Pertemuan10
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Pertemuan10

on

  • 192 views

 

Statistics

Views

Total Views
192
Slideshare-icon Views on SlideShare
190
Embed Views
2

Actions

Likes
0
Downloads
3
Comments
0

1 Embed 2

http://teknikparangtambung.blogspot.com 2

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Pertemuan10 Pertemuan10 Presentation Transcript

    • Pengantar Jaringan Komputer SAEFUL ABRAR SOFYAN
    • SUBNET DANKONSEP ROUTING
    • Subnetting merupakan proses memecah satu kelas IP Subnetting merupakan proses memecah satu kelas IPAddress menjadi beberapa subnet dengan jumlah host yang lebih Address menjadi beberapa subnet dengan jumlah host yang lebihsedikit, dan untuk menentukan batas network ID dalam suatu sedikit, dan untuk menentukan batas network ID dalam suatusubnet, digunakan subnet mask. subnet, digunakan subnet mask.Jumlah IP Address v4 sangat terbatas.Jumlah IP Address v4 sangat terbatas.Selaib penggunaan metode classfull untuk pembagian IPSelaib penggunaan metode classfull untuk pembagian IPAddress, dapat juga menggunakan metode classes addressing.Address, dapat juga menggunakan metode classes addressing.
    • Contoh Subnet Mask Subnet Mask (Biner) Desimal Hexa CIDR11111111.11111111.00000000.000000 255.255.0.0 FF.FF.00.00 /160011111111.11111111. 11111111. 255.255.255.0 FF.FF.FF.00 /240000000011111111.11111111. 11111111. 255.255.255.128 FF.FF.FF.80 /251000000011111111.11111111. 11111111. 255.255.255.192 FF.FF.FF.C0 /261100000011111111.11111111. 11111111. 255.255.255.224 FF.FF.FF.E0 /2711100000
    • Fungsi Subnet Mengurangi lalu-lintas jaringan, sehingga data yang lewat di perusahaan tidak akan bertabrakan (collision) atau macet. Teroptimasinya unjuk kerja jaringan. Pengelolaan yang disederhanakan. Membantu pengembangan jaringan ke arah jarak geografis yang menjauh
    • Bentuk Notasi Subnet1.Classless Inter-DomainRouting (CIDR)2. Variable Length SubnetMask (VLSM)
    • Classless Inter-Domain Routing (CIDR)
    •  Diperkenalkan oleh lembaga IETF pada tahun 1992 Diperkenalkan oleh lembaga IETF pada tahun 1992 Merupakan pengganti dari IP address syntax --classful networks Merupakan pengganti dari IP address syntax classful networks CIDR menggunakan “network prefix” dengan panjang tertentu. CIDR menggunakan “network prefix” dengan panjang tertentu. CIDR dapat mengalokasikan kelompok IP address dengan lebih CIDR dapat mengalokasikan kelompok IP address dengan lebih efektif. efektif. CIDR memungkinkan router untuk rute kelompok sama untuk CIDR memungkinkan router untuk rute kelompok sama untuk mengurangi sebagian besar informasi routing dilakukan oleh mengurangi sebagian besar informasi routing dilakukan oleh router inti. router inti. Dengan CIDR, alamat kelas (Kelas A, B, dan C) menjadi tidak Dengan CIDR, alamat kelas (Kelas A, B, dan C) menjadi tidak berarti. berarti.
    • Tabel di bawah menunjukkan pengalokasian subnet dan alamat Host IP untuk semua Kelas. Kelas A No. of bits Subnet Mask CIDR No. of Subnets No. of Hosts Nets * Hosts 2 255.192.0.0 /10 2 4194302 8388604 3 255.224.0.0 /11 6 2097150 12582900 4 255.240.0.0 /12 14 1048574 14680036 5 255.248.0.0 /13 30 524286 15728580 6 255.252.0.0 /14 62 262142 16252804 7 255.254.0.0 /15 126 131070 16514820 8 255.255.0.0 /16 254 65534 16645636 9 255.255.128.0 /17 510 32766 16710660 10 255.255.192.0 /18 1022 16382 16742404 11 255.255.224.0 /19 2046 8190 16756740 12 255.255.240.0 /20 4094 4094 16760836 13 255.255.248.0 /21 8190 2046 16756740 14 255.255.252.0 /22 16382 1022 16742404 15 255.255.254.0 /23 32766 510 16710660 16 255.255.255.0 /24 65534 254 16645636 17 255.255.255.128 /25 131070 126 16514820 18 255.255.255.192 /26 262142 62 16252804 19 255.255.255.224 /27 524286 30 15728580 20 255.255.255.240 /28 1048574 14 14680036 21 255.255.255.248 /29 2097150 6 12582900 22 255.255.255.252 /30 4194302 2 8388604
    • Kelas BNo. of bits Subnet Mask CIDR No. of Subnets No. of Hosts Nets * Hosts 2 255.255.192.0 /18 2 16382 32764 3 255.255.224.0 /19 6 8190 49140 4 255.255.240.0 /20 14 4094 57316 5 255.255.248.0 /21 30 2046 61380 6 255.255.252.0 /22 62 1022 63364 7 255.255.254.0 /23 126 510 64260 8 255.255.255.0 /24 254 254 64516 9 255.255.255.128 /25 510 126 64260 10 255.255.255.192 /26 1022 62 63364 11 255.255.255.224 /27 2046 30 61380 12 255.255.255.240 /28 4094 14 57316 13 255.255.255.248 /29 8190 6 49140 14 255.255.255.252 /30 16382 2 32764
    • Kelas C No. of bits Subnet Mask CIDR #No. of Subnets No.of Hosts Nets * Hosts 2 255.255.255.192 /26 2 62 124 3 255.255.255.224 /27 6 30 180 4 255.255.255.240 /28 14 14 196 5 255.255.255.248 /29 30 6 180 6 255.255.255.252 /30 62 2 124
    • Variable Length Subnet Mask (VLSM)
    •  VLSM adalah pengembangan mekanisme subneting, dimana dalam vlsm dilakukan peningkatan dari kelemahan subneting klasik, yang mana dalam clasik subneting, subnet zeroes, dan subnet- ones tidak bisa digunakan. Menggunakan metode yakni dengan memberikan suatu network address lebih dari satu subnetmask. CIDR dan metode VLSM mirip satu sama lain, yaitu blok network address dapat dibagi lebih lanjut menjadi sejumlah blok IP address yang lebih kecil. Perbedaannya adalah CIDR merupakan sebuah konsep untuk pembagian blok IP Public yang telah didistribusikan dari IANA, sedangkan VLSM merupakan implementasi pengalokasian blok IP yang dilakukan oleh pemilik network (network administrator) dari blok IP yang telah diberikan padanya (sifatnya local dan tidak dikenal di internet). Esensi dari subnetting adalah “memindahkan” garis pemisah antara bagian network dan bagian host dari suatu IP Address.
    • Perhatikan contoh berikut:Satu blok IP address (169.254.0.0/20) dibagi menjadi 16.Subnet 1 = 4094 host – Net address = 169.254.0.0/20Subnet 2 = 4094 host – Net address = 169.254.16.0/20Subnet 3 = 4094 host – Net address = 169.254.32.0/20Subnet 4 = 4094 host – Net address = 169.254.64.0/20…Subnet 16= 4094 host – Net address = 169.254.240.0/20Subnet Mask = 255.255.240.0Berikutnya Subnet 2 akan dipecah menjadi 16 subnet lagi yang lebih kecil.Subnet 2.1 = 254 host – Net address = 169.254.16.0/24Subnet 2.2 = 254 host – Net address = 169.254.17.0/24Subnet 2.3 = 254 host – Net address = 169.254.18.0/24…Subnet 2.16 = 254 host – Net address = 169.254.31.0/24Subnet Mask = 255.255.255.0Bila subnet 2.1 akan dipecah lagi menjadi beberapa subnet, misal 4 subnet, maka:Subnet 2.1.1 = 62 host – Net address = 169.254.16.0/26Subnet 2.1.2 = 62 host – Net address = 169.254.16.64/26 Terbukti bahwa :pada Subnet 22(Net Terbukti bahwa :pada Subnet (NetSubnet 2.1.3 = 62 host – Net address = 169.254.16.128/26 address 169.254.16.0) dapat address 169.254.16.0) dapatSubnet 2.1.4 = 62 host – Net address = 169.254.16.192/26 memecah jaringannya menjadi memecah jaringannya menjadiSubnet Mask = 255.255.255.192 beberapa subnet lagi dengan beberapa subnet lagi dengan mengganti Subnetmask-nya mengganti Subnetmask-nya menjadi: 255.255.240.0, menjadi: 255.255.240.0, 255.255.255.0 dan 255.255.255.192. 255.255.255.0 dan 255.255.255.192.
    • Perhatikan…!!! pengertian satu network secara logika adalah host-hostyang tersambung pada suatu jaringan fisik.Untuk menghindari terjadinya kongesti akibat terlalu banyak host dalam suatu physical network, dilakukan segmentasi jaringan. Cara yang sederhana adalah membuat topologi network perusahaan tersebut seperti ditampilkan pada gambar berikut.
    • Setelah membuat subnet secara fisik, kita juga harus membuatsubnet logic . Berikut ini daftar subnetting yang bisa dihapal danditerapkan untuk membuat subnet.
    • Cara menghitung subnet tersebut : :Cara menghitung subnet tersebut Sedangkan untuk mencari : : Jumlah Sedangkan untuk mencari Jumlah Jumlah Host per Network Jumlah Host per Network Subnet= 22N Subnet= N = 2nn--2 =2 2 Dimana N adalah jumlah bit yang Dimana N adalah jumlah bit yang dipergunakan (diselubungi) atau N == dipergunakan (diselubungi) atau N Dimana n adalah jumlah Dimana n adalah jumlah Network Prefix ––88(klas A), N == Network Prefix (klas A), N bit tersisa yang belum bit tersisa yang belum NetworkPrefix ––16 (klas B), dan N ==Network NetworkPrefix 16 (klas B), dan N Network Prefix ––24 (klas C) Prefix 24 (klas C) diselubungi, misal diselubungi, misal Contoh:Bila blok IP klas A network prefix / / Contoh:Bila blok IP klas A network prefix Network Prefix /25, maka 27, maka N ==27 ––88==19 27, maka N 27 19 Network Prefix /25, maka 2219==524.288 19 524.288 bit tersisa (n) adalah bit tersisa (n) adalah (artinya dengan blok IP klas A, kita dapat (artinya dengan blok IP klas A, kita dapat memecah network menjadi 524.288)Bila 32 ––25 = 7 32 25 = 7 memecah network menjadi 524.288)Bila blok IP klas BBnetwork prefix /27, maka N == blok IP klas network prefix /27, maka N 2 ––2 = 128 ––2 = 126 host 2 2 = 128 2 = 126 host 77 27 ––16 ==11 27 16 11 2211==2.048 11 2.048 (artinya dengan blok IP klas A, kita dapat (artinya dengan blok IP klas A, kita dapat memecah network menjadi 2.048)Bila blok memecah network menjadi 2.048)Bila blok IP klas C network prefix /27, maka N ==27 –– IP klas C network prefix /27, maka N 27 24 ==33 24 223==88 3 (artinya dengan blok IP klas C, kita dapat (artinya dengan blok IP klas C, kita dapat memecah network menjadi 8) memecah network menjadi 8)
    • Bila anda memiliki IP address dari klas C seperti 192.168.0.1, Tentukan berapa jumlah host maksimal yanganda bisasusun dalam satu network dan berapa jumlah network (subnet) yang bisa anda bentuk (1 networkatau lebih)Penyelesaian:Network Address :192.168.0.0/24 11000000.10101000.00000000.00000000Netmask : 255.255.255.0 11111111.11111111.11111111.00000000Wildcard :0.0.0.255 00000000.00000000.00000000.11111111  IP Host Awal :192.168.0.1 11000000.10101000.00000000.00000001 IP Host Akhir :192.168.0.254 11000000.10101000.00000000 .11111110 Broadcast : 192.168.0.255 11000000.10101000.00000000 .11111111 Hosts/Net : 254 (1 Network)Network Address : 192.168.0.0/25 11000000.10101000.00000000.00000001Netmask :255.255.255.128 11111111.11111111.11111111.10000000 Hostmax : 192.168.0.254 11000000.10101000.00000000.11 111110Broadcast : 192.168.0.255 11000000.10101000.00000000.11 111111Hosts/net : 62 Subnet :4Net : 248Masih banyak lagi network yang kita bisa bentuk dengan192.168.0.0/27,192.168.0.0/28,192.168.0.0/29, dan 192.168.0.0/30.
    • Untuk melakukan subnetting, sebaiknya kita mengetahuiseberapa jaringan saat ini dengan cara: Tentukan dulu jumlah jaringan fisik yang ada Tentukan jumlah IP address yang dibutuhkan oleh masing-masing jaringan.Berdasarkan requirement ini, definisikan:Satu subnet mask untuk seluruh networkSubnet ID yang unik untuk setiap segmen jaringanRange host ID untuk setiap subjekCara paling sederhana dalam membentuk subnet ialahmengalokasikan IP Address sama rata untuk setiap subnet.
    • Cara Mudah Mengatur Pembagian IP Lewat Interneto Bila anda mendapatkan IP Address 202.152.16.12,dan anda harus membaginya menjadi beberapa IP dalam sebuah jaringan dengan jumlah komputer max. 62 bh.o Anda harus menentukan netmask yang akan digunakano kita bisa membuat perkiraan sementara, kalau pake Network prefix / 24 (255.255.255.0), maka maksimal komputer dalam jaringan adalah 254 host, kita bisa mencoba CIDR /25, /26 atau /27.o Dengan network prefix /25 kita memperoleh Hosts/Net = 126,dengan network prefix /26 kita memperoleh Hosts/Net = 62,dengan network prefix /27 kita memperoleh Hosts/Net = 30.o Anda dapat mencoba langsung dengan mengetikkan alamathttp://jodies.de/ipcalc? host=202.152.16.12&mask1=26&mask2= di URL browser anda, hasilnya akan terlihat nilaiseperti berikut:
    • Cont’dMaka hasilnya :•Address : 202.152.16.12 11001010.10011000.00010000.00001100• Netmask : 255.255.255.192 11111111.11111111.11111111.11000000•Wildcard : 0.0.0.63 00000000.00000000.00000000.00111111• =>•Network :202.152.16.0/26 11001010.10011000.00010000.00 000000(Class C)•Broadcast : 202.152.16.63 11001010.10011000.00010000.00111111• HostMin : 202.152.16.1 11001010.10011000.00010000.00000001• HostMax : 202.152.16.62 11001010.10011000.00010000.00111110• Hosts/Net :62
    • Model gambar Software Advanced IP Address CalculatorTools berbasis web untuk membantu perhitungan subnet ini adajuga dihttp://www.subnet-calculator.com, beberapa software freeuntuk perhitungan subnet ini juga sudah banyak, dan dapat didownload di internet.
    • Konsep Routing
    • Dasar Teori !! Konsepnya, pengirim paket akan menguji tujuan Konsepnya, pengirim paket akan menguji tujuan dari paket apakah tujuan IP berada pada dari paket apakah tujuan IP berada pada jaringan lokal atau tidak. Jika tidak, pengirim jaringan lokal atau tidak. Jika tidak, pengirim paket akan meminta bantuan ke router paket akan meminta bantuan ke router yang terhubung dengannya dan paket yang terhubung dengannya dan paket diberikan ke router untuk diteruskan. Router diberikan ke router untuk diteruskan. Router yang diberi paket pada prinsipnya juga yang diberi paket pada prinsipnya juga bekerja seperti pengirim paket tadi. Setiap bekerja seperti pengirim paket tadi. Setiap router mengulangi cara yang sama sampai router mengulangi cara yang sama sampai paket berada pada router yang mempunyai paket berada pada router yang mempunyai koneksi lokal dengan penerima. koneksi lokal dengan penerima.
    • fungsi router, secara mudah dapat dikatakan, menghubungkandua buah jaringan yang berbeda; tepatnya mengarahkan rute yangterbaik untuk mencapai network yang diharapkan. Dalam implementasinya, router sering dipakai untukmenghubungkan jaringan antar lembaga atau perusahaan yangmasing-masing telah memiliki jaringan dengan Network ID yangberbeda. Contoh lainnya yang saat ini populer adalah ketika sebuahperusahaan akan terhubung ke internet. Maka router akan berfungsimengalirkan paket data dari perusahaan tersebut ke lembaga lainmelalui internet, sudah barang tentu nomor jaringan perusahaan ituakan berbeda dengan perusahaaan yang dituju. Dan routerlah yang mengatur mekanisme pengirimanselain itu router juga memilih “jalan terbaik” untuk mencapai tujuan.Diberikan ilustrasi sederhana dapat dilihat pada gambar di bawah ini !!
    •  Router merekomendasikan tentang jalur yang digunakan untuk melewatkan paket berdasarkan informasi yang terdapat pada Tabel Routing. Konsep routing adalah hal yang utama pada lapisan internet di jaringan TCP/IP. Hal ini karena pada lapisan internet terjadi proses pengalamatan. Jika alamat tujuan datagram tersebut terletak satu jaringan dengan device asal, datagram tersebut langsung disampaikan.  Jika alamat tujuan datagram tidak terdapat di jaringa yang sama, datagram akan disampaikan kepada router yang paling tepat.  Secara umum mekanisme koordinasi routing dapat dibagi menjadi dua, yaitu routing statik dan routing dinamik. Contoh dari routing protocol adalah RIP, IGRP, EIGRP, dan OSPF.
    • Routing Statik Routing statik adalah pengaturan routing palingsederhana yang dapat dilakukan pada jaringan komputer.Menggunakan routing statik murni dalam sebuah jaringanberarti mengisi setiap entri dalam forwarding table di setiaprouter yang berada di jaringan tersebut.
    • Routing Dinamik Routing dinamik adalah cara yang digunakan untukmelepaskan kewajiban mengisi entri-entri forwarding tablesecara manual.
    • Keuntungan dan Kerugian Routing Dinamik Keuntunganya, Hanya mengenalkan alamat yang terhubunglangsung dengan routernya (kaki-kakinya). Tidak perlu mengetahuisemua alamat network yang ada. Bila terjadi penambahan suatunetwork baru tidak perlu semua router mengkonfigurasi. Hanya router-router yang berkaitan. Kerugiannya, Beban kerja router lebih berat karena selalumemperbarui ip table pada setiap waktu tertentu. kecepatanpengenalan dan kelengkapan ip table terbilang lama karena routermembroadcast ke semua router sampai ada yang cocok. Sehinggasetelah konfigurasi harus menunggu beberapa saat agar setiap routermendapat semua alamat ip yang ada. Susah melacak permasalahanpada suatu topologi jaringan lingkup besar , karena
    • Keuntungan dan Kerugian Routing Dinamiks Keuntungannya, Beban kerja router terbilang ringandibandingkan dengan routing dinamis. Karena router hanyamengupdate sekali saja ip table yang ada. (pada saat di konfigurasi)Pengiriman paket data yang lebih cepat karena jalur-jalur (path) sudahdi ketahui terlebih dahulu. Analisa kesalahan pada topologi jaringanlebih cepat diketahui. Kerugiannya, Harus tau semua alamat IP network yang akan dikenalkan atau dituju beserta next hoopnya (jalur yang akan dilewati).
    • Tabel Routing pada umumnya berisi informasi Tabel Routing pada umumnya berisi informasitentang: tentang:••AlamatNetwork Tujuan Alamat Network Tujuan••InterfaceRouter yang terdekat dengan network Interface Router yang terdekat dengan networktujuan tujuan••Metric,yaitu sebuah nilai yang menunjukkan jarak Metric, yaitu sebuah nilai yang menunjukkan jarakuntuk mencapai network tujuan. Metric tesebut untuk mencapai network tujuan. Metric tesebutmenggunakan teknik berdasarkan jumlah lompatan menggunakan teknik berdasarkan jumlah lompatan(Hop Count). (Hop Count).
    • Interior Routing Protocol
    • • Sesuai namanya, interior berarti bagian dalam.• Dan interior routing protocol digunakan dalam sebuah network yang dinamakan autonomus systems (AS)• IRP yang dijadikan standar di Internet sampai saat ini adalah Routing Information Protocol (RIP) dan Open Shortest Path First (OSPF)
    • RIP (Routing Information Protocol) Merupakan protokol routing yang paling umum dijumpai karena biasanya sudah included dalam sebuah sistem operasi, biasanya unix atau novell. RIP memakai metode distance-vector algoritma. RIP hanya bisa menangani 15 hop. RIP juga mempunyai kekurangan dalam hal network masking. Implementasi RIP tidak terlalu sulit ika dibandingkan dengan OSPF yang akan diterangkan berikut ini.
    • Kelebihan Dan Kekurangan Routing Information Protocol (Rip) Pada Cisco – Kelebihan - Kekurangan• RIP menggunakan metode • Jumlah host Terbatas Triggered Update • RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route.• RIP memiliki timer untuk • RIP tidak mendukung Variable mengetahui kapan router harus Length Subnet Masking (VLSM). kembali memberikan informasi • Ketika pertama kali dijalankan routing. Jika terjadi perubahan hanya mengetahui cara pada jaringan, sementara timer routing ke dirinya sendiri belum habis, router tetap harus (informasi lokal) dan tidak mengirimkan informasi routing mengetahui topologi jaringan karena dipicu oleh perubahan tempatnya berada tersebut (triggered update) • Untuk jaringan yang besar dan kompleks, RIP mungkin tidak• Mengatur routing menggunakan cukup. Dalam kondisi RIP tidak rumit dan memberikan demikian, penghitungan hasil yang cukup dapat diterima, routing dalam RIP sering terlebih jika jarang terjadi membutuhkan waktu yang kegagalan link jaringan lama, dan menyebabkan terjadinya routing loop.
    • OSPF (Open Shortest Path First)• Open Shortest Path First (OSPF) adalah sebuah routing protokolstandar terbuka yang telah di implementasikan oleh sejumlah besar vendor jaringan.• Merupakan protokol routing yang kompleks dan memakan resource komputer.• Dengan protokol ini, route dapat dapat dibagi menjadi beberapa jalan. Maksudnya untuk mencapai host tujuan dimungkinkan untuk mecapainya melalui dua atau lebih rute secara paralel.• Menggunakan kecepatan jaringan berdasarkan metric untuk menetapkan path-path ke jaringan lainnya.• Menggunakan teknologi Link-state.
    • Model OSPF
    • Finish