Fisiologi sistem saraf
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Fisiologi sistem saraf

on

  • 5,689 views

 

Statistics

Views

Total Views
5,689
Views on SlideShare
5,672
Embed Views
17

Actions

Likes
2
Downloads
180
Comments
0

2 Embeds 17

http://m-tarmizitaher.blogspot.com 16
http://webcache.googleusercontent.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Fisiologi sistem saraf Fisiologi sistem saraf Presentation Transcript

  • FISIOLOGI SISTEM SARAF By Dr kamelia
  • Sistem Saraf Merupakan sistem jaringan komunikasi yang menghubungkan setiap bagian dari tubuh kita, berfungsi dalam proses menerima rangsangan dari luar serta mengendalikan otot-otot kita. Sistem saraf terbagi menjadi dua, yaitu: • Sistem Saraf Pusat (Otak) • Sistem Saraf Tepi (Parifer) 2
  • Sistem Saraf Sistem saraf Sistem saraf tepi •12 pasang saraf otak •31 pasang saraf sumsum tulang belakang •Saraf somatis •Saraf otonom Sistem saraf pusat •Otak depan •Otak tengah •Otak belakang 3
  • OTAK 1. Otak manusia kira* merupakan 2 % dr berat badan orang dewasa. 2. Otak menerima 15 % dr curah jantung 3. Memerlukan sekitar 20 % pemakaian oksigen tubuh 4. Sekitar 400 kilokalori energi setiap harinya 5. Otak merupakan jaringan yg paling byk memakai energi dlm seluruh tubuh manusia dan terutama berasal dr proses metabolisme oksidasi glukosa 6. Jaringan otak sangat rentan dan kebutuhan akan oksigen dan glukosa melalui aliran darah adalah konstan 7. Metabolisme otak merupakan proses tetap dan kontinu, tanpa ada masa istirahat.
  • 8. Bila aliran darah terhenti selama 10 detik saja,maka kesadaran mungkin sudah akan hilang dan penghentian dalam beberapa menit saja dpt menimbulkan kerusakan ireversibel. 9. Hipoglikemia yg berkepanjangan jg merusak jaringan otak. 10. Aktivitas otak yg tak pernah berhenti ini berkaitan dgn fungsi yg kritis sbg pusat integrasi dan koordinasi organ* sensorik dan sistem efektor perifer tubuh dan fungsi sbg pengatur informasi yg masuk, simpanan pengalaman, impuls yg keluar dan tingkah laku.
  • 7
  • Otak 8
  • Fungsi Otak Mengatur dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi, ingatan, pembel ajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya. 10
  • Pembagian Otak Otak, salah satu dari organ yang terbesar, terdiri dari pembagian utama yang berikut ini, yang dinamakan berdasarkan urutan dengan dimulai dari yang paling bawah: I. Batang otak •a. Medulla oblongata •b. Pons •c. Otak tengah II. Cerebellum III. Diencephalon •a. Hypothalamus •b. Thalamus IV. Cerebrum Otak Depan
  • 14
  • SISTEM saraf PUSAT • Ringkasan fungsional dr bagian* otak : 1. Serebrum  Proses pikiran alam sadar, fungsi intelektual  Memproses & menyimpan memori  Regulasi alam sadar dan bawah sadar dari kontraks otot rangka. 2. Cerebelum :  Pusat refleks yg mengkoordinasi dan memperhalus gerakan otot utk mempertahankan keseimabangan dan sikap tubuh.
  • 3. Diencephalon : 1) Thalmus : Pusat memproses dan mengulang informasi sensori. 2) Hipothalmus : Pusat kontrol emosi, fungsi* otonom dan produksi hormon*. 4. Mesensefalon :  Memproses data audio visual  Generasi dari respon motor somatik  Pemeliharaan kesadaran 5. Pons :  Mengulang informasi sensori ke serebelum dan Thalmus  Pusat motorik viseral alam bawah sadar. 6. Medulla Oblongata :  Mengulang inforamsi sensori ke thalamus menuju ke bagian lain dari batang otak.  Pusat regulasi otonom dari organ viseral ( kardiovaskular, pernapasan dan aktivitas sistem pencernaan).
  • Fungsi cairan serebrospinalis 1) Kelembaban otak dan medulla spinalis 2) Melindungi alat* dalam medulla spinalis dan otak dari tekanan. 3) Melicinkan alat* dalam medulla spinalis dan otak.  Kompisisi cairan serebrospinalis sebanyak 80 – 200 cc tetapi jumlah tdk tetap ( reaksi alkalis ) terdiri dari air, protein, glukosa garam dan sedikit limfosit dan CO2
  • FUNGSI AREA UTAMA KORTEKS MENURUT BRODMANN AREA NAMA BERTGG JWB AKIBAT LESI KET 1, 2, 3 Korteks parientalis area somstesti k primer ( somatos sensorik ) Kegiatan memproses dan mengintegrasi informasi sensorik yang lebih tinggi tingkatnya. Sensasi umum ini mencakup antara lain nyeri, raba, tekan & proprioseptik Ggn sensorik kontralateral Terletak pd gyrus postsentralis, paralel terhdp kortek sensorik & posterior dr sukus sentralis
  • AREA NAMA BERTGG JWB AKIBAT LESI KET 4 Korteks frontalis merupakan area motorik primer Gerakan * voluntar. Hemipeglia kontralateral. Terletak pd gyrus presentralis, ( di depan sukus sentralis) 5 Asosiasi Menerima & mengintegrasi berbagai modalitas sensorik : Kualitas, bentuk tekstur,berat & suhu. Kesadaran akan bentuk tubuh & kesadaran akan diri sendiri juga merupakan fungsi area ini. Lesi pada area ini menyebabkan penurunan sensibilitas sbg modalitas dr fungsi sensori. Menduduki lobus parientalis superior meluas sampai permukaan medial hemisfer.
  • AREA NAMA BERTGG JWB AKIBAT LESI KET 6 Korteks premotorik Gerakan terlatih : menulis, mengemudi / mengetik. Hilangnya kemampuan menulis, agrafia 8 Lapangan pandang frontal Menyidik voluntar dan deviasi konjugat dr mata & kepala. Lesi pada area ini menyebabkan penurunan kemampuan gerakan mata utk berdeviasi. Gerakan mata voluntar mendpt input dr area 4,6,8,9,& 46
  • AREA NAMA BERTGG JWB AKIBAT LESI KET 9 & 12 Korteks prefrontalis Fungsi utama korteks prefrontalis : melakukan kegiatan intelektual kompleks, menerima informawsi penglihatan & menyadari sensasi warna. Lesi menyebabkan penurunan sensibilitas dr kegiatan intelektual scr umum. Berkaitan dgn kepribadian. 17 Korteks penglihatan primer Informasi* penglihatan menjadi berarti. Area ini jg memegang peranan dlm refleks gerakan mata apabila sedang memandang / Mengikuti suatu objek. Ggn lapangan pandang. Terletak di lobus oksipitalis.
  • AREA NAMA BERTGG JWB AKIBAT LESI KET 18 & 19 Korteks visual primer di kelilingi oleh korteks aosiasi visual. Daerah peneriamaan visual. Kerusakan pd sisi yg dominan mengakibatkan kehilangan kemampuan mengenal benda*. Korteks asosiasi visual terltak sisebelah area 39 lobus temporalis . 22 Korteks pendengara n primer Berfungsi sbg penerima suara & menjd korteks asosiasi pendengaran ( Daerah penerimaan pendengaran ) Ggn pendengaran Lobus temporalis meruapakan area sensorik resertif utk impuls pendengaran.
  • AREA NAMA BERTGG JWB AKIBAT LESI KET 39 Pusat persepsi visio - lesik Pengenalan & pengrtian segala sesuatu yg bersangkutan dgn bahasa tulis / isyarat visual. + lesi pd temporipariertal kiri. Ggn interpretasi bahasa tulis. Lesi pd area ini dinamakan disfasia nominal. 41 & 42 Area wernicke 1 ~ pusat persepsi audio - lesik yaitu pengertian & pengenalan bahasa tulis ( verbal ). ~ Daerah interpretasi pendengaran. + + lesi akan mengakibatkan afasia wernicke. Nama lain afasia wernicke adlh afasia sensorik ( afasia resertif )
  • AREA NAMA BERTGG JWB AKIBAT LESI KET 44 & 45 Area Brocca 2 Pelaksanaan motorik berbicara. + + + Akibat lesi pd area ini menyebabkan kesulitan dlm artikulasi ( afasia motorik atau afasia ekspresif ). Lesi pd daerah ini dpt mengakibatka n ggn kesadaran tubuh pd sisi kontralateral trhdp lesi.
  • Keterangan : + Lesi ( enselopati atau efek TIK = tekanan intra kranial ) di temporopariental kiri menyebabkan disfasia nominal dimana klien kesulitan menyebut nama* benda tetapi aspek* lain dr fungsi bicara masih normal. ++ Lesi ( infark, perdarahan & tumor ) pd bagian posterior dr gyrus temporalis superior ( area wernicke ) menyebabkan afasia resertif dimana klien tdk dpt memahami bahasa lisan & tertulis, kelianan ini dicurigai bila klien ternyata tdk dpt memahami setiap perintah.
  • +++ Afasia broca berarti kerusakan daerah bahasa atau pusat bahasa yg mengendalikan baik artikulasi maupun peran yg unik dalam pembentukan kata dan kalimat, kerana broca berhubungan dng unsur struktur dan organisasi bahasa. Oleh karena itu, area broca pada otak bertanggung jawab untuk kaidah artikulasi yg menciptakan pola bunyi, untuk kaidah morfologi dan sintaksis, antara lain dalam membentuk kata dan frasa.
  • Ringkasan fungsi* saraf kranial saraf KRANIAL KOMPONEN FUNGSI I. Olfaktorius Sensorik Penciuman. II. Optikus Sensorik Penglihatan. III. Okulomotoris Motorik ~ Mengangkat kelopak mata atas. ~ kontriksi pupil ~ Sebagian besar gerakan ekstraokuler. IV. Troklearis motorik Gerakan mata ke bawah dan ke dalam
  • saraf KRANIAL KOMPONEN FUNGSI V. Tigeminus Motorik Deviasi mata lateral Motorik Otot temporalis & maseter ( menutup rahang & mengunyah ) gerakan rahang ke lateral. Sensorik ~ kulit wajah, 2/3 depan kulit kepala mukosa mata, mukosa hidung, & rongga mulut, lidah & gigi. ~ Refleks kornea / refleks mengedip; komponen sensorik dibawa oleh saraf kranial V, respons motorik melalui saraf kranial VII.
  • saraf KRANIAL KOMPONEN FUNGSI VI. Abdusens Motorik Deviasi mata lateral. VII. Fasialis Motorik ~ Otot*ekspresi wajah termasuk otot dahi, sekeliling mata serta mulut. ~ Lakrimasi dan sekresi. Sensorik Pengecapan 2 / 3 depan lidah ( rasa manis, asam & asin ). VIII. Cabang vestibularis - Vestibulokoklearis Sensorik Keseimbangan Cabang koklearis Sensorik Pendengaran
  • saraf KRANIAL KOMPONEN FUNGSI IX. Glasofaringeus Motorik Faring : menelan, refleks, muntah, parotis ; salivasi. Sensorik Faring : lidah posterior, termasuk rasa pahit. X. Vagus Motorik Faring : menelan, refleks muntah, fonasi, visera abdomen. Sensorik Faring, laring : refleks muntah ; visera leher, thoraks & abdomen.
  • saraf KRANIAL KOMPONEN FUNGSI XI. Asesorius Motorik Otot sternokleidomastoideus dan pergerakan kepala dan bahu. XII. Vagus Motorik Pergerakan lidah.
  • Sistem Saraf Tepi (Perifer) • Saraf tepi terbagi menjadi 12 pasang saraf otak dan 31 pasang saraf sumsum tulang belakang. • Berdasarkan kerja: - Saraf somatis (saraf sadar) - Saraf otonom (saraf tak sadar). 34
  • 12 Pasang Saraf Otak 35
  • Sumsum Tulang Belakang (Medulla Spinalis) • Terletak di dalam kanalis vertebralis bersama ganglion radik posterior. • Berfungsi sebagai pusat gerakan otot-otot tubuh terbesar di kornu motorik atau kornu ventralis, menguras kegiatan reflek-reflek spinalis serta reflek lutut, menghantarkan rangsangan kordinasi dari otot dan sendi ke serebelum, sebagai penghubung antar segmen medulla spinalis, mengadakan komunikasi antara otak dengan semua bagian tubuh 36
  • Sumsum Tulang Belakang Medula spinalis terdiri dari 31 pasang yaitu : Servikal : 8 pasang Torakal : 12 pasang Lumbal : 5 pasang Sacral : 5 pasang Koksigial : 1 pasang 37
  • Saraf Somatis (Saraf Sadar) • Saraf somatis adalah saraf yang rangsangannya disampaikan ke pusat reseptor, yaitu ke pusat motoris pada serebrum. 38
  • Saraf Otonom (Saraf Tidak sadar) • Saraf otonom adalah saraf yang rangsangannya tidak disampaikan ke otak. • Berdasarkan sifat kerja: - Saraf simpatis - Saraf parasimpatis. 39
  • Saraf Simpatis & Parasimpatis Stimulasi dari sistem saraf simpatis pada umumnya merangsang kerja organ. Sebaliknya, stimulasi oleh saraf parasimpatis pada umumnya bersifat menghambat kerja organ. Jadi, kedua sistem saraf ini bersifat antagonis. 40
  • Saraf Simpatis & Parasimpatis 41
  • Gerak Refleks Merupakan gerak spontan yang tidak melibatkan kerja otak. Gerak ini dilakukan tanpa kesadaran, berguna untuk mengatasi kejadian yang tiba- tiba. Jenis Gerak Refleks • Refleks tunggal • Refleks ganda • Refleks kompleks • Refleks pelatihan (yang dipelajari). 43
  • Jalur yang dilalui oleh rangsangan saat terjadi gerak refleks Reseptor Neuron Sensoris Sumsum Tulang Belakang Neuron Motoris Efektor 44