PENDIDIKAN KEWARGANEGARAANBUDAYA LESTARI BERPOTENSIMENGANGKAT MARTABAT BANGSA        OLEH :YUSNIARI SINAGANPM :17211693KEL...
KATA PENGANTAR     Pertama sekali penulis ingin panjatkan Puji Syukur atas penyertaan Tuhan YMEdalam penyelesaian karya tu...
ii  DAFTAR ISICOVERKATA PENGANTAR ……………………………………………………………….. iDAFTAR ISI ……………………………………………………………………....... iiBAB I PENDAHU...
BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangSetiap makhluk hidup di dunia ini pasti memiliki budaya. Budaya yangdimaksud adalah seba...
membawa budaya untuk tetap berdiri kokoh di era sekarang. Hal ini akan membawadampak negative dalam hal Ketahanan Nasional...
BAB IIPEMBAHASANBila kita memperhatikan suatu masyarakat, dapat diperhatikan bahwawalaupun para warganya memiliki sifat-si...
yang kita makan dan bagaimana cara kita makan- adalah bagian dari kebudayaankita. Jadi, semua orang makan, tetapi kebudaya...
kebutuhan fisiologis dan penyesuaian pada lingkungan yang bersifat fisik-geografis maupun pada lingkungan sosialnya.B. Keb...
2.3 Menilik Budaya Indonesia  Budaya Indonesia adalah seluruh kebudayaan nasional, kebudayaan lokal,maupun kebudayaan asal...
TarianTari tradisional, bagian dari budaya daerah yang menyusun kebudayaan nasionalIndonesia. Tarian Indonesia mencerminka...
budaya dan seninya sendiri. Indonesia memiliki ribuan jenis musik, kadang-kadang diikuti dengan tarian dan pentas. Musik t...
yang dimaksud ialah mencakup dua sisi yang bertolak belakang, yaitu pintardalam artian positif dan pintar dalam artian men...
Tentu saja untuk mencapai itu diperlukan kerja sama seluruh warga yangberdomisili disekitar, menjaga agar para wisatawan m...
BAB IIIPENUTUP3.1 KesimpulanDari pembahasan yang telah dikaji pada bab sebelumnya, dapat penulissimpulkan bahwa:1. Kecinta...
dengan budaya kita dengan memperhitungkannya ke norma yang berlaku dimasyarakat. Sebagai hal negatifnya yang harus kita hi...
Budaya Lestari Berpotensi Mengangkat Martabat Bangsa13 DAFTAR PUSTAKASumber buku:Anonymous.1994.Pokok-pokok Antropologi Bu...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Tulisan3 budaya

614 views
510 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
614
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
1
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tulisan3 budaya

  1. 1. PENDIDIKAN KEWARGANEGARAANBUDAYA LESTARI BERPOTENSIMENGANGKAT MARTABAT BANGSA        OLEH :YUSNIARI SINAGANPM :17211693KELAS : 2EA27UNIVERSITAS GUNADARMA – KALIMALANGTH. 2013
  2. 2. KATA PENGANTAR     Pertama sekali penulis ingin panjatkan Puji Syukur atas penyertaan Tuhan YMEdalam penyelesaian karya tulis yang singkat ini. Penulis juga hanturkan terima kasih yangsebesar-besarnya atas dukungan dari orang tua baik secara moral maupun materiil sehinggakarya ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.Penulis juga tak lupa ucapkan terima kasih kepada Pak Sri Waluyo selaku DosenPembimbing saya dalam pembuatan karya tulis ini, yang memberikan pencerahan yangdibutuhkan dalam pengerjaannya. Serta teman sekelas saya, kelas 2EA27 yang turutberkontribusi memberikan saran ataupun kritik saat proses pengerjaan karya tulis yangberjudul “Budaya Lestari Mengangkat Martabat Bangsa” ini.Pada makalah ketiga ini, sesuai dengan saran atau tema yang diberikan dosen, yaitumengenai Ketahanan Nasional, saya mengangkat Budaya Lestari Mengangkat MartabatBangsa sebagai topik yang akan dibahas karena menurut pandangan penulis bahwa denganmelestarikan budaya yang ada maka kehidupan national atau ciri khas nasional akan tetaphidup dan itu membuat negeara tetap bertahan dan berkembang sehingga dikenal oleh negara-negara lain.Harapan penulis agar melalui tulisan ini dapat memberi sesuatu yang berguna bagipara pembaca. Disamping itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkandemi penyempurnaan penulisan berikutnya.Sekian dan terima kasih.Bekasi, Mei 2013Penulisi  
  3. 3. ii  DAFTAR ISICOVERKATA PENGANTAR ……………………………………………………………….. iDAFTAR ISI ……………………………………………………………………....... iiBAB I PENDAHULUAN …………………………………………………………. 11.1 Latar Belakang ............................................................................................... 11.2 Ruang Lingkup ............................................................................................... 21.3 Tujuan dan Sasaran ........................................................................................ 2BAB II PEMBAHASAN …………………………………………………………… 32.1 Konsep Kebudayaan ....................................................................................... 32.2 Beberapa Anggapan Dasar Mengenai Kebudayaan ...................................... 42.3 Menilik Budaya Indonesia............................................................................... 62.4 Elemen Penting dalam Mempertahankan Budaya Bangsa ......................... 8BAB III PENUTUP …………………………………………………………………. 113.1 Kesimpulan...................................................................................................... 113.2 Saran ............................................................................................................... 11DAFTAR PUSTAKA ………………………...…………….………………………… 12 
  4. 4. BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangSetiap makhluk hidup di dunia ini pasti memiliki budaya. Budaya yangdimaksud adalah sebagai kebiasaan yang telah melekat di dalam dirinya sejak dia ada.Untuk melakukan proses interaksi dengan habitatnya, setiap individu melakukannyaberdasarkan pengetahuan atau sifat adaptif menurut kelompok masing-masing sejakzaman Sebelum Masehi.Misalnya kita bagi atas kelompok binatang dengan kelompok manusia.Kelompok binatang, sebut saja monyet, jika diperhatikan dengan saksama, merekaakan selalu melakukan hal yang telah terbiasa dalam keseharian mereka. Tentang apayang harus dilakukan untuk mendapat makanan, bayi monyet selalu digendongkemanapun indungnya melangkah, mencari dan memakan kutu sesamanya dikalasenggang, terjadi perkawinan silang antara jantan dengan betina, berinteraksi denganbahasa yang saling dimengerti. Kebiasaan untuk bertahan hidup seperti ini disebutsebagai “budaya monyet”.Kelompok manusia juga demikian, hidup ditengah budaya yang telahmendarah daging dalam suatu wilayah. Jika sekelompok manusia hidup dalam habitatyang bukan asalnya, maka dibutuhkan adaptasi yang cepat dari orang-orang tersebutkarena kalau tidak, mereka pasti akan terasing sendiri sebab tidak mengenal kebiasaanyang telah terlahir dan berkembang di daerah yang dimaksud. Ini akan sangatmempersulit proses kelangsungan hidup mereka.Budaya itu sendiri berbeda-beda berdasarkan kepercayaan masing-masingkelompok, kebiasaan yang mendarah daging dan tidak sedikit juga budaya terciptasecara impulsive di tengah pesatnya perkembangan era globalisasi ini. Hampir segalacara dapat menciptakan budaya baru, yang dulunya sama sekali tidakdikenal/dipandang leluhur sebagai budaya yang layak dipertontonkan ataupundilakoni, tetapi sekarang sudah menjadi bulan-bulanan bagi mereka yang memilikirasa penasaran yang terlalu tinggi melalui perkembangan IPTEK. Sejalan dengan haltersebut, lemahnya pondasi untuk mengangkat budaya sendiri tidak akan mampuBudaya Lestari Berpotensi Mengangkat Martabat Bangsa1 
  5. 5. membawa budaya untuk tetap berdiri kokoh di era sekarang. Hal ini akan membawadampak negative dalam hal Ketahanan Nasional pada konteks “budaya”, sebabbudaya kita yang seharusnya menjadi salah satu alasan kita bisa tegak memandangdunia luar telah menjadi sirna dikarenakan musnahnya budaya sendiri.Sejalan dengan hal itu, akan lebih memalukan lagi jika terdapat negara asingyang dengan tangan terbuka dan besar hati mengadopsi budaya-budaya kita sertamengatasnamakan diri mereka sebagai pemilik budaya yang dimaksud. Untukmenghindari hal tersebut, diperlukan kerja sama setiap insan dalam Negara ini agartetap bersedia menjaga serta melestarikan budaya yang tercipta karena budaya lestariberpotensi mengangkat martabat bangsa dan Negara.1.2 Ruang LingkupPenulis telah membatasi masalah yang akan dibahas dalam tulisan ini. Adapunlingkup tentang budaya yang akan diungkit dalam tulisan ini ialah:1. Konsep kebudayaan2. Beberapa anggaran dasar mengenai kebudayaan3. Menilik budaya Indonesia4. Unsur-unsur penting demi mempertahankan budaya bangsa1.3 Tujuan dan Sasaran PenulisanAdapun tujuan dari penulisan ini dilakukan adalah untuk memenuhi tugasberupa tulisan yang memiliki tenggat waktu yang telah ditentukan oleh Dosen.Tulisan ini sekaligus ditujukan bagi para pembaca yang ingin menambah informasiseputar konsep budaya itu sendiri serta sekilas budaya Indonesia.Budaya Lestari Berpotensi Mengangkat Martabat Bangsa2 
  6. 6. BAB IIPEMBAHASANBila kita memperhatikan suatu masyarakat, dapat diperhatikan bahwawalaupun para warganya memiliki sifat-sifat individual yang berbeda-beda, tetap sajaakan memberikan reaksi yang sama pada gejala-gejala tertentu. Karena merekamemiliki sikap-sikap umum yang sama, nilai-nilai yang sama dan perilaku yang sama.Hal-hal yang dimiliki bersama itulah yang dalam antropologi budaya dinamakankebudayaan.2.1 Konsep KebudayaanA. Pengertian KebudayaanMenurut The American Herritage Dictionary mengartikan kebudayaan adalahsebagai suatu keseluruhan dari pola perilaku yang dikirimkan melaluikehidupan sosial, seniagama, kelembagaan, dan semua hasil kerja danpemikiran manusia dari suatu kelompok manusia. Menurut Koentjaraningratbudaya adalah keseluruhan sistem gagasan tindakan dan hasil karya manusiadalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan miliki diri manusiadengan cara belajar.Kebudayaan menunjuk pada berbagai aspek kehidupan yang meliputi cara-caraberperilaku, kepercayaan-kepercayan dan sikap-sikap dan juga mengacu padahasil dari kegiatan manusia yang khas untuk suatu masyarakat atau kelompokpenduduk tertentu.B. Kebudayaan sebagai hasil proses belajarKebudayaan merupakan implementasi terus-menerus dari hal yang dipelajari.Kebudayaan tidak tergantung dari transmisi biologis atau pewarisan melalui unsurgenetis. Semua manusia dilahirkan dengan tingkah laku yang digerakkan olehinsting dan naluri yang walaupun tidak termasuk bagian dari kebudayaan, namunmempengaruhi kebudayaan.Misalnya, kebutuhan akan makanan adalah kebutuhan dasar yang tidaktermasuk kebudayaan. Tetapi bagaimana kebutuhan-kebutuhan itu dipenuhi -apaBudaya Lestari Berpotensi Mengangkat Martabat Bangsa3 
  7. 7. yang kita makan dan bagaimana cara kita makan- adalah bagian dari kebudayaankita. Jadi, semua orang makan, tetapi kebudayaan yang berbeda melakukankegiatan dasar itu dengan cara-cara yang sangat berbeda pula. Misalnya pada1157-1199 perabot-perabot makan tidak menghiasi meja makan orang Inggris.Makanan hanya diletakkan dengan panci-panci di atas meja saat orang-orangsedang berkumpul untuk makan. Setiap orang mengambil makanannya sesukanyadan sampai masa itu mereka makan masih dengan menggunakan tangan. Secaraberangsur-angsur, orang Inggris mulai makan dengan menggunakan kyua taulogam.Kita makan karena kita harus makan, tetapi penggunaan alat-alat untuk makanadalah kebiasaan yang dipelajari dan dengan demikian menjadi bagian darikebudayaan kita.C. Kebudayaan dimiliki bersamaJika hanya terdapat satu orang yang memikirkan atau melakukan hal tertentu,maka disebut sebagai kebiasaan pribadi, bukan suatu pola kebudayaan. Agar dapatsecara tepat tercakup dalam kebudayaan, ia harus dimiliki bersama oleh ssuatubangsa atau oleh sekelompok orang-orang. Jadi, para ahli antropologi barulahberpendapat bahwa suatu bangsa mempunyai kebudayaan jika para warganyamemiliki pola pikir yang sama dan bersikap sebagai hasil dari proses belajar.2.2 Beberapa Anggapan Dasar Mengenai KebudayaanA. Kebudayaan dapat disesuaikanKenyataan bahwa banyak kebudayaan dapat bertahan dan berkembangmenunjukkan bahwa kebiasaan-kebiasaan yang dikembangkan oleh suatumasyarakat, disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan tertentu darilingkungannya. Hal ini tidak begitu mengherankan, mengingat hal yang jika sifat-sifat budaya tidak disesuaikan dengan keadaan tertentu, maka kekuatan bertahanmasyarakat kemungkinan akan berkurang. Tiap-tiap adat yang meningkatkanketahanan suatu masyarakat dalam lingkungan tertentu merupakan adat yangdapat disesuaikan.Pada umumnya, kebudayaan dikatakan bersifat adaptif karena kebudayaan itumelengkapi manusia dengan cara-cara penyesuaian diri pada kebutuhan-Budaya Lestari Berpotensi Mengangkat Martabat Bangsa4 
  8. 8. kebutuhan fisiologis dan penyesuaian pada lingkungan yang bersifat fisik-geografis maupun pada lingkungan sosialnya.B. Kebudayaan merupakan suatu integrasiKebudayaan merupakan suatu integrasi maksudnya adalah bahwa unsure-unsur atau sifat-sifat yang terpadu menjadi suatu kebudayaan bukanlahsekumpulan kebiasaan-kebiasaan yang terkumpul secara acak-acakan saja.Satu, alasan mengapa para ahli antropologi mengatakan bahwa kebudayaanmerupakan satu integrasi kelihatannya adalah bahwa sikap itu dianggapbersumber pada sifat adaptif dari kebudayaan. Jika kebiasaan-kebiasaan tertentulebih adaptif dalam susunan tertentu, maka dapat diduga bahwa gumpalan unsure-unsur itu akan ditemui berhubungan jika ditempatkan dalam keadaaan yangbersamaan.Kedua, karena kebudayaan yang unsure-unsurnya bertetangan satu sama lainsukar mempertahankan hal yang bertentangan itu. Dalam masyarakat kitamisalnya, sudah merupakan kebiasaan bahwa seorang pengendara sepeda motorberhenti jika lampu merah dan jalan saat lampu berganti hijau. Disaat yang sama,tidak mungkin lagi dalam kebudayaan kita untuk mempunyai peraturan yangmenyatakan bahwa kendaraan yang lebih dulu sampai pada persimpangan jalan dimana ada lampu lalu lintas berhak berjalan lebih dulu. Karena kedua peraturantersebut saling bertentangan. Jadi kebudayaan cenderung terdiri dari unsure-unsuryang dapat disesuaikan satu sama lain.C. Kebudayaan selalu berubahWalaupun benar bahwa unsure-unsur dari suatu kebudayaan tidak dapatdimasukkan ke dalam kebudayaan lain tanpa mengakibatkan sejumlah perubahanpada kebudyaan itu, kita harus mengingat bahwa kebudayaan tidaklah bersifatstatis. Ia selalu berubah. Tanpa adanya gangguan yang disebabkan oleh masuknyaunsure budaya asing sekalipun, ia akan berubah seiring berlalunya waktu.Dalam setiap kebudayaan ada suatu kebebasan tertentu pada para individu dankebebasan individu memperkenalkan variasi dalam cara-cara berlaku dan variasiitu yang pada akhirnya dapat menjadi milik bersama dan dengan demikiandikemudian hari dapat menjadi bagian dari kebudayaan.Budaya Lestari Berpotensi Mengangkat Martabat Bangsa5 
  9. 9. 2.3 Menilik Budaya Indonesia  Budaya Indonesia adalah seluruh kebudayaan nasional, kebudayaan lokal,maupun kebudayaan asal asing yang telah ada di Indonesia sebelum Indonesiamerdeka pada tahun 1945.Kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang diakui sebagai identitasnasional. Definisi kebudayaan nasional menurut TAP MPR No.II tahun 1998, yakni:Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta, karyadan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusiaIndonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa, sertadiarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasionaldalam segenap bidang kehidupan bangsa. Dengan demikian Pembangunan Nasionalmerupakan pembangunan yang berbudaya.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan,Wujud, Arti dan Puncak-Puncak Kebudayaan Lama dan Asli bagi MasyarakatPendukungnya, Semarang: P&K, 199Sebelum di amandemen, UUD 1945 menggunakan dua istilah untukmengidentifikasi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional. Kebudayaan bangsa,ialah kebudayaan-kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagi puncak-puncak didaerah-daerah di seluruh Indonesia, sedangkan kebudayaan nasional sendiri dipahamisebagai kebudayaan bangsa yang sudah berada pada posisi yang memiliki makna bagiseluruh bangsa Indonesia. Dalam kebudayaan nasional terdapat unsur pemersatu dariBanga Indonesia yang sudah sadar dan mengalami persebaran secara nasional. Didalamnya terdapat unsur kebudayaan bangsa dan unsur kebudayaan asing, serta unsurkreasi baru atau hasil invensi nasional.Kebudayaan daerah tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat diseluruh daerah di Indonesia. Setiap daerah memilki ciri khas kebudayaan yangberbeda. Berikut ini beberapa kebudayaan Indonesia berdasarkan jenisnya:Rumah AdatBegitu banyaknya rumah adat yang memiliki spesifikasi tertentu, berbeda satudari yang lain yang tersebar di seluruh daerah di nusantara. Rumah adat inimemiliki ciri khas tertentu yang membawa kekhasan tersendiri yang membuatnyagampang dikenali oleh masyarakat, mulai dari bentuknya, bahan pembuatannya,coraknya, ukurannya, teknik ukirannya dan unsure-unsur atau simbol-simboltertentu yang menunjukkan ciri khas dari daerah asalnya.Budaya Lestari Berpotensi Mengangkat Martabat Bangsa6 
  10. 10. TarianTari tradisional, bagian dari budaya daerah yang menyusun kebudayaan nasionalIndonesia. Tarian Indonesia mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman sukubangsa dan budaya Indonesia. Terdapat lebih dari 700 suku bangsa di Indonesia,dapat terlihat dari akar budaya bangsa Austronesia dan Melanesia, dipengaruhioleh berbagai budaya dari negeri tetangga di Asia bahkan pengaruh barat yangdiserap melalui kolonialisasi. Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki berbagaitarian khasnya sendiri. Di Indonesia terdapat lebih dari 3000 tarian asli Indonesia.Tradisi kuno tarian dan drama dilestarikan di berbagai sanggar dan sekolah senitari yang dilindungi oleh pihak keraton atau akademi seni yang dijalankanpemerintah.LaguLagu daerah atau musik daerah atau lagu kedaerahan, adalah lagu atau musik yangberasal dari suatu daerah tertentu dan menjadi populer dinyanyikan baik olehrakyat daerah tersebut maupun rakyat lainnya. Pada umumnya pencipta lagudaerah ini tidak diketahui lagi alias noname. Selain lagu daerah, Indonesia jugamemiliki beberapa lagu nasional atau lagu patriotik yang dijadikan sebagai lagupenyemangat bagi para pejuang pada masa perang kemerdekaan. Perbedaan antaralagu kebangsaan dengan lagu patriotik adalah bahwa lagu kebangsaan ditetapkansecara resmi menjadi simbol suatu bangsa. Selain itu, lagu kebangsaan biasanyamerupakan satu-satunya lagu resmi suatu negara atau daerah yang menjadi cirikhasnya. Lagu Kebangsaan Indonesia adalah Indonesia Raya yang diciptakan olehWage Rudolf Soepratman.MusikIdentitas musik Indonesia mulai terbentuk ketika budaya Zaman Perunggubermigrasi ke Nusantara pada abad ketiga dan kedua Sebelum Masehi. Musik-musik suku tradisional Indonesia umumnya menggunakan instrumen perkusi,terutama gendang dan gong. Beberapa berkembang menjadi musik yang rumit danberbeda-beda, seperti alat musik petik sasando dari Pulau Rote, angklung dariJawa Barat, dan musik orkestra gamelan yang kompleks dari Jawa dan Bali.Musik di Indonesia sangat beragam dikarenakan oleh suku-suku di Indonesia yangbermacam-macam, sehingga boleh dikatakan seluruh 17.508 pulaunya memilikiBudaya Lestari Berpotensi Mengangkat Martabat Bangsa7 
  11. 11. budaya dan seninya sendiri. Indonesia memiliki ribuan jenis musik, kadang-kadang diikuti dengan tarian dan pentas. Musik tradisional yang paling banyakdigemari adalah gamelan, angklung dan keroncong, sementara musik modernadalah pop dan dangdut.Seni Gambar, Seni Patung, Pakaian Adat, Seni suara, Seni sastra, Jenis makanansampai ke Jenis film dan dunia perfilman, Indonesia tetap eksis denganmenjunjung tinggi budaya yang tealh mendarah daging itu.2.4 Elemen Penting dalam Mempertahankan Budaya BangsaUntuk mempertahankan budaya bangsa agar tetap eksis di jaman yangberkembang pesat ini, diperlukan unsur-unsur penting yang memiliki peranan masing-masing yang mampu memonitori dan mengangkat nama bangsa melalui budaya yangada, diantaranya:MasyarakatDisarankan agar rakyat yang berkompeten mengikuti ajang-ajang nasional sertainternasional untuk membawa nama negara dengan memamerkan salah satubudaya di Indonesia, sehingga seluruh dunia bisa melihat bahwa ini adalah milikIndonesiaPemerintahDibutuhkan pemerintah yang bijak dan bekerja sesuai porsinya, terutama divisiDepartemen Seni Budaya, sehingga turut campur tangan secara langsung dalampengembangan budaya negara. Memperhatikan hak cipta dari semua “produkseni” negara ataupun masyarakat merupakan tanggung jawab pemerintah yangbijak. Departemen Pedidikan pun seharusnya turut memberikan andil dalammemberikan sedikit tambahan waktu bagi sekolah-sekolah misalnya untukmendapat kesempatan belajar lebih detail mengenai budaya sendiri.Media socialMedia social turut memegang peranan penting saat ini. Karena mayoritas anakbangsa sudah mampu mengoperasikan computer atau mengunjungi situs-situsyang sebenarnya bukan semua hal di dalam sana layak untuk dijelajah. Pesatnyaperkembangan IPTEK membuat orang-orang semakin cepat lebih pintar. PintarBudaya Lestari Berpotensi Mengangkat Martabat Bangsa8 
  12. 12. yang dimaksud ialah mencakup dua sisi yang bertolak belakang, yaitu pintardalam artian positif dan pintar dalam artian menjelajahi hal-hal yang tidakseharusnya dipertontonkan di muka publik.Kehati-hatian sangat dianjurkan bagi anak yang masih di bawah umur untukmenjelajahi situs-situs tertentu serta saat menyadari bahwa situs yang tidakdikenal muncul atau iklan yang memberikan sedikit clue tentang hal yang rasanyakurang layak dipertontonkan supaya segera menutup jendela yang dimaksud. Agartidak sampai mengalami apa yang disebut dengan ketagihan, sebab hal ini jugaakan memicu timbulnya budaya baru bagi individu tertentu dan dikemudian haribisa saja mempengaruhi teman sebayanya dan bersama-sama memperolehkebudayaan yang kurang begitu baik dikala usia masih pada tahap dini.Bertolak belakang dengan hal yang di atas, media social juga bisa menjaditempat yang paling jitu untuk memperkenalkan budaya leluhur ke seluruh duniasebab kini kita dapat bersosialisasi melalui media elektronik internet di mana punkita berada. Maka media social itu memiliki dampak yang positif maupunnegative di dalamnya. Semuanya tergantung kepada usernya apakah akanmenggunakan media yang tak mungkin ditolak itu pada hal positif atau sebaliknyahanya akan menggunakannya demi kepuasan batin yang bersifat tentatif belaka.Wilayah potensi pariwisataHampir di seluruh provinsi di Indonesia berpotensi sebagai lokasi pariwisata.Indonesia memang negeri yang penuh berkah sebab terdapat banyak sekali lokasipariwisata di sini, mulai dari Danau Toba di Sumatera Utara, Kebun BinatangRagunan di DKI Jakarta, Pantai Pangandaran di Jawa Barat, Borobudur di DIYogyakarta, Ubud di Bali dan lain sebagainya yang tidak mungkin saya sebut satupersatu di sini dikarenakan banyaknya lokasi pariwisata di Indonesia.Tidak sedikit wisatawan yang berkunjung ke wilayah tersebut untukmelakukan tujuan wisata, baik wisatawan domestic maupun mancanegara. Hal inisecara langsung memberitahukan kepada tourist asing tentang keindahan tanah air,serta secara tidak langsung membisikkan kepada mereka bahwa warga sekitarmemiliki budaya tersendiri untuk menjaga agar lokasi tetap eksis dan memberikesan yang tidak memberi efek jera untuk berkunjung lagi.Budaya Lestari Berpotensi Mengangkat Martabat Bangsa9 
  13. 13. Tentu saja untuk mencapai itu diperlukan kerja sama seluruh warga yangberdomisili disekitar, menjaga agar para wisatawan merasa nyaman dan betah dilokasi, budaya ramah tamah harus tetap terjaga.Di sisi lain, lokasi potensi pariwisata merupakan latar yang sangat tepat untukmemperkenalkan budaya sendiri, seperti jenis kuliner khas Indonesia, instrumentaltradisional serta souvenir khas Indonesia, dan tidak lupa dengan jenis tariantradisional bangsa. Hal ini akan menjadi nilai plus bagi mereka karena dapatsecara langsung bertatapan muka untuk menyaksikan adegan-adegan tadi,sehingga mereka berniat untuk tetap mengunjungi tempat tersebut di lainkesempatan.Budaya Lestari Berpotensi Mengangkat Martabat Bangsa10 
  14. 14. BAB IIIPENUTUP3.1 KesimpulanDari pembahasan yang telah dikaji pada bab sebelumnya, dapat penulissimpulkan bahwa:1. Kecintaan terhadap budaya berarti menaruh kecintaan terhadap leluhur dankecintaan terhadap tanah air.2. Budaya lestari berperan dalam mengangkat harkat dan martabat bangsa dannegara di hadapan dunia. Saat seorang anak tumbuh menjadi seorang yangberprestasi di sekolah, orang-orang yang ingin kenal dengannya akan menanyakanterlebih dahulu tentang asal usulnya atau keluarganya, dan akan dijadikan sebagaiclue adanya kemungkinan seseorang itu mengenal keluarga anak itu dan akanlebih mudah mengenali/mendekatinya jika pertanyaan tadi sudah terjawab.Demikaian halnya dengan budaya ini. Budaya, sebut saja batik, sebagai anak yangberprestasi tadi, dan negara sebagai keluarga atau asal-usulnya. Saat pertama kaliseni batik di pamerkan ke seluruh dunia, mereka bertanya tentang asal-usul senidan/atau budaya batik, dan sesuai dengan yang diharapkan, tentu saja namanyaadalah Indonesia. Tidak bisa dipungkiri bahwa pada saat itu banyak wisatawanmancanegara yang bahkan sampai berkunjung ke Indonesia untuk mencari ilmutentang batik/membatik dan akan disebarkan kenegaranya tentang ilmu yang taditelah diperoleh.3.2 SaranFakta yang tak bisa dipungkiri bahwa globalisasi memberikan dampak yang ambiguterhadap perkembangan budaya sendiri, yaitu dampak positif sekaligus dampaknegative. Positif saat budaya-budaya yang muncul di mata dunia mengatasnamakanbangsa dan negara ini, tentunya akan mengharumkan nama bangsa dan negara kita dibelahan bumi ini. Kita bisa saja melakukan proses penerimaan terhadap budaya-budaya asing yang masuk secara selektif. Hal ini dikenal dengan sebutan Akulturasi .Kita serap budaya asing yang datang ke Indonesia dengan memilah mana yang sesuaiBudaya Lestari Berpotensi Mengangkat Martabat Bangsa11 
  15. 15. dengan budaya kita dengan memperhitungkannya ke norma yang berlaku dimasyarakat. Sebagai hal negatifnya yang harus kita hindari terletak pada kurangkompeten nya masyarakat untuk memilah-milah mana budaya yang layak untukditerima dan dijadikan sebagai budaya baru dalam lingkungannya. Maka dari itudibutuhkan kesadaran norma yang sejalan dengan moral dan etika.= = = = = SEKIAN & TERIMA KASIH = = = = =Budaya Lestari Berpotensi Mengangkat Martabat Bangsa12 
  16. 16. Budaya Lestari Berpotensi Mengangkat Martabat Bangsa13 DAFTAR PUSTAKASumber buku:Anonymous.1994.Pokok-pokok Antropologi Budaya.Cetakan ke-7.Terjemahan T.O.Ihromi.Jakarta:GramediaSumber internet:http://organisasi.org/arti-definisi-pengertian-budaya-kerja-dan-tujuan-manfaat-penerapannya-pada-lingkungan-sekitarhttp://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Indonesia               

×