Isi makalah iad
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Isi makalah iad

on

  • 2,474 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,474
Views on SlideShare
2,474
Embed Views
0

Actions

Likes
3
Downloads
50
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Isi makalah iad Isi makalah iad Document Transcript

  • 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejak manusia mengenal peradaban, manusia selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Peningkatan kualitas hidup tidakk lain merupakan usaha untuk mendapatkan kenyamanan hidup. Untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia berupa sandang pangan dan papan, manusia memanfaatkan penemuan-penemuan baru ilmu pengetahuan dan tekhnologi untuk menggeruk hasil sumber daya alam yang ada sebanyak- banyaknya dan secepat-cepatnya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang pesat dewasa ini ternyata membawa dampak yang bersifat positif dan negatif. Dampak positif memang yang diharapkan oleh manusia dalam rangka peningkatan kualitas hidupnya. Dampak negatif tidak diharapkan manusia, karena dapat menurunkan kualitas dan kenyamanan hidup dalam bentuk masalah lingkungan. Timbulnya masalah lingkungan tidak jauh dari masalah kependudukan dan perilaku manusia itu sendiri yang tidak sadar akan aktivitasnya yang merusak lingkungan yang kemudian menyebabkan pencemaran lingkungan yang beragam, seperti pencemaran udara, air, tanah, dan masalah global. 1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana pengertian pencemaran lingkungan? 2. Bagaimana macam-macam pencemaran lingkungan? 3. Bagaimana dampak industri dan tekhnologi terhadap munculnya pencemaran lingkungan? 4. Bagaimana dampak masalah global pada kehidupan?
  • 2 BAB II ISI 1.1 Pengertian Pencemaran Lingkungan Menurut Otto Soemarwoto sebagaimana dikutip oleh M. Arief Nurdu dan Nursyam B. Sudharsono, bahwa yang dimaksudkan dengan pencemaran adalah adanya suatu organisme atau unsur lain dalam suatu sumber daya, misalnya air atau udara, dalam kadar yang mengganggu peruntukan sumbernya itu. Kontaminasi atau pengotoran ialah perubahan kualitas sumber daya itu akibat tercampurnya dengan bahan lain, tanpa mengganggu pertukaran.[5] Dari definisi di atas terlihat bahwa unsur-unsur pencemaran lingkungan adalah : 1. Masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup 2. Disebabkan oleh kegiatan manusia. 3. Turunnya kualitas lingkungan hidup sampai ke tingkat tertentu. 4. Adanya akibat yaitu bahwa lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Pencemaran adalah masuk atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan/ atau komponen lain ke dalam air atau udara. Pencemaran juga bisa berarti berubahnya tatanan (komposisi) air atau udara oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas air/ udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. Untuk mencegah terjadinya pencemaran terhadap lingkungan oleh berbagai aktivitas industri dan aktivitas manusia, maka diperlukan pengendalian terhadap pencemaran lingkungan dengan menetapkan baku mutu lingkungan. Pencemaran terhadap lingkungan dapat terjadi dimana saja dengan laju yang sangat cepat, dan beban pencemaran yang semakin berat akibat limbah industri dari berbagai bahan kimia termasuk logam berat.
  • 3 2.2 Jenis-jenis Pencemaran Lingkungan A. Pencemaran Udara Pencemaran udara dapat diartikan sebagai adanya bahan atau zat asing di dalam udara yang menyebabkan perubahan susunan (komposisi) udara normalnya. Kehadiran bahan baku atu zat asing dalam udara dalam jumlah tertentu serta berada dalam udara dalam waktu yang cukup lama, akan menggangu kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan. Bila keadaan seperti ini terjadi, maka udara dikatakan telah tercemar, berarti kenyaman hidup manusia terganggu. Udara merupakan campuran berbagai macam gas yang perbandingannya tidak tetap, tergantung pada suhu udara, tekanan udara dan lingkungan sekitarnya. Dalam udara terdapat Oksigen (O2), untuk bernapas, karbon dioksida (CO2) untuk proses fotosintesis oleh hijau daun (klorofil) dan ozon (O3) untuk menahan sinar ultraviolet. Secara umum penyebab pencemaran udara ada dua macam, yaitu faktor internal (debu yang beterbangan karena tiupan angin, abu yang dikeluarkan oleh letusan gunung api bersama gas-gas vulkanik dan pembusukan oleh sampah organik) dan faktor eksternal (hasil pembakaran bahan bakar fosil, debu dari kegiatan industri dan penggunaaan zat kimia yang disemprotkan ke udara). 1. Komponen Pencemar Udara Jumlah komponen pencemar udara tergantung pada sumbernya. Komponen pencemaran bisa mencemari udara secara sendiri-sendiri atau bersama-sama. Berdasarkan asal dan kelanjutan perkembangannya di udara. Pencemar udara dibedakan atas: a. Pencemar Udara Primer Pencemar udara primer, yaitu pencemar di udara yang ada dalam bentuk yang hampir tidak berubah, sama halnya pada saat dibebaskan dari sumbernya sebagai hasil dari suatu proses tertentu. Pencemar udara primer digolongkan menjadi lima kelompok, yaitu : a) Carbon monoksida (CO)
  • 4 Sumber karbon monoksida yang paling banyak adalah transportasi yang menggunakan bensin sebagai bahan bakarnya. Sumber CO yang kedua terbanyak adalah pembakaran hasil-hasil pertanian (sampah, sisa-sisa kayu di hutan). Sumber yang ketiga adalah industri besi dan baja. Pengaruh CO dalam tubuh terutama disebabkan karena reaksi antara CO dengan Hemoglobin (Hb) didalam darah sehingga akan mengganggu pengangkutan Oksigen dan Karbondioksida ke paru-paru. b) Nitrogen Oksida (NOx) Nitrogen Oksida merupakan kelompok gas di atmosfer, terdiri dari gas nitrit oksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2). NO merupakn gas yang tidak berwarna dan tidak berbau. Sebaliknya, NO2 merupakan gas yang berwarna coklat kemerahan dan berbau menyengat. Gas NOx di udara terutama berasal dari buangan hasil pembakaran yang keluar dari generator pembangkit listrik stationer atau mesin-mesin yang menggunakan bahan bakar gas alam, kebakaran hutan, pembakaran sampah padat, pembakaran sampah pertanian. NO mempunyai kemampuan membatasi kadar oksigen dalam darah, seperti halnya CO mudah bereaksi dengan oksigen membentuk NOCO mudah bereaksi dengan oksigen membentuk NO2. Bila NO2 bertemu dengan uap air di udara atau dalam tubuh manusia akan membentuk HNO3 yang sangat merusak tubuh manusia. Oleh karena itu, NO2 akan terasa sangat pedih bila mengganggu mata, saluran nafas dan jantung. Konsetrasi yang tinggi dapat mengakibatkan kematian. NO2 akan merusak bahan-bahan logam, menimbulkan karat dan mengabsorpsi sinar ultraviolet dari matahari. c) Hidrokarbon (HC) Hanya terdiri dari unsur hidrogen dan karbon. Pembakaran tidak sempurna dalam mesin mobil, pengisian bensin ke dalam tangki bensin kendaraan, selalu terjadi penguapan. HC dapat berupa gas, cair dan padat. Senyawa HC dapat menyebabkan kanker. d) Sulfur Oksida (SO2)
  • 5 SOx terutama disebabkan oleh dua komponen gas yang tidak berwarna, yaitu sulfur oksida (SO2) dan sulfur trioksida (SO3). SO2 mempunyai karakterisitik bau yang tajam dan tidak terbakar di udara. Sedangkan SO3 merupakan komponen yang tidak reaktif. SO2 bila bereaksi dengan uap air akan membentuk asam sulfat, yang akan merusak permukaan logam (rel kereta api, kendaraan, pagar halaman rumah), merusak batu-batuan (granit, pualam), merubah warna benda dan benda menjadi rapuh (plastik, karet, kertas). SOx mengakibatkan iritasi pada sistem pernapasan. Pencemaran SOx di udara terutama berasal dari pemakaian batu bara yang digunakan pada kegiatan industri, transportasi dan proses industri. e) Partikel Partikel adalah pencemar udara yang dapat bersama-sama dengan bahan atau pencemar lainnya. Partikel meliputi berbagai macam bentuk dan dapat berupa Aerosol ( partikel yang terhambur dan melayang di udara), fog atau kabut (partikel berupa butiran air yang berada di udara), Smoke atau asap (partikel berupa campuran antara butiran padat dan cairan yang terhambur melayang di udara, dust atau debu (partikel berupa butiran padat yang terhambur dan melayang di udara karena ada hembusan angin, dll. Polutan tersebut akan berpengaruh pada manusia bila partikel tersebut masuk ke dalam tubuh manusia melalui sistem pernapasan. Faktor yang paling berpengaruh terhadap sistem pernapasan terutama adalah dimensi partikel yang akan menentukan seberapa jauh penetrasi partikel ke dalam sistem pernapasan. Sistem pernapasan memiliki beberapa sistem pertahanan mencegah masuknya partikel-partikel tersebut ke dalam paru-paru. Partikel berpengaruh terhadap tanaman terutama karena debunya, dimana debu tersebut bila bergabung dengan uap air atau air hujan akan membentuk kerak yang tebal pada permukaan daun yang tidak dapat dibilas oleh air hujan, kecuali menggosoknya. Lapisan kerak tesebut akan mengganggu berlangsungnya proses fotosintesa pada tanaman, karena
  • 6 menghambat masukny sinar matahari ke permukaan daun mencegah adanya pertukaran CO2 dan oksigen. Akibatnya tanaman akan terganggu. b. Pencemaran Udara Sekunder Pencemaran udara sekunder yaitu semua unsur pencemar di udara yang sudah berubah karena reaksi tertentu antara dua atau lebih polutan. Umumnya polutan sekunder tersebut merupakan hasil antara polutan primer dengan lain yang ada di udara. Misalnya ozon (O3), yang terjadi antara molekul-molekul hidrokarbon (HC) yang ada di udara dengan nitrogen oksida (NOx) melalui pengaruh sinar ultraviolet dari matahari. 2. Pencemar Udara lainnya Selain dari faktor-faktor pencemar tersebut di atas masih ada pencemar lainnya yang tidak tergolong dalam kategori di atas. Yaitu : 1. Kebisingan Kebisingan adalah bunyi yang dapat mengganggu dan merusak pendengaran manusia. Apabila syaraf pendengaran tidak menghendaki rangsangan tersebut, maka bunyi tersebut dinamakan kebisingan. Tegangan suara standar yang dapat didengar manusia normal adalah pada frekuensi 1.000 Hz, dengan satuan desibel (dB). Makin tinggi nilai kebisingan, makin sedikit waktu kontak yang diiizinkan. Suara dengan tingkat kebisingan tinggi dan nada tinggi sangat mengganggu, terlebih lagi bila datangnya secara terputus-putus dan tiba-tiba. Pengaruhnya akan terasa sangat mengganggu apabila sumber kebisingan tidak diketahui. 2. Penyemprotan Insektisida Pada umumnya insektisida pembunuh serangga disemprotkan ke udara. Penyemprotan insektisida pada lahan pertanian dapat mencakup daerah yang sangat luas sehingga bila perlu penyemprotan tersebut dilakukan dengan menggunakan pesawat terbang. Serangga pengganggu disekitar rumah (nyamuk, kecoa, dan semut) juga dibunuh dengan menyemprotkan insektisida. Penyemprotan insektisida ke udara tanpa sadar sebenarnya merupakan penyebab pencemaran udara. Walaupun pemakaian insektisida
  • 7 ditujukan untuk membunuh serangga, namun apabila pemakaian berlebihan dalam waktu yang cukup lama maka insektisida dampak berdampak negatif pada manusia. 3. Penanggulangan Pencemaran Udara Untuk mengetahui upaya penanggulangan pencemaran udara secara fundamental perlu dipahami terlebih dahulu masalah pencemaran udara tersebut secara keseluruhan. Seluruh masalah harus dikaitkan dalam suatu sistem yang terdiri dari tiga komponen utama, yaitu : a. Sumber emisi, merupakan subsistem pada penanggulangan nantinya. b. Atmosfer, sebagai subsistem dari sistem ekologi. c. Lingkungan, yang akan menderita akibat peristiwa pencemaran dan merupakan sistem ekologi. Pada prinsipnya dapat ditempuh empat cara penanggulangan, yaitu : 1. Pendekatan teknologis, suatu pendekatan yang secara teknologis lebih ditujukan kepada faktor sumber emisi beserta segala sesuatunya yang terjalin secara bersama-sama sebagai suatu subsistem. Sudah saatnya dikenalkan teknologi hemat dan teknologi pencegahan untuk hal-hal yang memungkinkan. Teknologi hemat digunakan untuk menyelamatkan penggunaan bahan-bahan maupun penghematan sumber energi. Dalam teknologi ini senangtiasa terdapat alternatif terhadap penggunaan bahan-bahan lain yang lebih mudah didapatkan karena sumbernya masih melimpah, maupun yang seminimal mungkin yang menghasilkan produk sisa. Tekhnologi pencegahan pada dasarnya lebih ditekankan pada pertimbangan aspek- aspek yang dapat mengurangi pengaruh yang tidak diinginkan semaksimal mungkin terhadap lingkungan hidup, berupa dampak yangditimbulkanya. 2. Pendekatan planologi, suaut pendekatan yang ditujukan pada penataan lingkungan fisik agar secara timbal balik dapat dihindarkan akibat-akibat merugikan yang diperkirakan akan menimpa lingkungan. Diharapkan perencanaan dan implementasi planologis dapat menciptakan lingkungan
  • 8 hidup yang mampu menjamin rasa aman, nyaman, dan menyenangkan bagi kehidupan. Perencanaan sistem transportasi berkaitan dengan kepadatan lalulintas, mengingat kelambanan kendaraan bermotor lebih banyak membebaskan CO karena lebih dimungkinkan terjadi pembakaran tidak sempurna. Disamping itu, perlu pemisahan jalur untuk kendaraan nonmotor, kendaraan bermotor umum, kendaraan bermotor pribadi, truk angkutan, bus dan lainnya. 3. Pendekatan administratif, suatu pendekatan yang mengikat semua pihak agar mengikuti ketentuan yang berlaku karena adanya suaut ketentuan hukum terhadap masyarakat, serta dibinanya ketentuan administrasi oleh petugas maupun aparat pelaksana pemerintahan dengan cara seksama. Secara nasional perlu produk-produk hukum yang mengatur persyaratan- persyaratan berbagai standar industri. 4. Pendekatan edukatif, suatu pendekatan pembinaan dan penerangan secara terus menerus kepada masyarakat baik dalam rangka motivasi maupun membangkitkan kesadaran ikut memelihara kelestarian lingkungan hidup. B. Pencemaran Air Pencemaran air adalah penyimpangan sifat-sifat air dari keadaan normal, bukan dari kemurniannya. Air yang tersebar di alam semesta ini tidak pernah terdapat dalam bentuk murni, namun bukan berarti bahwa semua air sudah tercemar. Adanya benda-benda asing yang mengakibatkan air tersebut tidak dapat digunakan sesuai peruntukannya secara normal disebut pencemaran. 1. Aspek Kimia Fisika Pencemaran Air Sifat kimia-fisika air yang umum diuji dan dapat digunakan untuk menentukan pencemaran air adalah sebagai berikut : a. Nilai pH, keasaman, dan alkalinitas Nilai pH air yang normal adalah sekitar netral, yaitu 6 – 8, sedangkan air yang tercemar, nilai pH-nya tergantung jenis pencemarnya (limbahnya).
  • 9 Air segar dari pegunungan biasanya mempunyai pH yang lebih tinggi, semakin lama pH air akan menurun menuju kondisi asam. Hal ini karena bertambahnya bahan-bahan organik yang membebaskan CO2 bila mengalami proses penguraian. Air limbah industri bahan organik pada umumnya mengandung asam mineral dalam jumlah yang tinggi sehingga keasamannya juga tinggi atau pH-nya rendah. Adanya besi sulfur (FeS2) dalam jumlah tinggi didalam air juga akan meningkatkan keasamannya, karena FeS2 dengan udara dan air akan membentuk H2SO4 dan besi (Fe) yang larut. Perubahan keasaman pada air limbah, baik kearah alkali (pH naik) maupun kearah asam (pH turun), akan sangat mengganggu kehidupan ikan dan hewan lainnya. Selain itu, air limbah yang mempunyai pH rendah bersifat sangat korosif terhadap baja dan sering mengakibatkan besi menjadi berkarat. Keasaman adalah kemampuan untuk menetralkan basa. Keasaman yang tinggi belum tentu mempunyai pH yang rendah. Suaut asam lemah dapat mempunyai keasaman yang tinggi artinya mempunyai potensi untuk melepaskan hydrogen, misalnya asam karbonat, asam asetat dan asam organik lainnya. Alkalinitas berkaitan dengan kesadahan air, yang merupakan salah satu sifat air. Adanya ion kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) didalam air akan mengakibatkan sifat kesadahan air tersebut. Air dengan tingkat kesadahan tinggi dapat menimbulkan korosi pada alat-alat yang terbuat dari besi, menyebabkan sabun kurang berbusa, dapat menimbulkan endapan atau kerak dalam wadah pengolahan. b. Suhu Air sering digunakan sebagai media pendingin dalam berbagai proses industri. Air pendingin tersebut setelah digunakan akar mendapatkan panas yang didinginkan, kemudian dikembalikan ke tempat asalnya, yaitu sungai
  • 10 atau sumber air lainnya. Air buangan tersebut mungkin mempunyai suhu lebih tinggi daripada air asalnya. Naiknya suhu air akan menimbulkan menurunnya jumlah oksigen terlarut dalam air, meningkatkan kecepatan reaksi kimia, mengganggu kehidupan ikan dan hewan air lainnya, yang bila batas suhu mematikan terlampaui, ikan dan hewan air lainnya mungkin akan mati. Suhu air kali limbah yang relatif tinggi ditandai dengan munculnya ikan-ikan dan hewan air lainnya ke permukaan untuk mencari oksigen. c. Oksigen terlarut Oksigen adalah gas tak berbau, tak berasa dan hanya sedikit larut dalam air. Untuk mempertahankan hidupnya, makhluk bergantung pada oksigen yang terlarut ini. Jadi, kadar oksigen terlarut dapat dijadikan ukuran untuk menentukan kualitas air. Kehidupan dalam air dapat bertahan bila terdapat oksigen terlarut minimal sebanyak ppm (5 mg oksigen untuk setiap liter air). Selebihnya bergantung pada ketahanan organisme, derajat keaktifannya, kehadiran bahan pencemar, suhu air. Oksigen terlarut dapat berasal dari fotosintesis tanaman air dan dari atmosfer (udara) yang masuk dalam air. Konsentrasi oksigen terlarut yang terlalu rendah akan mengakibatkan ikan dan hewan air lain yang membutuhkan oksigen akan mati. Sebaliknya, konsentrasi oksigen terlarut terlalu tinggi juga mengakibatkan proses korosi yang semakin cepat, karena oksigen akan mengikat hydrogen yang melapisi logam. d. Karbondioksida dalam air Kepekatan oksigen terlarut dalam air bergantung kepada kepekatan karbondioksida yang ada. Bila udara bersentuhan dengan permukaan air, maka karbondioksida dari udara bertukar dengan yang ada di air. Pada air yang tenang terjadi sedikit pertukaran, bila air bergelombang maka pertukaran akan menjadi lebih cepat. Proses pertukaran yang terjadi disebut
  • 11 difusi. Karbondioksida juga terdapat dalam air hujan yang terbawa pada saat tetes air turun dari udara. Hal ini mengakibatkan air hujan bersifat asam. e. Warna dan kekeruhan Warna air yang terdapat di alam sangat bervariasi, misalnya air di rawa-rawa berwarna kuning, cokelat atau hijau. Air sungai biasanya berwarna kuning kecokelatan karena mengandung lumpur. Air limbah yang mengandung besi dalam jumlah yang besarberwarna cokelat kemerahan. Warna air yang tidak normal biasanya merupakan indikasi terjadinya pencemaran air. Kekeruhan menunjukkan sifat optis air, yang mengakibatkan pembiasan cahaya dalam air. Kekeruhan ini terjadi karena adanya bahan yang terapung dan terurainya zat tertentu, seperti bahan organik jasad renik, lumpur tanah liat, dan benda lain yang melayang atau terapung dan sangat halus sekali. Semakin keruh air, semakin tinggi daya hantar listriknya dan semakin banyak pula padatannya. f. Padatan Padatan di dalam air akan mengendap pada dasar air, uyang lambat laun akan menimbulkan pendangkalan. Akibat lain dari padatan adalah tumbuhnya tanaman air tertentu dan menjadi racun bagi makhluk lain. Banyaknya padatan menunjukkan banyaknya lumpur yang terkandung dalam air. Pada dasarnya air yang tercemar selalu mengandung padatan. g. Nitrat Nitrogen sebagai sumber nitrat banyak terdapat di udara. Hanya sedikit sekali organisme yang dapat langsung memanfaatkan nitrogen di udara. Tumbuhan dapat menghisap nitrogen dalam bentuk nitrat (NO3). Pengubahan dari nitrogen bebas di udara menjadi nitrat dapat dilakukan secara biologis maupun kimia. Transformasi ini disebut fiksasi (pengikatan) nitrogen. Fiksasi kimia terjadi karena petir di udara memberikan cukup energi untuk menyatukan nitrogen dan oksigen, membentuk nitrogen dioksida (NO2). Gas ini bereaksi dengan air membentuk asam nitrat (NO3).
  • 12 Tumbuhan dan hewan yang telah mati akan diuraikan proteinnya oleh pembusuk menjadi amoniak dan senayawa ammonium. Nitrogen dalam air seni dan kotoran akan berakhir menjadi amoniak juga. h. Fosfor Protein dan zat organik lainnya mengandung phospor. Herbivora yang makan tumbuhan akan mendapatkan hospor. Bila tumbuhan dan hewan tersebut mati, maka bakteri pengurai akan mengembalikan phospor itu ke dalam air sebagai zat organik terlarut. Kotoran sisa metabolisme hidup yang akhirnya balteri menguraikan senyawa organik ini menjadi fosfor. 2. Aspek Biokimia Pencemaran Air Organisme pengurai akan menguraikan senyawa organik menjadi karbondioksida dan air. Bakteri lain mengubah amoniak dan nitrit menjadi nitrat. Untuk proses ini diperlukan oksigen. Bila bahan organik dalam air hanya sedikit, maka bakteri akan dengan mudah menguraikannya tanpa gangguan keseimbangan oksigen dalam air. Oksigen yang digunakan akan segera tergantikan dengan cara-cara alamiah. Bila jumlah bahan-bahan organik tersebut banyak, maka bakteri pengurai akan melipatgandakan dirinya. Hal ini pada umumnya mengakibatkan kekurangan oksigen, seperti di rawa-rawa dan dasar kolam, dan danau yang airnya tidak mengalir. Manusia terus menerus membuang sampah organik ke dalam air sehingga akan terjadi kekurangan oksigen dalam air. Oleh karena itu, perlu pengujian persyaratan kandungan oksigen dalam air. Pengujian yang berhubungan dengan kandungan oksigen dalam air dibedakan menjadi dua, yaitu : 1. Uji BOD (Biochemical Oxygen Demand), uji kebutuhan oksigen biokimia. 2. Uji COD (Chemical Oxygen Demand), uji kebutuhan oksigen kimia. 3. Bahan Pencemar Lainnya Ada beberapa bahan pencemar lain yang berpengaruh terhadap kualitas air. Bahan pencemar tersebut antara lain berupa logam berat.
  • 13 a. Merkuri (Hg) Merkuri merupakan elemen alami, sering mencemari lingkungan, terdapat dalam bentuk senyawa dengan elemen lain. Merkuri hampir semuanya diproduksi dengan cara pembakaran merkuri sulfide (HgS) di udara, merkuri dilepas sebagai uap yang kemudian mengalami kondensasi. Merkuri digunakan dalam produksi alat-alat untuk berbagai keperluan, misalnya lampu merkuri, baterai merkuri. Penggunaan merkuri dalam imdustri sering mengakibatkan pencemaran lingkungan. Dalam kasus pencemaran di Teluk Minamata (Jepang), merkuri sulfat yang digunakan dalam industri dibuang ke laut Teluk Minamata. Komponen merkuri dapat mengkontaminasikan ikan dan makhluk lainnya, termasuk ganggang dan tumbuhan air. Selanjutnya ikan-ikan kecil dimakan oleh ikan atau hewan yang lebih besar atau masuk ke dalam tubuh melalui insang. Kerang juga dapat mengumpulkan merkuri dalam rumahnya. Ikan dan hewan air tersebut kemudian dikomsumsi manusia, sehingga manuisapun dapat mengumpulkan merkuri dalam tubuhnya. Semua komponen merkuri merupakan racun terhadap tubuh, merkuri dalam tubuh dapat menghambat kemampuan kerja enzim dan mengakibatkan kerusakan sel. b. Timbal (Pb) Penggunaan timbal untuk produksi bakteri penyimpan untuk mobil, dimana digunakan timbal metalik, untuk produk-produk logam, seperti amunisi, pelapis kabel, pipa, solder, bahan pewarna, produk-produk logam yang harus tahan karat, misalnya pipa yang digunakan untuk mengalirkan bahan-bahan kimia yang korosif. Sifat dari timbal antara lain titik cairnya yang rendah, merupakan logam yang lunak sehingga mudah diubah bentuknya menjadi logam yang berfungsi sebagai lapisan pelindung bila kontak dengan udara lembab. 4. Penanggulangan Pencemaran Air Penguraian air tanah sulit sekali terurai karena airnya tidak mengalir dan tidak mengandung bakteri yang aerob, jadi air yang tercear akan tetap
  • 14 tercemar dalam waktu yang lama, maka perlu penanggulangan sebelunya, usaha-usahanya antara lain: 1. Menempatkan daerah industri atau pabrik jauh dari daerah perumahan atau pemukiman. 2. Pengawasan terhadap penggunaan jenis-jenis peptisida dawn zat-zat kimia lain yang dapat menimbulkan pencemaran 3. Menentukan batas minimal fosfat yang terdapat dalam detergen atau bahan pencucian lainnya 4. Memperuas tindakan penghijauan 5. Mengatur pembuangan limbah industry 6. Melakukan tahapan intensifikasi, sebagai berikut : 1. Mengadakan pengolahan primer, yaitu menghilangkan bahan-bahan padatan yang mengendap/mengapng. Terdiri dari proses : penyaringan, pengendapan (menghilangkan komponen-komponen fosfor dan padatan tersuspensi) dan pemisahan, pemindahan endapan. 2. Mengadakan pengolahan sekunder, yaitu proses dekonposisi (penguraian) bahan-bahan padat secara biologi. Terdiri dari proses : penyaringan trikel, pemberian bakteri aerobik untuk mengurai kadar limbah organik dan pemberian lumpur aktif. 3. Mengadakan pengolahan tersier, yaitu pengolahan untuk menghilangkan sisa-sisa zat kimia dan fisik yang tertinggal setelah pengolahan primer dan sekunder. Prosesnya : adsorpsi, elektrodalisasi (menurunkan konsentrasi garam-garam terlarut sampai pada konsentrasi air semula) osmosis berlawanan, khloranisasi (menghilangkan organisme penyebab penyakit) 7. Menggunakan pestisida yang mudah diuraikan di alam. 8. Untuk limbah berbentuk minyak : 1. Menghindari kebocoran minyak di laut. 2. Menerapkan sanksi tegas bagi pelaku pencemaran.
  • 15 3. Membersihkan minyak dengan bioremediasi. Yaitu penggunaan mikroorganisme untuk membersihkan pencemaran. 4. Menggunakan penghalang mekanik. Maka bila bocor minyak tidak sampai ke laut/pantai. 5. Melakukan penanganan limbah yang dibuang lingkungan dengan cara mengolah limbah secara biologi, kimia atau fisika C. Pencemaran Tanah Pencemaran tanah adalah keadaan dimana bahan kimia buatan manusia masuk dan mengubah lingkungan tanah alami. Dalam keadaan normal , tanah harus dapat memberi daya dukung bagi kehidupan manusia, baik untuk pertanian, peternakan, kehutanan maupun permukiman. Tanah merupakan sumber daya alam yang mengandung bahan organik dan anorganik yang mampu mendukung pertumbuhan tanaman. Sebagai faktor produksi pertanian, tanah mengandung air dan mineral yang perlu ditambah untuk pengganti yang habis dipakai. Ketika suatu zat berbahaya/beracun telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya. Pencemaran biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan; kecelakaan kendaraaan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping). Bentuk dan macam limbah yang dihasilkan manusia tergantung pada tingkat peradaban manusia. Sebelum manusia mengenal kemajuan industri dan
  • 16 tekhnologi, limbah atau bahan buangan yang dihasilkan dari kegiatan manusia pada umumnya bersifat organik. Dari segi kelestarian lingkungan, limbah bersifat organik lebih manguntungkan, karena lebih mudah diuraikan oleh mikroorganisme menjadi bahan yang mudah menyatu kembali dengan alam tanpa menimbulkan pencemaran pada lingkungan. 1. Dampak pencemaran tanah Dampak pada kesehatan Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung pada tipe polutan, jalur masuk ke dalam tubuh dan kerentanan populasi yang terkena. Kromium, berbagai macam pestisida dan herbisida merupakan bahan karsinogenik untuk semua populasi. Timbal sangat berbahaya pada anak- anak, karena dapat menyebabkan kerusakan otak, serta kerusakan ginjal pada seluruh populasi. Kuri (air raksa) dan siklodiena dikenal dapat menyebabkan kerusakan ginjal, beberapa bahkan tidak dapat diobati. PCB dan siklodiena terkait pada keracunan hati. Organofosfat dan karmabat dapat dapat menyebabkan ganguan pada saraf otot. Berbagai pelarut yang mengandung klorin merangsang perubahan pada hati dan ginjal serta penurunan sistem saraf pusat. Terdapat beberapa macam dampak kesehatan yang tampak seperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi mata dan ruam kulit untuk paparan bahan kimia yang disebut di atas. Yang jelas, pada dosis yang besar, pencemaran tanah dapat menyebabkan kematian. Dampak pada ekosistem Pencemaran tanah dapat memberikan dampak terhadap ekosistem. Perubahan kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari adanya bahan kimia beracun/berbahaya bahkan pada dosis yang rendah sekalipun. Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan metabolisme dari mikroorganisme endemik dan antropoda yang hidup di lingkungan tanah tersebut. Akibatnya bahkan dapat memusnahkan beberapa spesies primer dari rantai makanan, yang dapat memberi akibat yang besar terhadap predator atau tingkatan lain dari rantai makanan tersebut. Bahkan jika efek kimia pada bentuk kehidupan terbawah
  • 17 tersebut rendah, bagian bawah piramida makanan dapat menelan bahan kimia asing yang lama-kelamaan akan terkonsentrasi pada makhluk-makhluk penghuni piramida atas. Banyak dari efek-efek ini terlihat pada saat ini, seperti konsentrasi DDT pada burung menyebabkan rapuhnya cangkang telur, meningkatnya tingkat kematian anakan dan kemungkinan hilangnya spesies tersebut. Dampak pada pertanian Dampak pada pertanian terutama perubahan metabolisme tanaman yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan hasil pertanian. Hal ini dapat menyebabkan dampak lanjutan pada konservasi tanaman dimana tanaman tidak mampu menahan lapisan tanah dari erosi. Beberapa bahan pencemar ini memiliki waktu paruh yang panjang dan pada kasus lain bahan- bahan kimia derivatif akan terbentuk dari bahan pencemar tanah utama. 2. Penanggulangan pencemaran tanah 1. Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau on-site) dan ex-situ (atau off-site). Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi. 2. Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut. Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan off-site ini jauh lebih mahal dan rumit. 3. Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air). Menurut Dr.
  • 18 Anton Muhibuddin, salah satu mikroorganisme yang berfungsi sebagai bioremediasi adalah jamur vesikular arbuskular mikoriza (vam). Jamur vam dapat berperan langsung maupun tidak langsung dalam remediasi tanah. Berperan langsung, karena kemampuannya menyerap unsur logam dari dalam tanah dan berperan tidak langsung karena menstimulir pertumbuhan mikroorganisme bioremediasi lain seperti bakteri tertentu, jamur dan sebagainya. D. Pencemaran Bunyi/suara 1. Definisi Pencemaran Bunyi/Suara Ada beberapa pengertian yang berkaitan dengan pencemaran bunyi, antara lain: Pencemaran bunyi (bunyi persekitaran) merupakan bunyi hasil dari mesin, hewan dan manusia yang mengganggu aktivitas atau keseimbangan kehidupan manusia atau hewan. Polusi suara atau pencemaran suara adalah gangguan pada lingkungan yang diakibatkan oleh bunyi atau suara yang mengakibatkan ketidaktentraman makhluk hidup di sekitarnya. Pencamaran bunyi adalah bunyi bising yang keterlaluan yang bisa memekakkan telinga siapa yang mendengarnya.Pencemaran bunyi biasanya melebihi 80 desibel (dB). Pencemaran bunyi adalah bunyi atau suara yang tidak dikehendaki dan dapat mengganggu kesehatan dan kenyamanan lingkungan yang dinyatakan dalam satuan desibel (dB). Kebisingan juga dapat didefinisikan sebagai bunyi yang tidak disukai, suara yang mengganggu atau bunyi yang menjengkelkan. 2. Sebab-Sebab Pencemaran Bunyi/Suara Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Syarat syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup.Sifatpolutanadalah: 1. Merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat lingkungan tidak merusak lagi.
  • 19 2. Merusak dalam jangka waktu lama. Bunyi yang menimbulkan kebisingan disebabkan oleh sumber suara yang bergetar. Getaran sumber suara ini mengganggu keseimbangan molekul udara sekitarnya sehingga molekul-molekul udara ikut bergetar. Getaran sumber ini menyebabkan terjadinya gelombang rambatan energi mekanis dalam medium udara menurut pola ramatan longitudinal. Rambatan gelombang diudara ini dikenal sebagai suara atau bunyi sedangkan dengan konteks ruang dan waktu sehingga dapat menimbulkan gangguan kenyamanan dan kesehatan. Untuk mengetahui penyebab terjadinya pencemaran bunyi, maka kita perlu tahu sumber-sumber dari pencemaran bunyi. Sumber pencemaran bunyi ialah sumber bunyi yang kehadirannya dianggap mengganggu pendengaran baik dari sumber bergerak maupun tidak bergerak. Umumnya sumber kebisingan dapat berasal dari kegiatan industri, perdagangan, pembangunan, alat pembangkit tenaga, alat pengangkut dan kegiatan rumah tangga. Di Industri, sumber kebisingan dapat di klasifikasikan menjadi 3 macam, yaitu: 1. Mesin Kebisingan yang ditimbulkan oleh aktivitas mesin. 2. Vibrasi Kebisingan yang ditimbulkan oleh akibat getaran yang ditimbulkan akibat gesekan, benturan atau ketidak seimbangan gerakan bagian mesin. Terjadi pada roda gigi, roda gila, batang torsi, piston, fan, bearing, dan lain-lain. 3. Pergerakan udara, gas dan cairan Akibat pergerakan udara, gas, dan cairan dalam kegiatan proses kerja industri misalnya pada pipa penyalur cairan gas, dan lain-lain. Sebagai contoh beberapa bunyi/suara yang menyebabkan kebisingan yang kekuatannya diukur dengan dB atau desibel adalah 1. Orang ribut / silat lidah = 80 dB
  • 20 2. Suara kereta api / krl = 95 dB 3. Mesin motor 5 pk = 104 dB 4. Suara petir = 120 dB 5. Pesawat jet tinggal landas = 150 dB 3. Dampak dari Pencemaran Bunyi/Suara Tingkat pencemaran didasarkan pada kadar zat pencemar dan waktu (lamanya) kontak. Menurut WHO, tingkat pencemaran dibedakan menjadi 3, yaitu sebagai berikut : 1. Pencemaran yang mulai mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan pada panca indra dan tubuh serta telah menimbulkan kerusakan pada ekosistem lain. 2. Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan menyebabkan sakit yangkronis. 3. Pencemaran yang kadar zat-zat pencemarnya demikian besarnya sehingga menimbulkan gangguan dan sakit atau kematian dalam lingkungan. Pencemaran bunyi dapat menyebabkan berbagai gangguan seperti gangguan fisiologis, gangguan psikologis, gangguan komunikasi dan ketulian. Ada yang menggolongkan gangguannya berupa gangguan Auditory, misalnya gangguan terhadap pendengaran dan gangguan non Auditory seperti gangguan komunikasi, ancaman bahaya keselamatan, menurunya performan kerja, stres dan kelelahan. Lebih rinci dampak kebisingan terhadap kesehatan pekerja dijelaskan sebagai berikut: 1. Gangguan Fisiologis Pada umumnya, bising bernada tinggi sangat mengganggu, apalagi bila terputus-putus atau yang datangnya tiba-tiba. Gangguan dapat berupa peningkatan tekanan darah (± 10 mmHg), peningkatan nadi, konstriksi pembuluh darah perifer terutama pada tangan dan kaki, serta dapat menyebabkan pucat dan gangguan sensoris.Bising dengan intensitas tinggi
  • 21 dapat menyebabkan pusing/sakit kepala. Hal ini disebabkan bising dapat merangsang situasi reseptor vestibular dalam telinga dalam yang akan menimbulkan evek pusing/vertigo. Perasaan mual,susah tidur dan sesak nafas disbabkan oleh rangsangan bising terhadap sistem saraf, keseimbangan organ, kelenjar endokrin, tekanan darah, sistem pencernaan dan keseimbangan elektrolit. 2. Gangguan Psikologis Gangguan psikologis dapat berupa rasa tidak nyaman, kurang konsentrasi, susah tidur, dan cepat marah. Bila kebisingan diterima dalam waktu lama dapat menyebabkan penyakit psikosomatik berupa gastritis, jantung, stres, kelelahan dan lain-lain. 3. Gangguan Komunikasi Gangguan komunikasi biasanya disebabkan masking effect (bunyi yang menutupi pendengaran yang kurang jelas) atau gangguan kejelasan suara. Komunikasi pembicaraan harus dilakukan dengan cara berteriak. Gangguan ini menyebabkan terganggunya pekerjaan, sampai pada kemungkinan terjadinya kesalahan karena tidak mendengar isyarat atau tanda bahaya. Gangguan komunikasi ini secara tidak langsung membahayakan keselamatan seseorang. 4. Gangguan Keseimbangan Bising yang sangat tinggi dapat menyebabkan kesan berjalan di ruang angkasa atau melayang, yang dapat menimbulkan gangguan fisiologis berupa kepala pusing (vertigo) atau mual-mual. 5. Efek pada pendengaran Pengaruh utama dari bising pada kesehatan adalah kerusakan pada indera pendengaran, yang menyebabkan tuli progresif dan efek ini telah diketahui dan diterima secara umum dari zaman dulu. Mula-mula efek bising pada pendengaran adalah sementara dan pemuliahan terjadi secara cepat sesudah pekerjaan di area bising dihentikan. Akan tetapi apabila bekerja terus-menerus di area bising maka akan terjadi tuli menetap dan tidak dapat
  • 22 normal kembali, biasanya dimulai pada frekuensi 4000 Hz dan kemudian makin meluas kefrekuensi sekitarnya dan akhirnya mengenai frekuensi yang biasanya digunakan untuk percakapan. 4. Cara Menanggulangi Pencemaran Bunyi/Suara 1. Penggunaan alat peredam suara Ada berbagai cara untuk mengurangi pencemaran suara, salah satunya adalah penggunaan alat peredam suara, kini banyak digunakan sistem kendali bising yang aktif. 2. Pendidikan Melalui pendidikan dapat memberikan kesadaran serta membentuk sikap positif terhadap alam sekiar terutama dari hal-hal yang sangat kecil. Melalui pendidikan mereka dapat mengetahui berbagai pencemaran alam dari segi efek-efek negative terhadap lingkungan dan manusia. 3. Tanggung jawab bersama Pemerintah harus berperan dalam membuat hukum untuk melindungi alam sekitar. Pengawasan oleh pejabat lingkungan perlu ditingkatkan. Pengusaha pabrik harus mendapatkan pengetahuan tentang berbagai bentuk pencemaran dan dampaknya terhadap lingkungan sebelum memulai operasi pabriknya. Sehingga pemilik pabrik dapat memasang alat peredam suara dalam setiap poduknya sehingga kebisingan dapat diminimalisir. Selain itu, masyarakat juga harus memperhatikan alat-alat yang dapat menimbulkan kebisingan. karena delapan puluh persen penyebab pencemaran suara ini datangnya dari manusia sendiri. Terutama peralatan rumah tangga, seperti tidak terlalu banyak memakai alat elektronik yang menimbulkan suara bising, tidak berteriak dalam berbicara atau tidak mendengarkan musik dengan earphone dengan sangat keras. 4. Pameran dan kampanye lingkungan Mengadakan pameran secara berkala disetiap daerah tertentu tentu perlu dilakukan dengan mendistribusikan brosur tenteng penyebab dan dampak pencemaran suara terhadap lingkungan dan manusia. Selain itu,
  • 23 pemerintah perlu menunjukkan slide terkait pencemaran suara agar dapat menyadarkan masyarakat dan mengajar masyarakat untuk melindungi lingkungan.
  • 24 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Adapun kesimpulan yang diambil dari makalah ini yaitu masalah pencemaran timbul karena diakibatkan perbuatan manusia sendiri. Pencemaran-pencemaran lingkungan itu berupa pencemaran tanah, pencemaran air, dan pencemaran udara. 3.2 Saran Kita sebagai manusia harus menyadari betapa pentingnya daya dukung lingkungan terhadap kelangsungan hidup manusia. Lingkungan tidak hanya sebagai tempat berlangsungnya segala aktivitas tetapi juga menyediakan apa-apa saja yang dibutuhkan manusia, air, tanah, udara, dan kekayaan alam semua disediakan. Justru itu, kita sebagai manusia harus benar-benar memperhatikan kelangsungan hidup lingkungan dan alam.
  • 25 DAFTAR PUSTAKA Tim Dosen IAD UNM. 2004. Ilmu Alamiah Dasar (IAD). UNM : Makassar Amelia, Prisca. 2010. “Solusi Penanganan Pencemaran Lingkungan”. http://priscaameliapica.blogspot.com/2010/06/solusi-penanganan- pencemaran-lingkungan.html. Diakses 13 Mei 2013. Sihotang, Erikson. 2010. “Penanggulangan Pencemaran Lingkungan Hidup”.http://ericsonsihotang.blogspot.com/2010/05/penanggulangan- pencemaran-lingkungan-hidup.htm. Diakses 13 Mei 2013.
  • 26 MASALAH PENCEMARAN LINGKUNGAN YANG BERKAITAN DENGAN KEPENDUDUKAN Mata Kuliah : Demografi Nama Dosen : MASALAH PENCEMARAN LINGKUNGAN YANG BERKAITAN DENGAN KEPENDUDUKAN Kelompok VI kelas_B Frans Mores Mutia (121511092) Desty Krizia Badani (121511 ) Angel Ch Dalope (121511 ) Dwi Juli Pudul (121511 ) Jessica A Sumajow (121511082) Mitha Kaunang (121511 ) Nenni Febri Naibaho (121511 ) Rosmiati Damalang (121511 ) Susanti Tiolong (121511 ) Tresna Maarisit (121511128) KATA PENGANTAR Puji dan Syukur kami naikkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan tuntunan-Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini tepat pada waktunya. Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai bahan
  • 27 pembelajaran kami dan juga sebagai pemenuhan tugas Demografi Kependudukan di Fakultas Kesehatan Masyarakat. Adapun, dalam penyusunan makalah ini kami berusaha memberikan sajian yang terbaik dari beberapa sumber. Serta kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Semoga makalah ini dapat menjadi tangga untuk kita dapat memahami pembelajaran tentang lingkungan serta kaitan dengan ilmu Kependudukan. Karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi penyempurnaan makalah ini. Gunakanlah ilmu anda untuk membangun negeri ini. Selamat belajar ! Manado, 19 Februari 2013 Penyusun i DAFTAR ISI Kata Pengantar .................................................................................................................i Daftar Isi .............................................................................................................................ii Bab I : Pendahuluan Latar Belakang .............................................................................................................. Rumusan Masalah .........................................................................................................
  • 28 Tujuan Penulisan ........................................................................................................... PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Lingkungan di sekitar kita adalah sumber kehidupan bagi manusia. Bagaimana tidak, jika tiap hari manusia menghirup udara, merasakan kehangatan sinar matahari, mencicipi kesegaran air, dan senantiasa dapat menikmati sejuknya embun pagi. Sungguh, semuanya itu diciptakan Tuhan dengan maksud yang agung dan tanpa ada kesia-siaan sedikit pun. Oleh karena keistimewaan yang Dia berikan kepada manusia di muka bumi, kini manusia menjadi makhluk yang paling eksis keberadaannya. Daya tahan mereka terhadap lingkungan dan perjuangan mereka mempertahankan kehidupannya tidak akan pernah tertandingi oleh makhluk mana pun. Mereka
  • 29 adalah penguasa tunggal yang di beri mandate oleh tuhan dan seharusnya mampu menjaga bumi-Nya ini. Namun kenyataan yang ada justru menunjukkan bahwa eksistensi manusia cenderung tidak konstruktif dari segi penjagaan dan pemeliharaan lingkungan. Mereka justru menjadi kontributor terbesar yang membuat kerusakan alam. Lihat saja eksploitasi hutan dan penggalian tambang yang ugal-ugalan. Pencemaran terjadi di mana-mana. Bahkan sampai pada penghancuran sesama jenis manusia itu sendiri, baik melalui paham rasisme, kejahatan genosida dan sebagainya. Semuanya adalah bukti nyata bahwa eksistensi manusia cenderung destruktif. Pada makalah ini, akan kami uraikan mengenai permasalahan lingkungan yang berkaitan dengan kependudukan. Dari lingkup bahasan yang sepertinya cukup sempit ini ternyata banyak masalah yang menjadi pekerjaan rumah bagi makhluk yang bernama manusia untuk saat ini dan yang akan datang. 1.1 Rumusan Masalah 1. Bagaimana kondisi demografi yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini ? 2. Apa problem yang terjadi di Lingkungan Ekonomi dan Sosial Indonesia saat ini ? 3. Apakah Menurunnya kualitas SDM, pencemaran lingkungan, dan rendahnya kualitas kesehatan masyarakat ada hubungan nya dengan masalah kependudukan ? 1.2 Tujuan Penulisan 1. Untuk mengetahui masalah yang terjadi dimasyarakat dan kaitannya dengan demografi 2. Untuk membantu mendapatkan upaya pencegahan terhadap masalah itu sendiri
  • 30 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Masalah Penduduk dan Pencemaran Lingkungan Penyebab utama dari terjadinya pencemaran lingkungan atau polusi yang sekarang banyak diributkan jelas ialah manusia. Semakin jauh manusia bertambah dan hidup terpusat, semakin besar pula kemampuannya untuk merusak ekosistemnya. Tidak salah kalau dikatakan pertambahan manusia yang telah terjadi hingga sekarang tidak ubahnya dengan pertumbuhan sel kanker yang menggerogoti tubuh yang dalam hal ini ialah bumi. Bahan-bahan sintetis yang telah banyak dikembangkan pada tahun-tahun terakhir ini telah terbukti daya rusaknya dalam ekosistem bumi. Hidrokarbon yang mengandung chlor dan sisa-sisa radioaktif tidak dapat diproses secara biologis. Sekali terbentuk, mereka akan bertahan lama sekali dan akan mengancam kehidupan binatang maupun tumbuh-tumbuhan. Pembuangan sisa-sisa industri dan hasil-hasil bahan kimia seperti detergen, pembuangan sisa-sisa makanan ternak, penggunaan pestisida, dan insektisida, penggunaan pupuk kimiawi, dan lain-lain telah banyak menimbulkan problem pengotoran air dan lingkungan. Polusi oleh manusia dapat bersifat kimiawi maupun biologis. Contoh polusi kimianya misalnya pembuangan air raksa sisa-sisa industri di teluk minamata, Jepang dimana melalui ikan, telah terjadi ribuan kasus peracunan berupa kaku- kaku, anggota badan yang lemah yang kemudian terkenal sebagai penyakit minamata. Polusi biologis sering diakibatkan kepadatan penduduk. Sisa-sisa
  • 31 organisme manusia menumpuk sejalan dengan pertambahan penduduk. Karena sulitnya pembuangan kotoran yang makin banyak, persediaan air untuk kota-kota telah menjadi kotor. Problem polusi yang tadinya bersifat lokal, sekarang banyak yang sudah merupakan problem menyeluruh. Pengotoran air yang cepat telah menyebabkan pengotoran lautan. Apabila penduduk dunia terus bertambah seperti sekarang ini dan hasil industri terus melimpah, pencemaran lingkungan akan menjadi masalah, yang serius dimasa mendatang. Selain itu, pertambahan penduduk yang pesat di negara-negara miskin telah menyebabkan terjadinya pembukaan hutan secara besar-besaran yang Sering menimbulkan penggundulan-penggundulan. Akiabat serius dari keadaan ini tanah-tanah menjadi tidak subur dan sering terjadinya bencana alam seperti banjir. Hubungan yang erat antara masalah kependudukan dengan masalah pembangunan dan kesehjateraan manusia secara keseluruhan telah menyebabkan 30 orang pemimpin dunia menandatangani sebuah deklarasi yang berjudul ‘’population declaration by world leaders’’ 1968, dimana salah satu penandatanganan adalah presiden Soeharto dari Indonesia. Inti dari deklarasi ini yaitu pernyataan yang mengakui akan pentingnya pembatasan jumlah penduduk sehubungan dengan kesehjateraan dengan kebahagiaan. 2.2 Rusaknya Lingkungan Alam Sekitar dan Eksploitasi SDM Masalah ini meliputi kerusakan hutan akibat pengalihan fungsian lahan menjadi pemukiman dan persawahan atau bahkan sekedar illegal logging. Lahan produktif semakin berkurang, limbah mulai menumpuk dan muncul lingkungan- lingkungan kumuh akibat peledakan penduduk. Makin besar jumlah penduduk, makin besar kebutuhan akan sumber daya. Untuk penduduk agraris, meningkatnya kebutuhan sumber daya ini terutama lahan dan air. Dengan berkembangnya teknologi dan ekonomi, kebutuhan akan sumber daya lain juga meningkat, yaitu bahan bakar dan bahan mentah untuk industri. Dengan makin meningkatnya kebutuhan sumber daya itu, terjadilah penyusutan sumber daya. Penyusutan sumber daya berkaitan erat dengan pencemaran. Makin besar pencemaran sumber daya, laju penyusunan makin besar dan pada umumnya makin besar pula pencemaran. Berdasarkan pendapat yang kemukakan oleh Soemarwoto, maka tidaklah berlebihan bahwa dampak kepadatan penduduk terhadap kualitas lingkungan sangatlah besar. Indonesia sebagai sebuah negara yang jumlah penduduknya sangat besar juga sedang menghadapi problematika besar tentang masalah kualitas lingkungan. Masalah yang dihadapi ini akan semakin kompleks karena lajunya pertumbuhan penduduk tidak bisa ditekan dalam pengertian bahwa secara alamiah jumlah penduduk dari waktu ke waktu terus bertambah, disamping itu juga
  • 32 tingkat pencemaran (air dan udara), tekanan terhadap lahan pertanian, rendahnya kesadaran lingkungan, banyaknya pemilik HPH yang tidak bertanggungjawab, dan tidak konsistennya Pemerintah dalam menegakkan hukum akan semakin mempercepat penurunan mutu lingkungan secara makro. Masalah-masalah tersebut merupakan komplikasi dari seluruh permasalahan. Perusakan-perusakan alam yang ada lebih banyak disebabkan oleh motif dan kepentingan ekonomi manusia yang berada pada posisi puncak. Aspek yang disoroti di sini tidak hanya pada eksploitasi SDM yang kualitasnya di bawah rata-rata. Itulah sebabnya kemudian limbah mulai menumpuk akibat industri-industri terpusat dan rumah tangga yang aktif beroperasi. Mereka seenaknya melepas asap-asap beracun lewat cerobong-cerobong asap yang lebar. Mereka bebas mengalirkan limbah-limbah busuk dan kotor ke sungai, laut dan akhirnya membunuh biota yang ada. 2.3 Pencemaran pada Air Secara spesifik Michael (1990) mendefinisikan pencemaran air adalah penyimpangan sifat-sifat air dari keadaan normal, bukan dari kemurniannya. Banyak air tawar yang tercemar berat oleh sisa-sisa pembuangan kotoran dan cairan pembuangan limbah rumah tangga ke dalam sungai. Cairan pembuangan adalah sisa-sisa pembuangan dalam suatu bentuk cairan yang dihasilkan oleh proses industri dan kegiatan rumah tangga. Pencemaran air oleh cairan ini berupa zat-zat racun, bahan-bahan yang mengendap atau deoksigenasi (Michael, 1990). Secara garis besar, ada dua tipe polutan yang masuk ke dalam perairan yaitu: pertama, zat yang memperkaya perairan sehingga merangsang pertumbuhan mikroorganisme dan alga, dan yang kedua adalah materi- materi yang bersifat racun sehingga dapat membunuh mikroorganisme yang hidup dalam air. Zat yang memperkaya perairan pada umumnya sampah organik yang dibuang oleh manusia dan terbawa ke perairan, kotoran dan deterjen. Menurut Solihin dan Darsati (1993) pencemaran air dapat diklasifikasikan menjadi tiga tipe yaitu; 1. Pencemaran kimia berupa senyawa karbon dan senyawa anorganik. 2. Pencemaran fisika yang dapat berupa materi terapung dan materi tersuspensi,
  • 33 3. Pencemaran biologi yang dapat berupa mikroba phatogen, lumut dan tumbuh-tumbuhan air. 2.3.1. Sumber-sumber Pencemaran Air Pencemaran air bersumber dari limbah, baik darat, udara, maupun dari aktivitas yang berlangsung di perairan itu sendiri. Secara terperinci sumber pencemaran di perairan sebagai berikut : 1. Air hujan mengalirkan limbah dari daratan seperti limbah rumah tangga, pertanian, industri dan lain-lain ke sungai, danau atau laut. 2. Air buangan dari kota-kota dan daerah industri melalui saluran pembuangan. 3. Bahan-bahan pencemar melalui udara seperti debu, asam- asam organik dan anorganik, dan lain-lain. 2.3.2. Dampak Pencemaran Terhadap Kehidupan di Air limbah kegiatan industri dikatakan telah mengancam seluruh.negeri. Hal ini disebabkan karena melalui mekanisme alam seperti tiupan angin, aliran air sungai, daya rambat di tanah melalui difusi limbah tersebut dapat menyebar ke mana-mana (Syah, 1995). Buangan di perairan menyebabkan masalah kehidupan biota dalam bentuk keracunan bahkan kematian. Gangguan terhadap biota perairan telah menimbulkan dampak penurunan kualitas dan kuantitas biota perairan (ikan dan udang). Kelebihan pupuk yang dialirkan ke rawa atau ke danau dapat menimbulkan suburnya enceng gondok. Selain itu, erosi lumpur yang terbawa ke laut kemudian diendapkan mengakibatkan tertutupnya permukaan karang yang pada akhirnya menyebabkan kematian karang. Akibat pencemaran itu kehidupan dalam air dapat terganggu dengan mematikan binatang-binatang dan tumbuh-tumbuhan dalam air karena oksigen yang terlarut dalam air akan habis dipakai untuk dekomposisi aerobik dari zat-zat organik yang banyak terkandung dalam air buangan. Pencemaran limbah ke lingkungan perlu diperhatikan dan diantisipasi dengan baik, lebih-lebih terhadap air sungai, karena air sungai dipakai penduduk untuk berbagai keperluan. Pencemaran sungai oleh air buangan ditinjau dari sudut mikrobiologi antara lain : pencemaran bakteri patogen dan non patogen serta bahan organik. Banyaknya bahan organik akan merangsang pertumbuhan mikroorganisme menjadi pesat. Hal ini mengakibatkan pemakaian oksigen akan cepat dan meningkat, akibatnya kadar oksigen terlarut dalam air akan menipis dan menjadi sedikit sekali, yang akhirya mengakibatkan mikroorganisme dan organisme air lainnya yang memerlukan oksigen mati. Ekologi air akan berubah drastis. Keadaan menjadi anaerobik, sehingga air sungai
  • 34 busuk, dan tidak sehat bagi pertumbuhan mikroorganisme flora dan fauna air itu. Lingkungan hidup yang demikian ini sudah rusak dan tidak layak lagi bagi kebutuhan hidup kita (Ardhana, 1994). Sehingga pencemaran ini berpengaruh bagi kehidupan kita di bumi yang tercinta ini. Demikianlah, permasalahan lingkungan yang berkaitan dengan kependudukan. Sebenarnya masih banyak lagi permasalahan yang sanggup untuk membuat kita menangis. Namun semuanya itu masih bisa kita kendalikan bahkan kita ubah menjadi lebih baik selama kita mau menyadari pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan ini dan mengajak orang-orang terdekat kita untuk cinta pada lingkungan sekitar. Lingkungan bukan hanya rimba dan laut, namun orang- orang yang ada di sekeliling kita juga. Mereka adalah bagian dari lingkungan. BAB IV PENUTUP 3.1 Kesimpulan Kerusakan dan pencemaran pada lingkungan mempengaruhi demografi pada suatu daerah yang berpengaruh pada jumlah penduduk dan kesejateraan pada penduduk sekitar yang tercemar oleh limbah atau sampah-sampah. 3.2 Saran Jagalah lingkungan kita agar tetap bersih dan sehat agar terhindar dari penyakit dan buanglah sampah pada tempatnya.
  • 35 Daftar Pustaka Ardhana, Made M., 1994, Mikrobiologi Air, Universitas Udayana, Bali. Michael, P., 1990, Metode Ekologi untuk Penyelidikan Ladang dan Laboratorium, UI, Jakarta. Solihin dan Darsati S., 1993, Air, Jurusan Pendidikan FPMIPA, IKIP Bandung. Syah, A., 1995, Menulis dan Lingkungan Hidup, Proyek Perguruan Tinggi (P2T) Dip. Suleman, 0 dan M, Unhalu, Kendari. Bappenas. 2006. Sanitasi Perkotaan: Potret, Harapan, dan Peluang. Jakarta: Indonesian Sanitation Sector Development Program, Bank Dunia. Departemen Pekerjaan Umum Republik Indonesia. 1998. Analisis Dampak Lingkungan Hidup Proyek Pembangunan Jaringan Air Limbah http://fransmutia.blogspot.com/p/blog-page.html 3. Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Lingkungan J umlah penduduk yang makin meningkat menyebabkan kebutuhannya makin meningkat pula. Hal ini berdampak negatif pada lingkungan, yaitu:
  • 36 1) M akin berkurangnya lahan produktif, seperti sawah dan perkebunan karena lahan tersebut dipakai untuk pemukiman. 2) M akin berkurangnya ketersediaan air bersih. Manusia membutuhkan air bersih untuk keperluan hidupnya. Pertambahan penduduk akan menyebabkan bertambahnya kebutuhan air bersih. Hal ini menyebabkan persediaan air bersih menurun. 3) P ertambahan penduduk juga menyebabkan arus mobilitas meningkat. Akibatnya, kebutuhan alat tranportasi meningkat dan kebutuhan energi seperti minyak bumi meningkat pula. Hal ini dapat menyebabkan pencemaran udara dan membuat persediaan minyak bumi makin menipis. 4) P ertambahan penduduk juga menyebabkan makin meningkatnya limbah rumah tangga, seperti sampah dan lain-lain. Hal ini dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. C. Pencemaran Lingkungan Pencemaran atau polusi adalah penambahan segala substansi ke lingkungan akibat aktivitas manusia. Sedangkan, polutan adalah segala sesuatu yang menyebabkan polusi. Semua zat dikategorikan sebagai polutan bila kadarnya melebihi batas normal, berada di tempat yang tidak semestinya, dan berada pada waktu yang tidak tepat. Pencemaran atau polusi tidak dapat dihindari, yang dapat dilakukan adalah mengurangi, mengendalikan pencemaran, dan meningkatkan kesadaran serta kepedulian masyarakat kepada lingkungannya. 1. Pencemaran Air Penyebab pencemaran air adalah limbah pabrik atau limbah rumah tangga. Bahan pencemar berupa bahan kimia yang mengandung racun, mudah mengendap, mengandung radioaktif, panas, dan pembongkarannya banyak memerlukan oksigen. Polutan yang menyebabkan pencemaran air harus diuraikan. Penguraian polutan tersebut memerlukan banyak O sehingga menyebabkan kekurangan O dalam air yang berpengaruh terhadap kehidupan di air. Banyak ikan yang mati karena kekurangan oksigen. Pencemaran air menyebabkan air berwarna hitam, kotor, dan berbau busuk. Pencemaran nitrogen dalam perairan menyebabkan eutrofikasi, yaitu
  • 37 ledakan pertumbuhan tumbuhan air, seperti eceng gondok. Air ya ng tercemar dapat dikurangi kadar pencemarannya dengan cara menyaring, mengencerkan, dan mengendapkan. Pabrik-pabrik diwajibkan menampung dan mengolah limbah, WC pada setiap rumah tangga perlu dilengkapi dengan septic tank. 1. Pencemaran Tanah Bahan pencemar tanah berasal dari limbah pabrik, limbah rumah tangga, dan barang- barang rongsokan. Bahan pencemar yang sukar dihancurkan oleh mikroba adalah plastik, stiroform, kaca, dan lain-lain. Untuk mengurangi pencemaran ini banyak hal yang dilakukan oleh masyarakat untuk mendaur ulang bahan-bahan tersebut. 1. Pencemaran Udara Bahan pencemar udara umumnya berasal dari pembakaran bahan bakar fosil yang tidak sempurna oleh mesin-mesin pabrik, pembangkit listrik, kendaraan bermotor, dan lain- lain. Dari pembakaran tersebut akan dihasilkan gas dan asap yang sangat membahayakan. Bahan-bahan yang dapat mencemari udara adalah oksida karbon (CO2 dan CO), oksida belerang (SO dan SO), senyawa hidrokarbon (CH4 dan C2), partikel cair (asam sulfat, asam nitrat), dan lain-lain. Pencemaran udara dapat mengakibatkan beberapa hal, antara lain: a. Jika kadar CO tinggi, gas tersebut akan membentuk lapisan tersendiri di atmosfer, lapisan ini menyerap sinar matahari yang harusnya dipantulkan kembali ke luar angkasa. Hal ini menyebabkan suhu di bumi meningkat, sehingga es di kutub mencair dan permukaan air laut naik. Akibatnya daratan bisa tenggelam. Peristiwa ini disebut „efek rumah kaca‰. 2 b. Gas CO merupakan hasil pembakaran yang tidak sempurna. Gas CO mempunyai daya ikat lebih tinggi terhadap hemoglobin dibandingkan gas O2 sehingga ikatan Hb dengan CO lebih stabil. Jika banyak hemoglobin yang berikatan dengan gas CO akan menyebabkan tubuh kita kekurangan O2 Akibatnya, badanmu menjadi lemas.
  • 38 c. Oksida belerang dan oksida nitrogen jika bereaksi dengan air akan membentuk senyawa sulfat dan nitrat yang bersifat asam. Zat asam tersebut jika turun bersama hujan akan menyebabkan hujan asam dan dapat merusak tumbuhan, mikroorganisme tanah serta kehidupan hewan air tawar. d. Gas CFC yang digunakan sebagai pendingin (AC, lemari es, dan dispenser) atau gas penyemprot akan merusak ozon sehingga meningkatkan radiasi sinar ultraviolet ke muka bumi dan dapat menyebabkan timbulnya kanker kulit. 4. Pencemaran Suara Pencemaran suara disebabkan oleh suara bising yang terus menerus. Suara tersebut dapat ditimbulkan oleh mesin instalasi listrik pabrik, pesawat terbang, kereta api, dan lain-lain. Akibat pencemaran tersebut dapat menimbulkan gangguan pendengaran, tekanan darah, jantung, dan lain-lain. D. Penyebab Pencemaran Lingkungan Kepadatan manusia berdampak pada pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan ini disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor alam dan faktor manusia. 1. Faktor Alam Pencemaran lingkungan dapat terjadi secara alami, contohnya letusan gunung, gempa bumi, perubahan iklim, banjir, kekeringan, dan angin topan. Biasanya manusia hanya dapat memperkirakan dan mengurangi dampaknya. 1. Faktor Manusia Manusia memenuhi kebutuhan hidupnya dengan memanfaatkan sumber daya alam dari lingkungannya. Jika populasi manusia makin banyak, maka makin banyak sumber daya alam yang diambil dari lingkungannya. Hal ini menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan dan pencemaran. Ada beberapa perilaku manusia yang mempengaruhi kehidupan manusia secara global, antara lain: 1) Penebangan hutan hujan tropik di Indonesia dapat berpengaruh 180 pada perubahan iklim global karena hutan merupakan paru-paru dunia.
  • 39 2) Uji coba senjata nuklir berpengaruh pada perubahan iklim global. hasil pembakaran dapat menimbulkan efek rumah kaca. Efek rumah kaca dapat menyebabkan es mencair sehingga permukaan air laut meningkat dan dapat menenggelamkan daratan. 3) CO2 E. Peranan Manusia Mengatasi Pencemaran Lingkungan Manusia memiliki peranan yang sangat penting untuk mengatasi pencemaran lingkungan yang terjadi akibat ulah manusia sendiri. Beberapa hal yang dapat dilakukan manusia untuk mengatasi pencemaran lingkungan akan diuraikan berikut ini: 1. Melakukan Penghijauan Salah satu cara mengatasi pencemaran tanah adalah penghijauan kembali dengan cara memberi humus tanah, sehingga tanaman kembali subur. 2. Rotasi Tanaman Rotasi tanaman adalah salah satu upaya yang dilakukan untuk mempertahankan kesuburan tanah. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menanam jenis tanaman yang berbeda pada tempat yang sama secara bergantian. 3. Penggunaan Pupuk Seperlunya Penggunaan pu puk buatan seperti urea, ZA, dan NSP yang berlebihan sangat merusak lingkungan karena dapat menyebabkan eutrofikasi dan dapat meningkatkan keasaman tanah. Sebaiknya, petani menggunakan pupuk alami, seperti pupuk kompos dan pupuk kandang untuk mengurangi pencemaran tanah. 1. Pembuatan Sengkedan Salah satu upaya untuk mengatasi kerusakan tanah karena erosi adalah dengan pembuatan sengkedan di tanah berbidang miring, seperti lereng bukit dan pegunungan. Mengapa sengkedan ini dapat mengurangi erosi? Diskusikan dengan teman sekelompokmu. 1. Reboisasi Reboisasi adalah p enanaman kembali lahan-lahan yang gundul. Hal ini dilakukan untuk mengatasi erosi karena akar-akar pohon dapat menyerap air dan menahan tanah agar tidak terbawa air hujan. 1. Daur Ulang
  • 40 Saat ini banyak sekali produk daur ulang yang bisa dipakai kembali. Pendaur-ulangan sampah-sampah rumah tangga dan sampah dari pasar menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan petani. Biasanya sampah pasar berupa sayur-sayuran yang telah membusuk. Jika diolah kembali dan ditambah kotoran hewan akan menjadi pupuk alami yang sangat baik untuk tanaman. http://zaifbio.wordpress.com/2010/02/11/kepadatan-penduduk-dan-pencemaran- lingkungan/