• Like

Loading…

Flash Player 9 (or above) is needed to view presentations.
We have detected that you do not have it on your computer. To install it, go here.

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
192
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
2
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. BAKTERI PATOGEN(Laporan Praktikum Parasit dan Penyakit Organisme Akuatik)OlehAan Pratama1114111001PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRANFAKULTAS PERTANIANUNIVERSITAS LAMPUNG2013
  • 2. I. PENDAHULUANA. Latar BelakangPenyakit yang disebabkan bakteribanyak menimbulkan banyakkematian. Kebanyakan agen penyakitbakteri merupakan bagian darimocroflora normal dilingkunganperairan dan umumnya dianggapsebagai pathogen sekunder atauoportunistik (bersifat pathogen ketikakondisinya memungkinkan). Hanyasedikit bakteri yang bersifatpathogen obligat (bersifat pathogenpada kondisi apapun).Derajat keganasan pathogen(patogenisistas) disebut denganvirulensi. Virulensi bakteri dapatditentukan dengan menghitung nilaiLD50 (dosis bakteri yang mampumembunuh 50% populasi ikan).Semakin rendah nilai LD50 makabakteri semakin virulen (ganas),begitu juga sebaliknya.Tidak semua bakteri yang ditemukandidalam tubuh ikan yang sakit adalahbakteri pathogen. Untuk mengetahuiapakah bakteri tersebut sebagaipenyebab penyakit atau bukan perludilakukan pengujian dengan postulatkoch. Koch (seorang ahlibakteriologi dari jerman, 1891)menyebutkan hubungan sebab akibatantara organism dan penyakitspesifik, mengemukakan sebuahpostulat (dalil) suatu bakteridianggap sebagai pathogen:1. Organisme harus ditemukandalam setiap kasus penyakit, danpersebarannya didalam tubuhharus menurut gejala luka yangdiamati.2. Organisme harus bisa dikulturdiluar tubuh inang dalam kulturmurni untuk beberapa generasi.3. Organisme yang dikultur harusbisa menyebabkan penyakitketika diinfeksikan ke hewanyang cocok.4. Organisme harus bisa diisolasikembali dari hewan percobaanyang diinfeksi.B. TujuanAdapun tujuan dari dilaksanakannyapraktikum ini adalah sebagai berikut:1. Mengetahui tingkat keganasanbaktri pathogen pada ikansampel.2. Mengetahui cara pemurniankultur bakteri.
  • 3. 3. Mengetahui gejala klinis dariikan sampel yang diinfeksibakteri.II. TINJAUAN PUSTAKAA. Bakteri dan Bakteri PathogenBakteri (dari kata Latinbacterium;jamak: bacteria) adalah kelompokorganisme yang tidak memilikimembran inti sel. Organisme initermasuk ke dalam domainprokariota dan berukuran sangatkecil (mikroskopik), serta memilikiperan besar dalam kehidupan dibumi. Beberapa kelompok bakteridikenal sebagai agen penyebabinfeksi dan penyakit, sedangkankelompok lainnya dapat memberikanmanfaat dibidang pangan,pengobatan, dan industri. Struktur selbakteri relatif sederhana: tanpanukleus/inti sel, kerangka sel, danorganel-organel lain sepertimitokondria dan kloroplas. Hal inilahyang menjadi dasar perbedaan antaraselprokariot dengan sel eukariot yanglebih kompleks.Bakteri dapat ditemukan di hampirsemua tempat: di tanah, air, udara,dalam simbiosis dengan organismelain maupun sebagai agen parasit(patogen), bahkan dalam tubuhmanusia. Pada umumnya, bakteriberukuran 0,5-5 μm, tetapi adabakteri tertentu yang dapatberdiameter hingga 700 μm, yaituThiomargarita. Mereka umumnyamemiliki dinding sel, seperti seltumbuhan dan jamur, tetapi denganbahan pembentuk sangat berbeda(peptidoglikan). Beberapa jenisbakteri bersifat motil (mampubergerak) dan mobilitasnya inidisebabkan oleh flagel (wikipedia,2013).Bakteri tidak selalu merugikan,terdapat bakteri yang membantufiksasi nitrogen dari udara yangsangat dibutuhkan oleh tanaman.Bakteri juga berperan dalampembusukan bahan organik(dekomposisi). Di dalam tubuh(saluran pencernaan) bakteri jugaberperan dalam supali vitamin K.Keguaan komersialnnya punberagam, dalam pembuatan yogurt,sour cream, fermentasi, penghasilinsulin dan belakangan ini ditemukanbakteri yang dapat memakan minyak
  • 4. pada makanan yang diolah dengandigoreng.Bakteri memiliki dinding sel,membram sel dan sitoplasma.Bakteri berukurn kecil danuniseluler. Bakteri tidak memilikiorganel dan bersifat haploid. Bersifathaploid artinya, bakteri hanyamelakukan pembelahan miosissehingga jumlah kromosominduknya sama dengan kromosomanak (anonim, 2013).B. Taksonomi dan Biologis Ikan1. Mas KokiBerbeda dengan ikan karper, maskoki tidak dimakan sebagai ikankonsumsi. Mas koki seratus persendimanfaatkan untuk ikan hias. Inikarena bentuk dan warna mas kokiyang aneh dan menarik.Penampilannya menciptakan pesonayang sangat indah. Bentuk luar(morfologi) mas koki hampirmenyerupai karper. Keduanya sama-sama mempunyai sirip lengkapseperti sirip punggung, sirip dada,sirip perut, sirip dubur, dan siripekor. Selain itu juga mempunyaisisik yang berderet rapi. Walautampaknya mirip, ternyata mas kokidan karper itu berbeda.Perbedaannya terletak pada bentukbadan, bentuk kepala, bentuk sisik,dan bentuk mata. Bentuk badan maskoki pendek dan gempal sehinggalucu kalau bergerak. Mata mas kokiada yang mempunyai balon. Siripmas koki berfungsi sebagai alatgerak. Sirip perut dan sirip dada yangbekerja sama dengan gelembungudara, berfungsi sebagai kontrolterhadap gerakan ke atas dan kebawah. Jika gelembung udara penuhudara, sirip dada akan bergerak,otomatis mas koki akan muncul kepermukaan air. Sebaliknya jikagelembung udara kosong danmengecil, sirip perut yang bergerak,dan mas koki pun menyelam kebagian yang lebih dalam. Selainbentuk siripnya menarik, keelokkanmas koki banyak dipengaruhi olehderetan sisik-sisik yang rapih sepertigenteng penutup atap rumah. Dibawah deretan sisik terdapat kelenjarlendir yang berfungsi sebagaipelindung. Lendir mencegah tubuhdari luka karena gesekan danmelidungi luka dari infeksi. Sisik-sisiknya yang gelap mengandung
  • 5. sejenis kristal guanine (C5H5N5O),yang terdapat di dalamnya. Bahan itumembentuk warna, misalnya merahpada sisik mas koki ras Wakin danRyukin. Jika tidak mengandungguanine, sisik menjadi transparan(tidak berwarna), misalnyatransparan pada mas koki ras Calicodan Shubunkin. Umumnya sisik maskoki memiliki warna dasar hitam,merah, kuning dan putih. Masing-masing warna dasar dan polawarnanya sangat tergantung padamasing-masing ras mas koki.Keindahan pola dan kecemerlanganwarna mas koki sangat tergantungpada ketersediaan bahan pemantulyang terdapat dalam lapisan sisik.Itulah sebabnya ada mas kokiberwarna kuning pucat atau merah.Selain faktor-faktor tersebut di atas,keindahan warna mas koki jugadipengaruhi oleh kadra bahan kimiadalam air, cahaya, suhu air, pakan,dan genetik. Bentuk kepala mas kokisangat menarik. Ada yang lucubentuk kepalanya seperti yangterdapat pada ras Ranchu, Oranda,dan Pompon. Kepala Ranchu danOranda (Spenser) ditutupi jaringandaging yang menebal di kepala danpipi. Pada Ranchu penebalanjaringan hampir menutupi seluruhbagian kepala sehingga tampakseperti singa, itulah sebabnyaRanchu juga sering disebut “siKepala Singa”. Oranda memilkikepala berjambul . Pomponmempunyai tambahan hidung yangmenyembul keluar. Mata mas kokimemiliki iris mata yang tidak dapatmembuka dan menutup. Lensamatanya tidak dapat berkontraksiluas. Jarak pandangnya sangat dekatdan terbatas. Ketika mencari makan,mas koki lebih mengandalkanpenciuman daripada penglihatan.Ada empat tipe mata mas koki yanglazim dikenal, yaitu normal (sepertilazimnya mata ikan karper), matateleskop (terdapat pada mas kokiteleskop), mata teleskop yangmengarah ke atas seperti pada ikanCelestial; dan mata yang berbentukbalon. Ikan betina dapat matang telurpada umur satu tahun sedang padayang jantan lebih muda lagi.Telurnya berukuran 0,7-1,5 mm danmelekat pada benda lain di dalam air,misalnya rumput atau tanama airyang lain. Pakan mas koki macam-macam. Ikan ini tidak memilih-milihpakan. Selain doyan pakan alamiseperti plankton dan organisme dasar
  • 6. perairan, ikan ini juga gemarmenyantap pelet buatan manusia.Para ahli biologi menggolongkanmas koki ke dalam ikan omnivor(http://kuliah-ikan.blogspot.com/,2013).2. Ikan Komet (Carasius auratus)Menurut Goenarso (2005),identifikasi dan taksonomi ikankomet sebagai berikut:Kingdom : AnimaliaPhylum : ChordataClass : ActinopterygiiOrdo : ChpriniformesFamili : ChyprinidaeGenus : CarassiusSpesies : Carassius auratusBentuk tubuh ikan komet agakmemanjang dan memipih tegak(compresed) dimana mulutnyaterletak di ujung tengah dan dapatdisembulkan. Bagian ujung mulutmemiliki dua pasang sungut. Diujungdalam mulut terdapat gigikerongkongan yang tersusun atastiga baris dan gigi geraham secaraumum. Hampir seluruh tubuh ikankomet ditutupi oleh sisik kecualibeberapa varietas yang memilikibeberapa sisik. Sisik ikan komettermasuk sisik sikloid dan kecil.Sirip punggung memanjang dan padabagian belakangnya berjari keras.Letak sirip punggung bersebrangandengan sirip perut. Garis rusuk atauline literalis pada ikan mas komettergolong lengkap berada dipertengahan tubuh dan melentangdari tutup insang sampai ke ujungbelakang pangkal ekor.C. Penyakit yang DisebabkanBakteriBakteri dapat menyebabkan berbagaimacam penyakit yang tidak selalumudah untuk dideteksi. Berikutmacam-macam penyakit yangdisebabkan bakteri:1.VitiligoVitiligo disebabkan oleh bakteriberbeda. Dapat dikenali denganadanya noda putih berkabut padasirip atau kulit ikan. Selaput lendirterbuka sehingga daerah tak bersisikmenjadi kelihatan. Hal ini bisamenyebabkan kulit ikan akan hancuratau terkelupas.
  • 7. 2. Fin Rotfin rot disebabkan oleh bakteri yangada di dalam aquarium. Ikan yangsehat tidak akan terkena bakteri inikarena sistem pertahanan yang cukupterhadap bakteri ini. Bakteri ini akanmenyerang ikan yang tidak sehat,ikan yang mengalami stress ataukelebihan populasi dalam sebuahaquarium. Fin rot juga bisa terjadikarena adanya penyakit yang lainseperti columnaris, populasi jamuryang berlebihan, luka, parasit dankondisi air yang tidak higienis.Ekorikan membusuk pada ujungnya danmenyebar terus sampai ke pangkalekor. Dengan pemberian obat ikanyang baik ekor ikan akan dapattumbuh normal kembali3. Bacterial Gill RotBacterial Gill rot timbul ketikaselaput lendir sensitif pada insangtelah diserang parasit. Bagian dalaminsang yang telah mati diserangbakteri berwarna putih keabu-abuan.4. ColumnarisInfeksi yang disebabkan oleh baktericolumnaris ditandai dengan adanyaseperti jaringan halus berwarna putihpada mulut, sirip, ekor dan sisikikan.Pada tahap selanjutnya padaekor dan sirip kadang-kadangmengalami pembusukan.Pisahkanikan yang terkena bakteri ini danlakukan pengobatan.5. AeromonasPendarahan pada sebagian area padakulit ikan, pendarahan pada anus danekor dan sirip merupakan ciri-ciriinfeksi yang terjadi karena bakteriAeromonas dan Pseudomonas.6. DropsyIkan terlalu lama stress dapatmenyebabkan melemahnya sistemkekebalan pada ikan dengan begitumemudahkan bakterimenginfeksi.Bakteri menginfeksiusus ikan sehingga ikan malas untukmakan karena adanya gangguan dipencernaan.Pada tahap selanjutnyaselaput pada usus akan lepasmenempel pada anus berwarna putihdan panjang seperti berak putih.Sehingga makanan tidak dapat lagidicerna karena organ didalam sudahtidak dapat bekerja dengan baik.Padatahap akhir karena kerusakan organhati ikan atau kerusakan organ urin.Akhirnya cairan berkumpul dirongga pada tubuh ikan, pada bagian
  • 8. dalam sisik atau pada mata ikan. Halini menyebabkan bengkak pada sisikdan pada mata ikan (pop eyes).7.ErythrodermatitisMenyerang ikan-ikan dalam kolamdisebabkan oleh bakteri genusAeromonas (anonim, 2013).D. Postulat KochPostulat Koch atau Postulat Henle-Koch ialah 4 kriteria yangdirumuskan Robert Koch pada 1884dan disaring dan diterbitkannya pada1890. Menurut Koch, keempatnyaharus dipenuhi untuk menentukanhubungan sebab-musababantaraparasit dan penyakit. Iamenerapkannyauntuk menentukanetiologiantraks dan tuberkulosis,namun semuanya telah diterapkanpada penyakit lain.Isi postulat Koch adalah:• Organisme (parasit) harusditemukan dalam hewan yangsakit, tidak pada yang sehat.• Organisme harus diisolasi darihewan sakit dan dibiakkan dalamkultur murni.• Organisme yang dikulturkanharus menimbulkan penyakitpada hewan yang sehat.• Organisme tersebut harusdiisolasi ulang dari hewan yangdicobakan tersebutBagaimanapun, harus diperhatikanbahwa Koch mengabaikan bagiankedua dari postulat pertama(organisme penyakit tidak ditemukanpada hewan sehat), ketika iamenembukan karier asimtomatikatau tak bertanda pada kolera.Kemudian karier asimtomatikbertambah seiring ditemukannyavirus seperti polio, herpes simpleks,HIV dan hepatitis C. Postulatketiganya pun tidak selalu terjadi.Postulat Koch berkembang padaabad ke-19 sebagai panduan umumuntuk mengidentifikasi patogen yangdapat diisolasikan dengan tekniktertentu. Walaupun dalam masaKoch, dikenal beberapa penyebabinfektif yang memang bertanggungjawab pada suatu penyakit dan tidakmemenuhi semua postulatnya. Usahauntuk menjalankan postulat Kochsemakin kuat saat mendiagnosispenyakit yang disebabkan virus padaakhir abad ke-19. Pada masa itu virus
  • 9. belum dapat dilihan atau diisolasidalam kultur. Hal ini merintangiperkembangan awal dari virologi.Kini, beberapa penyebab infektifditerima sebagai penyebab penyakitwalaupun tidak memenuhi semua isipostulat. Oleh karena itu, dalampenegakkan diagnosis mikrobiologistidak diperlukan pemenuhankeseluruhan postulat (Koch R.,1884).III. PROSEDUR KERJAA. Waktu dan TempatAdapun waktu dan tempatpelaksanaan praktikum ini adalahpada 5 april 2013 pukul 13.00 s.d15.00 WIB di Gedung K,Laboratorium Budidaya Perairan,Fakultas Pertanian, UniversitasLampung.B. Alat dan BahanAlat dan bahan yang digunakandalam praktikum ini berupa sampelikan atau udang yang sakit, alatbedah ikan lengkap, media TSA,mikroskop, media TSB,spektrofotometer, aquarium, jarumsuntik, alkohol.C. Cara Kerja1. Postulat Kocha. Diambil sampel ikan atau udangyang sakit dengan gejala luka-luka atau borokb. Diamati gejala eksternal daninternalc. Diisolasi bakteri dari bagiantubuh yang luka dan dari ginjalkedalam medium TSAd. Diinkubasi selama 24 jam dalamsuhu ruange. Bakteri dimurnikan dengankultur bakterif. Bakteri diidentifikasi (cat gram,bentuk koloni, motilitas, dsb)g. Dikultur dalam media cair (TSBatau NB)h. Dihitung kepadatan bakteridengan spektrofotometer padapanjang gelombang 625 nmi. Diinfeksikan ke ikan yang samadengan sampel dosis 107sel/ikan2. Pengujian LD50Uji LD50 dilakukan dengan caramenyuntikan bakteri A. salmonicidapada ikan dengan konsentrasi
  • 10. berbeda yaitu 103, 104, 105, 106, 107,108cfu/ml/ekor ikan masing-masingsebanyak 5 ekor ikan tiap perlakuan.Konsentrasi tiap bakteri yangdigunakan dengan teknikpengenceran berseri. Sebagaipembanding disediakan kontrol yaitupenyuntikan ikan dengan larutanPBS steril. Penyuntikan dilakukansecara intramuskular sebanyak 0,1ml per ikan. Pengamatan dilakukanselama 15 hari dengan menghitungjumlah ikan yang mati. PerhitunganLD50 berdasarkan Reed dan Muench(1938) sebagai berikut:Selang proporsi =50% − 5050% − 50%Log negatif LD50 =Log negatif konsentrasi diatas 50%+ selang proporsi
  • 11. IV. Hasil dan PembahasanA. Hasil PengamatanTabel. 1 Hasil PengamatanJenisikansampelOrganyangdiambilGejala WaktuIkan Mas I GinjalIkan terlihat lemas dan nafsu makanmenurunMinggu, 7April 2013pukul14.00 WIBSatu ekor ikan berenang miring Minggu, 7April 2013pukul18.00 WIBSatu ekor ikan pingsan Minggu, 7April 2013pukul19.00 WIBSatu ekor ikan berenang kepermukaan Minggu, 7April 2013pukul22.00 WIBSatu ekor ikan terlihat warnanya mulaipucatMinggu, 7April 2013pukul22.30 WIBSatu ekor ikan pingsan Minggu, 7April 2013pukul23.00 WIB
  • 12. Tiga ekor ikan sisiknya mulai terkelupas Senin, 8April 2013pukul03.00 WIBIkan mengalami pembengkakan padaintramuscular, ikan mengeluarkan fesesdan memiliki nafsu makanSenin, 8April 2013pukul04.00 WIBIkan mengalami lethargic Senin, 8April 2013pukul05.00 WIBTimbul bercak-bercak putih pada sisik Senin, 8April 2013pukul10.00 WIBIkan mulai kehilangan nafsu makan Senin, 8April 2013pukul10.30 WIBSisik ikan mengelupas Senin, 8April 2013pukul12.00 WIBIkan terlihat memiliki luka pada tubuhnya Senin, 8April 2013pukul13.00 WIBIkan Mas IILukaTubuhIkan terlihat lemas dan nafsu makanmenurunMinggu, 7April 2013pukul14.00 WIB
  • 13. Ikan mengeluarkan feses Minggu, 7April 2013pukul15.30 WIBSatu ekor ikan sirip caudalnya rusak dandua ekor ikan sisiknya mengelupasMinggu, 7April 2013pukul21.00 WIBIkan berenang dengan tidak stabil Minggu, 7April 2013pukul22.30 WIBSatu ekor ikan sisiknya terlihat kehitamandan tiga ekor ikan sisiknya mengalamiperubahan warnaSenin, 8April 2013pukul02.00 WIBSemua ikan sisiknya terlihat kehitaman Senin, 8April 2013pukul03.00 WIBTampak kehitaman pada bagian belakangoperculumSenin, 8April 2013pukul03.030WIBIkan terlihat menggosokkan tubuhnyakedasar aquarium, pembengkakan padatubuh ikan, pendarahan pada sirip dantubuh ikan, dan feses panjangSenin, 8April 2013pukul04.00 WIBIkan berenang dengan tidak normal Senin, 8April 2013pukul
  • 14. 07.00 WIBIkan terlihat memiliki luka di tubuhnya Senin, 8April 2013pukul08.00 WIBIkan berenang dengan tidak normal danmulai ditumbuhi jamurSenin, 8April 2013pukul09.30 WIBSisik ikan mulai mengelupas dan masihmemiliki nafsu makanSenin, 8April 2013pukul12.30 WIBNafsu makan menurun Senin, 8April 2013pukul13.00 WIBIkan MasKometGinjalIkan terlihat lemas dan nafsu makanmenurunMinggu, 7April 2013pukul14.00 WIBIkan mengeluarkan feses Minggu, 7April 2013pukul15.00 WIBIkan terlihat berenang miring Minggu, 7April 2013pukul16.00 WIBRespon ikan terhadap kejutan lambat Minggu, 7April 2013pukul
  • 15. 18.30 WIBWarna ikan terlihat pucat Minggu, 7April 2013pukul22.30 WIBSatu ekor ikan sisiknya mengelupas Senin, 8April 2013pukul02.00 WIBSatu ekor ikan pingsan Senin, 8April 2013pukul03.00 WIBFeses panjang Senin, 8April 2013pukul04.00 WIBSatu ekor terlihat berenang dengan tidakseimbangSenin, 8April 2013pukul05.00 WIBSatu ekor ikan mati dan mengalamihemorhagic, ikan yang lain mengalamiluka dekat operculumSenin, 8April 2013pukul07.30 WIBIkan mengeluarkan feses panjang Senin, 8April 2013pukul08.00 WIBIkan berenang dengan tidak normal Senin, 8April 2013pukul
  • 16. 09.30 WIBSisik ikan mengelupas Senin, 8April 2013pukul12.00 WIBTerdapat jamur dan nafsu makan turun Senin, 8April 2013pukul13.00 WIBIkan MasKokiLukaTubuhIkan berenang aktif dan memiliki nafsumakanMinggu, 7April 2013pukul14.00 WIBIkan mengeluarkan feses Minggu, 7April 2013pukul15.30 WIBNafsu makan ikan terlihat menurun Minggu, 7April 2013pukul17.30 WIBIkan mengeluarkan feses bewarna hitam Minggu, 7April 2013pukul22.00 WIBIkan berenang dengan tidak stabil dengankepala kepermukaan airMinggu, 7April 2013pukul22.30 WIBSatu ekor ikan warna sisik daerah kanansirip dorsal memudarSenin, 8April 2013pukul
  • 17. 03.30 WIBPendarahan pada bagian ekor dan fesespanjangSenin, 8April 2013pukul04.00 WIBIkan mengalami dropsy Senin, 8April 2013pukul05.00 WIBIkan berenang dengan tidak normal Senin, 8April 2013pukul08.00 WIBPada tubuh ikan ditumbuhi jamur Senin, 8April 2013pukul09.30 WIBSatu ekor pingsan di dasar aquarium Senin, 8April 2013pukul10.00 WIBIkan memiliki luka pada punggung Senin, 8April 2013pukul10.30 WIBMemiliki nafsu makan Senin, 8April 2013pukul13.00 WIB
  • 18. B. Pembahasan1. Gejala klinis ikan sampelGejala yang ditimbulkan dari injeksibakteri terhadap ikan sampel sangatberagam diantaranya ada ikan yangterlihat lemas dan nafsu makannyamenurun, ada juga yang berenangnyamiring, warna tubuh nampak pucat,bahkan pingsan. Ikan yang pingsanterjadi pada tanggal 7 april 2013tepatnya pada pukul 19.00 WIB.Pada saat pengamatan, gejala klinisyang paling sering terlihat adalahmenurunnya nafsu makan ikan yangkemungkinan besar hal inidipengaruhi oleh peran bakteripathogen yang telah diinjeksikansebelumnya. Selain menurunnyanafsu makan, terdapat berbagaigejala klinis yang ditunjukkan olehikan sampel, diantaranya ikan selaluberenang kepermukaan,mengeluarkan feses yang bervariasi,sisiknya terkelupas, warna tubuhnyapucat, luka, adanya jamur ditubuhikan, pendarahan, dropsy, sisik yangberwarna kehitaman dll.2. Perbandingan hasil praktikumdengan Postulat KochBerdasarkan hasil praktikum yangdiperoleh, dapat dilihat bahwabakteri yang diinjeksikan kedalamtubuh ikan adalah bakteri-bakteriyang bersifat pathogen seperti padasaat awal bakteri tersebut diisolasipada ikan sampel yang sakitsehingga dapat disimpulkan bahwateori Postulat Koch cenderung benarkarena bakteri-bakteri yang diisolasidan yang telah diinjeksikan ketubuhikan dapat menyebabkan penyakitseperti halnya pada inang bakterisebelumnya.3. Keberhasilan/kegagalanpraktikumPraktikum bakteri pathogen ini dapatdikatakan berhasil, karena metodeyang digunakan memiliki hasil yangbaik dan cenderung berhasil. Setelahdibandingkan dengan teori PostulatKoch, hasil pengamatanmenunjukkan bahwa data-data yangdihasilkan mendekati kebenaran dariteori Postulat Koch dimana bakteriyang diisolasi pada ikan yang sakitdapat menyebabkan penyakit pulaketika diinjeksikan ke tubuh ikan
  • 19. yang masih sehat. Gejala-gejalaklinis yang ditimbulkannya punmemilki kesamaan dengan gejalaikan sampel yang sakit, sehinggadapat disimpulkan bahwa praktikumini berhasil.V. PENUTUPA. KESIMPULANKesimpulan yang dapat diambil daripraktikum ini adalah sebagai berikut:1. Bakteri yang diinjeksikan ketubuh ikan sampel dapatmenyebabkan penyakit yangsama dengan inangnya.2. Gejala-gejala klinis yang seringterlihat adalah kurangnya nafsumakan pada ikan yang diinjeksibakteri.3. terdapat berbagai gejala klinisyang ditunjukkan oleh ikansampel, diantaranya ikan selaluberenang kepermukaan,mengeluarkan feses yangbervariasi, sisiknya terkelupas,warna tubuhnya pucat, luka,adanya jamur ditubuh ikan,pendarahan, dropsy, sisik yangberwarna kehitaman dll.B. SARANAdapun saran yang dapat praktikanberikan adalah ketika praktikumdimulai hendaknya para praktikandiberi penjelasan mengenai jalannyapraktikum secara intensif, kemudianjika ada praktikan yang tidak bekerjapada saat praktikum dimulai harapsegera ditegur dan diberi peringatan.DAFTAR PUSTAKAAnonim, 2013.http://www.google.com/klasifikasi ikan mas koki/ (diaksespada April 2013 pukul 17.00WIB)Anonim, 2013.http://www.wikipedia.com/morfologi ikan komet/ (diaksespada April 2013 pukul 17.00WIB)Anonim, 2013.http://www.google.com/penyakit bakteri pada ikan/(diakses pada april 2013,pukul 17.00 WIB)Sachlan, M., 2002. Penyakit Ikan.IPB-Press.Bogor
  • 20. LAMPIRAN
  • 21. Alat dan BahanAdapun alat dan bahan pada praktikum Bakteri adalah: