Media penyimpanan-terdistribusi-degan-glusterfs-pada-debian-squeeze
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Media penyimpanan-terdistribusi-degan-glusterfs-pada-debian-squeeze

on

  • 2,136 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,136
Views on SlideShare
2,136
Embed Views
0

Actions

Likes
2
Downloads
106
Comments
1

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • assalamualaikum gan mau tanya glusterfs untuk client dapat dilakukan di windows 7 gak dan bagaimana cara pengujian sistem tersebut?
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Media penyimpanan-terdistribusi-degan-glusterfs-pada-debian-squeeze Media penyimpanan-terdistribusi-degan-glusterfs-pada-debian-squeeze Document Transcript

  • MEMBUAT MEDIA PENYIMPANAN TERDISTRIBUSI MENGGUNAKAN GLUSTERFS PADA DEBIAN SQUEEZE Disusun oleh: SUYADI L200100015 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA FAKULTAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA JURUSAN INFORMATIKA 2011
  • MEMBUAT MEDIA PENYIMPANAN TERDISTRIBUSI MENGGUNAKAN GLUSTERFS PADA DEBIAN SQUEEZEA. PENDAHULUAN1. Latar Belakang Memiliki alamat e-mail pada saat ini merupakan keharusan, apalagi bagimereka yang berstatus pegawai dan mahasiswa. Aktivitas terkait dengan e-mailseperti membaca dan membalas pesan elektronik ini sudah menjadi kegiatan rutin(Ahira, 2010). Di internet banyak penyedia layanan e-mail gratis seperti Yahoo danGmail. Gmail merupakan webmail gratis yang diluncurkan oleh Google pada 1April 2004 dan menjelma menjadi layanan e-mail yang sangat populer. Pada akhirtahun 2010 pengguna Gmail mencapai lebih dari 190 juta. Gmail menyediakan 7GB ruang penyimpanan bagi setiap pengguna, jika dikalikan dengan jumlahpengguna, jumlahnya lebih dari 1,3 milyar gigabyte atau 1.300 petabyte.Bagaimana membuat sebuah ruang penyimpanan tunggal sebesar itu ?Jawabannya adalah dengan teknologi cloud computing. Menurut Ed Lenta (2011) arsitektur hybrid cloud menawarkan keuntunganyang signifikan bagi kalangan enterprise dan menyediakan kesempatan perubahandi dunia enterprise dalam menggunakan dan memproduksi layanan berbasis TI.Dengan implementasi private atau public cloud efisiensi biaya dapat terukursecara pasti sehingga memungkinkan perusahaan dapat mengukur produktifitasdan kinerja menuju perbaikan yang berkesinambungan. Salah satu komponen penting dalam cloud computing adalah clustered filesystem. Banyak perangkat lunak clustering yang beredar di pasaran, di antaranyaadalah GlusterFS. Pada situs resminya (http://www.gluster.com/) disebutkanbahwa GlusterFS adalah “The Fastest Path to Public and Private Cloud Storage”. 2
  • 2. Rumusan Masalah Berpijak dari pemaparan di atas dirumuskan permasalahan sebagaiberikut: 1) Apa GlusterFS itu ? 2) Bagaimana meng-install dan mengkonfigurasi GlusterFS sebagai media penyimpanan terdistribusi (teknik clustering sederhana)?3. Tujuan Penulisan Makalah ini disusun untuk memperkenalkan GlusterFS sebagai clusteredFile System yang mudah digunakan dan penerapannya sebagai mediapenyimpanan terdistribusi sederhana.4. Tahapan Penulisan Tahap pertama, penulis mengumpulkan dokumen-dokumen dari internetyang berhubungan dengan clustering dan GlusterFS. Tahap kedua, penulis melakukan eksperimen menggunakan komputervirtual. Software yang digunakan adalah VirtualBox. Tahap ketiga, penulis membuat catatan proses-proses yang terjadi dalameksperimen yang digunakan sebagai bahan menulis karya tulis. 3
  • B. PEMBAHASAN1. Mengenal GlusterFS GlusterFS adalah clustered file system yang bersifat open source yangdapat beroperasi dengan kapasitas petabyte dan menangani ribuan client.GlusterFS menggabungkan disk, memori dan pengolahan data dari beberapamodul server dalam sebuah ruang tunggal. GlusterFS didesain untuk memenuhikebutuhan ruang penyimpanan bagi pengguna dan dapat memberikan kinerja yangluar biasa untuk beban kerja yang beragam. Arsitektur GlusterFS bersifat modular yang memungkinkan administratormenambah atau mengurangi modul server sesuai dengan kebutuhan pengguna.Sebagai contoh, administrator dapat mengkonfigurasi sistem server mandiridengan cepat menggunakan GlusterFS dan kemudian mengembangkan sistemsebagai kebutuhan tumbuh. GlusterFS versi 3.2 memiliki kemampuan mengatur quota penggunaanruang disk dengan direktori atau volume. Administrator dapat mengendalikanpemanfaatan ruang disk pada tingkat direktori dan/atau volume denganmenetapkan batas-batas untuk ruang disk dialokasikan di setiap tingkat dalamvolume dan hirarki direktori. GlusterFS dirancang untuk komputasi awan dengan performa tinggi.Tidak seperti pusat data tradisional, lingkungan awan membutuhkan multi-sewabersama dengan kemampuan untuk tumbuh atau menyusut sumber daya sesuaipermintaan. 4
  • Gambar 1: Komputasi awan menggunakan GlusterFS GlusterFS di bawah lisensi GNU Affero General Public License. GNUAffero General Public License adalah bebas (free), pengguna dapat menggunakanGlusterFS secara resmi tanpa harus mengeluarkan uang untuk membeli lisensi.2. Instalasi dan Konfigurasi GlusterFS sebagai Media Penyimpanan Terdistribusi (Teknik Clustering Sederhana) GlusterFS dapat didesain dalam beberapa mode. Mode yang umumdipakai adalah sebagai berikut : • Distributed - File-file didistribusikan dalam cluster • Distributed Replicated – Replikasi data di antara dua simpul (node) dalam cluster. • Distributed Striped - Memecah file di antara simpul-simpul dalam cluster, biasanya digunakan untuk mengakses file yang sangat besar. 5
  • Tulisan ini hanya akan membahas model distributed sederhana. Model inidapat diterapkan di kampus misalnya pada aplikasi e-mail. Misalnya di UMSterdapat 15 ribu mahasiswa, masing-masing mahasiswa memiliki e-mail dengankapasitas 1 GB, maka perlu disediakan 15 terrabyte ruang penyimpanan ataubutuh 10 buah server dengan kapasitas penyimpanan masing-masing 1.5 TB yangdikonfigurasi secara terdistribusi. Sebagai bahan observasi, kita siapkan dua buah komputer virtual sebagaisimpul server dan sebuah komputer sebagai client. Hasilnya diharapkan dapatdijadikan permodelan dalam pengembangan mail server di UMS. Sistem operasiyang digunakan Debian Squeeze (Debian versi 6.0). Masing-masing simpulmenyediakan 4.6 GB kapasisitas disk yang akan digunakan untukmendistribusikan file-file dalam cluster, sehingga kapasitasnya bisa ditingkatkanmenjadi dua kali lipat (9.2 GB) dan dapat ditingkatkan lagi dengan mudah diwaktu mendatang dengan menambah simpul baru.a. Kebutuhan Sistem Kebutuhan sistem minimum untuk produksi yang dijalankan dalam sistemyang sesungguhnya : • Perangkat keras: Intel/AMD x86 64-bit processor , memori 1 GB, hardisk 8 GB, Gigabit Ethernet. • Sistem operasi: Linux Debian 5.0 arsitektur x86_64 atau RHEL 5.1 atau Ubuntu 8.04 atau CentOS 5.1 atau distribusi linux yang lain. • Sistem file: ext3, ext4, atau sistem file POSIX compliant yang lain. Untuk mendukung file dengan ukuran yang sangat besar GlusterFS merekomendasikan XFS File System. 6
  • b. Proses Instalasi GlusterFS pada Server dan Client Anggap pada semua komputer telah terpasang Debian Squeeze BusinessCard Edition. Komputer-komputer tersebut kita set sebagai : • svr1: IP address 192.168.56.11 (server) • svr2: IP address 192.168.56.12 (server) • client: IP address 192.168.56.2 (client) Kita akan memasang GlusterFS pada masing-masing komputer (svr1, svr2dan client) dari source code (kode sumbernya) dengan langkah-langkah sebagaiberikut : 1) Login ke server dengan user root. 2) Install paket-paket yang dibutuhkan dengan mengetikkan perintah : # apt­get install sshfs build­essential flex bison 3) Unduh source code dari http://www.gluster.org/download/. Nama file yang diunduh glusterfs-3.2.0.tar.gz 4) Bongkar source code dengan perintah : # tar ­zxvf glusterfs­3.2.0.tar.gz 5) Pindah ke direktori glusterfs-3.2.0 dengan perintah : # cd glusterfs­3.2.0 6) Jalankan program konfigurasi dengan perintah : # ./configure GlusterFS configure summary =========================== FUSE client : yes Infiniband verbs : yes epoll IO multiplex : yes argp­standalone : no fusermount : no readline : yes Rangkuman konfigurasi di atas menunjukkan komponen-komponen yang akan kita pasang bersama dengan GlusterFS. 7
  • 7) Build dan install GlusterFS dengan perintah : # make && make install 8) Lakukan verifikasi versi yang terpasang dengan perintah : # glusterfs –versionc. Menjalankan GlusterFS pada Server GlusterFS server berjalan sebagai servis. Untuk menjalankan servisjalankan daemon-nya dengan perintah : # /etc/init.d/glusterd start  Untuk menghentikan, servis jalankan perintah : # /etc/init.d/glusterd stop  Untuk melihat status, jalankan perintah : # /etc/init.d/glusterd status  Untuk menjalankan GlusterFS secara otomatis ketika server dinyalakan, jalankanperintah : # update­rc.d glusterd defaultsd. Membuat Volume Level tertinggi dalam hierarki GlusterFS adalah volume. Volume inilahnantinya yang akan dibaca oleh client sebagai media penyimpanan tunggal.Volume terdistribusi merupakan gabungan media penyimpanan dua node ataulebih dengan menjumlah kapasitas menjadi sebuah media peyimpanan tunggaldengan kapasitas besar yang nantinya diakses oleh pengguna pada sisi client. Sebelum membuat volume, terlebih dahulu dibuat trusted storage pool.Langkah-langkahnya sebagai berikut : 1) Login ke svr1 dengan user root. 2) Untuk menambahkan sebuah server ke dalam pool misalnya: svr2 dengan IP address 192.168.56.12, jalankan perintah : # gluster peer probe 192.168.56.12 8
  • Catatan: tidak perlu melakukan probe untuk localhost (svr1). 3) Verifikasi status peer dari svr1, dengan perintah : #gluster peer status Jika muncul pesan seperti berikut, berarti svr2 telah masuk dalam pool dan siap ditambahkan dalam volume. Number of Peers: 2 Hostname: 192.168.56.12 Uuid: 5e987bda­16dd­43c2­835b­08b7d55e94e5 State: Peer in Cluster (Connected) Langkah berikutnya adalah membuat volume. Kita akan memasukkandirektori /export pada svr1 dan svr2. 1) Membuat volume, syntax-nya : # gluster volume create NEW­VOLNAME [transport tcp |  rdma | tcp,rdma] NEW­BRICK.. Dalam percobaa ini, kita jalankan perintah : # gluster volume create test-volume transport tcp 192.168.56.11:/export 192.168.56.12:/export 2) Kita dapat menampilkan informasi volume yang kita buat, dengan perintah: # gluster volume info Volume Name: test­volume Type: Distribute Status: Created Number of Bricks: 2 Transport­type: tcp Bricks: Brick1: 192.168.56.11:/export Brick2: 192.168.56.12:/export 9
  • 3) Untuk mengaktifkan volume, jalankan perintah : # gluster volume start test­volume Starting volume test­volume has been successfule. Menjalankan GlusterFS pada Client GlusterFS mengijinkan beberapa jalan bagi pengguna mengakses volumedalam cluster, di antaranya adalah : • Gluster Native Client – Metode ini menyediakan konkurensi dan performasi yang tinggi. • NFS (Network File System) – Metode ini yang paling simpel yang menggunakan protokol file server yang umum digunakan pada Linux. • CIFS (Common Internet File System) – Metode ini digunakan untuk mengakses volume menggunakan Miscrosoft Windows seperti klien SAMBA.Untuk mengakses volume dengan Gluster Native Client secara manual : • Untuk mengakses volume (kita gunakan port default), gunakan perintah : # mount ­t glusterfs HOSTNAME­OR­IPADDRESS:/VOLNAME  MOUNTDIR Contoh: # mount ­t glusterfs 192.168.56.11:/test­volume  /mnt/glusterfs • Untuk mengakses volume dengan port yang berbeda, gunakan perintah : # mount ­t glusterfs HOSTNAME­OR­ IPADDRESS:PORT:/VOLNAME MOUNTDIR Contoh: # mount ­t glusterfs 192.168.56.11:7997:/test­ volume /mnt/glusterfs 10
  • Untuk mengakses volume dengan Gluster Native Client otomatis ketika komputerdijalankan : • Untuk mengakses volume pada port default, edit file /etc/fstab dan tambahkan baris seperti berikut : HOSTNAME­OR­IPADDRESS:/VOLNAME MOUNTDIR glusterfs  defaults,_netdev 0 0 Contoh: 192.168.56.11:/test­volume /mnt glusterfs  defaults,_netdev 0 0 • Untuk mengakses volume pada port selain default, edit file /etc/fstab  dan tambahkan baris seperti berikut : HOSTNAME­OR­IPADDRESS:PORT:/VOLNAME MOUNTDIR glusterfs  defaults,_netdev 0 0 Contoh: 192.168.56.11:7997:/test­volume /mnt glusterfs  defaults,_netdev 0 0Gambar 2: Client GlusterFs 11
  • Pada Gambar 2 terlihat bahwa setelah volume GlusterFs ditambahkan pada client,client mendapatkan tambahan ruang penyimpanan sebesar 9,2 GB padadirektori /mnt.Untuk mengakses volume dengan NFS Client secara manual :Sebelum mengakses volume dengan NFS harus dipasang paket nfs-commondengan perintah :# apt­get install nfs­commonUntuk mengakses sebuah volume (dengan asumsi menggunakan port dafault),jalankan perintah :# mount ­t nfs HOSTNAME­OR­IPADDRESS:/VOLNAME MOUNTDIRContoh:# mount ­t nfs 192.168.56.11:/test­volume /mntUntuk mengakses sebuah volume pada port yang berbeda, jalankan perintah :# mount ­t nfs HOSTNAME­OR­IPADDRESS:PORT:/VOLNAME MOUNTDIRContoh:# mount ­t nfs 192.168.56.11:7997:/test­volume /mntCatatan:GlusterFs tidak mendukung protokol UDP. Jika NFS Client menggunakanprotokol default yang menggunakan UDP, akan muncul pesan: requested NFSversion or transport protocol is not supported. Gunakan koneksi dengan protokolTCP untuk mengatasi kesalahan tersebut.Untuk melakukan koneksi menggunakan TCP, tambahkan opsi berikut saatmelakukan mounting :­o mountproto=tcpContoh:# mount ­o mountproto=tcp ­t nfs 192.168.56.11:7997:/test­volume /mnt 12
  • Untuk mengakses volume dengan NFS Client otomatis ketika komputerdijalankan : • Untuk mengakses volume pada port default, edit file /etc/fstab dan tambahkan baris seperti berikut : HOSTNAME­OR­IPADDRESS:/VOLNAME MOUNTDIR glusterfs  defaults,_netdev 0 0 Contoh: 192.168.56.11:/test­volume /mnt glusterfs  defaults,_netdev 0 0 • Untuk mengakses volume pada port selain default, edit file /etc/fstab  dan tambahkan baris seperti berikut : HOSTNAME­OR­IPADDRESS:PORT:/VOLNAME MOUNTDIR nfs  defaults,_netdev 0 0 Contoh: 192.168.56.11:7997:/test­volume /mnt nfs  defaults,_netdev 0 0 13
  • C. PENUTUP1. Simpulan GlusterFS adalah clustered file system yang bersifat open source yangdapat beroperasi dengan kapasitas petabyte dan menangani ribuan client.GlusterFS mudah digunakan dan cukup handal. GlusterFS dapat digunakan untukmembuat media penyimpanan terdistribusi sederhana. Ruang peyimpanan tersebardi beberapa komputer yang kapasitasnya dapat ditambah dan dikurangi denganmudah. GlusterFS sangat cocok untuk diterapkan dalam pembuatan Data Centeryang cukup kompleks dan membutuhkan banyak sumber daya, seperti DataCenter Universitas. Pengelolaan perangkat keras dan perangkat lunak dapatdilakukan dengan mudah, serta menghemat beaya pengadaan dan perawatannya.2. Saran Untuk penilitian yang lebih serius dapat diteliti model-model yang lebihkompleks yang sesuai dengan kenyataan yaitu model replicated atau striped sertagabungan beberapa model yang ada. 14
  • DAFTAR PUSTAKA______, 2011, Gluster 3.2 Documentation (online), url: http://gluster.com/community/documentation/index.php/Main_Page, Gluster Inc., diakses 25 Mei 2011.Ahira, Anne, 2010, Layanan Gmail Semakin Komplit (online), url: http://www.anneahira.com/gmail.htm , diakses 10 Mei 2011.Ed Lenta, 2011, Memangkas biaya hingga 60 persen, Chip 05/2011, hal. 29. 15