Tugas Azis

668 views
612 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
668
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
4
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tugas Azis

  1. 1. PSIKOLOGIPENDIDIKAN<br />Drs Ahmad Thonthowi<br />1989<br />Penerbit ANGKASA Bandung<br />
  2. 2. BabIPsikologiSebagai Ilmu Pengetahuan<br />Pada zamansekaranginiseringsekaliorangberkata menyamakan pengetahuan dengan limo pengetahuan (atau “limo” saja ) padahal keduanya samna benar bahwa limo pengetahuan itudisusun oleh pengetahuan-pengetahuan dengan kata lain pengetahuan disebutlimo harusmemenuhisyarat- syaratsekurang-kurangnyaharusmemenuhi lima kriteria, kriteriatersebutsebagaiberikut:<br />
  3. 3. Mempunyai objek dan pembatas objek (ilmu pengetahuan harus jelas objeknya).<br />Mempunyai sebuah metode (jalan atau cara dalam menempuh demi tercapainya tujuan ilmu pengetahuan)<br />Mempunyai sebuah sistem (susunan yang teratur)<br />Mempunyai sifat universal (Bahwa kebenarannya sudah di akui).<br />Dapat dibuktikan ( Kebenarannya dapat dibuktikan)<br />
  4. 4. ESENSIPenilaian diri<br />Zaman sekarang ini pengetahuan pendidikan bukan hanya ditinjau dari iptek, melainkan pengetahuan tentang psikologi merupakan ilmu pendidikan yanng telah diakui keberadaannya dikarenakan ilmu ini telah bisa dibuktikan secaca konkrit dan mampu mengatasi sisi emosionalisme jiwa seseorang<br />
  5. 5. Bab IIPsikologi pendidikan dan Beberapa imajinasinya<br />Psikologi pendidikan adalah suatu ilmu pengetahuan yang masih muda keberadaannya,Berhubungan dengan itu limo ini masih dalam tahap perkembangan yang masih memerlukan beberapa pemecahan ; walaupun ditinjau dari segi pengetahuan , akan tetapi pemikirannya menyangkut arti pendidikan dan ilmu pengetahuan yang yang mempelajari tentang kejiwaan .<br />Telah dipikirkan oleh orang-orang dahulu timbulnya psikologi pendidikan mula –mula di ikuti jejaknya oleh Aristoteles sebagai filsuf yang memikirkan tentang perkembangan anak-anak muda dan pendidikannya . <br />Ia telah menyusun perkembangan anak, sifat –sifat anak menurut periode dan bentuk pendidikan yang perli diselenggarakan sesusi dengan periode–periode itu.<br />
  6. 6. Walaupun demikian tentu saja pemikirannya baru merupakan pemikiran secara filsafat, belum merupakan pemikiran psikologi pendidikan, dan beberapa uraian yang telah disebutkan ada beberapa implikasinya diantaranya : Psikologi pendidikan merupakan cabang ilmu psikologiPsikologi pendidikan sebagai suatu studi IlmiahPsikologi pendidikan merupakan Ilmu yang dipraktekanPsikologi pendidikan mempunyai Objek, Tujuan dan Fungsi<br />
  7. 7. EsensiPenilaian diri<br />Bahwa limu pengetahuan psikologi masih muda dalam keberadaannya akan tetapi limo pengetahuannya sungguh sangat penting bagi pendidikan ini, menurut Bapa Filsuf Aristoteles<br />
  8. 8. Bab IIIPertumbuhan dan perkembangannya<br />1. Pertumbuhan<br />Istilah asingnya adalah growth, yang lazim dipakai dalam istilah biologinya mempunyai arti sebagai proses perubahan jasad yang meningkat dalam ukurannya(size) sebagai akibat dari adanya perbanyakan (multiplication) sel-sel , oki dalam istilah psikologinya ialah pertumbuhan dan perubahan-perubahan dalam aspek jasmaniah. Misalnya : pertumbuhan badan, pertumbuhan kaki, kepala jantung, paru-paru dsb. Jadi kita tidak tepat misalnya menyebutkan pertumbuhan ingatan, berpikir dan kecerdasan, karena kesemuanya itu merupakan contoh perubahan fungsi-fungsi rohaniah dan juga tidak tepak menyebutkan sebagai pertumbuhan kemempuan berjalan,menulis,penginderaan dan sebagainya oleh karena itu kesemuanya itu merupakan contoh perkembangan fungsi-fungsi jasmaniah. <br />
  9. 9. 2. Perkembangan<br /> Istilah bahasa asingnya adalah development, merupakan rankaian perubahan-perubahan yang bersifat progresif serta teratur dari fungsi , baik fungsi jasmaniah maupun fungsi rohaniah, sebagai akibat pengaruh kerjasama antara kematangan(maturation) dan pelajaran (learning) sebagai contoh perkembangan kemampuan berbicara , adlah fungsi jasmaniah dan rohaniah. Agar terwujud harus terpenuhi dua faktor penting yaitu kerja sama antara kematangan mengalami dan kemudian mengalami pelajaran berbicara.Kematangan jasmaniah misalnya: pita suaranya, otot-ototnya yang mendukung diproduksinya dan juga yang lain-lain. Kematangan rohaniah misalnya : kematangan terhadap koordinasi terhadap organ jasmaniah, kematangan menangkap pengertian yang ditiru. Sebagai suatu contoh anak yang tuli sejak lahir, dia tidak akan bisa berbicara terkecuali dengan suatu metode tertentu. Demikian pula dengan memberi pelajaran kepada anak yang belum matang fisik dan mentalnya dalam pelajaran berjalan, anak itu tidak akan bisa berjalan <br />
  10. 10. EsensiPeninjauan<br />Dalam pembahasan pada bab ini dijelaskan bahwa dalam pendidikan psikologi beberapa diantaranya pertumbuhan dan perkembangan , dalam segi lain pertumbuhan memiliki pengertian lain dengan perkembangan, <br />Kalau pertumbuhan ialah proses perubahan jasad yang meningkat dalam ukurannya, tetapi kalau perkembangan ialah perubahan-perubahan yang teratur dari fungsi jasmaniah. <br />
  11. 11. Bab IVHereditas dan Lingkungan pendidikan<br />a.Hereditas yaitu suatu proses pemindahan atau penurunan faktor-faktor atau gen-gen melalui plasma benih telah banyak dipelajari oleh sistem genetika. Dari penelitian secara psikologis juga ternyata bahwa potensial-potensial bukan hanya bersifat jasmaniah, melainkan juga yang bersifat rohaniah . Gen-gen merupakan sifat pembawa keturunan dari sifat-sifat keturunan secara biologis dari generasi satu kegenerasi berikutnya (dari orang tua kepada anaknya ) sifat-sifat sebagai potensialitas itulah yang secara populer disebut pembawaan.<br />
  12. 12. b. Lingkungan pendidikan <br />Lingkunganadalahsemuafaktor yang terdapatdiluardirianakdan yang mempunyaiartibagiperkembangannyasertasenantiasamemberikanpengaruhterhadapdirinyajikalingkunganiniberupa faktor yang dengan sengaja diciptakan oleh pendidik, maka itu disebut disebut lingkungan pendidikan. Dalam istitilah psikologi lingkungan itu disebut environment yang berarti faktor diluar diri anak memungkinkan terjadinya “ dialog “ anak didik dengannya. Antara anak dan lingkungan terjadi interaksi (interaction) yang terus menerus.<br />
  13. 13. EsensiPeninjauan<br />Problem mengenai manakah yang lebih penting (pokok)bagi perkembangan individu , pembawaan atukah lingkungan ? Dari dua segi ini saling berkaitan atau berhubungan erat, dengan kata lain tidak bisa terpisahkan dari kehidupan ini.<br />Dalam istilah biologi dan psikologi pembawaan itu lazim disebut potensi atau potensialitas demi terwujudnya arah tertentu yaitu studi mengenai hal hereditas akan terjadinya proses pemindahan dan penurunan akan faktor-faktor dari bermacam gen melalui plasma benih dan merupakan bagian studi limo keturunan atau disebut dengan genetika. <br />
  14. 14. Bab VPerasaandanEmosi<br />Perasaan<br />Secara sederhana dapat diartikan sebagai pengalaman yang<br />bersifat afektif yang dihayati dengan rasa suka (plesentness)<br />atau ketidaksukaan (unplesentness) kesemuanya itu timbul<br />karena adanya rangsangan –rangsangan tertentu. Diantara sifat <br />perasaan yang penting adalah senantiasa bersangkut paut<br />dengan tingkah laku yang lain misalnya dengan minat<br />perhatian , keinginan , pengamatan dan sebagainya. Dan juga<br />sangat bersifat perseorangan (individual) artinya objek yang<br />sama menimbulkan tingkat perasaan yang berbeda diantara<br />orang-orang. <br />
  15. 15. b. Emosi<br /> Dalam istilah lain emosi sukar sekali dibedakan dengan perasaan karena antara keduanya sifatnya hanya tingkatan (gradual) saja dengan kata lain emosi adalah bagian dari perasaan yang telah meningkat pada tataran tertentu jadi emosi ialah bagian perasaan sehingga perasaan belum tentu merupakan emosi . Karena sifatnya mengandung beberapa tingkatan maka untuk menggambarkan emosi dilakukan dengan menunjukan ciri-cirinya .<br />
  16. 16. EsensiPeninjauan<br />Setelah menelaah bab ini dapat kita simpulkan bersama bahwa sifa perasaaan dan emosi kerap kali mempunyai arti yang sama akan tetapi beda dalam penghayatannya .<br />

×