Rencana Pembangunan Desa Wisata

  • 11,516 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
11,516
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
0
Comments
6
Likes
20

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. 1 RENCANA PEMBANGUNAN DESA WISATADisajikan oleh Drs. Noersal Samad, MA BAB I PROSES PENTAHAPAN PERENCANAANPEMBANGUNAN DESA WISATA Disajikan oleh Drs. Noersal Samad, MAA.STUDI PENDAHULUAN (PRA SURVEY) Bertujuan mendapatkan gambaran mengenai sumber-sumber pariwisata (tourist resources) suatu desa untuk dijadikan bahan dasar penyelenggaraan studi pembuatan rencana
  • 2. 2induk (master plan). Ruang lingkup studi pendahuluanmeliputi :1. Inventarisasi sumber-sumber : 1.1. Sumber-sumber alam (natural resources) 1.2. Sumber-sumber daya manusia (human resources) 1.3. Sumber-sumber buatan manusia (man made resources)2. Indentifikasi potensiPenganalisaan hasil inventarisasi diatas dilakukan untukidentifikasi : 2.1. Potensi pariwisata desa yang bersangkutan dan wilayah sekitarnya. 2.2. Kemungkinan pola arus dan jaringan lalu lintas yang dapat mendukung pengembangan desa tersebut.3. Rekomendasi langkah-langkah Studi pendahuluan akan menghasilkan : Langkah-langkah persiapan. 3.1. perlunya disusun rencana induk untuk pengembangan selanjutnya.
  • 3. 3B.PEMBUATAN RENCANA INDUK (MASTER PLAN) Bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang rencana pengembangan desa tersebut. Pembuatan rencana induk mencakup : 1. Studi umum kondisi fisik, sosial, ekonomi dan lingkungan yang meliputi : 1.1. Keterangan yang lengkap mengenai letak geografis dan batas wilayah. 1.2. Data tentang suhu, kelembaban relatif, curah hujan dan kecepatan angin bulanan. 1.3. keterangan umum mengenai vegetasi, kondisi serta kemampuan tanahnya. 1.4. Data mengenai aspek-aspek disain linkungan, seperti tehnikl bangunan tradisional, bahan bangunan lokal. 1.5. Data demogarfi. 1.6. Data sumber-sumber ekonomi daerah. 1.7. Data keadaan prasarana dan sarana yang ada. 2. Evaluasi Pontensi Pariwisata 2.1 Potensi pariwisata yang dimiliki. 2.2 Lokasi yang mungkin akan dikembangkan.
  • 4. 4 2.3 Kemampuan daya saing obyek-obyek wisata desa tersebut terhadap obyek-obyek wisata tetangga.3. Analisa pasar (market analysis) 3.1Analisa perkembangan secara regional dan terikat pertambahan pengunjung. 3.2Karakteristik wisatawan. 3.3Analisa daerah negara asal pengunjung, musim kunjungan, pola perjalanan, keadaan sosial ekonomi, motivasi dan lamanya pengunjung tinggal. 3.4Ramalan (forecasting).4. Penyusunan Rencana Pengembangan Desa Wisata 4.1. Identifikasi obyek-obyek wisata yang berpotensi. 4.2. rekomendasi usaha-usaha untuk program preservasi obyek-obyek wisata. 4.3. Skala prioritas program pengembangan.5. Pengusulan Lokasi Yang Mempunyai Skala Prioritas Tertinggi Hal-hal yang perlu dilakukan: 5.1 Menyiapkan peta skematik tata guna tanah (land use).
  • 5. 5 5.2 Identifikasi potensi-potensi yang dapat dipertahankan dan dikembangkan menjadi taman wisata. 5.3 Meneliti berbagai aspek pemilikan tanah. 5.4 Rekomendasi rencana pengembangan akomodasi yang optimum pada lokasi. 5.5 Menentuka prasarana yang diperlukan lokasi tersebut seperti : 5.5.1.Jaringan jalan. 5.5.2.Sistem penyedian air bersih dan distribusinya 5.5.3.Sistem pembuangan air kotor dan pengelolaannya 5.5.4.sistem distribusi tenaga listrik. 5.5.5.Sistem telekomunikasi dsb. 5.6. Menentukan persyaratan-persyaratan yang diperlukan bagi sistem transportasi darat, laut maupun udara.C.PEMBUATAN RENCANA TAPAK KAWASAN (SITE PLAN) Lokasi yang akan dikembangkan : 1. Kawasan Desa 2. Kawasan Dusun
  • 6. 6Peta yang dibuat untuk studi ini biasanya berskala 1 : 5.000sampai dengan 1 : 10.000. Didalam peta harus jelas terlihat :1. Kawasan Landscaping2. Jaringan distribusi air minum3. Jaringan Penyalur air kotor4. Jaringan distribusi listrik5. Jaringan distribusi telekomunikasi, dsbPembuatan rencana tapak kawasan mencakup : 1. Penyusunan Disain Kriteria. Untuk menyusun disain kriteria perlu diadakan studi analisa mengenai : 1.1. Keadaan Alam 1.1.1.Geografi 1.1.2.Geomorfologi Keterangan umum tentang kaedaan tanah, bentuk lapisan tanah dan hal-hal yang berhubungan dengan penggunaan tanah. 1.1.3.Hidrogeologi Sumber-sumber air, baik air yang bmengalir dipermukaan tanah (surface water), maupun air yang terdapat dibawah tanah (underground water). 1.1.4 Klimatologi
  • 7. 7 Suhu rata-rata setiap bulan, derajat kelembaban relatif, curah hujan kecepatan angin dan kondisi- kondisi iklim setempat. 1.1.5 Vegetasi 1.1.6 Geologi Desa Dekripsi terperinci mengenai geologi Desa terutama mengenai penyusutan atau pelebaran Desa. 1.1.7 Populasi Tingkat polusi yang terjadi pada waktu sekarang maupun perkiraan dikemudian hari yang mempengaruhi air sungai. Studi ini perlu dilakukan guna pelestarian lingkungan, konservasi alam, proteksi terhadap tumbuh-tumbuhan, binatang-binatang di darat dan biota di sungai serta pencegahan terjadinya polusi (pencemaran air, darat maupun udara). 1.2. Potensi Pariwisata 1.3. Analisa Pasar2. Pembuatan Pra Disain
  • 8. 8 Pembuatan Pra Disain didasarkan atas ketentuan-ketentuan disain kriteria. Perencanaan bentuk-bentuk bangunan, bahan bangunan yang dpakai, bentuk arsitektur serta panggunaan tata ruang harus disesuaikan dengan lingkungan setempat.3. Pembuatan Pola Pengembangan Berdasarkan disain kriteria dan pra disaian dibuat pola pengembangan (outline plan). Tujuan pembuatan pola pengembangan adalah untuk : 3.1. Menjamin terselenggaranya penggunaan tanah yang optimal. 3.2. Mendapatkan keseimbangan antara pengembangan pariwisata dengan pengembangan sektor-sektor lain. 3.3. Menjaga kelestarian lingkungan dengan adanya peningkatan jumlah pengunjung. 3.4. Melestarikan obyek-obyek wisata seperti : keindahan alam flora, keindahan alam dan biodata sungai, dsb. Pembuatan Pengembangan ini mencakup : (a). Gambaran tentang kepasitas dan fungsi rencana tapak kawasan. (b). Rencana umum tentang tata guna tanah (land use), tata letak (zoning regulation), dan tata bangunan.
  • 9. 9 Rencana dibuat dalam bentuk gambaran-gambaran, peta-peta dan uraian-uraian mengenai : - Rencana tata guna tanah - Peratuaran-peraturan tentang tata letak. - Peraturan-peraturan tentang tata bangunan - Skema pola pemikiran tanah berdasarkan keterangan-keterangan dari agararia bagian kadaster.(c). Program Pengembangan Prasarana.(d). Program Pengembangan Sarana Pariwisata. Harus dibuat program pengembangan berbagai jenis sarana pariwisata yang diperlukan, seperti : - Tempat penerangan, loket, tempat, berteduh, ruang pameran serta panggung pertunjukkan, dsb. - Akomodasi, catering dan pusat pertokoan, souvenir dan kerajinan tangan. - Tempat bermain (play ground) - Tempat berolah raga (outdoor dan indoor). - Jalan-jalan setapak, dsb.(e). Program Pelestarian Lingkungan(f). Skala Prioritas Pembangunan.
  • 10. 10 1.4. Pembuatan Studi Kelayakan (Feasibility Study). a. Memudahkan tata laksana program pembagunan b. Mendapatkan gambaran secara terperinci mengenai program-program tersebut baik dilihat dari segi fisik maupun dari segi pembiayaannya. c. Mengetahui secara terperinci manfaat ekonomi program-program yang dimaksud. 1.5 Rencana Pengelolaan Harus disusun usulan tentang model organisasi pengelola serta rencana pengisian tenaga kerja disertai dengan uraian tugas, program operasional dan biaya yang diperlukan.D.PEMBUATAN DISAIN TEKNIS (DESIGN ENGINEERING) Langkah-langkah dalam studi tahap keempat adalah : 1. Pengukuran Tanah Tujuannya adalah untuk mendapatkan :
  • 11. 11 4.1.1 Data yang nyata dari batas-batas area pekerjaan. 4.1.2 Data yang nyata tentang garis-garis ketinggian. Pekerjaan ini biasanya dilakukan oleh Dinas Agraris Daerah, Sub Dinas Pengukuran Tanah.2. Pemeriksaan / Penelitian Tanah Untuk Keperluan Konstruksi Sebelum pekerjaan pembuatan disain teknis dimulai, perlu diketahui kondisi tanahnya. Penelitian tanah pada umumnya dilakukan dengan pengeboran pada beberapa tempat yang dipergunakan untuk bangunan, untuk mengetahui jenis-jenis lapisan tanah serta kapasitas daya dukung.3. Pembuatan Disain Terperinci Bertitik tolak dengan program-program pengembangan yang dihasilkan studi pembuatan rencana tapak kawasan dibuatlah disain terperinci. Disain terperinci dibuat dalam bentuk uraian, peta-peta dan gambar-gambar berskala 1 : 500 sampai dengan 1 : 10.000. Sedangkan untuk gambar-gambar konstruksi prasarana, sarana dan fasilitas pariwisata yang akan dibangun berskala 1 : 100 sampai 1 : 500.
  • 12. 12 4. Penyusunan Dokumen Tender Dokumen tender terdiri dari rencana kerja dan syarat- syarat pekerjaan, gambar-gambar konstruksi dan keterangan lainnya. Guna dokumen tender adalah : (a) Memudahkan pengelolaan tahap konstruksi (b) Mengetahui dengan tepat biaya konstruksi serta penjadwalan pelaksanaan pembangunan fisik. BAB II PERENCANAAN & KONSUMEN WISATA Disajikan oleh Drs. Noersal Samad, MATujuan Perencanaana. Menciptakan suatu lingkungan fisik kawasan wisata yang tertib, rapi, serasi, nyaman sehingga daya tariknya sebagai obyek wisata dan rekreasi semakin meningkat, akan mampu menarik lebih banyak pengunjung.b. Memanfaatkan seoptimal mungkin keindahan alam dan kekayaan alam (darat, pantai dan laut) yang ada pada
  • 13. 13 kawasan perencanaan dengan tetap memperhatikan serta menjaga kelestarian lingkungan.c. Membangun dan mendayagunakan prasarana dan sarana pelayanan wisata pulau secara optimal, baik dari segi kwantitas maupun kwalitasnya.d. Menyusun kerangka organisasi yang akan mampu melaksanakan fungsi pengelolaan proyek-proyek di daerah perencanaan.Untuk mencapai tujuan di atas, perlu disusun suatu RencanaTata Letak Obyek Wisata di pulau ini dan sekitarnya yangmencakup :(1) Pemilihan Lokasi(2) Perencanaan tata letak yang merupakan pedoman bagi pengaturan perletakan pertamanan, tempat berolah raga, dsb.(3) Penuntun arsitektur serta pedoman yang dapat digunakan untuk “detailed engineering design”.Karakteristik Konsumen WisataPengunjung terdiri atas berbagai golongan umur. Untuk itu perludiketahui karakter masing-masing golongan umum tersebut.a. Anak-anak (dibawah 12 tahun)
  • 14. 14 - memiliki sifat bebas, ingin tahu, sulit diatur, sehingga bagian-bagian yang berbahaya dari obyek wisata perlu di amankan dengan sebaik-baiknya, seperti tebing-tebing curam karang-karang yang mempunyai binatang berbahaya, seperti bulu babi, dsb. - Mempunyai fisik yang belum begitu kuat, sehingga untuk berjalan jauh, terutama tempat mendaki, diperlukan tempat istirahat. Mereka lebih cepat merasa haus dan lapar. Untuk itu fasilitas makan dan minum harus mendapat perhatian khusus.b. Remaja (12 – 14 tahun) - Penuh idealisme, dinamis dan senang dengan hal-hal yang berbau heroik serta bertualang. Selalu ingin bebas, tidak mau dikekang dan sulit untuk diatur. - Keadaan medan / lapangan yang sulit justru merupakan tantangan, seperti : berjalan jauh (hiking), mendaki gunung dan berkemah sangat menarik bagi remaja. - Perlu diberikan kebebasan seluas-luasnya untuk mengenal alam dan lingkungan sehingga mempertebal rasa cinta tanah air. - Menyenangi hal-hal sifatnya informal, seperti : makan di alam terbuka, bertelanjang kaki, dsb.c. Pemuda dan Orang Tua (24 tahun ke atas)
  • 15. 15 - Kelompok ini umumnya mulai segan melakukan hal-hal yang berat. Sifat rekreasinya lebih banyak pasif daripada aktif - Lebih menyenangi hal-hal sifatnya formal, seperti makan / minum di restoran dengan keinginan berbelanja yang tinggi, membeli souvenir, buah-buahan, sayur-sayuran, dsb.Kegiatan PariwisataKegiatan pariwisata dapat dikelompokkan menjadi :a. Kegiatan wisatab. Kegiatan pelayanan wisatac. Kegiatan penunjang wisataPengembangan pariwisata tidak akan terlepas dari keadaanlingkungan fisik maupun sosial, sehingga perlu diperhatikanhal-hal berikut :a. Perlindungan kelestarian alamb. Pendayagunaan potensi alam secara optimalc. Perkembangan ekonomi lingkungand. Perkembangan sosial lingkunganKegiatan pariwisata yang bisa dikembangkan di pulau wisataantara lain :
  • 16. 16a. Kegiatan wisata pencinta alam, termasuk alam dibawah airb. Kegiatan wisata rekreasic. Kegiatan wisata mengenal lingkungand. Kegiatan wisata pendidikane. Kegiatan wisata olah raga BAB IIIPERANCANGAN FISIK LOKASI WISATA Disajikan oleh Drs. Noersal Samad, MA1. ZONING LOKASI WISATA Zoning merupakan sistem pengelompokan unsur-unsur yang mempunyai peranan fungsi yang sama. Sistem ini akan memberikan pengarahan dalam menentukan telak massa bangunan secara fisik. Penetapan zoning selalu berorientasi kepada aktivitas, berupa : 1.1Zoning Rekreasi Zoning ini mencakup unsur rencana tempat peristirahatan, rekreasi dan bersantai.
  • 17. 17 1.2Zoning Penunjang Zoning ini mencakup unsur-unsur yang bersifat mendukung. 1.3 Zoning Pelengkap Zoning ini berfungsi menampung kegiatan pengelola obyek.2. DISTRIBUSI UNSUR RENCANA DALAM ZONING Untuk tiap zoning ditempatkan unsur-unsur rencana berikut : 2.1 Zoning Rekreasi Area restoran, playground, panggung terbuka, area piknik, duduk dan bersantai, souvenir, jalan setapak, cottage dan camping area. 2.2 Zoning Pelayanan Warung-warung, kios-kios dan jalur sirkulasi
  • 18. 18 2.3 Zoning Pelengkap Lapangan olahraga, area kantor, rumah tinggal pegawai, area gardu, loket penjualan karcis, area informasi, pemandu wisata, area gardu listrik, menara air dan menara pengawas.3. PENGEMBANGAN TATA RUANG 3.1 Pola Tata Ruang Tapak perencanaan obyek wisata pulau dan sekitarnya harus memberikan kesan yang bersifat terbuka. Kesan yang terbuka ini merupakan pencerminan adanya kesatuan dengan alam diluar tapak. Sifat keterbukaan dapat dicerminkan misalnya pada penentuan garis batas tapak yang tidak dinyatakan oleh benda masif (tembok) yang menghalangi penerusan fisual, melainkan dari perdu-perdu setinggi 1 meter baris-barisan pohon berjarak 3 – 5 meter. Batas ini bisa dibuat dari kayu atas pagar kawat yang diselimuti pohon-pohon menjalar (perdu-perduan).
  • 19. 19 Kondisi pulau jangan terlalu banyak diubah dari bentuk alamiah, apalagi merusak nilai-nilai alaminya dengan penambahan secara buatan.3.2 Pola Letak Massa Pengolahan pola massa dan ruang terbuka menyangkut beberapa aspek. 3.2.1 Aspek Fungsional Masa bangunan yang termasuk fungsi pelayanan umum dengan jaringan hubungan yang menye- luruh ke semua arah harus mempunyai jarak pencapaian yang sama jauh dan cenderung ke arah ruang aktivitas yang dominan. a. Fasilitas Rekreasi 1. Shelter observasi / tempat pengamatan utama - Ditempatkan pada lokasi dengan arah pandang / view yang bagus dengan daerah jangkauan sejauh mungkin.
  • 20. 20 - Sarana pengamatan dirancang sedemikian rupa sehingga fungsi utama bisa tercapai.2. Shelter istirahat Berada ditempat-tempat yang diperlukan dengan mengingat kemampuan fisik peng- unjung berjalan kaki, memenuhi kriteria jarak, waktu dan kemampuan manusia. - Mempunyai arah pandangan yang indah. - Dapat memberikan perlindungan dari pengaruh alam setempat. - Dapat dipergunakan untuk istirahat mele- paskan lelah.3. Warung - Dapat memenuhi kebutuhan pengunjung berupa makanan-makanan kecil dan minu-man.
  • 21. 21 - Mudah dicapai dari shelter istirahat, tempat pengamatan utama maupun jalan setapak. - Tidak merusak lingkungan yang ada. 4. Area perkemahan - Terletak di tempat terbuka/semi terbuka (dengan mempertimbangkan faktor angin laut). - Jauh dari konsentrasi kegiatan. - Cukup mendapat sinar matahari. - Letak sedekat mungkin dengan alam. - Fasilitas infrastruktur dan utilitas tersedia. - Tidak merusak lingkungan yang ada.b. Fasilitas Pelayanan (Service) 1. Pusat Informasi
  • 22. 22 - Terletak ditempat yang mudah dicapai dan mudah dilihat pengunjung yang datang. - Dilengkapi dengan papan petunjuk bagi pengunjung2. Restoran - Mudah dicapai dari lokasi akumulasi pengunjung. - Pada tempat dengan arah pandangan / view yang indah.3. Ruang Jaga - Dapat mengontrol seluruh kegiatan terutama akumulasi pengunjung4. MCK - Mudah dicapai dari lokasi akumulasi pengunjung - Memperhatikan faktor drainase dalam perancangan fisiknya.
  • 23. 23 5. Souvenir Shops - Letaknya mudah dicapai dari tempat akumulasi pengunjung 6. PPPK - Mudah dicapai dari tempat akumulasi pengunjung - Pencapaian hendaknya selain mudah, juga cepat.c. Jaringan Transportasi Jalan Setapak - Dirancang dengan memperhatikan faktor manusia sebagai subyek yang akan memahaminya, tanpa mengurangi rasa keindahan (estetika). - Sebanyak mungkin tidak banyak mengadakan gali dan urug (cut and fill).d. Standar Skala Ruang
  • 24. 241. Pelayanan Umum- Cottage- Camping Area- Restoran- Souvenir / Kios- Toilet- Kolam renang- Taman duduk-duduk- Rekreasi pantai- Piknik- Musholla2. Sirkulasi- Jalan pencapaian- Jalan pelayanan- Jalan setapak3. Dermaga- Dermaga- Parkir perahu Kebutuhan ruang tiap unit Cottage terdiri atas :
  • 25. 25 - Teras - Ruang - Kitchenette / Pantry - Kamar mandi dan wc BAB IV DAYA TARIK Disajikan oleh Drs. Noersal Samad, MA1. Daya Tarik 1.1 Keindahan (a) Pandangan lepas / variasi pandangan didalam obyek (b) Pemandangan lepas menuju obyek (c) Keseresasian warna dan bangunan dalam obyek (d) Kesantaian suasana dalam obyek 1.2 Keunikan sumber daya alam yang tampak 1.3 Banyaknya jenis sumber daya alam yang menonjol a. Geologi b. Flora c. Fauna d. Air
  • 26. 26 e. Gejala alam lingkungan yang menonjol 1.4 Keutuhan sumber daya alam 1.5 Kepekaan sumber daya alam a. Ada nilai pengetahuan b. Ada nilai kebudayaan c. Ada nilai pengobatan d. Ada nilai kepercayaan 1.6 Kebersihan udara dan lokasi 1.7 Ruang gerak pengunjung dibanding dengan daya tampung2. Daya Tarik Taman Laut 2.1 Keselamatan dalam lokasi a. Tidak ada gangguan ikan (binatang) buas b. Tidak ada arus berbahaya c. Jarang angin besar d. Jarang lalu lintas laut e. Bebas kepercayaan yang mengganggu 2.2 Variasi Fauna a. Variasi fauna besar yang tidak berbahaya b. Variasi ikan hias (min. 15 jenis)
  • 27. 27 c. Variasi koral laut lunak dan keras (min. 40) d. Ada padang anemon2.3 Keindahan didalam laut a. Tumbuh-tumbuhan laut b. Terdapat gua-gua laut / crade c. Keindahan relief d. Variasi / harmoni pandangan2.4 Keutuhan2.5 Keunikan dan Kepekaan a. Ada peninggalan sejarah b. Ada kapal tenggelam c. Ada keganjilan bentuk d. Ada nilai ilmu pengetahuan2.6 Kejernihan air a. Tampak sampai kedalaman min. 15 m b. Tidak ada plankton yang mengganggu c. Tidak ada pengaruh pemukiman d. Tidak ada pengaruh pelabuhan e. Tidak ada pengaruh pasar / gudang ikan / pabrik f. Tidak ada pencemaran lain2.7 Banyaknya lokasi kedalaman2.8 Situasi pandangan dan kenyamanan permukaan
  • 28. 28 a. Pantai rindang b. Pantai pasir putih c. Kebersihan pantai d. Pemandangan pulau-pulau3. Daya Tarik Pantai 3.1 Keindahan a. Variasi pandang pulau b. Keindahan relief c. Kerindangan tepi pantai d. Keserasian pandangan pantai dan sekitarnya e. Ada ciri khusus 3.2 Keselamatan laut tepi pantai a. Tidak ada arus balik berbahaya b. Tidak ada kecuraman dasar laut c. Bebas gangguan binatang berbahaya d. Tidak ada kepercayaan yang mengganggu 3.3 Jenis Pasir 3.4 Variasi kegiatan 3.5 Kebersihan air a. Tidak ada pengaruh pelabuhan b. Tidak ada pengaruh pemukiman rakyat
  • 29. 29 c. Tidak ada pengaruh sungai d. Tidak ada pengaruh pelelangan ikan / pasar / pabrik e. Tidak ada sumber pencemaran lain f. Tidak ada pengaruh / akibat musim 3.6 Lebar pantai 3.7 Kebersihan / kenyamanan a. Tidak ada sampah b. Tidak ada corat-coret c. Bebas kebisingan d. Tidak banyak gangguan binatang, seperti nyamuk, dsb e. Bebas bau yang mengganggu f. Sedikit kerikil / kerang tajam BAB V PENGELOLAAN DAN PELAYANAN Disajikan oleh Drs. Noersal Samad, MAUNSUR-UNSUR1. Kemantapan Organisasi / Pengelolaan 1.1 Status Pengelolaan
  • 30. 30 1.2 Jumlah Pegawai 1.3 Pendapatan Terendah 1.4 Dana Anggaran 1.4.1 Administrasi 1.4.2 Perawatan 1.4.3 Pengembangan 1.4.4 Operasional / Pemasaran 1.5 Sumber Dana 1.6 Status Pegawai2. Mutu Pelayanan 2.1 Mutu Pelayanan 2.1.1 Kelancaran Pelayanan 2.1.2 Keramahan Staff 2.1.3 Kemampuan Komunikasi 2.1.4 Penguasahaan Materi 2.1.5 Kerapihan Berpakaian 2.1.6 Petugas Penerangan 2.2 Kemampuan Bahasa 2.2.1 Daerah Asal 2.2.2 Indonesia 2.2.3 Asing3. Sarana Perawatan dan Pelayanan
  • 31. 313.1 Kemudahan Informasi3.2 Tempat Peristirahatan3.3 Pelabuhan3.4 MCK3.5 Fasilitas Kebersihan3.6 Sumber Penerangan3.7 Catatan Pengunjung