Your SlideShare is downloading. ×
laporan Prakerin
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

laporan Prakerin

29,485
views

Published on

Published in: News & Politics

0 Comments
8 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
29,485
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
303
Comments
0
Likes
8
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Era globalisasi berdampak semakin terbuka untuk saling mengisi dan melengkapi. Era globalisasi sangat erat keadaanya dengan transparasi atau keterbukaan. Arus globalisasi tidak dapat dibanding karena itu kita harus ikuti dan kita tangkap sebagai peluang. Kita hendaknya dapat memanfaatkan globalisasi dalam hal yang positif. Dan yang perlu dihindari dalam arus globalisasi adalah sikap asal meniru terhadap perubahan dan proses yang tengah dihadapi. Keahlian seseorang pada dasarnya mengandung unsure pengetahuan, tehnik dan kiat. Yang menjadi factor utama dalam penentuan kadar keahlian seseorang itu dikuasai melalui cara mengerjakan praktek kejuruan yang telah disajikan disekolah yang dilengkapi dengan peralatan yang lengkap serta modern. Dengan adanya sekolah menengah kejuruan kita dapat melaksanakan praktek kerja dunia/ industry, yang biasa orang bilang system pendidikan ganda. Salah satu modal pendidikan yang paling baik adalah mendekati kesemangan antara pediaan dan permintaan ketenaga kerjaan sesuai dengan kebijakan departemen pendidikan nasional. SMK Negeri 1 Rancah senantiasa berusaha untuk membentuk siswa- siswi yang efektif, madiri, bertanggung jawab dan lain – lain. Maka pihak sekolah mengharuskan agar siswa – siswinya melaksanakan praktek kerja industry upaya dalam meningkatkan kompetensi siswa serta wawasan dan pengalaman dan agar siswa – siswi bisa tahu bagaimana dunia kerja itu sebenarnya. 1.2 Identifikasi Masalah 1.3 Pembatasan Masalah Karena banyak sesuatu hal yang berkaitan dengan kegiatan – kegiatan dikantor DPRD kabupaten ciamis serta kurangnya sumber pengetahuan yang kami ketahui sehingga dalam penyusunan laporan ini kami membatasi pokok permaslahan/ poko pembahasan mengenai penataan Arsip dan pengendalian naskah dinas dikantor DPRD kabupaten ciamis. 1.4 Perumusan Masalah Supaya tidak terjadi kesimpang siuran, maka penulis merumuskan penyusunan laporan ini sebagai berikut : 1. Apa arti penataan ? 2. Apa saja penataan kartu kendali ?
  • 2. 3. Apa saja tingkat – tingkat penaaan Arsip / berkas dinamis aktif diunit pengolah dan kearsipan ? 4. Apa saja tihap – tahap pelaksanaan arsip dinamis in aktif 5. Apa arti naskah dinas, kartu kendali, dan penciptaan naskah dinas? 1.5 Tujuan Penulisan Laporan 1.5.1 Tujuan Praktek Kerja Industri  Menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas , yaitu tenaga kerja yang memiliki tingkat pengetahuan, keterampilan, etos kerja yang tinggi yang sesui dengan tuntutan lapangan kerja.  Meningkatkan efektifitas dan efisien proses pedidikan dan pelatihan kerja yang berkualitas.  Memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai mana dari proses pendidikan. 1.5.2 Tujuan Penyusunan Laporan  Untuk menegetahui perkembangan siswa selama praktek kerja industry.  Sebagai mana penanggung jawab atas tugas yang di berikansekolah kepada siswa sehubungan dengan pealaksanaan praktek kerja industry.  Sebagai latiha bagi siswa dalam membuat sebuah laporan kegiatan.  Sebagai bukti tertulis siswa telah melakukan praktek yang dilakuan di dunia industry.  Sebagai latihan bagi siswa dalam membuat sebuah laporan kegiatan.  Sebagai bukti tertulis siswa telah melakukan praktek yang dilakukan didunia industri.  Sebagai syarat mengikuti Ujian Nasional serta dapat mengikuti perkembangan siswa selama mengikuti praktek didunia usaha/ industry dan iinstansi.  Sebagai siswa yang mampu memahami, mamantapkan dan mengembangkan pelajaran yang diperoleh disekolah maupun pengalaman, serta dapat menerapka dalam dunia industry. 1.6 Manfaat Penulisan Laporan 1. Untuk menambah wawasan
  • 3. 2. Untuk menambah pengetahuan dan memahami lebih jauh tentang tata kearsipan daan penataan arsip atau berkas dikantor DPRD 3. Untuk mengetahui kebih dalam tentang situasi dan kondisi dunia kerja yang sebenarnya. BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Penataan Penataan adalah kegiatan mengatur dan menata dalam suatu susunan yang sistematis dengan ememperhatikan keguanaan bentuk dan sifat. Penatann dibutuhkan dalam rangka tertib administrasi, tertib administrasi sangat diperlukan disetiap instansi pemerintah maupun swasta. Dengan tertib administasi semua arsip surat masuk maupun surat keluar kapan pun dibuat, apabila diperlukan ada datanya. Penataan harus dilaksanakan secara sistematis dengan memeprhatikan jenis surat dan sifat surat tersebut. Apabila penataan dilaksansakan dengan baik dan benar akan tercipta kearsipan yang tertata dan tersusun rapih dan tertib. 2.2 Macam – Macam Penataan Kartu Kendali 2.2.1 Penataan Kartu Kendali Setiapa menyusun kartu kendali terlebih dahulu dimasukan ke dalam folder kecil, setiap folder terdiri dari satu masalah dan tab folder selalu berada di ujung kanan, sehingga apabila disusun dengan sekatnya akan membentuk satu daratan tab yang tidak saling menutupi satu samalain.
  • 4. a) Kartu Kendali Warna Putih ( Lembar 1 ) 1. Kartu kendali warna putih disusun berdasarkan pola klsifikasi dengan mencamtumkan kode dan masalahnya secara pehun. 2. Penimpanan folder kecil yang telah diisi kartu kendali dikatakan dibelakang sekat dsn disimpan secara tegak lurus/vertical mengahadp kedepan. 3. Satu folder hanya untuk satu masalah maksimal 25 lembar b) Kartu Kendali Warna Hijau (Lembar II) 1. Kartu kendali warna hijau dimasukan kedalam folder kecil, selanjutnya disusun secara sistematisberdasarkan instansi pengirim Naskah Dinas. 2. Susunan sekatnya sebagai berikut : a. Sekat pertama dengan tab warna merah ditulis nama index intansi. b. Sekat kedua dengan tab warna kuning yang diisi dengan nama bagian dari induk instansi atau rincian dari kelompok tersebut. c. Sekat ketiga dengan tab warna hijau diisi dengan kode masalah sesuai pola klasifikasi. 3. Tab pada folder kecil ditulis dengan urutan waktu 4. Satu folder digunakan untuk satu tahun atau lebih. c) Kartu Kendali Warna Kuning (Lembar III) 1. Kartu kendali kuning disusun berdasarkan urutan unit pengolahan 2. Susunan sekatnya berbeda dengan susunan kartu kendali, putih yakni: a. Sekat dengan tab warna kuning diisi dengan nama unit kerja yang dibwahi unit pengolah b. Sekat pertama dengan dengan tab warna merah ditulis nama induk unit pengolah. c. Sekat ketiga dengan tab warna hijau diisi dengan kode masalah sesuai pola klasifikasi. 3. Tab pada folder diisi dengan waktu d) Kartu Kendali Warna Merah (Lembar IV) Kartu Kendali warna merah disimpan diunit pengolah dan cara penyusunannya dilakukan seperti menyusun kartu kredit warna putih diunit kearsipan.
  • 5. 2.2.2 Penataan Kartu Kendali Keluar Cara menata kartu kendali Naskah Dinas masuk terdiri dari warna putih (lembar I), kuning (lembar II), dan merah (lembar III). 2.3 Langkah – langkah Penataan Arsip/ berkas Dinamis aktif di unit pengolah dan kearsipan. 2.3.1 Langkah – langkah Penataan Arsip/ berkas Dinamis aktif di unit pengolah. 1. Membentuk kerangka penyimapanan / penyusun berkas a. Sekat Siapkan sekat yang terbuat dari karton dan folder untuk penyimpanan Arsip. Kerangka penyimpanan disusun menurut klasifikasi dengan kodenya secara lengkap dengan urutan sebagai berikut ; ⇔ Pokok masalah digunakan sekat pertama denan tab berwarna merah yang ditempatkan disebelah kiri didalam feling cabinet. ⇔ Sub masalah digunakan sekat nomor dua dengan tab berwarna kuning yang ditempatkan setelah sekat pertama. ⇔ Sub sub masalah digunakan sekat ketiga dengan tab berwarna hijau yang disimpan setelah sekat kedua. b. Folder Folder yang harus dipersiap meliputi folder besar dari folder kecil ; ⇔ Folder besar untuk menyimpan arsip/berkas ⇔ Folder kecil untuk menyimpan kartu – kartu kendali ⇔ Setiap folder diberi kode dan masalahnya di tulis pada tab folder yang bersangkutan. ⇔ Penataan arsip pada folder harus rapih, satu folder isinya tidak boleh terlalu banyak dan maksimal 25 lembar. 2. Persiapan penataan arsip / berkas a. Memisah – misahkan arsip menurut masalah sesuai dengan keadaan arsip yang bersangkutan. b. Meneliti arsip tersebut c. Menyatukan arsip-arsip yang semula penyimpanannya tersebar menjadi satu urutan.
  • 6. d. Apabila arsip tersebut belum tercantum kode klasifikasi diteliti terlebih dahulu inti masalahnya untuk menentukan kode klasifikasi arsip serta penyimpanannya. e. Menyusun arsip – arsip yang sudah jelas kode, selanjutnya dimasukan dalam folder. 2.3.2 Langkah – langkah penataan arsip / berkas dinamis aktif du unit kearsipan. Sebagai akibat penyimpanan arsip dinamis aktif yang tidak sentral diunit kearsipan, maka selama arsip masih dalam proses, maka arsip yang masihada diunit kearsipan hanya arsip – arsip naskah dinas keluar. Oleh karena itu pesiapan yang harus dilakukan adalah : 1. Membuat kerangka penyimpanan arsip dalam filing cabinet. 2. Memisahkan arsip menurut kode dan klasifikasi masalah. 3. Pengunaan dan penempatan folder tersebut pada butir 2 dan 9 a. Folder setelha diisi pada tabnya dicantumkan indeks masalahnya b. Folder isinya dibatasi karena akan Nampak tidak rapid an tidak terbaca. c. Satu folder hanya untuk satu masalah d. Arsip didalam folder diletakan searah dengan foldernya e. Folder tersebut diletakan secara tegak lurus f. Urutan penyimpanan folder harus dengan urutan pola klasifikasi. 2.4 Tahap – tahap pelaksanaan arsip dinamin in aktif a. Pendataan survey aktif 1. Kegiatan pedataan berupa pengumpulan data melalui survey terhadap arsip – arsip yang adala dlaam tanggung jawab instansi pemerintah yang bersangkutan. 2. Survey arsip dilaksanakan oleh petugas pemetintah yang bersangkutan. 3. Buat daftar ikhtisar arsip dari seluruh data yang terkumpul sebagai hasil survey b. Persamaan dan pemilahan arsip in. aktif 1) Langkah – langkah a. Menyipkan master b. Menyiapkan kertas pembungkus c. Membersihkan arsip d. Menyiapkan baks arsip
  • 7. 2) Pemilahan Pada umumnya pemilahan arsip ada tiga golongan a) Arsip yang bernilai guna b) Non arsip dan duplikasi c) Buku, Majalah, photo – photo dan bentuk arsip lainya selain berbentuk naskah. c. Pembuatan Daftar Pertelaan Arsip Daftar pertelaan dalam pembuatannya disesuaikan dengan system penataan arsip / berkasnya yakni menurut: 1) Nomor urut 2) Abjad 3) Waktu 4) Instansi 5) Klasifikasi masalah 6) Gabungan atara dua system/lebih sesuai kebutuhan Contoh daftar pertelaan adalah sebagai berikut: INSTANSI : ALAMAT : MASALAH Unit Lokasi Kode Uraian No Indeks Tahun kerja Ket Klasifikasi Masalah Sampul Boks Rak pencipta 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Petunjuk pengisian
  • 8. 1. Insatansi Lembaga Negara /badan pemerintah atau bagian structural dari padanya sebagai lingkungan induk penciptaan arsip/dimana arsip disimpan 2. Alamat Cukup jelas 3. Masalah Diisi pokok masalah ‘ 4. Nomor urut Diisi nomor urutan 5. Kode klasifikasi Diisi kode klasifikasi 6. Indeks Diisi indeks 7. Uraian masalah Diisi uraian dari pokok masalah 8. Tahun Diisi tahun penciptaan arsip. 9. Unit kerja Penciptaan Diisi unit kerja penciptaan arsip yang bersangkutan 10. Lokasi Diisi dimana arsip tersebut disimpan Sampul Diisi nomor sampul Boks Diisi nomor boks Rak Diisi nomor rak 11. Keterangan Diisi catatan yang diperlukan d. Penyampulan 1. Menyimpan dalam folder member nomor pada folder selanjutnya nomr tersebut digunakan sebagai nomor sampul 2. Membungkus dengan kertas pembungkus 3. Pembungkus berfungsi sebagai alat untuk melindumgi arsip dari kerusakan. e. Menyimpan arsip /berkas kedalam boks Apabila arsip telah didaftar pada kartu dan tidak dibungkus dimasukan kedalam folder dan sesudah diberi nomor sampul, baru dimasukan kedalam boks, selanjutnya boks diberi nomor urut. f. Menyimpan pada rak Menyimpan boks pada rak yang benar adalah setelah arsip mempunyai daftar pertetaan dan menurut urutan boks sesuai dengan urutan nomor sampul yang ada dalam boks tersebut. 2.5 Pengertian Naskah Dinas, kartu kendali dan penciptaan Naskah Dinas
  • 9. 2.5.1 Pengertian Naskah Dinas Naskah dinas adalah alat komunikasi kedinasan dalam bentuk tertulis yang mengikat atau tidak mengikat. Macam –macam naskah dinas antara lain: 1. Naskah Dinas biasa Adalah naskah dinas yang isnya tidak mengikat tidak memerlukan tindak lanjut , tidak mengandung informasi penting dan tidak mengandung konsepsi kebijakan 2. Naskah Dinas penting Adalah Naskah Dinas yang isinya mengikat, memerlukan tindak lanjut, mengandung informasi penting dan konsepsi kebijaksanaan. 3. Naskah Dinas rahasia Adalah Naskah Dinas yang isinya memerlukan perlindungan karena jika bocor akan menimbulkan kerugian besar, mengurangi kreadibilitas Negara, menyulitkan terlaksanya strategi pemerintahan umumnya. 2.5.2 Pengertian Kartu Kendali Kartu Kendali adalah lembara isian untuk pencatatan, penerimaan, penyamapaian, penemuan kembali dan sekaligus sebagai alat penyerahan arsip. Macam – macam kartu kendali antara lain: 1) Kartu kendali masuk Adalah lembar isian untuk pencatata, penerimaa, penyampaian naskah dinas masuk. 2) Kartu kendali keluar Adalah lembar isian untuk pencatatan, penyampaian naskah dinas keluar. 2.5.3 Pengertian Penciptaan Naskah Dinas Penciptaan naskah dinas adalah proses kediatan sejk pembuatan konsep, draf, pengetikan, penandatanganan, penahanan sampai naskah terebut digunakan. Kegiatan yang harus diperhatikan dalam penciptaan naskah dinas, antara lain: 1. Pemilihan jenis kertas dan tinta 2. Bentuk naskah dinas diliha dari pembagian keuangan maslaha naskah dinas 3. Penentuan sifat surat
  • 10. 4. Penggunaan kop surat 5. Tata cara penegetikan 6. Pennulisan nomenklatur 7. Penggunaan a.n dan u.b 8. Pembubuhan paraf 9. Penomoran naskah dinas 10. Pengisian tembusan 11. Penyampulan surat/naskah dinas BAB III METODE PEMBUATAN LAPORAN 3.1 Teknik Pengumpulan Data Metode penulisan yang digunakan dalam penyusunan laporan tugas akhir ini adalah metode deskripsi yaitu metode yang menggambarkan suatu keadaan atau permasalahan yng sedang terjadi. Berdasarkan fakta – fakta dan data yang diperoleh dan dikumpulkan pada waktu melaksanakan praktek kerja lapangan (prakerin) adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis antara lain : 1. Teknik observasi adalah teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap suatu objek pengamatan dengan mencatat hal-hal penting yang berhubungan dengan laporan tugas akhir yang akan penulis sampaikan sehingga diperoleh data yang lengkap dan akurat. 2. Teknik study pustaka adalah teknik pengumpulan data dengan menggunakan data atau mengumpulkan sumber – sumber tertulis yang penting dan yang berhubungan dengan masalah yang sedang dibahas guna memperoleh gambaran secara teoritis yang dapat menunjang diatas penyusunan laporan. 3.2 Sumber Informasi Sumber informasi yang dperoleh penulis untuk pembuatan laporan ini adalah langsung dari kantor dimana penulis melaksanakan prakerin yaitu disekretariat DPRD Kab. Ciamis 3.3 Waktu Pengumpulan Data
  • 11. Rentang waktu pengumpulan data dilakukan selama pelaksaan prakerin berlangsung sampai selesai yaitu dari tanggal 1 Maret sampai dengan 21 Mei 2010, yang bertempat disekretariat DPRD Kabupaten Ciamis. 3.4 Instrumen atau Alat yang digunakan Alat yang digunakan dalam pembuatan laporan ini adalah dengan cara menggunakan media elektronik yaitu dengan computer. BAB IV LAPORAN KEGIATAN 4.1 Gambaran Umum 4.1.1 Sejarah Singkat Secretariat DPRD Kabupaten Ciamis Pada awalnya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ciamis dahulunya bernama kantor Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR – GR). Sejak Indonesia Merdeka pada tahun 1945 pemerintahan pusat membagi pemerintahan ketiap – tiap daerah, otomastis disetiap daerah dibentuk suatu daerah yang dipimpin oleh bupati dan disamping bupati ada juga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang dipimpin oleh ketua DPRD. Sampai sekarang DPRD telah dipimpin oleh 9 orang yang menjabata sebagai ketua atau pemimpin. Berikut ini adalah nama nama orang yang telah menjabat sebagai ketua DPRD. 1. 1.Mayor INF.Moch.Nawawi menjabat sebagai ketua DPRD dari tahun 1966-1968. 2. HR.Ading Gunadi menjabat sebagai ketua DPRD dari tahun 1968-1972. 3. RH.Iding Kalyubi ,letkol INF - Periode 1 dari tahun 1972-1977 - Perode II dari tahun 1977-1982 - Periode III dari tahun 1982-1987 4. Drs.H.Herman sutrisno menjabat sebagai ketua DPRD dari tahun 1987-1992
  • 12. 5. H.T Rusatandi Djajaatmaja ,SH Menjabat sebagai ketua DPRD dari tahun 1992-1997. 6. Kolonel INF H.Rohman menjabat sebagai ketua DPRD dari tahun 1997-1999. 7. Drs.H. Hasan Mumu menjabat sebagai ketua DPRD dari tahun 1999-2003,sebelum masa jabatannya berakhir beliau meninggal dunia.Karena beliau dari praksi PPP,maka untuk sementara kepemiminan tersebut di pimpin oleh anggota praksi PPP-nya yang bernama H.Muhammad Taupik,B.A yang (2004-2009) menjabat sebagai wakil ketua DPRD. 8. Jeje Wiradinata menjabat sebagai ketua DPRD dati tahun 2004-2009. 9. H.Asep Roni menjabat sebagi ketua DPRD pada periode 2009 sampai sekarang. 4.1.2 Visi dan Misi sekertariat DPRD kabupaten ciamis 4.1.2.1 VISI Sekertariat DPRD kabupaten Ciamis adalah merupakan salah atu unsure perangkat daerah di lingungan pemerintahan kabupaten Ciamis yang di tugaskan kepada lembaga legislative dalam melaksanakan kegiatan selama kurun 5 tahun mendatang dengan mengacu kepada Vici,Misi kabupaten ciamis,maka visi sekertariat DPRD kabupaten ciamis yaitu;”Termujudnya pelayanan prima kepada Dewa Perwakilan Rakyat daerah kabupaten ciamis dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya secara berkesinambungan.” 4.1.2.2 MISI Misi sekertariat DPRD kabupaten ciamis merupakan implementasi dan misi yang memuat pertanyataan tentang tujuan organisasi dala bentuk produk dan pelayanan nilai nilai yang di anut serta cita cita dimasa yang akan dating. Misi tersebut adalah :
  • 13. a . Meningkatkan layanan administrasi kepada Dewan Perwakilan rakyat Daerah kabupaten Ciamis. b . Meningkatkan profesionalisme dan disiplin aparatur sekertariat DPRD kabupaten Ciamis. c . Meningkatkan prasara dan prasarana kerja. 4.1.3 Struktur Organisasi Sekertariat DPRD kabupaten Ciamis. Bentuk organisasi yang digunakan sekertariat DPRD kabupaten ciamis adalah bentuk garis/Lini,dimana orang atau lebih dapat mengerjakan pekerjaan yang sama ataupun tidak sama.Hasil pekerjaan itu dilaporkan kepada atasannya kemudian atasan melaporkan demikian juga seterusnya. Biasanya bentuk organisasi ini banyak dipakai pada perusahaan kecil yang jumlah karyawannya sedikit.Ciri organisasi ini adalah kesatuan perintah terjamin,serta pembagian kerja mudah dan organisasinya tergantung pada satu pemimpin. BAB V 5.1 Kesimpulan Dari pembahasan mengenai penataan Arsip pengendalian naskah dinas di kantor DPRD kabupaten Ciamis,makapenulis menarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Penataan adalah kegiatan mengatur dan menata dalam suatu susunan yang sistematis dan memperhatikan kegunaan bentuk dan sifat. 2. Kartu kendali adalah lembar isian untuk pencatatan,penerimaan,penyampaian,penemuan kembali dan sekaligus sebagai alat penyerah arsip. 3. Penciptaan naskah dinas adalah proses kegiatan sejak pembuatan knsep/draf,pengetikan,penanddatanganan,penomoran smpai naskah tersebut digunakan. 5.2 Saran
  • 14. Berdasarkan pembatasan dan kesimpulan diatas,maka penulis akan mengemukakan saran yaitu: 5.2.1 Untuk sekolah  Pihak sekolah hendaknya melakukan peninjauan secara rutin sehingga peserta prakerin dapat berkonsultasi lebih baik.  Jangan melakuka peninjauan ke kantor saja tetapi lakukan juga peninjauan ke kostan(Khusus bagi siswa yang prakerin di luar rancah) Agar tidak terjadi sesuat hal yang tidak diharapkan oleh pihak sekolah.  Jangan melihat/menilai siswa siswi dari penampilannya tetapi tinjau lah dari sikap dan pelakunya.  Bimbingan penyusunan laporan hendaknya dilakukan sebelum pelaksakan prakerin agar pesera prakerin dapat membuat laporan lebih baik.  Bagi siswa/siswi yang selalu melanggar peraturan disekolah hendaknya tidak diperbolehkan prakeri diluar kec.rancah. 5.2.2 Untk sekertariat DPRD kabupaten Ciamis  Alangka baiknya pegawai yang telah diangkat oleh pejabat mengerjaka atau menyelesaikan tugas ataupekerjaan sebainya mungkin dan tidak keluar dari aturan yang berlaku.  Faktor utama yang patut menjadi perhatian kantor DPRD kab.Ciamis adalah memberikan pelayanan administrative kepada anggota dewan.  Lebuh di tngkatkan kerjasama dan keterbukaan antar karyawan dan organisasi dalam kantor DPRD kab.Ciamis.  Dalam pembuatan laporn apapun sebaiknya jangan suka di nanti nanti. 5.2.3 Untk siswa peraker selanjutnya o Jagalah Nama baik sekolah jangan sampai peserta prakerin merusak nama baik sekolah. o Peserta prakerin harus mengikuti aturan /tata tertib yangberlaku di DU/DI tersebut.