Pertemuan4

185 views
146 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
185
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
4
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pertemuan4

  1. 1. IPV6
  2. 2. Pendahul uan Perkembangan Internet dan network akhir-akhir ini telah membuat Internet Protocol (IP) yang merupakan tulang punggung networking berbasis TCP/IP dengan cepat menjadi ketinggalan zaman, saat ini berbagai macam aplikasi yang menggunakan Internet, diantaranya transfer file (ftp), surat elektronik (e-mail), akses jarak jauh (remote access), Multimedia menggunakan Internet, dan lain sebagainya. Perkembangan ini telah membuat terlampauinya kapasitas jaringan berbasis IP untuk mensuplai layanan dan fungsi yang diperlukan. Sebuah lingkungan seperti Internet membutuhkan dukungan pada lalu-lintas data secara real-time maupun fungsi sekuriti.
  3. 3. Pendahul uan IPv6 merupakan versi baru dari IP yang merupakan pengembangan dari IPv4. Pengembangan IPv6, atau ada yang menyebutkan dengan nama IP Next Generation yang direkomendasikan pada pertemuan IETF di Toronto tanggal 25 Juli 1994 dilatarbelakangi oleh kekurangan IP address yang saat ini memiliki panjang 32 bit. Transisi IPv4 ke IPv6 merupakan fenomena yang tidak dapat dielakan oleh semua kalangan. IPv6 adalah solusi satu-satunya krisis alokasi IPv4. IPv6 memiliki banyak kelebihan.
  4. 4. Gambar Struktur Dasar pada IPv6
  5. 5. Apa Saja Perbedaan Antara IPv4 dan IPv6 ?
  6. 6. FITUR IPv4: Jumlah alamat menggunakan 32 bit sehingga jumlah alamat unik yang didukung terbatas 4.294.967.296 atau di atas 4 miliar alamat IP saja. NAT mampu untuk sekadar memperlambat habisnya jumlah alamat IPv4, namun pada dasarnya IPv4 hanya menggunakan 32 bit sehingga tidak dapat mengimbangi laju pertumbuhan internet dunia. IPv6: Menggunakan 128 bit untuk mendukung 3.4 x 10^38 alamat IP yang unik. Jumlah yang masif ini lebih dari cukup untuk menyelesaikan masalah keterbatasan jumlah alamat pada IPv4 secara permanen.
  7. 7. ROUTING IPv4: Performa routing menurun seiring dengan membesarnya ukuran tabel routing. Penyebabnya pemeriksaan header MTU di setiap router dan hop switch. IPv6: Dengan proses routing yang jauh lebih efisien dari pendahulunya, IPv6 memiliki kemampuan untuk mengelola tabel routing yang besar.
  8. 8. MOBILITAS IPv4: Dukungan terhadap mobilitas yang terbatas oleh kemampuan roaming saat beralih dari satu jaringan ke jaringan lain. IPv6: Memenuhi kebutuhan mobilitas tinggi melalui roaming dari satu jaringan ke jaringan lain dengan tetap terjaganya kelangsungan sambungan. Fitur ini mendukung perkembangan aplikasi-aplikasi.
  9. 9. KEAMANAN IPv4: Meski umum digunakan dalam mengamankan jaringan IPv4, header IPsec merupakan fitur tambahan pilihan pada standar IPv4. IPv6: IPsec dikembangkan sejalan dengan IPv6. Header IPsec menjadi fitur wajib dalam standar implementasi IPv6.
  10. 10. UKURAN HEADER IPv4: Ukuran header dasar 20 oktet ditambah ukuran header options yang dapat bervariasi. IPv6: Ukuran header tetap 40 oktet. Sejumlah header pada IPv4 seperti Identification, Flags, Fragment offset, Header Checksum dan Padding telah dimodifikasi.
  11. 11. Header checksum IPv4: Terdapat header checksum yang diperiksa oleh setiap switch (perangkat lapis ke 3), sehingga menambah delay. IPv6: Proses checksum tidak dilakukan di tingkat header, melainkan secara end-to-end. Header IPsec telah menjamin keamanan yang memadai
  12. 12. Fragmentasi IPv4: Dilakukan di setiap hop yang melambatkan performa router. Proses menjadi lebih lama lagi apabila ukuran paket data melampaui Maximum Transmission Unit (MTU) paket dipecah-pecah sebelum disatukan kembali di tempat tujuan. IPv6: Hanya dilakukan oleh host yang mengirimkan paket data. Di samping itu, terdapat fitur MTU discovery yang menentukan fragmentasi yang lebih tepat menyesuaikan dengan nilai MTU terkecil yang terdapat dalam sebuah jaringan dari ujung ke ujung.
  13. 13. Configuration IPv4: Ketika sebuah host terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi dilakukan secara manual. IPv6: Memiliki fitur stateless auto configuration dimana ketika sebuah host terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi dilakukan secara otomatis.
  14. 14. Kualitas Layanan IPv4: Memakai mekanisme best effort untuk tanpa membedakan kebutuhan. IPv6: Memakai mekanisme best level of effort yang memastikan kualitas layanan. Header traffic class menentukan prioritas pengiriman paket data berdasarkan kebutuhan akan kecepatan tinggi atau tingkat latency tinggi.
  15. 15. TabelKesimpulan
  16. 16. A. Fitur Yang Dimiliki IPv6 a. Jumlah IP address yang sangat banyak b. Autoconfiguration c. Security d. Quality of Service
  17. 17. A. Fitur Yang Dimiliki IPv6 a. Jumlah IP address yang sangat banyak IPv6 terdiri dari 128 bit Jumlah ini sangatlah besar sehingga apabila nantinya setiap penduduk dunia (7 milyar) memiliki 10 milyar IP address IP address yang sangat banyak ini berguna untuk memberikan IP address kepada hampir semua perangkat yang ada di sekitar kita
  18. 18. A. Fitur Yang Dimiliki IPv6 b. Autoconfiguration IPv6 dirancang agar penggunanya tidak dipusingkan dengan konfigurasi IP address. Komputer pengguna yang terhubung dengan jaringan IPv6 akan mendapatkan IP address langsung dari router . Autoconfiguration nantinya akan sangat berguna bagi peralatan mobile internet
  19. 19. A. Fitur Yang Dimiliki IPv6 c. Security IPv6 telah dilengkapi dengan protokol IPSec,sehingga semua aplikasi telah memiliki sekuritiyang optimal bagi berbagai aplikasi yangmembutuhkan keamanan, misalnya transaksi e-commerce.
  20. 20. A. Fitur Yang Dimiliki IPv6 d. Quality of Service IPv6 memiliki protokol QoS yang terintegrasidengan baik sehingga semua aplikasi yangberjalan di atas IPv6 memiliki jaminan QoS,terutama bagi aplikasi yang sensitif terhadapdelay, seperti VoIP dan streaming video.
  21. 21. B. Hierarki IPv6 dari APNIC 1 digit Hexa dalam IPv6 = 4 digit Biner.Terdiri dari 128 bit (Binary Digit).Prefix terkecil (dikenal dengan istilah Treshold) yang akandialokasikan APNIC kepada Customer-Network adalah /48.Sebagai perbandingan,pada IPv4 yang disebut sebagaiClassful terkecil (sama dengan Treshold pada IPv6) adalah/24.Penulisan bilangan IPv6 sesuai RFC2373 & RFC3177 adalahmenggunakan bilangan Hexadecimal dari0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F.
  22. 22. B. Hierarki IPv6 dari APNICGAMBAR STRUKTUR HIERARKI PENDISTRIBUSIAN IPV6 DARI APJII
  23. 23. B. Hierarki IPv6 dari APNIC Penulisan prefix IPv6 dalam biner (sama dengan IPv4). /32 Keterangan:xxxx = Alokasi IPv6 dari APNIC kepada Customer-Network (diIPv4 dikenal dengan ISP Infrastructure).ssss = Assignment dari Customer-Network ke End-site (di IPv4dikenal dengan istilah end-user).zzzz = Alokasi yang akan diberikan APNIC ke Customer-Site(Customer-Network & End-site).
  24. 24. c. Jenis addres yang digunakanIPv6 mendukung beberapa jenis format prefix, yakni sebagaiberikut: Alamat Unicast, yang menyediakan komunikasi secara point-to-point, secara langsung antara dua host dalam sebuah jaringan. Alamat Multicast, yang menyediakan metode untuk mengirimkan sebuah paket data ke banyak host yang berada dalam group yang sama. Alamat Anycast, yang menyediakan metode penyampaian paket data kepada anggota terdekat dari sebuah group.
  25. 25. c. Jenis addres yang digunakan UNICASTALAMAT UNICAST ( UNICAST ADDRESS ) Alamat unicast global Alamat unicast site-local Alamat unicast link-local Alamat unicast yang belum ditentukan (unicast unspecified address) Alamat unicast loopback Alamat unicast 6to4 Alamat unicast ISATAP
  26. 26. c. Jenis addres yang digunakan UNICAST UNICAST GLOBAL ADDRESSES Alamat unicast global IPv6 mirip dengan alamatpublik dalam alamat IPv4. Dikenal jugasebagai Aggregatable Global Unicast Address. Sepertihalnya alamat publik IPv4 yang dapat secara global dirujukoleh host-host di Internet dengan menggunakan prosesrouting, alamat ini juga mengimplementasikan hal serupa.Struktur alamat IPv6 unicast global terbagi menjadi topologitiga level (Public, Site, dan Node)
  27. 27. c. Jenis addres yang digunakan UNICAST UNICAST SITE-LOCAL ADDRESSES Alamat unicast site-local IPv6 mirip dengan alamatprivat dalam IPv4. Ruang lingkup dari sebuah alamatterdapat pada Internetwork dalam sebuah site milik sebuahorganisasi. Penggunaan alamat unicast global dan unicastsite-local dalam sebuah jaringan adalah mungkin dilakukan.
  28. 28. c. Jenis addres yang digunakan UNICAST UNICAST UNSPECIFIED ADDRESS Alamat unicast yang belum ditentukan adalahalamat yang belum ditentukan oleh seorang administratoratau tidak menemukan sebuah DHCP Server untuk memintaalamat. Alamat ini sama dengan alamat IPv4 yang belumditentukan, yakni 0.0.0.0. Nilai alamat ini dalam IPv6adalah 0:0:0:0:0:0:0:0 atau dapat disingkat menjadi dua titikdua (::).
  29. 29. c. Jenis addres yang digunakan UNICAST• UNICAST LOOPBACK ADDRESS Alamat unicast loopback adalah sebuah alamatyang digunakan untuk mekanisme interprocesscommunication (IPC) dalam sebuah host. DalamIPv4, alamat yang ditetapkan adalah 127.0.0.1, sementaradalam IPv6 adalah 0:0:0:0:0:0:0:1, atau ::1.
  30. 30. c. Jenis addres yang digunakan UNICAST• UNICAST 6to4 ADDRESS Alamat unicast 6to4 adalah alamat yang digunakanoleh dua host IPv4 dan IPv6 dalam Internet IPv4 agar dapatsaling berkomunikasi. Alamat ini sering digunakan sebagaipengganti alamat publik IPv4. Alamat ini aslinyamenggunakan prefiks alamat 2002::/16
  31. 31. c. Jenis addres yang digunakan UNICASTUNICAST ISATAP ADDRESS Alamat Unicast ISATAP adalah sebuah alamat yangdigunakan oleh dua host IPv4 dan IPv6 dalamsebuah Intranet IPv4 agar dapat saling berkomunikasi.Alamat ini menggabungkan prefiks alamat unicast link-local,alamat unicast site-local atau alamatunicast global (yangdapat berupa prefiks alamat 6to4) yang berukuran 64-bitdengan 32-bit ISATAP Identifier (0000:5EFE), lalu diikutidengan 32-bit alamat IPv4 yang dimiliki oleh interface atausebuah host.
  32. 32. c. Jenis addres yang digunakan multicast Pada IPv6, trafik multicast bekerja dengan cara yangsama seperti pada IPv4. Node IPv6 dapat mendengarkepada beberapa alamat multicast pada waktu yangsama. Node tersebut dapat bergabung atau meninggalkangrup multicast suatu saat. Alamat multicast mempunyai 8 bitpertama yang dibuat ke 1111 1111. Sebuah alamat IPv6mudah ditentukan sebagai multicast karena selalu dimulaidengan “FF.” alamat multicast tidak dapat digunakansebagai alamat sumber atau sebagai tujuan selanjutnyapada header routing.
  33. 33. c. Jenis addres yang digunakan multicastDiluar 8 bit pertama, alamat multicast memuat strukturtambahan untuk menentukan :1. Flag alamat multicast,2. Scope, dan3. Grup multicast.Berdasarkan gambar berikut ditunjukkan struktur alamatmulticast IPv6.
  34. 34. c. Jenis addres yang digunakan ANYCAST Alamat Anycast dalam IPv6 mirip denganalamat anycast dalam IPv4, tapi diimplementasikan dengancara yang lebih efisien dibandingkan dengan IPv4. Umumnya,alamat anycast digunakan oleh Internet Service Provider (ISP)yang memiliki banyak klien. Meskipunalamat anycast menggunakan ruang alamat unicast, tapifungsinya berbeda daripada alamat unicast. IPv6 menggunakan alamat anycast untukmengidentifikasikan beberapa interface yang berbeda. IPv6akan menyampaikan paket-paket yang dialamatkan kesebuah alamatanycast ke interface terdekat yang dikenali olehalamat tersebut. Hal ini sangat berbeda denganalamat multicast, yang menyampaikan paket ke banyakpenerima, karena alamatanycast akan menyampaikan paketkepada salah satu dari banyak penerima.
  35. 35. d. Struktur paket pada IPv6o Sejalan dengan perluasan address menjadi 128 bit, maka pada IPv6 ini struktur packet pun mengalami perbaikan pula.o Dalam pendesignan header packet ini, diupayakan agar cost pemrosesan header menjadi kecil.o Paket IPv6 terdiri dari komponen berikut : 1. Header IPv6 2. Extension headers 3. Protocol Data Unit (PDU) dari layer yang lebih tinggi (upper layer)
  36. 36. d. Struktur paket pada IPv6 Header IPv6 Header IPv6 ini akan selalu ada dengan ukuran yang tetap yaitu 40 bytes. Merupakan penyederhanaan dari header IPv4. Beberapa perbandingan kunci dari header IPv4 dan IPv6 : • Jumlah header field berkurang • Intermediate router turun • Header field yang jarang terpakai dipindahkan ke extension header IPv6. • Ukuran header IPv6 memang bertambah dua kalinya
  37. 37. d. Struktur paket pada IPv6 EXTENSION HEADER Header dan extension header pada IPv6 ini menggantikan header dan option pada IPv4. Extension header yang harus didukung oleh setiap titik IPv6 yaitu : • Hop-by-Hop Options header • Destination Options header • Routing header • Fragment header • Authentication header • Encapsulating Security Payload header
  38. 38. d. Struktur paket pada IPv6 EXTENSION HEADER(Gambar Contoh extension headers IPv6)
  39. 39. d. Struktur paket pada IPv6 pdu Protocol Data Unit (PDU) layer yang lebihtinggi pada dasarnya terdiri dari header protokollayer yang lebih tinggi dan payload yangterkandung di dalamnya misalnya saja TCP, UDPatau ICMPv6.
  40. 40. LABEL ALIR DAN REAL TIME PROCESS Header dari packet pada IPv6 memiliki field label alir (flow-label). Label ini, digunakan untuk meminta agar pakect tersebut diberi perlakuan tertentu oleh router saat dalam pengiriman. Dengan kata lain label ini dapat memberi tanda jenis dari packet tersebut. Misalnya pada suara atau gambar bergerak (motion picture) sedapat mungkin ditransfer secepatnya walaupun kualitasnya sedikit berkurang. Sedangkan e-mail ataupun WWW lebih memerlukan sampai dengan akurat dari pada sifat real time.
  41. 41. e. Setting addres otomatisIKTISAR………. Ketika pertama kali menyambungkan host keinternet, pengguna perlu men-setting IP address, netmask,routing, dan lain-lain. Akan tetapi saat ini jumlah penggunaInternet terus bertambah hingga pengguna rumah tangga.Tidaklah praktis bila untuk men-setting-nya diperlukanpengetahuan tentang jaringan seperti gateway IP addressdan lain-lainnya (meski hal ini lebih baik dandirekomendasikan).
  42. 42. e. Setting addres otomatisSejak adanya DHCP, parameter yang diperlukan untuk men-setting IPv4 telah dapat diotomatisasi.Koneksi dengan menggunakan PPP atau LAN yang dibangundengan Windows-95/NT ke atasPada sistem tertentu beberapa parameter harus di-setting secaramanual.Pada Ipv6 fungsi untuk men-setting secara otomatis desediakansecara standar.Setting otomatis stateless adalah cara yang menjadikan prosespengelolaan paling sedikit. Tidak perlu menyediakan server untukpengelolaan dan pembagian IP address, tetapi cukup men-settingrouter saja.Melalui setting otomatis stateless ini kita memperoleh kemudahanpengelolaan, terutama dengan Ethernet atau FDDI.Cara yang kedua adalah setting otomatis statefull
  43. 43. f. Fungsi securityIKTISAR…… Saat ini pada masa transaksi dengan menggunakaninternet telah menjadi kenyataan, sekuriti pada saatkomunikasi merupakan hal yang tidak bisa ditawar lagi. Saatini metode dengan menggunakan S-HTTP (Secure HTTP)untuk pengiriman nomor kartu kredit, ataupun data pribadidengan mengenkripsinya, atau mengenkripsi e-mail denganPGP (Pretty Good Privacy) telah dipakai secara umum. Akantetapi cara di atas adalah securiti yang ditawarkan olehaplikasi. Dengan kata lain bila ingin memakai fungsi tersebutmaka kita harus memakai aplikasi tersebut. Jikamembutuhkan sekuriti pada komunikasi tanpa tergantungpada aplikasi tertentu maka diperlukan fungsi sekuriti padalayer TCP atau IP.
  44. 44. f. Fungsi security IPv6 mendukung komunikasi terenkripsi maupun Authentication pada layer IP. Fungsi sekuriti yang dipakai pada layer aplikasi, misalnya pada S-HTTP dipakai SSL sebagai metode encripsi, sedangkan pada PGP memakai IDEA sebagai metode encripsinya. IPv6 tidak ditetapkan cara tertentu dalam metode encripsi dan manajemen kunci. SA (Security Association). Fungsi security yaitu untuk pemakaian pada komunikasi terenkripsi antar sepasang host, Fungsi Sekuriti pada IPv6 dapat melakukan komunikasi terenkripsi antar jaringan dengan cara mengenkripsi packet oleh gateway dari 2 jaringan yang melakukan komunikasi tersebut.

×