• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Airway, Breathing dan Circulation (ABC)
 

Airway, Breathing dan Circulation (ABC)

on

  • 17,418 views

 

Statistics

Views

Total Views
17,418
Views on SlideShare
17,370
Embed Views
48

Actions

Likes
9
Downloads
565
Comments
5

2 Embeds 48

http://www.slideshare.net 47
http://webcache.googleusercontent.com 1

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

15 of 5 previous next Post a comment

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • thank's
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • thanks
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • thank's..
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • Fioricet is often prescribed for tension headaches caused by contractions of the muscles in the neck and shoulder area. Buy now from http://www.fioricetsupply.com and make a deal for you.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • thank's..^^
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Airway, Breathing dan Circulation (ABC) Airway, Breathing dan Circulation (ABC) Presentation Transcript

    • Airway, Breathing & Circulation
      ArifWibawa R.
    • A
      AIRWAY MANAGEMENT
      (PENGELOLAAN JALAN NAPAS)
      Tujuan : Membebaskan jalan napas untuk menjamin pertukaran udara secara normal
      Diagnosa : Cara melakukan diagnosa terhadap adanya gangguan jalan napas dapat diketahui dengan cara L (look),L (listen), dan F (feel) yang dilakukan dalam satu gerak.
      L : melihat gerakan napas/pengembangan dada dan adanya retraksi iga
      L : mendengar aliran udara pernapasan
      F : merasakan adanya aliran udara pernapasan
    • In unconscious victim, the muscles in the tongue may relax, causing the tongue to block the airway
      Head tilt and chin lift may open airway
    • Tindakan yang dilakukan :
      I. Tanpaalat :
      1. Membukajalannapas :
      Dapatdilakukandengan :
       Head-tilt (dorongkepalakebelakang)
       Chin-lift manuver(perasatangkatdagu)
       Jaw-thrust manuver(perasattolakrahang)
      Tetapipadapasiendengandugaancederaleherdankepala, hanyadilakukan jaw-thrust denganhati-hatidanmencegahgerakanleher.
    • 2. Membersihkan jalan napas :
      Sapuan jari (finger-sweep):
      Dilakukan bila jalan napas tersumbat karena adanya benda asing dalam rongga mulut belakang atau hipofaring (gumpalan darah, muntahan, benda asing lainnya) dan hembusan napas hilang.
      Cara melakukannya:
      • Miringkan kepala pasien (kecuali dugaan adanya fraktur tulang leher), kemudian buka mulut dengan jaw-thrust dan tekan dagu kebawah. Bila otot lemas (“emaresi maneuver”).
      • Gunakan 2 jari (jari telunjuk dan jari tengah) yang bersih dan dibungkus dengan sarung tangan/kassa untuk membersihkan/mengorek/ mengait semua benda asing dalam rongga mulut.
    • II. Denganmenggunakanalat :
      Cara inidilakukanbilapengelolaantanpaalattidakberhasilsempurna.
      A. Pemasanganpipa (tube)
      • Dipasangjalannapasbuatan (pipaorofaring, pipanasofaring).
      • Biladenganpemasanganjalannapastersebutpernapasanbelumjugabaik, dilakukanpemasanganpipaendotrakhea.
      • Pemasanganpipaendotrakheaakanmenjaminjalannapastetapterbuka, menghindariaspirasidanmemudahkantindakanbantuanpernapasan.
    • Laryngoscope Blades and Endotracheal Tubes
      Mac blade: End of blade should be placed in front of epiglottis in valecula
      ETT for Fastrach LMA
      Pediatric uncuffed ETT
      ETT for blind nasal
      Standard ETT
      Miller blade: End of blade should be under epiglottis
    • Mallampati Score
      Class I: Uvula/tonsillar pillars visible
      Class II: Tip of uvula/pillars hidden by tongue
      Class III: Only soft palate visible
      Class IV: Only hard palate visible
    • Indications for Intubation
      Depressed mental status
      • Head trauma patients with GCS 8 or less is an indication for intubation
      - Associated with increased intracranial pressure
      - Associated with need for operative intervention
      - Avoid hypoxemia and hypercarbia which can increase morbidity and mortality
      • Drug overdose patients may require 24 - 48 hours airway control.
      Upper airway edema
      • Inhalation injuries
      • Ludwig’s angina
      • Epiglottitis
    • B. Pengisapan benda cair (suctioning)
      • Bila terdapat sumbatan jalan napas karena bendacair, maka dilakukan pengisapan (suctioning). Pengisapan dilakukan dengan menggunakan alat bantu pengisap (pengisap manual portabel, pengisap dengan sumber listrik)
      • Membersihkan benda asing padat dalam jalan napas: Bila pasien tidak sadar dan terdapat sumbatan benda padat di daerah hipofaring yang tidak mungkin diambil dengan sapuan jari, maka digunakan alat bantuan berupa:
      - laringoskop
      - alat pengisap (suction)
      - alat penjepit (forceps)
    • 3. Mengatasi sumbatan napas parsial :
      Dapat digunakan teknik manual thrust :
      • Abdominal thrust
      • Chest thrust
      • Back blow
    • C. Mempertahankan agar jalan napas tetap terbuka:
      • Pipa orofaring digunakan untuk mempertahan kan jalan napas dan menahan pangkal lidah agar tidak jatuh ke belakang yang dapat menutup jalan napas terutama pada pasien-pasien tidak sadar.
      D. Membuka jalan napas dengan krikotirotomi:
      Dapat dilakukan 2 jenis krikotirotomi:
      • Krikotirotomi dengan jarum
      • Krikotirotomi dengan pembedahan (dengan pisau)
      Bila pemasangan pipa endotrakhea tidak mungkin dilakukan, maka dipilih tindakan krikotirotomi dengan jarum. Untuk petugas medis yang terlatih dan trampil, dapat dilakukan krikotirotomi dengan pisau
    • B
      BREATHING MANAGEMENT
      (PENGELOLAAN FUNGSI PERNAPASAN)
      Tujuan : Memperbaiki fungsi ventilasi dengan cara memberikan pernapasan buatan untuk menjamin kebutuhan adanya oksigen dan pengeluaran gas CO2
      Diagnosa : Ditegakkan bila tidak didapatkan adanya tanda-tanda pernapasan pada pemeriksaan dengan metode LLF dan telah dilakukan pengelolaan pada jalan napas tetapi tetap tidak didapatkan adanya pernapasan.
    • Tindakan yang dilakukan :
      I. Tanpa alat :
      Memberikan pernapasan buatan dari mulut ke mulut atau dari mulut ke hidung sebanyak 2 (dua) kali tiupan dan diselingi ekshalasi
      II. Dengan alat :
      Memberikan pernapasan buatan dengan alat “Ambu bag” (self inflating bag). Pada alat tersebut dapat pula ditambahkan oksigen. Pernapasan buatan dapat pula diberikan dengan menggunakan ventilator mekanik.
    • Bantuan pernapasan dan terapi oksigen:
      a. Menggunakan masker
      b. Penggunaan pipa bersayap
      c. Penggunaan balon otomatis dan katup searah
      (the self inflating bag and valve device).
      d. Penggunaan ventilator mekanik
    • Oxygen Delivery Devices(In order of degree of support)
      Nasal Cannula
      • 4% increase in FiO2 for each 1 L of flow (e.g., 4 L flow = 37% or 6 L flow = 45%)
      Face Tent
      • At most delivers 40% at 10-15 L flow
      Ventimask
      • Small amount of rebreathing
      • 8 L flow = 40%, 15 L flow = 60%
      Nonrebreather mask
      • Attached reservoir bag allows 100% oxygen to enter mask with inlet/outlet ports to allow exhalation to escape - does not guarantee 100% delivery.
    • OksYmetri
    • Mask Ventilation
      Mask ventilation crucial, especially in patients who are difficult to intubate
      Sniffing position with tight mask fit optimal
      May require two hands
      Mask ventilation crucial, especially in patients who are difficult to intubate
      Sniffing position with tight mask fit optimal
      May require two hands
    • VENTILATOR
      DIRANCANG U/ MEMBANTU INSPIRASI DAN EKSPIRASI PASIEN
      BISA SECARA ELEKTRIK ATAU PNEUMATIK
      PERKEMBANGAN MICROPROCESSOR AND ELECTRONIC CONTROL  MAKIN KOMPLEKS
      HARGA RATA-RATA $ 30.000 – 40.000
      SAAT INI TERSEDIA VENTILATOR KECIL DAN MURAH UNTUK DIGUNAKAN DI RUMAH (HOME VENTILATOR)
    • INVASIF
    • Non Invasif
    • C
      CIRCULATION MANAGEMENT
      (PENGELOLAAN SIRKULASI)
      Tujuan : Mengembalikan fungsi sirkulasi darah
      Diagnosa :  denyut nadi karotis (-)  (5 - 10 detik)
       diagnosa syok :
      - nadi radialis - lemah
      - tidak teraba
      - cepat
      - pucat
      - kulit dingin - basah
      - capilary refill time > 2 detik
    • Macam-macamsyok :
      • Hipovolemik
      • Kardiogenik
      • Distributik
      • Obstruktif
    • Pengelolaan umum
      1. Syok hipovolemik karena perdarahan
      Prinsip: Penggantian volume yang hilang dan perbaikan oksigenasi jaringan
    • Syok hipovolemik karena dehidrasi (muntah, diare)
    • Sel-selpadajaringan / organ memerlukan O2 yang kontinyu
      O2sampaikesel / jaringanmelaluisistimkardiovaskuler
      Bilaterhenti 3 menitakanmenyebabkankerusakansel yang permanen
    • Sistim Kardiovaskuler :
      • Jantung: sebagai alat pompa
      • Pembuluh darah: - kompartemen tempat darah mengalir
      - merupakan sistim yang tertutup
      • Darah: zat untuk pengangkutan oksigen dalam bentuk: - terlarut
      - berikatan dengan Hb
    • Penyebab henti jantung  - primer
      - sekunder
      Henti jantung primer:
      - fibrilasi ventrikel & asistol o/k:
      • Iskemik myokard
      • Heart block
      • Obat - obatan
      • Electric shock
    • Penyebab henti jantung sekunder :
      • Rapid secondary cardiac arrest
      • Asphyxia ok : - airway obstruction
      - apnea
      • Kehilangan darah cepat
      • Alveolar anoksia o/k : - edema paru akut
      - menghirup gas yang tidak mengandung oksigen
      • Slow secondary cardiac arrest
      • Severe hypoxemia o/k :
      • Edema paru
      • Konsolidasi paru  shock lung
      • Oligemic atau distributive shock
      • Cardiogenic shock
      • Acute brain insults (medullary failure & severe
      intractable hypotension & apnea)
    • Identifikasi henti jantung :
      gambaran klinis berupa :
      • gambaran henti sirkulasi a/l :
      • hilang kesadaran
      • apnea atau gasping
      • sianosis atau pucat
      • tidak ada pulse (karotis atau femoralis)
      • Bila pulse : - radialis teraba  tek sistolik > 80 mmHg
      - femoralis teraba  tek sistolik > 70 mmHg
      - karotis teraba  tek sistolik > 60 mmHg
      • Dilatasi pupil  terjadi  1 menit setelah henti sirkulasi
      • Perabaan art karotis pada anak-anak  dapat menekan
      airway  laryngospasm
    • Tujuan external chest compression :
      sistemik
      untuk mengadakan sirkulasi
      paru
      “artificial circulation”  dapat dihasilkan dengan teknik intermitten chest compression
      (aliran darah  yang lambat dapat diperbaiki dengan ratio kompresi & relaksasi 50 : 50)
    • Teknik external intermitten chest compression:
      • Secara intermitten menekan sternum ke arah bawah
      • Menekan jantung antara sternum dan tulang belakang
      menimbulkan: “heart pump mechanism”
      • Halini menimbulkan perubahan tekanan intratorakal
      (chest pump mech):
      Waktu toraks ditekan, terjadi oksigenisasi darah di paru - paru
      dan pemompaan darah ke sirkulasi sistemik, tek intra torakal
      tinggi  mendorong darah keluar dari jantung,paru dan
      pembuluh darah besar.
      Waktu tek terhadap intra torakal dilepaskan
      Jantung dan paru melebar
      Darah masuk ke pemb darah intra torakal (thoracic diastole)
    • Trainning Section
      Rescue & Amblance
      Compression-Decompression
      Compression
      • Heard is squeezed between sternum & spine.
      • intrathoracic pressure Increase to force blood out of the heard .
      Decompression
      • Allow complete chest recoil after each compression to maximize the vacuum in the thoracic cavity to force blood flow back to the heard
    • Trainning Section
      Rescue & Amblance
    • Trainning Section
      Rescue & Amblance
      How to perform CPR?