Penyakit ginjal diabetik case ipd

763 views

Published on

Laporan kasus, koass ilmu penyakit dalam, penyakit ginjal diabetik

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
763
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
15
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Penyakit ginjal diabetik case ipd

  1. 1. PENDAHULUAN • WHO : diabetes melitus (DM) akan meningkat di seluruh dunia • Sekitar 40% dari pasien DM terdapat keterlibatan ginjal • Penyakit ginjal diabetik tercatat sebagai komponen terbanyak dari pasien baru yang menjalani terapi pengganti ginjal. • Penyakit ginjal diabetik penurunan fungsi ginjal progresif, irreversibel GAGAL GINJAL KRONIK
  2. 2. • ILUSTRASI KASUS TINJAUAN PUSTAKA ANALISIS KASUS
  3. 3. ILUSTRASI KASUS IDENTITAS  Nama : Tn.O  No. CM : 04-30-27  Umur : 52 tahun  Jenis Kelamin : Pria  Status Perkawinan : Menikah  Alamat : Jalan Kampung Rawa No.13 RT 003/ RW 009, Kebayoran Lama, Jakarta  Agama : Islam  Pekerjaan : Karyawan Swasta  Tanggal masuk RS : 20 April 2011
  4. 4. Demam, batuk, sakit tenggorokan, Nyeri dada, keringat Nyeri dada, mual dan muntah (-) dingin, berdebar (-) Buru sejak kecil (-) 5 BULAN SMRS • Bengkak tungkai, lengan • Sakit kepala • Gatal, kesemutan • Sering lapar • Sering haus, • Sering BAK, volume sedikit • Bengkak >> • Sesak nafas saat aktivitas, PND(+), orthopnu(+) • Bengkak >>>> •Sesak saat istirahat • PND >>>, orthopnu >>> • Batuk (+) •Mual, nyeri UH, muntah 1x •Lemas, mudah lelah • Bengkak >>> • Perut bengkak • Sesak >>> • PND>>,orthopnu >> • Mual(+),NyeriUH • Nyeri pinggang • Sakit kepala (+) • BB turun 1 BULAN SMRS 2 MINGGU SMRS 1MINGGU SMRS
  5. 5. 2 HARI SMRS •Sesak berat •Bengkak >>>> • nyeri ulu hati, mual (+) •Sakit kepala •3P IGD RSAL • Sesak berat >> • Bengkak >>>> MASUK RS
  6. 6.        
  7. 7. Status Generalis Keadaan Umum  Kesan sakit : Tampak sakit sedang, tampak oedem, sesak  Tingkat kesadaran : Compos Mentis /GCS: 15 (E4M6V5)  TB / BB : 165 cm / 60 kg ( BB Ideal : 58.5 kg)  BMI : 22,05 kg/m2 Tanda Vital  Tekanan Darah : 160/90 mmHg ( lengan atas kanan, posisi berbaring, saat istirahat)  Nadi : 102 x/menit, reguler  Suhu : 36 0C ( aksila)  Pernapasan : 32 x/menit, irreguler
  8. 8. PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan Laboratorium 22 April dan 26 April
  9. 9. Foto Thoraks PA
  10. 10. ELEKTROKARDIOGRAFI
  11. 11. DIAGNOSIS KERJA 1. Penyakit ginjal kronik derajat 5 e.c. diabetes melitus tipe II tidak terkontrol 2. Gagal jantung kongestif functional class IV e.c infark lama anteroseptal 3. Diabetes melitus tipe II 4. Hipertensi sekunder e.c. penyakit ginjal kronik 5. Anemia e.c penyakit ginjal kronik derajat 5 DIAGNOSIS BANDING 1. a. Penyakit ginjal kronik derajat 5 e.c. hipertensi essensial derajat II tidak terkontrol 1. b. Penyakit ginjal kronik derajat 5 e.c. glomerulonefritis 2. Gagal jantung kongestif e.c. penyakit jantung hipertensi 3. – 4. Hipertensi essensial derajat II 5. Anemia e.c. defisiensi besi
  12. 12. PEMERIKSAAN ANJURAN  Cek Ureum, kreatinin dan asam urat  Cek Urin lengkap  USG abdomen  Cek Elektrolit (Na, K, Cl, Fosfat)  Cek Gula Darah Kurva Harian  Pemeriksaan HBA1C  Cek ASTRUP  Pemeriksaan EKG ulang.  Echocardiografi  Angiography  Lipid profile ( LDL, TG, Kolesterol total, HDL )  Pemeriksaan retikulosit, Serum Iron, Ferritin dan TIBC: untuk menentukan penyebab Anemia
  13. 13. PENATALAKSANAAN A. Non-farmakologis  Oksigen nasal 3-4L/menit  Tirah baring dengan posisi setengah duduk atau kepala lebih tinggi  Dipasang foley kateter untuk mengukur volume urin 24 jam, hitung diuresis dan balans cairan PENGATURAN DIET Membatasi konsumsi air minum yaitu sebanyak jumlah urin/24 jam ditambah pengeluaran cairan melalui keringat dan udara pernafasan ( 500 mL). Diet rendah protein II: 35 g/ hari (0.6 x BB ideal/hari) Diet rendah garam ( 1 gr/hari) Diet rendah Natrium ( 200-400 mg Na) Diet rendah Kalium (40-70 mEq/hari). Mencegah makanan tinggi Kalium (sayur dan buah-buahan) Diet rendah fosfat: 480- 720 mg/hari (8-12 mg/kgBB/hari), dan menghindari susu, daging, telur dan soft drink Diet tinggi Kalsium 1200-1600 mg/hari Suplementasi vitamin C dan D serta asam folat Diet DM 1900 Kkal/hari
  14. 14. PENATALAKSANAAN ( FARMAKOLOGIS )  Koreksi asidosis metabolik dengan NaHCO3 8.4 %. 200 mL (100mL bolus IV, 100 mL drip IV), bic nat tab 3 x1  Lasix 2 x 40 mg I.V.  Digoxin inj 0,25 mg/mL I.V. Jika HR< 100x/menit: diganti Digoxin tab 1 x 0,25mg PO  Blopress ( Candesartan cilexetil) 1 x 8 mg p.o.  Fasorbid 3 x 5 mg p.o. a.c ( 30 menit sebelum makan )  Bisoprolol 1 x 5 mg p.o  Captopril 2 x 25 mg p.o.  Allopurinol 3 x 100 mg p.o  Aminoral 3 x 2 tab p.o. d.c.  Asam folat 3 x 1 tab p.o  Biocurliv 3 x 1 tab p.o.  Calcium carbonate tab 3 x 800mg/hari p.o.  Leschicol 2 x 600 mg p.o.  Ambroksol 3 x 30 mg p.o.  Actrapid 3 x 5 IU s.c.  Cefixime 2 x 100 mg  Eritropoietin 3000IU (50IU/kgBB) 3x seminggu IV  Fe glukonat 1 x 250 mg/ hari tab p.o. jika hasil pemeriksaan Ferritin <12mg/dL  Persiapan Hemodialisis / Transplantasi ginjal
  15. 15. PROGNOSIS  Ad vitam : Dubia Ad Malam  Ad sanationam : Dubia Ad Malam  Ad fungsionam : Dubia Ad Malam
  16. 16. • ILUSTRASI KASUS TINJAUAN PUSTAKA ANALISIS KASUS
  17. 17. PENYAKIT GINJAL DIABETIK  A. ANATOMI GINJAL
  18. 18.  Penyakit Ginjal Diabetik kerusakan ginjal yang terjadi akibat perubahan struktur dan fungsi dari pembuluh darah kecil ginjal karena hiperglikemia persisten gagal ginjal Terapi pengganti ginjal ( renal replacement therapy ).  Progresifitas kerusakan ginjal dapat terjadi di tahun pertama pada diabetes melitus tipe 2, dan membutuhkan waktu sekitar 10-20 untuk menimbulkan gagal ginjal kronik.  Batasan penyakit ginjal kronik: 1. Kerusakan ginjal > 3 bulan, yaitu kelainan struktur atau fungsi ginjal, dengan atau tanpa penurunan laju filtrasi glomerulus berdasarkan:  Kelainan patologik  Petanda kerusakan ginjal seperti proteinuria atau kelainan pada pemeriksaan pencitraan radiologi 2. Laju filtrasi glomerulus < 60 ml/menit/1,73m² selama > 3 bulan dengan atau tanpa kerusakan ginjal.
  19. 19.  Gagal ginjal kronik berat disertai sindrom azotemia sangat kompleks, meliputi kelainan- kelainan berbagai organ seperti:  - kelainan hemopoeisis,  - saluran cerna,  - mata,  - kulit,  - selaput serosa,  - kelainan neuropsikiatri dan  - kelainan kardiovaskular.
  20. 20.  Anamnesis,  Pemeriksaan fisik,  Pemeriksaan Penunjang,  Gambaran radiologis, dan  Gambaran histopatologis.
  21. 21. 1. Terapi konservatif  Peranan diet  rendah protein  Kebutuhan jumlah kalori  mempertahankan keseimbangan positif nitrogen, memelihara status nutrisi dan memelihara status gizi.  Kebutuhan cairan  diuresis mencapai 2 L per hari.  Kebutuhan elektrolit dan mineral
  22. 22. 2. Terapi simptomatik  Asidosis metabolik  (sodium bicarbonat) harus segera diberikan intravena bila pH ≤ 7,35 atau serum bikarbonat ≤ 20 mEq/L.  Anemia  eritropoetin 50 u/kg IV 3 kali dalam seminggu atau Packed Red Cell (PRC)  Keluhan gastrointestinal  Dialisis adekuat dan simptomatik  Kelainan kulit  Kelainan neuromuskular  hemodialisis reguler yang adekuat, medikamentosa atau operasi subtotal paratiroidektomi.  Hipertensi  ACE inhibitor, ARB, CCB, beta-blocker  Kelainan sistem kardiovaskular  Terapi pengganti ginjal ( HEMODIALISIS)

×