Filsafat pancasila
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
1,670
On Slideshare
1,670
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
100
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. FILSAFAT PANCASILA:LANDASAN FILSAFATPENDIDIKAN INDONESIAPosted by forumsejawat ⋅ 28 Oktober 2010 ⋅ 1 KomentarA. PENGERTIAN FILSAFATFilsafat dimulai dengan rasa ingin tahu dan dengan rasa ragu-ragu. Berfilsafatdidorong untuk mengetahui apa yang telah diketahui dan apa yang belumdiketahui. Karakteristik berfikir filsafat adalah sifat menyeluruh. Seorangilmuwan tidak puas hanya mengenal ilmu dari segi pandang ilmu itu sendiri,tapi ingin melihat hakikat ilmu dalam konstelasi pengetahuan yang lainnya.Dalam kehidupan manusia filsafat tidak terpisahkan, karena sejarahnya yangpanjang kebelakang zaman dan juga karena ajaran filsafat malahanmenjangkau masa depan umat manusia dalam bentuk-bentuk ideology.Pembangunan dan pendidikan yang dilakukan oleh suatu bangsa punbersumber pada inti sari ajaran filsafat. Oleh karena itu filsafat telahmenguasai kehidupan umat manusia, manjadi norma negara, menjadi filsafathidup suatu bangsa.Filsafat adalah suatu lapangan pemikiran dan penyelidikan manusia yangamat luas (komprehensif). Filsafat menjangkau semua persoalan dalam dayakemampuan pikir manusia. Filsafat mencoba mengerti, menganalisis, menilaidan menyimpulkan semua persoalan-persoalan dalam jangkauan rasiomanusia, secara kritis, rasional dan mendalam. Kesimpulan-kesimpulanfilsafat manusia yang selalu cenderung memiliki watak subjektivitas. Faktorinilah yang melahirkan aliran-aliran filsafat, perbedaan-perbedaan dalamfilsafat.Berdasarkan uraian diatas dapatlah diuraikan pengertian filsafat tersebut.Filsafat berasal dari bahasa Yunani “ philosophos”. “Philos” atau “philein”
  • 2. berarti “mencintai”, sedangkan “sophos” berarti “ kebijaksanaan “. Makafilsafat merupakan upaya manusia untuk memenuhi hasratnya demikecintaannya akan kebijaksanaan. Namun demikian,, kata “kebijaksanaan”ternyata mempunyai arti yang bermacam-macam yang mungkin berbedasatu dengan yang lainnya, satu pendapat mengartikan kebijaksanaan dalamkonteks luas, yaitu melibatkan kemampuan untuk memperoleh pengertiantentang pengalaman hidup sebagai suatu keseluruhan, penekanannya padakemampuan untuk mewujudkan pengetahuan itu dalam praktik kehidupanyang nyata. Ada yang mengartikan filsafat dalam arti sempit yakni sebagai“pengetahuan” atau “pengertian” saja.Defenisi Filsafat menurut beberapa ilmuwan : 1. Plato : Filsafat adalah pengetahuan tentang segala yang ada. 2. Aristoteles : Filsafat menyelidiki tentang sebab dan asas segala benda. 3. Al Kindi : Filsafat merupakan kegiatan manusia yang bertingkat tinggi, merupakan pengetahuan dasar mengenai hakikat segala yang ada sejauh mungkin bagi manusia. 4. Al Faraby : Filsafat merupakan ilmu [pengetahuan tentang alam maujud dan bertujuan menyelidiki hakikat yang sebenarnya. 5. Ibnu Sina/ Avicenna : Filsafat dan metafisika sebagai suatu badan ilmu tidak terbagi. Fisika mengamati yang ada sejauh tidak bergerak. Metafisika memandang yang ada sejauh itu ada. 6. Immanuel Kant : Filsafat itu pokok dan pangkal segala pengetahuan.Dapat disimpulkan filsafat adalah ilmu pengetahuan hasil pemikiran manusiadari seperangkat masalagh mengenai ketuhanan, alam semesta dan manusiasehingga diperoleh budi pekerti. Adapun tujuan berfilsafat adalah untukmencari kebenaran sesuatu baik dalam logika (kebenaran berfikir), etika(berperilaku),mauun metafisika (hakikat keaslian).Manfaat mempelajari Filsafat : 1. Mendidik dan membangun diri.
  • 3. 2. Memberikan kebiasaan dan kepandaian untuk melihat dan memecahkan problem sehari-hari 3. Memberikan pandangan yang luas, membendung akuisme dan akusentrisme. 4. Latihan untuk berfikir sendiri 5. Memberikan dasar-dasar baik untuk kehidupan pribadi maupun untuk ilmu-ilmu pengetahuan lainnya.B. PENGERTIAN FILSAFAT PENDIDIKANEksistensi suatu bangsa adalah eksis dengan ideology atau filsafat hidupnya,maka demi kelangsungan eksistensi itu dilakukan pewarisan nilai ideology itukepada generasi selanjutnya. Jalan yang efektif untuk itu hanya melaluipendidikan, kesadaran moral dan sikap mental yang menjadi kriteria manusiaideal dalam system nilai suatu bangsa bersumber pada ajaran filsafat yangdianut. Untuk menjamin supaya pendidikan itu benar dan prosesnya efektif,maka dibutuhkan landasan filosofis dan landasan ilmiah sebagai asasnormativ dan pedoman pelaksanaan pembinaan.Menurut Hasan Langgulung, filsafat pendidikan merupakan teori atauideology pendidikan yang muncul dari sikap filsafat seorang pendidik daripengalaman-pengalaman dan pendidikan. Jadi, filsafat pendidikan adalahilmu pendidikan yang bersendikan filsafat atau filsafat yang diterapkan dalamusaha pemikiran dan pemerahan mengenai masalah pendidikan.Pendidikan adalah pelaksanaan dari ide filsafat. Ide filsafat yang memberikepastian bagi nilai peranan pendidikan. Seorang filsuf Amerika, Jhon Dewaymengatakan bahwa filsafat itu adalah teori umum dari pendidikan, landasandari semua pikiran mengenai pendidikan.C. PENGERTIAN FILSAFAT PANCASILA
  • 4. Pancasila yang dibahas secara filosofis disini adalah Pancasila yang butir-butirnya termuat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang tertulisdalam alinia ke empat. Dijelaskan bahwa Negara Indonesia didasarkan atasPancasila. Pernyataan tersebut menegaskan hubungan yang erat antaraeksistensi negara Indonesia dengan Pancasila. Lahir, tumbuh danberkembangnya negara Indonesia ditumpukan pada Pancasila sebagaidasarnya. Secara filosofis ini dapat diinterpretasikan sebagai pernyataanmengenai kedudukan Pancasila sebagai jati diri bangsa.Melihat dari beragamnya kebudayaan yang terdapat dalam bangsa Indonesiamaka proses kesinambungan dari kehidupan bangsa merupakan tantanganyang besar. Demi perkembangan kebudayaan Indonesia selanjutnya dituntutadanya rumusan yang jelas yang mampu berperan sebagai pemersatubangsa sehingga cirri khas bangsa Indonesia menjadi nyata.Jadi, Pancasila mengarahkan seluruh kehidupan bersama bangsa,pergaulannya dengan bangsa-bangsa lain dan seluruh perkembanganbangsa Indonesia dari waktu kewaktu. Namun dengan diangkatnya Pancasilasebagai jati diri bangsa Indonesia tidak berati bahwa Pancasila dengan nilai-nilai yang termuat didalamnya sudah terumus dengan teliti dan jelas, jugatidak berarti pancasila telah merupakan kenyataan didalm kehidupan bangsaIndonesia. Pancasila adalah pernyataan tentang jati diri bangsa Indonesia.D. FILSAFAT DALAM PENDIDIKAN DAN MANFAATNYASecara sederhana filsafat pendidikan ialah nilai dan keyakinan-keyakinanfilosofis yang menjiwai, mendasari dan memberikan identitas (karakteristik)suatu system pendidikan. Artinya filsafat pendidikan adalah jiwa, roh dankepribadian system pendidikan nasional.Sebagaimana dinyatakan dimuka, eksistensi suatu bangsa adalah eksistensidan ideology atau filsafat hidupnya, maka demi kelansungan eksistensi ituialah dengan mewariskan nilai-nilai ideology itu kepada generasi selanjutnya.
  • 5. Adalah realita bahwa jalan dan proses yang efektif untuk ini hanya melaluipendidikan. Setiap masyarakat, setiap bangsa melaksanakan aktivitaspendidikan secara prinsipiil untuk membina kesadaran nilai-nilai filosofisnasional bangsa itu, baru sesudah itu untuk pendidikan aspek-aspekpengetahuan dan kecakapan-kecakapan lain.Pendidikan sebagai suatu usaha membina dan mewariskan kebudayaan,mengemban satu kewajiban yang luas dan menentukan prestasi suatubangsa, bahkan tingkat sosio-budayanya. Sehingga pendidikan bukanlahusaha dan aktivitas spekulatif semata-mata. Pendidikan secara fundamentaldidasarkan atas asas-asas filosofis dan uilmiah yang menjamin pencapaiantujuan yakni meningkatkan perkembangan sosio-budaya bahkan martabatbangsa, kewibawaan dan kejayaan negara.Sedangkan filsafat pendidikan sesuai peranannya, merupakan landasanfilosofis yang menjiwai seluruh kebijaksanaan dan pelaksanaan pendidikan.Adapun hubungan fungsional antara filsafat dan teori pendidikan dapatdiuraikan : 1. Analisa filsafat merupakan salah satu cara pendekatan yang digunakan oleh para ahli pendidikan dalam memecahkan problematika pendidikan. Aliran filsafat tertentu akan mempengaruhi dan memberikan bentuk serta corak tertentu terhadap teori-teori pendidikan yang dikembangkan atas dasar aliran filsafat tersebut. 2. Filsafat berfungsi memberikan arah agar teori pendidikan yang telah dikembangkan ahlinya dapat mempunyai relavansi dengan kehidupan nyata. 3. Filsafat pendidikan mempunyai fungsi untuk memberikan petunjuk dalam pengembangan teori-teori pendidikan menjadi ilmu pendidikan atau pedagogic.E. MUATAN FILSAFAT DALAM PANCASILA DAN HUBUNGANNYADENGAN PENDIDIKAN
  • 6. Dalam Filsafat Pancasila terdapat banyak nilai-nilai luhur yang menjadi cirikhas dan perekat bangsa Indonesia. Filsafat yang terkandung didalampancasila harus disoroti dari titik tolak pandangan yang holistic mengenaikenyataan kehidupan bangsa yang beranekaragam. Ini menekankan padasemangat Bhineka Tunggal Ika, semangat ini diharapkan mendasari seluruhkehidupan bangsa Indonesia. Yaitu adanya kesatuan didalam keanekaragaman yang ada.Dari penjelasan itu dapat dinyatakan bahwa Bhineka Tunggal Ika adalah intiFilsafat Pancasila. Kerinduan bangsa Indonesia akan terwujudnya kesatuandidalam pengalaman akan kepelbagaian tersebut merupakan cerminankerinduan umat manusia sepanjang zaman.Menurut Drijarkara, 1980 Pancasila adalah inheren (melekat) kepadaeksistensi manusia sebagai manusia, lepas dari keadaan yang terntu padakongretnya. Sebab itu dengan memandang kodrat manusia “qua valis’(sebagai manusia), kita juga akan sampai ke Pancasila.Hal ini digambarkan melalui sila-sila dalam Pancasila. Notonagoro, 1984dalam kaitannya menyebutkan “ kalau dilihat dari segi intisarinya, urut-urutanlima sila Pancasila menunjukkan suatu rangkaian tingkat dalam luasnya isi,tiap-tiap sila yang lima sila dianggap maksud demikian, maka diantara limasila ada hubungannya yang mengikat yang satu kpada yang lain, sehinggaPancasila merupakan satukesatuan yang bulat.Adapun hubungannya dengan pendidikan bahwa bagi bangsa Indonesiakeyakinan atau pandangan hidup bangsa, dasar negara Republik Indonesiaialah Pancasila. Karenanya system pendidikan nasional wajarlah dijiwai,didasari, dan mencerminkan identitas Pancasila itu. Sistem pendidikannasional dan system filsafat pendidikan Pancasila adalah sub system darisystem negara Pancasila. Dengan kata lain system negara Pancasila wajartercermin dan dilaksanakan di dalam berbagai subsistem kehidupan nasionalbangsa Indonesia secara keseluruhan.
  • 7. Tegasnya tiada system pendidikan nasional tanpa filsafat pendidikan. Jadi,jelas bahwa tidak mungkin system pendidikan nasional Pancasila dijiwai dandidasari oleh system pendidikan yang lain, kecuali Filsafat PendidikanPancasila.KESIMPULANFilsafat adalah ratu ilmu pengetahuan (Queen of Knowledge) karena filsafatdipandang sebagai induk ilmu pengetahuan atau yang melahirkan illmupengetahuan. Artinya sebelum ada ilmu pengetahuan, filsafat merupakanlapangan utama pemikiran dan penyelidikan manusia.Kesimpulan – kesimpulan filsafat bersifat hakiki sehingga menyebabkankedudukan filsafat dianggap lebih tinggi dari ilmu pengetahuan yang lain.Oleh sebab itu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, filsafat menjadiacuan dalam melaksanakan pembangunan dan pedidikan. Ajaran filsafatyang komprehensif lah yang telah menghantarkannya menduduki statusyangv tinggi dalam kehidupan kebudyaan manusia, yakni sebgai ideology.Bangsa dan negara Indonesia yang telah menyatakan bahwa ideology danjatidiri bangsa adalah Pancasila tentulah harus meryjuk segala system dantatanan kehidupan bangsa kepada Pancasila. Ini telah dibuktikan denganmenuankannya dalam UUD 1945 dan secara perlahan mulai menerapkannyadalam kehidupan sehari-hari.REFERENSINoor Syam, Moh, 1986. Filsafat Pendidikan dan dasar filsafat KependidikanPancasila. Surabaya : Usaha Nasional
  • 8. Darma Putra, Eka, PH.D, 1988. Pancasila, Identitas dan Modernitas, TinjauanEtis dan Budaya. Jakarta : PT BPK Gunung Mulia.Poedjawisatria, 1997. Pembimbing kearah alam Filsafat. Jakarta : RinekaCipta.Pengertian FilasatFilsafat berasal dari bahasa Yunani yaitu philosophia : philo/philos/philenyang artinya cinta/pencinta/mencintai. Jadi filsafat adalah cinta akankebijakan atau hakekat kebenaran. Berfilsafat artinya berfikir sedalam-dalamnya (merenung) terhadap suatu metodik, sistematis, menyeluruh, danuniversal untuk mencari hakikat sesuatu.Pengertian Filsafat menurut D. Runes :Ilmu yang paling umum yang mengandung usaha untuk mencari kebijakandan cinta akan kebijakan.Pancasila dapat digolongkan sebagai filsafat dalam arti produk, filsafatsebagai pandangan hidup dan filsafat dalam arti praktis. Hal ini berarti bahwaPancasila mempunyai fungsi dan peranan sebagai pedoman dan pegangandalam sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari dandalam kehidupan berbangsa, bernegara bagi warga Negara Indonesiadimanapun mere berada.Sistem FilsafatYang mendasari tokoh filsafat dalam melahirkan perbedaan-perbedaanmendasar antar ajaran filsafat adalah perbedaan latar belakang tata nilai danalam kehidupan, cita-cita dan keyakinan. Perbedaan aliran bukan ditentukanoleh tempat dan waktu lahirnya filsafat, melainkan oleh watak isi dan nilaiajarannya.
  • 9. Suatu ajaran filsafat yang bulat mengajarkan tentang sumber dan hakikatrealitas, filsafat hidup, dan tata nilai (etika), termasuk teori terjadinyapengetahuan manusia dan logika.Aliran-aliran FilsafatAliran MaterialismeMengajarkan bahwa hakekat realistas kesemestaan termasuk makhluk hidupdan manusia ialah materi. Semua realitas itu ditentukan oleh materi (misalbenda ekonomi, makanan) dan terikat pada hukum alam yaitu sebab akibat(hukum kausalitas) yang bersifat obyektif.Aliran IdealismeMengajarkan bahwa ide atau spirit manusia yang menentukan hidup danpengertian manusia, karena manusia mempunya akal budi, kesedaran rohani.Aliran RealismeMengajarkan bahwa kehidupan yang tampak seperti tumbuh-tumbuhan,hewan dan manusia, hidup berkembang biak, kemudia tua, akhirnya mati.Aliran ini bertentangan dengan aliran materialisme dan idealisme.Nilai-Nilai Pancasila Berwujud dan Bersifat Filosofis.Hakikat dan pokok-pokok yang terkandung dalam pancasila adalah :1. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, berarti bahwa nilai-ilai yangterkandung dalam pancasila itu dijadikan tuntutan dan pegangan dalammengatur sikap dan tingkat laku manusia indonesia dalam hubungannyadengan Tuhan, masyarakat dan alam semester2. Pancasila sebagai dasar negara, berarti bahwa nilai-nilai yang terkandungdalam Pancasila itu dijadikan dasar dan pedoman dalam mengatur tatakehidupan bernegara seperti diatur dalam UUD 1945.3. Filsafat pancasila yang abstrak tercermin dalam pembukaan UUD 19454. Pancasila yang dirumuskan dalam Pembukaan UUD 1945 merupakansuatu kebulatan yang utuh.
  • 10. 5. kesatuan tafsir sila-sila pancasila harus bersumber dan berdasrkanpembukaan dan batang tubuh UUD 1945Oleh karena itu secara filosofis, dalam kehidupan bangsa Indonesia diakuibahwa nilai pancasila adalah pandangan hidup. Pancasila dijadikan sebagaipedoman bertingkah laku, dan berbuat dalam segala bdang kehidupan,meliputi bidang ekonomi, politik, sosial budaya dan pertahanan dankeamanan.Pengertian Pancasila Secara FilsafatiFilsafat pancasila dapat diartikan sebagai refleksi kritis dan rasional tentangpancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa dengantujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertian secara mendasar danmenyeluruh.Pembahasan filsafat dapat dilakukan secara Deduktif yaitu dengan mencarihakikat pancasila serta menganalisis dan menyusunya secara sistematismenjadi keuutuhan pandangan yang komprehensif. Sedangkan secarainduktif yaitu dengan mengamati gejala-gejala sosial budaya masyarakat,merefleksikannya dan menarik arti dan makna yang hakiki dari gejala-gejalaitu.Wawasan filsafat meliputi 3 bidang yaitu ontologi, epistemologi dan axiologi.OntologiMenurut Runes adalah teori tentang keberadaan atau eksistensinya. MenurutAristoteles adalah ilmu yang mempelajari hakikat sesuai atau disamakanartinya dengan metafisika.Bidang ontologi meliputi :Penyelidikan tentang keberadaan manusia, benda, alam semesta. Artinyaontologi adalah menjangkau adanya tuhan dan alam gaib seperti rohani dankehidupan sesudah kematian (alam dibalik dunia, alam metafisika).
  • 11. Jadi ontologi adalah bidang filsafat yang menyelidiki makna yang ada(eksitensi dan keberadaan) sumber ada, jenis ada, hahkiat ada, termasuk didalamnya ada alam, manusia, metafisika, dan kesemestaan atau kosomologi.EpistemologiMenurut Runes adalah bidang atau filsafat yang menyelidiki asal, syarat,susunan, metode dan validitas ilmu pengetahuan. Epistemologi menelitisumber pengetahuan, proses dan syarat terjadinya pengetahuan, serta batasdan validitas ilmu pengetahuan.Yang termasuk cabang episteomologi adalah Matematika, logika, dansematik.AxiologiMenurut Runes berarti manfaat, pikiran, atau ilmu, teori. Dalam pengertianmodern axiologi disamakan dengan teori nilai , yakni sesuai yang diinginkan,disukai atau yang baik dan juga yang menyelediki hakikat nilai, kriteria dankedudukan metafisika sebagai suatu nilai.Menurut Brameld, axiologi dapat disimpulkan :1. Tingkah laku moral yang berwujud etika2. ekspresi etika yang berujud estetika atau seni keindahan3. sosio politikJadi axiologi adalah cabang filsafat yang menyelidiki makna nilai, sumbernilai, jenis dan tingkatan nilai dan hakikat nilai.Nilai-Nilai Pancasila Menjadi Dasar Dan Arah Keseimbangan Antara Hak DanKewajiban Asasi Manusia.Nilai-nilai dari sila-sila pancasila terkandung beberapa hubungan manusiayang melahirkan keseimbangan antara hak dan kewajiban yaitu ;Hubungan vertikal. Hubungan manusia dengan Tuhan YME sebagaipenjelmaan dari nilai ketuhanan yang maha esa. Dalam hubungan ini
  • 12. manusia mempunyai kewajiban untuk melaksanakan perintahnya danmenjauhi laranganya.Hubungan Horizontal. Hubungan manusia dengan sesamanya baik dalamfungsinya sebagai warga masyarakat, warga bangsa, dan warga negara.Hubungan Alamiah. Hubungan manusia dengan alam sekitar yang meliputihewan, tumbuhan dan alam dengan segala kekayaannya.Alasan yang prinsipil pancasila sebagai pandangan hidup dengan fungsinyatersebut di atas adalah :1. Pancasila mengakui adanya kekuatan gaib yang di luar manusia menjadipencipta, pengatur serta penguasa alam semesta2. Mengatur keseimbangan dalam hubungan dan keserasian-keserasiandimana untuk menciptakannya perlu pengendalian diri3. Dalam mengatur hubungan, peranan dan kedudukan bangsa sangatpenting.4. Kekeluargaan dan gotong royong, kebersamaan serta musyarawah untukmufakat dijadikan sendi kehidupan5. Kesejahteraan menjadi tujuan hidp bersamaIsi pemikiran filsafat pancasila sebagai suatu filsafat tentang negara adalahbahwa pancasila memberi jawaban yang mendasar dan menyeluruh atasmasalah-masalah asasi :1. Masalah pertama : Apa negera itu ? dijawab dengan prinsip kebangsaanindonesia2. Masalah kedua : Bagaimana hubungan antara bangsa dan negara ?dijawab dengan prinsip perikemanusiaan3. Masalah ketiga: siapakah sumber dan pemegang kekuasaan negara ?dijawab dengan prinsip demokasi4. Masalah keempat : Apa tujuan negara ? dijawab dengan prinsip negarakesejahteraan5. Masalah kelima : bagaimana hubungan antara agama dan negara ?dijawab dengan prinsip Ketuhanan yang maha esa.
  • 13. Secara etimologis istilah “filsafat” atau bahasa Inggrisnya disebut “philosophi”berasal dari bahasa Yunani “philien” (cinta) dan “sophos” (hikmah/kearifan) atau bisajuga diartikan “cinta kebijaksanaan”.filsuf adalah pencinta pandangan tentang kebenaran (vision of truth). Dalampencarian dan menangkap pengetahuan mengenai ide yang abadi dan tak berubah.peninjauan dalam diri yang bersifat reflektif atau berupa perenungan terhadap azas-azas dari kehidupan adil dan bahagia.Wawasan filsafat terdiri dari beberapa aspek, yaitu Aspek Ontologi (eksistensi),Epistemologi (Metode/cara), dan Aksikologi (nilai dan estetika). Aliran filsafat jugaterbagi atas beberapa sifat yaitu Materialisme (kebendaan), Idealisme / Spiritualisme(ide dan spirit), Realisme (Realitas).Pancasila adalah dasar Filsafat Negara Republik Indonesia yang secara resmidisahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 dan tercantum dalam UUD 1945,dundangkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tahun II No. 7 bersama denganUUD 1945.Nilai-nilai yang tertuang dalam rumusan sila-sila Pancasila adalah landasan filosofisyang dianggap, dipercaya dan diyakini sebagai sesuatu (kenyataan, norma-norma,nilai-nilai) yang paling benar, paling adil, paling bijaksana, paling baik dan palingsesuai sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.Bentuk Filsafat Pancasila sendiri digolongkan sebagai berikut :1. Bersifat religius yang berarti dalam hal kebijaksanaan dan kebenaran mengenaladanya kebenaran mutlak yang berasal dari Tuhan Yang Maha Esa (kebenaranreligius) dan sekaligus mengakui keterbatasan kemampuan manusia.2. Memiliki arti praktis yang berarti dalam proses pemahamannya tidak sekedarmencari kebenaran dan kebijaksanaan, serta hasrat ingin tahu, tapi hasil pemikiranyang berwujud filsafat pancasila tersebut dipergunakan sebagai pedoman hidupsehari-hari (way of life / weltanschaung) agar mencapai kebahagiaan lahir dan bathin(Pancasilais).Fungsi Utama Filsafat Pancasila Bagi Bangsa dan Negara Indonesia1.Filsafat Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia.2.adalah kristalisasi dari nilai-nilai yang dimiliki bangsa itu sendiri, yang diyakinikebenarannya dan menimbulkan tekad pada bangsa itu untuk mewujudkannyamenjadi negara yang sejahtera3.(Wellfare State).Filsafat Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik IndonesiaPancasila merupakan suatu dasar nilai serta norma untuk mengatur pemerintahannegara atau dengan kata lain Pancasila merupakan suatu dasar untuk mengaturpenyelenggaraan negara. Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum,Pancasila merupakan sumber kaidah hukum negara yang secara konstitusionalmengatur negara Republik Indonesia beserta seluruh unsur-unsurnya yaitu rakyat,wilayah serta pemerintahan negara.Pancasila Sebagai Jiwa Dan Kepribadian Bangsa IndonesiaMenurut Dewan Perancang Nasional :kepribadian Indonesia ialah : Keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia, yangmembedakan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lainnya. Keseluruhan ciri-cirikhas bangsa Indonesia adalah pencerminan dari garis pertumbuhan danperkembangan bangsa Indonesia sepanjang mas