Hujan Gugatan ke NSA, Koran Tempo 6 Januari 2014

79 views

Published on

Penyadapan yang dilakukan badan intelijen Amerika Serikat, National Security Agency (NSA) berbuah gugatan. Apa yang dilakukan NSA dianggap sebagai aksi spionase di dalam negeri yang itu dilarang oleh hukum federal.

Published in: News & Politics
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
79
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
1
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Hujan Gugatan ke NSA, Koran Tempo 6 Januari 2014

  1. 1. llmu&Teknologi SENIN, 6 JANUARI 2014 I KORAN TEMPO 12 SENIN, 6 JANUARI 2014 TEMPO/ FEBRIANTI Keramba jaring apung di Danau Maninjau . BAU AMIS DI DANAU MANINJAU Usaha keramba apung yang berlebihan mencemari lingkungan danau. Sejumlah ikan endemik punah. Febrianti (Padang) “J ika makan pinang, makanlah dengan sirih hijau. Jangan datang ke Ranah Minang kalau tak mampir ke Maninjau.” Pantun itu konon dibuat Presiden Sukarno yang terpesona oleh keelokan Danau Maninjau di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Memang, danau seluas 9.737 hektare ini pernah disebut-sebut masuk daftar 10 danau terindah di Indonesia. Namun kemolekan tersebut belakangan ini sirna sehingga tak menarik lagi bagi wisatawan. “Hanya ramai kalau Lebaran dan pergantian tahun, hari lainnya sepi,” kata Idham Rajo Bintang, 71 tahun, pemilik Hotel Maninjau Indah. Pada hari biasa, hotel berkapasitas 40 kamar itu hanya terisi kurang dari seperlimanya. Sejumlah hotel lain sudah tutup. Itu semua terjadi karena air danau kini keruh dan bau amis menguar. Hampir tiap hari perairan ini diseraki bangkai ikan. Menurut Idham, yang merupakan tokoh masyarakat Maninjau, kepada Tempo dua pekan lalu, bangkai ikan berasal dari keramba apung. Selain itu, aktivitas di keramba berdampak tercemarnya air danau. Hafrijal Syandri, ahli perikanan dari Universitas Bung Hatta, Padang, mengatakan indikasi tercemarnya Danau Maninjau sudah terlihat pada akhir 2000. Saat itu terjadi ledakan pertumbuhan alga Phytoplankton microcystis, yang bagai hamparan karpet hijau setebal 10 sentimeter menutupi permukaan danau. “Mereka tumbuh karena tingginya tingkat kesuburan perairan,” kata Hafrijal, yang meneliti efek jala apung di Maninjau dalam 10 tahun terakhir. Kesuburan perairan itu berasal dari bangkai ikan di danau ditambah sisa limbah pakan ikan. Di Maninjau kini terdapat 16.120 petak keramba apung berukuran 5 x 5 meter. Kehadiran petani keramba ini mulai marak sejak akhir 1990-an. Sebelumnya, pada 1997, terjadi kematian massal ikan keramba akibat umbalan. Saat itu terkumpul tak kurang dari 1.300 ton bangkai ikan. Menurut Hafrijal, kematian ikan kala itu terjadi karena curah hujan tinggi dan sinar matahari yang tak mampu menembus air danau. Akibatnya, terjadi perbedaan temperatur antara air permukaan dan air di dasar. Panas di permukaan, dingin di dasar. Ketika berembus angin kencang, terjadilah pengadukan dari sisa pakan yang mengendap di dasar danau. Sisa pakan ini mengendap dalam bentuk senyawa fosfat dan nitrogen ditambah belerang. Limbah lalu naik ke permukaan hingga menyebabkan perairan miskin oksigen. “Inilah penyebab kematian ikan secara massal itu,” kata Hafrijal. Hingga kini kematian massal seperti itu masih terjadi setiap musim hujan. Hafrijal menghitung jumlah pakan yang masuk ke danau dari aktivitas keramba jala apung pada 2013 sebanyak 800 ton setiap bulan. Sisa pakan lalu membuat kondisi air danau tercemar berat. Sejak 2001 sampai sekarang sudah ada lebih dari Alga yang diambil dari permukaan Danau Maninjau. FOTO: DOK.HAFRIJAL SYANDRI Punahnya Ikan Endemik da 17 jenis ikan endemik yang menghuni Danau Maninjau. Pencemaran yang terjadi belakangan ini memusnahkan sejumlah penghuni asli itu. Dari 17 jenis, kini tinggal delapan jenis saja yang bisa ditemukan. Mereka yang punah antara lain ikan garing, lelan, gasan, dan baung. “Yang tersisa misalnya lokan dan pensi, yang ukurannya menjadi lebih besar,” kata Hafrijal Syandri, ahli perikanan dari Universitas Bung Hatta. A 111 ribu ton sedimentasi limbah pakan yang terperangkap di dasar danau. Sedimentasi itu terjebak di bagian dalam hingga pinggir danau dengan ketebalan mencapai 1 meter. Kondisi semakin parah karena Danau Maninjau memiliki kedalaman 168 meter, sehingga mengakibatkan masa tinggal air lebih lama, yakni 25 tahun. Walhasil, sedimentasi limbah pun ikut ngendon berlamalama. “Waduk Cirata juga punya banyak keramba jala apung, tapi waktu tinggal air di sana hanya sembilan bulan,” kata Hafrijal. Di Cirata, air waduk berasal dari air sungai yang mengalir cepat. Sedangkan sumber air Maninjau dari bawah tanah. Padahal aliran air keluar hanya melalui Sungai Batang Antokan, yang dipakai PLTA Maninjau. Bupati Agam,Indra Catri,mengaku sudah membuat Peraturan Daerah tentang Pengelolaan dan Pelestarian Danau untuk penyelamatan Maninjau. “Namun peraturan daerah itu masih dievaluasi Gubernur Sumatera Barat, jadi belum dijalankan,” katanya kepada Tempo. Lewat peraturan daerah, nantinya akan dilakukan pembatasan jumlah keramba jala apung. Per rumah tangga petani nantinya paling banyak hanya boleh memiliki 16 petak. Sudah dihitung bahwa daya dukung perairan itu maksimal hanya 6.000 petak keramba. Pemiliknya pun dibatasi dari anak nagari selingkar danau saja. Ini dimaksudkan untuk menghindari serbuan investor bermodal besar. “Kepemilikannya akan kami sensus lagi secara bertahap,” kata Indra. Namun, mengurangi jumlah keramba jala apung tak semudah membalikkan telapak tangan. Pasalnya, ada bisnis yang menggiurkan di balik semua ini. Bayangkan, dibutuhkan pasokan pakan ikan hingga 800 ton per bulan atau setara dengan Rp 5,4 miliar. Adapun dari penjualan ikan paling sedikit diperoleh Rp 4,3 miliar per bulan. Sebenarnya para pemilik keramba bersedia mengikuti aturan. Yadi Hidayat, salah satu pemilik keramba, menyatakan mau mengurangi usahanya asalkan diperlakukan adil. “Ada yang pemiliknya investor dari luar Internasional REUTERS/GARY CAMERON Ikan bada (Rasbora argyrotaenia) termasuk yang terancam. Padahal nilai ekonomis ikan ini tinggi. Ikan bada yang sudah dikeringkan harganya mencapai Rp 120 ribu per kg. Jenis ikan lain yang kini sulit ditemui adalah ikan bujuk. Ikan jenis endemik Danau Maninjau ini harganya Rp 100 ribu per kg. ● FEBRIANTI (PADANG) dan tentara. Apa itu bisa diatur pemerintah?” kata Yadi. Idham Rajo Bintang mendesak pemerintah agar secepatnya mengurangi jumlah keramba apung. Dia juga meminta agar para petani dilarang mengubur ikan di dalam danau. Saat itulah, ia yakin, kehidupan pariwisata di sana akan marak lagi. ● » 31 29 5 KASUS DI PENGADILAN Setidaknya ada lima gugatan yang diajukan ke pengadilan terhadap National Security Agency (NSA) karena program pengumpulan metadata komunikasi warga Amerika Serikat. DISTRIK COLUMBIA Larry Klayman, pengacara konservatif, dan Charles Strange, ayah teknisi ahli sandi NSA yang tewas di Afganistan pada 2011, menggugat ke pengadilan federal Distrik Kolumbia, 6 Juni 2013. Hakim Richard Leon menggelar sidang pada 31 Oktober dan mengeluarkan putusan enam minggu kemudian. Leon menyatakan pengumpulan data secara massal yang tak pandang bulu itu bentuk invasi sewenangwenang dan tak sesuai dengan hukum. Pemerintah mengajukan banding atas putusan ini. Sebuah bus umum di Kota Washington memasang sebuah iklan layanan masyarakat berterima kasih kepada Edward Snowden, yang telah membocorkan program rahasia NSA melakukan penyadapan kepada warga negara Amerika Serikat sendiri, 20 Desember 2013. HUJAN GUGATAN KE NSA Abdul Manan a_manan@tempo.co.id P Ikan Baung KERUSUHAN WARNAI PEMILU BANGALDESH engungkapan kepada publik oleh Edward Snowden soal program rahasia badan intelijen National Security Agency (NSA) menjadi mimpi buruk bagi pemerintah Amerika Serikat. Snowden adalah eks analis NSA yang kini menjadi buron dan mendapat suaka sementara di Rusia sejak Agustus 2013. Aksi Snowden tak hanya membuat sejumlah negara marah karena mengetahui intelijen Amerika Serikat memata-matainya. Di dalam negeri, NSA juga harus menghadapi kritik keras organisasi pembela privasi, termasuk dari Kongres. Sejumlah gugatan sudah diajukan ke pengadilan sejak Juni lalu. Senator Rand Paul juga mempersiapkan gugatan class action. Snowden membocorkan sejumlah program rahasia NSA, yang dilakukan bekerja sama dengan intelijen negara lain, kepada media Juni lalu. Namun yang menjadi pemicu gugatan di dalam negeri adalah program pengumpulan catatan telepon (metadata) jutaan orang Amerika, yang dimulai pada masa Presiden George W. Bush. Melalui program rahasia ini, NSA bisa menyimpan data siapa saja yang dihubungi orang Amerika, kapan, dan untuk berapa lama. Namun NSA tidak diizinkan menyimpan isi percakapan. Soal ini terbuka kepada publik ketika media Inggris, Guardian, memuatnya dalam edisi 5 Juni 2013. Dari lima gugatan ke pengadilan, gugatan yang diajukan Larry Klayman dan Charles Strange ke pengadilan Distrik Columbia sudah ada putusannya. Dalam putusan yang dibacakan Desember lalu, hakim Richard Leon menyebut program itu sebagai bentuk invasi secara sewenang-wenang terhadap hak privasi, sehingga sepertinya melanggar hukum. Pemerintah mengajukan banding atas putusan ini, 3 Januari lalu. Departemen Kehakiman meminta Pengadilan Banding AS mempertimbangkan kembali pendapat Leon. Pemerintahan Obama membela program NSA itu karena dianggap memiliki peran besar dalam upaya melindungi AS, salah satunya dari ancaman terorisme. Lima gugatan di pengadilan sepertinya bukan merupakan pukulan hukum terakhir untuk NSA dan pemerintah Barack Obama. Jumat pekan lalu, Senator Amerika Serikat dari Partai Republik, Rand Paul, mengungkapkan rencananya untuk memulai class action (gugatan warga) terhadap NSA karena dianggap melakukan program mata-mata di dalam negeri. Paul, salah satu anggota “geng” dalam Republik yang disebut sebagai Tea Party, mengatakan gugatan ini dimaksudkan untuk melindungi larangan Amendemen Keempat tentang pencarian yang tidak beralasan. “Pertanyaannya di sini adalah apakah boleh atau tidak, secara konstitusional, Anda dapat memiliki surat perintah tunggal yang berlaku untuk jutaan orang,” kata Paul di Fox News, Jumat pekan lalu. “Jadi kami pikir, cara apa yang lebih baik untuk menggambarkan hal ini daripada meminta ratusan ribu orang Amerika mendaftar untuk melakukan gugatan class action,” ujarnya. Ia mengakui ini jenis class action yang tidak biasa karena setiap warga Amerika yang memiliki telepon seluler memenuhi syarat untuk bergabung. Kata Paul, ratusan ribu pendukung telah mengatakan bersedia mendaftar untuk gugatan ini. Di luar gugatan hukum, sejumlah anggota Kongres AS mengajukan regulasi untuk membatasi aksi spionase NSA. Itu juga kemungkinan bukan pukulan politik terakhir dari Capitol Hill untuk NSA. Pada hari yang sama saat Rand Paul mengumumkan rencana class action-nya, senator konservatif dari Kentucky, Bernie Sanders, mengirimkan surat ke Direktur NSA mempertanyakan apakah lembaga itu pernah memata-matai anggota Kongres negara ini. ● REUTERS | UPI.COM NEW YORK American Civil Liberties Union menggugat ke pengadilan federal di Manhattan, 11 Juni 2013. Organisasi berbasis di New York ini sering menggugat pemerintah berkaitan dengan pelanggaran hak, mulai soal kondisi penjara hingga serangan drone di luar negeri. Hakim William Pauley sudah menggelar sidang November lalu, tapi belum mengeluarkan putusan. IDAHO Anna Smith menggugat di negara asalnya, Idaho, 12 Juni 2013. Menyebut dirinya pelanggan telepon, Smith mengatakan ia tak melakukan panggilan telepon yang “berhubungan dengan terorisme internasional”. Kasusnya ditangani Hakim Ronald Bush. Belum ada dengar pendapat atau putusan dalam kasus ini. CALIFORNIA Organisasi berbasis di San Francisco, Electronic Frontier Foundation, menggugat pada 16 Juli 2013 atas nama 22 organisasi, termasuk kelompok gereja dan pendukung hak kepemilikan senjata. Kasus ini ditangani Hakim Jeffrey White. Sidang pertama berlangsung November 2013 dan dijadwalkan lagi Februari mendatang. MAHKAMAH AGUNG Electronic Privacy Information Center (EPIC) langsung mengajukan banding ke Mahkamah Agung, 8 Juli 2013, atas keputusan pengadilan Foreign Intelligence Surveillance Act (FISA) mengesahkan program NSA itu. Menurut EPIC, pihaknya ke Mahkamah Agung karena pengadilan lain tak memiliki yurisdiksi untuk menangani gugatan banding. ● REUTERS | ABDUL MANAN

×