Power point makalah muhammadiyah dan nu
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Power point makalah muhammadiyah dan nu

on

  • 4,101 views

Model Pendidikan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama pada awal perkembangannya.

Model Pendidikan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama pada awal perkembangannya.

Statistics

Views

Total Views
4,101
Views on SlideShare
4,099
Embed Views
2

Actions

Likes
1
Downloads
103
Comments
0

2 Embeds 2

http://www.docseek.net 1
http://www.docshut.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Power point makalah muhammadiyah dan nu Power point makalah muhammadiyah dan nu Presentation Transcript

  • MODEL PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH DAN NAHDLATUL ULAMA (PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI EMBRIO ORGANISASI KEMASYARAKATAN) Oleh : Hani Herlina PROGRAM PASCASARJANA S3 KEPENDIDIKAN ISLAM UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2011
  • Pendahuluan
    • Pada masa kolonial, Belanda membatasi kaum pribumi untuk bersekolah .Sekolah-sekolah yang dibuat hanya untuk bangsa Belanda dan kaum ningrat. Serta memantau secara ketat materi apa saja yang dipelajari di pesantren-pesantren pada waktu itu.
    • Di sisi lain, merebaknya praktek bid’ah, khurafat, syirik, dan hal-hal yang dapat merusak aqidah, maka lahirlah Muhammadiyah sebagai organisasi pembaruan bercorak modern yang dimaksudkan untuk memurnikan kembali ajaran al-Qur’an dan Sunnah.
    • Kemudian, kurang lebih 14 tahun setelah kelahiran Muhammadiyah, maka lahir pula-lah organisasi Nahdlatul Ulama dengan wajah yang berbeda, aliran tradisionalis ini selain bertujuan untuk memurnikan ajaran al-Qur’an dan Sunnah, pemegangan pada salah satu dari keempat Imam mazhab, dan memperkenalkan tasawuf dua syeikh (al-Ghazali dan al-Baghdadi).
  • Muhammadiyah
    • Pendirinya adalah Kyiai Haji Ahmad Dahlan (selanjutnya akan ditulis KHAD) atau Muhammad Darwis lahir di Kauman Yogyakarta tahun 1868.
    • KHAD mendapat pendidikan awal dari ayahnya sendiri, selain itu ia juga menjalani pergaulan dan pendidikan pesantren yang mencerminkan identitas seorang santri.
    • Ketika KHAD berangkat ke Mekkah pada tahun 1903, khusus untuk mendalami ilmu-ilmu agama . Ia tercatat sebagai murid dari Syeikh Ahmad Khatib Minangkabau, KHAD cukup mengagumi tokoh pembaharu Islam di Timur Tengah yaitu Syeikh Muhammad Rasyid Ridha dan dalam satu kesempatan pernah bertemu serta berdiskusi dengannya. Maka selain kitab klasik, KHAD gemar pula membaca kitab-kitab modern seperti : al-islam wan nashraniyah karangan Muhammad Abduh, Tafsir al-Manar Rasyid Ridha, Attawasul wal Washilah; Ibnu Taimiyah, dan lain-lain yang memberikan inspirasi dalam perjuangan dan pemikirannya. berbekal ilmu agama yang dikuasai dan ide-ide pembaruan Islam dari Timur Tengah KHAD mencoba menerapkannya di bumi Nusantara.
  • Guru-guru KHAD
    • Adapun nama-nama guru dan tokoh yang mempengaruhi paradigma berpikir KHAD dalam menjalankan organisasi Muhammadiyah sebagai organisasi pembaruan Islam yakni:
    • Serta guru-guru KHAD yang lainnya, yang tidak disebutkan dalam paparan di atas.
    • Ayahandanya sendiri (KH Abu Bakar)
    • Kyiai Mohamad Nur (kakak iparnya sendiri)
    • KH Sa’id
    • Kyiai Mukhsin
    • Kyiai Abdul Hamid
    • R. Ng. Sosrosugondo
    • R.Wedana Dwijosewoyo
    8. Kyiai Mahfudh 9. Syeikh Khaiyat 10. Syeikh KH. Ahmad Khatib Minangkabau (ketika di Mekkah) 12. Ibnu Taimiyah 13. Muhammad Abduh 14. Rasyid Ridha 15. Jamaluddin al-Afghani
  • Mendirikan Organisasi Muhammadiyah
    • KHAD mendirikan organisasi Muhammadiyah pada tanggal 18 Nopember 1912 bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1330 H di kota santri Kauman Yogyakarta. Muhammadiyah ditenggarai sebagai organisasi Islam modernis di Indonesia yang melakukan perintisan atau kepeloporan pemurnian sekaligus pembaruan Islam di negeri berpenduduk terbesar muslim di dunia. KHAD lebih dipandang oleh banyak pengamat sebagai seorang tokoh kyiai yang besar bukan karena pondok pesantren, akan tetapi karena organisasi Muhammadiyah. Namun organisasi yang dipimpinnya lebih banyak mengembangkan sector pendidikan modern di seluruh Indonesia.
    • Muhammadiyah merupakan sebuah gerakan Islam yang sifatnya tidak konfrontatif terhadap pemerintahan colonial. Bahkan dapat dikatakan cenderung cooperative dengan pemerintah colonial.
  • Tujuan Organisasi Muhammadiyah  
    • Memurnikan ajaran Islam sesuai al-Qur’an dan Sunnah
    • Mengajak masyarakat untuk memeluk dan mempraktekkan cita ajaran Islam
    • Menegakkan amar ma’ruf nahi munkar
    • Mempergiat usaha di bidang pendidikan dan pengajaran dengan bernafaskan Islam.
  • Kondisi sosial-politik
    • Di Indonesia, hingga akhir abad ke-19 Masehi, pola pendidikan dualistik masih berkembang, yakni sistem pendidikan kolonial dan pendidikan Islam tradisional (pesantren). Kedua sistem pendidikan tersebut memiliki perbedaan yang mendasar, bukan hanya metode, tetapi juga dari segi kurikulum dan tujuannya.
    • Pendidikan colonial Belanda merupakan system pendidikan barat yang dianggap sudah modern, pembelajaran dilakukan secara klasikal, metode yang baik, kurikulum yang teratur, dan mempunyai tujuan yang jelas. Sedangkan system pendidikan Islam tradisional pesantren, kurikulumnya belum mapan dan teratur, metodenya masih menggunakan sorogan dan bandongan (wetonan) . Hanya mempelajari ilmu-ilmu agama, sedangkan ilmu umum tidak dipelajari, karena beranggapan bahwa disiplin ilmu tersebut hanya bagi orang-orang Barat yang diidentikkan dengan kafir. Sehingga menjadikan pendidikan pesantren terkesan menutup diri dari kemajuan.
  • Model Pendidikan Islam Muhammadiyah
    • Muhammadiyah sebelum menjadi sebuah organisasi, mulanya adalah “sekolah Muhammadiyah”, yang didirikan pada 1 Desember 1911, yakni sekolah agama yang tidak diselenggarakan di surau sebagaimana kebiasaan pada waktu itu, akan tetapi berlokasi di dalam sebuah gedung milik ayahnya KHAD, dengan menggunakan meja dan papan tulis, yang mengajarkan agama dengan cara baru, juga diajarkan ilmu-ilmu umum. Hal ini berbeda dengan pendidikan yang dilakukan di pondok-pondok pesantren, surau dan lain sebagainya. Sehingga banyak yang mengklaim bahwa KHAD mendirikan “sekolah kafir”. Karena di dalamnya diajarkan ilmu-ilmu umum merupakan hal yang lazim dipelajari di Sekolah Belanda, seperti ilmu Bumi, ilmu hayat, dan ilmu alam.
    • Dengan demikian , maka model pendidikan Muhammadiyah adalah perpaduan (pengitegrasian) antara system pendidikan Islam tradisonal (pengajian-pengajian, pesantren) dengan system pendidikan colonial Belanda yang dilakukan oleh pendirinya yaitu KHAD.
  • Nahdlatul Ulama
    • Pendirinya adalah Kyiai Haji Hasyim Asy’ari (yang selanjutnya ditulis KHASY) lahir di Jombang, Jawa Timur, hari selasa, 24 Dzulhijjah 1287 H, atau14 Februari 1871.
    • Selain dari sang ayah dan kakeknya, KHASY juga menimba ilmu di beberapa pesantren yang ada di jawa timur, diantaranya adalah Pesantren Wonokoyo Probolinggo, Pesantren Bangkalan Madura, Siwalan Panji Sidoarjo.
    • Sebagaimana kebiasaan di pesantren pada saat itu, kalau seorang Kyiai yang ilmu agamanya tinggi dan banyak belajar di beberapa pesantren, kalau belum menunaikan ibadah haji dan menuntut ilmu di Mekkah al-Mukarramah, maka dianggapnya belum afdhal . Maka KAHSY berangkat ke Mekkah melaksanakan ibadah haji sekaligus menimba ilmu dan sempat berguru kepada syeikh Ahmad Khatib Minangkabau. Belakangan, ketika di timur tengah tengah dilanda reformasi atau pembaharuan yang digagas oleh Muhammad Abduh, KHASY pun mengikuti perkembanganya secara aktif.
    • Sepulangnya ke tanah air, berbekal keilmuan yang ia dapatkan di berbagai tempat. Maka dengan tekad dan istiqamah KHASY mendirikan pondok pesantren yang sekarang dikenal dengan Pesantren Tebuireng.
  • Guru-guru KHASY
    • Adapun para ulama yang pernah menjadi guru bagi KHASY di antaranya adalah sebagai berikut:
    • Ayahnya sendiri (KH Asy’ari)
    • Kakeknya (KH Usman)
    • Kyiai dari pesantren Wonokoyo Probolinggo
    • Kyai Bangkalan Madura
    • Kyiai Siwalan Sidoarjo
    • Syeikh Syu’aib Ibn Abdirrahman
    • Syeikh Muhammad Mahfuzh At-Tirmasi
    • Syeikh Ahmad Khatib Minangkabau
    • Dan ulama-ulama lainnya yang tidak disebutkan dalam makalah ini.
  • Mendirikan Organisasi Nahdlatul Ulama
    • Nahdlatul Ulama (yang selanjutnya ditulis NU) memiliki arti ”kebangkitan Ulama” didirikan oleh KHASY bersama ulama-ulama lain yaitu: Syeikh Abdul Wahab Hasbullah, dan Syeikh Bishri Syansuri pada tanggal 31 Januari 1926/16 Rajab 1344 H.
    • NU menganut paham aqidah Ahlussunah Wal Jama'ah. Adapun sumber pemikiran bagi NU tidak hanya Al-Qur'an, Sunnah, tetapi juga menggunakan kemampuan akal, dan ijtihad imam mazhab dalam bidang fikih (Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hambali) sedangkan bidang tasawuf , NU mengembangkan metode Al-Ghazali dan Junaid Al-Baghdadi, yang mengintegrasikan antara tasawuf dengan syariat .
    • Sesungguhnya pendirian NU tidak terlepas dari kekhawatiran akan hilangnya tradisi dan ajaran Islam yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat muslim Indonesia sebagai akibat dari munculnya gerakan yang mengatasnamakan dirinya sebagai gerakan pemurnian dan pembaharuan Islam.
    • NU memiliki wajah yang khas sejak semula, yang mencerminkan subkultur pesantren. Titik pusatnya adalah karisma Kyai sebagai pemimpin spiritual yang dipandang mewarisi otoritas Rasulullah.
  • Tujuan Organisasi NU
    • KAHSY beserta kyiai lainnya mendirikan Nahdlatul Ulama bertujuan:
    • Menyatukan para ulama untuk bangkit baik melawan penjajahan Belanda
    • Memberantas kembali bid’ah-bid’ah yang merebak di masyarakat.
    • Mengembalikan kemurnian ajaran al-Qur’an dan as-sunnah
    • Di samping itu pula NU bersandar pada salah satu dari madzahib al-arba’ah (empat mazhab) yakni Syafi’I, Hanafi, Maliki, dan Hambali.
  • Model Pendidikan Islam Nahdlatul Ulama (NU)
    • NU dan pondok pesantren merupakan dua institusi yang berbeda, tetapi keduanya nyaris tidak dapat dipisahkan. NU adalah organisasi social-keagamaan, bahkan pada perkembangan berikutnya terjun dalam kancah politik. Sementara pesantren adalah lembaga pendidikan yang menjadikan Islam sebagai sumber nilai, dan materi dalam proses belajar-mengajarnya. Walaupun dua lembaga keagamaan ini berbeda, namun tak dapat dipisahkan, karena masing-masing saling mendukung satu sama lain.
    • Pesantren memiliki model-model pengajaran yang bersifat non klasikal yaitu dengan metode wetonan dan sorogan, pun pada waktu itu di pesantren tidak atau belum diajarkan ilmu-ilmu umum.
    • Dari uraian di atas dapatlah dipahami bahwa model pendidikan Nahdlatul Ulama (NU) bersifat tradisionalis yakni mengembangakan system pendidikan pesantren. Meskipun pada perkembangan berikutnya NU- pun menyelenggarakan pendidikan modern, seperti sekolah atau madrasah yang dalam pola belajar-mengajarnya dilakukan system klasikal
  • Kesimpulan
    • Muhammadiyah merupakan organisasi yang bersifat cooperative terhadap pemerintahan Belanda. Muhammadiyah telah berhasil menjadi sebuah organisasi yang besar dengan segala kiprahnya dalam masyarakat serta keberanian -nya mendobrak tradisi-tradisi yang jumud di antaranya dengan menyelenggarakan pendidikan Agama ala Barat (penjajah Belanda), belajar di ruangan kelas, menggunakan kursi dan meja, dan lain-lain. KHAD mampu meng- int egrasikan ilmu-ilmu agama dengan ilmu-ilmu umum yang menjadi bagian dari materi pelajaran di sekolah.
    • Sedangkan Nahdlatul Ulama (NU) yang dipelopori oleh KHASY yang beraliran tradisionalis berbasis pesantren. NU juga merupakan organisasi yang bersifat konfrontatif terhadap pemerintahan Belanda, dan menyatakan perlawanannya terhadap penjajah.
    • NU berupaya untuk mempertahankan tradisi-tradisi yang baik sepanjang bukan hal yang bersifat bid’ah khurafat dan lain sebagainya. Meskipun pada awalnya model pendidikan NU ini hanya system pendidikan pesantren yang lebih diutamakan, namun pada perkembangan berikutnya sudah mulai menyelenggarakan pendidikan sekolah atau madrasah.
    • Rupanya dalam ke- kontras- an antara Muhammadiyah dan NU, terdapat beberapa kesamaan di antaranya adalah:
    • Pertama, Jika dicermati dari kedua pendiri organisasi ini yakni KHAD dan KHASY, rupanya mereka pernah mendapatkan pembelajaran ilmu dari syeikh Ahmad Khatib Minangkabau di Mekkah al-Mukarramah.
    • Kedua, tujuan dalam pendiriannya yaitu untuk menghilangkan bid’ah, khurafat, dan meneggakkan ajaran al-Qur’an dan As-Sunnah.
    • Ketiga, organisasi Muhammadiyah dan NU lokasi dibentuknya di pulau jawa, meskipun Muhammadiyah lahir di Yogyakarta Jawa Tengah, sedangkan NU di Jombang Jawa Timur.
    • Keempat, kesamaan lainnya adalah Muhammadiyah dan NU keduanya ikut andil dalam memajukan bidang pendidikan.
    •  
    • Wallahu A’lam
    • SEKIAN
    • DAN
    • TERIMA KASIH