Modul 9 kgd gangguan keseimbangan cairan sinkronisasi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Modul 9 kgd gangguan keseimbangan cairan sinkronisasi

on

  • 3,083 views

 

Statistics

Views

Total Views
3,083
Slideshare-icon Views on SlideShare
3,083
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
92
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Modul 9 kgd gangguan keseimbangan cairan sinkronisasi Modul 9 kgd gangguan keseimbangan cairan sinkronisasi Presentation Transcript

    • KEPERAWATAN GAWAT DARURATPADA GANGGUAN KESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT
    • Tujuan KhususPESERTA MAMPU Menjelaskan fisiologi cairan tubuh Menjelaskan gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit Melakukan tindakan pada gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit Melakukan monitoring pada pasien dengan gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit selam dilakukan koreksi
    • POKOK BAHASANFisiologi cairan dan elektrolitGangguan volume cairanPenatalaksanaan terapi cairanGangguan keseimbangan elektrolitPenatalaksanaan gangguankeseimbangan elektrolit
    • Fisiologi Cairan TubuhKomposisi Cairan Tubuh Dewasa muda • 60% dari berat badan (BB) adalah air • Sisanya 40 %  18% protein  15 % lemak  7 % mineral Cairan tubuh 60% BB • Cairan intrasel 40% BB, • Ekstrasel 20%  interstisial 15 % dan  plasma darah 5%.
    • Faktor-faktor yang mempengaruhi keseimbangan cairan tubuh : Tekanan hidrostatik kapiler Tekanan osmotik koloid Permiabilitas kapiler Kadar ion natrium
    • Kebutuhan Cairan & Elektrolit Kebutuhan Cairan : Dewasa 30 – 40 ml / kg BB / hari Anak • < 10 kg = 100 ml/kg BB/hari • 11-20 kg = 1000 ml + 50 ml (BB - 10 kg) • > 20 kg = 1500 ml + 20 ml (BB – 20 kg) Kebutuhan Elektolit : Natrium 3 mEq/kg BB/hari Kalium 2 mEq/kg BB/hari
    • Gangguan Volume Cairan Dehidrasi Syok Hipovolemi Karena Perdarahan
    • Kekurangan cairan Tubuh (Dehidrasi)PENGERTIAN Hilangnya air dengan peningkatan kadar natrium serum (Smeltzer & Bare)
    • Penyebab Kehilangan air (water depletion) Kehilangan natrium (sodium depletion) Kombinasi keduanya (water and sodium depletion)
    • DERAJAT, TANDA/GEJALA, & PENANGANAN DEHIDRASI DERAJAT TANDA & GEJALA PENANGANANDehidrasi Membran mukosa Memberikan cairan 50Ringan kering, meningkatnya ml/kgBB per oral(kehilangan rasa haus, turgor kulit setiap interval 4 jamcairan 2 – 5 % menurunBB)Dehidrasi Pre syok / syok, turgor Memberikan cairanSedang kulit buruk, tekanan 100 ml/kg BB atau darah menurun, takikardi, lebih setiap 4 jam per(kehilangan nadi lemah, napas cepat, oral bila masihcairan 5 – 8 kulit lembab dan dingin. memungkinkan dan% BB) lakukan IV access
    • DERAJAT, TANDA/GEJALA, & PENANGANAN DEHIDRASI DERAJAT TANDA & GEJALA PENANGANANDehidrasi Tanda dan gejala pada DilakukanBerat dehidrasi sedang pemasangan IV dengan kesadaran access, dan(kehilangan menurun, sianosis, dan pemberian cairancairan 8 – 10 otot kaku. Pada dewasa % BB) diberikan bolus 20 cc/ kgBB/jam, bila hemodinamik belum stabil kombinasikan pemberian cairan dengan koloid
    • SYOK HIPOVOLEMIKPENGERTIAN Syok didefinisikan sebagai kondisi yang mengancam jiwa, yang ditandai dengan tidak adekuatnya aliran darah ke jaringan dan sel-sel tubuhtidak adekuatnya oksigen dan nutrisi ke sel  kematian sel & kegagalan organ  kematian Syok hipovolemik disebabkan karena terjadinya penurunan volume intravaskular Salah satu penyebab syok hipovolemik adalah perdarahan
    • KLASIFIKASI SYOK HIPOVOLEMIK KARENA PERDARAHANKlasifikasi Penemuan klinis PengelolaanShockKlas I: kehilangan Hanya takikardia •Hentikan perdarahanvolume darah <15% minimal •Tidak perlu (<100x/menit) penggantian volume •Posisi kaki ditinggikanKlas II: kehilang Takikardia(100-120x/ •Hentikan perdarahanvolume darah menit) •Penggantian volume15-30% Takipneu(20-30x/me dengan cairan nit) kristaloid(3x Penurunan tekanan kehilangan) nadi •Posisi kaki ditinggikan Penurunan produksi •Obs. TTV urine(20-30cc/jam) •Obs. Output urine
    • KLASIFIKASI SYOK HIPOVOLEMIK KARENA PERDARAHANKlasifikasi Penemuan klinis PengelolaanShockKlas III: Takikardia(>120x/menit) Seperti pada syokkehilangan Takipneu(30-40x/menit) klas IIvolume darah Bingung. Penurunan produksi Penggantian volume30-40% dengan cairan urine(5-15cc/jam) kristaloid dan darah Jika terpasang CVP ukur secara berkalaKlas IV: Takikardia(>140x/menit) Sama dgn syok klaskehilangan Takipneu(>35x/menit), pucat IIIvolume darah dingin, perubahan mental bingung>40% & lemah, bila kehilangan volume >50%, pasien tidak sadar, tekanan sistolik = diastolic, produksi urine
    • Terapi CairanPengertian Terapi cairan adalah pemberian cairan intravena untuk mengembalikan volume cairan/darah yang merupakan salah satu bentuk terapi medis yang paling efektif dan baikTujuan untuk mengembalikan perfusi jaringan dan pengiriman oksigen ke sel, sehingga dengan demikian akan mengurangi iskemia jaringan dan kemungkinan kegagalan organ.
    • Jenis CairanKristaloidKristaloid adalah suatu kelompok cairan tanpapenambahan solut ionik atau nonionik.Penyebarannya ditentukan oleh kadar Na+ yanghampir isotonik, cairan tersebut didistribusikan keruang interstisial ¾, dan hanya ¼ yang tinggal diintravaskuler, selama 15-20 menit.Contoh cairan kristaloid, NaCL 0,9%, NaCLhipertonik, Ringer laktat (RL). Ringer asetat (RA)
    • Jenis CairanKoloidKoloid adalah cairan yang mengandung partikelonkotik, sehingga menghasilkan tekanan onkotik.Contohnya adalah : darah, produk darah sepertialbumen karena mengandung molekul proteinbesar.Koloid artifisial juga mengandung molekul besarseperti ; gelatin, dekstran atau kanji hidroksetil.Semua larutan koloid akan mengekspansikanruang intravaskuler.Koloid dengan tekanan onkotik yang lebih besardari pada plasma (hiperonkotik) akan menarikcairan ke dalam ruang intravaskuler, seperti :albumin, HES 200/0,5, dll.
    • PENATALAKSANAAN TERAPI CAIRANAkses VaskularJenis terapi cairanMonitoring dan evaluasiRespons pemberian
    • AKSES VASKULARTempat untuk akses vena adalah berturut-turutmulai dari vena perifer kemudian ke venasentral.Pada anak kecil kurang dari 6 tahun, intraosseus, terakhir vena sentral.Pada pasien syok, IV akses dipasang minimal 2jalurNomor jarum yang digunakan:– Dewasa; nomor 16, 18, 20– Anak ; nomor 20, 22, 24
    • CARA MENGHITUNG TETESAN INFUS Jenis selang infus : – Transfusion set (blood set) : 1 cc = 15 tetes – Infusion set : 1 cc = 20 tetes – Mikrodrip (burret) : 1cc = 60 tetes Jumlah tetesan infus :Jumlah cairan (ml) yang dibutuhkan x faktor tetesan = ………..tetes/menit Lama pemberian (jam) x 60 menit
    • Jenis Terapi CairanResusitasi Terapi cairan resusitasi (pengganti) adalah untuk menggantikan semua kehilangan abnormal, baik yang terlihat atau tidak terlihat bila terjadi hipovolemiRumatan Terapi cairan rumatan berarti pemenuhan jumlah air, elektrolit (natium, kalium, klorida) serta glukosa yang dibutuhkan klien yang tidak dapat memilih asupan mereka sendiri. Diberikan setelah hemodinamik stabil, dan bertujuan untuk menggantikan cairan yang hilang oleh karena evaporasi, redistribusi, dan perdarahan baik akibat trauma maupun pembedahan.
    • Monitoring dan evaluasiSirkulasi perifer (perfusi); akral, capillary refill,warna kulit,suhu tubuh.Nadi merupakan indikator yang sedikit lebih handal.Frekuensi nadi pada dewasa Nadi dewasa > 100 x /mt, usia sekolah > 120 x/mt, bayi > 160 x/mt,menandakan hipovolemia. Nadi dapat dipengaruhioleh faktor-faktor : nyeri, stress emosional, danobat-obatan.Tekanan darah : relatif tidak sensitif. Tekanandarah tidak memberikan gambaran perfusi jaringan,dan karena pelepasan katekolamin pada klien syok,tekanan darah dapat dipertahankan dengan baikwalau terjadi hipovolemia (syok ringan).Jumlah urine ; 0.5 ml / kg BB/jam (30-50 ml/jam).Central venous pressure (CVP)
    • Respon Pemberian Terapi Cairan Respon cepat Respon sementara Respon minimal atau tidak berespon
    • Kelebihan cairan tubuhPENGERTIAN : Mengacu pada perluasan isotonik yang disebabkan oleh retensi air dan natrium yang abnormal dalam proporsi yang kurang lebih sama dimana mereka secara normal berada dalam CES (Smeltzer & Bare)
    • Penyebab Peningkatan tekanan hidrostatik; gagal jantung kongestif, gagal jantung kiri. Penurunan tekanan osmotik plasma; kerusakan pada hati, sindrom nefrotik. Obstruksi saluran limfe; kanker payudara, fibrosis pasca radiasi filariasis
    • Tanda dan Gejala• Pitting edema• Gangguan Pertukaran gas : Asfiksia, anoksia.• Hipoalbuninemia• Proteinuria• Distensi Vena Jugularis• Bunyi Ronki basah pada basal paru
    • PenatalaksanaanMandiri :• Pembatasan pemberian cairan• Observasi balance cairan.• Tidur dengan posisi kepala ditinggikanKolaborasi :• Pemberian oksigen• Terapi preparat diuretik• Pemberian cairan hipertonik/albumin (untuk meningkatkan tekanan osmotik koloid)
    • GANGGUAN KESEIMBANGAN ELEKTROLIT Hiponatremia Hipernatremia Hipokalemia Hiperkalemia
    • HIPONATREMIA PENGERTIAN PENYEBAB TANDA & PENANGANAN GEJALAKadar natrium serum Muntah, Mual, Penggantian Natriumyang kurang dari Diare, Kram perut, Mengatasi penyebabnormal (kurang dari Berkeringat, Anoreksia, Koreksi Hiponatremi135 meq/L; SI 135 diuretik, Kram otot, Larutan Penggantimmol/L). Defisiensi aldosteron Perasaan dengan NaCl 3 % kelelahan, atau NaCl 5 % Jika kadar dengan kecepatan natrium 1 ml/Kg BB/jam dibawah 115 mEq/L dapat ditemukan TTIK
    • HIPERNATREMIA PENGERTIAN PENYEBAB TANDA & PENANGANAN GEJALANatrium serum yang Kehilangan Gg. suhu larutan hipotoniklebih tinggi dari air, makanan tubuh, seperti NaCl 0,3 %normal, yaitu lebih hipertonis, gelisah & atau larutantinggi dari 145 mEq/ Diare, kelemahan isotonik sepertiL (SI 145 mmol/L). Tenggelam disorientasid D5W air laut, elusi & Diuretik dialisa, cairan halusinasi, Desmopressin hipertonis, haus,lidah kering (DDAVP), jika Diabetes & bengkak, penyebabnya insipidus mukosa lengket diabetes insipidus
    • Hipokalemi PENGERTIAN PENYEBAB TANDA & PENANGANAN GEJALAKalium serum yang Muntah, Keletihan Pencegahan, dietdibawah normal ( < diare, mual, muntah cukup kalium, kalium3,5 mEq/L) suction tambahan oral, anoreksia, pada Kalium tambahan IV lambung, kelelemahan ”Drip” otot, Gg. asam basa kram kaki, Hiperaldosteron, penurunan Diuretik, motalitas usus pemberian parestesia insulin disritmia, gangguan pada fungsi ginjal, Intoleransi glukosa
    • Hiperkalemi PENGERTIAN PENYEBAB TANDA & PENANGANAN GEJALA Gagal, Efek pd Periksa EKG/Kalium serum yang ginjal, mio- pasang monitorlebih dari Hipoaldoste Kardium, EKG, ( > 5,5 mEq/L) ronisme disritmia pemantauan nilai Penggunaa dan henti kalium serum, n obat- jantung, pembatasan diet obatan Kelemahan kalium dan obat misalkan otot yang mengandung kalium skeletal, kalium klorida, dan mual, kolik, diuretik pemberian diare hemat Kayesalate, pd kalium keadaan gadar : Ca glukonas, Nabic, dialisa, insulin+Dext
    • Monitoring Selama Koreksi Elektrolit Memantau tanda-tanda vital Memantau pemasukan dan haluaran cairan Catat adanya manifestasi gastro intestinal seperti anoreksi, mual, muntah dan kram abdomen (pada hiponatremia) Observasi terhadap adanya perubahan pada sistem saraf pusat misalnya letargik, konfusi, kedutan otot, dan kejang-kejang (pada hiponatremia dan hipernatremia)
    • Monitoring Selama Koreksi Elektrolit  Pemantaun kadar elektrolit serum  Observasi terhadap adanya gejala keletihan, anoreksia, mual, kelemahan otot, penurunan motilitas usus, parestesia (pada hipokalemi dan hiperkalemi)  Monitor gambaran jantung melalui monitor EKG terhadap adanya tanda-tanda disritmia (pada hipokalemia dan hiperkalemia)