• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Hadis tentang ruang lingkup pendidikan (indo)
 

Hadis tentang ruang lingkup pendidikan (indo)

on

  • 2,645 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,645
Views on SlideShare
2,645
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
28
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Hadis tentang ruang lingkup pendidikan (indo) Hadis tentang ruang lingkup pendidikan (indo) Presentation Transcript

    • HADIST RUANG LINGKUP PENDIDIKAN ISLAM Di Susun Oleh :Nenden Esa KM : 111 10 006Afif Kurnia Rohman : 111 10 007Dwi Cahyo N : 111 10 008Anisa Khomsiyah : 111 10 032
    • A. Hadist Manusia di Lahirkan Dalam Kondisi Fitrah { .
    • Arti HadistDari Abu Hurairoh, ia berkata, Rasulallah sawbersabda, “Tidaklah seorang anak dilahirkan kecualidalam keadaan fitrah. Lalu kedua orang tuanyalahyang menjadikan ia Yahudi, Nashrani, dan Majusi,sebagaimana dilahirkannya binatang ternak dengansempurna, apakah padanya terdapat telinga yangterpotong atau kecacatan lainnya?. Kemudian AbuHurairoh membaca, Jika engkau mau hendaklah baca,(tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakanmanusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan padafitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus. (Haditstersebut ditakhrij oleh Bukhori, Muslim, Ibnu al-Mundzir, Ibnu Abu Hatim dan Ibnu Mardawaeh).
    • PENJELASANDari hadist tentang kefitrahan manusia,dapat disimpulkan bahwa :Setiap manuisa dilahirkan dalam keadaanfitrah, adapun apabila ia berubah mejadiyahudi, nasrani, nasrani, atau lainnya, itudipengaruhi baik oleh orang tuanyamaupun lingkungannya.
    • Nilai pendidikan dalam hadist ini yaitu : padaasal penciptannya semua manusia dilahirkandalam keadaan fitrah. Dan sebaiknya kefitrahantersebut harus selalu dijaga sampai mati. Sepertifirman Allah dalam surat Ali-Imran ayat 102.yang artinya :“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalahkepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya;dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkandalam Keadaan beragama Islam”.
    • Ada dua faktor yang membentuk prilaku,yaitu faktor internal dan faktor eksternal.faktor internal :- insting biologis- keutuhan psikologis- kebutuhan pemikiranfaktor eksternal :- lingkungan keluarga- lingkungan sosial- lingkugan sosial
    • B. Hadist Iman, Islam dan Ihsan ] [
    • Arti Hadist :Dari Umar radhiallahuanhu juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi RasulullahShallallahu’alaihi wasallam suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yangmengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanyabekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya.Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepadakepada lututnya (Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam) seraya berkata: “ Ya Muhammad,beritahukan aku tentang Islam ?”, maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam :“ Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah,dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikanzakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu “, kemudian dia berkata: “ anda benar “.Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Kemudian dia bertanyalagi: “ Beritahukan aku tentang Iman “. Lalu beliau bersabda: “ Engkau beriman kepada Allah,malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau berimankepada takdir yang baik maupun yang buruk “, kemudian dia berkata: “ anda benar“.Kemudian dia berkata lagi: “ Beritahukan aku tentang ihsan “. Lalu beliau bersabda: “ Ihsanadalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidakmelihatnya maka Dia melihat engkau” . Kemudian dia berkata: “ Beritahukan aku tentanghari kiamat (kapan kejadiannya)”. Beliau bersabda: “ Yang ditanya tidak lebih tahu dari yangbertanya “. Dia berkata: “ Beritahukan aku tentang tanda-tandanya “, beliau bersabda: “ Jikaseorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dandada, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikanbangunannya “, kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau(Rasulullah) bertanya: “ Tahukah engkau siapa yang bertanya ?”. aku berkata: “ Allah danRasul-Nya lebih mengetahui “. Beliau bersabda: “ Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian(bermaksud) mengajarkan agama kalian “.(Riwayat Muslim)
    • Penjelasan : Hadits ini merupakan hadits yang sangat dalam maknanya, karena berasal dari dua makhluk Allah yang terpercaya, yaitu: Amiinussamaa’ (kepercayaan makhluk di langit/Jibril) dan Amiinul Ardh (kepercayaan makhluk di bumi/ Rasulullah). Ada 3 pokok ajaran Islam yang terkandung dalam hadist ini, diantaranya :1. Iman2. Islam3. Ihsan
    • A. ImanKata iman berasal dari bahasa arab, yangmerupakan masdar dari madli Amana,Yu’minu, Imanan, yang artinya percaya.Sedangkan menurut hadits pokok yang telahkami paparkan sebelumnya, iman adalah1. Percaya (adanya) Allah swt2. Percaya kepada para malaikat-Nya3. Percaya kepada kitab-kitabNya4. Percaya kepada Rasul-Nya5. Percaya kepada hari akhir6. Percaya kepada Qada dan Qadar.
    • B. IslamIslam berasal dari bahasa arab yaituAslama yuslimu islaman, yang berartiselamat. Sedangkan menurut hadits pokokdiatas, Islam ialah Rukun Islam, yaitu :1. Syahadat2. Salat3. Zakat4. Puasa5. Haji bagi yang mampu
    • C. IhsanKata ihsan,dari ahsana yuhsinu ihsanan,yaitu bahasa arab yang berarti berbuatbaik, atau memperbaiki. Sedangkan bilamemandang dari hadits pokok diatas,ihsan diartikan sebagai menyembahAllah seakan akan kita melihat-Nya, atausetidaknya kita merasa selalu diawasioleh Allah.
    • KESIMPULANSecara umum, pendidikan agama Islambertujuan untuk “meningkatkan keimanan,pemahaman, penghayatan, dan pengamalanpeserta didik tentang agama Islam, sehinggamenjadi manusia muslim yang beriman danbertaqwa kepada Allah SWT serta berakhlakmulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat,berbangsa dan bernegara”.
    • Dari tinjauan tersebut dapat ditarik beberapa dimensiyang hendak ditingkatkan dan dituju oleh kegiatanpembelajaran pendidikan agama Islam, yaitu:1) Dimensi keimanan peserta didik terhadap ajaranagama Islam.2) Dimensi pemahaman atau penalaran (intelektual)serta keilmuan peserta didik terhadap ajaran agamaIslam.3) Dimensi penghayatan atau pengalaman batin yangdirasakan peserta didik dalam menjalankan ajaranIslam.4) Dimensi pengamalannya.
    • ARIGATO GAZAIMASU