bahan ajar telkom university pk dan e

2,836 views
2,696 views

Published on

bahan ajar telkom university

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,836
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
94
Actions
Shares
0
Downloads
142
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

bahan ajar telkom university pk dan e

  1. 1. MACRO ERGONOMI : KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
  2. 2. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 2 SILABUS • PENDAHULUAN • SEJARAH PENCEGAHAN KECELAKAAN AKIBAT KERJA • ORGANISASI & PERUNDANG-UNDANGAN KESELAMATAN KERJA • OBJEK-OBJEK KESELAMATAN KERJA - KEBAKARAN - PESAWAT, PENGAMAN MESIN DAN ALAT MEKANIK - KELISTRIKAN DAN KESELAMATAN LIF - BAHAN BERBAHAYA, ALAT-ALAT TANGAN DAN TANGGA • PENDEKATAN KESELAMATAN KERJA & KELOMPOK TENAGA KERJA • PENYULUHAN, PENGGAIRAHAN & LATIHAN DALAM KESELAMATAN KERJA
  3. 3. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 3 Referensi 1. PK, Suma’mur, Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan, (1987), CV Masagung, Jakarta 2. International Labor Office Geneva,(1989), Pencegahan Kecelakaan, Pustaka Binaman Pressindo 3. Suardi, Rudi, (2005), Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja, Penerbit PPM 4. Brauer Roger, L. (2006), Safety And Health For Engineers, John Wiley&Sons
  4. 4. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 4 Keselamatan kerja • Keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan (Suma’mur)
  5. 5. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Sasaran Segala tempat kerja (darat, di dalam tanah, permukaan dan dalam air, udara) • Industri • Pertanian • Pertambangan • Perhubungan • Pekerjaan umum • Jasa 5
  6. 6. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 6 Tujuan keselamatan kerja • Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas nasional • Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada di tempat kerja • Sumber produksi dipelihara dan dipergunakan secara aman dan efisien
  7. 7. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 7 Kecelakaan kerja • Kecelakaan yang berkaitan dengan hubungan kerja pada perusahaan • Kecelakaan terjadi karena pekerjaan atau pada waktu melaksanakan pekerjaan • Kecelakaan pada waktu cuti ??
  8. 8. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Korban K3 • Antara 1939-1944 di Amerika : - Korban akibat perang : 22.088 orang/bulan - Korban akibat K3 :160.747 orang/bulan 8
  9. 9. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 9 Kerugian Akibat Kecelakaan Kerja 1. Kerugian Langsung Penderitaan pribadi, rasa kehilangan dari anggota keluarga korban 2. Kerugian Tak langsung (tersembunyi) Kerusakan mesin dan peralatan, terganggunya produksi, terganggunya waktu kerja karyawan dll.
  10. 10. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Hubungan K3 Dengan Produktivitas • Produktivitas = • cost per unit = revenue cos t fixed cost variable cost x units produced • Bila terjadi kasus K3, unit cost menjadi: fixed cost variable cost v (x - z) units produced 10
  11. 11. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Sehingga: • Unit cost tambah mahal • Susah bersaing • Profit margin turun • Produktivitas turun 11
  12. 12. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Kompensasi akibat kecelakaan Di Indonesia : • Kasus kecelakaan thn 2001: 54447 kasus • Klaim : Rp 59.639.500.271,• Rata-rata: Rp 1.095.367,- 12
  13. 13. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 13 • Perbandingan antara jumlah kerugian langsung dengan tak langsung: 2-5 kali • Perhitungan besarnya kerugian penting untuk memperkirakan biaya pencegahan kecelakaan
  14. 14. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 14 Biaya Pencegahan Kecelakaan • Biaya disain • Biaya operasional • Biaya untuk merencanakan dan membatasi akibat kecelakaan sehubungan dengan usaha melindungi masa depan * Biaya pencegahan besar kerugian akibat kecelakaan berkurang * Bagaimana jika biaya pencegahan lebih besar dari kerugian ??
  15. 15. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 15 Sebab-sebab kecelakaan 1. 2. Tindak perbuatan manusia yang tidak memenuhi keselamatan (unsafe human acts) Keadaan- keadaan lingkungan yang tidak aman (unsafe conditions) Faktor utama: 1. Peralatan teknis 2. Lingkungan kerja 3. Pekerja
  16. 16. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 16 80-85% kecelakaan disebabkan oleh kelalaian atau kesalahan manusia Suatu pendapat: Langsung atau tidak langsung semua kecelakaan disebabkan oleh semua manusia yang terlibat dalam suatu kegiatan.
  17. 17. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 17 Teori penyebab kecelakaan yang pernah diajukan 1. Teori kemungkinan murni (pure change theory) 2. Teori kecenderungan untuk celaka (Accident prone theory ) • Tidak dapat menjelaskan asal usul penyebab sesungguhnya kecelakaan
  18. 18. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 18 Metoda Klasifikasi Majemuk Diusulkan oleh ILO tahun 1962 Kecelakaan dapat diklasifikasikan : 1. 2. 3. 4. Klasifikasi menurut jenis kecelakaan Klasifikasi menurut penyebab Klasifikasi menurut sifat luka atau kelainan Klasifikasi menurut letak kelainan atau luka di tubuh
  19. 19. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 19 Klasifikasi Menurut Jenis Kecelakaan • Terjatuh • Tertimpa benda jatuh • Terjepit • Tertumbuk benda-benda jatuh • Pengaruh suhu tinggi • Terkena arus listrik • Kontak dengan bahan berbahaya/radiasi
  20. 20. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 20 Klasifikasi Menurut Penyebab (1) 1. Mesin Mesin- mesin pertanian, pertambangan, pengolah kayu,pengerjaan logam dll 2. Alat angkut dan alat angkat - Mesin angkat, alat angkut di udara, air, diatas rel, angkutan lain yang beroda 3. Peralatan lain Bejana tekan, instalasi listrik,tungku,tangga, dll
  21. 21. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Klasifikasi Menurut Penyebab (2) 4. Bahan-bahan zat-zat dan radiasi Bahan peledak Debu, gas, cairan dan zat kimia 5. Lingkungan kerja Di luar dan dalam bangunan Di bawah tanah 6. Penyebab- penyebab lain 21
  22. 22. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Klasifikasi Menurut Sifat Luka • Patah tulang • Keseleo • Luka dipermukaan • Luka bakar • Keracunan • Akibat cuaca • Pengaruh listrik, radiasi • Dan lain-lain 22
  23. 23. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 23 Klasifikasi Menurut Letak Kelainan Atau Luka Di Tubuh • Kepala • Leher • Badan • Anggota atas, bawah • Banyak tempat
  24. 24. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 24 • Sebagian besar kecelakaan ternyata tidak terjadi pada mesin-mesin atau bahan yang berbahaya, tetapi terjadi pada tindakan biasabiasa saja seperti tersandung, terjatuh, tertimpa benda jatuh, penanganan barang dan alat-alat yang keliru dll • Di Inggris, dari total kecelakaan di pabrik : 30 % terjadi pada pekerjaan penanganan barang 16 % akibat terjatuh 14 % akibat mesin
  25. 25. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 25 Analisis Sebab Kecelakaan • Penentuan sebab-sebab kecelakaan sulit : analisa kecelakaan tidak mudah • Bagaimana dan mengapa terjadi kecelakaan harus secara tepat dan jelas diketahui • Analisis perlu untuk: menentukan siapa yang bertanggung jawab atas terjadinya kecelakaan dan mencegah terulangnya peristiwa yang serupa
  26. 26. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 26 • Contoh: Seorang menaiki tangga dan terjatuh, disebabkan satu anak tangga tidak ada Analisis kecelakaan menemukan: 1. Terdapat tangga diruang kerja dengan salah satu anak tangga hilang 2. Seorang tenaga kerja mengambil tangga itu dan menggunakannya 3. Sesudah pekerjaan selesai ia turun tanpa mengingat ada satu anak tangga tidak ada
  27. 27. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 27 • Faktor penyebab kecelakaan yang perlu ditonjolkan adalah faktor yang akan membantu pencegahan selanjutnya tangga yang tidak lengkap anak tangganya adalah sebab utama • Faktor lain merupakan penyebab tambahan perlu ada peraturan penggunaan tangga yang tidak baik
  28. 28. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pemeriksaan Penyebab Kecelakaan: • Harus dilakukan dilokasi kecelakaan • Tempat kecelakaan tidak boleh dirubah • Perlu diadakan rekonstruksi kecelakaan • Pemeriksaan laboratorium (apabila perlu) 28
  29. 29. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 29 Berbagai Cara Pencegahan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Peraturan perundangan Standarisasi Pengawasan Penelitian bersifat teknik, medis, psikologis, statistik Pendidikan Pelatihan Persuasi Asuransi Usaha keselamatan pada tingkat perusahaan
  30. 30. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 30 Asal Mula Upaya Pencegahan Kecelakaan • Dimulai pada masa revolusi industri di Eropa • Pada awalnya ditujukan pada perlindungan tenaga kerja anak-anak • Dibentuk undang-undang perlindungan bagi para pekerja tahun 1802 di Inggris • Perundangan pabrik mula-mula tidak menganggap perlu dibentuknya badan penegak hukum khusus tuntutan dibuat oleh karyawan yang mengalami kecelakaan.
  31. 31. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 31 Sejarah Keselamatan Kerja Di Indonesia • Abad 17-19 ,masalah keselamatan bertujuan untuk • • • • • • • melindungi modal yang ditanam oleh pengusaha Undang-undang Uap 1853 Undang-undang pemasangan dan pemakaian jaringan listrik tahun 1890 Veiligheids Reglement 1905 UU kerja (1948-1951) UU Kecelakaan (1947-1957) Berdiri Lembaga Kesehatan dan Keselamatan Kerja tahun 1957 Undang-undang nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
  32. 32. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Perundang-Undangan Dalam Keselamatan Kerja • Dasar: UUD 45 Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghasilan yang layak bagi kemanusiaan 32
  33. 33. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 33 Kelompok Perundangan 1. Yang bersasaran pencegahan kecelakaan akibat kerja : • UU nomor 1 tahun 1970 dan peraturan lain yang diturunkan atau dapat dikaitkan dengannya • UU kerja (1948-1951) 2. Yang bersasaran pemberian kompensasi • UU Kecelakaan (1947-1957) dan peraturan yang diturunkannya
  34. 34. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 34 Sistem Manajemen K3 UU tenaga Kerja 2003 : • Setiap tenaga kerja mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas : 1. Keselamatan dan kesehatan kerja 2. Moral dan kesusilaan 3. Perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama Permenaker 05/MEN/1996 • Perusahaan wajib untuk menerapkan dan melaksanakan sistem manajemen K3 untuk diintegrasikan dalam sistem manajemen umum perusahaan • Audit dan sertifikasi perusahaan oleh institusi yang berwenang (mis: Sucofindo) OHSAS 18001
  35. 35. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 35 Organisasi Keselamatan Kerja • Organisasi Pemerintah • Organisasi di Tingkat Perusahaan • Organisasi Non Pemerintah dan Asosiasi Profesional
  36. 36. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 36 Organisasi Pemerintah • Direktorat Jenderal Pengawasan Ketenagakerjaan • Direktorat Pengawasan Norma K3 (PNKK) • Fungsi: - Melaksanakan pembinaan, pengawasan, penyelidikan, pelatihan, pemasyarakatan K3 - Sertifikasi terhadap operator - Sub direktorat mekanik, pesawat uap dan bejana tekan - Sub direktorat kesehatan dan lingkungan kerja - Sub direktorat pemberdayaan dan Keahlian K3 - Sub direktorat konstruksi bangunan, instalasi listrik dan penanggulangan kebakaran
  37. 37. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 37 Organisasi Di tingkat Perusahaan • Organisasi sebagai bagian dari struktur organisasi perusahaan dan disebut bidang, bagian keselamatan kerja • Panitia Keselamatan Kerja - Pembentukannya wajib menurut UU - Terdiri dari wakil pimpinan perusahaan, wakil buruh, teknisi keselamatan kerja, dokter perusahaan
  38. 38. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 38 Statistik Kecelakaan • Meliputi kecelakaan yang disebabkan oleh atau diderita pada waktu menjalankan pekerjaan yang berakibat kematian atau kelainan-kelainan dan meliputi penyakit akibat kerja • Satuan perhitungan kecelakaan adalah peristiwa kecelakaan
  39. 39. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 39 Statistik Kecelakaan • Memberi gambaran situasi secara lengkap mengenai: 1. Berapa banyak kecelakaan yang terjadi 2. Jenis kecelakaan 3. Seberapa parah 4. Golongan pekerja yang terkena 5. Mesin dan peralatan yang digunakan 6. Perilaku yang menyebabkan kecelakaan 7. Waktu dan tempat kecelakaan paling sering terjadi 8. Dan lain-lain
  40. 40. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Penyusunan Statistik Kecelakaan • Data dapat disusun untuk : • Setiap perusahaan, wilayah, industri atau untuk keseluruhan industri pada suatu negara • Berbagai kecelakaan tertentu (mis :kecelakaan listrik, kecelakaan tangga) • Kelas pekerja tertentu (mis:muda usia) • Informasi lainnya 40
  41. 41. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja • Data harus dapat dibandingkan: Dari tahun ke tahun Antar industri Antar wilayah Antar negara 41
  42. 42. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 42 Asas Penyusunan Statistik 1. Statistik kecelakaan harus disusun berdasarkan suatu definisi yang seragam untuk setiap kecelakaan dalam industri. Secara umum harus disusun berdasarkan kerangka untuk upaya pencegahan kecelakaan dan khususnya untuk penggambaran tingkat risiko. Semua kecelakaan yang demikian harus dilaporkan dan ditabulasikan secara seragam
  43. 43. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 43 2. Frekuensi dan tingkat keparahan (beratnya kecelakaan) harus disusun atas dasar metoda yang seragam. Harus ada pembatasan-pembatasan seragam tentang kecelakaan, cara-cara seragam untuk mengukur waktu menghadapi resiko dan besarnya resiko.
  44. 44. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 44 3. Klasifikasi industri dan pekerjaan untuk tujuan statistik kecelakaan harus seragam 4.Klasifikasi kecelakaan menurut keadaan terjadinya dan menurut sifat dan letak luka atau kelainan harus seragam. Dasar-dasar yang dipakai untuk menetapkan kriteria pemilihan dalam setiap kasus harus selalu sama.
  45. 45. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 45 Perhitungan Angka Kecelakaan • Angka frekuensi kecelakaan (F) : Yaitu: banyaknya kecelakaan untuk setiap juta jam manusia F banyaknya kecelakaan x 1000000 jam manusia total Contoh : Suatu perusahaan: Jumlah tenaga kerja: 500 orang Waktu kerja : 50 minggu/tahun dan 48 jam/ minggu Jumlah kecelakaan : 60 kali/tahun Disebabkan penyakit, kecelakaan, dll tenaga kerja tidak masuk kerja sebanyak 5 % dari seluruh waktu kerjanya
  46. 46. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 46 • Jam manusia keseluruhan: (500 x 50 x 48)- 5% ( 60.000) = 1.140.000 • Jadi angka kecelakaan: F 60 x 1.000.000 52,63 1.140.000 Artinya dalam setahun terjadi kira-kira 53 kecelakaan pada setiap 1.000.000 jam manusia
  47. 47. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 47 • Angka beratnya kecelakaan (S) : Yaitu jumlah total hilangnya hari kerja per 1000 jam manusia • Jadi : S Jumlah hilangnya hari kerja x 1000 Jam manusia total
  48. 48. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 48 • Jumlah hari hilang adalah 1200 sebagai akibat 60 kecelakaan, maka: 1200 x 1000 S 1,053 1.140.000 • Artinya: setiap tahun kira-kira 1 hari hilang pada setiap 1000 jam manusia.
  49. 49. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 49 Jika terjadi cacat menetap atau kematian, perhitungan hari yang hilang: 1. Hari benar-benar hilang dalam tahun yang bersangkutan sejak kematian 2. Dinyatakan hilang 6000 hari kerja (USA) 3. Diperhitungkan 7500 hari kerja (ILO)
  50. 50. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 50 • Jika terjadi 1 kecelakaan lagi yang berakibat kematian pada hari 200 hari lagi menjelang habisnya tahun yang bersangkutan, maka: F 61 x 1.000.000 53,5 1.140.000 S 1400 x 1000 1,23 (menurut hari yang sebenarnya ) 1.140.000 S 8700 x 1000 1.140.000 7,63 (menurut ILO) S 7260 x 1000 1.140.000 6,32 (menurut U SA)
  51. 51. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 51 Angka frekuensi Sector kegiatan ekonomi Kematian dan cacat menetap seluruhnya Cacat sebagian menetap Cacat total sementara Semua kecelakaan dengan cacat Angka beratnya kecelakaan Pertambangan batubara di bawah tanah 0,64 1,45 20,98 23,07 5,770 Perkayuan 0,19 0,09 21,04 22,32 2,436 Konstruksi 0,28 0,06 18,22 19,10 2,375 Perhubungan 0,01 0,01 0,97 0,99 58 0 0,16 3,11 3,27 82 Tembakau Sumber Chicago National Safety edisi 1957
  52. 52. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Asas-Asas Pencegahan 1. Kebakaran 2. Mesin 3. Listrik 4. Tangga 52
  53. 53. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 53 Keselamatan Kerja Bidang Kebakaran • Kebakaran mengakibatkan: 1. Korban dan penderitaan manusia 2. Musnahnya harta benda 3. Hilangnya lapangan kerja 4. Kegoncangan moril serta mengurangi kegairahan kerja bagi korban 5. Pangkal bencana yang dapat mempengaruhi stabilitas politik dan ekonomi serta dapat merupakan ancaman dan hambatan terhadap jalannya pembangunan nasional
  54. 54. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 54 Unsur-unsur Penyebab Kebakaran • 3 Unsur sebagai syarat terjadinya pembakaran (combustion) yang menimbulkan api: 1. Oksigen 2. Bahan mudah terbakar 3. Panas • Prinsip dasar pencegahan kebakaran adalah mengontrol atau mengisolasi sumber bahan bakar dan panas sehingga tidak terjadi pembakaran
  55. 55. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 55 Penyebab Kebakaran (1) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Merokok Zat cair yang mudah terbakar Nyala api terbuka Kerumahtanggaan yang buruk Mesin yang tidak terawat dan menjadi panas Kabel listrik Kelistrikan statis Alat las
  56. 56. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Penyebab Kebakaran (2) 56
  57. 57. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Merokok Kecuali di  57
  58. 58. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 58 Zat Yang Mudah Terbakar • Sifat-sifat bahaya kebakaran bahan tergantung pada : - Titik nyala (flash point) - Suhu menyala sendiri - Sifat terbakar karena pemanasan - Berat jenis - Perbandingan berat uap terhadap udara - Sifat bercampur air - Keadaan fisik
  59. 59. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 59 Titik Nyala • Titik nyala (Flash Point) suatu zat cair : temperatur terendah dimana zat cair tersebut menyebabkan cukup uap untuk membentuk campuran yang dapat menyala dengan udara • Semakin rendah titik nyala semakin mudah terbakar
  60. 60. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 60 Suhu Menyala Sendiri • Adalah suhu terendah dimana zat (padat, cair, gas) akan menyala sendiri tanpa adanya bunga api atau nyala api.
  61. 61. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 61 Sifat Terbakar Akibat Pemanasan • Minyak biji-bijian, minyak tumbuh- tumbuhan, lemak, arang, serbuk logam dapat mengalami proses pemanasan sendiri dan dapat menyala dengan zat asam di udara. • Jerami dan biji-bijan dapat terbakar akibat fermentasi dan oksidasi
  62. 62. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 62 Berat Jenis Dan Perbandingan Berat Uap Terhadap Udara • BJ zat cair < BJ air : zat cair terapung berakibat kebakaran terus terjadi dan dapat menyebar • BJ menentukan pemilihan bahan pemadam kebakaran • Masa uap zat cair > masa udara  kebakaran lebih merambat dan meluas di permukaan • Kebanyakan masa gas yang mudah terbakar < masa udara
  63. 63. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Sifat Bercampur Dengan Air • Zat yang mudah menyala + air  titik nyala naik 63
  64. 64. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 64 Keadaan Fisik • Bentuk serbuk, debu, potongan halus mudah terbakar • Bentuk gumpalan, dalam wadah, bejana, tidak mudah terbakar • Mis : magnesium
  65. 65. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 65 Sifat- sifat Bahaya Kebakaran Bahan Bahan Berat jenis Perbandin gan terhadap udara Titik Nyala (oC) Batas untuk menyala (%) Suhu menyala sendiri (oC) Nyala atas pemanasa n Campuran dengan air Ammonia - 0,6 Gas 16-25 651 Tidak Ya Asetilen - 0,9 Gas 2,5-81 300 Tidak Ya Aseton 0,79 2 -18 2,6-12,8 538 Tidak Ya Bensin 0,8 3,4 -43 1,4-7,6 371 Tidak Tidak Benzene 0,88 2,8 -11 1,3-71 562 Tidak Tidak Etil alkohol 0,79 1,6 13 4,3-19 423 Tidak Ya Etil eter 0,71 2,6 -45 1,9-48 180 Tidak Sedikit Eter minyak bumi 0,6 2,5 32 1,1-5,9 288 Tidak Tidak Hidrogen 0,09 0,1 Gas 4-75 585 Tidak Sedikit Kamper 0,99 5,2 66 0,6-3,5 466 Tidak Tidak Karbon disulfida 1,26 2,6 -30 1,3-4,4 100 Tidak Tidak - 1 Gas 12,5-74 609 Tidak Ya Kloretan 0,9 2,2 -50 3,8-15,4 519 Tidak Tidak Minyak kastroli 1 - 230 - 449 Ya Tidak Minyak linsid 0,9 - 222 - 343 Ya Tidak Minyak tanah 1 - 38 0,7-5 229 Tidak Tidak Parafin 0,9 - 199 245 Tidak Tidak Karbon monoksida
  66. 66. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 66 Jenis Industri Dengan Resiko Kebakaran Industri Sumber Bahaya Kebakaran Tekstil Kapas Kimia dan Farmasi Alkohol, ester, dll Vernise dan perlak Alkohol, ester, dll Karet Benzena Plastik Formaldehid Ekstraksi pelarut N-pentan, n-heksan Kayu Bubuk kayu Rayon viskos Karbon disulfida Kertas Bahan yang mengandung selulosa
  67. 67. 67 Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Flammable Liquid • Dalam suatu tempat kerja perlu diketahui bahan mana yang termasuk flammable 0 will not burn 1 must be preheated to burn 2 ignites when moderately heated Flammability rating 3 ignites at normal temperature 4 extremely flammable • Perlu penyimpanan ditempat khusus yang terisolasi dari sumber panas
  68. 68. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 68 Pencegahan Kebakaran • Perencanaan (design) bangunan pabrik harus memperhatikan - Lokasi (jarak cukup jauh dari kantor, pasar, apotik, dll) - Konstruksi bangunan • Konstruksi tahan api pada: 1. Tempat-tempat vital: - Gudang penyimpanan barang, pusat tenaga listrik, laboratorium dll 2. Tempat kerja yang sangat berharga 3. Bangunan bertingkat
  69. 69. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 69 Konstruksi Bangunan dan Material 3 elemen penting dalam suatu struktur tahan api 1. Insulation Bersifat mencegah berpindahnya panas secara konduksi melalui bagian struktur (mis. dinding) 2. Integrity Bersifat mencegah menyebarnya api dan gas panas melalui bagian struktur 3. Stability Ketahanan bangunan terhadap rubuh (umumnya min. 30 menit)
  70. 70. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja • Harus didisain terbuat dari material tahan api (batu bata, beton): 1. Dinding 2. Pintu 3. Atap 4. Tangga 70
  71. 71. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pintu Tahan Api (Fire Door) • Dapat menahan api, panas, asap sampai 3 jam 71
  72. 72. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Sistem Tanda Kebakaran • Sistem non otomatis - dioperasikan manual: bel, gong, alarm (sirene) • Sistem otomatis Yang memberikan tanda secara sendiri tanpa dikendalikan orang ketika kebakaran terdeteksi 72
  73. 73. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Fire Alarm • Pendeteksi asap (Smoke detector) • Pendeteksi panas (Heat detector) • Pendeteksi api (Flame detector) 73
  74. 74. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Smoke Detector 74
  75. 75. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 75 Heat Detector • Teraktivasi ketika temperatur sekitar melewati temperatur tertentu yang telah disetting pada alat • Ruangan boiler, dapur
  76. 76. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Fire Detector • Mendeteksi sinar ultraviolet atau infra merah yang dipancarkan oleh nyala api 76
  77. 77. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Mencegah Membesarnya Api • Mengurangi bahan untuk menyala • Mengurangi jumlah oksigen • Menghilangkan sumber panas (pendinginan) • Pencegahan dengan reaksi oksidasi 77
  78. 78. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 78 Mengurangi Bahan Untuk Menyala • Memindahkan benda yang mudah terbakar dan belum terbakar dari sumber api • Memisahkan benda yang sudah terbakar dari benda yang belum terbakar • Membagi benda yang telah terbakar menjadi bagian kecil • Menutup saluran gas apabila kebakaran disebabkan oleh gas
  79. 79. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 79 Mengurangi Oksigen • Penggunaan busa (foam) pada permukaan cairan yang terbakar • Penggunaan gas mulia • Mengisolasi api dalam ruangan dari udara luar
  80. 80. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 80 Pendinginan • Memberikan substansi pendingin, sehingga bahan tidak dapat mencapai temperatur nyala • Pendingin : air
  81. 81. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 81 Pencegahan Dengan Reaksi Oksidasi • Api timbul akibat reaksi radikal bebas yang berantai • Memutuskan reaksi dengan bahan kimia ,digunakan: chloro-, bromo-, fluoro hydrocarbon, powder
  82. 82. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 82 Kelas Kebakaran • Kelas A Kebakaran yang melibatkan benda padat, biasanya benda organik, seperti kayu, kertas, fiber
  83. 83. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 83 Kelas B • Kebakaran yang melibatkan cairan seperti minyak tanah, oli, gemuk cair.
  84. 84. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Kelas C • Kebakaran yang melibatkan gas seperti metana, propana, butana, dll. 84
  85. 85. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Kelas D • Kebakaran yang melibatkan bahan logam seperti magnesium, alumunium,sodium, potasium 85
  86. 86. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Alat Pemadam Kebakaran • Terpasang tetap di tempat • Dapat bergerak atau dibawa 86
  87. 87. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Lihat juga tabel pada hal 97 ref. 1 87
  88. 88. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 88 Kode Pada Alat Pemadam Kebakaran • Pada setiap tabung alat pemadam kebakaran terdapat : 1. Kelas Kebakaran 2. Kode warna
  89. 89. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 89
  90. 90. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Lokasi Meletakkan Alat Pemadam Kebakaran • Alat pemadam harus ditempatkan pada - jalan keluar (exit route) - tempat yang tidak terhalang oleh barangbarang dan peralatan - tempat yang jauh dari temperatur ekstrim - pada lokasi yang sama di setiap lantai - lokasi harus diberi tanda dengan jelas 90
  91. 91. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 91 Automatic Sprinkler • Terdapat katup yang dilengkapi elemen yang sensitif terhadap panas • Air memancar secara otomatis apabila temperatur elemen melebihi yang ditentukan
  92. 92. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 92 Jalan Untuk Menyelamatkan Diri • Seorang, tidak tergantung dimana kebakaran terjadi, harus dapat berjalan secara aman sepanjang route penyelamatan (escape route) yang telah diketahui, dengan usahanya sendiri, menuju suatu tempat yang aman
  93. 93. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 93 Karakterisitik Escape route • Jarak yang harus ditempuh seseorang menuju tempat aman tergantung pada tingkat risiko tempat kerja • Apabila jalan langsung menuju tempat benar-benar aman tidak memungkinkan, jarak yang harus ditempuh menuju suatu tempat yang relatif aman harus sesuai dengan yang ditentukan • Jalan (jalur) menuju tempat yang aman (escape route) harus terlindung dari efek-efek kebakaran • Escape route harus cukup lebar untuk dilalui sejumlah orang, contoh: min lebarnya 1,05 meter • Untuk setiap ruangan, tingkat dan bangunan jumlah jalan keluar harus cukup serta mempunyai lebar yang memadai
  94. 94. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 94
  95. 95. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 95 Upaya Yang Perlu Dilakukan (Di Perusahaan) • Menyusun Emergency Plan • Mengadakan Training • Mengadakan Simulasi Kebakaran • Pemeriksaan berkala terhadap fasilitas keselamatan
  96. 96. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 96 Emergency Plan Tujuan: Setiap pekerja akrab dengan semua prosedur keselamatan terhadap kebakaran, sehingga pada saat terjadi kebakaran dapat mengambil langkah yang tepat dan mampu menyelematkan diri menuju tempat yang aman Mencakup prosedur: - mengoperasikan sistem alarm - memanggil petugas dari dinas pemadam kebakaran - mengevakuasi pekerja - apabila dimungkinkan, memadamkan api - menghentikan mesin, peralatan, dan power supplies - menutup pintu - bekerja sama dengan petugas dinas pemadam kebakaran
  97. 97. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 97 Pengaman Mesin • Kecelakaan akibat mesin 15-25 % dari total kecelakaan dengan angka berat kecelakaan yang tinggi • Untuk menekan kecelakaan pada mesin dipasang pengaman mesin • Pengaman harus memenuhi Model Code of Safety Regulation for Industrial Establishment yang dikeluarkan ILO
  98. 98. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Mesin Tanpa pengaman. BERBAHAYA ! 98
  99. 99. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 99 Bahaya Kecelakaan Pada Mesin • Pada titik operasi, mis pada operasi potong, gurdi, serut, dll • Pada peralatan transmisi daya, mis: puli, sabuk, rantai, spindle, roda gigi, dll • Pada komponen lain yang bergerak ketika mesin beroperasi - Yang bergerak : - berputar - bolak balik - transversal
  100. 100. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 100 Bahaya Pada Komponen Berputar
  101. 101. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 101
  102. 102. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 102
  103. 103. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 103 Bahaya Pada Komponen Yang Bergerak Bolak Balik
  104. 104. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 104 Bahaya Pada Komponen Yang Bergerak Secara transversal
  105. 105. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Bahaya Pada Proses 105
  106. 106. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 106
  107. 107. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 107 Persyaratan Umum Pengaman Mesin • 1. Pengaman harus memberikan perlindungan yang positif. Artinya mesin berhenti secara otomatis apabila pengaman tidak dioperasikan
  108. 108. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 108 • 2. Pagar pengaman harus mencegah masuknya tenaga kerja atau bagian tubuhnya ke semua tempat berbahaya Tidak ada pengaman Ada pengaman
  109. 109. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 109
  110. 110. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 110 • 3. Pengaman tidak boleh menyebabkan ketidaknyamanan dan gangguan pada pekerja
  111. 111. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 111 • 4. Pengaman tidak boleh secara tidak perlu mengganggu produksi
  112. 112. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 112 • 5. Pengaman harus bekerja secara otomatis atau dengan diperlukan hanya sedikit upaya bagi pekerjanya
  113. 113. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 113 • 6. Sebaiknya pengaman merupakan bagian integral dari mesin Guard
  114. 114. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja • 7. Pengaman harus memungkinkan peminyakan, pengecekan, penyetalan, perbaikan 114
  115. 115. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja • 8. Pengaman harus tahan lama dengan perawatan minimum 115
  116. 116. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja • 9. Pengaman harus tahan api (dan korosi) 116
  117. 117. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 117 • 10. Pengaman tidak boleh merupakan suatu bahaya tersendiri
  118. 118. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 118 • 11. Pengaman harus memberikan perlindungan terhadap hal-hal yang tak terduga
  119. 119. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Klasifikasi Pengaman • Tetap (fixed) • Interlocked • Dapat distel (Adjustable) • Menyetel sendiri (Self-adjusting) • Sensor (photoelectric, radio frequency,dll) • Pullback 119
  120. 120. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Fixed Fixed 120
  121. 121. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 121 Interlocking Adjustable Self Adjusting Self Adjusting
  122. 122. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Photoelectric 122
  123. 123. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Radio frequency 123
  124. 124. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pullback 124
  125. 125. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 125
  126. 126. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 126 Pencegahan Kecelakaan Lainnya • Penggunaan alat pelindung tubuh • Pemasangan tanda, label • Kondisi lingkungan tempat kerja yang baik - pengaturan dan penataan barang-barang yang baik - penerangan yang cukup, - ventilasi dan pengaturan suhu yang baik - dan lain-lain
  127. 127. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 127 Alat Pelindung Tubuh (APD) • Secara umum harus memenuhi syarat: Memberikan cukup perlindungan terhadap bahaya 2. Ringan, awet 3. Tidak membuat rasa kurang nyaman pada saat dipakai (tidak terlalu sempit, longgar) 4. Tidak menghalangi mobilitas,penglihatan,dsb. 1.
  128. 128. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Jenis Pelindung • Pelindung Tubuh • Pelindung Mata • Pelindung Kepala • Pelindung Kaki • Pelindung Tangan • Pelindung Alat Pendengaran • Pelindung Alat Pernafasan • Dan lain-lain 128
  129. 129. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pelindung Mata • Melindungi mata dari: • 1. partikel, geram • 2. debu • 3. sinar (mis: pada pengelasan) 129
  130. 130. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pelindung Wajah Dan Alat Pernafasan 130
  131. 131. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pelindung Telinga • Gunakan pelindung telinga jika intensitas suara di atas 90 db • Kebisingan menyebabkan: - komunikasi sulit - isyarat atau peringatan tidak terdengar - rusaknya alat pendengaran 131
  132. 132. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Ketika Bekerja Dan Berada Di Tempat Kerja 132
  133. 133. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 133 Pemasangan Label Irritant Toxic Flammable Explosive
  134. 134. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 134 Pengaturan Dan Penataan Tempat Kerja • Tempat kerja harus dijaga tetap bersih dan rapih • Barang-barang yang menganggu lalu lintas harus disingkirkan • Jalan harus diberi tanda dengan jelas • Peralatan (tools), setelah digunakan harus disimpan pada tempatnya
  135. 135. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Penerangan • Penerangan yang cukup diperlukan: - Agar dapat bekerja dengan baik dan aman - Dapat mengidentifikasi dan menghindari kecelakaan 135
  136. 136. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Ventilasi Dan Pengaturan Suhu • Ventilasi - menyingkirkan debu, partikel dari udara - menyingkirkan uap, gas yang berbahaya dari udara • Air Conditioning (AC) - menjaga suhu ruangan agar tetap stabil 136
  137. 137. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 137 Keselamatan Kerja Listrik • Kelistrikan dan alat-alat listrik dapat menimbulkan atau memicu berbagai bahaya langsung maupun tidak langsung • Bahaya langsung : - Shock (kejutan) - Panas - Kebakaran - Peledakan
  138. 138. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 138 • Bahaya tidak langsung kelistrikan : • - Sinar X, sinar laser dll • - Medan magnet • Bahaya tidak langsung yang disebabkan barang-barang elektronik - Peralatan komputer, sensor dll
  139. 139. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 139 Shock • Peristiwa dimana arus listrik mengalir melalui badan atau anggota tubuh manusia dan yang menyebabkan kecelakaan • Terjadi apabila badan atau anggota tubuh menjadi bagian dari suatu rangkaian listrik • Tubuh manusia menjadi konduktor yang mengalirkan listrik
  140. 140. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 140 Resistansi Tubuh Bagian Badan Tahanan (ohm) Kulit kering 100.000 - 600000 Kulit basah 1000 Bagian dalam Telinga 400 - 600 400
  141. 141. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Efek Shock • Fungsi dari : • - jumlah arus listrik yang mengalir • - besar tegangan • - jenis arus (AC atau DC) • - frekuensi arus (50 atau 60 Hz) • - waktu 141
  142. 142. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Efek Shock Pada Tubuh 142
  143. 143. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 143 Efek Shock Pada Tubuh • Terbakar listrik R kulit besar terjadi panas di permukaan kulit oleh arus listrik • Terbakar loncatan api listrik
  144. 144. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 144 Panas Dan Kebakaran • Arus yang melebihi kapasitas design peralatan menghasilkan panas yang berlebihan dan akhirnya menimbulkan kebakaran • Hubungan pendek (Short) : arus mengalir melalui jalur yang tidak dirancang untuk dilewati • Penyebab short : - maintenance yang buruk - vibrasi - kerusakan fisik - penggunaan yang salah
  145. 145. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 145 Peledakan • Busur listrik (Arching) : loncatan listrik melalui udara • Dapat menyebabkan peledakan apabila udara mengandung debu dan gas yang bersifat mudah terbakar
  146. 146. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pencegahan Bahaya Listrik • Kontrol fisik • Penggunaan peralatan arus berlebih (overcurrent devices) • Penggunaan Switching Devices • Pembumian (grounding) 146
  147. 147. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 147 Kontrol Fisik 1. Material yang digunakan, disain komponen,pengaturan letak komponen a. Ukuran dan panjang kabel R= ρ. L , ρ= resistansi bahan l= panjang bahan
  148. 148. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 148 Kontrol Fisik (2) b. Lokasi : sulit dijangkau c. Penambahan pelindung (cover) pada saluran kabelkabel d. Isolasi
  149. 149. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Overcurrent Devices • Sekering (fuse) • Pemutus rangkaian (circuit breaker) 149
  150. 150. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Switching Devices • Lockout • Interlock • Pembatas temperatur • Pembatas kecepatan motor • Dan lain-lain 150
  151. 151. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 151 Grounding • Ground: suatu hubungan antara rangkain atau peralatan listrik dengan bumi atau tanah • Setiap rangkaian, dan peralatan listrik harus dihubungkan ke bumi
  152. 152. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Grounding 152
  153. 153. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Grounding (2) 153
  154. 154. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 154 Hand And Power Tools • Alat-alat tangan (hand tools): Alat-alat yang sumber tenaganya adalah tangan, mis: palu, obeng, kunci-kunci, dll • Power tools : peralatan yang menggunakan sumber daya bukan tenaga manusia. Mis: tenaga listrik, udara yang dikompresi, batere, dll
  155. 155. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Kecelakaan Akibat Hand Tools • Jumlah kecelakaan besar - Kekakuan otot dan sendi - Mati rasa pada tangan dan pergelangan tangan - Tertusuk, terpotong - Luka pada mata - Dan lai-lain 155
  156. 156. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 156 Persyaratan Alat Tangan 1. Alat-alat tangan hanya boleh dipakai sesuai dengan maksud pembuatannya 2. Alat yang cacat tidak boleh digunakan - obeng yang sudah rusak ujungnya - pahat yang sudah tumpul 3. Jika terdapat kemungkinan ledakan dari bahan di udara oleh loncatan api semua alat tangan harus bebas kemungkinan akan terjadinya loncatan api - Terbuat dari plastik, kayu, alumunium, kuningan
  157. 157. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 157 Persyaratan Alat Tangan 4. Terbuat dari bahan yang berkualitas baik 5. Ergonomis 6. Alat-alat harus dirawat dengan benar dan disimpan pada tempat khusus
  158. 158. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 158
  159. 159. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 159 Keselamatan Tangga • Tangga : Alat untuk turun dan naik dari satu tempat ke tempat lainnya
  160. 160. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 160 Tangga • Fixed dan non fixed • Di AS terjadi 65000 kasus kecelakaan tangga per tahun • Harus memenuhi syarat keselamatan • Pembuatan sesuai standard
  161. 161. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Material Tangga • Fiberglass: kuat, ringan, non conductive, mahal • Metal : tidak dapat digunakan pada tempat yang mempunyai bahaya kelistrikan,ringan • Kayu: berat, non conductive, cepat rusak 161
  162. 162. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Bahaya Kecelakaan Tangga • Dapat terjadi apabila: • - Menggunakan jenis tangga yang salah • - Cara penggunaan yang salah • - Menggunakan tangga yang cacat Duty rating 162
  163. 163. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 163 Persyaratan Tangga (1) • Spasi anak tangga jaraknya tidak boleh lebih dari 12 inch (304,8 mm) dan harus pararel • Jaak minimum antara rel tidak kurang dari 11.5 inch (292 mm) • Lebar minimum rel tidak kurang dari 1 inch (25,4 mm)
  164. 164. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Persyaratan Tangga (2) L 1/4L 164
  165. 165. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pemicu Kecelakaan Tangga (1) 165
  166. 166. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pemicu Kecelakaan Tangga (2) 166

×