Your SlideShare is downloading. ×
0
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat (2003)

362

Published on

Dokumen ini adalah Katalog Pilihan Informasi untuk Sanitasi Berbasis Masyarakat sistem komunal yang disusun oleh BORDA, BaliFokus, BEST dan LPTP tahun 2003 untuk memberi informasi kepada masyarakat …

Dokumen ini adalah Katalog Pilihan Informasi untuk Sanitasi Berbasis Masyarakat sistem komunal yang disusun oleh BORDA, BaliFokus, BEST dan LPTP tahun 2003 untuk memberi informasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah yang terlibat dalam Program SANIMAS bahwa dalam setiap level pelayanan ada beberapa pilihan yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan, sikon dan kesepakatan stakeholders. Copy right BORDA Partner Network. Untuk informasi lebih lanjut hubungi balifokus@balifokus.asia

Published in: Engineering
1 Comment
5 Likes
Statistics
Notes
  • Bolehkah Saya Mengunduh File Ini.. Tks
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total Views
362
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
1
Likes
5
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Informed Choices Catalogue Sanitasi Berbasis Masyarakat 2003
  • 2. Pilihan Informasi Teknologi untuk Sanitasi Berbasis Masyarakat (CBS) – Mengapa? Telah terbukti bahwa sistem sanitasi berbasis masyarakat merupakan sistem yang secara signifikan lebih berkelanjutan, yaitu tahan lama, berfungsi dengan lebih efisien dan lebih terawat, apabila sepenuhnya mencerminkan pilihan masyarakat dan stakeholder di tempat
  • 3. Katalog Pilihan Informasi Teknologi (Informed Choice Catalogue/ICC) - Manfaat - Membantu mengenali sistem sanitasi yang sesuai ! - Memudahkan penentuan komponen-komponen sistem sanitasi yang berbeda sesuai dengan pilihan stakeholder ! - Alat yang tepat untuk perencanaan dari bawah/“bottom up planning” ! - Sebagai referensi untuk mengetahui informasi secara umum tentang pilihan-pilihan teknologi dengan cepat
  • 4. Katalog Pilihan Informasi Teknologi – Informasi untuk Siapa? Informasi tentang: ! - Peluang - Nilai guna - Resiko Dari Pilihan-Pilihan Teknis Stakeholder Masyarakat ! ✓ Permintaan kebutuhan informasi ✓ Pendidikan Stakeholder Kabupaten/Kota ! ✓ Mengidentifikasi peluang ✓ Mengantisipasi kebutuhan konsultasi ✓ Pendidikan
  • 5. Katalog Pilihan Informasi Teknologi - Struktur ✓ Katalog Pilihan Informasi teknologi-SANIMAS menyediakan informasi mengenai pilihan-pilihan komponen utama sistem sanitasi – toilet, sistem pemipaan, sistem pengolahan dan pembuangan/pemanfaatan ulang ✓ Pada bagian “Lembar Teknologi”, desain dan fungsi dari pilihan teknologi akan dijelaskan secara singkat ✓ Pada bagian “Lembar Evaluasi” pilihan teknologi dinilai menurut kriteria- kriteria seperti Kapasitas, Biaya, Kemudahan untuk Dikerjakan Sendiri, Pengoperasian dan Perawatan, Potensi untuk Diterapkan Ulang di Tempat Lain, Keandalan, Kemudahan dalam Penggunaan dan Pemanfaatan, serta Efisiensi ✓ Penilaian atas pilihan tertentu dikelompokkan menjadi “Pro” dan “Kontra” ✓ Tata-letak (layout) yang divisualisasikan dengan baik memudahkan pembaca dalam mempelajari isinya ! !!! Katalog Pilihan Berdasarkan Informasi-SANIMAS bukanlah pengganti publikasi-publikasi referensi teknis !!! Katalog Pilihan Berdasarkan Informasi hanya menampilkan komponen sistem sanitasi yang terpilih
  • 6. Lembar Evaluasi – Kriteria Penilaian Dalam lembar evaluasi, komponen sistem sanitasi berbasis masyarakat (CBS) dinilai berdasarkan kriteria yang relevan bagi stakeholder, yang akan menyeleksi pilihan-pilihan teknis yang sesuai dengan pilihan mereka. Penjelasan difokuskan pada kesesuaian alat-alat sanitasi dan komponennya untuk daerah perkotaan padat dan miskin di propinsi Jawa Timur dan Bali dan juga merupakan cerminan dari TOR proyek SANIMAS . ! Kapasitas Penjelasan mengenai kesesuaian komponen untuk rumah tangga individu dan/atau RT/RW hingga mencapai 1000 penduduk Biaya Informasi mengenai biaya investasi, pengoperasian dan perawatan Kemudahan untuk dikerjakan sendiri Penilaian dilakukan mengenai bisa tidaknya masyarakat membantu proses konstruksi dan pelaksanaan secara efektif, serta kebutuhan tenaga ahli selama tahap pelaksanaan. Pengoperasian dan Perawatan Mengutamakan tenaga dan persyaratan teknis untuk berhasilnya pengoperasian dan perawatan pilihan teknologi Potensi untuk Diterapkan Ulang di Tempat Lain Menilai faktor-faktor yang relevan, yang berhubungan dengan kemungkinan menerapkan sendiri di tempat lain/ replikasi pilihan teknologi di tingkat kotamadya/kabupaten Keandalan Menyediakan informasi tentang keunggulan dan resiko yang berhubungan dengan pengoperasian pilihan teknologi yang bebas masalah Kemudahan dalam Penggunaan dan Kemanfaatan Kelebihan dan kekurangan yang berhubungan dengan kemudahan dalam penggunaan bagi pengguna dan efisiensi pengolahan juga dijelaskan .
  • 7. ICC: Alur Pemilihan Komponen Komponen Pembuangan/ Pemanfaatan Ulang Sistem Sanitasi Berbasis Masyarakat Komponen Pengolahan Komponen Pemipaan Komponen Toilet Pilihan Pilihan Pilihan Pilihan
  • 8. Maksud dari Komponen-Komponen CBS Pemanfaatan ulang Sistem Sanitasi Berbasis Masyarakat (CBS) Pengolahan Pemipaan Toilet Untuk mengalirkan air limbah yang telah dibersihkan kembali ke lingkungan dengan aman Untuk mengangkut keluar air limbah Untuk membersihkan air limbah Untuk membuang air limbah dari rumah atau pemukiman Untuk memperbaiki kesehatan dan lingkungan masyarakat
  • 9. Isi 1 – Pilihan-pilihan Toilet dan Pemipaan Sistem Pemipaan Saluran Saluran air hujan terbuka CD1 Saluran air hujan tertutup CD2 Saluran pembuangan limbah dangkal Saluran pembuangan limbah bersama (kondominial) CSS1 Saluran pembuangan konvensional Saluran gravitasi konvensional CCS1 Saluran gravitasi kombinasi (air hujan & air limbah) CCS2 Jenis-jenis Toilet WC Cemplung TW1 WC Sentor TW2 WC Sentor dengan peresapan TW3 WC Sentor dengan septic tank TW4 MCK Umum TW5
  • 10. Isi 2 – Pilihan Pengolahan & Pembuangan Sistem Pengolahan Sistem Pengolahan Utama Septik tank MTS 1 Bak Imhoff MTS 2 Septiktank untuk gas-bio MTS 3 Septiktank bersusun MTS 4 Septiktank bersusun dengan filter MTS 5 Kolam pengolahan tertutup MTS 6 Kolam pengolahan terbuka MTS 7 Kolam Aerasi MTS 8 ! Sistem Pengolahan Sekunder Filter pasir horizontal yang ditanami STS1 ! Pembuangan/Pemanfaatan Ulang Air Buangan dan Lumpur Pembuangan/Pemanfaatan Ulang air buangan Dibuang ke sungai DRE1 Diresapkan ke tanah DRE2 Digunakan untuk perikanan DRE3 ! Pembuangan/Pemanfaatan Ulang Lumpur Pengeringan lumpur DRS1 Bak hamparan tanaman rumpun DRS2 Pengomposan DRS3 Truck tinja DRS5 Pemanfaatan ulang untuk pertanian DRS6
  • 11. 11 WC (Jamban/Toilet)
  • 12. 12 Nyaman Murah Mahal Seadanya Komponen 1: WC (Jamban/Toilets)
  • 13. WC Cemplung (=Dibangun Di Atas Sungai) Lembar Teknologi Toilets-Individual Water Reliant Systems Modul: TW1 Deskripsi: WC cemplung biasanya terbuat dari bambu atau kayu, terletak di atas permukaan air (mis. sungai, kolam atau telaga). Tinja langsung jatuh ke dalam air dan kemudian membusuk. WC semacam ini biasanya merupakan sarana umum yang dipakai oleh sebagian atau seluruh masyarakat di tempat itu.
  • 14. WC Cemplung Kapasitas: Idealnya dipakai oleh masyarakat di daerah pedesaan yang jarang penduduknya; tergantung dari jumlah air yang dipakai, diperlukan air bersih dalam jumlah besar. Biaya: Investasi dan biaya sangat rendah; Biaya pemeliharaan rendah karena bahan bangunan yang dibutuhkan biasanya tersedia tanpa harus membeli . Kemudahan untuk Dikerjakan Sendiri: Tidak diperlukan tenaga ahli untuk konstruksi dan pemeliharaan . Pengoperasian & Pemeliharaan: Kayu penyangga bangunan harus sering diganti secara teratur . Potensi untuk Diterapkan Ulang di Tempat Lain: Bahan bangunan tersedia di lokasi dan tersedia tanpa harus membeli; sistem dapat diterapkan sendiri oleh perorangan atau masyarakat secara mudah; pengembangan sistem tidak mungkin dilakukan Keandalan: Bangunan akan tahan lama jika dipelihara dengan baik Kenyamanan: Tidak nyaman, karena biasanya bangunan terletak jauh dari pemukiman penduduk; Berbahaya bagi kesehatan masyarakat jika air di bawahnya terlalu sedikit dan/atau digunakan untuk sumber air bersih . PRO: ! • Biaya investasi, Operasional & Pemeliharaan rendah • Tidak diperlukan tenaga ahli untuk konstruksi • Dapat dikerjakan secara gotong-royong ! ! KONTRA: • Hanya dapat dipakai di daerah yang penduduknya jarang • Potensial dalam hal pencemaran air • Tidak nyaman, karena terletak di luar pemukiman penduduk . • Air tidak dapat dipakai untuk sumber air bersih Lembar Evaluasi
  • 15. WC Sentor Penjelasan: 
 
 Sebagian besar WC sentor yang biasanya digunakan di Indonesia adalah model jongkok. Model duduk hanya didapati di rumah tangga kaya. WC sentor dapat ditempatkan di dalam rumah, di samping rumah atau di luar rumah. WC sentor menggunakan sistem leher angsa yang terisi air untuk menghindari bau dan serangga. Tinja disentor air dengan gayung. Dimana air digunakan untuk membersihkan anus, WC sentor biasanya cocok karena air yang sama bisa digunakan untuk menyentor. Sebagai peralatan mekanis yang tidak rumit untuk pengoperasiannya, WC jenis ini awet dan jarang terjadi kerusakan. Jika air tersedia di dekat dan dalam WC, membersihannya juga sangat mudah. Lembar Teknologi Sistem Toilet Individu dengan Air Modul: TW2
  • 16. WC Sentor Lembar Evaluasi Kapasitas: WC sentor adalah jneis WC yang paling sering digunakan di pemukiman perkotaan dan juga di MCK umum Biaya: Biaya investasi dan perawatan rendah; biaya bangunan tergantung pada tingkat kenyamanan dan ketersediaan tenaga juga harga bahan bangunan di tempat; pengoperasian dan pembersihan berkala sudah merupakan perawatan Kemudahan untuk Dikerjakan Sendiri: Desain tersedia; hanya memerlukan tukang bangunan setempat untuk konstruksi Pengoperasian dan Perawatan: Pengoperasian dan perawatan mudah jika air tersedia secara teratur Potensi untuk Diterapkan Ulang di Tempat Lain: Pengetahuan mengenai instalasi alat-alat dan perangkat keras sudah tersedia; dapat ditingkatkan Keandalan: Dapat diandalkan dan juga bersih Kemudahan dalam Penggunaan dan Kemanfaatan: WC siram dapat dibangun di dalam dan di luar rumah; merupakan sistem yang bersih dan sehat; konsumsi air berkurang jika digunakan untuk membersihkan anus PRO: • WC paling umum di Indonesia • Biaya investasi, pengoperasian dan perawatan rendah • Tidak memerlukan bantuan ahli • Lokasi bangunan bisa di mana saja • Dapat diandalkan • Nyaman, bersih, dan sehat jika air tersedia secara teratur ! KONTRA: • Dibutuhkan air yang tersedia secara teratur • Lebih mahal daripada sistem WC tanpa air • Diperlukan sistem pemipaan dan pengolahan untuk air buangan
  • 17. WC Sentor dengan Bak Peresapan Penjelasan: 
 WC sentor terdiri dari bangunan WC, jamban dengan leher angsa dan pipa berdiameter 100 mm yang dipasang dengan kemiringan sekurangnya 1in 20 jika bak peresapan terpisah. Pipa akan membawa air ke dalam bak peresapan yang dibuat dari batu bata menyerap air. Untuk pengurasan, akan lebih mudah untuk meletakkan bak peresapan yang terpisah dan tidak dibawah langsung bangunan WC. Air yang diperlukan untuk penyentoran adalah sekitar 0,5 –2 liter. Maka dari itu, sistem ini sangat bagus untuk pembersihan anus dengan air. Pengurasan bisa dilakukan setiap 3 – 5 tahun. Peralatan untuk pengurasan sebaiknya tersedia. Tingginya jumlah endapan kotoran yang masuk ke bak peresapan dapat menyebabkan air meluap pada saat musim hujan. Bila terdapat dua bak, bisa digunakan secara bergantian. Selama satu bak digunakan, bak lain yang sudah terisi dibiarkan untuk penguraian, sehingga tinja yang sudah terurai bisa dikeluarkan dengan aman . 
 Lembar Teknologi Sistem Toilet Individu dengan Air Modul: TW3
  • 18. WC Sentor dengan Bak Peresapan Kapasitas: Satu unit bisa dipakaii satu atau beberapa rumah tangga; Hanya sesuai untuk daerah berpenduduk padat yang air tanahnya dalam dan sumur terletak jauh dari bak peresapan Biaya: Biaya investasi dan perawatan murah Kemudahan untuk Dikerjakan Sendiri: Desain tersedia; tidak diperlukan pengetahuan teknis khusus untuk konstruksi Pengoperasian dan Perawatan: WC mudah dibersihkan jika tersedia air bersih; pengurasan manual sangat tidak disarankan di daerah perkotaan; relokasi bak resapan tidak memungkinkan di daerah padat. Potensi untuk Diterapkan Ulang di Tempat Lain: Potensi untuk dikerjakan sendiri sangat tinggi; sistem dapat diimplementasikan sendiri dengan mudah oleh masyarakat; dapat ditingkatkan, misalnya: sambungan ke komponen pemipaan/pengolahan baru Keandalan: Dapat diandalkan Kemudahan dalam Penggunaan dan Pemanfaatan: Toilet nyaman digunakan; sulit untuk mengosongkan/memindahkan bak resapan dan berpotensi untuk menimbulkan gangguan kesehatan di daerah perkotaan; beresiko mencemari air tanah dan sumur PRO: • Biaya investasi, pengoperasian dan pemeliharaan rendah • Tidak memerlukan ahli • Nyaman, pilihan WC yang sehat dan bersih • Memungkinkan untuk meningkatkan sistem KONTRA: • Potensial mencemari air tanah dan sumur • Pengurasan manual pada sistem bak peresapan tunggal berpotensi membahayakan kesehatan • Lokasi baru bak resapan sangat sulit di daerah perkotaan berpenduduk padat Lembar Evaluasi
  • 19. WC Sentor dengan Septiktank Penjelasan: 
 WC jenis ini terdiri dari bangunan WC, jamban leher angsa, pipa berdiameter 100 mm, dipasang dengan kemiringan sekurangnya 1in 20. Pipa akan mengalirkan air ke septiktank kedap air yang terpisah dengan bangunan WC. Didalam septiktank, bahan pencemar dihilangkan dari air limbah dengan cara sedimentasi atau pengapungan. Air limbah di bagian yang sudah jernih keluar melalui lubang keluar. Polutan organik akan diuraikan secara anaerobik. Air yang diperlukan untuk penyiraman berkisar antara 0,5 – 2 liter. Sistem sangat sesuai untuk pola pembersihan anus dengan air. Lumpur kering juga bisa dibuang di sini apabila septiktank didesain dengan tepat. Pengurasan diperlukan setiap 3 – 5 tahun. Peralatan untuk pengurasan sebaiknya tersedia . Lembar Teknologi Sistem Toilet Individu dengan Air Modul: TW4
  • 20. WC Sentor dengan Septiktank Kapasitas: Sistem dapat digunakan secara perorangan, maupun secara bersama/masyarakat. Septiktank dibangun dibawah tanah, sesuai untuk daerah berpenduduk padat Biaya: Biaya investasi menengah; biaya pengoperasian dan perawatan murah Kemudahan untuk Dikerjakan Sendiri: Baik untuk dikerjakan sendiri karena hanya memerlukan tukang bangunan di tempat untuk mengawasi konstruksi Pengoperasian dan Perawatan: Pembersihan setiap hari sangat dilakukan untuk menjaga kesehatan; pengurasan dengan alat bisa dilakukan sendiri atau dengan memanfaatkan jasa penguras Potensi untuk Diterapkan Ulang di Tempat Lain: Ada desain standar; pengetahuan dan bahan bahan bangunan telah tersedia; memungkinkan untuk meningkatkan sistem Keandalan: Dapat diandalkan Kemudahan dalam Penggunaan dan Kemanfaatan: Nyaman, bersih, sistem toilet yang sehat; dihubungkan ke septiktank akan mengurangi beban organik pada air limbah PRO: • Biaya pengoperasian dan perawatan murah • Pengoperasian dan perawatan mudah • Sistem bisa ditingkatkan di kemudian hari • Nyaman dan sistem yang ramah lingkungan ! KONTRA: • Biaya investasi relatif tinggi • Tukang bangunan yang terampil dibutuhkan untuk konstruksi • Memerlukan pengurasan septiktank secara berkala Lembar Evaluasi
  • 21. MCK Umum Penjelasan: MCK biasanya terdiri dari sejumlah pintu toilet. Banyak variasi untuk pilihan bangunan MCK dengan menambahkan kamar mandi, sumber air untuk umum, dan sarana cuci. Masing-masing toilet hanya bisa melayani tidak lebih dari 6 keluarga atau 25 orang. MCK bisa memadukan pengolahan terpisah atau langsung seperti septiktank atau sistem baffle reaktor. MCK umum ini merupakan pilihan Sanitasi Berbasis Masyarakat yang sesuai untuk pemukiman yang kebanyakan rumah tangganya tidak memiliki WC. Untuk kenyamanan, MCK sebaiknya berlokasi dekat dengan tempat di mana masyarakat tinggal. Berdasar pengalaman-pengalaman yang lalu, pengoperasian dan perawatan yang tepat merupakan penghambat utama dalam mempertahankan kelanjutan dari MCK. Ongkos pemakaian MCK harus dipungut untuk membiayai pengoperasian dan perawatan rutin MCK, yang pelaksanaannya dapat diserahkan kepada petugas tetap atau paruh-waktu yang dipekerjakan oleh kelompok-kelompok masyarakat atau penyedia jasa swasta. Lembar Teknologi MCK Umum Modul: TW5
  • 22. MCK Umum Kapasitas: Tergantung pada jumlah pintu toilet, MCK bisa melayani 20-100 rumah tangga; MCK sebaiknya ditempatkan secara strategis di dalam area pemukiman; komponen pengolahan dan pembuangan sebaiknya disesuaikan dengan perkiraan besarnya volume air limbah . Biaya: Besarnya biaya investasi bergantung pada ketersediaan suplai air bersih yang permanen dan desain bangunan yang bersifat khusus; harga lahan yang digunakan adalah biaya utama di daerah perkotaan; biaya pengoperasian dan perawatan mencakup harga air, listrik, jasa kebersihan, dan bahan bangunan termasuk bagian dari bangunan yang dipakai terus-menerus; ongkos pemakaian MCK harus dipungut untuk biaya pengoperasian dan perawatan Kemudahan untuk Dikerjakan Sendiri: Sebagian dari konstruksi dapat dikerjakan oleh pekerja yang tidak ahli atau setengah ahli; memerlukan pengawasan oleh tukang bangunan setiap harinya; kelompok masyarakat atau penyedia jasa swasta yang mampu diperlukan untuk mengelola sarana MCK Pengoperasian dan Perawatan: Petugas tetap diperlukan untuk menjaga kebersihan dan memungut ongkos pemakaian setiap harinya; penggunaan bahan bangunan yang murah dan pengerjaan konstruksi yang asal-asalan meningkatkan biaya perawatan secara signifikan Potensi untuk Diterapkan Ulang di Tempat Lain: Desain dasar MCK, ada bahan bangunan dan pengetahuan teknis; memungkinkan peningkatam sistem pemipaan, pengolahan dan pembuangan di kemudian hari Keandalan: Dapat diandalkan, bila persyaratan operasi dan perawatan dipenuhi Kemudahan dalam Penggunaan dan Kemanfaatan: Harus membayar untuk memperoleh pelayanan dasar sanitasi; kenyamanan tergantung pada lokasi, kebersihan dan bangunan PRO: • Sistem yang menyediakan sarana dasar sanitasi • Biaya perkapita rendah jika air dan lahan kosong tersedia • Nyaman untuk pemukiman di daerah berpenduduk padat • Memungkinkan untuk meningkatkan sistem KONTRA: • Tingginya biaya investasi dipengaruhi harga lahan dan ketersediaan air • Memerlukan pengawasan konstruksi • Persyaratan pengoperasian dan perawatan hanya bisa dipenuhi oleh kelompok masyarakat dan penyedia jasa swasta yang mampu Lembar Evaluasi
  • 23. 22 SISTEM PENYALURAN/PEMIPAAN
  • 24. Sederhana Kompleks Murah Mahal Komponen 2: Penyaluran/Pemipaan
  • 25. 23 Saluran Air Hujan
  • 26. Saluran Air Hujan Terbuka Penjelasan: 
 
 Sistem saluran air hujan terbuka banyak ditemukan di daerah perkotaan di Indonesia. Saluran ini biasanya mengalirkan air hujan ke sungai atau kadang-kadang ke saluran irigasi. Pembuangan air limbah domestik ke saluran ini juga sering terjadi. Bila tidak ada prasarana air limbah yang memadai, pembuangan ke saluran air ini bisa menjadi solusi sementara . Lembar Teknologi Saluran Air Hujan Modul: CD1
  • 27. Saluran Air Hujan Terbuka Kapasitas: Banyak ditemukan di daerah perkotaan yang dipengaruhi oleh air pasang; rawan banjir dan mampet di musim hujan Biaya: Biaya investasi rendah bila saluran air hujan sudah ada; investasi tinggi biasanya dibutuhkan untuk tenaga dan material; jasa pembersih tetap diperlukan untuk perawatan Kemudahan untuk Dikerjakan Sendiri: Tidak memerlukan bantuan ahli untuk konstruksi dan pengawasan Pengoperasian dan Perawatan: Sistem saluran terbuka perlu dibersihkan setiap hari dan sistem pembuangan sampah padat diperlukan di tingkat masyarakat Potensi untuk Diterapkan Ulang di Tempat Lain: Desain sederhana; semua bahan bangunan tersedia. Sulit untuk meningkatkan sistem di kemudian hari Keandalan: Saluran terbuka sangat rentan terhadap kemampetan karena sampah dan benda padat Kemudahan dalam Penggunaan dan Kemanfaatan: Air limbah tidak dibuang dan diolah dengan efektif; tempat berkembangbiaknya serangga/hama; bau, saluran air limbah terbuka di daerah berpenduduk padat berpotensi dapat membahayakan kesehatan PRO: • Merupakan solusi pembuangan air limbah berbiaya murah bila saluran sudah tersedia • Mudah untuk dikontruksi ! KONTRA: • Konstruksi baru sangat mahal • Jasa kebersihan diperlukan untuk menyingkirkan sampah padat • Kemampetan bisa menyebabkan peluapan dan banjir • Seringkali menimbulkan bau • Saluran air limbah terbuka dapat mengganggu kesehatan bila terdapat di daerah padat Lembar Evaluasi
  • 28. Saluran Air Hujan Tertutup Penjelasan: 
 
 Saat ini di banyak daerah perkotaan, parit di sisi jalan digunakan untuk membuang limbah. Saluran air hujan tertutup sering dipakai untuk membuang air limbah jika sistem pembuangan air limbah konvensional tidak tersedia. Parit ditutup plat beton untuk mencegah kemampetan oleh sampah dan mencegah agar manusia tidak terkena air saluran. Plat beton harus memiliki inlet (lubang masuk) supaya air hujan bisa masuk ke saluran. Secara teoritis, pengolah air limbah yang terhubung harus dibuat untuk membersihkan gabungan antara air hujan dan air limbah rumah tangga, yang memerlukan kapasitas dan investasi pengolahan yang sangat tinggi . Lembar Teknologi Saluran Air Hujan Modul: CD2
  • 29. Saluran Air Hujan Tertutup Lembar Evaluasi Kapasitas: Banyak terdapat di daerah perkotaan dengan air tanah dan air pasang tinggi Biaya: Biaya investasi untuk modifikasi rendah bila plat penutup sudah tersedia. Perawatan dilakukan oleh tenaga pembersih secara rutin, plat penutup yang rusak perlu diganti Kemudahan untuk Dikerjakan Sendiri: Tidak perlu tenaga ahli untuk konstruksi dan pengawasannya Pengoperasian dan Perawatan: Saluran tertutup ini harus dibersihkan dan dipelihara secara oleh masyarakat; kemampetan sering sulit diketahui letaknya jika dibandingkan saluran terbuka Potensi untuk Diterapkan Ulang di Tempat Lain: Desain sederhana; bahan bangunan konstruksi tersedia. Sistem tidak bisa ditingkatkan Keandalan: Jika plat penutup yang rusak tidak diganti, saluran sangat mudah mampet sebagai akibat dari sampah dan benda padat Kenyamanan: Air limbah tidak terolah dengan efektif; berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan serangga dan hewan pengerat PRO: • Merupakan solusi pembuangan yang murah bila saluran sudah tersedia • Tidak memerlukan bantuan ahli untuk membangunnya • Bahan bangunan tersedia di tempat ! KONTRA: • Mahal jika dibangun baru • Penyedia jasa atau kelompok masyarakat yang efisien diperlukan untuk pekerjaan perawatan • Kemampetan terjadi karena pengendapan lumpur dan sampah • Sistem berpotensi menimbulkan bahaya kesehatan jika tinja dibuang langsung ke saluran tanpa diproses terlebih dahulu
  • 30. 28 Saluran Pembuangan Dangkal
  • 31. Saluran Pembuangan Limbah Bersama Penjelasan: 
 
 Sistem saluran pembuangan ini biasanya didasarkan pada sistem pemipaan PVC. Diameter minimal dari sistem ini adalah 100 mm ataau 10 inci. Pipa biasanya diletakkan di halaman depan, gang, atau halaman belakang. Oleh karena itu, tekanan pada pipa sangat kurang jika dibandingkan dengan pipa yang dipasang di bawah jalan. Dengan demikian, pipa bisa ditanam tidak terlalu dalam. Untuk sistem pemipaan yang diletakkan di halaman depan atau belakang maka pipa perlu diberi lapisan di atasnya berketebalan minimal 20 cm. Untuk sistem di gang, lapisan sebaiknya 40 cm. Keuntungan menggunakan halaman belakang adalah mengurangi panjang pipa, sehingga mengurangi biaya. Selanjutnya, sistem ini tidak membutuhkan lubang inspeksi yang besar dan mahal. Lubang inspeksi sederhana (tiap 20 m) dan kotak penghubung pada titik-titik pertemuan saluran sudah memadai untuk sistem ini . Lembar Teknologi Sistem Pemipaan-Saluran Dangkal Modul: CSS1 Halaman Belakang Halaman Depan
  • 32. Saluran Pembuangan Limbah Bersama Lembar Evaluasi Keandalan: Dapat diandalkan. Namun penghematan biaya secara berlebihan menyebabkan sistem rentan terhadap kemampetan Kemudahan dalam Penggunaan dan Kemanfaatan: Nyaman, karena air limbah dibuang jauh dari pemukiman. Metode perawatan sewaktu-waktu dapat menyebabkan sistem mengalami kegagalan total PRO: • Lebih hemat jika dibandingkan dengan sistem pembuangan air limbah konvensional • Masyarakat dapat berperan secara aktif dalam proses perencanaan dan konstruksi • Sistem pemipaan dalam tanah dapat mengurangi masalah sanitasi • Nyaman untuk pengguna, air limbah dijauhkan dari are pemukiman ! KONTRA: • Memperlukan proses perencanaan matang • Membutuhkan lembaga yang melakukan pengoperasian dan perawatan secara efektif dan efisien • Penggunaan sistem kombinasi yang salah dengan perawatan yang tidak rutin, menyebabkan kegagalan sistem secara total Kapasitas: Sistem pemipaan ini sesuai untuk lingkungan, masyarakat dan kota jika jumlah sambungan yang tinggi dapat dicapai Biaya: Biaya investasi menengah karena desainnya yang sederhana. Pemotongan biaya bergantung pada kesanggupan untuk mengurangi input teknis, seperti ukuran pipa, jumlah sambungan, lubang inspeksi; jumlah sambungan yang tinggi diperlukan; staf tetap perlu dipekerjakan untuk pembersihan dan perawatan sistem Kemudahan untuk Dikerjakan Sendiri: Karena tata-letak jaringan pembuangan ini membutuhkan persetujuan semua warga, maka diperlukan perencanaan yang matang; desain dan supervisi konstruksi memerlukan bantuan ahli; pelaksanaan konstruksi dan perawatan dapat dilakukan oleh pekerja tidak ahli atau setengah ahli. Pengguna harus memahami dan turut berperan dalam menjaga sistem untuk menghindari kemampetan. Pengoperasian dan Perawatan: Perawatan dan pembersihan dapat dilakukan oleh penyedia jasa atau lembaga masyarakat yang efisien, sumber kemampetan harus segera disingkirkan, dan diperlukan pembersihan lubang inspeksi secara rutin Potensi untuk Diterapkan Ulang di Tempat Lain: Syarat yang dibutuhkan adalah ketinggian, diameter pipa dan kedalaman, sebagian telah terstandarisasi; bahan bangunan telah tersedia; organisasi jasa diperlukan untuk pengoperasian dan perawatan, sistem dapat ditingkatkan
  • 33. 31 Saluran Konvensional
  • 34. Saluran konvensional gravitasi Penjelasan: 
 Air limbah domestik mengalir ke sarana pengolahan limbah melalui sistem pemipaan. Diameter minimal untuk sistem biasa adalah 200 mm untuk memudahkan pembersihan sistem. Kecepatan aliran minimal 0,5 meter/detik diperlukan untuk mencegah pengendapan. Kecepatan maksimal tidak boleh melampaui 6 – 8 m/detik. Kemiringan pipa tergantung dari diameter pipa. Dalam tahap pertama, kemiringan (IS) bisa diperhitungkan dengan hitungan IS=1/ D. Sistem ini terdiri atas saluran rumah ke saluran luar yang biasanya dibuat seperti saluran kota. Saluran ini dilengkapi pula oleh bak kontrol setiap 70 m. Di Eropa pemipaan biasanya ditanam sedalam 1,5 – 2 m untuk menjaga beban sesuai untuk jalan raya dan juga pengembunan . Lembar Teknologi Sistem Pemipaan-Saluran Konvensional Modul: CCS1
  • 35. Saluran konvensional gravitasi Kapasitas: Biasanya diaplikasikan untuk air limbah domestik di daerah yang kepadatannya tinggi untuk sebuah sarana pengolahan terpusat. Tidak diimplementasikan untuk level masyarakat Biaya: biaya investasi tinggi karena didesain berskala luas Kemudahan untuk Dikerjakan Sendiri: Perencanaan, konstruksi begitu pula pengoperasian dan perawatan harus dilakukan oleh ahli dan penyedia jasa pelayanan yang baik Pengoperasian dan Perawatan: Diperlukan penyedia jasa swasta/umum yang profesional Potensi untuk Diterapkan Ulang di Tempat Lain: Desain dan bahan bahan bangunan tersedia; sistem hanya bisa dilakukan oleh ahli saja, sistem juga bisa ditingkatkan dan dihubungkan ke sarana pengolahan terpusat Keandalan: Dapat diandalkan karena desain berskala besar dan tentu saja jika didesain dan beroperasi dengan tepat Kemudahan dalam Penggunaan dan Kemanfaatan: Nyaman PRO: • Sangat bisa diandalkan • Nyaman ! KONTRA: • Tidak sesuai diterapkan di tingkat masyarakat • Biaya investasi sangat tinggi karena desain berskala besar Lembar Evaluasi
  • 36. Saluran gravitasi kombinasi (air hujan dan air limbah) Penjelasan: 
 
 Air limbah domestik dialirkan bersama dengan air hujan melalui pipa beton bawah tanah ke sarana pengolahan. Jika dibandingkan dengan saluran biasa, sistem ini membutuhkan pipa berdiameter lebih besar untuk mencampur aliran. Diameter sistem ini diantara 300 – 1200 mm. Kecepatan aliran adalah 0,5 dan 8 m/detik. Kemiringan (IS) bisa diperhitungkan dengan hitungan IS=1/ D. Sistem ini terdiri dari saluran rumah ke saluran luar yang biasanya dibuat seperti saluran kota dilengkapi dilengkapi bak kontrol setiap 70 m. Inlet untuk aliran air hujan dari atap dan jalan juga diperlukan. Di Eropa, pemipaan biasanya ditanam sedalam 1,5 – 2 m . Lembar Teknologi Sistem Pemipaan-Saluran Konvensional Modul: CCS3
  • 37. Saluran gravitasi kombinasi Lembar Evaluasi Kapasitas: Biasanya diaplikasikan untuk aliran air di daerah berpenduduk padat. Biasanya diaplikasikan di daerah berkadar hujan sedang. Tidak diimplementasikan di lingkungan masyarakat Biaya: Desain ditentukan oleh aliran puncak saat musim hujan,biaya investasi lebih tinggi dari sistem saluran air kotor konvensional Kemudahan untuk Dikerjakan Sendiri: Sulit diimplementasikan. Pengoperasian dan perawatan harus dilakukan oleh tenaga ahli Pengoperasian dan perawatan: Penyedia jasa swasta maupun negeri profesional Potensi untuk Diterapkan Ulang di Tempat Lain: Bahan konstruksi biasanya tersedia. Sistem hanya bisa diimplementasikan secara profesional. Sistem harus disambungkan ke fasilitas pengolahan terpusat. Keandalan: Dapat diandalkan, Bila tingkat air hujan tinggi, kelebihan beban bisa membahayakan kesehatan masyarakat dan lingkungan Kemudahan dalam Penggunaan dan Kemanfaatan: Nyaman PRO: Nyaman ! KONTRA: • Tidak sesuai untuk diterapkan di tingkat masyarakat • Biaya investasi tinggi karena desain berskala besar • Kapasitas pengolahan ditentukan oleh aliran puncak selama musim hujan. Oleh karena itu, diperlukan unit pengolah besar . • Hanya bisa diaplikasikan di daerah yang memiliki tingkat hujan sedang • Hanya bisa dilakukan oleh tenaga ahli
  • 38. 36 Sistem Pengolahan
  • 39. Efisiensi tinggi Murah Mahal Efisiensi rendah Komponen 3: Sistem Pengolahan
  • 40. 37 Sistem Pengolahan Utama
  • 41. Septiktank Bersama Penjelasan: 
 
 Bermacam desain diterapkan untuk septiktank. Desain septiktank bisa dibedakan menjadi dua yaitu septiktank tunggal dan septiktank ganda. Air limbah dialirkan melalui pipa ke bak kedap air, yang dibangun di bawah tanah. Didalam bak tersebut terdapat dua macam proses pengolahan. Pertama, limbah padat diendapkan (partikel berat) atau diapungkan (minyak dan lemak). Air limbah yang berada di tengah (bagian bersih) mengalir ke outlet. Polutan organik yang masih ada diuraikan oleh mikroorganisme. Dengan proses penguraian ini, akumulasi lumpur berlebihan dapat dihindari. Meskipun begitu, pengurasan tangki sepik setiap tahunnya perlu dilakukan . Lembar Teknologi Sistem Pengolahan Modul:MTS1 gas manhole inflow outflow scum settling particles sludge separation chamber polishing chamber
  • 42. Septiktank Bersama Lembar Evaluasi Kapasitas: Septiktank skala besar mengolah air limbah dengan hasil minimum limbah rumah tangga yang masuk. karena tangki dikonstruksi dibawah tanah, kebutuhan lahan sangat kecil. Septiktank dapat dibangun dibawah jalan atau tempat umum lainnya. Biaya: Biaya konstruksi rendah; Perlu dilakukan pengurasan baik secara manual ataupun dengan truk tinja secara rutin . Kemudahan untuk Dikerjakan Sendiri: Desain dan pengaturan letak disiapkan oleh tenaaga ahli. Konstruksi bisa dilakukan oleh pekerja biasa; Diperlukan pengawasan oleh tukang; Pengurasan manual bisa dilakukan sendiri oleh masyarakat Pengoperasian dan Perawatan: Aktivitas ini mencakup pengurasan dan pembuangan limbah yang mangapung seperti lemak atau limbah padat. Aktivitas ini perlu dilakukan secara rutin dan memerlukan organisasi masyarakat atau usaha jasa pelayanan. Potensi untuk Diterapkan Ulang di Tempat Lain: Desain dan prosedur operasional standar (PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (SOP)) tersedia untuk berbagai ukuran septiktank; bahan bangunan yang diperlukan tersedia di tempat, berbagai jenis saluran air limbah dan pembuangannya dapat dihubungkan ke septiktank Keandalan: Dapat diandalkan, bila pengurasan dilakukan secara rutin. Septiktank tahan terhadap beban berlebihan Keefisienan: Pengurangan BOD hingga 30 –40%, berkemampuan sedang untuk organisme beracun PRO: • Sesuai untuk perkampungan kecil dan kelompok-kelompok rumah • Lahan yang dibutuhkan sedikit karena dibangun dibawah tanah • Biaya investasi kecil • Biaya pengoperasian dan perawatan kecil • Tidak memerlukan bantuan ahli untuk konstruksi • Desain dan PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (SOP) standar tersedia • Pengoperasian dan perawatan mudah ! KONTRA: • Efisiensi pengolahan sangat rendah • Perlu pengolahan tambahan • Pilihan pengolahan yang tidak efisiensi bila tidak dikuras secara rutin
  • 43. Bak Imhoff Penjelasan: 
 Prinsip kerja bak imhoff hampir sama dengan septiktank. Proses sedimentasi efektif dapat ditemukan pada bak pengendapan. Lumpur akan mengendap melalui lubang menuju dasar bak dimana akan terjadi proses pembusukan, proses ini menghasilkan gas bio yang dikeluarkan melalui lubang ventilasi agar tidak mengganggu proses pengendapan Lembar Teknologi Sistem Pengolahan Modul:MTS2 gas cross section manhole inflow outflow inflow longitudinal section settling compartment digestion compartment
  • 44. Bak Imhoff Lembar Evaluasi Kapasitas: Kemampuan pengolahan bak imhoff untuk air limbah rumah tangga sangat minimal. Proses sedimentasi sangat efektif. Kebutuhan tanah sangat rendah karena dibangun dibawah tanah. Bak imhoff bisa dibangun dibawah jalan atau tempat umum lainnya . Biaya: Biaya konstruksi sedikit lebih mahal dari septiktank; Pengurasan baik manual maupun dengan truk tinja harus dilakukan lebih rutin jika dibandingkan septiktank Kemudahan untuk Dikerjakan Sendiri: Desain dan pengaturan letak disiapkan oleh tenaga ahli. Konstruksi dapat dilakukan oleh tukang di tempat. Diperlukan pengawasan dari tenaga ahli. Pengurasan manual bisa dilakukan sendiri oleh masyarakat . Pengoperasian dan Perawatan: Aktivitas ini mencakup pengurasan dan pembuangan limbah yang mangapung seperti lemak, atau limbah kasar. Aktivitas ini perlu dilakukan secara rutin dan memerlukan penyedia jasa atau kelompok masyarakat . Potensi untuk Diterapkan Ulang di Tempat Lain: Desain dan proseduroperasional standar (PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (SOP)) tersedia untuk berbagai ukuran septiktank. Semua bahan bangunan yang diperlukan tersedia, Berbagai jenis saluran air limbah dan pembuangannya dapat disambungkan ke septiktank Keandalan: Dapat diandalkan, bila pengurasan dilakukan secara rutin. Bak imhoff tahan terhadap beban berlebihan Keefisienan: Pengurangan BOD hingga 30 –40%, berkemampuan sedang untuk organisme beracun PRO: • Sesuai untuk perkampungan kecil dan kelompok kecil perumahan • Lahan yang dibutuhkan sedikit karena dibangun dibawah tanah • Biaya investasi kecil • Biaya pengoperasian dan perawatan kecil • Desain dan prosedur operasional standar (PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (SOP)) tersedia • Pengendapan partikel limbah padat efisien ! KONTRA: • Efisiensi pengolahan sangat rendah • Jarak pengurasan singkat • Perlu pengolahan tambahan • Pilihan pengolahan tidak efisiens bila tidak dikuras secara rutin
  • 45. Reaktor Anaerobik, pencampuran sempurna Lembar Teknologi Sistem Pengolahan Modul: MTS3 Penjelasan: Digester, reaktor anaerobik sebagai pencampuran secara sempurna digunakan untuk penguraian air limbah organik berbeban tinggi. Biasanya limbah padat tidak disedimentasikan sehingga sangat jarang diperlukan pengurasan. Waktu tinggal yang disarankan adalah antara 15 dan 30 hari. Air olahan masih berbeban tinggi tetapi sudah tidak berbau dan tidak terlalu berbahaya. Efisiensi pengolahan ini sulit digunakan untuk mengolah air limbah berbeban rendah, oleh karena itu sistem ini sangat sesuai untuk limbah wc dan limbah organik berbeban tinggi dari industri rumah tangga yang ada di perkotaan. Digester yang berfungsi sebagai reaktor anaerobik harus diplester kedap udara .
  • 46. Reaktor Anaerobik Lembar Evaluasi Kapasitas: Sistem ini diterapkan sebagai pengolahan awal untuk air limbah berbeban tinggi dan limbah wc dengan kandungan BOD sampai lebih dari 10.000mg/l. Volume digester hingga 150 m3 memungkinkan untuk mengolah air limbah hingga 10 m3/hari. Kebutuhan lahan sedikit karena dibangun dibawah tanah . Biaya: Biaya konstruksi rendah; Bahan bangunan dan alat saluran gas tersedia di tempat. Tidak memerlukan energi dan penggerak; tidak memerlukan pengurasan karena desain dibuat tanpa baffle dan sistem aliran terus menerus; pembersihan peralatan gas sangat diperlukan Kemudahan untuk Dikerjakan Sendiri: Desain dan pengawasan konstruksi digester biogas perlu dilakukan oleh tenaga ahli; plester kedap udara dan pekerjaan batu bata perlu dilakukan oleh tukang berpengalaman . Pengoperasian dan Perawatan: : Limbah kasar dan berserabut harus dicegah masuk ke dalam digester. Lapisan lempung harus selalu menutup penutup digester; diperlukan kelompok masyarakat yang terorganisasi Potensi untuk Diterapkan Ulang di Tempat Lain: Desain standar dan prosedur operasional standar (PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (SOP)) tersedia untuk setiap ukuran yang berbeda. Bahan bangunan konstruksi semua tersedia di tempat; Beberapa jenis pengolahan bisa dihubungkan langsung ke reaktor pencampur . Keandalan: Dapat diandalkan jika konstruksi kedap udara; Reaktor tahan terhadap beban limbah tinggi. Efisiensi: Pengurangan BOD sekitar 50-60%; Semakin lama waktu tinggal semakin efisien mengurangi organisme beracun; Air hasil olahan tidak berbau karena kandungan gas methan terpakai ! PRO: • Efektif, pengolahan awal berbiaya rendah untuk air limbah berpolutan tinggi . • Biaya konstruksi dan perawatan rendah • Kebutuhan lahan sedikit • Air hasil olahan tidak berbau • Keuntungan bertambah karena pemakaian gas ! KONTRA: • Solusi pengolahan awal untuk air limbah organik berpolutan tinggi saja • Diperlukan staff ahli untuk mendesain, mengawasi dan mengkonstruksi
  • 47. Reaktor Baffel Anaerobik Penjelasan: Pada reaktor baffel terjadi sejumlah proses pengolahan mekanik dan anaerobik. Reaktor terdiri beberapa bak dimana air limbah mengalir dengan sistem aliran atas. Di bagian bawah terdapat lumpur aktif. Selama di dalam bak aliran air limbah tercampur lumpur dan polutannya diuraikan. Pada bak pertama zat yang mudah terurai akan terurai. Pada bak berikutnya zat yang lebih sulit terurai akan terurai. Semakin banyak bak maka semakin baik pula pengolahannya. Bak sedimentasi juga termasuk sebagai bentuk pengolahan awal . Lembar Teknologi Sistem Pengolahan Modul:MTS4 gas manholes inflow scum outflow sludge sedimentation inoculation of fresh wastewater with active sludge final settler
  • 48. Reaktor Baffel Anaerobik Lembar Evaluasi Kapasitas: Reaktor ini dapat didesain untuk air limbah sebanyak 1.000 m3 per hari. Kebutuhan lahan sedikit karena dikonstruksi dibawah tanah. Reaktor ini juga dapat dikonstruksi di bawah jalan dan sarana umum lainnya . Biaya: Biaya konstruksi rendah, tidak memerlukan bahan filter. Tidak membutuhkan penggerak dan input energi untuk pengoperasian. Pengurasan manual dan dengan truk tinja perlu dilakukan setiap tahun Kemudahan untuk Dikerjakan Sendiri: Desain dan pengawasan konstruksi reaktor anaerobik ini perlu dilakukan oleh tenaga ahli. Pekerjaan pondasi dan plesteran kedap udara perlu dilakukan oleh tukang berpengalaman. Sebagian besar konstruksi bisa dilakukan oleh pekerja biasa. Pengurasan manual dapat dilakukan sendiri oleh masyarakat . Pengoperasian dan perawatan: Aktivitas ini meliputi pengurasan dan pembuangan limbah yang mengapung seperti limbah kasar dan lemak dari bak sedimentasi. Pengoperasian dan perawatan yang rutin membutuhkan organisasi masyarakat atau penyedia jasa . Potensi untuk Diterapkan Ulang di Tempat Lain: Desain dan prosedur operasional standar /PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (SOP) tersedia untuk reaktor ini dalam berbagai ukuran. Memerlukan bahan bangunan yang tersedia di tempat. Beberapa jenis jenis pilihan pengolahan terakhirdapat ditambahkan ke reaktor ini . Keandalan: dapat diandalkan jika konstruksi kedap air, bak sedimentasi juga berfungsi untuk pengolahan awal dan juga pengurasan. Reaktor ini tahan terhadap beban tinggi . Keefisienan: Pengurangan BOD hingga 75 – 90%; Hanya mampu mengolah limbah yang beracun sedang PRO: • Sesuai untuk perkampungan kecil dan besar • Lahan yang dibutuhkan sedikit karena dibangun dibawah tanah • Biaya investasi kecil • Biaya pengoperasian dan perawatan kecil • Desain dan prosedur operasioanl standar/ PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (SOP) tersedia • Pengoperasian dan perawatan sederhana • Efisiensi pengolahan tinggi KONTRA: • Diperlukan tenaga ahli untuk desain dan pengawasan • Tukang ahli diperlukan untuk pekerjaan plester kualitas tinggi • Organisasi masyarakat atau penyedia jasa diperlukan untuk pengoperasian dan perawatan
  • 49. Anaerobik Filter Penjelasan:
 Anaerobik filter adalah suatu reaktor permanen. Pada reaktor ini terjadi proses pengolahan biologis yang dilakukan oleh organisme anaerobik yang mengendap di dasar filter dan mengurangi polutan air limbah organik. Air limbah dialirkan dengan sistem aliran atas dan bawah. Batu, kerikil, terak, atau plastik bisa dipakai sebagai bahan filter. Untuk mencegah kemampetan, pengolahan awal sedimentasi sangat diperlukan. Sistem di bawah ini sudah mencakup pengolahan awal dengan bak sedimentasi dimana terjadi pengendapan dan penguraian zat padat . Lembar Teknologi Sistem Pengolahan Modul: MTS5 gas manhole inflow scum outflow filter mass grill sludge sedimentation tank filter tanks
  • 50. Filter Anaerobik Kapasitas: Anaerobik filter ini dapat didesain untuk mengolah air limbah sebanyak 1000 m3 per hari. Kebutuhan lahan sedikti karena dikonstruksi dibawah tanah. Reaktor ini juga dapat dikonstruksi di bawah jalan dan tempat umum lainnya . Biaya: Biaya konstruksi rendah jika bahan filter tersedia di tempat. Tidak memerlukan pergerakan dan input energi, pengurasan manual dan dengan truk tinja perlu dilakukan secara rutin, Pencucian bahan bangunan filter perlu dilakukan setiap 5 – 10 tahun . Kemudahan untuk Dikerjakan Sendiri: Desain dan pengawasan reaktor ini perlu dilakukan oleh tenaga ahli. Pekerjaan pondasi dan plester kedap udara perlu dilakukan oleh tukang ahli. Sebagian besar konstruksi perlu dilakukan oleh pekerja biasa. Pengurasan manual dan pencucian bahan bangunan filter dapat dilakukan sendiri oleh masyarakat . Pengoperasian dan Perawatan: Aktivitas ini meliputi pengurasan dan pembuangan limbah yang mengapung seperti limbah kasar, dan lemak dari bak sedimentasi. Pengoperasian dan perawatan rutin membutuhkan organisasi masyarakat dan atau penyedia jasa . Potensi untuk Diterapkan Ulang di Tempat Lain: Desain dan prosedur operasional standar (SOP) untuk reaktor ini tersedia dalam berbagai ukuran. Bahan bangunan tersedia di tempat. Beberapa pilihan pengolahan akhir dapat disambungkan ke reaktor ini . Keandalan: dapat diandalkan jika konstruksi kedap air dan bak sedimentasi yang berfungsi untuk pengolahan awal dan juga pengurasan. Reaktor ini tahan terhadap perubahan beban secara tajam Keefisienan: Pengurangan BOD hingga 75 – 90%; Hanya mampu mengolah limbah yang beracun sedang; PRO: • Sesuai untuk perkampungan kecil dan besar • Lahan yang dibutuhkan sedikit karena dibangun di bawah tanah • Biaya investasi kecil • Biaya pengoperasian dan perawatan kecil • Desain dan prosedur operasional standar (SOP) standar tersedia • Pengoperasian dan perawatan mudah • Efisiensi pengolahan tinggi ! KONTRA: • Biaya konstruksi akan naik jika bahan filter tidak tersedia di tempat itu • Diperlukan tenaga ahli untuk desain dan pengawasan • Tukang ahli diperlukan untuk pekerjaan plesteran kualitas tinggi Lembar Evaluasi
  • 51. Kolam Anaerobik Penjelasan: 
 Pembangunan, pengoperasian dan perawatan kolam ini sangat mudah. Proses penguraian sama dengan proses penguraian alami. Kolam ini dibuat dengan kedalaman 2,5 – 5 m dengan kemiringan 1:3. Waktu tinggal air limbah selama 20 – 30 hari. Area seluas 1 – 3 m2 diperlukan untuk menampung air limbah satu orang. Tergantung pada bebannya, kolam anaerobik ini harus dikuras secara rutin. Kolam seperti ini biasanya terdiri dari 2 atau tiga modul; untuk pengolahan penuh. Kelebihan beban akan memperburuk proses pengolahan . 
 Lembar Teknologi Sistem Pengolahan Modul: MTS6 inflow primary scum outflow aerobic conditions only in upper strata anaerobic conditions dominant the water body sedimentation of non-degraded and degraded suspended particles sedimented sludge
  • 52. Kolam Anaerobik Kapasitas: Sistem ini hanya sesuai untuk masyarakat di pedesaan atau pinggir kota dimana banyak tersedia lahan. Sistem ini juga sesuai untuk air limbah berbeban tinggi. Tidak berguna untuk perkotaan karena akan terjadi kemungkinan kelebihan beban . Biaya: Biaya investasi rnurah jika harga tanah juga rendah. Biaya pengoperasian dan perawatan rendah Kemudahan untuk Dikerjakan Sendiri: Desain disiapkan oleh ahli, konstruksi bisa dilakukan oleh tenaga biasa tetapi tetap diperlukan pengawasan ahli . Pengoperasian dan Perawatan: limbah yang mengapung perlu dibersihkan dari permukaan dan inlet secara rutin. Air limbah tidak perlu dilewatkan kolam pada saat pengurasan. Organisasi masyarakat dan penyedia jasa diperlukan Potensi untuk Diterapkan Ulang di Tempat Lain: Potensial untuk diterapkan sendiri. Perlu kerja sama intensif dengan tenaga ahli . Keandalan: Dapat diandalkan; bagaimanapun, jika sistem kelebihan beban atau salah penggunaannya seperti timbunan sampah di daerah perkotaan, dapat mengganggu kesehatan . Efisiensi: Efisiensi pengolahan rendah. Pengurangan BOD sekitar 50%. Air hasil olahan masih berbahaya . PRO: • Sistem murah sesuai untuk daerah pedesaan dan pinggir kota • Memungkinkan partisipasi masyarakat pada saat konstruksi, opersional dan perawatan . • Pengoperasian dan perawatan sederhana • Tahan terhadap perubahan beban yang drastis dan perubahan jumlah air limbah yang masuk ! KONTRA: • Hanya bisa diterapkan ditempat yang tersedia lahan kosong dan murah • Beban tinggi akan menyebabkan kerusakan proses pengolahan biologis • Kesalahan penggunaan sistem akan membahayakan kesehatan Lembar Evaluasi
  • 53. Kolam Fakultatif Penjelasan: Kolam fakultatif adalah sistem yang sederhana dalam memmbangun, mengoperasikan, dan merawat. Proses penguraian sama dengan proses penguraian alami. Kolam dibuat dengan kedalaman 1,2 – 2,4 m dengan kemiringan 1:3. Waktu tinggal 5 – 10 hari. Area seluas 2 – 4 m2 diperlukan untuk pengolahan air limbah satu orang. Tergantung pada beban, kolam fakultatif harus dikuras secara rutin. Lebih sesuai untuk air limbah berbeban rendah. Untuk pengolahan yang lebih efisien, maka perlu digabungkan dua atau tiga sistem pengolahan lagi . Lembar Teknologi Sistem Pengolahan Modul: MTS7 inflow primary scum outflow aerobic facultative conditionsin upper strata anaerobic facultative conditions above bottom sludge anaerobic conditions in accumulating bottom sludge oxygen supply through surface contact O2O2O2O2 O2 sedimentation of non-degraded and degraded suspended particles
  • 54. Kolam Fakultatif Kapasitas: Sistem ini hanya sesuai untuk masyarakat di pedesaan atau daerah pinggir kota dimana banyak tersedia lahan. Tidak sesuai untuk daerah padat. Lebih sesuai untuk air limbah berbeban rendah . Biaya: Biaya investasi rendah jika harga tanah rendah. Biaya pengoperasian dan perawatan rendah. Kemudahan untuk Dikerjakan Sendiri: Desain disiapkan oleh ahli, konstruksi bisa dilakukan oleh tenaga biasa tetapi pengawasan dari ahli tetap diperlukan . Pengoperasian dan Perawatan: limbah yang mengapung di permukaan dan inlet perlu dibersihkan secara rutin. Pada pengurasan, air limbah tidak perlu dilewatkan kolam. Organisasi masyarakat dan penyedia jasa yang efisien diperlukan Potensi untuk Diterapkan Ulang di Tempat Lain: Bisa diterapkan sendiri. Perlu kerja sama intensif dengan tenaga ahli . Keandalan: Dapat diandalkan jika kondisi aerobik di bagian permukaan terawat; bagaimanapun, bila sistem kelebihan beban atau salah penggunaannya, seperti menjadi tempat sampah, maka akan membahayakan kesehatan . Efisiensi: Kualitas air hasil olahan rendah menengah karena kandungan alga. Pengurangan BOD sekitar 60 – 75% PRO: • Sistem murah sesuai untuk daerah pedesaan dan pinggir kota • Memungkinkan partisipasi masyarakat pada saat konstruksi dan opersional dan perawatan . • Pengoperasian dan perawatan mudah • Tahan terhadap perubahan beban yang drastis dan perubahan jumlah air limbah ! KONTRA: • Hanya bisa diterapkan ditempat yang tersedia lahan kosong dan murah • Beban tinggi akan menyebabkan kerusakan proses pengolahan biologis • Kesalahan penggunaan sistem akan membahayakan kesehatan Lembar Evaluasi
  • 55. Kolam Aerobik Penjelasan:
 Kolam aerobik adalah sistem yang mudah membangunnya, mengoperasikan dan merawat. Dibuat dengan kedalaman 1 – 1,2 m dengan kemiringan 1:3. Proses pembusukan sama seperti proses alami. Kolam yang dangkal dan lama waktu tinggal yang lama (10 –15 hari) berpengaruh pada luas lahan yang diperlukan. Area seluas 3 – 7 m2 diperlukan untuk pengolahan air limbah satu orang. Tergantung dari beban, kolam aerobik harus dikuras sesering mungkin. Hanya sesuai untuk air limbah berbeban rendah atau untuk pengolahan akhir air limbah domestik. Biasanya diperlukan dua atau tiga modul untuk pengolahan yang sempurna 
 Lembar Teknologi Sistem Pengolahan Modul: MTS8 inflow outflow overall aerobic conditions oxygen supply through surface contact O2 O2O2O2O2 sedimentation of non-degraded and degraded suspended particles
  • 56. Kolam Aerobik Kapasitas: Sistem ini hanya sesuai untuk masyarakat di pedesaan dimana banyak tersedia lahan. Di daerah berpenduduk padat lebih sesuai hanya untuk pengolahan akhir untuk air limbah berbeban rendah . Biaya: Biaya investasi rendah jika harga tanah rendah. Biaya pengoperasian dan perawatan rendah Kemudahan untuk Dikerjakan Sendiri: Desain disiapkan oleh ahli, konstruksi bisa dilakukan oleh tenaga biasa tetapi tetap diperlukan pengawasan dari ahli . Pengoperasian dan Perawatan: Limbah yang mengapung di permukaan dan inlet perlu dibersihkan secara rutin. Air limbah tidak perlu dilewatkan kolam pada saat pengurasan. Organisasi masyarakat dan penyedia jasa diperlukan Potensi untuk Diterapkan Ulang di Tempat Lain: Bisa diterapkan sendiri. Perlu bekerja sama dengan tenaga ahli. Keandalan: Dapat diandalkan jika kondisi aerobik terawat. Bagaimanapun, bila sistem kelebihan beban atau salah penggunaannya, seperti menjadi tempat sampah, maka akan membahayakan kesehatan . PRO: • Sistem murah sesuai untuk daerah pedesaan dan pinggir kota • Memungkinkan partisipasi masyarakat pada saat konstruksi dan opersional dan perawatan . • Pengoperasian dan perawatan mudah ! ! KONTRA: • Membutuhkan lahan yang luas • Hanya sesuai untuk air limbah berbeban rendah • Beban tinggi akan menyebabkan kerusakan proses pengolahan biologis • Kesalahan penggunaan sistem akan membahayakan kesehatan Lembar Evaluasi
  • 57. 54 Sistem Pengolahan Sekunder
  • 58. Filter Pasir Horizontal yang Ditanami Penjelasan: Sistem ini terdiri dari bahan bangunan filter (kerikil atau pasir) yang ditanami dengan tingkat kelandaian 0 – 0,5%. Aliran di dalam filter biasanya horizontal. Filter dalam pengolahan ini biasanya selalu dipenuhi dengan air, tetapi permukaan air diatur sehingga berada 5 cm dibawah permukaan filter. Pengolahan mekanik utama disini adalah perubahan biologis, penyaringan fisika, dan penyerapan kimia. Mekanisme pengolahan BOD adalah secara aerobik, anoksik dan anaerobik. Karena partikel padat dan keras telah dikurangi didalam pengolahan utama maka tidak memerlukan pipa untuk memasukkan air limbah ke dalam filter. Media filter tidak mudah mampet. Lembar Teknologi Sistem Pengolahan Modul: STS1
  • 59. Filter Pasir Horizontal yang Ditanami Kapasitas: Sistem ini sesuai untuk pengolahan sekunder untuk perkampungan kecil atau besar apabila tersedia lahan cukup . Biaya: Biaya investasi rendah apabila harga tanah murah atau gratis; rumput phragmites dan kerikil bisa diambil sewaktu-waktu; penggunaaan tanaman hias akan menambah biaya . Kemudahan untuk Dikerjakan Sendiri: Desain dan penataan dilakukan oleh tenaga ahli. Konstruksi bisa dilakukan oleh tenaga biasa dengan bantuan tenaga bangunan ahli sebagai pengawas (agar bangunan kedap air dan terbangun baik); Pengoperasian dan Perawatan: Perlu dilakukan pemotongan rumput; pencucian filter bahan bangunan perlu dilakukan setiap 3-5 tahun; Perlu staf paruh waktu atau organisasi masyarakat untuk pengoperasian Potensi untuk Diterapkan Ulang di Tempat Lain oleh Masyarakat: Desain dan PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (SOP) standar tersedia untuk berbagai ukuran HSF; Sistem memungkinkan untuk ditingkatkan Keandalan: dapat diandalkan; beban berlebih dan banjir perlu dihindari Efisiensi: Pengurangan BOD berkisar antara 10 – 30%. Mampu mengurangi organisme infektif tinggi . PRO: • Pengolahan sekunder berbiaya murah • Konstruksi bisa dilakukan oleh tukang bangunan • Masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam konstruksi • Pengoperasian dan Perawatan mudah • Bisa berfungsi sebagai taman • Efek penyaringan bagus ! KONTRA: • Memerlukan tempat luas • Karena kebutuhan lahan maka tidak bisa dibagai pengolah utama di daerah berpenduduk padat . Lembar Evaluasi
  • 60. 57 Pembuangan/
 Pemanfaatan Ulang
 Air Limbah & Lumpur
  • 61. Sederhana Kompleks Murah Mahal Komponen 4: Pembuangan akhir
  • 62. 58 Pembuangan / Pemanfaatan Ulang Air Limbah
  • 63. Pembuangan ke Sungai Lembar Teknologi Pembuangan/Pemanfaatan Ulang Air Limbah Modul: DRE1 Penjelasan: Air limbah dapat dibuang ke sungai jika air tersebut telah memenuhi beberapa syarat yang ditetapkan. Pertama, harus dipastikan bahwa air sungai tidak kelebihan air limbah. Kedua, pengolahan air limbah harus efisien supaya air limbah yang dibuang tidak membahayakan pengguna sungai. Air limbah bisa dibuang melalui pipa. Pembuangan air limbah yang tidak diolah ke sungai hanya bisa dilakukan dengan syarat tertentu dan hanya bisa digunakan sebagai solusi sementara .
  • 64. Pembuangan ke Sungai Lembar Evaluasi Kapasitas: Dapat diterapkan di mana saja jika proses pembersihan dan derasnya aliran sungai cukup . Biaya: Biaya diperlukan untuk pemipaan dan buruh; murah, apabila sungai dekat dengan sarana pengolah air limbah. Tingkat bantuan Masyarakat: Pengoperasian dan perawatan mudah Pengoperasian dan Perawatan: Tidak memerlukan perawatan apapun Potensi untuk Diterapkan Ulang di Tempat Lain : Bisa diterapkan sendiri oleh masyarakat maupun pemerintah lokal Keandalan: Dapat diandalkan bila sungai tidak kelebihan beban. Kemudahan dalam Penggunaan dan Kemanfaatan: Memudahkan karena tidak memerlukan pengoperasian dan perawatan PRO: • Pilihan pembuangan paling murah • Dapat diterapkan oleh masyarakat • Tidak memerlukan pengoperasian dan perawatan ! KONTRA: • Konsumsi dan penggunaan air sungai mentah di bagian muara tidak dianjurkan • Kemungkinan kelebihan beban pada sungai sangat memungkinkan. Hal ini tergantung pada cara pengolahan dan derasnya aliran sungai !
  • 65. Peresapan tanah Lembar Teknologi Pembuangan/Pemanfaatan Ulang Air Limbah Modul: DRE2 Penjelasan: Pembuangan air limbah yang sudah diolah dengan bak serapan adalah salah satu hal yang sering dilakukan untuk membuang air limbah. Kedalaman bak biasanya 4 meter. Kedalaman ini biasanya dipengaruhi oleh muka air tanah atau kandungan batu. Jenis tanah haruslah yang mampu menyerap air agar tidak cepat jenuh. Bak resapan tanah ini bisa berbahaya jika sumur diletakkan kurang dari 10 meter darinya. Hal ini dikarenakan air limbah akan meresap ke air bawah tanah (lihat gambar bawah kiri). Peresapan air limbah yang tidak diolah terlebih dulu hanya dapat dilakukan jika sumur berada 20 meter dari bak peresapan, dan hanya dipakai sebagai solusi sementara.
  • 66. Peresapan tanah Lembar Evaluasi Kapasitas: Dapat diterapkan di mana saja jika tanah mudah meresap, permukaan air tanah dalam, dan sumur terletak 20 meter dari bak resapan. Sebaiknya dihindari bila volume air limbah yang diolah tinggi. Biaya: Biaya konstruksi biasanya lebih mahal dibandingkan dengan sistem yang langsung dibuang ke sungai. Tidak memerlukan biaya untuk pengoperasian dan pemeliharaan Kemudahan untuk Dikerjakan Sendiri: Konstruksi bisa dilakukan oleh anggota-anggota masyarakat. Perawatan sangat mudah. Pengoperasian dan Perawatan: Merupakan pilihan yang tidak memerlukan pengoperasian dan perawatan Potensi untuk Diterapkan Ulang di Tempat Lain : Sistem ini dapat diterapkan ulang oleh masyarakat Keandalan: Dapat diandalkan, jika air tanah dalam Efisiensi: Kemungkinan untuk mencemari sumur dan air tanah, jika efisiensi pengolahan rendah; peluapan juga mungkin terjadi jika volume air limbah besar PRO: • Pilihan pembuangan paling murah • Dapat diterapkan oleh masyarakat • Tidak memerlukan pengoperasian dan perawatan ! ! KONTRA: • Hanya disarankan untuk area di mana permukaan air tanah dalam dan tidak ada sumur didekatnya • Jika sistem diterapkan salah, pilihan ini bisa membahayakan kesehatan masyarakat
  • 67. Digunakan Untuk Perikanan Penjelasan: Dengan bantuan kolam ikan dan sistem perikanan, air limbah yang belum diolah dapat dimanfaatkan dan nutrisi bisa diolah kembali dalam pola rantai makan. Prinsip kerjanya, air limbah dialirkan ke kolam di mana nutrisi dimanfaatkan oleh berbagai spesies mikro organisme, tumbuhan dan ikan. Spesiesnya, terutama ikan, perlu dipilih dengan saksama, karena memiliki kebutuhan oksigen yang berbeda-beda. Penggunaan beberapa kolam sering dilakukan agar pengolahan tuntas tercapai dan menjaga kondisi optimal spesiesnya. Lembar Teknologi Pembuangan/Pemanfaatan Ulang Air Limbah Modul:DRE4 inflow outflow oxygen supply through surface contact O2 O2O2O2O2 Suplai oksigen melalui kontak permukaan Aliran keluar Aliran masuk
  • 68. Digunakan Untuk Perikanan Lembar Evaluasi Kapasitas: Dapat diterapkan di mana lahan tersedia di dalam pemukiman perkotaan. Penerapan skala kecil maupun luas memungkinkan; pengolahan awal menentukan luas kolam ikan. Biaya: Bergantung pada harga tanah atau kemungkinan tanah dapat digunakan tanpa mengeluarkan biaya. Modal dapat kembali melalui hasil panen. Tingkat bantuan Masyarakat: Memerlukan pengoperasian yang rumit, pengguna harus menjaga sistemnya dan terlibat langsung dalam pengoperasian maupun pemeliharaannya. Pengoperasian dan Perawatan: Organisasi masyarakat yang terorganisir dan berpengalaman dalam perikanan diperlukan Potensi untuk Diterapkan Ulang di Tempat Lain: Bisa diterapkan oleh masyarakat di mana aquakultur merupakan bagian dari hidup mereka. Tetapi kerja sama dengan tenaga ahli tetap diperlukan untuk menjaga kadar polusi. Keandalan: Dapat diandalkan, namun kelebihan beban air limbah akan sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat Efisiensi: Efisiensi pengolahan sekunder yang baik. PRO: • Pengolahan kembali nutrisi yang efektif • Mengurangi beban polusi air sungai • Menghasilkan gizi dan pendapatan untuk masyarakat ! KONTRA: • Solusi dibatasi oleh ketersediaan lahan • Tidak sesuai untuk area di mana tidak ada tradisi aquakultur • Kelebihan beban air limbah pada kolam akan membahayakan kesehatan manusia dan kelangsungan perikanan
  • 69. 65 Pembuangan / Pemanfaatan Ulang Lumpur
  • 70. Bak Pengering Lumpur Lembar Teknologi Pembuangan/Pemanfaatan Ulang Lumpur Modul: DRS1 Penjelasan: Bak pengering lumpur adalah salah satu teknik pengeringan lumpur yang sudah ada sejak dulu. Pada lapisan paling bawah bak terdapat lapisan yang dibuat dari kerikil kasar. Lapisan-lapisan diatasnya terdiri dari pasir dan kerikil yang berbeda di mana pasir berbutir halus ada di bagian atas. Bak biasanya dibuat dari beton. Bak ini diisi lumpur setebal 5 – 20 cm, akan lebih baik jika dilakukan pada musim kering. Proses pengeringan terjadi melalui proses penapisan dan penguapan. Setiap tahun bisa mengeringkan lumpur sebanyak 1 – 2 m3 per m2 bak pengering. Setelah proses pengeringan kandungan air di lumpur berkurang hingga 35 – 45%. Lumpur biasanya dipindahkan secara manual, digunakan untuk pertanian atau dijual sebagai kompos. Unit ini harus diletakkan dekat dengan tempat pengolahan. charging of sludge splash plate drain Pengisian lumpur Plat penahan Lubang pembuangan
  • 71. Bak Pengering Lumpur Lembar Evaluasi PRO: • Mudah dioperasikan • Menyediakan pupuk bagi masyarakat setempat ! ! KONTRA: • Memerlukan pengetahuan tentang persiapan dan penggunaan pupuk organik • Memerlukan organisasi masyarakat yang efisien • Diperlukan penggunaan kembali atau pengolahan air rembesan • Hanya bisa dilakukan pada saat musim kering Kapasitas: Dapat diterapkan apabila tersedia lahan di daerah sekitar pengolah limbah Biaya: Biaya investasi tergantung pada harga tanah dan ketersediaan material filter. Biaya pengoperasian hanya untuk membayar pekerja. Tingkat bantuan Masyarakat: Memerlukan tenaga manusia untuk pengoperasian, perawatan, pembersihan dan pembuangan lumpur. Pengoperasian dan perawatan: Organisasi masyarakat yang terorganisir dan berpengalaman dalam penggunaan dan persiapan pupuk sangat diperlukan. Air rembesan harus dikumpulkan Potensi untuk Diterapkan Ulang di Tempat Lain: Kemungkinan untuk diterapkan ulang sedang hingga tinggi. Sistem ini bisa diterapkan oleh masyarakat maupun penmerintah lokal Keandalan: Dapat diandalkan jika pengeringan tidak dilakukan pada saat musim hujan. Efisiensi: Lumpur yang sudah kering masih berbahaya, Proses pengomposan akan membantu menstabilkan bahanl organik.
  • 72. Bak Hamparan Rumpun Tanaman Lembar Teknologi Pembuangan/Pemanfaatan Ulang Lumpur Modul: DRS2 Penjelasan: Bak alang-alang (pohon pisang dan pepaya atau varietas pennisetum juga memungkinkan) bisa digunakan sebagai salah satu cara untuk mengolah lumpur. Secara teori, bagian paling bawah dari bak harus berisi pasir dan kerikil. Tetapi bisa juga diisi dengan tanah liat/lempung. Bak ditanami dengan tumbuhan yang tahan terhadap kandungan air dan nutrisi tinggi. Lebar bak ini tergantung dari jenis tanaman yang dipakai. Pembersihan bisa dilakukan pada saat musim kemarau. Untuk 1 m² bak terdapat kandungan lumpur sebanyak 100-150 liter. Efisisensi pengeringan meningkat karena transpirasi tanaman. Saluran air tinggi karena jalurnya dibuat oleh akar pohon. Volume lumpur dapat dikurangi hingga 50 % dengan pembusukan. Setelah 5 tahun pengisian, lapisan yang ada dapat digunakan untuk keperluan pertanian atau dijual sebagai pupuk. Alang-alang Bak filter Saluran masuk lumpur Lapisan lumpur Penutup Lubang pembuangan
  • 73. Bak Hamparan Rumpun Tanaman Lembar Evaluasi PRO: • Solusi pembuangan lumpur berbiaya murah • Pengoperasian dan perawatan mudah • Lumpur bisa digunakan sebagai pupuk organik • Lumpur yang dikeringkan bisa dijual atau digunakan sebagai pupuk • Pengolahan ulang nutrisi secara aman dan efisien ! KONTRA: • Diperlukan lahan untuk tanaman • Hanya bisa diterapkan oleh organisasi masyarakat yang berpengalaman di bidang pemanfaatan pekarangan • Penerapan dan pengambilan lumpur hanya bisa dilakukan selama musim kemarau saja Kapasitas: Dapat diterapkan di daerah perkotaan di mana budidaya tanaman dapat dilakukan di sekitar sarana pengolahan; jenis tanaman yang disarankan adalah pepaya, pisang dan tanaman dari varietas pennisetum. Biaya: Investasi rendah apabila tersedia lahan tanpa perlu mengeluarkan biaya; lapisan filter terdiri dari lapisan pasir atau lempung pasir setebal 10 cm; biaya pengoperasian dan perawatan rendah; modal bisa kembali Kemudahan untuk Dikerjakan Sendiri: Memerlukan bantuan organisasi masyarakat yang terorganisir dengan baik, yang berpengalaman dalam pemanfaatan pekarangan Pengoperasian dan Perawatan: Bak penyimpan lumpur hendaknya dekat dengan sarana pengolahan; bisa dilakukan dengan ember atau selang penyedot; pemindahan lumpur yang sudah kering dan dikomposkan dianjurkan setiap 2 – 5 tahun sekali. Potensi untuk Diterapkan Ulang di Tempat Lain: Bisa diterapkan di daerah perkotaan di mana ada pemanfaatan pekarangan dan hortikultura. Memerlukan bantuan ahli untuk perencanaan Keandalan: Dapat diandalkan. Lumpur diolah dan dipindahkan selama musim kemarau Efisiensi: Pembuangan lumpur yang efisien dan aman jika lahan tersedia
  • 74. Pengomposan Penjelasan: Cara paling mudah untuk pengomposan adalah dengan mencampur lumpur yang sudah terurai dengan potongan bahan organik kering di samping tempat pengolahan limbah, kemudian ditumpuk setinggi 1 meter, dan ditutup dengan tanah. Setelah 2 – 3 minggu sudah didapat hasil kompos maksimal apabila pengomposan dilakukan pada musim kemarau. Karena dalam pengomposan terjadi proses pemanasan hingga 60 – 70 °, dapat dipastikan bahwa kompos terbebas dari bakteri patogen. Kompos dapat dijual sebagai pupuk. Proses pengomposan mengurangi munculnya bau. Dapat dikatakan bahwa penggabungan pengomposan lumpur dengan pengomposan limbah padat organik adalah satu bentuk pengolahan ideal. Lembar Teknologi Pembuangan/Pemanfaatan Ulang Lumpur Modul: DRS3
  • 75. Pengomposan Lembar Evaluasi Kapasitas: Dapat diterapkan di daerah perkotaan di mana tersedia lahan dan bahan organik . Biaya: Investasi untuk bak pengeringan lumpur dan pengomposan rendah jika harga tanah rendah dan tidak membutuhkan biaya. Pengoperasian dan perawatan dilakukan oleh organisasi masyarakat. Modal bisa kembali Kemudahan untuk Dikerjakan Sendiri: Konsep yang berguna untuk masyarakat yang mengumpulkan limbah organiknya; organisasi masyarakat yang berpengalaman sangat diperlukan Pengoperasian dan Perawatan: Membutuhkan pengoperasian dan perawatan yang lebih tinggi dibanding bak pengering lumpur Tingkat penerapan Masyarakat: Mudah untuk diterapkan; perlu pelatihan dari ahli Keandalan: Dapat diandalkan pada musim kemarau Efisiensi: Aman dan efisien jika limbah organik dikumpulkan PRO: • Pilihan berbiaya rendah • Modal bisa kembali • Sehat ! KONTRA: • Pengoperasian membutuhkan tenaga intensif • Memerlukan bahan organik kering • Penyalahgunaan tumpukan kompos menjadi tempat sampah sangat mungkin
  • 76. Pengurasan dengan truk tinja Lembar Teknologi Pembuangan/Pemanfaatan Ulang Lumpur Modul: DRS4 Penjelasan: ! Jika lumpur tidak diolah setempat, maka harus dikeluarkan dan dibuang dengan bantuan jasa penguras. Untuk membantu proses pengurasan, truk penguras hendaknya terletak tidak lebih dari 50 meter (untuk menyesuaikan panjang selang penguras=50 m). Truk penguras dihubungkan ke bak pengolah dengan pipa dan pompa sedot. Setelah selang dimasukkan di dasar bak pengolah, pompa sedot dihidupkan. Harus diperhatikan bahwa pengurasan hanya mengambil lumpur “hitam” saja.
  • 77. Pengurasan dengan truk tinja Lembar Evaluasi Kapasitas: Kapasitas umum truk tinja adalah 3 – 5 m3 Biaya: Biaya pengurasan dengan menggunakan jasa penguras murah; tidak memerlukan biaya lain untuk pengoperasian dan perawatan Tingkat bantuan masyarakat: Pengoperasian dilakukan oleh usaha penyedia jasa pengurasan. Pengoperasian dan Perawatan: Mudah, jika tutup pengurasan bisa dibuka dan dijangkau. Tidak memerlukan prasarana untuk pengolahan lumpur. Potensi untuk Diterapkan Ulang di Tempat Lain: Tergantung pada ketersediaan jasa penguras di daerah setempat. Untuk saat ini, jasa penguras terdapat di sebagian besar kota di Indonesia Keandalan: Dapat diandalkan karena pengurasan cukup dilakukan kurang lebih setiap 1 tahun sekali Efisiensi: Efektif memindahkan lumpur dari sarana pengolahan dan pemukiman; pengurasan dan pemanfaatan ulang menjadi tanggung jawab pemerintah kota. PRO: • Pilihan pembuangan berbiaya murah • Masyarakat tidak perlu melakukan pengoperasian dan perawatan • Pembuangan lumpur yang efisien di pemukiman kota ! KONTRA: • Perlu jasa penguras • Truk penguras mungkin belum tersedia • Ada kemungkinan pembuangan akhir lumpur secara tidak sehat
  • 78. Pemanfaatan sebagai pupuk organik Lembar Teknologi Pembuangan/Pemanfaatan Ulang Lumpur Modul: DRS5 Penjelasan: ! Lumpur kering, atau yang sudah dikomposkan dapat dijual oleh masyarakat. Dengan cara ini sangat mungkin bagi masyarakat untuk mengolah kembali nutrisi dan mendapatkan sedikit tambahan income. Sangat penting untuk diperhatikan bahwa lumpur yang ada benar-benar dikeringkan atau dikomposkan agar higienis dan layak jual. Persiapan pembuatan pupuk sebaiknya dilakukan selama musim kemarau untuk menghindari/ membatasi bahaya kesehatan dari penanganan lumpur dan mempercepat proses pengeringan dan pengomposan. Berbagai jenis metode dapat diterapkan tergantung pada kondisi tanah, air tanah, dan jenis pertanian. Jika hasil pertanian digunakan untuk konsumsi, maka kualitas lumpur perlu dimonitor.
  • 79. Pemanfaatan sebagai pupuk organik Lembar Evaluasi Kapasitas: Penggunaan langsung hanya dilakukan pada daerah di mana terdapat pemanfaatan pekarangan atau pertanian Biaya: Biaya pengoperasian dan perawatan rendah; modal bisa kembali; membutuhkan bantuan tenaga dari masyarakat Kemudahan untuk Dikerjakan Sendiri: Pilihan pemanfaatan ulang bergantung pada kontribusi tenaga dari masyarakat. Penggunaan lumpur yang telah diproses untuk pertanian / pekarangan sudah lumrah/diterima oleh masyarakat. Pengoperasian dan Perawatan: Memerlukan kelompok masyarakat yang telah berpengalaman dalam pembuatan dan penggunaan pupuk organik Potensi untuk Diterapkan Ulang di Tempat Lain: Bisa diterapkan di semua pemukiman dengan pemanfaatan pekarangan dan pertanian berskala kecil. Sistem dapat diterapkan oleh masyarakat atau yang berwenang di tingkat lokal. Keandalan: Dapat diandalkan tetapi memerlukan monitoring terus-menerus terhadap zat-zat berbahaya jika hasilnya untuk konsumsi. Efisiensi: Jika memungkinkan, juga disarankan pemanfaatan ulang lumpur basah PRO: • Pengolahan ulang yang efisien terhadap nutrisi • Kompos dapat dijual jika tidak digunakan sendiri ! KONTRA: • Penggunaan pupuk terbatas untuk masyarakat yang melakukan pemanfaatan pekarangan dan pertanian • Pengurasan dan pengomposan hanya bisa dilakukan pada saat musim kemarau • Diperlukan komitmen masyarakat untuk jangka panjang
  • 80. 80 TERIMAKASIH
 Untuk informasi lebih lanjut: BALIFOKUS Mandalawangi No.5 Jalan Tukad Tegalwangi Denpasar 80223 - Bali Indonesia Phone +62 – 361 – 233 520 Fax +62 – 361 – 233 520 Email: balifokus@balifokus.asia BORDA Indonesia Jl. Kayen No. 176 Kaliurang km 6,7 YOGYAKARTA 55283 Indonesia Phone +62 – 274 – 888 273 +62 – 274 – 889 064 Fax +62 – 274 – 888 273 Email: borda@idola.net.id

×