Your SlideShare is downloading. ×
Rpjm bidang kesehatan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Rpjm bidang kesehatan

4,883
views

Published on

rpjmd

rpjmd

Published in: Education

1 Comment
4 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
4,883
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
293
Comments
1
Likes
4
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide
  • Bapak Presiden dan Wakil Presiden serta hadirin yang saya hormati,3 (tiga) indikator yang memerlukan kerja keras untuk mencapainya adalah :Indikator peningkatan umur harapan hidup yang pada tahun 2012 mencapai 71,1 tahun dari target tahun 2014 yaitu 72 tahunIndikator peningkatan persentase cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan yang pada tahun 2012 mencapai .... % dari target tahun 2014 sebesar 90 %Indikator penurunan prevalensi kekurangan gizi pada anak balita yang pada tahun 2012 mencapai ...... dari target tahun 2014 kurang dari 15Sedangkan 4 (empat) indikator yang sulit tercapai dapat kami paparkan sebagai berikut :Indikator penurunan angka kematian ibu melahirkan per 100.000 kelahiran hidup yang pada tahun 2012 mencapai ..... Dari target tahun 2014 sebesar 118Indikator penurunan angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup yang pada tahun 2012 mencapai 32 dari target tahun 2014 sebesar 24Indikator penurunan Total Fertility Rate yang pada tahun 2012 mencapai 2,6 dari target tahun 2014 sebesar 2,1Indikator peningkatan persentase jangkauan akses sumber air bersih yang pada tahun 2012 mencapai ...... % dari target tahun 2014 sebesar 68 %Adapun upaya yang kami lakukan untuk mencapai target yang bersifat Off Track tersebut dapat kami sampaikan pada slide selanjutnya
  • Untuk menurunkan angka kelahiran Total, kami akan melaksanakan berbagai langkah/upaya strategis sebagai berikut :Peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan yang mampu memberikan pelayanan KB sesuai dengan standarPembinaan dan peningkatan kesertaan ber-KB melalui intensifikasi penggarapan pembangunan KB di 10 provinsi penyangga utamaPembinaan Akseptor dan Peningkatan Advokasi-KIE;Pembinaan/pelestarian terhadap akseptor KB untuk meningkatkan jumlah akseptor, dan menurunkan angka DO;Peningkatan distribusi alokon ke Klinik KB/Puskesmas secara optimal;Harmonisasi Kebijakan dan Pendanaan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.
  • Data susenas tahun 2011 menunjukkan akses air minum nasional sebesar 42.76 % (kota 40.5% ; perdesaan 44.96 %) dari target 2014 sebesar 68%.Kendala/tantangan yang dihadapi adalah Hasil susenas tahun 2010 menunjukkan sejumlah 10.5% sarana air bersih sumur dan mata air tidak terlindungi (tidak memnuhi persyaratan sarana air bersih sehingga tidak dihitung sebagai sarana air bersih yang memnuhi syarat.Sebanyak 36.000 desa rawan air minum membutuhkan sarana air bersih dan tertuang dalam rencana aksi bersama 2011 – 2014 kementerian PU dan Kesehatan dalam rangka program air bersih untuk rakyat.Sebagian puskesmas belum memiliki sanitarian dengan jumlah serta kualitas yang memadai untuk melaksanakan upaya preventif promotif terkait Pengendalian Penyakit dan Penyehatan LingkunganPelayanan air minum diperkoataan sebagian besar dikelola oleh PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum). Sesuai audit kinerja BPKP pada 265 PDAM, kondisi kinerja PDAM yang sehat 132, kurang sehat 88 dan sakit 45.
  • Angka Penemuan Kasus Malaria mengalami penurunan pada tahun 1990 adalah 4,62‰ menjadi 3,62 pada tahun 2000 dan turun menjadi 1,96 pada tahun 2010, penurunan dari tinggi ke rendah akan lebih mudah dari pada menurunkan jika sudah rendah menjadi lebih rendah lagi, karena diperlukan upaya yang lebih besar.
  • Transcript

    • 1. Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Bandung, 28 Februari 2013 KISI-KISI RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL (RPJMN) 2015-2019 BIDANG KESEHATAN
    • 2. AGENDA • Tahapan Penyusunan RPJMN • Background Study RPJMN 2015 -2019 Bidang Kesehatan • Mid Term Review RPJMN 2010-2014 dan Isu Strategis RKP Tahun 2014
    • 3. PENGANTAR
    • 4. Landasan Hukum • UU No. 17 Tahun 2007 Tentang RPJPN 2005-2025:  RPJP Nasional menjadi pedoman dalam penyusunan RPJM Nasional yang memuat Visi, Misi dan Program Presiden • UU No. 25 Tahun 2004 Tentang SPPN:  RPJM Nasional merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program Presiden yang penyusunannya berpedoman pada RPJP Nasional, memuat  Strategi Pembangunan Nasional, kebijakan umum, program Kementerian/Lembaga dan lintas Kementerian/Lembaga, kewilayahan dan lintas kewilayahan,  Kerangka Ekonomi Makro yang mencakup gambaran perekonomian secara menyeluruh termasuk arah kebijakan fiskal  Rencana kerja berupa kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif
    • 5. Landasan Hukum  Penyusunan RPJM Nasional/Daerah dan RKP/RKPD dilakukan melalui urutan kegiatan: a. penyiapan rancangan awal rencana pembangunan; b. penyiapan rancangan rencana kerja; c. musyawarah perencanaan pembangunan; dan d. penyusunan rancangan akhir rencana pembangunan.
    • 6. Landasan Hukum • PP No. 40 Tahun 2006 Tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional:  Menteri PPN mempunyai tugas • menyiapkan Rancangan Awal RPJM Nasional; • menelaah Rancangan Renstra-KL; • menyusun Rancangan RPJM Nasional dengan menggunakan Rancangan Renstra-KL; • melaksanakan Musrenbang Jangka Menengah Nasional; • menyusun Rancangan Akhir RPJM Nasional;  Rancangan Awal RPJM Nasional memuat  strategi pembangunan nasional,  kebijakan umum dan program prioritas Presiden, serta  kerangka ekonomi makro
    • 7. Ranc. Awal RPJMN merupakan elaborasi dari Konsep Ranc. Awal (yg disusun scr teknokratik) dengan visi & misi Presiden terpilih. Selanjutnya menjadi pedoman penyusunan Ranc. Renstra K/L [Psl 11(6)] Ranc. RPJM disusun dgn menggunakan Ranc. Awal RPJM dan Ranc. Renstra K/L [Psl 14(1)] Musrenbang selambatnya 2bln stl Presiden dilantik, didahului dgn sosialisasi, konsultasi pblik, & penjaringan aspirasi [Psl 15(3)&(4)] RPJMN ditetapkan dgn Perpres selambatnya 3bln stl Presiden dilantik [Psl 17(1)] RPJMN selanjutnya menjadi pedoman penetapan Renstra K/L & bahan penyusunan dan perbaikan RPJMD [Psl 17(2)] Perenc. Teknokratik Visi & misi presiden terpilih RANCANGAN AWAL RPJMN RANCANGAN RPJMN RANCANGAN AKHIR RPJMN Sidang Kabinet I Rancangan Renstra K/L Musrenbang Jangka Menengah  Sosialisasi  Konsultasi publik  Penjaringan aspirasi Sidang Kabinet II Penetapan RPJMN dgn Perpres Renstra K/L RPJMD Sumber: Lampiran II PP 40/2006 (proses disederhanakan) Diagram Penyusunan RPJMN (PP 40/2006) 7 1 2 1 2 3 4 3 4 5 5
    • 8. Pentahapan Pembangunan RPJPN 2005-2025 8 RPJM 1 (2005 – 2009) RPJM 2 (2010– 2014) RPJM 4 (2020– 2025) RPJM 3 (2015– 2019) Visi Pembangunan 2005-2025: Indonesia yang Mandiri, Maju, Adil dan Makmur
    • 9. RENCANA BACKGROUND STUDY PENYUSUNAN RPJMN 2015 -2019 (TAHAPAN TEKNOKRATIK)
    • 10. OUTLINE PEDOMAN PENYUSUNAN RPJMN 2015-2019 Bab I: PENDAHULUAN 1. Latar Belakang 2. Tujuan 3. Ruang Lingkup 4. Landasan Hukum 5. Definisi BAB II: TAHAPAN JADWAL PENYUSUNAN RPJMN 1. Persiapan Awal 2. Kajian Pendahuluan (Background Study) 3. Pelaksanaan Evaluasi RPJMN Berjalan 4. Penyunan Rancangan Teknokratik 5. Penyusunan Rancangan RPJMN 6. Penetapan RPJMN BAB III: MEKANISME PENYUSUNAN RPJMN BAV IV: PENUTUP 10
    • 11. STUDI PUSTAKA (1) Sistem Kesehatan Nasional Pembiayaan Upaya Kesehatan Status Kesehatan Responsiveness SDM Kesehatan Pemberdayaan Masyarakat Sumberdaya Obat dan Perbekalan Kesehatan Manajemen Kesehatan Tingkat Kesehatan Responsive Distribusi Biaya Determinan Determinan Output Need input: 1.Apakah konsep ini perlu diintegrasikan dalam kerangka pikir pembangunan kesehatan 2.Apakah konsep ini telah diintegrasikan dalam kerangka pikir pembangunan kesehatan
    • 12. STUDI PUSTAKA (2) Sistem Kesehatan (Building Block) Efisiensi, Kesetaraan dan Kualitas Masyarakat Pelayanan Kesehatan Tenaga Kesehatan Sistem Informasi Obat, Vaksin, Alkes dan Teknologi Kesehatan Pembiayaan Kesehatan Tata Kelola Pemerintahan Peningkatan Derajat Kesehatan Responsiveness Perlindungan Sosial dan financial Peningkatan efisiensi Kualitas Keamanan Akses Cakupan System Building Block Keseluruhan Tujuan Kesehatan /Outcome Sumber: World Bank
    • 13. STUDI PUSTAKA (3) KERANGKA PIKIR PEMBANGUNAN KESEHATAN RPJMN 2010-2014 SASARAN Indikator OUTCOME PROSES (UPAYA) INPUT GOAL Pembiayaan Jaminan Kesehatan Meningkatnya Derajat Kesehatan Masyarakat UHH AKI AKB GIZI Pemberdayaan Masyarakat & Promosi Kes.: • Peran serta masy • Peran serta swasta Akses dan Mutu Pelayanan: • peningkatan labkes • Peningkatan kualitas SDM • Peningkatan standar • Ketersediaan farmasi • Pengawasan obat dan makanan SDM/ Tenakes Sarana Kesehatan Litbang Kesehatan Biaya -Hukum -Data & Sist. Informasi Pelayanan Kesehatan: • Ibu dan Anak • KB • Gizi • PTM, PM Manajemen Pengendalian Penyakit & Penyehatan Lingkungan Ketersediaan dan kualitas SDM Kes Pember- dayaan Masy. dan Peran Swasta Pelayanan Kesehatan Angka Kesakitan Angka Kematian OUT PUT Ketersediaan & Mutu Obat Manajemen Kesehatan Pengendalian Penyakit &Penyehatan Lingkungan: • Sanitasi, • air bersih, TTU Pelayanan Gizi dan KIA Peningkatan peran Litbang dlm: • IKK + IKU (perencanaan dan capaian) • Think tank • Review hukum + kebijakan Mandala of Health: Preventif, Promotif, Kuratif, Rehabilitatif – the nature of deseases
    • 14. 14 Menurunnya • AKI • AKB • Prevalensi kekurangan gizi • Kasus penyakit PM dan PTM Meningkatnya Usia Harapan Hidup (UHH) PROSESINPUT OUTCOME • Persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih • Ibu hamil mendapatkan pelayanan K4 • Cakupan peserta KB Aktif • Cakupan KN1 • Cakupan pelayanan kesehatan bayi • Cakupan pelayanan kesehatan anak balita • Cakupan imunisasi • Balita gizi buruk yang mendapat perawatan • Balita ditimbang berat badan secara teratur • Kasus gizi buruk paska perawatan yang didampingi • Puskesmas rawat inap yang mampu PONED • RS kab/kota mampu PONEK • Bidan yang dilatih APN • Penyediaan kit pelayanan KB • Puskesmas perawatan dengan minimal 2 orang tenaga bidan/perawat terlatih • RS kab/kota dengan minimal 4 perawat/bidan yang terlatih • Puskesmas perawatan dan RSUD yang memiliki tenaga gizi • Puskesmas yg memiliki alat pemantauan pertumbuhan • Puskesmas perawatan yang memiliki alat dapur dan sarana melaksanakan tata laksana gizi buruk • Kasus gizi buruk yang memperoleh obat gizi buruk PROMOTIF - PREVENTIF BOK Promkes UKBM Insentif Nakes Strategis di DTPK Suplemen gizi KURATIF - REHABILITATIF Jamkesmas?? Jampersal TT Kelas III RS Pembangunan serta Rehabilitasi Puskesmas dan RS Alat Kesehatan Obat dan Vaksin OUTPUT • Pelaksanaan sero surveilans HIV dan AIDS • Eliminasi Malaria melalui Rapid Diagnosis Test (RDT), penanganan KLB dan surveilans kasus malaria • Penemuan TB Paru baru yang ditemukan dan disembuhkan • Prevalensi HIV dan AIDS pada penduduk usia 15-49 tahun • Angka Penemuan Malaria • Tingkat prevalensi TB STUDI PUSTAKA (4) Indikator RPJMN 2010-2014
    • 15. 2/6/2013 Desain Awal ii Background Study RPJMN- 3 MENINGKATNYA STATUS KESEHATAN MASYARAKAT Ditandai dengan menurunnya Angka Kesakitan - Angka Kematian (AKI-AKB-PM-PTM-PGM) RANCANGAN RPJMN 2015-2019 Bidang KGM KERANGKA INTERVENSI PROGRAM (PENDANAAN) • Peningkatan Akses dan Kualitas • Perbaikan Gizi Masyarakat • Upaya Kesehatan • Pemberdayaan Masyarakat • Pengawasan Obat dan Makanan • Penelitian dan Pengembangan • Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan KB • Peningkatan Akses dan Kualitas Air Bersih dan Sanitasi •Arah Kebijakan •Program •Kegiatan & Indikator Evaluasi Fokus Prioritas dan Upaya Kesehatan Kebijakan & Strategi KERANGKA PIKIR (1) Ruang Lingkup Background Study RPJMN 2015-2019 KERANGKA REGULASI - Pengaturan SDM, sistem pelayanan, akreditasi, kompetensi - Pembiayaan Kesehatan - Pembagian Peran dan Kewenangan - Sistem Perencanaan dan Penganggaran - Monitoring dan Evaluasi - PPP (Kerjasama Pemerintah – Swasta) ANALISIS SITUASI DIMENSI INPUT: • Tenaga, Fasilitas, Regulasi, Dana, • Penetapan Strategi &, Indikator DIMENSI LAYANAN SEKTOR: • Primer, Sekunder, tersier • Preventif, Promotif, Kuratif dan Rehabilitatif DIMENSI INTERVENSI LINSEK • Spesifik - Sesnsitif MANAJEMEN KESEHATAN - Data, Sistem Informasi, Litbang - Jalur Karier Pegawai (pemerintah – Swasta)
    • 16. Masukan Ruang Lingkup Kajian dari Workshop I: GOAL: SEHAT PRODUKTIF CERDAS Konteks Intervensi Program • Analisis Perubahan (terjadi & akan terjadi) • Scalling –up upaya kes esensial • Emerging diseases; tmsk zoonosis • Kuantifikasi beban penyakit; resiko penyakit • Outcome indicator: IMR, MMR by island • Health equity • Public health & E-KTP • Kajian komponen health system • Implikasi UHC: demand yankes meningkat, jenis yan kanker dll akan meningkat Konteks Regulasi • Analisis Perubahan Regulasi & Rancangan Identifikasi Susun Regulasi (UU) baru • Referenasi UU: Pendidikan Tinggi, Sisdinas, Pangan, Kesehatan, RS • Implikasi UHC thd regulasi • Regulasi produk, mutu, ketersediaan, safety untuk obat + makanan • Kajian komponen health system • Multi tier system health system
    • 17.  Studi literatur perkembangan epidmiologi dan kebijakan pembangunan kesehatan.  Analisis terhadap data-data kuantitatif (Fasilitas & Komunitas) dilakukan terutama tren indikator-indiktator kesehatan dan korelasi antar berbagai faktor dalam sistem kesehatan dan interaksinya dengan non-sistem kesehatan.  Identifikasi penyebab sukses & kendala by level of services  Identifikasi rekomendasi, renc tindakan, arah kebiajakan dan program  Identifikasi Peraturan (SKN dan Peraturan Perundangan lainnya menjadi referensi penyusunan background study). : analisis data fasilitas 2011-2012 : • analisis data fasilitas & Komunitas • Identifikasi penyebab sukses & kendala by level of services Identifikasi rekomendasi, renc tindakan, arah kebiaakan dan program • RTD (serial meeting 5x @2 topik) • Workshop Daerah pasca 2x RTD: di Mataram; Keppri; Papua Barat, Palangkaraya  Identifikasi penyebab sukses & kendala by level of services • WS Pusat (2): pasca 2x WS Daerah: WS Pusat (3) pasca 4x WS Daerah : output input KL & Linsek pusat untuk usulan rekomendasi, renc tindakan, arah kebiajakan dan program per Topik (draft Buku Background study sdh siap) • WS Pusat (4) : output input KL & Linsek (draft II Buku Background study sdh siap) • Seminar : : output input KL & Linsek (Buku Background study siP DIFINALKAN) • Sosialisasi: Buku Background study Rancangan Design: • Konsinyir • Workshop TujuanMetodeLangkahKegiatan METODOLOGI (1) TAHAPAN STUDI
    • 18. 2/6/2013 Desain Awal ii Background Study RPJMN- 3 Tujuan Pembangunan Kesehatan •Meningkatnya Status Kesehatan Masyarakat (UHH) •Menurunnya Angka Kesakitan dan Angka Kematian RPJMN 2015-2019 Analisis Situasi •Arah Kebijakan •Program •Kegiatan • upaya kesehatan; • penelitian dan pengembangan kesehatan; • pembiayaan kesehatan; • sumber daya manusia kesehatan; • sediaan farmasi, alat kesehatan, dan makanan; • manajemen, informasi, dan regulasi kesehatan; dan • pemberdayaan masyarakat • administrasi kesehatan, • pengaturan hukum kesehatan Evaluasi Fokus Prioritas dan Upaya Kesehatan Strategi METODOLOGI (2) ANALISIS SITUASI DAN LINGKUP STUDI Primer Sekunder Tersier Preventif Tenaga Fasilitas Regulasi Dana Strategi Indikator Promotiv Kuratif Rehabilitatif
    • 19.  Serial diskusi dilakukan dengan para pakar, akademisi, praktisi dan pengamat pembangunan kesehatan, tentang kondisi dan arah pembangunan kesehatan kedepan, baik di pusat maupun di daerah.  Wawancara dan kunjungan lapangan dilakukan untuk mendapatkan informasi langsung dari pelaku guna melihat gambaran dan mendapatkan input bagi penyusunan rencana pembangunan kesehatan yang akan datang.  Pendekatan kegiatan lapangan dilakukan melalui: 1. Institusional based: pemda dan instansi dan dinas terkait 2. Facility based: pusat-pusat pelayana kesehatan (RS, Puskesmas, Posyandu, dll) 3. Community based: dengan masyarakat, LSM dan organisasi profesi. 4. Roundtable disscussion : dengan pakar , praktisi di lapangan, dan tokoh masyarakat • Call for paper per topik ruang lingkup 19 METODOLOGI (3) SERIAL DISKUSI/FGD & KUNJUNGAN LAPANGAN
    • 20. Metode Studi: Kelompok Kerja Adopsi Input Workshop I Lingkup Pembahasan Pokok Bahasan Stakeholder & Koord Input Ketenagaan + kualitas SDM Kes • Distribusi • Insentif • Pemenuhan • Diklat • Kerjasama dg Kemdikbud Pembiayaan Kesehatan Alokasi anggaran: • ketepatan alokasi dengan penggunaan dalam mengatasi masalah • Tepat sasaran kepada beneficiaries program yankes PPP?? Sarana Kesehatan Pemenuhan standar sarana kes/faskes dapat beroperasi dengan baik: • akreditasi faskes (alat, reagen, SDM, etc.) • kompetensi SDM Manajemen Kesehatan (Regulasi, Data & Sist. Informasi) 1. Regulasi: • Analisis Perubahan Regulasi & Rancangan Identifikasi Susun Regulasi (UU) baru • Referenasi UU : Pendidikan Tinggi, Sisdinas, Pangan, Kesehatan, RS • Implikasi UHC thd regulasi • Regulasi produk, mutu, ketersediaan, safety untuk obat + makanan • Kajian komponen health system • Multi tier system health system 2. Data & Sist. Informasi Litbang Kesehatan Penelitian ttg input s/d outcome, dan usulan pengembangannya Financial Risk
    • 21. Lingkup Pembahasan Pokok Bahasan Stakeholder & Koord Proses Pelayanan kesehatan •Ibu dan Anak •Gizi •PTM, PM Peningkatan akses dan mutu layanan • peningkatan labkes • Peningkatan kualitas SDM • Peningkatan standar • Pengawasan obat dan makanan • Ketersediaan farmasi Pengendalian Penyakit & Penyehatan Lingkungan: •Sanitasi, air bersih, TTU Pemberdayaan Masyarakat &Promosi Kes.: •Peran serta masy •Peran serta swasta output Status Kesehatan (kini & 5 th yad): AKI, AKB, GIZI, UHH Outcome Responsiveness (tingkat Kepuasan) Financial Risk LANJUTAN…..
    • 22. JADWAL KEGIATAN 22 No Kegiatan Bulan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 Penyempurnaan Desain √ 2 Penajaman Desain √ 3 Penyusunan Protokol Wawancara √ 4 Serial Diskusi: by Topik • Round table discussion √ √ √ √ √ 5 Analisis & Pembahasan •Workshop di Daerah √ √ √ 6 • Workshop di Pusat √ √ √ √ 7 Seminar Hasil Kajian √ 8 Sosialisasi √ √ √ 9 Penyusunan laporan akhir √ √ √
    • 23. Draft Jadual RTD & Workshop No Topik RTD 1 WS Daerah (1) RTD 2 WS Daerah (2) WS Pusat (2) RTD 3 WS Daerah (3) RTD 4 WS Daerah (4) WS Pusat (3) RTD 5 1 Upaya kesehatan a. Faskes V Palang karaya b. Gizi dan KIA V Mataram c. Pengendalian Penyakit V Papua Barat 2 Penelitian dan pengembangan kesehatan V Keppri 3 Pembiayaan kesehatan V Mataram 4 Sumber daya manusia kesehatan V Palang karaya 5 Sediaan farmasi, alat kesehatan, dan makanan V Papua Barat 6 Manajemen, informasi, dan regulasi kesehatan V Keppri 7 Pemberdayaan masyarakat V Keppri 8 Pengawasan Obat dan Makanan V
    • 24. DUKUNGAN DATA • Data Capaian Program per Indikator KL: KIA, Penyakit, Alkes, Gizi, Pelayanan, Jamkes, dll (2010 sd 2012) • SDKI, Susenas • Sensus Penduduk 2010 • Proyeksi Penduduk 2011-2035 • Riskesdas 2007, 2010 • Rifaskes 2011 • Riset Tanaman, Obat, dan Jamu • Data ketenagaan • HDR; MDGs • Data daerah (case) 24
    • 25. MID TERM REVIEW RPJMN 2010-2014 DAN ISU STRATEGIS PEMBANGUNAN KESEHATAN PADA SIDANG KABINET PARIPURNA
    • 26. MIDTERM REVIEW RPJMN PN 3: KESEHATAN N O INDIKATOR STATUS AWAL (2009) CAPAIAN TARGE T 2014 STATU S2010 2011 2012 1 Umur harapan hidup (tahun) 70,7 70,9 71,1 71,1 72,0 2 Angka kematian ibu melahirkan per 100.000 kelahiran hidup 228 n.a n.a n.a 118 3 Persentase ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih 84,3 84,8 86,38 88,64 90 4 Angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup 34 34 34 32 3) 24 5 Total Fertility Rate (TFR): Angka Kelahiran Total (per perempuan usia reproduksi ) 2,6 2,4 4) n.a 2,6 3) 2,1 6 Persentase jangkauan akses sumber air bersih 47,7 44,19 55,04 n.a 68 7 Prevalensi kasus HIV (% penduduk 15 tahun ke atas yang memiliki pengetahuan HIV dan AIDS) 66,2 1) 57,5 2) n.a 79,5 3) 90 8 Menurunnya kasus malaria (Annual Parasite Index- API) 1,85 1,96 1,75 1,69 1 9 Persentase penduduk yang memiliki jaminan kesehatan n.a 59,1 63,1 64,58 80,10 2 3 2 3 3 2 3 2 3 Ket : 1) SDKI, 2007; 2) Riskesdas, 2010; 3) SDKI, 2012; 4) Sensus Penduduk,2010 26
    • 27. 390 334 307 228 118 102 0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 1991 1997 2003 2007 2014 2015 Target RPJMN Capaian Target MDGs 68 57 46 35 34 32 24 23 0 20 40 60 80 1991 1995 1999 2003 2007 2012 2014 2015 Target RPJMN Capaian Target MDGs SASARAN INDIKATOR STATUS PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN BAYI 1. Penurunan tingkat kematian Ibu (AKI) 2. Penurunan tingkat kematian bayi (AKB) 3 3 Target dan Capaian Target dan Capaian ANGKA KEMATIAN IBU DAN ANGKA KEMATIAN BAYI ANGKA KEMATIAN IBU ANGKA KEMATIAN BAYI  Masih tingginya Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI dan AKB) terutama karena :  Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih sudah mencapai 88,64 persen namun kualitas pelayanan dan kompetensi tenaga kesehatan belum sepenuhnya sesuai standar pelayanan.  Cakupan imunisasi dasar lengkap meliputi HBV, BCG, DPT, Polio, dan Campak baru mencapai 66 persen, meskipun khusus imunisasi campak sudah mencapai 80,1 persen. 27
    • 28. HASIL REVIEW AKI DAN AKB No Proxy Indikator AKI -AKB Capaian Target 2014 Status 2010 2011 2012 1 Persentase ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih (cakupan persalinanoleh tenaga kesehatan) 84,8 86,38 88,64 90 2 Persentase RS kab/kota yang melaksanakan Pelayanan Obstetrik Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) 81,98 87,61 92,34 100,0 3 Persentase puskesmas yang mampu Pelayanan Obstetrik Neonatal Emergensi Dasar (PONED) 60,0 100,0 100,0 100,0 4 Persentase bayi usia 0-11 bulan yang mendapat imunisasi dasar lengkap 53,80 84,70 85,20 90,0 5 Cakupan pelayanan kesehatan anak balita 78,11 80,95 70,26 85,0 2 2 2 1 CATATAN: Capaian Indikator proksi AKI –AKB belum sejalan dengan capaian indikator outcome 2 INDIKATOR STATUS AWAL (2007) CAPAIAN TARGET 2014 STATUS 1. Penurunan tingkat kematian Ibu (AKI) 228 na 118 2. Penurunan tingkat kematian bayi (AKB) 34 32 24 3 3 28
    • 29. PERMASALAHAN DAN LANGKAH STRATEGIS PENURUNAN AKI DAN AKB PERMASALAHAN LANGKAH STRATEGIS K/L TERKAIT 1.Disparitas akses pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak yang mencakup fasilitas, tenaga, jaminan pelayanan kesehatan. 1. Penguatan pelayanan kesehatan 2. Peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan utk menurunkan AKI dan AKB, melalui • Peningkatan 2.500 Puskesmas dan 147 RS, • Perluasan Jampersal di 3.095 fasyankes dan BOK di 9.536 puskesmas, • Peningkatan pelayanan persalinan menjadi 90 %, KEMENKES, KEMENDAGRI didukung PEMDA 2. Upaya preventif dan promotif belum dilaksanakan secara optimal, mencakup kualitas pemeriksaan ANC, cakupan imunisasi, dan promosi kesehatan di masyarakat. 3. Peningkatan upaya promotif-preventif, •Mengoptimalkan peran promosi kesehatan dan pemberdayaan di masyarakat. •Peningkatan peran posyandu dan desa siaga •Peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap menjadi 90 persen. KEMENKES, KEMENDAGRI didukung PEMDA 3.Manajemen pelayanan kesehatan perlu dikembangkan mencakup sistem terpadu registrasi vital, sistem rujukan maternal dan neonatal termasuk penyelenggaraan pelayanan kesehatan 4. Perbaikan manajemen pelayanan kesehatan, •Pengembangan sistem terpadu registrasi vital, •Melakukan akreditasi dan mengoptimalkan jejaring rujukan di seluruh institusi kesehatan. •Pengembangan sistem pelayanan kesehatan Ibu dan Anak, memenuhi kriteria continum of care. KEMENKES, KEMENDAGRI BPS 29
    • 30. PERHATIAN KHUSUS  Identifikasi Proxy Indikator lain yang menyebabkan AKI dan AKB belum bisa tercapai antara lain:  Kompetensi tenaga kesehatan, persentase persalinan di fasilitas kesehatan, kualitas gizi ibu hamil dan balita, faktor sosial budaya, dll  Penetapan Lokus Intervensi antara lain:  Daerah dengan status kesehatan rendah namun jumlah penduduk besar; daerah terpencil, daerah bermasalah kesehatan  Mengurangi disparitas : wilayah, sosial ekonomi, pendidikan  Harmonisasi kebijakan dan peraturan antara lain:  Pusat dan daerah, Jampersal dan Program KB  Sinergitas perencanaan dan penganggaran program pusat dan daerah  Replikasi best practices sebagai terobosan pelayanan kesehatan ibu dan anak :  Contoh: Sister Hospital (RS Soe-NTT berafiliasi dengan RS Dr. Soetomo-Surabaya) 30
    • 31. HASIL REVIEW PREVALENSI KEKURANGAN GIZI No Proxy Indikator Capaian Target 2014 Status 2010 2011 2012 1 Persentase balita ditimbang berat badannya (D/S) 67,87 71,40 75,10 *) 85,00 2 Persentase balita gizi buruk yang mendapat perawatan n.a 100 100*) 100 1 2 2 INDIKATOR STATUS AWAL (2007) CAPAIAN TARGET 2014 STATUS Prevalensi Kekurangan Gizi pada Balita (%) 18,9 17,9 <15 2 Sumber: *) Laporan Kemenkes TW IV, 2012 31
    • 32. PERMASALAHAN LANGKAH STRATEGIS K/L TERKAIT 1. Masih tingginya angka prevalensi kekurangan gizi pada balita dan ibu hamil serta prevalensi balita pendek (stunting). 1. Peningkatan balita gizi buruk yang mendapat perawatan 2. Peningkatan balita ditimbang berat badannya (D/S) 3. Peningkatan puskesmas yang mampu melaksanakan tata laksana gizi buruk, pertumbuhan, surveilans gizi, konseling, menyusui 4. Peningkatan PMT, taburia, vitamin A, Fe, MP-ASI untuk ibu hamil, KEK, Bayi dan Balita Gizi Kurang dan Buruk KEMENKES, KEMENDIK- NAS didukung PEMDA 2. Belum optimalnya pelayanan kesehatan untuk perawatan balita kekurangan gizi 3. Masih tingginya prevalensi Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dan ibu hamil dengan Kurang Energi Kronik (KEK) akibat asupan gizi yang belum optimal PERMASALAHAN DAN LANGKAH STRATEGIS PENURUNAN PREVALENSI GIZI 32
    • 33. PERHATIAN KHUSUS  Gerakan Percepatan Perbaikan Gizi dilakukan penguatan intervensi langsung (spesifik) dan tidak langsung (sensitif) yaitu :  Intervensi Spesifik, antara lain : 1. Pemberian makanan tambahan pada ibu hamil Kurang Energi Kalori (KEK) 2. Suplementasi besi folat bagi ibu hamil 3. Suplemen kalsium bagi ibu hamil 4. Pencegahan kurang gizi akut untuk bayi 0-23 bulan 5. Pemberian garam iodium 6. Pemberian kelambu dan pengobatan bagi ibu hamil yang positif malaria 7. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)  Intervensi Sensitif, antara lain : 1. Penyediaan air bersih dan sanitasi 2. Ketahanan pangan dan gizi 3. Keluarga Berencana 4. Jaminan Kesehatan Masyarakat 5. Jaminan Persalinan Dasar 6. Fortifikasi Pangan 7. Pendidikan gizi masyarakat 8. Intervensi untuk remaja perempuan 9. Pengentasan Kemiskinan 33
    • 34. JAMINAN KESEHATAN NASIONAL INDIKATOR STATUS Persentase penduduk yang memiliki jaminan kesehatan 2 Belum seluruh penduduk memiliki jaminan kesehatan  Sampai dengan tahun 2011, jumlah penduduk yang memiliki jaminan kesehatan sebesar 63,1 persen.  Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) berkontribusi sebesar 32,4% termasuk Jaminan persalinan (JAMPERSAL) yang mencakup hampir 1,5 juta ibu hamil. Sumber Data: Kemenkes, P2JK No JENIS JUMLAH % 1 Jamkesmas 76.465.306 32,4 2 Askes PNS, TNI, POLRI 17.205.516 7,3 3 Jamsostek 5.183.479 2,2 4 Asuransi Perusahaan 15.351.532 6,5 5 Asuransi Swata dan lain 5.844.789 2,5 6 Jamkesda 32.642.318 13,8 7 Tidak Memiliki Jaminan 83.296.529 35,3 Total Penduduk 235.989.469 100 Persetase cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Tahun 2011 34
    • 35. HASIL REVIEW SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL KESEHATAN No Proxy Indikator Capaian Target 2014 Status 2010 2011 2012 1 Persentase penduduk (termasuk seluruh penduduk miskin) yang memiliki jaminan kesehatan 59,1 63,1 64,58 80,10 2 Jumlah penduduk miskin dan tidak mampu yang mendapat Bantuan Iuran Jaminan kesehatan n.a 76,4 76,4 96,4 **) 2 Ket : **) Target pada Isu Strategis RKP 2014 SASARAN INDIKATOR STATUS PELAKSANAAN SJSN KESEHATAN Persentase penduduk yang memiliki jaminan kesehatan 2 2 35
    • 36. PERMASALAHAN DAN LANGKAH STRATEGIS PENYIAPAN PELAKSANAAN SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL BIDANG KESEHATAN PERMASALAHAN LANGKAH-LANGKAH STRATEGIS K/L TERKAIT 1. Belum meratanya kesiapan pelayanan kesehatan, meliputi : a) Fasilitas pelayanan (dasar dan rujukan) b) Tenaga kesehatan c) Dukungan obat dan vaksin. d) Sistem Rujukan 2. Sistem akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan belum terbangun. Penyiapan Pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) Bidang Kesehatan melalui :  Penyediaan Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan bagi 86,4 juta penduduk miskin Rp. 15.500,-/ orang  Peningkatan fasilitas tempat tidur kelas III Rumah sakit dan RS Pratama sebanyak 35.587 TT;  Pembangunan dan rehabilitasi fasilitas pelayanan kesehatan dasar (puskesmas, pustu, pusling, dan rumah dinas nakes) sebanyak 3.179 unit;  Peningkatan tenaga kesehatan (PTT) sebanyak 8.000 orang;  Peningkatan dukungan manajemen pelaksanaan SJSN bidang kesehatan (tarif, sistem rujukan, sistem informasi, transformasi, sosialisasi litbang) KEMENKES dan dukungan K/L terkait serta PEMDA 36
    • 37. PERHATIAN KHUSUS  Penetapan besaran penerima bantuan iuran : unit cost penerima bantuan iuran (PBI)  Strategi Peningkatan Supply Side antara lain:  Pelayanan kesehatan dasar: pembangunan dan rehab puskesmas dan jaringannya, pemenuhan fasilitas PONED  Pelayanan kesehatan rujukan: tempat tidur kelas III rumah sakit, fasilitas PONEK, pembangunan dan rehab Rumah Sakit  Pemenuhan tenaga kesehatan strategis: PTT, dokter spesialis, sister hospital  Penyediaan peralatan kesehatan (Puskesmas dan Rumah Sakit)  Keterlibatan pemerintah daerah dalam penyediaan sarana dan prasarana  Dukungan penguatan regulasi antara lain : sistem tarif, sistem rujukan, sistem informasi dan transformasi  Penguatan pembagian kewenangan pusat dan daerah (Provinsi dan Kab/Kota) antara lain :  Mendorong komitmen daerah (provinsi dan kab/kota) dalam penyediaan fasilitas dan tenaga kesehatan  Dukungan penyediaan Dana Operasional Pelayanan Kesehatan37
    • 38. ANGKA KELAHIRAN TOTAL SASARAN INDIKATOR STATUS MENURUNKAN ANGKA KELAHIRAN TOTAL (TOTAL FERTILITY RATE/ TFR) MENJADI 2,1 PER WANITA USIA REPRODUKSI (15-49 TAHUN) PADA TH. 2014. Angka kelahiran total (Total Fertility Rate/TFR) 3 Target RPJMN 2014: TFR = 2,1 Sangat Sulit Tercapai Angka Kelahiran Total (TFR) Stagnan selama 10 tahun terakhir, dikarenakan: • Kepesertaan ber-KB (CPR) hanya meningkat 0,5 persen dalam kurun waktu 5 tahun • Masih tingginya angka ASFR 14-19 tahun yaitu 48 /1.000 wanita • Masih tingginya Unmet Need (8,5 persen). • Masih rendahnya peserta KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang /MKJP (10,6 persen)Sumber: BPS, SDKI 1991 - 2012 38
    • 39. PERMASALAHAN LANGKAH STRATEGIS K/L TERKAIT 1. Berubahnya nilai jumlah anak ideal dalam keluarga 1. Pembinaan Akseptor dan Peningkatan Advokasi- KIE melalui kampanye “2 ANAK CUKUP ” dan “4 TERLALU” (terlalu muda, tua, sering dan banyak); BKKBN KEMKES Didukung PEMDA, TNI/POLRI 2. Melemahnya pembinaan kepesertaan KB aktif yang menyebabkan angka DO tinggi. 2. Pembinaan dan peningkatan kesertaan ber-KB melalui intensifikasi penggarapan pembangunan KB di 10 provinsi penyangga utama dan perhatian 2 provinsi, Papua dan Papua Barat; 3. Penguatan pelayanan KB melalui antara lain mewajibkan setiap tenaga kesehatan melayani KB dan menjamin ketersediaan alat, obat kontrasepsi (alokon) di setiap fasyankes; 4. Harmonisasi Program dan Penganggaran dalam bidang KB dan Kesehatan.; 5. Penguatan kapasitas kelembagaan Kependudukan dan KB di Kab/Kota. BKKBN KEMKES Didukung PEMDA PERMASALAHAN DAN LANGKAH STRATEGIS PENURUNAN ANGKA KELAHIRAN TOTAL 39
    • 40. PERMASALAHAN LANGKAH STRATEGIS K/L TERKAIT 3. Rendahnya pemakaian alat kontrasepsi jangka panjang. 6. Pembinaan/pelestarian terhadap akseptor KB 7. Peningkatan penggunaan alat dan obat kontrasepsi jangka panjang (MKJP); BKKBN, KEMKES didukung PEMDA 4. Pelayanan KB belum terjangkau secara merata. 8. Peningkatan distribusi alokon ke Klinik KB/Puskesmas secara optimal agar kebutuhan ber-KB terpenuhi secara baik; 5. Meningkatnya kelahiran usia remaja (15-19 tahun) 9. Pembinaan remaja melalui Generasi Berencana (genre) BKKBN, KEMDAGRI, KEMENAG KEMENDIKBUD PERMASALAHAN DAN LANGKAH STRATEGIS PENURUNAN ANGKA KELAHIRAN TOTAL 40
    • 41. JANGKAUAN AKSES TERHADAP SUMBER AIR MINUM DAN SANITASI LAYAK INDIKATOR STATUS Persentase jangkauan akses sumber air bersih dan sanitasi 3 Akses terhadap sumber air minum dan sanitasi layak masih jauh dari target RPJMN dan MDGs 48.3 48.6 47.7 44.2 55.04 70 44.2 46.5 51.2 55.5 55.6 100 20 40 60 80 100 2007 2008 2009 2010 2011 2014 AIR SANITASI Target RPJMN AKSES PENDUDUK TERHADAP AIR MINUM DAN SANITASI (%) 41
    • 42. PERMASALAHAN LANGKAH STRATEGIS K/L TERKAIT 1. Belum seluruh desa memiliki akses terhadap air minum dan sanitasi berkualitas. 1. Meningkatkan pengawasan sarana air minum; 2. Mendorong Pemerintah Daerah untuk menyediakan akses air minum di perkotaan. 3. Membangun sarana Teknologi Tepat Guna Air Minum di DTPK (Daerah Terpencil Perbatasan dan Kepulauan) sebanyak 500 unit. 4. Merehabilitasi sarana air bersih bukan jaringan perpipaan sebanyak 37.800 sarana. 5. Akselerasi STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) di 10.000 desa/ kelurahan 6. Meningkatkan akses air minum dan sanitasi di Sekolah 7. Penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat di 3.000 desa. KEMENKES, K EMEN PU, KEMENDIK BUD, K/L TERKAIT DIDUKUNG OLEH PEMDA 2. Jumlah dan kompetensi teknis sanitarian puskesmas masih kurang Meningkatkan kapasitas Sanitarian di Puskesmas sebanyak 1.500 orang 3. Kerjasama lintas sektor dalam penyediaan akses air bersih dan sanitasi belum optimal. Kerjasama lintas sektor dalam penyediaan akses air bersih dan sanitasi yang berkualitas, a.l. dengan pemanfaatan PNPM Mandiri Perdesaan & Perkotaan. PERMASALAHAN DAN LANGKAH STRATEGIS AKSES AIR MINUM DAN SANITASI LAYAK 42
    • 43. HASIL REVIEW PENYAKIT MENULAR DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN INDIKATOR STATUS AWAL CAPAIAN TARGET 2014 STATUS • Prevalensi HIV dan AIDS (%) 0,2 0,3 <0,5 • Persentase penduduk 15 tahun ke atas memiliki pengetahuan tentang HIV dan AIDS 66,2 79,51) 90 • Menurunnya angka kasus malaria (Annual Parasite Insidence- API) 1,85 1,692) 1,0 • Persentase jangkauan akses sumber air bersih dan sanitasi 47,7 55,043) 68,0 3 3 Sumber : 1) SDKI, 2012; 2) Laporan Kemenkes, 2012; 3) Susenas, 2011 2 1 43
    • 44. SASARAN INDIKATOR STATUS MENURUNNYAANGKA KESAKITAN DAN KEMATIAN AKIBAT PENYAKIT MENULAR Persentase penduduk 15 tahun ke atas memiliki pengetahuan tentang HIV dan AIDS PENURUNAN KASUS HIV/AIDS • Penemuan kasus HIV dan AIDS dari tahun ketahun terus meningkat akibat sistem survailans yang terus membaik. • Pada tahun 2012 jumlah kasus HIV dan AIDS mulai menurun. • Pengetahuan penduduk tentang HIV dan AIDS terus meningkat. Sumber: Kemkes 2012 Karakteristik latar belakang Wanita Pria kawin Pernah dengar AIDS Jumlah Pernah dengar AIDS Jumlah Umur 15-24 84,4 13.232 83,8 373 15-19 84,8 6.927 79,6 28 20-24 84,0 6.305 84,1 345 25-29 82,2 6.959 85,4 1.127 30-39 78,3 13.757 88,9 3.449 40-49 62,8 11.659 79,6 3.065 50-54 - - 68,2 1.292 Pendidikan Tidak sekolah 15,7 1.5 28,9 265 Tidak tamat SD 38,0 4.87 51,7 1.371 Tamat SD 62,3 10.254 74,9 2.118 Tidak tamat SMTA 84,6 12.753 89,5 1.979 SMTA + 96,9 16.229 98,4 3.572 Jumlah SDKI 2012 76,7 45.607 82,3 9.306 Jumlah SDKI 2007 61,0 32.895 71,4 8.758 Pengetahuan penduduk tentang HIV dan AIDS tahun 2012Jumlah kasus HIV dan AIDS Sumber: SDKI 2012 2 44
    • 45. PERMASALAHAN LANGKAH STRATEGIS K/L TERKAIT 1. Upaya promotif-preventif tentang pengetahuan HIV dan AIDS pada penduduk usia 15-24 tahun masih perlu ditingkatkan. 1. Peningkatan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, melalui: a. Peningkatan pengetahuan pada penduduk 15 tahun ke atas tentang HIV dan AIDS. b. Perluasan Kampanye “Aku Bangga Aku Tahu“ terhadap pelajar, mahasiswa dan organisasi kepemudaan, serta pramuka. c. Penyebarluasan informasi HIV dan AIDS melalui 16.000 pusat informasi kesehatan remaja, media cetak, elektronik dan jejaring sosial. KEMENKES dengan dukungan K/L terkait, KPAN serta PEMDA 2. Persentase ODHA yang mendapat ART masih rendah (44,2 persen). 2. Peningkatan persentase ODHA yang mendapatkan ART menjadi 50 persen KEMENKES 3. Masih rendahnya pengetahuan remaja tentang HIV dan AIDS dan belum terakomodasikannya modul HIV dan AIDS dalam kurikulum. 3. Memasukkan modul pengetahuan HIV dan AIDS dalam kurikulum sekolah menengah pertama, atas, dan perguruan tinggi. KEMENKES dan KEMENDIKBUD PERMASALAHAN DAN LANGKAH STRATEGIS PENURUNAN KASUS HIV DAN AIDS 45
    • 46. SASARAN INDIKATOR STATUS MENURUNNYAANGKA KESAKITAN DAN KEMATIAN AKIBAT PENYAKIT MENULAR Menurunnya angka kasus malaria (Annual Parasite Insidence- API) PENURUNAN KASUS MALARIA • Angka kasus malaria (API) terus mengalami penurunan tajam sejak 1990 s/d 2010. Penurunan dari tinggi ke rendah akan lebih mudah daripada menurunkan jika sudah rendah, karena diperlukan upaya yang lebih besar. • Angka kasus malaria terutama di provinsi- provinsi di kawasan timur Indonesia masih sangat tinggi. 3 4.68 3.62 1.96 1.75 1.69 1.00 0.00 2.00 4.00 6.00 1990 2000 2010 2011 2012 2014 Angka Kasus Malaria (Annual Parasite Incidence) API Target RPJM N 0.000.00 0.03 0.06 0.07 0.140.18 0.190.230.300.450.59 0.690.710.74 0.770.86 1.121.171.311.62 1.69 2.21 2.25 2.312.442.643.39 4.78 4.81 4.94 12.30 33.14 39.53 0.00 5.00 10.00 15.00 20.00 25.00 30.00 35.00 40.00 45.00 API Per Propinsi 2012 API NASIONAL 46
    • 47. PERMASALAHAN LANGKAH STRATEGIS K/L TERKAIT 1. Angka kasus malaria (API) masih sebesar 1,69 dari target 1,0 per 1.000 penduduk tahun 2014 1. Penurunan Angka kasus malaria (API) menjadi 1 per 1.000 penduduk melalui : • Pembentukan Malaria Center di provinsi endemis malaria menjadi 16 unit. • Pengembangan AIDS, TB dan Malaria Centre (Malaria Centre terintegrasi dengan AIDS & TB) • Pendistribusian kelambu berinsektisida secara massal didaerah endemis tinggi dan daerah fokus. • Penemuan aktif dan pengobatan melalui MBS (mass blood survey). • Peningkatan jumlah kader/ Juru Malaria Desa KEMENKES dengan dukungan K/L terkait dan PEMDA 2. Pengetahuan masyarakat untuk mencegah kasus malaria belum mencukupi. 2. Pemberdayaan masyarakat dalam pembentukan Pos Malaria Desa (Posmaldes), Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan PHBS. KEMENKES dengan dukungan K/L terkait dan PEMDA 3. Forum Nasional Gebrak Malaria belum berfungsi dengan baik. 3. Memperkuat Forum Nasional Gebrak Malaria dalam rangka Eliminasi Malaria yang melibatkan peran lintas sektor dan daerah. KEMENKES dengan dukungan K/L terkait dan PEMDA PERMASALAHAN DAN LANGKAH STRATEGIS PENURUNAN KASUS MALARIA 47
    • 48. PERHATIAN KHUSUS  Pengendalian Penyakit  Peningkatan upaya promotif dan preventif: kurikulum pendidikan, survailans epidemiologi, deteksi dini  Peningkatan pelayanan kuratif: ART, tata laksana kasus  Peningkatan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat,  Pelayanan terpadu dan komprehensif HIV dan AIDS,  Peningkatan pemahaman masyarakat terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)  Peningkatan lingkungan bersih dan sehat di sekolah melalui Upaya Kesehatan Sekolah  Penguatan regulasi dalam rangka mendukung pencegahan penyakit menular (contoh : Perda Kawasan Tanpa Rokok)  Peningkatan akses terhadap air bersih dan sanitasi  Peningkatan upaya pengelolaan air limbah berbahaya seperti Rumah Sakit dan Industri  Peningkatan kapasitas test kualitas air  Penguatan tenaga sanitarian di Puskesmas  Kerjasama lintas sektor dalam penyediaan akses air bersih dan sanitasi yang berkualitas. 48
    • 49. TERIMA KASIH

    ×