• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Etika bisnis (1st week)
 

Etika bisnis (1st week)

on

  • 1,344 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,344
Views on SlideShare
1,344
Embed Views
0

Actions

Likes
2
Downloads
41
Comments
1

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

11 of 1 previous next

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.
    Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui.
    Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku.
    Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
    Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.”

    Setelah TUHAN mengucapkan firman itu kepada Ayub, maka firman TUHAN kepada Elifas, orang Teman: “Murka-Ku menyala terhadap engkau dan terhadap kedua sahabatmu, karena kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub.
    Oleh sebab itu, ambillah tujuh ekor lembu jantan dan tujuh ekor domba jantan dan pergilah kepada hamba-Ku Ayub, lalu persembahkanlah semuanya itu sebagai korban bakaran untuk dirimu, dan baiklah hamba-Ku Ayub meminta doa untuk kamu, karena hanya permintaannyalah yang akan Kuterima, supaya Aku tidak melakukan aniaya terhadap kamu, sebab kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub.”
    Maka pergilah Elifas, orang Teman, Bildad, orang Suah, dan Zofar, orang Naama, lalu mereka melakukan seperti apa yang difirmankan TUHAN kepada mereka. Dan TUHAN menerima permintaan Ayub.

    Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.
    Kemudian datanglah kepadanya semua saudaranya laki-laki dan perempuan dan semua kenalannya yang lama, dan makan bersama-sama dengan dia di rumahnya. Mereka menyatakan turut berdukacita dan menghibur dia oleh karena segala malapetaka yang telah ditimpakan TUHAN kepadanya, dan mereka masing-masing memberi dia uang satu kesita dan sebuah cincin emas.
    TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu; ia mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina.
    Ia juga mendapat tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan;
    dan anak perempuan yang pertama diberinya nama Yemima, yang kedua Kezia dan yang ketiga Kerenhapukh.
    Di seluruh negeri tidak terdapat perempuan yang secantik anak-anak Ayub, dan mereka diberi ayahnya milik pusaka di tengah-tengah saudara-saudaranya laki-laki.
    Sesudah itu Ayub masih hidup seratus empat puluh tahun lamanya; ia melihat anak-anaknya dan cucu-cucunya sampai keturunan yang keempat.
    Maka matilah Ayub, tua dan lanjut umur.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Etika bisnis (1st week) Etika bisnis (1st week) Presentation Transcript

    •  Etika merupakan sebuah norma atau prilaku mendasar dari manusia dimana dalam setiap pengambilan keputusan mempertimbangkan aspek moral baik dan buruk. Bisnis merupakan sebuah tata cara dalam pengelolaan sumber daya agar dapat dimaksimalkan dalam rangka memperoleh keuntungan yang maksimal dengan penggunaan biaya yang minimal.
    •  Sejak dimulainya sistem perdagangan, penyertaan etika dalam melakukan bisnis sudah melekat. Dimana dalam setiap aspek bisnis selalu dilakukan pertimbangan mengenai apa yang boleh dilakukan dan tidak. Perkembangan etika bisnis dewasa ini sudah mulai memiliki status ilmiah tersendiri . Kajian atau bahasan tentang ilmu etika bisnis mulai disampaikan terutama sebagai salah satu disiplin ilmu dalam perguruan tinggi.
    •  Perkembangan teknologi informasi dewasa ini sudah mencapai tahapan yang sangat maju. Dimana melalui tekologi informasi, perkembangan dunia bisnis dirasa semakin cepat dan lebih mudah. Jarak antara satu negara dengan negara lain semakin diperkecil dengan perkembangan teknologi informasi. Bahkan persetujuan atau kontrak bisnis antara satu perusahaan dari negara yang berbeda bisa terjadi dan menghasilkan kesepakatan bersama.
    •  Dalam dunia politik, bisnis selalu dihubungkan dengan pengambilan sebuah keputusan antara pihak-pihak terkait seperti pemerintah dan pengusaha. Keputusan yang diambil terkait persetujuan bisnis dapat memunculkan dua konsekuensi. Konsekuensi yang terjadi akan memunculkan dua dampak, yaitu dampak baik dan dampak buruk. Keputusan bisnis yang lebih cenderung bersifat politik biasanya hanya mementingkan kepentingan golongan tertentu saja tanpa memperdulikan kepentingan lingkungan dan masyarakat sekitar.
    •  Dalam sejarah perkembangan kaitan antara aspek moral terhadap bisnis sudah dimulai sejak di masa silam. Menurut K. Bertens dalam bukunya pengantar Etika Bisnis. Dahulu aspek bisnis sering dipandang sebagai salah satu tindakan egoisme karena hanya bertujuan mencari kepentingan pribadi. Seiring dengan tingkat kemajuan manusia hal ini dipandang secara berbeda oleh pakar ekonomi Adam Smith. Menurut Adam Smith, orang yang terlibat dalam melakukan kegiatan bisnis memang mencari kepentinga pribadi (karena tujuan bisnis tersebut bukan karya amal), tapi tidak sampai merugikan kepentingan orang lain.
    •  Intinya dalam berbisnis tidak boleh sampai menjadi sebuah pekerjaan kotor, bisnis harus tahu diri, bisnis harus memperhatikan rambu moral, dan bisnis membutuhkan etika. Dewasa ini perkembangan dunia bisnis dan moral semakin jauh menyimpang dari norma- norma yang berlaku. Seringkali kepentingan perusahaan besar lebih didahulukan oleh pemerintah ketimbang memperhatikan masyarakat sekitar. Kekuatan atau kuasa ekonomis menjadi daya tawar bagi perusahaan besar untuk mengendalikan sebuah regulasi demi kepentingan perusahaan nya.
    •  Hukum merupakan seperangkat norma yang bersifat mengikat dan mengatur masyarakat dimana didalamnya terdapat batasan-batasan mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan beserta dengan sanksi terhadap pelakunya. Etika dan hukum seharusnya memiliki satu arah tujuan. Dimana hukum bertindak sebagai rambu-rambu dalam beretika.
    • Kategori tindakan tidak etis mencakup banyak hal. Beberapa diantaranya yang dapat dijelaskan sebagai berikut: Bribery (menyogok) Tindakan menyogok biasanya dilakukan oleh perorangan atau lembaga tertentu untuk membuat pengambil keputusan menjadi condong memilih perorangan atau lembaga yang menawarkan sesuatu dalam bentuk barang, uang atau jasa.
    •  CoerciveActs (Tindakan Paksa) Biasanya tindakan paksa dilakukan untuk mencegah sebuah keputusan diambil. Berbagai macam bentuk paksaan terjadi karena benturan kepentingan. Beberapa pihak mempunyai tingkat kekuasaan yang lebih besar dan memaksakan kehendaknya untuk dijalankkan. Satu pihak terkadang tidak puas dengan keputusan yang akan diambil, sehingga membuat cara paksa menjadi alternatif tindakan tidak etis demi mewujudkan keinginan pihak tertentu.
    •  Deception (Manipulasi) Tindakan manipulasi merupakan bentuk dari kesengajaan yang dilakukan oleh pihak tertentu untuk menciptakan sebuah kondisi yang mengarahkan orang tertentu untuk melakukan pengambilan keputusan yang salah dimana sebelumnya keputusan tersebut diambil atas informasi-informasi yang tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya. Banyak contoh dari tindakan manipulasi atau pemalsuan yang sering terjadi. Seperti pemalsuan laporan keuangan, menciptakan persepsi berbeda antara iklan dengan produk.
    •  Theft (Pencurian) Segala bentuk aktivitas pencurian terhadap hak orang lain, hal ini dapat menimbulkan kerugian bagi salah satu pihak dimana biaya yang timbul diakibatkan perbuatan ini sangat besar. Beberapa contoh yang dapat diambil dari tindakan seperti ini: Insider Trading, dimana informasi terhadap naik turunnya harga saham sebuah perusahaan dimanfaatkan oleh orang dalam untuk memperoleh keuntungan pribadi. Pencurian terhadap data-data pribadi perusahaan yang dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menjatuhkan perusahaan tersebut.
    •  Unfair Discrimination (Diskriminasi) Diskriminasi ini biasanya berbentuk terhadap perlakukan yang berbeda antara satu pihak dengan pihak yang lain dikarenakan faktor- faktor tertentu seperti jenis kelamin, usia, suku bangsa, ras dan agama. Tindakan diskriminasi muncul karena adanya rasa tidak suka terhadap golongan tertentu. Sehingga berakibat munculnya penilaian yang tidak berdasarkan dengan performa kerja atau berdasarkan hasil. Akan tetapi penilaian muncul hanya berdasarkan rasa tidak suka.