PUSKESMAS ALAHAN PANJANG

3,600 views
3,484 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
3,600
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
83
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

PUSKESMAS ALAHAN PANJANG

  1. 1. PROFIL PUSKESMAS ALAHAN PANJANG2012 JALAN GAJAH MADA NO 09,KEC.LEMBAH GUMANTI KABUPATEN SOLOK TELP:0755-60133
  2. 2. BERSAMA................KITA BERBUAT YANG TERBAIKUNTUK PUSKESMAS ALAHAN PANJANG Drg.YURNELI DARTI
  3. 3. KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahanRahmat yang diberikan sehingga penyusunan profil kesehatan Puskesmas AlahanPanjang tahun 2012 dapat di susun sesuai harapan.Profil Kesehatan Puskesmas Matakali merupakan salahsatu Produk penting darisistim Informasi Kesehatan. Profil ini adalah sarana untuk memantau danmengevaluasi pencapaian Visi dari Puskesmas Alahan Panjang,sekaligusmemberikan gambaran kesehatan di wilayah Puskesmas Alahan Panjangiberupa,Gambaran umum,Derajat kesehatan ,Upaya pelayanan kesehatan,Sumberdaya kesehatan yang disajikan dalam bentuk narasi,table dan grafik.Di era Desentaralisasi pemanfaatan data sebagai acuan sangat penting dalammenyusun perencanaan baik di tingkat Puskesmas maupun di tingkat Kabupatensehingga lebih terarah dalam setiap kegiatan yang akan dilaksanakan setiapprogram di Puskesmas.Data yang disajikan pada Profil Kesehatan Puskesmas Alahan Panjang 2012 iniadalah Paduan dari data BPS Kab.Solok dengan data Pengamatan langsung ( Door toDoor ) yang disajikan dalam bentuk cakupan program ( Basic Six ) PuskesmasAlahan PanjangDalam Penyusunan Profil Kesehatan Puskesmas Alahan Panjang ini ada beberapahambatan yang ditemui sehingga bila ada kekurangan dalam penyusunan mohon dimaklumiAkhirnya Tim Penyusun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yangberpartisipasi dalam penyusunan profil kesehatan Puskesmas Alahan PanjangWassalam.
  4. 4. VISI DAN MISI PUSKESMAS ALAHAN PANJANG VISI: -MENGGERAKAN PEMBANGUNAN BERWAWASAN KESEHATAN. -MENDORONG KEMANDIRIAN MASYARAKAT UNTUK HIDUP SEHAT. -MEMELIHARA DAN MENINGKATKAN PELAYANAN KESEHATAN YANGBERMUTU,MERATA,ADIL DAN TERJANGKAU -MEMELIHARA DAN MENINGKATKAN KESEHATAN INDIVIDUAL DAN MASYARAKAT TERMASUK LINGKUNGAN MISI: MENJADI SARANA KESEHATAN TERDEPAN DALAM MENGATASI MASALAH KESEHATAN DI KECAMATAN.
  5. 5. STRATEGI:1. Menjalin kerjasama Lintas Sektor Dan Lintas Program2. Memberikan Pelayanan Kesehatan Dasar Yang bermutu Dan berorientasi Pada Aspek Promotif,Preventif Tanpa mengesampingkan Aspek Kuratif dan Rehabilitatif.3. Meningkatkan Profesionalisme Petugas Puskesmas4. Meningkatkan peran serta Masyarakat (PKK,TOGA,) dalam hal Pelayanan Dasar.
  6. 6. GAMBARAN UMUMA. GEOGRAFIPETA WILAYAH KERJA PUSKESMAS ALAHAN PANJANG:
  7. 7. 1.Jumlah Penduduk : 53.689 Org2.Luas Daerah : 723.000 Km23.Jumlah Jorong : 34 Jorong4.Batas2 Wilayaha. Utara : Payung Sekakib. Selatan : Pantai Cerminc. Timur : Hiliran Gumantid. Barat : Danau Kembar
  8. 8. BAB I PENDAHULUANA. LATAR BELAKANGDalam tatanan desentralisasi atau Otonomi Daerah di bidangkesehatan kualitas dari sistim informasi kesehatan di tingkatKabupaten sangatlah ditentukan oleh sistim InformasiKesehatan yang berkualitas di tingkat kecamatan / puskesmasoleh karena itu kami membuat Profil Kesehatan PuskesmasAlahan Panjang yang menyajikan Informasi Kesehatan secaramenyeluruh di wilayah Puskesmas Alahan Panjang tahun 2012khususnya cakupan Pelayanan Kesehatan sebagai dasarEvaluasi tahunan dan pemantauan dari pada Visi dan MisiPuskesmas Alahan Panjang secara optimal denganmengutamakan pelayanan Promotif,Preventif tanpamengesampingkan pelayanan kuratif dan rehabilitatif.
  9. 9. B. TUJUANPembangunan Puskesmas Alahan Panjang di maksudkan untuklebih mendekatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat yangtinggal jauh dari jangkauan pelayanan kesehatan, Puskesmasdibangun dalam rangka menyelenggarakan pelayananKesehatan dasar yang menyeluruh dan terpadu dan sebagaiujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa/Kecamatan.Program Kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmasmerupakan program pokok (Public health essential) yang wajibdilaksanakan oleh Pemerintah untuk memberikan jaminanpelayanan kesehatan bagi masyarakat ,termasukmengembangkan program khusus untuk penduduk miskin.
  10. 10. STAFF PUSKESMAS ALAHAN PANJANG 2012
  11. 11. KUNJUNGANPUSKESMAS
  12. 12. KUNJUNGAN POLI GIGI
  13. 13. KUNJUNGAN UGD
  14. 14. KUNJUNGAN LABOR
  15. 15. BENTUK KEGIATAN•Meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan (kuratif danrehabilitatif) di Puskesmas induk Mengoptimalkan bentuk pelayanan kesehatan sesuai dengan fasilitas dan kemampuan yang tersedia•Pelayanan registrasi•Pelayanan BP•Pelayanan KIA KB•Pelayanan gigi•Pelayanan imunisasi•Pelayanan laboratorium•Pelayanan farmasi•Mengoptimalkan pelayanan UGD 1x 24 jam.•Mengoptimalkan peran SDM sesuai dengan tupoksi pelayanan yang ada•Melengkapi fasilitas penunjang pelayanan medis secara bertahap•Mengoptimalkan pelayanan : secara tepat waktu, standar mutu, efisien dandengan keramah tamahan•Mengoptimalkan pelayanan rujukan terutama rujukan horisontal (antar linipelayanan di puskesmas) dalam rangka mendorong optimaliasi pelayanan dengantetap mengoptimalkan pelayanan rujukan vertikal.•Mengoptimalkan koordinasi pada semua lini pelayanan puskesmas.
  16. 16. Mengoptimalkan Pelayanan meliputi :•Konsultasi gizi•Konsultasi sanitasi•Konsultasi PHBS•Konsultasi medis•Konsultasi gigi•Konsultasi KIA dan KB dll.•Mengupayakan dan mengoptimalkan rujukan kasus dari klinik BP,KIA/KB dan Gigi.•Melengkapi fasilitas penunjang pelayanan di klinik sanitasi.•Meningkatkan pelayanan kesehatan (kuratif dan rehabilitatif) diPuskesmas Pembantu dan Puskesmas Keliling. Mengoptimalkan bentuk pelayanan kesehatan sesuai dengan fasilitas dan kemampuan yang tersedia di Pustu oPelayanan registrasi oPelayanan BP oPelayanan KIA KB
  17. 17. oPelayanan gigi Mengoptimalkan peranan SDM sesuai dengan tupoksi pelayanan yang ada Mengoptimalkan pelayanan di Pustu secara tepat waktu, peningkatan mutu, efisien dan dengan keramah tamahan Mengoptimalkan pelayanan Puskesmas keliling terutama pada dusun yang kesulitan mengakses pelayanan kesehatan ke Puskesmas induk/Pustu•Memperkuat jaringan komunikasi dan koordinasi dengan stake holder Mengoptimalkan koordinasi lintas sektoral tingkat kecamatan , secara aktif maupun pasif Membangun komunikasi dengan aparat dan lembaga tingkat desa dalam rangka memperoleh dukungan untuk implementasi program kesehatan di tingkat desa. Membangun dan meningkatkan tingkat kepercayaan pelayanan puskesmas pada masyarakat melalui tokoh masyarakat•Memperkuat jaringan peran serta masyarakat di bidang kesehatan Membangun komunikasi dan koordinasi dengan kader sebagai jaringan program dan layanan kesehatan pada masyarakat. Mengoptimalkan pembinaan petugas puskesmas ke posyandu Mengoptimalkan peran petugas pembina wilayah desa Mengoptimalkan kerja sama lintas program dalam memberdayakan masyarakat Mengoptimalkan jaringan komunikasi dan koordinasi serta pelayanan kesehatan pada institusi pendidikan dan pondok pesantren
  18. 18. PENCAPAIAN PROGRAM KESEHATAN DI UPT PUSKESMAS ALAHAN PANJANG 2012•DERAJAT KESEHATANGambaran tentang derajat kesehatan meliputi indikator Mortalitas, Morbiditas danstatus gizi. Mortalitas dilihat dari Angka Kematian Bayi (AKB) per 1000 kelahiranhidup, Angka Kematian Balita per 1000 kelahiran hidup. Morbiditas dilihat dariindikator angka kesakitan Malaria per 1000 penduduk, angka kesembuhan TBParu per 1000 penduduk, Angka Akut Flacid Paralysis (AFP) dan angka kesakitanDemam Berdarah dengue (DBD) per 100000 penduduk. Sedangkan status Gizidilihat dari indikator Persentase Balita dengan Status Gizi di bawah Garis Merahpada KMS, Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).
  19. 19. •Angka Kematian (Mortalitas)Angka kematian dalam masyarakat dari waktu kewaktu dapat memberi gambaran perkembanganderajat kesehatan masyarakat atau dapat digunakansebagai indikator penilaian keberhasilan pelayanankesehatan dan program pembangunan kesehatanlainnya.Pada tahun 2011 terdapat 2 kasus kematian bayi,tidak terdapat kematian ibu hamil, dan tidak terdapatkematian Balita.
  20. 20. Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate)Angka kematian bayi merupakan salah satu indikator yang sangat penting untukmengukur keberhasilan program kesehatan ibu dan anak, sebab angka kematianbayi berkaitan erat dengan tingkat kesehatan ibu dan anak. Adapun angka targetAKB tahun 2010 adalah 40 per seribu kelahiran hidup.Angka Kematian Bayi per1000 kelahiran hidup di wilayah UPT Puskesmas Alahan Panjang sangatbervariasi.Pada tahun 2006 terdapat 1 kasus kematian bayi dari 309 kelahiranhidup, tahun 2007 terdapat 5 kasus kematian bayi dari 268 kelahiran hidup, padatahun 2008 terdapat 3 kasus kematian bayi dari 284 kelahiran hidup, dan padatahun 2009 terdapat 2 kasus kematian bayi dari 289 kelahiran hidup. Biladituangkan ke dalam rumus maka AKB tahun 2006 adalah 3,24 ; tahun 2007 18,66,tahun 2008 10,56, dan tahun 2009 6,92. Ada kecenderungan
  21. 21. Angka Kematian BalitaAngka Kematian Balita adalah jumlah kematian anak umur<5 tahun per1000 kelahiran hidup. Angka Kematian Balita menggambarkan tingkatpermasalahan kesehatan anak dan faktor-faktor lain yang berpengaruhterhadap kesehatan anak balita seperti gizi, sanitasi, penyakit infeksi dankecelakaan.Adapun target Angka Kematian Balita pada tahun 2010 adalah 58 per 1000kelahiran hidup. Sementara berdasarkan data, dari tahun 2006 sampaidengan tahun 2009 ini tidak terdapat kematian Balita di wilayah UPTPuskesmas Alahan Panjang.
  22. 22. Angka Kematian IBu (AKI)Angka Kematian Ibu adalah jumlah kematian ibu pada masa kehamilan,melahirkan dan nifas per 100000 kelahiran hidup. Untuk Wilayah UPTPuskesmas Alahan Panjang, tahun 2006 dan 2007 tidak terdapat kasuskematian ibu, tetapi pada tahun 2008 terdapat 1 kasus kematian ibukarena eklampsia dari 284 kelahiran hidup (352 per 100000 kelahiranhidup), dan pada tahun 2009 tidak terdapat kasus kematian ibu.
  23. 23. Angka Kesakitan (Morbiditas)Angka Kesakitan penduduk di dapat dari data SIMPUS, SP2TP (Sistem Pencatatandan Pelaporan Puskesmas). Indikator yang digunakan adalah Incidence Rate (IR)dan Prevalence Rate (PR)Gambaran Pola penyakit terbesar di UPT Puskesmas Alahan Panjang Tahun 2011menunjukkan bahwa ISPA masih mendominasi. Berikut ini adalah tabel 10 besarpenyakit di UPT Puskesmas Alahan Panjang tahun 2011.Tabel.1. Sepuluh Besar Penyakit Di UPT Puskesmas Alahan Panjang Tahun 2011
  24. 24. MalariaTidak ditemukan adanya kasus malaria di wilayah UPT Puskesmas AlahanPanjang. Wilayah UPT Puskesmas Alahan Panjang bukan termasuk daerahendemis malaria.
  25. 25. Demam Berdarah Dengue (DBD)Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Puskesmas Alahan Panjangpada tahun 2009 sebesar 3 kasus dari 21002 jiwa (14,28 per 100000 penduduk),tahun 2008 sebesar 7 kasus dari 25410 jiwa (27,55 per 100000 penduduk), tahun2007 terdapat 12 kasus dari 27790 jiwa (43,18 per 100000 penduduk). Sedangkantahun 2006 terdapat 3 kasus dari 25008 jiwa (12 per 100000 penduduk). Angka inimenurun dibandingkan tahun sebelumnya 7 kasus. Perlunya menggerakkankegiatan PSN dan penyuluhan, ditambah jumlah rumah yang bebas jentik hanya84 %.
  26. 26. Angka Kesembuhan Penderita TB Paru PositifJumlah kasus TB Paru yang positif pada tahun 2009 terdapat 1 kasus, tahun 2008sebanyak 3 kasus Angka kesembuhan ini mencapai 100 % (standar SPM untuktahun 2010 sebesar 85%).Gambar.14. Jumlah Penderita TBC Di Wilayah UPT Puskesmas Alahan PanjangTahun 2006 s.d 2009
  27. 27. Angka Kesakitan DiareKasus Penyakit Diare sebesar 537 kasus dengan191 kasus pada balita. Darigambar di bawah dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan kasus diare pada bulanMaret, dan bulan Oktober.Gambar. 15. Kasus Diare di Wilayah UPT Puskesmas Alahan Panjang Tahun 2012
  28. 28. Acute Flaccid Paralysis (AFP)Hasil survailans terhadap kasus AFP , tidak ditemukan adanya kasus.Kasus HIVTidak ditemukan adanya kasus HIVStatus Gizi.Berbagai usaha dalam mengatasi masalah gizi telah dilakukan melalui programUsaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK), Pemberian Makanan Tambahan (PMT),Pemberian Kapsul vit. A, Pemberian tablet Fe. Sebagai Indikator terhadap statusgizi bayi dipergunakan Angka Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), Balita di BawahGaris Merah (BGM)
  29. 29. Bayi dengan BBLRTerdapat 4 kasus bayi BBLR, tetapi semua sudah dirujuk ke sarana yang lebihlengkap dari 292 bayi yang dilahirkan (1,37%). Desa yang terbanyak kasusBBLRnya adalah Ngleri 9,09%, Bleberan 1,59 % dan empat desa lainnya tidak adakasus. Dibandingkan tahun 2008, terjadi penurunan kasus. Pada tahun 2008terdapat 8 kasus (2,7 %) di Getas 7,4 %, Dengok (4,2%), Plembutan (2 %), danBanyusoca (1,6 %)Gambar.16. Kasus BBLR di Wilayah UPT Puskesmas Alahan Panjang Tahun 2012
  30. 30. Balita di Bawah Garis Merah (BGM)Pada tahun 2009 terdapat 45 balita BGM dari 1618 balita (2,78%), tahun 2008terdapat 45 balita BGM dari 1576 balita (4,01%), tahun 2007 terdapat 40 balita BGMdari 1463 balita (3,31%), tahun 2006 terdapat 52 balita BGM dari 1396 balita(3,72%)..Jumlah Balita gizi buruk (BB/U) tahun 2009 8 dari 1618 balita (0,49 %),tahun 2008 adalah 8 dari 1475 balita (0,54%), 1,74 % tahun 2007. Balita gizi kurang4,61 % (2009),17,15% (2008), 21,85%(2007). Balita gizi baik 85,4%(2009), 76%(2008),82,1%(2007). Balita gizi lebih 9,98 % (2009), 0,34 % (2008), 0,36%(2007). Terlihatada peningkatan pencapaian program gizi 2009 dibanding tahun 2008.Gambar.17. Presentase Balita BGM, gizi kurang, gizi baik, gizi lebih dan gizi burukdi Wilayah UPT Puskesmas Alahan PanjangTahun 2006 s.d 2009
  31. 31. Cakupan Ditribusi Vitamin APenanggulangan masalah kekurangan vitamin A dengan pemberian kapsulvitamin A dosis tinggi pada anak balita dan ibu nifas merupakan program yangmasih terus dilaksanakan, melalui posyandu dan puskesmas. Cakupan pemberianvitamin A pada balita tahun 2009 100 %.Presentase Ibu Hamil yang Mendapat Tablet Besi (Fe)Upaya penanggulangan kasus anemia gizi dengan pemberian tablet dan sirupbesi diprioritaskan pada kelompok rawan gizi yaitu ibu hamil dan balita. Padatahun 2009 Fe3 95,7 %, Fe1 109,6 %.Tabel.2. Distribusi Fe 1 dan Fe 3 di Wilayah UPT Puskesmas Alahan PanjangTahun 2006 s.d 2009
  32. 32. KESEHATAN LINGKUNGANUntuk menggambarkan keadaan lingkungan akan disajikan indikator-indikatorpresentasi rumah sehat dan tempat-tempat umum Rumah SehatRumah sehat :adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan, yaitu rumahyang memiliki jamban sehat, sarana air bersih, tempat pembuangan sampah,sarana pembuangan air limbah, ventilasi rumah yang baik, kepadatan hunianrumah yang sesuai dan lantai rumah yang tidak terbuat dari tanah. Pada tahun2006 terdapat rumah sehat 28.08 %, 2007 29.46 %, 2008 28.08 %, dan tahun 200963,53 %.
  33. 33. Tempat-tempat Umum sehatTempat-tempat umum (TTU) merupakan sarana yang dikunjungi olehbanyak orang, dan dikhawatirkan dapat menjadi tempat penyebaranpenyakit. TTU yang sehat adalah tempat umum yang memnuhi syaratkesehatan yaitu memiliki sarana air bersih, tempat pembuangan sampah,sarana oembuangan air limbah, ventilasi yang baik, luas lantai yangsesuai dan pencahayaan yang baik. Dari beberapa TTU yang diperiksamasih terdapat beberapa TTU yang masih belum sehat yaitu dari 4 RMhanya 1 yang sehat, TUPM 50 % sehat.
  34. 34. •PERILAKU MASYARAKATUntuk menggambarkan keadaan perilaku masyarakat yang berpengaruh terhadapderajat kesehatan, akan disajikan indikator Posyandu, presentase rumah tanggaberperilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), presentase penduduk yangterlindungi Jaminan Kesehatan..PosyanduPosyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat(UKBM) yang paling dikenal yaitu Posyandu. Posyandu menyelenggarakanbeberapa kegiatan. Posyandu dikelompokkan menjadi 4 tingkat perkembanganyaitu pratama, madya, purnama dan mandiri.Dari 50 posyandu yang ada di wilayah UPT Puskesmas Alahan Panjang, 0 Pratama(0 %), 21 Madya (42%), 28 Purnama(56%), 1 Mandiri (2%)Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)Tingkat kesehatan rumah dan lingkungan antara lain tercermin dari banyaknyarumah tangga yang telah melaksanakan paling sedikit 7 dari 10 indikator PerilakuHidup Bersih dan Sehat (PHBS). Secara keseluruhan jumlah Rumah Tangga 5982diperiksa. Berdasarkan hasil pemeriksaan dari rumah yang diperiksa telah dapatdiketahui bahwa rumah yang sehat adalah sebesar 65,53% . Kemudian yangmenjadi masalahah pokok adalah kebiasaan merokok.Penduduk yang Terlindungi Jaminan KesehatanMasyarakat terlindungi oleh Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS),Jaminan Kesehatan Sosial (JAMKESOS), ASKES PNS dan juga Program Keluarga
  35. 35. •AKSES DAN MUTU PELAYANAN KESEHATANJumlah penduduk yang memanfaatkan UPT Puskesmas Alahan Panjangsebesar 23165 orang, 24388 orang (2008), 16977 orang (2007). .Jumlahpengunjung pasien gangguan jiwa di Puskemas pada tahun 2009 adalah136 orang Terdapat 4 pustu, 6 poskesdes, 1 BP, 4 BPS.Gambar. 19.Kunjungan Pasien di UPT Puskesmas Alahan Panjang Tahun2012
  36. 36. •PELAYANAN KESEHATAN.Pelayanan AntenatalPelayanan antenatal mencakup pemberian pelayanan terhadap ibu hamil saatkunjungan pertama (K1) dan kunjungan ulangan yang ke empat kali (K4). CakupanK1 menggambarkan tingkat keaktifan petugas pelayanan kesehatan tahun 2009327 kunjungan (103,55%) , K4 297 kunjungan(105,32%) dari 282 bumil yang adaTahun 2008 284 kunjungan (79,11%), K4 279 kunjungan (77.12%) dari 359 bumilyang ada. Telah mencapai target.Pertolongan PersalinanProporsi persalinan yang ditangani oleh tenaga kesehatan merupakan salah satuupaya untuk penurunan angka kematian ibu dan bayi. Target persalinan olehnakes tahun 2009 mengacu pada SPM adalah 80% . Persalinan oleh tenagakesehatan berdasarkan data tahun 2009 sebesar 98,97% sehingga sudahmencapai target, tetapi bila dibandingkan dengan tahun 2006 93,87%, 2007 98,14%, 2008 97,59 % terjadi peningkatan.
  37. 37. Cakupan Pemeriksaan Neonatal (KN)Cakupan pemeriksaan neonatal adalah persentase neonatal yang mendapatkanpelayanan kesehatan minimal 2 kali yang digunakan untuk melihat jangkauan dankualitas pelayanan terhadap bayi umur kurang dari 1 bulan.Cakupan pemeriksaan neonatal dengan indikator kunjungan neonates pertama(KN 1) dengan sasaran bayi umur 0-7 hari dan KN 2 dengan sasaran bayi umur 8-28 hari. Ini ditujukan untuk melihat jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatanneonatal. Cakupan KN tahun 2009 284 bayi dari 289 bayi (98,27 %)dan 2008 adalah266 bayi dari 294 bayi (90.48%). Terdapat peningkatan.ImunisasiImunisasi merupakan upaya perlindungan yang diberikan kepada kelompokberesiko tinggi terhadap serangan penyakit khususnya dalam rangka menurunkanangka kesakitan bayi dan ibu serta menjaga penularannnya, yang pada akhirnyamenurunkan angka kematian bayi dan ibu. Cakupan pelayanan imunisasi dapatdiukur dengan presentase desa yang telah UCI dengan indikator seluruh bayiyang ada 90 % mendapatkan imunisasi lengkap. Semua Desa telah UCI
  38. 38. Cakupan Imunisasi Bumil (TT1 dan TT2)Cakupan pemberian imunisasi TT1 pada bumil tahun 2009 68,3 %, 2008 70.47%,2007 76.86%, 2006 49.88%. Terjadi penurunan dibanding tahun sebelumnya.Cakupan pemberian imunisasi TT2 pada bumil tahun 2009 69 %, 2008 68.25%,2007 71.35% dan 2006 43.95 %. Terjadi peningkatan dibandingkan tahunsebelumnya.Gambar.20. Cakupan Imunisasi TT1 dan TT2 di Wilayah UPT Puskesmas AlahanPanjang Tahun 2006 s.d 2009 Bayi dengan ASI EksklusifAir Susu Ibu (ASI) adalah ASI yang diberikan kepada bayi secara terus menerusselama 6 bulan. Untuk Wilayah UPT Puskesmas Playen II didapatkan data ada19,58 %yang diberi ASI Eksklusif, menurun dibanding tahun 2008 (44%).Tabel.4. Bayi yang Mendapatkan ASI Eksklusif wilayah UPT Puskesmas AlahanPanjang Tahun 2009
  39. 39. SUMBER DAYA KESEHATANIndikator sumberdaya kesehatan terdiri atas rasio dokter, dokter spesialis, dokterkeluarga, dokter gigi, apoteker, perawat ahli, ahli sanitasi, dan ahli kesehatanmasyarakat per 100000 penduduk. Kecukupan tenaga kesehatan merupakan halyang perlu menjadi perhatianRatio Tenaga Kesehatan di UPT Puskesmas Alahan Panjang Tahun 20012Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa kecukupan tenaga kesehatan di UPTPuskesmas Alahan Panjang masih belum memenuhi syarat/standar.Tetapi apabiladilihat berdasarkan analisa jabatan sudah mencukupi, tetapi untuk tenagaadministrasi dan cleaning service masih kurang.Total anggaran kesehatan di UPT Puskesmas Alahan Panjang tahun 2012 terdiridari anggaran kesehatan Kabupaten/Kota yang bersumber dari anggaran APBD,APBN.
  40. 40. PELAYANAN KELUARGA BERENCANAKeberhasilan program KB diukur dengan beberapa indicator,di antaranya proporsi peserta KB baru menurut metodekontrasepsi, presentase cakupan peserta KB aktif terhadapPUS, dan persentase peserta KB baru metode kontrasepsijangka panjang (MKJP).Tahun 2009 terdapat PUS sebanyak 4566 terdiri dari pesertaKB baru 537 (98,9 %) , peserta KB aktif 3483 (76,28 %) ,

×