Pemanfaatan information technology (teknologi informasi) dalam
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Pemanfaatan information technology (teknologi informasi) dalam

on

  • 3,575 views

 

Statistics

Views

Total Views
3,575
Views on SlideShare
3,575
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
110
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Pemanfaatan information technology (teknologi informasi) dalam Pemanfaatan information technology (teknologi informasi) dalam Presentation Transcript

    • PEMANFAATAN INFORMATION TECHNOLOGY (TEKNOLOGI INFORMASI) DALAM PEMBELAJARAN OLEH : H.ADUNG ABDUL MUKTI NIM 2322110002
    • A. PENDAHULUAN PENDIDIKAN DI INDONESIA SANGAT MEMPRIHATINKAN :  SARANA DAN PRASARANA  KUALITAS PEMBELAJARAN  KUALITAS DAN KUANTITAS TENAGA PENGAJAR  KUALITAS LULUSAN
    • INDIKATOR (Kunandar, 2008 : 1- 2) : minimnyamaupun perguruandimiliki;belum siap memasuki dunia kerja Lulusan sekolah karena kompetensi yang tinggi  Peringkat Human Development Index (HDI) Indonesia yang masih rendah (tahun 2004 peringkat 111 dari 117 negara , tahun 2005 peringkat 110 di bawah Vietnam dengan peringkat 108);  Laporan Educational Achievement International (IEA) bahwa kemampuan membaca siswa SD Indonesia berada diurutan 38 dari 39 negara yang disurvei;  Mutu akademik antarbangsa melalui Program for International Assesment (PISA) 2003 menunjukkan bahwa dari 41 negara yang disurvei untuk bidang IPA Indonesia menempati peringkat ke-38, sementara untuk bidang Matematika dan kemampuan membaca menempati peringkat ke-39. Jika dibandingkan dengan Korea Selatan, peringkatnya sangat jauh, untuk bidang IPA menempati peringkat ke-8, dan Matematika peringkat ke-3, dan membaca peringkat ke-7;  Laporan World Competitiveness Yearbook tahun 2000, daya saing SDM Indonesia berada pada posisi 46 dari 47 negara yang disurvei;  Posisi Perguruan Tinggi yang dianggap favorit, seperti Universitas Indonesia dan Universitas Gajah Mada hanya berada pada posisi ke-61 dan 68 dari 77 perguruan tinggi di Asia;  Indonesia tertinggal dalam bidang IPTEK dibandingkan dengan negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.  Jual-beli gelar, ijazah palsu, dsb.
    • Rendahnya kualitas produk pendidikanberbanding lurus dengan kualitas penyelenggaraan sistem pendidikan, yang komponen pokoknya adalah proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran transformasi berbagai konsep, nilai, serta materi pendidikan diintegrasikan.Mengingat tuntutan masa kini dan masa datang di era globalisasi ini sangat terkait dengan kemajuan teknologi informasi. Karena itu, salah satu cara mengembangkan sistem pendidikan adalah denganmengubah sistem pembelajaran konvensional dengan sistem pembelajaran yang lebih efektif dan efisien melalui pemanfaatan sarana teknologi informasi (information technology [IT]).
    • B. PARADIGMA BARU DALAM PENDIDIKAN KENISCAYAAN PERUBAHAN PENGUASAAN KNOWLEDGE PERGESERAN DAN PERUBAHAN PARADIGMA
    • C. ARTI DAN MANFAAT TI DALAM PEMBELAJARAN  ARTI TI  MANFAAT TI DALAM PEMBELAJARAN  IMPLEMENTASI TI DALAM PEMBELAJARAN  STRATEGI PEMBELAJARAN
    • ARTI TEKNOLOGI INFORMASI (TI) Sebagai penyaluran informasi, ada juga teknologi informasi (TI) yang berfungsi sebagai penyimpan dan pengolah informasi. Fungsi terakhir inilah menyebabkan orang menyebutnya teknologi komunikasi sebagai teknologi informasi (Sa’ud, 2009 : 183). Menurut Abdulkadir dalam Hamzah B. Uno dan Nina Lamatenggo (h.200) teknologi informasi adalah gabungan antara teknologi komputer dan teknologi komunikasi. Richard Weiner dalam Websters New Word Dictionary and Communications (dalam Sa’ud,h.183) disebutkan bahwa teknologi informasi adalah pemerosesan, pengolahan, dan penyebaran data oleh kombinasi komputer dan telekomunikasi. TI lebih kepada lebih kepada pengerjaan data. TI menitikberatkan perhatiannya kepada bagaimana data diolah dan diproses dengan menggunakan komputer dan telekomunikasi. Menurut Munir (2004) dalam Sa’ud (h.183) TI merangkum semua aspek yang berhubungan dengan mesin komputer dan komunikasi dan teknik yang digunakan untuk menangkap, mengumpulkan, menyimpan, memanipulasi, menghantar, dan mempersembahkan suatu bentuk informasi yang benar. Komputer yang mengendalikan semua bentuk idea dan informasi memainkan peranan yang sangat penting. Menurut Alter dalam Syam,2004 (dalam Sa’ud,h.184) diartikan sebagai perangkat keras dan lunak untuk melaksanakan sejumlah tugas pemerosesan data. Sejalan dengan definisi Alter diungkapkan oleh Hamzah B. Uno dan Nina Lamatenggo (h.57) yang menyebutkan bahwa TI adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data. Namun, Alter menjelaskan dalam perkembangannya TI mendapat respons yang lebih luas, di mana TI juga mencakup teknik komunikasi sebagai sarana untuk mengirim informasi. Dengan demikian, segala bentuk teknologi yang diimplementasikan untuk memeroses dan mengirim informasi dalam bentuk elektronik, software pemeroses transaksi perangkat lunak untuk lembar kerja, peralatan komunikasi serta jaringan, termasuk pada wilayah TI.
    • MANFAAT TI DALAM PEMBELAJARANKecenderungan Dunia Pendidikan di Masa Depan (Hamzah B.Uno dan NinaLamatenggo [h.60-61]) : Berkembangnya pendidikan terbuka dengan modus belajar jarak jauh (distance learning). Sharing resource bersama antarlembaga pendidikan/latihan dalam sebuah jaringan perpustakaan dan instrumen pendidikan lainnya (guru,laboratorium) berubah fungsi menjadi sumber informasi. Penggunaan perangkat TI interaktif, seperti CD-ROM multimedia, dalam pendidikan secara bertahap menggantikan televisi dan video. Dengan adanya perkembangan TI dalam bidang pendidikan, maka pada saat ini sudah dimungkinkan untuk diadakan pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk menghubungkan antara mahasiswa dengan dosennya, melihat nilai mahasiswa secara online, mengecek keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan berkas tugas yang diberikan dosen dan sebagainya, semuanya itu sudah dapat dilakukan.
    • D. IMPLEMENTASI TI DALAM PEMBELAJARAN  KOMPUTER  MULTIMEDIA  INTERNET  E-Learning
    • KOMPUTERFungsi Komputer dalam Pembelajaran : Sebagai manajer dalam proses pembelajaran yang dikenal dengan nama Computer-Managed Instruction. Sebagai pembantu tambahan dalam belajar; pemanfaatannya meliputi informasi isi materi pelajaran, latihan atau kedua-duanya. Modus ini dikenal sebagai Computer-Assisted Instruction (CAI). CAI mendukung pembelajaran dan pelatihan, tetapi ia bukanlah penyampai utama materi pelajaran (Azhar Arsyad, 2006 :96).
    • Peran dan fungsi komputer dalam prosespembelajaran (Hannafin dan Peck (1998) dalamHamzah B.Uno dan Nina Lamatenggo [h.136-137] ) : Memungkinkan interaksi langsung antara peserta didik dan materi pelajaran. Proses belajar dapat berlangsung secara individual sesuai dengan kemampuan peserta didik. Mampu menampilkan unsur audio visual untuk meningkatkan minat belajar (multimedia). Dapat memberikan umpan balik terhadap respons peserta didik dengan segera. Mampu menciptakan proses belajar secara berkesinambungan.
    • PENERAPAN KOMPUTER DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN Pembelajaran dengan Model Drills bantuan komputer (Computer Model pembelajaran yang bertujuan memberikan Assisted Instruction, CAI) pengalaman belajar yang konkret melalui penciptaan tiruan-tiruan bentuk pengalaman yang mendekati pengalaman yang sebenarnyaPembelajaran berbasis Model Tutorialkomputer (Computer Based Program tutorial pada dasarnya sama dengan programInstruction, CBI) bimbingan, yang bertujuan memberikan bantuan kepada siswa agar dapat mencapai hasil belajar secara optimal Model Simulasi Model CBI yang menampilkan materi pelajaran yang dikemas dalam bentuk simulasi-simulasi pembelajaran dalam bentuk animasi yang menjelaskan konten secara menarik, hidup, dan memaadukan unsur teks, gambar, audio, gerak, dan paduan warna yang serasi dan harmonis Model Instructional Games menyediakan pengalaman belajar yang memberikan fasilitas belajar untuk menambah kemampuan siswa melalui bentuk permainan yang mendidik (Rusman, 290-320)
    • MULTIMEDIAPengertian multimedia secara sederhana diartikansebagai lebih dari satu media. Ia bisa berupakombinasi antara teks, grafik, animasi, suara, danvideo. Penekanannya kepada kendali komputersebagai penggerak keseluruhan gabungan mediaitu. Dengan demikian, arti multimedia yangumumnya dikenal dewasa ini adalah berbagaimacam kombinasi grafik, teks, suara, video, dananimasi. Penggabungan ini merupakan satukesatuan yang secara bersama-sama menampilkaninformasi, pesan, atau isi pelajaran (Azhar Arsyad,2006 : 170-171).
    • BENTUK SAJIAN MUTIMEDIA Animasi : yakni sumber-sumber informasi visual dengan format animasi atau gerak rekaan. Audio clip : yakni sajian multimedia yang mengkhususkan diri pada objek- objek dan subjek-subjek dengan format audio. Musik, narasi, pidato, drama radio, adalah beberapa contohnya. Img : yakni sumber-sumber informasi yang berbasis image atau gambar. Text : yakni sumber-sumber multimedia yang khusus berisi file teks dan referensi relevannya. Textream : yakni sebentuk transfer format dari teks satu ke teks lainnya, dari grafik satu ke grafik lainnya. Video : yakni sumber-sumber informasi yang khusus mengenai video clip dengan materi khusus pendidikan dan instruksional. Ref : yakni media referens generic, yang bisa diangkat dari beragam konsep umum dan khusus yang dianggap menarik untuk dijadikan sumber informasi instruksional.
    • INTERNETInternet singkatan dari interconnection and networking,adalah jaringan informasi global, yaitu ‘The largest globalnetwork of computers, that enables people throughoutthe world to connect with each other’.Untuk dapat menggunakan internet diperlukan sebuah komputer yangmemadai, harddisk yang cukup, modem berkecepatan minimal 14.400,sambungan telepon (multi fungsi: telepon, facsimile, dan internet), adaprogram Windows, dan sedikit banyak tahu cara mengoperasikannya.Internet disebut juga media massa kontemporer, karena memenuhi syarat-syarat sebagai sebuah media massa, seperti antara lain : ditujukan kepadasejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim, serta melewatimedia cetak atau elektronik, sehingga pesan informasi yang sama dapatditerima secara serentak dan sesaat oleh khalayaknya (Rusman, 2011 : 340).
    • Manfaat internet sebagai media pembelajaran :  Belajar mandiri;  Berperan sebagai seorang peneliti;  Menjadi seorang analis;  Guru tidak perlu hadir secara fisik di kelas (classroom meeting);  Dapat belajar bekerja sama (collaborative);  Dapat saling berkirim e-mail untuk mendiskusikan bahan ajar; dan  Dapat berkomunikasi dengan teman sekelasnya (Rusman,h.341).
    • Karakteristik internet :  Sebagai media interpersonal dan juga sebagai media massa yang memungkinkan terjadinya komunikasi one-to-one communications atau one-to-many communications,  Memiliki sifat interaktif,  Memungkinkan terjadinya komunikasi secara sinkron (synchronous) maupun tertunda (asynchronous), sehingga memungkinkan terjadinya dialog/komunikasi yang merupakan syarat terselenggaranya suatu proses belajar-mengajar.
    • Web Course adalah penggunaan internet untuk keperluan pembelajaran, di mana seluruh bagian bahan belajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan, dan ujian sepenuhnya disampaikan melalui internet. Web Centric Course Sebagian bahan belajar, diskusi, konsultasi, penugasan dan latihan, disampaikan melalui internet, sedangkan ujian dan sebagianTiga model pembelajaran konsultasi, diskusi, dan latihan dilakukan secaramelalui internet menurut tatap muka secara tatap muka yang biasanyaHaughey (1998) dalam Sa’ud berupa tutorial, tetapi persentasi tatap muka(h.201-203) tetap lebih kecil dibandingkan dengan persentasi proses pembelajaran melalui internet. Web Enhanced Course. Model ini merupakan pemanfaatan internet untuk pendidikan, untuk menunjang peningkatan kualitas belajar mengajar di kelas. Bentuk ini juga dikenal dengan nama web life course, karena kegiatan pembelajaran utama adalah tatap muka di kelas.
    • Menggunakan sepenuhnya fasilitas internet yang telah ada, seperti e-mail, IRC (Internet Relay Chart), word wide web, millis (milling list), dan FTP (File Transfer Protocol). Menggunakan software pengembang program pembelajaran dengan internet yang dikenal dengan Web Course Tools, yang di antaranya dapat diperoleh secaraTiga cara pengembangan gratis, ataupun dapat juga dengansistem pembelajaran membelinya. Ada beberapa vendor yanginternet menurut Sa’ud mengembangkan Web Course Tools seperti(h.205) WebCT, Webfuse, TopClass, dan lain-lain. Mengembangkan sendiri program pembelajaran sesuai dengan kebutuhan (tailor made), dengan menggunakan bahasa pemrograman seperti ASP (Active Server Pages), dan lain-lain.
    • MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS WEB (E-LEARNING)e-Learning merupakan model pembelajaran jarak jauh secara online (distance learning). Electronic learning (e-learning) menurut Rusman (h.335) dapat didefinisikan sebagai aplikasi teknologi web dalam dunia pembelajaran untuk sebuah proses pendidikan. Secara sederhana dapat dikatakan semua pembelajaran dilakukan dengan memanfaatkan teknologi internet
    • BEBERAPA PANDANGAN MENGENAI E-LEARNING, DI ANTARANYA : E-learning adalah konvergensi antara belajar dan internet (Bank of America Securities dalam Sa’ud, h.184) E.learning adalahkeseluruhan variasi internet dan teknologi web untuk membuat, mengirim, dan memfasilitasi pembelajaran (Robert Peterson dan Piper Jafray dalam Sa’ud, h.185) Istilah e-learning dapat didefinisikan sebagai sebuah bentuk teknologi informasi yang diterapkan di dunia pendidikan dalam bentuk dunia maya. Definisi e-learning sendiri sebenarnya sangat luas, bahkan sebuah portal yang menyediakan informasi tentang suatu topik dapat tercakup dalam lingkup e-learning. Namun, istilah e-learning lebih tepat ditujukan sebagai usaha untuk membuat sebuah transformasi proses belajar-mengajar yang ada di sekolah atau kampus ke dalam bentuk digital yang dijembatani oleh teknologi internet (Munir, 2007 : 500).
    • Adaptive Learning Theory. Tiga macam model desain Preferred Modality bahan ajar Theory e-learningMunir,h.514-515). Cognitive Flexibility Theory
    • Learner-1 LINGUISTIC Strategy 1 Learner-2 Providing a LOGICAL Strategy 2 variety of Learning and ADAPTIVE Teaching LEARNING Learner-3 Strategy 3 Material THEORY SPATIAL Learner-4 INTERPERSONAL Strategy ….nAdaptive Learning Theory. Teori ini mengandaikan pelajar memasuki pembelajaran pada tahap pencapaian dan pengalaman yang berbeda. Guru perlu menggunakan berbagaibahan dan strategi pengajaran untuk memenuhi pencapaian/pengalaman yang berbeda ini. Ini juga bermakna software perlu menggunakan berbagai strategi dan pendekatan untuk memenuhi kehendak yang berlainan ini.
    • LEARNER 1 VISUAL LEARNER 2 Preferred AUDIO Modality LEARNER 3 Theory LEARNER 4 TACTICAL Preferred Modality Theory. Teori ini mengandaikan pelajar mempunyai kecenderungan terhadap modalitas yang berbeda. Ini bermakna sebagianpelajar, lebih suka memahami apabila melihat dan mendengar. Software perlu memuatkan kombinasi teks, grafik, suara, dan animasi dengan bijak.
    • 3 5 4 1 2 3 2 6 1 LINEAR APPROACH TO LEARNING NON-LINEAR APPROACH TO LEARNING Cognitive Flexibility Theory. Teori ini menghandaikan apabila suatu materi dipelajaridengan lebih mendalam, maka akan lebih pandai dan bermakna apabila pelajar tersebut belajar dengan cara nonlinear. Ini karena suatu materi itu merangkumi berbagai aspek dan domain. Pengembangan software seharusnya tidak menyerupai metafora buku yang lebih linear atau berurutan dari segi pendekatan penyampaian pengetahuannya.
    • E. PENUTUPPenggunaan Teknologi Informasi (TI) dalam pembelajaran adalah merupakansolusi yang sangat tepat untuk mengatasi berbagai persoalan rendahnyaproses dan kualitas hasil belajar siswa. Penggunaan Teknologi Informasimemberikan kontribusi terhadap siswa akan dengan mudah memperolehberbagai knowledge melalui website, diskusi di mailing list, dan chating.Artinya, peserta didik dapat belajar kapan saja, dan di mana saja selama 24jam.Guru dalam proses pembelajaran dapat memilih alternatif produk teknologiinformasi, apakah menggunakan komputer sebagai media, multimedia,internet, atau e-learning. Masalah yang harus dipertimbangkan dalammenetapkan produk TI yang akan digunakan, tentu saja harusmempertimbangkan kualifikasi para guru, karakteristik siswa yang beragam,kontrol belajar peserta didik, ketersediaan atau dapat disediakan produkteknologi yang akan dipakai secara memadai. Yang disebutkan terakhirberkaitan dengan dana yang cukup mahal.
    • DAFTAR PUSTAKA Azhar Arsyad, Media Pembelajaran. Jakarta : RajaGrafindo Persada, 2006 Hamzah B.Uno dan Nina Lamatenggo, Teknologi Komunikasi & Informasi Pembelajaran. Jakarta : Bumi Akasara, 2010 Kunandar, Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru. Jakarta : RajaGrafindo Persada, 2008 Mohammad Ali, et al (Penyunting), Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Bandung : Imperial Bhakti Utama, 2007 Mulyasa, Kurikulum Berbasis Kompetensi Konsep, Karakteristik, dan Implementasi. Bandung : Remaja Rosdakarya, 2004 Pawit M.Yusuf, Komunikasi Instruksional Teori dan Praktik, Jakarta : Bumi Aksara, 2010 Rusman, Model-model Pembelajaran Mengembangkan Profesional Guru. Jakarta : Rajawali Pers, 2011 Udin Syaefudin Sa’ud, Inovasi Pendidikan. Bandung : Alfabeta, 2009
    • TERIMA KASIH