Uploaded on

 

More in: Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
5,254
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
97
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. KURT LEWIN (Teori Medan (Field Theory) & teori konflik) Kurt Lewin lahir pada tanggal 9 September 1890 disuatu desa kecil di Prusia, daerah dosen. Ia adalah anak kedua dari empat bersaudara, Lewin menyelesaikan sekolah menengahnya di Berlin tahun 1905 kemudian ia masuk Universitas di Freiburg dengan maksud belajar ilmu kedokteran, tetapi ia segera melepaskan idenya ini dan setelah satu semester belajar psikologi pada universitas di sana. Setelah meraih gelar doktornya pada tahun 1914,Lewin bertugas di ketentaraan Jerman selama empat tahun. Pada akhir perang ia kembalike Berlin sebagai instruktur dan asisten penelitian pada lembaga Psikologi. Lewin menghabiskan sisa sisa hidupnya di Amerika Serikat. Ia adalah profesor dalambidang psikologi anak-anak pada Universitas Cornell selama dua tahun (1933-1935) sebelumdipanggil ke Universitas negeri Iowa sebagai profesor psikologi pada Badan KesejahteraanAnak. Pada tahun 1945, Lewin menerima pengangkatan sebagai profesor dan direktur PusatPenelitian untuk dinamika kelompok di Institut Teknologi Massachussetts. Pada waktuyang sama, ia menjadi direktur dari Commission of Community Interrelation of The AmerikaJewish Congress, yang aktif melakukan penelitian tentang masalah masalahkemasyarakatan. Ia meninggal secara mendadak karena serangan jantung di Newton Ville,Massachussetts, pada tanggal 9 Februari 1947 pada usia 56 tahun.Konsep Utama Teori Lewin Bagi Lewin, teori medan bukan suatu sistem psikologi baru yang terbatas pada suatuisi yang khas: teori medan merupakan sekumpulan konsep dengan dimana seseorang dapatmenggambarkan kenyataan psikologis. Konsep konsep ini harus cukup luas untuk dapatditerapkan dalam semua bentuk tingkah laku, dan sekaligus juga cukup spesifik untukmenggambarkan orang tertentu dalam suatu situasi konkret. Lewin juga menggolongkanteori medan sebagai “suatu metode untuk menganalisis hubungan hubungan kausal danuntuk membangun konstruk-konstruk ilmiah”Ciri ciri utama dari teori Lewin, yaitu :Tingkah laku adalah suatu fungsi dari medan yang ada pada waktu tingkah laku itu terjadiAnalisis mulai dengan situasi sebagai keseluruhan dari mana bagian bagian komponennya dipisahkanOrang yang kongkret dalam situasi yang kongkret dapat digambarkan secara matematis.
  • 2. Konsep konsep teori medan telah diterapkan Lewin dalam berbagai gejala psikologisdan sosiologis, termasuk tingkah laku bayi dan anak anak , masa adolsen , keterbelakanganmental, masalah masalah kelompok minoritas, perbedaan perbedan karakter nasional dandinamika kelompok. Dibawah ini kita akan membahas Teori Lewin tentang struktur, dinamika danperkembangan kepribadian yang dikaitkan dengan lingkungan psikologis, karena orangorang dan lingkungannya merupakan bagiab bagian ruang kehidupan (life space) yangsaling tergantung satu sama lain. Life space digunakan Lewin sebagai istilah untukkeseluruhan medan psikologis.Struktur Kepribadian Menurut Lewin sebaiknya menggambarkan pribadi itu dengan menggunakan definisikonsep-konsep struktural secara spasial. Dengan cara ini , Lewin berusahamematematisasikan konsep-konsepnya sejak dari permulaan. Matematika Lewin bersifatnon-motris dan menggambarkan hubungan-hubungan spasial dengan istilah-istilah yangberbeda. Pada dasarnya matematika Lewin merupakan jenis matematika untukmenggambarkan interkoneksi dan interkomunikasi antara bidang bidang spasial dengantidak memperhatikan ukuran dan bentuknya. Pemisahan pribadi dari yang lain-lainnya di dunia dilakukan denganmenggambarkan suatu figur yang tertutup. Batas dari figur menggambarkan batas batasdari entitas yang dikenal sebagai pribadi. Segala sesuatu yang terdapat dalam batas ituadalah P (pribadi): sedangkan segala sesuatu yang terdapat di luar batas itu adalah non-P. Selanjutnya untuk melukiskan kenyataan psikologis ialah menggambar suatufigur tertutup lain yang lebih besar dari pribadi dan yang melingkupnya. Bentuk danukuran figur yang melingkupi ini tidak penting asalkan ia memenuhi dia syarat yaknilebih besar dari pribadi dan melingkupimya. Figur yang baru ini tidak boleh memotongbagian dari batas lingkaran yang menggambarkan pribadi. Lingkaran dalam elips ini bukan sekedar suatu ilustrasi atau alat peraga,melainkan sungguh-sungguh merupakan suatu penggambaran yang tepat tentang konsep-konsep struktural yang paling umum dalam teori Lewin, yakni pribadi, lingkunganpsikologis dan ruang hidup.Ruang Hidup
  • 3. Ruang hidup mengandung semua kemungkinan fakta yang dapat menentukantingkah laku individu. Ruang hidup meliputi segala sesuatu yang harus diketahui untukmemahami tingkah laku kongkret manusia individual dalam suatu lingkungan psikologistertentu pada saat tertentu. Tingkah laku adalah fungsi dari ruang hidup. Secara matematis : TL = f( RH) Fakta fakta non psikologis dapat dan sungguh sungguh mengubah fakta faktapsikologis. Fakta fakta dalam lingkungan psikologis dapat juga menghasilkan perubahanperubahan dalam dunia fisik. Ada komunikasi dua arah antara ruang hidup dan dunialuar bersifat dapat ditembus (permeability), tetapi dunia fisik (luar) tidak dapatberhubungan langsung dengan pribadi karena suatu fakta harus ada dalam lingkunganpsikologis sebelum mempengaruhi/dipengaruhi oleh pribadi.Lingkungan Psikologis Meskipun pribadi dikelilingi oleh lingkungan psikologisnya, namun ia bukanlahbagian atau termasuk dalam lingkungan tersebut. Lingkungan Psikologis berhenti padabatas pinggir elips, Tetapi batas antara pribadi dan lingkungan juga bersifat dapat ditembus.Hal ini berarti fakta fakta lingkungan dapat mempengaruhi pribadi. Secara matematis : P = f (LP) Dan fakta fakta pribadi dapat mempengaruhi lingkungan. Secara matematis : LP = f (LP)Pribadi Menurut Lewin, pribadi adalah heterogen, terbagi menjadi bagian bagian yangterpisah meskipun saling berhubungan dan saling bergantung. Daerah dalam personal dibagimenjadi sel sel. Sel sel yang berdekatan dengan daerah konseptual motor disebut sel selperiferal ;p; sel sel dalam pusat lingkaran disebut sel sel sentral,s. Sistem motor bertidak sebagai suatu kesatuan karena biasanya lahannya dapatmelakukan suatu tindakan pada satu saat. Begitu pula dengan sistem perseptual artinyaorang hanya dapat memperhatikan dan mempersepsikan satu hal pada satu saat. Bagianbagian tersebut mengadakan komunikasi dan interdependen; tidak bisa berdiri sendiri.Dinamika Kepribadian Konsep-konsep dinamika pokok dari Lewin yakni kebutuhan energi psikis, tegangan ,kekuatan atau vektor dan valensi. Konstruk konstruk dinamik ini menentukan lokomosi
  • 4. khusus dari individu dan cara ia mengatur struktur lingkungannya, Lokomosi danperubahan perunahan struktur berfungsi mereduksikan tegangan dengan cara memuaskankebutuhan. Suatu tegangan dapat direduksikan dan keseimbanagan dipulihkan olehsuatu lokomosi substitusi. Proses ini menuntut bahwa dua kebutuhan erat bergantungansatu sama lain sehingga pemiasan salah satu kebutuhan adalah melepaskan tegangan darisistem kebutuhan lainnya. Akhirnya, tegangan dapat direduksikan dengan lokomosi lokomosi murni khayalan.Seseorang yang berkhayal bahwa ia telah melakukan suatu perbuatan yang sulit ataumenempati suatu jabatan yang tinggi mendapat semacam kepuasan semu dari sekedarberkhayal tentang keberhasilan. Dinamika kepribadian menrut Kurt Lewin:Enerji Menurut Lewin manusia adalah system energi yang kompleks. Energi muncul dari perbedaan tegangan antar sel atau antar region. Tetapi ketidakseimbangan dalam tegangan juga bias terjadi antar region di system lingkungan psikologis.Tegangan Tegangan ada dua yaitu tegangan yang cenderung menjadi seimbang dan cenderung untuk menekan bondaris system yang mewadahinya.Kebutuhan Menurut Lewin kebutuhan itu mencakup pengertian motif, keinginan dan dorongan. Menurut Lewin kebutuhan ada yang bersifat spesifik yang jumlahnya tak terhingga, sebanyak keinginan spesifik manusia.Tindakan (Action) Disini dibutuhkan dua konsep dalam tindakan yang bertujuan didaerah lingkunganpsikologis.Valensi Adalah nilai region dari lingkungan psikologis bagi pribadi. Region dengan valensipositif dapat mengurangi tegangan pribadi, akantetapi region dengan valensi negative dapatmeningkatkan tegangan pribadi (rasa takut).Vektor
  • 5. Tingkah laku atau gerak seseorang akan terjadi kalau ada kekuatan yang cukupyang mendorongnya. Meminjam dari matematika dan fisika, Lewin menyebut kekuatanitu dengan nama Vektor. Vektor digambar dalam ujud panah, merupakan kekuatanpsikologis yang mengenai seseorang, cenderung membuatnya bergerak ke arah tertentu. Arahdan kekuatan vektor adalah fungsi dari valensi positif dan negatif dari satu atau lebihregion dalam lingkungan psikologis. Jadi kalau satu region mempunyai valensi positif(misalnya berisi makanan yang diinginkan), vektor yang mengarahkan ke region itumengenai lingkaran pribadi. Kalau region yang kedua valensinya negatif (berisi anjingyang menakutkan), vektor lain yang mengenai lingkaran pribadi mendorong menjauhiregion anjing. Jika beberapa vektor positif mengenai dia, misalnya, jika orang payah – danlapar – dan makanan harus disiapkan, atau orang harus hadir dalam pertemuan penting –dan tidak punya waktu untuk makan siang, hasil gerakannya merupakan jumlah darisemua vektor. Situasi itu Bering melibatkan konflik, topik yang penelitiannya dimulaioleh Lewin dan menjadi topik yang sangat Iuas dari Miller dan Dollard.Lokomosi Lingkaran pribadi dapat pindah dari satu tempat ketempat lain di dalam daerahlingkungan psikologis. Pribadi pindah ke region yang menyediakan pemuasan kebutuhanpribadi-dalam, atau menjauhi region yang menimbulkan tegangan pribadi-dalam.Perpindahan lingkaran pribadi itu disebut lokomosi (locomotion). Lokomosi bisa berupa gerakfisik, atau perubahan fokus perhatian. Dalam kenyataan sebagian besar lokomosi yangsangat menarik perhatian psikolog berhubungan dengan perubahan fokus persepsi dan prosesatensi.EventLewin menggambarkan dinamika jiwa dalam bentuk gerakan atau aksi di daerah ruanghidup, dalam bentuk peristiwa atau event. Telah dijelaskan di depan, bahwa peristiwa(event) adalah hasil interaksi antara dua atau Iebih fakta balk di daerah pribadi maupundi daerah lingkungan. Komunikasi (hubungan antar sel atau region) dan lokomosi (gerakpribadi) adalah peristiwa, karena keduanya melibatkan dua fakta atau lebih. Ada tigaprinsip yang menjadi prasyarat terjadinya suatu peristiwa; keterhubungan (related¬ness),kenyataan (concretness), kekinian (contemporary), sebagai berikut:Keterhubungan: Dua atau lebih fakta berinteraksi, kalau antar fakta itu terdapat hubungan-hubungan tertentu, mulai dari hubungan sebab akibat yang jelas, sampai hubungan persamaan atau perbedaan yang secara rasional tidak penting.
  • 6. Kenyataan: Fakta harus nyata-nyata ada dalam ruang hidup. Fakta potensial atau peluang yang tidak sedang eksis tidak dapat mempengaruhi event masa kini. Fakta di luar lingkungan psikologis tidak berpengaruh, kecuali mereka masuk ke ruang hidup.Kekinian: Fakta harus kontemporer. Hanya fakta masa kini yang menghasilkan tingkahlaku masa kini. Fakta yang sudah tidak eksis tidak dapat menciptakan event masa kini. Fakta peristiwa nyata di masa lalu atau peristiwa potensial masa mendatang tidak dapat menentukan tingkahlaku saat ini, tetapi sikap, perasaan, dan fikiran mengenai masa Ialu dan masa mendatang adalah bagian dari ruang hidup sekarang dar mungkin dapat mempengaruhi tingkahlaku. Jadi, ruang hidup sekarang harus mewakili isi psikologi masa lalu, sekarang, dan masa mendatang.Konflik Konflik terjadi di daerah lingkungan psikologis. Lewin mendefinisikar konflik sebagaisituasi di mana seseorang menerima kekuatan-kekuatan yang sama besar tetapi arahnyaberlawanan. Vektor-vektor yang mengenai pribadi, mendorong pribadi ke arah tetentudengan kekuatan tertentu. Kombinasi dari arah dan kekuatan itu disebut jumlahkekuatan (resultant force), yang menjadi kecenderungan lokomosi pribadi (lokomosipsikologikal atau fisikal). Ada beberapa jenis kekuatan, yang bertindak seperti vektor,yakni:Kekuatan pendorong (driving force): menggerakkan, memicu terjadinya lokomosi ke arah yang ditunjuk oleh kekuatan itu.Kekuatan penghambat (restraining force): halangan fisik atau sosia menahan terjadinya lokomosi, mempengaruhi dampak dari kekuatan pendorongKekuatan kebutuhan pribadi (forces corresponding to a persons needs): menggambarkan keinginan pribadi untuk mengerjakan sesuatu.Kekuatan pengaruh (induced force): menggambarkan keinginan dari orang lain (misalnya orang tua atau teman) yang masuk menjadi region lingkungan psikologis.Kekuatan non manusia (impersonal force): bukan keinginan pribadi tetap¬juga bu kan keinginan orang lain. Ini adalah kekuatan atau tuntutan da¬fakta atau objek.Konflik tipe 1: Konflik yang sederhana terjadi kalau hanya ada dua kekuatan berlawana¬yangmengenai individu. Konflik semacam ini disebut konflik tipe 1 (Gambar-15a). Ada tigamacam konflik tipe 1:
  • 7. Konflik mendekat-mendekat, dua kekuatan mendorong ke arah yang berlawanan, misalnya orang dihadapkan pada dua pilihan yang sama¬sama disenanginya.Konflik menjauh-menjauh, dua kekuatan menghambat ke arah yang yang berlawanan, misalnya orang dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama tidak disenanginya.Konflik mendekat-menjauh, dua kekuatan mendorong dan menghambat muncul dari satu tujuan, misalnya orang dihadapkan pada pilihan sekaligus mengandung unsur yang disenangi dan tidak disenanginya.Konflik tipe 2: Konflik yang kompleks bisa melibatkan lebih dari dua kekuatan. Konflik yangsangat kompleks dapat membuat orang menjadi diam, terpaku atau terperangkap olehberbagai kekuatan dan kepentingan sehingga dia tidak dapat menentukan pilihan, adalahkonflik tipe 2.Konflik tipe 3 Orang berusaha mengatasi kekuatan-kekuatan penghambat, sehingga konflikmenjadi terbuka,ditandai sikap kemarahan,agresi,pemberontakan atau sebaliknyapenyerahan diri yang neorotik. Pertentangan antar kebutuhan pribadi-dalam, konflikantar pengaruh,dan pertentangan antar kebutuhan dengan pengaruh,menimbulkanpelampiasan usaha untuk mengalahkan kekuatan penghambat.Tingkat Realita Konsep realita menurut Lewin adalah realita berisi lokomosi aktual,dan tak-takrealita berisi lokomosi imajinasi. Realita dan tak realita adalah suatu kontinum dariekstrim realita sampai ekstrim tak realita. Lokomosi mempunyai tingkat realita dan takrealita berbeda-beda.Menstuktur LingkunganLingkungan psikologi adalah konsep yang sangat mudah berubah. Dinamika darilingkungan dapat berubah dengan 3 cara yakni:Perubahan valensi : Region bisa berubah secara kuantitatif-valensinya semakin positif atau semakin negatif,atau berubah secara kualitatif dari positif menjadi negatif atau sebaliknya region baru bisa muncul dan region lama bisa hilang.Perubahan vektor : Vektor mungkin dapat berubah dalam kekuatan dan arahnya.
  • 8. Perubahan Bondaris : Bondaris mungkin menjadi semakin permeabel atau semakin tidak permeabel,mungkin muncul sebagai bondaris atau tidak muncul sebagai bondaris.Mempertahankan Keseimbangan Dalam sistem reduksi tegangan,tujuan dari proses psikologis adalah mempertahankanpribadi dalam keadaan seimbang. Yang paling umum dan paling efektif untukmengembalikan keseimbangan adalah melalui lokomosi dalam lingkunganpsikologis,memindah pribadi ke region tempat objek yang bervalensi positif(yang memberikepuasan). Tapi kalau region yang diinginkan mempunyai bondaris yang tak permeabeltegangan terkadang dapat dikurangi(dan keseimbangan dapat diperoleh)denganmelakukan lokomosi pengganti,pindah ke region yang dapat memberi kepuasan lain(yangbondarisnya permeabel) ternyata dapat menghilangkan tegangan dari system kebutuhansemula. Kecenderungan mencapai keseimbangan itu tidak berarti membuat diri seimbangsempurna,tetapi menyeimbangkan semua tegangan dalam daerah pribadi-dalam. Lewinmenjelaskan bahwa dalam sistem yang kompleks menjadi seimbang bukan berartihilangnya tegangan,tetapi mempeoleh keseimbangan dari tegangan internal. Tujuanutama dari perkembangan psikologis adalah menciptakan semacam struktur internal yangmenjamin keseimbangan psikologis bukan membuat bebas tegangan.Perkembangan KepribadianMenurut Lewin hakekat Perkembangan Kepribadian itu adalah :Diferensiasi Yaitu semakin bertambah usia, maka region region dalam pribadi seseorang dalam LP-nya akan semakin bertambah. Begitu pula dengan kecakapan kecakapan/ keterampilan keterampilannya. Contoh : orang dewasa lebih pandai menyembunyikan isi hatinya daripada anak- anak (region anak lebih mudah ditembus).Perubahan dalam variasi tingkah lakunyaPerubahan dalam organisasi dan struktur tingkah lakunya lebih kompleks.Bertambah luas arena aktivitas contoh: Anak kecil terikat oleh masa kini sedangkan orang dewasa terikat oleh masa kini, masa lampau dan masa depan.
  • 9. Perubahan dalam realitas. Dapat membedakan yang khayal dan yang nyata, pola berpikir meningkat, contohnya dari pola berpikir assosiasi menjadi pola berpikir abstrak. Ba8. Tokoh - Tokoh Psikologi Pandangan dasar Psikologi Gestalt menyatakan bahwa gejala Psikologi terjadi pada suatu medan/lapangan (field) yang merupakan suatu sistem yang saling tergantung (interdependent) yang meliputi persepsi dan pengalaman masa lampau. Dalam hal ini unsur-unsur individu dari medan (field) tidak dapat dipahami tanpa mengetahui medan tersebut sebagai suatu keseluruhan.Latar Belakang Psikodinamika Teori lapangan (Field Theory) atau dinamakan juga Teori Psikodinamika, sering dikira orang hanya dikemukakan oleh Kurt Lewin saja. Hal ini tidak benar, karena selain Lewin ada tokoh-tokoh lain yang juga mengemukakan Teori Lapangan seperti Tolman (1932), Wheeler (1940), Lashley (1929) dan Brunswik (1949). Kelebihan Kurt Lewin atas tokoh-tokoh lainnya adalah bahwa Lewinlah yang paling jauh mengembangkan teori Lapangan ini sehingga ia dikenal sebagai tokoh yang paling terkemuka. Teori Lapangan Kurt Lewin sangat dipengaruhi oleh aliran Psikologi Gestalt.Oleh karena itu tidak mengherankan jika teori lapangan dari Kurt Lewin juga
  • 10. sangat mengutamakan keseluruhan daripada elemen atau bagian dalam studinyatentang jiwa manusia. Salah satu ciri yang terpenting dari teori lapangan adalah bahwa teori inimenggunakan metode konstruktif.Metode konstruktif, atau disebut juga metode“genetik” adalah metode yang digunakan Lewin sebagai metode “klasifikasi”.Metodeklasifikasi menurut Lewin mempunyai kelemahan karena hanya mengelompokkanobyek studi berdasarkan persamaan-persamaannya saja. Sifat dinamis ini ada pada metode konstruktif yang mengklasifikasikan obyek-obyek studinya berdasarkan hubungan antara satu obyek dengan obyek lainnya. Iniadalah konsekuensi pertama dari penggunaan metode konstruktif dalam teori lapangan.Dengan “dinamis” dimaksudkan bahwa teori lapangan harus dapat mengungkapkanforces (daya, kekuatan) yang mendorong suatu tingkah laku. Konsekuensi kedua dari metode konstruktif yang menjadi ciri teori lapangan adalahbahwa cara pendekatan yang digunakan dalam teori lapangan selalu harus psikologis.Semua konsep harus didefinisikan secara operasional. Akan tetapi, berbeda daribehaviorisme, definisi operasional dalam teori lapangan tidak obyektif melainkansubyektif. Ketiga, analisis dalam teori lapangan harus berawal dari situasi sebagaikeseluruhan, tidak dimulai dari elemen-elemen yang berdiri sendiri-sendiri. Dari awalyang menyeluruh itu barulah dapat dilakukan analisis terhadap masing-masingelemen atau bagian dari situasi secara khusus. Keempat, tingkah laku harus dianalisis dalam “lapangan” di saat di mana tingkahlaku terjadi. Cara pendekatannya tidak perlu historis, jadi tidak perlumenghubungkan dengan masa lalu seperti psikoanalisis, tetapi harus tetap sistematis. Konsekuensi kelima adalah bahwa bahasa yang digunakan dalam teori lapanganharus eksak dan logis, jadi harus berupa bahasa matematik. Tetapi bahasa matematiktidak hanya kuantitatif. Bahasa matematik menurut Lewin bisa juga kualitatif.
  • 11. Dalam hubungan ini ia meminjam istilah-istilah dari geometri, khususnya tipologi (cabang geometri yang menganalisis posisi) untuk menerangkan peristiwa-peristiwa Psikologik.Konsep – Konsep Dasar Teori Lapangan Metode konstruktif memerlukan konstruk-konstruk yaitu pengertian yang mencakup serangkaian konsep. Dengan kata lain, konstruk adalah elemen dari teori lapangan, sedangkan konsep adalah elemen dari konstruk, konstruk yang terpenting dari teori lapangan tentunya adalah lapangan itu sendiri, yang dalam psikologinya diartikan sebagai lapangan kehidupan (life space) Lapangan Kehidupan Lapangan kehidupan dari seorang individu terdiri dari orang itu sendiri dan lingkungan kejiwaan (psikologi) yang ada padanya. Demikian pula lapangan kehidupan suatu kelompok adalah kelompok itu sendiri ditambah dengan lingkungan tempat kelompok itu berada pada suatu saat tertentu. Jelaslah bahwa dalam konstruk yang paling dasar tentang lapangan kehidupan ini Lewin hanya memperhitungkan hal-hal yang ada bagi individu atau kelompok (subyek) belum tentu ada secara obyektif, sedangkan ada yang secara obyektif belum tentu ada secara subyektif. Disinilah tampak bahwa kurt Lewin lebih mementingkan deskripsi yang subyektif. Ada atau tidak adanya sesuatu bagi subyek harus dibuktikan dengan ada atau tidak adanya pengaruh dari sesuatu itu terhadap subyek yang bersangkutan. Ibu, teman, dan kebutuhan adalah contoh hal-hal yang berpengaruh pada subyek. Oleh karena itu, hal-hal tersebut ada dalam lapangan kehidupan subyek yang bersangkutan. Sebaliknya, bencana alam di negara lain atau perubahan posisi dari bintang-bintang tertentu dilangit tidak berpengaruh pada subyek, sehingga tidak pada lapangan kehadapan subyek.
  • 12. Ruang hidup (alwisol, 2004) merupakan gabungan antara daerah pribadi dan daerah lingkungan psikologis, yang secara matematis dapat dirumuskan dalam formula sebagai berikut: Rh = ( P + E) Keterangan: Rh = Ruang Hidup P = Daerah Pribadi E = Daerah lingkungan psikologisTingkah laku dan Lokomosi Tingkah laku menurut Lewin adalah lokomosi yang berarti perubahan atau gerakan pada lapangan kehidupan. Misalnya, seorang pegawai pergi dari kantornya (wilayah kerja) kerumah sakit (wilayah kesehatan) untuk memeriksakan diri ke dokter, maka pegawai itu melakukan lokomosi.Namun, kalau perpindahan itu terjadi pada waktu pegawai tersebut seorang pingsan di kantor dan di gotong ke rumah sakit, maka itu bukanlah lokomosi atau tingkah laku Lokomosi dapat terjadi karena ada “ komunikasi” antara dua wilayah dalam lapangan kehidupan seseorang.Komunikasi antara 2 wilayah itu menimbulkan ketegangan pada salah satu wilayah dan ketegangan menimbulkan kebutuhan dan kebutuhan inilah yang menyebabkan tingkah laku.Daya (Force) Daya ini didefinisikan sebagai suatu hal yang menyebabkan perubahan. Perubahan dapat terjadi jika pada suatu wilayah ada valensi tertentu. Valensi dapat bersifat negative atau positif tergantung pada daya tarik atau daya tolak yang ada pada wilayah tersebut. Kalau suatu wilayah mempunyai valensi positif maka ia akan menarik daya-daya dari wilayah-wilayah lain untu bergerak menuju arahnya.Sebaliknya, jika valensi yang ada pada suatu wilayah negatif , maka daya-daya yang ada akan menghindar atau menjauhi wilayah.
  • 13. Berbicara tentang daya, Kurt Lewin membagi-bagi daya dalam beberapa jenis: Daya Mendorong Daya yang Menghambat Daya yang Berasal dari kebutuhan sendiri Daya yang berasal dari orang lain Daya yang impersonal Ketegangan Meredakan ketegangan tidak berarti bahwa ketegangan itu harus hilang sama sekali (dalam keadaan nol), melainkan ketegangan itu disebarkan secara merata dari satu wilayah ke wilayah lain dalam lapang kehidupan. Faktor yang penting yang dapat menurunkan ketegangan adalah tembusan, yaitu sampai berapa jauh batas-batas suatu wilayah dapat ditembus oleh adanya dari wilayah-wilayah lain disekitarnya Substitusi lebih dimungkinkan jika antara dua wilayah yang bersangkutan terdapat banyak persamaan. Selain itu, substitusi lebih mudah terjadi pada orang- orang dengan lapang kehidupan yang cukup berdiferensiasi, berkembang dan bercabang-cabang , asalkan batas-batas wilayah yang ada dalam lapang kehidupan yang bersangkutan masih cukup tertembus oleh daya-daya yang akan masuk. Faktor lain yang juga berpengaruh adalah kejenuhan,kalau kebutuhan- kebutuhan yang mendasari daya itu sudah dipuaskan sampai jenuh, maka ketegangan itu akan berkurang dengan sendirinyaPenerapan Teori Lewin Diatas telah diuraikan konsep-konsep dalam teori Lewin selanjutnya meninjau bagaimana penerapan teori-teori pada gejala kejiwaan yang kongkret. Dua contoh gejala kejiwaan akan dikemukakan dibawah ini, yaitu “konflik” dan “tingkah laku agresif”. Konflik
  • 14. Konflik adalah suatu keadaan dimana ada daya-daya saling bertentangan arah’ tetapi dalam kadar kekuatan yang kira-kira sama. Ada tiga macam konflik yaitu: a. Konflik mendekat-mendekat (approach-approach conflict) yaitu orang berada diantara dua valensi (nilai) positif yang sama kuat. Contohnya: seorang artis harus memilih prfvesinya sebagai bintang sinotron atau melanjutkan pendidikannya sebagai mahasiwa kedokteran. b. Konflik menjauh-menjauh (avoidance-avoidance conflict ) yaitu orang – berada diantara dua valensi negatif yang sama kuat. Contohnya: seorang yang terjebak di gedung lantai 10 yang kebakaran. Ia harus memilih lewat tangga darurat dengan waktu yang cukup lama (tidak sempat sampai ke lantai satu) atau loncat dengan resiko akan mati. c. Konflik mendekat-menjauh (approach-avoidance conflict) yaitu seseorang menghadapi valensi positif dan negatife pada jurusan yang sama. Contoh: anak meminta dan sayang kepada orang tua karena orang tua memberi, tetapi anak juga membenci orang tua karena orang tua serba melarang.(Sarwono, 2002)Tingkah laku Agresif Dalam eksperimennya, Kurt Lewin, dkk ( Lewin, Lippit, White, 1939, dalam Sarwono, 2004) menemukan bahwa dalam kelompok anak laki-laki yang diberi tugas-tugas tertentu dibawah pimpinan seorang pemimpin yang demokratis tampak perilaku agresif yang sedang, sedangkan pemimpin yang otoriter tampak perilaku agresi yang tinggi atau malahan sangat rendah. Dalam kelompok demokratis daya-daya berimbang antara yang mendorong dan menghambat agresivitas sehingga mencapai tingkat yang sedang. Dalam kelompok yang otoriter, tingkah laku agresif meningkat tinggi apabila perasaan kebersamaan
  • 15. berkurang/ mengendor. Atau sebaliknya ada daya penekan yang begitu besar yang menghambat daya dorong tingkah laku agresif sehingga agresif tidak muncul.Teori-Teori Lapangan dalam Psikologi Teori dari Kurt Lewin danggap lebih manusiawi sehingga banyak ahli psikologi sosial yang tertarik dan mengembangkan lebih lanjut teori dari Kurt Lewin. Berikut ini akan dijelaskan 4 teori lapangan yang diterapkan psikologi sosial, yaitu : Teori tentang hubungan interpersonal (antarmanusia) dari Heider (1958) Berbeda dengan Lewin yang menggunakan istilah-istilah khusus, Heider menggunakan istilah sehari-hari yang digunakan orang awam sehingga psikologi Heider disebut psikologi common sense (logika berfikir sehari-hari). Common sense merupakan hal yang mengatur tingkah laku orang terhadap orang lain dan juga banyak mengandung kebenaran. Heider mengemukakan bahwa tingkah laku interpersonal dapat diuraikan kedalam 10 aspek yaitu: Mengamati orang lain Pengamatan terhadap orang sebenarnya tidak berbeda dari pengamatan terhadap objek-objek lainnya (seperti meja, mobil, pohon, dll). Orang yang diamati disini memiliki kemampuan emosi, kehendak, keinginan , yang tidak terdapat pada benda mati. Seseorang (P) yang mengamati orang lain (O) tahu bahwaO tersebut juga mengamati P kembali. Dalam pengalaman timbal balik tersebut, baik O maupun P menghadapi dua pengalaman, yaitu pengalaman fenomenal dan pengalaman kausal. Pengalaman fenomenal adalah segala sesuatu yang terjadi dalam hubungan orang dengan lingkungannya, sedangkan pengalaman kausal orang yang bersangkutan mencoba menganalisis faktor-faktor/ kondisi-kondisi yang mendasari pengalaman fenomenal. Orang lain sebagai pengamat
  • 16. Dalam pengamatan terhadap lingkungannya, termasuk terhadap orang lain (O),seseorang (P) menyadari bahwa O juga mengamati P. Pengetahuan ini berpengaruhterhadap P dalam berbagai hal, yaitu tindakan, harapan, dan sifat-sifatnya.Misalnya, kalau Nanha melihat Lina senang pada tindakannya, maka Nanhaakan membuat tindakan itu lagi, tetapi kalau Lina tidak senang, Nanha akanmenghindari tindakan tersebut.Analisis yang naïf terhadap tindakan orang lain Dalam menginterpretasikan perilaku orang lain dilakukan analisis secarasederhana (naïf) dan dalam sifat itu dicari sifat-sifat bawaan (dispotitionalproperties) dari orang yang sedang diamati tersebut. Sifat-sifat bawaan adalahfaktor-faktor yang mendasari perilaku seorang yang tidak berubah-ubah (permanen)seperti intelegensi.Kaulitas personal dan impersonal Dalam kausalitas personal, seseorang (P) dengan sengaja menghasilkan objek lain(X) tujuan P pada X adalah tetap (equifinality) dan untuk mencapai tujuan itu,seseorang (P) mengubah-ubah tindakannya kalau ia menghadapi situasi yangberbeda-beda. Disini faktor yang penting adalah faktor motivasi. Dalam kausalitas impersonal, seseorang (P) tidak dengan sengaja menghasilkanobjek lain (X). X yang dihasilkan seseorang (P) bisa bermacam-macam(multifinality) tergantung pada situasi yang dihadapinya. Motivasi disini tidakberpengaruh karena daya lingkungan yang lebih menentukan.Hasrat dan Kesenangan Hasrat (desire) adalah sesuatu yang harus ada terlebih dahulu sebelum timbulpercobaan (trying). Dengan kata lain, hasrat merupakan prakondisi dari percobaan,sedangkan kesenangan (pleasure) adalah pengalaman yang timbul akibat (setelah)percobaan.Sentimen
  • 17. Perasaan yang timbul dalam diri seseorang(P) kepada orang lain (O) atau benda-benda lain (X). Sentimen ada 2 macam yaitu positif dan negatif yang dinamai oleh Heider suka (like) dan tidak suka (dislike).Pengaruh dari dua jenis sentimen ini terhadap hubungan interpersonal adalah bahwa ia dapat menimbulkan atau menghambat pembentukan unit (Unit information) dan keadaan berimbang (balance stale)Keharusan dan Nilai Keharusan adalah hal-hal yang dituntut oleh lingkungan (Bukan untuk orang lain) untuk dilakukan seseorang (P). jadi, keharusan bersifat impersonal.Nilai juga bersifat impersonal.Nilai menurut Heider hanya menyangkut segi positif dari suatu hal.Jadi, kalau suatu hal dianggap bernilai oleh seseorang, maka seseorang menganggap hal tersebut positif.Permintaan dan Perintah Permintaan (request) dan perintah (Command) masing-masing didasarkan pada sentimen dan kekuasaan.permintaan dasarnya adalah sentimen positif. Sebaliknya perintah didasarkan pada kekuasaan seseorang terhadap orang lainKeuntungan dan Kerugian Keuntungan disini adalah apabila orang lain melakukan apa yang diminta atau diperintahkan seseorang.Sebaliknya, apabila orang lain tidak melakukan apa yang diminta seseorang maka akan merugikan seseorang tersebut.Reaksi terhadap Pengalaman Orang Lain Persepsi terhadap pengalaman orang lain menimbulkan reaksi oleh psikologi common sense disebut emosi. Emosi ada 2 yaitu concordant dan discordant. Emosi yang concordant dikatakan oleh Heider sebagai ungkapan perasaan simpati yang sejati (terkait dengan perasaan-perasaan orang lain).Emosi discordant kebalikan dari emosi concordant yaitu berupa isi hati dan kegembiraan yang jahilKomentar Tentang Heider
  • 18. Heider telah mengemukakan teori yang cukup berbobot khususnya yang menyangkut teori atributif (teori sifat) dan teori keseimbangan (balanced Theory).Sekalipun Heider berusaha menerangkan hubungan Interpersonal dengan teorinya tersebut, tetapi sebagian besar dari teorinya itu hanya menerangkan tentang persepsi. Teori Lapangan tentang Kekuasaan dari Cartwright (1959) Menurutnya definisi kekuasaan berbunyi dalam rangka mengubah X menjadi Y.pada waktu tertentu sama dengan kekuatan maksimum dari daya-daya yang dapat dihasilkan oleh A ke jurusan tersebut (X ke Y) pada waktu tersebut. Kekuatan maksimum dari daya yang dapat dihasilkan A merupakan selisih antara seluruh daya yang ada pada A dikurangi dengan daya tolak yang datang dari B kearah yang berlawanan (dari Y menuju X). Istilah daya diambil dari perbendaharaan istilah Kurt Lewin, tetapi Cartwright memberi arti tersendiri pada istilah itu yang didasarkannya pada 7 istilah “primitive” yaitu: Pelaku (agent) Tindakan Pelaku (Act of Agent) Lokus (locus) Hubungan langsung (Direct Joining)Dasar Motif (Motive Base)Besaran (magnitude)Waktu (Time) Berdasarkan ke-7 istilah primitif tersebut Cartwright merumuskan daya terdiri dari tindakan pelaku, dasar motif, sepasang lokus yang berhubungan langsung besaran, dan waktu. Daya inilah yang membentuk kekuasaan. Jelaslah bahwa kekuasaan A atas B terjadi, jika A dapat, menggerakkan daya dari lokus X ke lokus Y dalam lapang kehidupan B.
  • 19. Kelebihan Cartwright:Kurang jelas dalam mendefinisikan istilah-istilah primitifKurang jelas mendefinisikan arti “kekuasaan”Kekurangan Cartwright:Teorinya berhasil merangsang berkembangnya teori French (1956) yang mempelajari kekuasaan dalam system socialTeori Kekuasaan Sosial oleh French Teori yang dikembangkan French terutama membahas proses pengaruh dalamkelompok. Proses pengaruh mempengaruhi menurut French melibatkan 3 pola relasi dalamkelompok yaitu:Hubungan kekuasaan antar anggota kelompokPola komunikasi dalam kelompokHubungan antar pendapat dalam kelompok Dengan demikian, walaupun namanya teori kekuasaan sosial namun teori Frenchtidak secara eksplisit membicarakan kekuasaan sosial. Model yang dikembangkan oleh French untuk menerangkan perubahan pendapatdidasarkan pada teori Lewin tentang keseimbangan semu (quasi – stationeryequilibrium). Digambarkan suatu garis pendapat yang dua dimensional daripadagaris itulah terjadi pergeseran-pergeseran daya (force).Daya dapat dipaksakan dari Ake B disebut pengaruh sosial (social influence).Jumlah kekuatan dari daya-dayadisebut kekuasaan (power). Jadi kekuasaan A atas B sebanding dengan kekuatandaya-daya yang ada yang dapat dipaksakan A kepada B dalam lapang kehidupanB. Selanjutnya French mendefinisikan kekuasaan dalam arti yang kurang lebihsama dengan definisi Cartwright.Rumusnya: Kekuasaan (A atas B) = Daya A – Daya Perlawanan BTeori Tentang Kerjasama dan Persaingan oleh Deutch (1949)
  • 20. Pusat perhatian teori ini adalah pengaruh dan kerjasama dan persaingan dalam kelompok kecil. Perbedaan kerjasama dan persaingan menurut Deutch terletak pada sifat wilayah-wilayah tujuan pada kedua situasi tersebut. Dalam situasi kerjasama, wilayah yang menjadi tujuan dari seorang anggota kelompok atau sub kelompok hanya dapat dimasuki oleh individu atau oleh sub-sub kelompok yang bersangkutan jika individu-individu lain atau sub kelompok lain juga bisa memasuki wilayah tujuan itu. Wilayah-wilayah tujuan dari anggota-anggota kelompok itu dikatakan sebagai saling menunjang. Dalam situasi persaingan, jika seseorang individu atau suatu sub kelompok sudah memasuki wilayah tujuan, maka individu-individu atau sub-sub kelompok yang lain tidak akan bisa mencapai wilayah tujuan mereka masing-masing.Hubungan antara wilayah-wilayah tujuan anggota-anggota kelompok dinamakan saling menghambat. Meskipun teori Deutsch memberikan konsep yang tajam dan jelas tentang situasi kerjasama dan persaingan sehingga dapat dijadikan dasar untuk penelitian, namun hipotesis yang diajukan hanya didasarkan pada suatu penelitian terhadap sebuah kelompok kecil yang sangat khusus sifatnya, yaitu kelompok yang terdiri dari 5 orang mahasiswa yang diminta untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu.Kelebihan dan Kekurangan Teori Lapangan Kelebihan Penelitian psikologi sosial dapat dilakukan dengan metode eksperimental dan dapat dilakukan dalam laboratorium. Kelemahan Kurt Lewin tidak menyajikan teorinya secara sistematis. Banyak konsep dan konstruk tidak didefinisikan secara jelas sehingga memberi arti yang kabur.
  • 21. Teori ini terlalu bersibuk diri dengan aspek-aspek yang mendalam dari kepribadian sehingga agak mengabaikan tingkah laku motoris yang “overt” (nampak dari luar) Penggunaan konsep-konsep topologi telah menyimpang dari arti sebenarnya (penyalahgunaan topologi).Kurt Lewin lahir di Prusia tahun 1890. Belajar di Universitas Freiberg, Munich, Berlin danmendapat gelar doctor di Universitas Berlin pada tahun 1914. Tahun 1926, Lewin diangkatmenjadi Guru Besar dalam ilmu Filsafat dan Psikologi. Diusianya yang singkat, dia telahmemulai suatu aliran baru dalam psikologi yang disebut Topological Psycology atau Field-Psychology. Aliran ini menegaskan bahwa, guna menyelediki tingkah laku manusiadengan sebaik-baiknya, haruslah diingat bahwa manusia itu hidup dalam suatu lapangankekuatan-kekuatan fisis maupun psikisyang senantiasa berubah-ubah menurut situasikehidupannya.Kurt Lewin mengadakan penyelidikan-penyelidikan mengenai peranan “suasanakelompok” terhadap prestasi kerja dan efisiensi pekerjaan kelompok itu. Eksperiman yangterkenal dari Lewin yaitu lippit dan white (1939-1940) yang bertujuan untuk menelitipengaruh atau peranan dari 3 macam pimpinan terhadap suasana dan cara kerja kelompok.Hasil eksperimennya diketahui bahwa cara dalm kepemimpinan ada 3, daiantaranya : Otoriter adalah pemimpin menentukan segala-galanya yang akan dibuat kelompok. Demokratis dimana kegiatan, tujuan umum, dan cara-cara kerja kelompokdimusyawarahkan bersama.Laissez-Faire adalah pemimpin yang acuh tak acuh dan menyerahkan penentuan segalacara dan tujuan kegiatan serta cara-cara pelaksanaannya adalah kepada anggotakelompok itu sendiri.Hasil-hasil eksperimen yang dilakukan menyatakan bahwa cara-cara kepemimpinanyang berlainan itu mempunyai pengaru-pengaruh yang berlainan pula terhadap suasanakerja kelompok, cara-cara bertingkah laku dan cara kerja kelompok dalam melaksanakantugasnya masing-masing.Dinamika Kepribadian1. EnerjiMenurut Lewin manusia adalah system energi yang kompleks. Energi muncul dari
  • 22. perbedaan tegangan antar sel atau antar region. Tetapi ketidakseimbangan dalam teganganjuga bias terjadi antar region di system lingkungan psikologis.2. TeganganTegangan ada dua yaitu tegangan yang cenderung menjadi seimbang dan cenderung untukmenekan bondaris system yang mewadahinya.3. KebutuhanMenurut Lewin kebutuhan itu mencakup pengertian motif, keinginan dan dorongan.Menurut Lewin kebutuhan ada yang bersifat spesifik yang jumlahnya tak terhingga,sebanyak keinginan spesifik manusia.Tindakan (Action)Disini dibutuhkan dua konsep dalam tindakan yang bertujuan didaerah lingkunganpsikologis.ValensiAdalah nilai region dari lingkungan psikologis bagi pribadi. Region dengan valensi positifdapat mengurangi tegangan pribadi, akantetapi region dengan valensi negative dapatmeningkatkan tegangan pribadi (rasa takut).VektorTingkah laku atau gerak seseorang akan terjadi kalau ada kekuatan yang cukup yangmendorongnya. Meminjam dari matematika dan fisika, Lewin menyebut kekuatan itudengan nama Vektor. Vektor digambar dalam ujud panah, merupakan kekuatan psikologisyang mengenai seseorang, cenderung membuatnya bergerak ke arah tertentu. Arah dankekuatan vektor adalah fungsi dari valensi positif dan negatif dari satu atau lebih regiondalam lingkungan psikologis. Jadi kalau satu region mempunyai valensi positif (misalnyaberisi makanan yang diinginkan), vektor yang mengarahkan ke region itu mengenailingkaran pribadi. Kalau region yang kedua valensinya negatif (berisi anjing yangmenakutkan), vektor lain yang mengenai lingkaran pribadi mendorong menjauhi regionanjing. Jika beberapa vektor positif mengenai dia, misalnya, jika orang payah – dan lapar –dan makanan harus disiapkan, atau orang harus hadir dalam pertemuan penting – dantidak punya waktu untuk makan siang, hasil gerakannya merupakan jumlah dari semuavektor. Situasi itu Bering melibatkan konflik, topik yang penelitiannya dimulai olehLewin dan menjadi topik yang sangat Iuas dari Miller dan Dollard.LokomosiLingkaran pribadi dapat pindah dari satu tempat ketempat lain di dalam daerahlingkungan psikologis. Pribadi pindah ke region yang menyediakan pemuasan kebutuhanpribadi-dalam, atau menjauhi region yang menimbulkan tegangan pribadi-dalam.Perpindahan lingkaran pribadi itu disebut lokomosi (locomotion). Lokomosi bisa berupa gerakfisik, atau perubahan fokus perhatian. Dalam kenyataan sebagian besar lokomosi yang
  • 23. sangat menarik perhatian psikolog berhubungan dengan perubahan fokus persepsi dan prosesatensi.EventLewin menggambarkan dinamika jiwa dalam bentuk gerakan atau aksi di daerah ruanghidup, dalam bentuk peristiwa atau event. Telah dijelaskan di depan, bahwa peristiwa(event) adalah hasil interaksi antara dua atau Iebih fakta balk di daerah pribadi maupundi daerah lingkungan. Komunikasi (hubungan antar sel atau region) dan lokomosi (gerakpribadi) adalah peristiwa, karena keduanya melibatkan dua fakta atau lebih. Ada tigaprinsip yang menjadi prasyarat terjadinya suatu peristiwa; keterhubungan (related¬ness),kenyataan (concretness), kekinian (contemporary), sebagai berikut:1. Keterhubungan: Dua atau lebih fakta berinteraksi, kalau antar fakta itu terdapathubungan-hubungan tertentu, mulai dari hubungan sebab akibat yang jelas, sampaihubungan persamaan atau perbedaan yang secara rasional tidak penting.2. Kenyataan: Fakta harus nyata-nyata ada dalam ruang hidup. Fakta potensial ataupeluang yang tidak sedang eksis tidak dapat mempengaruhi event masa kini. Fakta di luarlingkungan psikologis tidak berpengaruh, kecuali mereka masuk ke ruang hidup.3. Kekinian: Fakta harus kontemporer. Hanya fakta masa kini yang menghasilkantingkahlaku masa kini. Fakta yang sudah tidak eksis tidak dapat menciptakan eventmasa kini. Fakta peristiwa nyata di masa lalu atau peristiwa potensial masa mendatangtidak dapat menentukan tingkahlaku saat ini, tetapi sikap, perasaan, dan fikiranmengenai masa Ialu dan masa mendatang adalah bagian dari ruang hidup sekarang darmungkin dapat mempengaruhi tingkahlaku. Jadi, ruang hidup sekarang harus mewakili isipsikologi masa lalu, sekarang, dan masa mendatang.Event digambarkan dalam suau topografi yang melibatkan unsur-unsur ruang hidup,valensi, vektor, region, dan permeabilitas bondaris. Pada ilustrasi berikut (Gambar 14a, 14b,dan 14c) dicontohkan event seorang anak yang menginginkan permen yang dijual di sebuahtoko. Hanya tergambar 3 vektor yang terlibat dalam event itu. Pada kasus yangsebenarnya, variabel yanc terlibat dalam suatu peristiwa bisa sangat banyak sehinggatopografi menjad” ilustrasi yang sangat kompleks.Gambar 14 aAnak Menginginkan Permen yang Dijual di TokoGambar 14 bAyah Memberi Uang untuk Membeli PermenGambar 14cAyah Menolak Memberi Uang, Anak Meminjam Uang Temannya.
  • 24. KonflikKonflik terjadi di daerah lingkungan psikologis. Lewin mendefinisikar konflik sebagaisituasi di mana seseorang menerima kekuatan-kekuatan yang sama besar tetapi arahnyaberlawanan. Vektor-vektor yang mengenai pribadi, mendorong pribadi ke arah tetentudengan kekuatan tertentu. Kombinasi dari arah dan kekuatan itu disebut jumlahkekuatan (resultant force), yang menjadi kecenderungan lokomosi pribadi (lokomosipsikologikal atau fisikal). Ada beberapa jenis kekuatan, yang bertindak seperti vektor,yakni:1. Kekuatan pendorong (driving force): menggerakkan, memicu terjadinya lokomosi ke arahyang ditunjuk oleh kekuatan itu.2. Kekuatan penghambat (restraining force): halangan fisik atau sosia menahanterjadinya lokomosi, mempengaruhi dampak dari kekuatan pendorong3. Kekuatan kebutuhan pribadi (forces corresponding to a persons needs): menggambarkankeinginan pribadi untuk mengerjakan sesuatu.4. Kekuatan pengaruh (induced force): menggambarkan keinginan dari orang lain(misalnya orang tua atau teman) yang masuk menjadi region lingkungan psikologis.5. Kekuatan non manusia (impersonal force): bukan keinginan pribadi tetap¬juga bu kankeinginan orang lain. Ini adalah kekuatan atau tuntutan da¬fakta atau objek.Konflik tipe 1:Konflik yang sederhana terjadi kalau hanya ada dua kekuatan berlawana¬yangmengenai individu. Konflik semacam ini disebut konflik tipe 1 (Gambar-15a). Ada tigamacam konflik tipe 1:1. Konflik mendekat-mendekat, dua kekuatan mendorong ke arah yang berlawanan,misalnya orang dihadapkan pada dua pilihan yang sama¬sama disenanginya.2. Konflik menjauh-menjauh, dua kekuatan menghambat ke arah yang yangberlawanan, misalnya orang dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama tidakdisenanginya.3. Konflik mendekat-menjauh, dua kekuatan mendorong dan menghambat muncul darisatu tujuan, misalnya orang dihadapkan pada pilihan sekaligus mengandung unsur yangdisenangi dan tidak disenanginya.Konflik tipe 2:Konflik yang kompleks bisa melibatkan lebih dari dua kekuatan. Konflik yang sangatkompleks dapat membuat orang menjadi diam, terpaku atau terperangkap oleh berbagaikekuatan dan kepentingan sehingga dia tidak dapat menentukan pilihan, adalah konfliktipe 2 (Gambar 15b).Gambar 15 aKonflik Tipe 1
  • 25. Gambar 15 bKonflik Tipe 2Konflik tipe 3Orang berusaha mengatasi kekuatan-kekuatan penghambat,sehingga konflik menjaditerbuka,ditandai sikap kemarahan,agresi,pemberontakan atau sebaliknya penyerahan diriyang neorotik. Pertentangan antar kebutuhan pribadi-dalam,konflik antar pengaruh,danpertentangan antar kebutuhan dengan pengaruh,menimbulkan pelampiasan usaha untukmengalahkan kekuatan penghambat.Tingkat RealitaKonsep realita menurut Lewin adalah realita berisi lokomosi aktual,dan tak-tak realitaberisi lokomosi imajinasi. Realita dan tak realita adalah suatu kontinum dari ekstrimrealita sampai ekstrim tak realita. Lokomosi mempunyai tingkat realita dan tak realitaberbeda-beda.Menstuktur LingkunganLingkungan psikologi adalah konsep yang sangat mudah berubah. Dinamika darilingkungan dapat berubah dengan 3 cara yakni:Perubahan valensi : Region bisa berubah secara kuantitatif-valensinya semakin positifatau semakin negatif,atau berubah secara kualitatif dari positif menjadi negatif atausebaliknya region baru bisa muncul dan region lama bisa hilang. Perubahan vektor : Vektor mungkin dapat berubah dalam kekuatan dan arahnya.Perubahan Bondaris : Bondaris mungkin menjadi semakin permeabel atau semakin tidakpermeabel,mungkin muncul sebagai bondaris atau tidak muncul sebagai bondaris.Mempertahankan KeseimbanganDalam sistem reduksi tegangan,tujuan dari proses psikologis adalah mempertahankanpribadi dalam keadaan seimbang. Yang paling umum dan paling efektif untukmengembalikan keseimbangan adalah melalui lokomosi dalam lingkunganpsikologis,memindah pribadi ke region tempat objek yang bervalensi positif(yang memberikepuasan). Tapi kalau region yang diinginkan mempunyai bondaris yang tak permeabeltegangan terkadang dapat dikurangi(dan keseimbangan dapat diperoleh)denganmelakukan lokomosi pengganti,pindah ke region yang dapat memberi kepuasan lain(yangbondarisnya permeabel) ternyata dapat menghilangkan tegangan dari system kebutuhansemula.Kecenderungan mencapai keseimbangan itu tidak berarti membuat diri seimbangsempurna,tetapi menyeimbangkan semua tegangan dalam daerah pribadi-dalam. Lewinmenjelaskan bahwa dalam sistem yang kompleks menjadi seimbang bukan berartihilangnya tegangan,tetapi mempeoleh keseimbangan dari tegangan internal. Tujuan
  • 26. utama dari perkembangan psikologis adalah menciptakan semacam struktur internal yangmenjamin keseimbangan psikologis bukan membuat bebas tegangan.PERKEMBANGAN KEPRIBADIANTeori lewin murni psikologis, sehingga ketika membahas perkembangan beliau tidakmelibatkan diri dengan isu yang menjadi intrik pakar lain, yaitu isu keturunan danlingkungan. Lewin tidak menolak peran keturunan dan kemasakan dalam perkembanganindividu. Perkembangan bagi lewin adalah sesuatu yang kongkrit dan kontinyu, usia dantahapan perkembangan dianggap tidak membantu memahami perkembangan psikologis.PERUBAHAN TINGKAH LAKUMenurut lewin, sejumlah perubahan tingkah laku yang penting terjadi sepanjangperkembangan. Tingkahlaku menjadi semakin terorganisir,hirarkis, realistis, dan efektif.DIFERENSIASI DAN INTEGRASIDiferensiasi adalah peningkatan jumlah bagian-bagian dari keseluruhan. Bertambahnyadiferensiasi akan menciptakan bondaris-bondaris yang baru. Kekuatan bondaris semakinmeningkat bersamaan pertambahan usia.Konsep saling ketergantungan yang terorganisir ( organizational interdependence )menjelaskan bagaimana daerah pribadi-dalam dan daerah lingkungan psikologis yangsemakin terdeferensiasi dan semakin otonom, dapat bekerja sama menghasilkantingkahlaku yang integrative. Subtujuan membentuk tujuan semu sementara, yangterkoordinasi untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi, dan memperoleh kepuasan daripencapaian tinggi itu.REGRESILewin menemukan dua macam gerak mundur perkembangan; Regresi yaitu kembali ke bentuk tingkahlaku yang lebih primitive Retrogresi yaitu kembali kebentuk tingkahlaku lebih awal dalam sejarah kehidupanmanusiaMenurut Lewin, frustasi menjadi salah satu factor terpenting penyebab regresi.APLIKASIZEIGARNIK EFFECTBanyak penelitian dari Lewin dan murid-muridnya, yang semula di maksudkan untukmeneliti hipotisis dari teori itu, akhirnya di pakai untuk mengembangkan asumsi-asumsidari teori medan. Salah satu fenomena penelitian itu, adalah penelitian yang di lakukanoleh zeigarnik.Temuan zeigernik oleh Lewin kemudian di kembangkan menjadi asumsi-asumsi berikut;Asumsi 1 : Maksud-tujuan (intention ) untuk mencapai tujuan tertentu berhubungandengan tegangan dalam suatu system pribadi.
  • 27. Asumsi 2 : Ketika tujuan tercapai, tegangan ( yang meningkat lebih besar dari nol ) darisystem yang terkait dengan tujuan itu menjadi reaksi (menjadi nol ).Asumsi 3 : Tegangan untuk mencapai tujuan ( yang belum tercapai ) akan memperkuattenaga untuk beraksi menuju tujuan itu.Asumsu 3A : Kekuatan orang untuk mengingat tujuan ( yang belum tercapai ) tergantungkepada tegangan dari system tujuan itu.PSIKOLOGI SOSIALTeori yang semula di maksudkan sebagai teori kepribadian, ternyata justru berkembang diranah psikologi social. Sejak kematian Lewin, tidak ada kemajuan yang berarti dalam halteori kepribadian. Pendukung setianya banyak mengembangkan rintisanya dalampenelitiannya dalam proses-proses kelompok, penelitian tentang dinamikakelompok,encounter grup, dan ketegangan antara ras.EVALUASISebagai teori kepribadian, teori Lewin memang tidak utuh karena tidak membahas tentangpsikopatologi dan psikoterapi. Namun pemakaian konsep matematika dalam teorinyamembuat berbagai fenomena psikis dapat di ringkas ke dalam peristilahan yang tepat.Kritik terhadap teori Lewin:1. Penggambaran tipologis dan vaktorial tidak mengungkapkan sesuatu yang baru tentangtingkahlaku.2. Lewin tidak mengelaborasi pengaruh lingkungan luar atau lingkungan objektif.3. Lewin kurang memperhatikan sejarah individu pada masa lalu sebagai penentutingkahlaku.4. Lewin menyalahgunakan konsep ilmu alam dan konsep matematika.