• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
PEMBELAJARAN MODEL TAI
 

PEMBELAJARAN MODEL TAI

on

  • 1,720 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,720
Views on SlideShare
1,720
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
0
Comments
1

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

11 of 1 previous next

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    PEMBELAJARAN MODEL TAI PEMBELAJARAN MODEL TAI Document Transcript

    • MAKALAHPERENCANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA“Model Pembelajaran Menentukan Keliling dan Luas Bangun SegiTiga Dengan TAI”Pengampu : Drs. Setiawan, M.PdDisusun Oleh :Desvita sari A410090047Niken Dwi Andhika A410090076Zuhdha Basofi Nugroho A410090204FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANPROGRAM STUDI MATEMATIKAUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA2012
    • KATA PENGANTARAssalamu’alaikum Wr. WbPuji syukur Alkhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yangsenantiasa membimbing dan memberikan cinta serta petunjuk-Nya kepada penulis,sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang membahas tentang MenentukanKeliling dan Luas Bangun Segi Tiga Dengan Model Pembelajaran TAI.Dalam makalah Model Pembelajaran Menentukan Keliling dan Luas Bangun SegiTiga Dengan TAI ini membahas tentang bagaimana menerapkan metode TAI dalampembelajaran Menentukan keliling dan luas bangun segi tiga dan segi empat.Penulis menyadari banyak keterbatasan dalam menyusun makalah ini, maka penulissangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca. Semoga makalahini bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.Wassalamu’alaikum Wr. Wb.Surakarta, Maret 2012Penulis
    • DAFTAR ISIHalaman Judul…………………………………………………………………………. iKata Pengantar………………………………………………………………………… iiDaftar Isi………………………………………………………………………………. iiiBAB I : PENDAHULUANA. Latar Belakang………………………………………………………………….. 1B. Tujuan Penulisan.………………………………………….…………………………… 2C. Ruang Lingkup Materi…………………………………………………………. 3BAB II : Model Pembelajaran Menentukan Keliling dan Luas Bangun Segi Tiga DenganTAIA. Model Pembelajaran TAI……………………………………………………..… 41. Pengertian Model Pembelajaran……………………………………..……. 42. Pengertian Model pembelajaran TAI……………………………………... 43. Langkah-Langkah Metode pembelajaran TAI……………………………. 5B. Menentukan Keliling dan Luas Bangun Segitiga ……………… …………..… 5C. Lesson Plan Model Pembelajaran Rumus Keliling dan Luas segitiga………..... 6BAB III : Rencana Uji Coba lesson PlanA. Tahapan Uji Coba Lesson Plan…………………………………………….… 21B. Instrument Pengamatan Uji coba Lesson plan………………………………… 21BAB III : PENUTUPA. Kesimpulan……………………………………………………………… 21B. Saran ………………………………………………………………. …… 22C. Daftar pustaka…………………………………………………………..… 21
    • Bab IPENDAHULUANA. Latar BelakangMeskipun upaya peningkatan kualitas pembelajaran matematika terus danselalu terus dilakukan, namun sampai sejauh ini belum ada bukti yang menunjukkanbahwa kualitas pembelajaran telah berhasil sesuai dengan yang kita harapkan. Hal initercermin dari hasil wakil-wakil siswa Indonesia yang mengikuti InternationalMathematics Olympiad (IMO), meskipun sudah ada yang memperoleh medali baikitu emas, perak maupun perunggu dan juga medali honourable mention dan padaIMO 2008 di Madrid kontingen kita menduduki peringkat ke 36 dari 97 negara ,namun jumlahnya masih sangat sedikit, jika kita bandingkan dengan populasi pelajarseluruh Indonesia. Hasil capaian kita ini, juga dapat kita refleksikan dengan hasilkeikut sertaan kita dalam Third International Mathematics and Science Study(TIMSS) tahun 2007, kita menduduki peringkat ke 36 dari 49 negara. Kedua hasil inisetidak-tidaknya dapat memberi gambaran bahwa hasil pembelajaran matematikabelum memberikan hasil yang memuaskan.Di sisi yang lain apa yang harus kita hasilkan dari pembelajaran matematika, dapatkita tengok pada Lampiran Permendiknas nomor 22 tahun 2006, tentang Standar Isidi sana secara ringkas bahwa peserta didik diharap mempunyai kompetensi:1. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep danmengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat,dalam pemecahan masalah.2. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematikadalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan danpernyataan matematika.
    • 3. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah,merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusiyang diperoleh.4. Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lainuntuk memperjelas keadaan atau masalah.5. Memiliki sikap menghargai keguanaan matematika dalam kehidupan, yaitumemiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika,serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.Salah satu upaya untuk dapat mencapai itu semua adalah dengan dipilihnya secaratepat, strategi pembelajaran matematika ini. Yang salah satunya adalah dengan jalandisusunnya suatu model pembelajaran matematika yang memenuhi tuntutan dalampembelajaran matematika, yang dengan model tersebut terlaksana pembelajaranmatematika yang aktif, kreatif, inovatif, efektif dan menyenangkan.Dalam setiap kesempatan, pembelajaran matematika hendaknya dimulai denganpengenalan masalah yang sesuai dengan situasi (contextual problem) yang kemudiansecara bertahap dibimbing untuk menguasai konsep matematika. (Depdiknas: 387)Upaya untuk selalu memperbaiki kualitas pembelajaran dilakukan juga oleh sejumlahbesar negara yang hampir bersamaan sekitar tahun 1980-an, salah satu di antaranyaproyek dari Missouri yang kita kenal dengan The Missouri MathematicsEffectiveness Project, dengan hasil studinya menunjukkan bahwa pembelajaranmatematika dengan lima langkah pembelajaran MMP ini ternyata lebih efektifdibanding pembelajaran dengan pendekatan tradisional (Bitter, 1989: 32)Oleh karena itu dipandang perlu kita kembangkan model pembelajaran denganpendekatan MMP ini.B. TujuanTujuan penulisan model pembelajaran ini adalah agar para pembaca/pemerhatipendidikan matematika, mamahami dan termotivasi untuk mendiseminasikanpembelajaran matematika dengan kelima langkah MMP, ini dengan1. mengidentifikasikan kelebihan dan kelemahan model pembelajaran ini.2. mengaplikan model ini pada materi-materi pelajaran yang tepat.3. menjadikannya sebagai acuan untuk pengembangan model-model yang lain.C. Ruang Lingkup
    • Ruang lingkup darai tulisan ini adalah:1. Pendekatan MMP dalam Pembelajaran Matematika2. Model pembelajaran rumus sinus dan kosinus jumlah dan selisih sudut, denganpendekatan MMP.Bab IIMODEL PEMBELAJARAN MENENTUKAN NILAI SINUS DAN KOSINUSJUMLAH DAN SELISIH SUDUT DENGAN PENDEKATAN MISSOURIMATHEMATICS PROJECT (MMP)A. Model PembelajaranAgar siswa memiliki kompetensi suatu KD tertentu pada mata pelajaran matematika,guru dituntut harus mampu memilih pendekatan, strategi, dan metode yang sesuaidengan karakteristik dari KD tersebut, sehingga hasil belajar yang diharapkan akandapat dicapai secara optimal. Oleh sebab itu, sebelum dibahas lebih lanjut mengenaimodel-model pembelajaran matematika perlu dibahas terlebih pengertian mengenai:metode, strategi, pendekatan, dan model pembelajaran.Ruseffendi (1980) mencoba untuk memberikan klarifikasi tentang keempat istilah diatas, menurutnya yang dimaksud dengan :1. Strategi mengajar adalah seperangkat kebijaksanaan yang terpilih, yang telahdikaitkan dengan faktor yang menentukan warna atau strategi tersebut, yaitu :a. pemilihan materi pelajaran (guru atau murid)b. penyaji materi pelajaran (perorangan kelompok, atau belajar mandiri)c. cara materi pelajaran disajikan (induktif atau deduktif, analitis atau sintetis,formal atau non formal)d. sasaran penerima materi pelajaran (kelompok, perorangan, heterogin atauhomogin)2. Pendekatan adalah jalan atau arah yang ditempuh oleh guru atau siswa dalammencapai tujuan pembelajaran dilihat bagaimana materi itu disajikan. Misalnyamemahami suatu prinsip dengan pendekatan induktif atau deduktif, atau
    • mempelajarai operasi perkalian dengan pendekatan ganda Cartesius, demikianjuga bagaimana siswa memperoleh, mengorganisasi dan mengkomunikasikanhasil belajarnya lewat pendekatan ketrampilan proses (process skill)3. Metode mengajar adalah cara mengajar secara umum yang dapat ditetapkan padasemua mata pelajaran, misalnya mengajar dengan ceramah, ekspositori, tanyajawab, penemuan terbimbing dan sebagainya.4. Teknik mengajar adalah penerapan secara khusus suatu metode pembelajaran yangtelah disesuaikan dengan kemampuan dan kebiasaan guru, ketersediaan mediapembelajaran serta kesiapan siswa, sebagai misalnya teknik mengajarkanperkalian dengan penjumlahan berulang.4. Model pembelajaran mempunyai pengertian yang amat dekat dengan strategipembelajaran. Menurut Ismail (2003:9) yang membedakan model pembelajarandengan strategi maupun metode adalah dimilikinya empat ciri khusus dari suatumodel, yaitu:a. rasional teoritik yang logis yang disusun penciptanyab. tujuan pembelajaran yang hendak dicapaic. tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut berhasild. lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran tercapaiUdin Saripuddin (1995:78) menjelaskan pengertian model pembelajaran ini, yangmenurutnya ”Model Pemelajaran” merupakan suatu kerangka konseptual yangmelukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalamanbelajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancangpembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitasbelajar mengajar.Mangacu pada apa yang telah dikemukakan oleh Joyce dan Weil (1992:58), setiapmodel pemelajaran memiliki unsur-unsur sebagai berikut:a. Sintaks (sintakmatik), yang merupakan tahap-tahap kegiatan dari model itu.b. Sistem Sosial, yang merupakan situasi atau suasana dan norma yang berlakudalam model tersebut.
    • c. Prinsip Reaksi, ialah pola kegiatan yang menggambarkan bagaimanaseharusnya guru melihat dan memperlakukan para pebelajar, termasukbagaimana seharusnya pengajar memberikan respon terhadap mereka. Prinsipini memberi petunjuk bagaimana seharusnya para pengajar menggunakanaturan permainan yang berlaku pada setiap model.d. Sistem Pendukung, ialah segala sarana, bahan dan alat yang diperlukan untukmelaksanakan model tersebut.e. Dampak Instruksional dan Dampak Pengiring.Dampak Instruksional ialah hasil yang dicapai langsung dengan caramengarahkan para pelajar pada tutjuan yang diharapkan.Sedang Dampak Pengiring adalah hasil belajar lainnya yang dihasilkan olehsuatu proses belajar mengajar, sebagai akibat terciptanya suasana belajar yangdialami langsung oleh para pelajar tanpa pengarahan langsung dari pengajar.Udin Saripuddin (1995:83) mengemukakan sepuluh model mengajar pilihan, yangdapat dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar di kelas.1. Model Pencapaian Konsep2. Model Latihan Penelitian3. Model Sinektiks,4. Model Pertemuan Kelas,5. Model Investigasi Kelompok,6. Model Jurisprodensial,7. Model Latihan Laboratoris,8. Model Penemuan Ilmu Sosial,9. Model Kontrol Diri, dan10. Model SimulasiBerkaitan dengan pembelajaran menentukan nilai sinus dan kosinus jumlah danselisih sudut, mengacu pada contoh-contoh model belajar mengajar pilihan diatas, maka model yang kita desain ini dapat digolongkan ke dalam kelompokModel Pertemuan Kelas, yang apabila dirunut dari pengelompokan yangdilakukan oleh Joyce dan Weil berada dalam Kelompok Model Personal atau“The Personal Family” yang selanjutnya diuraikan menjadi empat model yakni:
    • 1. Pengajaran Tanpa Arahan (Non Directive Teaching)2. Sinektiks (Synectics Model)3. Latihan Kesadaran (Awareness Training), dan4. Pertemuan Kelas (Classroom Meeting).Untuk Model Pertemuan Kelas yang kita pilih ini memiliki uraian ciri-ciri sebagaiberikut:a. Tujuan dan Asumsi Model Pertemuan KelasBertolak dari pemikiran bahwa pada umumnya masalah-masalahkemanusiaan itu merupakan kegagalan dari fungsi dalam rangka pemenuhankebutuhan dasar manusia yakni untuk mencintai dan dihargai. Keduakebutuhan ini berakar pada hubungan antar manusia sesuai dengan normakehidupan kelompok. Mengenai kehidupan di kelas, rasa cinta tercermindalam bentuk tanggung jawab sosial untuk saling membantu dan salingmemperhatikan satu dengan lainnya. Kegagalan sekolah mengenai masalahini adalah dalam memperkuat hubungan yang penuh kehangatan, konstruktif,untuk mencapai keberhasilan. Rasa dicintai dan mencintai bagi sebagianbesar manusia akan melahirkan rasa memiliki harga diri. Untuk memperbaikipenampilan dan memenuhi kebutuhan adalah dilakukan dengan caramembantu orang lain mengenai apa yang nyata, mana yang bertanggungjawab dan mana yang benar. Dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuanuntuk memenuhi komitmen pada perubahan tingkah laku dan dengan cara inijuga memenuhi kebutuhan emosional orang lain untuk merasa berharga,dicintai, dan memiliki identitas.b. Sintaks Model Pertemuan KelasJoyce dan Weil dalam Udin Saripuddin (1995:101), mengidentifikasikanbahwa Model Pertemuan Kelas ini memiliki enam tahap,1) Tahap Pertama: Mambangun Iklim Perlibatana) Mendorong pebelajar untuk berpartisipasi dan berbicara untuk dirinyasendiri.b) Berbagi pendapat tanpa saling menyalahkan atau menilai.2) Tahap Kedua: Menyajikan Masalah untuk Didiskusikan.
    • a) Pebelajar dan atau pengajar membawa isu atau masalahb) Memaparkan masalah secara utuh.c) Mengidentifikasikan akibat yang mungkin timbuld) Mengidentifikasikan norma sosial3) Tahap Ketiga: Membuat Keputusan Nilai Personal.a) Mengidentifikasi nilai yang ada di balik masalah perilaku dan normasosial.b) Pebelajar membuat kajian personal tentang norma yang harus diikutisesuai dengan nilai yang dimiliki4) Tahap Keempat: Mengidentifikasikan Pilihan Tindakan.a) Pebelajar mendiskusikan berbagai pilihan atau alternatif perilakub) Pebelajar bersepakat tentang tentang pilihannya itu.5) Tahap Kelima: Mambuat komentarPebelajar membuat komentar secara umum6) Tahap Keenam: Tindak Lanjut PerilakuSetelah periode tertentu, pebelajar menguji efektivitas dari komitmen danperilaku baru itu.c. Sistem SosialPengorganisasian dalam Model Pertemuan Kelas ini adalah secara terstruktur,kepemimpinan yakni yang bertanggung jawab untuk membimbing interaksimelalui tahap-tahap tersebut terletak pada tangan pengajar, namun demikiandiharapkan dari pebelajar dapat mengambil inisiatif dalam memilih topikdiskusi setelah mengalami beberapa aktivitas.d. Prinsip Pengelolaan/ReaksiPerilaku Pengajar mendasarkan pada tiga prinsip:1) Prinsip melibatkan pebelajar dengan menumbuhkan suasana yanghangat, personal, menarik, dan hubungan yang peka dengan pebelajar.
    • 2) Dengan melalui sikap tidak menentukan, pengajar harus dapatmenerima tangung jawab untuk mendiagnosis perilaku pebelajar.3) Kelas sebagai kesatuan memilih dan mengikuti alternatif perilaku yangada.e. Sistem Pendukung.Model ini memerlukan pengajar yang memiliki kepribadian yang hangat danterampil dalam mengelola hubungan interpersonal dan diskusi kelompok.Pengajar juga harus mampu untuk menciptakan iklim kelas yang terbuka dantidak bersifat defensif atau selalu bertahan diri, dan pada saat yang bersamaania harus mampu membimbing kelompok menuju penilaian perilaku,komitment dan tindak lanjut dari perilaku itu.f. Dampak Instruksional dan PengiringDampak instruksional dan pengiring dari model ini menurut Joyce dan Weil(1986:213) dapat dilihat pada gambar di bawah ini:Dampak instruksionalModel(Demokratik)Kemandirian danPengarahan DiriKeterbukaan danKeutuhanPencapaian tujuandan EvaluasiSatusama lainmeme-liharapertumbuhanakademis
    • Dampak pengiringUntuk kepentingan praktis model di atas dapat diadaptasi dalam bentuk kerangkaoperasional sebagai berikut:(Joyce & Well dalam Udin Sarippudin (1995:104)MODEL PERTEMUAN KELASKEGIATANPENGAJARKEGIATANPENGAJARLANGKAH POKOKLANGKAH POKOKKEGIATANPEBELAJARKEGIATANPEBELAJARMenciptakan Suasanayang BaikMenyajikan MasalahMembuat KeputusanNilai PersonalMengidentifikasiPilihan TindakanMemberi KomentarMenetapkan TindakLanjut• Ciptakan Situasi yangKondusif• Pancing Muncul-nyaMasalah• Paparkan KonteksMasalah• Identifikasi Nilai diBalik Masalah• Pancing MunculnyaAlternatif Tindakan• Pancing Pebelajar,agar memberikomentar• Kaji KomitmenPebelajar terhadapPerilaku Baru• Melibatkan diridalam Situasi• Kemukakan Masalah• Paparkan KonteksMasalah• Buat Keputusan NilaiTerkait Masalah• Pilih alternatifTindakan Terbaik• Beri KomentarUmum• Tunjukkan komitmenterhadap Perilaku
    • B. Missouri Mathematics ProjectBahwa pembelajaran dengan pertemuan kelas itu struktur pembelajarannya dapatdikonstruksi sedemikian hingga siswa dapat memahami matematika dengan sebaik-baiknya.Penelitian Good dan Grouws (1979), Good, Grouws dan Ebmeier (1983), dan lebihlanjut Confrey (1986), memperoleh temuan bahwa guru yang merencanakan danmengimplementasikan lima langkah pembelajaran matematikanya, akan lebih suksesdibanding dengan mereka yang menggunakan pendekatan tradisional. Kelimalangkah inilah yang biasa kita kenal sebagai Missouri Mathematics Project (MMP)yang terbukti lebih sukses. Riset dari Bracey (1986), juga memperlihatkan bahwaelaborasi dari kelima langkah dari MMP ini dengan pembelajaran kooperatifmenghasilkan pembelajaran yang efektif dalam matematika. .Format kelima langkah MMP ini adalah sebagai berikut :Langkah 1: Riview- Guru dan siswa mereview apa yang telah dipelajari pada proses pembelajaransebelumnya, selama tidak lebih dari sepuluh menit, dan dilakukan pada awalpembelajaran.- Kegiatan review ini bisa berupa pembahasan PR pembelajaran yang lalu- Banyak guru yang merasakan bahwa lima menit pertama dari kegiatan inimempunyai peran yang sangat besar dalam menggiring pemusatan perhatiansiswaLangkah 2: Pengembangan- Pada langkah kedua ini guru menyajikan ide baru atau perluasan konsepmatematika yang telah dipelajari. Siswa harus sudah mengetahui tujuanpembelajaran dan telah mempunyai acuan umum tentang tujuan dari pembelajaranini.- Diperlukan penjelasan, diskusi, demonstrasi dengan contoh konkret yang sifatnyapiktoral dan simbolik.Langkah 3 : Latihan Terkontrol
    • - Pada langkah ini siswa diminta merespon soal yang disiapkan guru- Selanjutnya guru mengamati secara cermat dan hati-hati untuk mengantisipasikemungkinan terjadinya salah konsep.- Kegiatan pembelajaran kooperatif sangat baik diterapkan di sini, sehinggatanggung jawab untuk kelompok maupun perseorangan yang berdampakpenghargaan dari hasil mempelajari matematikaLangkah 4 : Seatwork- Pada langkah ini siswa bekerja sendiri maupun berkooperatif untuk latihan atauperluasan konsep dari kegiatan pengembangan.Langkah 5 : PR- Tugas PR, soal-soal yang diberikan hendaknya yang dapat mengungkappemahaman siswa tentang materi yang barusaja dipelajari, dan perlu juga diberisoal untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam pemecahan masalah, disamping itu jumlah soal yang diberikan jangan terlalu banyak mengingat siswajuga menerima tugas untuk matapelajaran yang lain.- Dalam memberikan tugas PR guru hendaknya memastikan bahwa siswa akanberlatih dengan prosedur yang benar, jika tidak, siswa akan terlalu banyakmembuang waktu yang tidak bermanfaat dengan prosedur yang tidak benar.- PR seharusnya memuat paling tidak satu atau dua soal bab yang terdahulu. DanPR adalah saat yang amat baik untuk mengungkap kemampuan problem solvingsiwa di mana kadang-kadang dituntut waktu lebih untuk menuju jawab yangberkualitas.Hal yang perlu mendapatkan perhatian dalam pendekatan MMP ini yangmembedakan dengan pembelajaran tradisional adalah:1. Pada langkah ke dua yang intinya adalah pengembangan konsep, yangmenghendaki guru untuk menyajikannya dengan diskusi, demonstrasi dengancontoh konkret yang sifatnya piktoral dan simbolik. Hal ini berarti sejalan denganpendekatan kontekstual.
    • 2. Pada langkah ke tiga ini, sebetulnya adalah salah satu bentuk penilaian prosesuntuk menghindari terjadinya miskonsepsi dari siswa dalam mengkonstruksipemahaman konsepnya3. Pada langkah ke empat ini menegaskan bahwa perluasan konsep maupunpenemuan prinsip, hendaknya diupayakan sejauh mungkin dilakukan oleh siswa,guru memfasilitasi agar siswa mampu melakukannya. Jadi perluasan konsep danprinsip-prinsip diupayakan bukan guru yang memberitahukan.C. Nilai Sinus dan Kosinus Jumlah dan Selisih Dua Sudut.Materi nilai sinus dan kosinus dari jumlah dan selisih sudut dengan pendekatantradisional bagi kebanyakan siswa adalah materi yang agak sulit dan jumlah yangharus dihafal siswa cukup banyak. Pada pembelajaran terdisional ada kecenderunganbahwa materi ini disajikan dengan kondisi siswa pasif, mendengarkan penjelasanguru memaparkan teori dan rumus yang cukup banyak itu, kemudian gurumemberikan contoh penyelesaian soal, baru dalam waktu yang sangat pendek siswadiberi kesempatan mengaplikasikan materi yang dipaparkan guru tadi. Oleh karenaitu perlu dicari alternatif pembelajarannya, yang salah satu di antaranya adalahdengan pendekatan MMP.D. Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Model Pembelajaran RumusSinus dan Kosinus untuk Jumlah dan Selisih Dua Sudut dengan MMPRANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)Jenjang/Program : SMA/Ilmu Penegetahuan AlamKelas/Semester : XI/1Waktu : 2 jam pelajaran1) Standar Kompetensi:2. Menurunkan rumus trigonometri dan penggunaannya2) Kompetensi Dasar :2.1 Menggunakan rumus sinus dan kosinus jumlah dua sudut, selisih dua sudut dansudut ganda untuk menghitung sinus dan kosinus sudut tertentu.3) Indikator :1) menggunakan rumus sinus jumlah dan selisih dua sudut
    • 2) menggunakan rumus kosinus jumlah dan selisih dua sudut3) menggunakan rumus tangen jumlah dan selisih dua sudut4) Tujuan PembelajaranSiswa mampu:• menurunkan dan mengaplikasikan rumus sinus jumlah dan selisih dua sudut• menurunkan dan mengaplikasikan rumus kosinus jumlah dan selisih dua sudut• menurunkan dan mengaplikasikan rumus tangen jumlah dan selisih dua sudut5) Kegiatan Belajar Mengajar Model MMPLangkah 1 : Review- Mengingat kembali sifat-sifat yang menjadi prasyarat dalam pembelajaran ini :Hubungan nilai trigonometri sudut di berbagai kuadran dan komponennya, sepertimisalnya :sin(−α) = −sin α sin(90 − α) 0= cos α 0cos(−α) = cos α cos(90 − α) 0= sin α 0tan(−α) = −tan α tan(90 − α) 0= cot α 0Aturan sinus : Rcba2sinsinsin===γβαjika R jari-jari lingkaran luar ∆ABC.Langkah 2 : Pengembangan- Pada langkah ini kelas dibagi menjadi kelompok-kelompok masing-masing 5 atau6 orang, dengan kooperatif grup diskusi, siswa dimotivasi mengelaborasipengetahuannya untuk mendapatkan rumus: sin(α+β) = sinα cosβ + cos α sin β ,dengan fasilitasi LKS sebagai berikut:Membuktikan Rumus, bahwa dalam ∆ABC berlaku :sin(α+β) = sin α cos β + cos α sin βDari ∆ABC di samping ini, CDadalah garis tinggi1. Lihat ∆ACD :cos α = →......AD = …..DβA BCαbac
    • 2. Lihat ∆BCD :cos β = →......BD = ….3. AB = ……. + ……… → c = ……….. + ………..Catatan :Pada langkah pengembangan ini guru memantau kegiatan siswa memberi bimbinganseperlunya, sehingga semua siswa sampai kesimpulan tiga langkah terdahulu, yakni :c = a cos β + b cos α (i)4. Dengan aturan sinus bahwa a = 2R sin α , b = 2R sin β danc = 2R sinγ = 2R sin(π –(α+β)) = 2R sin(……..) (ii)5...Dari (i) dan (ii) diperoleh :2R sin(……….) = 2R sin ……………. + 2R cos ……………sehingga diperoleh kesimpulan :sin(α + β) = ………………….. + …………………….Catatan:Pada langkah terakhir ini guru perlu mengawasi dan memantau kegiatan diskusi siswadan memberi bimbingan siswa apakah semua siswa sampai pada suatu kesimpulan :sin(α + β) = sin α cos β + cos α sin βLangkah 3 : Latihan TerkontrolPada latihan terkontrol ini guru memantau dan mengontrol siswa menyelesaikan soal,penerapan rumus yang baru saja ditemukan siswa di atas, berupa:Tugas :Dengan tanpa menggunakan kalkulator ataupun table, tentukan nilai dari :sin 75 0!(Sambil mengontrol siswa, di mana perlu memberi bimbingan (scaffolding) bahwa :sin75 0= sin(45 + 30) 0
    • Langkah 4 : SeatworkPada langkah keempat ini berupa pengembangan langkah ke 2, dengan pembelajarankooperatif (jigsaw misalnya) siswa dapat membuktikan rumus trigonometri untukjumlah dan selisih sudut yang lain, dengan menggunakan rumus yang telah diperolehsiswa di atas, yakni untuksin(α − β) = ………………. (petunjuk sin(α−β) = sin(α +(−β)))cos(α + β) = …………….(petunjuk cos(α+β) = sin(2π−(α+β)))cos(α − β) = ……………… (petunjuk cos(α − β) = cos(α + (−β)))tan(α + β) = …………….(petunjuk tan(α + β) =)cos()sin(βαβα++)tan(α − β) = …………….. (petunjuk tan(α − β) = tan(α + −β)))Jika digunakan teknik pembelajaran kooperatif jigsaw maka guru memantau apakahdiskusi di expert group benar-benar telah di hasilkan kesimpulan bahwa :sin(α − β ) = sin α cos β − cos α sin βcos(α + β ) = cos α cos β − sin α sin βcos(α − β ) = cos α cos β + sin α sin βtan(α + β ) = βαβαtantantantan−+1tan(α − β ) = βαβαtantantantan+−1Langkah 5 : PR1. Tanpa menggunakan tabel atau kalkulator, maka tentukan nilai-nilai :a. sin 15 0b. cos 75 0c. cos 15 0d. tan 75 0e. tan 15 02. Jika sin α =53dan sin β =257di mana α dan β keduanya lancip, maka tentukannilai berikut ini !
    • a. sin(α + β)b. sin(α − β)c. cos(α + β)d. cos(α − β)e. tan(α + β)f. tan(α − β)7. Penilaian.Dilakukan dua penilaian dalam model ini yaitu penilaian proses dan penilaian hasilbelajara. Penilaian proses belajar, dilakukan selama proses belajar mengajar berlangsung,penilaian dilakukan dengan memperhatikan aspek-aspek:i) aktifitas siswa dalam mengikuti kegiatan PBM, misalnya partisipasi, distribusidan elaborasi siswa dalam diskusi.ii) unjuk kerja siswa dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran yang telahdirumuskan, termasuk penilaian dari hasil seat work maupun latihanterstrukturb. Penilaian hasil belajar, berupa ulangan harian dengan item soal sebagai berikut.i) Diketahui 2 cos(α + β) = cos(α − β) buktikan bahwa tan α tan β = 31ii) Tanpa menggunakan tabel dan kalkulator, hitunglah nilai dariSin 140osin 100osin 60osin 20o
    • LKS IMembuktikan Rumus, bahwa dalam ∆ABC berlaku :Dari ∆ABC di samping ini, CDadalah garis tinggi1. Lihat ∆ACD :cos α = →......AD = …..2. Lihat ∆BCD :cos β = →......BD = ….3. AB = ……. + ……… → c = ……….. + ………..4. Dengan aturan sinus bahwa a = 2R sin α , b = 2R sin β danc = 2R sinγ = 2R sin(π –(α+β)) = 2R sin(……..) (ii)5. Dari (i) dan (ii) diperoleh :2R sin(……….) = 2R sin ……………. + 2R cos ……………sehingga diperoleh kesimpulan :sin(α + β) = ………………….. + …………………….DβA BCαbac
    • LKS IIDengan menggunakan hasil temuanmu pada LKS I, maka temukan rumus-rumusuntuk sinus, kosinus dan tangen dari jumlah dan selisih sudut, denganmemperhatikan petunjuk jalan yang harus anda tempuh!sin(α − β) = ………………. (petunjuk sin(α−β) = sin(α +(−β)))cos(α + β) = …………….(petunjuk cos(α+β) = sin(2π−(α+β)))cos(α − β) = ……………… (petunjuk cos(α − β) = cos(α + (−β)))tan(α + β) = …………….(petunjuk tan(α + β) =)cos()sin(βαβα++)tan(α − β) = …………….. (petunjuk tan(α − β) = tan(α + −β)))
    • BAB IIIRENCANA UJI COBARENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)A. Tahapan Uji Coba RPP1. Berkoordinasi dengan guru yang akan melaksanakan uji coba RPP terdiridari:a. RPP yang disusun dalam tulisan ini, menggunakan modelpembelajaran menetukan nilai sinus dan kosinus jumlah dan selisih dua sudutdengan MMP. Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi RPPyang telah disusun dengan model ini dan dilakukan oleh guru model di SMAyang telah di koordinasikan dengan panitia sesuai saran dari penyusun modelb. Penyusun model memberikan petunjuk dan arahan kepada gurumodel sebelum pelaksanaan uji coba RPPc. Pelaksanaan RPP sesuai dengan jadwal yang ada di sekolah,sesuai dengan programd. Dalam pelaksanaan model tersebut telah direncanakan alokasi waktunya yaitusatu kali pertemuan dalam waktu 2 X 45 menit1) kegiatan pendahuluan dalam waktu 10 menit2) kegiatan inti dalam waktu 70 menit3) kegiatan penutup dalam waktu 10 menit2. Pelaksanaan pengamatan uji coba RPPPada saat pelaksanaan uji coba RPP, diperlukan pengamat yang salah satu diantaranya adalah penyusun model dan anggota MGMP (sekurang-kurangnyaMGMP sekolah), dengan dilengkapi lembar pengamatan yang telah disusun olehpenyusun model3. Menganalisis dataDidasarkan atas hasil pengamatan uji coba RPP dari hasil pencatatan pada lembarpengamatan, maka dilakukan diskusi guna analisis hasil uji coba RPP.
    • Setelah pelaksanaan uji coba RPP, penyusun model akan memperoleh datatentanga. hasil pengecekan kemampuan prasarat siswa secara umumb. keterlibatan/keaktifan siswa pada saat kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dankegiatan penutupc. keefektifan lembar kerja siswa (LKS) dalam kerja individud. pengelolaan waktu yang telah direncanakane. pemerolehan hasil siswa dalam kuis individu4. Menyusun kesimpulanDari data-data yang diperoleh pada bagian 3 di atas dengan RPP yang telahdisusun maka dapat diambil kesimpulan tentang model pembelajaranmenentukan nilai sinus dan kosinus jumlah dan selisih dua sudut dengan MMP,serta penafsirannya di SMA Kelas XI Semester 1.5. Merevisi dan menyempurnakan RPP yang telah di uji cobakanB. IntrumenInstrumen untuk pelaksaaan uji coba terdiri dari1. Lembar Kerja Siswa ( LKS)Lembar Kerja Siswa (LKS) yang digunakan sudah terlampir pada bab II2. Kuis individu setelah pelaksanaan model pembelajaran sudah ada padabab II3. Lembar pengamatanLembar pengamatan pada saat pelaksanaan uji coba RPP seperti berikut iniBerilah skor pada butir-butir pelaksanaan pembelajaran dengan cara menulis padakolom skor yaitu angka (1 2 3 4 5) sesuai dengan kriteria sebagai berikut1 = tidak dapat terlaksanan dengan baik2 = dapat terlaksana tetapi hasilnya tidak baik3 = dapat terlaksana namun hasilnya kurang baik4 = dapat terlaksanan dengan baik5 = dapat terlaksanan dengan sangat baik
    • LEMBAR PENGAMATANNo Kegiatan Skor Keterangan1 Kegiatan Pendahuluana. kesiapan peserta didik secara psikisdan fisik untuk mengikuti prosespembelajaranb. aktivitas/eksplorasi siswa dalammenjawab pertanyaan-pertanyaanyang mengaitkan pengetahuansebelumnya yang menjadi prasyaratdengan materi yang akan dipelajaric. respon siswa menyikapi penjelasantujuan pembelajaran atau kompetensidasar yang akan dicapai.d. respons siswa menyikapipenyampaian cakupan materi danpenjelasan uraian kegiatan sesuaisilabus2 Kegiatan Intia. Eksplorasi1). Keterlibatan peserta didik mencariinformasi yang luas dan dalamtentang topik/tema materi yang akandipelajari dengan menerapkanprinsip alam takambang jadi gurudan belajar dari aneka sumber2) Terfasilitasinya interaksi antarpeserta didik serta antara pesertadidik dengan guru, lingkungan, dansumber belajar lainnya3) Keterlibatan peserta didik secaraaktif dalam setiap kegiatanpembelajaranb. Elaborasi1) Terfasilitasinya peserta didik dalammenyelesaikan tugas, diskusi danlain-lain dengan memunculkangagasan baru baik secara lisanmaupun tertulis2) memberi kesempatan untuk berpikir,
    • No Kegiatan Skor Keteranganmenganalisis menyelesaikan masalahdan bertindak tanpa rasa takut3) fasilitasi peserta didik dalampembelajaran kooperatif dankolaboratif4) fasilitasi peserta didik berkompetisisecara sehat untuk meningkatkanprestasi belajar5) fasilitasi peserta didik untukmenyajikan hasil kerja individualmaupun kelompok6) Terfasilitasi peserta didik dalammelakukan kegiatan yangmenumbuhkan keabanggaan dan rasapercaya diri peserta didikc. Konfirmasi1) Diterimanya umpan balik positif danpenguatan dalam bentuk lisan,tulisan, isyarat maupun hadiahterhadap keberhasilan peserta didik2) Diterimanya konfirmasi terhadaphasil eksplorasi dan elaborasi pesertadidik melalui bearbagai sumber3) Terfasilitasinya peserta didikmelakukan refleksi untukmemperoleh pengalaman belajaryang telah dilakukan4) Terfasilisinya peserta didik untukmemperoleh pengalaman yangbermakna dalam mencapai KDa) berfungsinya nara sumber danfasilitator dalam menjawabpertanyaan peserta didik yangmenghadapi kesulitan denganmenggunakan bahasa yang bakudan benarb) terbantunya peserta didik dalammembantu menyelesaikan masalahc) peserta didik menerima acuan agardapat melakukan pengecekan hasileksplorasid) diterimanya informasi untuk
    • No Kegiatan Skor Keteranganbereksplorasi lebih jauhe) peserta didik diberi motivasi yangkurang atau belum berpatisipasiaktif3 Kegiatan penutup1) dilibatkannya peserta didik dan/atausendiri membuat rangkuman/simpulanpelajaran2) difasilitasinya peserta didik melakukanrefleksi terhadap kegiatan yang sudahdilaksanakan secara konsisten danterprogram3) diterimanya umpan balik proses danhasil pembelajaran4) diterimanya kegiatan tindak lanjutdalam bentuk pemberian tugas baiktugas individual maupun kelompoksesuai dengan hasil belajar pesertadidik5) diterimanya rencana pembelajaranpertemuan berikutnya
    • Bab IVLAPORAN UJI COBAA. Pelaksanaan Uji CobaPelaksanaan uji coba model pembelajaran dengan pendekatan MMP ini dilaksanakanpada:Hari, tanggal : Rabu, 13 Mei 2009Jam : 5 dan 6 (10.15 – 11.45)Kelas : XISekolah : SMA Negeri I PrambananGuru Pelaksana : Mulaba, S.PdPengamat : Drs. Setiawan, M.Pd. dan Agus Dwi Wibowo, S.PdB. Hasil Uji Coba1. Kegiatan PendahuluanPada kegiatan pendahuluan ini yang intinya berupa kegiatan review ini, jika fokuspengamatan difokuskan pada aktifitas siswa, dicatat hal-hal sebagai berikut:Siswa kelihatan dengan senang hati mempersiapkan diri sebaik-baiknya, denganmemperhatikan penjelasan guru yang dimaksudkan pemberian motivasi berupapenjelasan kegiatan yang direncanakan dan pentingnya dan manfaat pelajaranyang akan dipelajari hari ini.Siswa berupaya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru, yangdimaksudkan untuk mengungkap pengetahuan prasyarat yang diperlukan untukmempelajari materi pelajaran hari ini.Dalam eksplorasi pengetahuan prasyarat ini guru berhasil mendeteksi beberapapengertian siswa yang perlu mendapatkan pengulangan dan penggaris bawahyakni:a. Konsep sudut negatif, bahwa –α pada hakikatnya adalah 1800– αb. Konsep nilai perbandingan trigonometri untuk sudut komplemen, bahwa:sin(90 – α)0= cos α0
    • cos(90 – α)0= sin α0tan(90 – α)0= cot α0c. Sudah banyak siswa yang telah melupakan aturan sinus yang telah merekapelajari pada waktu mereka di kelas X dahulu yaitu bahwa:Rcba2sinsinsin===γβα, jika R adalah panjang jari-jari lingkaran luarΔABC.2. Kegiatan IntiPada kegiatan inti ini yang merupakan langkah ke dua dalam MMP yaituPengembangan. Dengan panduan LKS siswa difasilitasi menurunkan salah saturumus, yaitu:sin(α + β) = sin α cos β + cos α sin βMeskipun pada awalnya beberapa kelompok tidak segera dapat menemukanrumus tersebut, namun dengan scaffolding guru, lewat pertanyaan-pertanyaanyang terarah akhirnya semua kelompok dapat menentukan rumus di atas.Langkah ketiga dalam MMP adalah latihan terbimbing, untuk memfasilitasikegiatan ini, siswa difasilitasi diskusi dengan jalan diberi soal dan soal yangdiberikan adalah aplikasi rumus yang baru saja berhasil dirumuskan sendiri olehsiswa, di mana siswa di bawah kontrol guru, meskipun pada awalnya tidak semuakelompok diskusi mampu menyelesaikan tugas tersebut, namun denganbimbingan guru lewat scaffolding akhirnya semua kelompok dapat menyelesaikantugas tersebut.Langkah keempat adalah seatwork, pada pengembangan ini intinya adalahdengan acuan rumus yang baru saja berhasil dirumuskan siswa yakni:sin(α + β) = sin α cos β + cos α sin βmaka siswa dengan teknik diskusi kelompok difasilitasi untuk mendapatkanrumurs-rumus yang lain dengan diberi bantuan seperlunya dengan ujud bantuanberupa clue-clue sebagai berikut:sin(α – β) = sin(α + ( -β))cos(α + β) = sin(900– (α+β)) = sin((900– α) – β)cos(α – β) = cos(α + (-β))
    • Di sini terdapat sedikit perbedaan antara persiapan dengan pelaksanaan uji coba,pada persiapan uji coba yang kita persiapkan adalah:sin(α − β) = ………………. (petunjuk sin(α−β) = sin(α +(−β)))cos(α + β) = …………….(petunjuk cos(α+β) = sin(2π−(α+β)))cos(α − β) = ……………… (petunjuk cos(α − β) = cos(α + (−β)))Dari praktik ini sampailah kita pada salah satu catatan bahwa kadang-kadangsedikit perbedaan antara matematika sebagai salah satu disiplin ilmupengetahuan dengan matematika sekolah, di mana yang dimaksudkan denganmatematika sekolah adalah materi matematika terpilih yang disesuaikan dengantingkat kematangan psikologis siswa, kebutuhan siswa dan struktur matematikaitu sendiri, suatu contoh di sini bahwa secara matematis penulisan yang palingtepat adalah cos(α+β) = sin(2π−(α+β)) tetapi pada waktu pengungkapanpengetahuan prasyarat ketahuan bahwa siswa kurang akrab dengan notasi itu,tetapi dengan kita ganti dengan notasi: cos(α + β) = sin(900– (α+β)) = sin((900–α) – β) siswa lebih mudah memahaminya.Pada uji coba ini memang sampai pada hasil bahwa siswa lewat diskusi kelompoksiswa mampu merumuskan:sin(α – β) = sin α cos β – cos α sin βcos(α + β) = cos α cos β – sin α sin βcos(α – β) = cos α cos β + sin α sin βPada kelas uji coba mengingat waktu yang relatif terbatas, pada uji coba initampak guru dalam memberikan scaffolding begitu melihat arah upaya siswadalam menurunkan rumus ini kurang tepat segera guru lewat pertanyaan-pertanyaan pancingan yang mengarah pada tujuan yang tepat.Lebih-lebih pada saat penentuan rumus:βαβαβαtantan1tantan)tan(−+=+βαβαβαtantan1tantan)tan(+−=−Dalam kegiatan ini kelihatan sekali guru ingin cepat-cepat siswa menghasilkanrumus tersebut. Hal ini bisa dimaklumi sebab waktu yang tersedia tinggalbeberapa menit lagi, sehingga guru sedikit terburu-buru ingin agar menutuppembelajaran hari ini tuntas seluruh materi yang direncanakan.Namun suatu hal yang yang dapat ditarikkesimpulan dari modul ini, adalah bahwadengan MMP, suatu materi yang menurut guru matematika yang biasamenyampaikan materi ini secara konvensional, baru dapat diselesaikan dalam 8jam pelajaran, tetapi dengan MMP dapat diselenggarakan dengan memakan waktu
    • cukup dengan dua jam pelajaran, lengkap dengan latihan baik pada kesempatanlatihan terkontrol maupun pada tahapan seat work.Bab VSIMPULAN DAN SARANA. SimpulanMengacu pada kajian teori yang mendasarinya dan diperkuat dari hasil uji cobanya,maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:1. MMP adalah suatu variasi model pembelajaran matematika, yang cukupmenjanjikan, dalam arti efektivitas dan efisiensinya dalam pembelajaranmatematika SMA. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji coba bahwa materi yangapabila disampaikan dengan pembelajaran konvensional memerlukan 4 kalipertemuan, tetapi dengan MMP cukup dengan sekali pertemuan2. MMP mampu memfasilitasi belajar siswa baik untuk belajar secara kooperatifmaupun individual. Hal ini tergambar pada kelima langkah MMP tersebut.3. MMP mampu memberdayakan guru sebagi fasilitator, terutama pada langkah-langkah: latihan terkontol dan seat work.4. MMP mampu lebih memfasilitasi perubahan paradigma dari guru mengajar kesiswa belajar. Hal ini jelas tergambar dari kelima langkah MMP ini.B. Saran.1. Saran kepada PPPPTK Matematikaa. PPPPTK Matematika dalam pengembangan model pembelajaranmatematikanya, yang menjadi salah satu penjabaran dari tugas danfungsinya, perlu mengakomodasi dan mensosialisasi MMP sebagai salahsatu model pembelajaran matematika yang cukup baikb. Mata diklat Strategi Pembelajaran Matematika SMA, perlu diberi tekanan yangcukup memadai dalam menjadikan model MMP menjadi salah satu modelpembelajaran matematikanya, mengingat model ini sangat dekat dengan
    • Struktur Pembelajaran Matematika, yang telah lama disosialisasikan lewatProgram PKG (Peningkatan Kerja Guru)2. Saran kepada Guru Matematika SMAa. Agar menjadikan MMP sebagai salah model pembelajaran matematikanya,sehingga kegiatan pembelajaran matematika yang dikembangkannya lebihbervariasi, sehingga semakin dekat terwujudnya pembelajaran matematikayang Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM)b. Sampai dengan tahap ini, kita baru sampai pada tahap uji coba model MMP ini,disarankan guru mengembangkannya di dalam penelitian pangembangannya(research and development) atau setidak-tidaknya di dalam penelitian tindakankelasnya (PTK)c. Aplikasi MMP merupakan salah satu langkah kedepan dari guru matematikauntuk merubah paradigma dari guru mengajar sehingga berubah ke siswabelajar.3. Saran kepada Para Pemerhati Pembelajaran Matematikaa. Dari sekian banyak model pembelajaran matematika yang dapat kitaimplementasikan ke sekolah, agar tercipta pembelajaran matematika yangaktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM), MMP merupakan salahsatu model pembelajaran matematika yang cukup menjanjikan.b. Apakah implikasi MMP di sekolah-sekolah di Indonesia itu dapat berhasiloptimal, setelah dikaitkan dengan kondisi lapangan dan kultur Indonesia.Untuk itu perlu ditopang melalui berbagai penelitian pengembangan maupunpenelitian tindakan kelas. Berkaitan dengan masalah itu para pemerhati danpeduli pembelajaran matematika Indonesia, untuk ikut mensosialisasikanmodel ini, yang diikuti dengan penelitian-penelitian pengembangan diberbagai forum pembelajaran matematika di Indonesia
    • Bab VIPENUTUPDiawali dengan rumusan model yang dilatar belakangi dengan kajian-kajianpustaka yang cukup memadai maka dirumuskan suatu model pembelajaran matematikayang dinamai dengan latar belakang historis, yaitu Missouri Mathematics Project (MMP).Suatu model pembelajaran yang terdiri atas lima langkah pentahapan pembelajaranyakni:Langkah 1: ReviewLangkah 2: PengembanganLangkah 3: Latihan TerkontrolLangkah 4: SeatworkLangkah 5: Home workSesuai dengan kajian teoritis yang telah dipaparkan di depan, maka model inidipandang cocok untuk diimplementasikan pada pembelajaran matematika SMA diIndonesiaSetelah dilakukan uji coba secara terbatas, dengan memperhatikan pelaksanaan dilapangan, secara umum dapat ditarik kesimpulan bahwa MMP merupakan salah satumodel pembelajaran matematika, yang mampu memfasilitasi terciptanya pembelajaranmatematika yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM).Agar kesesuaian model MMP ini dengan kondisi dan kultur masyarakatIndonesia, perlu ditindak lanjuti dengan berbagai pengkajian-pengkajian yang lebihlanjut, yang hasilnya dijadikan acuan perbaikan-perbaikan model ini sehingga betul-betulmenjadi suatu model yang baik dan handal, yang mampu mengawal pembelajaranmatematika yang mampu memenuhi tujuan pembelajaran matematikaSudah barang tentu tulisan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu sumbangpendapat, masukan dan saran untuk perbaikan selalu kita nantikan, yang kedepan untuklebih menyempurnakan model ini. Untuk komunikasi lebih lanjut dapat mengontak kamidi: www.p4tkmatematika.com atau lewat e-mail: p4tkmatematika@yahoo.com ataulangsung dengan penulis: setiawan_p4tkm@yahoo.com
    • DAFTAR PUSTAKABitter, Gary G., Mary M.Hatfield and Nancy Tanner Edwards. 1989. MathematicsMethods for the Elementary and Middle School. Boston: Allyn and BaconJoyce, Bruce and Beverly Showers.1972. Models of Teaching. Massachusetts: Allyn andBaconPosamentier, Alfred S. and Jay Stepelmean. 1999. Teaching Secondary Mathematics,Technique and Enrichment Units. New Jersey: Prentice Hall IncSetiawan. 2007. Model Pembelajaran Matematika SMA. Yogyakarta: PPPPTKMatematika.Stein, Marcy, Jerry Silbert and Douglas Carnine. 1997. Designing Effective MathematicsInstruction. New Jersey: Prentice Hall Inc.