Your SlideShare is downloading. ×
Artikel GURU, PROFESI DENGAN TUNTUTAN PROFESIONAL DAN IDEAL
Artikel GURU, PROFESI DENGAN TUNTUTAN PROFESIONAL DAN IDEAL
Artikel GURU, PROFESI DENGAN TUNTUTAN PROFESIONAL DAN IDEAL
Artikel GURU, PROFESI DENGAN TUNTUTAN PROFESIONAL DAN IDEAL
Artikel GURU, PROFESI DENGAN TUNTUTAN PROFESIONAL DAN IDEAL
Artikel GURU, PROFESI DENGAN TUNTUTAN PROFESIONAL DAN IDEAL
Artikel GURU, PROFESI DENGAN TUNTUTAN PROFESIONAL DAN IDEAL
Artikel GURU, PROFESI DENGAN TUNTUTAN PROFESIONAL DAN IDEAL
Artikel GURU, PROFESI DENGAN TUNTUTAN PROFESIONAL DAN IDEAL
Artikel GURU, PROFESI DENGAN TUNTUTAN PROFESIONAL DAN IDEAL
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Artikel GURU, PROFESI DENGAN TUNTUTAN PROFESIONAL DAN IDEAL

6,293

Published on

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
6,293
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
102
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. TUGAS AKHIR PROFESI KEPENDIDIKAN GURU, PROFESI DENGAN TUNTUTAN PROFESIONAL DAN IDEAL ARTIKEL OLEH: AFIFAH ASRA, S.Pd. PROGRAM STUDI AKUNTANSI PROGRAM PENDIDIKAN CALON PENDIDIK AKADEMI KOMUNITAS (PPCPAK) FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2013
  • 2. GURU, PROFESI DENGAN TUNTUTAN PROFESIONAL DAN IDEAL Afifah Asra Program Studi Akuntansi, Program Pendidikan Calon Pendidik Akademi Komunitas (PPCPAK), Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Padang Pendidikan pada hakikatnya merupakan hal yang sangat penting untuk menjamin perkembangan kelangsungan kehidupan bangsa. Tanpa pendidikan yang memadai suatu bangsa akan mengalami ketertinggalan dari bangsa lain di segala bidang. Oleh karena itu tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, berkepribadian mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Keberhasilan proses pendidikan dalam rangka menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional ditentukan oleh komponen-komponen pendidikan, yaitu tujuan pendidikan, pendidik, peserta didik, isi/ materi pendidikan, alat pendidikan dan lingkungan pendidikan. Komponen-komponen tersebut saling berkaitan dan saling menunjang satu sama lainnya. Salah satu komponen penting adalah guru atau pendidik. Guru sebagai salah satu komponen pendidikan tentunya tak terpisahkan dari system pendidikan. Paradigma system pendidikan nasional harus mencakup berbagai faktor diantaranya input, proses, dan output pendidikan. Dalam pelaksanaannya, pendidikan lebih ditekankan pada upaya membangkitkan peserta didik untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat dan bangsa. Sehingga peran guru dalam menciptakan pembelajaran yang menggairahkan, dan menyenangkan menuntut guru lebih kreatif dan profesional. Hal ini penting, karena dalam setiap pembelajaran, memiliki peran yang sangat
  • 3. sentral, baik sebagai perencana, pelaksana, maupun evaluator dalam pembelajaran. Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan formal, di mana tempat pelaksanaan pembelajaran yang melibatkan seluruh komponen pendidikan adalah salah satu harapan bagi negeri ini agar bisa bangkit dari keterpurukan dalam aspek kehidupan. Sebagaimana kita ketahui bangsa Indonesia belum mampu keluar dari krisis multidimensional, misalnya angka kemiskinan di Indonesia yang semakin meningkat yang membutuhkan lahirnya pemuda bangsa yang berkawan dan selalu bergelut dengan ilmu pengetahuan dan teknologi modern sehingga tujuan pendidikan relevan dengan pembangunan bangsa dengan salah satu misi untuk mengentaskan kemiskinan bangsa. Guru adalah salah satu aktor utama yang menentukan kesuksesan pendidikan di samping orang tua, lingkungan masyarakat dan elemen lainnya. Walaupun kurikulum dirumuskan dengan kesempurnaan, visi, misi, finansial yang menyokong, jika tanpa keterlibatan aktif seorang guru, maka sekolah sebagai lembaga pendidikan tidak akan mampu menjadikan generasi muda yang membantu pembangunan bangsa. Akan tetapi, jika gurunya aktif dan inovatif maka lembaga-lembaga pendidikan akan menghasilkan generasi-generasi yang memberikan terobosan yang baik bagi pembangunan. Apalagi jika seluruh komponen pendidikan, mulai dari kurikulum hingga guru yang berkualitas sebagai salah satu pelaksana pendidikan saling menunjang, maka semakin berkualitaslah generasi muda yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan. Di sinilah letak strategis peran guru dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, guru-guru yang ada harus mampu memposisikan diri sebagai guru yang profesional dan ideal, yakni guru-guru yang mampu menciptakan kondisi dan suasana belajar yang kondusif yaitu suasana belajar menyenangkan, menarik, memberikan rasa aman, memberikan rasa aman, memberikan ruang pada siswa untuk berpikir aktif, kreatif, dan inovatif dalam meengeksplorasi dan mengelaborasi kemampuannya. Guru juga harus menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman yang kian maju dan kompetitif, mempunyai kekuatan spiritual,
  • 4. intelektual, emosional, dan sosial tinggi, serta kreatif melakukan terobosoan dan pembaruan yang kontinu dan konsisten. Namun, fakta yang ada di Indonesia menunjukkan banyak guru tidak sesuai dengan harapan di atas. Mereka belum mencerminkan diri sebagai guru ideal dan inovatif yang siap mendidik siswa dengan profesionalisme. Kapasitas intelektual yang masih rendah, kurangnya kedisiplinan, semangat untuk terus belajar yang hampir hilang, integritas moral yang sering menyeleweng, dan dedikasi sosial yang rendah adalah sebagian potret buram guru. Hal ini membuat lembaga pendidikan monoton, bahkan terkesan semakin mundur. Banyak generasi muda bangsa yang tidak memiliki keahlian apa pun ketika menyelesaikan pendidikannya, ketidakserapan para generasi muda di dunia kerja sehingga peningkatan penganguran pun tak dapat dielakkan. Hal ini menghilangkan kepercayaan public termasuk generasi muda terhadap lembaga pendidikan sebagai salah satu jalan untuk membantu pembangunan bangsa. Ini menunjukkan bahwa pendidikan di negeri ini mengalami kemunduran dan keterbelakangan, kurang mampu mengantisipasi tantangan masa depan secara akurat, dan miskin kreativitas dan inovasi. Kebutuhan akan guru-guru berkualitas dalam konteks ini menjadi suatu kebutuhan pokok untuk mengubah masa depan bangsa agar bangsa ini menjadi bangsa yang disegani dalam dunia pendidikan serta mampu memberikan sumbangsih bagi pembangunan bangsa. Guru dalam konteks pendidikan mempunyai peranan yang besar dan strategis. Hal ini disebabkan karena guru menjadi “garda terdepan” dalam proses pelaksanaan pendidikan. Guru adalah sosok yang langsung berhadapan dengan peserta didik dalam mendidik putra putri bangsa dengan nilai-nilai konstruktif. Di lembaga pendidikan guru menjadi orang pertama, bertugas membimbing, mengajar, melatih anak didik mencapai kedewasaan. Guru mengemban misi dan tugas yang berat, sehingga jabatan guru merupakan salah satu jabatan profesionalisme, yang menuntut keahlian, tanggung jawab dan kesetiaan profesi yang secara teori tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang yang tidak dilatih atau tidak dipersiapkan untuk itu.
  • 5. Profesi guru memiliki tugas melayani masyarakat dalam bidang pendidikan. Tuntutan profesi ini memberikan layanan yang optimal dalam bidang pendidikan kepada masyarakat. Secara khusus guru dituntut untuk memberikan layanan profesional kepada peserta didik agar tujuan pembelajaran tercapai. Guru dikatakan profesional jika ia memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal. Guru memegang peranan yang sangat penting terutama dalam membentuk watak bangsa serta mengembangkan potensi peserta didik. Kehadiran guru tidak tergantikan oleh unsur yang lain, lebih-lebih dalam masyarakat yang multicultural dan multidimensional, di mana peranan teknologi untuk menggantikan tugastugas guru masih sangat minim. Guru juga memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan pendidikan. Guru yang profesional diharapkan menghasilkan lulusan yang berkualitas. Sesuai dengan UU RI No. 14 Tahun 2005 bahwa guru dituntut untuk memiliki Kompetensi, maksudnya adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Kompetensi tersebut meliputi kompetensi pedagogic, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi social. Dalam kompetensi pedagogic, seorang guru atau dosen harus mempunyai kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik. Kompetensi kepribadian yaitu kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik. Kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam. Kompetensi sosial yaitu kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orang tua atau wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. Kompetensi-kompetensi tersebut memegang peranan penting dalam pembentukan seorang guru profesional dan ideal yang menjadi tuntutan pada saat ini untuk mengimbangi perubahan zaman yang semakin modern.
  • 6. Oleh karena itu, agar proses pembelajaran berhasil dan mutu pendidikan meningkat, maka diperlukan guru yang memahami dan menghayati profesinya, dan tentunya guru yang memiliki wawasan pengetahuan dan ketrampilan sehingga membuat proses pembelajaran aktif, guru mampu menciptakan suasana pembejaran aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan. Salah satu ciri pokok profesional adalah apabila seseorang memiliki komitmen yang mendalam terhadap tugasnya. Kecintaan terhadap tugas ditunjukkan dalam bentuk curahan tenaga, waktu dan pikiran serta penerapan disiplin yang baik dan kuat dalam proses pendidikan akan menghasilkan mental, watak dan kepribadian yang kuat. Karena itu diharapkan para guru mempunyai daya kreatifitas yang tinggi dalam mengelola pembelajaran, inovatif dalam bidangnya dan bidang lainnya, serta tidak pernah puas bila sudah mengajarkan bahan pelajaran. Guru juga sebagai pemikir dan perancang bahan pelajaran yang kritis dan analitis serta berani mengungkapkan berbagai gagasan kreatifnya. Hanya dengan sikap yang demikian itulah peran seorang guru dalam dunia pendidikan akan tampak. Seorang guru harus menjadikan dirinya sebagai guru profesional. Guru yang profesional menguasai berbagai kompetensi yang disyaratkan untuk menjadi seorang guru. Hal ini akan sejalan dengan guru ideal. Guru ideal merupakan sosok seorang guru yang senantiasa menjadi dambaan para peserta didik, selalu memberikan keteladanan dan menjadi panutan. Guru yang ideal menguasai ilmuilmunya dengan baik sehingga mampu dalam mengelola pembelajaran yang bermakna. Dia disukai oleh anak didiknya karena dalam cara mengajarnya pun mudah dipahami dan menarik. Dia juga terbuka untuk menerima kritikan dari anak didiknya, karena dari kritikan itulah dia belajar dari para peserta didiknya. Dari mereka seorang guru bisa mengetahui kekurangan dalam cara mengajarnya, dan melakukan umpan balik (feedback). Menurut Rachmawati (2013: 5) guru yang baik dan ideal digambarkan dengan ciri-ciri sebagai berikut:
  • 7. 1. Guru yang waspada secara profesional. Ia terus berusaha untuk menjadikan masyarakat sekolah menjadi tempat yang paling baik bagi anak-anak muda. 2. Mereka yakin akan nilai-nilai atau manfaat pekerjaannya. Mereka terus memperbaiki diri serta meningkatkan mutu pekerjaannya. 3. Mereka tak lekas tersinggung dan marah oleh larangan-larangan dalam hubungannya dengan kebebasan-kebebasan pribadi yang dikemukakan oleh beberapa orang untuk menggambarkan profesi keguruan. Mereka secara psikologi lebih matang sehingga rangsangan-rangsangan terhadap dirinya dapat ditaksir. 4. Mereka memiliki seni dalan hubungan-hubungan manusiawi yang diperolehnya dari pengamatannya tentang bekerjanya psikologi, biologi, dan antropologi cultural di dalam kelas. 5. Mereka berkeinginan untuk terus tumbuh. Mereka sadar bahwa di bawah pengaruhnya, sumber-sumber manusia dapat berubah nasibnya. Berdasarkan poin-poin di atas, dapat kita rumuskan bahwa untuk menjadi guru yang baik dan ideal tidak hanya focus pada pengusaan materi yang di ajarkan. Seorang guru harus mampu menjalin komunikasi atau mempunyai hubungan social yang tidak hanya interaksi dengan siswa di kelas saja. Interaksi atau hubungan social sesama guru, dengan para pimpinan di sekolah, dengan orang tua atau wali peserta didik, maupun dengan lingkungan masyarakat lainnya. Paradigma guru yang melekat dalam masyarakat kita adalah seorang guru merupakan orang yang patut untuk ditiru, orang yang pantas untuk diteladani. Selain itu, profesi keguruan juga merupakan suatu profesi yang menuntut dedikasi yang tinggi. Selain melaksanakan tugasnya menyelenggarakan pembelajaran di kelas, seorang guru pun juga harus menyediakan sedikit waktunya, bisa saja di luar kelas untuk memberikan pendidikan-pendidikan tertentu kepada peserta didiknya. Misalnya memberikan gambaran-gambaran atau membentangkan kehidupan nyata yang nanti akan ditemukan oleh peserta didik nantinya di dalam masyarakat. Memberikan pedoman atau panduan tertentu kepada mereka agar mampu diterima dan bertahan dalam kehidupan
  • 8. bermasyarakat. Tentunya kesebaran dan keihklasan guru dalam mengayomi peserta didik sangat lah dituntut. Suatu profesi dilaksanakan oleh profesional dengan memperhatikan dan mempergunakan perilaku yang memenuhi norma-norma etika profesi. Kode etik adalah kumpulan norma-norma yang merupakan pedoman perilaku profesional dalam melaksanakan profesi. Guru, sebagai salah satu profesi juga mempunyai kode etik tertentu. Guru yang profesional dan ideal harus selalu bersikap dan bertindak sesuai dengan kode etik yang mengatur profesinya. Kode etik guru merupakan suatu norma atau aturan tata susila yang mengatu tingkah laku guru, dan oleh karena itu haruslah ditaati oleh guru. Tujuan dari kode etik guru adalah: 1. Agar guru mempunyai rambu-rambu yang dapat dijadikan pedoman dalam bertingkah laku sehari-hari sebagai pendidik. 2. Agar guru dapat bercermin diri mengenai tingkah lakunya, apakah sudah sesuai dengan profesi pendidik yang disandangnya ataukah belum. 3. Agar guru-guru dapat menjaga atau mengambil langkah preventive, jangan sampai tingkah lakunya dapat menurunkan martabatnya sebagai seorang profesional yang bertugas utama sebagai pendidik. 4. Agar guru selekasnya dapat kembali (mengambil langkah kuratif), jika ternyata apa yang mereka lakukan selama ini bertentangan atau tidak sesuai dengan norma-norma yang telah dirumuskan dan disepakati sebagai kode etik guru. 5. Agar segala tingkah laku guru, senantiasa selaras atau paling tidak, tidak bertentangan dengan profesi yang disandangnya sebagai seorang pendidik. Lebih lanjut dapat diteladani oleh anak didiknya dan oleh masyarakat umum. Kode etik guru ini mengatur guru dalam bersikap. Sebagaimana diketahui guru ideal merupakan gambaran tentang kondisi guru dimana ia mampu menjadi guru yang menjadi tauladan baik bagi siswanya. Karenanya, dibutuhkan kepribadian-kepribadian yang menunjukkan sifat-sifat dan kepribadian yang pantas untuk digugu dan ditiru oleh siswanya.
  • 9. Di samping itu, guru harus dinamis, bersemangat untuk selalu mencari dan mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi, dan ketrampilan terkini yang selalu berkembang setiap hari. Sebagai on going formation, guru harus menyempatkan diri dengan penuh gairah untuk belajar terus menerus, guru harus selalu menupdate atau memperbaharui ilmu yang dimilikinya. Hal ini dilakukan tidak hanya lewat pelatihan ataupun penataran, tetapi lewat membaca buku atau majalah profesional, mengikuti kursus lisan dan tertulis, mengikuti lokakarya dan seminar yang berbobot yang menuntut adanya semangat guru, ketekunan dan rasa tanggung jawabnya. Seorang guru sejatinya juga memiliki sejumlah kecerdasan untuk membantu menjadi tenaga profesional. Tingkat kecerdasan seseorang diukur dengan keintelektualan, emosional, sosial, moral dan spiritual. Seorang guru yang pada dirinya terdapat kecerdasan-kecerdasan tersebut, ia patut diberi apresiasi dengan sebutan guru ideal dan profesional. Pendidikan yang baik, sebagaimana yang diharapkan oleh masyarakat modern dewasa ini dan sifatnya yang selalu menantang, mengharuskan adanya pendidik yang profesional. Hal ini berarti bahwa di masyarakat diperlukan pemimpin yang baik, di rumah diperlukan orang tua yang baik dan di sekolah dibuthkan guru yang profesional. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat ditarik benang merahnya bahwa di atas pundak gurulah terdapat beban yang berat dan semakin menantang, karena memang tugas guru adalah sedemikian kompleks dan akan semakin kompleks dengan semakin majunya masyarakat serta berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam usaha membangun manusia Indonesia seutuhnya, guru merupakan ujung tombak atau pelaksana yang terdepan. Bila kita misalkan bidang ekonomi, politik, kedokteran, industri dan bidang lainnya adalah untuk kepentingan manusia, maka guru bertugas untuk membangun manusianya sendiri. Hal ini tentunya memerlukan persyaratan khusus untuk melaksanakan tugas tersebut, yaitu guru sebagai suatu profesi, sebagai perpaduan antara panggilan, ilmu, dan teknologi yang bertumpu pada landasan pengabdian dan sikap kepribadian yang mulia.
  • 10. Di era global seperti sekarang, peranan guru semakin penting. Hanya melalui bimbingan guru yang profesional dan ideal, setiap siswa atau peserta didik dapat menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, kompetitif, dan produktif sebagai asset nasional dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat dan berat sekarang dan di masa datang. Dengan kata lain, guru yang profesional dan ideal mempunyai tugas untuk turut menyiapkan tenaga untuk pembangunan bangsa. DAFTAR RUJUKAN Kode Etik Guru Indonesia. Rachmawati, Tutik dan Daryanto. 2013. Penilaian Kinerja Profesi Guru dan Angka Kreditnya. Gava Media: Yogyakarta. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

×