Manajemen lembaga pendidikan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Manajemen lembaga pendidikan

on

  • 34,269 views

 

Statistics

Views

Total Views
34,269
Views on SlideShare
34,028
Embed Views
241

Actions

Likes
1
Downloads
360
Comments
3

2 Embeds 241

http://pendidikannonformalsimal.wordpress.com 232
https://pendidikannonformalsimal.wordpress.com 9

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Manajemen lembaga pendidikan Manajemen lembaga pendidikan Document Transcript

  • MANAJEMEN LEMBAGA PENDIDIKANBAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangKegiatan pendidikan selalu berlangsung di dalam suatu lingkungan. Dalam kontekspendidikan, lingkungan dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berada di luar dirianak. Anak, dalam hal ini manusia tidak akan bisa dipisahkan dengan lingkungannya.Sehingga terkadang, lingkungan pun akan berpengaruh pada sifat dan kepribadian anak,serta salah satu faktor yang membentuk karakter anak. Lingkungan dapat berupa hal-halyang nyata, seperti tumbuhan, orang, keadaan, politik, kepercayaan dan upaya lain yangdilakukan manusia, termasuk di dalamnya adalah pendidikan.Di dalam konteks pembangunan manusia seutuhnya, keluarga, sekolah dan masyarakatakan menjadi pusat-pusat kegiatan pendidikan yang akan menumbuhkan danmengembangkan anak sebagai makhluk individu, sosial, susila dan religius. Denganmemperhatikan bahwa anak adalah individu yang berkembang, ia membutuhkanpertolongan dari orang yang telah dewasa, anak harus dapat berkembang secara bebas,tetapi terarah. Hal itulah yang disebut pendidikan. Pendidikan harus dapat memberikanmotivasi dalam mengaktifkan anak.Melalui kegiatan pendidikan, gambaran tentang masyarakat yang ideal itu dituangkandalam alam pikiran peserta didik sehingga terjadi proses pembentukan dan perpindahanbudaya. Pemikiran ini mengandung makna bahwa lembaga pendidikan sebagai tempatpembelajaran manusia memiliki fungsi sosial (agen perubahan di masyarakat).Lantas apakah lembaga pendidikan kita, baik yang formal ataupu informal telah mampumengantarkan peserta didiknya sebagai agen perubahan sosial di masyarakat? Untuk Halini masih perlu dipertanyakan. Lembaga pendidikan kita sepertinya kurang berhasil dalammengantarkan anak didiknya sebagai agen perubahan sosial di masyarakat, terbukti denganbelum adanya perubahan yang signufikan dan menyeluruh terhadap masalah kebudayaandan keilmuan masyarakat kita, dan masih maraknya komersialisasi ilmu pengetahuan dilembaga-lembaga pendidikan kita, mahalnya biaya pendidikan serta orientasi yang hanyamempersiapkan peserta didik hanya untuk memenuhi bursa pasar kerja ketimbangmemandangnya sebagai objek yang dapat dibentuk untuk menjadi agen perubahan sosial dimasyarakat.B. Rumusan Masalah1. Apakah pengertian lingkungan pendidikan ?2. Apakah fungsi dan peranan, serta tanggung jawab lembaga pendidikan keluarga ?3. Seperti apakah klasifikasi dari Lembaga Pendidikan ?4. Apa sajakah bentuk dari Lembaga Pendidikan ?5. Bagaimanakah keterkaitan antara Lembaga Pendidikan Dan Perubahan Sosial ?
  • BAB IIPEMBAHASANA. Pengertian Lingkungan PendidikanDalam arti luas, pendidikan adalah berusaha membangun seseorang untuk lebih dewasa.Atau Pendidikan adalah suatu proses transformasi anak didik agar mencapai hal haltertentu sebagai akibat proses pendidikan yang diikutinya. Pendidikan adalah segala situasihidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu sebagai pengalaman belajar yangberlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Lebih jelasnya pendidikanadalah setiap proses di mana seseorang memperoleh pengetahuan, mengembangkankemampuan/keterampilan sikap atau mengubah sikap.Secara garis besar, pendidikan mempunyai fungsi sosial dan individual. Fungsi sosialnyaadalah untuk membantu setiap individu menjadi anggota masyarakat yang lebih efektifdengan memberikan pengalaman kolektif masa lampau dan masa kini. Fungsiindividualnya adalah untuk memungkinkan seorang menempuh hidup yang lebihmemuaskan dan lebih produktif dengan menyiapkannya untuk menghadapi masa depan(pengalaman baru). Proses pendidikan dapat berlangsung secara formal seperti yang terjadidi berbagai lembaga pendidikan. Ia juga berlangsung secara informal lewat berbagaikontak dengan media komunikasi seperti buku, surat kabar, majalah, TV, radio dansebagainya atau non formal seperti interaksi peserta didik dengan masyarakat sekitar.Organisasi pendidikan mikra adalah organisasi pendidikan dilihat dengan titik tolak padaunit-unit yang ada pada suatu sekolah atau lembaga penyelenggara langsung proses belajarmengajar. Struktur organisasi di setiap sekolah tidak seluruhnya sama, disebabkan olehkompleks tidaknya kegiatan dan tenaga yang ada atau sarana lain.Sedangkan lingkungan pendidikan adalah alam sekitar yang berpengaruh terhadappertumbuhan dan perkembangan anak dan peserta didik. Lingkungan pendidikan terbagitiga dimensi, yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.Tipologi pendidikan yang mempengaruhi pendidikan, antara lain:1. Tipologi lingkungan keluargaSeorang anak mulai mengenal hidup dan kehidupannya dimulai di dalam keluarga.Seorang anak masuk dalam keluarga mulai dari kandungan hingga tumbuh berkembangsampai anak sanggup melepaskan diri dari ikatan keluarga. Berdasarkan kenyataan dapatdisimpulkan bahwa pengaruh lingkungan keluarga sangat menentukan pertumbuhan danperkembangan anak. Dasar-dasar perilaku akan ditentukan oleh adat istiadat orang tuanya,juga sifat sikap hidup serta kebiasaan-kebiasaan orang tuanya.2. Tipologi lingkungan sekolahSekolah merupakan lingkungan pendidikan kedua setelah lingkungan rumah. Sekolahmerupakan tempat latihan persahabatan dan persaudaraan. Suasana sekolah ditentukan olehpetugas-petugas yang berbeda-beda sehingga dapat menghilangkan kejenuhan. Banyakorang tua yang menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan bagi anak-anaknyaitu kepada sekolah. Dengan demikian, guru di sekolah berperan sebagai pendidikpengganti orang tua yang harus bertanggung jawab atas pendidikan.3. Tipologi lingkungan masyarakatArti masyarakt menurut Cook adalah sekumpulan orang yang menempati suatu daerah,diikat oleh kebiasaan dan pengalaman-pengalaman yang sama, serta memiliki sejumlahpersesuaian, kesatuan dan tindakan yang sama di dalam kehidupannya. Lingkunganmayarakat sangat mempengaruhi perkembangan anak, seperti :a. Perkembangan intelektual antara lain : tingkat kecerdasan, kecepatan reaksi, kapasitassintesa, kapasitas ingatan dan pengembangan bakat khusus.b. Perkembangan emosi anak seperti : perasaan senagn, sedih, gembira, ramah, pendiam,
  • pemarah dan seterusnyac. Perkembangan kepribadian seperti memilliki cita-cita yang teguh, memiliki rasatanggung jawab, mengetahui hak dan kewajiban, percaya diri dan sebagainya.B. Pengertian dan Fungsi Lembaga PendidikanSecara bahasa lembaga adalah suatu organisasi sedangkan pendidikan adalah usahamanusia dewasa dalam mengembangkan potensi anak yang sedang berkembang untukmenjadi manusia yang berguna. Segala kegiatan yang diarahkan dalam rangkamengembangkan potensi anak menuju kesempurnaannya secara terencana, terarah,terpadu, dan berkesinambungan adalah menjadi hakikat pendidikan. Untuk mencapaisasaran dan fungsi di maksud maka sistim persekolahan atau lembaga pendidikan menjadisalah satu wahana strategis dalam membina sumber daya manusia berkualitas.Tidak bisa kita pungkiri lagi bahwa lembaga pendidikan memberikan pengaruh yangsignifikan terhadap corak dan karakter masyarakat. Belajar dari sejarah perkembanganyalembaga pendidikan yang ada di indonesia memiliki beragam corak dan tujuan yangberbeda-beda sesuai dengan kondisi yang melingkupi, mulai dari zaman kerajaan denganbentuknya yang sangat sederhana dan zaman penjajahan yang sebagian memiliki corak alabarat dan gereja, dan corak ketimuran ala pesantren sebagai penyeimbang, serta model dancorak kelembagaan yang berkembang saat ini tentunya tidak terlepas dari kebutuhan dantujuan-tujuan tersebut.Dalam upaya meningkatkan mutu sumber daya manusia, yaitu untuk mengejarketertinggalan di segala aspek kehidupan dan menyesuaikan dengan perubahan global sertaperkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bangsa Indonesia melalui DPR danPresiden pada tanggal 11 Juni 2003 telah mengesahkan Undang-undang Sistem PendidikanNasional yang baru, sebagai pengganti Undang-undang Sisdiknas Nomor 2 Tahun 1989.Undang-undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 yang terdiri dari 22 Bab dan 77 pasaltersebut juga merupakan pengejawantahan dari salah satu tuntutan reformasi yang maraksejak tahun 1998.Perubahan mendasar yang dicanangkan dalam Undang-undang Sisdiknas yang barutersebut antara lain adalah demokratisasi dan desentralisasi pendidikan, peran sertamasyarakat, tantangan globalisasi, kesetaraan dan keseimbangan, jalur pendidikan, danpeserta didik.Sebagai sistem sosial, lembaga pendidikan harus memiliki fungsi dan peran dalamperubahan masyarakat menuju ke arah perbaikan dalam segala lini. Dalam hal ini lembagapendidikan memiliki dua karakter secara umum. Pertama, melaksanakan peranan fungsidan harapan untuk mencapai tujuan dari sebuah sistem. Kedua mengenali individu yangberbeda-beda dalam peserta didik yang memiliki kepribadian dan disposisi kebutuhan.Kemudian sebagai agen perubahan lembaga pendidikan berfungsi sebagai alat :1) Pengembangan pribadi2) Pengembangan warga3) Pengembangan Budaya4) Pengembangan bangsaPeran sesungguhnya dari lembaga pendidikan adalah sebagai jembatan pengantar kitauntuk mecapai tujuan pendidika nasional, sebagaimana dinyatakan bahwa ―pendidikannasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradabanbangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untukmengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwakepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri
  • dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab‖.C. Klasifikasi Lembaga PendidikanUpaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat pada dasarnya merupakan cita-cita daripembangunan bangsa. Kesejahteraan dalam hal ini mencakup dimensi lahir batin, materialdan spiritual. Lebih dari itu pendidikan menghendaki agar peserta didiknya menjadiindividu yang menjalani kehidupan yang aman dan damai. Oleh karena itu pembangunanlembaga pendidikan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkanIndonesia yang aman, damai, dan sejahtera. Sejalan dengan realitas kehidupan sosial yangberkembang di masyarakat, maka pengembangan nilai-nilai serta peningkatan mutupendidikan tentunya menjadi tema pokok dalam rencana kerja pemerintah dalammembangun lembaga pendidikan.Lembaga pendidikan di indonesia dalam UU bisa kita klasifikasikan menjadi duakelompok yaitu: sekolah dan luar sekolah, selanjutnya pembagian ini lebih rincinyamenjadi tiga bentuk:1). Informal (keluarga)Pendidikan informal, atau pendidikan pertama adalah kegiatan pendidikan yang dilakukanoleh keluarga dan lingkungan yang berbentuk kegiatan belajar secara mandiri, hal iniadalah menjadi pendidikan primer bagi peserta dalam dalam pembentukan karakter dankepribadian2). Formal (sekolah)Jalur formal adalah lembaga pendidikan yang terdiri dari pendidikan dasar, pendidikanmenengah, dan pendidikan tinggi dengan jenis pendidikan:1). Umum2). Kejuruan3). Akademik4). Profesi5). Advokasi6). Keagamaan.Pendidikan formal dapat coraknya diwujudkan dalam bentuk satuan pendidikan yangdiselenggarakan oleh pemerintah (pusat), pemerintah daerah dan masyarakatPendidikan dasar yang merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikanmenengah berbentuk lembaga sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) ataubentuk lain yang sederajat, serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasahtsanawiyah (Mts) atau bentuk lain yang sederajad.Sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar, bagi anak usia 0-6 tahun diselenggarakanpendidikan anak usia dini, tetapi bukan merupakan prasyarat untuk mengikuti pendidikandasar. Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur formal (TK, atauRaudatul Athfal), sedangkan dalam nonformal bisa dalam bentuk ( TPQ, kelompokbermain, taman/panti penitipan anak) dan/atau informal (pendidikan keluarga ataupendidikan yang diselenggarakan oleh lingkunganSedangkan Pendidikan menengah yang merupakan kelanjutan pendidikan dasar terdiri atas,pendidikan umum dan pendidikan kejuruan yang berbentuk sekolah menengah atas(SMA), madrasah aliyah (MA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan madrasah aliyahkejuruan (MAK) atau bentuk lain yang sederajad.Yang terakhir adalah pendidikan tinggi yang merupakan jenjang pendidikan setelahpendidikan menengah, pendidikan ini mencakup program pendidikan1). Diploma2). Sarjana3). Magister
  • 4). Doktor,Perguruan tinggi memiliki beberapa bentuk1). Akademi2). Politeknik3). Sekolah tinggi4). Institut atau universitasyang secara umum lembaga-lembaga tinggi ini dibentuk dan diformat untukmenyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat, sertamenyelenggarakan program akademik, profesi dan advokasi.Semua lembaga formal di atas diberi hak dan wewenang oleh pemerintah untukmemberikan gelar akademik kepada setiap peserta didik yang telah menempuh pendidikandi lembaga tersebut. Khusus bagi perguruan tinggi yang memiliki program profesi sesuaidengan program pendidikan yang diselenggarakan doktor berhak memberikan gelar doktorkehormatan (doktor honoris causa) kepada individu yang layak memperoleh penghargaanberkenaan dengan jasa-jasa yang luar biasa dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi,kemasyarakatan, keagamaan, kebudayaan, atau seni.Untuk menanggulangi permasalahan yang cukup aktual dan meresahkan masyarakat saatini, seperti pemberian gelar-gelar instan, pembuatan skripsi atau tesis palsu, ijazah palsudan lain-lain, pemerintah telah mengatur dan mengancam sebagai tindak pidana dengansanksi yang juga telah ditetapkan dalam UU Sisdiknas yang baru (Bab XX KetentuanPidana, pasal 67-71).3). Nonformal (masyarakat)Pendidikan nonformal, atau pendidikan kedua meliputi pendidikan kecakapan hidup,pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan,pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikankesetaraan, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuanpeserta didik. Satuan pendidikan nonformal meliputi lembaga kursus, lembaga pelatihan,kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), dan majelis taklim, sertasatuan pendidikan yang sejenis. Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara denganhasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan olehlembaga yang ditunjuk oleh pemerintah (pusat) dan pemerintah daerah dengan mengacupada standard nasional pendidikan. Adapun pendidikan nonformal diselenggarakan bagiwarga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagaipengganti, penambah, atau ingin melengkap pendidikan formal dalam rangka mendukungpendidikan sepanjang hayat, yang berfungsi mengembangkan potensi peserta didik denganpenekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional sertapengembangan sikap dan kepribadian profesionala. Setiap lembaga pendidikan luar sekolah memiliki unsur-unsur sebagai berikut :• Pimpinan/pengelola lembaga/kursus• Sumber belajar• Warga belajar• Kurikulum/program belajar• Prasarana belajar• Sarana belajar• Tata usaha lembaga belajar• Dana belajar• Rencana pengambangan• Usaha-usaha bersifat pengabdian• Hasil belajar
  • • Ragi blajarb. Pendaftaran dan perizinanMendirikan lembaga pendidika luar sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat baikperorangan, kelompok, agar mendapat pengakuan dari Dikmas tingkat kecamatan,kotamadya/kabupaten harus mendaftarkan diri/lembaganya.• Tahap pertama : Tercatat, yaitu suatu tahap lembaga PLS telah dicatat oleh penilikpendidikan masyarakat setempat.• Tahap kedua : Terdaftar, yaitu suatu tahap lembaga PLS telah terdaftar pada kepala seksiDikmas dengan petunjuk penilik Dikmas. Status terdaftar ini merupakan masa percobaandan berlaku paling lama 6 bulan.• Tahap ketiga : Izin penyelenggara kursus PLS.c. Kewenangan member dan mencabut izin penyelenggaraan kursus Diklusemas.• Teguran lisan oleh kepala Kantor Depdikbud Kecamatan• Peringatan tertulis I, II dan III dilakukan oleh kepala Kantor DepdikbudKabupaten/Kotamadya dengan tembusan Kepala Kanwil Depdikbud Propinsi dan DirekturPendidikan Masyarakat.• Pencabutan izin untuk sementara dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah DepdikbudPropinsi dengan tembusan Kepala Direktur Dikmas.• Pencabutan izin sepenuhnya oleh Kakanwil Depdikbud Propinsi, bila dalam waktu 3bulan berturut-turut setelah pencabutan izin sementara penyelenggara jursusmengabaikannya.Ketiga klasifikasi di atas dalam pergumulanya di masyarakat memiliki peran yangberbeda-beda, lembaga pendidikan pertama, yaitu informal atau keluarga, ranah garapanyaadalah lebih banyak diarahkan dalam pembentukan karakter atau keyakinan dan norma.Lembaga pendidikan kedua, yaitu formal atau sekolah, peran besarnya lebih banyak diarahkan pada pengembangan penalaran murid. Yang terakhir lembaga pendidikan ketiga,yaitu masyarakat, perannya lebih banyak pada pembentukan karakter sosial.Ketiga pembagian di atas adalah merupakan perubahan mendasar, Dalam Sisdiknas yanglama pendidikan informal (keluarga) tersebut sebenarnya juga telah diberlakukan, namunmasih termasuk dalam jalur pendidikan luar sekolah, dan ketentuanpenyelenggaraannyapun tidak konkrit.D. Berbagai Bentuk Lembaga Pendidikan1. Lembaga Pendidikan KeluargaSebagai transmisi pertama dan utama dalam pendidikan, keluarga memiliki tugas utamadalam peletakan dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan hidup keagamaan.Dikatakan pertama karena keluarga adalah tempat dimana anak pertama kali mendapatpendidikan. Sedangkan dikatakan utama karena hampir semua pendidikan awal yangditerima anak adalah dalam keluarga. Karena itu, keluarga merupakan lembaga pendidikantertua, yang bersifat informal dan kodrat. Lahirnya keluarga sebagai pendidikan dimulaisejak manusia itu ada. Ayah dan ibu sebagai pendidik, dan anak sebagai terdidik. Tugaskeluarga adalah meletakkan dasar-dasar bagi perkembangan anak berikutnya, agar anakdapat berkembang secara baik.Fungsi dan Peranan Pendidikan Keluarga1) Pengalaman Pertama Masa Kanak-KanakPengalaman ini merupakan faktor yang sangat penting bagi perkembangan berikutnya,khususnya dalam perkembangan pribadinya. Kehidupan keluarga sangat penting, sebabpengalaman masa kanak-kanak akan memberi warna pada perkembangan selanjutnya.2) Menjamin Kehidupan Emosional AnakTiga hal yang menjadi pokok dalam pembentukan emosional anak, adalah :a) Pemberian perhatian yang tinggi terhadap anak, misalnya dengan menuruti kemauannya,
  • mengontrol kelakuannya, dan memberikan rasa perhatian yang lebih.b) Pencurahan rasa cinta dan kasih sayang, yaitu dengan berucap lemah lembut, berbuatyang menyenangkan dan selalu berusaha menyelipkan nilai pendidikan pada semuatingkah laku kita.c) Memberikan contoh kebiasaan hidup yang bermanfaat bagi anak, yang diharapkan akanmenumbuhkan sikap kemandirian anak dalam melaksanakan aktifitasnya sehari-hari.3) Menanamkan Dasar Pendidikan MoralSeperti pepatah ―Buah jatuh tak jauh dari pohonnya‖. Anak akan selalu berusahamenirukan dan mencontoh perbuatan orang tuanya. Karenanya, orang tua harus mampumenjadi suri tauladan yang baik. Misalnya dengan dengan mengajarkan tutur kata danperilaku yang baik bagi anak-anaknya.4) Memberikan Dasar Pendidikan SosialKeluarga sebagai komunitas terkecil dalam kehidupan sosial merupakan satu tempat awalbagi anak dalam mengenal nilai-nilai sosial. Di dalam keluarga, akan terjadi contoh kecilpendidikan sosial bagi anak. Orang tua sebagai teladan, sudah semestinya memberikancontoh yang baik bagi anak-anak. Misalnya memberikan pertolongan bagi anggotakeluarga yang lain, menjaga kebersihan dan keindahan dalam lingkungan sekitar.5) Peletakkan Dasar-dasar KeagamaanMasa kanak-kanak adalah masa paling baik dalam usaha menanamkan nilai dasarkeagamaan. Kehidupan keluarga yang penuh dengan suasana keagamaan akan memberikanpengaruh besar kepada anak. Kebiasaan orang tua mengucapkan salam ketika akan masukrumah merupakan contoh langkah bijaksana dalam upaya penanaman dasar religius anak.Dalam hal ini keluarga bertanggung jawab atas apa yang diajarkan kepada anak sebagaipeserta didik. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diberikan kepada peserta didik(anak) oleh keluarga:1) Adanya motivasi atau dorongan cinta kasih yang menjiwai hubungan orang tua dananak. Hubungan yang tidak didasari cinta kasih akan menimbulkan beberapa sifat negatifbagi perkembangan anak. Begitu pula, tidak cukupnya kebutuhan anak akan kasih sayangakan membuat anak selalu merasa tertekan dan ragu dalam menjalani kehidupanselanjutnya.2) Pemberian motivasi kewajiban moral sebagai konsekuensi kedudukan orang tuaterhadap keturunannya. Usia anak yang masih dini akan cukup membantu orang tua dalampenanaman sikap-sikap hidup. Rasa ingin tahu anak akan menghasilkan pengetahuan yangasli dan berakar bagi anak. Keluarga harus mampu menggunakan masa ini untuk betul-betul membentuk kepribadian awal anak sebagai anggota keluarga.3) Tanggung jawab sosial adalah bagian dari keluarga pada gilirannya akan menjaditanggung jawab masyarakat, bangsa dan negara. Masyarakat yang sejahtera dibentuk darikeluarga-keluarga yang sejahtera pula. Keluarga merupakan awal perubahan dalamkehidupan bermasyarakat, karena itu keluarga mempunyai tanggung jawab membentukmasyarakat yang sejahtera.4) Memelihara dan membesarkan anaknya. Ikatan darah dan batin antara orang tua dananak akan memberikan dorongan alami bagi orang tua untuk betul-betul mendidik anakmenjadi apa yang mereka inginkan.5) Memberikan pendidikan dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yangberguna bagi kehidupan anak kelak, sehingga bila ia telah dewasa akan mampu mandiri.2. Lembaga Pendidikan SekolahAkibat terbatasnya kemampuan orang tua dalam mendidik anaknya, maka dipercayakanlahtugas mengajar itu kepada orang dewasa lain yang lebih ahli dalam lembaga pendidikanformal, yaitu guru. Sekolah sebagai wahana pendidikan ini, menjadi produsen penghasilindividu yang berkemampuan secara intelektual dan skill. Karenanya, sekolah perlu
  • dirancang dan dikelola dengan baik. Karakteristik proses pendidikan di sekolah, antara lain:a. Diselenggarakan secara khusus dan dibagi atas jenis jenjang yang memiliki hubunganhierarkis.b. Usia anak didik di suatu jenjang pendidikan relatif homogenc. Waktu pendidikan relatif lama sesuai dengan program pendidikan yang harusdiselesaikand. Materi atau isi pendidikan lebih banyak bersifat akademis dan umume. Adanya penekanan tentang kualitas pendidikan sebagai jawaban kebutuhan di masa yangakan datang.Sekolah lahir dan berkembang secara efektif dan efisien dari, oleh dan untuk masyarakat.Sekolah berkewajiban memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam mendidik warganegara.a. Fungsi Lembaga Sekolah1) Mengembangkan kecerdasan pikiran dan memberikan pengetahuan anak didik2) Spesialisasi dalam bidang pendidikan dan pengajaran3) Efisiensi. Pendidikan dilakukan dalam program yang tertentu dan sistematis, jugajumlah anak didik dalam jumlah besar akan memberikan efisiensi bagi pendidikan anakdan juga bagi orang tua.4) Sosialisasi, yaitu proses perkembangan individu menjadi makhluk sosial yang mampuberadaptasi dengan masyarakat.5) Konservasi dan transmisi kultural, yaitu pemeliharaan warisan budaya. Dapat dilakukandengan pencarian dan penyampaian budaya pada anak didik selaku generasi muda.6) Transisi dari rumah ke masyarakat. Sekolah menjadi tempat anak untuk melatih berdirisendiri dan tanggung jawab anak sebagai persiapan untuk terjun ke masyarakat.b. Peranan Lembaga Sekolah1) Tempat anak didik belajar bergaul, baik sesamanya, dengan guru dan dengan karyawan.2) Tempat anak didik belajar mentaati peraturan sekolah.3) Mempersiapkan anak didik untuk menjadi anggota masyarakat yang berguna bagiagama, bangsa dan agama.c. Tanggung Jawab Sekolah1) Tanggung jawab formal kelembagaan sesuai dengan fungsi dan tujuan yang ditetapkanmenurut ketentuan yang berlaku.2) Tanggung jawab keilmuan berdasarkan bentuk, isi, tujuan dan tingkat pendidikan.3) Tanggung jawab fungsional adalah tanggung jawab profesional pengelola dan pelaksanapendidikan yang menerima ketetapan ini berdasarkan ketentuan jabatannya.d. Sifat-sifat Lembaga Pendidikan Sekolah1) Tumbuh sesudah keluarga (pendidikan kedua), maksudnya sekolah memikul tanggungjawab dari keluarga untuk mendidik anak-anak mereka.2) Lembaga Pendidikan Formal, dalam arti memiliki program yang jelas, teratur dan resmi.3) Lembaga pendidikan tidak bersifat kodrati. Maksudnya hubungan antara guru dan muridbersifat dinas, bukan sebagai hubungan darah.e. Macam-macam Sekolah1) dari Segi yang Mengusahakana) Sekolah negeri, yaitu sekolah yang diusahakan oleh pemerintah, baik segi fasilitas,keuangan maupun tenaga pengajar.b) Sekolah swasta, yaitu sekolah yang diusahakan oleh badan-badan swasta. Terdiri atas 4status yakni : Disamakan, Diakui, Terdaftar dan Tercatat.2) Ditinjau dari Tingkatana) Pendidikan Pra Sekolah, yaitu pendidikan sebelum Sekolah Dasar.
  • b) Pendidikan Dasar, yaitu : Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah dan SLTP/ MTs.c) Pendidikan Menengah, yaitu : SLTA & Kejuruan atau Madrasah Aliyah.d) Pendidikan Tinggi, yaitu : Akademi, Institut, Sekolah Tinggi atau Universitas.3) Ditinjau dari sifatnyaa) Sekolah Umum, yaitu sekolah yang belum mempersiapkan anak dalam spesialisasi padabidang pekerjaan tertentu. Misalnya : SD, SLTP dan SLTA.b) Sekolah Kejuruan, yakni lembaga pendidikan sekolah yang mempersiapkan anak untukmenguasai keahlian-keahlian tertentu. Misalnya : SMEA, MAK, SMK dan STM.f. Sumbangsih Khas Sekolah Sebagai Lembaga Pendidikan1) Sekolah Melaksanakan tugas mendidik maupun mengajar anak, serta memperbaiki,memperluas tingkah laku si anak didik.2) Sekolah mendidik maupun mengajar anak didik menerima dan memiliki kebudayaanbangsa3) Sekolah membantu anak didik mengembangkan kemampuan intelektual danketerampilan kerja.3. Lembaga Pendidikan MasyarakatMasyarakat sebagai lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan pribadiseseorang. Dalam hal ini, masyarakat mempunyai peranan penting dalam upaya ikut sertamenyelenggarakan pendidikan, membantu pengadaan tenaga & biaya, sarana danprasarana dan menyediakan lapangan kerja. Karenanya, partisipasi masyarakat membantupemerintah dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa yang sangat diharapkan.Pendidikan dalam masyarakat memiliki ciri-ciri sebagai berikut :a. Diselenggarakan dengan sengaja di luar sekolahb. Peserta umumnya mereka yang tidak bersekolah atau drop outc. Tidak mengenal jenjang dan program pendidikan untuk jangka waktu pendekd. Peserta tidak perlu homogene. Ada waktu belajar dan metode formal, serta evaluasi yang sistematisf. Isi pendidikan bersifat praktis dan khususg. Keterampilan kerja sangat ditekankan sebagai jawaban terhadap kebutuhanmeningkatkan taraf hidup1. Beberapa Istilah Jalur Pendidikan Luar Sekolaha. Pendidikan Sosial, yaitu proses yang diusahakan dengan sengaja di dalam masyarakatuntuk mendidik individu & lingkungan sosial, supaya bebas dan bertanggung jawab.b. Pendidikan Masyarakat, merupakan pendidikan yang ditujukan kepada orang dewasa,termasuk pemuda di luar batas umur tertinggi kewajiban belajar dan dilakukan di luarlingkungan dan sistem persekolahan resmi.c. Pendidikan Rakyat adalah tindakan-tindakan atau pengaruh yang terkadang mengenaiseluruh rakyat.d. Pendidikan Luar Sekolah adalah pendidikan yang dilakukan di luar sistem persekolahanbiasa.e. Mass Education adalah pendidikan yang ditujukan kepada orang dewasa di luarlingkungan sekolahf. Adult Education adalah pendidikan untuk orang dewasa yang mengambil umur batastertinggi dari masa kewajiban belajar.g. Extension Education adalah suatu bentuk dari adult education, yaitu pendidikan yangdiselenggarakan di luar sekolah biasa, yang khusus dikelola oleh Perguruan Tinggi untukmenyahuti hasrat masyarakat yang ingin masuk dunia Universitas, misalnya Univ. Terbukah. Fundamental Education ialah pendidikan yang bertujuan membantu masyarakat untukmencapai kemajuan sosial ekonomi, agar mereka dapat menempati posisi yang layak2. Sasaran dan Program Pendidikan Jalur Luar Sekolah
  • a. Para buruh dan PetaniKebanyakan berpendidikan rendah atau bahkan tidak sama sekali. Pendidikan yangdiberikan adalah pendidikan yang mampu menolong meningkatkan produktifitas denganmengajarkan keterampilan dan metode baru, yang mendidik mereka agar bisa memenuhikewajiban sebagai warga negara dan kepala keluarga serta mampu menggunakan waktusecara efektif.b. Para Remaja Putus SekolahGolongan remaja yang menganggur memerlukan pendidikan yang menarik, merangsangdan relevan dengan kebutuhan hidupnya.c. Para Pekerja yang BerketerampilanAgar mampu menghadang berbagai tantangan masa depan, maka program pendidikan yangdiberikan kepada mereka hendaknya yang bersifat kejuruan dan teknik. Dengan tujuandapat menyelamatkan mereka dari bahaya keuangan, pengetahuan dan keterampilan yangmereka miliki serta membuka jalan bagi mereka untuk naik ke jenjang hidup yang lebihbaik.d. Golongan Teknisi dan ProfesionalMereka memegang peranan penting dalam kemajuan masyarakat. Karenanya, peranmereka harus dioptimalkan dengan memperbaharui dan menambah pengetahuan sertaketerampilannya.e. Para Pemimpin MasyarakatTermasuk di dalamnya para pemimpin politisi, agama, sosial dan sebagainya. Merekadituntut mampu mengaplikasikan berbagai pengetahuan mereka dan berusaha untukmemperbaharui sikap dan gagasan yang sesuai dengan kemajuan dan pembangunan.f. Anggota Masyarakat yang Sudah TuaAkibat perkembangan zaman, banyak ilmu pengetahuan yang tidak mereka dapatkan.Karena itu pendidikan merupakan kesempatan yang berharga bagi mereka.E. Keterkaitan antara Lembaga Pendidikan Dan Perubahan SosialTelah dipahami oleh para pendidik bahwa misi pendidikan adalah mewariskan ilmu darigenerasi ke generasi selanjutnya. Ilmu yang dimaksud antara lain: pengetahuan, tradisi, dannilai-nilai budaya (keberadaban). Secara umum penularan ilmu tersebut telah diemban olehorang-orang yang terbeban terhadap generasi selanjutnya. Mereka diwakili oleh orangyang punya visi ke depan, yaitu menjadikan serta mencetak generasi yang lebih baik danberadab. Peradaban kuno mencatat methode penyampaian ajaran lewat tembang dankidung, puisi ataupun juga cerita sederhana yang biasanya tentang kepahlawananPerubahan sosial budaya masyarakat sebagaimana yang kita bicarakan di atas tidak akanpernah bisa kita hindari, sehinga akan menuntut lembaga pendidikan sebagai agenperubahan untuk menjawab segala permasalahan yang ada. Dalam permasalahan inilembaga pendidikan haruslah memiliki konsep dan prinsip yang jelas, baik dari lembagaformal ataupun yang lainya, demi terwujudnya cita-cita tersebut, kiranya maka perlulahdiadakanya pembentukan kurikulum yang telah disesuaikan. Prinsip dasar pembentukantersebut adalah meliputi:1. Perumusan tujuan institusional yang meliputi:a. Orientasi pada pendidikan nasionalb. Kebutuhan dan perubahan masyarakatc. Kebutuhan lembaga.2. Menetapkan isi dan struktur progam3. Penyusunan strategi penyusunan dan pelaksanaan kurikulum4. Pengembangan progamdiharapkan nanti dengan persiapan dan orientasi yang jelas sebagaimana di atas,diharapkan lembaga-lembaga pendidikan akan mampu mencetak kader-kader perubahan ke
  • arah perbaikan di masyarakat. Selanjutnya mengenai pengembangan kurikulum adabeberapa hal yang harus diperhatikan oleh lembaga pendidikan, yaitu:1. relevansi dengan dengan pendidikan lingkungan hidup masyarakat2. sesuai dengan perkembangan kehidupan masa sekarang dan akan datang3. efektifitas waktu pengajar dan peserta didik4. efisien, dengan usaha dan hasilnya sesuai5. kesinambungan antara jenis, progam, dan tingkat pendidikan6. fleksibelitas atau adanya kebebasan bertindak dalam memilih progam, pengembanganprogam, dan kurikulum pendidikan.BAB IIIPENUTUPA. KESIMPULANDalam sistem pendidikan nasional, pendidikan seumur hidup dikelola atas tanggung jawabkeluarga, sekolah dan masyarakat. Dimana masing-masing mempunyai tanggung jawabyang terpadu dalam rangka pencapaian tujuan nasional.1. Keluarga sebagai lingkungan pertama, bertanggung jawab untuk memberikan dasardalam menumbuh kembangkan anak sebagai makhluk individu, sosial, susila dan religius.2. Sekolah sebagai lingkungan kedua bertugas mengembangkan potensi dasar yangdimiliki masing-masing individu agar mempunyai kecerdasan intelektual dan mental. Dariindividu yang cerdas, akan lahir bangsa yang cerdas yang mampu memecahkanmasalahnya sendiri.3. Masyarakat sebagai lembaga ketiga memberikan anak kemampuan penalaran,keterampilan dan sikap. Juga menjadi ajang pengoptimalan perkembangan diri setiapindividu.Dengan mehamami beberapa pembagian dan penjelasan tentang masalah-masalah yangmelingkupi lembaga pendidikan masing–masing, diharapkan adanya agen-agen yangmampu merubah kondisi negeri ini dari keterpurukan nasional, tentunya hal ini jugadiperlukan adanya langkah nyata serta bantuan baik moril ataupun materil dari pemerintahmaupun masyarakat terhadap semua undang-undang yang telah dicanagkan agar bisaterlaksan dengan sempurna. Walaupun dari beberapa undang-undang yang telah ditetapkan oleh pemerintah tidak luput dari kritik dari beberapa tokoh liberal karena negaratelah memasukan pemahasan-pembahasan agama kedalam undang-undang yang berpotensimenumbuhkan gesekan antar agama. Tentunya sebagai bangsa yang menjunjung tinggiagama haruslah mengangap bahwa hal itu hanya sebagai salah satu koreksi ke arah yanglebih baik atas peran lembaga pendidikan di masyarakat.
  • MANAJEMEN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAMA. Lembaga Pendidikan Secara bahasa lembaga adalah suatu organisasi dan pendidikan adalah usahamanusia dewasa dalam mengembangkan potensi anak yang sedang berkembang untukmenjadi manusia yang berguna. Segala kegiatan yang diarahkan dalam rangkamengembangkan potensi anak menuju kesempurnaannya secara terencana, terarah,terpadu, dan berkesinambungan adalah menjadi hakikat pendidikan. Untuk mencapaisasaran dan fungsi di maksud maka sistim persekolahan atau lembaga pendidikanmenjadi salah satu wahana strategis dalam membina sumber daya manusia berkualitas. Pendidikan islam merupakan sub sistem dari sistem pendidikan nasional.Karena itusebagian sub sistem, maka masing- masing lembaga pendidikan islam yang adaberfungsi untuk mencapai tujuan lembaga yang ditetapkan. Keberadaan lembaga-lembaga pendidikan islam baik pesantren, madrasah atau sekolah-sekolah agama danperguruan tinggi agama islam memiliki peranan yang besar bagi pencapaian tujuanpendidikan nasional. Peran yang dijalankan dalam rangka mencapi fungsi dan tujuan pendidikannasional. Sebagaimana dinyatakan bahwa : ―pendidikan nasional berfungsimengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yangbermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untukmengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman danbertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab‖[1].a. Sekolah Sekolah merupakan salah satu lembaga penyelenggara pendidikan secara formal di Indonesia. Di dalamnya berlangsung proses pendidikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
  • kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri , kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. b. Madrasah Keberadaan madrasah sudah ada sejak agama Islam berkembang di Indonesia. Madrasah tumbuh dan berkembang dari bawah dalam arti (umat islam) sendiri yang didorong oleh rasa tanggung jawab untuk mengamalkan ajaran agam islam kepada generasi muda. Oleh sebab itu, madrasah pada waktu itu lebih ditekankan pada pendalaman ilmu-ilmu islam. Pada saat ini kebijakan baru pemerintah menetapkan keberadaan madrasah telah dipandang sebagai sekolah umum yang bercirikan agama islam dengan tanggung jawabnya mencakup: 1) Sebagai lembaga pencerdasan kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat muslim, 2) Sebagai lembaga pelestarian budaya keislaman, 3) Sebagai lembaga pelopor bagi peningkatan kualitas masyarakat Indonesia. c. Pesantren Pesantren merupakan lembaga pendidikan islam tertua di Indonesia. Pesantren difungsikan sebagai suatu lembaga yang dipergunakan untuk penyebaran agama, tempat mempelajari agama islam, mengusahakan pembinaan tenaga-tenaga bagi pengembangan agama. Kemampuan pondok pesantren bukan hanya dalam pembinaan pribadi muslim, melainkan dalam usaha mengadakan perubahan social dan kemasyarakatan. Sebagai lembaga sosial pesantren menampung anak-anak dari segala lapisan masyarakat muslim, tanpa membeda-bedakan tingkat sosial ekonomi orang tuanya.B. Lembaga Sosial dan Lembaga Profit1.) Pengertian lembaga sosial Lembaga sosial adalah suatu lembaga yang lebih menekankan kepada suatusistematau kompleks nilai dan norma. Pengertian lain dari lembaga sosial juga lebihdikenal dengan lembaga kemasyarakatan. Sistem nilai dan norma atau tata kelakuan ini
  • berpusat di sekitar kepentingan atau tujuan tertentu.didalam perkembangan selanjutnya,norma-norma tersebut berkelompok-kelompok pada berbagai keperluan pokok kehidupanmanusia. Misalnya kebutuhan akan pendidikan menimbulkan lembaga-lembagapendidikan .Sumber dana lembaga sosial 1. pertukaran jasa 2. hibah 3. donor 4. pendapatanCiri-ciri umum lembaga sosial 1. suatu lembaga kemasyarakatan adalah organisasi pola-pola pemikiran dan pola- pola perilaku yang terwujud melalui aktifitas-aktifitas kemasyarakatan dan hasil- hasilnya. 2. suatu tingkat kekekalan tertentu merupakan ciri dari semua lembaga kemasyarakatan. 3. lembaga kemasyarakatan mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu 4. lembaga kemasyarakatan mempunyai alat-alat perlengkapan yang dipergunakan untuk mencapai tujuan lembaga bersangkutan. 5. lambing-lambang biasanya juga merupakan ciri khas dari lembaga kemasyarakatan. 6. suatu lembaga mempunyai tradisi tertulis ataupun yang tidak tertulis.Tipe-tipe lembaga kemasyarakatan 1. lembaga primer, lembaga-lembaga yang secara tidak sengaja tumbuh dari adapt istiadat masyarakat 2. lembaga kemasyarakatan yang sangat penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat 3. lembaga-lembaga yang diterima masyarakat2.) Lembaga Profit Lembaga profit adalah suatu lembaga yang menghimpun dana, sumberdaya, danmemperkuat organisasi, dengan tujuan mencapai keuntungan di akhir kegiatan. Sumber dana lembaga profit:
  • 1. Pertukaran barang 2. Pertukaran jasa 3. Keuntungan 4. Investasi Prinsip-prinsip lembaga profit 1. Keadilan, yakni berbagi keuntungan atas dasar penjualan riil 2. Kemitraan, yakni kesejajaran sebagai mitra usaha yang saling bersinergi untuk memperoleh keuntungan 3. Transparansi 4. Universal, tidak ada perbedaan yang khususnya didasarkan atas perbedaan suku, agama, golongan Lingkungan Pendidikan, Dimensi dan Tipologi LingkunganC. Pengertian lingkungan pendidikan adalah alam sekitar yang berpengaruh terhadappertumbuhan dan perkembangan anak didik. Lingkungan pendidikan terbagi tiga dimensi,yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Tipologipendidikan yang mempengaruhi pendidikan, antara lain: a.Tipologi lingkungan keluarga Seorang anak mulai mengenal hidup dan kehidupannya dimulai di dalam keluarga. Seorang anak masuk dalam keluarga mulai dari kandungan hingga tumbuh berkembang sampai anak sanggup melepaskan diri dari ikatan keluarga. Berdasarkan kenyataan dapat disimpulkan bahwa pengaruh lingkungan keluarga sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak. Dasar-dasar perilaku akan ditentukan oleh adat istiadat orang tuanya, juga sifat sikap hidup serta kebiasaan-kebiasaan orang tuanya.[2] b.Tipologi lingkungan sekolah Sekolah merupakan lingkungan pendiidkan kedua setelah lingkungan rumah. Sekolah merupakan tempat latihan persahabatan dan persaudaraan. Suasana sekolah ditentukan oleh petugas-petugas yang berbeda-beda sehingga dapat
  • menghilangkan kejenuhan. Banyak orang tua yang menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan bagi anak-anaknya itu kepada sekolah. Dengan demikian, guru di sekolah berperan sebagai pendidik pengganti orang tua yang harus bertanggung jawab atas pendidikan. Tipologi lingkungan masyarakat c. Arti masyarakt menurut Cook adalah sekumpulan orang yang menempati suatu daerah, diikat oleh kebiasaan dan pengalaman-pengalaman yang sama, serta memiliki sejumlah persesuaian, kesatuan dan tindakan yang sama di dalam kehidupannya. Lingkungan mayarakat sangat mempengaruhi perkembangan anak, seperti : a) Perkembangan intelektual antara lain : tingkat kecerdasan, kecepatan reaksi, kapasitas sintesa, kapasitas ingatan dan pengembangan bakat khusus. b) Perkembangan emosi anak seperti : perasaan senagn, sedih, gembira, ramah, pendiam, pemarah dan seterusnya c) Perkembangan kepribadian seperti memilliki cita-cita yang teguh, memiliki rasa tanggung jawab, mengetahui hak dan kewajiban, percaya diri dan sebagainya.D. Sistim Pendidikan Nasional Sistem pendidikan nasional (sisdiknas) adalah suatu keseluruhan yang terpadu dari semua sistem dan kegiatan pendidikan yang berkaitan satu dengan yang lainnya untuk mengusahakan tercapainya pendidikan nasional. (UU No. 2/1989, pasal 1 ayat 3) Dengan lahirnya UU no. 2 tahun 1989 tersebut segala sesuatu yang berkaitan dengan pendidikan harus dilaksanakan dan bersumber pada undang-undang tersebut[3]. Sisdiknas menjamin dan memberikan kepada masyarakat dan bangsa Indonesia dua hal yang sangat penting:
  • 1.Dari segi akademik memberikan kesempatan kepada warga Negara Indonesia untuk memperoleh pendidikan dalam arti kegiatan belajar yang seluas-luasnya sehingga terbentuknya manusia pancasila sebagai manusia pembangunan yang berkualitas dan mandiri.2.Dari segi pengelolaan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk turut serta dalam penyelenggaraan pendidikan nasional, sehingga tercapai efisiensi pengadaan dan penggunaan sumber daya. Prof. Dr. H.A.R. Tilaar, MSc., Ed., mengemukakan 10 kecenderunganpengembangan megatrend Sisdiknas :1.Pendidikan Dasar2.Kurikulum3.Proses belajar mengajar4.Tenaga pendidik5.Pendidikan, pelatihan, dan tenaga kerja6.Pendidikan Tinggi7.Pendidikan berkelanjutan8.Pembiayaan pendidikan9.Desentralisasi pendidikan dan partisipasi masyarakat10. Manajemen pendidikan Berlandaskan GBHN 1993 dan GBHN 1998, departemen pendidikan dankebudayaan telah menetapkan empat dasar pendidikan, yaitu : pemerataankesempatan untuk memperoleh pendidikan, relevansi, peningkatan kualitaspendidikan, dan efisiensi.
  • Fungsi Sisdiknas menurut Prof. Dr. H.A.R. Tilaar, MSc., Ed., membaginya dalam dua bagian[4]: 1.Fungsi umum Sisdiknas, meliputi dua kategori politik dan kebudayaan a. Kategori Politik Menekankan kepada pertumbuhan nasionalisme yang sehat pada setiap sikap dan cara berfikir anak Indonesia. Erat kaitannya dengan nasionalisme yang sehat ialah fungsi budaya pendidikan nasional, tumbuhnya rasa bangga atas kepemilikan suatu budaya nasional sebagai suatu identitas bangsa. b. Kategori kebudayaan Dalam kategori ini ditekankan tentang pembudayaan nilai-nilai nasional termasuk inti kebudayaan daerah. 2.Fungsi khusus Sisdiknas, meliputi dua dimensi, yaitu dimensi teknis dan dimensi pembangunan a. Fungsi dimensi teknis dimensi ini meliputi hal-hal yang berkaitan dengan anak luar biasa, anak cerdas, pendidikan keluarga, hak-hak peserta didik, anak cacat, dan pentingnya bahasa daerah bagi pembentukan intelek serta kepribadian peserta didik. b. Dimensi pembangunan dimensi ini meliputi kaitan pendidikan dengan lingkungan sosial, pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat, biaya ditanggung oleh bersama antara pemerintah dan mesyarakat.Dengan mengacu kepada kategorisasi Jeanne Bellatien, fungsi Sisdiknas dapatdikategorikan dalam : 1. fungsi sosial, memerangi segala keterbelakangan dan kebodohan 2. fungsi pembaharuan dan inovasi, meningkatkan kehidupan dan martabat manusia
  • 3. fungsi pengembangan sosial dan pribadi, menigkatkan rasa persatuan dan kesatuan berdasarkan kebudayaan bangsa. 4. fungsi seleksi, mengembangkan kemampuan manusia Indonesia.E. School Based Management School based management adalah suatu manajemen yang memberikan otonomilebih luas ke sekolah-sekolah dan mendorong pengambilan keputusan partisipatif kepadakomponen-komponen sekolah seperti guru, murid, kepala sekolah, staff, orang tua danmasyarakat untuk meningkatkan mutu sekolah berdasarkan kebijakan pendidikan nasional.Dengan otonomi yang lebih besar, maka sekolah memiliki kewenangan yang lebih besardalam mengelola sekolahnya, sehingga sekolah lebih mandiri. Dengan kemandiriannya,sekolah lebih berdaya dalam mengembangkan program–program. Tujuan based management, antara lain: 1.Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia. 2.Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama 3.Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua, masyarakat, dan pemerintah dalam penyelenggaraan program sekolah 4.Meningkatkan kompetensi yang sehat antar sekolah tentang mutu pendidikan yang akan dicapai Sekolah yang mandiri memiliki ciri-ciri, sebagai berikut; tingkat kemandirian tinggi/tingkat ketergantungan rendah ; bersifat adaptif dan antisipatif/proaktif sekaligus ; memiliki jiwa kewirausahaan tinggi (ulet, inovatif, gigih, berani mengambil resiko) ; bertanggung jawab terhadap kinerja sekolah ; memiliki kontrol yang kuat terhadap input manajemen dan sumberdaya ; memiliki kontrol yang kuat terhadap kondisi kerja ; komitmen yang tinggi pada dirinya dan prestasi merupakan acuan utama
  • Manajemen Lembaga Pendidikan IslamPengertian ManajemenKata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti senimelaksanakan dan mengatur.[2] Manajemen belum memiliki definisi yang mapan danditerima secara universal.[3] Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemensebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwaseorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuanorganisasi.[4] Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah prosesperencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untukmencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapatdicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang adadilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.[5]C. Fungsi ManajemenFungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalamproses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatanuntuk mencapai tujuan.Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorangindustrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu, iamenyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah,mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkasmenjadi tiga, yaitu: 1. Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan. 2. Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil. 3. Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha.
  • D. Sarana ManajemenUntuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan alat-alat sarana (tools). Toolsmerupakan syarat suatu usaha untuk mencapai hasil yang ditetapkan. Tools tersebutdikenal dengan 6M, yaitu men, money, materials, machines, method, dan markets.Man merujuk pada sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi. Dalammanajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuattujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa adamanusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Olehkarena itu, manajemen timbul karena adanya orang-orang yang berkerja sama untukmencapai tujuan.Money atau Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uangmerupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukurdari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan/lembaga. Oleh karena itu uangmerupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harusdiperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harusdisediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeliserta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.Material terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam dunia usahauntuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya jugaharus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi danmanusia tidaki dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.Machine atau Mesin digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan keuntunganyang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja.Metode adalah suatu tata cara kerja yang memperlancar jalannya pekerjaan manajer.Sebuah metode daat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugasdengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingatmeskipun metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidakmempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dengan demikian, perananutama dalam manajemen tetap manusianya sendiri.Market atau pasar adalah tempat di mana organisasi menyebarluaskan (memasarkan)produknya. Memasarkan produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila barang yangdiproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerjatidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasilproduksi merupakan faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasaimaka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli(kemampuan) konsumenE. Pengertian Organisasi dan PengorganisasianOrganisasi (organization) dan pengorganisasion (organizing) memiliki hubungan yang eratdengan manajemen. Organisasi merupakan alat dan wadah atau tempat manejer melakukankegiatan-kegiatannya untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sementara Pengorganisasian
  • merupakan salah satu fungsi organik dari manajemen dan ditempatkan sebagai fungsikedua setelah perencanaan (planning). Dengan demikian, antara organisasi danpengorganisasian memiliki pengertian yang berbeda.James L. Gibson c.s., sebagaimana yang dikutip oleh Winardi, berpendapat bahwa:[6]―…organisasi-organisasi merupakan entitas-entitas yang memungkinkan masyarakatmencapai hasil-hasil tertentu, yang tidak mungkin dilaksanakan oleh individu-individuyang bertidak secara sendiri‖Organisasi-organisasi yang dibentuk oleh sekelompok orang pada dasarnya menginginkanterwujudnya suatu hasil atau tujuan tertentu. Tujuan yang diinginkan tersebut tidak dapatdiperoleh secara individu tetapi perlu dilakukan upaya secara bersama dan terpadu.Stephen R. Robbins memberikan rumusan pengertian organisasi sebagai berikut:―… An organization is a consciously coordinated social entity, with a relativelyidentifiable boundary, that functions on a relatively continuous basis to achieve a commongoal or set of goals‖.Entitas sosial yang dikemukakan dalam definisi di atas berarti bahwa kesatuan tersebutterdiri dari orang-orang atau kelompok orang yang saling berinteraksi. Pola-pola interaksiyang diikuti orang-orang di dalam suatu organisasi tidak muncul begitu saja, akan tetapimereka dipertimbangkan sebelumnya. Mengingat bahwa organisasi-organisasi merupakanentitas-entitas sosial, maka pola-pola interaksi para anggotanya perlu dipertimbangkan pulaserta diharmonisasi guna tercapainya tujuan yang diinginkan.Prajudi Atmosudirdjo menyatakan bahwa organisasi adalah struktur tata pembagian kerjadan struktur hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasamauntuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.[7]Barnad, seperti yang dikutip Asnawir, organisasi adalah suatu sistem mengenai usahakerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan tertentu.[8]Dari beberapa definisi di atas dapat dipahami bahwa organisasi adalah tempat atau wadahberkumpulnya beberapa orang yang secara sadar berinteraksi dan saling bekerja samauntuk mewujudkan tujuan yang telah disepakati bersama. Meskipun terdapat perbedaandefinisi tentang organisasi, akan tetapi secara umum organisasi itu memiliki ciri-ciri yangsama. Edgar H. Schein, seorang psikolog keorganisasian terkemuka berpendapat bahwasemua organisasi memiliki empat macam ciri atau karakteristik sebagai berikut.[9]1. Koordinasi Upaya; Para individu yang bekerja sama dan mengkoordinasi upaya mentalatau fisikal mereka dapat mencapai banyak hal yang hebat dan yang menakjubkan.2. Tujuan Umum Bersama; Koordinasi upaya tidak mungkin terjadi, kecuali apabila pihakyang telah bersatu, mencapai persetujuan untuk berupaya mencapai sesuatu yangmerupakan kepentingan bersama. Sebuah tujuan umum bersama memberikan anggotaorganisasi sebuah rangsangan untuk bertindak.3. Pembagian Kerja; Dengan jalan membagi-bagi tugas-tugas kompleks menjadipekerjaan-pekerjaan yang terspesialisasi, maka sesuatu organisasi dapat memanfaatkansumber-sumber daya manusianya secara efisien. Pembagian kerja memungkinkan paraanggota organisasi-organisasi menjadi lebih terampil dan mampu karena tugas-tugasterspesialisasi dilaksanakan berulang-ulang.
  • 4. Hierarki Otoritas; Para teoretisi organisasi telah merumuskan otoritas sebagai hak untukmengarahkan dan memimpin kegiatan-kegiatam pihak lain. Tanpa hierarki otoritas yangjelas, koordinasi upaya akam mengalami kesulitan, bahkan kadang-kadang tidak mungkindiilaksanakan. Akuntabilitas juga dibantu apabila orang-orang bekerja dalam rantaikomando ((he chain of command).Lebih lanjut, Malayu S.P. Hasibuan menyimpulkan bahwa aspek-aspek penting dariberbagai definisi organisasi adalah:[10]1. adanya tujuan tertentu yang ingin dicapai;2. adanya sistem kerja sama yang terstruktur dari sekelompok orang;3. adanya pembagian kerja dan hubungan kerja antara sesama karya wan;4. adanya penetapan dan pengelompokan pekerjaan yang terintegrasi;5. adanya keterikatan formal dan tata tertib yang harus ditaati;6. adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas;7. adanya unsur-unsur dan alat-alat organisasi;8. adanya penempatan orang-orang yang akan melakukan pekerjaan.Untuk lebih memahami hakikat organisasi, perlu diketahui pula unsur-unsurnya, yaitu:1. Manusia (human factor), artinya organisasi baru ada jika ada unsur manusia yangbekerja sama, ada pemimpin dan ada yang dipimpin (bawahan).2. Tempat Kedudukan, artinya organisasi baru ada, jika ada tempat kedudukannya.3. Tujuan, artinya organisasi baru ada jika ada tujuan yang ingin dicapai.4. Pekerjaan, artinya organisasi baru ada, jika ada pekerjaan yang akan dikerjakan sertaadanya pembagian pekerjaan.5. Struktur, artinya organisasi baru ada, jika ada hubungan dan kerja sama antara manusiayang satu dengan yang lainnya.6. Teknologi, artinya organisasi baru ada, jika terdapat unsur teknis.7. Lingkungan (Environment External Social System), artinya organisasi baru ada, jika adalingkungan yang saling mempengaruhi mi-salnya ada sistem kerja sama sosial.Adapun pengorganisasian, juga didefinisikan oleh para pakarnya. Asnawir mengemukakanbahwa istitah ―organizing[11] mempunyai arti yaitu berusaha untuk menciptakan suatustruktur dan bagian untuk dapat berinteraksi dan saling pengaruh-mempengaruhi antarasatu sama lainnya. Pengorganisasian tersebut juga dapat diartikan sebagai penyusunantugas dan tanggung jawab para personil dalam organisasi.
  • George R. Terry, seperti yang dikutip Malayu S.P. Hasibuan, menuliskan: Organizing isthe establishing of effective behavioral relationships among persons so that they may worktogether efficiently and gain personal satisfaction in doing selected tasks under givenenvironmental conditions for the purpose of achieving some goal or objective.[12]Dari dua definisi di atas jelaslah bahwa pengorganisasian merupakan salah satu fungsimanajemen setelah fungsi perencanaan sehingga masing-masing anggota organisasimendapat tugas dan tanggung jawab tertentu sesuai dengan yang direncanakan untukmencapai tujuan yang diinginkan.Kemudian, proses pengorganisasian juga mencakup kegiatan-kegiatan berikut:1. Pembagian kerja yang harus dilakukan oleh individu atau kelompok-kelompok tertentu.2. Pernbagian aktivitas menurut level kekuasaan dan tanggungjawab.3. Pengelompokan tugas menurut tipe dan jenisnya.4. Penggunaan mekanisme koordinasi kegiatan individu /kelompok.5. Pengaturan hubungan kerja antara anggota organisasi.Adapun langkah-langkah pengorganisasian dapat dilakukan sebagai berikut:1. Tujuan, manajer harus mengetahui tujuan organisasi yang ingin dicapai; apa profitmotive atau service motive.2. Penentuan kegiatan-kegiatan, artinya manajer harus mengetahui, merumuskan danmengspesifikasikan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasidan menyusun daftar kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan.3. Pengelompokan kegiatan-kegiatan, artinya manajer harus mengelompokkan kegiatan-kegiatan ke dalam beberapa kelompok atas dasar tujuan yang sama; kegiatan-kegiatanyang bersamaan dan berkaitan erat disatukan ke dalam satu departemen atau satu bagian.4. Pendelegasian wewenang, artinya manajer harus menetapkan besarnya wewenang yangakan didelegasikan kepada setiap departemen.5. Rentang kendali, artinya manajer harus menetapkan jumlah karyawan pada setiapdepartemen atau bagian.6. Perincian peranan perorangan, artinya manajer harus menetapkan dengan jelas tugas-tugas setiap individu karyawan, supaya tumpang-tindih tugas terhindarkan.7. Tipe organisasi, artinya manajer harus menetapkan tipe organisasi apa yang akandipakai, apakah ―line organization, line and staff organization ataukah functionorganization‖.8. Struktur organisasi (organization chart = bagan organisasi), artinya manajer harusmenetapkan struktur organisasi yang bagaimana yang akan dipergunakan, apa struktur
  • organisasi ―segitiga vertikal, segitiga horizontal, berbentuk lingkaran, berbentuk setengahlingkaran, berbentuk kerucut vertikal/horizontal ataukah berbentuk oval‖.Jika proses pengorganisasian dalam suatu organisasi di atas dilakukan dengan baik danberdasarkan ilmiah, maka organisasi yang disusun akan baik, efektif, efisien dan sesuaidengan kebutuhan perusahaan dalam mencapai tujuannya.Dengan demikian, antara organisasi (organization) dengan pengorganisasian (organizing)memiliki hubungan yang sangat erat. Pengorganisasian yang baik akan menghasilkanorganisasi yang baik pula. Pengorganisasian diproses oleh organisator (manajer) sehinggapengorganisasian itu bersifat dinamis dan hasilnya adalah organisasi yang bersifat statis.Akan tetapi, hakikat organisasi juga bisa dipandang sebagai statis dan dinamis. Statis bilaorganisasi sebagai wadah, tempat kegiatan administrasi dan manajemen. Sedangkandinamis ketika organisasi sebagai suatu proses, interaksi hubungan, formal (nampak dibagan organisasi) dan informal (tidak diatur, tidak nampak dalam struktur). Hubunganinformal timbul, karena hubungan pribadi, kesamaan kepentingan, dan kesamaan interestdengan kegiatan di luar.Berangkat dari pengertian di atas maka dalam perkembangannya dan karena tuntutanglobalisasi muncul berbagai hal berkenaan dengan pengorganisasian, seperti strukturorganisasi yaitu pola formal bagaimana orang dan pekerja dikelompokkan dalam suatuorganisasi yang biasa digambarkan dengan bagan organisasi. Perilaku organisasi, yangditekankan pada perilaku manusia dalam kelompok, iklim organisasi yaitu serangkaiansifat lingkungan kerja, kultur organisasi yaitu sistem yang dapat menembus nilai-nilai,kepercayaan dan norma-norma di setiap organisasi, desain organisasi yaitu strukturorganisasi spesifik yang dihasilkan dari keputusan dan tindakan manajer, pengembanganorganisasi, politik organisasi, proses organisasi yaitu aktivitas yang memberi nafas padakehidupan struktur organisasi, dan profil organisasi yaitu suatu diagram yang menunjukkanrespons anggota organisasi.Berkaitan dengan pengertian organisasi, dalam Alquran dicontohkan beberapa surat yangberkaitan dengan organisasi, sebagaimana Firman Allah SWT yang berkaitan dengan:a. perlunya persatuan, dalam surat: 2:43, 4:71, 37:1,b. perlunya berbangsa-bangsa, dalam surat: 5:48, 22:34,67, 49:13c. perlunya bersatu dan mengikuti jalan yang lurus, dalam surat: 30:31,32, 2:103,105, 6:59,8:46 dand. perlunya saling tolong-menolong dan kerja sama, dalam surat: 5:2, 8:74, 9:71.Jadi, organisasi ada karena untuk mendapatkan sesuatu. Sesuatu ini merupakan tujuanorganisasi.Demikian pula dalam pendidikan Islam, organisasi juga dibutuhkan. Organisasi pendidikanIslam dapat dipahami sebagai wadah berkumpulnya beberapa orang yang saling bekerjasama dan beriteraksi dalam menerapkan dan mewujudkan tujuan pendidikan Islam dengantetap berlandaskan kepada nilai-nilai ajaran Islam itu sendiri.
  • C. Sejarah Perkembangan OrganisasiSebagaimana yang telah disinggung sebelumnya bahwa manusia adalah makhluk sosial.Hal ini turut mendorong manusia membentuk organisasi untuk mewujudkan cita-citanya.Karena itu, organisasi muncul ketika manusia itu berkumpul dua orang atau lebih.Bahkan, sebelum manusia terlahir ke muka bumi ini, benih-benih organisasi juga telahtersirat sejak awal proses penciptaan manusia di alam rahim. Seperti yang dijelaskan olehilmu kedokteran, sel sperma seorang laki-laki dikatakan normal apabila berjumlah minimal20 juta sel sperma. Padahal, hanya satu sel yang dibutuhkan untuk melakukan pembuahandengan sel telur milik sang istri. Peristiwa ini mengisyaratkan bahwa manusia memangditakdirkan untuk berorganisasi dalam mencapai tujuan.Demikian pula kisah nabi Adam as sebagai manusia pertama yang diungkap dalam al-Qur‘an, ia juga membentuk kelurga bersama istrinya Hawa. Ketika mereka memiliki anak,maka anak-anak tersebut mereka dididik dan diorganisir sedemikian rupa dengan pekerjaanyang berbeda sesuai dengan bakat dan minat mereka. Seperti Qabil bekerja sebagai petani,sedangkan Habil sebagai peternak. Hal ini terungkap dalam firman Allah SWT:Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yangsebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, Maka diterima dari salah seorangdari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). ia berkata (Qabil):―Aku pasti membunuhmu‖. berkata Habil: ―Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban)dari orang-orang yang bertakwa‖. (Qs. al-Maidah/5: 27)Sepanjang sejarah perkembangan manusia, juga ditemukan bukti-bukti bahwa organisasiitu telah muncul di tengah-tengah masyarakat. Kehidupan orang-orang Yunani, kerajaan-kerajaan yang telah dibangun pada masa Romawi juga menunjukkan bahwa mereka telahmembentuk dan membangun organisasi yang baik.Dengan demikian, manusia dan organisasi serta aktivitasnya telah berlangsung lama sejakribuan tahun silam, tapi yang dibutuhkan dan perlu untuk diketahui adalah akarperkembangan organisasi pada abad ke-18 dan ke-19, yaitu:1. Masa Praktik AwalAda tiga nama penting yang mempunyai pengaruh besar dalam menentukan arah danbatasan dari perilaku organisasi, mereka itu adalah Adam Smith, Charles Babbage, danRobert Owen.1. Adam Smith, 1776; Adam Smith telah memberikan kontribusi yang sangat pentingdengan doktrin ekonominya, yaitu spesialisasi bidang kerja atau pembagian tugas denganberbagai argumentasi yang sangat dalam. Adam Smith memberikan contoh pembagiantugas dengan spesialisasi bidang kerja tertentu dalam pabrik pembuatan peniti. Adasepuluh orang pekerja dalam pabrik tersebut, setiap orang mempunyai tugas tertentudengan mengerjakan suatu bagian kerja tertentu. Sepuluh orang pekerja tersebut dapatmembuat 48.000 buah peniti tiap harinya. Selanjutnya, jika setiap pekerja mengambilkawat sendiri-sendiri kemudian meluruskannya, membuatkan ujung batangnya, hasilnyasetiap pekerja mampu membuat satu peniti dalam satu hari. Kalau ada sepuluh pekerjamaka dapat membuat sepuluh peniti setiap hari. Dan spesialisasi bidang pekerjaan tertentu
  • pada masa sekarang ini sudah barang tentu termotivasi oleh keuntungan yang berlipatganda dari doktrin Adam Smith pada 2 abad silam.2. Charles Babbage, 1832; Charles Babbage adalah seorang profesor matematika dariInggris yang telah mengembangkan sistem pembagian tugas yang telah diartikulasikanpertama kali oleh Adam Smith. Babbage menambahkan beberapa keuntungan dengansistem pembagian tugas, yang telah dikemukakan oleh Adam Smith. Selain keterampilan,menghemat waktu yang terkadang sering disia-siakan terbuang ketika penggantian tugassatu ke tugas yang lain.Keuntungan tersebut yaitu:a. Mempersingkat waktu yang diperlukan untuk belajar suatu pekerjaan.b. Menghemat pemborosan material yang diperlukan dalam pelajaran pada tiap tingkatan.c. Memungkinkan untuk menghasilkan tingkat keterampilan yang tinggi.d. Memungkinkan kemampuan untuk membandingkan keterampilan seseorang dan bakatfisik dengan tugas-tugas tertentu.3. Robert Owen, 1825; Robert Owen adalah orang periling dan berjasa dalam sejarahperilaku organisasi karena ia adalah seorang industrialis pertama yang mengingatkanbagaimana sistem pabrik yang sedang tumbuh dan berkembang telah merendahkan parapekerja. Ia menolak praktik-praktik kekerasan yang ia lihat di pabrik-pabrik, seperti anakyang bekerja di bawah umur 10 tahun, 13 jam kerja tiap hari dengan kondisi kerja yangmenyedihkan. Owen menjadi seorang reformer, ia mencek para pemilik pabrik yangmemperlakukan peralatan lebih baik dibandingkan dengan para karyawannya, iamengkritik mereka yang membeli mesin dengan harga mahal sementara membayar parapekerja yang menjalankan mesin tersebut dengan harga sangat murah. Owen mengatakanbahwa mempergunakan uang untuk meningkatkan para pekerja merupakan salah satuinvestasi terbaik yang menjadi pilihan para eksekutif bisnis, ia mengklaim bahwamemperlihatkan concern kepada para karyawan akan sangat menguntungkan untukmanajemen dan membebaskan kesengsaraan manusia. Untuk ukuran zaman Owen ia tentusangat idealis tapi seratus tahun setelah tahun 1825 ditetapkan jam kerja untuk semua,undang-undang perburuhan anak, pendidikan untuk umum, perusahaan memberikan makanpada waktu kerja.2. Masa KlasikMasa Klasik meliputi tahun 1900-1930. Selama periode ini, untuk pertama kali teori-teorimanajemen secara umum mulai dikembangkan, pada masa ini yang banyak kontribusidalam perilaku organisasi, mereka itu adalah Frederick W. Taylor, Henry Fayol, MaxWeber, Mary Panther Follet, dan Chester Bernard telah meletakkan dasar praktik-praktikmanajemen sekarang.Manajemen secara Ilmiah1. Frederick W Taylor; Frederick W Taylor menggambarkan prinsip-prinsip manajemensecara ilmiah menampilkan tiga bab sebagai tujuan dari gerakannya:[13]
  • a. Untuk menegaskan bahwa Amerika Serikat telah dirugikan karena tidak adanyaefisiensi.b. Maka solusi terletak pada manajemen yang sistematis bukan pada usaha mencari orangyang istimewa.c. Untuk membuktikan bahwa manajemen yang baik adalah suatu ilmu yang tepat yangberdasarkan pada hukum-hukum yang jelas, aturan-aturan, dan prinsip-prinsip. Awalpenggunaan manajemen yang ilmiah membuahkan hasil yang gemilang. Perusahaan motorFord berusaha melaksanakan prinsip-prinsip manajemen ilmiah di tahun 1908 dan berhasilmerakit suatu mobil hanya dalam waktu 14 menit. Dari pandangan ilmu perilaku,pelaksanaan manajemen ilmiah mencoba memadukan asumsi-asumsi mekanik terhadapilmu-ilmu perilaku organisasi.2. Teori Administratif dari Henry Fayol; Henry Fayol seorang industriawan Perancismenerbitkan bukunya pada tahun 1919 yakni General and Industrial Administration. Yangbanyak mempengaruhi pemikiran-pemikiran manajemen di Eropa. Pandangan-pandangannya dianggap sebagai suatu pemikiran tentang organisasi administratif. Fayolberpendapat bahwa semua organisasi terdiri dari unit atau subsistem sebagai berikut:a. Aspek teknik dan komersial dan dari kegiatan pembelian, produksi dan penjualan.b. Kegiatan-kegiatan keuangan.c. Unit-unit keamanan dan perlindungand. Fungsi perhitungane. Fungsi administratif dari perencanaan, organisasi, pengarahan, koordinasi, danpengendalian.3. Teori Struktural dari Max Weber; Max Weber adalah pemikir dalam ilmu sosial dariJerman. Dua aspek kerja Weber yang relevan dengan perilaku organisasi yaitu:Pcrtama, seorang ahli ilmu sosial, ia tertarik untuk menjelas-kan preskripsi daripertumbuhan organisasi yang besar.Kedua, ia terkesan akan kelemahan-kelemahan manusia dan pertimbangan yang kadang-kadang tidak realistis bahwa manusia mempunyai rasa emosi.Teori Max Weber memiliki sifat:a. Adanya spesialisasi atau pembagian kerjab. Adanya hierarki yang berkembangc. Adanya suatu sistem atau aturan dari suatu prosedurd. Adanya hubungan kelompok yang impersonalitase. Adanya promosi dan jabatan yang berdasarkan kecakapan.
  • 3.Gerakan Hubungan KemanusiaanRaymond Miles menyatakan bahwa pendekatan hubungan kemanusiaan secara sederhanamenempatkan karyawan sebagai manusia, tidak sebagai mesin yang dipergunakan dalamberproduksi. Pada sejarah hubungan kemanusiaan ini terdapat tiga kejadian yangmemberikan kontribusi dalam penelaahan ilmu perilaku organisasi. Tiga kejadian ituantara lain sam masa-masa depresi yang hebat, gerakan kaum buruh, dan basil penemuanHowthorne.a. Masa depresi; depresi yang terjadi pada tahun 1930-an menyebabkan goncangan yanghebat di bidang keuangan. dan perekonomian pada umumnya. Penyebab depresi padaumumnya antara lain:a) Akumulasi stok barang yang baru yang besar di tangan konsumenb) Konsumen menolak naiknya hargac) Jarang investasi dalam skala usahad) Melemahnya kepercayaan dan harapan-harapane) Akumulasi yang besar dari kemampuan produksi sebagai basil pengembanganteknologi.Ledakan depresi menyadarkan manajemen untuk menghayati bahwa produksi tidak akanbertahan lama sebagai unsur yang bertanggung jawab dalam manajemen. Di saat itu lalutimbul gagasan untuk meletakkan unsur manusia sebagai unsur yang amat dominan dalammanajemen, sebagai basil dari depresi hubungan kemanusiaan dan perilaku organisasimendapatkan tempat yang dominan dan perhatian yang seksama.b. Gerakan Serikat Buruh; di tahun 1935 serikat buruh secara sah diakui (legallyentranced), banyak para manajer menjadi sadar dan mulai banyak memberikanperhatiannya kepada buruh. Gerakan serikat buruh ini secara langsung ataupun tidaklangsung memberikan dampak yang besar terhadap studi perilaku organisasi individu-individu yang mendukung kerja sama dalam suatu organisasi tertentu. Gerakan serikatburuh tercatat dalam sejarah pengembangan studi perilaku organisasi, sebagai titik awaldalam masa embrio berkembang gerakan kemanusiaan.c. Penemuan Howthorne; Howthome mengadakan penelitian dengan tujuan untuk mencarisampai di mana pengaruh hubungan antara kondisi fisik lingkungan kerja denganproduktivitas karyawan. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa langkah. Langkahpertama, percobaan tentang cahaya lampu antara tahun 1924-1927, hasilnya bahwa cahayapenerangan lampu pada tempat kerja hanyalah salah satu faktor yang mempengaruhi hasilkerja dan pengaruhnya kecil sekali. Langkah kedua, Howthorne menyediakan ruangistirahat bagi karyawan. Hasilnya dari fase ini hampir sama dengan fase pertama. Langkahketiga, studi tentang ruang bank tilgram. Tujuannya untuk melakukan analisis pengamatanterhadap kelompok pekerja informal.Ternyata dalam fase ketiga ini tidak ada kenaikan produktivitas yang tinggi. Implikasipenemuan Howthorne terhadap pengembangan tentang ilmu perilaku organisasi ternyata
  • amat besar dan penting sekali. Usaha-usaha penemuan ini merupakan satu dasar yang amatberharga terhadap pendekatan perilaku di dalam segala aspek manajemen.4. Organisasi ModernAsumsi dasar tentang sifat manusia menurut ilmu organisasi modern adalah bukan baikdan bukan buruk. Beberapa orang beranggapan bahwa manusia mempunyai keunikandalam perilaku hal yang terarah, lainnya beranggapan bahwa perilaku manusia dalambanyak hal menunjukkan sebagai sasaran yang tidak teratur.Pendekatan yang dipakai untuk menganalisis perilaku manusia menurut ahli perilakuorganisasi modern, yaitu pada hakikatnya juga menggunakan metode eksperimen, denganmemberikan penekanan pada observasi terkendali dan generalisasi data. Pengharapan-pengharapan pada manajemen modern, yaitu pemahaman-pemahaman dari perilakumanusia yang selalu bertambah dengan pemahaman ilmiah yang akan membawa ke arahpenyempurnaan kerja.Selain dari sejarah perkembangan organisasi sebagai suatu ilmu yang terjadi di kalanganilmu barat, jauh sebelumnya juga ditemukan tokoh-tokoh dari Timur (baca: Islam) dalammengemukakan berbagai teori yang berkenaan dengan organisasi. Salah satu di antaranyayang terkenal adalah Ibn Khaldun (1332 – 1406 M/732 – 808 H) diakui oleh para sarjanabaik muslim maupun non-muslim di Barat sebagai seorang sosiolog ternama. Dalam kitabmagnum opusnya, Muqaddimah, Ibn Khaldun banyak berbicara tentang teori masyarakat,peradaban, perkembangan profesi, serta pentingnya berkumpul (organisasi) dalammewujudkan cita-cita bersama. Dalam Muqaddimah-nya,[14] Ibn Khaldun mengutippendapat para filosof—di sini Ibn Khaldun tidak menyebutkan nama-nama filosoftersebut—―manusia adalah makhluk sosial‖ (al-insānu madaniyyun bit thab‘i). Pernyataanini menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa membutuhkanorang lain dalam kehidupannya. Lebih lanjut, ia menuliskan;Pernyataan ini mengandung makna bahwa seorang manusia tidak bisa hidup sendirian, daneksistensinya tidaklah terlaksana kecuali dengan kehidupan bersama. Dia tidak akanmampu menyempurnakan eksistensi dan mengatur kehidupannya dengan sempurna secarasendiri. Benar-benar sudah menjadi wataknya, apabila manusia butuh bantuan dalammemenuhi kebutuhannya. Mula-mula, bantuan itu berupa konsultasi, lalu kemudianberserikat serta hal-hal lain sesudahnya. Berserikat dengan orang lain, bila ada kesatuantujuan, akan membawa kepada sikap saling membantu. Tapi jika tujuannya berbeda, akanmenimbulkan perselisihan dan pertengkaran, sehingga muncullah sikap saling membenci,saling berselisih. Ini yang membawa peperangan atau perdamaian di kalangan bangsa-bangsa.Dalam pernyataan di atas, Ibn Khaldun menyebutkan sebagai makhluk sosial, manusiaselala berserikat (berorganisasi) jika memang ada kesatuan tujuan. Tampak jelas bahwa IbnKhaldun—yang hidup sekitar empat abad sebelum Adam Smith (1776)—telah memahamiteori organisasi. Dengan demikian, konsep organisasi sebenarnya telah dikemukakan olehpara tokoh intelektual Islam ketika masa kejayaannya sebelum berkembangnya peradabanBarat. Semua itu tidak terlepas dari isyarat-isyarat yang dikemukakan dalam al-Qur‘anmaupun Hadis sehingga melahirkan berbagai pemikiran yang brilliant dari generasi muslimpada masa-masa selanjutnya.
  • D. Prinsip-prinsip, Fungsi dan Manfaat OrganisasiAgar terwujudnya suatu organisasi yang baik, efektif, efisien serta sesuai dengankebutuhan, secara selektif harus didasarkan pada prinsip-prinsip organisasi sebagai berikut.1. Principle of Organizational Objective (prinsip tujuan organisasi). Menurut prinsip initujuan organisasi harus jelas dan rasional, apakah bertujuan untuk mendapatkan laba(business organization) ataukah untuk memberikan pelayanan (public organization). Halini merupakan bagian penting dalam menentukan struktur organisasi.2. Principle of Unity of Objective (prinsip kesatuan tujuan). Menurut prinsip ini, di dalamsuatu organisasi harus ada kesatuan tujuan yang ingin dicapai. Organisasi secarakeseluruhan dan tiap-tiap bagiannya harus berusaha untuk mencapai tujuan tersebut.Organisasi akan kacau, jika tidak ada kesatuan.3. Principle of Unity of Command (prinsip kesatuan perintah) Menurut prinsip ini,hendaknya setiap bawahan menerima perintah ataupun memberikan pertanggungjawabanhanya kepada satu orang atasan, tetapi seorang atasan dapat memerintah beberapa orangbawahan.4. Principle of the Span of Management (prinsip rentang kendali). Menurut prinsip ini,seorang manajer hanya dapat memimpin secara efektif sejumlah bawahan tertentu,misalnya 3 sampai 9 orang. Jumlah bawahan ini tergantung kecakapan dan kemampuanmanajer bersangkutan.5. Principle of Delegation of Authority (prinsip pendelegasian wewenang) Menurut prinsipini, hendaknya pendelegasian wewenang dari seseorang atau sekelompok orang kepadaorang lain jelas dan efektif, sehingga ia mengetahui wewenangnya.6. Principle of Parity of Authority and Responsibility (prinsip keseimbangan wewenangdan tanggung jawab) Menurut prinsip ini, hendaknya wewenang dan tanggung jawab harusseimbang. Wewenang yang didelegasikan dengan tanggung jawab yang timbul karenanyaharus samabesarnya, hendaknya wewenang yang didelegasikan tidak memintapertanggungja wabany ang lebih besar dari wewenang itu sendiri atau sebaliknya.Misalnya, jika wewenang sebesar X, tanggung jawabnya pun harus sebesar X pula.7. Principle of Responsibility (prinsip tanggung jawab). Menurut prinsip ini, hendaknyapertanggungjawaban dari bawahan terhadap atasan harus sesuai dengan garis wewenang(line authority) dan pelimpahan wewenang; seseorang hanya bertanggung jawab kepadaorang yang melimpahkan wewenang tersebut.8. Principle of Departmentation (principle of devision of work-prinsip pembagian kerja).Menurut prinsip ini, pengelompokan tugas-tugas, pekerjaan-pekerjaan atau kegiatan-kegiatan yang sama ke dalam satu unit kerja (departemen) hendaknya didasarkan ataseratnya hubungan pekerjaan tersebut.9. Principle of Personnel Placement (prinsip penempatan personalia). Menurut prinsip ini,hendaknya penempatan orang-orang pada setiap jabatan harus didasarkan atas kecakapan,keahlian dan keterampilannya (the right men, in the right job); mismanajemen penempatanharus dihindarkan. Efektivitas organisasi yang optimal memerlukan penempatan karyawan
  • yang tepat. Untuk itu harus dilakukan seleksi yang objektif dan berpedoman atas jobspecification dari jabatan yang akan diisinya.10. Principle of Scalar Chain (prinsip jenjang berangkai). Menurut prinsip ini, hendaknyasaluran perintah/wewenang dari atas ke bawah harus merupakan mata rantai vertikal yangjelas dan tidak terputus-putus serta menempuh jarak terpendek. Sebaliknyapertanggungjawaban dari bawahan ke atasan juga melalui mata rantai vertikal, jelas danmenempuh jarak terpendeknya. Hal ini penting, karena dasar organisasi yang fundamentaladalah rangkaian wewenang dari atas ke bawah; tindakan dumping hendaknyadihindarkan.11. Principle of Efficiency (prinsip efisiensi). Menurut prinsip ini, suatu organisasi dalammencapai tujuannya harus dapat mencapai hasil yang optimal dengan pengorbanan yangminimal.12. Principle of Continuity (prinsip kesinambungan). Organisasi harus mengusahakan cara-cara untuk menjamin kelangsungan hidupnya.13. Principle of Coordination (prinsip koordinasi). Prinsip ini merupakan tindak lanjut dariprinsip-prinsip organisasi lainnya. Koordinasi dimaksudkan untuk mensinkronkan danmengintegrasikan segala tindakan, supaya terarah kepada sasaran yang ingin dicapai.Dalam konteks pendidikan Islam, prinsip-prinsip ini haruslah berlandaskan kepadalandasan ajaran Islam itu sendiri, yaitu al-Qur‘an dan Sunnah. Di antara prinsip organisasiyang tersirat dalam al-Qur‘an dan Hadis adalah sebagai berikut:1. Tujuan organisasi secara umum harus mencari dan menemukan keridhaan Allah SWT.Meskipun tujuan lain dibangun bernuansa duniawi, akan tetapi hal-hal yang bersifatduniawi tersebut adalah sesuatu yang diridhai oleh Allah SWT. Firman-Nya:Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, Makabersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itulebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila telah ditunaikan shalat, Makabertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (Qs. al-Jumuah: 9-10)2. Kerja sama yang dilakukan dalam suatu organisasi—termasuk segala proses yangdijalankan—hanya dalam kebaikan, bukan dalam hal kemaksiatan, keburukan, ataukemungkaran. Firman-Nya:Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangantolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepadaAllah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya. (Qs. Al-Maidah/5: 2)3. Pemberian tugas dan wewenang kepada anggota organisasi berdasarkan kemampuanyang mereka miliki. Dalam ajaran Islam, banyak hal hukum yang diterapkan berdasarkankemampuannya, seperti shalat duduk atau berbaring bagi orang yang sakit, menggantipuasanya dengan fidyah bagi yang sakit dan sulit akan sembuh, dan sebagainya.Demikian pula perintah memberi nafkah, juga berdasarkan kemampuan seseorang,sebagaimana firman-Nya:
  • Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. dan orang yangdisempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allahkepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yangAllah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.(Qs. ath-Thalaq/65: 7)Dalam hal ini, juga diperlukan penyerahan tugas sesuai dengan keahliannya.Rasulullah SAW bersabda:Apabila suatu perkara/urusan diserahkan bukan pada ahlinya, maka tunggulah saatkehancurannya. (HR. Bukhari).4. Masing-masing anggota organisasi harus menjalankan tugasnya dengan baik danmempertanggungjawabkan setiap tugas yang diembannya. Rasulullah SAW bersabda: …Kalian semua adalah pemimpin, dan akan diminta pertanggungjawaban tentangkepemimpinannya… (muttafaq ‗alaih).Mengenai tanggung jawab ini, juga dijelaskan dalam firman Allah SWT dalam al-Qur‘ansurat ar-Ra‘du/13 ayat 11:Artinya: Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah apa yang terdapat pada (keadaan) satukaum (masyarakat), sehingga mereka mengubah apa yang terdapat dalam diri (sikapmental) mereka.5. Seluruh anggota organisasi secara kolektif bertanggung jawab terhadap individu-individu yang ada dalam organisasi tersebut sehingga diperlukan adanya pembinaan(supervisi), pendidikan, dan perhatian kepada mereka. Jika tidak, maka kesalahan yangdilakukan oleh individu tertentu bisa merusak citra organisasi. Hal ini tersirat dalam firmanAllah SWT dalam surat al-Anfal/8 ayat 25:Artinya: dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. dan ketahuilah bahwa Allah Amat keras siksaan-Nya.6. Komunikasi yang digunakan dalam organisasi hendaklah dengan lemah lembut, tegas,perkataan yang benar serta mengandung keselamatan, sesuai dengan kondisi yangdibutuhkan. Mengenai pentingnya berkomunikasi dengan baik dan lemah lembut ini AllahSWT berfirman:Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka.Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri darisekelilingmu. (Qs. Ali Imran/3: 159)
  • Dalam al-Qur‘an juga ditemukan beberapa istilah komunikasi seperti:a. qaulan sadida/perkataan yang benar (Qs. an-Nisa‘/4: 9 dan al-Ahzab/33: 70);b. qaulan karima/perkataan yang mulia (Qs. al-Isra‘/17: 23);c. qaulun ma‘rufun atau qaulan ma‘rufa/perkataan yang baik (Qs. al-Baqarah/2: 2235 dan263; Muhammad/47: 21 juga al-Ahzab/33: 32 dan an-Nisa‘/4: 8);d. qaula al-haq/perkataan yang benar (Qs. Maryam/19: 34); dane. qaulan baligha/perkataan yang sampai berbekas pada jiwa mereka (Qs. an-Nisa‘/4: 63).Berbagai bentuk kata yang menunjukkan etika dan cara komunikasi tersebut dilakukansesuai dengan kondisi lawan bicara dan materi yang dibicarakan. Penerapan komunikasiseperti ini akan sangat efektif dalam membangun organisasi yang profesional danmenyenangkan.7. Selain menggunakan kata-kata yang baik, hendaklah saling memberi nasehat di jalanyang benar, sebagaimana dijelaskan dalam surat al-‘Ashr ayat 1-3:Artinya: Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecualiorang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati (salingberwasiat) supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati (saling berwasiat) supayamenetapi kesabaran.8. Dalam pengambilan kebijakan dan keputusan, hendaklah dilakukan dengan prinsipmusyawarah dan diiringi dengan sifat tawakal. Sebagaimana firman-Nya:Dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. kemudian apabila kamu telahmembulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukaiorang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (Qs. Ali Imran/3: 159)9. Menegakkan prinsip keadilan. Islam sangat menekankan pentingnya menegakkankeadilan, termasuk dalam urusan kemasyarakat dan berorganisasi. Bahkan Ali ibn AbiThalib kw. pernah berkata: ―Tuhan akan menegakkan negara yang adil meskipun kafir danakan menghancurkan negara yang zhalim meskipun Islam‖. Al-Qur‘an juga banyakmembicarakan tentang prinsip keadilan, salah satu di antaranya adalah:Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu Jadi orang-orang yang selalumenegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk Berlaku tidak adil.Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah,Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Qs. surat al-Maidah/5ayat 8)10. Jabatan dan tugas yang diberikan dalam organisasi pada hakikatnya sebagai amanahyang harus dijalankan dengan sifat amanah (dapat dipercaya) pula. Pentingnya sifatamanah ini juga ditegaskan dalam al-Qur‘an bahwa watak manusia memang sukamenerima amanah, akan tetapi agar tidak termasuk orang yang zalim lagi bodoh, harusmampu mengemban amanah tersebut sebagaimana mestinya. Dalam konteks berorganisasi,
  • maka setiap anggota organisasi harus menjalankan fungsi dan tugasnya masing-masingsesuai dengan job description yang diberikan. Firman-Nya:Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akanmengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia ituAmat zalim dan Amat bodoh, (Qs. al-Ahzab/33: 72)11. Dalam menjalankan organisasi pendidikan Islam hendaklah dilakukan dengan carayang baik, jujur, tranparan, dan sifat-sifat terpuji lainnya sebagaimana yang dituntun dalamajaran Islam, khususnya yang berkenaan dengan ajaran akhlaqul Islam.Adapun yang menjadi fungsi dari sasaran organisasi tersebut antara lain:1. Dapat merumuskan serta memusatkan perhatian atau mengarahkan para manajer dalamusaha memperoleh dan mempergunakan sumber daya organisasi.2. Dapat digunakan sebagai dasar dan alasan peng-orgairisasian.3. Sebagai suatu standar penilaian terhadap organisasi, dan daprt dijadikau sebagai ukuranterhadap derajat efektivitas dan efisiensi organisasi dalam mencapai tujuannya.4. Sebagai sumber legitimasi yang membenarkan kegi¬atan dan eksistensinya terliadapkelornpok-kelompok yang beraneka ragam seperti para penanaman modal, anggota,pelanggan dan masyarakat secara keseluruhan dan sebagainya.5. Dapat membantu organisasi untuk memperoleh suinberdaya manusia yang dibutuhkan.Fungsi yang menjadi sasaran bagi para anggota perseorangan dalam suatu organisasiadalah:1. Dapat memberikan pengarahan kerja sehingga mendorong para pekerja untukmemusatkan perhatian dan usahanya secara lebih ielas ke arah tujuan yang telahditetapkan.2. Memberikan alasan sebagai dasar untuk bekerja dan dapat memberikan arti padapekerjaan yang kelihatannya tidak terarah.3. Dapat dijadikan sebagai sasaran pencapaian keinginan pribadi.4. Dapat membantu individu merasa terjarnin bahwa Organisasi akan tenis berjalan untukmasa selanjut-nya.5. Dapat memberikan identifikasi dan status bagi para pekerjanyaSementara manfaat dari adanya organisasi adalah:1. Organisasi sebagai penuntun pencapaian tujuan. Pencapaian tujuan akan lebih efektifdengan adanya organisasi yang baik.
  • 2. Organisasi dapat mengubah kehidupan masyarakat. Jika organisasi itu di bidangpendidikan, maka akan turut mencerdaskan masyarakat serta membimbing masyarakatagar tetap menerapkan nilai-nilai ajaran Islam.3. Organisasi menawarkan karier. Karier berhubungan dengan pengetahuan danketerampilan. Jika kita menginginkan karier untuk kemajuan hidup, berorganisasi dapatmenjadi solusi.4. Organisasi sebagai cagar ilmu pengetahuan. Organisasi selalu berkembang seiring dengnmunculnya fenomena-fenomena organisasi tertentu. Peran penelitian dan pengembangansangat dibutuhkan sebagai dokumentasi yang nanti akan mengukir sejarah ilmupengetahuan.Dalam ajaran Islam, juga diperlukan organisasi. Rasulullah SAW bersabda bahwa Shalatberjama‘ah lebih utama daripada shalat sendirian 27 derajat. Hadis ini mengisyaratkantentang:a. Keutamaan shalat berjamaahb. Aplikasinya dalam kehidupan bermasyarakat bahwa hidup secara berjamaah atauberorganisasi dengan dipimpin oleh seorang pemimpm/imam lebih besar keuntungannyadaripada tanpa berorganisasi atau berjamaah.Begitu pula pernyataan Ali bin Abi Thalib: “al-haqqu bila nizhamin sayaghlibuhu al-bathil bi nizhamin”, (Kebenaran yang tidak terorganisir akan dikalahkan oleh kebatilanyang terorganisir). Pernyataan ini menunjukkan begitu pentingnya organisasi untukmewujudkan suatu tujuan, termasuk dalam menerapkan kebenaran.E. Bentuk-bentuk OrganisasiBentuk-bentuk organisasi dapat dilihat dari beberapa segi, di antaranya:1. Berdasarkan tipe-tipe strukturnya.2. Berdasarkan proses pembentukannya;3. Berdasarkan kaitan hubungannya dengan pemerintah;4. Berdasarkan skala (ukuran) besar-kecilnya;5. Berdasarkan tujuannya;6. Berdasarkan organization chartnya;Bentuk-bentuk organisasi di atas akan dijelaskan berikut ini:1. Berdasarkan Tipe-tipe Struktur OrganisasiJika dilihat dari strukturnya, organisasi dapat dibagi kepada beberapa tipe, yaitu: (1)organisasi dalam bentuk lini (line organization), (2) organisasi dalam bentuk lini dan staf
  • (line and staf organization), (3) organisasi dalam bentuk fungsional {functional,organization), dan (4) organisasi dalam bentuk panitia (committe organization). Untuklebih jelasnya pemahaman mengenai bentuk-bentuk orgaisasi tersebut dapai dilihat padauraian berikut ini.a. Organisasi dalam bentuk lini (line Organization)Bentuk lini juga disebut ―bentuk lurus‖, ―bentuk jalur‖, atau ―bentuk militer‖. Bentuk iniadalah bentuk yang dianggap paling tua dan digunakan secara luas pada masaperkembangan industri pertama. Organisasi Lini ini diciptakan oleh Henry Fayol danbiasanya orga¬nisasi ini dipakai oleh militer dan perusahaan-perusahaan kecil saja.Dalam organisasi lini ini pendelegasian wewenang dilakukan secara vertikal melalui garisterpendek dari seorang atasan kepada bawahannya. Pelaporan tanggung jawab daribawahan kepada atasannya juga dilakukan melalui garis vertikal yang terpendek. Perintah-perintah hanya diberikan seorang atasan saja dan pelaporan tanggung jawab hanya kepadaatasan bersangkutan.Adapun ciri-ciri dari organisasi dalam bentuk ini adalah:1) Garis komando langsung dari atasan ke bawahan atau dari pimpinan tertinggi kepadaberbagai tingkat operasional.2) Masing-masing pekerja bertanggungjawab penuh terhadap semua kegiatannya.3) Otoritas dan tanggung jawab tertinggi terletak pada pimpinan puncak (topManagement).4) Ruang lingkup Organisasinya lebih kecil dan jumlah anggota juga sedikit.5) Hubuilgan kerja antara atasan dan bawahan berbsifat langsung.6) Tujuan. alat-alat yang digunakan dan struktur organisasi bersifat sederhana.7) Pemilik organisasi biasanya menjadi pimpinan yang tertinggi.8) Tingkat spesialisasi yang dibiltuhkan masih sangat rendah.9) Semua anggota organisasi masih kenal antara satu sama lainnya.10) Produksi yang dihasilkatt belum beraneka ragam (defersified).Organisasi bentuk lini ini mengandung beberapa keuntungan, di samping itu jugamengandung beberapa kelemahan. Di antara keuntungan dari organisasi dalam bentuk liniini antara lain:1) Kekuatan dan tanggung-jawab dapat ditetapkan secara pasti.2) Orang-orang yang mempunyai kekuasaan dan tanggung-jawab diketahui oleh semuapihak.
  • 3) Proses pengambilan kepuiusan berjalan dengan tepat karena jumlah orang yang perludiajak berkonsultasi tidak banyak.4) Disiplin kerja mudah dipertahankan dan pengawasan dari pimpinan mudahdilaksanakan.5) Besarnya solidaritas para anggota karena satu sama lainnya saling kenal-mengenal.6) Tersedianya kesempatan yang banyak bagi pimpinan organisasi untuk melatih bakat-bakat yang dipunyai bawahan.7) Kesempatan bagi para anggota organisasi untuk mengembangkan spesialisasinya sangatterbatas.Di samping itu beberapa kelemahan dari organisasi dalam bentuk lini tersebut antara lain:1) Tujuan organisasi cenderung sama, atau paling tidak didasarkan atas tujuan pribadipimpinan tertinggi dari organisasi dimaksud.2) Pimpinan organisasi cenderung bertindak otoriter, karena organisasi dipandang milikpribadi.3) Seluruh kegiatan organsasi tertalu tergantung kepada seseorang, dan kelangsunganhidup organisasi sangat ditentukan oleh orang bersangkutan.4) Kesempatan bagi para anggota organisasi untuk mengembangkan spesialisasinya sangatterbatas.b. Organisasi dalam bentuk staf (Staff Organization)Organisasi dalam bentuk staf hanya mempunyai hubungan dengan pucuk pimpinan danberfungsi memberikan bantuan baik berupa pikiran maupun bantuan lain demi kelancarantugas pimpinan dalam mencapai tujuan secara keseluruhan. Bentuk ini tidak mempunyaigaris komando ke bawah.c. Organisasi dalam bentuk lini dan staf (tine and staf organizationOrganisasi Lini dan Staf (Line and Staff Organization) ini pada dasarnya merupakankombinasi dari organisasi lini dan organisasi fungsional. Kombinasi ini dilakukan dengancara memanfaatkan kebaikan-kebaikannya dan meniadakan keburukan-keburukannya.Biasanya organisasi bentuk lini dan staf ini terjadi pada organisasi yang lebih besar, dimana penyediaan tenaga spesialis sudah semakin dirasakan untuk memberikan nasehat-nasehat atau saran-saran teknis dan memberikan jasa-jasa kepada unit-unit operasional.Tenaga semacam itu biasanya disebut ―staff personnel‖ yaitu orang yang melaksanakanfungsi staf (staff function), yang dapat digolongkan menjadi dua macam yaitu: parapenasehat (advisor) dan personil yang melakukan kegiatan penunjang (auxiliary personnel)demi lancarnya mekanisme organisasi. Ada beberapa karakteristik atau ciri utama; dariorganisasi yang berbentuk lini dan staf ini adalah:
  • 1) Pucuk pimpinannya hanya satu orang dan dibantu oleh para staf.2) Terdapat dua kelompok wewenang, yaitu wewenang lini dan wewenang staf.3) Kesatuan perintah tetap dipertahankan, setiap atasan mempunyai bawahan tertentu dansetiap bawahan hanya mempunyai seorang atasan langsung.4) Organisasinya besar, karyawannya banyak dan pekerjaannya bersifat kompleks.5) Hubungan antara atasan dengan para bawahan tidak bersifat langsung.6) Pimpinan dan para karyawan tidak semuanya saling kenal-mengenal.7) Spesialisasi yang beraneka ragam diperlukan dan digunakan secara optimal.Organisasi yang berbentuk lini dan staf ini memberikan beberapa keuntungan/kebaikanantara lain:1) Adanya pembagian tugas yang jelas antara kelompok lini yang melakukan tugas pokokorganisasi dan kelompok staf yang melakukan kegiatan penunjang.2) Asas spesialisasi yang ada dapat dilanjutkan menurut bakat bawahan masing-masing.3) Prinsip ―the right man on the right place‖ dapat diterapkan dengan mudah.4) Koordinasi dalam setiap unit kegiatan dapat diterapkan dengan mudah.5) Dapat digunakan dalam organisasi yang lebih besar.Perintah lini dan perintah staf sering membingungkan anggota organisasi, karena keduajenis hirarki ini sering tidak seirama dalam memandang sesuatu Sedangkan kelemahan-kelemahan dari orgainsasi dalam bentuk lini dan staf ini adalah:1) Pimpinan lini sering mengabaikan nasehat atau saran dari staf.2) Pimpinan staf sering mengabaikan gagasan-gagasan yang dikemukakan oleh pimpinanlini.3) Adanya kemungkinan pimpinan staf melampaui‘batas kewenangannya.4) Perintah lini dan perintah staf sering membingungkan anggota organisasi karena keduajenis hirarki sering tidak seirama dalam memandang sesuatu.Gambar di atas menunjukkan bahwa kekuasaan pimpinan diharapkan secara lurus, penuhdan vertikal kepada pejabat yang memimpin satuan-satuan di bawahnya, yaitu orang-oranglini yang melaksanakan tugas pokok organisasi dalam rangka pencapaian tujuan. Begitujuga orang-orang staf yang sifat tugasnya menunjang tugas-rugas pokok, sesuai dengankeahliannya baik bersifat menasehati, maupun yang memberikan jasa-jasa kepada unit-unitoperasional dalam bentuk ―auxilary service‖, misalnya dalam bidang kepegawaian,keuangan, ketatalaksanaan, perlengkapan kantor dan lain sebagainya.
  • Tegasnya, wewenang lini (line authority) adalah kekuasaan, hak dan tanggung jawablangsung bagi seseorang atas tercapainya tujuan; ia berwenang mengambil keputusan,kebijaksanaan dan berkuasa serta harus bertanggung jawab langsung tercapainya tujuanperusahaan. Sedangkan wewenang staf (staff authority) adalah kekuasaan dan hak hanyauntuk memberikan data, informasi, pelayanan dan pemikiran untuk membantu kelancarantugas-tugas manajer lini.d. Organisasi dalam bentuk fungsionalOrganisasi fungsional adalah bentuk organisasi di mana kekuasaan pimpinan dilimpahkankepada para pejabat yang memimpin satuan di bawahnya dalam satuan bidang pekerjaantertentu. Setiap kepala dari satuan mempunyai kekuasaan untuk memerintah danmengawasi semua pejabat bawahan sepanjang mengenai bidangnya. Organisasi tidakterlalu menekankan pada struktural akan tetapi lebih banyak berdasarkan pada sifat danmacam fungsi yang harus dijalankan.Pada tipe organisasi fungsional ini masalah pembagian kerja mendapat perhatian yangsungguh-sungguh. Pembagian kerja didasarkan pada ―spesialisasi‖ yang sangat mendalamdan setiap pejabat hanya mengerjakan suatu tugas/pekerjaan sesuai dengan spesialisasinya.F. W. Taylor yang menciptakan organisasi fungsional ini.Adapun ciri-ciri tipe ini adalah sebagai berikut:1) Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan.2) Bawahan akan menerima perintah dari beberapa orang atasan.3) Penempatan pejabat berdasarkan spesialisasinya.4) Koordinasi menyeluruh biasanya hanya diperlukan pada tingkat atas.5) Terdapat dua kelompok wewenang, yaitu wewenang lini dan wewenang fungsi.Ada beberapa kebaikan dari organisasi yang berbentuk fungsional ini antara lain:1) Adanya pembagian tugas antara kerja pikir (mental) dan fisik,2) Dapat dicapai tingkat spesialisasi yang baik.3) Solidaritas antara orang-orang yang menjalankan fungsi yang sama umuinirya tinggi.4) Moral serta disiplin keija yang tinggi.5) Koordinasi antara orang-orang yang ada daiam satu fungsi mudah dijalankan.Sedangkan yang menjadi kelemahan dari organisasi berbentuk fungsional antara lain:1) Insiatif perorangan sering tertekan karena sudah dibatasi pada satu fungsi.
  • 2) Sulit mengadakan pertukaran tugas, karena terlalu menspesialisasikan diri dalam satubidang saja.3) Koordinasi yang sifatnya menyeluruh sulit diadakan karena orang-orang yang bergerakdalam satu bidang mementingkan fungsinya saja.e. Organisasi dalam bentuk panitia (committee)Organisasi panitia/komite adalah suatu organisasi yang masing-masing anggotamempunyai wewenang yang sama dan pimpinannya kolektif. Organisasi Komite (Panitia =Committee Organization) mengutamakan pimpinan, artinya dalam organisasi ini terdapatpimpinan ―kolektif/ presidium/plural executive‖ dan komite ini bersifat manajerial. Komitedapat juga bersifat formal atau informal; komite-komite itu dapat dibentuk sebagai suatubagian dari struktur organisasi formal, dengan tugas-tugas dan wewenang yang dibagi-bagikan secara khusus.Jadi, organisasi dalam bentuk panitia ini adalah organisasi di mana para pelaksanadibentuk dalam kelompok-kelompok yang bersifat panitia. Di sini ada unsur pimpinan danada unsur pelaksana yang disebut dengan ―task force‖ atau ―satgas‖. Adapun ciri-ciri dariorganisasi dalam bentuk panitia ini adalah:1) Strukutur organisasi tidak begitu kompleks. Biasanya terdiri dari ketua, sekretaris,bendahara, ketua-ketua seksi, dan para perugas.2) Struktur organisasi secara relatif tidak permanea. Organisasi ini hahya dipakai sesuaikebutuhan atau kegiatan.3) Tugas pimpinan dilasanakan secara kolektif.4) Semua anggota pimpinan mempunyai hak, wewenang dan tanggung jawab yang sama.5) Para pelaksana dikelompokkan menurut tugas-tugas tertentu dalam bentuk satgas.Para pelaksana dikelompokkan menurut tugas-tugas tertentu dalam bentuk satgas Adabeberapa keuntungan dari orgaai-sasi yang berbentuk panitia ini, antara lain:a. Keputusan dapat diambil dengan baik dan tepatb. Kecil kemungkinan penggunaan kekuasaan secara berlebihan dari pimpinan.c. Usaha kerjasama bawahan mudah digalangAdapun yang menjadi kelemahan dari organisasi dalam bentuk panitia ini adalah:a. Proses pengambilan keputusan agak larnban karena harus dibicarakan terlebih dahuludengan anggota or¬ganisasi.b. Kalau terjadi kemacetan kerja, tidak seorang pun yang mau bertanggung jawab melebihiyang lain.c. Para pelaksana sering bingung, karena perintah datangnya tidak dari satu orang saja
  • d. Kreativitas nampaknya sukar dikembangkan, karena perintah pelaksanaan didasarkanpada kolektivitas.Organisasi panitia biasanya terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, dan beberapa seksi.2. Berdasarkan Proses PembentukannyaJika dilihat dari proses pembentukannya, organisasi terbagi kepada dua bentuk, yaituorganisasi formal dan organisasi informal.a. Organisasi Formal adalah organisasi yang dibentuk secara sadar dan dengan tujuan-tujuan tertentu yang disadari pula yang diatur dengan ketentuan-ketentuan formal, dalamAnggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangganya. Kegiatan-kegiatan/hubungan-hubunganyang terjadi di dalamnya adalah kegiatan (hubungan) jabatan sebagaimana diatur dalamketen-tuan-ketentuan tertulis. Ikatan-ikatan yang terdapat dalam organisasi adalahberdasarkan ikatan-ikatan formal.b. Organisasi Informal adalah organisasi yang terbentuk tanpa disadari sepenuhnya,tujuannya juga tidak jelas, anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya tidak ada danhubungan-hubungan terjalin secara pribadi saja (personal/private relationship bukan formalrelationship).Lebih lanjut Chester I Barnard mengemukakan bahwa organisasi informal adalah sejumlahhubungan yangbersifat pribadi. Dalam organisasi formal sering terdapat organisasiinformal dari para karyawannya; organisasi formal sering terbentuk dari organisasiin¬formal. Sedangkan G.R. Terry berpendapat bahwa ―Organisasi Non-Formal‖[15] yaituorganisasi yang terbentuk di dalam suatu organisasi formal yang anggota-anggotanyaterdiri dari para karyawan perusahaan bersangkutan. Misalnya: organisasi arisan karyawan,koperasi karyawan, organisasi olahraga karyawan, organisasi kesenian karyawan dan lain-lainnya. Organisasi nonformal ini akan membahayakan organisasi formal, jika bidangkegiatannya sama dengan organisasi formalnya. Misalnya: Bank di dalam bank, koperasidi dalam koperasi.Dengan demikian, setiap anggota dari kedua bentuk organisasi ini sejatinya melaksanakanaktivitasnya masing-masing tanpa harus mengganggu pihak lain, tetapi sebaliknya salingmelengkapi.3. Berdasarkan Kaitan Hubungannya dengan PemerintahDalam hubungannya dengan pemerintah, organisasi dibagi kepada dua bentuk, yaitu:a. Organisasi resmi, adalah organisasi yang dibentuk oleh (ada hubungannya) denganpemerintah dan atau harus terdaftar pada Lembaran Negara. Misalnya: Jawatan-jawatan,lembaga-lembaga pemerintahan, yayasan-yayasan, dan perusahaan-perusahaan yangberbadan hukum.b. Organisasi tidak resmi, adalah organisasi yang tidak ada hubungannya denganpemerintah dan atau tidak terdaftar padaLembaran Negara, seperti organisasi-organisasiswasta; mungkin juga suatu organisasi yang dibentuk oleh pemerintah,tetapi organisasi ini
  • merupakan unit-unit yang sifatnya swasta. Misalnya: Klub Bola Voli, Klub Sepak Bola,Group Kesenian, Organisasi pendaki gunung, Kelompok belajar dan lain-lainnya.4. Berdasarkan Skala (Ukuran) Besar-KecilnyaJika dilihat dari skala (ukuran) organisasi tersebut secara kuantitas, maka organisasi dapatdikelompokkan ke dalam tiga bentuk, yaitu:a. Organisasi Besar;b. Organisasi Sedang (Menengah); danc. Organisasi Kecil.Tolok ukur (skala) besar-kecilnya organisasi ini sifatnya relatif, karena ditentukan olehbanyak faktor. Tetapi besar-kecilnya organisasi perlu diketahui, karena akanmempengaruhi pilihan manajemen yang akan diterapkan.5. Berdasarkan TujuannyaBerdasarkan tujuannya, organisasi dapat dilihat dari dua bentuk, yaitu:a. Public Organization (organisasi sosial), adalah organisasi yang (nonprofit) yang tujuanutamanya untuk melayani kepentingan umum, tanpa perhitungan rugi-laba. Tujuannyaadalah memberikan pelayanan dan bukan memperoleh laba (nonprofitmotive). Misalnya: Pemerintah, yayasan-yayasan sosial dan lain-lainnya.b. Business Organization (organisasi perusahaan) adalah organisasi yang didirikan untuktujuan komersial (mendapatkan laba) dan semua tindakannya selalu bermotifkan laba(profit motive). Jika organisasi perusahaan tidak memberikan laba/keuntungan lagi, makatidak rasional untuk melanjutkannya lagi. Dilihat dari bidang usaha organisasi perusahaanini dikenal perusahaan-perusahaan produksi, perdagangan dan pemberi jasa. Namun jikadilihat dari sudut hukum, organisasi dapat dibedakan perusahaan perseorangan (singleproprietorship), dan perusahaan milik bersama (part¬nership). Misalnya: ―Firma, CV, PT,Koperasi dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).‖6. Berdasarkan Organization Chart/Bagan OrganisasinyaApabila dilihat dari bentuk bagan organisasi yang digunakan, maka organisasi dapatdikelompokkan menjadi lima bentuk, yaitu:a. Berbentuk segitiga vertikal (Arrangement Chart);Puncak segitiga (A) merupakan kedudukan Top ManagerKebaikannya:1) Tingkatan manajer dan kedudukan setiap karyawan jelas dan mudah diketahui.2) Garis perintah dan tanggung jawab jelas dan mudah kelihatan.
  • 3) Rentang kendali setiap bagian jelas dan mudah diketahui.4) Posisi kedudukan setiap karyawan (manajerial/operasional) jelas dan mudah diketahui.5) Jenis wewenang yang dimiliki setiap pejabat jelas dan mudah diketahui.6) Pimpinan organisasi (Top Manager), jelas kelihatan.7) Berapa tingkat (golongan) organisasi mudah diketahui.Kelemahannya:1) Pimpinan kolektif (presidium) tidak dapat digambarkan.2) Top Manager kelihatan hanya mempunyai authority ke dalam organisasi saja.3) Bentuk struktur organisasi segitiga ini paling banyak dipergunakan olehorganisasi/perusahaan.b. Berbentuk LingkaranKeterangan:1) Top Manager berada pada titik pusat lingkaran (A).2) Kedudukan yang mempunyai jarak yang sama dari pusat lingkaran punya posisi(golongan) yang sama.3) Semakin dekat kedudukan pada pusat lingkaran maka semakin tinggi kedudukannya dansebaliknya.4) Top Manajer, C = Middle Mana¬ger dan B = Lower Manager, padahal B itu bawahandari C.Kebaikannya:5) Top Manager kelihatan mempunyai wewenang ke setiap penjuru.6) Top Manager, kelihatan sebagai sentral keputusan dan kebijaksanaan.Kelemahannya:1) Untuk mengetahui kedudukan atasan dan bawahan agak sulit dan kurang jelas.2) Pendelegasian wewenang dan pertanggung jawab tidak jelas kelihatan.3) Kedudukan seorang bawahan dapat kelihatan sebagai atasan (B) terhadap C, sebab ialebih dekat pada A.4) Demikian juga misalnya bawahan B, bisa lebih dekat pada A, jadi seperti bawahannyaB.
  • 5) Kedudukan (posisi) staf sulit digambar dalam bentuk struktur ini. Struktur organisasiyang berbentuk lingkaran ini jarang dipergunakan dan kurang populer.c. Berbentuk lingkaran dan atau setengah lingkaran;Struktur organisasi yang berbentuk setengah lingkaran ini, pada prinsipnyasamadenganyangberbentuk lingkaran.Perbedaannya hanya terletak,bahwa bawahan MiddleManager terletak di luar lingkaran pertama. Bentuk ini kurang populer dan jarangdigunakan orang.Keterangan:1) A. Top Manager 1,2,3,4, dan 5 Middle Manager (B), sedangkan (C) Lower Manager.2) Kedudukan yang jaraknya sama dari (A), mempunyai posisi yang sama.3) Semakin dekat kepada (A), maka semakin tinggi kedudukannya dan sebaliknya.Kelemahan bentuk struktur ini pada dasarnya sama dengan bentuk struktur lingkaran,seperti untuk menggambar posisi staf sulit.d. Berbentuk kerucut vertikal/horizontalStruktur organisasi yang berbentuk ―kerucut vertikal ataupun hori¬zontal‖ ini padaprinsipnya sama dengan struktur organisasi yang berbentuk ―segitiga vertikal atauhorizontal‖. Perbedaannya terletak pada struktur yang berbentuk segitiga, menunjukkanbahwa ―pimpinan puncak (Top Manager)-nya tunggal atau seorang‖. Sedang strukturorganisasi yang berbentuk kerucut, menunjukkan bahwa ―pimpinan puncak (TopManager)-nya kolektif (presidium = beberapa orang)‖.Pimpinan kolektif ini sering d ilakukan pada organisasi ―komi te atau perusahaan FIRMA‖,Karena perusahaan Firma, diharuskan bahwa semua kekayaan pribadi anggota ikutdipertaruhkan untuk membayar utang-utang Firma, jika Firma tersebut dilikuidasi. Halinilah yang men-dorong anggota Firma menganut ―pimpinan kolektif‖ pada ―puncakpimpinannya‖ untuk menghindari tindakan-tindakan negatif jika Firma pimpinanpuncaknya tunggal (seorang).Pada organisasi komite tujuannya pimpinan puncak kolektif untuk menghindarikepemimpinan ―otoriter‖ atau diktator jika pimpinan puncaknya seorang.Keterangan:1) A dan B merupakan pimpinan puncak kolektif.2) Tingkatan-tingkatan lain dari departemen seorang/tunggal.3) Posisi yang semakin dekat ke A-B, kedudukan semakin tinggi dan sebaliknya.4) Jarak yang sama dari A dan B punya kedudukan (golongan) yang sama pula.e. Berbentuk bulat telor (Oval).
  • Keterangan:1) Yang duduk pada lingkaran I (A-B-C-D-E) punya posisi sama.2) Yang duduk pada lingkaran II punya posisi yang sama.3) Yang duduk pada lingkaran III, juga posisi yang sama.Struktur organisasi berbentuk ―OVAL atau BULAT TELUR‖ ini sering dipergunakandalam perundingan-perundingan politik. Dalam perundingan politik antara negara yangberselisih, biasanya soal meja tempat berunding digunakan meja yang berbentuk oval. Halini mencerminkan bahwa setiap negara punya kedudukan (posisi) yang sama tinggiderajatnya. Barisan depan (dekat) meja duduk wakil-wakil tertinggi dari negaranya(lingkaran I), lingkaran II, lingkaran III dan seterusnya. Jadi setiap tempat duduk padalingkaran yang sama punya peranan yang sama pula dalam perundingan bersangkutan.Semakin dekat tempat duduknya ke meja perundingan, semakin besar peranannya (posisi)-nya dalam perundingan tersebut. Struktur organisasi bentuk ini kurang populer dan jarangdipakai dalam perusahaan.Bentuk-bentuk organisasi di atas dapat diterapkan dalam organisasi pendidikan Islam, baikdalam satu bentuk saja atau mengkombinasikan antara beberapa bentuk lalu dikembangkansesuai dengan kebutuhan. Jelasnya, bentuk-bentuk di atas menjadi pertimbangan dalammerumuskan jenis organisasi yang akan diterapkan dalam pelaksanaan pendidikan Islamdalam suatu lembaga organisasi.F. Organisasi Lembaga Pendidikan IslamLembaga pendidikan, dalam bahasa Inggris disebut institute (berbentuk fisik), yaitu saranaatau organisasi untuk mencapai tujuan tertentu, dan lembaga dalam pengertian non-fisikatau abstrak disebut institution yaitu suatu sistem norma untuk memenuhi kebutuhan.Lembaga dalam bentuk fisik disebut juga bangunan, sedangkan non-fisik disebut pranata.Secara terminologi, lembaga pendidikan Islam menurut Hasan Langgulung[16] adalahsustu sistem peraturan yang bersifat mujarrad, suatu konsepsi yang terdiri dari kode-kode,norma-norma, idiologi-idiologi dan sebagainya, baik tertulis atau tidak, termasukperlengkapan material dan organisasi simbolik: kelompok manusia yang terdiri dariindividu-individu yang dibentuk dengan sengaja atau tidak, untuk mencapai tujuan tertentudan tempat-tempat kelompok itu melaksanakan peraturan-peraturan tersebut adalah:masjid, sekolah kuttab dan sebagainya.Dengan demikian, untuk menerapkan pendidikan Islam perlu suatu lembaga dan lembagatersebut harus terorganisir sedemikian rupa sehingga tujuan pendidikan Islam dapat dicapaisecara efektif dan efisien. Tegasnya, diperlukan organisasi lembaga pendidikan yangprofesional.Berbicara tentang lembaga pendidikan Islam, dapat dilihat dari segi prosespembentukannya, yaitu formal, nonformal, dan informal. Akan tetapi, lembaga pendidikanIslam dalam bentuk institute biasanya dikelola oleh lembaga Departemen Agama dimanadi dalamnya terdapat lembaga pendidikan formal dan nonformal.
  • 1. Lembaga Pendidikan Islam di Lingkungan Departemen AgamaPendidikan Islam dipetakan ke dalam tiga jenis pendidikan, yaitu pendidikan agama Islampada satuan pendidikan, pendidikan umum berciri Islam, dan pendidikan keagamaan Islam.Pendidikan Islam pada satuan pendidikan dilakukan melalui koordinasi antara DitjenPendidikan Islam Departemen Agama dan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas).Ditjen Pendidikan Islam bertanggung-jawab atas pengembangan kurikulum dan pembinaanguru. Sedangkan Depdiknas atas pelaksanaahnya. pada tingkat satuan pendidikan.Pendidikan umum berciri Islam, pada jalur formal diselenggarakan oleh satuan pendidikanRaudhatul/Busthanul Athfal (RA/BA) pada anak usia dini, Madrasah Ibtidaiyah (Ml) danMadrasah Tsanawiyah (MTs) pada pendidikan dasar. Madrasah Aliyah (MA) dan MAKejuruan pada pendidikan menengah, dan Perguruan Tinggi Islam (PTI) pada jenjangpendidikan tinggi.Pada jalur non-formal, diselenggarakan melalui Program Paket A dan Program Paket Bpada pendidikan dasar serta Program Paket C setara pendidikan menengah. Pendidikankeagamaan Islam diselenggarakan dalam bentuk pendidikan diniyah dan pendidikanpesantren yang melingkupi berbagai satuan pendidikan diniyah dan pondok pesantren padaberbagai jenjang dan jalur pendidikan.Pada jalur formal, pendidikan diniyah mencakup Pendidikan Diniyah Dasar (PDD) danPendidikan Diniyah Menengah Pertama PDMP pada jenjang pendidikan dasar. PendidikanDiniyah Menengah Atas (PDMA) pada jenjang pendidikan menengah, dan PerguruanTinggi Keagamaan Islam (PTKI) pada jenjang pendidikan tinggi. Pada jalur non-formal,pendidikan diniyah diselenggarakan secara berjenjang mulai dari pendidikan anak usia dinipada Taman Kanak-kanak al-Qur‘an (TKQ), jenjang dasar oleh lembaga pendidikanDiniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) dan Diniyah Takmiliyah Wustha (DTW) dan jenjangpendidikan menengah oleh Diniyah Takmiliyah Ulya (DTU), DT Aly untuk jenjangpendidikan tinggi, serta non-jenjang pada lembaga pendidikan al-Qur‘an dan MajlisTaklim.Dengan demikian, organisasi lembaga pendidikan Islam, baik formal maupun non-formalseperti pesantren, pada dasarnya dikelola oleh Departemen Agama. Sementara lembagapendidikan umum, seperti SD, SMP, dan SMA Swasta yang dimiliki oleh organisasi Islamjuga dikategorikan sebagai lembaga pendidikan Islam, namun tetap berada di bawahnaungan Departemen Pendidikan Nasional.Di tingkat daerah, Pesantren sebagai lembaga pendidikan formal biasanya menerapkankurikulum madrasah sehingga tingkatan dalam pesantren juga meliputi madrasahIbtidaiyah, Tsanawiyah, dan Aliyah. Dalam struktur organisasi, pesantren ini berada dibawah departemen agama, tepatnya di bagian Pekapontren. Madrasah juga meliputijenjang madrasah ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah(MA). Ketiga jenjang ini juga berada dalam departemen agama tepatnya di bagianMapenda. Sedangkan sekolah yang diidentikkan dengan lembaga pendidikan Islam adalahlembaga pendidikan yang biasanya dimiliki oleh organisasi Islam, seperti Sekolah DasarIslam (SDI), Sekolah Menengah Pertama Islam (SMPI), dan Sekolah Menengah AtasIslam (SMAI) atau nama-nama lain yang sejenis dengannya, termasuk SD Islam Terpadu.
  • Sekolah/Madrasah, sebagai lembaga pendidikan formal yang di dalamnya terdapat kepalasekolah, guru-guru, pegawai tata usaha, siswa, dan sebagainya memerlukan adanyaorganisasi yang baik agar tujuannya dapat dicapai. Menurut sistem persekolah di negerikita, pada umumnya Kepala Sekolah/Madrasah merupakan jabatan yang tertinggi disekolah itu sehingga dengan demikian kepala sekolah memegang peranan dan pimpinansegala sesuatunya yang berhubungan dengan tugas sekolah/medrasah ke dalam maupun keluar. Maka dari itu dalam struktur organisasi lembaga ini pun kepala sekolah biasanyaselalui ditempatkan yang paling atas.Faktor lain yang menyebabkan perlunya organisasi sekolah/madrasah yang baik ialahkarena tugas guru-guru tidak hanya mengajar saja, juga pegawai-pegawai tata usaha,pesuruh sekolah, dan sebagainya semuanya harus bertanggung jawab dan diikutsertakandalam menjalankan roda organisasi itu secara keseluruhan. Dengan demikian, agar tidakoverlapping dalam memegang/menjalankan tugasnya masing-masing, diperlukanorganisasi sekolah/madrasah yang baik dan teratur.Sebagai organisasi, sekolah atau madrasah tersebut tentu memiliki visi dan misi tertentudengan mengacu kepada nilai-nilai ajaran Islam. Kemudian di dalamnya terdapat strukturorganisasi yang dipimpin oleh seorang kepala sekolah/madrasah dan dibantu oleh beberapaorang wakil, seperti wakil bidang kurikulum, wakil bidang sarana prasarana, dan wakilbidang kesiswaan. Para guru juga diorganisir sesuai dengan kebutuhan, seperti wali kelas,koordinator masing-masing mata pelajaran, pembina OSIS, dan sebagainya.Adapun sistem penanggung jawab lembaga tersebut awalnya bersifat sentralistik. Namundewasa ini, seiring dengan otonomi daerah, sistem sentralistik secara berlahan mulaiberubah ke arah desentralistik, meskipun belum sepenuhnya, khususnya di lingkunganDepartemen Agama. Sedangkan sekolah umum yang dimiliki oleh organisasi Islamcenderung lebih desentralisasi karena mereka berada di bawah departemen pendidikannasional.Mengenai pengelolaan madrasah/pesantren di lingkungan Departemen Agama yang masihbersifat sentralistik memiliki kelebihan dan kekurangan. Lembaga pendidikan formal dibawah Departemen Agama seperti Madrasah cenderung hanya memperoleh anggaranbiaya dari Departemen Agama pusat dan terkesan kurang perhatian dari pemerintah daerah.Padahal madrasah juga berperan dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat lokal ditingkat daerah tersebut. Meskipun demikian, ada juga pemerintah daerah yangmenganggarkan biaya untuk madrasah tersebut, sesuai dengan kebijakan masing-masingpemerintah daerah. Kebijakan ini tentu terkait dengan besarnya APBD yang dimilikinya.Di sisi lain, pembiayaan madrasah—khususnya yang berstatus negeri—yang dianggarkandari DIPA Departemen Agama justru memperoleh anggaran yang lebih besar jikadibandingkan dengan sekolah di lingkungan dinas pendidikan, sebab jumlah lembagapendidikan Islam, seperti madrasah jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan lembagapendidikan umum yang ada. Terutama di daerah yang memiliki APBD relatif kecil,jangankan menganggarkan biaya yang cukup untuk madrasah yang masih bersifatsentralistik ke departemen Agama, untuk menganggarkan dana pengelolaan sekolah umumyang berada di bawah lingkungan dinas pendidikan kota/kabupaten saja akan mengalamikesulitan mengingat jumlah sekolah umum yang lebih besar dari pada jumlah madrasah.
  • Namun, yang menjadi persoalan berikutnya adalah madrasah yang memperoleh danacukup dari departemen agama tersebut justru lebih terfokus kepada madrasah negeri,sementara madrasah swasta kurang mendapat perhatian. Padahal, jumlah madrasah swastajauh lebih banyak dari pada madrasah negeri. Akhirnya, madrasah swasta yangmemperoleh ―penghidupan‖ dari masyarakat setempat cenderung mengalami kesulitandalam merancang dan melaksanakan program pendidikan yang berkualitas.No Jenis lembaga Negri (%) Swasta (%) Jumlah Persentase sebaran1 Madrasah Ibtidaiyah (MI) 1.567 19.621 21.188 36%7,4 % 92.6%2 Madrasah Tsanawiyah 1.259 11.624 58.288 22% (MTs)(9,8%) (90,2%)4 Madrasah Aliyah (MA) 644 4.754 5.398 9%(11,9%) (88,1%)Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa MI yang negeri hanya 7.4 % dari 21.188 MI yangada, MTs berstatus negeri sebanyak 9,8% dari 58.288 dan MA berstatus negeri hanya11,9% dari 5.398 dari total MA yang ada. Data ini diperoleh pada T.P. 2007/2008. Dengandemikian, persentase madrasah swasta jauh lebih besar jumlahnya dari pada madrasahnegeri.[17]Besarnya jumlah madrasah swasta ini memang berkaitan dengan sejarah pendidikan diIndonesia, khususnya pendidikan Islam; di mana peran serta masyarakat dalampengembangan madrasah dan pesantren sangat besar. Anggota masyarakat karena motivasiagama, banyak yang menyediakan tanah wakaf atau dana pembangunan madrasah danpesantren, sehingga jumlah madrasah swasta demikian banyak seperti terlihat pada data diatas. Prakarsa dan peran serta masyarakat yang demikian besar dalam bidang pendidikantersebut, khususnya madrasah dan pesantren, memang patut dihargai dan perlu terusdibantu pengembangannya.Namun, dan yang dapat dikumpulkan oleh masyarakat muslim dalam pengembanganpendidikan modern dewasa ini sangat terbatas, sementara biaya pendidikan semakin mahal,sehingga tuntutan untuk terus-menerus menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu danteknologi menyebabkan madrasah terus-menerus ketinggalan dengan dunia pendidikanyang lain. Pada umumnya, madrasah swasta berada dalam keadaan serba kekurangankarena menampung siswa-siswa dari keluarga dengan tingkat sosial ekonomi yang rendah.Akibatnya, biaya untuk menunjang kegiatan proses belajar-mengajar kurikulum yangtinggi tingkat relevansinya dengan jenis-jenis pekerjaan yang berkembang di dunia bisnisdan di masyarakat dewasa ini yang mengarah ke masyarakat industri, masih sangatterbatas.Di sisi lain, karena kemampuan dalam penyelenggaraan pendidikan masih terbatas,Pemerintah masih mengutamakan strategi pengembangannya pada sekolah-sekolah negeri,khususnya dalam penyediaan tenaga guru dan pembagian alokasi dana pembiayaanpendidikan lainnya. Padahal, berbeda dengan Diknas, proses penegerian madrasah diDepartemen Agama berjalan sangat lambat, sehingga jumlah madrasah negeri masih
  • sangat kecil. Kelambatan itu disebabkan karena Departemen Agama dianggap bukansebagai unit yang memeriukan perhatian dan prioritas untuk memperoleh dukungan danadan dukungan kelembagaan seperti Diknas. Masalah kecilnya jumlah madrasah-madrasahnegeri tersebut menjadi salah satu kendala dalam menyusun langkah-langkah pembinaanmadrasah.Lebih besarnya perhatian pemerintah terhadap madrasah negeri dari pada swasta jugadapat dilihat dari persentase madrasah penerima bantuan dari Program Bantuan DirektoratPendidikan pada Madrasah tahun 2007,[18] sebagaimana yang terlihat dalam tabel berikutini:No Jenis Lembaga Jumlah LembagaNegeri (%) Swasta (%)1 Madrasah Ibtidaiyah (MI) 1.567 19.621(11,5 %) (4.3 %)2 Madrasah Tsanawiyah (MTs) 1.259 11.624(10,6 %) (7.3 %)3 Madrasah Aliyah (MA) 644 4.754(15,5 %) (10,5 %)Jika diperhatikan pada tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa secara kuantitas, jumlahmadrasah negeri memang lebih besar dari pada madrasah negeri. Namun, jika dilihat daripersentase jumlah madrasah secara keseluruhan, maka madrasah swasta jauh lebih kecildari pada yang negeri. Itu artinya, masih banyak madrasah negeri yang tidak memperolehbantuan, akan tetapi jauh lebih banyak madrasah swasta yang tidak memperoleh bantuantersebut. Oleh karena itu, madrasah swasta sulit mengembangkannya sebagai lembagapendidikan yang bermutu dengan sistem pengelolaan seperti ini, apalagi jika kurangmendapat dukungan dari masyarakat dan pemerintah daerah setempat.Demikian pula dengan lembaga pendidikan pesantren dan diniyah yang nota benenyatumbuh dari masyarakat, juga semakin berkembang dan butuh perhatian dari pemerintahdan masyarakat sendiri. Berdasarkan tipe pondok pesantren, dapat dilihat dalam tabelberikut ini:No Tipe Pondok Pesantren Jumlah Persentase1. Salafiyah 8.001 37,2 %2 Ashriyah 3.881 18,0 %3 Kombinasi 9.639 44,8 %Jumlah 21.521 100%Tabel: Jumlah Pondok Pesantren berdasarkan tipenya pada T.P. 2007/2008Sementara jumlah madrasah diniyah pada tahun pelajaran 2007/2008 terdapat sebanyak37.102. Jika dilihat dari lokasinya, terdapat 8.485 (22,9%) merupakan madrasah diniyahyang berada di dalam Pondok Pesantren, dan 28.617 (77,1%) merupakan madrasah diniyahyang berada di luar Pondok Pesantren.Menyikapi persoalan di atas, seharusnya pemerintah daerah mengambil kebijakan yangproporsional (adil) terhadap pembangunan dan pengembangan lembaga pendidikan Islam,seperti madrasah dan pesantren. Sebab, madrasah dan pesantren juga berperan besar dalammencerdaskan masyarakat di tingkat daerah tersebut. Meskipun madrasah dikelola secara
  • sentralistik, akan tetapi pemerintah daerah perlu menganalisis perbandingan antaraanggaran yang diperoleh madrasah dengan anggaran yang diperoleh sekolah umum. JikaAPBD di tingkat daerah memang relatif kecil, maka diharapkan pemerintah dapatmemotivasi masyarakat untuk berperan aktif dalam membangun lembaga pendidikan didaerah tersebut, baik umum maupun lembaga pendidikan Islam. Oleh karena itu,dibutuhkan koordinasi yang baik lagi harmonis antara departemen agama dengan dinaspendidikan dari pusat hingga di tingkat daerah kota/kabupaten, termasuk denganpemerintah daerah. Dengan begitu diharapkan pengelolaan organisasi lembaga pendidikanIslam dilakukan secara profesional sehingga bermutu dan mampu bersaing di tingkatglobal.2. Lembaga Pendidikan Masyarakat (Nonformal)Selain dari bentuk lembaga pendidikan di atas, masyarakat juga melahirkan beberapalembaga pendidikan nonformal sebagai bentuk tanggung jawab masyarakat terhadappendidikan Islam. Masyarakat merupakan kumpulan individu dan kelompok yang terikatoleh kesatuan bangsa, negara, kebudayaan, dan agama. Setiap masyarakat, memiliki cita-cita yang diwujudkan melalui peraturan-peraturan dan sistem kekuasaan tertentu. Islamtidak membebaskan manusia dari tanggungjawabnya sebagai anggota masyarakat, diamerupakan bagian yang integral sehingga harus tunduk pada norma-norma yang berlakudalam masyarakatnya. Begitu juga dengan tanggungjawabnya dalam melaksanakan tugas-tugas pendidikan.Adanya tanggung jawab masyarakat terhadap pendidikan, maka masyarakat akanmenyelanggarakan kegiatan pendidikan yang dikategorikan sebagai lembaga pendidikannonformal. Sebagai lembaga pendidikan non formal, masyarakat menjadi bagian pentingdalam proses pendidikan, tetapi tidak mengikuti peraturan-peraturan yang tetap dan ketat.Meskipun demikian, lembaga-lembaga tersebut juga memerlukan pengelolaan yangprofesional dalam suatu organisasi dengan manajemen yang baik.Menurut An-Nahlawi, tanggung jawab masyarakat terhadap pendidikan tersebuthendaknya melakukan beberapa hal,[19] yaitu: pertama, menyadari bahwa Allahmenjadikan masyarakat sebagai penyuruh kebaikan dan pelarang kemungkaran (Qs. AliImran/3: 104); kedua, dalam masyarakat Islam seluruh anak-anak dianggap anak sendiriatau anak saudaranya sehingga di antara saling perhatian dalam mendidik anak-anak yangada di lingkungan mereka sebagaimana mereka mendidik anak sendiri; ketiga, jika adaorang yang berbuat jahat, maka masyarakat turut menghadapinya dengan menegakkanhukum yang berlaku, termasuk adanya ancaman, hukuman, dan kekerasan lain dengan carayang terdidik; keempat, masyarakat pun dapat melakukan pembinaan melaluipengisolasian, pemboikoitan, atau pemutusan hubungan kemasyarakatan sebagaimanayang pernah dicontohkan oleh Nabi; dan kelima, pendidikan kemasyarakatan dapatdilakukan melalui kerja sama yang utuh karena masyarakat muslim adalah masyarakatyang padu.Berpijak dari tanggung jawab tersebut, maka lahirlah berbagai bentuk pendidikankemasyarakatan, seperti masjid, surau, TPA, wirid remaja, kursus-kursus keislaman,pembinaan rohani, dan sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat telahmemberikan kontribusi dalam pendidikan yang ada di sekitarnya. Berpijak dari tanggungjawab masyarakat di atas, lahirlah lembaga pendidikan Islam yang dapat dikelompokkandalam jenis ini adalah:
  • a. Masjid, Mushalla, Langgar, Surau atau Rangkang.b. Madrasah Diniyah yang tidak mengikuti ketetapan resmi.c. Majlis Ta‘lim, Taman Pendidikan al-Qur‘an, Taman Pendidikan Seni Al-Qur‘an, WiridRemaja/Dewasa.d. Kursus-kursus Keislaman.e. Badan Pembinaan Rohani.f. Badan-badan Konsultasi Keagamaan. dan lain-lain.Lembaga-lembaga pendidikan yang lahir dari masyarakat ini sangat berperan dalammendidik umat, sejak kanak-kanak hingga dewasa, bahkan lansia. Oleh karena itu,lembaga pendidikan ini harus terorganisir dengan baik sehingga tujuan dari masing-masinglembaga tersebut dapat tercapai dengan baik pula.3. Lembaga Pendidikan Keluarga (informal)Perlu pula dijelaskan bahwa dalam literatur pendidikan Islam, keluarga juga dipandangsebagai lembaga pendidikan dalam bentuk informal. Dalam Islam, keluarga dikenal denganistilah usrah dan nasb. Karenanya, keluarga juga dapat diperoleh melalui persusuan danpemerdekaan. Pentingnya keluarga sebagai lembaga pendidikan Islam diisyaratkan dalamal-Qur‘an:Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. (Qs. al-Tahrim/66: 6)Pada dasarnya, kegiatan pendidikan dalam lembaga ini tanpa ada suatu organisasi yangketat, tanpa ada program waktu dan evaluasi. Namun, Islam memberikan tuntunan kepadaorang tua untuk membina keluarga dan mendidik anak-anaknya. Oleh karena itu, keluargajuga merupakan organisasi yang dipimpin oleh seorang ayah untuk membina keluarga danmendidik anak-anaknya sehingga diridhai oleh Allah SWT dengan terlebih dahulupasangan suami-istri berupaya mewujudkan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah.Sebagaimana firman-Nya:Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri darijenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benarterdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (Qs. ar-Rum/30: 21)Dengan demikian, sebagai organisasi, keluarga memiliki tujuan tertentu. Secara umumtujuan tersebut adalah memelihara keluarganya dari api neraka dan mewujudkan keluargasakinah, mawaddah wa rahmah, sebagaimana yang telah disinggung di atas. Kemudian,keluarga juga mengorganisir anggota keluarganya untuk melaksanakan tugas sesuaidengan kapasitasnya masing-masing dan mereka bertanggung jawab terhadap tugastersebut. Dalam konteks suami istri, Rasulullah SAW menegaskan:
  • Kalian semua adalah pemimpin, dan akan diminta pertanggungjawaban tentangkepemimpinannya. Imam adalah pemimpin kelak dia akan dimintapertanggungjawabannya tentang kepemimpinannya. Seorang lelaki pemimpin istrinya,kelak dia akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya. Seorangperempuan (istri) pemimpin dalam rumah suaminya, kelak dia akan dimintapertanggungjawaban tentang kepemimpinannya… (muttafaq ‗alaih).Sementara anak harus dididik sesuai dengan petunjuk Islam sehingga mereka potensi yangdimilikinya berkembang secara optimal dan mengantarkannya sebagai anak yang shaleh.Lagi-lagi dalam hal ini diperlukan manajemen yang baik dari kedua orang tuanya dankeluarga sebagai organisasi atau wadah untuk melaksanakan tujuan tersebut.G. PenutupDari beberapa penjelasan di atas, dapat ditarik beberapa kesimpulan, di antaranya sebagaiberikut:1. Organisasi dalam artian statis merupakan wadah berkumpulnya beberapa orang yangsaling bekerja sama dan berinteraksi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Sedangkan secara dinamis, organisasi merupakan proses mewujudkan tujuan denganadanya kerja sama, tugas-tugas tertentu yang jelas dengan tanggung jawab yang kuat untukmewujudkan tujuan yang telah disepakati bersama. Sementara organisasi pendidikan Islamdapat dipahami sebagai wadah berkumpulnya beberapa orang yang saling bekerja samadan beriteraksi dalam menerapkan dan mewujudkan tujuan pendidikan Islam dengan tetapberlandaskan kepada nilai-nilai ajaran Islam itu sendiri.2. Pada dasarnya organisasi merupakan sesuatu yang alamiah bagi manusia, sebab iaditakdirkan sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan antara satu sama lain. Hanyasaja secara teoritis, organisasi lebih berkembang dan muncul sejak abad ke 19 hingga saatini dengan berbagai teori yang muncul, mulai dari klasik, ilmiah, hingga kepadaperkembangannya di masa modern.3. Prinsip-prinsip organisasi pendidikan Islam tersirat dalam al-Qur‘an, seperti tujuannyaharus mencari dan menemukan keridhaan Allah, proses yang dilakukan dengan cara yangbaik, kerja sama dalam konteks kebaikan/ketakwaan bukan kemaksiatan, komunikasidilakukan dengan cara yang baik/santun, adanya tanggung jawab masing-masing anggotaorganisasi, dan pengambilan keputusan sebaiknya dilakukan dengan cara musyawarah dantawakal. Semua itu relevan dengan temuan-temuan pakar organisasi modern.4. Bentuk-bentuk organisasi, jika dilihat dari strukturnya ada beberapa bentuk, seperti tipeline, staf, line and staf, fungsional, dan panitia (committee). Semua itu dapat digunakanberdasarkan kebutuhan organisasi tersebut.5. Secara garis besar lembaga pendidikan Islam dapat dikelompokkan kepada tiga bagian,yaitu formal (sekolah/madrasah/pesantren), informal (keluarga), dan nonformal(masyarakat). Namun dari segi pengelolaannya, lembaga pendidikan Islam itu bisadikategorikan dalam bentuk lembaga pendidikan Islam di lingkungan Departemen Agama
  • yang terdiri dari formal (seperti MI, MTs, dan MA) dan nonformal (seperti TQ, pengajianKitab, Paket C, dll). Semua bentuk lembaga ini merupakan suatu organisasi yang harusdijalankan dengan profesional sehingga tujuan pendidikan Islam dapat dicapai secaraefektif dan efisien.
  • Perkembangan Manajemen Lembaga PendidikanPrasekolah Manajemen lembaga pendidikan prasekolah merupakan wadah untukmempersiapkan anak untuk memasuki dunia sekolah. Dimana yang bertanggung jawabdalam mengelolanya adalah pihak lembaga. Sebelum menapaki lembaga pendidikan sekolah. Seorang anak sebelumnyamenampaki pendidikan prasekolah. Dimana yang termasuk dalam pendidik pra sekolah iniadalah orang tua di rumah. Adapun lembaga pendidikan islam prasekolah ini berbentukpaud, playgroup dan TK. yang diurus dalam sebuah lembaga, dan setiap instalansidipimpin oleh seorang kepala sekolah. Untuk menciptakan sebuah lembaga pendidikan yang bermutu sebagaimana yangdiharapkan banyak orang atau masyarakat bukan hanya menjadi tanggungjawab sekolah,tetapi merupakan tanggungjawab dari semua pihak termasuk didalamnya orang tua dandunia usaha sebagai customer internal dan eksternal dari sebuah lembaga pendidikan. Peran orang tua dalam pembentukan motivasi dan penguasaan diri anak sejak dinimerupakan modal besar bagi kesuksesan anak di sekolah. Peran orang tua terdiri dari:orang tua dapat mendukung perkembangan intelektual anak dan kesuksesan akademik anakdengan memberi mereka kesempatan dan akses ke sumber-sumber pendidikan sepertijenis sekolah yang dimasuki anak atau akses ke perpustakaan, multi media seperti internetdan televisi pendidikan. Orang tua dapat membentuk perkembangan kognitif anak dan pencapaianakademik secara langsung dengan cara terlibat langsung dalam aktivitas pendidikanmereka. Orang tua juga mengajarkan anak norma dalam berhubungan dengan orangdewasa dan teman sebaya yang relevan dengan suasana kelas.
  • Sekolah Sekolah merupakan penyelengaraan pendidikan formal di Indonesia, di dalamnyaberlangsung proses pendidikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkansuasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara efektif mengembangkanpotensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,masyarakat dan Negara. Satuan pendidikan yang disebut sekolah merupakan bagianpendidikan yang berjenjang dan berkesinambungan. Manajemen lembaga pendidikan islam di tingkat sekolah adalah madrasah danpesantren. Pada saat sekaran system pendidikan islam tengah tampil kepermukaan. Darisystem pesantren ke system madrasah dan dari madrasah ke sekolah-sekolah islam.Termasuk system pendidikan agama di sekolah-sekolah umum. Hal ini membuktikanbahwa system sekolah tidak vacum dan sesuai dengan tuntutan zaman.Peguruan Tinggi Peguruan tinggi dalam pendidikan formal termasuk jenjag pendidikan yang dangattinggi. Dimana dalam manajemennya. Lembaga pendidikan yang berbentu PTAI ini,sedikit lebih berkembang dibandingkan lembaga pendidikan sekoah Dimana dalammanajemnya penidikan terhadap seseorang tersebut badalah dirinya sendiri. Beda halnyadengan sekolah dan pra sekolah. Manajemen di peguruan tinggi lebih memfokuskan dirinya dalam eksistensinyasebagai salah universitas Islam. Ada 6 tantangan yang muncul pad tahun1990an danmenjanjikan kelanjutan abad baru: 1. Perubahan pola dan keragaman 2. Manajemen Melengkapi tekhnologi 3. Focus padapembelajaran dan peningkatan 4. Peningkatan produktifitas ekonoomi 5. Bentuk dan model bagi kelanjutan pendidikan 6. Globalisasi
  • Sistem manajemen yang kurang kondisif dalam peguruan tinggi menyebababkanlambatnya antisipasi terhadap perubahan yang terjadi diluar peguruan tinggi, hal ini terkaitpada birokrasi dan hambatan dana. Para meneger di peguruan tinggi seharusnya lebihtanggap dalam menyikapi perubahan yang terjadi, sehingga lebih bias mengantisipasi danmelakukan pembaharuan menejerial pada tahap yang lebih kualitatif.
  • MANAJEMEN LEMBAGA PENDIDIKANA. P E N D A H U L U A NKesulitan Dan tantangan dalam kehidupan manusia baik yang diakibatkan oleh lingkunganmaupun alam yang kurang bersahabat, sering memaksa manusia untuk mencari cara yangmemungkinkan mereka untuk keluar dari kesulitan yang dialaminya. Masih banyaknyawarga yang tidak melanjutkan pendidikan ke taraf yang memungkinkan merekamenggeluti profesi tertentu, menuntut upaya-upaya untuk membantu mereka dalammewujudkan potensi yang dimilikinya agar dapat bermanfaat bagi pembangunan bangsa.Sejauh ini, anggran yang berkaitan dengan pendidikan mereka masih terbatas, sehinggaberbagai upaya untuk dapat terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam membangunpendidikan terus dilakukan oleh pemerintah. Hal ini dimaksudkan agar makin tumbuhkesadaran akan pentingnya pendidikan dan mendorong masyarakat untuk terusberpartisipasi aktif di dalamnya.Bertitik tolak dari permasalahan yang dihadapi, pendidikan luar sekolah berusaha mencarijawaban dengan menelusuri pola-pola pendidikan yang ada, seperti pesantren, danpendidikan keagamaan lainnya yang keberadaannya sudah jauh sebelum Indonesiamerdeka, bertahan hidup sampai sekarang dan dicintai, dihargai dan diminati serta berakardalam masyarakat. Kelanggengan lembaga-lembaga tersebut karena tumbuh danberkembang, dibiayai dan dikelola oleh dan untuk kepentingan masyarakat. Di sisi lain,masyarakat merasakan adanya kebermaknaan dari program-program belajar yang disajikanbagi kehidupannya, karena pendidikan yang diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan dankondisi nyata masyarakat.Dalam hubungan ini pendidikan termasuk pendidikan nonformal yang berbasiskepentingan masyarakat lainnya, perlu mencermati hal tersebut, agar keberadaannya dapatditerima dan dikembangkan sejalan dengan tuntutan masyarakat berkaitan dengankepentingan hidup mereka dalam mengisi upaya pembangunan di masyarakatnya. Iniberarti bahwa pendidikan nonformal perlu menjadikan masyarakat sebagai sumber ataurujukan dalam penyelenggaaraan program pendidikannya.Hasil kajian Tim reformasi pendidikan dalam konteks Otonomi daerah (Fasli Jalal, DediSupriadi. 2001) dapat disimpulkan bahwa apabila pendidikan luar sekolah (pendidikannonformal) ingin melayani, dicintai, dan dicari masyarakat, maka mereka harus beranimeniru apa yang baik dari apa yang tumbuh di masyarakat dan kemudian diperkayadengan sentuhan-sentuhan yang sistematis dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yangsesuai dengan lingkungan masyarakatnya. Strategi itulah yang perlu terus dikembangkandan dilaksanakan oleh pendidikan luar sekolah dalam membantu menyediakan pendidikanbagi masyarakat yang karena berbagai hal tidak terlayani oleh jalur formal/sekolah.Bagi masyarakat yang tidak mampu, apa yang mereka pikirkan adalah bagaimana hiduphari ini, karena itu mereka belajar untuk kehidupan; mereka tidak mau belajar hanya untukbelajar, untuk itu masyarakat perlu didorong untuk mengembangkannya melaluiPendidikan nonformal berbasis masyarakat, yakni pendidikan nonformal dari, oleh danuntuk kepentingan masyarakatB. PENDIDIKAN NONFORMAL BERBASIS MASYARAKATPendidikan berbasis masyarakat (communihy-based education) merupakan mekanismeyang memberikan peluang bagi setiap orang untuk memperkaya ilmu pengetahuan danteknologi melalui pembelajaran seumur hidup. Kemunculan paradigma pendidikanberbasis masyarakat dipicu oleh arus besar modernisasi yang menghendaki terciptanyademokratisasi dalam segala dimensi kehidupan manusia, termasuk di bidang pendidikan.Mau tak mau pendidikan harus dikelola secara desentralisasi dengan memberikan tempatseluas-luasnya bagi partisipasi masyarakat.~
  • Sebagai implikasinya, pendidikan menjadi usaha kolaboratif yang melibatkan partisipasimasyarakat di dalamnva. Partisipasi pada konteks ini berupa kerja sama antara wargadengan pemerintah dalam merencanakan, melaksanakan, menjaga dan mengembangkanaktivitas pendidikaan. Sebagai sebuah kerja sama, maka masvarakat diasumsi mempunyaiaspirasi yang harus diakomodasi dalam perencanaan dan pelaksanaan suatu programpendidikan.1. Konsep Pendidikan Berbasis MasyarakatPendidikan berbasis masyarakat merupakan perwujudan demokratisasi pendidikan melaluiperluasan pelayanan pendidikan untuk kepentingan masyarakat. Pendidikan berbasismasyarakat menjadi sebuah gerakan penyadaran masyarakat untuk terus belajar sepanjanghayat dalam mengsi tantangan kehidupan yang berubah-ubah.Secara konseptual, pendidikan berbasis masyarakat adalah model penyelenggaraanpendidikan yang bertumpu pada prinsip ―dari masyarakat, oleh masyarakat dan untukmasyarakat‖. Pendidikan dari masyarakat artinya pendidik memberikan jawaban ataskebutuhan masyarakat. pendidikan oleh masyarakat artinya masyarakat ditempatkansebagai subyek/pelaku pendidikan, bukan objek pendidikan. Pada konteks ini, masyarakatdituntut peran dan partisipasi aktifnya dalam setiap program pendidikan. Adapunpengertian pendidikan untuk masyarakat artinya masyarakat diikutsertakan dalam semuaprogram yang dirancang untuk menjawab kebutullan mereka. Secara singkat dikatakan,masyarakat perlu diberdayakan, diberi Peluang dan kebebasan untuk merddesain,merencanakan, membiayai, mengelola dan menilai sendiri apa yang diperlukan secaraspesifik di dalam, untuk dan oleh masyarakat sendiri.Di dalam Undang-undang no 20/2003 pasal 1 ayat 16, arti dari pendidikan berbasismasyarakat adalah penyelenggaraan pendidikan berdasarkan kekhasan agama, sosial,budaya, aspirasi, dan potensi masyarakat sebagai perwujudan pendidikan dari, oleh, danuntuk masyarakat. Dengan demikian nampak bahwa pendidikan berbasis masyarakat padadasarnya merupakan suatu pendidikan yang memberikan kemandirian dan kebebasan padamasyarakat untuk menentukan bidang pendidikan yang sesuai dengan keinginanmasyarakat itu sendiri.Sementara itu dilingkungan akademik para akhli juga memberikan batasan pendidikanberbasis masyarakat. Menurut Michael W. Galbraith, community-based education could bedefined as an educational process by which individuals (in this case adults) become morecorrtpetent in their skills, attitudes, and concepts in an effort to live in and gain morecontrol over local aspects of their communities through democratic participation. Artinya,pendidikan berbasis masvarakat dapat diartikan sebagai proses pendidikan di manaindividu-individu atau orang dewasa menjadi lebih berkompeten dalam ketrampilan, sikap,dan konsep mereka dalam upaya untuk hidup dan mengontrol aspek-aspek lokal darimasyarakatnya melalui partisipasi demokratis. Pendapat lebih luas tentang pendidikanberbasis masyarakat dikemukakan oleh Mark K. Smith sebagai berikut:… as a process designed to enrich the lives of individuals and groups by engaging withpeople living within a geographical area, or sharing a common interest, to developvoluntar-ily a range of learning, action, and reflection opportunities, determined by theirpersonal, social, econornic and political need.‖Artinya adalah bahwa pendidikan berbasis masyarakat adalah sebuah proses yang didesainuntuk memperkaya kehidupan individual dan kelompok dengan mengikutsertakan orang-orang dalam wilayah geografi, atau berbagi mengenai kepentingan umum, untukmengembangkan dengan sukarela tempat pembelajaran, tindakan, dan kesempatan refleksiyang ditentukan oleh pribadi, sosial, ekonomi, dan kebutuhan politik mereka.Dengan demikian, pendekatan pendidikan berbasis masyarakat adalah salah satupendekatan yang menganggap masyarakat sebagai agen sekaligus tujuan, melihat
  • pendidikan sebagai proses dan menganggap masyarakat sebagai fasilitator yang dapatmenyebabkan perubahan menjadi lebih balk. Dari sini dapat ditarik pemahaman bahwapendidikan dianggap berbasis masyarakat jika tanggung jawab perencanaan hinggapelaksanaan berada di tangan masyarakat. Pendidikan berbasis masyarakat bekerja atasasumsi bahwa setiap masyarakat secara fitrah telah dibekali potensi untuk mengatasimasalahnya sendiri. Baik masyarakat kota ataupun desa, mereka telah memiliki potensiuntuk mengatasi masalah mereka sendiri berdasarkan sumber daya vang mereka milikiserta dengan memobilisasi aksi bersama untuk memecahkan masalah yang mereka hadapi.Dalam UU sisdiknas no 20/2003 pasal 55 tentang Pendidikan Berbasis Masyarakatdisebutkan sebagai berikut :1. Masyarakat berhak menyelenggarakan pendidikan berbasis masyarakat pada pendidikanformal dan nonformal sesuai dengan kekhasan agama, lingkungan sosial, dan budaya untukkepentingan masyarakat.2. Penyelenggara pendidikan berbasis masyarakat mengembangkan dan melaksanakankurikulum dan evaluasi pendidikan, serta manajemen dan pendanannya sesuai denganstandar nasional pendidikan.3. Dana penyelenggaraan pendidikan berbasis masyarakat dapat bersumber-daripenyelenggara, masyarakat, Pemerintah, pemerintah daerah dan/atau sumber lain yangtidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan-yang berlaku.4. Lembaga pendidikan berbasis masyarakat dapat memperoleh bantuan teknis, subsididana, dan sumber daya lain secara adil dan merata dari Pemerintah dan/atau pemerintahdaerah.5. Ketentuan mengenai peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat(2), ayat (3), dan ayat (4) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.Dari kutipan di atas nampak bahwa pendidikan berbasis masyarakat dapat diselenggarakandalam jalur formal maupun nonformal, serta dasar dari pendidikan berbasis masyarakatadalah kebutuhan dan kondisi masyarakat, serta masyarakat diberi kewenangan yang luasuntuk mengelolanya. Oleh karena itu dalam menyelenggarakannya perlu memperhatikantujuan yang sesuai dengan kepentingan masyarakat setempat.Untuk itu Tujuan dari pendidikan nonformal berbasis masyarakat dapat mengarah padaisu-isu masyarakat yang khusus seperti pelatihan karir, perhatian terhadap lingkungan,budaya dan sejarah etnis, kebijakan pemerintah, pendidikan politik dan kewarganegaraan,pendidikan keagamaan, pendidikan bertani, penanganan masalah kesehatan serti korbannarkotika, HIV/Aids dan sejenisnya. Sementara itu lembaga yang memberikan pendidikankemasyarakat bisa dari kalangan bisnis dan industri, lembaga-lembaga berbasismasyarakat, perhimpunan petani, organisi kesehatan, organisasi pelayanan kemanusiaan,organisi buruh, perpustakaan, museum, organisasi persaudaraan sosial, lembaga-lembagakeagamaan dan lain-lain .2. Pendidikan Nonformal Berbasis MasyarakatModel pendidikan berbasis masyarakat untuk konteks Indonesia kini semakin diakuikeberadaannya pasca pemberlakuan UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem PendidikanNasional. Keberadaan lembaga ini diatur pada 26 ayat 1 s/d 7. jalur yang digunakan bisaformal dan atau nonformal.Dalam hubungan ini, pendidikan nonformal berbasis masyarakat adalah pendidikannonformal yang diselenggarakan oleh warga masyarakat yang memerlukan layananpendidikan dan berfungsi sebagai pengganti, penambah dan/pelengkap pendidikan formaldalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. Pendidikan nonformal berfungsimengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pengetahuan dan keterampilanfungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian fungsional. Pendidikan nonformalmeliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan,
  • pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilandan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan serta pendidikan lain yang ditujukan untukmengembangkan kemampuan peserta didik. Satuan pendidikan nonformal terdiri ataslembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan masyarakat, majelistaklirn serta satuan pendidikan yang sejenis.Dengan demikian, nampak bahwa pendidikan nonformal pada dasarnya lebih cenderungmengarah pada pendidikan berbasis masyarakat yang merupakan sebuah proses danprogram, yang secara esensial, berkembangnya pendidikan nonformal berbasis masyarakatakan sejalan dengan munculnya kesadaran tentang bagaimana hubungan-hubungan sosialbisa membantu pengembangan interaksi sosial yang membangkitkan concern terhadappembelajaran berkaitan dengan masalah yang dihadapi masyarakat dalam kehidupan sosial,politik,, lingkungan, ekonomi dan faktor-faktor lain. Sementara pendidikan berbasismasyarakat sebagai program harus berlandaskan pada keyakinan dasar bahwa partisipasiaktif dari warga masyarakat adalah hal yang pokok. Untuk memenuhinya, maka partisipasiwarga harus didasari kebebasan tanpa tekanan dalam kemampuan berpartisipasi dankeingin berpartisipasi.3. Pinsip-prinsip Pendidikan Berbasis MasyarakatMenurut Michael W. Galbraith pendidikan berbasis masyarakat memiliki prinsip-prinsipsebagai berikut:• Self determination (menentukan sendiri). Semua anggota masyarakat memiliki hak dantanggung jawab untuk terlibat dalam menentukan kebutuhan masyarakat danmengidentifikasi sumber-sumber masyarakat yang bisa digunakan untuk merumuskankebutuhan tersebut.• Self help (menolong diri sendiri) Anggota masyarakat dilayani dengan baik ketikakemampuan mereka untuk menolong diri mereka sendiri telah didorong dandikembangkaii. Mereka menjadi bagian dari solusi dan membangun kemandirian lebihbaik bukan tergantung karena mereka beranggapan bahwa tanggung jawab adalah untukkesejahteraan mereka sendiri.• Leadership development (pengembangan kepemimpinan) Para pemimpin lokal harusdilatih dalam berbagai ketrampilan untuk memecahkan masalah, membuat keputusan, danproses kelompok sebagai cara untuk menolong diri mereka sendiri secara terus-menerusdan sebagai upaya mengembangkan masyarakat.• Localization (lokalisasi). Potensi terbesar unhik tingkat partisipasi masyarakat tinggiterjadi ketika masyarakat diberi kesempatan dalam pelayanan, program dan kesempatanterlibat dekat dengan kehidupan tempat masyarakat hidup.• Integrated delivery of service (keterpaduan pemberian pelayanan) Adanya hubunganantaragensi di antara masyarakat dan agen-agen yang menjalankan pelayanan publik dalammemenuhi tujuan dan pelayanan publik yang lebih baik.• Reduce duplication of service. Pelayanan Masyarakat seharusnya memanfaatkan secarapenuh sumber-sumber fisik, keuangan dan sumber dava manusia dalam lokalitas merekadan mengoordinir usaha mereka tanpa duplikasi pelayanan.• Accept diversity (menerima perbedaan) Menghindari pemisahan masyarakat berdasarkanusia, pendapatan, kelas sosial, jenis kelamin, ras, etnis, agama atau keadaan yangmenghalangi pengembangan masyarakat secara menyeluruh. Ini berarti pelibatan wargamasyarakat perlu dilakukan seluas mungkin dan mereka dosorong/dituntut untuk aktifdalam pengembangan, perencanaan dan pelaksanaan program pelayanan dan aktifitas-aktifitas kemasyarakatan.• Institutional responsiveness (tanggung jawab kelembagaan) Pelayanan terhadapkebutuhan masyarakat yang berubah secara terus-menerus adalah sebuah kewajiban darilembaga publik sejak mereka terbentuk untuk melayani masyarakat. Lembaga harus dapat
  • dengan cepat merespon berbagai perubahan yang terjadi dalam masyarakat agar manfaatlembaga akan terus dapat dirasakan.• Lifelong learning (pembelajaran seumur hidup) Kesempatan pembelajaran formal daninformal harus tersedia bagi anggota masyarakat untuk semua umur dalam berbagai jenislatar belakang masyarakat.Dalam perkembangannya, community-based education merupakan sebuah gerakannasional di negara berkemang seperti Indonesia. community-based education diharapkandapat menjadi salah satu fondasi dalam mewujudkan masyarakat madani (civil society).Dengan sendirinya, manajemen penndidikan yang berdasarkan pada community-basededucation akan menampilkan wajah sebagai lembaga pendidikan dari masyarakat. Untukmelaksanakan paradigma pendidikan berbasis masyarakat pada jalur nonformal setidak-tidaknva mempersyaratkan lima hal (Sudjana. 1984). pertama, teknologi yang digunakanhendaknya sesuai dengan kondisi dan situasi nyata yang ada di masyarakat. Teknologiyang canggih yang diperkenalkan dan adakalanya dipaksakan sering berubah menjadipengarbitan masyarakat yang akibatnva tidak digunakan sebab kehadiran teknologi inibukan karena dibutuhkan, melainkan karena dipaksakan. Hal ini membuat masyarakatmenjadi rapuh. Kedua, ada lembaga atau wadah yang statusnya jelas dimiliki ataudipinjam, dikelola, dan dikembangkan oleh masyarakat. Di sini dituntut adanya partisipasimasyarakat dalam peencanaan, pengadaan, penggunaan, dan pemeliharaan pendidikan luarsekolah. Ketiga, program belajar yang akan dilakukan harus bernilai sosial atau harusbermakna bagi kehidupan peserta didik atau warga belajar dalam berperan di masyarakat.Oleh karena itu, perancangannya harus didasarkan pada potensi lingkungan danberorientasi pasar, bukan berorientasi akademik semata.Keempat, program belajar harus menjadi milik masyarakat, bukan milik instansipemerintah. Hal ini perlu ditekankan karena bercermin pada pengalaman selama ini bahwalembaga pendidikan yang dimiliki oleh instansi pemerintah terbukti belum mampumembangkitkan partisipasi masyarakat. Yang terjadi hanyalah pemaksaan program, karenasemua program pendidikan dirancang oleh instansi yang bersangkutan. Kelima, aparatpendidikan luar sekolah/nonformal tidak menangani sendiri programnya, namun bermitradengan organisasi-organisasi kemasyarakatan. Organisasi-organisasi kemasyarakatan iniyang menjadi pelaksana dan mitra masyarakat dalam memenuhi kebutuhan belajar merekadan dalam berhubungan dengan sumber-sumber pendukung program.4. Pendidikan Berbasis Masyarakat untuk pembangunan masyarakatDalam upaya mendorong pada terwujudnya pendidikan nonformal berbasis masyarakat,maka diperlukan upaya untuk menjadikan pendidikan tersebut sebagai bagian dari upayamembangun masyarakat. Dalam hal ini diperlukan pemahaman yang tepat akan kondisidan kebutuhan masyarakat.Pembangunan/pengembangan masyarakat, khususnya masyarakat desa merupakan suatufondasi penting yang dapat memperkuat dan mendorong makin meningkatnyapembangunan bangsa, oleh karena itu pelibatan masyarakat dalam mengembangkanpendidikan nonformal dapat menjadi suatu yang memberi makna besar bagi kelancaranpembangunan.Pengembangan masyarakat, pengembangan sosial atau pembangunan masyarakat sebagaiistilah-istilah yang dimaksud dalam pembahasan ini mengandung arti yang bersamaan.Pengembangan masyarakat, terutama di daerah pedesaan, bila dibandingkan dengan daerahperkotaan jelas menunjukan suatu ketimpangan, sehingga memerlukan upaya yang lebihkeras untuk mencoba lebih seimbang diantara keduanya. pengembangan masyarakat,pengembangan sosial atau pembangunan masyarakat tersebut menunjukkan suatu upayayang disengaja dan diorganisasi untuk memajukan manusia dalam seluruh aspekkehidupannya yang dilakukan di dalam satu kesatuan Wilayah. Kesatuan wilayah itu bisa
  • terdiri dari daerah pedesaan atau daerah perkotaan.Upaya pembangunan ini bertujuan untuk terjadinya perubahan kualitas kehidupan manusiadan kualitas wilayahnya atau lingkungannya ke arah yang lebih baik. Agar pembangunanitu berhasil, maka pembangunan haruslah menjadi jawaban yang wajar terhadap kebutuhanperorangan, masyarakat dan Pemerintah baik di tingkat desa, daerah ataupun di tingkatnasional. Dengan demikian maka isi, kegiatan dan tujuan pengembangan masyarakat akanerat kaitannya dengan pembangunan nasional.TR Batten menjelaskan bahwa pengembangan masyarakat ialah proses yang dilakukanoleh masyarakat dengan usaha untuk pertama-tama mendiskusikan dan menentukankebutuhan atau keinginan mereka, kemudian merencanakan dan melaksanakan secarabersama usaha untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka itu (Batten, 1961).Dalam proses tersebut maka keterlibatan masyarakat dapat digambarkan sebagai berikut.Tahap pertama, dengan atau tanpa bimbingan fihak lain, masyarakat melakukanidentifikasi masalah, kebutuhan, keinginan dan potensi-potensi yang mereka miliki.Kemudian mereka mendiskusikan kebutuhan-kebutuhan mereka, menginventarisasikebutuhan-kebutuhan itu berdasarkan tingkat keperluan, kepentingan dan mendesaktidaknya usaha pemenuhan kebutuhan. Dalam identifikasi kebutuhan itu didiskusikan pulakebutuhan perorangan, kebutuhan masyarakat dan kebutuhan Pemerintah di daerah itu.Mereka menyusun urutan prioritas kebutuhan itu sesuai dengan sumber dan potensi yangterdapat di daerah mereka. Tahap kedua, mereka menjajagi kemungkinan-kemungkinanusaha atau kegiatan yang dapat mereka lakukan, untuk memenuhi kebutuhan itu. apakahsesuai dengan sumber-sumber yang ada dan dengan mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan hambatan yang akan dihadapi dalam kegiatan itu. Selanjutnya merekamenentukan pilihan kegiatan atau usaha yang akan dilakukan bersama. Tahap ketiga,mereka menentukan rencana kegiatan, yaitu program yang akan dilakukan untukmemenuhi kebutuhan mereka. Ini dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa memilikidikalangan masyarakat. Rasa pemilikan bersama itu menjadi prasarat timbulnya rasatanggung jawab bersama untuk keberhasilan usaha itu. Tahap keempat ialah melaksanakankegiatan. Dalam tahap keempat ini motivasi perlu dilakukan. Di samping itu komunikasiantara pelaksana terus dibina. Dalam tahap pelaksanaan ini akan terdapat masalah yangmenuntut pemecahan. Pemecahan masalah itu dilakukan setelah dirundingkan bersamaoleh masyarakat dan para pelaksana. Tahap kelima, penilaian terhadap proses pelaksanaankegiatan, terhadap hasil kegiatan dan terhadap pengaruh kegiatan itu. Untuk kegiatan yangberkelanjutan, hasil evaluasi itu dijadikan salah satu masukan untuk tindak lanjut kegiatanatau untuk bahan penyusunan program kegiatan baru. Semua tahapan kegiatan itudilakukan oleh masyarakat secara partisipatif. Pengembangan masyarakat yang bertumpupada kebutuhan dan tujuan pembangunan nasional itu memiliki dua jenis tujuan. Tujuan-tujuan itu dapat digolongkan kepada tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umumdengan sendirinya mengarah dan bermuara pada tujuan nasional, sedangkan tujuan khususyaitu perubahan-perubahan yang dapat diukur yang terjadi pada masyarakat. Perubahan itumenyangkut segi kualitas kehidupan masyarakat itu sendiri setelah melalui programpengembangan masyarakat. Perubahan itu berhubungan dengan peningkatan taraf hidupwarga masyarakat dan keterlibatannya dalam pembangunan. Dengan kata lain tujuankhusus itu menegaskan adanya perubahan yang dicapai setelah dilakukan kegiatanbersama, yaitu berupa perubahan tingkah laku warga masyarakat. Perubahan tingkah lakuini pada dasarnya merupakan hasil edukasi dalam makna yang wajar dan luas, yaitu adanyaperubahan pengetahuan, ketrampilan, sikap dan aspirasi warga masyarakat serta adanyapenerapan tingkah laku itu untuk peningkatan kehidupan mereka dan untuk peningkatanpartisipasi dalam pembangunan masyarakat. Partisipasi dalam pembangunan masyarakatitu bisa terdiri dari partisipasi buah fikiran, harta benda, dan tenaga (Anwas Iskandar,
  • 1975). Dalam makna yang lebih luas maka tujuan pengembangan masyarakat padadasarnya adalah pengembangan demokratisasi, dinamisasi dan modernisasi (Suryadi,1971).Prinsip-prinsip pengembangan masyarakat yang dikemukakan di sini ialah keterpaduan,berkelanjutan, keserasian, kemampuan sendiri (swadaya dan gotong royong), dankaderisasi. Prinsip keterpaduan memberi tekanan bahwa kegiatan pengembanganmasyarakat didasarkan pada program-program yang disusun oleh masyarakat denganbimbingan dari lembaga-lembaga yang mempunyai hubungan tugas dalam pembangunanmasyarakat. Prinsip berkelanjutan memberi arti bahwa kegiatan pembangunan masyarakatitu tidak dilakukan sekali tuntas tetapi kegiatannya terus menerus menuju ke arah yanglebih sempurna. Prinsip keserasian diterapkan pada program-program pembangunanmasyarakat yang memperhatikan kepentingan masyarakat dan kepentingan Pemerintah.Prinsip kemampuan sendiri berarti dalam melaksanakan kegiatan dasar yang menjadiacuan adalah kemampuan yang dimiliki oleh masyarakat sendiri.Prinsip-prinsip di atas memperjelas makna bahwa program-program pendidikan nonformalberbasis masyarakat harus dapat mendorong dan menumbuhkan semangat pengembanganmasyarakat, termasuk keterampilan apa yang harus dijadikan substansi pembelajarandalam pendidikan nonformal. Oleh karena itu, upaya untuk menjadikan pendidikannonformal sebagai bagian dari kegiatan masyarakat memerlukan upaya-upaya yang seriusagar hasil dari pendidikan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam upaya peningkatankualitas hidup merekaDalam hal ini perlu disadiri bahwa pengembangan masyarakat itu akan lancar apabila dimasyarakat itu telah berkembang motivasi untuk membangun serta telah tumbuh kesadarandan semangat mengembangkan diri ditambah kemampuan serta ketrampilan tertentu yangdapat menopangnya, dan melalui kegiatan pendidikan, khususnya pendidikan nonformaldiharapkan dapat tumbuh suatu semangat yang tinggi untuk membangun masyarakatdesanya sendiri sabagai suatu kontribusi bagi pembangunan bangsa pada umumnya.C. K E S I M P U L A NDari apa yang telah diuraikan terdahulu dapatlah ditarik beberapa kesimpulan berkaitandengan Pendidikan Nonformal berbasis Masyarakat sebagai berikut :• Pendidikan berbasis masyarakat merupakan upaya untuk lebih melibatkan masyarakatdalam upaya-upaya membangun pendidikan untuk kepentingan masyarakat dalammenjalankan perannya dalam kehidupan.• Pendidikan nonformal berbasis masyarakat merupakan suatu upaya untuk menjadikanpendidikan nonformal lebih berperan dalam upaya membangun masyarakat dalam berbagaibidangnya, pelibatan masyarakat dalam pendidikan nonformal dapat makin meningkatkanperan pendidikan yang dapat secara langsung dirasakan oleh masyarakat.• Untuk mencapai hal tersebut pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan pendidikannonformal menjadi suatu keharusan, dalam hubungan ini diperlukan tentang pemehamankondisi masyarakat khususnya di desa berkaitan dengan hal-hal yang dibutuhkan dalamrangka meningkatkan kualitas hidupnya, serta turut bertanggungjawab dalam upaya terusmengembangkan pendidikan yang berbasis masyarakat, khususnya masyarakat desaD. DAFTAR PUSTAKAFaisal, Sanapiah, (tt). Sosiologi Pendidikan, Usaha Nasional, Surabaya.Nasution, S. (1983). Sosiologi Pendidikan,Jemmars, Bandung.Soelaiman Joesoef dan Slamet Santosa, (1981). Pendidikan Sosial, UsahaNasional,SurabayaSudjana SF, Djudju. (1983). Pendidikan Nonformal (Wawasan-Sejarah-Azas), Theme,Bandung.Tilaar, H.A.R (1997) Pengembangan Sumber Daya Manusia
  • MANAJEMEN LEMBAGA PENDIDIKANA. Latar BelakangKegiatan pendidikan selalu berlangsung di dalam suatu lingkungan. Dalam kontekspendidikan, lingkungan dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berada di luar dirianak. Anak, dalam hal ini manusia tidak akan bisa dipisahkan dengan lingkungannya.Sehingga terkadang, lingkungan pun akan berpengaruh pada sifat dan kepribadian anak,serta salah satu faktor yang membentuk karakter anak. Lingkungan dapat berupa hal-halyang nyata, seperti tumbuhan, orang, keadaan, politik, kepercayaan dan upaya lain yangdilakukan manusia, termasuk di dalamnya adalah pendidikan.Di dalam konteks pembangunan manusia seutuhnya, keluarga, sekolah dan masyarakatakan menjadi pusat-pusat kegiatan pendidikan yang akan menumbuhkan danmengembangkan anak sebagai makhluk individu, sosial, susila dan religius. Denganmemperhatikan bahwa anak adalah individu yang berkembang, ia membutuhkanpertolongan dari orang yang telah dewasa, anak harus dapat berkembang secara bebas,tetapi terarah. Hal itulah yang disebut pendidikan. Pendidikan harus dapat memberikanmotivasi dalam mengaktifkan anak.Melalui kegiatan pendidikan, gambaran tentang masyarakat yang ideal itu dituangkandalam alam pikiran peserta didik sehingga terjadi proses pembentukan dan perpindahanbudaya. Pemikiran ini mengandung makna bahwa lembaga pendidikan sebagai tempatpembelajaran manusia memiliki fungsi sosial (agen perubahan di masyarakat).Lantas apakah lembaga pendidikan kita, baik yang formal ataupu informal telah mampumengantarkan peserta didiknya sebagai agen perubahan sosial di masyarakat? Untuk Halini masih perlu dipertanyakan. Lembaga pendidikan kita sepertinya kurang berhasil dalammengantarkan anak didiknya sebagai agen perubahan sosial di masyarakat, terbukti denganbelum adanya perubahan yang signufikan dan menyeluruh terhadap masalah kebudayaandan keilmuan masyarakat kita, dan masih maraknya komersialisasi ilmu pengetahuan dilembaga-lembaga pendidikan kita, mahalnya biaya pendidikan serta orientasi yang hanyamempersiapkan peserta didik hanya untuk memenuhi bursa pasar kerja ketimbangmemandangnya sebagai objek yang dapat dibentuk untuk menjadi agen perubahan sosial dimasyarakat.B. Rumusan Masalah1. Apakah pengertian lingkungan pendidikan ?2. Apakah fungsi dan peranan, serta tanggung jawab lembaga pendidikan keluarga ?3. Seperti apakah klasifikasi dari Lembaga Pendidikan ?4. Apa sajakah bentuk dari Lembaga Pendidikan ?5. Bagaimanakah keterkaitan antara Lembaga Pendidikan Dan Perubahan Sosial ?
  • BAB IIPEMBAHASANA. Pengertian Lingkungan PendidikanDalam arti luas, pendidikan adalah berusaha membangun seseorang untuk lebih dewasa.Atau Pendidikan adalah suatu proses transformasi anak didik agar mencapai hal haltertentu sebagai akibat proses pendidikan yang diikutinya. Pendidikan adalah segala situasihidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu sebagai pengalaman belajar yangberlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Lebih jelasnya pendidikanadalah setiap proses di mana seseorang memperoleh pengetahuan, mengembangkankemampuan/keterampilan sikap atau mengubah sikap.Secara garis besar, pendidikan mempunyai fungsi sosial dan individual. Fungsi sosialnyaadalah untuk membantu setiap individu menjadi anggota masyarakat yang lebih efektifdengan memberikan pengalaman kolektif masa lampau dan masa kini. Fungsiindividualnya adalah untuk memungkinkan seorang menempuh hidup yang lebihmemuaskan dan lebih produktif dengan menyiapkannya untuk menghadapi masa depan(pengalaman baru). Proses pendidikan dapat berlangsung secara formal seperti yang terjadidi berbagai lembaga pendidikan. Ia juga berlangsung secara informal lewat berbagaikontak dengan media komunikasi seperti buku, surat kabar, majalah, TV, radio dansebagainya atau non formal seperti interaksi peserta didik dengan masyarakat sekitar.Organisasi pendidikan mikra adalah organisasi pendidikan dilihat dengan titik tolak padaunit-unit yang ada pada suatu sekolah atau lembaga penyelenggara langsung proses belajarmengajar. Struktur organisasi di setiap sekolah tidak seluruhnya sama, disebabkan olehkompleks tidaknya kegiatan dan tenaga yang ada atau sarana lain.Sedangkan lingkungan pendidikan adalah alam sekitar yang berpengaruh terhadappertumbuhan dan perkembangan anak dan peserta didik. Lingkungan pendidikan terbagitiga dimensi, yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.Tipologi pendidikan yang mempengaruhi pendidikan, antara lain:1. Tipologi lingkungan keluargaSeorang anak mulai mengenal hidup dan kehidupannya dimulai di dalam keluarga.Seorang anak masuk dalam keluarga mulai dari kandungan hingga tumbuh berkembangsampai anak sanggup melepaskan diri dari ikatan keluarga. Berdasarkan kenyataan dapatdisimpulkan bahwa pengaruh lingkungan keluarga sangat menentukan pertumbuhan danperkembangan anak. Dasar-dasar perilaku akan ditentukan oleh adat istiadat orang tuanya,juga sifat sikap hidup serta kebiasaan-kebiasaan orang tuanya.2. Tipologi lingkungan sekolahSekolah merupakan lingkungan pendidikan kedua setelah lingkungan rumah. Sekolahmerupakan tempat latihan persahabatan dan persaudaraan. Suasana sekolah ditentukan olehpetugas-petugas yang berbeda-beda sehingga dapat menghilangkan kejenuhan. Banyakorang tua yang menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan bagi anak-anaknyaitu kepada sekolah. Dengan demikian, guru di sekolah berperan sebagai pendidikpengganti orang tua yang harus bertanggung jawab atas pendidikan.3. Tipologi lingkungan masyarakatArti masyarakt menurut Cook adalah sekumpulan orang yang menempati suatu daerah,diikat oleh kebiasaan dan pengalaman-pengalaman yang sama, serta memiliki sejumlahpersesuaian, kesatuan dan tindakan yang sama di dalam kehidupannya. Lingkunganmayarakat sangat mempengaruhi perkembangan anak, seperti :a. Perkembangan intelektual antara lain : tingkat kecerdasan, kecepatan reaksi, kapasitassintesa, kapasitas ingatan dan pengembangan bakat khusus.b. Perkembangan emosi anak seperti : perasaan senagn, sedih, gembira, ramah, pendiam,
  • pemarah dan seterusnyac. Perkembangan kepribadian seperti memilliki cita-cita yang teguh, memiliki rasatanggung jawab, mengetahui hak dan kewajiban, percaya diri dan sebagainya.B. Pengertian dan Fungsi Lembaga PendidikanSecara bahasa lembaga adalah suatu organisasi sedangkan pendidikan adalah usahamanusia dewasa dalam mengembangkan potensi anak yang sedang berkembang untukmenjadi manusia yang berguna. Segala kegiatan yang diarahkan dalam rangkamengembangkan potensi anak menuju kesempurnaannya secara terencana, terarah,terpadu, dan berkesinambungan adalah menjadi hakikat pendidikan. Untuk mencapaisasaran dan fungsi di maksud maka sistim persekolahan atau lembaga pendidikan menjadisalah satu wahana strategis dalam membina sumber daya manusia berkualitas.Tidak bisa kita pungkiri lagi bahwa lembaga pendidikan memberikan pengaruh yangsignifikan terhadap corak dan karakter masyarakat. Belajar dari sejarah perkembanganyalembaga pendidikan yang ada di indonesia memiliki beragam corak dan tujuan yangberbeda-beda sesuai dengan kondisi yang melingkupi, mulai dari zaman kerajaan denganbentuknya yang sangat sederhana dan zaman penjajahan yang sebagian memiliki corak alabarat dan gereja, dan corak ketimuran ala pesantren sebagai penyeimbang, serta model dancorak kelembagaan yang berkembang saat ini tentunya tidak terlepas dari kebutuhan dantujuan-tujuan tersebut.Dalam upaya meningkatkan mutu sumber daya manusia, yaitu untuk mengejarketertinggalan di segala aspek kehidupan dan menyesuaikan dengan perubahan global sertaperkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bangsa Indonesia melalui DPR danPresiden pada tanggal 11 Juni 2003 telah mengesahkan Undang-undang Sistem PendidikanNasional yang baru, sebagai pengganti Undang-undang Sisdiknas Nomor 2 Tahun 1989.Undang-undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 yang terdiri dari 22 Bab dan 77 pasaltersebut juga merupakan pengejawantahan dari salah satu tuntutan reformasi yang maraksejak tahun 1998.Perubahan mendasar yang dicanangkan dalam Undang-undang Sisdiknas yang barutersebut antara lain adalah demokratisasi dan desentralisasi pendidikan, peran sertamasyarakat, tantangan globalisasi, kesetaraan dan keseimbangan, jalur pendidikan, danpeserta didik.Sebagai sistem sosial, lembaga pendidikan harus memiliki fungsi dan peran dalamperubahan masyarakat menuju ke arah perbaikan dalam segala lini. Dalam hal ini lembagapendidikan memiliki dua karakter secara umum. Pertama, melaksanakan peranan fungsidan harapan untuk mencapai tujuan dari sebuah sistem. Kedua mengenali individu yangberbeda-beda dalam peserta didik yang memiliki kepribadian dan disposisi kebutuhan.Kemudian sebagai agen perubahan lembaga pendidikan berfungsi sebagai alat :1) Pengembangan pribadi2) Pengembangan warga3) Pengembangan Budaya4) Pengembangan bangsaPeran sesungguhnya dari lembaga pendidikan adalah sebagai jembatan pengantar kitauntuk mecapai tujuan pendidika nasional, sebagaimana dinyatakan bahwa ―pendidikannasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradabanbangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untukmengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwakepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri
  • dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab‖.C. Klasifikasi Lembaga PendidikanUpaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat pada dasarnya merupakan cita-cita daripembangunan bangsa. Kesejahteraan dalam hal ini mencakup dimensi lahir batin, materialdan spiritual. Lebih dari itu pendidikan menghendaki agar peserta didiknya menjadiindividu yang menjalani kehidupan yang aman dan damai. Oleh karena itu pembangunanlembaga pendidikan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkanIndonesia yang aman, damai, dan sejahtera. Sejalan dengan realitas kehidupan sosial yangberkembang di masyarakat, maka pengembangan nilai-nilai serta peningkatan mutupendidikan tentunya menjadi tema pokok dalam rencana kerja pemerintah dalammembangun lembaga pendidikan.Lembaga pendidikan di indonesia dalam UU bisa kita klasifikasikan menjadi duakelompok yaitu: sekolah dan luar sekolah, selanjutnya pembagian ini lebih rincinyamenjadi tiga bentuk:1). Informal (keluarga)Pendidikan informal, atau pendidikan pertama adalah kegiatan pendidikan yang dilakukanoleh keluarga dan lingkungan yang berbentuk kegiatan belajar secara mandiri, hal iniadalah menjadi pendidikan primer bagi peserta dalam dalam pembentukan karakter dankepribadian2). Formal (sekolah)Jalur formal adalah lembaga pendidikan yang terdiri dari pendidikan dasar, pendidikanmenengah, dan pendidikan tinggi dengan jenis pendidikan:1). Umum2). Kejuruan3). Akademik4). Profesi5). Advokasi6). Keagamaan.Pendidikan formal dapat coraknya diwujudkan dalam bentuk satuan pendidikan yangdiselenggarakan oleh pemerintah (pusat), pemerintah daerah dan masyarakatPendidikan dasar yang merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikanmenengah berbentuk lembaga sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) ataubentuk lain yang sederajat, serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasahtsanawiyah (Mts) atau bentuk lain yang sederajad.Sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar, bagi anak usia 0-6 tahun diselenggarakanpendidikan anak usia dini, tetapi bukan merupakan prasyarat untuk mengikuti pendidikandasar. Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur formal (TK, atauRaudatul Athfal), sedangkan dalam nonformal bisa dalam bentuk ( TPQ, kelompokbermain, taman/panti penitipan anak) dan/atau informal (pendidikan keluarga ataupendidikan yang diselenggarakan oleh lingkunganSedangkan Pendidikan menengah yang merupakan kelanjutan pendidikan dasar terdiri atas,pendidikan umum dan pendidikan kejuruan yang berbentuk sekolah menengah atas(SMA), madrasah aliyah (MA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan madrasah aliyahkejuruan (MAK) atau bentuk lain yang sederajad.Yang terakhir adalah pendidikan tinggi yang merupakan jenjang pendidikan setelahpendidikan menengah, pendidikan ini mencakup program pendidikan1). Diploma2). Sarjana3). Magister
  • 4). Doktor,Perguruan tinggi memiliki beberapa bentuk1). Akademi2). Politeknik3). Sekolah tinggi4). Institut atau universitasyang secara umum lembaga-lembaga tinggi ini dibentuk dan diformat untukmenyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat, sertamenyelenggarakan program akademik, profesi dan advokasi.Semua lembaga formal di atas diberi hak dan wewenang oleh pemerintah untukmemberikan gelar akademik kepada setiap peserta didik yang telah menempuh pendidikandi lembaga tersebut. Khusus bagi perguruan tinggi yang memiliki program profesi sesuaidengan program pendidikan yang diselenggarakan doktor berhak memberikan gelar doktorkehormatan (doktor honoris causa) kepada individu yang layak memperoleh penghargaanberkenaan dengan jasa-jasa yang luar biasa dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi,kemasyarakatan, keagamaan, kebudayaan, atau seni.Untuk menanggulangi permasalahan yang cukup aktual dan meresahkan masyarakat saatini, seperti pemberian gelar-gelar instan, pembuatan skripsi atau tesis palsu, ijazah palsudan lain-lain, pemerintah telah mengatur dan mengancam sebagai tindak pidana dengansanksi yang juga telah ditetapkan dalam UU Sisdiknas yang baru (Bab XX KetentuanPidana, pasal 67-71).3). Nonformal (masyarakat)Pendidikan nonformal, atau pendidikan kedua meliputi pendidikan kecakapan hidup,pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan,pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikankesetaraan, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuanpeserta didik. Satuan pendidikan nonformal meliputi lembaga kursus, lembaga pelatihan,kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), dan majelis taklim, sertasatuan pendidikan yang sejenis. Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara denganhasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan olehlembaga yang ditunjuk oleh pemerintah (pusat) dan pemerintah daerah dengan mengacupada standard nasional pendidikan. Adapun pendidikan nonformal diselenggarakan bagiwarga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagaipengganti, penambah, atau ingin melengkap pendidikan formal dalam rangka mendukungpendidikan sepanjang hayat, yang berfungsi mengembangkan potensi peserta didik denganpenekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional sertapengembangan sikap dan kepribadian profesionala. Setiap lembaga pendidikan luar sekolah memiliki unsur-unsur sebagai berikut :• Pimpinan/pengelola lembaga/kursus• Sumber belajar• Warga belajar• Kurikulum/program belajar• Prasarana belajar• Sarana belajar• Tata usaha lembaga belajar• Dana belajar• Rencana pengambangan• Usaha-usaha bersifat pengabdian• Hasil belajar
  • • Ragi blajarb. Pendaftaran dan perizinanMendirikan lembaga pendidika luar sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat baikperorangan, kelompok, agar mendapat pengakuan dari Dikmas tingkat kecamatan,kotamadya/kabupaten harus mendaftarkan diri/lembaganya.• Tahap pertama : Tercatat, yaitu suatu tahap lembaga PLS telah dicatat oleh penilikpendidikan masyarakat setempat.• Tahap kedua : Terdaftar, yaitu suatu tahap lembaga PLS telah terdaftar pada kepala seksiDikmas dengan petunjuk penilik Dikmas. Status terdaftar ini merupakan masa percobaandan berlaku paling lama 6 bulan.• Tahap ketiga : Izin penyelenggara kursus PLS.c. Kewenangan member dan mencabut izin penyelenggaraan kursus Diklusemas.• Teguran lisan oleh kepala Kantor Depdikbud Kecamatan• Peringatan tertulis I, II dan III dilakukan oleh kepala Kantor DepdikbudKabupaten/Kotamadya dengan tembusan Kepala Kanwil Depdikbud Propinsi dan DirekturPendidikan Masyarakat.• Pencabutan izin untuk sementara dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah DepdikbudPropinsi dengan tembusan Kepala Direktur Dikmas.• Pencabutan izin sepenuhnya oleh Kakanwil Depdikbud Propinsi, bila dalam waktu 3bulan berturut-turut setelah pencabutan izin sementara penyelenggara jursusmengabaikannya.Ketiga klasifikasi di atas dalam pergumulanya di masyarakat memiliki peran yangberbeda-beda, lembaga pendidikan pertama, yaitu informal atau keluarga, ranah garapanyaadalah lebih banyak diarahkan dalam pembentukan karakter atau keyakinan dan norma.Lembaga pendidikan kedua, yaitu formal atau sekolah, peran besarnya lebih banyak diarahkan pada pengembangan penalaran murid. Yang terakhir lembaga pendidikan ketiga,yaitu masyarakat, perannya lebih banyak pada pembentukan karakter sosial.Ketiga pembagian di atas adalah merupakan perubahan mendasar, Dalam Sisdiknas yanglama pendidikan informal (keluarga) tersebut sebenarnya juga telah diberlakukan, namunmasih termasuk dalam jalur pendidikan luar sekolah, dan ketentuanpenyelenggaraannyapun tidak konkrit.D. Berbagai Bentuk Lembaga Pendidikan1. Lembaga Pendidikan KeluargaSebagai transmisi pertama dan utama dalam pendidikan, keluarga memiliki tugas utamadalam peletakan dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan hidup keagamaan.Dikatakan pertama karena keluarga adalah tempat dimana anak pertama kali mendapatpendidikan. Sedangkan dikatakan utama karena hampir semua pendidikan awal yangditerima anak adalah dalam keluarga. Karena itu, keluarga merupakan lembaga pendidikantertua, yang bersifat informal dan kodrat. Lahirnya keluarga sebagai pendidikan dimulaisejak manusia itu ada. Ayah dan ibu sebagai pendidik, dan anak sebagai terdidik. Tugaskeluarga adalah meletakkan dasar-dasar bagi perkembangan anak berikutnya, agar anakdapat berkembang secara baik.Fungsi dan Peranan Pendidikan Keluarga1) Pengalaman Pertama Masa Kanak-KanakPengalaman ini merupakan faktor yang sangat penting bagi perkembangan berikutnya,khususnya dalam perkembangan pribadinya. Kehidupan keluarga sangat penting, sebabpengalaman masa kanak-kanak akan memberi warna pada perkembangan selanjutnya.2) Menjamin Kehidupan Emosional AnakTiga hal yang menjadi pokok dalam pembentukan emosional anak, adalah :a) Pemberian perhatian yang tinggi terhadap anak, misalnya dengan menuruti kemauannya,
  • mengontrol kelakuannya, dan memberikan rasa perhatian yang lebih.b) Pencurahan rasa cinta dan kasih sayang, yaitu dengan berucap lemah lembut, berbuatyang menyenangkan dan selalu berusaha menyelipkan nilai pendidikan pada semuatingkah laku kita.c) Memberikan contoh kebiasaan hidup yang bermanfaat bagi anak, yang diharapkan akanmenumbuhkan sikap kemandirian anak dalam melaksanakan aktifitasnya sehari-hari.3) Menanamkan Dasar Pendidikan MoralSeperti pepatah ―Buah jatuh tak jauh dari pohonnya‖. Anak akan selalu berusahamenirukan dan mencontoh perbuatan orang tuanya. Karenanya, orang tua harus mampumenjadi suri tauladan yang baik. Misalnya dengan dengan mengajarkan tutur kata danperilaku yang baik bagi anak-anaknya.4) Memberikan Dasar Pendidikan SosialKeluarga sebagai komunitas terkecil dalam kehidupan sosial merupakan satu tempat awalbagi anak dalam mengenal nilai-nilai sosial. Di dalam keluarga, akan terjadi contoh kecilpendidikan sosial bagi anak. Orang tua sebagai teladan, sudah semestinya memberikancontoh yang baik bagi anak-anak. Misalnya memberikan pertolongan bagi anggotakeluarga yang lain, menjaga kebersihan dan keindahan dalam lingkungan sekitar.5) Peletakkan Dasar-dasar KeagamaanMasa kanak-kanak adalah masa paling baik dalam usaha menanamkan nilai dasarkeagamaan. Kehidupan keluarga yang penuh dengan suasana keagamaan akan memberikanpengaruh besar kepada anak. Kebiasaan orang tua mengucapkan salam ketika akan masukrumah merupakan contoh langkah bijaksana dalam upaya penanaman dasar religius anak.Dalam hal ini keluarga bertanggung jawab atas apa yang diajarkan kepada anak sebagaipeserta didik. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diberikan kepada peserta didik(anak) oleh keluarga:1) Adanya motivasi atau dorongan cinta kasih yang menjiwai hubungan orang tua dananak. Hubungan yang tidak didasari cinta kasih akan menimbulkan beberapa sifat negatifbagi perkembangan anak. Begitu pula, tidak cukupnya kebutuhan anak akan kasih sayangakan membuat anak selalu merasa tertekan dan ragu dalam menjalani kehidupanselanjutnya.2) Pemberian motivasi kewajiban moral sebagai konsekuensi kedudukan orang tuaterhadap keturunannya. Usia anak yang masih dini akan cukup membantu orang tua dalampenanaman sikap-sikap hidup. Rasa ingin tahu anak akan menghasilkan pengetahuan yangasli dan berakar bagi anak. Keluarga harus mampu menggunakan masa ini untuk betul-betul membentuk kepribadian awal anak sebagai anggota keluarga.3) Tanggung jawab sosial adalah bagian dari keluarga pada gilirannya akan menjaditanggung jawab masyarakat, bangsa dan negara. Masyarakat yang sejahtera dibentuk darikeluarga-keluarga yang sejahtera pula. Keluarga merupakan awal perubahan dalamkehidupan bermasyarakat, karena itu keluarga mempunyai tanggung jawab membentukmasyarakat yang sejahtera.4) Memelihara dan membesarkan anaknya. Ikatan darah dan batin antara orang tua dananak akan memberikan dorongan alami bagi orang tua untuk betul-betul mendidik anakmenjadi apa yang mereka inginkan.5) Memberikan pendidikan dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yangberguna bagi kehidupan anak kelak, sehingga bila ia telah dewasa akan mampu mandiri.2. Lembaga Pendidikan SekolahAkibat terbatasnya kemampuan orang tua dalam mendidik anaknya, maka dipercayakanlahtugas mengajar itu kepada orang dewasa lain yang lebih ahli dalam lembaga pendidikanformal, yaitu guru. Sekolah sebagai wahana pendidikan ini, menjadi produsen penghasilindividu yang berkemampuan secara intelektual dan skill. Karenanya, sekolah perlu
  • dirancang dan dikelola dengan baik. Karakteristik proses pendidikan di sekolah, antara lain:a. Diselenggarakan secara khusus dan dibagi atas jenis jenjang yang memiliki hubunganhierarkis.b. Usia anak didik di suatu jenjang pendidikan relatif homogenc. Waktu pendidikan relatif lama sesuai dengan program pendidikan yang harusdiselesaikand. Materi atau isi pendidikan lebih banyak bersifat akademis dan umume. Adanya penekanan tentang kualitas pendidikan sebagai jawaban kebutuhan di masa yangakan datang.Sekolah lahir dan berkembang secara efektif dan efisien dari, oleh dan untuk masyarakat.Sekolah berkewajiban memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam mendidik warganegara.a. Fungsi Lembaga Sekolah1) Mengembangkan kecerdasan pikiran dan memberikan pengetahuan anak didik2) Spesialisasi dalam bidang pendidikan dan pengajaran3) Efisiensi. Pendidikan dilakukan dalam program yang tertentu dan sistematis, jugajumlah anak didik dalam jumlah besar akan memberikan efisiensi bagi pendidikan anakdan juga bagi orang tua.4) Sosialisasi, yaitu proses perkembangan individu menjadi makhluk sosial yang mampuberadaptasi dengan masyarakat.5) Konservasi dan transmisi kultural, yaitu pemeliharaan warisan budaya. Dapat dilakukandengan pencarian dan penyampaian budaya pada anak didik selaku generasi muda.6) Transisi dari rumah ke masyarakat. Sekolah menjadi tempat anak untuk melatih berdirisendiri dan tanggung jawab anak sebagai persiapan untuk terjun ke masyarakat.b. Peranan Lembaga Sekolah1) Tempat anak didik belajar bergaul, baik sesamanya, dengan guru dan dengan karyawan.2) Tempat anak didik belajar mentaati peraturan sekolah.3) Mempersiapkan anak didik untuk menjadi anggota masyarakat yang berguna bagiagama, bangsa dan agama.c. Tanggung Jawab Sekolah1) Tanggung jawab formal kelembagaan sesuai dengan fungsi dan tujuan yang ditetapkanmenurut ketentuan yang berlaku.2) Tanggung jawab keilmuan berdasarkan bentuk, isi, tujuan dan tingkat pendidikan.3) Tanggung jawab fungsional adalah tanggung jawab profesional pengelola dan pelaksanapendidikan yang menerima ketetapan ini berdasarkan ketentuan jabatannya.d. Sifat-sifat Lembaga Pendidikan Sekolah1) Tumbuh sesudah keluarga (pendidikan kedua), maksudnya sekolah memikul tanggungjawab dari keluarga untuk mendidik anak-anak mereka.2) Lembaga Pendidikan Formal, dalam arti memiliki program yang jelas, teratur dan resmi.3) Lembaga pendidikan tidak bersifat kodrati. Maksudnya hubungan antara guru dan muridbersifat dinas, bukan sebagai hubungan darah.e. Macam-macam Sekolah1) dari Segi yang Mengusahakana) Sekolah negeri, yaitu sekolah yang diusahakan oleh pemerintah, baik segi fasilitas,keuangan maupun tenaga pengajar.b) Sekolah swasta, yaitu sekolah yang diusahakan oleh badan-badan swasta. Terdiri atas 4status yakni : Disamakan, Diakui, Terdaftar dan Tercatat.2) Ditinjau dari Tingkatana) Pendidikan Pra Sekolah, yaitu pendidikan sebelum Sekolah Dasar.
  • b) Pendidikan Dasar, yaitu : Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah dan SLTP/ MTs.c) Pendidikan Menengah, yaitu : SLTA & Kejuruan atau Madrasah Aliyah.d) Pendidikan Tinggi, yaitu : Akademi, Institut, Sekolah Tinggi atau Universitas.3) Ditinjau dari sifatnyaa) Sekolah Umum, yaitu sekolah yang belum mempersiapkan anak dalam spesialisasi padabidang pekerjaan tertentu. Misalnya : SD, SLTP dan SLTA.b) Sekolah Kejuruan, yakni lembaga pendidikan sekolah yang mempersiapkan anak untukmenguasai keahlian-keahlian tertentu. Misalnya : SMEA, MAK, SMK dan STM.f. Sumbangsih Khas Sekolah Sebagai Lembaga Pendidikan1) Sekolah Melaksanakan tugas mendidik maupun mengajar anak, serta memperbaiki,memperluas tingkah laku si anak didik.2) Sekolah mendidik maupun mengajar anak didik menerima dan memiliki kebudayaanbangsa3) Sekolah membantu anak didik mengembangkan kemampuan intelektual danketerampilan kerja.3. Lembaga Pendidikan MasyarakatMasyarakat sebagai lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan pribadiseseorang. Dalam hal ini, masyarakat mempunyai peranan penting dalam upaya ikut sertamenyelenggarakan pendidikan, membantu pengadaan tenaga & biaya, sarana danprasarana dan menyediakan lapangan kerja. Karenanya, partisipasi masyarakat membantupemerintah dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa yang sangat diharapkan.Pendidikan dalam masyarakat memiliki ciri-ciri sebagai berikut :a. Diselenggarakan dengan sengaja di luar sekolahb. Peserta umumnya mereka yang tidak bersekolah atau drop outc. Tidak mengenal jenjang dan program pendidikan untuk jangka waktu pendekd. Peserta tidak perlu homogene. Ada waktu belajar dan metode formal, serta evaluasi yang sistematisf. Isi pendidikan bersifat praktis dan khususg. Keterampilan kerja sangat ditekankan sebagai jawaban terhadap kebutuhanmeningkatkan taraf hidup1. Beberapa Istilah Jalur Pendidikan Luar Sekolaha. Pendidikan Sosial, yaitu proses yang diusahakan dengan sengaja di dalam masyarakatuntuk mendidik individu & lingkungan sosial, supaya bebas dan bertanggung jawab.b. Pendidikan Masyarakat, merupakan pendidikan yang ditujukan kepada orang dewasa,termasuk pemuda di luar batas umur tertinggi kewajiban belajar dan dilakukan di luarlingkungan dan sistem persekolahan resmi.c. Pendidikan Rakyat adalah tindakan-tindakan atau pengaruh yang terkadang mengenaiseluruh rakyat.d. Pendidikan Luar Sekolah adalah pendidikan yang dilakukan di luar sistem persekolahanbiasa.e. Mass Education adalah pendidikan yang ditujukan kepada orang dewasa di luarlingkungan sekolahf. Adult Education adalah pendidikan untuk orang dewasa yang mengambil umur batastertinggi dari masa kewajiban belajar.g. Extension Education adalah suatu bentuk dari adult education, yaitu pendidikan yangdiselenggarakan di luar sekolah biasa, yang khusus dikelola oleh Perguruan Tinggi untukmenyahuti hasrat masyarakat yang ingin masuk dunia Universitas, misalnya Univ. Terbukah. Fundamental Education ialah pendidikan yang bertujuan membantu masyarakat untukmencapai kemajuan sosial ekonomi, agar mereka dapat menempati posisi yang layak2. Sasaran dan Program Pendidikan Jalur Luar Sekolah
  • a. Para buruh dan PetaniKebanyakan berpendidikan rendah atau bahkan tidak sama sekali. Pendidikan yangdiberikan adalah pendidikan yang mampu menolong meningkatkan produktifitas denganmengajarkan keterampilan dan metode baru, yang mendidik mereka agar bisa memenuhikewajiban sebagai warga negara dan kepala keluarga serta mampu menggunakan waktusecara efektif.b. Para Remaja Putus SekolahGolongan remaja yang menganggur memerlukan pendidikan yang menarik, merangsangdan relevan dengan kebutuhan hidupnya.c. Para Pekerja yang BerketerampilanAgar mampu menghadang berbagai tantangan masa depan, maka program pendidikan yangdiberikan kepada mereka hendaknya yang bersifat kejuruan dan teknik. Dengan tujuandapat menyelamatkan mereka dari bahaya keuangan, pengetahuan dan keterampilan yangmereka miliki serta membuka jalan bagi mereka untuk naik ke jenjang hidup yang lebihbaik.d. Golongan Teknisi dan ProfesionalMereka memegang peranan penting dalam kemajuan masyarakat. Karenanya, peranmereka harus dioptimalkan dengan memperbaharui dan menambah pengetahuan sertaketerampilannya.e. Para Pemimpin MasyarakatTermasuk di dalamnya para pemimpin politisi, agama, sosial dan sebagainya. Merekadituntut mampu mengaplikasikan berbagai pengetahuan mereka dan berusaha untukmemperbaharui sikap dan gagasan yang sesuai dengan kemajuan dan pembangunan.f. Anggota Masyarakat yang Sudah TuaAkibat perkembangan zaman, banyak ilmu pengetahuan yang tidak mereka dapatkan.Karena itu pendidikan merupakan kesempatan yang berharga bagi mereka.E. Keterkaitan antara Lembaga Pendidikan Dan Perubahan SosialTelah dipahami oleh para pendidik bahwa misi pendidikan adalah mewariskan ilmu darigenerasi ke generasi selanjutnya. Ilmu yang dimaksud antara lain: pengetahuan, tradisi, dannilai-nilai budaya (keberadaban). Secara umum penularan ilmu tersebut telah diemban olehorang-orang yang terbeban terhadap generasi selanjutnya. Mereka diwakili oleh orangyang punya visi ke depan, yaitu menjadikan serta mencetak generasi yang lebih baik danberadab. Peradaban kuno mencatat methode penyampaian ajaran lewat tembang dankidung, puisi ataupun juga cerita sederhana yang biasanya tentang kepahlawananPerubahan sosial budaya masyarakat sebagaimana yang kita bicarakan di atas tidak akanpernah bisa kita hindari, sehinga akan menuntut lembaga pendidikan sebagai agenperubahan untuk menjawab segala permasalahan yang ada. Dalam permasalahan inilembaga pendidikan haruslah memiliki konsep dan prinsip yang jelas, baik dari lembagaformal ataupun yang lainya, demi terwujudnya cita-cita tersebut, kiranya maka perlulahdiadakanya pembentukan kurikulum yang telah disesuaikan. Prinsip dasar pembentukantersebut adalah meliputi:1. Perumusan tujuan institusional yang meliputi:a. Orientasi pada pendidikan nasionalb. Kebutuhan dan perubahan masyarakatc. Kebutuhan lembaga.2. Menetapkan isi dan struktur progam3. Penyusunan strategi penyusunan dan pelaksanaan kurikulum4. Pengembangan progamdiharapkan nanti dengan persiapan dan orientasi yang jelas sebagaimana di atas,diharapkan lembaga-lembaga pendidikan akan mampu mencetak kader-kader perubahan ke
  • arah perbaikan di masyarakat. Selanjutnya mengenai pengembangan kurikulum adabeberapa hal yang harus diperhatikan oleh lembaga pendidikan, yaitu:1. relevansi dengan dengan pendidikan lingkungan hidup masyarakat2. sesuai dengan perkembangan kehidupan masa sekarang dan akan datang3. efektifitas waktu pengajar dan peserta didik4. efisien, dengan usaha dan hasilnya sesuai5. kesinambungan antara jenis, progam, dan tingkat pendidikan6. fleksibelitas atau adanya kebebasan bertindak dalam memilih progam, pengembanganprogam, dan kurikulum pendidikan.BAB IIIPENUTUPA. KESIMPULANDalam sistem pendidikan nasional, pendidikan seumur hidup dikelola atas tanggung jawabkeluarga, sekolah dan masyarakat. Dimana masing-masing mempunyai tanggung jawabyang terpadu dalam rangka pencapaian tujuan nasional.1. Keluarga sebagai lingkungan pertama, bertanggung jawab untuk memberikan dasardalam menumbuh kembangkan anak sebagai makhluk individu, sosial, susila dan religius.2. Sekolah sebagai lingkungan kedua bertugas mengembangkan potensi dasar yangdimiliki masing-masing individu agar mempunyai kecerdasan intelektual dan mental. Dariindividu yang cerdas, akan lahir bangsa yang cerdas yang mampu memecahkanmasalahnya sendiri.3. Masyarakat sebagai lembaga ketiga memberikan anak kemampuan penalaran,keterampilan dan sikap. Juga menjadi ajang pengoptimalan perkembangan diri setiapindividu.Dengan mehamami beberapa pembagian dan penjelasan tentang masalah-masalah yangmelingkupi lembaga pendidikan masing–masing, diharapkan adanya agen-agen yangmampu merubah kondisi negeri ini dari keterpurukan nasional, tentunya hal ini jugadiperlukan adanya langkah nyata serta bantuan baik moril ataupun materil dari pemerintahmaupun masyarakat terhadap semua undang-undang yang telah dicanagkan agar bisaterlaksan dengan sempurna. Walaupun dari beberapa undang-undang yang telah ditetapkan oleh pemerintah tidak luput dari kritik dari beberapa tokoh liberal karena negaratelah memasukan pemahasan-pembahasan agama kedalam undang-undang yang berpotensimenumbuhkan gesekan antar agama. Tentunya sebagai bangsa yang menjunjung tinggiagama haruslah mengangap bahwa hal itu hanya sebagai salah satu koreksi ke arah yanglebih baik atas peran lembaga pendidikan di masyarakat.
  • KONSEP DASAR MANAJEMEN PENDIDIKAN A. KONSEP DASARUntuk mendapatkan pemahaman tentang konsep dasar, penulis akan menguraikan terlebihdahulu beberapa pengertian manajemen, pendidikan serta manajemen pendidikan. 1. Defenisi ManajemenSyafaruddin dalam bukunya Manajemen Lembaga Pendidikan Islam mengutip pendapatTerry bahwa: Management is performance of conceiving and achieving desaired results bymeans of group efforts consisting of utilizing human talent and resources.[1] Pendapat inidapat dipahami bahwa manajemen adalah kemampuan mengarahkan dan mencapai hasilyang diinginkan sebagai tujuan sebuah organisasi dari usaha-usaha manusia dansumberdaya lainnya.Nanang Fattah dalam bukunya Landasan Manajemen Pendidikan, dalam memahamidefenisi manajemenia mengemukakan pendekatan berdasarkan pengalaman manajer.Manajemen dilihat sebagai suatu sistem yang setiap komponennya menampilkan sesuatuuntuk memenuhi kebutuhan. Manajemen merupakan suatu proses sedangkan manajerdikaitkan dengan aspek organisasi (orang-struktur-tugas-teknologi) dan bagaimanamengaitkan aspek yang satu dengan yang lain, serta bagaimana mengaturnya sehinggatercapailah tujuan sebuah sistem.[2]Manajemen sebagai proses akan melibatkan fungsi-fungsi seorang manajer yaituperencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pemimpinan (leading), danpengawasan (controlling). Oleh karena itu manajemen diartikan sebagai proses merencana,mengorganisasi, memimpin dan mengendalikan upaya organisasi dengan segala aspeknyaagar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien. 1. Manajemen PendidikanUntuk mengungkapkan sebuah konsep dasar manajemen pendidikan, disini perlu penulisjelaskan terlebih dahulu defenisi manajemen pendidikan yang penulis kutip dari beberapasumber.Pendapat pertama Bush, mengemukakan bahwa manajemen pendidikan adalah suatubidang kajian dan praktek yang berkaitan dengan operasional organisasi pendidikan.[1]Gaffar dalam E. Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah, mengemukakan bahwamanajemen pendidikan mengandung arti sebagai suatu proses kerjasama yang sistematik,sistemik dan komprehensif dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional.[2]Pengertian ini mengandung makna bahwa segala sesuatu yang berkenaan denganpengelolaan proses pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan adalahmerupakan manajemen pendidikan. Manajemen atau pengelolaan merupakan komponenintegral dan tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan secara keseluruhan, karenatanpa manajemen tidak mungkin tujuan pendidikan dapat diwujudkan secara optimal,efektif, dan efisien.
  • Menurut Syafaruddin manajemen pendidikan adalah suatu usaha penerapan prinsip-prinsipdan teori manajemen dalam aktivitas pendidikan pada lembaga-lembaga pendidikan untukmencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.[3]Dapat dikatakan bahwa kerangka kerja (frame work) manajemen pendidikan ialah prinsip-prinsip dan teori manajemen umum yang diaplikasikan untuk mengelola kegiatanpendidikan pada suatu organisasi pendidikan formal.Owens dalam Syafaruddin, Manajemen Lembaga Pendidikan Islam, menjelaskan bahwamanajemen pendidikan berasal dari aktivitas dalam urusan sekolah yang mencakuppengelolaan aktivitas pengajaran, kepemimpinan dan berbagai aturan, perencanaan,prosedur pelaksanaan dan manajemen pengawasan.[4] Dari sini dapat disimpulkan bahwamanajemen pendidikan merupakan proses penerapan prinsip dan teori manajemen dalampengelolaan kegiatan di lembaga pendidikan formal untuk mengefektifkan pencapaiantujuan pendidikan.Manajemen pendidikan adalah aplikasi prinsip, konsep dan teori manajemen dalamaktivitas pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Untukmenjalankan organisasi pendidikan diperlukan manajemen pendidikan yang efektif.Sekolah harus dikelola dengan manajemen efektif yang mengembangkan potensi pesertadidik, sehingga memiliki pengetahuan, sikap dan nilai yang mengakar pada karakterbangsa. Dengan kata lain salah satu strategi yang menentukan mutu pengembangansumberdaya manusia di sekolah untuk kepentingan bangsa di masa mendatang adalahpeningkatan kontribusi manajemen pendidikan yang berorientasi kepada produktifitas.Apabila produktifitas merupakan tujuan lembaga pendidikan, maka perlu dipahami bahwaproduktifitas sebagai ukuran kuantitas dan kualitas kinerja dengan mempertimbangkanpemanfaatan sumber daya. Produktifitas dapat diukur dengan dua standar utama yaituproduktifitas fisik dan produktifitas nilai. Secara fisik produktifitas diukur secarakuantitatif seperti banyaknya keluaran. Sedangkan produktifitas berdasarkan nilai diukuratas dasar nilai-nilai kemampuan, sikap, prilaku, disiplin, motivasi, dan komitmen terhadappekerjaan atau tugas. ……berlanjut……..
  • PENGERTIAN, FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN PENDIDIKANA. PendahuluanDalam pandangan ajaran Islam, segala sesuatu harus dilakukan secara rapi, benar, tertib,dan teratur. Proses-prosesnya harus diikuti dengan baik. Sesuatu tidak boleh dilakukansecara asal-asalan (Didin dan Hendri, 2003:1). Mulai dari urusan terkecil seperti mengatururusan Rumah Tangga sampai dengan urusan terbesar seperti mengatur urusan sebuahnegara semua itu diperlukan pengaturan yang baik, tepat dan terarah dalam bingkai sebuahmanajemen agar tujuan yang hendak dicapai bisa diraih dan bisa selesai secara efisien danefektif.Pendidikan Agama Islam dengan berbagai jalur, jenjang, dan bentuk yang ada seperti padajalur pendidikan formal ada jenjang pendidikan dasar yang berbentuk Madrasah Ibtidaiyah(MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), jenjang pendidikan menengah ada yang berbentukMadrasah Alyah (MA) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), dan pada jenjangpendidikan tinggi terdapat begitu banyak Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) denganberbagai bentuknya ada yang berbentuk Akademi, Sekolah Tinggi, Institut, danUniversitas. Pada jalur pendidikan non formal seperti Kelompok Bermain, TamanPenitipan Anak (TPA), Majelis Ta‘lim, Pesantren dan Madrasah Diniyah. Jalur PendidikanInformal seperti pendidikan yang diselenggarakan di dalam kelurarga atau pendidikan yangdiselenggarakan oleh lingkungan. Kesemuanya itu perlu pengelolaan atau manajemen yangsebaik-baiknya, sebab jika tidak bukan hanya gambaran negatif tentang pendidikan Islamyang ada pada masyarakat akan tetap melekat dan sulit dihilangkan bahkan mungkinPendidikan Islam yang hak itu akan hancur oleh kebathilan yang dikelola dan tersusun rapiyang berada di sekelilingnya, sebagaimana dikemukakan Ali bin Abi Thalib :”kebenaranyang tidak terorganisir dengan rapi akan dihancurkan oleh kebathilan yang tersusunrapi”.Makalah sederhana ini akan membahas tentang pengertian dan fungsi-fungsi manajemenpendidikan Islam, sebagai pengantar diskusi pekuliahan Mata Kuliah ManajemenPendidikan Islam di Universitas Ibnu Khaldul Bogor.B. Pengertian Manajemen Pendidikan Islam.Dari segi bahasa manajemen berasal dari bahasa Inggris yang merupakan terjemahanlangsung dari kata management yang berarti pengelolaan, ketata laksanaan, atau tatapimpinan. Sementara dalam kamus Inggris Indonesia karangan John M. Echols dan HasanShadily (1995 : 372) management berasal dari akar kata to manage yang berarti mengurus,mengatur, melaksanakan, mengelola, dan memperlakukan.Ramayulis (2008:362) menyatakan bahwa pengertian yang sama dengan hakikatmanajemen adalah al-tadbir (pengaturan). Kata ini merupakan derivasi dari kata dabbara(mengatur) yang banyak terdapat dalam Al Qur‘an seperti firman Allah SWT :
  • Artinya : Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadanyadalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu (Al Sajdah :05).Dari isi kandungan ayat di atas dapatlah diketahui bahwa Allah swt adalah pengatur alam(manager). Keteraturan alam raya ini merupakan bukti kebesaran Allah swt dalammengelola alam ini. Namun, karena manusia yang diciptakan Allah SWT telah dijadaikansebagai khalifah di bumi, maka dia harus mengatur dan mengelola bumi dengan sebaik-baiknya sebagaimana Allah mengatur alam raya ini.Sementara manajemen menurut istilah adalah proses mengkordinasikan aktifitas-aktifitaskerja sehingga dapat selesai secara efesien dan efektif dengan dan melalui orang lain(Robbin dan Coulter, 2007:8).Sedangkan Sondang P Siagian (1980 : 5) mengartikan manajemen sebagai kemampuanatau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka mencapai tujuan melaluikegiatan-kegiatan orang lain.Bila kita perhatikan dari kedua pengertian manajemen di atas maka dapatlah disimpulkanbahwa manajemen merupkan sebuah proses pemanfaatan semua sumber daya melaluibantuan orang lain dan bekerjasama dengannya, agar tujuan bersama bisa dicapai secaraefektif, efesien, dan produktip. Sedangkan Pendidikan Islam merupakan prosestransinternalisasi nilai-nilai Islam kepada peserta didik sebagai bekal untuk mencapaikebahagiaan dan kesejahteraan di dunia dan di akhirat.Dengan demikian maka yang disebut dengan manajemen pendidikan Islam sebagaimanadinyatakan Ramayulis (2008:260) adalah proses pemanfaatan semua sumber daya yangdimiliki (ummat Islam, lembaga pendidikan atau lainnya) baik perangkat keras maupunlunak. Pemanfaatan tersebut dilakukan melalui kerjasama dengan orang lain secara efektif,efisien, dan produktif untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan baik di duniamaupun di akhirat.C. Fungsi-fungsi Manajemen Pendidikan IslamBerbicara tentang fungsi manajemen pendidikan Islam tidaklah bisa terlepas dari fungsimanajemen secara umum seperti yang dikemukakan Henry Fayol seorang industriyawanPrancis, dia mengatakan bahwa fungsi-fungsi manajemn itu adalah merancang,mengorganisasikan, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan. Gagasan Fayol itukemudian mulai digunakan sebagai kerangka kerja buku ajar ilmu manajemen padapertengahan tahun 1950, dan terus berlangsung hingga sekarang.Sementara itu Robbin dan Coulter (2007:9) mengatakan bahwa fungsi dasar manajemenyang paling penting adalah merencanakan, mengorganisasi, memimpin, danmengendalikan. Senada dengan itu Mahdi bin Ibrahim (1997:61) menyatakan bahwa
  • fungsi manajemen atau tugas kepemimpinan dalam pelaksanaannya meliputi berbagai hal,yaitu : Perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan.Untuk mempermudah pembahasan mengenai fungsi manajemen pendidikan Islam, makakami (kelompok 1) akan menguraikan fungsi manajemen pendidikan Islam sesuai denganpendapat yang dikemukan oleh Robbin dan Coulter yang pendapatnya senada denganMahdi bin Ibrahim yaitu : Perencanaan, pengorganisasian, pengarahan/kepemimpinan, danpengawasan.1. Fungsi Perencanaan (Planning)Perencanaan adalah sebuah proses perdana ketika hendak melakukan pekerjaan baik dalambentuk pemikiran maupun kerangka kerja agar tujuan yang hendak dicapai mendapatkanhasil yang optimal. Demikian pula halnya dalam pendidikan Islam perencanaan harusdijadikan langkah pertama yang benar-benar diperhatikan oleh para manajer dan parapengelola pendidikan Islam. Sebab perencanaan merupakan bagian penting dari sebuahkesuksesan, kesalahan dalam menentukan perencanaan pendidikan Islam akan berakibatsangat patal bagi keberlangsungan pendidikan Islam. Bahkan Allah memberikan arahankepada setiap orang yang beriman untuk mendesain sebuah rencana apa yang akandilakukan dikemudian hari, sebagaimana Firman-Nya dalam Al Qur‘an Surat Al Hasyr : 18yang berbunyi :Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiapdiri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); danbertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamukerjakan.Ketika menyusun sebuah perencanaan dalam pendidikan Islam tidaklah dilakukan hanyauntuk mencapai tujuan dunia semata, tapi harus jauh lebih dari itu melampaui batas-batastarget kehidupan duniawi. Arahkanlah perencanaan itu juga untuk mencapai targetkebahagiaan dunia dan akhirat, sehingga kedua-duanya bisa dicapai secara seimbang.Mahdi bin Ibrahim (l997:63) mengemukakan bahwa ada lima perkara penting untukdiperhatikan demi keberhasilan sebuah perencanaan, yaitu : 1. Ketelitian dan kejelasan dalam membentuk tujuan 2. Ketepatan waktu dengan tujuan yang hendak dicapai 3. Keterkaitan antara fase-fase operasional rencana dengan penanggung jawab operasional, agar mereka mengetahui fase-fase tersebut dengan tujuan yang hendak dicapai 4. Perhatian terhadap aspek-aspek amaliah ditinjau dari sisi penerimaan masyarakat, mempertimbangkan perencanaa, kesesuaian perencanaan dengan tim yang bertanggung jawab terhadap operasionalnya atau dengan mitra kerjanya, kemungkinan-kemungkinan yang bisa dicapai, dan kesiapan perencanaan melakukan evaluasi secara terus menerus dalam merealisasikan tujuan.
  • 5. Kemampuan organisatoris penanggung jaawab operasional.Sementara itu menurut Ramayulis (2008:271) mengatakan bahwa dalam Manajemenpendidikan Islam perencanaan itu meliputi : 1. Penentuan prioritas agar pelaksanaan pendidikan berjalan efektif, prioritas kebutuhan agar melibatkan seluruh komponen yang terlibat dalam proses pendidikan, masyarakat dan bahkan murid. 2. Penetapan tujuan sebagai garis pengarahan dan sebagai evaluasi terhadap pelaksanaan dan hasil pendidikan 3. Formulasi prosedur sebagai tahap-tahap rencana tindakan. 4. Penyerahan tanggung jawab kepada individu dan kelompok-kelompok kerja.Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa dalam Manajeman Pendidikan Islamperencanaan merupakan kunci utama untuk menentukan aktivitas berikutnya. Tanpaperencanaan yang matang aktivitas lainnya tidaklah akan berjalan dengan baik bahkanmungkin akan gagal. Oleh karena itu buatlah perencanaan sematang mungkin agarmenemui kesuksesan yang memuaskan.2. Fungsi Pengorganisasian (organizing)Ajaran Islam senantiasa mendorong para pemeluknya untuk melakukan segala sesuatusecara terorganisir dengan rapi, sebab bisa jadi suatu kebenaran yang tidak terorganisirdengan rapi akan dengan mudah bisa diluluhlantakan oleh kebathilan yang tersusun rapi.Menurut Terry (2003:73) pengorganisasian merupakan kegiatan dasar dari manajemendilaksnakan untuk mengatur seluruh sumber-sumber yang dibutuhkan termasuk unsurmanusia, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan sukses.Organisasi dalam pandangan Islam bukan semata-mata wadah, melainkan lebihmenekankan pada bagaimana sebuah pekerjaan dilakukan secara rapi. Organisasi lebihmenekankan pada pengaturan mekanisme kerja. Dalam sebuah organisasi tentu adapemimpin dan bawahan (Didin dan Hendri, 2003:101)Sementara itu Ramayulis (2008:272) menyatakan bahwa pengorganisasian dalampendidikan Islam adalah proses penentuan struktur, aktivitas, interkasi, koordinasi, desainstruktur, wewenang, tugas secara transparan, dan jelas. Dalam lembaga pendidikan Isla,baik yang bersifat individual, kelompok, maupun kelembagaan.Sebuah organisasi dalam manajemen pendidikan Islam akan dapat berjalan dengan lancardan sesuai dengan tujuan jika konsisten dengan prinsip-prinsip yang mendesain perjalananorganisasi yaitu Kebebasan, keadilan, dan musyawarah. Jika kesemua prinsip ini dapatdiaplikasikan secara konsisten dalam proses pengelolaan lembaga pendidikan islam akansangat membantu bagi para manajer pendidikan Islam.Dari uraian di atas dapat difahami bahwa pengorganisasian merupakan fase kedua setelahperencanaan yang telah dibuat sebelumnya. Pengorganisasian terjadi karena pekerjaanyang perlu dilaksanakan itu terlalu berat untuk ditangani oleh satu orang saja. Dengandemikian diperlukan tenaga-tenaga bantuan dan terbentuklah suatu kelompok kerja yangefektif. Banyak pikiran, tangan, dan keterampilan dihimpun menjadi satu yang harus
  • dikoordinasi bukan saja untuk diselesaikan tugas-tugas yang bersangkutan, tetapi jugauntuk menciptakan kegunaan bagi masing-masing anggota kelompok tersebut terhadapkeinginan keterampilan dan pengetahuan.3. Fungsi Pengarahan (directing).Pengarahan adalah proses memberikan bimbingan kepada rekan kerja sehingga merekamenjadi pegawai yang berpengetahuan dan akan bekerja efektif menuju sasaran yang telahditetapkan sebelumnya.Di dalam fungsi pengarahan terdapat empat komponen, yaitu pengarah, yang diberipengarahan, isi pengarahan, dan metode pengarahan. Pengarahadalah orang yangmemberikan pengarahan berupa perintah, larangan, dan bimbingan. Yangdiberipengarahan adalah orang yang diinginkan dapat merealisasikan pengarahan. Isipengarahan adalah sesuatu yang disampaikan pengarah baik berupa perintah, larangan,maupun bimbingan. Sedangkan metode pengarahan adalah sistem komunikasi antarapengarah dan yang diberi pengarahan.Dalam manajemen pendidikan Islam, agar isi pengarahan yang diberikan kepada orangyang diberi pengarahan dapat dilaksanakan dengan baik maka seorang pengarah setidaknyaharus memperhatikan beberapa prinsip berikut, yaitu : Keteladanan, konsistensi,keterbukaan, kelembutan, dan kebijakan. Isi pengarahan baik yang berupa perintah,larangan, maupun bimbingan hendaknya tidak memberatkan dan diluar kemampuansipenerima arahan, sebab jika hal itu terjadi maka jangan berharap isi pengarahan itu dapatdilaksanakan dengan baik oleh sipenerima pengarahan.Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa fungsi pengarahan dalam manajemenpendidikan Islam adalah proses bimbingan yang didasari prinsip-prinsip religius kepadarekan kerja, sehingga orang tersebut mau melaksanakan tugasnya dengan sungguh-sungguh dan bersemangat disertai keikhlasan yang sangat mendalam.4. Fungsi Pengawasan (Controlling)Pengawasan adalah keseluruhan upaya pengamatan pelaksanaan kegiatan operasional gunamenjamin bahwa kegiatan tersebut sesuai dengan rencana yang telah ditetapkansebelumnya. Bahkan Didin dan Hendri (2003:156) menyatakan bahwa dalam pandanganIslam pengawasan dilakukan untuk meluruskan yang tidak lurus, mengoreksi yang salahdan membenarkan yang hak.Dalam pendidikan Islam pengawasan didefinisikan sebagai proses pemantauan yang terusmenerus untuk menjamin terlaksananya perencanaan secara konsekwen baik yang bersifatmateril maupun spirituil.Menurut Ramayulis (2008:274) pengawasan dalam pendidikan Islam mempunyaikarakteristik sebagai berikut: pengawasan bersifat material dan spiritual, monitoring bukanhanya manajer, tetapi juga Allah Swt, menggunakan metode yang manusiawi yangmenjunjung martabat manusia. Dengan karakterisrik tersebut dapat dipahami bahwapelaksana berbagai perencaan yang telah disepakati akan bertanggung jawab kepadamanajernya dan Allah sebagai pengawas yang Maha Mengetahui. Di sisi lain pengawasan
  • dalam konsep Islam lebih mengutamakan menggunakan pendekatan manusiawi,pendekatan yang dijiwai oleh nilai-nilai keislaman. 1. PenutupDari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa Manajemen Pendidikan Islam adalahproses pemanfaatan semua sumber daya yang dimiliki (ummat Islam, lembaga pendidikanatau lainnya) baik perangkat keras maupun lunak. Pemanfaatan tersebut dilakukan melaluikerjasama dengan orang lain secara efektif, efisien, dan produktif untuk mencapaikebahagiaan dan kesejahteraan baik di dunia maupun di akhirat.Banyak sekali para ulama di bidang manajemen yang menyebutkan tentang fungsi-fungsimanajemen diantaranya adalah Mahdi bin Ibrahim, dia mengatakan bahwa fungsimanajemen itu di antaranya adalah Fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,dan pengawasan.Bila Para Manajer dalam pendidikan Islam telah bisa melaksanakan tugasnya dengan tepatseuai dengan fungsi manajemen di atas, terhindar dari semua ungkupan sumir yangmenyatakan bahwa lembaga pendidikan Islam dikelola dengan manajemen yang asal-asalan tanpa tujuan yang tepat. Maka tidak akan ada lagi lembaga pendidikan Islam yangketinggalan Zaman, tidak teroganisir dengan rapi, dan tidak memiliki sisten kontrol yangsesuai