Manajemen lembaga pendidikan

43,077 views
42,883 views

Published on

3 Comments
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
43,077
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
6
Actions
Shares
0
Downloads
473
Comments
3
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Manajemen lembaga pendidikan

  1. 1. MANAJEMEN LEMBAGA PENDIDIKANBAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangKegiatan pendidikan selalu berlangsung di dalam suatu lingkungan. Dalam kontekspendidikan, lingkungan dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berada di luar dirianak. Anak, dalam hal ini manusia tidak akan bisa dipisahkan dengan lingkungannya.Sehingga terkadang, lingkungan pun akan berpengaruh pada sifat dan kepribadian anak,serta salah satu faktor yang membentuk karakter anak. Lingkungan dapat berupa hal-halyang nyata, seperti tumbuhan, orang, keadaan, politik, kepercayaan dan upaya lain yangdilakukan manusia, termasuk di dalamnya adalah pendidikan.Di dalam konteks pembangunan manusia seutuhnya, keluarga, sekolah dan masyarakatakan menjadi pusat-pusat kegiatan pendidikan yang akan menumbuhkan danmengembangkan anak sebagai makhluk individu, sosial, susila dan religius. Denganmemperhatikan bahwa anak adalah individu yang berkembang, ia membutuhkanpertolongan dari orang yang telah dewasa, anak harus dapat berkembang secara bebas,tetapi terarah. Hal itulah yang disebut pendidikan. Pendidikan harus dapat memberikanmotivasi dalam mengaktifkan anak.Melalui kegiatan pendidikan, gambaran tentang masyarakat yang ideal itu dituangkandalam alam pikiran peserta didik sehingga terjadi proses pembentukan dan perpindahanbudaya. Pemikiran ini mengandung makna bahwa lembaga pendidikan sebagai tempatpembelajaran manusia memiliki fungsi sosial (agen perubahan di masyarakat).Lantas apakah lembaga pendidikan kita, baik yang formal ataupu informal telah mampumengantarkan peserta didiknya sebagai agen perubahan sosial di masyarakat? Untuk Halini masih perlu dipertanyakan. Lembaga pendidikan kita sepertinya kurang berhasil dalammengantarkan anak didiknya sebagai agen perubahan sosial di masyarakat, terbukti denganbelum adanya perubahan yang signufikan dan menyeluruh terhadap masalah kebudayaandan keilmuan masyarakat kita, dan masih maraknya komersialisasi ilmu pengetahuan dilembaga-lembaga pendidikan kita, mahalnya biaya pendidikan serta orientasi yang hanyamempersiapkan peserta didik hanya untuk memenuhi bursa pasar kerja ketimbangmemandangnya sebagai objek yang dapat dibentuk untuk menjadi agen perubahan sosial dimasyarakat.B. Rumusan Masalah1. Apakah pengertian lingkungan pendidikan ?2. Apakah fungsi dan peranan, serta tanggung jawab lembaga pendidikan keluarga ?3. Seperti apakah klasifikasi dari Lembaga Pendidikan ?4. Apa sajakah bentuk dari Lembaga Pendidikan ?5. Bagaimanakah keterkaitan antara Lembaga Pendidikan Dan Perubahan Sosial ?
  2. 2. BAB IIPEMBAHASANA. Pengertian Lingkungan PendidikanDalam arti luas, pendidikan adalah berusaha membangun seseorang untuk lebih dewasa.Atau Pendidikan adalah suatu proses transformasi anak didik agar mencapai hal haltertentu sebagai akibat proses pendidikan yang diikutinya. Pendidikan adalah segala situasihidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu sebagai pengalaman belajar yangberlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Lebih jelasnya pendidikanadalah setiap proses di mana seseorang memperoleh pengetahuan, mengembangkankemampuan/keterampilan sikap atau mengubah sikap.Secara garis besar, pendidikan mempunyai fungsi sosial dan individual. Fungsi sosialnyaadalah untuk membantu setiap individu menjadi anggota masyarakat yang lebih efektifdengan memberikan pengalaman kolektif masa lampau dan masa kini. Fungsiindividualnya adalah untuk memungkinkan seorang menempuh hidup yang lebihmemuaskan dan lebih produktif dengan menyiapkannya untuk menghadapi masa depan(pengalaman baru). Proses pendidikan dapat berlangsung secara formal seperti yang terjadidi berbagai lembaga pendidikan. Ia juga berlangsung secara informal lewat berbagaikontak dengan media komunikasi seperti buku, surat kabar, majalah, TV, radio dansebagainya atau non formal seperti interaksi peserta didik dengan masyarakat sekitar.Organisasi pendidikan mikra adalah organisasi pendidikan dilihat dengan titik tolak padaunit-unit yang ada pada suatu sekolah atau lembaga penyelenggara langsung proses belajarmengajar. Struktur organisasi di setiap sekolah tidak seluruhnya sama, disebabkan olehkompleks tidaknya kegiatan dan tenaga yang ada atau sarana lain.Sedangkan lingkungan pendidikan adalah alam sekitar yang berpengaruh terhadappertumbuhan dan perkembangan anak dan peserta didik. Lingkungan pendidikan terbagitiga dimensi, yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.Tipologi pendidikan yang mempengaruhi pendidikan, antara lain:1. Tipologi lingkungan keluargaSeorang anak mulai mengenal hidup dan kehidupannya dimulai di dalam keluarga.Seorang anak masuk dalam keluarga mulai dari kandungan hingga tumbuh berkembangsampai anak sanggup melepaskan diri dari ikatan keluarga. Berdasarkan kenyataan dapatdisimpulkan bahwa pengaruh lingkungan keluarga sangat menentukan pertumbuhan danperkembangan anak. Dasar-dasar perilaku akan ditentukan oleh adat istiadat orang tuanya,juga sifat sikap hidup serta kebiasaan-kebiasaan orang tuanya.2. Tipologi lingkungan sekolahSekolah merupakan lingkungan pendidikan kedua setelah lingkungan rumah. Sekolahmerupakan tempat latihan persahabatan dan persaudaraan. Suasana sekolah ditentukan olehpetugas-petugas yang berbeda-beda sehingga dapat menghilangkan kejenuhan. Banyakorang tua yang menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan bagi anak-anaknyaitu kepada sekolah. Dengan demikian, guru di sekolah berperan sebagai pendidikpengganti orang tua yang harus bertanggung jawab atas pendidikan.3. Tipologi lingkungan masyarakatArti masyarakt menurut Cook adalah sekumpulan orang yang menempati suatu daerah,diikat oleh kebiasaan dan pengalaman-pengalaman yang sama, serta memiliki sejumlahpersesuaian, kesatuan dan tindakan yang sama di dalam kehidupannya. Lingkunganmayarakat sangat mempengaruhi perkembangan anak, seperti :a. Perkembangan intelektual antara lain : tingkat kecerdasan, kecepatan reaksi, kapasitassintesa, kapasitas ingatan dan pengembangan bakat khusus.b. Perkembangan emosi anak seperti : perasaan senagn, sedih, gembira, ramah, pendiam,
  3. 3. pemarah dan seterusnyac. Perkembangan kepribadian seperti memilliki cita-cita yang teguh, memiliki rasatanggung jawab, mengetahui hak dan kewajiban, percaya diri dan sebagainya.B. Pengertian dan Fungsi Lembaga PendidikanSecara bahasa lembaga adalah suatu organisasi sedangkan pendidikan adalah usahamanusia dewasa dalam mengembangkan potensi anak yang sedang berkembang untukmenjadi manusia yang berguna. Segala kegiatan yang diarahkan dalam rangkamengembangkan potensi anak menuju kesempurnaannya secara terencana, terarah,terpadu, dan berkesinambungan adalah menjadi hakikat pendidikan. Untuk mencapaisasaran dan fungsi di maksud maka sistim persekolahan atau lembaga pendidikan menjadisalah satu wahana strategis dalam membina sumber daya manusia berkualitas.Tidak bisa kita pungkiri lagi bahwa lembaga pendidikan memberikan pengaruh yangsignifikan terhadap corak dan karakter masyarakat. Belajar dari sejarah perkembanganyalembaga pendidikan yang ada di indonesia memiliki beragam corak dan tujuan yangberbeda-beda sesuai dengan kondisi yang melingkupi, mulai dari zaman kerajaan denganbentuknya yang sangat sederhana dan zaman penjajahan yang sebagian memiliki corak alabarat dan gereja, dan corak ketimuran ala pesantren sebagai penyeimbang, serta model dancorak kelembagaan yang berkembang saat ini tentunya tidak terlepas dari kebutuhan dantujuan-tujuan tersebut.Dalam upaya meningkatkan mutu sumber daya manusia, yaitu untuk mengejarketertinggalan di segala aspek kehidupan dan menyesuaikan dengan perubahan global sertaperkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bangsa Indonesia melalui DPR danPresiden pada tanggal 11 Juni 2003 telah mengesahkan Undang-undang Sistem PendidikanNasional yang baru, sebagai pengganti Undang-undang Sisdiknas Nomor 2 Tahun 1989.Undang-undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 yang terdiri dari 22 Bab dan 77 pasaltersebut juga merupakan pengejawantahan dari salah satu tuntutan reformasi yang maraksejak tahun 1998.Perubahan mendasar yang dicanangkan dalam Undang-undang Sisdiknas yang barutersebut antara lain adalah demokratisasi dan desentralisasi pendidikan, peran sertamasyarakat, tantangan globalisasi, kesetaraan dan keseimbangan, jalur pendidikan, danpeserta didik.Sebagai sistem sosial, lembaga pendidikan harus memiliki fungsi dan peran dalamperubahan masyarakat menuju ke arah perbaikan dalam segala lini. Dalam hal ini lembagapendidikan memiliki dua karakter secara umum. Pertama, melaksanakan peranan fungsidan harapan untuk mencapai tujuan dari sebuah sistem. Kedua mengenali individu yangberbeda-beda dalam peserta didik yang memiliki kepribadian dan disposisi kebutuhan.Kemudian sebagai agen perubahan lembaga pendidikan berfungsi sebagai alat :1) Pengembangan pribadi2) Pengembangan warga3) Pengembangan Budaya4) Pengembangan bangsaPeran sesungguhnya dari lembaga pendidikan adalah sebagai jembatan pengantar kitauntuk mecapai tujuan pendidika nasional, sebagaimana dinyatakan bahwa ―pendidikannasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradabanbangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untukmengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwakepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri
  4. 4. dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab‖.C. Klasifikasi Lembaga PendidikanUpaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat pada dasarnya merupakan cita-cita daripembangunan bangsa. Kesejahteraan dalam hal ini mencakup dimensi lahir batin, materialdan spiritual. Lebih dari itu pendidikan menghendaki agar peserta didiknya menjadiindividu yang menjalani kehidupan yang aman dan damai. Oleh karena itu pembangunanlembaga pendidikan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkanIndonesia yang aman, damai, dan sejahtera. Sejalan dengan realitas kehidupan sosial yangberkembang di masyarakat, maka pengembangan nilai-nilai serta peningkatan mutupendidikan tentunya menjadi tema pokok dalam rencana kerja pemerintah dalammembangun lembaga pendidikan.Lembaga pendidikan di indonesia dalam UU bisa kita klasifikasikan menjadi duakelompok yaitu: sekolah dan luar sekolah, selanjutnya pembagian ini lebih rincinyamenjadi tiga bentuk:1). Informal (keluarga)Pendidikan informal, atau pendidikan pertama adalah kegiatan pendidikan yang dilakukanoleh keluarga dan lingkungan yang berbentuk kegiatan belajar secara mandiri, hal iniadalah menjadi pendidikan primer bagi peserta dalam dalam pembentukan karakter dankepribadian2). Formal (sekolah)Jalur formal adalah lembaga pendidikan yang terdiri dari pendidikan dasar, pendidikanmenengah, dan pendidikan tinggi dengan jenis pendidikan:1). Umum2). Kejuruan3). Akademik4). Profesi5). Advokasi6). Keagamaan.Pendidikan formal dapat coraknya diwujudkan dalam bentuk satuan pendidikan yangdiselenggarakan oleh pemerintah (pusat), pemerintah daerah dan masyarakatPendidikan dasar yang merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikanmenengah berbentuk lembaga sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) ataubentuk lain yang sederajat, serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasahtsanawiyah (Mts) atau bentuk lain yang sederajad.Sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar, bagi anak usia 0-6 tahun diselenggarakanpendidikan anak usia dini, tetapi bukan merupakan prasyarat untuk mengikuti pendidikandasar. Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur formal (TK, atauRaudatul Athfal), sedangkan dalam nonformal bisa dalam bentuk ( TPQ, kelompokbermain, taman/panti penitipan anak) dan/atau informal (pendidikan keluarga ataupendidikan yang diselenggarakan oleh lingkunganSedangkan Pendidikan menengah yang merupakan kelanjutan pendidikan dasar terdiri atas,pendidikan umum dan pendidikan kejuruan yang berbentuk sekolah menengah atas(SMA), madrasah aliyah (MA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan madrasah aliyahkejuruan (MAK) atau bentuk lain yang sederajad.Yang terakhir adalah pendidikan tinggi yang merupakan jenjang pendidikan setelahpendidikan menengah, pendidikan ini mencakup program pendidikan1). Diploma2). Sarjana3). Magister
  5. 5. 4). Doktor,Perguruan tinggi memiliki beberapa bentuk1). Akademi2). Politeknik3). Sekolah tinggi4). Institut atau universitasyang secara umum lembaga-lembaga tinggi ini dibentuk dan diformat untukmenyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat, sertamenyelenggarakan program akademik, profesi dan advokasi.Semua lembaga formal di atas diberi hak dan wewenang oleh pemerintah untukmemberikan gelar akademik kepada setiap peserta didik yang telah menempuh pendidikandi lembaga tersebut. Khusus bagi perguruan tinggi yang memiliki program profesi sesuaidengan program pendidikan yang diselenggarakan doktor berhak memberikan gelar doktorkehormatan (doktor honoris causa) kepada individu yang layak memperoleh penghargaanberkenaan dengan jasa-jasa yang luar biasa dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi,kemasyarakatan, keagamaan, kebudayaan, atau seni.Untuk menanggulangi permasalahan yang cukup aktual dan meresahkan masyarakat saatini, seperti pemberian gelar-gelar instan, pembuatan skripsi atau tesis palsu, ijazah palsudan lain-lain, pemerintah telah mengatur dan mengancam sebagai tindak pidana dengansanksi yang juga telah ditetapkan dalam UU Sisdiknas yang baru (Bab XX KetentuanPidana, pasal 67-71).3). Nonformal (masyarakat)Pendidikan nonformal, atau pendidikan kedua meliputi pendidikan kecakapan hidup,pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan,pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikankesetaraan, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuanpeserta didik. Satuan pendidikan nonformal meliputi lembaga kursus, lembaga pelatihan,kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), dan majelis taklim, sertasatuan pendidikan yang sejenis. Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara denganhasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan olehlembaga yang ditunjuk oleh pemerintah (pusat) dan pemerintah daerah dengan mengacupada standard nasional pendidikan. Adapun pendidikan nonformal diselenggarakan bagiwarga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagaipengganti, penambah, atau ingin melengkap pendidikan formal dalam rangka mendukungpendidikan sepanjang hayat, yang berfungsi mengembangkan potensi peserta didik denganpenekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional sertapengembangan sikap dan kepribadian profesionala. Setiap lembaga pendidikan luar sekolah memiliki unsur-unsur sebagai berikut :• Pimpinan/pengelola lembaga/kursus• Sumber belajar• Warga belajar• Kurikulum/program belajar• Prasarana belajar• Sarana belajar• Tata usaha lembaga belajar• Dana belajar• Rencana pengambangan• Usaha-usaha bersifat pengabdian• Hasil belajar
  6. 6. • Ragi blajarb. Pendaftaran dan perizinanMendirikan lembaga pendidika luar sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat baikperorangan, kelompok, agar mendapat pengakuan dari Dikmas tingkat kecamatan,kotamadya/kabupaten harus mendaftarkan diri/lembaganya.• Tahap pertama : Tercatat, yaitu suatu tahap lembaga PLS telah dicatat oleh penilikpendidikan masyarakat setempat.• Tahap kedua : Terdaftar, yaitu suatu tahap lembaga PLS telah terdaftar pada kepala seksiDikmas dengan petunjuk penilik Dikmas. Status terdaftar ini merupakan masa percobaandan berlaku paling lama 6 bulan.• Tahap ketiga : Izin penyelenggara kursus PLS.c. Kewenangan member dan mencabut izin penyelenggaraan kursus Diklusemas.• Teguran lisan oleh kepala Kantor Depdikbud Kecamatan• Peringatan tertulis I, II dan III dilakukan oleh kepala Kantor DepdikbudKabupaten/Kotamadya dengan tembusan Kepala Kanwil Depdikbud Propinsi dan DirekturPendidikan Masyarakat.• Pencabutan izin untuk sementara dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah DepdikbudPropinsi dengan tembusan Kepala Direktur Dikmas.• Pencabutan izin sepenuhnya oleh Kakanwil Depdikbud Propinsi, bila dalam waktu 3bulan berturut-turut setelah pencabutan izin sementara penyelenggara jursusmengabaikannya.Ketiga klasifikasi di atas dalam pergumulanya di masyarakat memiliki peran yangberbeda-beda, lembaga pendidikan pertama, yaitu informal atau keluarga, ranah garapanyaadalah lebih banyak diarahkan dalam pembentukan karakter atau keyakinan dan norma.Lembaga pendidikan kedua, yaitu formal atau sekolah, peran besarnya lebih banyak diarahkan pada pengembangan penalaran murid. Yang terakhir lembaga pendidikan ketiga,yaitu masyarakat, perannya lebih banyak pada pembentukan karakter sosial.Ketiga pembagian di atas adalah merupakan perubahan mendasar, Dalam Sisdiknas yanglama pendidikan informal (keluarga) tersebut sebenarnya juga telah diberlakukan, namunmasih termasuk dalam jalur pendidikan luar sekolah, dan ketentuanpenyelenggaraannyapun tidak konkrit.D. Berbagai Bentuk Lembaga Pendidikan1. Lembaga Pendidikan KeluargaSebagai transmisi pertama dan utama dalam pendidikan, keluarga memiliki tugas utamadalam peletakan dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan hidup keagamaan.Dikatakan pertama karena keluarga adalah tempat dimana anak pertama kali mendapatpendidikan. Sedangkan dikatakan utama karena hampir semua pendidikan awal yangditerima anak adalah dalam keluarga. Karena itu, keluarga merupakan lembaga pendidikantertua, yang bersifat informal dan kodrat. Lahirnya keluarga sebagai pendidikan dimulaisejak manusia itu ada. Ayah dan ibu sebagai pendidik, dan anak sebagai terdidik. Tugaskeluarga adalah meletakkan dasar-dasar bagi perkembangan anak berikutnya, agar anakdapat berkembang secara baik.Fungsi dan Peranan Pendidikan Keluarga1) Pengalaman Pertama Masa Kanak-KanakPengalaman ini merupakan faktor yang sangat penting bagi perkembangan berikutnya,khususnya dalam perkembangan pribadinya. Kehidupan keluarga sangat penting, sebabpengalaman masa kanak-kanak akan memberi warna pada perkembangan selanjutnya.2) Menjamin Kehidupan Emosional AnakTiga hal yang menjadi pokok dalam pembentukan emosional anak, adalah :a) Pemberian perhatian yang tinggi terhadap anak, misalnya dengan menuruti kemauannya,
  7. 7. mengontrol kelakuannya, dan memberikan rasa perhatian yang lebih.b) Pencurahan rasa cinta dan kasih sayang, yaitu dengan berucap lemah lembut, berbuatyang menyenangkan dan selalu berusaha menyelipkan nilai pendidikan pada semuatingkah laku kita.c) Memberikan contoh kebiasaan hidup yang bermanfaat bagi anak, yang diharapkan akanmenumbuhkan sikap kemandirian anak dalam melaksanakan aktifitasnya sehari-hari.3) Menanamkan Dasar Pendidikan MoralSeperti pepatah ―Buah jatuh tak jauh dari pohonnya‖. Anak akan selalu berusahamenirukan dan mencontoh perbuatan orang tuanya. Karenanya, orang tua harus mampumenjadi suri tauladan yang baik. Misalnya dengan dengan mengajarkan tutur kata danperilaku yang baik bagi anak-anaknya.4) Memberikan Dasar Pendidikan SosialKeluarga sebagai komunitas terkecil dalam kehidupan sosial merupakan satu tempat awalbagi anak dalam mengenal nilai-nilai sosial. Di dalam keluarga, akan terjadi contoh kecilpendidikan sosial bagi anak. Orang tua sebagai teladan, sudah semestinya memberikancontoh yang baik bagi anak-anak. Misalnya memberikan pertolongan bagi anggotakeluarga yang lain, menjaga kebersihan dan keindahan dalam lingkungan sekitar.5) Peletakkan Dasar-dasar KeagamaanMasa kanak-kanak adalah masa paling baik dalam usaha menanamkan nilai dasarkeagamaan. Kehidupan keluarga yang penuh dengan suasana keagamaan akan memberikanpengaruh besar kepada anak. Kebiasaan orang tua mengucapkan salam ketika akan masukrumah merupakan contoh langkah bijaksana dalam upaya penanaman dasar religius anak.Dalam hal ini keluarga bertanggung jawab atas apa yang diajarkan kepada anak sebagaipeserta didik. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diberikan kepada peserta didik(anak) oleh keluarga:1) Adanya motivasi atau dorongan cinta kasih yang menjiwai hubungan orang tua dananak. Hubungan yang tidak didasari cinta kasih akan menimbulkan beberapa sifat negatifbagi perkembangan anak. Begitu pula, tidak cukupnya kebutuhan anak akan kasih sayangakan membuat anak selalu merasa tertekan dan ragu dalam menjalani kehidupanselanjutnya.2) Pemberian motivasi kewajiban moral sebagai konsekuensi kedudukan orang tuaterhadap keturunannya. Usia anak yang masih dini akan cukup membantu orang tua dalampenanaman sikap-sikap hidup. Rasa ingin tahu anak akan menghasilkan pengetahuan yangasli dan berakar bagi anak. Keluarga harus mampu menggunakan masa ini untuk betul-betul membentuk kepribadian awal anak sebagai anggota keluarga.3) Tanggung jawab sosial adalah bagian dari keluarga pada gilirannya akan menjaditanggung jawab masyarakat, bangsa dan negara. Masyarakat yang sejahtera dibentuk darikeluarga-keluarga yang sejahtera pula. Keluarga merupakan awal perubahan dalamkehidupan bermasyarakat, karena itu keluarga mempunyai tanggung jawab membentukmasyarakat yang sejahtera.4) Memelihara dan membesarkan anaknya. Ikatan darah dan batin antara orang tua dananak akan memberikan dorongan alami bagi orang tua untuk betul-betul mendidik anakmenjadi apa yang mereka inginkan.5) Memberikan pendidikan dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yangberguna bagi kehidupan anak kelak, sehingga bila ia telah dewasa akan mampu mandiri.2. Lembaga Pendidikan SekolahAkibat terbatasnya kemampuan orang tua dalam mendidik anaknya, maka dipercayakanlahtugas mengajar itu kepada orang dewasa lain yang lebih ahli dalam lembaga pendidikanformal, yaitu guru. Sekolah sebagai wahana pendidikan ini, menjadi produsen penghasilindividu yang berkemampuan secara intelektual dan skill. Karenanya, sekolah perlu
  8. 8. dirancang dan dikelola dengan baik. Karakteristik proses pendidikan di sekolah, antara lain:a. Diselenggarakan secara khusus dan dibagi atas jenis jenjang yang memiliki hubunganhierarkis.b. Usia anak didik di suatu jenjang pendidikan relatif homogenc. Waktu pendidikan relatif lama sesuai dengan program pendidikan yang harusdiselesaikand. Materi atau isi pendidikan lebih banyak bersifat akademis dan umume. Adanya penekanan tentang kualitas pendidikan sebagai jawaban kebutuhan di masa yangakan datang.Sekolah lahir dan berkembang secara efektif dan efisien dari, oleh dan untuk masyarakat.Sekolah berkewajiban memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam mendidik warganegara.a. Fungsi Lembaga Sekolah1) Mengembangkan kecerdasan pikiran dan memberikan pengetahuan anak didik2) Spesialisasi dalam bidang pendidikan dan pengajaran3) Efisiensi. Pendidikan dilakukan dalam program yang tertentu dan sistematis, jugajumlah anak didik dalam jumlah besar akan memberikan efisiensi bagi pendidikan anakdan juga bagi orang tua.4) Sosialisasi, yaitu proses perkembangan individu menjadi makhluk sosial yang mampuberadaptasi dengan masyarakat.5) Konservasi dan transmisi kultural, yaitu pemeliharaan warisan budaya. Dapat dilakukandengan pencarian dan penyampaian budaya pada anak didik selaku generasi muda.6) Transisi dari rumah ke masyarakat. Sekolah menjadi tempat anak untuk melatih berdirisendiri dan tanggung jawab anak sebagai persiapan untuk terjun ke masyarakat.b. Peranan Lembaga Sekolah1) Tempat anak didik belajar bergaul, baik sesamanya, dengan guru dan dengan karyawan.2) Tempat anak didik belajar mentaati peraturan sekolah.3) Mempersiapkan anak didik untuk menjadi anggota masyarakat yang berguna bagiagama, bangsa dan agama.c. Tanggung Jawab Sekolah1) Tanggung jawab formal kelembagaan sesuai dengan fungsi dan tujuan yang ditetapkanmenurut ketentuan yang berlaku.2) Tanggung jawab keilmuan berdasarkan bentuk, isi, tujuan dan tingkat pendidikan.3) Tanggung jawab fungsional adalah tanggung jawab profesional pengelola dan pelaksanapendidikan yang menerima ketetapan ini berdasarkan ketentuan jabatannya.d. Sifat-sifat Lembaga Pendidikan Sekolah1) Tumbuh sesudah keluarga (pendidikan kedua), maksudnya sekolah memikul tanggungjawab dari keluarga untuk mendidik anak-anak mereka.2) Lembaga Pendidikan Formal, dalam arti memiliki program yang jelas, teratur dan resmi.3) Lembaga pendidikan tidak bersifat kodrati. Maksudnya hubungan antara guru dan muridbersifat dinas, bukan sebagai hubungan darah.e. Macam-macam Sekolah1) dari Segi yang Mengusahakana) Sekolah negeri, yaitu sekolah yang diusahakan oleh pemerintah, baik segi fasilitas,keuangan maupun tenaga pengajar.b) Sekolah swasta, yaitu sekolah yang diusahakan oleh badan-badan swasta. Terdiri atas 4status yakni : Disamakan, Diakui, Terdaftar dan Tercatat.2) Ditinjau dari Tingkatana) Pendidikan Pra Sekolah, yaitu pendidikan sebelum Sekolah Dasar.
  9. 9. b) Pendidikan Dasar, yaitu : Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah dan SLTP/ MTs.c) Pendidikan Menengah, yaitu : SLTA & Kejuruan atau Madrasah Aliyah.d) Pendidikan Tinggi, yaitu : Akademi, Institut, Sekolah Tinggi atau Universitas.3) Ditinjau dari sifatnyaa) Sekolah Umum, yaitu sekolah yang belum mempersiapkan anak dalam spesialisasi padabidang pekerjaan tertentu. Misalnya : SD, SLTP dan SLTA.b) Sekolah Kejuruan, yakni lembaga pendidikan sekolah yang mempersiapkan anak untukmenguasai keahlian-keahlian tertentu. Misalnya : SMEA, MAK, SMK dan STM.f. Sumbangsih Khas Sekolah Sebagai Lembaga Pendidikan1) Sekolah Melaksanakan tugas mendidik maupun mengajar anak, serta memperbaiki,memperluas tingkah laku si anak didik.2) Sekolah mendidik maupun mengajar anak didik menerima dan memiliki kebudayaanbangsa3) Sekolah membantu anak didik mengembangkan kemampuan intelektual danketerampilan kerja.3. Lembaga Pendidikan MasyarakatMasyarakat sebagai lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan pribadiseseorang. Dalam hal ini, masyarakat mempunyai peranan penting dalam upaya ikut sertamenyelenggarakan pendidikan, membantu pengadaan tenaga & biaya, sarana danprasarana dan menyediakan lapangan kerja. Karenanya, partisipasi masyarakat membantupemerintah dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa yang sangat diharapkan.Pendidikan dalam masyarakat memiliki ciri-ciri sebagai berikut :a. Diselenggarakan dengan sengaja di luar sekolahb. Peserta umumnya mereka yang tidak bersekolah atau drop outc. Tidak mengenal jenjang dan program pendidikan untuk jangka waktu pendekd. Peserta tidak perlu homogene. Ada waktu belajar dan metode formal, serta evaluasi yang sistematisf. Isi pendidikan bersifat praktis dan khususg. Keterampilan kerja sangat ditekankan sebagai jawaban terhadap kebutuhanmeningkatkan taraf hidup1. Beberapa Istilah Jalur Pendidikan Luar Sekolaha. Pendidikan Sosial, yaitu proses yang diusahakan dengan sengaja di dalam masyarakatuntuk mendidik individu & lingkungan sosial, supaya bebas dan bertanggung jawab.b. Pendidikan Masyarakat, merupakan pendidikan yang ditujukan kepada orang dewasa,termasuk pemuda di luar batas umur tertinggi kewajiban belajar dan dilakukan di luarlingkungan dan sistem persekolahan resmi.c. Pendidikan Rakyat adalah tindakan-tindakan atau pengaruh yang terkadang mengenaiseluruh rakyat.d. Pendidikan Luar Sekolah adalah pendidikan yang dilakukan di luar sistem persekolahanbiasa.e. Mass Education adalah pendidikan yang ditujukan kepada orang dewasa di luarlingkungan sekolahf. Adult Education adalah pendidikan untuk orang dewasa yang mengambil umur batastertinggi dari masa kewajiban belajar.g. Extension Education adalah suatu bentuk dari adult education, yaitu pendidikan yangdiselenggarakan di luar sekolah biasa, yang khusus dikelola oleh Perguruan Tinggi untukmenyahuti hasrat masyarakat yang ingin masuk dunia Universitas, misalnya Univ. Terbukah. Fundamental Education ialah pendidikan yang bertujuan membantu masyarakat untukmencapai kemajuan sosial ekonomi, agar mereka dapat menempati posisi yang layak2. Sasaran dan Program Pendidikan Jalur Luar Sekolah
  10. 10. a. Para buruh dan PetaniKebanyakan berpendidikan rendah atau bahkan tidak sama sekali. Pendidikan yangdiberikan adalah pendidikan yang mampu menolong meningkatkan produktifitas denganmengajarkan keterampilan dan metode baru, yang mendidik mereka agar bisa memenuhikewajiban sebagai warga negara dan kepala keluarga serta mampu menggunakan waktusecara efektif.b. Para Remaja Putus SekolahGolongan remaja yang menganggur memerlukan pendidikan yang menarik, merangsangdan relevan dengan kebutuhan hidupnya.c. Para Pekerja yang BerketerampilanAgar mampu menghadang berbagai tantangan masa depan, maka program pendidikan yangdiberikan kepada mereka hendaknya yang bersifat kejuruan dan teknik. Dengan tujuandapat menyelamatkan mereka dari bahaya keuangan, pengetahuan dan keterampilan yangmereka miliki serta membuka jalan bagi mereka untuk naik ke jenjang hidup yang lebihbaik.d. Golongan Teknisi dan ProfesionalMereka memegang peranan penting dalam kemajuan masyarakat. Karenanya, peranmereka harus dioptimalkan dengan memperbaharui dan menambah pengetahuan sertaketerampilannya.e. Para Pemimpin MasyarakatTermasuk di dalamnya para pemimpin politisi, agama, sosial dan sebagainya. Merekadituntut mampu mengaplikasikan berbagai pengetahuan mereka dan berusaha untukmemperbaharui sikap dan gagasan yang sesuai dengan kemajuan dan pembangunan.f. Anggota Masyarakat yang Sudah TuaAkibat perkembangan zaman, banyak ilmu pengetahuan yang tidak mereka dapatkan.Karena itu pendidikan merupakan kesempatan yang berharga bagi mereka.E. Keterkaitan antara Lembaga Pendidikan Dan Perubahan SosialTelah dipahami oleh para pendidik bahwa misi pendidikan adalah mewariskan ilmu darigenerasi ke generasi selanjutnya. Ilmu yang dimaksud antara lain: pengetahuan, tradisi, dannilai-nilai budaya (keberadaban). Secara umum penularan ilmu tersebut telah diemban olehorang-orang yang terbeban terhadap generasi selanjutnya. Mereka diwakili oleh orangyang punya visi ke depan, yaitu menjadikan serta mencetak generasi yang lebih baik danberadab. Peradaban kuno mencatat methode penyampaian ajaran lewat tembang dankidung, puisi ataupun juga cerita sederhana yang biasanya tentang kepahlawananPerubahan sosial budaya masyarakat sebagaimana yang kita bicarakan di atas tidak akanpernah bisa kita hindari, sehinga akan menuntut lembaga pendidikan sebagai agenperubahan untuk menjawab segala permasalahan yang ada. Dalam permasalahan inilembaga pendidikan haruslah memiliki konsep dan prinsip yang jelas, baik dari lembagaformal ataupun yang lainya, demi terwujudnya cita-cita tersebut, kiranya maka perlulahdiadakanya pembentukan kurikulum yang telah disesuaikan. Prinsip dasar pembentukantersebut adalah meliputi:1. Perumusan tujuan institusional yang meliputi:a. Orientasi pada pendidikan nasionalb. Kebutuhan dan perubahan masyarakatc. Kebutuhan lembaga.2. Menetapkan isi dan struktur progam3. Penyusunan strategi penyusunan dan pelaksanaan kurikulum4. Pengembangan progamdiharapkan nanti dengan persiapan dan orientasi yang jelas sebagaimana di atas,diharapkan lembaga-lembaga pendidikan akan mampu mencetak kader-kader perubahan ke
  11. 11. arah perbaikan di masyarakat. Selanjutnya mengenai pengembangan kurikulum adabeberapa hal yang harus diperhatikan oleh lembaga pendidikan, yaitu:1. relevansi dengan dengan pendidikan lingkungan hidup masyarakat2. sesuai dengan perkembangan kehidupan masa sekarang dan akan datang3. efektifitas waktu pengajar dan peserta didik4. efisien, dengan usaha dan hasilnya sesuai5. kesinambungan antara jenis, progam, dan tingkat pendidikan6. fleksibelitas atau adanya kebebasan bertindak dalam memilih progam, pengembanganprogam, dan kurikulum pendidikan.BAB IIIPENUTUPA. KESIMPULANDalam sistem pendidikan nasional, pendidikan seumur hidup dikelola atas tanggung jawabkeluarga, sekolah dan masyarakat. Dimana masing-masing mempunyai tanggung jawabyang terpadu dalam rangka pencapaian tujuan nasional.1. Keluarga sebagai lingkungan pertama, bertanggung jawab untuk memberikan dasardalam menumbuh kembangkan anak sebagai makhluk individu, sosial, susila dan religius.2. Sekolah sebagai lingkungan kedua bertugas mengembangkan potensi dasar yangdimiliki masing-masing individu agar mempunyai kecerdasan intelektual dan mental. Dariindividu yang cerdas, akan lahir bangsa yang cerdas yang mampu memecahkanmasalahnya sendiri.3. Masyarakat sebagai lembaga ketiga memberikan anak kemampuan penalaran,keterampilan dan sikap. Juga menjadi ajang pengoptimalan perkembangan diri setiapindividu.Dengan mehamami beberapa pembagian dan penjelasan tentang masalah-masalah yangmelingkupi lembaga pendidikan masing–masing, diharapkan adanya agen-agen yangmampu merubah kondisi negeri ini dari keterpurukan nasional, tentunya hal ini jugadiperlukan adanya langkah nyata serta bantuan baik moril ataupun materil dari pemerintahmaupun masyarakat terhadap semua undang-undang yang telah dicanagkan agar bisaterlaksan dengan sempurna. Walaupun dari beberapa undang-undang yang telah ditetapkan oleh pemerintah tidak luput dari kritik dari beberapa tokoh liberal karena negaratelah memasukan pemahasan-pembahasan agama kedalam undang-undang yang berpotensimenumbuhkan gesekan antar agama. Tentunya sebagai bangsa yang menjunjung tinggiagama haruslah mengangap bahwa hal itu hanya sebagai salah satu koreksi ke arah yanglebih baik atas peran lembaga pendidikan di masyarakat.
  12. 12. MANAJEMEN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAMA. Lembaga Pendidikan Secara bahasa lembaga adalah suatu organisasi dan pendidikan adalah usahamanusia dewasa dalam mengembangkan potensi anak yang sedang berkembang untukmenjadi manusia yang berguna. Segala kegiatan yang diarahkan dalam rangkamengembangkan potensi anak menuju kesempurnaannya secara terencana, terarah,terpadu, dan berkesinambungan adalah menjadi hakikat pendidikan. Untuk mencapaisasaran dan fungsi di maksud maka sistim persekolahan atau lembaga pendidikanmenjadi salah satu wahana strategis dalam membina sumber daya manusia berkualitas. Pendidikan islam merupakan sub sistem dari sistem pendidikan nasional.Karena itusebagian sub sistem, maka masing- masing lembaga pendidikan islam yang adaberfungsi untuk mencapai tujuan lembaga yang ditetapkan. Keberadaan lembaga-lembaga pendidikan islam baik pesantren, madrasah atau sekolah-sekolah agama danperguruan tinggi agama islam memiliki peranan yang besar bagi pencapaian tujuanpendidikan nasional. Peran yang dijalankan dalam rangka mencapi fungsi dan tujuan pendidikannasional. Sebagaimana dinyatakan bahwa : ―pendidikan nasional berfungsimengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yangbermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untukmengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman danbertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab‖[1].a. Sekolah Sekolah merupakan salah satu lembaga penyelenggara pendidikan secara formal di Indonesia. Di dalamnya berlangsung proses pendidikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
  13. 13. kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri , kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. b. Madrasah Keberadaan madrasah sudah ada sejak agama Islam berkembang di Indonesia. Madrasah tumbuh dan berkembang dari bawah dalam arti (umat islam) sendiri yang didorong oleh rasa tanggung jawab untuk mengamalkan ajaran agam islam kepada generasi muda. Oleh sebab itu, madrasah pada waktu itu lebih ditekankan pada pendalaman ilmu-ilmu islam. Pada saat ini kebijakan baru pemerintah menetapkan keberadaan madrasah telah dipandang sebagai sekolah umum yang bercirikan agama islam dengan tanggung jawabnya mencakup: 1) Sebagai lembaga pencerdasan kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat muslim, 2) Sebagai lembaga pelestarian budaya keislaman, 3) Sebagai lembaga pelopor bagi peningkatan kualitas masyarakat Indonesia. c. Pesantren Pesantren merupakan lembaga pendidikan islam tertua di Indonesia. Pesantren difungsikan sebagai suatu lembaga yang dipergunakan untuk penyebaran agama, tempat mempelajari agama islam, mengusahakan pembinaan tenaga-tenaga bagi pengembangan agama. Kemampuan pondok pesantren bukan hanya dalam pembinaan pribadi muslim, melainkan dalam usaha mengadakan perubahan social dan kemasyarakatan. Sebagai lembaga sosial pesantren menampung anak-anak dari segala lapisan masyarakat muslim, tanpa membeda-bedakan tingkat sosial ekonomi orang tuanya.B. Lembaga Sosial dan Lembaga Profit1.) Pengertian lembaga sosial Lembaga sosial adalah suatu lembaga yang lebih menekankan kepada suatusistematau kompleks nilai dan norma. Pengertian lain dari lembaga sosial juga lebihdikenal dengan lembaga kemasyarakatan. Sistem nilai dan norma atau tata kelakuan ini
  14. 14. berpusat di sekitar kepentingan atau tujuan tertentu.didalam perkembangan selanjutnya,norma-norma tersebut berkelompok-kelompok pada berbagai keperluan pokok kehidupanmanusia. Misalnya kebutuhan akan pendidikan menimbulkan lembaga-lembagapendidikan .Sumber dana lembaga sosial 1. pertukaran jasa 2. hibah 3. donor 4. pendapatanCiri-ciri umum lembaga sosial 1. suatu lembaga kemasyarakatan adalah organisasi pola-pola pemikiran dan pola- pola perilaku yang terwujud melalui aktifitas-aktifitas kemasyarakatan dan hasil- hasilnya. 2. suatu tingkat kekekalan tertentu merupakan ciri dari semua lembaga kemasyarakatan. 3. lembaga kemasyarakatan mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu 4. lembaga kemasyarakatan mempunyai alat-alat perlengkapan yang dipergunakan untuk mencapai tujuan lembaga bersangkutan. 5. lambing-lambang biasanya juga merupakan ciri khas dari lembaga kemasyarakatan. 6. suatu lembaga mempunyai tradisi tertulis ataupun yang tidak tertulis.Tipe-tipe lembaga kemasyarakatan 1. lembaga primer, lembaga-lembaga yang secara tidak sengaja tumbuh dari adapt istiadat masyarakat 2. lembaga kemasyarakatan yang sangat penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat 3. lembaga-lembaga yang diterima masyarakat2.) Lembaga Profit Lembaga profit adalah suatu lembaga yang menghimpun dana, sumberdaya, danmemperkuat organisasi, dengan tujuan mencapai keuntungan di akhir kegiatan. Sumber dana lembaga profit:
  15. 15. 1. Pertukaran barang 2. Pertukaran jasa 3. Keuntungan 4. Investasi Prinsip-prinsip lembaga profit 1. Keadilan, yakni berbagi keuntungan atas dasar penjualan riil 2. Kemitraan, yakni kesejajaran sebagai mitra usaha yang saling bersinergi untuk memperoleh keuntungan 3. Transparansi 4. Universal, tidak ada perbedaan yang khususnya didasarkan atas perbedaan suku, agama, golongan Lingkungan Pendidikan, Dimensi dan Tipologi LingkunganC. Pengertian lingkungan pendidikan adalah alam sekitar yang berpengaruh terhadappertumbuhan dan perkembangan anak didik. Lingkungan pendidikan terbagi tiga dimensi,yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Tipologipendidikan yang mempengaruhi pendidikan, antara lain: a.Tipologi lingkungan keluarga Seorang anak mulai mengenal hidup dan kehidupannya dimulai di dalam keluarga. Seorang anak masuk dalam keluarga mulai dari kandungan hingga tumbuh berkembang sampai anak sanggup melepaskan diri dari ikatan keluarga. Berdasarkan kenyataan dapat disimpulkan bahwa pengaruh lingkungan keluarga sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak. Dasar-dasar perilaku akan ditentukan oleh adat istiadat orang tuanya, juga sifat sikap hidup serta kebiasaan-kebiasaan orang tuanya.[2] b.Tipologi lingkungan sekolah Sekolah merupakan lingkungan pendiidkan kedua setelah lingkungan rumah. Sekolah merupakan tempat latihan persahabatan dan persaudaraan. Suasana sekolah ditentukan oleh petugas-petugas yang berbeda-beda sehingga dapat
  16. 16. menghilangkan kejenuhan. Banyak orang tua yang menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan bagi anak-anaknya itu kepada sekolah. Dengan demikian, guru di sekolah berperan sebagai pendidik pengganti orang tua yang harus bertanggung jawab atas pendidikan. Tipologi lingkungan masyarakat c. Arti masyarakt menurut Cook adalah sekumpulan orang yang menempati suatu daerah, diikat oleh kebiasaan dan pengalaman-pengalaman yang sama, serta memiliki sejumlah persesuaian, kesatuan dan tindakan yang sama di dalam kehidupannya. Lingkungan mayarakat sangat mempengaruhi perkembangan anak, seperti : a) Perkembangan intelektual antara lain : tingkat kecerdasan, kecepatan reaksi, kapasitas sintesa, kapasitas ingatan dan pengembangan bakat khusus. b) Perkembangan emosi anak seperti : perasaan senagn, sedih, gembira, ramah, pendiam, pemarah dan seterusnya c) Perkembangan kepribadian seperti memilliki cita-cita yang teguh, memiliki rasa tanggung jawab, mengetahui hak dan kewajiban, percaya diri dan sebagainya.D. Sistim Pendidikan Nasional Sistem pendidikan nasional (sisdiknas) adalah suatu keseluruhan yang terpadu dari semua sistem dan kegiatan pendidikan yang berkaitan satu dengan yang lainnya untuk mengusahakan tercapainya pendidikan nasional. (UU No. 2/1989, pasal 1 ayat 3) Dengan lahirnya UU no. 2 tahun 1989 tersebut segala sesuatu yang berkaitan dengan pendidikan harus dilaksanakan dan bersumber pada undang-undang tersebut[3]. Sisdiknas menjamin dan memberikan kepada masyarakat dan bangsa Indonesia dua hal yang sangat penting:
  17. 17. 1.Dari segi akademik memberikan kesempatan kepada warga Negara Indonesia untuk memperoleh pendidikan dalam arti kegiatan belajar yang seluas-luasnya sehingga terbentuknya manusia pancasila sebagai manusia pembangunan yang berkualitas dan mandiri.2.Dari segi pengelolaan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk turut serta dalam penyelenggaraan pendidikan nasional, sehingga tercapai efisiensi pengadaan dan penggunaan sumber daya. Prof. Dr. H.A.R. Tilaar, MSc., Ed., mengemukakan 10 kecenderunganpengembangan megatrend Sisdiknas :1.Pendidikan Dasar2.Kurikulum3.Proses belajar mengajar4.Tenaga pendidik5.Pendidikan, pelatihan, dan tenaga kerja6.Pendidikan Tinggi7.Pendidikan berkelanjutan8.Pembiayaan pendidikan9.Desentralisasi pendidikan dan partisipasi masyarakat10. Manajemen pendidikan Berlandaskan GBHN 1993 dan GBHN 1998, departemen pendidikan dankebudayaan telah menetapkan empat dasar pendidikan, yaitu : pemerataankesempatan untuk memperoleh pendidikan, relevansi, peningkatan kualitaspendidikan, dan efisiensi.
  18. 18. Fungsi Sisdiknas menurut Prof. Dr. H.A.R. Tilaar, MSc., Ed., membaginya dalam dua bagian[4]: 1.Fungsi umum Sisdiknas, meliputi dua kategori politik dan kebudayaan a. Kategori Politik Menekankan kepada pertumbuhan nasionalisme yang sehat pada setiap sikap dan cara berfikir anak Indonesia. Erat kaitannya dengan nasionalisme yang sehat ialah fungsi budaya pendidikan nasional, tumbuhnya rasa bangga atas kepemilikan suatu budaya nasional sebagai suatu identitas bangsa. b. Kategori kebudayaan Dalam kategori ini ditekankan tentang pembudayaan nilai-nilai nasional termasuk inti kebudayaan daerah. 2.Fungsi khusus Sisdiknas, meliputi dua dimensi, yaitu dimensi teknis dan dimensi pembangunan a. Fungsi dimensi teknis dimensi ini meliputi hal-hal yang berkaitan dengan anak luar biasa, anak cerdas, pendidikan keluarga, hak-hak peserta didik, anak cacat, dan pentingnya bahasa daerah bagi pembentukan intelek serta kepribadian peserta didik. b. Dimensi pembangunan dimensi ini meliputi kaitan pendidikan dengan lingkungan sosial, pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat, biaya ditanggung oleh bersama antara pemerintah dan mesyarakat.Dengan mengacu kepada kategorisasi Jeanne Bellatien, fungsi Sisdiknas dapatdikategorikan dalam : 1. fungsi sosial, memerangi segala keterbelakangan dan kebodohan 2. fungsi pembaharuan dan inovasi, meningkatkan kehidupan dan martabat manusia
  19. 19. 3. fungsi pengembangan sosial dan pribadi, menigkatkan rasa persatuan dan kesatuan berdasarkan kebudayaan bangsa. 4. fungsi seleksi, mengembangkan kemampuan manusia Indonesia.E. School Based Management School based management adalah suatu manajemen yang memberikan otonomilebih luas ke sekolah-sekolah dan mendorong pengambilan keputusan partisipatif kepadakomponen-komponen sekolah seperti guru, murid, kepala sekolah, staff, orang tua danmasyarakat untuk meningkatkan mutu sekolah berdasarkan kebijakan pendidikan nasional.Dengan otonomi yang lebih besar, maka sekolah memiliki kewenangan yang lebih besardalam mengelola sekolahnya, sehingga sekolah lebih mandiri. Dengan kemandiriannya,sekolah lebih berdaya dalam mengembangkan program–program. Tujuan based management, antara lain: 1.Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia. 2.Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama 3.Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua, masyarakat, dan pemerintah dalam penyelenggaraan program sekolah 4.Meningkatkan kompetensi yang sehat antar sekolah tentang mutu pendidikan yang akan dicapai Sekolah yang mandiri memiliki ciri-ciri, sebagai berikut; tingkat kemandirian tinggi/tingkat ketergantungan rendah ; bersifat adaptif dan antisipatif/proaktif sekaligus ; memiliki jiwa kewirausahaan tinggi (ulet, inovatif, gigih, berani mengambil resiko) ; bertanggung jawab terhadap kinerja sekolah ; memiliki kontrol yang kuat terhadap input manajemen dan sumberdaya ; memiliki kontrol yang kuat terhadap kondisi kerja ; komitmen yang tinggi pada dirinya dan prestasi merupakan acuan utama
  20. 20. Manajemen Lembaga Pendidikan IslamPengertian ManajemenKata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti senimelaksanakan dan mengatur.[2] Manajemen belum memiliki definisi yang mapan danditerima secara universal.[3] Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemensebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwaseorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuanorganisasi.[4] Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah prosesperencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untukmencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapatdicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang adadilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.[5]C. Fungsi ManajemenFungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalamproses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatanuntuk mencapai tujuan.Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorangindustrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu, iamenyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah,mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkasmenjadi tiga, yaitu: 1. Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan. 2. Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil. 3. Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha.
  21. 21. D. Sarana ManajemenUntuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan alat-alat sarana (tools). Toolsmerupakan syarat suatu usaha untuk mencapai hasil yang ditetapkan. Tools tersebutdikenal dengan 6M, yaitu men, money, materials, machines, method, dan markets.Man merujuk pada sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi. Dalammanajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuattujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa adamanusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Olehkarena itu, manajemen timbul karena adanya orang-orang yang berkerja sama untukmencapai tujuan.Money atau Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uangmerupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukurdari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan/lembaga. Oleh karena itu uangmerupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harusdiperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harusdisediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeliserta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.Material terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam dunia usahauntuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya jugaharus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi danmanusia tidaki dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.Machine atau Mesin digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan keuntunganyang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja.Metode adalah suatu tata cara kerja yang memperlancar jalannya pekerjaan manajer.Sebuah metode daat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugasdengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingatmeskipun metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidakmempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dengan demikian, perananutama dalam manajemen tetap manusianya sendiri.Market atau pasar adalah tempat di mana organisasi menyebarluaskan (memasarkan)produknya. Memasarkan produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila barang yangdiproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerjatidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasilproduksi merupakan faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasaimaka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli(kemampuan) konsumenE. Pengertian Organisasi dan PengorganisasianOrganisasi (organization) dan pengorganisasion (organizing) memiliki hubungan yang eratdengan manajemen. Organisasi merupakan alat dan wadah atau tempat manejer melakukankegiatan-kegiatannya untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sementara Pengorganisasian
  22. 22. merupakan salah satu fungsi organik dari manajemen dan ditempatkan sebagai fungsikedua setelah perencanaan (planning). Dengan demikian, antara organisasi danpengorganisasian memiliki pengertian yang berbeda.James L. Gibson c.s., sebagaimana yang dikutip oleh Winardi, berpendapat bahwa:[6]―…organisasi-organisasi merupakan entitas-entitas yang memungkinkan masyarakatmencapai hasil-hasil tertentu, yang tidak mungkin dilaksanakan oleh individu-individuyang bertidak secara sendiri‖Organisasi-organisasi yang dibentuk oleh sekelompok orang pada dasarnya menginginkanterwujudnya suatu hasil atau tujuan tertentu. Tujuan yang diinginkan tersebut tidak dapatdiperoleh secara individu tetapi perlu dilakukan upaya secara bersama dan terpadu.Stephen R. Robbins memberikan rumusan pengertian organisasi sebagai berikut:―… An organization is a consciously coordinated social entity, with a relativelyidentifiable boundary, that functions on a relatively continuous basis to achieve a commongoal or set of goals‖.Entitas sosial yang dikemukakan dalam definisi di atas berarti bahwa kesatuan tersebutterdiri dari orang-orang atau kelompok orang yang saling berinteraksi. Pola-pola interaksiyang diikuti orang-orang di dalam suatu organisasi tidak muncul begitu saja, akan tetapimereka dipertimbangkan sebelumnya. Mengingat bahwa organisasi-organisasi merupakanentitas-entitas sosial, maka pola-pola interaksi para anggotanya perlu dipertimbangkan pulaserta diharmonisasi guna tercapainya tujuan yang diinginkan.Prajudi Atmosudirdjo menyatakan bahwa organisasi adalah struktur tata pembagian kerjadan struktur hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasamauntuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.[7]Barnad, seperti yang dikutip Asnawir, organisasi adalah suatu sistem mengenai usahakerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan tertentu.[8]Dari beberapa definisi di atas dapat dipahami bahwa organisasi adalah tempat atau wadahberkumpulnya beberapa orang yang secara sadar berinteraksi dan saling bekerja samauntuk mewujudkan tujuan yang telah disepakati bersama. Meskipun terdapat perbedaandefinisi tentang organisasi, akan tetapi secara umum organisasi itu memiliki ciri-ciri yangsama. Edgar H. Schein, seorang psikolog keorganisasian terkemuka berpendapat bahwasemua organisasi memiliki empat macam ciri atau karakteristik sebagai berikut.[9]1. Koordinasi Upaya; Para individu yang bekerja sama dan mengkoordinasi upaya mentalatau fisikal mereka dapat mencapai banyak hal yang hebat dan yang menakjubkan.2. Tujuan Umum Bersama; Koordinasi upaya tidak mungkin terjadi, kecuali apabila pihakyang telah bersatu, mencapai persetujuan untuk berupaya mencapai sesuatu yangmerupakan kepentingan bersama. Sebuah tujuan umum bersama memberikan anggotaorganisasi sebuah rangsangan untuk bertindak.3. Pembagian Kerja; Dengan jalan membagi-bagi tugas-tugas kompleks menjadipekerjaan-pekerjaan yang terspesialisasi, maka sesuatu organisasi dapat memanfaatkansumber-sumber daya manusianya secara efisien. Pembagian kerja memungkinkan paraanggota organisasi-organisasi menjadi lebih terampil dan mampu karena tugas-tugasterspesialisasi dilaksanakan berulang-ulang.
  23. 23. 4. Hierarki Otoritas; Para teoretisi organisasi telah merumuskan otoritas sebagai hak untukmengarahkan dan memimpin kegiatan-kegiatam pihak lain. Tanpa hierarki otoritas yangjelas, koordinasi upaya akam mengalami kesulitan, bahkan kadang-kadang tidak mungkindiilaksanakan. Akuntabilitas juga dibantu apabila orang-orang bekerja dalam rantaikomando ((he chain of command).Lebih lanjut, Malayu S.P. Hasibuan menyimpulkan bahwa aspek-aspek penting dariberbagai definisi organisasi adalah:[10]1. adanya tujuan tertentu yang ingin dicapai;2. adanya sistem kerja sama yang terstruktur dari sekelompok orang;3. adanya pembagian kerja dan hubungan kerja antara sesama karya wan;4. adanya penetapan dan pengelompokan pekerjaan yang terintegrasi;5. adanya keterikatan formal dan tata tertib yang harus ditaati;6. adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas;7. adanya unsur-unsur dan alat-alat organisasi;8. adanya penempatan orang-orang yang akan melakukan pekerjaan.Untuk lebih memahami hakikat organisasi, perlu diketahui pula unsur-unsurnya, yaitu:1. Manusia (human factor), artinya organisasi baru ada jika ada unsur manusia yangbekerja sama, ada pemimpin dan ada yang dipimpin (bawahan).2. Tempat Kedudukan, artinya organisasi baru ada, jika ada tempat kedudukannya.3. Tujuan, artinya organisasi baru ada jika ada tujuan yang ingin dicapai.4. Pekerjaan, artinya organisasi baru ada, jika ada pekerjaan yang akan dikerjakan sertaadanya pembagian pekerjaan.5. Struktur, artinya organisasi baru ada, jika ada hubungan dan kerja sama antara manusiayang satu dengan yang lainnya.6. Teknologi, artinya organisasi baru ada, jika terdapat unsur teknis.7. Lingkungan (Environment External Social System), artinya organisasi baru ada, jika adalingkungan yang saling mempengaruhi mi-salnya ada sistem kerja sama sosial.Adapun pengorganisasian, juga didefinisikan oleh para pakarnya. Asnawir mengemukakanbahwa istitah ―organizing[11] mempunyai arti yaitu berusaha untuk menciptakan suatustruktur dan bagian untuk dapat berinteraksi dan saling pengaruh-mempengaruhi antarasatu sama lainnya. Pengorganisasian tersebut juga dapat diartikan sebagai penyusunantugas dan tanggung jawab para personil dalam organisasi.
  24. 24. George R. Terry, seperti yang dikutip Malayu S.P. Hasibuan, menuliskan: Organizing isthe establishing of effective behavioral relationships among persons so that they may worktogether efficiently and gain personal satisfaction in doing selected tasks under givenenvironmental conditions for the purpose of achieving some goal or objective.[12]Dari dua definisi di atas jelaslah bahwa pengorganisasian merupakan salah satu fungsimanajemen setelah fungsi perencanaan sehingga masing-masing anggota organisasimendapat tugas dan tanggung jawab tertentu sesuai dengan yang direncanakan untukmencapai tujuan yang diinginkan.Kemudian, proses pengorganisasian juga mencakup kegiatan-kegiatan berikut:1. Pembagian kerja yang harus dilakukan oleh individu atau kelompok-kelompok tertentu.2. Pernbagian aktivitas menurut level kekuasaan dan tanggungjawab.3. Pengelompokan tugas menurut tipe dan jenisnya.4. Penggunaan mekanisme koordinasi kegiatan individu /kelompok.5. Pengaturan hubungan kerja antara anggota organisasi.Adapun langkah-langkah pengorganisasian dapat dilakukan sebagai berikut:1. Tujuan, manajer harus mengetahui tujuan organisasi yang ingin dicapai; apa profitmotive atau service motive.2. Penentuan kegiatan-kegiatan, artinya manajer harus mengetahui, merumuskan danmengspesifikasikan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasidan menyusun daftar kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan.3. Pengelompokan kegiatan-kegiatan, artinya manajer harus mengelompokkan kegiatan-kegiatan ke dalam beberapa kelompok atas dasar tujuan yang sama; kegiatan-kegiatanyang bersamaan dan berkaitan erat disatukan ke dalam satu departemen atau satu bagian.4. Pendelegasian wewenang, artinya manajer harus menetapkan besarnya wewenang yangakan didelegasikan kepada setiap departemen.5. Rentang kendali, artinya manajer harus menetapkan jumlah karyawan pada setiapdepartemen atau bagian.6. Perincian peranan perorangan, artinya manajer harus menetapkan dengan jelas tugas-tugas setiap individu karyawan, supaya tumpang-tindih tugas terhindarkan.7. Tipe organisasi, artinya manajer harus menetapkan tipe organisasi apa yang akandipakai, apakah ―line organization, line and staff organization ataukah functionorganization‖.8. Struktur organisasi (organization chart = bagan organisasi), artinya manajer harusmenetapkan struktur organisasi yang bagaimana yang akan dipergunakan, apa struktur
  25. 25. organisasi ―segitiga vertikal, segitiga horizontal, berbentuk lingkaran, berbentuk setengahlingkaran, berbentuk kerucut vertikal/horizontal ataukah berbentuk oval‖.Jika proses pengorganisasian dalam suatu organisasi di atas dilakukan dengan baik danberdasarkan ilmiah, maka organisasi yang disusun akan baik, efektif, efisien dan sesuaidengan kebutuhan perusahaan dalam mencapai tujuannya.Dengan demikian, antara organisasi (organization) dengan pengorganisasian (organizing)memiliki hubungan yang sangat erat. Pengorganisasian yang baik akan menghasilkanorganisasi yang baik pula. Pengorganisasian diproses oleh organisator (manajer) sehinggapengorganisasian itu bersifat dinamis dan hasilnya adalah organisasi yang bersifat statis.Akan tetapi, hakikat organisasi juga bisa dipandang sebagai statis dan dinamis. Statis bilaorganisasi sebagai wadah, tempat kegiatan administrasi dan manajemen. Sedangkandinamis ketika organisasi sebagai suatu proses, interaksi hubungan, formal (nampak dibagan organisasi) dan informal (tidak diatur, tidak nampak dalam struktur). Hubunganinformal timbul, karena hubungan pribadi, kesamaan kepentingan, dan kesamaan interestdengan kegiatan di luar.Berangkat dari pengertian di atas maka dalam perkembangannya dan karena tuntutanglobalisasi muncul berbagai hal berkenaan dengan pengorganisasian, seperti strukturorganisasi yaitu pola formal bagaimana orang dan pekerja dikelompokkan dalam suatuorganisasi yang biasa digambarkan dengan bagan organisasi. Perilaku organisasi, yangditekankan pada perilaku manusia dalam kelompok, iklim organisasi yaitu serangkaiansifat lingkungan kerja, kultur organisasi yaitu sistem yang dapat menembus nilai-nilai,kepercayaan dan norma-norma di setiap organisasi, desain organisasi yaitu strukturorganisasi spesifik yang dihasilkan dari keputusan dan tindakan manajer, pengembanganorganisasi, politik organisasi, proses organisasi yaitu aktivitas yang memberi nafas padakehidupan struktur organisasi, dan profil organisasi yaitu suatu diagram yang menunjukkanrespons anggota organisasi.Berkaitan dengan pengertian organisasi, dalam Alquran dicontohkan beberapa surat yangberkaitan dengan organisasi, sebagaimana Firman Allah SWT yang berkaitan dengan:a. perlunya persatuan, dalam surat: 2:43, 4:71, 37:1,b. perlunya berbangsa-bangsa, dalam surat: 5:48, 22:34,67, 49:13c. perlunya bersatu dan mengikuti jalan yang lurus, dalam surat: 30:31,32, 2:103,105, 6:59,8:46 dand. perlunya saling tolong-menolong dan kerja sama, dalam surat: 5:2, 8:74, 9:71.Jadi, organisasi ada karena untuk mendapatkan sesuatu. Sesuatu ini merupakan tujuanorganisasi.Demikian pula dalam pendidikan Islam, organisasi juga dibutuhkan. Organisasi pendidikanIslam dapat dipahami sebagai wadah berkumpulnya beberapa orang yang saling bekerjasama dan beriteraksi dalam menerapkan dan mewujudkan tujuan pendidikan Islam dengantetap berlandaskan kepada nilai-nilai ajaran Islam itu sendiri.
  26. 26. C. Sejarah Perkembangan OrganisasiSebagaimana yang telah disinggung sebelumnya bahwa manusia adalah makhluk sosial.Hal ini turut mendorong manusia membentuk organisasi untuk mewujudkan cita-citanya.Karena itu, organisasi muncul ketika manusia itu berkumpul dua orang atau lebih.Bahkan, sebelum manusia terlahir ke muka bumi ini, benih-benih organisasi juga telahtersirat sejak awal proses penciptaan manusia di alam rahim. Seperti yang dijelaskan olehilmu kedokteran, sel sperma seorang laki-laki dikatakan normal apabila berjumlah minimal20 juta sel sperma. Padahal, hanya satu sel yang dibutuhkan untuk melakukan pembuahandengan sel telur milik sang istri. Peristiwa ini mengisyaratkan bahwa manusia memangditakdirkan untuk berorganisasi dalam mencapai tujuan.Demikian pula kisah nabi Adam as sebagai manusia pertama yang diungkap dalam al-Qur‘an, ia juga membentuk kelurga bersama istrinya Hawa. Ketika mereka memiliki anak,maka anak-anak tersebut mereka dididik dan diorganisir sedemikian rupa dengan pekerjaanyang berbeda sesuai dengan bakat dan minat mereka. Seperti Qabil bekerja sebagai petani,sedangkan Habil sebagai peternak. Hal ini terungkap dalam firman Allah SWT:Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yangsebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, Maka diterima dari salah seorangdari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). ia berkata (Qabil):―Aku pasti membunuhmu‖. berkata Habil: ―Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban)dari orang-orang yang bertakwa‖. (Qs. al-Maidah/5: 27)Sepanjang sejarah perkembangan manusia, juga ditemukan bukti-bukti bahwa organisasiitu telah muncul di tengah-tengah masyarakat. Kehidupan orang-orang Yunani, kerajaan-kerajaan yang telah dibangun pada masa Romawi juga menunjukkan bahwa mereka telahmembentuk dan membangun organisasi yang baik.Dengan demikian, manusia dan organisasi serta aktivitasnya telah berlangsung lama sejakribuan tahun silam, tapi yang dibutuhkan dan perlu untuk diketahui adalah akarperkembangan organisasi pada abad ke-18 dan ke-19, yaitu:1. Masa Praktik AwalAda tiga nama penting yang mempunyai pengaruh besar dalam menentukan arah danbatasan dari perilaku organisasi, mereka itu adalah Adam Smith, Charles Babbage, danRobert Owen.1. Adam Smith, 1776; Adam Smith telah memberikan kontribusi yang sangat pentingdengan doktrin ekonominya, yaitu spesialisasi bidang kerja atau pembagian tugas denganberbagai argumentasi yang sangat dalam. Adam Smith memberikan contoh pembagiantugas dengan spesialisasi bidang kerja tertentu dalam pabrik pembuatan peniti. Adasepuluh orang pekerja dalam pabrik tersebut, setiap orang mempunyai tugas tertentudengan mengerjakan suatu bagian kerja tertentu. Sepuluh orang pekerja tersebut dapatmembuat 48.000 buah peniti tiap harinya. Selanjutnya, jika setiap pekerja mengambilkawat sendiri-sendiri kemudian meluruskannya, membuatkan ujung batangnya, hasilnyasetiap pekerja mampu membuat satu peniti dalam satu hari. Kalau ada sepuluh pekerjamaka dapat membuat sepuluh peniti setiap hari. Dan spesialisasi bidang pekerjaan tertentu
  27. 27. pada masa sekarang ini sudah barang tentu termotivasi oleh keuntungan yang berlipatganda dari doktrin Adam Smith pada 2 abad silam.2. Charles Babbage, 1832; Charles Babbage adalah seorang profesor matematika dariInggris yang telah mengembangkan sistem pembagian tugas yang telah diartikulasikanpertama kali oleh Adam Smith. Babbage menambahkan beberapa keuntungan dengansistem pembagian tugas, yang telah dikemukakan oleh Adam Smith. Selain keterampilan,menghemat waktu yang terkadang sering disia-siakan terbuang ketika penggantian tugassatu ke tugas yang lain.Keuntungan tersebut yaitu:a. Mempersingkat waktu yang diperlukan untuk belajar suatu pekerjaan.b. Menghemat pemborosan material yang diperlukan dalam pelajaran pada tiap tingkatan.c. Memungkinkan untuk menghasilkan tingkat keterampilan yang tinggi.d. Memungkinkan kemampuan untuk membandingkan keterampilan seseorang dan bakatfisik dengan tugas-tugas tertentu.3. Robert Owen, 1825; Robert Owen adalah orang periling dan berjasa dalam sejarahperilaku organisasi karena ia adalah seorang industrialis pertama yang mengingatkanbagaimana sistem pabrik yang sedang tumbuh dan berkembang telah merendahkan parapekerja. Ia menolak praktik-praktik kekerasan yang ia lihat di pabrik-pabrik, seperti anakyang bekerja di bawah umur 10 tahun, 13 jam kerja tiap hari dengan kondisi kerja yangmenyedihkan. Owen menjadi seorang reformer, ia mencek para pemilik pabrik yangmemperlakukan peralatan lebih baik dibandingkan dengan para karyawannya, iamengkritik mereka yang membeli mesin dengan harga mahal sementara membayar parapekerja yang menjalankan mesin tersebut dengan harga sangat murah. Owen mengatakanbahwa mempergunakan uang untuk meningkatkan para pekerja merupakan salah satuinvestasi terbaik yang menjadi pilihan para eksekutif bisnis, ia mengklaim bahwamemperlihatkan concern kepada para karyawan akan sangat menguntungkan untukmanajemen dan membebaskan kesengsaraan manusia. Untuk ukuran zaman Owen ia tentusangat idealis tapi seratus tahun setelah tahun 1825 ditetapkan jam kerja untuk semua,undang-undang perburuhan anak, pendidikan untuk umum, perusahaan memberikan makanpada waktu kerja.2. Masa KlasikMasa Klasik meliputi tahun 1900-1930. Selama periode ini, untuk pertama kali teori-teorimanajemen secara umum mulai dikembangkan, pada masa ini yang banyak kontribusidalam perilaku organisasi, mereka itu adalah Frederick W. Taylor, Henry Fayol, MaxWeber, Mary Panther Follet, dan Chester Bernard telah meletakkan dasar praktik-praktikmanajemen sekarang.Manajemen secara Ilmiah1. Frederick W Taylor; Frederick W Taylor menggambarkan prinsip-prinsip manajemensecara ilmiah menampilkan tiga bab sebagai tujuan dari gerakannya:[13]
  28. 28. a. Untuk menegaskan bahwa Amerika Serikat telah dirugikan karena tidak adanyaefisiensi.b. Maka solusi terletak pada manajemen yang sistematis bukan pada usaha mencari orangyang istimewa.c. Untuk membuktikan bahwa manajemen yang baik adalah suatu ilmu yang tepat yangberdasarkan pada hukum-hukum yang jelas, aturan-aturan, dan prinsip-prinsip. Awalpenggunaan manajemen yang ilmiah membuahkan hasil yang gemilang. Perusahaan motorFord berusaha melaksanakan prinsip-prinsip manajemen ilmiah di tahun 1908 dan berhasilmerakit suatu mobil hanya dalam waktu 14 menit. Dari pandangan ilmu perilaku,pelaksanaan manajemen ilmiah mencoba memadukan asumsi-asumsi mekanik terhadapilmu-ilmu perilaku organisasi.2. Teori Administratif dari Henry Fayol; Henry Fayol seorang industriawan Perancismenerbitkan bukunya pada tahun 1919 yakni General and Industrial Administration. Yangbanyak mempengaruhi pemikiran-pemikiran manajemen di Eropa. Pandangan-pandangannya dianggap sebagai suatu pemikiran tentang organisasi administratif. Fayolberpendapat bahwa semua organisasi terdiri dari unit atau subsistem sebagai berikut:a. Aspek teknik dan komersial dan dari kegiatan pembelian, produksi dan penjualan.b. Kegiatan-kegiatan keuangan.c. Unit-unit keamanan dan perlindungand. Fungsi perhitungane. Fungsi administratif dari perencanaan, organisasi, pengarahan, koordinasi, danpengendalian.3. Teori Struktural dari Max Weber; Max Weber adalah pemikir dalam ilmu sosial dariJerman. Dua aspek kerja Weber yang relevan dengan perilaku organisasi yaitu:Pcrtama, seorang ahli ilmu sosial, ia tertarik untuk menjelas-kan preskripsi daripertumbuhan organisasi yang besar.Kedua, ia terkesan akan kelemahan-kelemahan manusia dan pertimbangan yang kadang-kadang tidak realistis bahwa manusia mempunyai rasa emosi.Teori Max Weber memiliki sifat:a. Adanya spesialisasi atau pembagian kerjab. Adanya hierarki yang berkembangc. Adanya suatu sistem atau aturan dari suatu prosedurd. Adanya hubungan kelompok yang impersonalitase. Adanya promosi dan jabatan yang berdasarkan kecakapan.
  29. 29. 3.Gerakan Hubungan KemanusiaanRaymond Miles menyatakan bahwa pendekatan hubungan kemanusiaan secara sederhanamenempatkan karyawan sebagai manusia, tidak sebagai mesin yang dipergunakan dalamberproduksi. Pada sejarah hubungan kemanusiaan ini terdapat tiga kejadian yangmemberikan kontribusi dalam penelaahan ilmu perilaku organisasi. Tiga kejadian ituantara lain sam masa-masa depresi yang hebat, gerakan kaum buruh, dan basil penemuanHowthorne.a. Masa depresi; depresi yang terjadi pada tahun 1930-an menyebabkan goncangan yanghebat di bidang keuangan. dan perekonomian pada umumnya. Penyebab depresi padaumumnya antara lain:a) Akumulasi stok barang yang baru yang besar di tangan konsumenb) Konsumen menolak naiknya hargac) Jarang investasi dalam skala usahad) Melemahnya kepercayaan dan harapan-harapane) Akumulasi yang besar dari kemampuan produksi sebagai basil pengembanganteknologi.Ledakan depresi menyadarkan manajemen untuk menghayati bahwa produksi tidak akanbertahan lama sebagai unsur yang bertanggung jawab dalam manajemen. Di saat itu lalutimbul gagasan untuk meletakkan unsur manusia sebagai unsur yang amat dominan dalammanajemen, sebagai basil dari depresi hubungan kemanusiaan dan perilaku organisasimendapatkan tempat yang dominan dan perhatian yang seksama.b. Gerakan Serikat Buruh; di tahun 1935 serikat buruh secara sah diakui (legallyentranced), banyak para manajer menjadi sadar dan mulai banyak memberikanperhatiannya kepada buruh. Gerakan serikat buruh ini secara langsung ataupun tidaklangsung memberikan dampak yang besar terhadap studi perilaku organisasi individu-individu yang mendukung kerja sama dalam suatu organisasi tertentu. Gerakan serikatburuh tercatat dalam sejarah pengembangan studi perilaku organisasi, sebagai titik awaldalam masa embrio berkembang gerakan kemanusiaan.c. Penemuan Howthorne; Howthome mengadakan penelitian dengan tujuan untuk mencarisampai di mana pengaruh hubungan antara kondisi fisik lingkungan kerja denganproduktivitas karyawan. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa langkah. Langkahpertama, percobaan tentang cahaya lampu antara tahun 1924-1927, hasilnya bahwa cahayapenerangan lampu pada tempat kerja hanyalah salah satu faktor yang mempengaruhi hasilkerja dan pengaruhnya kecil sekali. Langkah kedua, Howthorne menyediakan ruangistirahat bagi karyawan. Hasilnya dari fase ini hampir sama dengan fase pertama. Langkahketiga, studi tentang ruang bank tilgram. Tujuannya untuk melakukan analisis pengamatanterhadap kelompok pekerja informal.Ternyata dalam fase ketiga ini tidak ada kenaikan produktivitas yang tinggi. Implikasipenemuan Howthorne terhadap pengembangan tentang ilmu perilaku organisasi ternyata
  30. 30. amat besar dan penting sekali. Usaha-usaha penemuan ini merupakan satu dasar yang amatberharga terhadap pendekatan perilaku di dalam segala aspek manajemen.4. Organisasi ModernAsumsi dasar tentang sifat manusia menurut ilmu organisasi modern adalah bukan baikdan bukan buruk. Beberapa orang beranggapan bahwa manusia mempunyai keunikandalam perilaku hal yang terarah, lainnya beranggapan bahwa perilaku manusia dalambanyak hal menunjukkan sebagai sasaran yang tidak teratur.Pendekatan yang dipakai untuk menganalisis perilaku manusia menurut ahli perilakuorganisasi modern, yaitu pada hakikatnya juga menggunakan metode eksperimen, denganmemberikan penekanan pada observasi terkendali dan generalisasi data. Pengharapan-pengharapan pada manajemen modern, yaitu pemahaman-pemahaman dari perilakumanusia yang selalu bertambah dengan pemahaman ilmiah yang akan membawa ke arahpenyempurnaan kerja.Selain dari sejarah perkembangan organisasi sebagai suatu ilmu yang terjadi di kalanganilmu barat, jauh sebelumnya juga ditemukan tokoh-tokoh dari Timur (baca: Islam) dalammengemukakan berbagai teori yang berkenaan dengan organisasi. Salah satu di antaranyayang terkenal adalah Ibn Khaldun (1332 – 1406 M/732 – 808 H) diakui oleh para sarjanabaik muslim maupun non-muslim di Barat sebagai seorang sosiolog ternama. Dalam kitabmagnum opusnya, Muqaddimah, Ibn Khaldun banyak berbicara tentang teori masyarakat,peradaban, perkembangan profesi, serta pentingnya berkumpul (organisasi) dalammewujudkan cita-cita bersama. Dalam Muqaddimah-nya,[14] Ibn Khaldun mengutippendapat para filosof—di sini Ibn Khaldun tidak menyebutkan nama-nama filosoftersebut—―manusia adalah makhluk sosial‖ (al-insānu madaniyyun bit thab‘i). Pernyataanini menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa membutuhkanorang lain dalam kehidupannya. Lebih lanjut, ia menuliskan;Pernyataan ini mengandung makna bahwa seorang manusia tidak bisa hidup sendirian, daneksistensinya tidaklah terlaksana kecuali dengan kehidupan bersama. Dia tidak akanmampu menyempurnakan eksistensi dan mengatur kehidupannya dengan sempurna secarasendiri. Benar-benar sudah menjadi wataknya, apabila manusia butuh bantuan dalammemenuhi kebutuhannya. Mula-mula, bantuan itu berupa konsultasi, lalu kemudianberserikat serta hal-hal lain sesudahnya. Berserikat dengan orang lain, bila ada kesatuantujuan, akan membawa kepada sikap saling membantu. Tapi jika tujuannya berbeda, akanmenimbulkan perselisihan dan pertengkaran, sehingga muncullah sikap saling membenci,saling berselisih. Ini yang membawa peperangan atau perdamaian di kalangan bangsa-bangsa.Dalam pernyataan di atas, Ibn Khaldun menyebutkan sebagai makhluk sosial, manusiaselala berserikat (berorganisasi) jika memang ada kesatuan tujuan. Tampak jelas bahwa IbnKhaldun—yang hidup sekitar empat abad sebelum Adam Smith (1776)—telah memahamiteori organisasi. Dengan demikian, konsep organisasi sebenarnya telah dikemukakan olehpara tokoh intelektual Islam ketika masa kejayaannya sebelum berkembangnya peradabanBarat. Semua itu tidak terlepas dari isyarat-isyarat yang dikemukakan dalam al-Qur‘anmaupun Hadis sehingga melahirkan berbagai pemikiran yang brilliant dari generasi muslimpada masa-masa selanjutnya.
  31. 31. D. Prinsip-prinsip, Fungsi dan Manfaat OrganisasiAgar terwujudnya suatu organisasi yang baik, efektif, efisien serta sesuai dengankebutuhan, secara selektif harus didasarkan pada prinsip-prinsip organisasi sebagai berikut.1. Principle of Organizational Objective (prinsip tujuan organisasi). Menurut prinsip initujuan organisasi harus jelas dan rasional, apakah bertujuan untuk mendapatkan laba(business organization) ataukah untuk memberikan pelayanan (public organization). Halini merupakan bagian penting dalam menentukan struktur organisasi.2. Principle of Unity of Objective (prinsip kesatuan tujuan). Menurut prinsip ini, di dalamsuatu organisasi harus ada kesatuan tujuan yang ingin dicapai. Organisasi secarakeseluruhan dan tiap-tiap bagiannya harus berusaha untuk mencapai tujuan tersebut.Organisasi akan kacau, jika tidak ada kesatuan.3. Principle of Unity of Command (prinsip kesatuan perintah) Menurut prinsip ini,hendaknya setiap bawahan menerima perintah ataupun memberikan pertanggungjawabanhanya kepada satu orang atasan, tetapi seorang atasan dapat memerintah beberapa orangbawahan.4. Principle of the Span of Management (prinsip rentang kendali). Menurut prinsip ini,seorang manajer hanya dapat memimpin secara efektif sejumlah bawahan tertentu,misalnya 3 sampai 9 orang. Jumlah bawahan ini tergantung kecakapan dan kemampuanmanajer bersangkutan.5. Principle of Delegation of Authority (prinsip pendelegasian wewenang) Menurut prinsipini, hendaknya pendelegasian wewenang dari seseorang atau sekelompok orang kepadaorang lain jelas dan efektif, sehingga ia mengetahui wewenangnya.6. Principle of Parity of Authority and Responsibility (prinsip keseimbangan wewenangdan tanggung jawab) Menurut prinsip ini, hendaknya wewenang dan tanggung jawab harusseimbang. Wewenang yang didelegasikan dengan tanggung jawab yang timbul karenanyaharus samabesarnya, hendaknya wewenang yang didelegasikan tidak memintapertanggungja wabany ang lebih besar dari wewenang itu sendiri atau sebaliknya.Misalnya, jika wewenang sebesar X, tanggung jawabnya pun harus sebesar X pula.7. Principle of Responsibility (prinsip tanggung jawab). Menurut prinsip ini, hendaknyapertanggungjawaban dari bawahan terhadap atasan harus sesuai dengan garis wewenang(line authority) dan pelimpahan wewenang; seseorang hanya bertanggung jawab kepadaorang yang melimpahkan wewenang tersebut.8. Principle of Departmentation (principle of devision of work-prinsip pembagian kerja).Menurut prinsip ini, pengelompokan tugas-tugas, pekerjaan-pekerjaan atau kegiatan-kegiatan yang sama ke dalam satu unit kerja (departemen) hendaknya didasarkan ataseratnya hubungan pekerjaan tersebut.9. Principle of Personnel Placement (prinsip penempatan personalia). Menurut prinsip ini,hendaknya penempatan orang-orang pada setiap jabatan harus didasarkan atas kecakapan,keahlian dan keterampilannya (the right men, in the right job); mismanajemen penempatanharus dihindarkan. Efektivitas organisasi yang optimal memerlukan penempatan karyawan
  32. 32. yang tepat. Untuk itu harus dilakukan seleksi yang objektif dan berpedoman atas jobspecification dari jabatan yang akan diisinya.10. Principle of Scalar Chain (prinsip jenjang berangkai). Menurut prinsip ini, hendaknyasaluran perintah/wewenang dari atas ke bawah harus merupakan mata rantai vertikal yangjelas dan tidak terputus-putus serta menempuh jarak terpendek. Sebaliknyapertanggungjawaban dari bawahan ke atasan juga melalui mata rantai vertikal, jelas danmenempuh jarak terpendeknya. Hal ini penting, karena dasar organisasi yang fundamentaladalah rangkaian wewenang dari atas ke bawah; tindakan dumping hendaknyadihindarkan.11. Principle of Efficiency (prinsip efisiensi). Menurut prinsip ini, suatu organisasi dalammencapai tujuannya harus dapat mencapai hasil yang optimal dengan pengorbanan yangminimal.12. Principle of Continuity (prinsip kesinambungan). Organisasi harus mengusahakan cara-cara untuk menjamin kelangsungan hidupnya.13. Principle of Coordination (prinsip koordinasi). Prinsip ini merupakan tindak lanjut dariprinsip-prinsip organisasi lainnya. Koordinasi dimaksudkan untuk mensinkronkan danmengintegrasikan segala tindakan, supaya terarah kepada sasaran yang ingin dicapai.Dalam konteks pendidikan Islam, prinsip-prinsip ini haruslah berlandaskan kepadalandasan ajaran Islam itu sendiri, yaitu al-Qur‘an dan Sunnah. Di antara prinsip organisasiyang tersirat dalam al-Qur‘an dan Hadis adalah sebagai berikut:1. Tujuan organisasi secara umum harus mencari dan menemukan keridhaan Allah SWT.Meskipun tujuan lain dibangun bernuansa duniawi, akan tetapi hal-hal yang bersifatduniawi tersebut adalah sesuatu yang diridhai oleh Allah SWT. Firman-Nya:Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, Makabersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itulebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila telah ditunaikan shalat, Makabertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (Qs. al-Jumuah: 9-10)2. Kerja sama yang dilakukan dalam suatu organisasi—termasuk segala proses yangdijalankan—hanya dalam kebaikan, bukan dalam hal kemaksiatan, keburukan, ataukemungkaran. Firman-Nya:Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangantolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepadaAllah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya. (Qs. Al-Maidah/5: 2)3. Pemberian tugas dan wewenang kepada anggota organisasi berdasarkan kemampuanyang mereka miliki. Dalam ajaran Islam, banyak hal hukum yang diterapkan berdasarkankemampuannya, seperti shalat duduk atau berbaring bagi orang yang sakit, menggantipuasanya dengan fidyah bagi yang sakit dan sulit akan sembuh, dan sebagainya.Demikian pula perintah memberi nafkah, juga berdasarkan kemampuan seseorang,sebagaimana firman-Nya:
  33. 33. Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. dan orang yangdisempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allahkepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yangAllah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.(Qs. ath-Thalaq/65: 7)Dalam hal ini, juga diperlukan penyerahan tugas sesuai dengan keahliannya.Rasulullah SAW bersabda:Apabila suatu perkara/urusan diserahkan bukan pada ahlinya, maka tunggulah saatkehancurannya. (HR. Bukhari).4. Masing-masing anggota organisasi harus menjalankan tugasnya dengan baik danmempertanggungjawabkan setiap tugas yang diembannya. Rasulullah SAW bersabda: …Kalian semua adalah pemimpin, dan akan diminta pertanggungjawaban tentangkepemimpinannya… (muttafaq ‗alaih).Mengenai tanggung jawab ini, juga dijelaskan dalam firman Allah SWT dalam al-Qur‘ansurat ar-Ra‘du/13 ayat 11:Artinya: Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah apa yang terdapat pada (keadaan) satukaum (masyarakat), sehingga mereka mengubah apa yang terdapat dalam diri (sikapmental) mereka.5. Seluruh anggota organisasi secara kolektif bertanggung jawab terhadap individu-individu yang ada dalam organisasi tersebut sehingga diperlukan adanya pembinaan(supervisi), pendidikan, dan perhatian kepada mereka. Jika tidak, maka kesalahan yangdilakukan oleh individu tertentu bisa merusak citra organisasi. Hal ini tersirat dalam firmanAllah SWT dalam surat al-Anfal/8 ayat 25:Artinya: dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. dan ketahuilah bahwa Allah Amat keras siksaan-Nya.6. Komunikasi yang digunakan dalam organisasi hendaklah dengan lemah lembut, tegas,perkataan yang benar serta mengandung keselamatan, sesuai dengan kondisi yangdibutuhkan. Mengenai pentingnya berkomunikasi dengan baik dan lemah lembut ini AllahSWT berfirman:Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka.Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri darisekelilingmu. (Qs. Ali Imran/3: 159)
  34. 34. Dalam al-Qur‘an juga ditemukan beberapa istilah komunikasi seperti:a. qaulan sadida/perkataan yang benar (Qs. an-Nisa‘/4: 9 dan al-Ahzab/33: 70);b. qaulan karima/perkataan yang mulia (Qs. al-Isra‘/17: 23);c. qaulun ma‘rufun atau qaulan ma‘rufa/perkataan yang baik (Qs. al-Baqarah/2: 2235 dan263; Muhammad/47: 21 juga al-Ahzab/33: 32 dan an-Nisa‘/4: 8);d. qaula al-haq/perkataan yang benar (Qs. Maryam/19: 34); dane. qaulan baligha/perkataan yang sampai berbekas pada jiwa mereka (Qs. an-Nisa‘/4: 63).Berbagai bentuk kata yang menunjukkan etika dan cara komunikasi tersebut dilakukansesuai dengan kondisi lawan bicara dan materi yang dibicarakan. Penerapan komunikasiseperti ini akan sangat efektif dalam membangun organisasi yang profesional danmenyenangkan.7. Selain menggunakan kata-kata yang baik, hendaklah saling memberi nasehat di jalanyang benar, sebagaimana dijelaskan dalam surat al-‘Ashr ayat 1-3:Artinya: Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecualiorang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati (salingberwasiat) supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati (saling berwasiat) supayamenetapi kesabaran.8. Dalam pengambilan kebijakan dan keputusan, hendaklah dilakukan dengan prinsipmusyawarah dan diiringi dengan sifat tawakal. Sebagaimana firman-Nya:Dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. kemudian apabila kamu telahmembulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukaiorang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (Qs. Ali Imran/3: 159)9. Menegakkan prinsip keadilan. Islam sangat menekankan pentingnya menegakkankeadilan, termasuk dalam urusan kemasyarakat dan berorganisasi. Bahkan Ali ibn AbiThalib kw. pernah berkata: ―Tuhan akan menegakkan negara yang adil meskipun kafir danakan menghancurkan negara yang zhalim meskipun Islam‖. Al-Qur‘an juga banyakmembicarakan tentang prinsip keadilan, salah satu di antaranya adalah:Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu Jadi orang-orang yang selalumenegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk Berlaku tidak adil.Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah,Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Qs. surat al-Maidah/5ayat 8)10. Jabatan dan tugas yang diberikan dalam organisasi pada hakikatnya sebagai amanahyang harus dijalankan dengan sifat amanah (dapat dipercaya) pula. Pentingnya sifatamanah ini juga ditegaskan dalam al-Qur‘an bahwa watak manusia memang sukamenerima amanah, akan tetapi agar tidak termasuk orang yang zalim lagi bodoh, harusmampu mengemban amanah tersebut sebagaimana mestinya. Dalam konteks berorganisasi,
  35. 35. maka setiap anggota organisasi harus menjalankan fungsi dan tugasnya masing-masingsesuai dengan job description yang diberikan. Firman-Nya:Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akanmengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia ituAmat zalim dan Amat bodoh, (Qs. al-Ahzab/33: 72)11. Dalam menjalankan organisasi pendidikan Islam hendaklah dilakukan dengan carayang baik, jujur, tranparan, dan sifat-sifat terpuji lainnya sebagaimana yang dituntun dalamajaran Islam, khususnya yang berkenaan dengan ajaran akhlaqul Islam.Adapun yang menjadi fungsi dari sasaran organisasi tersebut antara lain:1. Dapat merumuskan serta memusatkan perhatian atau mengarahkan para manajer dalamusaha memperoleh dan mempergunakan sumber daya organisasi.2. Dapat digunakan sebagai dasar dan alasan peng-orgairisasian.3. Sebagai suatu standar penilaian terhadap organisasi, dan daprt dijadikau sebagai ukuranterhadap derajat efektivitas dan efisiensi organisasi dalam mencapai tujuannya.4. Sebagai sumber legitimasi yang membenarkan kegi¬atan dan eksistensinya terliadapkelornpok-kelompok yang beraneka ragam seperti para penanaman modal, anggota,pelanggan dan masyarakat secara keseluruhan dan sebagainya.5. Dapat membantu organisasi untuk memperoleh suinberdaya manusia yang dibutuhkan.Fungsi yang menjadi sasaran bagi para anggota perseorangan dalam suatu organisasiadalah:1. Dapat memberikan pengarahan kerja sehingga mendorong para pekerja untukmemusatkan perhatian dan usahanya secara lebih ielas ke arah tujuan yang telahditetapkan.2. Memberikan alasan sebagai dasar untuk bekerja dan dapat memberikan arti padapekerjaan yang kelihatannya tidak terarah.3. Dapat dijadikan sebagai sasaran pencapaian keinginan pribadi.4. Dapat membantu individu merasa terjarnin bahwa Organisasi akan tenis berjalan untukmasa selanjut-nya.5. Dapat memberikan identifikasi dan status bagi para pekerjanyaSementara manfaat dari adanya organisasi adalah:1. Organisasi sebagai penuntun pencapaian tujuan. Pencapaian tujuan akan lebih efektifdengan adanya organisasi yang baik.
  36. 36. 2. Organisasi dapat mengubah kehidupan masyarakat. Jika organisasi itu di bidangpendidikan, maka akan turut mencerdaskan masyarakat serta membimbing masyarakatagar tetap menerapkan nilai-nilai ajaran Islam.3. Organisasi menawarkan karier. Karier berhubungan dengan pengetahuan danketerampilan. Jika kita menginginkan karier untuk kemajuan hidup, berorganisasi dapatmenjadi solusi.4. Organisasi sebagai cagar ilmu pengetahuan. Organisasi selalu berkembang seiring dengnmunculnya fenomena-fenomena organisasi tertentu. Peran penelitian dan pengembangansangat dibutuhkan sebagai dokumentasi yang nanti akan mengukir sejarah ilmupengetahuan.Dalam ajaran Islam, juga diperlukan organisasi. Rasulullah SAW bersabda bahwa Shalatberjama‘ah lebih utama daripada shalat sendirian 27 derajat. Hadis ini mengisyaratkantentang:a. Keutamaan shalat berjamaahb. Aplikasinya dalam kehidupan bermasyarakat bahwa hidup secara berjamaah atauberorganisasi dengan dipimpin oleh seorang pemimpm/imam lebih besar keuntungannyadaripada tanpa berorganisasi atau berjamaah.Begitu pula pernyataan Ali bin Abi Thalib: “al-haqqu bila nizhamin sayaghlibuhu al-bathil bi nizhamin”, (Kebenaran yang tidak terorganisir akan dikalahkan oleh kebatilanyang terorganisir). Pernyataan ini menunjukkan begitu pentingnya organisasi untukmewujudkan suatu tujuan, termasuk dalam menerapkan kebenaran.E. Bentuk-bentuk OrganisasiBentuk-bentuk organisasi dapat dilihat dari beberapa segi, di antaranya:1. Berdasarkan tipe-tipe strukturnya.2. Berdasarkan proses pembentukannya;3. Berdasarkan kaitan hubungannya dengan pemerintah;4. Berdasarkan skala (ukuran) besar-kecilnya;5. Berdasarkan tujuannya;6. Berdasarkan organization chartnya;Bentuk-bentuk organisasi di atas akan dijelaskan berikut ini:1. Berdasarkan Tipe-tipe Struktur OrganisasiJika dilihat dari strukturnya, organisasi dapat dibagi kepada beberapa tipe, yaitu: (1)organisasi dalam bentuk lini (line organization), (2) organisasi dalam bentuk lini dan staf
  37. 37. (line and staf organization), (3) organisasi dalam bentuk fungsional {functional,organization), dan (4) organisasi dalam bentuk panitia (committe organization). Untuklebih jelasnya pemahaman mengenai bentuk-bentuk orgaisasi tersebut dapai dilihat padauraian berikut ini.a. Organisasi dalam bentuk lini (line Organization)Bentuk lini juga disebut ―bentuk lurus‖, ―bentuk jalur‖, atau ―bentuk militer‖. Bentuk iniadalah bentuk yang dianggap paling tua dan digunakan secara luas pada masaperkembangan industri pertama. Organisasi Lini ini diciptakan oleh Henry Fayol danbiasanya orga¬nisasi ini dipakai oleh militer dan perusahaan-perusahaan kecil saja.Dalam organisasi lini ini pendelegasian wewenang dilakukan secara vertikal melalui garisterpendek dari seorang atasan kepada bawahannya. Pelaporan tanggung jawab daribawahan kepada atasannya juga dilakukan melalui garis vertikal yang terpendek. Perintah-perintah hanya diberikan seorang atasan saja dan pelaporan tanggung jawab hanya kepadaatasan bersangkutan.Adapun ciri-ciri dari organisasi dalam bentuk ini adalah:1) Garis komando langsung dari atasan ke bawahan atau dari pimpinan tertinggi kepadaberbagai tingkat operasional.2) Masing-masing pekerja bertanggungjawab penuh terhadap semua kegiatannya.3) Otoritas dan tanggung jawab tertinggi terletak pada pimpinan puncak (topManagement).4) Ruang lingkup Organisasinya lebih kecil dan jumlah anggota juga sedikit.5) Hubuilgan kerja antara atasan dan bawahan berbsifat langsung.6) Tujuan. alat-alat yang digunakan dan struktur organisasi bersifat sederhana.7) Pemilik organisasi biasanya menjadi pimpinan yang tertinggi.8) Tingkat spesialisasi yang dibiltuhkan masih sangat rendah.9) Semua anggota organisasi masih kenal antara satu sama lainnya.10) Produksi yang dihasilkatt belum beraneka ragam (defersified).Organisasi bentuk lini ini mengandung beberapa keuntungan, di samping itu jugamengandung beberapa kelemahan. Di antara keuntungan dari organisasi dalam bentuk liniini antara lain:1) Kekuatan dan tanggung-jawab dapat ditetapkan secara pasti.2) Orang-orang yang mempunyai kekuasaan dan tanggung-jawab diketahui oleh semuapihak.
  38. 38. 3) Proses pengambilan kepuiusan berjalan dengan tepat karena jumlah orang yang perludiajak berkonsultasi tidak banyak.4) Disiplin kerja mudah dipertahankan dan pengawasan dari pimpinan mudahdilaksanakan.5) Besarnya solidaritas para anggota karena satu sama lainnya saling kenal-mengenal.6) Tersedianya kesempatan yang banyak bagi pimpinan organisasi untuk melatih bakat-bakat yang dipunyai bawahan.7) Kesempatan bagi para anggota organisasi untuk mengembangkan spesialisasinya sangatterbatas.Di samping itu beberapa kelemahan dari organisasi dalam bentuk lini tersebut antara lain:1) Tujuan organisasi cenderung sama, atau paling tidak didasarkan atas tujuan pribadipimpinan tertinggi dari organisasi dimaksud.2) Pimpinan organisasi cenderung bertindak otoriter, karena organisasi dipandang milikpribadi.3) Seluruh kegiatan organsasi tertalu tergantung kepada seseorang, dan kelangsunganhidup organisasi sangat ditentukan oleh orang bersangkutan.4) Kesempatan bagi para anggota organisasi untuk mengembangkan spesialisasinya sangatterbatas.b. Organisasi dalam bentuk staf (Staff Organization)Organisasi dalam bentuk staf hanya mempunyai hubungan dengan pucuk pimpinan danberfungsi memberikan bantuan baik berupa pikiran maupun bantuan lain demi kelancarantugas pimpinan dalam mencapai tujuan secara keseluruhan. Bentuk ini tidak mempunyaigaris komando ke bawah.c. Organisasi dalam bentuk lini dan staf (tine and staf organizationOrganisasi Lini dan Staf (Line and Staff Organization) ini pada dasarnya merupakankombinasi dari organisasi lini dan organisasi fungsional. Kombinasi ini dilakukan dengancara memanfaatkan kebaikan-kebaikannya dan meniadakan keburukan-keburukannya.Biasanya organisasi bentuk lini dan staf ini terjadi pada organisasi yang lebih besar, dimana penyediaan tenaga spesialis sudah semakin dirasakan untuk memberikan nasehat-nasehat atau saran-saran teknis dan memberikan jasa-jasa kepada unit-unit operasional.Tenaga semacam itu biasanya disebut ―staff personnel‖ yaitu orang yang melaksanakanfungsi staf (staff function), yang dapat digolongkan menjadi dua macam yaitu: parapenasehat (advisor) dan personil yang melakukan kegiatan penunjang (auxiliary personnel)demi lancarnya mekanisme organisasi. Ada beberapa karakteristik atau ciri utama; dariorganisasi yang berbentuk lini dan staf ini adalah:

×