Ringkasan Materi PAI Kelas 7 Bab 5 Taharah
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Ringkasan Materi PAI Kelas 7 Bab 5 Taharah

on

  • 1,566 views

Materi ini disusun untuk memudahkan siswa dalam memahami materi Taharah.

Materi ini disusun untuk memudahkan siswa dalam memahami materi Taharah.

Statistics

Views

Total Views
1,566
Views on SlideShare
1,566
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
30
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Ringkasan Materi PAI Kelas 7 Bab 5 Taharah Ringkasan Materi PAI Kelas 7 Bab 5 Taharah Document Transcript

  • © Abdul Rahmad-SMP Muhammadiyah 1 Tarakan RINGKASAN MATERI PAI KELAS VII BAB 5 TAHARAH 1. Taharah secara bahasa berarti pembersihan dari segala kotoran yang tampak maupun tidak tampak. Sedangkan secara istilah Taharah berarti tindakan menghilangkan hadats dengan air atau debu yang bisa menyucikan serta menghilangkan sesuatu yang ada di tubuh yang menjadi penghalang bagi pelaksanaan shalat dan ibadah semisalnya.1                                 222. mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran". oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri2 dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci 3. apabila mereka telah Suci, Maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al-Baqarah : 222) 2. Secara umum ruang lingkup Taharah dibagi atas 2 bagian, antara lain: a. Membersihkan Najis (Istinja’) Najis adalah hal – hal atau benda – benda yang bersifat kotor yang ditetapkan dalam hukum syar’i yang dimana wajib untuk membersihkannya. b. Jenis – jenis Najis antara lain: 1.) Kotoran manusia dan air kencing ‫إِذَا وطئ أَحدكم بِنَ علِو اْلَذَى فَِإن التُّراب لَوُ طَهور‬ ْ ِ ْ ْ ُُ َ َ ِ َ ُ َ َ َّ "Jika sandal salah seorang dari kamu terkena kotoran, maka tanah adalah pembersih baginya" [HR Abu Dawud no. 385, disahihkan oleh syaikh al-Albani] Didalam hadits Anas bin Malik: 133. Anas bin Malik berkata, "Seorang pedesaan datang lalu kencing di suatu tempat dalam lingkungan masjid, kemudian orang banyak membentak-bentaknya, kemudian Nabi Muhammad ‫صلی هللا عليه وسلم‬melarang mereka berbuat demikian itu (dan dalam satu riwayat: kemudian beliau bersabda, 'Biarkanlah!', 1/61) [Jangan kamu putuskan kencingnya, 7/80]. Setelah orang itu selesai dari kencingnya, Nabi Muhammad ‫صلی هللا عليه وسلم‬ memerintahkan mengambil setimba air, lalu disiramkanlah air itu di atas kencingnya." 2.) Madzi dan Wadi Dalam Ash-Shahihain, rasulullah ‫ صلى هللا عليه و سلم‬bersabda kepada orang yang bertanya tentang Madzi: "Ia mencuci kemaluannya dan berwudhu" [Muttafaq 'alaih : al-Bukhari (269) Muslim (303)] َّ َ َ َ َ ِ ُ‫يَغْسلُ ذَكرهُ ويَتَ وضأ‬ Diriwayatkan dari Ibnu 'Abbas ‫ , رضي هللا عنه‬ia berkata: "Mani, wadi dan madzi. Adapun mani, maka itulah yang menyebabkan wajibnya mandi, sedangkan wadi dan madzi, ia mengatakan, 'Cucilah kemaluanmu, lalu berwudhulah seperti wudhu untuk shalat' " [Sunan al-Baihaqi (I/115), dan disahihkan oleh Syeikh al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud (190)] 3.) Darah Haidh Dalam hadits Imam Bukhari: Asma' binti Abu Bakar berkata, "Seorang wanita bertanya kepada Rasulullah ‫ ,صلی هللا عليه وسلم‬Wahai Rasulullah, bagaimanakah caranya apabila pakaian salah seorang dari kami terkena darah haid, apakah yang harus ia perbuat?' Rasulullah ‫صلی هللا عليه وسلم‬bersabda, 'Apabila pakaian salah seorang dari kamu terkena darah haid, gosoklah darah itu kemudian bersihkanlah dengan air. Setelah itu, kamu boleh shalat dengan memakai pakaianmu itu.'" (Dalam satu riwayat: gosoklah, kemudian hendaklah ia siram dengan air dan bolehlah ia shalat dengannya.) 4.) Kotoran hewan yang tidak boleh dimakan dagingnya Abdullah (bin Mas'ud) berkata, "Nabi ‫ صلی هللا عليه وسلم‬hendak buang air besar, lalu beliau menyuruh saya untuk membawakan beliau tiga batu. Saya hanya mendapat dua batu dan saya mencari yang ketiga namun saya tidak 1 2 3 Lihat kitab al-Mughni (II/12) karya Ibnu Qudamah dan kitab Taudhiihul Ahkam min Buluughil Maraam karya Abdullah al-Basam (I/87). Maksudnya menyetubuhi wanita di waktu haidh. Ialah sesudah mandi. Adapula yang menafsirkan sesudah berhenti darah keluar. E-mail : rahmad.ub@gmail.com Site : www.tec.vv.si
  • © Abdul Rahmad-SMP Muhammadiyah 1 Tarakan mendapatkannya. Lalu, saya mengambil kotoran binatang, kemudian saya bawa kepada beliau. Beliau mengambil dua batu itu dan melemparkan kotoran tersebut, dan beliau bersabda, 'Ini adalah kotoran.'" (HR. Bukhari) 5.) Air liur anjing ِ ِ ُ ٍ َ ِ َ ْ َ ِ َّ ِ ْ ُ ِ َ ِ ‫قَال رسول اللَّو صلَّى اللَّوُ علَيو وسلَّم إِذَا ولَغ الْكلْب فِي إِنَاء أَحدكم فَ لْيُرقْوُ ثُم لِيَ غْسلْوُ سبع مرار‬ َ َُ َ ُ َ َ َ َ ََ َْ Hadis riwayat Abu Hurairah ‫ ,رضي هللا عنه‬ia berkata: Rasulullah ‫ صلی هللا عليه وسلم‬bersabda: Apabila anjing minum (dengan ujung lidahnya) dalam wadah milik salah seorang di antara kalian, hendaklah ia membuang airnya kemudian membasuh wadah itu tujuh kali. (HR. Muslim : 418) 6.) Daging babi                                          145. Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaKu, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi karena Sesungguhnya semua itu kotor - atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam Keadaan terpaksa, sedang Dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS. Al-An’am : 145) 7.) Bangkai                                                                    3. diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah4, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya5, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah6, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. pada hari ini 7 orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa8 karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Maidah : 3). 8.) Potongan tubuh hewan yang masih hidup 9.) Makanan dan minuman dari binatang buas 10.) Hewan yang diharamkan dagingnya untuk dimakan c. Najis terbagi atas 3 macam, antara lain: 1.) Najis ringan (mukhofafah) 4 Ialah: darah yang keluar dari tubuh, sebagaimana tersebut dalam surat Al An-aam ayat 145. Maksudnya Ialah: binatang yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk dan yang diterkam binatang buas adalah halal kalau sempat disembelih sebelum mati. 6 Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. orang Arab Jahiliyah menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan Apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya Ialah: mereka ambil tiga buah anak panah yang belum pakai bulu. setelah ditulis masing-masing Yaitu dengan: lakukanlah, jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka'bah. bila mereka hendak melakukan sesuatu Maka mereka meminta supaya juru kunci ka'bah mengambil sebuah anak panah itu. Terserahlah nanti Apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. kalau yang terambil anak panah yang tidak ada tulisannya, Maka undian diulang sekali lagi. 5 7 8 Yang dimaksud dengan hari Ialah: masa, Yaitu: masa haji wada', haji terakhir yang dilakukan oleh Nabi Muhammad s.a.w. Maksudnya: dibolehkan memakan makanan yang diharamkan oleh ayat ini jika terpaksa. E-mail : rahmad.ub@gmail.com Site : www.tec.vv.si
  • © Abdul Rahmad-SMP Muhammadiyah 1 Tarakan Yaitu air kencing bayi lelaki yang berumur dua tahun, dan belum makan sesutu kecuali air susu ibunya. Menghilangkannya cukup diperceki air pada tempat yang terkena najis tersebut. Jika air kencing itu dari bayi perempuan maka wajib dicuci bersih. Didalam hadits Imam Bukhari : Ummu Qais binti Mihshan berkata bahwa ia membawa anak laki-lakinya yang masih kecil dan belum memakan makanan kepada Rasulullah ‫ صلی هللا عليه وسلم‬Beliau lalu mendudukkan anak itu di pangkuannya, lalu anak itu kencing pada pakaian beliau. Beliau lalu minta dibawakan air, lalu beliau memercikinya dan tidak mencucinya. 2.) Najis sedang (mutawasitoh) yaitu segala sesuatu yang keluar dari dubur dan qubul manusia atau binatang, barang cair yang memabukkan, dan bangkai ( kecuali bangkai manusia, ikan laut, dan belalang ) serta susu, tulang, dan bulu hewan yang haram dimakan. Dalam hal ini tikus termasuk golongan najis, karena tikus hidup di tempat - tempat kotor seperti comberan dan tempat sampah sekaligus mencari makanan disana. Sedangkan kucing tidak najis. Dari Abu Qotadah ‫ رضي هللا عنه‬Rasulullah ‫ صلی هللا عليه وسلم‬bersabda perihal kucing -bahwa kucing itu tidaklah najis, ia adalah termasuk hewan berkeliaran di sekitarmu. Diriwayatkan oleh Imam Empat dan dianggap shahih oleh Tirmidzi dan Ibnu Khuzaimah. 3.) Najis berat (mugholladoh) Yaitu najis anjing dan babi. Cara menghilangkannya harus dibasuh sebanyak tujuh kali dan salah satu air yang bercampur tanah. Abu Hurairah berkata, "Sesungguhnya, Rasulullah ‫ صلی هللا عليه وسلم‬bersabda, 'Apabila anjing minum dari bejana salah seorang di antaramu, cucilah bejana itu tujuh kali.'" (HR. Imam Bukhari) d. Membersihkan Hadas Hadas adalah keadaan tidak suci yang mengenai pribadi seseorang muslim, menyebabakan terhalangnya orang itu melakukan shalat atau tawaf. e. Hadas dibagi menjadi 2 yaitu: 1.) Hadas kecil Yaitu keadaan seseorang tidak suci, dan supaya ia menjadi suci maka ia harus wudhu atau jika tidak ada air (halangan) dengan tayammum. Hal-hal yang menyebabkan seseorang berhadats kecil ialah:  Karena keluar sesuatu dari dua lubang, yaitu qubul dan dubur.  Karena hilang akalnya disebabkan mabuk, gila, atau sebab lain seperti tidur.  Karena persentuhan antara kulit laki-laki dengan perempuan yang bukan mahramnya tanpa batas yang menghalanginya.  Karena menyentuh kemaluan seseorang baik kemaluannya sendiri maupun kemaluan orang lain dengan telapak tangan atau jari. Yang dimaksud dengan telapak tangan dan jari yaitu bagian tangan yang dapat bertemu apabila dihadapkan antara telapak tangan yang kanan dan yang kiri (ditepukkannya). Jika yang mengenai kemaluan selain telapak tangan atau jari maka tidak termasuk yang mengharuskan bersuci dari hadats kecil. 2.) Hadas besar Yaitu keadaan seseorang tidak suci dan supaya ia menjadi suci maka ia harus mandi atau jika tidak ada air (berhalangan) dengan tayammum. Hal-hal yang menyebabkan seseorang berhadats besar ialah:  Bertemunya dua buah kelamin laki-laki dengan perempuan (bersetubuh) baik keluar mani ataupun tidak.  Keluar mani, baik karena bermimpi atau sebab lain.  Meninggal dunia.  Haidh (menstruasi), yaitu darah yang keluar dari wanita yang telah dewasa pada setiap bulan.  Nifas, yaitu darah yang keluar dari seorang ibu sehabis melahirkan.  Wiladah, yaitu melahirkan anak. 3. Taharah dibagi atas 4 macam, yaitu: a. Wudhu E-mail : rahmad.ub@gmail.com Site : www.tec.vv.si
  • © Abdul Rahmad-SMP Muhammadiyah 1 Tarakan 1.) Pengertian wudhu adalah membersihkan anggota tubuh tertentu melalui serangkaian aktifitas yang dimulai dengan niat, membasuh wajah , membasuh kedua tangan, dan kaki serta melakukanya dengan tertib.                                                                  6. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub Maka mandilah, dan jika kamu sakit 9 atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh10 perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, Maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. 2.) Rukun – rukun wudhu a.) Berniat b.) Ber – Tasmiyah (membaca basmalah) c.) Membasuh kedua telapak tangan d.) Berkumur – kumur, beristinsyaq, dan istintsar e.) Membasuh muka serta janggut f.) Membasuh kedua tangan hingga siku g.) Mengusap air keseluruh kepala h.) Mengusap kedua belah telinga i.) Membasuh kedua kaki hingga mata kaki j.) Tertib 3.) Sunnah – sunnah wudhu: a.) Bersiwak b.) Ber-Tasmiyah c.) Menggosok – gosok anggota wudhu d.) Meluaskan (melebihkan) kawasan basuhan e.) Tidak membazir (berlebih – lebihan) dalam wudhu f.) Membasuh dengan sekali / dua kali / tiga kali g.) Memulai dengan bagian kanan kemudian yang kiri h.) Berdoa setelah wudhu i.) Shalat sunnah setelah wudhu b. Tayamum 1.) Pengertian tayamum adalah peribadatan kepada Allah berupa mengusap wajah dan kedua tangan dengan menggunakan sho’id yang bersih.11 Sho’id adalah seluruh permukaan bumi yang dapat digunakan untuk bertayammum baik yang terdapat tanah di atasnya ataupun tidak. 2.) Rukun – rukun tayamum: 9 10 Maksudnya: sakit yang tidak boleh kena air. Artinya: menyentuh. menurut jumhur Ialah: menyentuh sedang sebagian mufassirin Ialah: menyetubuhi. 11 Lihat Syarhul Mumti’ ‘ala Zaadil Mustaqni’ oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin rohimahullah hal. 231/I, terbitan Al Kitabul ‘Alimiy, Beirut, Lebanon. E-mail : rahmad.ub@gmail.com Site : www.tec.vv.si
  • © Abdul Rahmad-SMP Muhammadiyah 1 Tarakan a.) Memukulkan kedua telapak tangan ke permukaan bumi dengan sekali pukulan kemudian meniupnya. b.) Kemudian menyapu punggung telapak tangan kanan dengan tangan kiri dan sebaliknya. c.) Kemudian menyapu wajah dengan dua telapak tangan. d.) Semua usapan baik ketika mengusap telapak tangan dan wajah dilakukan sekali usapan saja. e.) Bagian tangan yang diusap adalah bagian telapak tangan sampai pergelangan tangan saja atau dengan kata lain tidak sampai siku seperti pada saat wudhu. f.) Tayammum dapat menghilangkan hadats besar semisal janabah, demikian juga untuk hadats kecil. g.) Tidak wajibnya urut/tertib dalam tayammum. 3.) Hal – hal yang membatalkan tayamum: a.) Semua hal yang membatalkan wudhu b.) Melihat adanya air yang memenuhi syarat sah wudhu c.) Murtad c. Mandi 1.) Mandi yang dimaksud disini adalah mandi wajib atau mandi junub. Yaitu mandi yang disebabkan tidak sucinya tubuh seseorang yang dikarenakan dia berhadas besar. Contoh hadas besar adalah bersetubuh atau keluarnya air mani dari kemaluan. 2.) Tata cara mandi junub yang sesuai sunnah adalah: a.) Niat. b.) Mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memasukkannya kedalam bejana atau wadah air. c.) Membersihkan kemaluan dan kotoran dengan tangan yang kiri. d.) Mencuci tangan setelah membersihkan kemaluan dengan menggosokkan ketanah atau memakai sabun. e.) Berwudhu layaknya berwudhu yang sempurna ketika hendak shalat. f.) Mengguyur air pada kepala sebanyak 3 kali hingga sampai kepangkal rambut. g.) Memulai mencuci kepala bagian kanan kemudian kekepala bagian kiri. h.) Menyela –nyela rambut. i.) Mengguyur air keseluruh tubuh yang dimulai dari sisi bagian kanan kemudian kekiri. Catatan: Mandi junub seperti kaidah diatas merupakan bentuk kesempurnaan dari mandi junub yang diajarkan oleh Rasulullahu shalallahu a’laihi wassalam. Namun apabila hanya mandi saja dengan terpenuhi syarat niat dan membasuh seluruh bagian tubuh, kulit dan rambut sampai tidak ada yang tertinggal maka mandinya tetap sah. Hanya saja dianjurkan untuk sebisa mungkin mandi junub sesuai dengan tata cara yang lebih sempurna yang diajarkan oleh Rasulullahu shalallahu a’laihi wassalam sebagai bentuk kecintaan kita terhadap sunnah – sunnah Rasulullahu shalallahu a’laihi wassalam. d. Instinja’ Istinja adalah membersihkan apa-apa yang telah keluar dari suatu jalan (di antara dua jalan : qubul atau dubur) dengan menggunakan air atau dengan batu atau yang sejenisnya (benda yang bersih dan suci). Hukum ber-istinja’ adalah wajib. Aisyah Radhiyallahu ‘anha bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Artinya : Apabila salah seorang di antara kamu pergi ke tempat buang hajat besar, maka bersihkanlah dengan menggunakan tiga batu karena sesungguhnya dengan tiga batu itu bisa membersihkannya” [Hadits Riwayat Ahmad VI/108, Nasa’i no. 44, dan Abu Dawud no 40. Dan asal perintah menggunakan tiga batu ada dalam riwayat Bukhari dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu hadits no. 155] Adab ketika berada didalam kamar mandi / sedang buang hajat: 1.) Mendahulukan kaki kiri ketika masuk kedalam kamar mandi dan keluar dengan menggunakan kaki kanan. 2.) Hendaknya memakai alas kaki atau sandal. 3.) Makruh hukumnya berbicara didalam kamar mandi. 4.) Hendaknya menjauh dari keramaian orang. 5.) Jangan buang air di air yang tenang ( tidak mengalir ). E-mail : rahmad.ub@gmail.com Site : www.tec.vv.si
  • © Abdul Rahmad-SMP Muhammadiyah 1 Tarakan 6.) Tidak menghadap kiblat ketika buang hajat. Wallahu ‘Alam --------------------------------------------- CATATAN: MATERI INI BERISI FIRMAN – FIRMAN ALLAH SUBHANALLAH WA TA’ALAA!!! JANGAN SAMPAI TERCECER ATAU TERHINAKAN DENGAN MENARUHNYA DISEMBARANG TEMPAT YANG KOTOR ATAU RENDAH !!! E-mail : rahmad.ub@gmail.com Site : www.tec.vv.si