titrasi pengendapan Argentometri

  • 2,929 views
Uploaded on

dasar kimia analitik

dasar kimia analitik

More in: Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
2,929
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
84
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. TITRASI PENGENDAPAN
  • 2. SYARAT TITRASI PENGENDAPAN  Reaksi zat yang dititrasi dengan pentiter : cepat  Reaksi sempurna secara kuantitatif  Tidak ada reaksi tambahan yang mempengaruhi stokhiometri antara zat yang dititrasi dengan larutan baku primer  Titik akhir titrasi jatuh berdekatan dengan titik ekivalen
  • 3. ARGENTOMETRI Argentometri merupakan titrasi pengendapan sample yang dianalisis dengan menggunakan ion perak. Biasanya, ion-ion yang ditentukan dalam titrasi ini adalah ion halida (Cl-, Br-, I-). PEREAKSI: LARUTAN AgNO3 BERDASARKAN TERBENTUKNYA ENDAPAN Cl- + Ag+ AgCl PUTIH Br-, PO43-, Oksalat dsb.
  • 4. PRINSIP TITRASI ARGENTOMETRI LAR. DIKET. KONS. AgNO3 (N) PENTITER VOLUMENYA DIUKUR (mL) LAR. SAMPEL/ ANALIT KONS. AKAN DITETAPKAN + KUANTITATIF/ STOKHIOMETRI TITIK EKIVALEN INDIKATOR TITIK AKHIR TITRASI
  • 5. Teori Kurva Titrasi Pengendapan Semakin kecil Ksp, semakin besar K untuk reaksi.
  • 6. Indikator untuk Titrasi Pengendapan yang Melibatkan Perak  Metode MOHR menggunakan ION KROMAT (CrO42- , untuk mengendapkan Ag2CrO4 coklat.  Metode VOLHART menggunakan ion Fe3+ unruk membentuk sebuah kompleks yang berwarna dengan ion, SCN-.  Dan Metoje FAJANS menggunakan indikator-indikator adsorpsi,
  • 7. Mohr Volhard Fajans 6-10 0,2-0,9 N HNO3 7-10 langsung Tidak langsung langsung Indikator K2CrO4 Fe3+ Fluorscein Perubahan pada saat end-point End. Putih End. Putih End. Putih End. Merah bata Larutan. Merah Intensif Suspensi Merah pH Cara titrasi
  • 8. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengendapan  Keberhasilan proses pengendapan sangat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor diantaranya – – – – – – – –  Temperatur, Pemilihan pelarut, Efek ion-sekutu Evek aktifitas Evek pH, Evek hidrolisis Hidrolisis Metal Efek pembentukan kompleks. Pengaruh ini dapat kita jadikan sebagai dasar untuk memahami titrasi argentometri dan gravimetri.
  • 9. Temperatur  Kelarutan semakin meningkat dengan naiknya suhu,  jadi dengan meningkatnya suhu maka pembentukan endapan akan berkurang  disebabkan banyak endapan yang berada pada larutannya.
  • 10. Pemilihan Pelarut     Garam anorganik mudah larut dalam air dibandingkan dengan pelarut organik seperti alkohol atau asam asetat. Perbedaan kelarutan suatu zat dalam pelarut organik dapat dipergunakan untuk memisahkan campuran antara dua zat. Setiap pelarut memiliki kapasitas yang berbeda dalam melarutkan suatau zat, begitu juga dengan zat yang berbeda memiliki kelarutan yang berbeda pada pelarut tertentu.
  • 11. Efek Ion-sekutu   Kelarutan endapan akan berkurang jika dilarutkan dalam larutan yang mengandung ion sejenis dibandingkan dalam air saja. Sebagai contoh kelarutan Fe(OH)3 akan menjadi kecil jika kita larutkan dalam larutan NH4OH dibanding dengan kita melarutkannya dalam air,  Fe(OH)3 Fe3+ + 3OH-  NH4OH NH4+ + OH-  hal ini disebabkan dalam larutan NH4OH sudah terdapat ion sejenis yaitu OHsehingga akan mengurangi konsentrasi Fe(OH)3 yang akan terlarut. Efek ini biasanya dipakai untuk mencuci endapan dalam metode gravimetri.  
  • 12. Efek Aktivitas MOLARITAS KNO3 MOLARITAS AgCl x 105 MOLARITAS BaSO4 x 105 0.000 1.00 1.00 0.001 1.04 1.21 0.005 1.08 1.48 0.010 1.12 1.70 Kelarutan AgCl dan BaSO4 dalam larutan KNO3 Terlihat bahwa dalam 0.010 M KNO3, kelartan dari AgCl meningkat dari nilai dalam air sekitar 12 %, dan di dalam BaSO4 sekitar 70 %
  • 13. Efek pH     Kelarutan endapan garam yang mengandung anion dari asam lemah dipengaruhi oleh pH, hal ini disebabkan karena penggabungan proton dengan anion endapannya. Misalnya endapan AgI akan semakin larut dengan adanya kenaikan pH disebabkan H+ akan bergabung dengan Imembentuk HI. AgI Ag+ + IH3O+ H+ + H2O
  • 14. Pengaruh hidrolisis  Jika garam dari asam lemah dilarutkan dalam air maka akan dihasilkan perubahan konsentrasi H+  dimana hal ini akan menyebabkan kation garam tersebut mengalami hidrolisis dan  hal ini akan meningkatkan kelarutan garam tersebut.
  • 15. Hidroksida Metal  Ketika Sebuah Hidroksida Metal terurai dalam air,disituasi ini anok dengan pembahasan efek hidrolisis, dimana pH dapat berubah secara nyata.
  • 16. Pengaruh ion kompleks    Kelarutan garam yang tidak mudah larut akan semakin meningkat dengan adanya pembentukan kompleks antara ligan dengan kation garam tersebut. Sebagai contoh AgCl akan naik kelarutannya jika ditambahkan larutan NH3, hal ini disebabkan karena terbentuknya kompleks Ag(NH3)2Cl. AgCl (s) + NH3 (g) Ag(NH3)2Cl (l)
  • 17. PERHITUNGAN PENENTUAN KADAR SAMPEL (MOHR) AgNO3 (V X N) AgNO3 = (V X N) Cl 10,50 mL x 0,1050 = 10,0 mL x NCl NCl = 1,050 x 0,1050 MCl = 0,1103 mol/L = 0,1103 x 35,5 g/L K2CrO4 = 0,01103 x 35,5 g/100 mL Cl 10,0 mL 10,0 mL = 0,39 %
  • 18. CARA KERJA/PERHITUNGAN CNS(0,1000N) PENENTUAN KADAR SAMPEL (VOLHARD) (V X N) = 20 x {0,0991X10}/10,20 AgNO3total mgrek = 0,1000 x 11,50 mgrek (V X N) AgNO3bereaksi 11,50 mL (V X N) AgNO3kelebihan = 10,0 mL x NCl 1,9424 – (1,150) = 10 x NCl NCl = {1,9424 - 1,150}/10 = 0,7924/10 = 0,07924 MCl % Cl Fe3+ AgNO3 Keleb. = 0,07924 mol/L = 100/1000 X {0,07924 X 35,5} = 0,28% (g/100 mL)
  • 19. CARA KERJA/PERHITUNGAN AgNO3 N? PEMBAKUAN AgNO3 (FAJANS) (V X N) = (V X N) NaCl AgNO3 10,20 mL x N N M NaCl + = 10,0 mL x 0,0991 AgNO3 = 0,991/10,2 = 0,0972 AgNO3 = 0,0972 mol/L AgNO3 FLUOROSCEIN AMILUM 10,0 mL
  • 20. KESALAHAN TITRASI DISEBABKAN OLEH:  PEMBUATAN LARUTAN BAKU DAN PEMBACAAN SKALA BURET KESALAHAN PENIMBANGAN, MELARUTKAN PADA SAAT KESALAHAN PENGAMATAN END-POINT, KARENA: PENGOCOKAN YANG KURANG KUAT  JUMLAH INDIKATOR TIDAK TEPAT, TITRASI TERLALU CEPAT,  ADANYA PENGARUH CAHAYA ATAU KONTAMINAN REDUKTOR LAIN DIATASI DENGAN: •PENGOCOKAN HARUS KUAT •MENGELIMINASI KESALAHAN SISTEMATIK •PENGGUNAAN INDIKATOR HARUS TEPAT, PADA SAAT END POINT TITRASI HARUS DILAKUKAN CERMAT SAMBIL MENGAMATI PERUBAHAN WARNA, MENGHINDARI PENGARUH CAHAYA, MENGHINDARI KONTAMINAN TERUTAMA YANG BERASAL DARI PELARUT (INI DAPAT DIATASI DENGAN TITRASI BLANKO)
  • 21. KELEBIHAN Titrasi Pengendapan Penentuan kadar Cl- dalam air sumur Kelemahan Titrasi Pengendapan Jumlah metode titrasi pengendapan tidak sebanyak titrasi asam-basa ataupun titrasi reduksi-oksidasi (redoks). Komposisi endapan pada titrasi pengendapan seringkali tidak diketahui pasti, terutama jika terdapat efek kopresipitasi.
  • 22. TERIMA KASIH