Cognitive 08 - 04 attention
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Cognitive 08 - 04 attention

on

  • 7,156 views

 

Statistics

Views

Total Views
7,156
Views on SlideShare
7,135
Embed Views
21

Actions

Likes
3
Downloads
182
Comments
0

3 Embeds 21

http://www.slideshare.net 12
http://www.slideee.com 7
http://lordzainoldman.blogspot.com 2

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Cognitive 08 - 04 attention Cognitive 08 - 04 attention Presentation Transcript

  • Attention MK : Psikologi Kognitif Jurusan : Psi. Umum dan Eksperimen Program : S1 Penyusun : Tim Pengajar Psi. Kognitif © Bagian Psikologi Umum dan Eksperimen F. Psi UI, 2008
  • Daftar Isi
    • Processing Capacity & Selective Attention
    • Focused Attention
    • Divided Attention
    • Automatic Processing
    • Action Slips
  • 1. Processing Capacity & Selective Attention
    • Premis dasar penelitian attention
    • kapasitas neurologis manusia terbatas to dapat mensensasi semua informasi dari lingkungan.
    • kalau pun semua informasi ini tertangkap alat indera, tidak semua dapat diproses
  • 1. Processing Capacity & Selective Attention
    • Definisi dasar attention
    • konsentrasi usaha mental terhadap informasi sensory dan peristiwa mental
  • 1. Processing Capacity & Selective Attention
    • Di mana proses filter terjadi? (Ada dua pendapat)
    • Sebelum proses perceptual analysis (Broadbent)
    • Sebelum individu memberi respon (Deutsch dan Deutsch)
    Sensory registration and storage Perceptual analysis Response selection
  • 1. Processing Capacity & Selective Attention
    • Di mana proses filter terjadi? (Ada dua pendapat)
    • Sebelum proses perceptual analysis (Broadbent)
    • Sebelum individu memberi respon (Deutsch dan Deutsch)
    Sensory registration and storage Perceptual analysis Response selection
  • 1. Processing Capacity & Selective Attention
    • Penelitian atensi pada pendengaran dipelopori oleh Cherry (1953) menggunakan teknik shadowing .
    • Hasil: Walaupun subjek berhasil men-shadow pesan, subjek sedikit ingat isi pesan.
    Auditory Visual
  • 1. Processing Capacity & Selective Attention Auditory Visual 1st message goes to this ear. Subject is asked to shadow the message. 2nd message goes to this ear. Subject is asked to shadow the message. un attended ear: attended ear: 1st message goes to this ear. Subject is asked to shadow the message.
  • 1. Processing Capacity & Selective Attention
    • Insight dari penelitian Cherry: Pengolahan informasi pada eksperimen ini melibatkan pengetahuan tentang bahasa. Semakin ‘irregular’ bahasa pesan, semakin sulit ditangkap oleh subjek.
    Auditory Visual
  • 1. Processing Capacity & Selective Attention
    • Penelitian atensi pada visual dipelopori oleh Neisser (1969) menggunakan metode selective reading .
    Auditory Visual
    • Somewhere Among hidden the in most the spectacular Rock Mountains cognitive near abilities Central Citi is colorado the an ability old to miner select hid one a message box from of another . gold. We Although do several this hundred by people focusing have our looked attention for on it, certain they cues have such not as found color it. style . If When you we walk focus 300 paces our due attention west on and certain 600 paces stimuli northwest the of message the in “Glory Hole” other Saloon stimuli and is dig not 3 feet clearly you identified . will However find some enough information gold from to the go unattended to source a may Tina turner be concert detected .
  • 1. Processing Capacity & Selective Attention
    • Hasil: Informasi yang tidak diperhatikan hanya diproses secara terbatas. Bila diminta membaca teks merah , subjek tidak bisa ingat isi pesan yang tertulis dalam teks hitam
    Auditory Visual
  • 1. Processing Capacity & Selective Attention
    • Neisser & Bechlen (1975): Dua film ‘ditumpuk’ dalam satu frame. Subjek diminta memperhatikan salah satu film. Hasil: Subjek tidak sadar ketika sesuatu yang signifikan terjadi di film yang tidak diperhatikan.
    Auditory Visual
  • 2. Focused Attention
    • Diajukan oleh Broadbent (1958)
    • Disebut juga single-channel theory
    The Pertinence Model The Filter Model The Attenuation Model
  • 2. Models of Attention
    • Argumen dasar Broadbent: Pesan yang dikirim ke saraf tertentu bisa berbeda berdasarkan:
      • saraf mana yang dirangsang, atau
      • jumlah impuls saraf yang dihasilkan
    • Bila beberapa saraf ‘menembak’ bersamaan, akan diproses secara paralel di bbrp channel sensory
    The Pertinence Model The Filter Model The Attenuation Model
  • 2. Models of Attention The Pertinence Model The Filter Model The Attenuation Model senses short- term memory selective filter limited- capacity channel system for varying output until some input is secured effectors store of conditional probabilities of past events
  • 2. Models of Attention
    • Eksperimen Broadbent (1954) menggunakan metode listening dichotic.
    The Pertinence Model The Filter Model The Attenuation Model
  • The Pertinence Model The Filter Model The Attenuation Model 4, 9, 3 6, 2, 7 left ear: right ear: 4,6 9,2 3,7
  • 2. Models of Attention
    • Teori Broadbent dikritik oleh Gray dan Wedderburn (1960)
    The Pertinence Model The Filter Model The Attenuation Model
  • 1. Processing Capacity & Selective Attention The Pertinence Model The Filter Model The Attenuation Model 6 JEC 9 OB 2 TIVE left ear: right ear: 0B-JEC-TIVE
  • 2. Models of Attention
    • Diajukan oleh Anne Treisman (1964) Masing-masing stimulus memiliki ambang aktivasi masing-masing. Bila ambangnya tinggi, stimulus dapat diproses tanpa perlu mendapat banyak atensi. (bila sedang tidak diperlukan, stimulus tertentu bisa ‘dikecilkan)
    The Pertinence Model The Filter Model The Attenuation Model
  • 2. Models of Attention The Pertinence Model The Filter Model The Attenuation Model analysis of verbal content selection and organization of responses analysis of verbal content selection and organization of responses perceptual filter perceptual filter
  • 2. Models of Attention
    • Dikemukakan oleh Deutsch & Deutsch (1963), direvisi oleh Norman (1969, 1976)
    • Termasuk late selection model
    • Bottleneck terdapat di akhir proses
    The Pertinence Model The Filter Model The Attenuation Model
  • 2. Models of Attention
    • Semua informasi diproses
    • Seleksi terjadi setelah setiap pesan telah dianalisa di sistem ingatan
    • Seleksi didasarkan oleh pertinensi informasi: relevansi dan penting tidaknya informasi
    The Pertinence Model The Filter Model The Attenuation Model
  • SENSES SHORT TERM STORE FILTER LIMITED CAPACITY CHANNEL LONG TERM MEMORY SENSES SHORT TERM STORE FILTER ATTENUATOR SEMANTIC ANALYSIS RESPONSE SENSES SELECTED FOR ATTENTION PERTINENCE CENTRAL PROCESSOR Stimulus Analysing Mechanism BROADBENT TREISMAN DEUTSCH & DEUTSCH
  • 3. Divided Attention
    • Kita bisa melakukan beberapa tugas sekaligus, misal: mendengar musik sambil membaca, berbicara sambil menulis, dsb
    • Metode penelitian yg digunakan untuk melihat efek pemberian beberapa tugas sekaligus:
    • Dual Task Experiment
    • Tiga faktor yg mempengaruhi kemampuan mengerjakan beberapa tugas bersamaan:
      • Task similarity
      • Task Difficulty
      • Practice
  • Teori Divided Attention
    • Limited capacity theories  task difficulty & practice:
      • Kahneman
      • Norman & Bobrow
    • Multiple channel theories  task similarity:
      • Allport
      • Navon & Gopher
    Limited Capacity Multiple Channel
  • Teori Divided Attention
    • Limited capacity theories  task difficulty & practice:
      • Kahneman
      • Norman & Bobrow
    • Multiple channel theories  task similarity:
      • Allport
      • Navon & Gopher
    Limited Capacity Multiple Channel
  • Teori Divided Attention
    • Limited capacity theories  task difficulty & practice:
      • Kahneman
      • Norman & Bobrow
    • Multiple channel theories  task similarity:
      • Allport
      • Navon & Gopher
    Limited Capacity Multiple Channel
  • 1. Central Capacity Theory
    • 1. Kahneman (1973) – Central Capacity Theory
    • Dua atau lebih tugas bisa dilakukan tergantung pada:
      • Kapasitas (bervariasi) = mental effort
      • Nature dari tugas
    Limited Capacity Multiple Channel
  • 1. Central Capacity Theory
    • Parallel processing:
    • Jumlah mental effort tergantung: tingkat kesulitan tugas dan latihan
    • Tugas yg dilatih akan mengurangi jumlah usaha mental
    Limited Capacity Multiple Channel
  • 1. Central Capacity Theory
    • Allocation of attention dipengaruhi oleh:
      • Momentary intentions = hal-hal yg dianggap penting pada suatu saat
      • Enduring dispositions = hal-hal yg selalu penting (biologis, dipelajari)
    • Ke2nya bekerja bersamaan, terkadang enduring dispositions dapat mengalahkan momentary intentions
    • Misal: saat bicara dengan teman (MI) kmd ada org memanggil nama kita (ED)
    Limited Capacity Multiple Channel
  • 1. Central Capacity Theory
    • Evaluation of demands on capacity
      • Kita harus menentukan tugas(2) apa saja yang akan diberi perhatian
      • Dua tugas / lebih mungkin dilakukan bersamaan jika tidak melebihi kapasitas
    • Penjelasan teori ini bisa utk focused & divided attn
    Limited Capacity Multiple Channel
  • 1. Central Capacity Theory
    • Ke>an:
      • Lebih fleksibel drpd focused attention
      • Variabel task difficulty & practice dimasukkan
    • Ke<an:
      • Tidak spesifik ttg kapasitas
      • Penjelasan superfisial
      • Tidak menjelaskan task similarity
    Limited Capacity Multiple Channel
  • 2. Central Capacity Interference Theory
    • 2. Norman & Bobrow (1975): Central Capacity Interference Theory
    • Atensi memiliki kapasitas terbatas
    • Atensi dikontrol oleh pusat
    Limited Capacity Multiple Channel
  • 2. Central Capacity Interference Theory
    • Keterbatasan atensi dipengaruhi oleh 2 hal:
    • a. Resource limited
      • Performance tugas tidak dapat ditingkatkan karena keterbatasan sumber atensi, mis. tugas kompleks
    • b. Data limited
      • Performance tugas tidak dapat ditingkatkan karena data yang dimiliki terbatas, mis. koneksi telepon yg jelek
    Limited Capacity Multiple Channel
  • 2. Central Capacity Interference Theory
    • Ke>an:
      • Dapat menjelaskan dichotic litening task dan dual task experiment
    • Ke<an:
      • Orientasi pada hasil eksperimen, tidak dapat menjelaskan ‘mengapa’ tjd
      • Tidak dapat dibuktikan
    Limited Capacity Multiple Channel
  • Multiple Channel Theories
    • Kelemahan single channel theories:
      • Apakah 1 prosesor dapat mengatur beberapa tugas sekaligus?
      • Tidak dapat menjelaskan task similarity
    •  dicoba dijelaskan dengan multiple channel theories
    Limited Capacity Multiple Channel
  • 1. Modules of Attention
    • 1. Allport (1980, 1993) : Modules of attention
    • Atensi terdiri dr beberapa modul khusus
    • Setiap modul bertugas untuk 1 kemampuan / skill tertentu
      • Misal: auditori, visual
    Limited Capacity Multiple Channel
  • 1. Modules of Attention
    • Setiap modul memiliki sumber sendiri dan kapasitas yg terbatas
    • Jika 2 tugas similar  1 modul  sumber terbatas  saling mengganggu
    • Jika 2 tugas dissimilar  2 modul  sumber tidak terganggu  dapat dilakukan secara paralel
    Limited Capacity Multiple Channel
  • 1. Modules of Attention
    • Wickens (1964)
    • Ada beberapa jenis modul:
      • Input mode (visual, hearing)
      • Processing mechanism (speech recognition, decision making)
      • Output mode (speaking, manual)
    Limited Capacity Multiple Channel
  • 1. Modules of Attention
    • Ke>an:
      • Didukung oleh hsl penelitian & cognitive neuropsychology (kasus brain damage)
    • Ke<an:
      • Tidak dapat menjelaskan jml dan jenis modul
      • Tidak dapat menjelaskan mengapa
      • Tidak dapat menjelaskan bgmn modul saling bekerjasama
    Limited Capacity Multiple Channel
  • 2. Multiple Resource Theory
    • 2. Navon & Gopher (1979): Multiple Resource
    • Proses atensi menggunakan sejumlah “specialised mental resources”
    • Konsep supply dan demand
    Limited Capacity Multiple Channel
  • 2. Multiple Resource Theory
    • Ke>an:
      • Menjelaskan task similarity
      • Didukung oleh penelitian neuropsychology
    • Ke<an:
      • Jumlah resource tidak jelas
      • Cara kerja tidak dijelaskan
    Limited Capacity Multiple Channel
  • 4. Automatic Processing
    • Respon yang sering dilatih akan diproses otomatis dan membutuhkan sedikit atensi.
    • Proses ini terjadi tanpa diketahui oleh consciousness.
    • Lihat eksperimen Stroop .
  • 4. Automatic Processing
    • Ciri-ciri automatic processing:
    • Lebih cepat dibandingkan consciousness processing
    • Effortless
    • No awareness
    • Unavoidable, di-trigger oleh external/internal stimuli
  • 4. Automatic Processing
    • Teori Automatic Processing:
    • Shiffrin & Schneider (1977)
    • Norman & Shallice (1986)
    • Logan (1988): Instance theory
  • 4. Automatic Processing
    • Shiffrin & Schneider
    • Controlled processing:
      • Butuh sumber atensi yg banyak & terbatas
      • Fleksibel, tergantung tugas
    • Automatic processing:
      • Tidak terbatas oleh kapasitas, tidak butuh sumber atensi
      • Cepet, tidak butuh conscious control
      • Sulit untuk dimodifikasi
    • ! Baca penelitian Shiffrin & Schneider
  • 4. Automatic Processing
    • Norman & Shallice (1986)
    • Tiga level processing:
      • Fully automatic processing
      • Partially automatic processing
      • Deliberate control
  • 4. Automatic Processing
    • Partially automatic processing  beberapa tugas otomatis dilakukan bersamaan
    • Contention scheduling : sistem kontrol yg mengatur dan memonitor jalannya tugas-tugas partially automatic processing agar terhindar konflik
    • Supervisory attentional system : sistem kontrol yg mengatur tugas deliberate control
  • 4. Automatic Processing
    • Logan (1988): Instance Theory
    • Response thd suatu tugas disimpan dalam ingatan sebagai suatu ‘instance’
    • Instance diambil melalui mekanisme memory retrieval
    • Tugas yg sulit setelah melalui latihan akan disimpan sebagai suatu instance
  • 4. Automatic Processing
    • Logan:
    • Automaticity is memory retrieval: performance is automatic when it is based on a single step direct access retrieval of past solutions from memory
  • 5. Action Slips
    • Contoh: Mau ambil pasta gigi tetapi yg diambil sabun
    • Metode penelitian:
      • Diary studies Subyek menulis kesalahan yang dibuat
      • Laboratory studies Eksperimenter memanipulasi kondisi eksperimen agar terjadi action slips
  • Teori Action Slips
    • Reason (1992)
    • Sellen & Norman (1992)
  • Reason’s Theory
    • TL dikontrol oleh 2 mode:
    • Automatic mode: open loop
    • Conscious control mode : closed loop (ada feedback)
    • Action slips terjadi pada automatic mode
  • Sellen & Norman’s Theory
    • TL dilakukan berdasarkan skema yg diorganisasikan dalam hirarki.
    • Skema : chunks of knowledge of how to deal with the world
  • Sellen & Norman’s Theory
    • Ada 2 macam skema:
    • Parent schema : overall intention (mis: buat kopi)
    • Child schema : individual action (misal: taruh air, masukkan kopi, dst)
  • Sellen & Norman’s Theory
    • Skema akan memunculkan TL bila teraktivasi. Level of activation ditentukan oleh:
      • Intensi (mau minum kopi)
      • Stimulus di lingkungan (ada air matang)
  • Sellen & Norman’s Theory
    • Action slips terjadi karena:
      • Kesalahan dalam intensi – parent schema yang teraktivasi salah
      • Kesalahan aktivasi child schema
      • Child schema tidak teraktivasi
      • Kesalahan mengaktifkan skema