Tugas pengantar bisnis
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
  • JASA PENGURUSAN PERIZINAN EXPORT IMPORTIR
    “Corporate Legal services”
    http://www.saranaijin.com
    Komplek Ruko Segitiga Atrium Blok A1 Lt 2 Jl. Senen Raya No. 135 Jakarta Pusat 10410
    Tep: +(62) 21- 34833034 Fax : +(62) 21- 34833038
    Mobile: 081585427167
    Pin BB 285200BC
    Email: legal@saranaizin.com

    JASA PERNGURUSAN PERIZINAN EXPORT IMPORTIR
    - URUS API-P (ANGKA PENGENAL IMPORTIR PRODUSEN)
    - URUS API-U (ANGKA PENGENAL IMPORTIR UMUM)
    - URUS API PERUBAHAN
    - URUS APIP (Produsen) PMA BKPM
    - URUS APIU (Umum) PMA BKPM
    - URUS NIK EXPORT IMPORT
    - URUS NPIK
    - URUS IT ELEKTRONIKA
    - IT PAKAIAN JADI
    - IT ALAS KAKI
    - IT MAKANAN DAN MINUMAN
    IT OBAT TRADISINAL DAN HERBAL
    - URUS IP PLASTIK, IP BESI/BAJA, IP TEKSTIL
    - URUS PI BARANG MODAL BUKAN BARU
    - URUS ETPIK
    - URUS SKPLBI BARANG / LABEL PRODUK IMPORTIR
    - URUS POSTEL

    JASA PENGURUSAN LEGAL SERVICES
    - URUS PENDIRIAN PT – PERSEROAN TERBATAS
    - URUS PENDIRIAN PMA
    - URUS IZIN PRINSIP
    - URUS PENDIRIAN CV
    - URUS PENDIRIAN UD
    - URUS IZIN PRINSIP PERLUASAN
    - URUS SIUP
    - URUS TDP
    Are you sure you want to
    Your message goes here
  • JASA PENGURUSAN PERIZINAN EXPORT IMPORTIR
    “Corporate Legal services”
    http://www.saranaijin.com
    Komplek Ruko Segitiga Atrium Blok A1 Lt 2 Jl. Senen Raya No. 135 Jakarta Pusat 10410
    Tep: +(62) 21- 34833034 Fax : +(62) 21- 34833038
    Mobile: 081585427167
    Pin BB 285200BC
    Email: legal@saranaizin.com

    JASA PERNGURUSAN PERIZINAN EXPORT IMPORTIR
    - URUS API-P (ANGKA PENGENAL IMPORTIR PRODUSEN)
    - URUS API-U (ANGKA PENGENAL IMPORTIR UMUM)
    - URUS API PERUBAHAN
    - URUS APIP (Produsen) PMA BKPM
    - URUS APIU (Umum) PMA BKPM
    - URUS NIK EXPORT IMPORT
    - URUS NPIK
    - URUS IT ELEKTRONIKA
    - IT PAKAIAN JADI
    - IT ALAS KAKI
    - IT MAKANAN DAN MINUMAN
    IT OBAT TRADISINAL DAN HERBAL
    - URUS IP PLASTIK, IP BESI/BAJA, IP TEKSTIL
    - URUS PI BARANG MODAL BUKAN BARU
    - URUS ETPIK
    - URUS SKPLBI BARANG / LABEL PRODUK IMPORTIR
    - URUS POSTEL
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
4,370
On Slideshare
4,305
From Embeds
65
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
74
Comments
2
Likes
0

Embeds 65

http://riky-nf.blogspot.com 65

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. TUGAS PENGANTAR BISNIS MANAJEMEN PRODUKSI
  • 2. Manajemen Produksi Manajemen merupakan ilmu dan seni yang mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan non manusia dalam rangka mencapai tujuan tertentu. llmu teknik manajemen didasari oleh konsep bahan tugas manajer (orang yang melaksanakan manajemen) yaitu untuk merancang dan mendukung pelaksanaan pekerjaan individu pada saat kelompok, dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Manajemen semakin dibutuhkan setelah adanya pemisahan antara Rumah Tangga Kunsumen (RTK) dan Rumah Tangga Produsen (RTP), dalam hal ini adalah dua pihak yang paling membutuhkan, di mana konsumen dapat memenuhi kebutuhannya dengan berbagai jenis barang yang disediakan produsen, dan produsen dapat menjual barang-barangnya yang betul-betul dibutuhkan konsumen sesuai dengan selera, mode dan daya belinya. Produksi yaitu suatu kegiatan yang menciptakan atau meningkatkan kegunaan suatu barang. Peningkatan atau penambahan kegunaan suatu barang bisa melalui kegunaan tempat, kegunaan waktu, kegunaan bentuk atau gabungan dari beberapa kegunaan tersebut. Untuk perusahaan-perusahaan saat ini cenderung dapat menggabungkan beberapa kegunaan sekaligus suatu barang, baik kegunaan waktu, tempat, maupun kegunaan bentuk. Hal ini diciptakan untuk dapat mengantisipasi kebutuhan konsumen yang bersifat heterogen (berbeda-beda).
  • 3. Manajemen Produksi Fungsi manajemen yang paling mendasar yaitu adanya Perencanaan, Pengorganisasian, penempatan Sumber Daya Manusia (Staffing), pemberian motivasi dan fungsi yang terakhir adalah kegiatan pengawasan yang mutlak harus dilakukan oleh setiap organisasi atau perusahaan. Manajemen produksi merupakan proses manajemen yang diterapkan dalam bidang produksi. Proses manajemen produksi adalah penggabungan seluruh aspek yang terdiri dari produk, pabrik, proses, program dan manusia. lstilah-istilah yang biasa digunakan dalam manajemen produksi yaitu produksi, produk, produsen, produktivitas, proses produksi, sistem produksi, perencanaan produk, perencanaan produksi, dan luas perusahaan.
  • 4. Sistem Produksi Lokasi dan Layout Pabrik Sistem adalah Perencanaan layoutsekumpulan bagian-bagian merupakan salah satu tahap dalam perencanaan suatu fasilitas yangyang saling berhubungan Lokasi merupakan salah satudengan satu sama lain, dan kegiatan awal yang harusbersama-sama beraksi dilakukan sebelum perusahaanmenurut pola tertentu mulai beroperasi. Penentuan lokasiterhadap input dengan tujuan yang tepat akan mempengaruhimenghasilkan output. Sistem kemampuan perusahaan dalam; melayani konsumen, mendapatkanproduksi yaitu sekumpulan bahan-bahan mentah yang cukup,sub-sistem yang terdiri dari mendapatkan tenaga kerja denganpengambilan keputusan, mudah. dan memungkinkankegiatan, pembatasan, diadakannya perluasan usaha.pengendalian dan rencana Lokasi merupakan salahyang memungkinkan satu kegiatan awal yang harusberlangsungnya perubahan dilakukan sebelum perusahaaninput menjadi output melalui mulai beroperasi. Penentuan lokasi yang tepat akan mempengaruhiproses produksi. Sedangkan kemampuan perusahaan dalam;sub-sistem yang terlibat melayani konsumen, mendapatkandalam kegiatan produksi bahan-bahan mentah yang cukup,adalah: subsistem input, mendapatkan tenaga kerja dengansubsistem output, subsistem mudah. dan memungkinkanperencanaan dan subsistem diadakannya perluasan usaha.
  • 5. Faktor-faktor yangMempengaruhi PemilihanLokasi Menentuan Lokasi Pabrik Faktor-faktor yang Manajemen perusahaan mempengaruhi pemilihan lokasi dalam memilih lokasi pabrik pabrik, besar sekali pengaruhnya terhadap tingkat didasarkan pada beberapa kelancaran operasi macam alternatif. Tahap-tahap perusahaan, faktor-faktor dalam pemilihan lokasi pabrik tersebut terdiri dari faktor terdiri dari pengumpulan utama dan faktor bukan utama. data, menganalisa data yang Faktor utama yaitu; letak masuk, menentukan urutan sumber bahan baku, letak pasar, masalah alternatif lokasi yang dipilih dan transportasi, supply tenaga menentukan lokasi pabrik yang kerja dan pembangkit tenaga dipilih. Penentuan metode listrik. Sedangkan faktor bukan pemilihan lokasi pabrik utama seperti, rencana masa didasarkan pada faktor depan perusahaan, kemungkinan rating, analisa ekonomis, dan adanya perluasan analisa volume biaya. perusahaan, kemungkinan adanya perluasan kota, terdapatnya fasilitas- fasilitas pelayanan, terdapatnya fasilitas-fasilitas pembelanjaan, persediaan
  • 6. Desain Fasilitas Penentuan Layout Pabrik Desain fasilitas produksi Sebagaimana diketahuiperlu direncanakan dengan bahwa layout yangbaik, karena fasilitas produksi yang dipergunakan dalam sebuahbaik dan teratur para karyawandapat bekerja dengan pabrik akan mempunyaitenang, sementara aliran produksi pengaruh langsung terhadapdari mulai bahan mentah sampai tingkat produktivitasbarang jadi dapat berlangsung perusahaan. Oleh karena itudengan lancar dan teratur. penentuan layout pabrik harusPerencanaan layout merupakan disesuaikan dengan kondisikombinasi yang optimal antara perusahaan. Untukfasilitas produksi menentukan layout pabrik(personalia, perlengkapan dengan baik, maka perluoperasi, luas gudang, penangananproduk serta semua peralatan diadakan persiapan-persiapanproduksi). Perencanaan layout yang matang, diantaranya:perusahaan selalu diperlukan Pertama, data yang diperlukankarena adanya perubahan desain meliputi jumlah dan jenisproduk, adanya produk baru produk, komponen produk,adanya perubahan volume urutan pelaksanaan prosespermintaan dan sebagainya. produksi, mesin dan peralatanKlasifikasi perencanaan layout informasi mesin, instalasi yangterdiri dari, perubahan kecil layout diperlukan, luas gedung danyang sudah ada, adanyapenambahan fasilitas perbandingan perencanaanproduksi, merubah susunan layout layout. Kedua, analisis urutandan pembangunan pabrik baru. operasi dan Ketiga Teknik
  • 7. Peralatan Produksi Pada umumnya peralatan produksi ditujukan bagi peningkatanproduktivitas buruh dalam rangka memperbanyak produk, baik dari segivariasinya maupun jumlahnya untuk memenuhi. kebutuhan manusia.Peralatan produksi akan mencakup berbagai sarana yang digunakan dalamproses produksi, yang berupa mesin atau jenis-jenis perkakas lain yangdipergunakan untuk melakukan pekerjaan dalam mengerjakan produk ataubagian-bagian produk.Adapun jenis-jenis mesin yang digunakan dalam proses produksi terdiri darimesin yang bersifat umum atau mesin serba guna (General PurposeMachines). Mesin serba guna ini yaitu mesin yang dibuat untuk mengerjakanpekerjaan-pekerjaan tertentu untuk berbagai jenis barang produk ataubagian produk. Mesin yang bersifat khusus (special purpose machines) yaitumesin-mesin yang direncanakan untuk mngerjakan satu atau beberapa jeniskegiatan yang sama.Kriteria Pemilihan Alat ProduksiAlasan diadakannya pembelian peralatan antara lain: peralatan barudiperlukan untuk memproduksi produk dan jasa lebih hanya volumepenjualan yang terus meningkat, peralatan yang ada telah usang, danperalatan yang ada telah memasuki masa aus serta harus diganti. Untukmemutuskan membeli peralatan baru maka perlu dilaksanakan surveiterlebih dahulu, yang dilakukan melalui dua tahap, yaitu: pertama tahappemakaian (penyaringan teknologi) yang meliputi kapasitas, keduaperhitungan biaya atau analisis ekonomi yang akan menentukan sejumlah
  • 8. Proyeksi Kebutuhan Perencanaan Produksi Langkah yang paling awal Urutan proses produksi harusdalam perencanaan adalah dituangkan dalam sebuah dokumenmencoba untuk mengetahui yang disebut Rout Sheet (Operationpertumbuhan maupun Sheet), yang dituangkan dalam bentukperkembangan kebutuhan gambar-gambar dan desain produk,masyarakat. Pertumbuhan tersebut yang kemudian dianalisa bagaimanaakan merupakan dasar dari hubungannya antar komponen yangrencana kerja yang harusdilakukan oleh perusahaan. Salah ada dan bagaimana prosessatu cara untuk menentukan pemasangan (assemblingnya). Denganproyeksi kebutuhan adalah dengan demikian rancangan proses produksimembuat ramalan-ramalan terdiri dari desain produk, perencanaterhadap keadaan pada masa proses dan pengendalian produksi.yang akan datang, terutamamengenai analisa permintaanpasar, seperti; pendapatkonsumen, pendapat langganan,catatan dan pendapat distributor,catatan penjualan dari perusahaan.Adapun metode metode yangdigunakan dalam membuatproyeksi kebutuhan sebagaiberikut : metode time series,metode exponential, metode rata-rata sederhana, metode rata-ratabergerak, metode exponential
  • 9. Pengendalian Produksi Analisa Jalur Kritis Analisa jalur Kritis Prinsip dalam perencanaan (Critical Path Metode)dan pengawasan produksi dalam merupakan suatu metodeberbagai macam industri tidak analisa yang mampubanyak berbeda, demikian juga memberikan informasi, kepadadengan tujuan yang akan manajer untuk dapatdicapainya. Walaupun dalam hal melakukan perencanaan danmetode, organisasi maupun pengendalian suatu kegiatan produksi atau proyek yangoperasi masing-masing akan dilaksanakan. Metodeperusahaan akan berbeda. Ada jalur kritis ini berusaha untukdua type proses produksi terdiri menggambarkan jalur-jalurdari ; jaringan aliran proses produksi type produksi untuk persediaan dalam bentuk diagram jalur kegiatan proses produksi. type produksi berdasarkan Langkah-langkah yang harus pesanan. ditempuh dalam menyusun diagram network yaitu harus mengetahui dan menginventarisir kegiatan- kegiatan yang diperlukan, mengetahui urutan kegiatan dalam proses produksi, mencari kegiatan
  • 10. Penanganan Bahan (MaterialPemeliharaan Fasilitas Handling) Fungsi pemeliharaan Setiap perusahaandan penanganan bahan akan terlibat dalammerupakan dua fungsi masalah transportasipelayanan yang sangat (pengangkutan) bahanpenting dalam kegiatanproduksi. Pemeliharaan atau penanganan bahan.fasilitas produksi jika Karena dalam hal ini akandilaksanakan secara menyangkut prosesteratur akan beroperasi pemindahan bahan,secara efektif. Tanggung pemindahan produkjawab pemeliharaan dalam proses danfasilitas biasanya pemindahan produk jadi.ditugaskan kepada teknisi Faktor-faktor yang haruspabrik, yang berada dibawah kepala teknisi. dipertimbangkan dalamJenis-jenis pemeliharaan penanganan bahanyaitu pemeliharaan adalah; jalurpreventif, perbaikan dan pengangkutan, sifat obyekpemeliharaan kondisional yang diangkut, karakteristik bangunan,
  • 11. Manajemen Sumber Daya Desain dan Analisis Manusia Pekerjaan Manajemen sumber dayamanusia adalah suatu Desain pekerjaan adalahpendekatan terhadap suatu fungsi komplek karenamanajemen manusia, yang memerlukan pemahaman baikberdasarkan empat prinsip terhadap variabel teknik maupundasar yaitu; Pertama sumber variabel sosial, jika variabeldaya manusia merupakan hartaperusahaan yang paling tersebut diabaikan makapenting, Kedua, peraturan atau pekerjaan tidak dapat dilakukankebijakan prosedur yang secara efektif dan efisien. Alasanberkaitan dengan manusia pelaksanaan desain pekerjaansaling karena: sering terjadiberhubungan, Ketiga, kultur konflik, sifat yang heterogen dariperusahaan yang berasal darikultur sumber daya manusia. setiap individu, dan perubahanPendekatan manajemen karakter dari setiap individu.sumber daya manusia meliputi; Sasaran pokok dari desainpendekatan pekerjaan untuk:konvensional, pendekatan manusia, menentukan kombinasikompromistis dan pendekatankontemporer. Fungsi antara mesin, dan bahan bakumanajemen sumber daya yang paling ekonomis.manusia terdiri dari fungsiperencanaan, pengadaan, pen
  • 12. Pembinaan Sumber Daya Peranan Persediaan dan Biaya Manusia Persediaan Pembinaan tenaga kerja Setiap perusahaan baik(sumber daya manusia) dalamsuatu perusahaan, diharapkan perusahaan perdagangandapat menjaga kesinambungan maupun perusahaan yangpelaksanaan pekerjaan. memproduksi suatuPembinaan karyawan tidak barang, memerlukanterlepas dari hubungan antara persediaaan karena padapimpinan danbawahannya, karena suatu waktu perusahaan akanpembinaan ini melibatkan dihadapkan kepadapimpinan sebagai pembina dan permintaan konsumen akankaryawan sebagai orang yang barang atau jasa uangdibina. Keteladanan seorang dihasilkannya. Jenispimpinan merupakan faktor persediaan secara fisik terdiriutama dalam membina parakaryawannya disamping dari persediaan bahanpenguasaan secara umum baku/material, persediaanterhadap berbagai jenis komponen, persediaan bahanpekerjaan. Pembinaan pembantu, persediaan barangkaryawan suatu perusahaan dalam proses dan persediaanakan meliputi pembinaanloyalitas, hubungan kerja, moril barang jadi. Sedangkan jenisdan semangat kerja, disiplin persediaan berdasarkankerja dan mental spiritual. fungsinya adalah ; Lot size
  • 13. Metode Penilaian dan PengawasanPersediaan Untuk dapat mengatur tersedianya suatu tingkat persediaan yang optimum yang dapat memenuhi kebutuhan bahan-bahan dalam jumlah, mutu dan pada waktu yang tepat persyaratan diadakannya pengawasan persediaan yaitu untuk menyediakan gudang yang cukup luas sentralisasi kekuasaan, sistem pencatatan, pengawasan mutlak, pemeriksaan fisik, rencana penggantian, dan pengecekan secara efektif. Tujuan dari pengawasan persediaan adalah; menjaga kehabisan persediaan, dan menjaga pembentukan persediaan, dan menjaga pembelian dalam skala kecil.
  • 14. Arti dan Tujuan Pengawasan Mutu Salah satu faktor penting dalam menunjang keberhasilan perusahaan adalah tingkat mutu produk/jasa yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Mutu merupakan suatu sistem yang terdiri dari struktur organisasi, tanggung jawab, prosedur, proses dan sumber daya dalam rangka menerapkan manajemen mutu. Kegiatan yang berkaitan dengan mutu produk meliputi beberapa tahapan yaitu: pemasaran dan riset pasar, disain/spesifikasi rekayasa dan pengembangan produk, pengadaan, perencanaan dan pengembangan proses, produksi, inspeksi, pengetesan dan pengujian, pengemasan dan penyimpanan, penjualan dan distribusi, pemasangan dan operasi, bantuan teknik dan perawatan, pembuangan purna pakai. Setelah menetapkan mutu tertentu dari suatu produk, maka perlu diadakan pengawasan sejauhmana mutu tersebut dapat dipertahankan, agar tidak terjadi ketimpangan yang mengakibatkan konsumen merasa kecewa dengan produk yang telah dibelinya, kalau sudah terjadi ketimpangan maka akan timbul efek yang lebih jauh bagi perusahaan berupa penanggungan biaya beban kerugian untuk jaminan mutu produk, atau efek lain yang sangat merugikan perusahaan berupa penurunan volume penjualan yang akan mengurangi profit margin perusahaan secara menyeluruh. Secara terperinci tujuan pengawasan mutu adalah: Agar produk hasil produksi dapat mencapai standar mutu yang telah ditetapkan. Mengusahakan agar biaya pengawasan dapat ditekan seminimal mungkin. Mengusahakan agar biaya disain dari produk dan proses dengan menggunakan mutu produksi tertentu dapat diperkecil. Mengusahakan agar biaya produksi dapat ditekan serendah mungkin.
  • 15. Peranan Standardisasi dalamManajemen Mutu Standardisasi didefinisikan sebagai proses merumuskan, merevisi, menetapkan dan menerapkan standar yang dilaksanakan secara tertib dan atas kerjasama dengan semua pihak. Sedangkan standar adalah spesifikasi teknis atau sesuatu yang dibakukan, disusun berdasarkan konsensus semua pihak yang terkait dengan memperhatikan syarat-syarat kesehatan, keselamatan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengalaman. Peranan standardisasi dalam menunjang manajemen mutu sangat besar, terutama untuk mencapai mutu yang telah ditetapkan secara konsisten. Standardisasi meliputi pengkajian sistem mutu perusahaan dan standar internasional tentang mutu yang dikenal dengan nama ISO seri. 9000.
  • 16. Teknik dan Alat Pengawasan Pelaksanaan Pengawasan Mutu Mutu dan Syarat Pengukuran Pengawasan mutu dapat Kegiatan pengawasan mutu dilakukan melalui tiga cara yaitu yang intensif akan menyangkut inspeksi, pemberian keterangan dan penyelidikan (inspect, inform and pengawasan bahan baku dan investigate). Kegiatan inspeksi dapat komponen-komponen produk, proses dilakukan dengan membuat contoh dan produksi dan produk akhir. mengukur atau menilai. Kegiatan Pengawasan mutu tidak hanya berlaku pemberian keterangan memerlukan kegiatan pada produksi manufacturing tetapi pencatatan, penyingkatan, mempertunj berlaku juga bagi produksi jasa, seperti ukkan dan memberi komentar bahkan Rumah Sakit. Travel dan Perbankan. mungkin perlu memutuskan untuk Pelaksanaan pengawasan mutu mengambil tindakan yang dibutuhkan, dan untuk memberitahukan meliputi aspek pengukuran dan aspek jaminan, serta peringatan yang penilaian. Sedangkan pengukuran diperlukan. Kegiatan penyelidikan pelaksanaan pengawasan mutu harus membutuhkan penganalisisan catatan melalui 3 syarat utama yaitu; ketepatan dan memimpin percobaan di laboratorium. Hal-hal yang (validitas) dapat diandalkan mempengaruhi derajat pengawasan (Reliabilitas) dan kepraktisan. mutu misalnya; kemampuan proses, spesifikasi yang berlaku, apkiran/scrap yang dapat diterima dan kegiatan produksi yang ekonomis. Alat pengawasan mutu yang biasa dilakukan yaitu metode statistik melalui pengambilan sampel secara teratur, pemeriksaan karakteristik, pemeriksaan derajat penyimpangan, dan penggunaan tabel
  • 17. SUMBER : http://massofa.wordpress.com/2008/02/02/manajemen-produksi dan-industri-kecil/