Psak14

2,198 views
2,081 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,198
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
42
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Psak14

  1. 1. PSAK No. 14 AKUNTANSI UNTUK PERSEDIAAN1 of 11Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 14PERSEDIAANPernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 14 tentang Persediaan disetujuidalam Rapat Komite Prinsip Akuntansi Indonesia pada tanggal 24 Agustus 1994 dantelah disahkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Akuntan Indonesia pada tanggal 7September 1994.Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk unsur yang tidak material (immaterialitems)Jakarta, 7 September 1994Pengurus PusatIkatan Akuntan IndonesiaKomite Prinsip Akuntansi IndonesiaHans Kartikahadi KetuaJusuf Halim SekretarisHein G. Surjaatmadja AnggotaKatjep K. Abdoelkadir AnggotaWahjudi Prakarsa AnggotaJan Hoesada AnggotaM. Ashadi AnggotaMirza Mochtar AnggotaIPG. Ary Suta AnggotaSobo Sitorus AnggotaTimoty Marnandus AnggotaMirawati Soedjono Anggota
  2. 2. PSAK No. 14 AKUNTANSI UNTUK PERSEDIAAN2 of 11PENDAHULUANTujuanTujuan Pernyataan ini adalah untuk merumuskan perlakuan akuntansi untukpersediaan menurut sistem biaya historis. Permasalahan pokok dalam akuntansipersediaan adalah jumlah biaya yang harus diakui sebagai aktiva dan konversiselanjutnya sampai pendapatan yang bersangkutan diakui. Pernyataan inimenyediakan pedoman praktis dalam penentuan biaya dan pengakuan selanjutnyasebagai beban, termasuk setiap penurunannya menjadi nilai realisasi bersih (netrealisable value). Pernyataan ini juga menyediakan pedoman rumus biaya yangdigunakan untuk membebankan biaya pada persediaan.Ruang Lingkup01 Pernyataan ini harus diaplikasikan dalam penyusunan laporan keuangan dalamkonteks sistem biaya historis tentang akuntansi persediaan selain:(a) pekerjaan dalam proses yang timbul dalam kontrak konstruksi (constructioncontracts) (lihat Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 34 tentangKontrak Konstruksi);(b) instrumen keuangan; dan(c) persediaan yang dimiliki oleh produsen peternakan, produk pertanian dankehutanan, dan hasil tambang sepanjang persediaan tersebut dinilaiberdasarkan nilai realisasi bersih sesuai dengan kelaziman praktek yangberlaku dalam industri tertentu.02 Persediaan yang dirujuk dala m paragraf 1 (c) diukur dengan nilai realisasi bersihpada tahap produksi tertentu. Hal tersebut terjadi, misalnya, ketika hasil pertaniantelah dipanen atau hasil tambang telah ditambang dan penjualan telah dijaminberdasarkan kontrak berjangka atau jaminan pemerintah, atau bila terdapat suatupasar homogen dan risiko kegagalan pemasaran tidak berarti. Persediaan tersebuttidak termasuk dalam lingkup Pernyataan ini.Definisi03 Berikut adalah pengertian istilah yang digunakan dalam Pernyataan ini:Persediaan adalah aktiva:(a) tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha normal;(b) dalam proses produksi dan atau dalam perjalanan; atau
  3. 3. PSAK No. 14 AKUNTANSI UNTUK PERSEDIAAN3 of 11(c) dalam bentuk bahan atau perlengkapan (supplies) untuk digunakan dalamproses produksi atau pemberian jasa.Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga penjualan dalam kegiatan usaha normaldikurangi taksiran biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untukmelaksanakan penjualan.04 Persediaan meliputi barang yang dibeli dan disimpan untuk dijual kembali,misalnya, barang dagang dibeli oleh pengecer untuk dijual kembali, atau pengadaantanah dan properti lainnya untuk dijual kembali. Persediaan juga mencakupi barangjadi yang telah diproduksi, atau barang dalam penyelesaian yang sedang diproduksiperusahaan, dan termasuk bahan serta perlengkapan yang akan digunakan dalamproses produksi. Bagi perusahaan jasa, persediaan meliputi biaya jasa sepertidiuraikan dalam paragraf 16, di mana pendapatan yang bersangkutan belum diakuiperusahaan. (lihat Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 23 tentangPendapatan).PENJELASANPengukuran Persediaan05 Persediaan harus diukur berdasarkan biaya atau nilai realisasi bersih, mana yanglebih rendah (the lower of cost and net realizable value).Biaya Persediaan06 Biaya persediaan harus meliputi semua biaya pembelian, biaya konversi danbiaya lain yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan tempat yangsiap untuk dijual atau dipakai (present location and condition).Biaya Pembelian07 Biaya pembelian persediaan meliputi harga pembelian, bea masuk dan pajaklainnya (kecuali yang kemudian dapat ditagih kembali oleh perusahaan kepadakantor pajak), dan biaya pengangkutan, penanganan dan biaya lainnya yang secaralangsung dapat diatribusikan pada perolehan barang jadi, bahan dan jasa. Diskondagang (trade discount), rabat dan pos lain yang serupa dikurangkan dalammenentukan biaya pembelian.08 Dalam keadaan yang jarang terjadi, biaya pembelian yang meliputi selisih valutaasing yang timbul secara langsung dalam perolehan persediaan yang ditagih dalamvaluta asing, diperkenankan sebagai perlakuan alternatif seperti yang diuraikandalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 10 tentang Transaksi DalamMata Uang Asing. Selisih valuta asing tersebut terbatas pada yang ditimbulkan daridevaluasi atau depresiasi suatu mata uang yang cukup besar dan terhadap peristiwa
  4. 4. PSAK No. 14 AKUNTANSI UNTUK PERSEDIAAN4 of 11tersebut tidak mungkin dilakukan hedging, dan membawa dampak pada hutang yangtidak dapat diselesaikan dan timbul dari perolehan persediaan yang baru sajadilakukan.(Namun, apabila tersedia kesempatan hedging sebelum devaluasi terjadiakan tetapi kesempatan tersebut tidak dimanfaatkan maka selisih kurs yang timbulakibat devaluasi tidak boleh diperhitungkan sebagai bagian dari biaya pembelian).Biaya Konversi09 Biaya konversi persediaan meliputi biaya yang secara langsung terkait denganunit yang diproduksi dan biaya overhead produksi tetap dan variabel yangdialokasikan secara sistematis, yang terjadi dalam proses konversi bahan menjadibarang jadi. Biaya overhead produksi tetap adalah biaya produksi tak langsung yangrelatif konstan, tanpa memperhatikan volume produksi yang dihasilkan, sepertipenyusutan dan pemeliharaan bangunan dan peralatan pabrik, dan biayamanajemen dan administrasi pabrik. Biaya overhead produksi variabel adalah biayayang berubah secara langsung, atau hampir secara langsung, mengikuti perubahanvolume produksi, seperti bahan tak langsung dan upah tak langsung.10 Pengalokasian biaya overhead produksi tetap ke biaya konversi didasarkan padakapasitas normal fasilitas produksi. Kapasitas normal adalah produksi rata-rata yangdiharapkan akan tercapai selama suatu periode atau musim dalam keadaan normal,dengan memperhitungkan hilangnya kapasitas selama pemeliharaan terencana.Tingkat produksi aktual dapat digunakan bila mendekati kapasitas normal.Pembebanan biaya overhead produksi tetap pada setiap unit produk tidak bertambahsebagai akibat dari rendahnya produksi atau tidak terpakainya kapasitas pabrik.Biaya overhead yang tidak teralokasi diakui sebagai beban pada periode terjadinya.Dalam periode produksi luar biasa tinggi, biaya overhead yang dialokasikan padaunit produk diturunkan, agar persediaan tidak dinilai di atas biaya. Biaya overheadproduksi variabel dialokasikan pada unit produk atas dasar penggunaan fasilitasproduksi yang sebenarnya.11 Proses produksi mungkin menghasilkan lebih dari satu jenis produk secaraserentak. Hal tersebut terjadi, misalnya, bila dihasilkan produk bersama (jointproduct) atau bila terdapat produk utama dan produk sampingan. Bila biaya konversitidak dapat diidentifikasikan secara terpisah, biaya tersebut dialokasikan antarproduk secara rasional dan konsisten. Pengalokasian misalnya dapat dilakukanberdasarkan perbandingan harga jual untuk masing masing produk, baik pada tahapproses produksi pada waktu produk telah dapat diidentifikasikan secara terpisah,atau pada saat produksi telah selesai. Sebagian besar produk sampingan, padahakekatnya tidak material. Kalau kasusnya demikian, produk sampingan sering kalidinilai berdasarkan nilai realisasi bersih dan nilai tersebut dapat dikurangkan padabiaya produk utama. Dengan demikian, nilai produk utama tidak berbeda secaramaterial dari biayanya.Biaya Lain-Lain12 Biaya lain hanya dibebankan sebagai biaya persediaan sepanjang biaya tersebuttimbul agar persediaan berada dalam kondisi dan tempat yang siap untuk dijual atau
  5. 5. PSAK No. 14 AKUNTANSI UNTUK PERSEDIAAN5 of 11dipakai. Misalnya, dalam keadaan tertentu diperkenankan untuk membebankanbiaya overhead non produksi atau biaya perancangan produk untuk pelanggankhusus sebagai biaya persediaan.13 Beberapa contoh biaya yang dikeluarkan dari biaya persediaan dan diakuisebagai beban dalam periode terjadinya adalah:(a) jumlah pemborosan bahan, upah, atau biaya produksi lainnya yang tidaknormal;(b) biaya penyimpanan, kecuali biaya tersebut diperlukan dalam proses produksisebelum dilanjutkan pada tahap produksi berikutnya;(c) biaya administrasi dan umum yang tidak memberikan sumbangan untukmembuat persediaan berada dalam lokasi dan kondisi sekarang; dan(d) biaya penjualan.14 Dalam keadaan tertentu, biaya pinjaman (borrowing costs) dimasukkan sebagaibiaya persediaan sesuai dengan Pernyataan akuntansi keuangan tentang haltersebut.Biaya Persediaan Pemberian Jasa15 Biaya persediaan perusahaan jasa terutama meliputi upah dan biaya personalialainnya yang secara langsung menangani pemberian jasa, termasuk tenaga penyelia,dan overhead yang diatribusikan. Upah dan biaya lainnya yang menyangkutpersonalia penjualan serta administrasi umum tidak termasuk sebagai biayapersediaan, tapi diakui sebagai beban pada periode terjadinya .Teknik Pengukuran Biaya16 Teknik pengukuran biaya persediaan, seperti metode biaya standar atau metodeeceran (retail method), demi kemudahan, dapat digunakan bila hasilnya mendekatibiaya historis. Biaya standar memperhitungkan tingkat normal penggunaan bahandan perlengkapan (supplies), upah, efisiensi dan pemanfaatan kapasitas. Biayastandar ditelaah secara berkala dan, bila perlu, direvisi sesuai dengan kondisiterakhir.17 Metode eceran sering kali digunakan dalam perdagangan eceran untuk menilaipersediaan sejumlah besar barang yang berubah dengan cepat, dan memiliki marginyang tidak jauh berbeda sehingga tidak praktis kalau digunakan metode penetapanbiaya lainnya. Biaya persediaan ditentukan dengan mengurangi harga jualpersediaan dengan persentase margin bruto yang sesuai. Persentase tersebutdigunakan dengan memperhatikan persediaan yang telah diturunkan nilainya(marked down) di bawah harga jual normal. Persentasi rata-rata sering digunakanuntuk setiap departemen penjualan eceran yang menjual kelompok barang yangberbeda.
  6. 6. PSAK No. 14 AKUNTANSI UNTUK PERSEDIAAN6 of 11Rumus Biaya18 Biaya persediaan untuk barang yang lazimnya tidak dapat diganti dengan baranglain (not ordinary interchangeable) dan barang serta jasa yang dihasilkan dandipisahkan untuk proyek khusus harus diperhitungkan berdasarkan identifikasikhusus terhadap biayanya masing masing.19 Yang dimaksud dengan identifikasi khusus biaya adalah atribusi biaya ke barangtertentu yang dapat diidentifikasikan dalam persediaan. Cara ini merupakanperlakuan yang sesuai bagi barang yang dipisahkan untuk proyek khusus, baik yangdibeli maupun yang dihasilkan. Namun demikian identifikasi khusus biaya tidak tepatbagi sejumlah besar barang homogen yang dapat menggantikan satu sama lain(ordinarily interchangeable). Dalam keadaan demikian, metode pemilihan barangyang masih berada dalam persediaan dapat digunakan untuk menentukan di mukadampaknya terhadap laba rugi periode berjalan.20 Biaya persediaan, kecuali yang disebut dalam paragraf 19, harus dihitung denganmenggunakan rumus biaya masuk pertama keluar pertama (MPKP atau FIFO), rata-rata tertimbang (weighted average cost method), atau masuk terakhir keluarpertama (MTKP atau LIFO).21 Formula MPKP/FIFO mengasumsikan barang dalam persediaan yang pertamadibeli akan dijual atau digunakan terlebih dahulu sehingga yang tertinggal dalampersediaan akhir adalah yang dibeli atau diproduksi kemudian. Dengan rumus biayarata-rata tertimbang, biaya setiap barang ditentukan berdasarkan biaya rata-ratatertimbang dari barang serupa pada awal periode dan biaya barang serupa yangdibeli atau diproduksi selama periode. Perhitungan rata-rata dapat dilakukan secaraberkala, atau pada setiap penerimaan kiriman, tergantung pada keadaanperusahaan. Rumus MTKP/LIFO mengasumsikan barang yang dibeli atau diproduksiterakhir dijual atau digunakan terlebih dahulu, sehingga yang termasuk dalampersediaan akhir adalah yang dibeli atau diproduksi terdahulu.Nilai Realisasi Bersih22 Biaya persediaan mungkin tidak akan diperoleh kembali (recoverable) bila barangrusak, seluruh atau sebagian barang telah usang atau bila harga penjualan menurun.Biaya persediaan juga tidak akan diperoleh kembali jika estimasi biaya penyelesaianatau estimasi biaya penjualan meningkat. Praktek penurunan nilai persediaan dibawah biaya menjadi nilai realisasi bersih konsisten dengan pandangan bahwa aktivaseharusnya tidak dinyatakan melebihi jumlah yang mungkin dapat direalisasi melaluipenjualan atau penggunaan.23 Nilai persediaan biasanya diturunkan ke nilai realisasi bersih secara terpisahuntuk setiap barang dalam persediaan. Namun demikian, dalam beberapa kondisi,penurunan nilai persediaan mungkin lebih sesuai jika dihitung terhadap kelompokbarang serupa atau yang berkaitan. Misalnya barang-barang yang termasuk dalamlini produk dengan tujuan atau penggunaan akhir yang serupa, diproduksi dandipasarkan di wilayah yang sama, dan tidak dapat dievaluasi terpisah dari barang-barang lain dalam lini produk tersebut. Penurunan nilai persediaan tidak tepat jikadihitung berdasarkan klasifikasi persediaan, misalnya, barang jadi, atau seluruh
  7. 7. PSAK No. 14 AKUNTANSI UNTUK PERSEDIAAN7 of 11persediaan dalam suatu industri atau segmen geografis tertentu. Perusahaan jasapada umumnya mengakumulasikan biaya dalam hubungannya dengan setiap jasaagar dapat menetapkan harga jual jasa tersebut. Dengan demikian, masing- masingjenis jasa tersebut dibukukan tersendiri.24 Estimasi nilai realisasi bersih didasarkan pada bukti paling andal yang tersediapada saat estimasi dilakukan terhadap jumlah persediaan yang diharapkan dapatdirealisasi. Estimasi ini mempertimbangkan fluktuasi harga atau biaya yang langsungterkait dengan peristiwa yang terjadi setelah akhir periode sepanjang peristiwatersebut menegaskan (confirm) kondisi yang ada pada akhir periode.25 Estimasi nilai realisasi bersih juga mempertimbangkan tujuan pengadaanpersediaan yang bersangkutan. Misalnya, nilai realisasi bersih kuantitas persediaanyang dimiliki untuk memenuhi kontrak penjualan produk atau jasa didasarkan padaharga kontrak. Bila kontrak penjualan adalah untuk kuantitas barang yang lebih kecildaripada persediaan, nilai realisasi bersih untuk kelebihannya harus didasarkan padaharga penjualan umum. Kerugian kontinjen dari kontrak pembelian yang mele bihikuantitas persediaan yang dimiliki dan kerugian kontinjen dari kontrak pembeliandiperlakukan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 8 tentangKontinjensi dan Peristiwa Setelah Tanggal Neraca.26 Nilai bahan baku dan perlengkapan (supplies) lain yang diadakan untukdigunakan dalam produksi persediaan tidak diturunkan di bawah biaya bila barangjadi yang dihasilkan diharapkan dapat dijual sebesar atau di atas biaya. Namundemikian, bila penurunan harga bahan baku mengindikasikan biaya barang jadi yangdihasilkan akan melebihi nilai realisasi bersih, maka nilai bahan diturunkan ke nilairealisasi bersih. Dalam kondisi semacam itu, biaya ganti (Replacement cost)merupakan tolak ukur terbaik yang tersedia bagi nilai realisasi bersih27 Nilai realisasi bersih yang telah ditentukan harus ditinjau kembali pada setiapperiode berikutnya. Apabila kondisi yang semula mengakibatkan penurunan nilaipersediaan di bawah biaya ternyata tidak lagi berlaku, maka jumlah penurunan nilaiharus dieliminasi balik (reversed) sedemikian rupa sehingga jumlah tercatat barupersediaan adalah yang terendah dari biaya atau nilai realisasi bersih yang telahdirevisi. Hal ini timbul misalnya, jika suatu barang dalam persediaan, yangdicantumkan sebesar nilai realisasi bersih karena harga jualnya telah turun, masihdimiliki pada periode berikutnya dan harga jualnya telah meningkat.Pengakuan Sebagai Beban28 Jika barang dalam persediaan dijual maka nilai tercatat persediaan tersebutharus diakui sebagai beban pada periode diakuinya pendapatan atas penjualantersebut. Setiap penurunan nilai persediaan di bawah biaya menjadi nilai realisasibersih dan seluruh kerugian persediaan harus diakui sebagai beban pada periodeterjadinya penurunan atau kerugian tersebut. Setiap pemulihan kembali penurunannilai persediaan karena peningkatan kembali nilai realisasi bersih, harus diakuisebagai pengurangan terhadap jumlah beban persediaan pada periode terjadinyapemulihan tersebut.
  8. 8. PSAK No. 14 AKUNTANSI UNTUK PERSEDIAAN8 of 1129 Proses pengakuan nilai tercatat persediaan yang telah dijual sebagai bebanmenghasilkan pengaitan (matching) beban dengan pendapatan.30 Beberapa persediaan dapat dialokasikan ke rekening aktiva lainnya sepertimisalnya persediaan yang digunakan sebagai komponen aktiva tetap yang dibangunsendiri, pabrik atau peralatan. Persediaan yang dialokasikan ke aktiva lain dengancara ini diakui sebagai beban selama masa manfaat aktiva tersebut.Pengungkapan31 Laporan keuangan harus mengungkapkan:(a) kebijakan akuntansi yang digunakan dalam pengukuran persediaan, termasukrumus biaya yang dipakai;(b) total jumlah tercatat persediaan dan jumlah nilai tercatat menurut klasifikasiyang sesuai bagi perusahaan;(c) jumlah tercatat persediaan yang dicatat sebesar nilai realisasi bersih(d) jumlah dari setiap pemulihan dari setiap penurunan nilai yang diakui sebagaipenghasilan selama periode sebagaimana dijelaskan pada paragraf 28;(e) kondisi atau peristiwa penyebab terjadinya pemulihan nilai persediaan yangditurunkan sebagaimana dijelaskan pada paragraf 28; dan(f) nilai tercatat persediaan yang diperuntukkan sebagai jaminan kewajiban.32 Informasi tentang jumlah tercatat yang disajikan dalam berbagai klasifikasipersediaan dan tingkat perubahannya masing- masing berguna bagi para pemakailaporan keuangan. Klasifikasi persediaan yang biasa digunakan adalah barangdagang, perlengkapan produksi, bahan baku, pekerjaan dalam penyelesaian danbarang jadi. Persediaan dalam perusahaan jasa biasanya disebut pekerjaan dalampenyelesaian.33 Laporan keuangan harus mengungkapkan salah satu informasi berikut ini:(a) biaya persediaan yang diakui sebagai beban selama periode tertentu, atau(b) biaya operasi, yang dapat diaplikasikan pada pendapatan, diakui sebagaibeban selama periode laporan keuangan, diklasifikasikan sesuai denganhakekatnya.34 Biaya persediaan yang diakui sebagai beban selama periode meliputi biaya yangsebelumnya termasuk dalam pengukuran barang dalam persediaan yang telah dijualdan biaya overhead produksi yang tidak teralokasikan serta jumlah abnormal biayaproduksi persediaan. Kondisi perusahaan juga membuka peluang untukmemasukkan biaya lainnya, seperti biaya distribusi.
  9. 9. PSAK No. 14 AKUNTANSI UNTUK PERSEDIAAN9 of 1135 Beberapa perusahaan menggunakan format laporan laba rugi yang berbeda,yang mengakibatkan diungkapkannya berbagai jumlah sebagai pengganti biayapersediaan yang diakui sebagai beban selama periode yang bersangkutan. Denganformat yang berbeda ini, perusahaan mengungkapkan jumlah biaya operasi yangdapat diaplikasikan pada pendapatan periode tersebut, dan diklasifikasikan menuruthakekatnya. Dalam kasus ini, perusahaan mengungkapkan biaya yang diakui sebagaibeban untuk bahan baku dan barang-barang habis terpakai (consumables), tenagakerja dan biaya operasi lainnya bersama-sama dengan jumlah perubahan bersihpersediaan pada periode tersebut.36 Skala, insiden dan hakekat penurunan nilai persediaan menjadi nilai realisasibersih mungkin sedemikian materialnya sehingga memerlukan pengungkapan sesuaidengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.25 tentang Laba atau RugiBersih untuk Perio de Berjalan, Kesalahan Mendasar dan Perubahan KebijakanAkuntansi.
  10. 10. PSAK No. 14 AKUNTANSI UNTUK PERSEDIAAN10 of 11PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NOMOR 14PERSEDIAANPernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 14 terdiri dari paragraf 7-45.Pernyataan Ini harus dibaca dalam konteks paragraf 1-36.37 Pernyataan ini harus diaplikasikan dalam penyusunan laporan keuangan dalamkonteks sistem biaya historis tentang akuntansi persediaan selain:(a) pekerjaan dalam proses yang timbul dalam kontrak konstruksi (constructioncontracts) (lihat Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 34 tentangKontrak Konstruksl);(b) instrumen keuangan; dan(c) persediaan produsen peternakan, produk pertanian dan kehutanan, dan hasiltambang sepanjang persediaan tersebut dinilai berdasarkan nilai realisasibersih sesuai dengan kelaziman praktek yang berlaku dalam industri tertentu.38 Persediaan harus diukur berdasarkan biaya atau nilai realisasi bersih, mana yanglebih rendah (the lower of costant net realizable value).39 Biaya persediaan harus meliputi semua biaya pembelian, biaya konversi danbiaya lain yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan tempat yangsiap untuk dijual atau dipakai (present location and condition).40 Biaya persediaan untuk barang yang lazimnya tidak dapat diganti dengan baranglain (not ordinary interchangeable} dan barang serta jasa yang dihasilkan dandipisahkan untuk proyek khusus harus diperhitungkan berdasarkan identifikasikhusus terhadap biayanya masing masing.41 Biaya persediaan, kecuali yang disebut dalam paragraf 40, harus dihitung denganmenggunakan rumus biaya masuk pertama keluar pertama (MPKP atau FIFO), rata-rata tertimbang (weighted average cost method), atau masuk terakhir keluarpertama (MTKP atau LIFO).42 Jika barang dalam persediaan dijual, maka nilai tercatat persediaan tersebutharus diakui sebagai beban pada periode di mana pendapatan atas penjualantersebut diakui. Setiap penurunan nilai persediaan di bawah biaya menjadi nilairealisasi bersih dan seluruh kerugian persediaan harus diakui sebagai beban padaperiode terjadinya penurunan atau kerugian tersebut. Setiap pemulihan kembalipenurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai realisasi bersih, harusdiakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban persediaan pada periodeterjadinya pemulihan tersebut.43 Laporan keuangan harus mengungkapkan:(a) kebijakan akuntansi yang digunakan dalam pengukuran persediaan, termasukrumus biaya yang dipakai;
  11. 11. PSAK No. 14 AKUNTANSI UNTUK PERSEDIAAN11 of 11(b) total jumlah tercatat persediaan dan jumlah tercatat menurut klasifikasi yangsesuai bagi perusahaan;(c) jumlah tercatat persediaan yang dicatat sebesar nilai realisasi bersih(d) jumlah dari setiap pemulihan dari setiap penurunan nilai yang diakui sebagaipenghasilan selama periode sesuai dengan paragraf 42;(e) kondisi atau peristiwa penyebab terjadinya pemulihan nilai persediaan yangditurunkan sesuai dengan paragraf 42; dan(f) nilai tercatat persediaan yang diperuntukkan sebagai jaminan kewajiban.44 Laporan keuangan harus mengungkapkan salah satu informasi berikut ini:(a) biaya persediaan yang diakui sebagai beban selama periode tertentu, atau(b) biaya operasi, yang dapat diaplikasikan pada pendapatan, diakui sebagaibeban selama periode laporan keuangan, diklasifikasikan sesuai denganhakekatnya.Tanggal Efektif45 Pernyataan ini berlaku untuk laporan keuangan yang mencakupi periode laporanyang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1995. Penerapan lebih dinidianjurkan.

×