INTEROPERABILITAS CROSS-APLIKASI DENGAN SERVICE
                             ORIENTED ARCHITECTURE

                      ...
mengacu pada database masing-masing, yang        Era modern saat ini, fungsi-fungsi operasi
mengakibatkan adanya informasi...
d. Layanan-layanan harus dapat diakses          mengintegrasikan        sistem     informasi
   melalui standar teknologi ...
8. Interkoneki dalam format yang telah               setiap aplikasi dianalisis dan dirancang
   disepakati.              ...
layanan (web services). Hal ini sangat              [3] Erl, Thomas.(2005). Service Oriented
mendukung terjadinya interope...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

(download file).doc.doc

843 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
843
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
22
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

(download file).doc.doc

  1. 1. INTEROPERABILITAS CROSS-APLIKASI DENGAN SERVICE ORIENTED ARCHITECTURE Rafika Kurnia Dewi Biro Organisasi dan Kepegawaian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Rafi001@lipi.go.id Abstraksi Dengan semakin majunya teknologi, pemanfaatan teknologi yang semakin berkembang maka kompleksitas dan keanekaragaman platform tidak bisa dihindari. SOA (Service Oriented Architecture) menawarkan sebuah rancangan arsitektur yang dapat digunakan untuk melakukan pengintegrasian sistem informasi/aplikasi. Keberagaman aplikasi yang digunakan terkadang menimbulkan ambiguitas dan redudansi data. Keuntungan dari SOA dapat memberikan manfaat bagi BOK untuk melakukan pengembangan dalam proses bisnis BOK dan untuk LIPI sendiri dapat digunakan untuk mengatasi masalah integrasi aplikasi di beberapa satuan kerja di bawahnya. SOA memberikan solusi dalam menangani kompleksitas platform perangkat keras, perangkat lunak, perawatan perangkat lunak, penggunaan kembali kode, dan pengembangan layanan-layanan. SOA adalah sebuah kerangka kerja untuk mengintegrasikan proses bisnis dan mendukung infrastruktur teknologi informasi dan menstandarisasi komponen-komponen layanan yang dapat digunakan kembali dan digabungkan sesuai dengan prioritas bisnis. SOA bersifat loosely coupled (tingkat ketergantungan antar komponen rendah), higly interoperable (mudah dioperasikan), reusable (dapat digunakan kembali), dan interoperability (dapat berkomunikasi antar platform). Kata Kunci : Service Oriented Architecture, interoperabilitas, cross-aplikasi. 1. PENDAHULUAN Penambahan antarmuka baru, menggabungkan kendala baru dimana adanya perbedaan data dari sumber yang berbeda dalam satu kemampuan sumber daya manusia dalam tampilan adalah alasan umum dalam mengolah dan memanfaatkan teknologi melakukan investasi dan perbaikan terhadap mengakibatkan munculnya aplikasi dengan sistem pada suatu organisasi atau instansi. format yang berbeda-beda. Hal ini juga dapat Kompleksitas adalah fakta terhadap menyebabkan data yang sama pada tempat perkembangan teknologi informasi (Erl, 2007). yang berbeda (redudancy) dan informasi yang Tantangan utama saat ini adalah berkaitan sama pada aplikasi yang berbeda dengan kompleksitas ketika membangun (incompatibility). Seperti yang terjadi di aplikasi dan peningkatan kinerja aplikasi dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), sistem. Seiring dengan perkembangan terdapat aplikasi utama yang di dalamnya teknologi informasi, aplikasi dan platform terdapat informasi kepegawaian, di lain pihak yang digunakan oleh departemen atau instansi LIPI juga memiliki Biro Organisasi dan menjadi beragam. Keberagaman aplikasi yang Kepegawaian (BOK) yang dilihat dari tugas digunakan terkadang menimbulkan ambiguitas dan fungsinya juga memiliki aplikasi dan redudansi data. Perkembangan teknologi kepegawaian yang sesuai dengan proses bisnis informasi dan komunikasi juga memunculkan yang terjadi di dalamnya. Dua aplikasi ini
  2. 2. mengacu pada database masing-masing, yang Era modern saat ini, fungsi-fungsi operasi mengakibatkan adanya informasi kepegawaian bisnis pada sistem informasi dapat diterapkan yang sama pada aplikasi yang berbeda, dan hal secara otomatis, dan tantangan yang muncul ini menimbulkan ambiguitas. adalah bagaimana meningkatkan kemampuan dari sistem atau aplikasi yang akan digunakan SOA adalah sebuah kerangka kerja untuk dengan selaras dengan kebutuhan-kebutuhan mengintegrasikan proses bisnis dan baru. Kompleksitas adalah fakta terhadap mendukung infrastruktur teknologi informasi perkembangan teknologi informasi. Tantangan dan menstandarisasi komponen-komponen utama saat ini adalah berkaitan dengan layanan yang dapat digunakan kembali dan kompleksitas ketika membangun aplikasi yang digabungkan sesuai dengan prioritas bisnis. baru, menggantikan aplikasi yang lama, dan SOA bersifat loosely coupled (tingkat melakukan perawatan serta peningkatan ketergantungan antar komponen rendah), higly kinerja aplikasi dan sistem. Untuk menjawab interoperable (mudah dioperasikan), reusable tantangan tersebut sebuah paradigma (dapat digunakan kembali), dan pengembangan berorientasi layanan (service- interoperability (dapat berkomunikasi antar oriented development) ditawarkan untuk platform). SOA menawarkan beberapa menjadi solusi terhadap kompleksitas yang keuntungan, yaitu (Erl, 2005): dihadapi (Erl, 2007). • Bersifat standard. Layanan atau service berbeda dengan sebuh • SOA dengan teknologi web service bersifat object atau procedure. Layanan didefinisikan lebih interoperable dibandingkan dengan dengan messages dimana suatu layanan dapat RPC (Remote Procedure Call), DCOM melakukan pertukaran messages dengan (Distributed Component Object Model), layanan yang lain. Service dalam lingkup SOA CORBA (Common Object Request Broker merupakan sekumpulan fungsi, prosedur, atau Architecture), EJB (Enterprise Java Bean), proses yang akan memberikan respon jika dan RMI (Remote Method Invocation). diminta oleh user. SOA adalah sebuah bentuk • SOA dapat didefinisikan sebagai function, teknologi arsitektur yang mengikuti prinsip- object, dan method. prinsip service-orientation (berorientasi • Karena sifat platform yang independent service) (Erl,2007). Konsep service- maka perusahaan atau organisasi dapat orientation ini melakukan pendekatan dengan menggunakan perangkat lunak dan membagi masalah besar menjadi sekumpulan perangkat keras yang lebih bebas sesuai service kecil yang bertujuan untuk dengan pilihan mereka. menyelesaikan permasalahan tertentu. SOA • Tidak tergantung pada satu vendor tertentu tidak terkait dengan suatu teknologi tertentu, saja. Sifat loosely coupled menjadikan tapi lebih kearah pendekatan untuk SOA dapat mengintegrasikan komponen membangun perangkat lunak yang moduler. yang memiliki cohesion yang rendah. • SOA mendukung pengembangan yang Prinsip-prinsip berikut ini mendefinisikan terus menerus, distribusi, dan maintenance aturan-aturan dasar dalam pengembangan, yang bertahap. perawatan dan penggunaan dari SOA (Erl, 2007): • Perusahaan dapat menggunakan perangkat lunak yang telah mereka punyai dan a. Konsep utama dari SOA adalah layanan. menggunakan SOA untuk membuat aplikasi tanpa harus mengganti aplikasi b. Setiap layanan didefinisikan dengan yang sudah ada. Sifat interoperability sebuah kontrak yang formal. menjadikan SOA dapat diterapkan pada sistem informasi yang dinamis. c. Layanan-layanan hanya berinteraksi dengan layanan yang lain melalui antarmuka kontrak yang telah didefinisikan terlebih dahulu. 2. PEMBAHASAN
  3. 3. d. Layanan-layanan harus dapat diakses mengintegrasikan sistem informasi melalui standar teknologi yang tersedia kepegawaian yang ada di BOK LIPI pada lingkungan secara umum. (SIMPEG) dengan aplikasi utama LIPI Mekanisme-mekanisme yang digunakan sehingga data kepegawaian dapat terintegrasi harus dapat diterima oleh standar-standar untuk mengurangi ambiguitas dan redudansi industri. data. Lingkup masalah akan dituangkan dalam bentuk objektif-objektif yang harus dicapai e. Layanan-layanan harus dapat didefinisikan dalam mengintegrasikan aplikasi (SIMPEG ke dalam level abstraksi yang tinggi yang dan IntraLIPI). berhubungan dengan aktifitas-aktifitas pada dunia nyata dan fungsi-fungsi bisnis 2.2 Investigasi awal aplikasi yang dapat dikenal sehingga kebutuhan- kebutuhan bisnis dan kemampuan- Investigasi awal (preliminary investigation) kemampuan teknikal dapat diselaraskan dilakukan dengan 3 cara : pertama, investigasi dengan tepat. aplikasi IntraLIPI dan SIMPEG, kedua investigasi hubungan antar aplikasi tersebut, f. Layanan-layanan yang tersedia harus dan ketiga investigasi current sistem atau memiliki arti yang penuh atau mudah sistem yang digunakan saat ini beserta dengan dipahami. proses bisnis yang sedang dijalankan serta teknologi informasi yang digunakan baik pada g. Layanan-layanan harus loosely coupled. IntraLIPI maupun SIMPEG. h. Kumpulan layanan harus memiliki tipe Langkah berikut yang akan dilakukan adalah dokumen yang sama, yaitu dokumen melakukan inisiasi. Inisiasi adalah proses XML. Hal ini untuk memfasilitasi dalam melakukan ‘kick started’ yang harus pertukaran informasi diantara layanan- dilakukan. Proses ini mencakup : menentukan layanan dan struktur serta semantik dari objektif-objektif yang harus dicapai serta dokumen harus disepakati dan dapat prioritas-prioritas dalam integrasi data dimengerti dengan baik. kepegawaian antara dua aplikasi tersebut. Objektif-objektif yang ingin dicapai dengan i. Layanan-layanan harus memberikan tugas- penerapan SOA adalah sebagai berikut : tugas yang spesifik dan menyediakan antarmuka yang sederhana untuk 1. Mengurangi teknologi lock-in mengakses atau menggunakan (portability), tidak terpaku pada satu fungsionalitas yang disediakan. teknologi tertentu. j. Layanan-layanan harus menyediakan 2. Penggunaan kembali aplikasi yang telah informasi yang menjelaskan kemampuan ada (reusability). dan keterbatasan dari layanan yang disediakan. Informasi tersebut harus 3. Mendukung penggunaan multi-platform. tersedia pada repository. 4. Layanan sistem informasi yang disediakan 2.1 Analisis lingkup masalah dan titik dapat digunakan oleh aplikasi yang lain tolak (loosely coupled). Menentukan titik awal untuk melakukan 5. Bebas ketergantungan sistem operasi. penerapan SOA pada sistem informasi kepegawaian merupakan bagian penting dalam 6. Bebas ketergantungan database server. menentukan strategi lingkup masalah yang akan dikerjakan. Lingkup masalah yang akan 7. Bebas ketergantungan bahasa dikerjakan adalah untuk memenuhi kebutuhan- pemrograman. kebutuhan organisasi, unit pendukung, dan bagian pengguna sistem informasi dalam
  4. 4. 8. Interkoneki dalam format yang telah setiap aplikasi dianalisis dan dirancang disepakati. struktur data untuk diintegrasikan. 2.3 Analisis layanan aplikasi 2. API/method-driven. Remote methods dan program API’s dapat digunakan dengan Analisis aplikasi kini dilakukan untuk mengubahnya menjadi web services. mengetahui kondisi infrastruktur dan proses Melakukan restrukturisasi terhadap bisnis yang telah ada. Hasil analisis apikasi metode-metode dan API dengan mengubah kini menentukan strategi yang akan menjadi web services agar dapat diakses dilaksanakan untuk pengintegrasian aplikasi oleh protokol umum oleh sistem atau IntraLIPI dan SIMPEG. Elemen terpenting aplikasi yang lain. dalam melakukan analisis layanan adalah untuk menemukan layanan kepegawaian yang 3. Contract-driven. Mendefinisikan kontrak akan disediakan oleh SIMPEG dan dapat untuk web services kemudian dipergunakan oleh IntraLIPI dengan database menyediakan ‘pembungkus’ untuk aplikasi kepegawaian yang terpusat pada aplikasi lama yang akan memetakan interface yang SIMPEG. telah dikontrak antara legacy data/messages/APIs. 2.4 Analisis kebutuhan layanan kepegawaian Secara khusus teknologi web services menyediakan sebuah cara baru untuk Analisis kebutuhan layanan dilakukan dengan mengijinkan aplikasi yang telah ada dan cara melakukan proses SOA lifecycle dan aplikasi yang lain untuk melakukan transaksi service lifecycle. Siklus hidup pembangunan (interoperate), mendukung dalam membuat SOA dilakukan dengan melakukan : analisis aplikasi yang komposit secara cepat dan requirement, design and development, dan IT mudah menggabungkan antarmuka ke dalam operation. Pada tahap IT operation siklus aplikasi-aplikasi individual, memudahkan hidup layanan akan terus berlanjut dan akan untuk mengkombinasikan dan menganalisis terjadi apabila terdapat layanan informasi baru data dari berbagai macam sumber, yang dibutuhkan user. Siklus hidup layanan menggunakan XML sebagai format data akan terus dimonitor, dirawat dan apabila standar. terdapat kebutuhan baru maka kebutuhan baru yang muncul akan dianalisis, didesain, 2.6 Model arsitektur pengintegrasian dibangun, dan di deploy sesuai dengan siklus hidup layanan. Model proses pengintegrasian terhadap layanan-layanan yang terdapat pada masing- 2.5 Analisis pengintegrasian aplikasi masing aplikasi akan dirancang dengan menggunakan SOA menggunakan web services. Web services dengan dukungan WSDL memampukan suatu SOA dan web services memberikan organisasi menerapkan sebuah strategi untuk pendekatan-pendekatan mengintegrasikan mengintegrasikan sistem informasi dan aplikasi IntraLIPI dan SIMPEG. Pendekatan aplikasi di dalamnya. umum untuk menggunakan web service dalam melakukan integrasi termasuk : 2.7 Strategi proses interoperabilitas cross- aplikasi 1. Legacy data-driven. Data yang lama dapat di-shared dengan mengembangkan skema Arsitektur interoperabilitas berorientasi XML untuk legacy data, dan menggunakan layanan membuat sebuah level dari antarmuka SOAP sebagai format dari data. layanan dapat direpresentasikan secara umum. Pendekatan ini secara sederhana dapat Data, fungsi, procedure yang ada pada suatu disebut sebagai integrasi pada level data. aplikasi dapat dengan mudah untuk dibagikan Data dan informasi yang digunakan pada atau digunakan oleh user yang membutuhkan dengan merepresentasikannya ke dalam sebuah
  5. 5. layanan (web services). Hal ini sangat [3] Erl, Thomas.(2005). Service Oriented mendukung terjadinya interoperability antar Architecture : Concepts, Technology, and aplikasi IntraLIPI dan SIMPEG. Design. [4] Krafzig, Dirk, dkk. (2004) : Enterprise SOA: Service-Oriented Architecture Best 3. PENUTUP Practices. Prentice Hall Arsitektur berorientasi layanan menyediakan [5] Zimmermann, Olaf dkk. (2004) : Element suatu bentuk abstraksi bagaimana suatu sistem of Service-Oriented Analysis and Design. informasi akan dibangun, sedangkan web http://www.ibm.com/developerworks/libr services sebagai teknologi yang akan mengatur ary/ws-soad1/, diakses tanggal 10 Maret bagaimana sebuah sistem dapat berinteraksi 2009 jam 16.35 dan dapat digunakan oleh sistem informasi atau aplikasi yang lain. [6] SOA Reference Architecture Defining The Key Elements Of A Successful SOA Persoalan interoperabilitas pada pertukaran Technology Framework. data bukanlah masalah teknis semata. Secara http://www.webMethods.com, diakses teknis, persoalannya adalah pada penanganan tanggal 10 Maret 2009 jam 16.40 heterogenitas antar aplikasi yang saling berkomunikasi. Teknologi yang ada saat ini telah memungkinkan dibangunnya interoperabilitas di atas heterogenitas aplikasi. Selain masalah teknis, interoperabilitas juga perlu “dipaksakan” pada aras kebijakan. Pemaksaan ini diperlukan untuk menyeragamkan format dan mekanisme pertukaran data antar aplikasi. Isu-isu terkait seperti keamanan dan integritas data, pembagian kewenangan, dan masalah legal harus diatur untuk menjamin tujuan pertukaran data dapat tercapai. Untuk melaksanakan ini diperlukan otoritas yang memiliki kewenangan yang cukup, baik di dimensi horizontal (fungsi koordinasi) maupun vertikal (fungsi kontrol). Teknologi web services membantu pengguna suatu layanan untuk lebih dekat dengan abstraksi yang lebih tinggi. Pengguna layanan dapat lebih mudah menggunakan suatu layanan karena layanan tersebut memiliki definisi yang jelas dan proses layanan tersebut lebih mudah untuk dimengerti manusia. 4. Daftar Pustaka [1] Erl, Thomas.(2004). Service Oriented Architecture : A Field Guide To Integrating XML and Webservices. New Jersey : Pearson Education, Inc. [2] Erl, Thomas.(2007). Service Oriented Architecture : Principles of Service Design. New Jersey : Pearson Education, Inc.

×