Softskill
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Softskill

on

  • 780 views

 

Statistics

Views

Total Views
780
Views on SlideShare
778
Embed Views
2

Actions

Likes
0
Downloads
23
Comments
0

1 Embed 2

http://aan-farhana.blogspot.com 2

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Softskill Softskill Presentation Transcript

    • Nama :1. Farhan Abdillah (11209057)2. Ary Wibowo (11209567)Kelas : 3EA06
    • Daftar isi :1 Aplikasi2 Pendekatan dalam meneliti perilaku konsumen3 Roda analisis konsumen 3.1 Afeksi dan kognisi4 Proses pengambilan keputusan pembelian5 Faktor-faktor yang memengaruhi6 Referensi
    • PERILAKU KONSUMEN Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang. 1. Aplikasi Pemahaman akan perilaku konsumen dapat diaplikasikan dalam beberapa hal,yang pertama adalah untuk merancang sebuah strategi pemasaran yang baik, misalnyamenentukan kapan saat yang tepat perusahaan memberikan diskon untuk menarikpembeli. Kedua, perilaku konsumen dapat membantu pembuat keputusan membuatkebijakan public. Misalnya dengan mengetahui bahwa konsumen akan banyakmenggunakan transportasi saat lebaran, pembuat keputusan dapat merencanakan hargatiket transportasi di hari raya tersebut. Aplikasi ketiga adalah dalam hal pemasaran sosial(social marketing), yaitu penyebaran ide di antara konsumen. Dengan memahami sikapkonsumen dalam menghadapi sesuatu, seseorang dapat menyebarkan ide dengan lebihcepat dan efektif.
    • 2. Pendekatan dalam meneliti perilaku konsumen Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen.Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif. Pendekatan ini menggali secaramendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan denganmelalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa maknasebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialamikonsumen ketika membeli dan menggunakannya. Pendekatan kedua adalah pendekatan tradisional yang didasari pada teoridan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmusosiologoi. Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untukmenjelaskan perliku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi dilakukan melaluieksperimen dan survey untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentangbagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, sertapengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen. Pendekatan ketiga disebut sebagai sains marketing yang didasari pada teoridan metode dari ilmu dan statistika. Pendekatan ini dilakukan denganmengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hirarkikebutuhan manusia menurut Abraham Maslow untuk memprediksi pengaruhstrategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengansebutan moving rate analysis.
    • 3. Roda analisis konsumen Roda analisis konsumen adalah kerangka kerja yang digunakan marketeruntuk meneliti, menganalisis, dan memahami perilaku konsumen agar dapatmenciptakan strategi pemasaran yang lebih baik. Roda analisis konsumen terdiridari tiga elemen: afeksi dan kognisi, lingkungan, dan perilaku 3.1 Afeksi dan Kognisi Elemen pertama adalah afeksi dan kognisi. Afeksi merujuk pada perasaankonsumen terhadap suatu stimuli atau kejadian, misalnya apakah konsumen menyukaisebuah produk atau tidak. Kognisi mengacu pada pemikiran konsumen, misalnya apayang dipercaya konsumen dari suatu produk. Afeksi dan kognisi berasal dari sistem yangdisebut sistem afeksi dan sistem kognisi. Meskipun berbeda, namun keduanya memilikiketerkaitan yang sangat kuat dan saling memengaruhi. Manusia dapat merasakan empat tipe respons afektif: emosi, perasaantertentu, mood, dan evaluasi. Setiap tipe tersebut dapat berupa respons positifatau negatif. Keempat tipe afeksi ini berbeda dalam hal pengaruhnya terhadaptubuh dan intensitas perasaan yang dirasakan. Semakin kuat intensitasnya,semakin besar pengaruh perasaan itu terhadap tubuh, misalnya terjadipeningkatan tekanan darah, kecepatan pernafasan, keluarnya air mata, ataurasa sakit di perut. Bila intensitasnya lemah, maka pengaruhnya pada tubuhtidak akan terasa.
    • Sistem kognisi terdiri dari lima proses mental, yaitu: memahami,mengevaluasi, merencanakan, memilih, dan berpikir. Proses memahamiadalah proses menginterpretasi atau menentukan arti dari aspek tertentuyang terdapat dalam sebuah lingkungan. mengevaluasi berarti menentukanapakah sebuah aspek dalam lingkungan tertentu itu baik atau buruk, positifatau negatif, disukai atau tidak disukai. Merencanakan berarti menentukanbagaimana memecahkan sebuah masalah untuk mencapai suatu tujuan.Memilih berarti membandingkan alternatif solusi dari sebuah masalah danmenentukan alternatif terbaik, sedangkan berpikir adalah aktifitas kognisiyang terjadi dalam ke empat proses yang disebutkan sebelumnya. Fungsi utama dari sistem kognisi adalah untuk menginterpretasi,membuat masuk akal, dan mengerti aspek tertentu dari pengalaman yangdialami konsumen. Fungsi kedua adalah memproses interpretasi menjadisebuah task kognitif seperti mengidentifikasi sasaran dan tujuan,mengembangkan dan mengevaluasi pilihan alternatif untuk memenuhitujuan tersebut, memilih alternatif, dan melaksanakan alternatif itu. Besar kecilnya intensitas proses sistem kognitif berbeda-bedatergantung konsumennya, produknya, atau situasinya. Konsumen tidakselalu melakukan aktifitas kognisi secara ekstensif, dalam beberapa kasus,konsumen bahkan tidak banyak berpikir sebelum membeli sebuah produk.
    • 4. Proses pengambilan keputusan pembelian Sebelum dan sesudah melakukan pembelian, seorang konsumen akanmelakukan sejumlah proses yang mendasari pengambilan keputusan, yakni.1. Pengenalan masalah (problem recognition). Konsumen akan membeli suatuproduk sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Tanpa adanyapengenalan masalah yang muncul, konsumen tidak dapat menentukan produk yangakan dibeli.2. Pencarian informasi (information source). Setelah memahami masalah yang ada,konsumen akan termotivasi untuk mencari informasi untuk menyelesaikanpermasalahan yang ada melalui pencarian informasi. Proses pencarian informasidapat berasal dari dalam memori (internal) dan berdasarkan pengalaman orang lain(eksternal).3. Mengevaluasi alternatif (alternative evaluation). Setelah konsumen mendapatberbagai macam informasi, konsumen akan mengevaluasi alternative yang adauntuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.4. Keputusan pembelian (purchase decision). Setelah konsumen mengevaluasibeberapa alternatif strategis yang ada, konsumen akan membuat keputusanpembelian. Terkadang waktu yang dibutuhkan antara membuat keputusanpembelian dengan menciptakan pembelian yang actual tidak sama dikarenakanadanya hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan.
    • 5. Evaluasi pasca pembelian (post-purchase evaluation) merupakan proses evaluasiyang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusanpembelian. Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasiapakah produk tersebut sesuai dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan danketidakpuasan konsumen. Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai denganharapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merek produktersebut pada masa depan. Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produktersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaankonsumen pada masa depan.5. Faktor-faktor yang memengaruhiTerdapat 5 faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusanpembelian:1.Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untukmencapai tujuan tertentu.2.Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus ataukejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadaprangsangan tersebut.3.Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diriseseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.4.Integrasi (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasimerupakan respon atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseoranguntuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidakmembeli produk tersebut.
    • 6. Referensi 1. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u (Inggris) Duncan, Tom. 2005. Principles of Advertising & IMC, Second Edition. McGraw-Hill, Inc. Bab 5 2. ^ (Inggris) Kincaid, Judith. 2003. Customer Relationship Management: Getting it Right. Prentice-Hall, Inc. Page 298. 3. ^ a b c http://www.consumerpsychologist.com/cb_Introduction.html 4. ^ a b c d e f Olson, Jerry and Paul Peter. 2008. Consumer Behavior & Marketing Strategy, 7th edition. New York: McGraw Hill. 5. ^ Perilaku Konsumen. Diakses 14 Mei 2010. 6. ^ Keputusan Pembelian. Diakses 14 Mei 2010. 7. ^ Proses Pengambilan Keputusan dan Perilaku Konsumen. Diakses 14 Mei 2010. 8. http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen. Diakses 14 Januari 2012