Like this? Share it with your network

Share

Slide referat obgyn 28 september 2011

  • 756 views
Uploaded on

Program studi pendidikan dokter FK Universitas Trisakti - RS Otorita Batam 2011

Program studi pendidikan dokter FK Universitas Trisakti - RS Otorita Batam 2011

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
756
On Slideshare
756
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
15
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. PENATALAKSANAAN KOMPLIKASI YANG TERJADI PADA KORIOAMNIONITIS REFERAT Pembimbing :dr. Amuransyah, Sp.OG Oleh : Aditya Prabawa
  • 2. PENDAHULUAN Mortalitas perinatal (5-25% ) morbiditas maternal Cerebral palsy KPD Partus lama
  • 3. PENDAHULUAN “amnionitis" "intrapartum infection" "amniotic fluid infection" “intra-amniotic infection“ infeksi akut pada cairan ketuban, janin dan selaput korioamnion bakteri
  • 4. PENDAHULUAN  sepsis, respiratory distress, kejang, perdarahan intraventrikular dan cedera neurologis yang lain  sepsis, endometritis pasca persalinan, pelvik thrombophlebitis septik dan infeksi luka
  • 5. PENDAHULUAN
  • 6. ANATOMI DAN FISIOLOGI  selaput terdalam , langsung kontak -- cairan amnion.  avaskuler  mempertahankan tegangan selaput janin
  • 7. STRUKTUR MEMBRAN FETAL
  • 8. Ketahanan membran terhadap ruptur  lapisan kompak tdd dr kolagen interstisial  Kolagen I  kekuatan  kolagen III  elastis  Resistensi  degradasi proteolitik  metallothionein Σ banyak  sintesa kolagen↓
  • 9. ♀ merokok ? SINTESIS KOLAGEN ↓ Cadmium!! metallothionein
  • 10. METABOLISME AMNION  homeostasis cairan amnion  pertukaran solute dan air pada lapisan epitel  senyawa-senyawa bioaktif  peptida vasoaktif, growth factors dan sitokin
  • 11. DEFINISI  infeksi akut cairan ketuban, janin dan selaput korioamnion  bakteri  ketuban pecah dini (25%) & persalinan lama  Leukosit MN dan PMN menembus korion  mikroskopis  korioamnionitis  resiko morbiditas dan mortalitas ibu dan janin
  • 12. ETIOLOGI  polimikrobial  Fakultatif  Streptococcus grup B  E. Coli  Anaerob obligat  Chlamydia trachomatis  Mycoplasma  Streptokokus epidemis  bakteri komensal  infeksi plasenta dan janin
  • 13. PATOFISIOLOGI KPD Persalinan Iinfeksi ascending serviks & vagina transplasental dan iatrogenik “amniosentesis & kordosentesis”
  • 14. FAKTOR RESIKO  durasi pecahnya ketuban dan persalinan  penggunaan monitor fetal internal  Σ PD  nulipara  bakterial vaginosis
  • 15. Mekanisme terjadinya PROM
  • 16. Mekanisme terjadinya persalinan preterm
  • 17. DIAGNOSIS 1. Demam (> 37.8°C) 2. Takikardia maternal (> 120) 3. Takikardia fetus (> 160) 4. Cairan ketuban / lendir vagina berbau / tampak purulen 5. Uterus teraba tegang 6. Leukositosis maternal (15- 18.000) d/  2 dari 6
  • 18. PEMERIKSAAN PENUNJANG  CRP  P(x) lsg cairan amnion  Kadar glukosa  Kultur  Leukosit esterase antigen  Asam organik – kromatografi  Profil biofisikal
  • 19. DIAGNOSIS PASTI  aspirasi cairan amnion dgn intrauterine pressure catheter (IUPC)  kadar glukosa ↓  hasil kultur positif
  • 20.  Prenatal dan Persalinan  terapi antimikroba  janin dilahirkan tanpa memandang usia gestasi  Regimen intravena tunggal  cefoxitin (4x2gr), cefotetan (2x2gr), piperasilin atau mezlocilin (4x3-4gr), ampisilin sulbaktam (4x3gr), tikarsilin/klavulanat (4x3gr).  Kasus sulit  kombinasi  Penelitian: th/ intrapartum > baik dr postpartum  Pervaginam ( pematangan serviks – induksi /akselerasi ) > baik dr per abdominam TERAPI
  • 21. TERAPI  Masa Nifas  1-2 hari PP, oral (-)  hingga 48-72 jam bebas demam  persalinan PV  antibiotika dihentikan pasca persalinan  persalinan SC  tambahan metronidazol 3x500mg IV hingga 48 jam bebas demam
  • 22. Ketuban pecah Ditemukan minimal 2 dari tanda berikut : 1.Demam (>37,8 derajat C) 2.Takikardi ibu 3.Takikardi Janin 4.Cairan ketuban atau lendir vagina berbau atau purulen 5.Uterus teraba tegang 6.Leukositosis ibu (>18.000/mm3) Korioamnionitis Fetal Distress (+) Fetal Distress (-) Induksi/akselerasiMonitoring ketat janin SC CITO Partus pervaginam Fetal Distress (+) CTG Antibiotik intravena * PS < 5 PS ≥ 5 Belum in partu In partu /PK I aktifPK I Laten Monitoring ketat janin
  • 23. KOMPLIKASI MATERNAL NEONATAL
  • 24. KOMPLIKASI • Edema, hiperemis, infiltrat • GO, AKDR, post abortus dan partus, korioamnionitis Endometritis • Inflamasi traktus genitalia (rongga panggul) : uterus, tuba, peritoneum • NG, CT, Bacteroides, Mycoplasma/ureaplasma • Klinis : NG serviks, NP bawah, nyeri adneksal • Infertilitas, abortus spontan, KE Pelvic Inflammatory Disease • Infeksi korion-amnion Trombus vena daerah pelvis  emboli  VCI  RARV  Pulmo (PE )  VP  LA  LV  sirkulasi sistemik ( DVT ) Tromboemboli
  • 25. KOMPLIKASI (2) • Korio-amnionitis  SC , post op 8 % infeksi bekas incisi, 1% abses ronnga pelvis Wound Infection • Infeksi  Atonia uteri  Gangguan kala III  HPP  syok hipovolemik HPP • Suhu > 38 C atau < 36 • HR >90 x / Menit • RR > 20x / menit atau Pa CO2 < 32 mmHg • Lekositosis • SIRS + fokus infeksi  SEPSIS ( demam, hipotensi, oligo/anuria, perdarahan + MODS ) SIRS, Sepsis dan syok septik
  • 26. PATOFISIOLOGI SEPSIS
  • 27. PENATALAKSANAAN KOMPLIKASI KORIOAMNIONITIS (IBU)  ENDOMETRITIS -AB  48-72 jam perbaikan, post sc - Klindamisin + gentamisin i.v. / 8 jam - single dose : cephalosporin, penisilin, florokuinolon dan metronidazole iv ( s/d 24 jam bebas demam  RJ + AB oral ) - > 72 jam, demam (+)  evaluasi fokus infeksi
  • 28.  Pelvic Inflammatory Disease - RI : Regimen A : Cefoxitin 2 gr iv/ cefotetan 2gr iv / 12 jam + doksisiklin 100 mg iv /12 jam ( 24 jam )  doksisiklin oral 2 x 100 mg ( 14 hari ), abses tuba ovarian  + metronidazole/ klindamisin Regimen B : Klindamisin 3 x 900 mg iv + gentamisin 2mg/ kgBB iv ( initial ), lanjut 1.5 mg/kgBB/8 jam  24 jam  doksisiklin 2 x 100 mg ( 14 hari )
  • 29.  Pelvic Inflammatory Disease RJ : - Regimen A : Ceftriaxone 250 mg (i.m.) single dose + doksisiklin 2 x 100 mg (po) selama 14 hari - Regimen B : Cefoxitin 2 gr (i.m.) single dose + probenecid 1 gr (po) + doksisiklin 2 x 100 mg (po) 14 hari + simptomatik tx : Anti emetik, analgesik- antipiretik, terapi cairan - Operatif : Laparotomi/ laparoskopi, salpingooforektomi, histerektomi
  • 30. Tromboemboli  Anti koagulan - Heparin 80 mg/kgBB ( bolus ) + 18 mg/kgBB (drip)  terapi oral sodium warfarin ( 90 hari ) - LMWH  efektivitas sama, resiko perdarahan (-)  Trombolitik - Plasminogen  plasmin ( degradasi fibrin ) -Tx : eradikasi infeksi + streptokinase / urokinase / rTPA
  • 31.  Wound Infection  Perawatan luka + AB iv dan oral
  • 32. SEPSIS – SYOK SEPTIK  Stabilisasi pasien : ABC + inotropik- vasopressor, monitoring : CVP, MAP, produksi urine, rawat ICU, HD  AB : karbapenem, seftriakson, sefepim, aminoglikosida, kuinolon ( tergantung fokus infeksi )  Hilangkan fokus infeksi  drainase abses  Nutrisi yang adekuat ( makro-mikronutrien )
  • 33. PENATALAKSANAAN KOMPLIKASI KORIOAMNIONITIS (BAYI)  Kolaborasi Obs-Gyn dengan Pediatri  Imunoglobulin iv dan hematopoetic GF  Antimikrobial  Diet sesuai usia bayi  Tindakan bedah ( abses epidural, perforasi usus, pleuritis )  Sepsis neonatorum + MOF  Rawat NICU
  • 34. TERIMA KASIH