• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Kelompok penjas lalulintas  (3)
 

Kelompok penjas lalulintas (3)

on

  • 857 views

 

Statistics

Views

Total Views
857
Views on SlideShare
857
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
131
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Kelompok penjas lalulintas  (3) Kelompok penjas lalulintas (3) Presentation Transcript

    • LALU LINTAS OLEH : Yunita Awaliyah Yulia Fauzi Arief Fahmi Raja Hamizah Stevani Fadhila
    • sejarah5 pengertian RAMBU LALU LINTAS JALAN DI INDONESIA gejala ( PERATURAN, ARTI DAN Ciri-ciri LAMBANG RAMBU ) pencegahan HOME
    • Sebelum kita memulai pembahasan pada hari ini mari kita lihat apa saja yang akan di bahas pada persentasi kali ini , oke! Nomor, Bentuk,Lambang,Dasar Hukum Pengertian Warna, dan Arti rambu Papan tambahan
    • DASAR HUKUM Undang Undang No. 14 Tahun 1992 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Undang Undang No. 38 Tahun 2004 Tentang Jalan Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 1985 tentang Jalan Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 1990 tentang Jalan Tol Peraturan Pemerintah No. 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan Keputusan Menteri Perhubungan No. 17 Tahun 1991 tentang Rambu Rambu Lalu Lintas di Jalan Keputusan Menteri Perhubungan No. 61 Tahun 1993 tentang Rambu Rambu Lalu Lintas di Jalan sekaligus mencabut Kepmenhub No. 17 Tahun 1991 Keputusan Menteri Perhubungan No. 63 Tahun 2004 tentang Perubahan Kepmenhub No. KM 61 Tahun 1993 Tentang Rambu Rambu Lalu Lintas di Jalan Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 14 Tahun 2006 Tentang Manajemen Dan Rekayasa Lalu Lintas Di Jalan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat No. SK 3229/AJ401/ DRJD/2006 Tentang Tata Cara Penomoran Rute Jalan
    • PENGERTIAN Rambu lalu lintas adalah salah satu dari perlengkapan jalan, berupa lambang, huruf, angka, kalimat dan/atau perpaduan diantaranya sebagai peringatan, larangan, perintah atau petunjuk bagi pemakai jalan Rambu Peringatan adalah rambu yang digunakan untuk menyatakan peringatan bahaya atau tempat berbahaya pada jalan di depan pemakai jalan. Rambu Larangan adalah rambu yang digunakan untuk menyatakan perbuatan yang dilarang dilakukan oleh pemakai jalan. Rambu Perintah adalah rambu yang digunakan untuk menyatakan perintah yang wajib dilakukan oleh pemakai jalan. Rambu Petunjuk adalah rambu yang digunakan untuk menyatakan pentunjuk mengenai jurusan, jalan, situasi, kota tempat, pengaturan, fasilitas dan lain-lain bagi pemakai jalan. Rambu Sementara adalah rambu yang digunakan secara tidak permanen, pada keadaan darurat atau pada kegiatan-kegiatan tertentu. Papan Tambahan adalah papan yang dipasang di bawah daun rambu yang memberikan penjelasan lebih lanjut dari suatu rambu. Daun Rambu adalah plat aluminium atau bahan logam lainnya tempat ditempelkan/dilekatkannya rambu. Tiang Rambu adalah batangan logam atau bahan lainnya untuk menempelkan atau melekatkan daun rambu.
    • PENGERTIAN Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, dibawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori dan jalan kabel; Jalan nasional adalah jalan arteri dan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan antar ibukota provinsi, dan jalan strategis nasional; Jalan provinsi adalah jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan ibukota provinsi dengan ibukota kabupaten/kota, atau antar ibukota kabupaten/kota, dan jalan strategis provinsi; Kode ruas jalan yang selanjutnya disebut nomor rute adalah kode dalam bentuk angka dan kombinasi huruf dengan angka yang digunakan sebagai identitas dari suatu ruas jalan yang menunjukkan arah perjalanan; Rute adalah kumpulan ruas jalan yang menghubungkan satu tempat dengan tempat lain secara menerus.
    • NOMOR, BENTUK, LAMBANG, WARNA DAN ARTI RAMBU  TABEL 1 : RAMBU PERINGATAN Tikungan ke kiri Tikungan ke kanan Tikungan tajam Tikungan tajam ke kanan ke kiriTikungan Ganda, tikungan Tikungan Ganda, Banyak tikungan atau Banyak tikungan atau urutanpertama ke kiri tikungan pertama urutan beberapa tikungan, beberapa tikungan, tikungan ke kanan tikungan pertama ke kiri pertama ke kanan
    • TABEL 1 : RAMBU PERINGATAN Turunan Turunan curamPengarah tikungan Pengarah ke kanan tikungan ke kiri tanjakan terjal Penyempitan di kiri dan Penyempitan di kiri tanjakan kanan jalanPenyempitan di Jembatan atau Pengurangan lajur kiri Pengurangan lajur kanankiri penyempitan di jembatan
    • TABEL 1 : RAMBU PERINGATAN Jalan menuju tepian air, tepian jalan tidak datar,Jembatan angkat bergelombang atau Jalan cembung atau jurang jembatan cembung berbukitbukit Banyak orang bersepeda dan Jalan licin Penyeberangan orang Banyak anak-anak sering menyeberang jalanAda pekerjaan di jalan Lampu pengatur lalulintas Lintasan pesawat terbang Lalulintas dua arah
    • TABEL 1 : RAMBU PERINGATANPersimpangan empat Persimpangan tiga sisi kiri Persimpangan tiga sisi kanan Persimpangan tiga serong kiri Persimpangan tiga serong Persimpangan tiga serongPersimpangan tiga serong kiri kanan kanan
    • TABEL 1 : RAMBU PERINGATAN
    • TABEL 2 A : RAMBU LARANGAN1a 1b 1cDilarang berjalan terus, Dilarang berjalan terus, wajib Larangan masuk bagi semuawajib berhenti sesaat dan berhenti sesaat sebelum bagian kendaraan bermotor maupunmeneruskan perjalanan jalan tertentu dan meneruskan tidak bermotorsetelah mendapat kepastian perjalanan setelah mendahulukanaman dari lalu lintas arah kendaraan yang datang dari arahlainnya depan secara bersamaan1d 1e 1f 1gLarangan masuk bagi Larangan masuk bagi Larangan masuk bagi Larangan masuk bagikendaraan bermotor kendaraan bermotor kendaraan bermotor kendaraan bermotorroda empat atau lebih roda tiga roda dua
    • TABEL 2 A : RAMBU LARANGANLarangan berhenti Larangan berbelok ke kanan Larangan parkir sampai Larangan berbelok ke kiri bagisampai jarak 15 m dari bagi kendaraan bermotor jarak 15 m dari tempat kendaraan bermotor maupuntempat pemasangan maupun tidak bermotor pemasangan rambu tidak bermotor utnuk masukrambu menurut arah utnuk menurut arah lalulintas, jalan simpangan ataulalulintas, kecuali masuk jalan simpangan atau kecuali dinyatakan lain berpindah jalur yang searahdinyatakan lain dengan berpindah jalur yang searah dengan papan tambahan lalulintaspapan tambahan lalulintas
    • TABEL 2 A : RAMBU LARANGANLarangan berbalik arah Larangan mendahului Larangan masuk bagi Larangan masuk bagibagi kendaraan bermotor kendaraan lain yang kendaraan dengan lebar lebih kendaraan dengan tinggimaupun tidak bermotor berjalan di depan dari ... m lebih dari ... mLarangan masuk bagi Larangan masuk bagi Larangan Kecepatan Larangan mengikuti kendaraankendaraan yang seluruh kendaraan dengan muatan kendaraan lebih dari 40 km di depan kurang dari jarak 15berat termasuk sumbu lebih dari 8 ton perjam metermuatannya lebih dari 5ton Larangan masuk bagi Larangan masuk bagi kendaraan dengan muatan kendaraan dengan muatan sumbu terberat (MST) lebih sumbu terberat (MST) lebih besar dari 10 ton atau ukuran besar dari 8 ton atau ukuran lebar tidak melebihi 2.500 lebar tidak melebihi 2.500 milimeter atau ukuran panjang milimeter atau ukuran panjang tidak melebihi 18.000 milimeter tidak melebihi 18.000 milimeter
    • TABEL 2 B: RAMBU PERINTAH Wajib mengikuti Wajib mengikuti arah Wajib mengikuti arah Wajib mengikuti arah yang arah ke kiri ke kanan yang ditunjuk ditunjukWajib berjalan lurus Wajib mengikuti arah yang Wajib mengikuti salah satu arah Wajib mengikuti salah satuke depan ditentukan pada bundaran yang ditunjuk arah yang ditunjukWajib melewati salah Wajib untuk pejalan kak i Wajib untuk Perintah kecepatan minimumsatu lajur yang ditunjuk lalulintas bersepeda yang diwajibkan
    • TABEL 2 B: RAMBU PERINTAHBatas Akhir kecepatan Wajib memakai rantai pada ban Batas akhir wajib memakaiminimum yang diwajibkan rantai pada ba nWajib untuk lalulintas becak Wajib untuk lalulintas doka r Wajib untuk lalulintas pedati, gerobak dorong dan dokar
    • TABEL 3 RAMBU PETUNJUK Rambu pendahulu petunjuk Rambu pendahulu petunjuk Rambu pendahulu petunjuk jurusan yang menyatakan jurusan pada persimpangan jurusan yang menunjukkan arah untuk mencapai suatu di depan arah daerah tempat keluar dari jalan TolRambu pendahulu petunjuk Rambu pendahulu petunjuk Rambu petunjuk jurusanjurusan yang menyatakan lajur jurusan yang menyatakan lajur Purwakarta dengan jarak 70kiri yang harus dilewati untuk kanan yang harus dilewati untuk kmjurusan yang dituju jurusan yang dituju Rambu pendahulu petunjuk jurusan yang menyatakan Rambu petunjuk jurusan ke Rambu petunjuk jurusan untuk adanya pelabuhan udara ke arah perkemahan pilihan lajur sesuai jurusan pada persimpangan
    • TABEL 3 RAMBU PETUNJUK Rambu petunjuk jurusan untuk Rambu petunjuk jurusan Rambu petunjuk jurusan ke wisata ke arah pesanggrahan daerah wisata Dieng dengan daerah Taman Nasional pemuda jarak 10 kmKeluar batas wilayah kota Kediri Awal Batas wilayah jalan Tol Akhir batas wilayah jalan Tol Jagorawi JagorawiTempat penyeberangan orang Rambu petunjuk tempat Jalan buntu berbalik arah
    • TABEL 3 RAMBU PETUNJUKkhusus Batas akhir jalan yang khusus Tempat pemberhentian bu s Awal lajur buskendaraan untuk kendaraan bermotorbermotorMemasuki daerah Tempat Parkir Rumah Sakit Balai Pertolongan Pertamapenggunaansabuk pengaman Po mp Bengkel Tele a Perbaik pon Ba an umu han Kendar m Ba aan kar
    • TABEL 3 RAMBU PETUNJUK Hotel / Motel Rumah Makan Kedai kopi Rumah Ibadat Umat Islam Stadion / Lapangan Terbuka Gedung / Bangsal OlahragaRumah Ibadat Museum (Sport Hall) (Stadium / Sport Field )Umat Kriste n
    • PAPAN TAMBAHANa. Papan tambahan digunakan untuk memuat keterangan yang diperlukan untuk menyatakan hanya berlaku untuk waktu-waktu tertentu, jarak-jarak dan jenis kendaraan tertentu ataupun perihal lainnya sebagai hasil manajemen dan rekayasa lalu lintas.b. Papan tambahan ditempatkan dengan jarak 5 sentimeter sampai dengan 10 sentimeter dari sisi terbawah daun rambu dengan ketentuan lebar papan tambahan secara vertikal tidak melebihi sisi daun rambu.c. Persyaratan papan tambahan :- Papan tambahan menggunakan warna dasar putih dengan tulisan dan bingkai berwarna hitam.- Papan tambahan tidak boleh menyatakan suatu keterangan yang tidak berkaitan dengan rambunya sendiri.- Pesan yang termuat dalam papan tambahan harus bersifat khusus, singkat, jelas dan mudah serta cepat dimengerti oleh pengguna jalan- Ukuran perbandingan papan tambahan antara panjang dan lebar adalah 1 (satu) berbanding 2 (dua). Jarak dari rambu sampai awal bagian jalan yang berbahaya atau awal daerah dimana peraturan berlaku, sebagaimana contoh dimaksud
    • RAMBU NOMOR RUTE (PERMENHUB NO. 60 TAHUN 2006)Tambahan lampiran III Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 61 Tahun 1993, pada Tabel 3, yaitu setelah rambu penegasan mengenai jarak dan jurusan satu kota atau daerah, ditambahkan dengan rambu petunjuk pendahulu jurusan, rambu petunjuk jurusan dan rambu penegasan jurusan yang menyatakan petunjuk arah untuk mencapai tujuan dilengkapi dengan nomor rute sebagai berikut : Untuk Jalan Nasional / Arteri Primer : PENGADAAN, PEMASANGAN DAN PEMELIHARAAN 1. Direktur Jenderal Perhubungan Darat mengadakan, memasang dan memelihara rambu nomor rute pada jalan nasional 2. Gubernur mengadakan, memasang dan memelihara rambu nomor rute pada jalan provinsi