Pendefinisian Hukum

13,394 views
13,253 views

Published on

Published in: Business, Travel
3 Comments
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
13,394
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
38
Actions
Shares
0
Downloads
340
Comments
3
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pendefinisian Hukum

  1. 1. Pendefinisian Hukum
  2. 2. Apa Hukum Itu..? <ul><li>Abstrak  Jawabannya lebih dari satu </li></ul><ul><li>Persepsi ttg Hukum  Beragam </li></ul>Pendefinisian Hukum
  3. 3. Perkembangan Sejarah <ul><li>Kebiasaan atau Tradisi </li></ul><ul><li>Undang-undang </li></ul><ul><li>Hukum Tuhan atau Hukum Agama </li></ul><ul><li>Pengadilan (produk) </li></ul><ul><li>perbedaan pandangan aliran filsafat hukum yang dianutnya </li></ul>Pendefinisian Hukum
  4. 4. Kesulitan dlm Pendefinisian Hukum <ul><li>Noch suchen die juristen eine defenition zu ihrem begriffe von recht (Emmanuel kant). </li></ul><ul><li>Penyebabnya : </li></ul><ul><li>Sifatnya yang Abstrak </li></ul><ul><li>Cakupannya sangat luas </li></ul><ul><li>Manusia lahir dijemput oleh hukum, manusia hidup diatur oleh hukum dan manusia mati diantar oleh hukum. </li></ul>Pendefinisian Hukum
  5. 5. Perlukah hukum didefinisikan.? <ul><li>Kegunaannya : </li></ul><ul><li>Memulai mempelajari ilmu hukum bagi orang awam. </li></ul><ul><li>Mengetahu apa yang ada dalam pikiran penulis. </li></ul><ul><li>Menarik sikap fundamental yang dianut oleh penulis tentang hukum. </li></ul>Pendefinisian Hukum
  6. 6. Tujuan Pendefinisian? <ul><li>Untuk menyatakan arti hukum secara tepat. </li></ul><ul><li>Untuk memberikan suatu gambaran yang benar tentang hukum serta cara-cara operasionalnya. </li></ul>Pendefinisian Hukum
  7. 7. Definisi Hukum <ul><li>Batasan ttg hukum oleh: Roscoe Pound; </li></ul><ul><li>Tahap I: hukum adalah sistem pengaturan hubungan-hubungan dan penertiban tingkah laku manusia dengan menerapkan secara sistematis dan teratur, kekuatan masyarakat yang terorganisir secara politis. </li></ul><ul><li>Tahap II: seperangkat pedoman yang berwibawa atau dasar-dasar pengambilan keputusan, yang dikembangkan dan ditetapkan oleh suatu teknik tertentu. </li></ul><ul><li>Unsur dari hukum: </li></ul><ul><li>aturan yang otoritatif </li></ul><ul><li>teknik tertentu </li></ul><ul><li>cita-cita yang telah diterima bersama </li></ul><ul><li>asas-asas  titik tolak yang memiliki otoritas bagi argumentasi hukum, yang berdasarkan akal/rasionalitas. </li></ul>Pendefinisian Hukum
  8. 8. Definisi hukum (sosiologis) <ul><li>Definisi Hukum Roscoe Pound: </li></ul><ul><li>Hukum dalam arti sebagai tatahukum (hubungan antara manusia dengan individu lainnya, dan tingkah laku para individu yang mempengaruhi individu lainnya, atau tata sosial, atau tata ekonomi). </li></ul><ul><li>Hukum dalam arti selaku kumpulan dasar-dasar kewenangan dari putusan-putusan pengadilan dan tindakan administratif (harapan-harapan atau tuntutan-tuntutan oleh manusia sebagai individu ataupun kelompok-kelompok manusia yang mempengaruhi hubungan mereka atau menentukan tingkah laku mereka. </li></ul><ul><li>“ hukum merupakan realitas sosial” </li></ul><ul><li>“ negara didirikan demi kepentingan umum & hukum adalah sarana utamanya” </li></ul>Pendefinisian Hukum
  9. 9. Definisi hukum (sosiologis) <ul><li>Jhering : </li></ul><ul><li>Law is the sum of the condition of social life in the widest sense of the term, as secured by the power of the states through the means of external compulsion (Hukum adalah sejumlah kondisi kehidupan sosial dalam arti luas, yang dijamin oleh kekuasaan negara melalui cara paksaan yang bersifat eksternal) </li></ul><ul><li>Bellefroid : </li></ul><ul><li>Stelling recht is een ordening van het maatschappelijk leven, die voor een bepaalde gemeenschap geldt en op haar gezag is vastgesteid (Hukum yang berlaku di suatumasyarakat mengatur tatatertib masyarakat dan didasarkan atas kekuasaan yang ada di dalam masyarakat itu) </li></ul>Pendefinisian Hukum
  10. 10. Definisi hukum (Realis) <ul><li>Holmes (hakim Agung USA): </li></ul><ul><li>The prophecies of what the court will do..are what what I mean by the law (apa yang diramalkan akan diputuskan oleh pengadilan, itulah yang saya artikan sebagai hukum). </li></ul><ul><li>Llewellyn : </li></ul><ul><li>What officials do about disputes is the law itself (apa yang diputuskan oleh seorang hakim tentang suatu persengketaan, adalah hukum itu sendiri) </li></ul><ul><li>Salmond : </li></ul><ul><li>Hukum dimungkinkan untuk didefinisikan sebagai kumpulan asas-asas yang diakui dan diterapkan oleh negara di dalam peradilan. Dengan perkataan lain, hukum terdiri dari aturan-aturan yang diakui dan dilaksanakan pada pengadilan. </li></ul>Pendefinisian Hukum
  11. 11. Definisi hukum (antropologis) <ul><li>Schapera : </li></ul><ul><li>Law is any rule of conduct likely to be enforced by the courts (hukum adalah setiap aturan tingkah laku yang mungkin diselenggarakan oleh pengadilan). </li></ul><ul><li>Gluckman : </li></ul><ul><li>Law is the whole reservoir of rules on which judges draw for their decisions (hukum adalah keseluruhan gudang-aturan di atas mana para hakim mendasarkan putusannya). </li></ul><ul><li>Bohannan : </li></ul><ul><li>Law is that body of binding obligations which has been reinstitutionalised within the legal institution (hukum adalah merupakan himpunan kewajiban-kewajiban yang telah dilembagakan kembali dalam pranata hukum). </li></ul>Pendefinisian Hukum
  12. 12. Definisi hukum (historis) <ul><li>Karl von Savigny : </li></ul><ul><li>All law is originally formed by custom and popular feeling, that is, by silently operating forces. Law is rooted in a people’s history: the roots are fed by the consciousness, the faith and the customs of the people (Keseluruhan hukum sungguh-sungguh terbentuk melalui kebiasaan dan perasaan kerakyatan, yaitu melalui pengoperasian kekuasaan secara diam-diam. Hukum berakar pada sejarah manusia , di mana akarnya dihidupkan oleh kesadaran, keyakinan dan kebiasaan warga negara . </li></ul>Pendefinisian Hukum
  13. 13. Definisi hukum (Hukum Alam) <ul><li>Aristoteles : </li></ul><ul><li>Hukum adalah sesuatu yang berbeda daripada sekedar mengatur dan mengekspressikan bentuk dari konstitusi; hukum berfungsi untuk mengatur tingkah laku para hakimdan putusannya di pengadilan dan untuk menjatuhkan hukuman terhadap pelanggar. </li></ul><ul><li>Thomas Aquinas : </li></ul><ul><li>Hukum adalah suatu aturan atau ukuran dari tindakan-tindakan, dalam hal mana manusia dirangsang untuk bertindak atau dikekang untuk tidak bertindak. </li></ul><ul><li>Jhon Locke : </li></ul><ul><li>Hukum adal;ah sesuatu yang ditentukan oleh warga masyarakat pada umumnya tentang tindakan-tindakan mereka, untuk menilai/mengadili mana yang merupakan perbuatan yang jujur dan mana yang merupakan perbuatan yang curang. </li></ul><ul><li>Emmanuel Kant : </li></ul><ul><li>Hukum adalah keseluruhan kondisi-kondisi dimana terjadi kombinasi antara keinginan-keinginan pribadi seseorang dengan keinginan-keinginan pribadi orang lain, sesuai dengan hukum-hukum tentang kemerdekaan. </li></ul>Pendefinisian Hukum
  14. 14. Definisi hukum (Positivis) <ul><li>Jhon Austin : </li></ul><ul><li>Hukum adalah seperangkat perintah, baik langsung ataupun tidak langsung, dari pihak yang berkuasa kepada warga masyarakatnya yang merupakan masyarakat politik yang independen, dimana otoritasnya merupakan otoritas tertinggi. </li></ul><ul><li>Blackstone : </li></ul><ul><li>Hukum adalah suatu aturan tindakan-tindakan yang ditentukan oleh orang-orang yang berkuasa bagi orang-orang yang dikuasi, untuk ditaati. </li></ul><ul><li>Hans Kelsen : </li></ul><ul><li>Hukum adalah suatu perintah memaksa terhadap tingkah laku manusia..Hukum adalah kaidah-kaidah primer yang menetapkan sanksi-sanksi. </li></ul>Pendefinisian Hukum
  15. 15. <ul><li>Hukum adalah seperangkat kaidah atau aturan yang tersusun dalam satu sistem, yang menentukan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh manusia sebagai warga masyarakat dalam kehidupan bermasyarakatnya, yang bersumber baik dari masyarakat sendiri maupun dari sumber lain, yang diakui berlakunya oleh otoritas tertinggi dalam masyarakat tersebut, serta benar-benar diberlakukan oleh warga masyarakat tersebut (sebagai satu keseluruhan) dalam kehidupannya, dan jika kaidah tersebut dilanggar akan memberikan kewenangan bagi otoritas tertinggi untuk menjatuhkan sanksi yang sifatnya eksternal ( Achmad Ali ) </li></ul>Sebagai pegangan.. Pendefinisian Hukum

×