• Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
  • bagus gan makalah nya tapi kok engga bisa di copy yaa
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
39,842
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
417
Comments
1
Likes
4

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. BAB I PERMASALAHAN1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Semakin maju suatu bangsa akan senakin sulit juga bangsa tersebut untukmelindungi negaranya dari ancaman ancaman yang selalu dating.diarus globalisasi danmoderalisasi dunia ini suatu Negara akan semakin mudah untuk digoyahkan .bukandinegara Negara yang sedang berkembang saja namun Negara yang sudah majupunmendapati ancaman ancaman tersebut . ancaman dari luar maupun ancaman dari dlamNegara itu sendiri .bangsa tersebut seharusny a mempunyai rasa nasionalisme yangkuat untuk mlindungi dan membela negaranya dari negar alain yang lebih berwawasanintelektual luas . Suatu Negara akan semakin kuat pertahanannya bila saja bangsatersebutbersatu padu untuk memperjuangkan Negara dalm melindungi dan membelahak hak yang dimiliki didalam suatu Negara itu sendiri .dalam dasar Negara Indonesiapun sudah diterangkan tentang rasa bela Negara yaitu terkandung dalam sila pancasilayang menjadi dasar pedoman hidup bangsa Indonesia .namun semakin berkembangnyadan semakin maraknya arus globalisasi dunia membuat lalai bangsa akan kesadaranuntuk melindungi dan membela negranya dari ancaman ancaman yang terjadi. Meskipun demikian,tujuan bangsa Indonesia yang terkandung dalam silapancasila tersebut memang memerlukan proses yang sangat sulit untukmewujudkannya ,kesulitan tersebut tentunya berdasar pada kesadaran masing masingmasyarakat akan pentingnya mlindungi dan membela Negara ini .namun,merekamementingkan kepentinagan mereka pribadi dibandingkan dengan kepentinganbangsanya ,merka mengira kepentingan tersebut bukan untuk mereka melainkan untukpara petinggi petinggi daerah dan Negara 1
  • 2. Mengacu fenomena fenomena yang terjadi pada masyarakat umumnya saat ini,saya memandang perlu untuk mengangkat tema “Bela Negara” dalam tugas matakuliah kewarganegaraan ini,tentunya hal tersebut disamping sebagai tugas penggantiujian tengah semester yang saya tidak mengikutinya sewaktu ujian tersebut sekaligusuntuk menyadarkan masyarakat semua betapa pentingnya melindungi dan membelaNegara dari berbagai ancaman.1.2 RUMUSAN MASALAH1. Apa yang dimaksud dengan bela Negara?2. Bagaimana cara menunjukkan rasa bela Negara?3. Dimana bela Negara harus dilakukan?4. Megapa setiap warga Negara harus memiliki rasa bela Negara yang kuat?5. Siapa saja yang harus menjalankan kewajiban bela Negara?6. Kapan setiap warga Negara mengoptimalkan rasa bela Negara tersebut? 2
  • 3. BAB II PEMBAHASAN2.1 Pengertian Bela Negara Apakah bela negara itu? Bela Negara adalah kewajiban dasar manusia.Jugakehormatan bagi tiap warga negara yang penuh kesadaran, tanggung jawab dan relaberkorban kepada Negara dan bangsa. Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro,pernah mengatakan, karakter bangsa adalah watak atau sifat hakiki suatubangsa.Sedangkan jatidiri bangsa merupakan cirri khas yang dimiliki oleh suatubangsa yang membedakan dengan bangsa lain.“Karakter bangsa Indonesia itu tercermin dalam sila-sila Pancasila.Sedangkan jatidiribangsa terejawantahkan dalam Bhinneka Tunggal Ika,” kata Purnomo. Bela Negara adalah sebuah konsep yang disusun oleh perangkat perundangandan petinggi suatu negara tentang patriotisme seseorang, suatu kelompok atau seluruhkomponen dari suatu negara dalam kepentingan mempertahankan eksistensi negaratersebut. Secara fisik, hal ini dapat diartikan sebagai usaha pertahanan menghadapiserangan fisik atau agresi dari pihak yang mengancam keberadaan negara tersebut,sedangkan secara non-fisik konsep ini diartikan sebagai upaya untuk serta berperanaktif dalam memajukan bangsa dan negara, baik melalui pendidikan, moral, sosialmaupun peningkatan kesejahteraan orang-orang yang menyusun bangsa tersebut. Landasan konsep bela negara adalah adanya wajib militer. Subyek dari konsepini adalah tentara atau perangkat pertahanan negara lainnya, baik sebagai pekerjaanyang dipilih atau sebagai akibat dari rancangan tanpa sadar (wajib militer). Beberapanegara (misalnyaIsrael, Iran) dan Singapura memberlakukan wajib militer bagi wargayang memenuhi syarat (kecuali dengan dispensasi untuk alasan tertentu sepertigangguan fisik, mental atau keyakinan keagamaan). Sebuah bangsa dengan relawan 3
  • 4. sepenuhnya militer, biasanya tidak memerlukan layanan dari wajib militer warganya,kecuali dihadapkan dengan krisis perekrutan selama masa perang. Di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Jerman, Spanyol dan Inggris,bela negara dilaksanakan pelatihan militer, biasanya satu akhir pekan dalam sebulan.Mereka dapat melakukannya sebagai individu atau sebagai anggota resimen,misalnya Tentara Teritorial Britania Raya. Dalam beberapa kasus milisi bisamerupakan bagian dari pasukan cadangan militer, seperti Amerika Serikat NationalGuard. Di negara lain, seperti Republik China (Taiwan), Republik Korea, dan Israel,wajib untuk beberapa tahun setelah seseorang menyelesaikan dinas nasional. Sebuahpasukan cadangan militer berbeda dari pembentukan cadangan, kadang-kadangdisebut sebagai cadangan militer yang merupakan kelompok atau unitpersonel militer tidak berkomitmen untuk pertempuran oleh komandan merekasehingga mereka tersedia untuk menangani situasi tak terduga, memperkuat pertahanannegara. Ada pun pengertian lainya Bela Negara adalah sikap dan perilaku warganegara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesiayang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjalinkelangsungan hidup bangsa dan negara yang seutuhnya. Arti dari bela negara itusendiri adalah Warga Negara Indonesia (WNI)yang memiliki tekad, sikap dan perilakuyang dijiwai cinta NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang rela berkorbandemi kelangsungan hidup bangsa dan negara. Adapun kriteria warga negara ygmemiliki kesadaran bela negara adalah mereka yg bersikap dan bertindak senantiasaberorientasi pada nilai-nilai bela negara. Nilai-nilai bela negara yang dikembangkan adalah Cinta Tanah air, yaitumengenal, memahami dan mencintai wilayah nasional, menjaga tanah dan pekaranganserta seluruh ruang wilayah Indonesia, melestarikan dan mencintai lingkungan hidup,memberikan kontribusi pada kemajuan bangsa dan negara, menjaga nama baik bangsadan negara serta bangga sebagai bangsa indonesia dengan cara waspada dan siap 4
  • 5. membela tanah air terhadap ancaman tantangan, hambatan dan gangguan yangmembahayakan kelangsungan hidup bangsa serta negara dari manapun dan siapapun. Nilai yang kedua adalah Sadar akan berbangsa dan bernegara, yaitu denganmembina kerukunan menjaga persatuan dan kesatuan dari lingkungan terkecil ataukeluarga, lingkungan masyarakat, lingkungan pendidikan dan lingkungan kerja,mencintai budaya bangsa dan produksi dalam negeri, mengakui, menghargai danmenghormati bendera merah putih, lambang negara dan lagu kebangsaan indonesiaraya, menjalankan hak dan kewajiban sesuai peraturan dan perundang-undangan yangberlaku dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi, keluargadan golongan. Nilai ketiga adalah yakin kepada Pancasila sebagai ideologi negara, yaitumemahami hakekat atau nilai dalam Pancasila, melaksanakan nilai Pancasila dalamkehidupan sehari-hari, menjadikan Pancasila sebagai pemersatu bangsa dan negaraserta yakin pada kebenaran Pancasila sebagai ideologi negara. Nilai keempat rela adalah berkorban untuk bangsa dan negara, yaitu bersediamengorbankan waktu, tenaga dan pikiran untuk kemajuan bangsa dan negara, siapmengorbankan jiwa dan raga demi membela bangsa dan negara dari berbagai ancaman,berpastisipasi aktif dalam pembangunan masyarakat, bangsa dan negara, gemarmembantu sesama warga negara yg mengalami kesulitan dan yakin dan percaya bahwapengorbanan untuk bangsa dan negara tidak sia-sia. Untuk nilai yang terakhir memiliki kemampuan awal bela negara secara psikisdan fisik. Secara psikis, yaitu memiliki kecerdasan emosional, spiritual sertaintelegensia, senantiasa memelihara jiwa dan raganya serta memiliki sifat-sifat disiplin,ulet, kerja keras dan tahan uji. Sedangkan secara fisik yaitu memiliki kondisikesehatan, ketrampilan jasmani untuk mendukung kemampuan awal bina secara psikisdengan cara gemar berolahraga dan senantiasa menjaga kesehatan. 5
  • 6. Beberapa contoh bela negara dalam kehidupan nyata, yakni siskamling,menjaga kebersihan, mencegah bahaya narkoba, mencegah perkelahian antarperorangan sampai dengan antar kelompok, meningkatkan hasil pertanian sehinggadapat mencukupi ketersediaan pangan daerah dan nasional, cinta produksi dalamnegeri agar dapat meningkatkan hasil eksport, melestarikan budaya Indonesia dantampil sebagai anak bangsa yang berprestasi baik nasional maupun internasional. Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaannegara dan Syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan undang-undang. Kesadaranbela negara itu hakikatnya kesediaan berbakti pada negara dan kesediaan berkorbanmembela negara. Spektrum bela negara itu sangat luas, dari yang paling halus, hinggayang paling keras. Mulai dari hubungan baik sesama warga negara sampai bersama-sama menangkal ancaman nyata musuh bersenjata.Tercakup di dalamnya adalahbersikap dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara.Dan Bela Negara merupakantekad, sikap, perilaku, dan tindakan warga negara dalam menjamin kelangsungan hidupbangsa dan negara, yang dijiwai oleh kecintaan kepada NKRI. Nilai-nilai yang dikembangkan dalam bela negara adalah cinta tanah air,kesadaran berbangsa dan bernegara. Yakin pada Pancasila sebagai ideologi negara, relaberkorban bagi bangsa dan Negara serta memiliki kemampuan awal bela Negara.Salahsatu strategi dalam membangun daya tangkal bangsa untuk menghadapi kompleksitasancaman ini adalah melaksanakan revitalisasi pembinaan kesadaran bela negara kepadasetiap warga negara. Strategi itu akan terwujud bila ada keterpaduan penyelenggaraansecara lintas sektoral, sebagai wujud tanggung jawab bersama pembinaan SDM untukmewujudkan keutuhan dan kelangsungan hidup NKRI.Diharapkan ada kesepahamanbahwa pembinaan kesadaran bela negara sebagai upaya membangun karakter bangsayang tak terpisahkan dari pembangunan nasional. Juga dapat diprogramkan pada setiapinstitusi pemerintah dan non pemerintah. Begitu pula dengan organisasi kemasyarakatan (Ormas) bisa melaksanakansesuai aturan yang berlaku.Demi suatu tujuan, yaitu nasionalisme, cinta tanah air, dankedamaian.Hak dan kewajiban warga negara, terutama kesadaran bela negara akan 6
  • 7. terwujud dalam sikap dan perilakunya bila ia dapat merasakan bahwa konsepsidemokrasi dan hak asasi manusia sungguh–sungguh merupakan sesuatu yang palingsesuai dengan kehidupannya sehari–hari.Unsur Dasar Bela Negara a) Cinta Tanah Air b) Kesadaran Berbangsa & bernegara c) Yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara d) Rela berkorban untuk bangsa & negaraContoh-Contoh Bela Negara : 1) Melestarikan budaya 2) Belajar dengan rajin bagi para pelajar 3) Taat akan hukum dan aturan-aturan negara 4) Dll.Beberapa dasar hukum dan peraturan tentang Wajib Bela Negara :1. Tap MPR No.VI Tahun 1973 tentang konsep Wawasan Nusantara dan Keamanan Nasional.2. Undang-Undang No.29 tahun 1954 tentang Pokok-Pokok Perlawanan Rakyat.3. Undang-Undang No.20 tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok Hankam Negara RI. Diubah oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1988.4. Tap MPR No.VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dengan POLRI.5. Tap MPR No.VII Tahun 2000 tentang Peranan TNI dan POLRI. 7
  • 8. 6. Amandemen UUD 45 Pasal 30 ayat 1-5 dan pasal 27 ayat 3.7. Undang-Undang No.3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Dan dalam Pasal 30 UUD 1945 menyebutkan bahwa "tiap-tiap warga negaraberhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara". Konsep Bela Negaradapat diuraikan yaitu secara fisik maupun non-fisik. Secara fisik yaitu dengan cara"memanggul bedil" menghadapi serangan atau agresi musuh. Bela Negara secara fisikdilakukan untuk menghadapi ancaman dari luar. Sedangkan Bela Negara secara non-fisik dapat didefinisikan sebagai "segala upaya untuk mempertahankan negarakesatuan Republik Indonesia dengan cara meningkatkan kesadaran berbangsa danbernegara, menanamkan kecintaan terhadap tanah air serta berperan aktif dalammemajukan bangsa dan negara". sipil, di mana unsur-unsur Rakyat Terlatih membantupemerintah merupakan unsur bantuan tempur bagi pasukan reguler TNI dan terlibatlangsung di medan perang. Apabila daerah dalam menangani Keamanan dan Ketertiban Masyarakat,sementara fungsi Perlawanan Rakyat dilakukan dalam keadaan darurat perang di manaRakyat Terlatih keadaan ekonomi nasional telah pulih dan keuangan negaramemungkinkan, maka dapat pula dipertimbangkan kemungkinan untuk mengadakanWajib Militer bagi warga negara yang memenuhi syarat seperti yang dilakukan dibanyak negara maju di Barat. Mereka yang telah mengikuti pendidikan dasar militerakan dijadikan Cadangan Tentara Nasional Indonesia selama waktu tertentu, denganmasa dinas misalnya sebulan dalam setahun untuk mengikuti latihan atau kursus-kursus penyegaran. Dalam keadaan darurat perang, mereka dapat dimobilisasi dalam waktusingkat untuk tugas-tugas tempur maupun tugas-tugas teritorial. Rekrutmen dilakukansecara selektif, teratur dan berkesinambungan. Penempatan tugas dapat disesuaikandengan latar belakang pendidikan atau profesi mereka dalam kehidupan sipil misalnyadokter ditempatkan di Rumah Sakit Tentara, pengacara di Dinas Hukum, akuntan diBagian Keuangan, penerbang di Skwadron Angkutan, dan sebagainya. Gagasan inibukanlah dimaksudkan sebagai upaya militerisasi masyarakat sipil, tapi 8
  • 9. memperkenalkan "dwi-fungsi sipil". Maksudnya sebagai upaya sosialisasi "konsepbela negara" di mana tugas pertahanan keamanan negara bukanlah semata-matatanggung jawab TNI, tapi adalah hak dan kewajiban seluruh warga negara RepublikIndonesia. Bela Negara Secara Non-Fisik Di masa transisi menuju masyarakat madanisesuai tuntutan reformasi saat ini, justru kesadaran bela negara ini perlu ditanamkanguna menangkal berbagai potensi ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan baikdari luar maupun dari dalam seperti yang telah diuraikan di atas. Sebagaimana telahdiungkapkan sebelumnya, bela negara tidak selalu harus berarti "memanggul bedilmenghadapi musuh". Keterlibatan warga negara sipil dalam bela negara secara non-fisik dapat dilakukan dengan berbagai bentuk, sepanjang masa dan dalam segalasituasi, misalnya dengan cara:a. meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, termasuk menghayati artidemokrasi dengan menghargai perbedaan pendapat dan tidak memaksakan kehendakb. menanamkan kecintaan terhadap tanah air, melalui pengabdian yang tulus kepadamasyarakatc. berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara dengan berkarya nyata (bukanretorika)d. meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap hukum/undang-undang danmenjunjung tinggi Hak Azasi Manusiae. pembekalan mental spiritual di kalangan masyarakat agar dapat menangkalpengaruh- pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan norma-norma kehidupanbangsa Indonesia dengan lebih bertaqwa kepada Allah swt melalui ibadah sesuaiagama/kepercayaan masing- masing Apabila seluruh komponen bangsa berpartisipasiaktif dalam melakukan bela negara secara non-fisik ini, maka berbagai potensi konflikyang pada gilirannya merupakan ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan bagikeamanan negara dan bangsa kiranya akan dapat dikurangi atau bahkan dihilangkansama sekali. Kegiatan bela negara secara non-fisik sebagai upaya peningkatan 9
  • 10. Ketahanan Nasional juga sangat penting untuk menangkal pengaruh budaya asing diera globalisasi abad ke 21 di mana arus informasi (atau disinformasi) dan propagandadari luar akan sulit dibendung akibat semakin canggihnya teknologi komunikasi. Bela Negara biasanya selalu dikaitkan dengan militer atau militerisme, seolah-olah kewajiban dan tanggung jawab untuk membela negara hanya terletak padaTentara Nasional Indonesia. Padahal berdasarkan Pasal 30 UUD 1945, bela negaramerupakan hak dan kewajiban setiap warga negara Republik Indonesia. Bela negaraadalah upaya setiap warga negara untuk mempertahankan Republik Indonesia terhadapancaman baik dari luar maupun dalam negeri. Ancaman Dari Dalam Meskipun tokoh-tokoh LSM banyak yang menyatakan hal ini sebagai sesuatu yang mengada-ada, padakenyataannya potensi ancaman yang dihadapi negara Republik Indonesia tampaknyaakan lebih banyak muncul dari dalam negeri, antara lain dalam bentuk:a. disintegrasi bangsa, melalui gerakan-gerakan separatis berdasarkan sentimenkesukuan atau pemberontakan akibat ketidakpuasan daerah terhadap kebijakanpemerintah pusatb. keresahan sosial akibat ketimpangan kebijakan ekonomi dan pelanggaran Hak AzasiManusia yang pada gilirannya dapat menyebabkan huru-hara/kerusuhan massac. upaya penggantian ideologi Panca Sila dengan ideologi lain yang ekstrim atau yangtidak sesuai dengan jiwa dan semangat perjuangan bangsa Indonesiad. potensi konflik antar kelompok/golongan baik akibat perbedaan pendapat dalammasalah politik, maupun akibat masalah SARAe. makar atau penggulingan pemerintah yang sah dan konstitusional. Di masa transisike arah demokratisasi sesuai dengan tuntutan reformasi saat ini, potensi konflik antarkelompok/golongan dalam masyarakat sangatlah besar. Perbedaan pendapat yangjustru adalah esensi dari demokrasi malah merupakan potensi konflik yang seriusapabila salah satu pihak berkeras dalam mempertahankan pendiriannya sementarapihak yang lain berkeras memaksakan kehendaknya. Dalam hal ini, sebenarnya carayang terbaik untuk mengatasi perbedaan pendapat adalah musyawarah untuk mufakat. 10
  • 11. Namun cara yang sesungguhnya merupakan ciri khas budaya bangsa Indonesia itutampaknya sudah dianggap kuno atau tidak sesuai lagi di era reformasi ini.Masalahnya, cara pengambilan suara terbanyakpun (yang dianggap sebagai cara yangpaling demokratis dalam menyelesaikan perbedaan pendapat) seringkali menimbulkanrasa tidak puas bagi pihak yang "kalah", sehingga mereka memilih cara pengerahanmassa atau melakukan tindak kekerasan untuk memaksakan kehendaknya. Banyakalasan mengapa kita sebagai warga negara wajib mengupayakan untuk membelanegara. Oleh dari itu, kita sebagai generasi penerus mempunyai kewajiban untukmemberi contoh bela negara, sesuai dengan arti atau pengertian bela negara indonesia. Dan dalam Pasal 30 UUD 1945 menyebutkan bahwa "tiap-tiap warga negaraberhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara". Konsep Bela Negaradapat diuraikan yaitu secara kehendaknya. Banyak alasan mengapa kita sebagai warganegara wajib mengupayakan untuk membela negara. Oleh dari itu, kita sebagaigenerasi penerus mempunyai kewajiban untuk memberi contoh bela negara, sesuaidengan arti atau pengertian bela negara indonesia. Wilayah Indonesia yang sebagian besar adalah wilayah perairan mempunyaibanyak celah kelemahan yang dapat dimanpaatkan oleh negara lain yang pada akhirnyadapat meruntuhkan bahkan dapat menyebabkan disintegrasi bangsa Indonesia.Indonesia yang memiliki kurang lebih 13.670 pulau memerlukan pengawas yangcukup ketat. Dimana pengawas tersebut tidak hanya dilakukan oleh pihak TNI/Polrisaja tetapi semua lapisan masyarakat Indonesia/ bila hanya mengandalkan TNI/Polrisaja yang persenjataannya kurang lengkap mungkin bangsa Indonesia sudah tercabik-cabik oleh bangsa lain/dengan adanya bela negara kita dapat mempererat rasapersatuan di antara penduduk Indonesia yang saling berbhineka tunggal ika. Sikap belanegara terhadap bangsa Indonesia merupakan kekuatan Negara Indonesia bagi prosespembangunan nasional menuju tujuan nasional dan merupakan kondisi yang harusdiwujudkan agar proses pencapaian tujuan nasional tersebut dapat berjalan dengansukses. 11
  • 12. Oleh karena itu, diperlukan suatu konsepsi ketahanan nasional yang sesuaidengan karakterristik bangsa Indonesia. Dengan adanya kesadaran akan bela negara,kita harus dapat memiliki sikap dan prilaku yang sesuai kejuangan, cinta tanah air sertarela berkorban bagi nusa dan bangsa. Dalam kaitannya dengan pemuda penerus bangsahendaknya ditanamkan sikap cinta tanah air sejak dini sehingga kecintaan merekaterhadap bangsa dan Negara lebih meyakini dan lebih dalam. Dalam sikap bela negara kita hendaknya mampu menyesuaikan diri dengansituasi dan kondisi yang sedang berlangsung di negara kita, tidak mungkin kitatunjukan sikap bela negara yang bersifat keras seandainya situasi keamanan nasionalterkendali. Menjaga diri, keluarga dan lingkungan sekitar sudah merupakan salah satusikap bela negara dalam sekala kecil. Mentaati peraturan pemerintah dan lainsebagainya. Bahkan menyanyikan lagu bela negara yang diciptakan oleh DharmaOratmangun atau mengenang hari bela negara yang jatuh pada tanggal 19 Desemberyang ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui KeputusanPresiden Republik Indonesia Nomor 28 tahun 2006 adalah salah satu bentuk belanegara sekala kecil. Sehingga ketika kita sebagai warga negara sudah terbiasa melakukan hak dankewajiban sebagai warga negara dengan baik dan benar maka seandainya adakonprontasi atau intervensi terhadap negara, kita akan peka menyikapinya bahkandengan mengangkat senjatapun kita akan berani karena jiwa bela negara dalam diri kitasudah terlatih dan terbiasa. 12
  • 13. BAB III KESIMPULAN DAN SARAN3.1 KESIMPULAN Setiap warga Negara harus berani mengeluarkan argumennya dalam forum-forum dinegara – Negara lain untuk dapat membuktikan bahwa Indonesia mampuuntuk bersaing dalam kancah internasioanal. Warga juga harus mampu membelanegaranya dari budaya-budaya lain,sehingga budaya dalam negri selalu dibudidayakandalam masyarakat belakangan ini.3.2 SARAN Demikian laporan tugas akhir mata kuliah kewarganegaraan ini saya buat,semoga segala kekurangan dan kelemahan dari laporan tugas ini dapat menjadikanpengalaman untuk saya yang akan datang.saya mengucapkan terima kasih kepadasemua pihak yang telah membantu saya hingga dapat menyelesaikan tugas ini.segalamasukan dan kritikan dari semua pihak sangat kami harapkan demi kesempurnaan danperbaikan kinerja saya yang akan datang. 13
  • 14. DAFTAR PUSTAKA Rohmadi,Muhammad.2005.kewarganegaraan.Surakarta:PT Grahadi Permata.2006.SejarahIndonesia.Solo:CV Cahaya Pustaka www.google.com 14