PENGUJIAN IDUL FITRI HOLIDAY EFFECT     TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN    DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2000-2010       ...
Catatan perubahan (dibandingkan dengan Seminar Proposal)      Dari periode penelitian 2006-2010 menjadi 2000-2010      J...
INTISARI     Anomali pasar: fenomena di pasar modal yang perilaku      harga sekuritasnya tidak dapat dijelaskan dengan b...
INTISARI     Penelitian ini menguji apakah terjadi Idul Fitri holiday      effect di Bursa Efek Indonesia, khususnya pada...
BAB I              Latar Belakang            Perumusan Masalah            Batasan Penelitian             Tujuan Penelitian...
LATAR BELAKANG    Pasar modal: memiliki fungsi ekonomi dan    keuangan.         Saham menjadi instrumen populer di Indones...
LATAR BELAKANG         Pasar modal:      terpengaruh faktor      Faktor ekonomi:      ekonomi dan non-        makro dan mi...
LATAR BELAKANG                                  anomali perusahaan                                   (firm anomalies),    ...
LATAR BELAKANG       Holiday effect adalah salah satu bagian dari anomali                  musiman(seasonal anomalies).   ...
LATAR BELAKANG     13 LIBUR                   Imlek    Idul Adha     NASIONAL     Tahun Baru              Maulid          ...
LATAR BELAKANG                                               penutupan                                                 bur...
PERUMUSAN MASALAH           apakah rata-rata return saham           perusahaan di Bursa Efek Indonesia           antara ha...
BATASAN PENELITIAN              Sampel: semua saham indeks LQ45 periode I               tahun 2000 hingga periode II tahun...
TUJUAN PENELITIAN     Menguji anomali pasar pada hari libur Idul Fitri (Idul     Fitri Holiday Effect) di Bursa Efek Indon...
MANFAAT PENELITIAN     Memberikan pemahaman mengenai fenomena-fenomena     penting yang terjadi di pasar modal Indonesia, ...
BAB II     TINJAUAN PUSTAKA16
PENGERTIAN INVESTASI           Investasi: komitmen atas sejumlah dana atau           sumber daya lainnya yang dilakukan pa...
RISK DAN RETURN              RISK: adalah tingkat ketidakpastian akan                    terjadinya sesuatu atau tidak    ...
SAHAM         Saham: suatu bentuk      sekuritas yang menyatakan      kepemilikan sesuai dengan                           ...
PASAR MODAL                                      efek bersifat ekuitas         merupakan pasar untuk          (contoh: sah...
INDEKS HARGA SAHAM     Ada 11         ISHG      Sektoral     LQ45     Indeks:                              KOMPAS     PEFI...
TEORI EFISIENSI PASAR MODAL                 Pasar efisien apabila tidak seorangpun mampu                  memperoleh retur...
BENTUK EFISIENSI PASAR MODAL       Efisiensi dalam bentuk lemah       (Weak form)       Efisiensi dalam bentuk setengah   ...
ANOMALI PASAR     Sukamulja (2004) mengatakan bahwa anomali pasar adalah reaksi      investor yang berlebihan terhadap sua...
ANOMALI PASAR     1 Anomali     1. Analysts’      Semakin banyak analis merekomendasi       Peristiwa   Recomendataion    ...
ANOMALI PASAR     2   Anomali   1. January        Harga sekuritas cenderung naik di bulan         Musiman                 ...
ANOMALI PASAR     3   Anomali      1. Size         Return pada perusahaan kecil         Perusahaan                   cende...
ANOMALI PASAR     4 Anomali     1. P/E              Saham dengan P/E ratio rendah       Akuntansi                       ce...
HOLIDAY EFFECT     Holiday effect: anomali musiman yang terjadi pada tingkat     pengembalian (return) saham dalam perdaga...
PENELITIAN TERDAHULU     No. Nama Peneliti Tahun      Judul                   Hasil     1   Fields, M.J.   1934 Security P...
PENELITIAN TERDAHULU     No. Nama Peneliti Tahun            Judul                         Hasil     3   Ariel          199...
PENELITIAN TERDAHULU     No. Nama Peneliti Tahun         Judul                      Hasil         Brockman dan   1998   Th...
PENELITIAN TERDAHULU     No. Nama Peneliti Tahun       Judul                  Hasil     7   Cadsby dan     1992 Turn-of-Mo...
PENELITIAN TERDAHULU     No. Nama Peneliti Tahun            Judul                      Hasil     9    Tong           1992 ...
PENELITIAN TERDAHULU     No. Nama Peneliti Tahun              Judul                    Hasil     11   Yen dan Shyy       1...
PENELITIAN TERDAHULU     No. Nama Peneliti Tahun            Judul                      Hasil     14   Chan, M.W.L.,     19...
PENELITIAN TERDAHULU     No. Nama Peneliti Tahun         Judul                    Hasil          Sukmawati    2004    Anom...
HIPOTESIS     Terdapat perbedaan antara rata-rata return saham-saham     perusahaan di Bursa Efek Indonesia di hari-hari b...
BAB III     METODE PENELITIAN39
METODE PENGAMBILAN SAMPEL             Sampel: semua saham indeks LQ45 periode I              tahun 2000 hingga periode II ...
PENGUMPULAN DATA     Data : harga saham (closing price) dari saham-saham     perusahaan yang pernah masuk dalam indeks LQ4...
SAHAM LQ45                                            Periode 2000-2010 PENGUMPULAN                               (jumlah:...
Daftar Saham LQ45 yang Memenuhi Syarat     No   Kode   Nama Perusahaan                   Tercatat di LQ45     1    AALI   ...
Daftar Saham LQ45 yang Memenuhi Syarat     No   Kode   Nama Perusahaan                     Tercatat di LQ45     14   PNBN ...
Daftar Saham LQ45 yang Memenuhi Syarat     No   Kode   Nama Perusahaan                        Tercatat di LQ45     27   JI...
DEFINISI DAN PENGUKURAN VARIABEL                          Rt                 Rit                       Rmt                ...
TEKNIK ANALISIS DATA                Mengklasifikasikan pre-holiday, post-holiday, dan                 non-holiday (Brockma...
Return dan Rata-rata Return     48
Return dan Rata-rata Return     49
Penentuan pre- dan post-Idul                Fitri Holiday     50
Penentuan pre- dan post-Idul                      Fitri Holiday     b. Besarnya abnormal return dilakukan dengan     mengg...
Penentuan pre- dan post-Idul                      Fitri Holiday     b. Besarnya abnormal return dilakukan dengan     mengg...
Penentuan pre- dan post-Idul                Fitri Holiday     53
PENGUJIAN HIPOTESIS        H0 = tidak terdapat rata-      H1 = terdapat rata-rata          rata return yang tinggi      re...
REGRESI VARIABEL DUMMY     Dalam menguji hipotesis, digunakan model regresi     variabel dummy (lihat Chan et al., 1996; d...
UJI t (t-TEST)     56
PENGUJIAN HIPOTESIS        Jika probabilitas < 0,05,     Jika probabilitas >        maka H0 ditolak artinya     0,05, maka...
BAB IV     ANALISIS DATA     Pada bab ini akan dibahas mengenai analisis-analisis     terhadap hipotesis yang telah diajuk...
ANALISA DATA          Analisis berupa hasil             statistik yang         Saham harian dari ke-             menggunak...
Penentuan Pre- dan Post-Idul Fitri Holiday     Terdapat ketidakseragaman pendefinisian pre-     holiday dan post-holiday d...
Perhitungan abnormal return pre-dan post-Idul Fitri               Hari         Rt            Art              t - 10    -0...
Grafik Return Harian dan Abnormal Return      0.015000      0.010000      0.005000                                        ...
PENGUJIAN HIPOTESIS     Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi     berganda variabel dummy dan uji be...
Uji Normalitas64    Sumber: data diolah dengan SPSS versi 20
Histogram Rata-Rata Return65     Sumber: data diolah dengan SPSS versi 20 (2011)
Data Outlier      Sumber: data diolah dengan SPSS versi 2066    Grafik 4.4. Scatter Plot Rata-Rata Return dan Abnormal Ret...
Daftar Outlier Return Harian          No       Waktu Perdagangan Bursa             Rt                  Art          1    1...
Uji Regresi Linear Variabel Dummy     Hipotesis dianalisis dengan menggunakan uji regresi variabel dummy.     Pada penguji...
Uji Regresi Linear Variabel Dummy                                          Unstandardized Coefficients      Standardized  ...
Uji Regresi Linear Variabel Dummy     Secara parsial, dengan mengontrol hari libur yang     lain, dapat dilihat bahwa libu...
Untuk menghindari adanya bias yang diakibatkan oleh krisis     global, penulis membandingkan hasil uji regresi abnormal re...
Perbandingan Pre dan Post-Krisis     Apabila koefisien abnormal return Idul Fitri tahun     2000-2010 dipisahkan menjadi d...
Uji t (t-test)      Libur Idul Fitri sepanjang tahun 2000-2010 mengalami perubahan       lamanya hari libur. Perubahan te...
Uji t (t-test)     Dari Tabel diketahui bahwa libur Idul Fitri merupakan libur yang panjang     dan mengakibatkan penutupa...
Uji t      Idul Fitri dan Ordinary                                     N     Mean                                         ...
Uji t (t-test)     Dari hasil analisis pada Tabel 4.6. di atas, terlihat bahwa mean abnormal     return libur Idul Fitri t...
Uji t (t-test)     Analisis dalam karya tulis ini dilakukan dengan mengkasifikasikan hari     perdagangan saham ke dalam p...
PENGUJIAN HIPOTESIS     Dalam analisis data terhadap saham di Bursa Efek Indonesia dengan     penelitian observasi selama ...
BAB V     KESIMPULAN DAN SARAN79
KESIMPULAN      Dalam uji regresi dengan variabel dummy, terlihat       bahwa rata-rata abnormal return pre-holiday dan  ...
KESIMPULAN      Hasil uji beda t (t-test) untuk setiap tahun menunjukkan       bahwa rata-rata abnormal return pre-holida...
SARAN     Penelitian ini dilakukan tanpa membedakan firm size     sampel yang digunakan. Ada beberapa penelitian yang     ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

idul fitri holiday effect di bursa efek Indonesia

2,679 views

Published on

Published in: News & Politics
1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
2,679
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
621
Actions
Shares
0
Downloads
105
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • Catatan: awalnya 2006-2010. 5 tahun dirasa kurang mampu untuk melihat Idul Fitri Holiday effect yang terjadi hanya sekali dalam setahun. Dengan menggunakan 11 tahun, diperoleh 12 hari idul fitri. Kenapa tidak sejak 2007 sekalian? Ketersediaan data &amp; indeks LQ45 baru dimulai.
  • Pasar modal memiliki fungsi ekonomi karena menyediakan fasilitas untuk mempertemukan dua kepentingan (financial intermediaries), yaitu pihak yang membutuhkan dana (issuer) dengan pihak yang mempunyai kelebihan dana (investor) (Jalloh, 2009). Pasar modal memiliki fungsi keuangan karena pasar modal memberikan kemungkinan dan kesempatan memperoleh imbalan bagi pemilik dana, sesuai dengan karakteristik investasi yang dipilih (Darmadji dan Fakhruddin, 2001).
  • Informasi ekonomi mikro meliputi kinerja perusahaan, perubahan strategi perusahaan, pengumuman laporan keuangan atau deviden perusahaan. Informasi ekonomi makro meliputi aktivitas ekonomi secara keseluruhan, terutama mengenai pendapatan nasional, kesempatan kerja dan atau pengangguran, jumlah uang beredar, laju inflasi, pertumbuhan ekonomi, maupun neraca pembayaran internasional.
  • Indeks harga saham merupakan suatu indikator yang menunjukkan pergerakan harga saham. Indeks berfungsi sebagai indikator trend pasar. Artinya, pergerakan indeks menggambarkan kondisi pasar pada suatu saat, apakah pasar sedang aktif atau lesu. Pergerakan indeks menjadi indikator penting bagi para investor untuk menentukan apakah mereka akan menjual, menahan atau membeli satu atau beberapa saham.
  • Penentuan waktu sepuluh hari perdagangan bursa sebelum dan sesudah Idul Fitri dibuat dengan pertimbangan bahwa sepuluh hari (dua minggu perdagangan bursa) dirasa sudah merefleksikan perubahan return pada hari-hari sebelum dan sesudah Idul Fitri. Selain itu, diharapkan penentuan event window tidak terlalu panjang untuk menghindari adanya gangguan yang disebabkan oleh peristiwa lain di sekitar tanggal tersebut. Eventperiod yang terlalu panjang dapat mengurangi kekuatan uji statistik dan dapat menyulitkan kontrol atas adanya confounding effect (Sukamulja, 2004).
  • Dari Grafik 4.1. dapat dilihat bahwa efek hari libur Idul Fitri dimulai pada saat t-5 dan menghilang pada saat t+5, atau tiga hari sebelum dan tiga hari sesudah libur Idul Fitri. Dengan demikian, pre-holiday dalam penelitian ini didefinisikan sebagai tiga hari perdagangan bursa sebelum hari libur dan post-holiday didefinisikan sebagai tiga hari perdagangan bursa sesudah hari libur.
  • Normal tidaknya suatu data juga dapat dideteksi melalui plot Grafik histogram. Histogram dari rata-rata return diperlihatkan dalam Grafik 4.3. Hasil tampilan histogram pada Grafik 4.3. menunjukkan bahwa variabel rata-rata return dan abnormal return terdistribusi secara normal.
  • Dengan menggunakan scatter plot yang tertera pada Grafik 4.4., didapat 22 waktu perdagangan bursa yang harus dikeluarkan. Return saham dikeluarkan dari pengamatan karena besarnya return terlalu tinggi atau pun terlalu rendah (ekstrim) dibandingkan dengan return saham yang lain. Data ekstrim akan menyebabkan sampel tidak homogen dan akan mengaburkan analisis (Gujarati, 1995). Outlier juga dikeluarkan dengan alasan untuk menghindari confounding effect yang ditimbulkan adanya duplikasi.
  • Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel independen terhadap variabel dependen. Variabel dependen adalah abnormal return dari semua saham, sedangkan variabel-variabel independennya adalah ke-13 hari libur yang ada di Indonesia. Pengolahan statistika dengan SPSS 20 dilakukan secara detail pada Lampiran 4. Hubungan rata-rata return masing-masing hari libur dapat dilihat pada Tabel 4.3.
  • Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel independen terhadap variabel dependen. Variabel dependen adalah abnormal return dari semua saham, sedangkan variabel-variabel independennya adalah ke-13 hari libur yang ada di Indonesia. Pengolahan statistika dengan SPSS 20 dilakukan secara detail pada Lampiran 4. Hubungan rata-rata return masing-masing hari libur dapat dilihat pada Tabel 4.3.
  • Dari Tabel 4.5. diketahui bahwa libur Idul Fitri merupakan libur yang panjang dan mengakibatkan penutupan bursa yang lebih lama dibandingkan dengan hari libur yang lain. Meski demikian, dalam uji regresi tidak ditemukan adanya Idul Fitri holiday effect.
  • Dari hasil analisis pada Tabel 4.6. di atas, terlihat bahwa mean abnormal return libur Idul Fitri tahun 2000, 2001, 2003, 2004, 2006, 2008, dan 2010 lebih tinggi dibandingkan dengan hari perdagangan lainnya. Namun setelah dilakukan pengujian statistik, hasilnya tidak signifikan. Dari pengujian t-test antara abnormal return libur Idul Fitri dengan hari biasa lainnya, tidak diidentifikasikan adanya Idul Fitri holiday effect setiap tahunnya sepanjang periode pengamatan. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat rata-rata return yang tinggi pada sebelum (pre-holiday) dan sesudah(post-holiday) Idul Fitri tidak terbukti.
  • idul fitri holiday effect di bursa efek Indonesia

    1. 1. PENGUJIAN IDUL FITRI HOLIDAY EFFECT TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2000-2010 AFRIANTO BUDI PURNOMO No. Mhs. : 105001496/PS/MM1
    2. 2. Catatan perubahan (dibandingkan dengan Seminar Proposal)  Dari periode penelitian 2006-2010 menjadi 2000-2010  Jumlah sampel 17 menjadi 35 Catatan perubahan (terdapat pada tesis)  Halaman 49 = “tiga hari” seharusnya “lima hari”2
    3. 3. INTISARI  Anomali pasar: fenomena di pasar modal yang perilaku harga sekuritasnya tidak dapat dijelaskan dengan beberapa teori yang biasanya dipergunakan untuk memperkirakan pergerakan sekuritas.  Beberapa di antaranya adalah holiday effect, size effect, Januari effect, dan weekend effect.  Holiday effect memperlihatkan kecenderungan bahwa tingkat pengembalian pada suatu hari libur akan lebih tinggi daripada tingkat pengembalian saham pada hari-hari biasa lainnya.  Idul Fitri effect adalah bagian dari holiday effect.3
    4. 4. INTISARI  Penelitian ini menguji apakah terjadi Idul Fitri holiday effect di Bursa Efek Indonesia, khususnya pada indeks LQ45, pada periode 2000-2010.  Pengujian dilakukan dengan menggunakan regresi linear variabel dummy dan t-test.  Hasil dari penelitian ini adalah tidak terjadi Idul Fitri holiday effect di Bursa Efek Indonesia, khususnya pada indeks LQ45, pada periode 2000-2010. Kata-kata kunci: efisiensi pasar modal, anomali pasar, Idul Fitri holiday effect, abnormal return.4
    5. 5. BAB I Latar Belakang Perumusan Masalah Batasan Penelitian Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian5
    6. 6. LATAR BELAKANG Pasar modal: memiliki fungsi ekonomi dan keuangan. Saham menjadi instrumen populer di Indonesia (pertumbuhan dana sebesar 34% per tahun) Informasi yang lengkap mendukung pengambilan keputusan investasi yang optimal dan menghasilkan keuntungan maksimal6
    7. 7. LATAR BELAKANG Pasar modal: terpengaruh faktor Faktor ekonomi: ekonomi dan non- makro dan mikro ekonomi Faktor non-ekonomi: kondisi sosial, budaya Faktor –faktor ini dan agama, nilai-nilai menyebabkan anomali moral, kondisi politik dan kelembagaan ,dst7
    8. 8. LATAR BELAKANG anomali perusahaan (firm anomalies), anomali musiman (seasonal anomalies), anomali peristiwa atau kejadian (event anomalies), dan anomali akuntansi (accounting anomalies)8 (Tatang dan Elok, 2002).
    9. 9. LATAR BELAKANG Holiday effect adalah salah satu bagian dari anomali musiman(seasonal anomalies). Holiday effect pertama kali diidentifikasi oleh Fields pada tahun 1931 (Thaler, 1987). Holiday effect: kecenderungan bahwa tingkat pengembalian saham pada hari libur akan lebih tinggi daripada hari-hari biasa lainnya.9
    10. 10. LATAR BELAKANG 13 LIBUR Imlek Idul Adha NASIONAL Tahun Baru Maulid Waisak Masehi Nabi Tahun Baru Proklamasi Nyepi Isra Mi’raj Hijriyah HUT RI Wafat Kenaikan Idul Fitri Natal Yesus Yesus10
    11. 11. LATAR BELAKANG penutupan bursa Lebih pada terlama fenomena puncak budaya hidup masyarakat hari raya Indonesia terbesar masyarakat Indonesia11
    12. 12. PERUMUSAN MASALAH apakah rata-rata return saham perusahaan di Bursa Efek Indonesia antara hari-hari biasa (non-holiday) dengan sebelum (pre-holiday) dan sesudah (post-holiday) Idul Fitri berbeda? Atau dengan kata lain, apakah terdapat anomali pasar di Bursa Efek Indonesia yang berupa Idul Fitri Holiday Effect?12
    13. 13. BATASAN PENELITIAN Sampel: semua saham indeks LQ45 periode I tahun 2000 hingga periode II tahun 2010. Minimal 10 kali tercatat sebagai emiten LQ45 Saham harus aktif diperdagangkan (diperdagangkan minimal 200 hari tiap tahun periode pengamatan) Tidak mengeluarkan kebijakan dividen saham, stock split, atau stock right dalam event window periode penelitian Periode penelitian ini dimulai sejak awal Januari 2000 sampai dengan akhir Desember 2010.13
    14. 14. TUJUAN PENELITIAN Menguji anomali pasar pada hari libur Idul Fitri (Idul Fitri Holiday Effect) di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan mengenai anomali pasar di Indonesia dan memberikan sumbangan terhadap perbedaan pendapat yang masih ada mengenai pasar modal yang efisien.14
    15. 15. MANFAAT PENELITIAN Memberikan pemahaman mengenai fenomena-fenomena penting yang terjadi di pasar modal Indonesia, khususnya mengenai Idul Fitri Holiday Effect. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dan pedoman bagi investor Indonesia maupun asing yang ingin menanamkan sahamnya di Indonesia sehingga dapat membantu untuk mengambil keputusan investasi dan memberikan return yang maksimal.15
    16. 16. BAB II TINJAUAN PUSTAKA16
    17. 17. PENGERTIAN INVESTASI Investasi: komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang (Tandelilin, 2010). Real Investment: menginvestasikan sejumlah dana tertentu pada aset berwujud, seperti tanah, emas, bangunan, mesin, dan lain-lain. Financial Investment: menginvestasikan sejumlah dana tertentu pada aset finansial, seperti dalam bentuk deposito, saham, obligasi, dan lain-lain.17
    18. 18. RISK DAN RETURN RISK: adalah tingkat ketidakpastian akan terjadinya sesuatu atau tidak terwujudnya sesuatu tujuan pada suatu kurun waktu atau periode tertentu (time period) (Batuparan, 2000). RETURN: adalah tingkat pengembalian atau hasil yang diperoleh akibat melakukan investasi (Rupert, 2004). Return: realized return dan expected return18
    19. 19. SAHAM Saham: suatu bentuk sekuritas yang menyatakan kepemilikan sesuai dengan Keuntungan: capital besarnya kepemilikian gain, deviden, non-finansial saham, tanpa dipengaruhi (kebanggaan dan kekuasaan oleh batasan waktu sehingga dalam RUPS) saham bernilai sepanjang perusahaan masih beroperasi atau belum dinyatakan bubar.19
    20. 20. PASAR MODAL efek bersifat ekuitas merupakan pasar untuk (contoh: saham), berbagai instrumen keuangan jangka efek bersifat utang panjang yang bisa (contoh: obligasi), diperjualbelikan produk derivatif (contoh: waran, right, opsi), Instrumen pasar modal berupa efek atau surat berharga terbagi produk reksadana, dan menjadi lima kelompok besar (Hariyani dan Serfianto, 2010), yaitu: produk pasar modal syariah.20
    21. 21. INDEKS HARGA SAHAM Ada 11 ISHG Sektoral LQ45 Indeks: KOMPAS PEFINDO 25 BISNIS-27 JII 100 PAPAN PAPAN Indeks SRI KEHATI PENGEM- UTAMA Individual BANGAN21
    22. 22. TEORI EFISIENSI PASAR MODAL Pasar efisien apabila tidak seorangpun mampu memperoleh return tidak normal (abnormal return), setelah disesuaikan dengan risiko, dengan menggunakan strategi perdagangan yang ada. Dalam pasar yang efisien harga-harga aset atau sekuritas secara cepat dan utuh mencerminkan informasi yang tersedia tentang aset atau sekuritas tersebut. Kunci utama dalam mencapai pasar modal yang efisien adalah informasi.22
    23. 23. BENTUK EFISIENSI PASAR MODAL Efisiensi dalam bentuk lemah (Weak form) Efisiensi dalam bentuk setengah kuat (Semi-strong form) Efisiensi dalam bentuk kuat (Strong form)23
    24. 24. ANOMALI PASAR Sukamulja (2004) mengatakan bahwa anomali pasar adalah reaksi investor yang berlebihan terhadap suatu informasi yang masuk sehingga membuat pasar tidak efisien karena investor menjadi tidak rasional (syarat pasar efisien tidak terpenuhi). Penyimpangan tersebut lalu membentuk suatu pola musiman karena terjadi pada waktu tertentu saja (misal: Jensen, 1978; De Bondt dan Thaler, 1985).24
    25. 25. ANOMALI PASAR 1 Anomali 1. Analysts’ Semakin banyak analis merekomendasi Peristiwa Recomendataion untuk membeli suatu saham, semakin tinggi peluang harga akan turun. 2. Insider Trading Semakin banyak saham yang dibeli oleh insiders, semakin tinggi kemungkinan harga akan naik. 3. Listings Harga sekuritas cenderung naik setelah perusahaan mengumumkan akan melakukan pencatatan saham di Bursa. 4. Value Line Harga sekuritas akan terus naik setelah Rating Changes Value Line menempatkan rating perusahaan pada urutan tinggi.25
    26. 26. ANOMALI PASAR 2 Anomali 1. January Harga sekuritas cenderung naik di bulan Musiman Januari, khususnya di hari-hari pertama. 2. Week-end Harga sekuritas cenderung naik hari Jum’at dan turun hari Senin. 3. Time of Day Harga sekuritas cenderung naik di 45 menit pertama dan 15 menit terakhir perdagangan. 4. End of Month Harga sekuritas cenderung naik di hari-hari akhir tiap bulan. 5. Seasonal Saham perusahaan dengan penjualan musiman tinggi cenderung naik selama musim ramai. 6. Holidays Ditemukan return positif pada hari terakhir26 sebelum liburan.
    27. 27. ANOMALI PASAR 3 Anomali 1. Size Return pada perusahaan kecil Perusahaan cenderung lebih besar walaupun sudah disesuaikan dengan risiko. 2. Closed-end Return pada close-end funds yang Mutual funds dijual dengan potongan cenderung lebih tinggi. 3. Neglect Perusahaan yang tidak diikuti oleh banyak analis cenderung menghasil- kan return lebih tinggi. 4. Institutional Perusahaan yang dimiliki oleh sedikit Holdings institusi cenderung memiliki return27 lebih tinggi.
    28. 28. ANOMALI PASAR 4 Anomali 1. P/E Saham dengan P/E ratio rendah Akuntansi cenderung memiliki return yang lebih tinggi. 2. Earnings Saham dengan capaian earnings lebih Surprise tinggi dari perkiraan cenderung mengalami peningkatan harga. 3. Price/Sales Jika rasionya rendah cenderung berkinerja lebih baik. 4. Price/Book Jika rasionya rendah cenderung berkinerja lebih baik. 5. Dividend Yield Jika yield-nya tinggi cenderung ber- kinerja lebih baik. 6. Earnings Saham perusahaan yang tingkat Momentum pertumbuhan earnings-nya mening-kat28 cenderung berkinerja lebih baik.
    29. 29. HOLIDAY EFFECT Holiday effect: anomali musiman yang terjadi pada tingkat pengembalian (return) saham dalam perdagangan sebelum dan/atau sesudah libur (Sukamulja, 2004). Holiday effect menunjukkan kecenderungan tingkat pengembalian saham pada hari sebelum libur (pre-holiday return) dan/atau sesudah libur (post-holiday return) akan lebih tinggi daripada tingkat pengembalian saham pada hari-hari biasa lainnya (non-holiday) (Brockman dan Michayluk, 1998).29
    30. 30. PENELITIAN TERDAHULU No. Nama Peneliti Tahun Judul Hasil 1 Fields, M.J. 1934 Security Prices Menemukan adanya and Stock perubahan harga pada Exchange hari sebelum hari libur Holidays in (pre-holiday) pada New Relation to York Stock Exchange Short Selling melalui DJIA 2 Lankonishok 1988 Are Seasonal Holiday effect memberi dan Smidt Anomalies pengaruh 30% - 50% Real? A Ninety- terhadap total Year pendapatan pasar modal Perspective US pada periode sebelum tahun 1987.30
    31. 31. PENELITIAN TERDAHULU No. Nama Peneliti Tahun Judul Hasil 3 Ariel 1990 HighStock Returns Hari perdagangan sebelum libur (pre- Before Holiday: holiday), harga saham menunjukkan Existence and rata-rata return yang lebih tinggi Evidence on Possible sekitar sembilan sampai empat belas Causes kali rata-rata return harian lainnya. Hampir sepertiga dari seluruh return berasal dari delapan hari perdagangan yang jatuh sebelum penutupan pasar karena hari libur nasional 4 Kim dan Park 1994 Holiday Effect and Holiday effect di pasar modal Inggris Stock Returns: Further dan Jepang terpisah dari holiday Evidence effect di pasar modal Amerika. Tidak seperti Januari dan weekend effect, size effect tidak terjadi pada rata-rata31 pre-holiday return
    32. 32. PENELITIAN TERDAHULU No. Nama Peneliti Tahun Judul Hasil Brockman dan 1998 The Persistent Menemukan holiday effect di 5 Michayluk Holiday Effect: AS dengan menggunakan Additional indikator pasar dari New York Evidence Stock Exchange (NYSE), AMEX, dan NASDAQ dari tahun 1963-1987 dan 1987- 1993. 6 Vergin dan 1999 Revisiting the Holiday effect telah hilang McGinnis holiday effect: Is pada perusahaan- it on holiday? perusahaan besar tetapi tetap ada pada perusahaan kecil32
    33. 33. PENELITIAN TERDAHULU No. Nama Peneliti Tahun Judul Hasil 7 Cadsby dan 1992 Turn-of-Month Signifikansi pre-holiday Ratner and pre-Holiday yang mempengaruhi Effects on Stock semua sampel pasar Return: Some dengan pendapatan International tertinggi terlihat pada Evidence beberapa hari menjelang liburan 8 Marrett dan 1997 An empirical holiday effect terjadi pada Worthington note on the level pasar dengan holiday effect pendapatan lima kali lebih in the tinggi dibanding hari-hari Australian stock lain. Pasar bursa Australia market, berada pada efisiensi 1996-2006 tingkat lemah.33
    34. 34. PENELITIAN TERDAHULU No. Nama Peneliti Tahun Judul Hasil 9 Tong 1992 An Analysis of the Return sebelum libur January Effect of Chinese New Year lebih the United States, Taiwan, and South tinggi secara signifikan Korean Stock daripada hari-hari lainnya Returns The Chinese New Year, Lee, G. Yen, 1992 Return sebelum libur Common Stock 10 dan C. Chang Chinese New Year lebih Purchasing and Cumulative Raw tinggi secara signifikan Returns: Is Taiwan’s Stock Market daripada hari-hari lainnya Informationally Efficient?34
    35. 35. PENELITIAN TERDAHULU No. Nama Peneliti Tahun Judul Hasil 11 Yen dan Shyy 1993 Chinese New Terjadinya return yang tinggi Year Effect in secara signifikan sebelum Asian Stock libur Chinese New Year di Markets Hong Kong 12 Al-Saad dan 2005 The Holiday Tidak ada holiday effect di M.Khalid Effect and Stock pasar bursa Kuwait Return in The Kuwait Stock Exchange 13 Jin-Lung Lin dan 2003 Modelling Lunar Tidak ada holiday effect di Tian-Syh Liu Calendar Holiday TAIEX Effect in Taiwan35
    36. 36. PENELITIAN TERDAHULU No. Nama Peneliti Tahun Judul Hasil 14 Chan, M.W.L., 1996 Seasonality and Di Thailand terjadi Chakri Khanthavit, A., Cultural Effect, tetapi di India tidak and Thomas, H. Influences on ditemukan adanya holiday Four Asian Stock effect kecuali untuk “other Markets Hindu Holidays.” Untuk Singapura, hanya Chinese New Year yang signifikan. Untuk Malaysia, ditemukan holiday effect selama Chinese New Year, Maal Hijrah (Tahun Baru Hijriyah) dan Vesak (Waisak)36
    37. 37. PENELITIAN TERDAHULU No. Nama Peneliti Tahun Judul Hasil Sukmawati 2004 Anomali Pasar Tidak terjadi Idul Fitri holiday 15 Sukamulja dan Idul Fitri effect di Bursa Efek Jakarta Holiday Effect: pada tahun 1999-2003. Kasus di Bursa Efek Jakarta37
    38. 38. HIPOTESIS Terdapat perbedaan antara rata-rata return saham-saham perusahaan di Bursa Efek Indonesia di hari-hari biasa (non- holiday) dengan sebelum (pre-holiday) dan sesudah (post- holiday) Idul Fitri.38
    39. 39. BAB III METODE PENELITIAN39
    40. 40. METODE PENGAMBILAN SAMPEL Sampel: semua saham indeks LQ45 periode I tahun 2000 hingga periode II tahun 2010. Minimal 10 kali tercatat sebagai emiten LQ45 Saham harus aktif diperdagangkan (diperdagangkan minimal 200 hari tiap tahun periode pengamatan) Tidak mengeluarkan kebijakan dividen saham, stock split, atau stock right dalam event window periode penelitian Periode penelitian ini dimulai sejak awal Januari 2000 sampai dengan akhir Desember 2010.40
    41. 41. PENGUMPULAN DATA Data : harga saham (closing price) dari saham-saham perusahaan yang pernah masuk dalam indeks LQ45 periode I tahun 2000 hingga periode II tahun 2010. Data tersebut diperoleh dari website resmi Bursa Efek Indonesia, www.idx.co.id. Data lain diperoleh dari Pojok BEI dan Galeri Vast Universitas Atmajaya Yogyakarta http://finance.yahoo.com.41
    42. 42. SAHAM LQ45 Periode 2000-2010 PENGUMPULAN (jumlah: 115 saham) DATA Tercatat minimal 10 kali sebagai emiten LQ-45 sejak Gugur: 74 2000-2010 saham (jumlah: 41 saham) Dari 115 saham tersebut, hanya Aktif diperdagangkan minimal 200 hari, dengan perhatikan 35 saham yang memenuhi ketersediaan data Gugur 6 saham syarat untuk dijadikan sampel (Jumlah: 35 saham) yang tertulis dalam Tabel 3.1 Tidak melakukan corporate governance Gugur: 0 saham saat event window ( Jumlah: 35 saham)42 Total Sampel: 35 saham
    43. 43. Daftar Saham LQ45 yang Memenuhi Syarat No Kode Nama Perusahaan Tercatat di LQ45 1 AALI Astra Agro Lestari Tbk 24 kali 2 ANTM Aneka Tambang (Persero) Tbk 24 kali 3 ASII Astra Internasional Tbk 24 kali 4 INDF Indofood Sukses Makmur Tbk 24 kali 5 ISAT Indosat Tbk 24 kali 6 TLKM Telekomunikasi Indonesia Tbk 24 kali 7 UNTR United Tractors Tbk 24 kali 8 KLBF Kalbe Farma Tbk 23 kali 9 MEDC Medco Energi Corporation Tbk 23 kali 10 TINS Tambang Timah (Persero) Tbk 22 kali 11 SMCB Semen Cibinong Tbk 21 kali 12 LSIP PP London Sumatra Indonesia Tbk 20 kali43 13 GGRM Gudang Garam Tbk 19 kali
    44. 44. Daftar Saham LQ45 yang Memenuhi Syarat No Kode Nama Perusahaan Tercatat di LQ45 14 PNBN Bank Pan Indonesia Tbk 19 kali 15 INKP Indah Kiat Pulp & Paper Tbk 18 kali 16 GJTL Gajah Tunggal Tbk 17 kali 17 SMGR Semen Gresik Tbk 16 kali 18 UNVR Unilever Indonesia Tbk 16 kali 19 BLTA Berlian Laju Tanker Tbk 15 kali 20 INCO International Nickel Ind. Tbk 15 kali 21 RALS Ramayana Lestari Sentosa Tbk 15 kali 22 BNII Bank International Indonesia Tbk 13 kali 23 BRPT Barito Pasific Timber Tbk 13 kali 24 BUMI Bumi Resources Tbk 13 kali 25 CMNP Citra Marga Nusaphala Persada Tbk 13 kali44 26 INTP Indocement Tunggal Prakasa Tbk 13 kali
    45. 45. Daftar Saham LQ45 yang Memenuhi Syarat No Kode Nama Perusahaan Tercatat di LQ45 27 JIHD Jakarta Intl Hotel & Dev Tbk 13 kali 28 MPPA Matahari Putra Prima Tbk 13 kali 29 TSPC Tempo Scan Pasific Tbk 13 kali 30 AUTO Astra Otoparts Tbk 12 kali 31 UNSP Bakrie Sumatra Plantations Tbk 12 kali 32 HMSP H M Sampoerna Tbk 11 kali 33 TKIM Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk 11 kali 34 BBNI Bank Negara Indonesia Tbk 10 kali 35 LTLS Lautan Luas Tbk 10 kali45 36 ... 115 klik di sini
    46. 46. DEFINISI DAN PENGUKURAN VARIABEL Rt Rit Rmt RETURN SAHAM (Abnormal Return)46
    47. 47. TEKNIK ANALISIS DATA Mengklasifikasikan pre-holiday, post-holiday, dan non-holiday (Brockman dan Michayluk, 1998) Menentukan return harian masing-masing saham Menentukan rata-rata return harian saham sampel Menentukan event period pre- dan post-Idul Fitri holiday effect. Menentukan return pasar, abnormal return, dan average abnormal return.47
    48. 48. Return dan Rata-rata Return 48
    49. 49. Return dan Rata-rata Return 49
    50. 50. Penentuan pre- dan post-Idul Fitri Holiday 50
    51. 51. Penentuan pre- dan post-Idul Fitri Holiday b. Besarnya abnormal return dilakukan dengan menggunakan model disesuaikan pasar (market-adjusted model). Berdasarkan model tersebut, pengukuran abnormal return dilakukan sebagai berikut (Peterson, 1989): ARt = Rt – Rmt ............................................................. (4) Keterangan:  ARt = abnormal return rata-rata saham pada hari perdagangan t  Rt = return rata-rata saham pada hari t  Rmt = return pasar pada hari perdagangan t51
    52. 52. Penentuan pre- dan post-Idul Fitri Holiday b. Besarnya abnormal return dilakukan dengan menggunakan model disesuaikan pasar (market-adjusted model). Berdasarkan model tersebut, pengukuran abnormal return dilakukan sebagai berikut (Peterson, 1989): ARt = Rt – Rmt ............................................................. (4) Keterangan:  ARt = abnormal return rata-rata saham pada hari perdagangan t  Rt = return rata-rata saham pada hari t  Rmt = return pasar pada hari perdagangan t52
    53. 53. Penentuan pre- dan post-Idul Fitri Holiday 53
    54. 54. PENGUJIAN HIPOTESIS H0 = tidak terdapat rata- H1 = terdapat rata-rata rata return yang tinggi return yang tinggi pada pada sebelum (pre- sebelum (pre-holiday) dan holiday) dan sesudah sesudah (post-holiday) (post-holiday) Idul Fitri. Idul Fitri.54
    55. 55. REGRESI VARIABEL DUMMY Dalam menguji hipotesis, digunakan model regresi variabel dummy (lihat Chan et al., 1996; dan Cadsby dan Ratner, 1992). Rt = α1 + α2 . D LOCAL HOLIDAY + et .................................... (6) Keterangan:  Rt = rata-rata return dari semua saham  α1 = koefisien regresi variabel dummy masing-masing hari libur.  α2 = konstan / intercept  et = random error55
    56. 56. UJI t (t-TEST) 56
    57. 57. PENGUJIAN HIPOTESIS Jika probabilitas < 0,05, Jika probabilitas > maka H0 ditolak artinya 0,05, maka H0 tidak terdapat perbedaan dapat ditolak artinya variance. terdapat kesamaan variance.57
    58. 58. BAB IV ANALISIS DATA Pada bab ini akan dibahas mengenai analisis-analisis terhadap hipotesis yang telah diajukan. Penelitian ini meneliti Holiday Effect terhadap hari libur sebelum dan sesudah Idul Fitri pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode penelitian Januari 2000 – Desember 2010.58
    59. 59. ANALISA DATA Analisis berupa hasil statistik yang Saham harian dari ke- menggunakan 35 sampel ada pada formulasi-formulasi Lampiran 2a, b pada bab sebelumnya Uji hipotesis: analisis regresi berganda Perhitungan abnormal variabel dummy dan uji return ada pada beda t (t-test) pada Lampiran 3 Lampiran 459
    60. 60. Penentuan Pre- dan Post-Idul Fitri Holiday Terdapat ketidakseragaman pendefinisian pre- holiday dan post-holiday dalam penelitian mengenai holiday effect. Oleh karena itu, Sukamulja (2004) menentukan event period dengan membandingkan return sebelum dan sesudah libur dalam satu periode waktu dengan abnormal return yang terjadi. Titik event window adalah saat sebelum pengaruh hari libur Idul Fitri mulai nampak (pre-Idul Fitri), dan saat pengaruh hari libur berangsur-angsur menghilang (post-Idul Fitri). Hasil dari event window libur Idul Fitri tersebut akan diterapkan juga bagi hari ke-12 hari libur yang lain.60
    61. 61. Perhitungan abnormal return pre-dan post-Idul Fitri Hari Rt Art t - 10 -0,003929 -0,000960 t-9 0,008647 0,001620 t-8 0,000164 -0,006537 t-7 0,001744 -0,002431 t-6 0,001490 -0,003046 t-5 0,000257 -0,000513 t-4 0,000235 -0,000472 t-3 -0,001612 -0,002466 t-2 0,009072 0,002168 t-1 0,004683 -0,000117 t 0 0 0 t+1 -0,002256 -0,001266 Sumber: data diolah (2011) t+2 -0,002475 0,005647 t+3 -0,009664 -0,003265 t+4 0,005969 0,003755 t+5 0,004273 -0,001606 t+6 0,002719 -0,000275 t+7 0,004947 0,001197 t+8 0,002212 -0,003495 t+9 0,004829 -0,00554061 t + 10 -0,006214 -0,001372
    62. 62. Grafik Return Harian dan Abnormal Return 0.015000 0.010000 0.005000 Rt 0.000000 Art T - 10 T - 9 T - 8 T - 7 T - 6 T - 5 T - 4 T - 3 T - 2 T - 1 T 0 T + 1 T + 2 T + 3 T + 4 T + 5 T + 6 T + 7 T + 8 T + 9 T + 10 -0.005000 -0.010000 -0.015000 Sumber: data diolah dengan Microsoft Exel 201062
    63. 63. PENGUJIAN HIPOTESIS Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi berganda variabel dummy dan uji beda t. Model regresi linear berganda berlandaskan serangkaian asumsi. Asumsi-asumsi tersebut antara lain:63
    64. 64. Uji Normalitas64 Sumber: data diolah dengan SPSS versi 20
    65. 65. Histogram Rata-Rata Return65 Sumber: data diolah dengan SPSS versi 20 (2011)
    66. 66. Data Outlier Sumber: data diolah dengan SPSS versi 2066 Grafik 4.4. Scatter Plot Rata-Rata Return dan Abnormal Return
    67. 67. Daftar Outlier Return Harian No Waktu Perdagangan Bursa Rt Art 1 18 September 2000 -0,0943420 -0,0057160 2 06 Nopember 2000 -0,0537420 -0,0808040 3 13 Juni 2002 0,1059830 0,0723690 4 14 Oktober 2002 -0,1277580 0,0012140 5 10 Februari 2003 0,0620390 0,0546180 6 07 Maret 2003 0,0580960 0,0731620 7 10 Maret 2003 -0,0822710 -0,0619170 8 12 Agustus 2003 -0,0621480 -0,0694050 9 03 September 2003 -0,0228270 -0,0676460 10 23 Desember 2003 0,0888830 0,0808610 11 02 Januari 2004 -0,0794410 -0,1031410 12 17 Mei 2004 -0,1042630 -0,0176660 13 03 Agustus 2004 -0,0327680 -0,0439230 14 01 September 2004 0,0876290 0,0547030 15 03 Nopember 2004 -0,0358020 -0,0454380 16 14 September 2006 -0,0607580 -0,0698230 17 07 Agustus 2007 -0,0756390 -0,0696360 18 16 Agustus 2007 -0,0887640 -0,0271010 19 15 Januari 2008 -0,0884500 -0,0569270 20 12 Agustus 2008 -0,1104320 -0,067789067 21 03 Nopember 2008 0,1079100 0,0220180 Sumber: Data diolah dengan menggunakan SPSS 20, Scatter Plot 22 15 Desember 2008 0,0598040 -0,0432070
    68. 68. Uji Regresi Linear Variabel Dummy Hipotesis dianalisis dengan menggunakan uji regresi variabel dummy. Pada pengujian ini, variabel terikat yaitu abnormal return saham dan untuk variabel penjelas, digunakan variabel dummy untuk masing-masing hari libur nasional, sejak awal Januari 2000 hingga akhir Desember 2010. Dalam penelitian ini, pada hari libur yang saling berdekatan (misal: Idul Fitri, Natal 2001, dan Tahun baru 2002), pemberian angka satu (1) hanya untuk hari libur Idul Fitri. Sedangkan untuk hari libur Natal diberi angka nol (0). Pengolahan statistika dengan SPSS secara detail pada Lampiran 4.68
    69. 69. Uji Regresi Linear Variabel Dummy Unstandardized Coefficients Standardized Model Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 Tahun Baru 0,0003 0,0012 0,0052 0,2632 0,7924 2 Idul Adha -0,0006 0,0012 -0,0099 -0,5038 0,6144 3 Imlek 0,0002 0,0009 0,0038 0,1918 0,8479 4 1 Hijriah 0,0015 0,0009 0,0308 1,5637 0,1180 5 Nyepi 0,0004 0,0009 0,0093 0,4727 0,6365 6 Maulid Nabi -0,0020 0,0011 -0,0347 -1,7714 0,0766 7 Wafat Yesus 0,0004 0,0011 0,0068 0,3472 0,7284 8 Waisak 0,0013 0,0010 0,0249 1,2681 0,2049 9 Kenaikan Yesus -0,0007 0,0011 -0,0114 -0,5791 0,5626 10 HUT RI 0,0008 0,0009 0,0189 0,9595 0,3374 11 Isra Miraj -0,0004 0,0009 -0,0080 -0,4069 0,6841 12 Idul Fitri 0,0005 0,0008 0,0112 0,5657 0,5717 13 Natal 0,0015 0,0016 0,0183 0,9363 0,3492 Catatan: F = 0,813 ; Sig F = 0,647b; R = 0,063; R2 = 0,004 Tidak signifikan pada 5%69
    70. 70. Uji Regresi Linear Variabel Dummy Secara parsial, dengan mengontrol hari libur yang lain, dapat dilihat bahwa libur Idul Fitri tidak signifikan terhadap return, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat Idul Fitri holiday effect di Bursa Efek Indonesia (signifikansi t > 0,05). Dari Tabel 4.3. dapat dilihat bahwa p-value (sig = 0,5717) lebih besar dari nilai α ( α = 0,05), sehingga H0 tidak dapat ditolak yang berarti tidak ada perbedaan rata-rata abnormal return antara hari-hari sebelum dan sesudah Idul Fitri dengan hari-hari biasa.70
    71. 71. Untuk menghindari adanya bias yang diakibatkan oleh krisis global, penulis membandingkan hasil uji regresi abnormal return saham pada tahun 2000-2010 yang ada dengan abnormal return saham sebelum dan sesudah tahun 2008. Hasilnya terdapat dalam Tabel 4.4. Standardized Unstandardized Coefficients Model Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 Idul Fitri 0,0005 0,0008 0,0112 0,5657 0,5717 2000 - 2010 2 Idul Fitri 0,0004 0,0009 0,0104 0,4501 0,6527 2000 - 2007 3 Idul Fitri 0,0006 0,0017 0,0140 0,3696 0,7118 2008 - 2010 Catatan: Dependent Variable: Abnormal Return Tidak signifikan pada 5%71
    72. 72. Perbandingan Pre dan Post-Krisis Apabila koefisien abnormal return Idul Fitri tahun 2000-2010 dipisahkan menjadi dua, yaitu tahun 2000- 2007 dan tahun 2008-2010, tampak jelas bahwa hasilnya pun tidak memperlihatkan signifikansi. Dari hasil pengujian parsial maupun serempak terlihat bahwa tidak terjadi Idul Fitri holiday effect di Bursa Efek Indonesia selama periode pengamatan 2000- 2010.72
    73. 73. Uji t (t-test)  Libur Idul Fitri sepanjang tahun 2000-2010 mengalami perubahan lamanya hari libur. Perubahan tersebut diperlihatkan dalam Tabel 4.5. Tanpa hari Sabtu Dengan hari Sabtu Tahun dan Minggu dan Minggu Januari 2000 3 hari 5 hari Desember 2000 4 hari 8 hari 2001 4 hari 6 hari 2002 4 hari 6 hari 2003 5 hari 8 hari 2004 4 hari 6 hari 2005 5 hari 7 hari 2006 5 hari 7 hari 2007 4 hari 5 hari 2008 5 hari 6 hari 2009 5 hari 7 hari73 2010 5 hari 7 hari
    74. 74. Uji t (t-test) Dari Tabel diketahui bahwa libur Idul Fitri merupakan libur yang panjang dan mengakibatkan penutupan bursa yang lebih lama dibandingkan dengan hari libur yang lain. Meski demikian, dalam uji regresi tidak ditemukan adanya Idul Fitri holiday effect. Untuk itu, perlu dilakukan identifikasi pengaruh hari libur Idul Fitri terharap return selama setahun. Pengujian dilakukan dengan membandingkan abnormal return sebelum dan sesudah Idul Fitri dengan return hari yang lain (ordinary days). Hasil pengujian t-test atas abnormal return Idul Fitri masing-masing tahun dibandingkan dengan abnormal return pada hari perdagangan74 yang lain dapat dilihat pada Tabel 4.6.
    75. 75. Uji t Idul Fitri dan Ordinary N Mean Std. Std. Error t Sig Days Deviation Mean (2 tailed)(t-test) Libur Idul Fitri 13 0,002190 0,009365 0,002597 2000 1,108 0,269 Ordinary Days 223 -0,000666 0,009018 0,000604 Libur Idul Fitri 15 -0,000903 0,011779 0,003041 2001 0,163 0,871 Ordinary Days 231 -0,001323 0,009528 0,000627 Libur Idul Fitri 10 -0,002821 0,007032 0,002224 2002 -0,582 0,561 Ordinary Days 233 -0,001111 0,009176 0,000601 Libur Idul Fitri 10 0,003777 0,011436 0,003616 2003 0,747 0,456 Ordinary Days 226 0,001057 0,011261 0,000749 Libur Idul Fitri 10 0,000072 0,006485 0,002051 2004 0,160 0,873 Ordinary Days 226 -0,000333 0,007902 0,000526 Libur Idul Fitri 10 -0,001174 0,005558 0,001758 2005 -0,582 0,561 Ordinary Days 231 -0,000017 0,006180 0,000407 Libur Idul Fitri 10 -0,000378 0,005694 0,001801 2006 0,047 0,963 Ordinary Days 229 -0,000477 0,006591 0,000436 Libur Idul Fitri 10 -0,000473 0,008018 0,002535 2007 -0,201 0,841 Ordinary Days 229 -0,000055 0,006369 0,000421 Libur Idul Fitri 10 0,000594 0,031705 0,010026 2008 0,258 0,797 Ordinary Days 222 -0,000410 0,010478 0,000703 Libur Idul Fitri 10 -0,001229 0,005614 0,001775 2009 -0,548 0,584 Ordinary Days 231 0,000121 0,007693 0,000506 Libur Idul Fitri 10 0,002428 0,011385 0,00360075 2010 1,117 0,265 Ordinary Days 239 0,0007585 0,0062319 0,0004031
    76. 76. Uji t (t-test) Dari hasil analisis pada Tabel 4.6. di atas, terlihat bahwa mean abnormal return libur Idul Fitri tahun 2000, 2001, 2003, 2004, 2006, 2008, dan 2010 lebih tinggi dibandingkan dengan hari perdagangan lainnya. Namun setelah dilakukan pengujian statistik, hasilnya tidak signifikan. Dari pengujian t-test antara abnormal return libur Idul Fitri dengan hari biasa lainnya, tidak diidentifikasikan adanya Idul Fitri holiday effect setiap tahunnya sepanjang periode pengamatan. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat rata-rata return yang tinggi pada sebelum (pre-holiday) dan sesudah (post- holiday) Idul Fitri tidak terbukti.76
    77. 77. Uji t (t-test) Analisis dalam karya tulis ini dilakukan dengan mengkasifikasikan hari perdagangan saham ke dalam pre-holiday, post-holiday, dan non-holiday. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Brockman dan Michayluk (1998). Penelitian ini menguji apakah di Indonesia menunjukkan kecenderungan holiday effect dengan kultur budaya yang dominan yang menimbulkan anomali, yaitu Idul Fitri holiday effect. Analisis menunjukkan bahwa tidak terjadi anomali Idul Fitri holiday effect. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini mendukung hasil yang pernah dilakukan sebelumnya yaitu bahwa anomali masih menjadi puzzle dalam teori efisiensi pasar modal.77
    78. 78. PENGUJIAN HIPOTESIS Dalam analisis data terhadap saham di Bursa Efek Indonesia dengan penelitian observasi selama 11 tahun (2000-2010), secara parsial (2000- 2007 dan 2008-2010) dan serempak (2000-2010) diketahui bahwa tidak ada pengaruh anomali secara signifikan di Bursa Efek Indonesia. Rata-rata abnormal return memang lebih tinggi dibandingkan dengan non-holiday, tetapi secara statistik tidak berpengaruh secara signifikan. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan di kawasan Asia bahwa return yang diperoleh lebih tinggi pada pre-holiday (misal; Wong et al., 1990; Tong, 1992; Cadsby dan Ratner, 1992; Lee et al., 1992; dan Yen dan Shyy, 1993).78
    79. 79. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN79
    80. 80. KESIMPULAN  Dalam uji regresi dengan variabel dummy, terlihat bahwa rata-rata abnormal return pre-holiday dan post-holiday Idul Fitri baik secara serempak maupun secara parsial tidak memperlihatkan hasil yang signifikan terhadap non-holiday. Dari data yang sudah diperoleh dapat diambil kesimpulan bahwa tidak terjadi anomali Idul Fitri holiday effect terhadap return saham di Bursa Efek Indonesia.  Rata-rata abnormal return keseluruhan yang tertinggi ada pada event window Idul Fitri tahun 2003, yaitu sebesar 0, 003777, dan yang terrendah pada tahun 2002 yaitu sebesar -0, 002821.80
    81. 81. KESIMPULAN  Hasil uji beda t (t-test) untuk setiap tahun menunjukkan bahwa rata-rata abnormal return pre-holiday dan post- holiday Idul Fitri cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan non-holiday. Dari hasil analisis pada Tabel 4.6., terlihat bahwa rata-rata abnormal return Idul Fitri tahun 2000, 2001, 2003, 2004, 2006, 2008, dan 2010 lebih tinggi dibandingkan dengan hari perdagangan lainnya (non- holiday) . Meski demikian, hasil dari uji t event window Idul Fitri setiap tahunnya tidak menampakkan hasil yang signifikan terhadap non-holiday. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi anomali Idul Fitri holiday effect terhadap return saham di Bursa Efek Indonesia.81
    82. 82. SARAN Penelitian ini dilakukan tanpa membedakan firm size sampel yang digunakan. Ada beberapa penelitian yang memperlihatkan bahwa firm size mempengaruhi hasil pengujian (lihat misal: Pettenggill, 1989; Chatterjee dan Maniam, 1997; dan Brochman dan Michayluk, 1997). Sebaliknya, ada penelitian yang memperlihatkan bahwa firm size tidak memberikan pengaruh apapun pada hasil penelitian (lihat misal: Kim dan Park, 1994; dan Dissanaike, 2002). Oleh karena itu, pada penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan memasukan variabel firm size sebagai variabel kontrol.82

    ×