5. negara dan warga negara
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

5. negara dan warga negara

on

  • 7,540 views

 

Statistics

Views

Total Views
7,540
Views on SlideShare
7,540
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
175
Comments
3

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

5. negara dan warga negara 5. negara dan warga negara Presentation Transcript

  • NEGARA DAN WARGA NEGARA Oleh : Ir. Syamsir Artha, S.H, M.Si
  • NEGARA SECARA ETIMOLOGIS kata “Staat” (belanda dan jerman), “State” (Inggris) dan “Etat” (Perancis). Sebutan sebagian dari jabatan negara, aparat negara, orang-orang yang memegang tampuk pemerintahan beserta staf-stafnya, dan Susunan tata pemerintahan
  • PENGERTIAN NEGARANegara lazim diidentifikasikan dengan pemerintah, (kekuasaan negara, kemauan negara). dipersamakan dengan bangsa, dipergunakan sebagai istilah yang menunjukkan baik keseluruhan maupun bagian-bagian negara federal.
  •  Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut. Negara merupakan suatu wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang berlaku bagi semua individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara independent
  • PENGERTIAN NEGARA OLEH PARA AHLI: Aristoteles : Negara adalah negara hukum yang didalamnya terdapat sejumlah warga negara yang ikut dalam permusyawaratan negara (ecclesia Machiavelli : Negara adalah kekuasaan[ Benedictus de Spinoza: “Negara adalah susunan masyarakat yang integral (kesatuan) antara semua golongan dan bagian dari seluruh anggota masyarakat (persatuan masyarakat organis).” Harold J. Laski: Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena memiliki wewenang yang bersifat memaksa dan yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat.
  •  Thomas Hobbes, Jhon Locke dan J.J Rousseau : Negara adalah badan atau organisasi hasil daripada perjanjian masyarakat[ Karll Marx : Negara adalah organisasi yang dibuat oleh kaum borjuis sebagai pelegitimasi dominasi yang dilakukannya terhadap faktor-faktor produksi Miriam Budiarjo : negara adalah suatu daerah territorial yang rakyatnya diperintah (governed) oleh sejumlah pejabat dan yang berhasil menuntut dari warga negaranya ketaatan pada peraturan perundang- undangan melalui penguasaan (kontrol) monopolistis dari kekuasaan yang sah
  •  Prof.Dr. J.H.A. Logemann: Negara ialah suatu organisasi kekuasaan/ kewibawaan. Roger H. Soltau: Negara adalah alat atau wewenang yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama atas nama masyarakat). Max Weber: Negara adalah suatu masyarakat yang memonopoli penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah). Bellefroid: Negara adalah suatu persekutuan hukum yang menempati suatu wilayah untuk selama-lamanya dan dilengkapi dengan suatu kekuasaan tertinggi untuk menyelenggarakan kemakmuran rakyat sebesar- besarnya.
  •  Prof.Mr. Soenarko: Negara adalah organisasi masyarakat di wilayah tertentu dengan kekuasaan yang berlaku sepenuhnya sebagai kedaulatan. G. Pringgodigdo, SH: Negara adalah suatu organisasi kekuasaan atau organisasi kewibawaan yang harus memenuhi persyaratan unsur-unsur tertentu, yaitu harus memiliki pemerintah yang berdaulat, wilayah tertentu, dan rakyat yang hidup teratur sehingga merupakan suatu nation (bangsa). Prof. R. Djokosutono, SH: Negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada di bawah suatu pemerintahan yang sama. O. Notohamidjojo: Negara adalah organisasi masyarakat yang bertujuan mengatur dan memelihara masyarakat tertentu dengan kekuasaannya.
  •  Dr. Wiryono Prodjodikoro, SH: Negara adalah suatu organisasi di antara kelompok atau beberapa kelompok manusia yang bersama- sama mendiami suatu wilayah tertentu dengan mengakui adanya suatu pemerintahan yang mengurus tata tertib dan keselamatan sekelompok atau beberapa kelompok manusia itu. M. Solly Lubis, SH: Negara adalah suatu bentuk pergaulan hidup manusia yang merupakan suatu community dengan syarat-syarat tertentu: memiliki wilayah, rakyat dan pemerintah. Prof. Miriam Budiardjo: Negara adalah suatu daerah teritorial yang rakyatnya diperintah oleh sejumlah pejabat dan yang berhasil menuntut dari warga negaranya ketaatan pada peraturan perundang-undangannya melalui penguasaan (kontrol) monopolistis dari kekuasaan yang sah. Mr. J.C.T. Simorangkir dan Mr. Woerjono Sastropranoto: Negara adalah persekutuan hukum yang letaknya dalam daerah tertentu dan memiliki kekuasaan tertinggi untuk menyelenggarakan kepentingan umum dan kemakmuran bersama.
  •  Prof.Mr. L.J. van Apeldoorn  Istilah negara dalam arti “penguasa”: untuk menyatakan orang atau orang-orang yang melaksanakan kekuasaan tertinggi atas persekutuan rakyat yang bertempat tinggal dalam suatu wilayah.  Istilah negara dalam arti “persekutuan rakyat”: untuk menyatakan suatu bangsa yang hidup dalam suatu wilayah di bawah kekuasaan tertinggi menurut kaidah-kaidah hukum yang sama.  Negara juga mengandung arti “wilayah tertentu”, dalam hal ini istilah negara digunakan untuk menyatakan suatu wilayah yang di dalamnya diam sekelompok masyarakat/ rakyat/ bangsa di bawah suatu kekuasaan tertinggi.  Negara dapat berarti juga “kas negara/ ficus”: untuk menyatakan bahwa harta yang dipegang penguasa adalah demi kepentingan umum (misalnya dalam istilah: domain negara, pendapatan negara, etc.).
  •  Negara adalah alat dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan manusia dalam masyarakat. Oleh karena itu sebagai organisasi, Negara dapat memaksakan kekuasaannya secara sah terhadap semua golongan kekuasaan serta dapat menetapkan tujuan hidup bersama.
  • Kesimpulan : bahwa negara merupakan: suatu organisasi kekuasaan yang teratur; kekuasaannya bersifat memaksa dan monopoli; suatu organisasi yang bertugas mengurus kepentingan bersama dalam masyarakat; dan persekutuan yang memiliki wilayah tertentu dan dilengkapi alat perlengkapan negara.
  • UNSUR-UNSUR NEGARA Wilayah Rakyat Pemerintahan(Mempunyai kedaulatan)
  • SYARAT-SYARAT NEGARA Menurut ahli kenegaraan Oppenheimer dan Lauterpacht, suatu Negara harus memenuhi syarat- syarat : rakyat yang bersatu, daerah atau wilayah pemerintahan yang berdaulat, dan pengakuan dari Negara lain.
  • MENURUT KONVENSI MONTEVIDEO (URUGUAY) TAHUN 1933 YANG MERUPAKAN KONVENSI HUKUM INTERNASIONALNegara harus mempunyai empat unsur konstitutif,yaitu:a. Harus ada penghuni (rakyat, penduduk, warga Negara) atau bangsa (staatsvolk)b. Harus ada wilayah atau lingkungan kekuasaanc. Harus ada pemerintahan yang berdaulat, kekuasaan tertinggi (penguasa yang berdaulat)d. Kesanggupan berhubungan dengan Negara lain
  •  Unsur penting suatu Negara adalah rakyat. Tanpa rakyat, maka Negara itu hanya ada dalam angan-angan. Termasuk rakyat suatu Negara adalah semua orang yang bertempat tinggal di dalam wilayah kekuasaan Negara tersebut dan tunduk pada kekuasaan Negara tersebut.
  •  Rakyat : Penduduk dan bukan penduduk. Penduduk adalah mereka yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu yang ditetapkan oleh peraturan Negara ybs, diperkenankan mempunyai tempat tinggal pokok (domisili) dalam wilayah Negara itu.  Penduduk WN : penduduk yang sepenuhnya dapat diatur oleh pemerintah Negara tersebut dan mengakui Pemerintahnya sendiri  Penduduk bukan WN/orang asing adalah penduduk yang bukan warga Negara Bukan Penduduk ialah mereka yg berada dalam wilayah suatu Negara untuk sementara waktu dan yg tidak bermaksud bertempat tinggal di Negara tsb.
  • AZAS KONSTITUSIONAL & AZAS DEKLARATORIAL Syarat primer sebuah negara adalah memiliki rakyat, memiliki wilayah, dan memiliki pemerintahan yang berdaulat (Azas Konstitusional). Sedangkan syarat sekundernya adalah mendapat pengakuan dari negara lain (azas Deklaratorial).
  •  Rakyat : merupakan unsur terpenting Negara, karena rakyatlah yang pertama kali berkehendak membentuk Negara. Secara politis, rakyat adalah semua orang yang berada dan berdiam dalam suatu Negara atau menjadi penghuni Negara yang tunduk pada kekuasaan Negara itu.
  • FUNGSI NEGARAFungsi negara pada abad ke XVI di Perancis : Fungsi diflomasi : Fungsi negara yang berhubungan dengan negara lain (Hubungan Internasional). Fungsi Difencie : Fungsi negara dalam menjaga pertahanan dan keamanan negara. Fungsi Financie : Fungsi negara dalam mengatur keuangan negara. Fungsi Justicie : Fungsi negara dalam mengatur pelaksanaan hukum. Fungsi Policie : Fungsi negara dalam mengatur keamanan dan ketertiban masyarakat.
  •  Negara mempunyai dua fungsi utama :  Mengatur dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat yang bertentangan satu sama lainnya.  Mengatur dan menyatukan kegiatan manusia dan golongan untuk menciptakan tujuan bersama yang disesuaikan dan diarahkan pada tujuan Negara. Menurut Montesquieu, Van Vallenhoven, dan Goodnow. Terlepas dari apapun ideologinya, negara menyelenggarakan beberapa fungsi minimal yang mutlak perlu, yaitu sebagai berikut. 1. Melaksanakan penertiban; 2. Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya; 3, Pertahanan; 4. Menegakkan keadilan.
  • Menurut John Locke : Fungsi Legislatif : Fungsi negara dalam membuat peraturan. Fungsi Eksekutif : Fungsi negara dalam melaksanakan peraturan. Fungsi Federatif : Fungsi negara dalam mengurusi hubungan internasional, perang dan damai.Menurut Montesquie : Fungsi Legislatif : Fungsi negara dalam membuat undang- undang. Fungsi Eksekutif : Fungsi negara dalam melaksanakan undang- undang. Fungsi Yudikatif : Fungsi negara dalam mengawasi undang- undang.Menurut Van Vollen Hoven : Regeling : Membuat peraturan. Bestuur : Menyelenggarakan pemerintahan. Rechpraak : Fungsi mengadili. Politie : Menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat
  • SIFAT-SIFAT NEGARA Sifat memaksa, artinya Negara mempunyai kekuasaan untuk menggunakan kekerasan fisik secara legal agar tercapai ketertiban dalam masyarakat dan mencegah timbulnya anarki. Sifat monopoli, artinya Negara mempunyai hak kuasa tunggal dalam menetapkan tujuan bersama dari masyarakat Sifat mencakup semua, artinya semua peraturan perundang-undangan mengenai semua orange tanpa kecuali.
  • TUJUAN UTAMA NEGARA : Mengatur dan menertibkan gejala-gejala dalam masyarakat yang bertentangan satu sama lain Mengatur dan menyatukan kegiatan manusia dan golongan untuk menciptakan tujuan bersama yang disesuaikan dan diarahkan pada tujuan negara
  • WARGA NEGARA DAN PENDUDUK Dalam hubungan internasional di setiap wilayah Negara selalu ada warga Negara dan orang asing yang semuanya disebut penduduk. Setiap warga Negara adalah penduduk suatu Negara, sedangkan setiap penduduk belum tentu warga Negara, karena mungkin seorang asing. Sedangkan seorang asing hanya mempunyai hubungan selama dia bertempat tinggal di wilayah Negara tersebut.
  • PENGERTIAN WARGA NEGARA Rakyat yang tinggal diwilayah negara menjadi penduduk negara yang bersangkutan. Warga Negara adalah rakyat yang menetap di suatu wilayah dan rakyat tertentu dalam hubungannya dengan Negara.
  • WARGA NEGARA, KEWARGANEGARAAN & PEWARGANEGARAAN (UU NO.12 TAHUN 2006 ) Warga Negara adalah warga suatu negara yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang- undangan. Kewarganegaraan adalah segala hal ihwal yang berhubungan dengan warga negara. Pewarganegaraan adalah tata cara bagi orang asing untuk memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia melalui permohonan.
  •  Warganegara adalah orang-orang yang menurut hukum atau secara resmi merupakan anggota resmi dari suatu Negara tertentu,atau dengan kata lain warganegara adalah warga suatu Negara yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan.
  • WARGA NEGARA INDONESIA1. Yang menjadi Warga Negara Indonesia adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang- orang bangsa lain yang disahkan dengan undang--undang sebagai warga negara2. Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) adalah orang yang diakui oleh UU sebagai warga negara Republik Indonesia. Kepada orang ini akan diberikan KTP, NIK apabila ia telah berusia 17.
  • KRITERIA WARGA NEGARA Adapun untuk menentukan siapa-siapa yang menjadi menjadi warga Negara digunakan 2 kriteria, yaitu : Kriteria kelahiran : menurut asas keibubapaan atau disebut pula “Ius sanguinis”. Di dalam asas ini, seorang memperoleh kewarganegaraan suatu Negara berdasarkan asas kewarganegaraan orang tuanya, di manapun ia dilahirkan. Kiteria menurut asas tempat kelahiran atau “Ius Soli”. Di dalam asas ini seseorang memperoleh kewarganegaraannya berdasarkan Negara dimana dia dilahirkan, meskipun orang tuanya bukan warga Negara dari Negara tersebut
  • WARGA NEGARA INDONESIA setiap orang yang sebelum berlakunya UU tersebut telah menjadi WNI anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari ayah dan ibu WNI anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNI dan ibu WNA, atau sebaliknya anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI dan ayah yang tidak memiliki kewarganegaraan atau hukum negara asal sang ayah tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah, dan ayahnya itu seorang WNI anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNI anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNA yang diakui oleh seorang ayah WNI sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tsb berusia 18 tahun/belum kawin
  • HUBUNGAN WARGA NEGARA DAN NEGARA Tidak akan ada negara tanpa warga negara. Warga negara merupakan unsur terpenting dalam hal terbentuknya negara. Warga negara dan negara merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya saling berkaitan dan memiliki hak dan kewajiban masing-masing yang berupa hubungan timbal balik.
  •  Dalam hubungan antara warga Negara dan Negara, warga negara mempunyai kewajiban-kewajiban terhadap Negara dan sebaliknya warga Negara juga mempunyai hak-hak yang harus diberikan dan dilindungi oleh Negara. Warga negara mempunyai kewajiban untuk menjaga nama baik negara dan membelanya. Sedangkan negara mempunyai kewajiban untuk memenuhi dan menyejahterakan kehidupan warga negaranya. Sementara itu warga negara memiliki hak untuk mendapatkan kesejahteraan dan penghidupan yang layak dari negara, sedangkan negara memiliki hak untuk mendapatkan pembelaan dan penjagaan nama baik dari warga negaranya.
  •  Dapat disimpulkan bahwa hak negara merupakan kewajiban warga negara dan sebaliknya kewajiban negara merupakan hak warga negara. sebagai warga negara Indonesia yang baik, memiliki banyak kewajiban yang harus kita laksanakan untuk negara. Diantaranya yang terpenting adalah mematuhi hukum-hukum yang berlaku. Negara membuat suatu peraturan dan hukum, pasti bertujuan yang baik untuk kelangsungan hidup dan tertatanya suatu negara.
  •  Dengan hak dan kewajiban yang sama setiap orang Indonesia tanpa harus diperintah dapat berperan aktif dalam melaksanakan bela negara. Membela negara tidak harus dalam wujud perang tetapi bisa diwujudkan dengan cara yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seperti: 1. Ikut serta dalam mengamankan lingkungan sekitar 2. Ikut serta membantu korban bencana 3. Belajar dengan tekun pelajaran atau mata kuliah Dan masih banyak lagi cara untuk membela negara. Selain itu dengan melakukan kegiatan-kegiatan di atas, kita juga dapat menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap tanah air Indonesia.
  • TUGAS KELOMPOK (3 KELOMPOK) ANGGOTA KELOMPOK DISEPAKATI OLEH MAHASISWA FAK. TEHNIK INFORMATIKA1. Apakah Tujuan Negara Republik Indionesia? Jelaskan2. Dimanakah Saudara temukan tujuan Negara RI tersebut ?3. Jelaskan siapa-siapa yang menjadi WNI , berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 2006 Tentang Kewaranegaraan)4. Apa saja hak dan apa saja kewajiban Warga Negara Indonesia berdasarkan UUD NRI Tahun 1945, dan sebutkan Pasal dari UUD tersebut yang mengatur tentang Hak dan Kewajiban WN RI