perutnya." (Haditsdikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud)
  21. 21. > Merapatkan jari-jemariDari Wa-il, bahwasanya Nabi shalallau alaihi wasallam jika sujud maka merapatkan jari-jemarinya.(Diriwayatkan oleh Al Imam Al-Hakim)> Menegakkan telapak kaki dan saling merapatkan/menempelkan antara dua tumitBerkata A-isyah isteri Nabi shalallau alaihi wasallam: "Aku kehilangan Rasulullah shalallau alaihiwasallam padahal beliau tadi tidur bersamaku, kemudian aku dapati beliau tengah sujud denganmerapatkan kedua tumitnya (dan) menghadapkan ujung-ujung jarinya ke kiblat, aku dengar…"(Diriwayatkan oleh Al Imam Al-Hakim dan Ibnu Huzaimah)> Thuma-ninah dan sujud dengan lamaSebagaimana rukun sholat yang lain mesti dikerjakan dengan thuma-ninah. Juga RasulullahshallAllahu alaihi wa sallam kalau bersujud baiasanya lama."Nabi shallAllahu alaihi wa sallam menjadikan ruku, berdiri setelah ruku dan sujudnya juga dudukantara dua sujud hampir sama lamanya." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Bukhari dan Muslim)  Sujud Langsung Pada Tanah atau Boleh Di Atas Alas"Para shahabat sholat berjamaah bersama Rasulullah shallAllahu alaihi wa sallam pada cuaca yangpanas. Bila ada yang tidak sanggup menekankan dahinya di atas tanah maka membentangkan kainnyakemudian sujud di atasnya" (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Muslim)  Bacaan SujudRasulullah membacaSUBHAANA RABBIYAL ALAA 3 kali (berdasar hadits yang dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad dll)atau kadang-kadang membacaSUBHAANA RABBIYAL ALAA WA BIHAMDIH, 3 kali (berdasar hadits yang dikeluarkan oleh AlImam Abu Dawud dll)atau SUBHAANAKALLAAHUMMA RABBANAA WA BIHAMDIKA ALLAAHUMMAGHFIRLII(berdasar hadits yang dikeluarkan oleh Al Imam Al-Bukhari dan Muslim)  Bacaan Yang Dilarang Selama Sujud"Ketahuilah bahwa aku dilarang membaca Al-Qur-an sewaktu ruku dan sujud…" (Hadits dikeluarkanoleh Al Imam Muslim dan Abu Awwanah).
  22. 22. 17. Bangun dari sujud pertamaSetelah sujud pertama -dimana dalam setiap rokaat ada dua sujud- maka kemudian bangun untukmelakukan duduk diantara dua sujud. Dalam bangun dari sujud ini disertai dengan takbir dan kadangmengangkat tangan (Berdasar hadits dari Ahmad dan Al-Hakim)."Nabi shallAllahu alaihi wa sallam bangkit dari sujudnya seraya bertakbir" (Hadits dikeluarkan olehAl-Bukhari dan Muslim)18. Duduk antara dua sujudDuduk ini dilakukan antara sujud yang pertama dan sujud yang kedua, pada rokaat pertama sampaiterakhir. Ada dua macam tipe duduk antara dua sujud, duduk iftirasy (duduk dengan meletakkan pantatpada telapak kaki kiri dan kaki kanan ditegakkan) dan duduk iqak (duduk dengan menegakkan keduatelapak kaki dan duduk diatas tumit). Hal ini berdasar hadits:Dari A-isyah berkata: "Dan Nabi shallAllahu alaihi wa sallam menghamparkan kaki beliau yang kiridan menegakkan kaki yang kanan, baliau melarang dari duduknya syaithan." (Diriwayatkan olehAhmad dan Muslim)*Komentar Syaikh Al-Albani: duduknya syaithan adalah dua telapak kaki ditegakkan kemudian dudukdilantai antara dua kaki tersebut dengan dua tangan menekan dilantai.Dari Rifaah bin Rafi -dalam haditsnya- dan berkata Rasul shallAllahu alaihi wa sallam : "Apabilaengkau sujud maka tekankanlah dalam sujudmu lalu kalau bangun duduklah di atas pahamu yang kiri."(Hadits dikeluarkan oleh Ahmad dan Abu Dawud dengan lafadhz Abu Dawud)Nabi shallAllahu alaihi wa sallam terkadang duduk iqak, yakni [duduk dengan menegakkan telapakdan tumit kedua kakinya]. (Hadits dikeluarkan oleh Muslim)Waktu duduk antara dua sujud ini telapak kaki kanan ditegakkan dan jarinya diarahkan ke kiblat:Beliau menegakkan kaki kanannya (Al-Bukhari), Menghadapkan jari-jemarinya ke kiblat (An-Nasa-i)  BacaannyaDari Hudzaifah, bahwasanya Nabi shallAllahu alaihi wa sallam mengucapkan dalam sujudnya(dengan doa): Rabighfirlii, Rabbighfirlii. (Hadits dikeluarkan oleh At-Tirmidzi dan Ibnu Majahdengan lafadhz Ibnu Majah) Thuma-ninah dan LamaLihat tata cara ruku Nabi shallAllahu alaihi wa sallam dalam sholat.
  23. 23. 19. Menuju rokaat berikutnyaPada masalah ini ada dua tempat/kondisi, yaitu bangkit menuju rokaat berikut dari posisi sujud kedua-pada akhir rokaat pertama dan ketiga- dan bangkit dari posisi duduk tasyahhud awal -pada rokaatkedua.> Bangkit/bangun dari sujud untuk berdiri (dari akhir rokaat pertama dan ketiga) didahului denganduduk istirahat atau tanpa duduk istirahat, bangkit berdiri seraya bertakbir tanpa mengangkat keduatangan. Ketika bangkit bisa dengan tangan bertumpu pada lantai atau bisa juga bertumpu padapahanya.  Tangan bertumpu pada satu pahanyaDari Wail bin Hujr dari Nabi shallAllahu alaihi wa sallam ,berkata (Wa-il); "Maka tatkala NabishallAllahu alaihi wa sallam bersujud dia meletakkan kedua lututnya ke lantai sebelum meletakkankedua tangannya; Berkata (Wa-il): Bila sujud maka …..dan apabila bangkit dia bangkit atas kedualututnya dengan bertumpu pada satu paha." (Hadits dikeluarkan oleh Abu Dawud)  Tangan bertumpu pada lantai (tempat sujud)Kemudian Nabi shallAllahu alaihi wa sallam bertumpu pada lantai ketika bangkit ke rokaat kedua.(Hadits dikeluarkan oleh Al-Bukhari)  Diselai duduk istirahatDari Malik bin Huwairits bahwasanya di malihat Nabi shallAllahu alaihi wa sallam sholat, maka bilapada rokaat yang ganjil tidaklah beliau bangkit sampai duduk terlebih dulu dengan lurus." (Haditsdikeluarkan oleh Al-Bukhari, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)> Bangkit dari duduk tasyahhud awwal (dari rokaat kedua) dengan mengangkat kedua tangan serayabertakbir seperti pada takbiratul ihram.  Mengangkat tangan ketika takbirNabi shallAllahu alaihi wa sallam ketika bangkit dari duduknya mengucapkan takbir, kemudianberdiri (Hadits dikeluarkan oleh Abu Yala)20. Duduk tasyahhud awwal dan tasyahhud akhirTasyahhud awwal dan duduknya merupakan kewajiban dalam sholat  Tempat dilakukannya
  24. 24. Duduk tasyahhud awwal terdapat hanya pada sholat yang jumlah rokaatnya lebih dari dua (2), padasholat wajib dilakukan pada rokaat yang ke-2. Sedang duduk tasyahhud akhir dilakukan pada rokaatyang terakhir. Masing-masing dilakukan setelah sujud yang kedua.  Cara duduk tasyahhud awwal dan tasyahhud akhirWaktu tasyahhud awwal duduknya iftirasy (duduk diatas telapak kaki kiri) sedang pada tasyahhudakhir duduknya tawaruk (duduk dengan kaki kiri dihamparkan kesamping kanan dan duduk diataslantai) , pada masing-masing posisi kaki kanan ditegakkan.Dari Abi Humaid As-Saidiy tentang sifat sholat Nabi shallAllahu alaihi wa sallam, dia berkat, "Makaapabila Rasulullah shallAllahu alaihi wa sallam duduk dalam dua rokaat (-tasyahhud awwal) beliaududuk diatas kaki kirinya dan bila duduk dalam rokaat yang akhir (-tasyahhud akhir) beliau majukankaki kirinya dan duduk di tempat kedudukannya (lantai dll)."(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam AbuDawud)  Letak tangan ketika dudukDari Ibnu Umar berkata Rasulullahi shallAllahu alaihi wa sallam bila duduk didalam shalatmeletakkan dua tangannya pada dua lututnya dan mengangkat telunjuk yang kanan lalu berdoadengannya sedang tangannya yang kiri diatas lututnya yang kiri, beliau hamparkan padanya."(Haditsdikeluarkan oleh Al Imam Muslim dan Nasa-i).  Berisyarat dengan telunjuk, bisa digerakkan bisa tidakSelama melakukan duduk tasyahhud awwal maupun tasyahhud akhir, berisyarat dengan telunjukkanan, disunnahkan menggerak-gerakkannya. Kadang pada suatu sholat digerakkan pada sholat lainboleh juga tidak digerak-gerakkan."Kemudian beliau duduk, maka beliau hamparkan kakinya yang kiri dan menaruh tangannya yang kiriatas pahanya dan lututnya yang kiri dan ujung sikunya diatas paha kanannya, kemudian beliaumenggenggam jari-jarinya dan membuat satu lingkaran kemudian mengangkat jari beliau maka akulihat beliau menggerak-gerakkannya berdoa dengannya." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad,Abu Dawud dan An-Nasa-i)."Dari Abdullah Bin Zubair bahwasanya ia menyebutkan bahwa Nabi shallAllahu alaihi wa sallamberisyarat dengan jarinya ketika berdoa dan tidak menggerakannya."(Hadits dikeluarkan oleh Al ImamAbu Dawud).  Membaca doa At-Tahiyyaat dan As-SholawaatDoa tahiyyat ini ada beberapa versi, untuk hendaklah dipilih yang kuat dan lafadhznya belumditambah-tambah. Salah satu contoh riwayat yang baik adalah sebagai berikut:
  25. 25. Berkata Abdullah : "Kami apabila shalat di belakang nabi shallAllahu alaihi wa sallam keselamatanatas jibril dan mikail keselamatan atas si fulan dan si fulan maka rasulullah berpaling kepada kami.Lalu beliau shallAllahu alaihi wa sallam berkata : sesungguhnya Allah itu As-salam maka apabilashalat hendaklah kalian itu mengucapkan: Segala kehormatan, shalawat dan kebaikan kepunyaanAllah, semoga keselamatan terlimpah atasmu wahai Nabi dan juga rahmat Allah dan barakah-Nya.Kiranya keselamatan tetap atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih; -karena sesungguhnyaapabila kalian mengucapkan sudah mengenai semua hamba Allah yang shalih di langit dan di bumi-Aku bersaksi bersaksi bahwa tidak ada ilah yang haq selain Allah dan aku bersaksi bahwasanyaMuhammmad itu hamba daan utusan-Nya. (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al Bukhari).Dari Kaab bin Ujrah berkata : "Maukah aku hadiahkan kepadamu sesuatu ? Sesungguhnya NabishallAllahu alaihi wa sallam datang kepada kami, maka kami berkata : Ya Rasulullah kami sudah tahubagaimana cara mengucapkan salam kepadamu, lantas bagaimana kami harus bershalawat kepadamu?Beliau berkata : ucapkanlah: "Ya Allah berikanlah Shalawat kepada Muhammad dan keluargaMuhammad sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibarahim,sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. Ya Allah berkahilah Muhammad dan keluargaMuhammad sebagaimana Engkau telah memberkati keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau MahaTerpuji dan Maha Agung."  Berdoa berlindung dari empat (4) hal.Dari Abu Hurairah berkata; berkata Rasulullah shallAllahu alaihi wa sallam : "Apabila kamu telahselesai bertasyahhud maka hendaklah berlindung kepada Allah dari empat (4) hal, dia berkata: "YaAllah! Aku berlindung kepada-Mu dari siksa jahannam, siksa kubur, fitnahnya hidup dan mati sertafitnahnya Al-Masiihid Dajjaal."(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Bukhari dan Muslim denganlafadhz Muslim)  Berdoa dengan doa/permohonan lainnya…kemudian (supaya) dia memilih doa yang dia kagumi/senangi… (Hadits dikeluarkan oleh Al ImamAhmad dan Al-Bukhari)21. SALAMSalam sebagai tanda berakhirnya gerakan sholat, dilakukan dalam posisi duduk tasyahhud akhirsetelah membaca doa minta perlindungan dari 4 fitnah atau tambahan doa lainnya."Kunci sholat adalah bersuci, pembukanya takbir dan penutupnya (yaitu sholat) adalah mengucapkansalam." (Hadits dikeluarkan dan disahkan oleh Al Imam Al-Hakim dan Adz-Dzahabi)  Caranya
  26. 26. Dengan menolehkan wajah ke kanan seraya mengucapkan doa salam kemudian ke kiri.Dari Amir bin Saad, dari bapaknya berkata: Saya melihat Nabi shallAllahu alaihi wa sallam memberisalam ke sebelah kanan dan sebelah kirinya hingga terlihat putih pipinya. (Hadits dikeluarkan oleh AlImam Ahmad, Muslim dan An-Nasa-i serta ibnu Majah)Dari Alqomah bin Wa-il, dari bapaknya, ia berkata: Aku sholat bersama Nabi shallAllahu alaihi wasallam maka beliau membaca salam ke sebelah kanan (menoleh ke kanan): "As Salamualaikum WaRahmatullahi Wa Barakatuh." Dan kesebelah kiri: "As Salamualaikum Wa Rahmatullahi." (Haditsdikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud)  Gerak yang dilarangSering terlihat orang yang mengucapkan salam ketika menoleh ke-kanan dibarengi dengan gerakantelapak tangan dibuka kemudian ketika menoleh ke kiri tangan kirinya di buka. Gerakan tangan inidilarang oleh Nabi Muhammad ShallAllahu alaihi wa sallam."Mengapa kamu menggerakkan tangan kamu seperti gerakan ekor kuda yang lari terbirit-birit dikejarbinatang buas? Bila seseorang diantara kamu mengucapkan salam, hendaklah ia berpaling kepadatemannya dan tidak perlu menggerakkan tangannya." [Ketika mereka sholat lagi bersama Rasullullah,mereka tidak melakukannya lagi]. (Pada riwayat lain disebutkan: "Seseorang diantara kamu cukupmeletakkan tangannya di atas pahanya, kemudian ia mengucapkan salam dengan berpaling kepadasaudaranya yang di sebelah kanan dan saudaranya di sebelah kiri). (Hadits dikeluarkan oleh Al ImamMuslim, Abu Awanah, Ibnu Khuzaimah dan At-Thabrani). E. Rukun ShalatRukun bisa juga disebut fardhu. Perbedaan antara syarat dan rukun adalah bahwa syarat adalah sesuatuyang harus ada pada suatu pekerjaan amal ibadah sebelum perbuatan amal ibadah itu dikerjakan,sedangkan pengertian rukun atau fardhu adalah sesuatu yang harus ada pada suatu pekerjaan/amalibadah dalam waktu pelaksanaan suatu pekerjaan/amal ibadah tersebut.Rukun Shalat ada 13 yaitu :1. Niat, yaitu menyengaja untuk mengerjakan sholat karena Allah SWT.2. Berdiri bagi yang mampu. Bagi orang yang tidak mampu maka ia boleh mengerjakan shalat denganduduk, berbaring atau dengan isyarat.3. Takbiratul Ihram.4. Membaca Surat Al-Fatihah.5. Ruku’ dan thuma’ninah.
  27. 27. 6. I’tidal dengan thuma’ninah.7. Sujud dua kali dengan thuma’ninah8. Duduk di antara dua sujud dengan thuma’ninah9. Duduk yang terakhir.10. Membaca tasyahud pada waktu duduk akhir.11. Membaca sholawat atas Nabi Muhammad SAW pada tasyahud akhir setelah membaca tasyahud.12. Mengucapkan salam13. Tertib, maksudnya ialah melaksanakan ibadah sholat harus berututan dari tukun yang pertamasampai yang terakhir.Dari ketiga belas rukun sholat tersebut, dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu :1. Rukun qalbi, mencakup satu rukun yaitu niat.2. Rukun qauli, mencakup lima rukun yaitu : takbiratul ihram, membaca al-fatihah, membaca tasyahudakhir, membaca sholawat dan salam.3. Rukun fi’li, mencakup enam rukun, yaitu berdiri, ruku’, i’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud,duduk tasyahud akhir.Adapun rukun yang ketiga belas, yaitu tertib, merupakan gabungan dari qaulidan fi’li. F. Sunnah-Sunnah ShalatSunnah-sunnah shalat terbagi dua, yaitu sunnah ab’adh dan sunnah hai-at.1. Sunnah ab’adh, yaitu amalan sunnah yang apabila tertinggal/tidak dikerjakan maka harus digantidengan sujud sahwi. Sunnah ab’adh ada 6 macam : o Duduk tasyahud awal o Membaca tasyahud awal o Membaca do’a qunut pada waktu shalat shubuh dan pada akhir sholat witir setelah pertengahan ramadhan. o Berdiri ketika membaca do’a qunut. o Membaca sholawat kepada Nabi pada tasyahud awal. o Membaca shalawat kepada keluarga Nabi pada tasyahud akhir.
  28. 28. 2. Sunnah hai-at, yaitu amalan sunnah yang apabila tertinggal/tidak dikerjakan tidak disunnahkandiganti dengan sujud sahwi. Yang termasuk sunnah hai-at adalah sebagai berikut : o Mengangkat kedua tangan ketika takbiratul ihram sampai sejajar tinggi ujung jari dengan telinga atau telapak tangan sejajar dengan bahu. Kedua telapak tangan terbuka/terkembang dan dihadapkan ke kiblat. o Meletakkan kedua tangan di antara dada dan pusar, telapak tangan kanan memegang pergelangan tangan kiri. o Mengarahkan kedua mata ke arah tempat sujud. o Membaca do’a iftitah o Diam sebentar sebelum membaca surat Al-Fatihah. o Membaca ta’awuz sebelum membaca surat Al-Fatihah. “Apabila kamu membaca Al Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl : 98). o Mengeraskan bacaan surat Al-Fatihah dan surat pada sholat maghrib, isya dan shubuh. o Diam sebentar sebelum membaca “aamiiin” setelah membaca Al-Fatihah. o Membaca “aamiiin” setelah selesai membaca Al-Fatihah. o Membaca surat atau beberapa ayat setelah membaca Al-Fatihah bagi imam maupun bagi yang sholat munfarid pada rakaat pertama dan kedua, baik shalat fardhu maupun sholat sunnah. o Membaca takbir intiqal (penghubung antara rukun yang satu dengan yang lain) o Mengangkat tangan ketika akan ruku, bangun dari ruku’. o Meletakkan kedua telapak tangan dengan jari-kari terkembang di atas lutut ketika ruku’. o Membaca tasbih ketika ruku’, yaitu “subhaana robbiyal ‘azhiimi”, sebagian ulama ada yang menambahkan dengan lafazh “wabihamdih”. o Duduk iftirasyi (bersimpuh) pada semua duduk dalam sholat kecuali pada duduk tasyahud akhir. Cara duduk iftirasyi adalah duduk di atas telapak kaki kiri, dan jari-jari kaki kanan dipanjatkan ke lantai. o Membaca do’a ketka duduk di antara dua sujud. o Meletakkan kedua telapak tangan di atas paha etika duduk iftirasyi maupun tawarruk. o Meregangkan jari-jari tangan kiri dan mengepalkan tangan kanan kecuali jari telunjuk pada duduk iftirasyi tasyahud awal dan duduk tawarruk. o Duduk istirahat sebentar sesudah sujud jedua sebelum berdiri pada rakaat pertama dan ketiga.
  29. 29. o Membaca doa pada tasyahud akhir yaitu setelah membaca tasyahud dan sholawat. o Mengucapkan salam yang kedua dan menengok ke kanan pada salam yang pertama dan menengok ke kiri pada salam yang kedua. G. Hal Yang Makruh Dalam Sholat1. Memejamkan kedua mata2. Menoleh tanpa keperluan3. Meletakan tangan dilantai ketika sujud4. Banyak melakukan kegiatan yang sia-sia. H. Hal-Hal Yang Membatalkan Sholat1. Meninggalkan salah satu rukun sholat atau memutuskan rukun sebelum sempurna dilakukan.2. Tidak memenuhi salah satu dari syarat shalat seperti berhadats, terbuka aurat.3. Berbicara dengan sengaja.“Pernah kami berbicara pada waktu sholat, masing-masing dari kami berbicara dengan temannya yangada di sampingnya, sehingga turun ayat : Dan berdirilah untuk Allah (dalam sholatmu) dengankhusyu’.” (HR. Jama’ah Ahli Hadits kecuali Ibnu Majah dari Zain bin Arqam).4. Banyak bergerak dengan sengaja.5. Maka atau minum.6. Menambah rukun fi’li, seperti sujud tiga kali.7. Tertawa. Adapun batuk, bersin tidaklah membatalkan sholat.8. Mendahului imam sebanyak 2 rukun, khusus bagi makmum. I. Macam-Macamnya ShalatSholat terbagi menjadi dua macam, yaitu:1. Sholat Fardhu (‫) ال َصَلّ ل ة ال م ف ر و ض ة‬ ُ ‫ُةاَ َضْ لا ُ َضْ ُةاَ لا‬ ُ ‫ُةاَ لا‬Diantara sekian banyak bentuk ibadah dalam Islam, sholat adalah yang pertama kali di tetapkankewajibannya oleh Allah subhanahu wa taala, Nabi menerima perintah dari Allah tentang sholat padamalam miraj (perjalanan ke langit) tanpa perantara.
  30. 30. Anas berkata: "sholat diwajibkan kepada Nabi sebanyak 50 rekaat pada malam ketika beliaudiperjalankan (isra-miraj), kemudian dikurangi hingga menjadi tinggal 5 rokaat kemudian ada yangmenyerunya: Wahai Muhammad hal tersebut tidak seperti harapanku namun bagimu yang 5 rokaat itusetara dengan 50 rokaat." (Dikeluarkan oleh Imam Ahmad, At-Tirmidzi dan An-Nasai).Yaitu sholat yang diwajibkan Alloh subhanahu wa taala kepada hamba-hamba-Nya sesuai batasan-batasan yang telah dijelaskan-Nya, baik melalui perintah maupun larangan. Dalam hal ini adalah sholat5 waktu dalam sehari semalam, yaitu:a. Dzuhur (‫ : )الظهر‬waktunya dari tergelincirnya matahari kearah barat sampai panjang bayangan dua ُ‫ْنُ ِمْ ْن‬kali lipat dari panjang benda aslinyab. Ashar (‫ : )العَصِمْر‬waktunya dari panjang bayangan dua kali lipat dari panjang benda aslinya sampai ُ‫ِقَ ْن‬tenggelamnya matahari.c. Magrib (‫ : )المغرب‬waktunya dari tenggelamnya matahari sampai hilangnya mendung merah dilangit. ُ‫ِقَ ِمْ ا ِ ْن‬d. Isya (‫ : )العشءاء‬waktunya dari hilangnya mendung merah dilangit sampai munculnya fajar shodiq. ُ‫ا ِ ِقَ ْن‬e. Fajar (‫ )الفجر‬atau Shubuh (‫ : )الَصبح‬waktunya dari menculnya fajar shodiq sampai terbitnya matahari. ُ‫ِقَ ِمْ ْن‬ ُ‫ْبّ ِمْ ْن‬2. Sholat Tathowwu (‫) صُةاَ ل ة ال َت ط ُو ع‬ ِ( ّ‫ُةاَ لا ُ َلّ ُةاَ (ِع‬Yaitu sholat sunnah atau tambahan dari sholat-sholat fardhu 5 waktu.Sholat Tathowwwu ini memiliki 2 bentuk:1) Sholat Tathowwu Muthlaq (‫) َتطُوع المطَلْلقة‬ ُ( َ‫الَطّ ُةَ ُعّ (ُ (ُ ُةَ ُة‬Yaitu sholat sunnah yang batas dan ketentuannya tidak ditentukan oleh syara, dikerjakan dua rokaat-dua rokaat, baik dikerjakan pada siang hari atau malam hari. Akan tetapi, hendaklah sholat tathowwuini tidak dilakukan terus menerus seperti sunnah rowatib serta tidak mengarah kepada bidah atauserupa dengan pelakunya.2) Sholat Tathowwu Muqoyyad ( ‫.) َتطُوع الم ُةََيد‬ ُ( ّ‫الَطّ ُةَ ُعّ (ُ (ُقَط‬Yaitu sholat yang batas dan ketentuannya telah ditentukan oleh syara.Dalam hal ini antara lain, sholat-sholat sunnah rowatib, yaitu:-Sholat Rotibah Fajar yaitu sholat 2 rokaat sebelum sholat Fajar.-Sholat Rotibah Dzuhur yaitu sholat 2 atau 4 rokaat sebelum ataupun sesudah Zuhur.
  31. 31. -Sholat Rotibah Ashar yaitu sholat 4 rokaat sebelum sholat Ashar.-Sholat Rotibah Maghrib yaitu 2 rokaat sesudah sholat Maghrib.-Sholat Rotibah Isya yaitu sholat 2 rokaat sesudah sholat Isya.Ibnu Umar rodhiallohu anhuma berkata: "Aku mengahafal 10 rokaat (sholat) dari Nabi sholallohualaihi wa sallam. 2 rokaat sebelum Dzuhur dan 2 rokaat sesudahnya, 2 rokaat setelah maghribdirumahnya, 2 rokaat setelah isya dirumahnya, dan 2 rokaat sebelum shubuh disaat Nabi sholallohualaihi wa sallam tidak boleh dimasuki orang lain". (HR. Bukhori: 118, dan Muslim: 729)Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam bersabda:"‫"من حءافظ عل ى أربع ركعءات قبل الظهر و أربع بعدهءا حرمه اهلل عل ى النءار‬ ِ ‫ِقَ ِمْ ِقَ ِقَ ِقَ ِقَِقَ ِقَ ِمْ ِقَ ا ِ ِقَ ِقَ ِقَ ٍ ِقَ ِمْ ِقَ ْبّ ِمْ ا ِ ِقَ ِقَ ِمْ ِقَ ٍ ِقَ ِمْ ِقَ ِقَ ِقَ َلّ ِقَ ْنُ ْنُ ِقَِقَ َلّ ا‬"Barangsiapa yang menjaga 4 rokaat sebelum dzuhur dan 4 rokaat sesudahnya, maka Alloh akanmengaharamkan api neraka baginya". (HR. Ibnu Majah: 1160, dishohihkan Al-Bani di Shohih IbnuMajah: 1/191)Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam bersabda:"‫"رحم اهلل امرأ صل ى قبل العَصر أربعءا‬ ً ‫ِقَ ا ِ ِقَ ْنُ ِمْ ِقَص ً ِقََلّ ِقَ ِمْ ِقَ ِقَ ِمْ ا ِ ِقَ ِمْ ِقَ ص‬"Alloh mengasihi seseorang yang sholat 4 rokaat sebelum Ashar". (HR. Abu Daud: 1271, dishohihkanAl-Bani di Shohih Abu Daud: 1/237)"‫"ركعتءا الفجر خير من الدنيءا و مءا فيهءا‬ َ‫ِقَ ِمْ ِقَ ِقَ ِقَ ِمْ ا ِ ِقَ ِمْ م ٌ ا ِ ِقَ ْبّ ِمْ ِقَ ِقَ ِقَ ا ِ ِمْ ِق‬"dua rokaat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya".(HR. Muslim).  Sholat-sholat lain yang disyariatkan dalam bagian ini, antara lain ialah:a. Sholat Malam/ Tahajjud/ Tarawih dibulan Romadhon dan witir:Aisyah rodhiallohu anha berkata: "Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam sholat antara selesai sholatIsya hingga fajar 11 rokaat dengan salam setiap dua rokaat dan witir 1 rokaat". (HR. Muslim: 736)b. Sholat Dhuha 2 rokaat sampai dengan 12 rokaat.Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam bersabda:"‫"ل يحءافظ عل ى صالة ال ْبّح ى إل أواب وهي ِقَالة األوابين‬ َ‫ِقَ ْنُ ِقَ ا ِ ْنُ ِقَِقَ ِقَ ِقَ ا ِ ُض ِقَ ا ِ َلّ ِقَ َلّ م ٌ ِقَ ا ِ ِقَ ص ِقَ ْنُ ِقَ َلّ ا ِ ِمْ ِق‬"Tidak ada yang selalu menjaga sholat dhuha kecuali orang-orang yang bertaubat. Itulah Awwabin".(HR. Ibnu Khuzaimah: 2/228. lihat Al-Ahadits Ash-Shohihah: 1994)ِ ‫ْبّ ِقَ ا ِ ِمْ ِقَ ِمْ ِقَ ِمْ ِقَ ِقَ ِقَ ِمْ ِقَ ص ً ِقَ ِقَ َلّ ِقَ ْنُ ِقَ ص ً ا ِ ِمْ ِقَ ِقَ ٍ ا ِ ِمْ ِقََلّ ا‬‫عن أنس بن مءالك قءال :قءال رسةول اهلل صل ى اهلل عليه وسلم من صل ى الُضح ى ثنتي عشرة ركعة بن ى اهلل له قَصِمْرا من ذهب في الجنة‬ ُ‫ْن‬ ّ‫ِقَ ِمْ ِقَ ِقَ ا ِ ِمْ ا ِ ِقَ ا ِ ٍ ِقَ ِقَ ِقَ ِقَ ِقَ ْنُ ْنُ َلّ ِقََلّ َلّ ِقَِقَ ِمْ ا ِ ِقَ ِقََلّ ِقَ ِقَ ِمْ ِقََل‬ ُ‫ْن‬ ِ ‫ا‬
  32. 32. Diriwayatkan dari Anas bin malik rodhiallohu ‘anhu berkata: “Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallambersabda: barangsiapa sholat dhuha 12 roka’at, Alloh bangun baginya sebuah istana dari emas didalamjannah”. (HR. Tirmidzi: 435)c. Sholat Tahiyyatul Masjid.Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam bersabda:"‫"إذا دخل أحدكم المسجد فليركع ركعتين قبل أَن يجلس‬ َ‫ا ِ ِقَ ِقَ ِقَ ِقَ ِقَ ِقَ ْنُ ْنُ ِمْ ِقَ ِمْ ا ِ ِقَ ِقَ ِمْ ِقَ ِمْ ِقَ ِمْ ِقَ ِمْ ِقَ ِقَ ِمْ ا ِ ِقَ ِمْ ِقَ ِقَ ِمْ ِقَ ِمْا ِ ِق‬"Apabila salah seorang kalian masuk masjid, mak sholatlah 2 rokaat sebelum dia duduk". (HR.Bukhori: 444 dan Muslim: 714)d. Sholat Taubat.Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada seorang yang melakukan dosa, kemudiania bengun dan bersuci kemudian sholat dan meminta ampun kepada Alloh, kecuali Alloh akanmengampuninya. Kemudian beliau membaca ayat ini:"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau Menganiaya diri sendiri,mereka ingat akan Alloh, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapatmengampuni dosa selain dari pada Alloh? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedangmereka mengetahui". (QS. Ali-Imron [3]: 135) (HR. Tirmidzi: 406, dishohihkan Al-Bani: 1/128)e. Sholat Tasbih (4 rokaat).Caranya adalah:• Membaca Tasbih(15 (‫ سبحءاَن اهلل و الحمد هلل ول إله إل اهلل و اهلل أكبر‬kali setelah membaca surat, sebelum ruku. ُ‫ْنُ ِمْ ِقَ ِقَ ا ِ ِقَ ِقَ ِمْ ْنُ ا ِ ِقَ ِقَ ا ِِقَ ِقَ ا ِ َلّ ْنُ ِقَ ْنُ ِقَ ِمْ ِقَ ْن‬• Membaca Tasbih 10 kali diwaktu ruku.• Membaca Tasbih 10 kali di waktu Itidal.• Membaca Tasbih 10 kali di waktu sujud.• Membaca Tasbih 10 kali di waktu duduk diantara dua sujud.• Membaca Tasbih 10 kali di waktu sujud kedua.• Membaca Tasbih 10 kali di waktu duduk istirahat.f. Sholat Istihoroh.
  33. 33. Jabir bin Abdulloh rodhiallohu anhuma berkata: "Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam mengajarkankami istikhoroh dalam segala perkara, sebagaimana beliau mengajarkan kami surat Al-Quran. Beliausholallohu alaihi wa sallam bersabda: "Apabila salah seorang kalian bercita-cita dalam satu masalah,maka sholatlah 2 rokaat selain fardhu, kemudian berdoalah: " ‫اللهم إني أست ا ِير بعلمك و أستقدرك بقدرتك و أسألك من فُضلك العظيم فإنك تقدر ول أقدر وتعلم ول أعلم وأنت عالم الغيةوب. اللهم‬ ّ‫َلّ ْنُ َلّ ا ِ ْيّ ِمْ ِقَ ِمْ ِقَخ ِمْ ْنُ ا ِ ا ِ ِمْ ا ِ ِقَ ِقَ ِقَ ِمْ ِقَ ِمْ ا ِ ْنُ ِقَ ا ِ ْنُ ِمْ ِقَ ا ِ ِقَ ِقَ ِقَ ِمْ ِقَْنُ ِقَ ا ِ ِمْ ِقَ ِمْا ِ ِقَ ِقَ ا ِ ِمْ ا ِ ِقَ ا ِ َلّ ِقَ ِقَ ِمْ ا ِ ْنُ ِقَ ِقَ ِقَ ِمْ ا ِ ْنُ ِقَ ِقَ ِمِْقَ ْنُ ِقَ ِقَ ِقَ ِمِْقَ ْنُ ِقَِقَ ِمْ ِقَ ِقَ َلّ ْنُ ْنُ ْنُ ِمْ ا ِ َلّ ْنُ َل‬ ْ‫ا ِ ِمْ ْنُ ِمْ ِقَ ِقَ ِمِْقَ ْنُ ِقََن ِقَ ِقَ ِقَ ِمْ ِقَ ِقَ ِل ّ ا ِ ِمْ ا ِ ِمْ ا ِ ِمْ ا ِ ِمْ ِقَ ِقَ ِقَ ا ِ ِمْ ِقَ ِقَ ا ِ ِقَ ا ِ ِقَ ِمْ ا ِ ِمْ ِقَ ِمْ ِقَ ِقَ ِقَ ا ِ ا ِ ِقَ ِمْ ا ِ ِمْ ا ِ ا ِا ِ ا ِ ِقَ ا ِ ِمْ ْنُ ِقَ ْيّ ِمْ ِقَ ا ِ ِمْ ا ِ ِمْ ِقَ ِمْ ْنُ ِقَ ِمْ ا ِ ِم‬ ‫إَن كنت تعلم أ َلّ هذا األمر شر لي في ديني و معءاشي وعءاقبة أمري )أو قءال: عءاجل أمري وتآجله( فءاصِمْرفه عني واصِمْرفني عنه و اقدر‬ِ ‫ا ِ ِمْ ِقَ ِمْ ِقَ ِقَ ِمْ ْنُ ِقَ ِقَ ْنُ َلّ ِمْ ا ِ ا ِ ِمْ ا ِ ا‬‫"لي الخير حيث كءاَن ثم ارضني به‬ Lalu sebutlah hajatnya". (HR. Bukhori: 1162) BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Sholat merupakan inti (kunci) dari segala ibadah juga merupakan tiang agama, dengannya agama bisategak dengannya pula agama bisa runtuh. Sholat mempunyai dua unsur yaitu dzohiriyah dan batiniyah.Unsur dzohiriyah adalah yang menyangkut perilaku berdasar pada gerakan sholat itu sendiri,sedangkan unsur yang bersifat batiniyah adalah sifatnya tersembunyi dalam hati karena hanya Allah-lah yang dapat menilainya. Shalat banyak macamnya ada shalat sunnah, ada juga sholat fardhu yang telah di tentukan waktunya. Khilafiyyah kaum muslimin tentang shalat adalah hal yang biasa karena rujukan dan pengkajiannyasemuanya bersumber dari Al-Qur’an dan hadis, hendaknya perbedaan tersebut menjadi hikmahkeberagaman umat islam. B. Saran Dalam pengumpulan materi pembahasan diatas tentunya kami banyak mengalami kekurangan dankesalahan, oleh karena itu hendaknya pembaca memberikan tanggapan dan tambahan terhadapmakalah kami. Sebelum dan sesudahnya kami haturkan banyak terimakasih.  
  34. 34. Daftar Pustaka:• Al-Ghazali, Asrar Ash-Shalah Wa muhimatuha, terbitan Dar At-Turats Al ‘Aroby, Kairo Mesir, Cetakan II, 1404/1984, terjemahan bahsa indonesia penerbit Kharisma jln. Dipati Ukur 228 Bandung.• Sayid Sabiq, Fiqih Sunnah, alih bahasa oleh Mahyuddin Syaf II Cetakan ke III 1982 penerbit PT. Al Maarif Bandung• murthadha Mutohhari & M. Baqir Ash Shadir, Pengantar Ushul Fiqih & Ushul Fiqhi Perbandingan Pustaka Hidayah ciputat 1993• Asy Syaikh Ali Akhmad Al Jurjaawiy, Hikmat & Filsafat Tasyrik, penerjemah Idrus H. Al Khauf CV. Bintang pelajar

×