Class Project - Industrial Analysis
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Class Project - Industrial Analysis

on

  • 2,943 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,943
Views on SlideShare
2,940
Embed Views
3

Actions

Likes
2
Downloads
154
Comments
1

1 Embed 3

http://www.slideshare.net 3

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

11 of 1

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Class Project - Industrial Analysis Class Project - Industrial Analysis Presentation Transcript

    • STUDI INDUSTRI MINYAK KELAPA SAWIT
    • DAFTAR ISI
      • Pendahuluan
      • Produk Umum Kelapa Sawit
      • Hama Perusak
      • Global Effect
      • Minyak Kelapa Sawit sebagai Biofuel
      • Key Success
      • Asosiasi-asosiasi Terkait
    • PENDAHULUAN
      • Kelapa sawit termasuk tumbuhan pohon. Tingginya dapat mencapai 24 meter . Bunga dan buahnya berupa tandan, serta bercabang banyak. Buahnya kecil dan apabila masak, berwarna merah kehitaman . Daging buahnya padat. Daging dan kulit buahnya mengandungi minyak . Minyaknya itu digunakan sebagai bahan minyak goreng , sabun , lilin , dll. ampasnya dimanfaatkan untuk makanan ternak , khususnya sebagai salah satu bahan pembuatan makanan ayam. Tempurungnya digunakan sebagai bahan bakar dan arang .
      • Kelapa sawit yang berkembang biak dengan biji, tumbuh di daerah tropika , pada ketinggian 0 - 500 meter di atas atas laut. Kelapa sawit menyukai tanah yang subur dan tempat terbuka, dengan kelembapan tinggi. Kelembapan tinggi itu antara lain ditentukan oleh adanya curah hujan yang tinggi, sekitar 2,000-2,500 mm setahun.
    • PRODUK UMUM KELAPA SAWIT
      • Minyak Sawit Kasar atau Crude Palm Oil (CPO)
      • Minyak Inti Kelapa Sawit atau Palm Kernel (PKO)
      • Inti Kelapa Sawit atau Palm Kernel
      • Bungkil Inti Kelapa Sawit atau Palm Kernel Cake
      • Pretreated Palm Oil
      • Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBD Palm Oil)
      • Crude Palm Fatty Acid
      • Crude Palm Oil
      • Preteated Palm Olein
      • RBD Palm Olein
      • Crude Palm Stearin
      • Pretreated Palm Stearin  
      • RDB Palm Stearin
      • Palm Acid Oil
      • Crude Palm Kernel Fatty Acid
    • HAMA PERUSAK
      • Penyakit berkaitan kelapa sawit dikaitkan dengan serangga perosak daun sawit seperti ulat bungkus dan beluncas. Ulat bungkus ataupun beluncas yang banyak akan memakan daun sawit dengan begitu hebat sekali, sehingga menyebabkan daun tinggal bahagian lidinya saja.
      • Pokok sawit akan kehilangan permukaan daun untuk melakukan proses fotosintesis bagi tujuan menghasilkan buah. Hasil akan merosot sebanyak 40 peratus bagi tempoh 2 tahun berikutnya.
      • Ulat bungkus yang melebihi 10 ekor larva hidup dan memakan daun bagi setiap pelepah sudah dianggap melebihi ‘paras ambang’ dan perlu dikawal dengan menggunakan racun serangga. Cuaca panas yang berpanjangan menyebabkan peringkat serangga berkembang lebih cepat daripada biasa. Ini akan menyebabkan serangga perosak ini mencapai peringkat dewasa dengan lebih cepat dan akhirnya mengawan, bertelur dan seterusnya meningkatkan populasinya.
      • Penggunaan racun hanya dilakukan bila perlu saja. Pastikan ia pergi tepat ke sasaran (daun sawit) dan bukan ke kawasan persekitaran di mana terdapat kebanyakan musuh semula jadi. Perbuatan ini akan menurunkan bilangan musuh semula jadi dan sekali gus meningkatkan risiko berlakunya serangan merebak.
    • GLOBAL EFFECT
      • Indonesia dan Malaysia merupakan pemasok minyak kelapa sawit terbesar dunia termasuk ke Eropa yang mencapai sekitar 85 persen. Indonesia pada 2007 mampu menghasilkan 16,9 juta ton minyak kelapa sawit dan Malaysia memproduksi 15,82 juta ton minyak sawit .
      • Secara umum, hasil dari industri kelapa sawit terdiri dari tiga jenis, yaitu minyak cair, padat dan gas.
      • Pada umumnya, minyak industri kelapa sawit mengandung bahan organik yang tinggi sehingga berpotensi mencemari air tanah, dan sungai serta laut .
      • Oleh karena itu, muncul kampanye-kampanye negatif yang dihembuskan masyarakat, sebagian LSM dan lembaga pemerintah di negara-negara di dunia, terutama Eropa.
      • Dan akhirnya, Indonesia dan Malaysia mengeluarkan Komunike Bersama, yang berisi sanggahan terhadap kampanye negatif soal kelapa sawit bahwa itu hanya berdasar data sekunder dan tidak berdasar studi ilmiah
    • MINYAK KELAPA SAWIT SEBAGAI BIOFUEL
      • Sebagai pengganti minyak solar, orang sekarang sudah mulai menggunakan biodiesel. Bahan bakar biodiesel berasal dari tumbuhan atau dari hewan yang direaksikan dengan metanol (proses transesterifikasi) sehingga diperoleh minyak methil ester (ME). Selanjutnya methil ester sering disebut dengan biodiesel atau bahan bakar motor diesel yang berasal dari minyak tumbuhan atau haiwan.
      • Minyak sawit yang telah direaksikan dengan metanol, dengan perbandingan 30% ME minyak sawit : 70% solar.
      • Biodiesel nampaknya akan menjadi energi yang mempunyai prospek dan masa depan yang cerah, karana:
      • Biodiesel tidak beracun, biodegradable, essentially free of sulfur dan carcinogenic benzene, dihasilkan dari bahan yang dapat diperbaharui, sumber yang dapat didaur ulang, tidak menambah secara signifikan terdapat akumulasi gas rumah kaca.
      • Konsumsi bahan bakar spesifik 30% ME hanya sekitar 2% lebih tinggi dibanding dengan solar murni. Demikian pula perbedaan torsi antara solar dan 30% ME hampir-hampir tidak berbeda, sedang perbedaan daya yang dihasilkan hanya sekitar 2%. Menurut kajian, tenaga yang dihasilkan biodiesel lebih rendah, rata-rata 118,000 Btu, dan solar rata-rata 130,500 Btu.
      • Bilangan setana biodiesel lebih tinggi dibanding dengan solar. Rata-rata biodiesel 53, dan solar 42, sehingga dapat mengurangi detonasi atau knocking pada operasi mesin.
      • Biodiesel cukup menjanjikan sebagai bahan bakar alternatif untuk motor diesel. Kadar asap yang relatif rendah pada putaran yang tinggi (dibawah 4 BSU), NOx yang lebih rendah, dan kandungan O2 yang tinggi dapat mengurangi pembentukan partikulat.
    • KEY SUCCESS
      • Beberapa faktor kunci untuk mengatasi permintaan atas minyak sawit yang semakin meningkat sedangkan kawasan tanaman berkurangan, al:
      • inovasi dan teknologi baru
      • meningkatkan pengurusan ladang - pemeliharaan
      • penggunaan bahan tanaman bermutu tinggi
      • pembajakan berjadwal (tanam – panen)
      • menangani penyakit pokok
      • Kemajuan dalam bidang internet dan e-komersil
    • ASOSIASI – ASOSIASI TERKAIT
      • GAPKI
      • GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia)adalah wadah perusahaan produsen minyak sawit (CPO) yang terdiri dari perusahaan PT. Perkebunan Nusantara, Perusahaan Perkebunan Swasta Nasional dan Asing serta peladang Kelapa Sawit yang tergabung dalam Koperasi.
      • MAKSI
      • Atas prakarsa 7 PAU Biosains (PAU Bioteknologi ITB, PAU Ilmu Hayati ITB, PAU Pangan dan Gizi UGM, PAU Bioteknologi UGM, PAU Pangan dan Gizi IPB, PAU Bioteknologi IPB, PAU Ilmu Hayati IPB), Pusat Studi Pembangunan IPB dan Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan, para pakar kelapa sawit  menganggap perlu untuk dapat menjamin keberlanjutan pengembangan perkelapa-sawitan di Indonesia dalam suatu paguyuban/wadah organisasi, maka dibentuklah Masyarakat Perkelapa-sawitan Indonesia (MAKSI) yang berazaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
    • S E K I A N Terima Kasih